Artikelilmiahs
Menampilkan 44.421-44.440 dari 48.759 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 44421 | 47788 | C1A020074 | PENGARUH VARIABEL MONETER, INVESTASI, DAN PENDUDUK TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI NEGARA NEGARA ASEAN | Penelitian ini bertujuan untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi di ASEAN, kawasan dengan potensi besar tetapi masih menghadapi tantangan ekonomi. Studi ini menganalisis pengaruh suku bunga, inflasi, nilai tukar, investasi, dan populasi terhadap pertumbuhan ekonomi menggunakan data dari World Bank periode 2004-2019 dengan metode ARDL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku bunga, inflasi, dan nilai tukar berdampak negatif, sedangkan investasi berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Populasi memiliki pengaruh negatif paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Implikasinya, kebijakan harus mendukung peningkatan investasi, pengelolaan populasi yang lebih baik, dan stabilitas moneter untuk menjaga suku bunga, inflasi, serta nilai tukar tetap kondusif bagi pertumbuhan ekonomi ASEAN. | This study aims to understand the factors influencing economic growth in ASEAN, a region with great potential but economic challenges. It analyzes the impact of interest rates, inflation, exchange rates, investment, and population on economic growth using World Bank data from 2004-2019 with the ARDL method. The results show that interest rates, inflation, and exchange rates negatively impact economic growth, while investment has a positive effect in the long run. Population has the most significant negative impact on economic growth. The study implies the need for policies supporting investment growth, better population management, and monetary stability to maintain favorable interest rates, inflation, and exchange rates for ASEAN's economic growth. | |
| 44422 | 47789 | H1D021010 | ANALYSIS OF PT PEGADAIAN (PERSERO) INVESTMENT PRODUCT SALES DATA USING K-MEANS++ CLUSTERING AND EXPLORATORY DATA ANALYSIS | Pandemi COVID-19 memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian global, termasuk di Indonesia, sehingga mendorong individu dan pelaku usaha untuk mencari cara mempertahankan stabilitas finansial. Slah satu strategi yang banyak diminati adalah investasi, dengan emas sebagai instrumen yang stabil dan dinaggap sebagai safe haven baru. PT Pegadaian (Persero), sebagai lembaga keuangan non-bank turut menawarkan produk investasi emas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, di era digital ini, PT Pegadaian menghadapi tantangan dalam memahami pola penjualan produk investasinya secara strategis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis data penjualan produk investasi PT Pegadaian tahun 2023 menggunakan metode Exploratory Data Analysis (EDA) dan algoritma clustering K-Means++. EDA berhasil digunakan untuk memahami karakteristik data, mendeteksi outlier, menemukan pola penting, dan memahami hubungan antar variabel. Algoritma K-Means++ diterapkan untuk mengelompokkan area operasional berdasarkan total nilai transaksi rupiah, total nilai transaksi gram, total nasabah, dan banyaknya transaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah cluster optimal menggunakan metode elbow pada dataset ini adalah tiga cluster, dengan nilai DBI sebesar 0.4888 yang menunjukkan separasi antar cluster yang baik dan tingkat kompaksi yang memadai di dalam masing-masing cluster. Cluster 1 terdiri dari 67 area dengan volume transaksi tinggi tetapi nilai rata-rata kecil, menjadi target utama untuk meningkatkan profit. Cluster 2 memiliki 7 area dengan transaksi besar tetapi frekuensi rendah, sehingga membutuhkan pendekatan personalisasi. Cluster 3 terdiri dari 47 area dengan transaksi menengah yang memiliki potensi pengembangan melalui peningkatan volume transaksi dan edukasi investasi. Kombinasi EDA dan K-Means++ terbukti mampu memberikan wawasan mendalam terkait segmentasi pasar, mendukung PT Pegadaian dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif, serta mempermudah pengambilan keputusan berbasis data melalui sistem berbasis Streamlit yang interaktif. | The COVID-19 pandemic has significantly impacted the global economy, driving individuals and businesses to seek financial stability through investments. Gold, known as a stable instrument and a new safe haven, has gained popularity. PT Pegadaian (Persero), a non-bank financial institution, offers gold investment products to support economic growth. However, understanding sales patterns in this digital era remains a challenge. This research analyzes PT Pegadaian’s 2023 investment product sales data using Exploratory Data Analysis (EDA) and the K-Means++ clustering algorithm. EDA is successfully used to understand data characteristics, detect outliers, find important patterns, and understand variables' relationships. The K-Means++ algorithm was applied to cluster operational areas based on the total transaction value of rupiah, the total transaction value of gram, the total number of customers, and the number of transactions. The result shows that the optimal number of clusters in this dataset from using the elbow method is three clusters, with a DBI value of 0.4888. Cluster 1 consists of 67 areas with high transaction volume but small average value, being the main target to increase profits. Cluster 2 has 7 areas with large transactions but low frequency, requiring a personalized approach. Cluster 3 consists of 47 areas with medium transactions that have development potential through increasing transaction volume and investment education. The combination of EDA and K-Means++ proved to be able to provide deep insights into market segmentation, support PT Pegadaian in designing more effective marketing strategies, and facilitate data-driven decision-making through an interactive Streamlit-based system. | |
| 44423 | 47790 | D1A021010 | PERBANDINGAN PERFORMANS AYAM BROILER LANTAI 3 YANG DIPELIHARA PADA PERIODE YANG BERBEDA DI NEW ASSA FARM DESA TAMBAKMULYO | Latar Belakang. Penelitian berjudul “Perbandingan Performans Ayam Broiler Lantai 3 Yang Dipelihara Pada Periode Yang Berbeda Di New Assa Farm Desa Tambakmulyo”. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji performa ayam broiler periode sekarang dengan periode sebelumnya di New Assa Farm. Magang dilaksanakan selama 1 Periode dimulai pada tanggal 16 Oktober – 26 November 2023 di Desa Tambakmulyo. Variabel yang diangkat yaitu tentang Pemberian Pakan, mortalitas, FCR, dan bobot badan (BB). Metodologi. Materi yang digunakan adalah ayam broiler dengan strain cobb CP 707 pada lantai 3 di periode sebelumnya dengan populasi 19.000 ekor dan periode sekarang dengan populasi 20.453 ekor. Metode yang digunakan ialah metode observasi. Variabel yang di ukur adalah Pemberian Pakan, mortalitas, bobot badan, FCR, dan IP pada periode yang berbeda di kandang New Assa Farm. Metode analisis yang digunakan indipendent t-test. Hasil. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rataan suhu udara di periode sekarang (28,93 ± 4,46℃) lebih tinggi dibandingkan dengan suhu udara di periode sebelum (27,41 ± 4,96℃), rataan kelembaban udara di periode sekarang (84,4 ± 5,41) lebih tinggi dibandingkan dengan kelembaban udara di periode sebelum (79,6 ± 5,27), pemberian pakan selama satu periode pemeliharaan pada periode sekarang adalah 57.200 kg sedangkan pada periode sebelum adalah 47.150 kg, rataan bobot badan selama satu periode pemeliharaan pada periode sekarang adalah 1029,9 ± 839,01gram sedangkan pada periode sebelum adalah 1127,8 ± 907,35 gram, rataan mortalitas pada periode sekarang adalah 26,37 ± 8,26% sedangkan pada periode sebelum yaitu sebesar 18,4 ± 7,91%, nilai FCR selama masa pemeliharaan satu periode pada periode sekarang adalah 1,500 sedangkan pada periode sebelum adalah 1,438, nilai indeks produksi pada periode sebelum (401) lebih tinggi daripada indeks produksi pada periode sekarang (397). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot ayam, nilai FCR dan IP pada ayam yang dipelihara di periode sekarang dan periode sebelum berbeda tidak signifikan (P>0,05) sedangkan pemberian pakan dengan mortalitas di periode sekarang dan periode sebelum berbeda signifikan (p<0,05). Simpulan. Pemeliharaan ayam broiler lantai 3 pada periode sekarang dengan periode sebelumnya tidak berbeda nyata (p>0,05) terhadap pakan, bobot badan, FCR, dan IP. Sedangkan mortalitas dan pemberian pakan berbeda sangat nyata (p<0,05). | Background. The study entitled “Comparison of 3rd Floor Broiler Performance in Different Periods at New Assa Farm, Tambakmulyo Village”. The study aims to determine and examine the performance of broiler chickens in the current period with the previous period at New Assa Farm. The internship was carried out for 1 period starting on October 16 - November 26, 2023 in Tambakmulyo Village. The variables raised were feeding, mortality, FCR, and body weight (BW). Methodology. The material used is broiler chickens with cobb CP 707 strain on the 3rd floor in the previous period with a population of 19,000 heads and the current period with a population of 20,453 heads. The method used is the observation method. The variables measured were feeding, mortality, body weight, FCR, and IP in different periods in the New Assa Farm cage. The analysis method used was independent T-Test. Results. The observation results showed that the average air temperature in the current period (28.93 ± 4.46℃) was higher than the air temperature in the previous period (27.41 ± 4.96℃), the average air humidity in the current period (84.4 ± 5.41) was higher than the air humidity in the previous period (79.6 ± 5.27), the feeding during one rearing period in the current period was 57,200 kg while in the previous period was 47. 150 kg, the average body weight during one rearing period in the current period was 1029.9 ± 839.01 gram while in the previous period it was 1127.8 ± 907.35 gram, the average mortality in the current period was 26.37 ± 8.26% while in the previous period it was 18.4 ± 7.91%, the FCR value during one rearing period in the current period was 1.500 while in the previous period it was 1.438, the production index value in the previous period (401) was higher than the production index in the current period (397). The results showed that chicken weight, FCR and IP values in chickens reared in the current and previous periods were not significantly different (P>0.05) while feeding with mortality in the current and previous periods were significantly different (p<0.05). Conclusion. Raising broiler chickens on the 3rd floor in the current period with the previous period is not significantly different (p>0.05) on body weight, FCR, and IP. While mortality and feeding were significantly different (p<0.05). | |
| 44424 | 47791 | D1A021172 | Perbedaan Performa Produksi Ayam Broiler Dengan Sistem Perkandangan Closed House Pada Lantai Yang Berbeda Di Kandang Zaini | ABSTRAK Latar Belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan performa produksi ayam broiler yang dipelihara pada lantai 1 dan lantai 2 di Kandang Zaini dengan sistem perkandangan Closed House. Studi ini dilakukan selama satu periode pemeliharaan, yakni dari 4 Oktober hingga 13 November 2023, di Desa Cendana, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Parameter yang dianalisis meliputi mortalitas, indeks produksi, Feed Conversion Ratio (FCR), konsumsi pakan, bobot badan, serta suhu dan kelembaban lingkungan kandang. Materi dan Metode. Penelitian ini menggunakan ayam broiler strain Cobb A2 yang dipelihara di Kandang Zaini dengan populasi 22.200 ekor per lantai. Pakan yang diberikan terdiri dari jenis S00 untuk DOC hingga umur 10 hari, S11S hingga umur 20 hari, dan S12S hingga tahap finisher, termasuk periode penjarangan hingga panen akhir. Selain pakan, penelitian ini juga melibatkan penggunaan obat-obatan serta berbagai peralatan produksi yang menunjang pemeliharaan. Seluruh aktivitas pemeliharaan diikuti secara langsung selama penelitian berlangsung. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Independent T-Test untuk mengevaluasi perbedaan antar lantai. Hasil. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa suhu rata-rata di lantai 1 (26,98 ± 0,45 ℃) lebih tinggi dibandingkan lantai 2 (26,64 ± 0,18 ℃), begitu pula dengan kelembaban udara yang lebih tinggi di lantai 1 (77,8 ± 8,58) dibandingkan lantai 2 (72 ± 6,56). Total konsumsi pakan selama satu periode pemeliharaan tercatat sebesar 68.200 kg di lantai 1 dan 66.900 kg di lantai 2. Bobot badan rata-rata ayam broiler pada lantai 1 mencapai 1012,8 ± 702,7 gram, sedangkan pada lantai 2 lebih tinggi, yaitu 1098,4 ± 782,5 gram. Tingkat mortalitas di lantai 1 tercatat sebesar 2,24 ± 0,94%, sedikit lebih tinggi dibandingkan lantai 2 yang mencapai 2,02 ± 0,94%. Nilai FCR selama periode pemeliharaan menunjukkan bahwa lantai 1 memiliki nilai 1,269 ± 0,22, sedangkan lantai 2 sebesar 1,308 ± 0,18. Indeks produksi (IP) ayam di lantai 2 (369) lebih tinggi dibandingkan lantai 1 (340). Meskipun terdapat perbedaan dalam parameter yang diamati, hasil uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan tersebut tidak signifikan (P>0,05). Simpulan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa performa produksi ayam broiler yang dipelihara pada lantai 1 dan lantai 2 selama satu periode tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (P>0,05) dalam hal suhu dan kelembaban kandang, konsumsi pakan, bobot badan rata-rata, angka mortalitas, nilai FCR, serta indeks produksi. | ABSTRACT Background. This study aims to evaluate the differences in production performance of broiler chickens raised on the 1st and 2nd floors of the Zaini Cage with a Closed House cage system. This study was conducted during one maintenance period, namely from October 4 to November 13, 2023, in Cendana Village, Kutasari District, Purbalingga Regency, Central Java. The parameters analyzed included mortality, production index, Feed Conversion Ratio (FCR), feed consumption, body weight, and temperature and humidity of the cage environment. Materials and Methods. This study used Cobb A2 strain broiler chickens raised in the Zaini Cage with a population of 22,200 per floor. The feed given consisted of the type S00 for DOC up to 10 days of age, S11S up to 20 days of age, and S12S up to the finisher stage, including the thinning period until the final harvest. In addition to feed, this study also involved the use of drugs and various production equipment that support maintenance. All maintenance activities were followed directly during the study. The data obtained were analyzed using the Independent T-Test to evaluate differences between floors. Results. The results showed that the average temperature on the 1st floor (26.98 ± 0.45 ℃) was higher than the 2nd floor (26.64 ± 0.18 ℃), as well as higher air humidity on the 1st floor (77.8 ± 8.58) compared to the 2nd floor (72 ± 6.56). Total feed consumption during one maintenance period was recorded at 68,200 kg on the 1st floor and 66,900 kg on the 2nd floor. The average body weight of broiler chickens on the 1st floor reached 1012.8 ± 702.7 grams, while on the 2nd floor it was higher, namely 1098.4 ± 782.5 grams. Mortality rate on the 1st floor was recorded at 2.24 ± 0.94%, slightly higher than the 2nd floor which reached 2.02 ± 0.94%. The FCR value during the maintenance period showed that the 1st floor had a value of 1.269 ± 0.22, while the 2nd floor was 1.308 ± 0.18. The production index (IP) of chickens on the 2nd floor (369) was higher than that on the 1st floor (340). Although there were differences in the observed parameters, the results of statistical tests showed that the differences were not significant (P>0.05). Conclusion. Based on the results of the study, it can be concluded that the production performance of broiler chickens kept on the 1st and 2nd floors during one period did not show significant differences (P>0.05) in terms of cage temperature and humidity, feed consumption, average body weight, mortality rate, FCR value, and production index. | |
| 44425 | 47792 | I1B019023 | GAMBARAN MOTIVASI SADARI PADA MAHASISWI KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang: Penyakit kanker merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyeab kematian utama di dunia. Kanker payudara menduduki peringkat tertinggi di Indonesia. Faktor penyebab tingginya kanker payudara salah satunya karena kurangnya motivasi untuk melakukan pemeriksaan payudara sehingga menyebabkan keterlambatan diagnosis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran motivasi pada mahasiswa keperawatan dalam melakukan SADARI. Meteodologi: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional untuk mengetahui gambaran motivasi SADARI pada mahasiswa Keperawatan Unsoed. Jumlah responden 150 terdiri dari angkatan 2021 dan 2022. Penentuan jumlah sampel dengan teknik Convenience sampling. Analisis yang digunakan analisis univariat untuk menentukan tingkat motivasi SADARI pada mahasiswa. Hasil Penelitian: Tingkat motivasi mahasiswa dalam melakukan SADARI dibagi menjadi tiga yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Dari hasil penelitian hampir keseluruhan mahasiswi memiliki motivasi tinggi dalam melakukan SADARI yaitu sebanyak 122 (81,3%) mahasiswa bermotivasi tinggi. Sedangkan mahasiswi yang memiliki motivasi rendah sebanyak 2 (1,3%) dan motivasi sedang sebanyak 26 (17,3%). Kesimpulan: Mahasiswa Keperawatan Unsoed angkatan 2021 dan 2022 memiliki motivasi yang tinggi dalam melakukan SADARI. Diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai motivasi SADARI mahasiswa Keperawatan Unsoed untuk terus mempertahankan motivasi dalam melakukan SADARI secara rutin. | Background: Cancer is a non-communicable disease that is one of the leading causes of death in the world. Breast cancer was ranked the highest in Indonesia. One of the factors causing the high rate of breast cancer is the lack of motivation to perform breast examinations, causing delays in diagnosis. The purpose of this study was to determine the description of motivation in nursing students in doing SADARI. Methodology: This type of research was a quantitative descriptive study using a cross sectional approach to determine the description of SADARI motivation in Unsoed Nursing students. The number of respondents was 150 consisting of the 2021 and 2022 batches. Determination of the number of samples with Convenience sampling technique. The analysis used univariate analysis to determine the level of SADARI motivation in students. Research Results: The level of motivation of students in doing SADARI was divided into three, namely low, medium, and high. From the results of the study, almost all female students had high motivation in doing SADARI, namely 122 (81.3%) highly motivated students. While female students who have low motivation 2 (1.3%) and moderate motivation 26 (17.3%). Conclusion: Nursing students of Unsoed batch 2021 and 2022 have high motivation to do SADARI. It is hoped that it can provide an overview of the SADARI motivation of Unsoed Nursing students to continue to maintain motivation to do SADARI regularly. | |
| 44426 | 47796 | C1H019034 | THE EFFECT OF EMPLOYEE WELLNESS PROGRAM AND EMPLOYEE ENGAGEMENT TOWARDS EMPLOYEE PERFORMANCE WITH EMPLOYEE WELL-BEING AS A MEDIATION VARIABLE (Case Study at PT. Bridgestone Tire Indonesia) | Studi ini mengeksplorasi dampak Program Kesejahteraan Karyawan dan Keterlibatan Karyawan terhadap Kinerja Karyawan, dengan Kesejahteraan Karyawan sebagai variabel mediasi. Penelitian ini dilakukan di PT. Bridgestone Tire Indonesia dengan metode survei terhadap 359 karyawan dari populasi 3.500, menggunakan rumus Slovin. Studi ini menyoroti pentingnya kesejahteraan dan keterlibatan dalam meningkatkan produktivitas dan kepuasan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Program Kesejahteraan Karyawan maupun Keterlibatan Karyawan berpengaruh positif terhadap Kinerja dan Kesejahteraan Karyawan. Namun, secara tidak terduga, Kesejahteraan Karyawan menunjukkan efek negatif terhadap Kinerja, yang mengindikasikan bahwa kenyamanan kerja yang berlebihan dapat menurunkan motivasi. Uji mediasi mengonfirmasi bahwa Kesejahteraan Karyawan berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara program kesejahteraan, keterlibatan, dan kinerja. Temuan ini menegaskan perlunya inisiatif kesejahteraan yang seimbang, yang tidak hanya memberikan kenyamanan tetapi juga tantangan kerja. Perusahaan sebaiknya merancang strategi yang meningkatkan kesejahteraan sambil tetap menjaga motivasi karyawan. Studi ini berkontribusi pada literatur manajemen sumber daya manusia dengan memperkuat peran mediasi Kesejahteraan Karyawan. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi variabel mediasi tambahan untuk memperdalam wawasan mengenai hubungan ini. | This study explores the impact of the Employee Wellness Program and Employee Engagement on Employee Performance, with Employee Well-being as a mediating factor. Conducted at PT. Bridgestone Tire Indonesia, it surveyed 359 employees from a population of 3,500 using Slovin’s formula. The study highlights the importance of well being and engagement in enhancing productivity and satisfaction. Findings reveal that both the Employee Wellness Program and Employee Engagement positively affect Employee Performance and Well-being. However, Employee Well-being unexpectedly shows a negative effect on Performance, suggesting excessive workplace comfort may lower motivation. Mediation tests confirm that Employee Well-being partially mediates the relationship between wellness programs, engagement, and performance. These results underscore the need for balanced wellness initiatives that promote both comfort and work challenges. Companies should design strategies to boost well-being while sustaining motivation. This study contributes to HR management literature by reinforcing the mediating role of Employee Well-being. Future research should explore additional mediators to deepen these insights. | |
| 44427 | 47799 | F2C023022 | PEMAKNAAN KHALAYAK MENGENAI ISU PERUBAHAN IKLIM DALAM KAMPANYE APPLE: MOTHER NATURE | Perubahan iklim menjadi isu global yang mendesak, mendorong perusahaan seperti Apple untuk mengampanyekan kesadaran lingkungan melalui tayangan Mother Nature. Namun, keberagaman respons khalayak mengenai kampanye isu perubahan iklim belum banyak diteliti, padahal pemahaman atas opini publik dapat mengungkap dinamika sosial di era digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemaknaan khalayak mengenai kampanye Mother Nature, mengkategorisasi khalayak serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemaknaan. Metode dalam penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis resepsi yang didukung oleh teori Stuart Hall. Data dikumpulkan melalui FGD, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan melibatkan 10 informan dari berbagai latar belakang. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemaknaan khalayak terhadap kampanye Mother Nature bersifat polisemi, dengan tiga kategori khalayak; (1) dominant hegemonic, yang melihat Apple sebagai merek peduli lingkungan; (2) negotiated, yang mengkritik sekaligus mengapresiasi pesan kampanye; dan (3) oppositional, yang meragukan niat Apple. Selain itu, 4 faktor signifikan memengaruhi pemaknaan, yaitu pengalaman menangani isu perubahan iklim, akses media, usia, dan tujuan penggunaan produk Apple. Temuan ini berkontribusi pada praktik kampanye dan pengembangan ilmu komunikasi lingkungan. | Climate change has become a pressing global issue, prompting companies such as Apple to promote environmental awareness through campaigns like Mother Nature. However, the diversity of public responses to climate change campaigns remains underexplored, despite its potential to reveal social dynamics in the digital era. This study aims to analyze audience interpretations of the Mother Nature campaign, categorize audience segments, and identify key factors influencing their perceptions. This research employs a qualitative descriptive method using a reception analysis approach, grounded in Stuart Hall’s theory. Data were collected through FGDs, interviews, and documentation, involving 10 informants from diverse backgrounds. The findings reveal that audience interpretations of the Mother Nature campaign are polysemic, classified into three categories: (1) dominant hegemonic, perceiving Apple as an environmentally responsible brand; (2) negotiated, simultaneously criticizing and appreciating the campaign’s message; and (3) oppositional, questioning Apple's intentions. Additionally, four significant factors shape audience interpretations: experience in addressing climate change issues, media access, age, and the purpose of using Apple products. These findings contribute to the development of communication strategies for environmental campaigns and advance the field of environmental communication studies. | |
| 44428 | 47797 | I1B021066 | Gambaran Perilaku Internet Addiction Disorder Pada Remaja Sekolah Menengah Pertama di Purwokerto | Latar Belakang: Penggunaan internet memerankan peran integral dalam kehidupan remaja sehari-hari. Remaja memiliki rasa keingintahuan yang tinggi terhadap hal baru. Namun, ketidakmampuan remaja dalam mengendalikan daya eksploratif dari rasa keingintahuan (coriuosity) dan kelemahan dalam kemampuan menyaring (screening) terhadap pengaruh luar dapat menyebabkan terjadinya penyimpangan perilaku. Rasa keingintahuan tersebut menjadi salah satu faktor dasar banyak terjadinya internet addiction disorder pada remaja. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 297 anak usia sekolah di SMP Negeri 9 Purwokerto. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner internet addiction test yang diadaptasi dari Kimberly S. Young’s. Analisis data pada penelitian ini adalah univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi persentase. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini diketahui memiliki nilai tengah usia responden 14 tahun, dengan mayoritas kelas VIII dan IX (34.7%) dan sebagian besar berjenis kelamin perempuan (53.5%), dengan tingkat pendidikan orang tua adalah SMA/SLTA (38.4%) dan memiliki penghasilan < Rp. 2.195.690 (61.6%), durasi penggunaan internet 5-6 jam/hari (38.4%), website yang sering dikunjungi untuk hiburan (76.8%), serta aplikasi yang sering digunakan TikTok (38%). Mayoritas tingkat skala adiksi responden berada pada kategori sedang sebesar 52.2% (155 responden). Kesimpulan: Gambaran perilaku internet addiction disorder pada remaja menunjukkan rentang terbanyak skala adiksi pada kategori sedang diikuti kategori ringan. Hal tersebut dapat menjadi evaluasi dalam mengontrol aktivitas internet remaja melalui orang tua dan pihak terkait dalam upaya mencegah peningkatan risiko internet addiction disorder ke skala adiksi yang lebih berat pada remaja. Kata Kunci: adiksi, internet addiction disorder, remaja | Background: The using of internet is as integral role teenager’s life. Teenager’s have high curiosity to new things. However, teenager’s often struggle to control their exploratory impulses driven by their curiosity and limited ability to filter external influence. That can cause behavioral deviation. Furthermore, curiosity is also a key factor contributing to internet addiction disorder in teenager’s. Method: This research is descriptive quantitative research with using cross-sectional approach and involving 297 students at SMP Negeri 9 Purwokerto. The instrument of research applies questionnaire internet addiction test by Kimberly S. Young’s. For data analysis, writer uses univariate with distribution frequency percentage. Results: The results shown the median of respondent’s age are 14 years old and majority in grade VIII and IX (34.7%). Most respondent were female (53.5%), with parents who completed senior high school (38.4%) and family income below Rp. 2.195.690 (61.6%). As much as 38.4% respondent’s use internet as long 5-6 hours every day. The majority accessed websites mainly for entertainment (76.8%), with TikTok as the most used platform (38%). Result shows that most respondents (52.2% or 115 repondent’s) fall into the medium addiction category. Conclusion: In summary, teenager’s behavioral characteristics of internet addiction disorder mostly fall in the medium category, followed by small category. So, it becomes evaluation to control teenager’s internet activity through their parents and related parties. This also acts as preventive measure to reduce the risk of internet addiction disorder escalating in teenager’s. Keywords: addiction, internet addiction disorder, teenager's | |
| 44429 | 47798 | I1B020016 | Hubungan Pengalaman Kekerasan Verbal dengan Self Disclosure pada Mahasiswa Pengguna Media Sosial Instagram | Abstrak HUBUNGAN PRNGALAMAN KEKERASAN VERBAL DENGAN SELF DISCLOSURE PADA MAHASISWA PENGGUNA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Faridhatul Izza, Endang Triyanto, Reza Fajar Amalia Latar Belakang: Self disclosure merupakan perilaku mengungkapkan sesuatu mengenai diri sendiri kepada orang lain. Pergeseran era digital menjadikan media sosial semakin banyak digunakan salah satunya sebagai wadah self disclosure. Mahasiswa sebagai pengguna media sosial, salah satunya instagram memiliki berbagai alasan dalam melakukan self dislosure. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengalaman kekerasan verbal dengan self disclosure pada mahasiswa pengguna media sosial instagram Metodologi: Desain yang digunakan yaitu korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini melibatkan 347 mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman dengan teknik proportionate random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Karakteristik partisipan memiliki usia rata-rata 20 tahun. Mayoritas partisipan berjenis kelamin perempuan (80,7%), berasal dari jurusan keperawatan (24,5%) dan berasal dari angkatan 2023 (36,9%). Partisipan didominasi berasal dari suku Jawa (82,13%) dan memiliki kepribadian introversion (65,7%). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa p value = 0,221 (p>0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengalaman kekerasan verbal dengan self disclosure pada mahasiswa pengguna media sosial instagram. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas partisipan memiliki tingkat pengalaman kekerasan verbal rendah (85,88%) dan self disclosure dalam kategori sedang (51,01%). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pengalaman kekerasan verbal dengan self disclosure pada mahasiswa pengguna media sosial instagram. Peneliti selanjutnya dapat meneliti lebih lanjut terkait faktor lain yang dapat memengaruhi self disclosure. Kata kunci: Kekerasan verbal, Mahasiswa, Media sosia, Self disclosure | Abstract THE RELATIONSHIP BETWEEN VERBAL VIOLENCE EXPERIENCES AND SELF DISCLOSURE IN STUDENTS USING INSTAGRAM SOCIAL MEDIA Faridhatul Izza, Endang Triyanto, Reza Fajar Amalia Background: Self disclosure is the behavior of revealing something about oneself to others. The shift in the digital era has made social media increasingly used, one of which is as a medium for self disclosure. Students as users of social media, one of which is Instagram, have various reasons for doing self disclosure. This study aims to determine the relationship between experiences of verbal violence and self disclosure in students using Instagram social media Method: The design used is correlational with a cross-sectional approach. The sample of this study involved 347 students of the Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University with a proportionate random sampling technique. Data analysis was carried out using the Spearman correlation test. Results: The characteristics of the participants had an average age of 20 years. The majority of participants were female (80.7%), from the nursing department (24.5%) and from the class of 2023 (36.9%). Participants were predominantly Javanese (82.13%) and had an introverted personality (65.7%). The results of the Spearman correlation test showed that the p value = 0.221 (p>0.05) which means that there is no significant relationship between the experience of verbal violence and self-disclosure in students who use Instagram social media. The results showed that the majority of participants had a low level of verbal violence experience (85.88%) and self-disclosure in the moderate category (51.01%). Conclusion: Based on the results of this study, it can be concluded that there is no relationship between the experience of verbal violence and self-disclosure in students who use Instagram social media. Further researchers can further examine other factors that can influence self-disclosure. Keywords: Verbal violence, Students, Social media, Self-disclosure | |
| 44430 | 47801 | E1A020201 | Tinjauan Yuridis Perkara Wanprestasi Pada Perjanjian Kredit (Studi Putusan Nomor 3/Pdt.G.S/2024/PN.Mjl) | Tanggung jawab merupakan suatu keharusan bagi seseorang untuk melaksanakan apa yang diwajibkan kepadanya. Seseorang dikatakan bertanggung jawab untuk suatu perbuatan tertentu ketika dia dikenakan sanksi dalam kasus atau perbuatan yang berlawanan. Pada perjanjian kredit, tak jarang debitur melakukan wanprestasi, misalnya perkara Nomor 3/Pdt.G.S/2024/PN Mjl. Para Tergugat tidak dapat melaksanakan kewajibannya kepada Penggugat sesuai perjanjian yang mengakibatkan Penggugat mengalami kerugian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tanggung jawab debitur dan pertimbangan hukum hakim mengenai petitum yang ditolak pada Putusan Nomor 3/Pdt.G.S/2024/PN Mjl. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Spesifikasi penelitian ini deskriptif analitis. Data bersumber dari data sekunder dengan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Metode pengumpulan data dengan studi pustaka. Data disajikan dalam bentuk teks naratif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, Majelis Hakim menyatakan Para Tergugat wanprestasi, sehingga debitur diminta untuk membayar lunas dan seketika hutang sebesar Rp 77.149.355,00 (tujuh puluh tujuh juta seratus empat puluh sembilan ribu tiga ratus lima puluh lima rupiah) dan memberikan hak untuk mendaftarkan APHT. Hasil penelitian penulis berpendapat bahwa debitur dapat bertanggung jawab secara sukarela melunasi hutangnya dengan menjual hartanya, apabila keberatan maka tanggung jawab secara terpaksa debitur tidak menghalang- halangi hartanya disita untuk melunasi hutang. Mengenai pertimbangan sita jaminan dan pengosongan objek jaminan didasarkan pada Penggugat tidak mengajukan permohonan sita, serta masih melekatnya hak kebendaan pada Para Tergugat. | Responsibility is a necessity for a person to carry out what is required of him. A person is said to be responsible for a certain act when he is sanctioned in the opposite case or act. This often occurs in cases of default of credit agreements, for example case Number 3/Pdt.G.S/2024/PN Mjl. The Defendants were unable to carry out their obligations to the Plaintiff according to the agreement which resulted in the Plaintiff suffering losses. The purpose of this research is to find out the debtor's responsibility and the judge's legal considerations regarding the rejected petitum in Decision Number 3/Pdt.G.S/2024/PN Mjl. The research method used in this research is normative juridical using a statutory approach and a case approach. The specification of this research is descriptive analytical. Data sourced from secondary data with primary, secondary, and tertiary legal materials. Data collection method with literature study. Data is presented in the form of narrative text. Based on the results of research and discussion, the Panel of Judges declared the Defendants in default, so that the debtor was asked to pay in full and immediately the debt of IDR 77,149,355.00 (seventy-seven million one hundred forty-nine thousand three hundred fifty-five rupiah) and gave the right to register APHT. The results of the author's research argue that the debtor can be responsible for voluntarily paying off his debt by selling his property, if he objects, the debtor's forced responsibility does not prevent his property from being confiscated to pay off the debt. Regarding the consideration of the confiscation of collateral and the emptying of the collateral object, it is based on the Plaintiff not submitting a confiscation request, and the attachment of property rights to the Defendants. | |
| 44431 | 47803 | F2C023024 | Analisis Proses Interaksi Sosial Sebaya Pada Siswa Tunarungu di SLB Negeri 1 Padang | Interaksi sosial memainkan peran penting dalam perkembangan sosial dan emosional setiap individu, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus seperti tunarungu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses interaksi sosial siswa sebaya pada siswa tunarungu di SLBN 1 Padang dengan menggunakan teori interaksionisme simbolik Fokus penelitian ini adalah komunikaisnmelalui simbol-simbol dan bagaimana siswa tunarungu menyesuaikan diri dengan lingkungan inklusif di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumetasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses interaksi sosial siswa tunarungu di SLBN 1 Padang menggunakan komunikasi dua arah yang didukung oleh simbol seperti bahasa isyarat BISINDO (Bahasa Isyarat Ibu) dan bahasa tubuh. Proses penerimaan diri siswa tunarungu berlangsung melalui tiga tahap diantaranya; (1) tahap persiapan, dimana siswa mulai beradaptasi dengan lingkungan sosial dengan penyelarasan simbol-simbol bahasa melalui dukungan guru; (2) tahap pengalaman positif, ditandai dengan pemberian pujian atau apresiasi oleh guru dan teman sebaya; (3) tahap penerimaan diri ketika siswa merasa nyaman dan mulai menerima diri mereka.Hambatan psikologis diantaranya; rasa malu, ketakutan akan penolakan, dan keterbatasan lingkungan sosial menjadi suatu noise yang membatasi interaksi sosial mereka, terutama pada kelas VI. Penelitian ini merekomedasikan pengembangan program inklusi yang bisa menfasilitasi komunikasi antar kelompok, serta meningkatkan kepercayaan diri, mendukung adaptasi interaksi sosial siswa tunarungu. | Social interaction plays an important role in the social and emotional development of every individual, including children with special needs such as the deaf. This study aims to analyze the process of peer social interaction in deaf students at SLBN 1 Padang using the theory of symbolic interactionism The focus of this research is communication through symbols and how deaf students adjust to an inclusive environment at school. The research method used is qualitative descriptive with a case study approach. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and documentation. The results of the study show that the social interaction process of deaf students at SLBN 1 Padang uses two-way communication supported by symbols such as BISINDO sign language (Mother Sign Language) and body language. The process of self-acceptance of deaf students takes place through three stages, including; (1) the preparation stage, where students begin to adapt to the social environment by harmonizing language symbols through teacher support; (2) the positive experience stage, characterized by the giving of praise or appreciation by teachers and peers; (3) the stage of self-acceptance when students feel comfortable and begin to accept themselves. Psychological barriers include; Shame, fear of rejection, and the limitations of the social environment become a noise that limits their social interaction, especially in class VI. This research recommends the development of an inclusion program that can facilitate communication between groups, as well as increase self-confidence, and support the adaptation of social interaction of deaf students. | |
| 44432 | 47802 | K1B020063 | METODE WINTERS MULTIPLIKATIF DAN SARIMA DALAM MERAMALKAN CURAH HUJAN DENGAN KRITERIA MASE | Besarnya curah hujan di daerah agraris seperti Kabupaten Banyumas dapat memengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman dalam sektor pertanian. Curah hujan yang ekstrim dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Oleh karena itu, peramalan curah hujan untuk periode mendatang sangat penting agar dapat digunakan oleh pihak terkait dalam mengantisipasi kemungkinan dampak negatif yang ditimbulkan. Data curah hujan merupakan data time series yang terindikasi berpola musiman. Metode peramalan yang dapat digunakan untuk data time series berpola musiman diantaranya yaitu metode Winters dan SARIMA. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan akurasi metode Winters dan SARIMA dalam meramalkan curah hujan di Kabupaten Banyumas berdasarkan kriteria MASE. Berdasarkan analisis spektral, data curah hujan di Kabupaten Banyumas Januari 2017 – Desember 2023 merupakan data yang berpola musiman, sehingga dapat digunakan pada kedua metode tersebut. Plot dari data menunjukkan fluktuasi musiman yang bervariasi, sehingga untuk metode Winters digunakan model Multiplikatif. Dengan parameter α = 0.0256, β = 0.3084, dan γ = 0.001, model menghasilkan nilai MASE sebesar 1,138. Pada metode SARIMA, diperoleh model terbaik yaitu SARIMA(0,1,1)(0,1,1)^12 dengan nilai MASE sebesar 0,56. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SARIMA memiliki tingkat akurasi yang lebih baik dibandingkan Winters Multiplikatif dalam meramalkan curah hujan di Kabupaten Banyumas. | The amount of rainfall in agricultural areas such as Banyumas Regency can affect crop growth and production in the agricultural sector. Extreme rainfall can cause various negative impacts. Therefore, rainfall forecasting for future periods is very important so that it can be used in anticipating negative impacts. Rainfall data is a time series data that indicates a seasonal pattern. Forecasting methods is useful for seasonally patterned time series data include the Winters and SARIMA methods. This study is to compare the accuracy of Winters and SARIMA methods in forecasting rainfall in Banyumas Regency based on MASE criteria. Based on spectral analysis, rainfall data in Banyumas Regency January 2017 - December 2023 is seasonally patterned data, so then both methods are eligible. The plot of the data shows varying seasonal fluctuations, so the Multiplicative model is used for the Winters method. With parameters α = 0.0256, β = 0.3084, and γ = 0.001, the model produces a MASE value of 1.138. In the SARIMA method, the best model is SARIMA(0,1,1)(0,1,1)^12 with a MASE value of 0.56. The results show that the SARIMA method has a better level of accuracy than Winters Multiplicative in forecasting rainfall in Banyumas Regency. | |
| 44433 | 47804 | F1C021046 | Pengaruh Anonimitas dan Big Five Personality Terhadap Keterbukaan Diri Pengguna Akun Menfess @unsoedmfs | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh anonimitas dan big five personality terhadap keterbukaan diri menggunakan teori penetrasi sosial. Penelitian ini menggunakan teknik pemilihan responden yang dipakai adalah nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan penarikan sampel menggunakan rumus slovin didapatkan jumlah sampel berjumlah 99 responden. Penelitian ini menggunakan metode kuesioner yang disebarkan melalui google formulir dan metode dokumentasi. Kuesioner yang disebarkan menggunakan skala likert dengan 4 poin jawaban dan data yang dihasilkan adalah data ordinal. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu yaitu Revised Self disclosure Scale (RSDS) dari Leung (2002), anonimitas yang dikembangkan Lee, Choi, & Kim (2013), dan The Big Five Personality yang dikembangkan oleh Oliver P. John (2009). Metode analisis data menggunakan Statistical Package for Social Sciences (SPSS) 30.0. Uji analisis data yang dilakukan pada penelitian ini adalah uji kualitas data, uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda, uji hipotesis, dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukan anonimitas dan big five personality memiliki pengaruh signifikan terhadap keterbukaan diri pengguna akun menfees @unsoedmfs dengan proporsi varians sebesar 24,8%. Melalui uji t yang menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, didapatkan hasil bahwa tiga variabel memiliki pengaruh terhadap keterbukaan diri yaitu unobeservability, pesudonymity, dan, neuroticism, extraversion, dan agreebleness tidak memiliki pengaruh terhadap keterbukaan diri pengguna akun menfess @unsoedmfs, Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah variabel diluar penelitian ini seperti menggunakan variabel tingkat stress atau variabel budaya. Peneliti menyarankan untuk peneliti selanjutnya agar teknik pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner yang disebarkan secara langsung. Hal ini dilakukan agar responden dapat menanyakan item yang kurang dipahami ketika mengisi kuesioner untuk mengurangi bias karena kurangnya pemahaman terhadap item dalam kuesioner. | This research is a quantitative study aimed at analyzing the influence of anonymity and the Big Five personality traits on self-disclosure using social penetration theory. The study employs a non-probability sampling technique with purposive sampling. Based on sample selection using Slovin’s formula, a total of 99 respondents were obtained. The research utilizes a questionnaire distributed via Google Forms and a documentation method. The questionnaire employs a Likert scale with four response options, producing ordinal data. The measurement instruments used in this study include the Revised Self-Disclosure Scale (RSDS) by Leung (2002), the anonymity scale developed by Lee, Choi, & Kim (2013), and the Big Five Personality scale developed by Oliver P. John (2009). Data analysis was conducted using the Statistical Package for Social Sciences (SPSS) 30.0. The analytical tests performed in this study include data quality testing, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, hypothesis testing, and the coefficient of determination test. The results indicate that anonymity and the Big Five personality traits significantly influence self-disclosure among users of the menfess account @unsoedmfs, with a variance proportion of 24.8%. Based on the t-test, which examines the influence of independent variables on the dependent variable, it was found that three variables unobservability, pseudonymity, and neuroticism affect self-disclosure, while extraversion and agreeableness do not influence self-disclosure among @unsoedmfs users. Future research is recommended to include additional variables beyond this study, such as stress levels or cultural variables. It is also suggested that future researchers distribute questionnaires directly to respondents. This approach would allow respondents to ask about any unclear questionnaire items, reducing bias caused by misunderstandings of the questionnaire items. | |
| 44434 | 47805 | A1D021067 | POTENSI EKSTRAK DAUN MIMBA (Azadirachta indica A. Juss) SEBAGAI MOLUSKISIDA NABATI UNTUK MENGENDALIKAN HAMA KEONG MAS (Pomacea canaliculata L.) PADA TANAMAN PADI | Keong mas (Pomacea canaliculata L.) merupakan hama penting tanaman padi. Pengendalian hama ini dengan menggunakan pestisida kimia sintetik banyak menimbulkan dampak negatif, sehingga perlu alternatif pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan, salah satunya dengan ekstrak daun mimba (Azadirachta indica A. Juss). Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi dan konsentrasi efektif ekstrak daun mimba dalam mengendalikan keong mas, mengetahui kemampuan ekstrak daun mimba dalam menekan intensitas serangan keong mas, dan mengetahui fitotoksisitasnya terhadap tanaman padi. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada Juni sampai Desember 2024. Penelitian terdiri dari 4 pengujian dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK). Pada uji pendahuluan terdiri dari 6 konsentrasi perlakuan ekstrak daun mimba yaitu 0%, 20%, 40%, 60%, 80%, 100% diulang 6 kali, variabel diamati mortalitas keong mas. Pada uji efektivitas konsentrasi ekstrak daun mimba terhadap keong mas terdiri dari 5 konsentrasi perlakuan ekstrak daun mimba yaitu 0%, 10%, 20%, 30%, 40% diulang 5 kali, variabel diamati mortalitas keong mas. Pada uji kemampuan ekstrak daun mimba dalam menekan intensitas serangan keong mas dan uji fitotoksisitasnya terhadap tanaman padi terdiri dari 5 perlakuan yaitu kontrol, LC50, LC75, LC95 ekstrak daun mimba, dan moluskisida kimia diulang 5 kali, variabel diamati yaitu intensitas serangan keong mas, gejala fitotoksisitas, dan tinggi tanaman padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun mimba berpotensi mengendalikan keong mas, perlakuan konsentrasi 40% ekstrak daun mimba menyebabkan mortalitas keong mas 98%. Konsentrasi efektif ekstrak daun mimba yaitu 22,168% mampu menekan intensitas serangan keong mas hingga 100%, serta tidak menimbulkan fitotoksisitas terhadap tanaman padi. | The golden snail (Pomacea canaliculata L.) is an important pest of rice plants. Control of this pest emphasizes the use of synthetic chemical pesticides which have proven to have many negative impacts, so an effective and environmentally friendly alternative control is needed, one of which is neem leaf extract (Azadirachta indica A. Juss). This study aims to determine the potential and effective concentration of neem leaf extract to control golden snail, determine the ability of neem leaf extract in suppressing the intensity of golden snail attack, and determine its phytotoxicity to rice plants. The research was conducted in the greenhouse of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from June to December 2024. The research consisted of 4 stages of testing with the Randomized Block Design (RAK) method. In the preliminary test consisted of 6 concentrations of neem leaf extract treatment, namely 0%, 20%, 40%, 60%, 80%, 100% repeated 6 times, the variable observed mortality of golden snail. In the effectiveness test, the concentration of neem leaf extract against gold snails consisted of 5 concentrations of neem leaf extract treatment, namely 0%, 10%, 20%, 30%, 40% repeated 5 times, the variable was observed gold snail mortality. In the neem leaf extract ability test in suppressing the intensity of the attack of golden snail and its phytotoxicity test on rice plants consisted of 5 treatments, namely control, LC50, LC75, LC95 neem leaf extract, and chemical molluscicides repeated 5 times, the variables observed were the intensity of golden snail attack, phytotoxicity symptom, and the height of rice plant. The results showed that neem leaf extract has the potential to control golden snails, in the treatment of 40% concentration of neem leaf extract causing 98% mortality of golden snail. The effective concentration of neem leaf extract, which is 22.168% is able to reduce the intensity of golden snail attack by 100%, and did not cause phytotoxicity to rice plants. | |
| 44435 | 47806 | C1B021003 | STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS TERINTEGRASI DALAM SISTEM EKONOMI SIRKULAR MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANALISIS SWOT DAN BUSINESS MODEL CANVAS DI DESA SALEM, BREBES | Penelitian ini menganalisis implementasi ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah di Desa Salem, Brebes, melalui BUMDes, Kelompok Perikanan, Kelompok Pertanian, Kelompok Pengelolaan Sampah Sumber Makmur. Studi menggunakan metode analisis SWOT, evaluasi faktor internal-eksternal, dan Business Model Canvas untuk mengeksplorasi transformasi pengelolaan sampah dari model linear ke pendekatan sirkular berkelanjutan. Hasil menunjukkan bahwa kelompok ini berhasil mengolah sampah organik menjadi produk bernilai ekonomi, seperti maggot untuk pakan ternak dan kasgot untuk pupuk organik. Analisis matriks memperlihatkan kekuatan internal yang tinggi (skor 3,415) dan kemampuan merespons peluang eksternal (skor 2,54). menunjukkan kemampuan Desa Salem dalam merespons peluang dan tantangan eksternal. Posisi strategis pada matriks Internal-External (sel IV) mendorong strategi "Grow and Build" yang menekankan pendekatan agresif namun terukur. Business Model Canvas mengungkapkan kompleksitas model bisnis dengan kemitraan multipihak, aktivitas kunci, dan proposisi nilai yang inovatif. Penelitian menyimpulkan bahwa pendekatan ekonomi sirkular ini tidak hanya menawarkan solusi lingkungan, tetapi juga strategi pemberdayaan ekonomi lokal yang potensial. Implikasi dari analisis ini menunjukkan bahwa Ekonomi Sirkuler Pertanian Terpadu memiliki potensi signifikan untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan melalui penguatan sistem operasional internal dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Dengan meningkatkan efisiensi manajemen dan adaptabilitas, serta mengimplementasikan program edukasi masyarakat yang komprehensif, kelompok ini berpotensi tidak hanya memperbaiki mekanisme pengelolaan sampah, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang lebih luas, memperkuat kesadaran lingkungan, dan mengembangkan model pengelolaan sampah berkelanjutan yang dapat dijadikan contoh bagi wilayah lain. | This study analyzes the implementation of a circular economy in waste management in Salem Village, Brebes, through the Sumber Makmur Waste Management Group. The research employs SWOT analysis, internal-external factor evaluation, and the Business Model Canvas to explore the transformation of waste management from a linear model to a sustainable circular approach. The findings indicate that the group successfully processes organic waste into economically valuable products, such as maggot for animal feed and Kasgot for organic fertilizers. Matrix analysis reveals established internal strengths (score: 3.415) and the ability to respond to external opportunities (score: 2.54). Its strategic position in the Internal-External matrix (quadrant IV) supports a "Grow and Build" strategy, emphasizing an aggressive yet measured approach. The Business Model Canvas highlights the complexity of the business model with multi-stakeholder partnerships, key activities, and innovative value propositions. The study concludes that the circular economy approach not only offers environmental solutions but also serves as a potential strategy for local economic empowerment. The implications of this analysis indicate that the Sumber Makmur Waste Management Group holds significant potential to achieve sustainable growth by strengthening internal operational systems and enhancing human resource capacity. By improving management efficiency and adaptability, as well as implementing comprehensive community education programs, the group has the potential not only to refine waste management mechanisms but also to create broader social impacts. These include raising environmental awareness and developing a sustainable waste management model that can serve as an example for other regions. | |
| 44436 | 47807 | I1D020083 | FLAKES TEPUNG UBI JALAR KUNING DAN TEPUNG KACANG HIJAU TINGGI SERAT SEBAGAI ALTERNATIF SARAPAN BAGI OBESITAS | Latar Belakang: Flakes tepung ubi jalar kuning dan tepung kacang hijau merupakan sarapan praktis tinggi serat untuk obesitas. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh dari tepung ubi jalar kuning dan tepung kacang hijau terhadap kadar serat kasar, kadar lemak, dan mutu hedonik dari flakes tepung ubi jalar kuning dan tepung kacang hijau. Metode: Penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan formulasi perbandingan tepung ubi jalar kuning dan kacang hijau sebanyak 4 taraf (70:30, 60:40, 50:50, dan 40:60). Parameter yang diuji pada penelitian ini adalah kadar serat kasar, kadar lemak, dan mutu hedonik. Analisis data untuk kadar serat kasar dan kadar lemak menggunakan uji ANOVA serta mutu hedonik menggunakan uji friedman. Dilanjutkan dengan uji Duncan jika didapatkan hasil yang signifikan (p<0,05). Hasil Penelitian: Terdapat pengaruh nyata pada proporsi tepung ubi jalar kuning dan tepung kacang hijau terhadap mutu hedonik aroma (p=0,022), tekstur (p=0,000), dan overall (p=0,039). Produk flakes terbaik terdapat pada proporsi tepung ubi jalar kuning dan tepung kacang hijau F4 (40:60) dengan kandungan proksimat berupa air (6,82%), abu (3,28%), protein (14,89%), lemak (3,57%), karbohidrat (71,49%), energi (377,65 Kkal), serat kasar (56,69%), serat pangan (6,31%), dan aktivitas antioksidan (724 ppm). Kesimpulan: Flakes tepung ubi jalar kuning dan tepung kacang hijau berpotensi sebagai alternatif sarapan bagi obesitas karena memiliki klaim tinggi serat. | Background: Yellow sweet potato flour and mung bean flour flakes was an alternative high fiber breakfast food for obesity. This study aims to determine the effect of the propotion of yellow sweet potato flour: mung bean flour and their interactiom on were crude fiber content, fat contant, and hedonic quality of yellow sweet potato flour and mung bean flour flakes. Methods: This study Completly Randomized Design (CRD) with 4 levels of proportion of yellow sweet potato flour and mung bean flour (70:30, 60:40, 50:50, dan 40:60). The parameters measured in this study were crude fiber content, fat contant, and hedonic quality. The Friedman test was used to analysis the data for hedonic quality, while the ANOVA test was utilized to analysis the data for crude fiber and fat content. Followed by Duncan test if the outcomes are sinificant (p<0,05). Result: The propotion of yellow sweet potato flour: mung bean flour affect aroma hedonic quality (p=0,022), texture (p=0,000), and overall (p=0,039). The best yellow sweet potato flour and mung bean flour flakes formula is made from the propotion F4 (40:60) with water content (6,82%), ash (3,28%), protein (14,89%), fat (3,57%), carbohydrate (71,49%), energy (377,65 Kkal), increase fiber (56,69%), dietary fiber (6,31%), and antioxidant activity (724 ppm) Conclusion: Yellow sweet potato flour and mung bean flour flakes has potential as a alternative breakfast for obesity due to high dietary fiber content | |
| 44437 | 47808 | F2B022007 | PENERAPAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA BERBASIS DIGITAL | Abstrak Pemberdayaan masyarakat merupakan suatu kegiatan untuk bisa membuat masyarakat mandiri dan berdaya dalam segala aspek kehidupan. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan bagaimana pemberdayaan masyarakat desa yang berbasis digital di beberapa desa Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan metode studi literature dengan pendekatan kualitatif. Sumberdaya data pada penelitian ini adalah artikel jurnal yang membahas pemberdayaan masyarakat desa berbasis digital. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan cara pemilihan data, pengorganisasi data, interpretasi data kemudian penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa pemberdayaan masayrakat desa berbasis digital yang dilakukan oleh para fasilitator pembrdayaan adalah pemberdayaan digital marketing. Digital marketing ini bisa digunakan untuk pengembangan wisata desa, serta memasarkan produk desa dengan lingkup yang jauh. Kata Kunci: Desa Digital, Digital Marketing, Pemberdayaan Masyarakat | Abstract Community empowerment is an activity to make people independent and empowered in all aspects of life. The purpose of this research is to describe how digital-based village community empowerment in several Indonesian villages. This research method uses a literature study method with a qualitative approach. The data sources in this research are journal articles that discuss digital-based village community empowerment. Data analysis used in this research is by selecting data, organizing data, interpreting data and then drawing conclusions. The results of this study state that digital-based village community empowerment carried out by empowerment facilitators is digital marketing empowerment. Digital marketing can be used to develop village tourism, and market village products with a far-reaching scope. Keyword: Community Empowerment, Digital Village, Digital Marketing, | |
| 44438 | 47809 | A1D021087 | Potensi Asap Cair Sebagai Moluskisida Nabati Dalam Mengendalikan Hama Keong Mas (Pomacea canaliculata) Pada Tanaman Padi | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah asap cair dapat menyebabkan mortalitas hama keong mas, mendapatkan konsentrasi asap cair efektif, mengetahui kemampuan asap cair dalam menekan intensitas serangan keong mas pada tanaman padi dan mengetahui apakah asap cair dapat menyebabkan fiitotoksik pada tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Juni hingga Desember 2024. Penelitian terdiri dari 4 tahap pengujian, yaitu uji pendahuluan yang dilakukan dengan 4 kali pengulangan terdiri dari 6 konsentrasi perlakuan yaitu kontrol, 20 %, 40%, 60 %, 80%, dan 100%. Variabel yang diamati pada uji ini yaitu mortalitas keong mas. Uji efektivitas asap cair terhadap keong mas yang dilakukan dengan 5 kali pengulangan terdiri dari 5 perlakuan yaitu kontrol, 5%, 10%, 15%, dan 20%. Variabel yang diamati yaitu mortalitas keong mas. Uji kemampuan asap cair terhadap penekanan intensitas serangan keong mas dan uji fitotoksisitas terhadap tanaman padi yang dilakukan dengan 5 kali pengulangan terdiri dari 5 perlakuan yaitu kontrol, Lethal Concentration (LC50), LC75, LC95 dan moluskisida kimia. Variabel yang diamati yaitu intensitas serangan keong mas, gejala fitotoksisitas, dan tinggi tanaman padi. Keempat pengujian dilakukan dengan menggunakan Rancangan acak Kelompok (RAK). Data hasil pengujian dianalisis menggunakan sidik ragam ANOVA dan jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asap cair berpotensi mengendalikan keong mas pada konsentrasi 20% dengan mortalitas 97,5%. Konsentrasi asap cair 14,07% efektif untuk mengendalikan hama keong mas. Konsentrasi tersebut terbukti dapat menekan intensitas serangan keong mas pada tanaman padi sebesar 100%. Aplikasi asap cair menimbulkan fitotoksik pada tanaman padi. | This study aims to determine whether liquid smoke can cause mortality of gold snail pests, get effective liquid smoke concentrations, determine the ability of liquid smoke to suppress the intensity of gold snail attacks on rice plants and determine whether liquid smoke can cause phytotoxicity in rice plants. This research was conducted in the greenhouse of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from June to December 2024. The research consisted of 4 stages of testing, namely preliminary tests conducted with 4 repetitions consisting of 6 treatment concentrations, namely control, 20%, 40%, 60%, 80%, and 100%. The variable observed in this test is the mortality of gold snails. The liquid smoke effectiveness test against gold snails was carried out with 5 repetitions consisting of 5 treatments, namely control, 5%, 10%, 15%, and 20%. The variable observed was the mortality of the gold snail. The test of the ability of liquid smoke to suppress the intensity of carp attack and phytotoxicity tests on rice plants carried out with 5 repetitions consisted of 5 treatments, namely control, Lethal Concentration (LC50), LC75, LC95 and chemical molluscicides. The observed variables were the intensity of carp infestation, phytotoxicity symptoms, and rice plant height. The four tests were carried out using a randomized group design (RAK). Data from the tests were analyzed using ANOVA variance analysis and if significantly influenced, it was continued with Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at the 5% error level. The results showed that liquid smoke has the potential to control carp snails at a concentration of 20% with 97.5% mortality. The concentration of 14.07% liquid smoke is effective for controlling gold snail pests. This concentration was proven to be able to reduce the intensity of carp attack on rice plants by 100%. Liquid smoke application causes phytotoxicity to rice plants. | |
| 44439 | 47810 | K1A021078 | Desain dan Pembuatan Spektrofotometer Visible Sederhana Multi Wavelength untuk Penentuan Kadar Protein, Rhodamin B, dan Metilen Biru | Spektrofotometer UV-Vis merupakan instrumen penting yang digunakan untuk menentukan konsentrasi analit berdasarkan kemampuannya untuk menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu. Namun, harganya yang relatif mahal sering menjadi kendala dalam penggunaannya secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan spektrofotometer visible sederhana menggunakan LED (554 nm, 665 nm, dan 760 nm), sensor cahaya TSL2591, serta mikrokontroler Arduino Uno. Uji kinerja spektrofotometer visible sederhana dilakukan melalui analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank yang menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dibandingkan dengan spektrofotometer UV-Vis komersial pada analisis larutan standar rhodamin B, metilen biru, dan protein. Validasi metode spektrofotometer visible sederhana menghasilkan persamaan regresi linier y=0,1875x+0,0068 dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,9994 dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,9988. Rentang metode yang diperoleh mencakup batas bawah 0,515 ppm dan batas atas 4,23 ppm, dengan nilai LOQ sebesar 0,515 ppm dan LOD sebesar 0,155 ppm. Uji presisi menunjukkan nilai RSD sebesar 1,41% dan HORRAT sebesar 0,13 sedangkan presisi antara menghasilkan RSD sebesar 1,59% dan HORRAT sebesar 0,15. Akurasi yang diperoleh menunjukkan %recovery sebesar 96% dan selektivitas yang cukup baik dalam mendeteksi rhodamin B dengan adanya senyawa pengganggu. Spektrofotometer visible sederhana yang dikembangkan dinyatakan valid karena telah memenuhi parameter validasi metode dan dapat digunakan untuk analisis sampel spike sirup untuk penentuan kadar rhodamin B. | The UV-Vis spectrophotometer is an essential instrument for determining analyte concentrations based on their light absorption at specific wavelengths. However, its high cost often restricts accessibility and widespread application. This study aimed to develop a low cost, portable visible spectrophotometer utilizing LEDs (554 nm, 665 nm, and 760 nm), a TSL2591 light sensor, and an Arduino Uno microcontroller. The performance of the device was evaluated using statistical analysis with the Wilcoxon Signed Rank test, which indicated no significant differences in absorbance measurements compared to a commercial UV-Vis spectrophotometer for protein, rhodamine B, and methylene blue standard solutions. Method validation for the portable visible spectrophotometer produced a linear regression equation of y=0,1875x+0,0068, with a correlation coefficient (r) of 0.9994 and a coefficient of determination (R2) of 0.9988. The operational range was determined to between 0.515 ppm and 4.23 ppm, with limits of detection (LOD) and quantification (LOQ) of 0.155 ppm and 0.515 ppm, respectively. Precision testing yielded a relative standard deviation (RSD) of 1.41% and a HORRAT value of 0.13, while intermediate precision showed an RSD of 1.59% and a HORRAT value of 0.15. The device demonstrated 96% accuracy and sufficient selectivity by effectively distinguishing rhodamine B in the presence of interfering compounds. The validated portable visible spectrophotometer exhibited reliable performance and was successfully applied for quantitative analysis of spiked syrup sample to determine rhodamine B. | |
| 44440 | 47811 | K1A021066 | Sintesis dan Karakterisasi Katalis ZnO/Biochar-S serta Aplikasinya untuk Konversi Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel | Permasalahan yang dialami Indonesia saat ini yaitu kebutuhan energi yang terus meningkat dengan rata-rata 4,5% per tahun. Akan tetapi, cadangan energi di Indonesia setiap tahunnya terus mengalami penurunan. Salah satu sumber energi alternatif yang dapat dijadikan sebagai pengganti bahan bakar tersebut yaitu biodiesel. Minyak jelantah dapat digunakan untuk sintesis biodiesel dengan bantuan metanol dan katalis. Studi mengenai katalis bifungsional asam-basa untuk mengubah trigliserida dan FFA secara simultan menjadi biodiesel telah menarik banyak perhatian akhir-akhir ini. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis katalis ZnO/Biochar-S yang selanjutnya dikarakterisasi menggunakan BET, FTIR, SEM-EDX, TPD-NH3, TPD-CO2, XRD, dan XRF. Katalis hasil sintesis kemudian digunakan untuk konversi minyak jelantah menjadi biodiesel yang kemudian dikarakterisasi menggunakan GC-MS. Kondisi reaksi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rasio mol metanol: minyak (9:1), suhu reaksi 65 ⁰C, kecepatan pengadukan 400 rpm dan waktu reaksi selama 180 menit. Terdapat beberapa variasi yang digunakan dalam penelitian ini, diantaranya variasi jenis katalis (Biochar Aktif, Biochar-S dan ZnO/Biochar-S) dan variasi berat katalis ZnO/Biochar-S (1; 3; 5; dan 7%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa katalis ZnO/BS berhasil menghasilkan metil ester sebesar 70,994% dan mampu mengkonversi kadar FFA hingga 57,375%. | Indonesia is currently facing the challenge of increasing energy demand, which grows at an average rate of 4,5% per year., while its energy reserves continue to decline annually. One alternative enery source that can replace conventional fuels is biodiesel. Waste cooking oil can be utilized for biodiesel synthesis with the aid of methanol and catalysts, recently, bifunctional acid-base catalysts for simultaneously converting triglycerides and free fatty acids (FFA) into biodiesel have gained significant attention. This study aims to synthesize a ZnO/Biochar-S catalyst, which is subsequently characterized using BET, FTIR, SEM-EDX, TPD-NH3, TPD-CO2, XRD and XRF. The synthesized catalyst is then applied to convert waste cooking oil into biodiesel, which is analysed using GC-MS. The reaction conditions used in this study were methanol:oil molar ratio of 9:1, a reaction temperature of 65 ⁰C, a stirring speed of 400 rpm, and a reaction time of 180 minutes. Several variations were employed in this study, including the type of catalyst (Active Biochar, Biochar-S, and ZnO/Biochar-S) and the catalyst weight of ZnO/Biochar-S (1%; 3%; 5% and 7%). The result showed that the ZnO/Biochar-S catalyst successfully produced 70,994% of methyl ester and was able to convert the FFA content up to 57,535%. |