Artikel Ilmiah : F2C023008 a.n. KURNIAWAN WIDIAJI

Kembali Update Delete

NIMF2C023008
NamamhsKURNIAWAN WIDIAJI
Judul ArtikelTINJAUAN KOMUNIKASI TERHADAP KONSEP ETIKA FRANZ MAGNIS
SUSENO DALAM SIDANG SENGKETA PILPRES DI MK
Abstrak (Bhs. Indonesia)ABSTRAK
Pemilu memainkan peran penting dalam proses rotasi kekuasaan untuk membatasi
kekuasaan agar tidak terakumulasi dalam satu tangan atau kelompok untuk jangka
waktu yang Panjang. Franz Magnis Suseno, adalah seorang akademisi yang sejak awal
meyoroti pelanggaran etika berat dalam proses Pilpres ini. Bagi Franz Magnis suseno
legitimasi pemilu melibatkan lebih dari sekadar legitimasi hukum, melainkan dengan
memperhatikan juga penilaian kualitatif dari segi moral dan etika. Kepatuhan hukum
adalah salah satu aspek, tetapi tidak menjamin bahwa pemilu akan dianggap adil dan
sah secara moral. Dalam sidang sengketa Pilpres di MK Franz Magnis Suseno
menegaskan ada beberapa poin pelanggaran etika serius dalam Pilpres 2024. Tujuan
penelitian ini adalah menganalisis dan memahami gagasan etika Franz Magnis Suseno
dalam menyikapi Pilpres serta menganalisis posisi dan peran Franz Magnis-Suseno
dalam konteks ruang publik dengan menggunakan kerangka konsep ruang publik yang
dikemukakan oleh Jürgen Habermas. Metode penelitian menggunakan analisis teks
Hermeneutika Hans Georg Gadamer melalui konsep "penggabungan cakrawala" (fusion
of horizons). Artinya dalam proses membaca dan memahami teks Franz Magnis ini akan
melibatkan dialog serta pembentukan sintesis antara tiga aspek: dunia teks, dunia
pengarang, dan dunia pembaca. Selain itu, tinjauan komunikasi akan mengacu pada
konsep ruang publik menurut Jurgen Habermas.Habermas membagi ruang publik
menjadi dua wilayah: informal dan formal. Dari sini akan dikaji posisi Franz Magnis baik
dalam ruang public formal yaitu dalam persidangan MK dan ruang public informal yakni
masyarakat luas, agar terbangun diskursus public yang rasional (masyarakat yang
argumentatif) Dari hasil penelitian teks tersebut Franz Magnis menekankan bahwa etika
merupakan norma tertinggi yang melampaui hukum positif. Etika digunakan sebagai alat
untuk memantau dan memberi penilaian terhadap produk hukum. Keadilan bukan
sekadar soal prosedur hukum yang bersifat legalitas semata, melainkan harus
menyentuh substansi kebenaran yang berpijak pada pedoman etis dalam kehidupan
bernegara.
Kata kunci: Franz Magnis Suseno, Etika, Pilpres, MK
Abtrak (Bhs. Inggris)ABSTRACT
Presidential Elections play an important role in the process of power rotation to prevent
power from accumulating in the hands of one individual or group for an extended period.
Franz Magnis Suseno, an academic, has consistently highlighted serious ethical violations
in the Presidential Election process. According to Franz Magnis Suseno, the legitimacy of
elections involves more than just legal legitimacy; it also takes into account qualitative
assessments from moral and ethical perspectives. Legal compliance is one aspect, but it
does not guarantee that an election will be considered fair and morally legitimate. In the
Presidential Election dispute hearings at the Constitutional Court, Franz Magnis Suseno
emphasized several points of serious ethical violations in the 2024 Presidential Election.
The purpose of this study is to analyze and understand Franz Magnis Suseno's ethical
ideas in addressing the Presidential Election and to analyze his position and role within
the public sphere using the public sphere concept framework proposed by Jürgen
Habermas. The research method uses Hans Georg Gadamer's Hermeneutic text analysis
through the concept of "fusion of horizons." This means that the process of reading and
understanding Franz Magnis Suseno's text will involve dialogue and the formation of a
synthesis between three aspects: the world of the text, the world of the author, and the
world of the reader. Additionally, the communication review will refer to Jürgen
Habermas's concept of the public sphere.Habermas divides the public sphere into two
areas: informal and formal. From this, Franz Magnis's position will be examined in both
the formal public sphere, such as in the Constitutional Court trial, and the informal public
sphere, namely the wider society, in order to develop rational public discourse (an
argumentative society). Based on the research of this text, Franz Magnis emphasizes
that ethics is the highest norm that transcends positive law. Ethics is used as a tool to
monitor and assess legal products. Justice is not just about legal procedures based on
legality; it must also touch the substance of truth based on ethical guidelines in state life.
Keywords: Franz Magnis, Ethics, Presidential Election, Constitutional Court.
Kata kunciKata kunci: Franz Magnis Suseno, Etika, Pilpres, MK
Pembimbing 1Dr. Nana Sutikna, M.Hum.
Pembimbing 2Dr. Edi Santoso, S.Sos., M.Si.
Pembimbing 3Dr. Shinta Prastyanti, S.IP., M.A
Tahun2025
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2025-03-24 09:10:39.878787
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.