Artikelilmiahs

Menampilkan 44.361-44.380 dari 48.761 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4436147733C1H021030How Content Marketing Influence Purchase Decision in Local Coffee Shops Through Customer Engagement as a Mediating Variable (Study on Local Coffee Shops in Purwokerto Area)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran mediasi Costumer Engagement pada pengaruh Content Marketing terhadap Purchase Decision. Dalam penelitian ini, sampel yang digunakan sebanyak 118 responden yang merupakan pelanggan coffee shops lokal di Purwokerto. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif dan metode pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan teknik Regresi Linier Sederhana yang diolah dengan software IBM SPSS 24, diperoleh hasil bahwa: (1) Content marketing berpengaruh positif signifikan terhadap Purchasinhg Decision; (2) Content marketing berpengaruh positif signifikan terhadap customer engagement; (3) Customer engagement berpengaruh positif signifikan terhadap Purchasinhg Decision; (4) Customer engagement memediasi hubungan antara content marketing dan Purchasinhg Decision. Berdasarkan hasil tersebut, kedai kopi di Purwokerto perlu memperhatikan pemasaran konten yang efisien dan inklusif melalui media sosial. Pemasaran konten yang dilakukan harus melalui media sosial yang relevan dan populer digunakan oleh masyarakat seperti Instagram dan Tik-Tok agar kedai kopi dapat meningkatkan customer engagement secara optimal yang akan berdampak pada peningkatan keputusan pembelian sehingga omzet kedai kopi dapat meningkat dengan baik.This study aims to analyze the mediating role of Customer Engagement in the influence of Content Marketing on Purchase Decisions. In this study, the sample used was 118 respondents who were customers of local coffee shops in Purwokerto. This research is a type of survey research with a quantitative approach and the sampling method uses non-probability sampling with a purposive sampling technique. Based on the results of research conducted using Simple Linear Regression techniques processed with IBM SPSS 24 software, the results showed that: (1) Content marketing has a significant positive effect on purchasing decisions; (2) Content marketing has a significant positive effect on customer engagement; (3) Customer engagement has a significant positive effect on purchasing decisions; (4) Customer engagement mediates the relationship between content marketing and purchasing decisions. Based on these results, coffee shops in Purwokerto need to pay attention to efficient and inclusive content marketing through social media. Content marketing carried out must be done through social media that is relevant and popularly used by the public such as Instagram and Tik-Tok so that coffee shops can optimally increase customer engagement which will have an impact on increasing purchasing decisions so that coffee shops' turnover can increase properly.
4436247734C1A021093PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHA TANI MELON PADA MEDIA TANAM HIDROPONIK NFT DAN MEDIA TANAM COCOPEAT DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena perubahan iklim yang menjadi ancaman bagi keberlanjutan budidaya melon. Inovasi dalam sistem pertanian sangat dibutuhkan untuk dapat meningkatkan kualitas hasil panen dan menunjang kesejahteraan petani melon. Penggunaan teknologi rumah kaca di bidang pertanian memiliki beberapa keunggulan, seperti pengendalian lingkungan yang tepat, produktivitas hingga sepuluh kali lipat lebih tinggi, perlindungan tanaman dari hama, penyakit, dan cuaca ekstrim, panen sepanjang tahun, dan mengurangi kebutuhan pestisida kimia. Biaya investasi yang relatif tinggi serta pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk memanfaatkan teknologi ini secara efisien adalah dua kendala terbesar. Selain itu, terdapat variasi hasil produksi dan pendapatan dari media tanam NFT dan Cocopeat yang diteliti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan hasil produksi dan pendapatan bersih petani melon pada media tanam Cocopeat dan NFT di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan data primer dengan teknik pengumpulan data berupa penyebaran kuesioner dan wawancara kepada petani melon dengan alat analisis Mann Whitney U Test. Hasil penelitian ini berdasarkan Uji Mann Whitney U Test. menyatakan bahwa terdapat perbedaan produksi dan pendapatan bersih petani melon pada media tanam Cocopeat di Desa Karangtengah dan NFT di Desa Banteran.This research is based on the phenomenon of climate change that poses a threat to sustainability in melon cultivation. Innovation in the agricultural system is needed to be able to improve the quality of crop yields and support the welfare of melon farmers. The use of greenhouse technology in agriculture has several advantages, such as proper environmental control, up to ten times higher productivity, plant protection from pests, diseases, and extreme weather, year-round crop harvesting, and reduced need for chemical pesticides. The relatively high investment cost and the knowledge and skills required to utilize this technology efficiently are two of the biggest constraints. In addition, there are variations in production yields and income from the NFT and Cocopeat growing media studied. The purpose of this study was to determine the comparison of production and net income of melon farmers on Cocopeat and NFT growing media in Banyumas Regency. This study uses primary data with data collection techniques in the form of distributing questionnaires and interviews to melon farmers with the Mann Whitney U Test analysis tool. The results of this study are based on the Mann Whitney U Test. states that there are differences in production and net income of melon farmers on Cocopeat planting media in Karangtengah Village and NFT in Banteran Village.
4436347754C1C018005EFEKTIVITAS PENGGUNAAN SISTEM PEMBAYARAN QUICK RESPONSE CODE INDONESIAN STANDARD (QRIS) DAN KEPUASAN PELANGGAN PADA UMKM DI KOTA LAMA BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan efektivitas dari penggunaan sistem pembayaran Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) pada pelaku usaha UMKM serta dampaknya terhadap kepuasan pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kota Lama Banyumas khususnya pada daerah yang terdampak oleh program revitalisasi kota. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi, wawancara serta dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data atau kesimpulan yang selanjutnya menguji keabsahan data dengan teknik triangulasi sumber.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan QRIS pada pelaku UMKM dapat dikatakan efektif melihat dari 6 indikator yang digunakan yaitu Kualitas Sistem, Kualitas Informasi, Kualitas Pelayanan, Pengguna, Kepuasan Pelanggan dan Keuntungan Bersih. Penggunaan QRIS dinilai memudahkan dan meningkatkan kepuasan pelanggan walaupun tidak terlalu berdampak pada peningkatan penjualan. Kepuasan pelanggan dapat dikatakan baik melihat dari faktor Kemudahan Penggunaan, Tingkat Keamanan, Kualitas Pelayanan dan Kecepatan Bertransaksi.
This study aims to analyse the effectiveness of QRIS implementation in Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) and its impact on customer satisfaction. This research employs a qualitative approach with a descriptive analysis method. The study was conducted in the Kota Lama Banyumas area, particularly in regions affected by the city revitalization program. Informants were selected using a purposive sampling technique. Data collection was carried out through observations, interviews and documentation, followed by data reduction, data presentation and conclusion drawing. The validity of the data was ensured through source triangulation techniques.
The findings indicate that QRIS adoption among MSME operators can be considered effective based on six key indicators: System Quality, Information Quality, Service Quality, Users, Customer Satisfaction and Net Profit. While QRIS facilitates transactions and enhances customer satisfaction, its impact on increasing sales remains minimal. Customer satisfaction is positively influenced by four main factors: Ease of Use, Security Level, Service Quality and Transaction Speed.
4436447736I1A019045GENERASI BEBAS STUNTING (GBS): KAJIAN PEMBERDAYAAN RELAWAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI INDONESIALatar Belakang: Prevalensi stunting di Indonesia masih tinggi di angka 21,5% pada tahun 2022. Prevalensi stunting yang tinggi di Indonesia berdampak pada status kesehatan, produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi. Perlu adanya upaya intervensi gizi sensitif dengan pemberdayaan komunitas untuk mempercepat penurunan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pemberdayaan relawan pada program Generasi Bebas Stunting (GBS) sebagai upaya pencegahan stunting di Indonesia.
Metodologi: Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomologi di Kantor Indorelawan secara daring pada September 2024 – November 2024. Subyek penelitian terdiri atas 5 informan utama yaitu relawan aktif GBS serta 4 informan pendukung yaitu 3 kader posyandu dan 1 pengelola GBS, penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling, Analisis data kualitatif menggunakan analisis tematik melalui aplikasi NVivo 12.
Hasil Penelitian: Hasil menunjukkan bahwa aspek kemitraan relawan berupa pemberian pelatihan dapat meningkatkan keterampilan relawan, mengkondisikan program aman dan tanpa diskriminasi, serta mendukung relawan berkontribusi. Sementara pada aspek kontribusi relawan meliputi relawan memiliki kemampuan, memperoleh pelatihan, mengembangkan diri, dan memiliki ketertarikan melanjutkan keterlibatan dalam upaya pencegahan stunting.
Kesimpulan: Aspek kemitraan relawan oleh GBS dan aspek kontribusi relawan yang berperan dalam pemberdayaan relawan terjadi pada program GBS.
Background: As of 2022, the prevalence of stunting in Indonesia remains high at 21,5%. This issue significantly affects health, productivity, and economic growth. To address this, empowering communities are necessary to accelerate the reduction of stunting rates. This study aims to examine how volunteer empowerment within the Generasi Bebas Stunting (GBS) contributes to the stunting prevention in Indonesia.
Methodology: A qualitative phenomenological design was conducted in Indorelawan through online, from September 2024 to November 2024 with subject consisted of 5 main informants and 4 supporting informants obtained using purposive sampling. Qualitative data were analyzed thematically using NVivo 12 software.
Result: The results show that the volunteer partnership aspect in the form of providing training can improve volunteer skill, ensure the program safe and non-discriminatory, and also encourages volunteers to make meaningful contributions. Additionally, the volunteers contribution aspect includes volunteers having the skills, receiving training, developing themselves, and having an interest in remaining involved in stunting prevention.
Conclusion: The volunteer partnership by GBS and the volunteer contribution aspect reflect forms of volunteer empowerment within the program, playing a crucial role in stunting prevention in Indonesia.
4436547737I1B021051Gambaran Kesejahteraan Psikologis Pada Lansia di Desa BanteranLatar Belakang: Perubahan fungsi organ pada lansia dapat menghambat interaksi dengan lingkungan dan memengaruhi kesejahteraan psikologis. Lingkungan yang baik membantu lansia menerima diri, sedangkan lingkungan buruk dapat memicu depresi, stres, dan kesepian. Rasa terabaikan dari keluarga juga dapat memperburuk kondisi psikologis lansia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kesejahteraan psikologis lansia di Desa Banteran.

Metodologi: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan 95 lansia di Desa Banteran dengan menggunakan simple random sampling. Data diperoleh melalui pengisian kuesioner Psychological Well-Being kemudian diolah menggunakan analisis univariat, dengan menggunakan medan dan nilai minimum-maksimum.

Hasil Penelitian: Responden penelitian ini lansia berusia antara 60-73 tahun, dengan Jenis kelamin paling dominan adalah perempuan (65,3%). Didapatkan hasil bahwa kesejahteraan psikologis pada lansia di Desa Banteran dengan kesejahteraan psikologis rendah sebanyak 44 lansia (46,3%), sedang sebanyak 30 lansia (31%), dan tinggi sebanyak 21 lansia (22,1%).

Kesimpulan: Mayoritas responden memiliki kesejahteraan psikologis yang rendah. Oleh karena itu, lansia memerlukan dukungan sosial oleh lingkungan sekitar guna meningkatkan kesejahteraan lansia tersebut.
Background: Changes in organ function in the elderly can hinder interaction with the environment and affect psychological well-being. A supportive environment helps the elderly accept themselves, while a poor environment can trigger depression, stress, and loneliness. Feeling neglected by family can also worsen their psychological condition. This study aimed to identify the psychological well- being of the elderly in Banteran Village.
Methodology: This was a descriptive quantitative study with a cross-sectional approach, involving 95 elderly individuals from Banteran Village using simple random sampling. Data were collected through the Psychological Well-Being questionnaire and analyzed using univariate analysis, incorporating the median and minimum-maximum values..
Results: The respondents in this study were elderly individuals aged between 60-73 years, with the most dominant gender being female (65.3%). The results showed that the psychological well-being of the elderly in Banteran Village was low in 44 elderly individuals (46.3%), moderate in 30 elderly individuals (31%), and high in 21 elderly individuals (22.1%).
Conclusion: The majority of respondents have low psychological well-being. Therefore, the elderly need social support from their surroundings to improve their well-being.
4436639625H1D020076PENERAPAN CRON JOB DALAM APLIKASI SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN DAN LAYANAN INTERNAL SEAQIL (SIKLIS) (STUDI KASUS: SEAMEO QITEP IN LANGUAGE)SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) merupakan sebuah pusat regional bahasa yang berpusat di daerah Jakarta Selatan. Sebelumnya proses administrasi dan presensi pegawai di kantor SEAQIL masih dilakukan secara manual. Hal ini berpotensi menyebabkan ketidakakuratan dalam pendataan absensi dan pencatatan administrasi perusahaan. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem informasi kepegawaian yang dapat berjalan dengan baik di berbagai kondisi. Penelitian ini akan membandingkan dua kerangka kerja atau framework yaitu, Laravel dan Adonis JS denga menggunakan tools Apache Jmeter dan Lighthouse. Pengujian akan dilakukan dengan cara mengirimkan HTTP request ke API yang telah diimplementasikan dan menggunakan 5 skenario pengujian dengan penambahan jumlah threads dari 100 hingga 500 dengan ramp-up periode selama 5 detik. Berdasarkan hasil penelitian, aplikasi yang menggunakan framework Adonis JS lebih unggul dari semua aspek dengan perbedaan yang cukup signifikan dibandingkan dengan Laravel. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata response time, error rate, dan throughput dari framework Adonis JS masing-masing sebesar 9,7 detik, 0%, dan, 12,06 request per second. Sedangkan Laravel memiliki rata-rata response time, error rate, dan throughput masing masing sebesar 122,1 detik, 14,31%, dan 1,24 request per second. Selain itu, Adonis JS juga unggul dalam skor pengujian Lighthouse dengan memiliki rata-rata skor sebesar 95, sedangkan rata-rata skor Laravel hanya sebesar 85,5. Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa framework Adonis JS memiliki performa yang lebih baik untuk aplikasi berbasis website dibandingkan dengan framework Laravel.SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) is a regional language center based in South Jakarta. Previously, administrative processes and employee attendance at the SEAQIL office were still conducted manually. This posed a potential risk of inaccuracies in attendance data and company administrative records. Therefore, an employee information system is needed that can operate effectively across various user device specifications. This research compares two frameworks, Laravel and Adonis JS, using Apache JMeter and Lighthouse tools. Testing is conducted by sending HTTP requests to the implemented API and employing five testing scenarios with an increasing number of threads, ranging from 100 to 500, with a ramp-up period of 5 seconds to evaluate the average response time, error rate, and throughput for both frameworks. Based on the research findings, applications using the Adonis JS framework outperformed in all aspects with significantly better results compared to Laravel. The test results indicated that the average response time, error rate, and throughput for the Adonis JS framework were 9.7 seconds, 0%, and 12.06 requests per second, respectively. In contrast, Laravel demonstrated an average response time, error rate, and throughput of 122.1 seconds, 14.31%, and 1.24 requests per second, respectively. Additionally, Adonis JS excelled in Lighthouse testing scores, achieving an average score of 95, while Laravel only scored an average of 85.5. Based on the overall results, it can be concluded that the Adonis JS framework offers superior performance for web-based applications compared to the Laravel framework.
4436747738I1B021020Hubungan Harga Diri dengan Nomophobia pada Mahasiswa Jurusan S-1 Keperawatan Universitas Jenderal SoedirmanLatar Belakang: Harga diri merupakan kepedulian individu terhadap penilaian diri sesuai dengan ideal diri. Ideal diri yang tercapai dapat menciptakan perasaan berharga, sehingga individu dengan penilaian diri yang buruk cenderung akan mencari pengakuan dari orang lain khususnya pada mahasiswa. Smartphone merupakan salah satu kesempatan besar untuk terhubung dan mendapatkan pengakuan atas dirinya. Keinginan individu dalam mencari pengakuan ini dapat meningkatkan penggunaan smartphone yang berlebihan sehingga rentan terhadap nomophobia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan harga diri dengan nomophobia pada Mahasiswa Jurusan S-1 Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman.

Metodologi: Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian kuantitatif analitik korelasional dengan studi cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik propotionate stratified random sampling dengan partisipan penelitian berjumlah 191 mahasiswa. Instrumen penelitian berupa kuesioner NMPQ dan RSES yang menggunakan skala likert. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman.

Hasil Penelitian: Karakteristik partisipan keseluruhan ada pada rentang 18-20 tahun dan mayoritas berjenis kelamin perempuan, dengan durasi penggunaa smartphone paling banyak selama 5-10 jam, serta didominasi oleh angkatan 2023. Mayoritas partisipan memiliki harga diri tinggi sebanyak 97 (50,8%), harga diri rendah sebanyak 94 (49,2%). Mayoritas partisipan memiliki tingkat nomophobia sedang sebanyak 153 (80,1%), nomophobia berat sebanyak 29 (15,2%), dan nomophobia ringan sebanyak 9 (4,7%). Hasil analisis uji Spearman didapatkan nilai p=0,006 (p value <0,05) dan r=-0,199 sehingga Ho ditolak. Terdapat hubungan negatif antara harga diri dengan nomophobia pada mahasiswa Jurusan S-1 Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman

Kesimpulan: Semakin tinggi harga diri seseorang, semakin rendah untuk mengalami nomophobia. Sebaliknya, semakin rendah harga diri, semakin tinggi nomophobia yang dialami.
Background: Self-esteem is an individual's self-assessment based on their ideal self. Achieving an ideal self fosters a sense of worth, while individuals with low self-esteem tend to seek validation from others. University students are particularly vulnerable to this, and smartphones provide an easy way to connect and gain recognition. This excessive need for validation can lead to increased smartphone use, making individuals more susceptible to nomophobia. This study aims to analyze the relationship between self-esteem and n omophobia among undergraduate nursing students at Jenderal Soedirman University.
Methodology: This study used a quantitative analytical correlational design with a cross-sectional approach. The sample was selected using proportionate stratified random sampling, with a total of 191 participants. Data were collected using a Likert-scale questionnaire, and bivariate analysis was conducted using the Spearman test.
Results: Participants were predominantly female, aged 18-20 years, with most using smartphones for 5-10 hours daily. The majority had high self-esteem (50,8%), followed by low (49.2%) self-esteem. Regarding nomophobia, most participants experienced moderate (80.1%), severe (15.2%), and mild (4.7%) levels. Spearman test results showed a p-value of 0.006 (p < 0.05) and a correlation coefficient of -0.199, indicating a significant negative relationship between self-esteem and nomophobia. There was a negative correlation between self-esteem and nomophobia among undergraduate nursing students at Jenderal Soedirman University
Conclusion: The higher a person's self-esteem, the lower the likelihood of experiencing nomophobia. Conversely, the lower the self-esteem, the higher the likelihood of experiencing nomophobia.
4436847837C1C021103PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, LEVERAGE,
DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP MANAJEMEN LABA
(STUDI KASUS PERUSAHAAN CONSUMER GOODS YANG TERDAFTAR DI
BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PADA TAHUN 2022-2023)
Penelitian ini mengeksplorasi Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Leverage, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Manajemen Laba (Studi pada Perusahaan Consumer Goods yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2022 – 2023). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepemilikan manajerial, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap manajemen laba. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor consumer goods yang terdaftar di BEI pada kurun waktu tahun 2022-2023. Selama periode tersebut, total populasi penelitian ini mencapai 128 perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling sebagai pendekatan dalam pemilihan sampel. Penelitian ini didasarkan pada teori keagenan yang menjelaskan hubungan antara kepemilikan manajerial, leverage, ukuran perusahaan, dan manajemen laba. Konsep manajemen laba dalam konteks teori keagenan menjelaskan bahwa praktik ini dipengaruhi oleh adanya konflik kepentingan antara manajemen (agent) dan pemilik (principal). Konflik ini muncul ketika kedua pihak berusaha untuk mencapai atau mempertahankan tingkat kekayaan yang mereka inginkan. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kepemilikan manajerial, leverage, dan ukuran perusahaan, sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah manajemen laba. Hipotesi s pada penelitian ini adalah: (1) Kepemilikan manajerial berpengaruh negatif terhadap manajemen laba, (2) Leverage berpengaruh positif terhadap manajemen laba, dan (3) Ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap manajemen laba. Data sekunder yang digunakan mencakup laporan keuangan, dan laporan tahunan yang diperoleh dari website BEI dan website resmi perusahaan consumer goods, dari 64 perusahaan yang dipilih melalui metode purposive sampling. Teknik analisis data meliputi analisis statistik deskriptif, analisis regresi linear berganda, uji asumsi klasik, uji goodness of fit, uji koefisien determinasi, serta pengujian hipotesis. Dalam mengolah data, peneliti menerapkan analisis data secara kuantitatif kausal dengan memanfaatkan software IBM SPSS versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial tidak memiliki pengaruh terhadap manajemen laba. Hal ini menunjukkan bahwa kepemilikan saham oleh manajemen tidak mampu menyatukan kepentingan manajemen dengan investor, karena manajemen yang juga bertindak sebagai investor belum dapat mengendalikan perusahaan sepenuhnya. Saham yang dimiliki manajer memiliki pengaruh yang terbatas dalam pengambilan keputusan, terutama karena persentase kepemilikan saham manajerial pada perusahaan yang kecil di perusahaan. Akibatnya, manajer cenderung mengelola laba berdasarkan sudut pandang investor, bukan sebagai pemilik saham.
Hasil penelitian juga menunjukan bahwa leverage perusahaan tidak memengaruhi manajemen laba secara. Hal ini disebabkan karena perusahaan tidak mengandalkan utang untuk membiayai aset, sehingga manajemen laba tidak diperlukan sebagai strategi untuk menghindari risiko pembayaran kewajiban. Meskipun ada risiko terkait dengan tingkat utang yang tinggi, dimana perusahaan mungkin menghadapi ancaman ketidakmampuan membayar kewajiban, manajemen laba tidak digunakan sebagai strategi untuk menghindari risiko tersebut. Hasil yang berbeda ditunjukan ukuran perusahaan yang memiliki pengaruh terhadap manajemen laba. Perusahaan besar biasanya memiliki sistem pengendalian internal yang lebih baik dan pengawasan lebih ketat dari pemangku kepentingan eksternal, seperti investor dan regulator. Hal ini membatasi ruang gerak manajemen untuk melakukan praktik manajemen laba. Sistem pengendalian internal yang kuat pada perusahaan besar memastikan kepatuhan terhadap kebijakan operasional dan keuangan, sementara perhatian dari investor dan regulator membantu mengawasi praktik akuntansi. Dengan demikian, perusahaan besar cenderung lebih transparan dan akuntabel dibandingkan perusahaan kecil. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya meningkatkan transparansi pelaporan keuangan, terutama bagi perusahaan besar yang memiliki tanggung jawab lebih besar terhadap pemangku kepentingan. Pengawasan eksternal, seperti audit independen, juga perlu diperkuat untuk menjaga integritas laporan keuangan. Selain itu, perusahaan kecil dan menengah dapat belajar dari praktik tata kelola perusahaan besar untuk meningkatkan akuntabilitas dan mencegah manipulasi laporan keuangan.
Hasil penelitian ini juga menyoroti pentingnya tata kelola perusahaan yang efektif, terutama dalam mengelola struktur kepemilikan manajerial dan leverage. Manajemen harus menjaga struktur keuangan yang sehat untuk memastikan stabilitas tanpa menciptakan insentif manipulasi. Temuan ini juga menggarisbawahi pentingnya tata kelola yang ketat seiring dengan pertumbuhan perusahaan, guna menciptakan lingkungan bisnis yang transparan dan terpercaya.
This study explores the Effect of Managerial Ownership, Leverage, and Company Size on Earnings Management (Study on Consumer Goods Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2022 - 2023). The purpose of this study was to determine the effect of managerial ownership, leverage, and company size on earnings management. The population used in this study are consumer goods sector companies listed on the IDX in the period 2022-2023. During this period, the total population of this study reached 128 companies. This study uses purposive sampling method as an approach in sample selection.
This research is based on agency theory which explains the relationship between managerial ownership, leverage, firm size, and earnings management. The concept of earnings management in the context of agency theory explains that this practice is influenced by the conflict of interest between management (agent) and owners (principal). This conflict arises when both parties strive to achieve or maintain their desired level of wealth. The independent variables in this study are managerial ownership, leverage, and company size, while the dependent variable in this study is earnings management.
The hypotheses in this study are: (1) Managerial ownership has a negative effect on earnings management, (2) Leverage has a positive effect on earnings management, and (3) Company size has a negative effect on earnings management.
The secondary data used includes financial reports, and annual reports obtained from the IDX website and the official website of consumer goods companies, from 64 companies selected through purposive sampling method. Data analysis techniques include descriptive statistical analysis, multiple linear regression analysis, classical assumption test, goodness of fit test, determination coefficient test, and hypothesis testing. In processing data, researchers apply causal quantitative data analysis by utilizing IBM SPSS software version 30.
The results showed that managerial ownership has no effect on earnings management. This shows that share ownership by management is not able to unite the interests of management with investors, because management who also acts as an investor cannot fully control the company. The shares owned by managers have limited influence in decision making, mainly due to the small percentage of managerial share ownership in the company. As a result, managers tend to manage earnings based on the point of view of investors, not as shareholders.
The results also show that corporate leverage does not affect earnings management. This is because companies do not rely on debt to finance assets, so earnings management is not needed as a strategy to avoid the risk of paying liabilities. Although there are risks associated with high debt levels, where the company may face the threat of inability to pay obligations, earnings management is not used as a strategy to avoid these risks.
Different results are shown by company size which has an influence on earnings management. Large companies usually have better internal control systems and tighter supervision from external stakeholders, such as investors and regulators. This limits management's room for maneuver to practice earnings management. A strong internal control system in large companies ensures compliance with operational and financial policies, while attention from investors and regulators helps oversee accounting practices. Thus, large companies tend to be more transparent and accountable than small companies.
The implication of this study is the importance of improving financial reporting transparency, especially for large companies that have greater responsibilities to stakeholders. External oversight, such as independent audits, also needs to be strengthened to maintain the integrity of financial statements. In addition, small and medium-sized companies can learn from the governance practices of large companies to improve accountability and prevent financial statement manipulation.
The results of this study also highlight the importance of effective corporate governance, especially in managing managerial ownership structure and leverage. Management should maintain a healthy financial structure to ensure stability without creating incentives for manipulation. The findings also underscore the importance of strict governance as the company grows, in order to create a transparent and trustworthy business environment.
4436947739I1B021023PENGARUH KOMBINASI TERAPI MUSIK KLASIK DENGAN TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI PRIMER DI DESA BANTERANLatar Belakang: Hipertensi adalah kondisi dimana tekanan di dalam pembuluh darah terlalu tinggi ditandai dengan meningkatnya tekanan darah sistolik >140 mmHg dan peningkatan tekanan darah diastolik >90 mmHg. Musik klasik bermanfaat mengurangi ketegangan otot, menurunkan stres dan menciptakan suasana rileks. Rendam kaki air hangat berdampak pada pembuluh darah dimana hangatnya air membuat sirkulasi darah menjadi lancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi terapi musik klasik dengan terapi rendam kaki air hangat terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi primer di Desa Banteran.
Metodologi: Desain penelitian ini menggunakan quasy eksperiment dengan pretest-posttest control group design. Besar sampel 40 responden. Teknik sampling menggunakan consecutive sampling. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon dan Uji Mann Whitney.
Hasil Penelitian: Terdapat pengaruh kombinasi terapi musik klasik dengan terapi rendam kaki air hangat terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi primer di Desa Banteran dengan p value sebesar 0,001 < α (0,05).
Kesimpulan: Kombinasi terapi musik klasik dengan terapi rendam kaki air hangat mampu dijadikan sebagai terapi alternatif masyarakat untuk menurunkan tekanan darah.
Background: Hypertension is a condition where the pressure in the blood vessels is too high, characterized by an increase in systolic blood pressure >140 mmHg and an increase in diastolic blood pressure >90 mmHg. Classical music reduces muscle tension, reduces stress and creates a relaxed atmosphere. Soaking feet in warm water has an impact on blood vessels where the warm air makes blood circulation smooth. This study aims to determine the effect of a combination of classical music therapy with warm water foot soak therapy on blood pressure in patients with primary hypertension in Banteran Village.
Methodology: This study design used a quasi-experimental with a pretest-posttest control group design. The sample size was 40 respondents. The sampling technique used consecutive sampling. Data analysis used the Wilcoxon Test and the Mann Whitney Test.
Results: There is an effect of a combination of classical music therapy with warm water foot soak therapy on blood pressure in patients with primary hypertension in Banteran Village with a p value of 0.001 <α (0.05).
Conclusion: The combination of classical music therapy with warm water foot soak therapy can be used as an alternative therapy for the community to lower blood pressure.
4437047740J1B020056ABREVIASI PADA KOLOM KOMENTAR MEDIA SOSIAL X DI AKUN AUTOBASE (KAJIAN MORFOSEMANTIK)Penelitian berjudul Abreviasi Pada Kolom Komentar Media Sosial X di Akun Autobase dilakukan untuk mengetahui pola pembentukan dan makna kontekstual abreviasi pada kolom komentar media sosial X di akun autobase. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa huruf, kata, frasa, atau kalimat yang mengandung abreviasi pada kolom komentar autobase. Sumber data penelitian ini adalah komentar pada lima akun autobase dengan periode waktu Januari s.d. Juni 2024. Metode pengunpulan data yang digunakan adalah metode simak, teknik dasar sadap, dan teknik lanjutan dengan metode cakap dan catat. Metode analisis data penelitian ini adalah metode padan intralingual. Hasil dari penelitian ini berupa abreviasi berbentuk singkatan, akronim, kontraksi, penggalan, dan lambang huruf yang terdiri dari bentuk abreviasi bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan campuran beberapa bahasa. Abreviasi yang ditemukan pada kolom komentar autobase berdasarkan konteksnya yang memiliki mengalami perubahan dan makna yang tidak mengalami perubahan. Abreviasi yang ditemukan dalam kolom komentar akun-akun autobase merupakan istilah umum dan khusus.The research entitled Abbreviations in Social Media X Comment Columns on Autobase Accounts was conducted to find out the formation patterns and contextual meanings of abbreviations in social media X comment columns on autobase accounts. The research uses a qualitative descriptive approach. The data in this study are letters, words, phrases, or sentences containing abbreviations in the autobase comment column. The data source of this research is comments on five autobase accounts with a time period of January to June 2024. The data collection method used is the observation method, the basic technique of tapping, and the advanced technique with the method of speaking and recording. The data analysis method of this research is the intralingual identity method. The results of this research are abbreviations in the form of abbreviations, acronyms, contractions, fragments, and letter symbols consisting of abbreviations in English, Indonesian, and a mixture of several languages. The abbreviations found in the autobase comments column are based on the context which has changed and the meaning which has not changed. The abbreviations found in the comments of autobase accounts are general and specific terms.
4437147741C1A020100PENGARUH JUMLAH UNIT USAHA, PDRB, INFLASI, DAN UPAH MINIMUM TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI INDUSTRI MIKRO DAN KECIL DI JAWA TENGAH SELAMA PANDEMI COVID-19Pembangunan ekonomi seringkali dikaitkan dengan industrialisasi. Pandemi COVID-19 telah menyebabkan dampak yang signifikan terhadap sektor industri, terutama pada industri mikro dan kecil. Industri mikro dan kecil merupakan industri yang penting karena perannya dalam menyerap tenaga kerja dalam upaya mengatasi pengangguran di Indonesia. Provinsi Jawa Tengah memiliki jumlah industri mikro dan kecil terbesar di Indonesia, namun penyerapan tenaga kerjanya mengalami fluktuasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari jumlah unit usaha, PDRB, Inflasi, Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), dan Pandemi COVID-19 sebagai variabel dummy terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Industri Mikro dan Kecil di Provinsi Jawa Tengah. Jenis penelitian yang dilakukan pada penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Data didapatkan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dari tahun 2018-2022 pada 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi data panel. Teknik pengolahan data panel dalam penelitian ini menggunakan software Eviews 12. Hasil menunjukkan bahwa variabel jumlah unit usaha memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, Inflasi memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap tenaga kerja. Sedangkan variabel PDRB, upah minimum, dan COVID-19 tidak mempengaruhi penyerapan tenaga kerja. Implikasi dari penelitian ini yaitu meningkatnya jumlah unit usaha dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja di Provinsi Jawa Tengah, sehingga dalam hal ini, pemerintah perlu mendukung perkembangan dari unit usaha dengan memberikan akses kredit yang lebih mudah sehingga perusahaan dapat tumbuh lebih besar dan menyerap tenaga kerja lebih banyak.Economic development is often associated with industrialization. The COVID-19 pandemic has had a significant impact on the industrial sector, especially micro and small industries. Micro and small industry is an important industry because of its role in absorbing labor in an effort to overcome unemployment in Indonesia. Central Java Province have the largest number of Micro and Small Industries in Indonesia, meanwhile there is a fluctuation in the labor absorption. This research aims to determine the influence of the number of business units, GRDP, Inflation, Regency/City Minimum Wage (UMK), and the COVID-19 Pandemic as dummy variables on Micro and Small Industries in Central Java Province. The type of research carried out in this research is quantitative research using secondary data. Data was obtained from the Central Statistics Agency (BPS) from 2018 – 2022 in 35 districts/cities in Central Java Province. The research method used is panel data regression analysis. The panel data processing technique in this research uses Eviews 12 software. The results show that the variables number of business units have a positive and significant influence on labor absorption. Inflation have a significant but negative effect on labor absorption. Meanwhile GRDP, minimum wage, and COVID-19 variables do not affect labor absorption. The implication of the results of this study is that the increasing number of business units can increase labor absorption in Central Java Province. So in this case, the government needs to support for the growth of the business units with easier access for credits for people, therefore business can grow even more and absorb more labor.
4437247742I2B023027PENGARUH EDUKASI DENGAN APLIKASI SERENITY TERHADAP SKOR KECEMASAN PASIEN STROKE ISKEMIK DI RSUD AJIBARANGLatar Belakang: Stroke iskemik sering menyebabkan kecacatan dan kecemasan, yang berdampak negatif pada pemulihan dan kualitas hidup. Edukasi dapat menurunkan kecemasan, tetapi metode konvensional kurang efektif. Aplikasi SERENITY, berbasis digital dan wearable device, dikembangkan untuk meningkatkan edukasi dan rehabilitasi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi dengan aplikasi SERENITY terhadap skor kecemasan pasien stroke iskemik di RSUD Ajibarang
Metode: Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah pengembangan SERENITY dengan metode R&D dan pendekatan prototyping, diuji oleh empat pakar dan 10 responden kecil. Tahap kedua adalah uji klinis dengan desain quasi-experimental pre-test post-test with control group, melibatkan 52 pasien stroke iskemik. Kelompok intervensi menerima edukasi melalui SERENITY, sedangkan kelompok kontrol mendapat edukasi standar. Kecemasan diukur menggunakan Geriatric Anxiety Inventory (GAI) sebelum dan sesudah intervensi, dianalisis dengan paired t-test, Wilcoxon Signed-Rank Test, dan Mann-Whitney U Test.
Hasil: SERENITY memiliki validitas tinggi (I-CVI = 1,00) dan reliabilitas baik (ICC = 0,812). Uji useability menunjukkan aplikasi sangat layak digunakan. Uji klinis menunjukkan edukasi dengan SERENITY secara signifikan menurunkan kecemasan. Rata-rata skor kecemasan kelompok intervensi menurun dari 9,85±1,994 menjadi 3,12±1,366 (p < 0,001), jauh lebih besar dibandingkan kelompok kontrol (0,73 ± 1,151).
Kesimpulan: SERENITY lebih efektif dalam menurunkan skor kecemasan pasien stroke iskemik dibandingkan edukasi konvensional. Teknologi digital dapat menjadi strategi edukasi untuk meningkatkan pemahaman dan manajemen kecemasan pasca stroke.
Background: Ischemic stroke often causes disability and anxiety, negatively impacting recovery and quality of life. Education can reduce anxiety, but conventional methods are less effective. The SERENITY application, a digital and wearable device-based tool, was developed to enhance patient education and rehabilitation. This study aims to determine the effect of education using the SERENITY application on anxiety scores in ischemic stroke patients at RSUD Ajibarang.
Methods: The study was conducted in two stages. The first stage involved developing SERENITY using the Research and Development (R&D) method with a prototyping approach, tested by four experts and 10 small group respondents. The second stage was a clinical trial using a quasi-experimental pre-test post-test with a control group design, involving 52 ischemic stroke patients. The intervention group received education via SERENITY, while the control group received standard hospital education. Anxiety was measured using the Geriatric Anxiety Inventory (GAI) before and after the intervention, analysed using paired t-test, Wilcoxon Signed-Rank Test, and Mann-Whitney U Test.
Results: SERENITY demonstrated high validity (I-CVI = 1.00) and good reliability (ICC = 0.812). Usability testing showed the application was highly feasible. Clinical trials indicated that education using SERENITY significantly reduced anxiety. The mean anxiety score in the intervention group decreased from 9.85±1.994 to 3.12±1.366 (p < 0.001), a much greater reduction than in the control group (0.73±1.151).
Conclusion: SERENITY is more effective in reducing anxiety in ischemic stroke patients compared to conventional education. Digital technology can serve as an educational strategy to enhance patient understanding and anxiety management post-stroke.
4437347743I2B023019PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA BELAJAR LEARNSCOPE TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, KETERAMPILAN
DAN SELF-EFFICACY MAHASISWA MELAKUKAN
AUSKULTASI SUARA JANTUNG PARU
Latar Belakang: Mengenali dan membedakan kelainan bunyi jantung dan paru perlu upaya belajar dengan sungguh-sungguh. Saat ini belum tersedia alat stetoskop yang dapat digunakan untuk merekam sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pembelajaran mahasiswa terkait kelainan suara auskultasi jantung dan paru, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta self-efficacy mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan desain learnscope sebagai media belajar terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan self-efficacy mahasiswa melakukan auskultasi jantung paru..
Metode: Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan dua tahap. Tahap pertama adalah pengembangan prototipe hardware dan software learnscope dengan model ADDIE. Tahap kedua menggunakan desain quasi-experimental pre-post control group design. Sampel sebanyak 64 mahasiswa dipilih menggunakan purposive sampling yang terbagi atas 2 kelompok, yaitu intervensi dan kontrol. Penelitian dilakukan selama 4 minggu. Data dianalisis menggunakan uji parametrik dan non parametrik.
Hasil: Hasil dari analisis data didapatkan ( > 0.05) pada variabel pengetahuan, keterampilan auskultasi jantung paru, dan self-efficacy mahasiswa keperawatan pada kelompok kontrol dan intervensi.
Kesimpulan: Tidak ada perbedaan bermakna pengetahuan, keterampilan auskultasi jantung paru, dan self-efficacy mahasiswa keperawatan baik yang menggunakan media belajar dengan learnscope maupun stetoskop akustik.
Background: The recognition and differentiation of cardiac and pulmonary murmurs requires serious learning efforts. Currently, there is no stethoscope tool that can be used for recording as an effort to improve students' learning related to heart and lung auscultation sound abnormalities, so it is expected to improve students' knowledge, skills and self-efficacy. The aim of this study was to develop a learnscope design as a learning medium to improve students' knowledge, skills and self-efficacy in performing heart and lung auscultation.
Methods: This study used the research and development (R&D) method with two stages. The first stage is the development of hardware and software prototypes of the learnscope using the ADDIE model. The second stage used a quasi-experimental pre-post control group design. A sample of 64 students was selected using purposive sampling and divided into 2 groups, intervention and control. The research was conducted over a period of 4 weeks. Data were analysed using parametric and non-parametric tests.
Results: The results of data analysis obtained (> 0.05) on the variables of knowledge, cardiopulmonary auscultation skills and self-efficacy of nursing students in the control and intervention groups.
Conclusion: There is no significant difference in knowledge, cardiopulmonary auscultation skills and self-efficacy of nursing students who use learning media with learnscope or acoustic stethoscope.
4437447744I2B023005Efektifitas Aplikasi ELMINDA terhadap Kemudahan dan Kecepatan Monitoring Status Nutrisi BBLREFEKTIFITAS APLIKASI ELMINDA TERHADAP KEMUDAHAN DAN
KECEPATAN MONITORING STATUS NUTRISI BAYI BERAT LAHIR
RENDAH
Dwi Uji Kurniasih¹, Dian Ramawati², Iwan Purnawan²
¹Mahasiswa Magister Keperawatan, Universitas Jenderal Soedirman
²Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal
Soedirman
ABSTRAK
Latar Belakang : Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) memiliki risiko tinggi terhadap
gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Monitoring status nutrisi menjadi
langkah penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Namun, sistem
monitoring manual yang masih digunakan saat ini memiliki berbagai kendala,
seperti keterlambatan pencatatan dan akses data yang terbatas. Penelitian ini
bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi efektivitas aplikasi ELMINDA
dalam meningkatkan kemudahan dan kecepatan monitoring status nutrisi BBLR.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan
pendekatan two-group posttest design only. Pengembangan aplikasi dilakukan
dengan model Software Development Life Cycle (SDLC) dan diuji dalam dua tahap:
validasi ahli menggunakan Content Validity Index (CVI) dan uji pengguna
menggunakan USE Questionnaire. Efektivitas aplikasi diukur berdasarkan
kemudahan dan kecepatan monitoring dibandingkan dengan metode manual.
Analisis data dilakukan menggunakan uji t independen untuk membandingkan
perbedaan rerata antara kelompok intervensi dan kontrol.
Hasil : Penggunaan aplikasi ELMINDA secara signifikan meningkatkan kecepatan
dan kemudahan monitoring status nutrisi BBLR dibandingkan metode manual (p <
0,05). Perawat yang menggunakan aplikasi ini melaporkan peningkatan efisiensi
kerja dan akses data yang lebih baik.
Kesimpulan : Aplikasi ELMINDA efektif dalam meningkatkan kemudahan dan
kecepatan monitoring status nutrisi BBLR. Implementasi aplikasi ini diharapkan
dapat mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan neonatal.
Kata kunci: BBLR, monitoring nutrisi, aplikasi ELMINDA, efektivitas, quasi
experimental, uji t independen.
EFFECTIVENESS OF THE ELMINDA APPLICATION ON THE EASE AND SPEED OF MONITORING THE NUTRITIONAL STATUS OF LOW BIRTH WEIGHT INFANTS
Dwi Uji Kurniasih¹, Dian Ramawati², Iwan Purnawan²
¹Master of Nursing Student, Jenderal Soedirman University
²Department of Nursing, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University
ABSTRACT
Background: Low Birth Weight Infants (LBWI) are at high risk of growth and developmental disorders. Monitoring nutritional status is a crucial step in preventing further complications. However, the current manual monitoring system faces several challenges, such as delayed recording and limited access to data. This study aims to develop and evaluate the effectiveness of the ELMINDA application in improving the ease and speed of monitoring the nutritional status of LBWI.
Methods: This study employed a quasi-experimental design with a two-group posttest design only approach. The application was developed using the Software Development Life Cycle (SDLC) model and tested in two phases: expert validation using the Content Validity Index (CVI) and user testing using the USE Questionnaire. The effectiveness of the application was assessed based on the ease and speed of monitoring compared to the manual method. Data analysis was conducted using the independent t-test to compare the mean differences between the intervention and control groups.
Results: The use of the ELMINDA application significantly improved the speed and ease of monitoring the nutritional status of LBWI compared to the manual method (p < 0.05). Nurses using this application reported increased work efficiency and better access to data.
Conclusion: The ELMINDA application is effective in enhancing the ease and speed of monitoring the nutritional status of LBWI. The implementation of this application is expected to support improvements in the quality of neonatal healthcare services.
Keywords: LBWI, nutritional monitoring, ELMINDA application, effectiveness, quasi-experimental, independent t-test.
4437547746I2A023002Evaluasi Kebijakan Open Defecation Free Di Kabupaten Pangaandaran Tahun 2024 Abstrak
EVALUASI KEBIJAKAN OPEN DEFECATION FREE (ODF)
DI KABUPATEN PANGANDARAN TAHUN 2024

1Anisah 2Budi Aji, 3Arih Diyaning Intiasari
1,2,3 Program Studi Ilmu- ilmu Kesehatan Masyarakat Jurusan Kesehatan Masyarakat
Fakultas Ilmu- Ilmu Kesehatan
Universitas Jenderal Soedirman

Latar Belakang : sanitasi merupakan salah satu usaha yang sangat mendasar bagi terwujudnya lingkungan yang sehat. Hal ini sesuai dengan salah satu target penting Bappenas (2023) dari Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu Open Defecation Free (ODF). Kabupaten Pangandaran tahun 2023 seluruh desa sudah terverifikasi Open Defecation Free (ODF). Dari hasil pengawasan diketahui kondisi ODF setelah satu tahun berjalan ternyata ada dua desa yang masyarakatnya kembali ke kebiasaan semula yaitu desa Harumandala dan desa Kertajaya.
Tujuan Penelitian : untuk mengevaluasi kebijakan Open Defecation Free (ODF) di kabupaten Pangandaran tahun 2024.
Metode : penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus, pengambilan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi terhadap informan yang telah ditentukan. Analisis data dengan cara mendeskripsikan hasil penelitian yang berhubungan dengan STBM.
Hasil : peneliti menemukan bahwa sanitarian sudah mengikuti pelatiham STBM. Namun masih kekurangan SDM pada pelaksanaan pemicuan. Dana untuk STBM berasal dari Dana ADD dan dana BOK. Tidak semua Informan mengetahui pedoman yang digunakan dalam pelaksanaan STBM. Sarana transportasi menggunakan milik sendiri. Perencanaan STBM dilaksanakan setiap tahun dengan melibatkan stakeholder terkait. Puskesmas Cigugur tidak dibentuk pengorganisasian STBM. Sosialisasi dilaksanakan dengan cara pemicuan dan penyuluhan. Puskesmas melakukan pengawasan langsung dan pengawasan tidak langsung dengan melibatkan stakeholder terkait. Output membuat komitmen bersama untuk tujuan Desa ODF. Pendanaan menjadi masalah terbesar untuk pencapaian Desa ODF.
Kesimpulan : terdapat hambatan dalam upaya perubahan perilaku yaitu faktor pendanaan yang kurang mendukung, sehingga masyarakat kesulitan untuk melakukan perubahan.

Kata Kunci : evaluasi, kebijakan, Desa Open Defecation Free (ODF)
Abstrak
EVALUATION OF OPEN DEFECATION FREE (ODF) POLICY
IN PANGANDARAN REGENCY IN 2024

1Anisah 2Budi Aji, 3Arih Diyaning Intiasari
1,2,3 Public Health Sciences Study Program Department of Public Health
Faculty of Health Sciences
Universitas Jenderal Soedirman

Background: sanitation is one of the most basic efforts to realize a healthy environment. This is in accordance with one of the important targets of Bappenas (2023) from the Sustainable Development Goals (SDGs), namely Open Defecation Free (ODF). In Pangandaran Regency in 2023, all villages have been verified as Open Defecation Free (ODF). From the results of the monitoring, it is known that the ODF condition after one year has been running, it turns out that there are two villages whose people have returned to their original habits, namely Harumandala Village and Kertajaya Village. Research Objective: to evaluate the Open Defecation Free (ODF) policy in Pangandaran Regency in 2024. Method: the study used qualitative with a case study approach, data collection by means of observation, interviews and documentation of predetermined informants.
Results: the researcher found that sanitarians had participated in STBM training. However, there is still a lack of human resources in the implementation of triggering. Funds for STBM come from ADD funds and BOK funds. Not all informants know the guidelines used in the implementation of STBM. Transportation facilities use their own. STBM planning is carried out every year by involving relevant stakeholders. Cigugur Health Center did not form an STBM organization. Socialization is carried out by means of triggering and counseling. The Health Center carries out direct supervision and indirect supervision by involving relevant stakeholders. Output makes a joint commitment to the goals of the ODF Village. Funding is the biggest problem for achieving the ODF Village.
Conclusion: there are obstacles in efforts to change behavior, namely the lack of supportive funding factors, so that the community has difficulty making changes.
Keywords: evaluation, policy, Open Defecation Free (ODF) Village
4437647748C1C021013PENGARUH PENGUNGKAPAN LAPORAN ENVIRONMENTAL, SOCIAL, GOVERNANCE DAN EFISIENSI INVESTASI TERHADAP NILAI PERUSAHAAN
(Studi Empiris pada Industri Perbankan yang Terdaftar di BEI Tahun 2021- 2023)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengungkapan laporan Environmental, Social, Governance (ESG) dan efisiensi investasi terhadap nilai perusahaan pada industri perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2023. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel, penelitian ini mengambil sampel 37 bank dengan total 111 observasi. Pengukuran pengungkapan ESG menggunakan indeks GRI 2021, efisiensi investasi diukur dengan model Biddle, dan nilai perusahaan menggunakan Tobin's Q. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan ESG beserta komponennya (lingkungan, sosial, dan tata kelola) tidak berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Sebaliknya, efisiensi investasi menunjukkan pengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun pengungkapan ESG belum menjadi faktor utama dalam valuasi perbankan Indonesia, efisiensi dalam alokasi sumber daya tetap menjadi pertimbangan penting bagi
investor. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang peran pengungkapan ESG dan efisiensi investasi dalam konteks pasar modal Indonesia, khususnya sektor perbankan.
This study aims to analyze the impact of Environmental, Social, Governance (ESG) report disclosure and investment efficiency on firm value in the banking industry listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2021-2023. Using a quantitative approach with panel data regression analysis, this study sampled 37 banks with a total of 111 observations. The measurement of ESG disclosure uses the GRI 2021 index, investment efficiency is measured using the Biddle model, and firm value is measured using Tobin's Q. The research results show that ESG disclosure along with its components (environmental, social, and governance) does not have a positive effect on the company's value. On the contrary, investment efficiency shows a positive impact on the company's value. These findings indicate that although ESG disclosure has not yet become a major factor in the valuation of Indonesian banks, efficiency in resource allocation remains an important consideration for investors. This research contributes to the understanding of the role of ESG disclosure and investment efficiency in the context of the Indonesian capital market, particularly in the banking sector.
4437746994C1B021011ANALISIS PENGARUH SUPPLY CHAIN MANAGEMENT TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA UMKM ES TEH DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak supply chain management terhadap kinerja perusahaan pada UMKM Es Teh di Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan sampel sebanyak 62 responden yang diambil dari berbagai merek Es Teh. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa information sharing, cooperation, dan process integration berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan. Namun, long term relationship menunjukkan dampak negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja perusahaan. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi UMKM untuk lebih memperhatikan elemen utama dalam manajemen rantai pasokan guna meningkatkan kinerja operasional dan finansial. This study aims to analyze the impact of supply chain management on company performance in Ice Tea MSMEs in Banyumas Regency. The study used a quantitative method with a sample of 62 respondents taken from various brands of Ice Tea. The data analysis technique used was multiple regression analysis with the help of IBM SPSS Statistics 26. The results showed that information sharing, cooperation, and process integration had a positive and significant effect on company performance.
on company performance. However, long term relationship shows a negative and insignificant impact on firm performance. The findings provide practical implications for MSMEs to pay more attention to key elements in supply chain management to improve operational and financial performance.
4437847749C1H020027ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING CUSTOMER ENGAGEMENT & CUSTOMER LOYALTY (STUDY ON SOCIAL MEDIA MARKETING AGENCY)Banyaknya masyarakat Indonesia yang merupakan pengguna sosial media aktif saat ini mengharuskan perusahaan atau pelaku usaha untuk menerapkan strategi pemasaran digital. Karena dalam penerapannya seringkali menemukan banyak kendala jika dikelola sendiri, maka muncul opsi untuk menggunakan jasa agensi sosial media marketing. Sayangnya, seringkali agensi sosial media marketing tidak berhasil memenuhi kebutuhan konsumen dalam pelayanannya sehingga sulit untuk menjaga loyalitas dari para konsumen. Oleh karena itu, berdasarkan permasalahan yang muncul tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh Customer Experience, Customer Trust, dan Customer Satisfaction terhadap Customer Engagement dan Customer Loyalty menggunakan teori Service Dominant Logic (SDL) berdasarkan sudut pandang konsumen. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 110 responden yang merupakan perusahaan ataupun individu yang menjadi konsumen dari agensi sosial media marketing, atau yang mengetahui tentang sosial media marketing agensi menggunakan metode non-probability sampling dengan purposive sampling sebagai teknik pengambilan sampelnya. Analisis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) dengan software SmartPLS 3.0. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Customer Experience tidak memiliki pengaruh terhadap Customer Engagement, (2) Customer Experience memiliki pengaruh positif terhadap Customer Trust, (3) Customer Experience memiliki pengaruh positif terhadap Customer Satisfaction, (4) Customer Trust memiliki pengaruh positif terhadap Customer Engagement, (5) Customer Satisfaction memiliki pengaruh positif terhadap Customer Engagement, dan (6) Customer Engagement memiliki pengaruh positif terhadap Customer Loyalty. Temuan dari penelitian ini dapat menunjukkan bahwa agensi sosial media marketing di Indonesia dapat menumbuhkan loyalitas pelanggannya dengan cara meningkatkan dan juga memperhatikan keterlibatan, kepuasan, kepercayaan, dan pengalaman dari konsumen dalam pelayanannyaThe number of Indonesians who are active social media users today requires companies or businesses to implement digital marketing strategies. Since the implementation often finds many obstacles when managed alone, the option arises to use the services of a social media marketing agency. Unfortunately, social media marketing agencies often fail to meet consumer needs in their services, making it difficult to maintain customer loyalty. Therefore, based on the problems that arise, this study was conducted to examine the effect of customer experience, customer trust, and customer satisfaction on customer engagement and customer loyalty using the Service Dominant Logic (SDL) theory based on the consumer's point of view. The sample in this study consisted of 110 respondents who were companies or individuals who were consumers of social media marketing agencies or knew about social media marketing agencies using non-probability sampling method with purposive sampling as the sampling technique. The research analysis used in this research is Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) with SmartPLS 3.0 software. The results of this study indicate that (1) customer experience has no effect on customer commitment, (2) customer experience has a positive effect on customer trust, (3) customer experience has a positive effect on customer satisfaction, (4) customer trust has a positive effect on customer commitment, (5) customer satisfaction has a positive effect on customer commitment, and (6) customer commitment has a positive effect on customer loyalty. The results of this study can show that social media marketing agencies in Indonesia can promote customer loyalty by increasing and also paying attention to the involvement, satisfaction, trust, and experience of consumers in their services.
4437947750C1C021035PENGARUH MOTIVASI DIRI DAN SUBJECTIVE NORMS TERHADAP MINAT SERTIFIKASI DENGAN KECERDASAN ADVERSITY SEBAGAI PEMODERASIPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan interaksi langsung dan tidak langsung antara motivasi diri, Subjective Norms, dan kecerdasan adversity terhadap minat mahasiswa akuntansi dalam mengikuti sertifikasi profesional. Populasi penelitian terdiri dari mahasiswa program studi S1 Akuntansi yang aktif berkuliah di 40 perguruan tinggi di Provinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) motivasi diri dan (3) kecerdasan adversity memiliki pengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti sertifikasi profesional. Sementara itu, (2) Subjective Norms tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap minat sertifikasi tersebut. Pada analisis hubungan tidak langsung, (4) kecerdasan adversity terbukti memperkuat pengaruh motivasi diri terhadap minat mahasiswa untuk mengikuti sertifikasi. (5) Namun demikian, kecerdasan adversity tidak mampu secara signifikan memperkuat hubungan antara Subjective Norms dan minat mahasiswa terhadap sertifikasi. Pertanyaan terbuka dalam penelitian ini menemukan bahwa mahasiswa berminat sertifikasi dikarenakan ingin menambah value diri dalam orientasi karir dan pendidikan keberlanjutan; Selain itu, diperlihatkan dari keseluruhan rangkaian sertifikasi, kompleksitas materi menjadi salah satu tantangan utama; Meskipun tidak terlalu signifikan dalam merubah keputusan penentuan sertifikasi yang ingin diambil, mahasiswa cenderung merasa didukung dengan bentuk permintaan saran oleh keberadaan dosen atau orang yang bersertifikasi; Mahasiswa mayoritas mengakui bahwa dalam mengahadapi tantangan rangkaian mereka berfokus kepada komitmen yang sudah dibuat diawal sebagai motivasi dan merencanakan runtutan rencana untuk menghadapi masalah.The purpose of this research is to understand about accounting students' perception on subjective norm, career, economic, social, academic title and knowledge motivation in influence of intention to take accounting certification.Accounting students (S1) in Economic and Business Faculty, Jenderal Sedirman University, who know about accounting certification was become the criterion in samples choosing of this research. The results of research are: (1) parents' influence don't become students' consideration to take accounting certification; (2) the higer family's influence, the higher students' intention to take accounting certification; (3) friends' view or suggestion didn't affect students' intention to take accounting certification; (4) the higher lecturers/professors' influence, the higher students' intention to take accounting certification; totally, subjective norm have positive and significant influence to students' intention to take accounting certification; (5) the higher career motivation, the higher students' intention to take accounting certification; (6) the higher economic motivation, the lower students' intention to take accounting certification; (7) the higher social motivation, the higher students' intention to take accounting certification; (8) academic title motivation doesn't affect students' intention to take accounting certification; (9) the higher knowledge motivation, the higher students' intention to take accounting certification.
4438047751E1A018348PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PENCIPTA MUSIK YANG KARYA SENINYA DIBAJAK UNTUK KOMERSIAL OLEH PIHAK LAIN
DARI PERSPEKTIF HUKUM PIDANA
Pembajakan musik pada dewasa ini, masih menjadi suatu permasalahan yang marak terjadi di masyarakat, yang dilakukan melalui berbagai media, seperti penjualan Compact Disc (CD)/Video Compact Disc (DVD) palsu, cover musik tanpa izin, serta penggunaan karya cipta musik untuk kepentingan komersial tanpa izin. Berdasarkan hal tersebut, penulis akan menjawab permasalahan mengenai bentuk pembajakan musik dalam UU No. 28 Tahun 2014 dan perlindungan hukum bagi pencipta yang karya seninya dibajak oleh pihak lain untuk komersial dari perspektif hukum pidana.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dari pembajakan musik dalam UU No. 28 Tahun 2014 dan mengetahui perlindungan hukum bagi pencipta musik dilihat dari perspektif hukum pidana. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang dan pendekatan konseptual. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan yang kemudian dianalisis secara analisis kualitatif dengan menggunakan tafsiran hukum Teleologis dan Sistematis. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa bentuk pembajakan dalam UU No. 28 Tahun 2014 adalah illegal copying, plagiarisme, cover musik, counterfeiting, dan bootlegging. Perlindungan hukum bagi pencipta atau pemegang hak cipta musik yang karya seninya dibajak adalah dengan menempatkan pencipta sebagai korban yang memiliki beberapa hak. Dilihat dari hal tersebut, perlu adanya pembaruan pengaturan yang dapat menjamin perlindungan hukum terhadap pencipta atau pemegang hak cipta.Music piracy today is still a rampant problem in society, which is carried out through various media, such as the sale of counterfeit Compact Disc (CD)/Video Compact Disc (DVD), unauthorized music covers, and the use of copyrighted works of music for commercial purposes without permission. Based on this, the author will answer problems regarding the form of music piracy in Law No. 28 of 2014 and legal protection for creators whose artworks are pirated by other parties for commercial purposes from a criminal law perspective. This study aims to determine the form of music piracy in Law No. 28 of 2014 and to determine the legal protection for music creators from the perspective of criminal law. This research is a normative juridical research with statutory approach and conceptual approach. The data used is secondary data with data collection methods using literature studies which are then analyzed qualitatively using Teleological and Systematic legal interpretations. Based on the results of this study, it can be seen that the form of piracy in Law No. 28 of 2014 is illegal copying, plagiarism, cover music, counterfeiting, and bootlegging. Legal protection for creators or music copyright holders whose artwork is pirated is to place the creator as a victim who has several rights. Judging from this, it is necessary to update the arrangements that can ensure the legal protection of creators or copyright holders.