Home
Login.
Artikelilmiahs
47879
Update
ROSINTA FABIAN
NIM
Judul Artikel
EFEKTIVITAS PUPUK ORGANIK CAIR DAN PUPUK NPK TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH, PERTUMBUHAN, DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) PADA ULTISOL
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Jagung menjadi tanaman pangan yang penting, selain gandum dan padi sebagai sumber karbohidrat utama. Rendahnya produktivitas tanaman jagung disebabkan oleh faktor tanah dan unsur hara. Permasalahan dalam pengembangan tanah Ultisol untuk kegiatan budidaya tanaman jagung yaitu Ultisol mempunyai kemasaman tanah rendah, kejenuhan Al tinggi, dan miskin kandungan hara. Alternatif yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas jagung pada tanah Ultisol adalah dengan penggunaan pupuk organik cair yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 9 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga terdapat 27 petak dengan ukuran 5 m x 5 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk organik cair dan pupuk anorganik berpengaruh nyata terhadap pH KCl (3,81), KTK (15,46 cmol(+) kg-1 ), N-tersedia (247,24 ppm), P- tersedia (5,75 ppm), tinggi tanaman 4 MST (52,16 cm), 6 MST(111,66 cm), dan 8 MST (172,06 cm), jumlah daun 8 MST (10,60 helai), bobot tongkol berkelobot (181,73 g), bobot tongkol tanpa kelobot (118,53 g), bobot tongkol ubinan (3386,66 g), dan bobot pipilan kering (49,93 g). Perlakuan kombinasi pupuk terbaik dalam meningkatkan sifat kimia tanah adalah P4 (75% NPK + 100% POC) dan kombinasi pupuk terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung adalah P8 (100% NPK + 150% POC). Nilai RAE (Relative Agronomic Efectiveness) pupuk organik cair pada dosis 15 L ha-1 sebesar 392 % yang artinya 3,92 kali lebih efektif dibandingkan dengan pemupukan NPK standar.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Corn is an important food crop, besides wheat and rice as the main sources of carbohydrates. The low productivity of corn plants is caused by soil and nutrient factors. The problem in developing Ultisol soil for corn cultivation activities is that Ultisol has low soil acidity, high Al saturation, and is poor in nutrients. An alternative that can be developed to increase corn productivity on Ultisol soil is the use of liquid organic fertilizer combined with inorganic fertilizer. This study was conducted using a non-factorial Randomized Complited Design (RAK) with 9 treatments and 3 replications so that there were 27 plots with a size of 5 m x 5 m. The results of the study showed that the combination of liquid organic fertilizer and inorganic fertilizer had a significant effect on KCl pH (3.81), CEC (15.46 cmol(+) kg-1 ), N-available (247.24 ppm),P- available (5.75 ppm), plant height 4 weeks after planting (52.16 cm), 6 weeks after planting (111.66 cm), and 8 weeks after planting (172.06 cm), number of leaves 8 weeks after planting (10.60 strands), weight of cobs with husks (181.73 g), weight of cobs without husks (118.53 g), weight of tiled cobs (3386.66 g), and weight of dry shells (49.93 g). The best fertilizer combination treatment in improving soil chemical properties is P4 (75% NPK + 100% Liquid Organic Fertilizer) and the best fertilizer combination in improving corn plant growth and yield is P8 (100% NPK + 150% Liquid Organic Fertilizer). The RAE (Relative Agronomic Effectiveness) value of liquid organic fertilizer at a dose of 15 L ha-1 is 392% which means 3.92 times more effective than standard NPK fertilization.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save