Artikelilmiahs
Menampilkan 44.521-44.540 dari 48.759 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 44521 | 47892 | E1A021010 | TANGGUNG JAWAB HUKUM TENAGA MEDIS DAN TENAGA KESEHATAN SEBAGAI MITRA PLATFORM KESEHATAN DIGITAL DALAM PELAYANAN TELEMEDICINE DI INDONESIA | Telemedicine adalah layanan kesehatan jarak jauh yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinkronisasi pengaturan tanggung jawab hukum dan bentuk tanggung jawab tenaga medis dan tenaga kesehatan sebagai mitra platform kesehatan digital dalam pelayanan telemedicine di Indonesia. Jenis penelitian yang dipakai adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan, analitis, dan konseptual, dengan spesifikasi penelitian inventarisasi perundang-undangan (hukum positif), penelitian taraf sinkronisasi hukum, dan penemuan hukum in concreto. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder, dengan metode pengumpulan data melalui studi kepustakaan. Pengolahan data dilakukan melalui reduksi data, display data, dan klasifikasi data, dengan penyajian data menggunakan teks naratif. Metode analisis data yang diterapkan meliputi normatif kualitatif, interpretasi gramatikal, interpretasi sistematis, dan interpretasi analogi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan tanggung jawab hukum dan bentuk tanggung jawab tenaga medis dan tenaga kesehatan sebagai mitra platform kesehatan digital dalam pelayanan telemedicine di Indonesia telah menunjukkan sinkronisasi vertikal dan horizontal berdasarkan teori Hans Kelsen dan Hans Nawiasky. Artinya bahwa peraturan yang lebih rendah telah mengacu dengan peraturan yang lebih tinggi, dan peraturan yang lebih tinggi menjadi landasan untuk pembentukan peraturan yang lebih rendah. Bentuk tanggung jawab hukum tenaga medis dan tenaga kesehatan sebagai mitra platform kesehatan digital dalam pelayanan telemedicine di Indonesia meliputi pertanggungjawaban hukum pidana, perdata, dan administratif. | Telemedicine is a remote health service that uses information and communication technology. This research aims to analyze the synchronization of legal responsibility arrangements and the form of responsibility of medical personnel and health personnel as partners of digital health platforms in telemedicine services in Indonesia. The type of research used is normative juridical with statutory, analytical, and conceptual approach methods, with research specifications of inventory of legislation (positive law), research on the level of legal synchronization, and legal discovery in concreto. The data source used is secondary data, with data collection methods through literature study. Data processing is done through data reduction, data display, and data classification, with data presentation using narrative text. Data analysis methods applied include qualitative normative, grammatical interpretation, systematic interpretation, and analogy interpretation. The results show that the regulation of legal responsibility and the form of responsibility of medical personnel and health personnel as partners of digital health platforms in telemedicine services in Indonesia has shown vertical and horizontal synchronization based on the theories of Hans Kelsen and Hans Nawiasky. This means that lower regulations have referred to higher regulations, and higher regulations become the basis for the formation of lower regulations. The forms of legal liability of medical personnel and health workers as partners of digital health platforms in telemedicine services in Indonesia include criminal, civil, and administrative liability. | |
| 44522 | 47894 | C1L021050 | PENGARUH INQUIRY LEARNING, SELF EFFICACY, DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS X SMA MUHAMMADIYAH 1 PURWOKERTO | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pendekatan survei yang dilakukan pada siswa SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto kelas X. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh inquiry learning, self efficacy, dan kemandirian belajar terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada pelajaran ekonomi. Populasi pada penelitian ini merupakan seluruh siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto yang berjumlah 207 siswa dengan jumlah sampel sebanyak 138. Teknik penentuan sampel yaitu simple random sampling dan analisis data berupa uji instrumen, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis dengan menggunakan bantuan SPSS. Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa 1) Inquiry learning berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, 2) Self efficacy berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, 3) Kemandirian belajar berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Kata Kunci: Inquiry Learning, Self Efficacy, Kemandirian Belajar, Kemampuan Berpikir Kritis | This research is a quantitative research of survey approaches conducted in high school students Muhammadiyah 1 Purwokerto class X. The purpose of this study is to analyze the influence of inquiry learning, self efficacy, and self-learning of students’ critical thinking skills in economic lessons. The population in this research is all students of grade X SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto who amounting to 207 students with a sample amount of 138. The sampling technique is simple random sampling and data analysis in the form of instrument testing, classical assumption testing, and hypothesis testing using SPSS. In this research, the result is obtained that 1) Inquiry learning has a positive effect on student's critical thinking ability, 2) Self efficacy has a positive effect on student critical thinking ability, 3) The independence of learning has an effect positive for student critical thinking ability. Keyword: Inquiry Learning, Self Efficacy, Learning Independence, Critical Thinking Ability | |
| 44523 | 47895 | D1A021007 | PENGARUH PENGGUNAAN MEDIUM BOVINE SERUM ALBUMIN DAN LAMA INKUBASI TERHADAP MOTILITAS DAN ABNORMALITAS SPERMATOZOA X HASIL SEPARASI SEKS PADA KAMBING SAANEN | Penelitian separasi seks ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya interaksi antara pengaruh gradien pada medium Bovine Serum Albumine (BSA) dan lama inkubasi terhadap motilitas dan abnormalitas spermatozoa pada Kambing Saanen. Prosedur penelitian menggunakan medium BSA dengan dua gradien yaitu g1 (4% : 8%) dan g2 (5% : 10%), serta lama inkubasi dengan waktu yang berbeda yaitu selama 30, 45, dan 60 menit untuk memisahkan spermatozoa dengan kromosom X yang berjenis kelamin betina. Hasil perhitungan analisis variansi menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara lama inkubasi dengan gradien BSA. Selain itu, lama inkubasi terdapat pengaruh nyata terhadap motilitas dan abnormalitas spermatozoa pada Kambing Saanen. Sedangkan gradien medium BSA tidak menunjukkan adanya pengaruh nyata terhadap motilitas dan abnormalitas spermatozoa X pada Kambing saanen. Namun g1 dapat menunjukkan hasil yang lebih optimal terhadap motilitas dan abnormalitas spermatozoa X pada Kambing Saanen dibandingkan dengan g2. Hasil analisis variansi juga menyatakan bahwasannya blok menunjukkan adanya pengaruh nyata terhadap motilitas dan abnormalitas spermatozoa X pada Kambing Saanen. Dapat disimpukan bahwa g1 dan lama inkubasi selama 30 menit direkomendasikan untuk proses separasi seks pada Kambing Saanen, karena kombinasi ini efektif dalam menjaga kualitas spermatozoa yang diperlukan untuk menentukan hasil kelahiran. | This sex separation study aims to determine whether or not there is an interaction between the influence of gradients on the medium of Bovine Serum Albumine (BSA) and the incubation time on motility and spermatozoa abnormalities in Saanen Goats. The research procedure used BSA medium with two gradients, namely g1 (4%: 8%) and g2 (5%: 10%), as well as incubation periods with different times, namely 30, 45, and 60 minutes to separate spermatozoa from female X chromosomes. The results of the variance analysis calculation showed that there was no interaction between the incubation time and the BSA gradient. In addition, the incubation period has a real effect on motility and spermatozoa abnormalities in Saanen Goats. Meanwhile, the BSA medium gradient did not show any real effect on the motility and abnormality of spermatozoa X in saanen goats. However, g1 may show more optimal results on motility and spermatozoa X abnormalities in Saanen goats compared to g2. The results of the variance analysis also stated that the block showed a real influence on the motility and abnormality of X spermatozoa in Saanen Goats. It can be concluded that g1 and an incubation period of 30 minutes are recommended for the process of sex separation in Saanen Goats, as this combination is effective in maintaining the quality of spermatozoa necessary to determine the birth outcome. | |
| 44524 | 47896 | C1L021016 | Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan Berbasis Project Based Learning, Ekspektasi Pendapatan, dan Dukungan Keluarga terhadap Minat Berwirausaha Siswa Kelas XII SMK Negeri 1 Bulakamba | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kewirausahaan berbasis project based learning, ekspektasi pendapatan, dan dukungan keluarga terhadap minat berwirausaha siswa kelas XII SMK Negeri 1 Bulakamba. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas XII SMK Negeri 1 Bulakamba yang berjumlah 482 siswa, dengan sampel sebanyak 219 siswa yang diperoleh melalui teknik proportionate random sampling. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Data yang diperoleh dari kuesioner dilakukan transformasi menggunakan Method of Succesive Interval (MSI). Penelitian ini menggunakan Statistical Package for the Social Science (SPSS) versi 25 dalam proses pengolahan data, dengan teknik analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji multikolonieritas, uji heteroskedastisitas, analis regresi linear berganda, koefisien determinasi, uji F dan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) pendidikan kewirausahaan berbasis project based learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha siswa; (2) ekspektasi pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha; (3) dukungan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha Implikasi dalam penelitian ini adalah sekolah diharapkan dapat meningkatkan minat berwirausaha siswa melalui penguatan pelaksanaan pendidikan kewirausahaan berbasis project based learning dan menyelenggarakan berbagai kegiatan kewirausahaan. Guru diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan pendidikan kewirausahaan berbasis project based learning dan memberikan pemahaman terkait keunggulan berwirausaha, termasuk potensi pendapatan yang lebih tinggi dari kegiatan berwirausaha. Keluarga diharapkan dapat memberikan dukungan penuh kepada siswa dalam mengembangkan minat berwirausaha. Siswa diharapkan dapat aktif dalam pelaksanaan pendidikan kewirausahaan berbasis project based learning, memiliki pemikiran positif mengenai potensi pendapatan dari berwirausaha, dan mampu meyakinkan keluarga tentang minatnya dalam berwirausaha. | This study aims to analyze the influence of project-based learning-based entrepreneurship education, income expectations, and family support on the entrepreneurial interest of class XII students of SMK Negeri 1 Bulakamba. The population of this study was 482 class XII students of SMK Negeri 1 Bulakamba, with a sample of 219 students obtained through proportionate random sampling techniques. The data collection process was carried out through interviews, documentation, and questionnaires. Data obtained from the questionnaire were transformed using the Method of Succesive Interval (MSI). This study used the Statistical Package for the Social Science (SPSS) version 25 in the data processing process, with data analysis techniques including validity tests, reliability tests, normality tests, multicollinearity tests, heteroscedasticity tests, multiple linear regression analysis, determination coefficients, F tests and t tests. The results of this study indicate: (1) project-based learning-based entrepreneurship education has a positive and significant effect on students' entrepreneurial interest; (2) income expectations have a positive and significant effect on entrepreneurial interest; (3) Family support has a positive and significant effect on entrepreneurial interest The implication in this study is that schools are expected to be able to increase students' entrepreneurial interest by strengthening the implementation of project-based learning-based entrepreneurship education and organizing various entrepreneurial activities. Teachers are expected to be able to improve the quality of the implementation of project-based learning-based entrepreneurship education and provide an understanding of the advantages of entrepreneurship, including the potential for higher income from entrepreneurial activities. Families are expected to provide full support to students in developing entrepreneurial interest. Students are expected to be active in the implementation of project-based learning-based entrepreneurship education, have positive thoughts about the potential income from entrepreneurship, and be able to convince their families about their interest in entrepreneurship. | |
| 44525 | 47898 | G1A021011 | EFEK EKSTRAK CIPLUKAN (PHYSALIS ANGULATA L.) TERHADAP KADAR ALANINE TRANSAMINASE (ALT) TIKUS MODEL DIABETES MELITUS | Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang disebabkan ketidakmampuan tubuh untuk menghasilkan insulin yang cukup, menggunakan insulin secara efektif, atau keduanya. Kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan kadar alanine transaminase (ALT). Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak Ciplukan (Physalis angulata L.) terhadap kadar alanine transaminase (ALT) pada tikus model diabetes melitus. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan posttest only with control group design. Tiga puluh ekor tikus dibagi ke dalam lima kelompok secara acak. Kelompok A sebagai kontrol sehat, kelompok B sebagai kontrol sakit yang diinduksi STZ-NA, kelompok perlakuan C, D, E yang diinduksi STZ-NA dan diberi ekstrak Ciplukan selama 28 hari dengan dosis berturut-turut 75, 150, dan 300 mg/kgBB. Hasil: Rerata kadar ALT (U/L) pada kelompok A = 23.16 ± 4.21; kelompok B = 57.00 ± 33.96; kelompok C = 65.50 ± 9.43; kelompok D = 52.00 ± 5.87; kelompok E = 60.80 ± 29.62. Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan nilai p = 0,012 yang berarti terdapat perbedaan rerata kadar ALT yang signifikan antar kelompok. Uji Post Hoc LSD juga menunjukkan perbedaan yang signifikan pada beberapa kelompok. Kesimpulan: Ekstrak Ciplukan (Physalis angulata L.) tidak memiliki efek terhadap kadar alanine transaminase (ALT) tikus model diabetes melitus. | Background: Diabetes mellitus is a chronic disease caused by the body's inability to produce enough insulin, use insulin effectively, or both. This condition can lead to elevated alanine transaminase (ALT) levels. Objective: The purpose of this research is to determine effect of Ciplukan extract (Physalis angulata L.) on alanine transaminase (ALT) levels in rats diabetes mellitus model. Methodology: This research uses a post-test only with control group design. Thirty rats are randomly divided into five groups. Group A serves as the healthy control, group B as the diabetic control induced with STZ-NA, and treatment groups C, D, and E are induced with STZ-NA and administered Ciplukan extract for 28 days at doses of 75, 150, and 300 mg/kgBW, respectively. Results: Average ALT levels (U/L) are as follows: group A = 23.16±4.21; group B = 57.00±33.96; group C = 65.50±9.43; group D = 52.00±5.87; and group E = 60.80±29.62. One-Way ANOVA test results show a p value of 0.012, indicating a significant difference in ALT levels among groups. Post Hoc LSD analysis also reveals significant. Conclusion: Ciplukan (Physalis angulata L.) extract has no effect on alanine transaminase (ALT) levels of diabetes mellitus model rats. | |
| 44526 | 47899 | G1A021004 | PENGARUH INTENSITAS LATIHAN FISIK AEROBIK TERHADAP KADAR PROFIL LIPID HDL DAN LDL PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) MODEL OBESITAS | Obesitas merupakan keadaan tubuh seseorang melebihi berat badan normal yang diakibatkan penimbunan jaringan lemak tubuh yang berlebih. Salah satu komplikasi obesitas berpengaruh terhadap kadar HDL dan LDL yang dapat berpotensi penyakit jantung koroner. Latihan fisik aerobik diduga efektif dalam memperbaiki kadar HDL dan LDL. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui pengaruh intensitas latihan fisik aerobik ringan, sedang, dan berat terhadap kadar HDL dan LDL pada tikus putih (Rattus norvegicus) model obesitas. Penelitian ini menggunakan true experimental dengan desain penelitian pretest posttest control group. Jumlah sampel 30 ekor tikus putih jantan galur Wistar yang dibagi menjadi lima kelompok, yakni K1 berisi tikus sehat diberi pakan standar serta kelompok K2, P1, P2, dan P3 berisi tikus yang diinduksi High Fat Diet (HFD) sehingga obesitas. Kelompok K1 dan K2 tidak diberikan intervensi sedangkan kelompok P1, P2, dan P3 diberi intervensi latihan fisik intensitas ringan, sedang, dan berat. Parameter yang diukur berupa kadar HDL dan LDL sebelum serta sesudah intervensi menggunakan sampel darah dengan metode CHOD-PAP. Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan dan uji One-way ANOVA. Hasil uji T berpasangan memperlihatkan adanya perubahan tiap-tiap kelompok yang signifikan dengan p<0,05. Pada uji One-way ANOVA terdapat perbedaan signifikan pada perubahan kadar HDL dan LDL pada kelompok tikus yang diberikan intervensi latihan fisik yakni p<0,001. Intensitas latihan fisik berpengaruh signifikan terhadap kadar HDL dan LDL pada tikus (Rattus norevgicus) galur wistar model obesitas. Intensitas ringan pada kadar HDL sudah berhasil meningkatkan hingga nilai normal sedangkan penurunan kadar LDL lebih signifikan pada intensitas berat, meski hanya mendekati normal. | Obesity is a condition of a person's body exceeding normal body weight due to the accumulation of excess body fat tissue. One of the complications of obesity affects HDL and LDL levels which can potentially cause coronary heart disease. Aerobic physical exercise is thought to be effective in improving HDL and LDL levels. The purpose of this study was to determine the effect of light, medium, and heavy aerobic physical exercise intensity on HDL and LDL levels in white rats (Rattus norvegicus) obesity model. This study used true experimental with pretest posttest control group research design. The number of samples was 30 male Wistar white rats divided into five groups, namely K1 containing healthy rats given standard feed and groups K2, P1, P2, and P3 containing rats induced by High Fat Diet (HFD) so that obesity. Groups K1 and K2 were given no intervention while groups P1, P2, and P3 were given light, medium, and heavy intensity physical exercise interventions. Parameters measured were HDL and LDL levels before and after the intervention using blood samples with the CHOD PAP method. Data were analyzed using paired t test and One-way ANOVA test. The results of the paired t test showed a significant change in each group with p<0.05. In the One-way ANOVA test, there were significant differences in changes in HDL and LDL levels in the group of rats given physical exercise intervention, namely p<0.001. Intensity of physical exercise has a significant effect on HDL and LDL levels in rats (Rattus norevgicus) wistar strain obesity model.Light intensity on HDL levels has managed to increase to normal values while the decrease in LDL levels is more significant in severe intensity, although only close to normal. | |
| 44527 | 47901 | E1A021060 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP FASAKH PERKAWINAN KARENA PASANGAN BERPINDAH AGAMA (Studi Putusan Pengadilan Agama Bontang Nomor 34/Pdt.G/2024/PA.Botg) | Fasakh merupakan bentuk pemutusan hubungan perkawinan dalam hukum Islam. Adanya fasakh salah satunya murtad yang mengakibatkan akadnya fasakh. Aturan murtad terdapat di KHI Pasal 75 huruf (a) yang berkorelasi pembatalan perkawinan dan Pasal 116 huruf (h) sebagai alasan terjadinya perceraian. Penelitian ini menganalisis tentang Putusan PA Bontang No:34/Pdt.G/2024/PA.Botg yang diputus fasakh dengan mendasar pada Pasal 75 huruf (a) KHI serta akibat hukumnya. Metode penelitian untuk menganalisis adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus dan konseptual. Spesifikasi penelitian preskriptif analitis, sumber data menggunakan data sekunder. Metode pengumpulan data studi kepustakaan, penyajian data teks naratif dan metode analisis dengan normatif kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan bahwa Majelis Hakim dalam memutus perkara fasakh pada Putusan Putusan PA Bontang adalah tidak tepat menggunakan dasar hukumnya yaitu Pasal 75 huruf (a) KHI tentang pembatalan perkawinan. Menurut penulis hakim seharusnya mempertimbangkan Pasal 116 huruf (h) KHI sebagai dasar hukum dalam mengambil keputusan karena perkara a quo telah memenuhi rumusan tersebut. Akibat hukum yang ditimbulkan ialah status perkawinan antara Penggugat dan Tergugat putus yang berstatus ba’in shugraa, status anak Penggugat dan Tergugat merupakan anak sah, serta terhadap harta bersama dibagi seperdua. | Fasakh is a form of termination of the marriage relationship in Islamic law. One of the reasons for fasakh is apostasy, which causes the contract to be fasakh. The apostasy rule is contained in KHI Article 75 letter (a) which correlates with the annulment of marriage and Article 116 letter (h) as a reason for divorce. This research analyzes PA Bontang Decision No: 34/Pdt.G/2024/PA.Botg which was decided fasakh based on Article 75 letter (a) KHI and its legal consequences. The research method to analyze is normative juridical with statutory, case and conceptual approaches. Analytical prescriptive research specifications, data sources using secondary data. The method of collecting data is literature study, presentation of data is narrative text and the method of analysis is normative qualitative. The results of the research and discussion are that the Panel of Judges in deciding the fasakh case in the PA Bontang Decision is incorrect in using the legal basis, namely Article 75 letter (a) KHI regarding marriage annulment. According to the author, the judge should have considered Article 116 letter (h) KHI as a legal basis in making a decision because the case a quo has fulfilled this formulation. The legal consequences are that the marital status between the Plaintiff and the Defendant is broken which has the status of ba'in shugraa, the status of the child of the Plaintiff and the Defendant is a legitimate child, and the joint property is divided by one-half | |
| 44528 | 47902 | E1A021208 | IMPLEMENTASI HUKUM PROGRAM PENDIDIKAN TINGGI BAGI WARGA BINAAN DALAM MEWUJUDKAN REINTEGRASI SOSIAL (Studi di Lapas Kelas II A Purwokerto) | Stigma negatif terhadap warga binaan mendorong pelaksanaan program pendidikan tinggi bagi warga binaan dalam mewujudkan proses reintegrasi sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi hukum program pendidikan tinggi bagi warga binaan dan pelaksanaan pemenuhan hak pendidikan bagi warga binaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini berlokasi di Lapas Kelas II A Purwokerto. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder yang disajikan dalam bentuk teks naratif. Metode analisis data dalam penelitian menggunakan analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, implementasi hukum progam pendidikan tinggi dalam mewujudkan reintegrasi sosial telah terimplementasi dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari parameter yaitu: kesesuaian sasaran program pendidikan tinggi; terlaksananya kerja sama penyelenggaraan program pendidikan tinggi dengan baik; terlaksananya program pendidikan tinggi dengan baik; terlaksananya bentuk kegiatan program pendidikan tinggi dengan baik; dan terlaksananya monitoring dan evaluasi dengan baik, sedangkan pelaksanaan pelaporan belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan namun tetap berjalan efektif. Pelaksanaan pemenuhan hak pendidikan bagi warga binaan telah berjalan dengan baik dilihat dari beberapa aspek yaitu:tersedianya pengajar, kurikulum, dan ijazah bagi warga binaan; tersedianya fasilitas; kegiatan pembinaan lain bagi warga binaan tetap berjalan dengan baik; tingginya motivasi warga binaan, meskipun terdapat kecemburuan sosial; dan perubahan pandangan masyarakat terhadap warga binaan. | Negative stigma against inmates encourages the implementation of higher education programs for inmates in realizing the process of social reintegration. The purpose of this study is to find out the legal implementation of higher education programs for inmates and the implementation of the fulfillment of educational rights for inmates. This study uses an empirical juridical research method with a qualitative approach and descriptive research specifications. This research is located in the Class II A Prison in Purwokerto. The types of data used in this study are primary data and secondary data presented in the form of narrative text. The data analysis method in the study uses qualitative analysis. Based on the results of the research, the legal implementation of the higher education program in realizing social reintegration has been well implemented. This can be seen from the parameters, namely: the suitability of the goals of the higher education program; the implementation of cooperation in the implementation of higher education programs well; the implementation of higher education programs well; the implementation of the form of higher education program activities properly; and the implementation of monitoring and evaluation properly, while the implementation of reporting has not been fully in accordance with the provisions but is still running effectively. The implementation of the fulfillment of educational rights for the inmates has gone well from several aspects, namely: the availability of teachers, curriculum, and diplomas for the inmates; availability of facilities; other coaching activities for the inmates continue to run well; high motivation of the inmates, despite social jealousy; and changes in the community's view of the inmates. | |
| 44529 | 47903 | C1A020093 | Minat Menabung Pada Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) BEST Kecamatan Kroya | Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang menganalisis mengenai minat menabung masyarakat pada Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) BEST. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat harga margin, kualitas pelayanan, pengetahuan produk dan Islamic branding terhadap minat masyarakat menabung pada Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) BEST Kecamatan Kroya. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat usia produktif di Kabupaten Cilacap dan Banyumas yang menjadi anggota simpanan di BMT BEST. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 84 responden. Metode yang digunakan untuk menentukan sampel penelitian adalah simple random sampling. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa: (1) tingkat harga margin, kualitas pelayanan, pengetahuan produk, dan Islamic branding secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap minat masyarakat menabung di BMT BEST, (2) tingkat harga margin tidak berpengaruh terhadap minat masyarakat untuk menabung di BMT BEST, (3) kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat masyarakat untuk menabung di BMT BEST, (4) pengetahuan produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat masyarakat untuk menabung di BMT BEST, (5) Islamic branding berpengaruh positif dan signifikan minat masyarakat untuk menabung di BMT BEST. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu untuk meningkatkan minat masyarakat untuk menabung di BMT BEST, perlu melakukan adanya inovasi, evaluasi dan memperbaiki pada produk pembiayaan. BMT BEST juga harus terus menjaga kualitas pelayanan yang sudah ada dan bila perlu ditingkatkan lagi agar lebih menarik perhatian masyarakat untuk menabung di BMT BEST, Selain itu, bank syariah juga harus lebih memasifkan lagi terkait dengan promosi serta perlu mengadakan sosialisasi terkait dengan nilai-nilai keagamaan yang ada di BMT BEST. | This research is a type of quantitative research that analyzes people's interest in saving at Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) BEST. The purpose of this study was to determine the effect of margin price levels, service quality, product knowledge and Islamic branding on the interest in saving people at Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) BEST, Kroya District. The population in this study were productive age people in Cilacap and Banyumas Regencies who were savings members at BMT BEST. The number of samples used in this study was 84 respondents. The method used to determine the research sample was simple random sampling. Based on the results of the research and data analysis using multiple linear regression analysis, it shows that: (1) the level of margin prices, service quality, product knowledge and Islamic branding together have a significant influence on people's interest in saving at BMT BEST, (2) the level of margin prices does not have an influence on people's interest in saving at BMT BEST, (3) service quality has a positive and significant influence on people's interest in saving at BMT BEST, (4) product knowledge has a positive and significant influence on people's interest in saving at BMT BEST, (5) Islamic branding has a positive and significant influence on people's interest in saving at BMT BEST. The implication of the above conclusion is to increase public interest in saving at BMT BEST, it is necessary to innovate, evaluate and improve financing products. BMT BEST must also continue to maintain the quality of existing services and if necessary improve them again to attract more public attention to save at BMT BEST. In addition, Islamic banks must also be more massive in terms of promotion and need to hold socialization related to religious values in BMT BEST. | |
| 44530 | 47904 | E1A021127 | KOMPETENSI RELATIF PENGADILAN NEGERI TERHADAP PERMOHONAN PENGAMPUAN ANAK YANG SUDAH DEWASA (Studi Penetapan Nomor 25/Pdt.P/2023/PN Sgt) | Permohonan pengampuan adalah sebuah upaya hukum yang dilakukan untuk menempatkan seseorang dengan keadaan dungu yang telah mencapai usia dewasamenjadi seseorang yang disamakan seperti orang yang belum dewasa dengan ketentuan khusus seperti kompetensi relatif pengampuan dan pemeriksaanterhadap calon Terampu. Namun, Hakim pada Penetapan Nomor 25/Pdt.P/2023/PN Sgt tidak memperhatikan ketentuan mengenai kompetensi relatif pengampuan dan tidak melakukan pemeriksaan terhadap calon Terampu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi relatif Pengadilan Negeri Sangatta dan mengetahui pertimbangan hukum Hakim dalam mengabulkanpermohonan pengampuan dalam Penetapan Nomor 25/Pdt.P/2023/PN Sgt.Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif, dengan data penelitian bersumber dari data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan yang disajikan dalam bentuk teks naratif dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi relatif Pengadilan Negeri Sangatta atas permohonan pengampuan nomor 25/Pdt.P/2023/PN Sgt tidak tepat karena tidak memenuhi ketentuan kompetensi relatif pengampuan di mana calon Terampu tidak berada di wilayah hukum Pengadilan Negeri Sangatta. Hakim dalam pertimbangan hukumnya, melakukan pertimbangan hukum yang tidak sesuai dalam hal kompetensi relatif pengampuan dan terdapat pula aturan yang bahkan tidak dipertimbangkan mengenai pemeriksaan calon Terampu. | A guardianship application is a legal action taken to place a person with an imbecile condition who has reached the age of maturity into the same position as an adult with special provisions such as the relative competence of the guardianship and the examination of candidates for the guardianship. However, the judge in Determination No. 25/Pdt.P/2023/PN Sgt did not pay attention to the regulation on the relative competence of the guardianship and did not examine the candidates for the guardianship. This research aims to find out the relative competence of the Sangatta District Court and to find out the Judge's legal considerations in granting guardianship applications in Determination Number 25/Pdt.P/2023/PN Sgt. This research uses normative juridical research methods with prescriptive research specifications, with research data sourced from secondary data. The method of data collection is done through literature study which is presented in the form of narrative text and analyzed qualitatively. The results of research show that the relative competence of the Sangatta District Court on guardianship application number 25/Pdt.P/2023/PN Sgt is not appropriate because it doesn’t meet the provisions of the relative competence of guardianship where the prospective guardian is not in the jurisdiction of the Sangatta District Court. The judge, in his legal reasoning, did not consider the relative competence of guardianship and there were also rules that were not even considered regarding the examination of prospective guardians. | |
| 44531 | 47906 | E1B020040 | IMPLEMENTASI PEDOMAN MENGADILI PEREMPUAN BERHADAPAN DENGAN HUKUM OLEH HAKIM DALAM MEWUJUDKAN KEADILAN GENDER (STUDI DI PURWOKERTO) | Aparat penegak hukum diindikasikan masih belum memiliki perspektif gender dan bias gender dalam praktik peradilan. Hakim diharapkan akan menegakan keadilan dengan memiliki pemahaman dan memiliki empati terhadap perspektif gender atau keadilan gender dalam berperkara. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pedoman mengadili perempuan berhadapan dengan hukum dalam mewujudkan keadilan gender serta faktor apa saja yang cenderung memengaruhi hal tersebut di Pengadilan Negeri Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis sosiologis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder yang diambil dengan cara wawancara dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan implementasi pedoman mengadili perempuan berhadapan dengan hukum oleh hakim di Pengadilan Negeri Purwokerto telah dilaksanakan dengan baik, namun dalam pengimplementasiannya masih terdapat kendala-kendala hal tersebut dapat dilihat melalui parameter bahwa hakim telah menerapkan asas-asas pada Perma No. 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Mengadili Perkara Perempuan Berhadangan dengan Hukum dalam mewujudkan keadilan gender; pertimbangan hakim telah mendasarkan pada kesetaraan gender dan non-diskriminasi dalam mewujudkan keadilan gender; sebagian besar hakim telah melaksanakan etika dalam memeriksa perkara walaupun dalam penerapannya masih terbatas pada hakim yang memiliki perspektif dan penerapan yang berbeda dalam mewujudkan keadilan gender; hakim telah memberikan hak-hak, fasilitas, dan kemudahan perempuan berhadapan dengan hukum dalam mewujudkan keadilan gender. Faktor pendukung implementasi berupa: Pelatihan bagi Hakim, Kerjasama dengan instansi lain (KY), Koordinasi dengan Jaksa dan Pendamping, Kesadaran diri Hakim sebagai tauladan, Kebebasan Hakim dalam menerapkan Perma dalam persidangan. Faktor yang menghambat berupa: Masih ada Hakim yang memiliki pandangan atau penerapan perilaku berbeda, Gangguan terhadap jalannya persidangan dari organisasi masyarakat, Terdakwa tidak bersedia didampingi advokat. | Law enforcement officers are indicated to still lack a gender perspective and exhibit gender bias in judicial practices. Judges are expected to uphold justice by possessing an understanding of and empathy toward gender perspectives or gender justice in legal proceedings. Therefore, this study aims to examine the implementation of the guidelines for adjudicating women in conflict with the law in realizing gender justice, as well as the factors that tend to influence such implementation at the Purwokerto District Court.This research employs a socio-juridical research method. The data used in this study consist of primary and secondary data, collected through interviews and literature review. The results of the study indicate that the implementation of the guidelines for adjudicating women in conflict with the law by judges at the Purwokerto District Court has been carried out properly. However, several obstacles remain in its implementation. This can be observed through the following parameters: judges have applied the principles contained in Supreme Court Regulation (Perma) No. 3 of 2017 concerning Guidelines for Adjudicating Cases Involving Women in Conflict with the Law to realize gender justice; judicial considerations have been based on gender equality and non-discrimination in achieving gender justice; the majority of judges have adhered to ethical standards in examining cases, although in practice this is still limited to judges who possess different levels of understanding and application in realizing gender justice; judges have provided rights, facilities, and support to women in conflict with the law to ensure the realization of gender justice. The supporting factors for implementation include: training for judges, cooperation with other institutions (such as the Judicial Commission), coordination with prosecutors and legal companions, judges' self-awareness as role models, and judicial independence in applying the regulation during trial proceedings. Inhibiting factors include: the presence of judges who hold differing views or behavioral approaches, disruptions to court proceedings by community organizations, and defendants' unwillingness to be accompanied by legal counsel. | |
| 44532 | 47907 | D1A021029 | PENGARUH SUBSTITUSI BUNGKIL KEDELAI MENGGUNAKAN AMPAS TAHU DAN PEMBERIAN PREMIKS TERHADAP KONSUMSI TERHADAP KONSUMSI DAN KECERNAAN BAHAN ORGANIK PAKAN DOMBA | Latar Belakang. Penelitian berjudul “Pengaruh Substitusi Bungkil Kedelai Menggunakan Ampas Tahu Dan Pemberian Premiks Terhadap Konsumsi Dan Kecernaan Bahan Organik”. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu dan penambahan premiks terhadap konsumsi bahan organik (KBO) dan kecernaan bahan organik (KcBO) pakan domba telah dilaksanakan pada 11 Maret-16 Agustus 2024. Materi dan Metode. Pakan yang diberikan berupa konsentrat (75%) dan jerami padi amoniasi (25%) pada domba lokal jantan berumur 7-8 bulan berjumlah 18 ekor dengan bobot 18 ± 2,5 kg. Metode eksperimental secara in vivo menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x2. Perlakuan yang diberikan pada Faktor A yaitu substitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu dengan konsentrasi 0%(a0), 50%(a1) dan 100%(a2). Faktor B yaitu dengan penambahan premiks 0% (b0) dan 0,5% (b1) dari BK pakan. Hasil. Hasil penelitian didapatkan rata-rata KBO yaitu 594,40 gram/ekor/hari (P1), 474,93 gram/ekor/hari (P2), 617,05 gram/ekor/hari (P3), 643,74 gram/ekor/hari (P4), 611,44 gram/ekor/hari (P5), dan 587,14 gram/ekor/hari (P1). Rata-rata kecernaan bahan organik yaitu 67,18% (P1), 62,45% (P2), 69,44% (P3), 67,98% (P4), 62,65% (P5), dan 65,22%. Hasil analisis Variansi (ANAVA) menunjukkan interaksi antara substitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu dan penambahan premiks juga faktor B yaitu penambahan premiks tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap KBO dan KcBO, meskipun demikian substitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap KBO dan KcBO. Hasil uji BNJ KBO tertinggi tercapai pada substitusi bungkil kedelai mengggunakan ampas tahu 50%(a1) sebesar 696,46 gram/ekor/hari serta lebih tinggi sebesar 4,93% dibanding substitusi ampas tahu 0%(a0). Hasil tersebut berbanding lurus dengan tingkat KcBO yang tertinggi yaitu 68,71% (a1) dan lebih tinggi sebesar 5,67% dibanding substitusi ampas tahu 0%(a0). Kesimpulan. Substitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu 50% (a1) tanpa penambahan premiks mampu meningkatkan konsumsi bahan organik dan kecernaan bahan organik. | Background. The research entitled “The Effect of Soybean Meal Substitution Using Crude Tofu and Provision of Premix on Organic Material Consumption and Digestibility”. The study aims to determine the effect of soybean meal substitution using crude tofu and the addition of premix on organic matter consumption (KBO) nd digestibility of organic matter (KcBO) of sheep feed has been carried out on March 11-August 16, 2024. Materials and Methods. Feed was given in the form of concentrate (75%) and ammoniated rice straw (25%) to local male sheep aged 7-8 months totaling 18 heads with a weight of 18 ± 2.5 kg. Experimental method in vivo using a completely randomized design (CRD) 3x2 factorial pattern. The treatment given in Factor A is the substitution of soybean meal using crude tofu with a concentration of 0% (a0), 50% (a1) and 100% (a2). Factor B is the addition of premix 0% (b0) and 0.5% (b1) of BK feed. Results. The results showed that the average KBO was 594.40 grams/head/day (P1), 474.93 grams/head/day (P2), 617.05 grams/head/day (P3), 643.74 grams/head/day (P4), 611.44 grams/head/day (P5), and 587.14 grams/head/day (P1). The average digestibility of organic matter is 67.18% (P1), 62.45% (P2), 69.44% (P3), 67.98% (P4), 62.65% (P5), and 65.22%. The results of analysis of variance (ANOVA) showed that the interaction between the substitution of soybean meal using crude tofu and the addition of premix as well as factor B, namely the addition of premix, had no significant effect (P>0.05) on KBO and KcBO, however the substitution of soybean meal using crude tofu had a significant effect (P<0.05) on KBO and KcBO. The highest KBO was achieved in the substitution of soybean meal using 50% crude tofu (a1) at 696.46 grams/head/day and higher by 4.93% than the substitution of 0% crude tofu (a0). These results are directly proportional to the highest level of KcBO which is 68.71% (a1) and higher by 5.67% than the substitution of 0% crude tofu (a0). Conclusion. The substitution of soybean meal using 50% crude tofu (a1) without the addition of premix was able to increase organic matter consumption and organic matter digestibility. | |
| 44533 | 47908 | D1A021082 | Pengaruh subtitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu dan pemberian premiks mineral terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering pakan domba | ABSTRAK Judul. Penelitian ini berjudul pengaruh substitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu dan pemberian premiks vitamin-mineral terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering pakan domba. Latar Belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi substitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu dan pemberian premiks vitamin-mineral terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering pakan domba telah dilaksanakan pada 11 Maret – 16 Agustus 2024. Materi dan Metode. Pakan yang diberikan berupa konsentrat (75%) dan jerami padi amoniasi (25%). Metode eksperimental secara in vivo menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 2. Faktor A adalah substitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu yaitu 0% (a0), 5% (a1), dan 10% (a2). Faktor B adalah taraf pemberian premiks vitamin-mineral yaitu 0% (b0) dan 0,5% (b1) dari BK pakan. Hasil. Rata-rata konsumsi bahan kering pada penelitian ini yaitu sebesar 546,97 – 756,61 gram/ekor/hari. Ratarata kecernaan bahan kering pakan yaitu 54,23 – 60,75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara substitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu dengan pemberian premiks vitamin mineral berpengaruh tidak nyata terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering pakan (P<0,05). Namun demikian, substitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu berpengaruh sangat nyata (P>0,01) terhadap konsumsi bahan kering dan berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kecernaan bahan kering pakan. Pemberian premiks vitaminmineral tidak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering. Hasil uji BNJ konsumsi bahan kering tertinggi tercapai pada domba yang diberi pakan substitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu 50% (a1) sebesar 726,54 gram/ekor/hari serta memiliki kecernaan bahan kering tertinggi sebesar 59,23%. Simpulan. Ampas tahu dapat menggantikan 50% bungkil kedelai tanpa premiks vitamin-mineral ditinjau berdasarkan konsumsi dan kecernaan bahan kering pakan domba | Heading. This study is entitled the effect of soybean meal substitution using tofu pulp and the administration of vitamin-mineral premixes on the consumption and digestibility of dry material in sheep feed. Background. This study aims to determine the effect of the interaction of soybean meal substitution using tofu pulp and the administration of vitamin-mineral premixes on the consumption and digestibility of dry materials of sheep feed has been carried out on March 11 – August 16, 2024. Materials and Methods. The feed provided was in the form of concentrate (75%) and ammonia rice straw (25%). The experimental method in vivo used a Complete Random Design (RAL) of a 3 x 2 factorial pattern. Factor A is the substitution of soybean meal using tofu pulp, which is 0% (a0), 5% (a1), and 10% (a2). Factor B is the level of vitamin-mineral premix, which is 0% (b0) and 0.5% (b1) of feed BK. Result. The average consumption of dry matter in this study was 546.97 – 756.61 grams/head/day. The average digestibility of feed dry materials was 54.23 – 60.75%. The results showed that the interaction between the substitution of soybean meal using tofu pulp and the administration of vitamin and mineral premixes had an unreal effect on the consumption and digestibility of feed dry materials (P<0.05). However, the substitution of soybean meal using tofu pulp had a very real effect (P>0.01) on the consumption of dry matter and had a real effect (P>0.05) on the digestibility of dry feed materials. The administration of vitamin-mineral premix had no real effect (P<0.05) on the consumption and digestibility of dry materials. The results of the BNJ test showed that the highest dry matter consumption was achieved in sheep fed with soybean meal substitution feed using 50% tofu pulp (a1) of 726.54 grams/head/day and had the highest dry matter digestibility of 59.23%. Conclusion. Tofu pulp can replace 50% of soybean meal without vitaminmineral premixes reviewed based on the consumption and digestibility of sheep feed dry materials. | |
| 44534 | 47909 | D1A021150 | ARTIKEL ILMIAH PENGARUH SUBSTITUSI BUNGKIL KEDELAI MENGGUNAKAN AMPAS TAHU DAN PEMBERIAN PREMIKS VITAMIN-MINERAL TERHADAP KONSUMSI DAN KECERNAAN SERAT KASAR PAKAN DOMBA | ABSTRAK Judul. Penelitian ini berjudul pengaruh substitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu dan pemberian premiks vitamin-mineral terhadap konsumsi dan kecernaan serat kasar pakan domba. Latar Belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi substitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu dan pemberian premiks vitamin-mineral terhadap konsumsi dan kecernaan serat kasar pakan domba telah dilaksanakan pada 11 Maret – 16 Agustus 2024. Materi dan Metode. Pakan yang diberikan berupa konsentrat (75%) dan jerami padi amoniasi (25%). Metode eksperimental secara in vivo menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 2. Faktor A adalah substitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu yaitu 0% (a0), 5% (a1), dan 10% (a2). Faktor B adalah taraf pemberian premiks vitamin-mineral yaitu 0% (b0) dan 0,5% (b1) dari BK pakan. Hasil. Rata-rata konsumsi serat kasar pada penelitian ini yaitu sebesar 156,59 - 258,19 gram/ekor/hari. Rata-rata kecernaan serat kasar pakan yaitu 74,41 - 89,00%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara substitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu dengan pemberian premiks vitamin mineral berpengaruh tidak nyata terhadap konsumsi dan kecernaan serat kasar pakan (P<0,05). Namun demikian, substitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu berpengaruh sangat nyata (P>0,01) terhadap konsumsi dan kecernaan serat kasar pakan. Pemberian premiks vitamin-mineral tidak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi dan kecernaan serat kasar. Hasil uji BNJ konsumsi serat kasar tertinggi tercapai pada domba yang diberi pakan substitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu 50% (a1) sebesar 254,30 gram/ekor/hari serta meningkatkan konsumsi serat kasar sebesar 35,14% dibandingkan dengan pakan tanpa substitusi ampas tahu 0%. Domba yang diberi pakan dengan substitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu 50% (a1) memiliki kecernaan serat kasar tertinggi sebesar 87,58%, namun tidak berbeda nyata dengan pakan substitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu 0% (a0). Simpulan. Ampas tahu dapat menggantikan 50% bungkil kedelai tanpa premiks vitamin-mineral ditinjau berdasarkan konsumsi dan kecernaan serat kasar pakan domba | ABSTRACT Heading. This study is entitled the effect of soybean meal substitution using tofu pulp and the administration of vitamin-mineral premixes on the consumption and digestibility of crude fiber in sheep feed. Background. This study aims to determine the effect of the interaction of soybean meal substitution using tofu pulp and the administration of vitamin-mineral premixes on the consumption and digestibility of crude fiber in sheep feed has been carried out from March 11 to August 16, 2024. Materials and Methods. The feed provided was in the form of concentrate (75%) and ammonia rice straw (25%). The experimental method in vivo used a Complete Random Design (RAL) of a 3 x 2 factorial pattern. Factor A is the substitution of soybean meal using tofu pulp, which is 0% (a0), 5% (a1), and 10% (a2). Factor B is the level of vitamin-mineral premix, which is 0% (b0) and 0.5% (b1) of feed BK. Result. The average crude fiber consumption in this study was 156.59 - 258.19 grams/head/day. The average digestibility of feed crude fiber was 74.41 - 89.00%. The results showed that the interaction between soybean meal substitution using tofu pulp and the administration of vitamin and mineral premixes had a non-real effect on the consumption and digestibility of feed crude fiber (P<0.05). However, the substitution of soybean meal using tofu meal had a very real effect (P>0.01) on the consumption and digestibility of feed crude fiber. The administration of vitamin-mineral premix had no real effect (P<0.05) on the consumption and digestibility of crude fiber. The results of the BNJ test showed that the highest crude fiber consumption was achieved in sheep fed with soybean meal substitution using 50% tofu pulp (a1) of 254.30 grams/head/day and increased crude fiber consumption by 35.14% compared to feed without 0% tofu pulp substitution. Sheep fed with soybean meal substitution using 50% tofu meal (a1) had the highest crude fiber digestibility of 87.58%, but there was no significant difference from soybean meal substitution feed using 0% tofu meal (a0). Conclusion. Tofu pulp can replace 50% of soybean meal without vitamin-mineral premixes reviewed based on the consumption and digestibility of crude fiber of sheep feed. | |
| 44535 | 47910 | E1A021211 | IMPLEMENTASI HUKUM PROGRAM SEKOLAH SIAGA KEPENDUDUKAN (SSK) DALAM UPAYA PENGEDUKASIAN KEBIJAKAN KEPENDUDUKAN DI KABUPATEN BANYUMAS | Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) adalah bentuk pengaplikasian dari kebijakan tentang pengendalian penduduk yakni Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Pendudukan dan Pembangunan Keluarga dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Banyumas masih tergolong cukup tinggi. Oleh karena itu hal ini mendorong diadakannya program ini dengan memberikan edukasi mengenai masalah dan kebijakan kependudukan kepada generasi muda khususnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hukum program Sekolah Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dalam upaya pengedukasian kebijakan kependudukan di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Lokasi penelitian dilakukan di Dinas Pengendalian Penduduk Keluaga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Banyumas dan SMA N 2 Purwokerto. Data yang digunakan yaitu data sekunder dan data primer. Penyajian data berbentuk teks naratif. Metode analisis data menggunakan analisis kualitatif, metode analisis konten dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan implementasi hukum program ini telah terlaksana dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari parameter yang meliputi terlaksananya perencanaan dan pelaksanaan, terlaksananya monitoring dan evaluasi, terlaksananya pembinaan, bimbingan, dan fasilitasi dengan baik. Faktor yang memengaruhi implementasi tersebut dibagi menjadi 2 (dua) faktor, yaitu faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung antara lain: regulasi yang cukup mendukung, penegak hukum yang mendukung, dan partisipasi masyarakat. Faktor penghambat antara lain: terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM), dan terbatasnya anggaran. | The Population Alert School (SSK) program is a form of application of population control policies, namely Law No. 52/2009 on Population and Family Development and Law No. 23/2014 on Local Government. The population growth rate in Kabupaten Banyumas is still quite high. Therefore, this has prompted the establishment of this program by providing education on population issues and policies to the younger generation in particular. This study aims to determine the legal implementation of the Population Alert School (SSK) program in an effort to educate population policy in Banyumas Regency. This research uses a qualitative research method with an empirical juridical approach. The research location was at the Population Control Office of Family Planning, Women's Empowerment and Child Protection (DPPKBP3A) of Banyumas Regency and SMA N 2 Purwokerto. The data used are secondary data and primary data. Data presentation is in the form of narrative text. The data analysis method uses qualitative analysis, content analysis method and comparative analysis. The results showed that the legal implementation of this program has been well implemented. This can be seen from the parameters that include the implementation of planning and implementation, the implementation of monitoring and evaluation, the implementation of coaching, guidance, and facilitation well. Factors that influence the implementation are divided into 2 (two) factors, namely supporting factors and inhibiting factors. Supporting factors include: Supportive regulations, supportive law enforcement, and community participation. The inhibiting factors include: limited human resources (HR), and limited budget. | |
| 44536 | 47911 | A1D020186 | Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi Varietas Inpago Unsoed Protani terhadap Aplikasi Pupuk NPK dan Pupuk Kandang | Produksi tanaman padi (Oryza sativa) sebagai bahan pangan pokok bagi mayoritas masyarakat di Indonesia rentan mengalami penurunan akibat alih fungsi lahan pertanian. Oleh karena itu, perlu dilakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian, seperti optimalisasi fungsi lahan kering dan budidaya tanaman padi gogo yang didukung oleh pemupukan untuk meningkatkan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk NPK dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi gogo varietas Inpago Unsoed Protani. Penelitian dilakukan di Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, dari bulan Juni–Desember 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan ulangan 3 kali. Faktor pertama adalah dosis pupuk NPK (0 kg/ha, 100 kg/ha, dan 200 kg/ha) dan faktor kedua adalah dosis pupuk kandang sapi (0 ton/ha, 5 ton/ha, dan 10 ton/ha). Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah anakan total, bobot brangkasan segar, bobot brangkasan kering, serapan unsur hara jaringan tanaman, jumlah malai per rumpun, jumlah gabah per malai, dan produksi gabah. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi pupuk NPK berpengaruh terhadap seluruh variabel pertumbuhan dan variabel hasil, kecuali serapan N. Aplikasi pupuk kandang sapi berpengaruh terhadap serapan N, P, dan K jaringan tanaman. Interaksi antara aplikasi pupuk NPK dan pupuk kandang berpengaruh terhadap serapan P dan K. | Rice (Oryza sativa) production as the staple food of the majority of Indonesians is vulnerable to decline due to conversion of agricultural land. Therefore, it is necessary to intensify and extensify agriculture, such as optimizing the function of dry land and upland rice cultivation supported by fertilization to increase production. This research aims to determine the effect of NPK fertilizer and manure application on the growth and yield of Inpago Unsoed Protani variety. The research was conducted in Kedungrandu Village, Patikraja District, Banyumas Regency, from June to December 2023. This research used a Randomized Complete Block Design with 3 replications. The first factor was the dose of NPK fertilizer (0 kg/ha, 100 kg/ha, and 200 kg/ha) and the second factor was the dose of cow manure (0 ton/ha, 5 ton/ha, and 10 ton/ha). The variables observed were plant height, number of leaves, leaf area, total tillers, fresh straw weight, dry straw weight, nutrient uptake, number of panicles per clump, number of grains per panicle, and grain production. The results showed that the application of NPK fertilizer affected all variables, except for N uptake. Application of cow manure affected the N, P, and K uptake. The interaction between NPK fertilizer and manure application affected P and K uptake. | |
| 44537 | 47912 | K1C020044 | Analisis Derivative dan Pemodelan 2D Bawah Permukaan Zona Sesar Merapi-Merbabu dengan Menggunakan Data Anomali Gravitasi | Kompleks Gunungapi Merapi-Merbabu dan sekitarnya merupakan bagian dari deretan gunungapi kuarter yang didominasi oleh sistem sesar regional yang membentang dari Baratlaut hingga Tenggara. Sesar Merapi-Merbabu termasuk sesar aktif di wilayah Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan jenis sesar Merapi-Merbabu yang berada di kompleks Gunungapi Merapi-Merbabu dengan menggunakan metode analisis First Horizontal Derivative (FHD) dan Second Vertical Derivative (SVD) serta mengetahui litologi di bawah permukaan menggunakan pemodelan 2D. Penelitian dilakukan dengan menghitung nilai Anomali Bouguer Sederhana (ABS) dan Anomali Bouguer Lengkap (ABL), mereduksi bidang datar, memisahkan anomali regional dan residual menggunakan Upward Continuation, melakukan analisis derivative, serta melakukan pemodelan 2D yakni pemodelan ke depan. Hasil analisis derivative membuktikan adanya sesar turun pada wilayah Kompleks Gunungapi Merapi Merbabu. Sedangkan hasil pemodelan 2D menunjukkan wilayah Kompleks Gunungapi Merapi-Merbabu tersusun atas 7 formasi batuan, yaitu formasi batuan Gunungapi Merbabu (Qme), formasi batuan Gunungapi Andong dan Kendil (Qak), Formasi Kaligetas (Qpkg), Formasi Kerek (Tmk), formasi batuan gunungapi tak terpisahkan (Qvm), formasi endapan Gunungapi Merapi Muda (Qmi), dan formasi endapan longsoran dari awan panas (na). | The Merapi-Merbabu Volcanic Complex and its surroundings are part of a series of quaternary volcanoes dominated by a regional fault system that stretches from the Northwest to the Southeast. The Merapi-Merbabu Fault is an active fault in Indonesia. This study aims to determine the existence and type of the Merapi-Merbabu fault in the Merapi-Merbabu Volcanic Complex using the First Horizontal Derivative (FHD) and Second Vertical Derivative (SVD) analysis methods and to determine the lithology below the surface using 2D modeling. The study was conducted by calculating the Simple Bouguer Anomaly (ABS) and Complete Bouguer Anomaly (ABL) values, reducing the flat plane, separating regional and residual anomalies using Upward Continuation, conducting derivative analysis, and conducting 2D modeling, namely forward modeling. The results of the derivative analysis prove the presence of a downthrust fault in the Merapi Merbabu Volcanic Complex area. Meanwhile, the results of 2D modeling show that the Merapi-Merbabu Volcanic Complex area is composed of 7 rock formations, namely the Merbabu Volcanic rock formation (Qme), the Andong and Kendil Volcanic rock formation (Qak), the Kaligetas Formation (Qpkg), the Kerek Formation (Tmk), the inseparable volcanic rock formation (Qvm), the Young Merapi Volcanic deposit formation (Qmi), and the landslide deposit formation from the hot cloud (na). | |
| 44538 | 47913 | C1B021068 | ANALISIS DETERMINAN PROFITABILITAS LEMBAGA KEUANGAN MIKRO DI JAWA TENGAH PADA MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN MAKROEKONOMI SEBAGAI VARIABEL MODERASI | Artikel ini mengkaji faktor-faktor penentu profitabilitas Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) di Jawa Tengah selama periode 2018-2024, dengan fokus khusus pada dampak pandemi COVID-19. Menggunakan analisis regresi data panel terhadap 235 BPR dan 24 BPRS, penelitian ini menyelidiki pengaruh NPL/NPF, CAR, BOPO, LDR/FDR, Dana Pihak Ketiga (DPK), kebijakan restrukturisasi kredit, dan COVID-19 terhadap Return on Assets (ROA), dengan inflasi dan BI-Rate sebagai variabel moderasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa NPL/NPF, CAR, BOPO, DPK, BI-Rate, dan COVID-19 memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap ROA, sementara LDR/FDR dan inflasi menunjukkan dampak positif yang signifikan. Kebijakan restrukturisasi kredit yang diterapkan selama pandemi tidak menunjukkan dampak signifikan terhadap profitabilitas. Terkait dengan efek moderasi, baik inflasi maupun BI-Rate secara signifikan memoderasi hubungan antara DPK dan ROA. Namun, meskipun inflasi secara signifikan memoderasi hubungan antara LDR/FDR dan ROA, BI-Rate tidak menunjukkan efek moderasi yang signifikan pada hubungan ini. Studi ini menunjukkan bahwa pandemi telah berdampak signifikan terhadap profitabilitas bank perkreditan rakyat, yang dibuktikan dengan peningkatan rasio NPL/NPF, penurunan efisiensi operasional, dan tantangan dalam menjaga tingkat likuiditas yang optimal. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi manajemen bank dan regulator dalam mengembangkan strategi untuk meningkatkan ketahanan bank perkreditan rakyat selama krisis dan meningkatkan efisiensi operasional mereka di era pasca-pandemi. | This article examines the profitability determinants of Rural Banks (BPR) and Islamic Rural Banks (BPRS) in Central Java during 2018-2024, particularly focusing on the impact of the COVID-19 pandemic. Using panel data regression analysis on 235 BPRs and 24 BPRS, the research investigates the influence of NPL/NPF, CAR, BOPO, LDR/FDR, Third Party Funds (DPK), credit restructuring policy, and COVID-19 on Return on Assets (ROA), with inflation and BI-Rate as moderating variables. The findings reveal that NPL/NPF, CAR, BOPO, DPK, BI-Rate, and COVID-19 have significant negative effects on ROA, while LDR/FDR and inflation show significant positive effects. The credit restructuring policy implemented during the pandemic shows no significant impact on profitability. Regarding moderating effects, both inflation and BI-Rate significantly moderate the relationship between DPK and ROA. However, while inflation significantly moderates the relationship between LDR/FDR and ROA, BI-Rate does not show a significant moderating effect on this relationship. The study indicates that the pandemic has significantly impacted rural banks' profitability, as evidenced by increasing NPL/NPF ratios, declining operational efficiency, and challenges in maintaining optimal liquidity levels. These findings provide valuable insights for bank management and regulators in developing strategies to enhance rural banks' resilience during crises and improve their operational efficiency in the post-pandemic era. | |
| 44539 | 47914 | A1A020044 | Efisiensi Teknis Penggunaan Faktor Produksi Pada Perajin Tahu di Desa Randudongkal Kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang | Industri pembuatan tahu memiliki peluang yang cukup besar untuk dikembangkan sebagai industri rumah tangga yang berbasis masyarakat, terutama di daerah pedesaan. Namun, proses produksi usaha industri rumah tangga tahu saat ini belum dilakukan secara optimal, sehingga perlu dilakukan perbaikan dan pertimbangan dalam penggunaan input untuk menghasilkan output yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui tingkat efisiensi teknis produksi tahu pada industri rumah tangga tahu di Desa Randudongkal, Kabupaten Pemalang; 2) mengetahui tingkat efisiensi skala usaha; dan 3) mengetahui tingkat efisiensi alokatif produksi tahu di daerah tersebut. Data diperoleh melalui metode survei di Desa Randudongkal yang merupakan salah satu sentra produksi tahu di Kabupaten Pemalang, dengan menggunakan kuesioner sebagai data primer dan studi literatur sebagai data sekunder. Variabel input meliputi kedelai, garam, kunyit, minyak goreng, kayu bakar, solar, kemanyu, dan tenaga kerja, sedangkan variabel output adalah hasil produksi. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, Microsoft Excel dan Data Envelopment Analysis (DEA). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 DMU dinyatakan inefisien, sedangkan 48 DMU lainnya efisien. Pada skala efisiensi produksi 22 DMU dalam skala Constant Return to Scale (CRS), sedangkan 38 DMU lainnya dalam skala Decreasing Return to Scale (DRS). Produsen tahu yang dinilai tidak efisien perlu melakukan penyesuaian input dengan berfokus pada kualitas bahan baku yang digunakan untuk memaksimalkan produksi. | The tofu-making industry presents a significant opportunity for development as a community-based household industry, especially in rural regions. However, the current production process of the household industry business has not been done optimally, so it is necessary to make improvements and consider the use of inputs to produce a maximum output. This study aims to 1) know the technical efficiency level of tofu production among the industries in Randudongkal Village, Pemalang Regency; 2) comprehend the scale efficiency; and 3) know the allocative efficiency of tofu production in the area. Data were obtained through a survey method in Randudongkal Village, one of the centres of tofu production in Pemalang Regency, using questionnaires as the primary data and a literature study as the secondary data. The input variables include soybean, salt, turmeric, cooking oil, firewood, diesel, kemanyu, and worker, while the output variable is the result of production. The data were then analyzed using descriptive analysis, Microsoft Excel and Data Envelopment Analysis (DEA). The results showed that 12 DMUs were declared inefficient, while the other 48 DMUs were efficient. On the production efficiency scale, 22 DMUs were in the Constant Return to Scale (CRS) scale, while the other 38 DMUs were in the Decreasing Return to Scale (DRS) scale. Tofu producers, who are considered inefficient, need to adjust the inputs by focusing on the quality of raw materials used to maximize production. | |
| 44540 | 47915 | C1B021115 | PENGARUH INOVASI LAYANAN DIGITAL TERHADAP MINAT MENGGUNAKAN KEMBALI INOVASI LAYANAN DIGITAL PT KAI; PERAN MEDIASI SERVICE CONVENIENCE DAN MODERASI USIA | Penelitian ini menyelidiki pengaruh inovasi layanan digital terhadap niat menggunakan kembali dalam layanan digital PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), dengan fokus pada peran mediasi service convenience dan efek moderasi usia. Inovasi digital PT KAI, seperti aplikasi Access by KAI, menawarkan fitur-fitur seperti perencanaan perjalanan, reservasi hotel, dan gerbang keberangkatan pengenalan wajah. Dengan menggunakan metode survei dan Structural Equation Modeling (SEM), hasilnya menunjukkan bahwa: (1) Inovasi layanan digital tidak berpengaruh positif terhadap minat menggunakan kembali, (2) Inovasi layanan digital berpengaruh positif terhadap service convenience, (3) Service convenience berpengaruh positif terhadap minat menggunakan kembali, (4) Service convenience memediasi inovasi layanan digital terhadap minat menggunakan kembali. (5) Usia tidak memoderasi inovasi layanan digital terhadap minat menggunakan kembali. Implikasi dari hasil di atas menunjukkan bahwa adanya hubungan tidak langsung antara inovasi layanan digital dengan minat menggunakan kembali, yang dimediasi oleh service convenience yang mana secara praktikal dapat dikatakan bahwa service convenience yang diberikan oleh PT. KAI telah sejalan dengan kemauan konsumen. | This study investigates the influence of digital service innovation on the intention to reuse in digital services of PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), focusing on the mediating role of service convenience and the effect of age moderation. PT KAI's digital innovations, such as the Access by KAI app, offer features such as trip planning, hotel reservations, and facial recognition departure gates. Using survey methods and Structural Equation Modeling (SEM), the results show that: (1) Digital service innovation does not have a positive effect on interest in reuse, (2) Digital service innovation has a positive effect on service convenience, (3) Service convenience has a positive effect on interest in reuse, (4) Service convenience mediates digital service innovation on interest in reuse. (5) Age does not moderate digital service innovation to interest in reuse. The implications of the above results show that there is an indirect relationship between digital service innovation and interest in reuse, which is mediated by service convenience, which can be practically said that the service convenience provided by PT. KAI has been in line with the will of consumers. |