Home
Login.
Artikelilmiahs
47753
Update
DESYA ADELIA PUTRI
NIM
Judul Artikel
ANALISIS SENTRA PRODUKSI KOMODITAS UNGGULAN SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kabupaten Banyumas memiliki potensi yang besar di sektor pertanian, terutama subsektor tanaman pangan dan hortikultura. Namun, optimalisasi produksi komoditas unggulan masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain alih fungsi lahan pertanian, belum meratanya sarana pendukung, dan terbatasnya infrastruktur pascapanen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas unggulan subsektor tanaman pangan dan hortikultura di Kabupaten Banyumas dan menentukan sentra produksinya dengan menggunakan pendekatan spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode penelitian yang digunakan adalah analisis Location Quotient (LQ) dan Shift Share (SS) untuk menentukan komoditas unggulan, serta analisis Skalogram dan Indeks Sentralitas untuk menentukan kecamatan yang menjadi sentra produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Banyumas memiliki lima komoditas unggulan di subsektor tanaman pangan, yaitu padi, kedelai, ubi kayu, jagung, dan kacang hijau, serta lima komoditas unggulan di subsektor hortikultura, yaitu rambutan, nangka, nangka/cempedak, pisang, mangga, dan salak. Hasil analisis Skalogram dan Indeks Sentralitas menunjukkan bahwa beberapa kecamatan memiliki potensi yang tinggi sebagai sentra produksi, dengan Kecamatan Ajibarang, Wangon, dan Purwokerto Selatan sebagai wilayah utama di subsektor tanaman pangan, dan Kecamatan Sokaraja, Sumpiuh, dan Karanglewas sebagai wilayah utama di subsektor hortikultura. Implementasi SIG dalam analisis spasial memberikan representasi visual mengenai pola sebaran sentra produksi komoditas unggulan, yang dapat digunakan sebagai acuan dalam perumusan kebijakan pembangunan pertanian berbasis kawasan yang berkelanjutan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Kabupaten Banyumas has great potential in the agricultural sector, especially the food crops and horticulture subsectors. However, optimizing the production of leading commodities still faces various challenges, including agricultural land conversion, unequal distribution of supporting facilities, and limited post-harvest infrastructure. This research aims to identify leading commodities in the food crops and horticulture subsectors in Banyumas Regency and determine their production centers using a spatial approach based on Geographic Information Systems (GIS). The research method involved Location Quotient (LQ) and Shift Share (SS) analysis to determine the leading commodities, as well as Scalogram and Centrality Index analysis to identify sub-districts as the main production centers. The results show that Kabupaten Banyumas has five leading commodities in the food crop subsector, namely paddy rice, soybean, cassava, corn, and green beans, and five leading commodities in the horticulture subsector, namely rambutan, jackfruit/cempedak, banana, mango, and salak. The results of the Scalogram and Centrality Index analysis indicate that several sub-districts have high potential as production centers, with Ajibarang, Wangon, and South Purwokerto sub-districts as the main areas in the food crop subsector, and Sokaraja, Sumpiuh, and Karanglewas sub-districts as the main areas in the horticulture subsector. The implementation of GIS in spatial analysis provides a visual representation of the distribution pattern of leading commodity production centers, which can be used as a reference in the formulation of sustainable area-based agricultural development policies.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save