Home
Login.
Artikelilmiahs
47872
Update
AKBAR KANUGRAHA
NIM
Judul Artikel
Analisis Spasial Dan Temporal Kerapatan Mangrove Dan Garis Pantai di Brebes
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pesisir Kaliwlingi, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah merupakan daerah yang memiliki luasan yang cukup luas, namun telah mengalami kerusakaan akibat alih guna lahan menjadi tambak. Hal tersebut akan mempengaruhi tingkat perubahan garis pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kerapatan mangrove terhadap perubahan garis pantai pada tahun 2016, 2020, dan 2024. Metode penelitian adalah observasi dengan penginderaan jarak jauh yang memanfaatkan citra Sentinel 2A menggunakan indeks vegetasi NDVI dan NDWI serta menggunakan perangkat lunak DSAS untuk menganalisis perubahan garis pantai. Hasil yang didapatkan berupa luasan mangrove, tingkat kerapatan mangrove, dan pergeseran garis pantai di Pesisir Kaliwlingi, Brebes. Tahun 2016 memiliki luas vegetasi sebesar 378,35 hektar, tahun 2020 memiliki luas vegetasi sebesar 457,04 hektar, dan tahun 2024 memiliki luas vegetasi sebesar 462,15 hektar. Pada ketiga periode tersebut didominasi dengan tingkat kerapatan kategori lebat. Perubahan garis pantai pada tahun 2016-2020 didapat ratarata laju perubahan garis pantai sebesar 15,26 m/tahun dengan rata-rata total pergeseran sebesar 127,5 m serta abrasi dengan rata-rata laju perubahan garis pantai sebesar 4,29 m/tahun dan rata-rata total pergeseran sebesar 35,88 m. Pada tahun 2020-2024 terjadi akresi dengan rata-rata laju perubahan garis pantai sebesar 18,26 m/tahun dan rata-rata total pergeseran sebesar 71,48 m serta abrasi dengan rata-rata laju perubahan garis pantai sebesar 5,98 m/tahun dan rata-rata total pergeseran sebesar 23,42 m. Hal ini disebabkan oleh rehabilitasi mangrove yang dilakukan sejak tahun 2005 dan juga fenomena alam yang terjadi pada periode penelitian.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Kaliwlingi coastline in Brebes district, Central Java, is a large area that has experienced significant degradation due to land-use changes for shrimp ponds. This has impacted the shoreline dynamics. This study aims to evaluate the influence of mangrove density on shoreline changes in the years 2016, 2020, and 2024. The research method involves observation using remote sensing, specifically utilizing Sentinel 2A imagery and vegetation indices such as NDVI and NDWI, along with the DSAS software to analyze shoreline changes. The results provide insights into the mangrove area, mangrove density, and shoreline shifts in the Kaliwlingi coastal area, Brebes. In 2016, the mangrove area was 378,35 hectares; in 2020, it increased to 457,04 hectares; and by 2024, it reached 462,15 hectares. In all three periods, the mangrove density was predominantly classified as dense. Shoreline change from 2016 to 2020 showed an average shoreline change rate of 15,26 meters/year, with a total shift of 127,5 meters, and abrasion at an average rate of 4,29 meters/year, resulting in a total shift of 35,88 meters. From 2020 to 2024, accretion occurred with an average shoreline change rate of 18,26 meters/year, resulting in a total shift of 71,48 meters, while abrasion had an average rate of 5,98 meters/year, with a total shift of 23,42 meters. These changes were influenced by mangrove rehabilitation efforts that began in 2005, as well as natural phenomena during the study periods.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save