Artikelilmiahs

Menampilkan 44.341-44.360 dari 48.761 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4434147714C1A018067FAKTOR - FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERMINTAAN KREDIT PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM GAPOKTAN GUYUB MAKMUR DI DESA KARANGGUDE KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMASAbstrak
Penelitian ini meneliti tentang pengaruh pendapatan keluarga, jumlah tanggungan keluarga, jangka waktu kredit dan jenis pinjaman terhadap permintaan kredit pada KSP Gapoktan Guyub Makmur di Desa Karanggude Kulon, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh keempat variabel tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan keluarga memiliki pengaruh positif signifikan terhadap permintaan kredit. Jumlah tanggungan keluarga tidak memiliki pengaruh, jangka waktu kredit memiliki pengaruh negatif signifikan, dan jenis pinjaman off-farm terbukti mengakses lebih banyak pinjaman pada KSP Gapoktan Guyub Makmur. Pendapatan keluarga merupakan variabel yang memiliki pengaruh paling besar terhadap permintaan kredit.
Abstract
This study examines the effect of family income, number of family dependents, credit period and type of loan on credit demand at KSP Gapoktan Guyub Makmur in Karanggude Kulon Village, Karanglewas District, Banyumas Regency. The purpose of this study was to analyze the effect from all variables.
The results of this study indicate that family income has a significant positive effect on credit demand. The number of family dependents has no effect on credit demand. The credit period has a significant negative effect on credit demand, and the type of off-farm loan is proven to access more loans at KSP Gapoktan Guyub Makmur. Family income is the variable that has the greatest influence on credit demand.
4434247715J1B020034Lingkup Mikrosistem dan Dampaknya Terhadap Perkembangan Tokoh Tigor dalam Novel Hello Karya Tere LiyePenelitian ini menjelaskan tentang lingkup mikrosistem serta dampak yang ditimbulkan terhadap perkembangan tokoh Tigor dalam novel Hello karya Tere Liye. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini mengungkap terdapat tiga mikrosistem yang membantu perkembangan Tigor, yaitu keluarga, teman sebaya, dan orang-orang di sekitarnya. Keluarganya yaitu kedua orang tua Tigor yang aktif mengingatkan Tigor untuk tahu diri terhadap perbedaan status sosial antara dirinya dan Hesty. Mereka juga melarang Tigor melanjutkan sekolah sebab pemahaman yang berbeda tentang arti sebuah pendidikan. Teman sebaya, yaitu Hesty, membantu Tigor agar dapat melanjutkan sekolahnya dengan cara meminta bantuan pada orang tuanya. Selain itu, Hesty juga berperan aktif membantu Tigor di lingkup sekolah mereka. Terakhir, orang di sekitarnya, yaitu pemilik agen koran yang membantu Tigor untuk dapat membuka bisnisnya sendiri. Berkat bantuannya, Tigor dapat mengembangkan usahanya dengan pesat hingga mandiri secara finansial. This study explains the scope of microsystems and the impact it has on the development of Tigor’s character in the novel Hello by Tere Liye. The method used in this research is descriptive qualitative. The results of this study reveal that there are three microsystems that help Tigor’s development, namely family, peers, and people around him. His family, namely Tigor’s parents, actively reminded Tigor to be aware of the difference in social status between himself and Hesty. They also forbade Tigor from continuing his education because of their different understanding of the meaning of education. His peer, Hesty, helped Tigor to continue his schooling by asking his parents for help. In addition, Hesty also plays an active role in helping Tigor within their school. Finally, the people around him, namely the owner of the newsagent who helped Tigor to be able to open his own business. Thanks to his help, Tigor was able to grow his business rapidly to become financially independent.
4434347716C1C021102Analisis Pengaruh Institutional Ownership, Auditor Switching dan Key Audit Matters Terhadap Audit Delay (Studi pada Perusahaan Sektor Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2022-2023)Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh institutional ownership, auditor switching, dan key audit matters terhadap audit delay pada perusahaan sektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2022-2023. Penelitian dilakukan dengan agency theory sebagai dasarnya. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif yang bersifat asosiatif. Adapun data penelitian merupakan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan yang telah diaudit. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 48 data penelitian dari 29 perusahaan yang diperoleh dengan Teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji outlier, analisis regresi linear berganda, dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa institutional ownership memiliki pengaruh negatif terhadap audit delay, auditor switching tidak memiliki pengaruh positif terhadap audit delay, dan key audit matters tidak memiliki pengaruh negatif terhadap audit delay.This study aims to test and analyze the effect of institutional ownership, auditor switching, and key audit matters on audit delay in property and real estate sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2022-2023. Agency theory is used as the basis for this research. The type of research conducted is quantitative research with an associative method. The research data is secondary data in the form of audited company financial reports. The sample used in this study was 48 research data from 29 companies obtained by purposive sampling technique based on predetermined criteria. The data analysis techniques used are descriptive statistical analysis, classical assumption tests, outlier tests, multiple linear regression analysis, and hypothesis testing. The results of this study prove that institutional ownership has a negative effect on audit delay, auditor switching has no positive effect on audit delay, and key audit matters have no negative effect on audit delay.
4434447717C1L018038PENGARUH LOCUS OF CONTROL, KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN FASILITAS KERJA TERHADAP KINERJA GURU EKONOMI SMA/MA DI KOTA PURWOKERTOPenelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan terkait kinerja guru ekonomi SMA/MA yang belum optimal, dimana sebagian guru tidak mempersiapkan pembelajaran dengan matang, metode pengajaran guru masih monoton. Guru tidak memberikan evaluasi, sehingga siswa tidak mengetahui tingkat pencapaian mereka dalam pembelajaran, dalam hal ini siswa tidak sepenuhnya memahami materi, sehingga kelas menjadi tidak kondusif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda. Populasi pada penelitian ini adalah guru ekonomi SMA/MA Di Kota. Sampel pada penelitian ini sebanyak 32 responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan dengan menggunakan software SPSS (Statistical Program ofr Social Science) menunjukkan bahwa (1) locus of control berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (2) kompetensi pedagogik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (3) fasilitas kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Implikasi dari penelitian ini yaitu guru dapat meningkatkan rasa percaya diri dan lebih berkomitmen dalam mengajar dan mengelola kelas, dengan cara aktif mengikuti pelatihan, seminar, atau pendidikan lanjutan. Diperlukan upaya bersama dari guru, sekolah, dan pembuat kebijakan untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung serta memberikan kesempatan bagi guru untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas pendidikan. This research is motivated by problems related to the performance of SMA / MA economics teachers who are not optimal, where some teachers do not prepare lessons carefully, the teacher's teaching method is still monotonous. Teachers do not provide evaluations, so students do not know their level of achievement in learning, in this case students do not fully understand the material, so the class becomes not conducive. This study uses quantitative descriptive method with multiple linear regression analysis. The population in this study were high school economics teachers in the city. The sample in this study were 32 respondents. Based on the results of research and data analysis that has been done using SPSS (Statistical Program of Social Science) software shows that (1) locus of control has a positive and significant effect on teacher performance (2) pedagogical competence has a positive and significant effect on teacher performance (3) work facilities have a positive and significant effect on teacher performance. The implication of this research is that teachers can increase their self-confidence and be more committed in teaching and managing the classroom, by actively participating in training, seminars, or further education. Joint efforts from teachers, schools, and policy makers are needed to create a supportive work environment and provide opportunities for teachers to continue to develop and improve the quality of education.
4434548508A1D021149Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Rizosfer Padi Sawah sebagai Agen Bioremediasi TimbalPencemaran timbal (Pb) akibat aktivitas industri dan pertanian berdampak negatif terhadap mikroorganisme tanah dan kesehatan manusia. Masalah ini dapat diatasi dengan menggunakan bakteri indigenus. Penelitian ini bertujuan mengkaji populasi bakteri di lahan sawah organik dan konvensional serta mengidentifikasi isolat bakteri indigenus yang resisten terhadap Pb. Sampel diambil dari rizosfer padi, dilanjutkan dengan isolasi, karakterisasi, uji resistensi, uji bioremediasi, dan pengamatan pertumbuhan bakteri. Populasi bakteri yang ditemukan di lahan sawah konvensional mencapai 3,3 × 10⁶ CFU/g, sementara di sawah organik adalah 1,2 × 10⁵ CFU/g. Isolat O5 menunjukkan kemampuan dalam mereduksi kadar timbal (Pb) hingga 87,858%, sedangkan isolat K2 mencapai 79,729%. Temuan ini mengindikasikan bahwa bakteri rizosfer memiliki potensi sebagai agen bioremediasi terhadap pencemaran Pb.Lead (Pb) pollution due to industrial and agricultural activities has a negative impact on soil microorganisms and human health. This problem can be solved by using indigenous bacteria. This study aims to examine bacterial populations in organic and conventional rice fields and identify isolates of indigenous bacteria that are resistant to Pb. Samples were taken from rice rhizospheres, followed by isolation, characterization, resistance tests, bioremediation tests, and observation of bacterial growth. The bacterial population found in conventional rice fields reached 3.3 × 10⁶ CFU/g, while in organic rice fields it was 1.2 × 10⁵ CFU/g. O5 isolate showed the ability to reduce lead (Pb) levels by up to 87.858%, while K2 isolate reached 79.729%. These findings indicate that rhizosphere bacteria have potential as bioremediation agents against Pb pollution.
4434647719J1C018030Pengenalan Sistem Perusahaan Jepang Berbasis Cross Cultural UnderstandingLaporan ini membahas penerapan cross-cultural understanding dalam program magang di Hotel Nidom, Hokkaido, Jepang, yang berlangsung selama 12 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana mahasiswa magang luar negeri, khususnya dari Indonesia, dapat mengembangkan pemahaman lintas budaya yang efektif dalam konteks dunia kerja internasional. Fokus utama dari laporan ini adalah pada pentingnya pengetahuan, kepekaan, sensitivitas, dan kompetensi lintas budaya dalam mendukung kesuksesan para peserta magang dalam beradaptasi dengan lingkungan kerja Jepang yang khas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dengan menguasai model cross-cultural understanding yang meliputi empat elemen utama—pengetahuan, kepekaan, sensitivitas, dan kompetensi lintas budaya—peserta magang dapat lebih mudah menavigasi perbedaan budaya dan meningkatkan kinerja mereka. Selain itu, kemampuan ini terbukti penting dalam membangun hubungan profesional yang harmonis, mengurangi potensi konflik budaya, serta meningkatkan kualitas interaksi antarbudaya di tempat kerja. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa pengembangan cross-cultural competence sangat diperlukan bagi mahasiswa magang internasional untuk mengoptimalkan pengalaman mereka di lingkungan kerja yang multikultural.This report discusses the application of cross-cultural understanding in the internship program at Hotel Nidom, Hokkaido, Japan, which lasted for 12 months. This research aims to explore how overseas internship students, especially from Indonesia, can develop effective cross-cultural understanding in the context of the international world of work. The primary focus of this report is on the importance of cross-cultural knowledge, sensitivity, and competence in supporting interns' success in adapting to the uniquely Japanese work environment. Research findings show that by mastering a cross-cultural understanding model that includes four main elements—knowledge, sensitivity, sensitivity, and cross-cultural competence—interns can more easily navigate cultural differences and improve their performance. In addition, this ability has proven important in building harmonious professional relationships, reducing the potential for cultural conflict, and improving the quality of intercultural interactions in the workplace. The conclusion that can be drawn is that the development of cross-cultural competence is very necessary for international internship students to optimize their experience in a multicultural work environment.
4434747720I1B021047Hubungan Kecerdasan Spiritual dan Strategi Koping dengan Stres Akademik dalam Penyusunan Tugas AKhir Mahasiswa KeperawatanLatar Belakang: Stres akademik sering dialami oleh mahasiswa, terutama saat menyusun tugas akhir. Mahasiswa keperawatan memiliki tingkat stres yang lebih tinggi akibat beban akademik. Strategi koping dan kecerdasan spiritual berperan dalam mengelola stres akademik. Strategi koping adaptif membantu menurunkan stres, sedangkan strategi koping maladaptif berisiko memperburuk stres. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kecerdasan spiritual dan strategi koping dengan stres akademik dalam penyusunan tugas akhir.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari mahasiswa keperawatan tingkat akhir yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur kecerdasan spiritual, strategi koping, dan stres akademik. Analisis data dilakukan dengan regresi logistik untuk melihat hubungan antara variabel independen dan stres akademik.

Hasil Penelitan: Hasil penelitian menunjukkan strategi koping emotional-focused coping memiliki hubungan yang signifikan dengan stres akademik (p= 0,000; OR > 1), sedangkan less useful coping juga menunjukkan hubungan signifikan namun dengan kecenderungan menurunkan stres akademik (p= 0,005; OR < 1). Sementara itu, kecerdasan spiritual tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan stres akademik (p= 0,078; OR= 0,384).

Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan stres akademik, sementara strategi koping berperan dalam mengelola stres. Emotional-focused coping cenderung dikaitkan dengan tingkat stres akademik yang lebih tingg, sedangkan less useful coping justru dikaitkan dengan tingkat stres akademik yang lebih rendah. Hasil ini menunjukkan pentingnya pemilihan strategi koping yang tepat dalam menghadapi tekanan akademik pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir.
Background: Academic stress is often experienced by students, especially when preparing a thesis. Nursing students have higher stress levels due to academic load and clinical practice. Coping strategies and spiritual intelligence play a role in managing academic stress. Adaptive coping strategies help reduce stress, while maladaptive coping strategies risk exacerbating stress. This study aimed to analyze the relationship of spiritual intelligence and coping strategies with academic stress in preparing a thesis.

Methodology: This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of final year nursing students selected using total sampling technique. Data were collected through questionnaires measuring spiritual intelligence, coping strategies, and academic stress. Data was analyzed using logistic regression to see the relationship between the independent variables and academic stress.

Result: The results showed that emotional-focused coping strategy had a significant relationship with academic stress (p = 0.000; OR > 1), while less useful coping also showed a significant relationship but with a tendency to reduce academic stress (p = 0.005; OR < 1). Meanwhile, spiritual intelligence did not have a significant relationship with academic stress (p = 0.078; OR = 0.384).

Conclusion: This study showed that spiritual intelligence had no significant relationship with academic stress, while coping strategies played a role in managing stress. Emotional focused coping tended to be associated with higher levels of academic stress, while less useful coping was associated with lower levels of academic stress. These result indicate the importance of selecting appropriate coping strategies in dealing with academic stress in final year nursing students.
4434847721J1C019030MAKNA VERBA KIRU PADA KANJI 切 DAN 斬 DALAM KALIMAT BAHASA JEPANGPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan makna verba kiru dengan kanji 切 dan 斬 sebagai kanji yang memiliki persamaan cara baca secara kunyomi dan makna dasar yang mirip dalam kalimat bahasa Jepang. Penelitian ini menggunakan teori semantik, makna, kanji, dan kanji verba kiru. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 28 data kalimat bahasa Jepang yang memuat kanji verba kiru dengan rincian 19 data memuat kanji 切 dan 9 data memuat kanji 斬. Kedua kanji verba kiru memiliki persamaan dapat dimaknai dengan makna dasar ‘memotong’ pada konteks memisahkan objek dan dapat digunakan pada konteks yang sama pada konteks melukai objek. Sedangkan, perbedaan dari dua kanji ini adalah kanji 切 lebih spesifik digunakan pada konteks memisahkan objek dan kanji 斬 lebih spesifik digunakan pada konteks melukai objek.This research aims to describe the different meanings of verb kiru with kanji 切 and 斬 as kanji that have similar kunyomi readings and similar basic meanings in Japanese sentences. The theory used is semantics, meaning, kanji, and kanji verb kiru. This type of this research is descriptive qualitative. The results showed that there were 28 Japanese sentence data containing kiru verb kanji with details of 19 data containing 切 kanji and 9 data containing 斬 kanji. Both kiru verb kanji have similarities that can be interpreted with basic meaning of ‘cutting’ in the context of separating objects and can be used in the context of injuring objects. However, the difference both of that kanji is 切 kanji more specifically used in the context of separating objects and 斬 kanji more specifically used in the context of injuring objects.
4434947726I1J021031THE IMPACT OF ANIMATION VIDEO ON KNOWLEDGE OF DISASTER MITIGATION PREPAREDNESS IN STUDENTS WITH DISABILITIES (DEAF)Latar Belakang: Seiring berjalannya waktu, bencana alam akan terus meningkat, sehingga perlu adanya peningkatan kesadaran dan pemahaman terkait bencana alam agar dapat mengurangi risiko bencana alam dimasa yang akan datang. Salah satu upaya untuk mengurangi dampak bencana alam adalah dengan meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesiapsiagaan siswa penyandang disabilitas dalam menghadapi bencana alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian video animasi terhadap pengetahuan tentang kesiapsiagaan mitigasi bencana pada siswa penyandang disabilitas tunarungu.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental menggunakan pre-test dan post-test pada satu kelompok (one-group pretest-posttest design) dengan 40 sampel responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner kesiapsiagaan mitigasi bencana. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan bahwa skor rata-rata pengetahuan siswa meningkat dari 54,87 pada pre-test menjadi 84,25 pada post-test dengan nilai signifikansi p < 0,01. Kesimpulan: Terdapat peningkatan yang signifikan pada nilai rata-rata pengetahuan siswa dari pre-test ke post-test, disertai dengan peningkatan nilai minimum dan maksimum. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan kelompok kontrol dengan metode media pembelajaran yang berbeda.
Background: As time goes by, natural disasters will continue to increase, so there is a need to increase awareness and understanding regarding natural disasters in order to reduce the risk of natural disasters in the future. One effort to reduce the impact of natural disasters is to increase the knowledge, understanding and readiness of students with disabilities in facing natural disasters. This study aims to determine the effectiveness of providing animated videos on knowledge about disaster mitigation readiness in students with deaf disabilities. Method: This research is a quantitative study with a pre-experimental design using pre-test and post-test in one group (one-group pretest-posttest design) with 40 respondent samples. Data were collected through a disaster mitigation preparedness questionnaire. Data analysis was conducted using Paired Sample T-Test.
Result: Statistical test results showed that the average score of students knowledge increased from 54.87 in the pre-test to 84.25 in the post-test with a significance value of p < 0.01. Conclusion: There was a significant increase in the average score of students' knowledge from pre-test to post-test, accompanied by an increase in the minimum and maximum scores. Future research is recommended to involve a control group with different learning methods
4435047753C1A021003ANALISIS SENTRA PRODUKSI KOMODITAS UNGGULAN SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN BANYUMASKabupaten Banyumas memiliki potensi yang besar di sektor pertanian, terutama subsektor tanaman pangan dan hortikultura. Namun, optimalisasi produksi komoditas unggulan masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain alih fungsi lahan pertanian, belum meratanya sarana pendukung, dan terbatasnya infrastruktur pascapanen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas unggulan subsektor tanaman pangan dan hortikultura di Kabupaten Banyumas dan menentukan sentra produksinya dengan menggunakan pendekatan spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode penelitian yang digunakan adalah analisis Location Quotient (LQ) dan Shift Share (SS) untuk menentukan komoditas unggulan, serta analisis Skalogram dan Indeks Sentralitas untuk menentukan kecamatan yang menjadi sentra produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Banyumas memiliki lima komoditas unggulan di subsektor tanaman pangan, yaitu padi, kedelai, ubi kayu, jagung, dan kacang hijau, serta lima komoditas unggulan di subsektor hortikultura, yaitu rambutan, nangka, nangka/cempedak, pisang, mangga, dan salak. Hasil analisis Skalogram dan Indeks Sentralitas menunjukkan bahwa beberapa kecamatan memiliki potensi yang tinggi sebagai sentra produksi, dengan Kecamatan Ajibarang, Wangon, dan Purwokerto Selatan sebagai wilayah utama di subsektor tanaman pangan, dan Kecamatan Sokaraja, Sumpiuh, dan Karanglewas sebagai wilayah utama di subsektor hortikultura. Implementasi SIG dalam analisis spasial memberikan representasi visual mengenai pola sebaran sentra produksi komoditas unggulan, yang dapat digunakan sebagai acuan dalam perumusan kebijakan pembangunan pertanian berbasis kawasan yang berkelanjutan. Kabupaten Banyumas has great potential in the agricultural sector, especially the food crops and horticulture subsectors. However, optimizing the production of leading commodities still faces various challenges, including agricultural land conversion, unequal distribution of supporting facilities, and limited post-harvest infrastructure. This research aims to identify leading commodities in the food crops and horticulture subsectors in Banyumas Regency and determine their production centers using a spatial approach based on Geographic Information Systems (GIS). The research method involved Location Quotient (LQ) and Shift Share (SS) analysis to determine the leading commodities, as well as Scalogram and Centrality Index analysis to identify sub-districts as the main production centers. The results show that Kabupaten Banyumas has five leading commodities in the food crop subsector, namely paddy rice, soybean, cassava, corn, and green beans, and five leading commodities in the horticulture subsector, namely rambutan, jackfruit/cempedak, banana, mango, and salak. The results of the Scalogram and Centrality Index analysis indicate that several sub-districts have high potential as production centers, with Ajibarang, Wangon, and South Purwokerto sub-districts as the main areas in the food crop subsector, and Sokaraja, Sumpiuh, and Karanglewas sub-districts as the main areas in the horticulture subsector. The implementation of GIS in spatial analysis provides a visual representation of the distribution pattern of leading commodity production centers, which can be used as a reference in the formulation of sustainable area-based agricultural development policies.
4435147722I1B021081GAMBARAN DISPOSITION CRITICAL THINKING DALAM
METODE BELAJAR CASE BASED LEARNING (CBL)
PADA MAHASISWA KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Latar Belakang: Disposition critical thinking merupakan kecenderungan yang mendukung pengembangan kemampuan critical thinking yang merupakan salah satu konsep penting dalam bidang keperawatan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa keperawatan memiliki disposition critical thinking yang kurang optimal. Salah satu metode yang dapat mengembangkan disposition critical thinking adalah Case Based Learning (CBL), sebuah metode pembelajaran interaktif yang dapat menstimulasi keterampilan critical thinking. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran disposition critical thinking dalam metode belajar Case Based Learning (CBL) pada mahasiswa keperawatan Unsoed.
Metodologi: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 266 mahasiswa keperawatan Unsoed yang dipilih dengan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Critical Thinking Disposition Scale (CTDS) yang disebarkan dalam bentuk google form dan kemudian diolah menggunakan analisis univariat.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa responden berusia antara 17 hingga 25 tahun, dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan, dan berasal dari angkatan 2023 dan 2024. Sebanyak 159 mahasiswa (59,8%) memiliki disposition critical thinking kategori tinggi, 97 mahasiswa (36,5%) kategori sedang, dan 10 mahasiswa (3,8%) kategori rendah.
Kesimpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas mahasiswa keperawatan Unsoed memiliki disposition critical thinking yang tinggi dengan menggunakan metode Case Based Learning (CBL).
Background: Critical thinking disposition is a tendency that supports the development of critical
thinking skills, which is one of the important concepts in the nursing field. Several studies have
shown that nursing students have a less than optimal critical thinking disposition. One method that
can develop critical thinking disposition is Case Based Learning (CBL), an interactive learning
method that can stimulate critical thinking skills. The purpose of this study was to identify the
description of critical thinking disposition in the Case Based Learning (CBL) learning method for
Unsoed undergraduate nursing students.
Methodology: Quantitative descriptive research with a cross sectional approach, involving 266
Unsoed nursing students selected by stratified random sampling technique. Data were collected
through the Critical Thinking Disposition Scale (CTDS) questionnaire distributed in the form of
google form and then processed using univariate analysis.
Results: The results showed that the respondents were between 17 and 25 years old, with the majority
being female, and came from the class of 2023 and 2024. A total of 159 students (59.8%) have a
critical thinking disposition in the high category, 97 students (36.5%) in the medium category, and 10
students (3.8%) in the low category.
Conclusion: This study shows that the majority of Unsoed nursing students have a high critical
thinking disposition by using the Case Based Learning (CBL) method.
4435247718I1A021098Analisis Spasial dan Faktor yang Berpengaruh Terhadap Hipertensi Usia Produktif di Puskesmas Purwokerto BaratLatar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit utama di berbagai negara, termasuk Indonesia, prevalensi meningkat pada usia produktif. Penelitian ini bertujuan untuk analisis spasial faktor yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi pada usia produktif di wilayah Puskesmas Puwokerto Barat. Faktor yang diteliti jenis kelamin, riwayat keluarga, konsumsi makanan asin, merokok, aktivitas fisik.
Metodologi: Penelitian menggunakan desain studi obervasional analitik dengan pendekatan case control pada 62 responden perbandingan 1:1 yaitu kasus metode simple random sampling, kontrol metode purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan wawancara kuesioner, dianalisis menggunakan uji regresi logistik, serta Sistem Informasi Geografis dengan Nearest Neighbour Analysis.
Hasil Penelitian: Pola persebaran kasus hipertensi pada usia produktif di Wilayah Puskesmas Purwokerto Barat yaitu tersebar (dispersed) nilai indeks NNA sebesar 49650. Variabel yang berpengaruh yaitu riwayat keluarga (p value=0,008; OR=6,730), konsumsi makanan asin (p value=0,014; OR=6,114), dan aktivitas fisik (p value=0,002; OR=7,526). Sedangkan variabel yang tidak berpengaruh yaitu jenis kelamin (p value=0,739) dan merokok (p value=0,718).
Kesimpulan: Faktor paling berpengaruh aktivitas fisik (OR=7,526). Pola persebaran tersebar (dispersed) dengan faktor yang berpengaruh riwayat keluarga, konsumsi makanan asin dan aktivitas fisik. Disarankan masyarakat meningkatkan pola hidup sehat dan puskesmas meningkatkan program pencegahan hipertensi.

Kata Kunci: Hipertensi, Riwayat Keluarga, Konsumsi Makanan Asin, Aktivitas Fisik, Spasial
Background: Hypertension is a major disease in many countries, including Indonesia, with
increasing prevalence at the productive age. This study aims to analyze factors influencing
hypertension in productive-age individuals in the Purwokerto Barat Health Center area. The
factors examined include gender, family history, salty food consumption, smoking, and physical
activity.

Methods: This case-control study involved 62 respondents with data collected through interviews.
Logistic regression and Geographic Information System with Nearest Neighbor Analysis (NNA)
were used for analysis.

Results: The distribution pattern of hypertension cases in productive-age individuals was
dispersed (NNA index: 49650). Family history (p=0.008; OR=6.730), salty food consumption
(p=0.014; OR=6.114), and physical activity (p=0.002; OR=7.526) were significant factors. Gender
(p=0.739) and smoking (p=0.718) had no effect.

Conclusion: Physical activity is the most influential factor (OR=7.526). The distribution pattern of
hypertension is dispersed, with key influencing factors being family history, salty food
consumption, and physical activity. It is recommended that the community improve healthy
lifestyles and health centers increase hypertension prevention programs.
Keywords: Hypertension, Family History, Consumption of Salty Foods, Physical Activity, Spatial
4435347723I1E020010Pengaruh Metode Latihan Plyometric Stair Jump dan Low Hurdle Jump Terhadap Akselerasi Siswa Ekstrakurikuler Atletik SMA Negeri 4 Purwokerto.Latar Belakang: Olahraga atletik khususnya 100 meter merupakan salah satu nomor lari jarak pendek (sprint). Daya ledak otot tungkai mempunyai pengaruh dalam peningkatan kecepatan akselerasi pada lari sprint 100 meter. Jenis latihan plyometric stair jump dan low hurdle jump memiliki karakteristik gerakan yang cepat dan kuat dengan arah kedepan. Hal ini sesuai dengan gerakan saat melakukan akselerasi pada lari sprint 100 meter. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan plyometric stair jump dan low hurdle jump terhadap akselerasi siswa.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan two group pretest posttest design dan pembagian kelompok menggunakan rumus A-B-B-A. penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 siswa laki-laki ekstrakurikuler atletik SMA N 4 Purwokerto.

Hasil Penelitian: Latihan plyometrics stair jump signifikan meningkatkan akselerasi siswa atletik SMA N 4 Purwokerto (sig. 0,043 < 0,05). Latihan plyometrics low hurdle jump signifikan meningkatkan akselerasi siswa atletik SMA N 4 Purwokerto (sig. 0,026 < 0,05). Kemudian tidak terdapat perbedaan peningkatan akselerasi yang signifikan antara latihan plyometric stair jump dan low hurdle jump pada siswa atletik SMA N 4 Purwokerto (sig. 0,896 > 0,05).

Kesimpulan: Latihan plyometrics stair jump berpengaruh terhadap akselerasi siswa ekstrakurikuler atletik SMA N 4 Purwokerto. Latihan plyometrics low hurdle jump berpengaruh terhadap akselerasi siswa ekstrakurikuler atletik SMA N 4 Purwokerto. Tidak terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan antara latihan plyometrics stair jump dan low hurdle jump terhadap akselerasi siswa ekstrakurikuler atletik SMA N 4 Purwokerto.

Background: Athletics, especially 100 meters, is one of the short-distance running (sprint) events. The explosive power of the leg muscles has an influence on increasing acceleration speed in the 100 meter sprint. The types of plyometric stair jump and low hurdle jump exercises have characteristics of fast and strong movements in the forward direction. This is in accordance with the movement when accelerating in the 100 meter sprint. Therefore, this study aims to determine the effect of plyometric stair jump and low hurdle jump exercises on student acceleration.

Methodology: This research uses an experimental method with two group pretest posttest design and group division using the formula A-B-B-A. Sample determination using purposive sampling. The sample in this study consists of 30 extracurricular male students in athletics SMA N 4 Purwokerto. Analisis data pada uji normalitas menggunakan uji Shapiro wilk, uji homogenitas menggunakan uji Levene, uji hipotesis menggunakan uji Paired Sampel T-Test dan Independent Sampel T-Test.

Research Results: Plyometric stair jump training significantly increases the acceleration of athletic students at SMA N 4 Purwokerto (sig. 0.043 < 0.05). Plyometric low hurdle jump training significantly increases the acceleration of athletic students at SMA N 4 Purwokerto (sig. 0.026 < 0.05). There is no significant difference in the increase in acceleration between plyometric stair jump and low hurdle jump training for athletic students at SMA N 4 Purwokerto (sig. 0.896 > 0.05).

Conclusion: Plyometric stair jump exercises have an effect on the acceleration of extracurricular athletics students at SMA N 4 Purwokerto. Plyometric low hurdle jump exercises have an effect on the acceleration of extracurricular athletics students at SMA N 4 Purwokerto. There is no significant difference in the improvement of acceleration between plyometric stair jump and low hurdle jump exercises for extracurricular athletics students at SMA N 4 Purwokerto.

4435447724I1A021030Analisis Implementasi Program Pemberian Tablet Tambah Darah di Wilayah Puskesmas Purwokerto SelatanLatar belakang: Wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Banyumas dengan prevalensi anemia pada ibu hamil tertinggi adalah Puskesmas Purwokerto Selatan. Pemberian TTD telah dilakukan untuk menanggulangi anemia pada ibu hamil, termasuk di Puskesmas Purwokerto Selatan. Namun, cakupan pemberian TTD masih rendah dengan jumlah sebesar 84.8% yang merupakan cakupan terendah ke-2 di Kabupaten Banyumas. Sehingga perlu dilakukan analisis terkait implementasi program pemberian TTD pada ibu hamil di Puskesmas Purwokerto Selatan.
Metodologi: Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Purwokerto Selatan pada bulan Oktober 2024 hingga Januari 2025. Dengan penentuan subyek penelitian menggunakan purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah thematic analysis.
Hasil Penelitian: Program pemberian TTD pada ibu hamil mengalami beberapa kendala. Variasi bentuk media yang digunakan dalam penyaluran informasi terbatas, SDM masih mengalami keterbatasan kapasitas dalam melaksanakan pemantauan dan pengawasan konsumsi TTD pada ibu hamil. Belum terdapat SOP khusus yang menjadi acuan pelaksanaan program. Pencatatan dan pelaporan belum sesuai dengan pedoman pemberian TTD Kemenkes RI.
Kesimpulan: Implementasi program pemberian TDD pada ibu hamil ini belum berhasil karena faktor komunikasi, sumber daya, dan struktur birokrasi masih perlu diperbaiki, antara lain dengan mengkombinasikan beberapa variasi bentuk media yang digunakan dalam penyaluran informasi, dan melaksakan pencatatan dan pelaporan sesuai dengan pedoman pemberian TTD Kemenkes RI.
Background: Purwokerto Selatan is a health center working area in Banyumas Regency with the highest prevalence of anemia in pregnant women. Blood supplementation program has been conducted to overcome anemia in pregnant women, including at Purwokerto Selatan Community Health Center. However, the coverage of blood supplementation program is still low with 84.8% which is the 2nd lowest 4coverage in Banyumas Regency. Therefore, it is necessary to conduct an analysis related to the implementation of the blood supplementation program for pregnant women at Community Health Center Purwokerto Selatan.
Methods: This research was carried out at Purwokerto Selatan Health Center in October 2024 to January 2025. The research subjects were determined using purposive sampling. The data analysis used is thematic analysis.
Results: The blood supplementation program for pregnant women faced several obstacles. The variety of forms of media used in information dissemination is limited, human resources still have limited capacity in carrying out monitoring and supervision of blood supplement tablets consumption in pregnant women. There is no specific SOP that serves as a reference for program implementation. Recording and reporting are not in accordance with the Ministry of Health's blood supplementation guidelines.
Conclution: The implementation of this program has not been successful because the factors of communication, resources, and bureaucratic structure still need to be improved, including by combining several forms of media used in information dissemination, as well as recording and reporting in accordance with the TTD guidelines from the Ministry of Health.
4435547725C1C021072Analisis Pengaruh Faktor Perusahaan dan Faktor Auditor terhadap Voluntary Auditor Switching (Studi terhadap Perusahaan BUMN Non-Keuangan yang Terdaftar di BEI Periode 2020-2023)Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor perusahaan dan faktor auditor terhadap voluntary auditor switching. Faktor perusahaan terdiri dari kepemilikan institusional dan kepemilikan publik, faktor auditor terdiri dari audit fee dan audit delay. Subjek penelitian adalah perusahaan BUMN Nonkeuangan yang terdaftar di BEI periode 2020-2023. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling berdasarkan beberapa kriteria penelitian dengan jumlah sampel 19 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis faktor dan analisis regresi logistik. Berdasarkan hasil analisis faktor, diketahui bahwa variabel yang konsisten dan berkorelasi kuat dalam membentuk masing-masing faktor adalah kepemilikan institusional, kepemilikan publik, audit fee, dan audit delay. Hasil analisis regresi logistik dan uji hipotesis menyatakan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap voluntary auditor switching. Kepemilikan publik, audit fee, dan audit tenure dinyatakan tidak berpengaruh signifikan terhadap voluntary auditor switching.The study aims to determine the influence of company factors and auditor factors on voluntary auditor switching. Company factors consist of institutional ownership and public ownership, while auditor factors include audit fees and audit delays. The research subjects are non-financial state-owned enterprises (BUMN) listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2020-2023 period. The sample selection was conducted using the purposive sampling method based on several research criteria, resulting in a total sample of 19 companies. The data analysis techniques used are factor analysis and logistic regression analysis.Based on the factor analysis results, it was found that the variables that are consistent and strongly correlated in forming each factor are institutional ownership, public ownership, audit fees, and audit delays. The results of logistic regression analysis and hypothesis testing indicate that institutional ownership has a positive influence on voluntary auditor switching. Meanwhile, public ownership, audit fees, and audit tenure do not have a significant impact on voluntary auditor switching.
4435647728I1A021100ANALISIS FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP
PEMANFAATAN POSBINDU PENYAKIT TIDAK MENULAR
(PTM) DI WILAYAH PUSKESMAS
PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS
Latar Belakang: Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyebab utama kematian global.
Posbindu PTM bertujuan untuk mencegah dan mengendalikan PTM, namun pemanfaatannya di
Puskesmas Purwokerto Selatan masih rendah. Rata-rata kunjungannya hanya 2,6% tiap Fosbindu,
jauh di bawah target 100%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang
mempengaruhi pemanfaatan Posbindu PTM di wilayah tersebut.
Metode: Penelitian ini menganalisis pengaruh antara variabel jenis kelamin, tingkat pendidikan,
status pekerjaan, pendapatan, pengetahuan, persepsi individu, ketersediaan fasilitas, akses pelayanan
kesehatan, akses informasi, dukungan kader, dan dukungan keluarga terhadap pemanfaatan
Posbindu PTM di Wilayah Puskesmas Purwokerto Selatan. Desain penelitian yang digunakan
adalah cross-sectional, populasinya yaitu masyarakat usia produktif dengan pengambilan sampel
menggunakan teknik proportional random sampling sebanyak 110 orang. Pengumpulan data dengan
observasi dan wawancara kuesioner. Analisis data penelitian terdiri dari analisis univariat, analisis
bivariat dan analisis multivariat.
Hasil: Variabel yang berpengaruh terhadap pemanfaatan Posbindu PTM di Wilayah Kerja
Puskesmas Purwokerto Selatan adalah akses informasi (p = 0,021; OR = 5,000; CI 95% = 1,268 –
19,714), variabel yang tidak berpengaruh adalah pengetahuan (p = 0,498; OR = 1,534; CI 95% =
0,444 – 5,298), persepsi individu (p = 0,279; OR = 2,000; CI 95% = 0,570 – 7,019), akses pelayanan
kesehatan (p = 0,325; OR = 3,111; CI 95% = 0,325 – 29,812), dukungan kader (p = 0,112; OR =
5,811; CI 95% = 0,662 – 51,020), dan dukungan keluarga ( p = 0,929; OR = 0,940; CI 95% = 0,245
– 3,613).
Kesimpulan: Akses informasi merupakan faktor yang berpengaruh terhadap pemanfaatan Posbindu
PTM di Wilayah Puskesmas Purwokerto Selatan.
Kata Kunci: Penyakit Tidak Menular, Posbindu, Pemanfaatan Posbindu
Background: Non-Communicable Diseases (NCDs) are a major global cause of death. Posbindu
PTM aims to prevent and control NCDs, but its utilization in the Purwokerto Selatan Community
Health Center area remains low, with an average annual visit rate of only 2.6% for each Posbindu,
far below the target achievement of 100%. This study aimed to determine the factors affecting the
utilization of Posbindu PTM in the Purwokerto Selatan area.
Methods: This study analyzes the relationship between gender, education level, employment status,
income, knowledge, individual perception, availability of facilities, access to healthcare services,
access to information, support from health cadres, and family support with the utilization of
Posbindu PTM in the Purwokerto Selatan Community Health Center area. The research design used
is cross-sectional, with a population of productive-age individuals and a sample of 110 respondents
selected using proportional random sampling. Data collection was conducted through observation
and questionnaire interviews. Data analysis consisted of univariate, bivariate, and multivariate
analyses
Results: The variable significantly affecting the utilization of Posbindu PTM was access to
information (p = 0.021; OR = 5.000; 95% CI = 1.268–19.714). Meanwhile, variables that did not
significantly influence utilization included knowledge (p = 0.498; OR = 1.534; 95% CI = 0.444–
5.298), individual perception (p = 0.279; OR = 2.000; 95% CI = 0.570–7.019), access to healthcare
services (p = 0.325; OR = 3.111; 95% CI = 0.325–29.812), support from health cadres (p = 0.112;
OR = 5.811; 95% CI = 0.662–51.020), and family support (p = 0.929; OR = 0.940; 95% CI = 0.245–
3.613).
Conclusion: Access to information is the key factor affecting the utilization of Posbindu PTM in
the Purwokerto Selatan Community Health Center area.
Keywords: Non-Communicable Diseases, Posbindu, Utilization of Posbindu
4435747729I1A021045Analisis Faktor yang Memengaruhi Komplikasi pada Penderita Hipertensi Peserta Prolanis di Puskesmas Purwokerto Utara 2 Kabupaten Banyumas Latar Belakang : Komplikasi yang disebabkan oleh hipertensi menjadi penyebab kematian keempat di Indonesia sebanyak 427,218 jiwa di tahun 2018. Jenis penyakit komplikasi antara lain diabetes melitus, jantung, stroke, PPOK dan gagal ginjal. Pemerintah melakukan upaya melalui program prolanis, tetapi komplikasi dipengaruhi oleh banyak faktor yang belum diketahui sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor yang memengaruhi komplikasi pada penderita hipertensi.
Metode : Penelitian ini menggunakan studi kuantitatif dengan pendekatan kasus kontrol yang dilakukan di Puskesmas Purwokerto Utara 2. Sampel penelitian sebanyak 186 dengan perbandingan 1:1 dari kelompok kasus dan kontrol. Pengambilan sampel menggunakan total sampling untuk kasus dan purposive sampling untuk kontrol dan dilakukan matching berdasarkan usia dan jenis kelamin. Variabel yang diteliti yaitu lama menderita hipertensi, kestabilan tekanan darah, kepatuhan minum obat, merokok, riwayat keluarga, aktivitas fisik, pola makan, keteraturan kunjungan prolanis, dan dukungan keluarga. Analisis penelitian meliputi analisis univariat, analisis bivariat, dan analisis multivariat untuk mengetahui pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen.
Hasil Penelitian : Faktor yang berpengaruh dengan komplikasi hipertensi yaitu lama menderita hipertensi (p = 0,000, OR = 4,631), kepatuhan minum obat (p = 0,036, OR = 0,454), aktivitas fisik (p = 0,004, OR = 0,250), dan pola makan (p = 0,001, OR = 0,291). Sedangkan faktor yang tidak berpengaruh yaitu kestabilan tekanan darah, merokok, riwayat keluarga, keteraturan kunjungan prolanis, dan dukungan keluarga.
Kesimpulan : Variabel yang paling berpengaruh terhadap komplikasi pada penderita hipertensi yaitu lama menderita hipertensi.
Kata Kunci : Komplikasi, Hipertensi, Prolanis
Background : Complications caused by hypertension are the cause of death in Indonesia with
427,218 people in 2018. Types of complicated diseases include diabetes melitus, heart disease,
stroke, COPD, and kidney failure. The goverment is making efforts through the prolanis program,
but complications are influenced by many unknown factors so research is needed to find out the
factors that influence complications in hypertension sufferers.
Methods : Quantitative study research using a case-control approach at the North Purwokerto
Community Health Center 2. The research sample was 186 with a 1:1 ratio of case and control
groups. Sampling used total sampling for cases and purposive sampling for controls and matching
was carried out based on age and gender. The variables studies were duration of suffering from
hypertension, blood pressure stability, compliance with taking medication, smoking, family history,
physical activity, diet, regularity of prolanis visits, and family support. Research analysis includes
univariate analysis, bivariate analysis, and multivariate analysis.
Results : Factors that influence complications of hypertension are the duration of suffering from
hypertension (p = 0,000, OR = 4,631), compliance with taking medication (p = 0,036, OR = 0,454),
physical activity (p = 0,004, OR = 0,250), and diet (p = 0,001, OR = 0,291). Meanwhile factors that
have no influence are blood pressure stability, smoking, family hustory, regularity of prolanist visits,
and family support.
Conclusion : The variable that most influences complications in hypertension sufferes is the leght
of time they suffer from hypertension.
Keywords : Complications, hypertension, prolanis
4435847730I1C018090AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL
ASETAT JAMUR K6B SIMBION NUDIBRANCHIA
TERHADAP Mycobacterium smegmatis
Latar belakang : Mycobacterium smegmatis merupakan bakteri yang termasuk dalam genus Mycobacterium dan dapat menyebabkan infeksi pada manusia. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan resistensi bakteri terhadap antibiotik telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius. Oleh karena itu, perlu dicari alternatif baru untuk mengobati infeksi bakteri ini. Jamur simbion Nudibranchia diketahui memiliki potensi sebagai agen antibakteri, namun belum banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri jamur ini terhadap M. smegmatis.
Metodologi : Penelitian ini menggunakan desain eksperimental yang meliputi proses isolasi jamur, identifikasi morfologi dengan pengamatan secara makroskopis dan mikroskopis, fermentasi jamur pada media padat beras selama 21 hari, kemudian diekstraksi dengan EtOAc menggunakan shaker incubator dan diuapkan. Selanjutnya, diuji aktivitas antibakterinya terhadap M. smegmatis dan dilakukan skrining fitokimia untuk mengetahui kandungan metabolit sekundernya.
Hasil : Hasil identifikasi morfologi dari jamur K6B simbion Nudibranchia termasuk genus Penicilium. Ekstrak EtOAc jamur ini mampu menghambat pertumbuhan bakteri M. smegmatis dengan nilai zona hambat sebesar 11,4 ± 0,36 mm yang termasuk kategori kuat. Meskipun zona hambat jamur ini masih lebih rendah dibandingkan streptomisin sulfat pada konsentrasi yang sama (1%). Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak EtOAc jamur ini mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan fenol.
Kesimpulan : Jamur Penicilium sp. K6B yang berasosiasi dengan nudibranchia mengandung beberapa metabolit aktif yang berpotensi sebagai antibakteri terhadap M. smegmatis.
Background: Mycobacterium smegmatis is a bacterium belonging to the genus Mycobacterium and can cause infections in humans. Inappropriate use of antibiotics and bacterial resistance to antibiotics have become serious public health problems. Therefore, it is necessary to find new alternatives to treat this bacterial infection. Nudibranchia symbiont fungi are known to have potential as antibacterial agents, but not much research has been done to determine the antibacterial activity of this fungus against M. smegmatis.
Methodology: This study used an experimental design that included the process of fungal isolation, morphological identification with macroscopic and microscopic observations, fungal fermentation on solid rice media for 21 days, then extracted with EtOAc using a shaker incubator and evaporated. Furthermore, its antibacterial activity was tested against M. smegmatis and phytochemical screening was carried out to determine its secondary metabolite content.
Results: The results of morphological identification of the K6B fungus symbiont Nudibranchia belong to the genus Penicilium. The EtOAc extract of this fungus is able to inhibit the growth of M. smegmatis bacteria with an inhibition zone value of 11.4 ± 0.36 mm which is included in the strong category. Although the inhibition zone of this fungus is still lower than streptomycin sulfate at the same concentration (1%). The results of phytochemical screening showed that the EtOAc extract of this fungus contains alkaloid, flavonoid, and phenol compounds. Conclusion: Penicilium sp. K6B fungus associated with nudibranchia contains several active metabolites that have the potential to be antibacterial against M. smegmatis.
4435947731G1A020015PENGARUH KEMOTERAPI NEOADJUVANT SIKLUS PERTAMA REGIMEN PACLITAXEL-CARBOPLATIN TERHADAP JUMLAH LEUKOSIT PADA PASIEN KANKER SERVIKS STADIUM IIB-IIIB DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO TAHUN 2022-2023Latar Belakang: Kanker serviks uteri merupakan pertumbuhan abnormal sel yang terjadi pada bagian bawah rahim yang tersusun atas stroma dan epitel yang terhubung dengan vagina. Terdapat 36.964 kasus kanker serviks uteri pada tahun 2022 di Indonesia dan jumlahnya diperkirakan akan terus meningkat hingga 41.775 kasus di tahun 2030. Salah satu tatalaksana medikamentosa yang dapat diberikan adalah kemoterapi dengan regimen Paclitaxel-Carboplatin. Namun penggunaan regimen ini juga dapat menimbulkan efek samping berupa penurunan Jumlah leukosit dalam darah.
Tujuan: Untuk mengetahui apakah terdapat perubahan Jumlah leukosit setelah menjalani kemoterapi neoadjuvant siklus I dengan regimen paclitaxel-carboplatin pada pasien kanker serviks stadium IIB-IIIB di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 59 responden dengan metode total sampling. Pengaruh kemoterapi neoadjuvant siklus I dengan regimen paclitaxel-carboplatin terhadap Jumlah leukosit pada pasien kanker serviks stadium IIB-IIIB dinilai berdasarkan hasil rekam medis.
Hasil: Terdapat penurunan Jumlah leukosit pada pasien kanker serviks stadium IIB-IIIB setelah menjalani kemoterapi siklus I dengan regimen paclitaxel-carboplatin, dengan rerata penrunan sebesar 3505 sel/µL. Hasil uji paired simple t-test menunjukkan terdapat perbedaan nilai yang signifikan antara Jumlah leukosit sebelum dan setelah menjalani kemoterapi siklus I dengan regimen paclitaxel-carboplatin pada pasien kanker serviks stadium IIB-IIIB dengan p-value <0,01.
Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan rerata Jumlah leukosit sebelum dan sesudah kemoterapi neoadjuvant siklus I dengan regimen paclitaxel-carboplatin terhadap Jumlah leukosit pada pasien kanker serviks stadium IIB-IIIB di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
Background: Cervical cancer is an abnormal growth of cells that occurs in the lower part of the uterus, composed of stroma and epithelium connected to the vagina. In Indonesia there were 36,964 cases of cervical cancer in 2022 and this number is expected to rise to 41,775 cases by 2030. One of the pharmacological treatments that can be administered is chemotherapy with the Paclitaxel-Carboplatin regimen. However, the use of this regimen may also cause side effects, including a reduction in leukocyte levels in the blood.
Objective: To assess changes in leukocyte levels following first cycle of neoadjuvant chemotherapy with the paclitaxel-carboplatin regimen in patients with stage IIB-IIIB cervical cancer at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital
Methods: This study is an observational analytical study with a cross-sectional approach. The sample in this study consists of 59 respondents, selected using the total sampling method. The effect first cycle of neoadjuvant chemotherapy with the paclitaxel-carboplatin regimen on leukocyte levels in patients with stage IIB-IIIB cervical cancer was assessed based on medical record data.
Results: There was a decrease in leukocytes with an average of 3505 cells/µL in patients with stage IIB-IIIB cervical cancer after undergoing first cycle of chemotherapy with the paclitaxel-carboplatin regimen. The results of the paired samples t-test showed a significant difference in leukocyte levels before and after first cycle of neoadjuvant chemotherapy with the paclitaxel-carboplatin regimen in patients with stage IIB-IIIB cervical cancer, with a p-value of <0.01.
Conclusion: There is a significant difference in the mean leukocyte levels before and after cycle I of neoadjuvant chemotherapy with the paclitaxel-carboplatin regimen in patients with stage IIB-IIIB cervical cancer at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital.
4436047732I2B023006PENGARUH BANTAL MIRING KANAN KIRI DENGAN ALARM “BAMIRIKAL” TERHADAP PENURUNAN RISIKO LUKA DEKUBITUS PASIEN IMOBILISASI DI RUANG ICU
RSUD AJIBARANG
ABSTRAK
Latar Belakang: Luka dekubitus sering terjadi sebagai komplikasi yang umum pada pasien imobilisasi yang dirawat di ruang ICU. Salah satu cara untuk mencegah luka dekubitus adalah perubahan posisi miring pasien. Kepatuhan terhadap protokol perubahan posisi pasien masih rendah, sehingga diperlukan alat bantu Bamirikal, bantal miring kanan-kiri dengan alarm, untuk meningkatkan efisiensi pencegahan luka dekubitus.
Metode: Penelitian ini diawali membuat alat Bamirikal melalui Research and Development (RnD) dengan model Prototype. Efektifitas penggunaan alat ini diteliti dengan desain true-experimental pendekatan randomized control group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah pasien imobilisasi di ruang ICU RSUD Ajibarang yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi menggunakan bantal Bamirikal, sedangkan kelompok kontrol menjalani protokol perubahan posisi standar. Risiko luka dekubitus diukur menggunakan Skala Braden dan Lembar Observasi PUSH sebelum dan setelah intervensi selama empat hari berturut-turut.
Hasil: Prototype Bamirikal telah memenuhi uji expert, uji validitas, uji realibilitas alat dan uji USE dengan nilai I-CVI = 1,00 (valid), Intraclass Correlation Coefficient (ICC)= 0,805 (baik) dan skor uji USE = 95,2% (layak). Bamirikal terbukti dapat menurunkan risiko luka dekubitus secara signifikan pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol dengan p < 0,0125 (koreksi Bonferroni). Rata-rata skor Skala Braden meningkat lebih signifikan pada kelompok intervensi, menunjukkan efektivitas Bamirikal dalam menurunkan risiko luka dekubitus.
Kesimpulan: Prototype bantal Bamirikal terbukti memiliki kualitas yang valid, baik dan layak digunakan. Penggunaan bantal Bamirikal efektif dalam menurunkan risiko luka dekubitus pada pasien imobilisasi di ruang ICU RSUD Ajibarang.

ABSTRACT

Background: Pressure ulcers are a common complication among immobilized patients in the Intensive Care Unit (ICU). One of the key strategies to prevent pressure ulcers is lateral repositioning of patients. However, adherence to patient repositioning protocols remains low, necessitating the development of Bamirikal, a right-left tilting pillow with an integrated alarm system, to enhance the efficiency of pressure ulcer prevention.
Methods: This study began with the development of the Bamirikal device through a Research and Development (RnD) approach using a prototype model. The effectiveness of this device was evaluated using a true-experimental design with a randomized control group pretest-posttest approach. The study subjects consisted of immobilized patients in the ICU of RSUD Ajibarang, divided into intervention and control groups. The intervention group utilized the Bamirikal pillow, while the control group followed the standard repositioning protocol. The risk of pressure ulcers was assessed using the Braden Scale and PUSH Observation Sheet before and after the intervention over four consecutive days.
Results: The Bamirikal prototype successfully passed expert validation, instrument validity testing, reliability testing, and usability evaluation, with an I-CVI score of 1.00 (valid), an Intraclass Correlation Coefficient (ICC) of 0.805 (good), and a USE test score of 95.2% (acceptable). The Bamirikal device significantly reduced the risk of pressure ulcers in the intervention group compared to the control group p < 0.0125 (Bonferroni correction). Additionally, the average Braden Scale score increased significantly in the intervention group, further demonstrating the effectiveness of Bamirikal in reducing the risk of pressure ulcers.
Conclusion: The Bamirikal pillow prototype has been proven to be valid, high-quality, and suitable for use. The use of the Bamirikal pillow is effective in reducing the risk of pressure ulcers among immobilized patients in the ICU of RSUD Ajibarang.