Artikelilmiahs
Menampilkan 44.281-44.300 dari 48.761 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 44281 | 47661 | F1B020115 | Implementasi Program Zero Waste Dalam Meningkatkan Kualitas Lingkungan Hidup Di Kabupaten Banyumas | Implementasi Program Zero Waste dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pengurangan sampah dan penerapan prinsip 4R (Reduce, reuse, recycle, dan Replace). Meskipun terdapat regulasi yang mendukung, seperti Peraturan Daerah dan Peraturan Presiden, tetap saja terdapat tantangan besar dalam pelaksanaan program ini, temasuk rendahnya partisipasi masyarakat dan keterbatasan infrastruktur. Data pengelolaan sampah menunjukkan bahwa sebagian besar sampah belum terkelola dengan baik yang mengarah pada masalah pencemaran dan juga dampak lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Zero Waste dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik penentuan informan purposive sampling. Data primer diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder berasal dari penelitian yang diperoleh dari pencatatan, dokumentasi, dan data terkait. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Hasilnya menunjukkan bahwa implementasi Program Zero Waste harus lebih intensif lagi serta perlu mengoptimalkan performa serta motivasinya. | The implementation of the Zero Waste Program in waste management in Banyumas Regency aims to improve the quality of life through waste reduction and the application of the 4R principles (Reduce, Reuse, Recycle, and Replace). Despite supporting regulations such as Regional Regulations and Presidential Regulations, there are still significant challenges in the program’s implementation, including low community participation and limited infrastructure. Waste management data shows that most waste is not properly managed, leading to pollution and environmental impacts. Therefore, this study aims to analyze the implementation of the Zero Waste Program in improving environmental quality in Banyumas Regency. This research uses a qualitative approach with a purposive sampling technique for informant selection. Primary data is obtained through interviews, observations, and documentation, while secondary data comes from research obtained from records, documentation, and related data. The data analysis method used is the interactive analysis model. The results indicate that the implementation of the Zero Waste Program needs to be more intensive and should focus on optimizing performance and motivation. | |
| 44282 | 47665 | B1A020072 | Identifikasi Molekuler Bakteri Susu Sapi Mastitis Subklinis di Peternakan Sukabumi dengan Analisis Gen 16S rRNA dan Uji Resistensinya terhadap Antibiotik | Susu merupakan produk peternakan yang menjadi salah satu pilihan utama untuk dikonsumsi karena memiliki kandungan gizi yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Kesadaran masyarakat terhadap pemenuhan nutrisi tubuh dari susu menyebabkan tingginya kebutuhan dan permintaan susu. Namun, proses produksi susu yang dikelola peternak lokal mengalami hambatan, salah satunya karena penyakit mastitis subklinis yang disebabkan oleh bakteri. Mastitis subklinis memiliki tingkat kejadian yang tinggi karena rendahnya manajemen pemeliharaan sapi dan kurangnya kesadaran peternak dalam mengetahui terjadinya penyakit akibat ketidakmunculan gejala pada ambing maupun susu sapi. Namun, peternak mengalami kerugian berupa penurunan kuantitas dan kualitas susu sehingga langkah pengendalian penyakit mastitis subklinis pada sapi perlu segera dilakukan melalui pengujian laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri-bakteri pada susu sapi yang terinfeksi mastitis subklinis di Peternakan Sukabumi secara molekuler dengan analisis gen 16S rRNA dan mengetahui daya resistensinya terhadap beberapa antibiotik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah survei dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dan analisis data secara deskriptif. Sampel berupa isolat bakteri dari susu sapi yang telah dideteksi terinfeksi mastitis subklinis melalui hasil California Mastitis Test (CMT) dengan skor 2-4. Sampel akan diremajakan melalui media dasar berupa Nutrient Broth (NB) dan Nutrient Agar (NA) serta media selektif-diferensial berupa Mannitol Salt Agar (MSA) dan MacConkey Agar. Setelah itu, bakteri diidentifikasi melalui pewarnaan Gram, uji katalase, uji hemolisis, dan identifikasi secara molekuler melalui analisis gen 16S rRNA. Resistensi bakteri terhadap beberapa antibiotik juga akan diuji melalui Antimicrobial Susceptibility Testing (AST) dengan metode Kirby-Bauer. Parameter utama yang akan diamati pada penelitian ini adalah tingkat kemiripan hasil sekuens gen 16S rRNA yang diperoleh dengan database GenBank dan daya resistensi bakteri terhadap antibiotik, sedangkan parameter pendukung yang akan diamati pada penelitian ini adalah pertumbuhan bakteri pada media pertumbuhan, morfologi koloni dan sel bakteri, aktivitas enzim katalase, sifat hemolisis bakteri, serta kemurnian dan konsentrasi DNA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri yang teridentifikasi dari susu sapi mastitis subklinis di Peternakan Sukabumi adalah Bacillus altitudinis strain 41KF2b, Bacillus safensis strain FO-36B, Bacillus cereus stran CCM 2010, dan Staphylococcus epidermidis strain NRBC 100911. Bakteri-bakteri yang teridentifikasi memiliki daya resistensi yang cukup tinggi atau resisten terhadap antibiotik amoxycillin/clavulanic acid (28,57%), oxacillin (28,57%), dan cefoxitin (28,57%), tetapi masih sensitif terhadap antibiotik gentamicin (0%) dan ciprofloxacin (0%) sehingga kedua antibiotik tersebut dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mengendalikan mastitis subklinis. | Milk is a livestock product that is one of the main choices for consumption because it has nutritional content that is very beneficial for the body. Public awareness of the fulfillment of body nutrition from milk has led to high demand for milk. However, the milk production process managed by local farmers experiences obstacles, one of which is due to subclinical mastitis caused by bacteria. Subclinical mastitis has a high incidence rate due to poor cow husbandry management and lack of awareness of the disease due to the absence of symptoms in the udder or milk. However, farmers experience losses in the form of decreased milk quantity and quality, so it is necessary to immediately control subclinical mastitis in cows through laboratory testing. This study aimed to molecularly identify bacteria in milk of cows infected with subclinical mastitis in Sukabumi Farm by 16S rRNA gene analysis and determine their resistance to several antibiotics. The method used in this study was survey with purposive sampling technique and descriptive data analysis. Samples are bacterial isolates from cow's milk that have been detected infected with subclinical mastitis through the results of the California Mastitis Test (CMT) with a score of 2-4. Samples will be rejuvenated through basic media such as Nutrient Broth (NB) and Nutrient Agar (NA) and selective-differential media such as Mannitol Salt Agar (MSA) and MacConkey Agar. After that, bacteria are identified through Gram staining, catalase test, hemolysis test, and molecular identification through 16S rRNA gene analysis. Bacterial resistance to several antibiotics will also be tested through Antimicrobial Susceptibility Testing (AST) with the Kirby-Bauer method. The main parameters that will be observed in this study are the level of similarity of the 16S rRNA gene sequence results obtained with the GenBank database and the resistance of bacteria to antibiotics, while the supporting parameters that will be observed in this study are bacterial growth on growth media, colony and bacterial cell morphology, catalase enzyme activity, bacterial hemolysis properties, and DNA purity and concentration. The results showed that the bacteria identified from the milk of subclinical mastitis cows in Sukabumi Farm were Bacillus altitudinis strain 41KF2b, Bacillus safensis strain FO-36B, Bacillus cereus stran CCM 2010, and Staphylococcus epidermidis strain NRBC 100911. The bacteria identified had quite high resistance or resistant to antibiotics amoxycillin/clavulanic acid (28.57%), oxacillin (28.57%), and cefoxitin (28.57%), but were still sensitive to antibiotics gentamicin (0%) and ciprofloxacin (0%) so both antibiotics could be taken into consideration in controlling subclinical mastitis. | |
| 44283 | 47415 | B1A020014 | Maturasi dan Regenerasi Kalus Embriogenik Bawang Merah (Allium cepa L.) Kultivar Bima-brebes Secara In Vitro | Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang umumnya diperbanyak melalui umbi. Namun, metode konvensional memiliki keterbatasan dalam penyediaan benih berkualitas. Kultur in vitro menjadi alternatif untuk meningkatkan produksi benih unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi gula terhadap maturasi embrio somatik serta 6-Benzylaminopurin (BAP) terhadap regenerasi tunas bawang merah kultivar Bima-Brebes. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua tahap, yaitu maturasi embrio somatik dengan perlakuan konsentrasi gula (15, 30, 45, dan 60 g/L) serta regenerasi dengan perlakuan konsentrasi BAP (0, 0,5, 1, dan 2 mg/L), masing-masing 5 ulangan. Parameter yang diamati meliputi ukuran clump, warna, tekstur, dan fase embrio somatik pada tahap maturasi, serta jumlah tunas dan warna eksplan pada tahap regenerasi. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA dan uji Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi gula 30 g/L mendukung maturasi embrio somatik secara optimal, sedangkan konsentrasi BAP 0,5 mg/L menghasilkan tunas terbanyak. Kombinasi 30 g/L gula dan 0,5 mg/L BAP merupakan media terbaik untuk memacu maturasi dan regenerasi embrio somatik bawang merah secara in vitro. Analisis histologi menunjukkan adanya perikambium pada tunas dan struktur menyerupai rambut akar. | Shallots (Allium cepa L.) are a horticultural commodity with high economic value and are generally propagated through bulbs. However, conventional propagation methods have limitations in providing high-quality seeds. In vitro culture offers an alternative approach to enhance the production of superior seeds. This study aims to examine the effect of sugar concentration on somatic embryo maturation and 6-Benzylaminopurine (BAP) on shoot regeneration in the Bima-Brebes shallot cultivar. A Completely Randomized Design (CRD) was used in two experimental stages: somatic embryo maturation with sugar concentrations of 15, 30, 45, and 60 g/L, and shoot regeneration with BAP concentrations of 0, 0.5, 1, and 2 mg/L, each with five replications. Observed parameters included clump size, color, texture, and somatic embryo developmental stage during maturation, as well as shoot number and explant color during regeneration. Data were analyzed using ANOVA and Duncan’s multiple range test at a 5% significance level. The results showed that a sugar concentration of 30 g/L effectively promoted somatic embryo maturation, while a BAP concentration of 0.5 mg/L yielded the highest shoot production. The combination of 30 g/L sugar and 0.5 mg/L BAP was the optimal medium for stimulating somatic embryo maturation and regeneration in in vitro shallot cultures. Histological analysis revealed the presence of pericycle tissue in the shoots and root-like structures resembling root hairs. | |
| 44284 | 47664 | G1A021115 | HUBUNGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DAN HIPERTENSI DENGAN KEJADIAN BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (BPH) DI RSUD MARGONO SOEKARJO TAHUN 2019-2023 | Latar Belakang — Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan suatu kondisi ketika terjadi ketidakseimbangan antara proliferasi dan kematian sel-sel stromal serta epitel pada zona periuretra dan zona transisional kelenjar prostat. Hal ini menyebabkan peningkatan jumlah sel dan pembesaran kelenjar prostat yang sifatnya jinak. BPH menempati urutan kedua masalah kesehatan pria pada bidang urologi setelah batu saluran kemih. Penyakit metabolik seperti diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) dan hipertensi merupakan faktor risiko dari BPH. Adanya aktivasi insulin growth factor (IGF), peningkatan aktivitas simpatis, dan terjadinya inflamasi kronis pada pasien DM tipe 2 dan hipertensi diduga menjadi penyebab berkembangnya BPH. Tujuan — Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara DM tipe 2 dan hipertensi dengan kejadian BPH di RSUD Margono Soekarjo tahun 2019-2023. Metode Penelitian — Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 386 pasien. Pengumpulan data diperoleh dari data sekunder berupa rekam medis pasien di RSUD Margono Soekarjo tahun 2019-2023. Analisis hasil akan dilakukan secara univariat, bivariat dengan metode Chi-square, dan analisis regresi logistik multivariat. Hasil — Hasil analisis bivariat dengan chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara DM tipe 2 dengan BPH diperoleh nilai p = 0,001 (p<0,05) dan hipertensi dengan BPH diperoleh nilai p <0,001 (p<0,05) sedangkan hasil analisis multivariat menunjukkan adanya efek protektif DM tipe 2 dan hipertensi terhadap BPH. Kesimpulan — Terdapat hubungan signifikan antara DM tipe 2 dan hipertensi dengan kejadian BPH di RSUD Margono Soekarjo tahun 2019-2023. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan mempertimbangkan faktor-faktor confounding yang dapat mempengaruhi hasil penelitian. | Background — Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) is a condition characterized by an imbalance between proliferation and cell death of stromal and epithelial cells in the periurethral and transitional zones of the prostate gland. This results in an increased number of cells and benign enlargement of the prostate gland. BPH ranks as the second most common men's health issue in urology after urinary tract stones. Metabolic diseases such as type 2 diabetes mellitus (T2DM) and hypertension are risk factors for BPH. The activation of insulin growth factor (IGF), increased sympathetic activity, and chronic inflammation in patients with T2DM and hypertension are suspected to contribute to the development of BPH. Objective — This study aims to determine the relationship between T2DM and hypertension with the incidence of BPH at Margono Soekarjo Regional General Hospital from 2019 to 2023. Research Method — This is an analytical observational study with a cross-sectional approach, involving 386 patients as the sample. Data were collected from secondary sources, specifically the medical records of patients at Margono Soekarjo Hospital. The results were analyzed using univariate, bivariate (Chi-square method), and multivariate logistic regression analyses. Results— Bivariate analysis using the Chi-square method showed a significant relationship between T2DM and BPH, with a p-value of 0.001 (p<0.05), and between hypertension and BPH, with a p-value of <0.001 (p<0.05). However, multivariate analysis indicated a protective effect of T2DM and hypertension on BPH. Conclusion — There is a significant relationship between T2DM and hypertension with the incidence of BPH at Margono Soekarjo Regional General Hospital from 2019 to 2023. Further research is needed, taking into account confounding factors that may influence the study results. | |
| 44285 | 47663 | B1A020066 | Isolasi dan Identifikasi Fenotipik dan Genotipik Isolat Bakteri Resisten Antibiotik Beta-laktam asal Feses Tikus Konsumsi dari Sulawesi Utara | Tikus hutan menjadi salah satu satwa yang paling sering diburu untuk dikonsumsi oleh masyarakat Sulawesi Utara. Kebersihan pada saat pengolahan daging tikus perlu diperhatikan karena tikus dianggap sebagai reservoir yang membawa dan menyebarkan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia (zoonosis). Infeksi mikroba patogen, seperti bakteri dan virus dapat menular ke manusia melalui kontak dengan cairan tubuh hewan pada saat proses pemotongan dan pengolahan daging serta melalui kotoran dan urin tikus yang mengandung mikroba patogen, seperti bakteri pada family Enterobacteriaceae. Infeksi bakteri Enterobacteriaceae bersifat nosokomial dan penanganannya membutuhkan antibiotik sebagai agen penghambat pertumbuhan bakteri. Ceftriaxone merupakan antibiotik golongan Cephalosporin generasi ketiga yang digunakan untuk penanganan infeksi Enterobacteriaceae. Bakteri patogenik yang berasal dari feses tikus berpotensi membawa sifat resistensi terhadap antibiotik. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri asal feses tikus konsumsi yang resisten antibiotik Beta-laktam. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei dengan variabel bebas dari penelitian ini adalah jenis dan dosis antibiotik dan variabel terikat adalah respon isolat bakteri asal feses tikus terhadap antibiotik. Pengambilan sampel feses tikus di pasar tradisional di Sulawesi Utara dan dilakukan dengan metode purposive sampling. Isolasi bakteri resisten Ceftriaxone asal feses tikus dilakukan menggunakan media MacConkey Agar. Bakteri yang resisten Ceftriaxone akan dilakukan uji resistensi antibiotik atau Antimicrobial Susceptibility Test (AST) menggunakan metode Kirby-Bauer terhadap beberapa antibiotik, yaitu Ceftriaxone (CRO), Cefoxitine (FOX), Amoxycillin Clauvid Acid (AMC), dan Imipenem (IPM). Isolat bakteri diidentifikasi secara fenotipik, biokimia, dan molekuler berdasarkan gen 16S rRNA. Gen resisten Extended-spectrum Beta-lactamase, yaitu blaSHV, blaCTX-M, dan blaTEM juga diamplifikasi dari isolat bakteri yang resisten Ceftriaxone. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua siolat bakteri yang resisten terhadap Ceftriaxone, yaitu isolat 1C dan 5C. Kedua isolat tersebut juga resisten terhadap CRO, FOX, dan AMC, serta sensitif terhadap IPM pada metode AST dan terkonfirmasi memiliki gen resisten blaTEM. Berdasarkan hasil karakterisasi fenotipik, biokimiawi, dan molekuler, kedua isolat berkerabat dekat dengan Klebsiella aerogenes dengan similaritas 99,85% untuk isolat 1C dan 100% untuk isolat 5C. | Forest rats are one of the most commonly hunted animals for consumption by the people of North Sulawesi. Hygiene during the processing of rat meat needs to be considered because rats are considered as reservoirs that possible carry and spread diseases from the animal to humans (zoonosis). Pathogenic microbes infections, for instance by bacteria and viruses, can be transmitted to humans through contact with animal body fluids during slaughtering and meat processing as well as through rat feces and urine containing pathogenic microbes, including bacteria from in the Enterobacteriaceae family. Enterobacteriaceae bacterial infections are nosocomial and their treatment requires antibiotics as agents that inhibit bacterial growth. Ceftriaxone is a third-generation Cephalosporin class antibiotic used for the treatment of Enterobacteriaceae infections. Pathogenic bacteria from rat fecal content may potentially harbor antibiotic resistance trait. Therefore, the purpose of this study is to isolate and identify bacteria from the feces of consumption rats that are resistant to Ceftriaxone antibiotics. The research was conducted using survey method with the independent variables of this research are the type and dose of antibiotics and the dependent variable is the response of the bacterial isolated bacteria from rat feces to antibiotics. Sampling of rat feces in traditional markets in North Sulawesi was done by purposive sampling method. Isolation of Ceftriaxone-resistant bacteria from rat feces was conducted by using MacConkey Agar media. Ceftriaxone-resistant bacteria were tested for antibiotic resistance or Antimicrobial Susceptibility Test (AST) using the Kirby-Bauer method against several antibiotics, including Ceftriaxone (CRO), Cefoxitine (FOX), Amoxycillin Clauvid Acid (AMC), and Imipenem (IPM). Bacterial isolates were identified by phenotypic, biochemical test and molecular approaches based on the 16S rRNA gene. Extended-spectrum Beta-lactamase resistant genes (blaSHV, blaCTX-M, and blaTEM) were amplified from Ceftriaxone-resistant bacterial isolates. The obtained data were analyzed by descriptive approaches. The results showed that there were two bacterial isolates that were resistant to Ceftriaxone (1C and 5C). Both isolates were resistant to CRO, FOX, and AMC, and were sensitive to IPM in the AST method and were confirmed to have a blaTEM resistant gene. Based on the results of phenotypic, biochemical, and molecular characterization, both isolates are closely related to Klebsiella aerogenes with similarity 99.85% for 1C and 100% for 5C. | |
| 44286 | 47666 | F1D021011 | Strategi Kampanye Politik Anies Baswedan Melalui Program Desak Anies pada Pemilihan Presiden Tahun 2024 | Kampanye politik merupakan bagian esensial dalam meraih dukungan pemilih. Tulisan ini mengkaji Program Desak Anies yang menjadi salah satu strategi kampanye politik Anies Baswedan dalam menarik simpati masyarakat pada Pemilihan Presiden 2024. Program ini mewujudkan kampanye berbasis dialog yang memungkinkan masyarakat menilai kualitas Anies Baswedan secara langsung. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kampanye Anies Baswedan melalui program Desak Anies pada Pemilihan Presiden 2024. Tulisan ini didasarkan pada metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dalam tulisan ini dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil dari tulisan ini merujuk pada Desak Anies yang dikelola oleh Ubah Bareng sebagai program kampanye inovatif dengan komunikasi secara dua arah antara Capres Anies Baswedan dan masyarakat. Desak Anies menjadikan anak muda sebagai target utama hingga dihadiri berbagai kalangan dari segala usia dan profesi bahkan bukan pemilih Anies. Isu yang dibahas memanfaatkan tematik edisi, khususnya 12 isu di beberapa titik lokasi terakhir. Desak Anies menjadi semakin fenomenal dengan penggunaan berbagai media, khususnya platform Instagram, TikTok, dan X (Twitter). | Political campaigns are an essential part of gaining voter support. This article examines the Desak Anies Program, which is one of Anies Baswedan's political campaign strategies in attracting public sympathy in the 2024 Presidential Election. This program creates a dialogue-based campaign that allows the public to assess Anies Baswedan's quality directly. This article aims to describe Anies Baswedan's campaign strategy through the Desak Anies program in the 2024 Presidential Election. This article is based on qualitative research methods with a case study approach. The data in this paper was collected through in-depth interviews, observation, and documentation studies. The results of this article refer to Desak Anies, which is managed by Ubah Bareng as an innovative campaign program with two-way communication between presidential candidate Anies Baswedan and the community. Desak Anies aimed young people to be the main target so that it was attended by various groups of all ages and professions, even non-voters of Anies. The issues discussed utilize the thematic edition, especially 12 issues in the last few locations. Desak Anies become increasingly phenomenal with the use of various media, especially the Instagram, TikTok, and X (Twitter) platforms. | |
| 44287 | 47668 | F1D021077 | Studi Pendahuluan Analisis Kelemahan Perlindungan Data Pribadi dalam Cyber Security di Indonesia | Artikel ini bertujuan untuk mengkaji urgensi perlindungan data pribadi dalam cyber security untuk menghadapi cyber crime, dengan studi kasus kebocoran data Tokopedia tahun 2020 serta faktor penghambat lambatnya implementasi perlindungan data pribadi. Penelitian ini penting dikarenakan meningkatnya kasus-kasus siber yang belum tertangani. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutik Gadamer, spesifiknya hermeneutic circle dengan jenis penelitian studi pustaka yang mengambil data dari jurnal, media, artikel dan dokumen terkait. Analisis data dilakukan dengan memanfaatkan pendekatan hermeneutik oleh Gadamer dengan fokus interpretasi teks melalui hermeneutic circle untuk melihat hubungan yang melingkar antara teks dan konteks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan implementasi kebijakan perlindungan data pribadi disebabkan oleh beberapa faktor utama. Pertama, problematika kewenangan kelembagaan menghambat koordinasi antarinstansi dalam menangani perlindungan data pribadi. Kedua, proses legislasi yang panjang serta perubahan dan penyempurnaan draf yang berulang semakin memperlambat pengesahan regulasi yang diperlukan. Lambatnya implementasi ini memperburuk penanganan kasus kejahatan siber, termasuk kebocoran data, yang tidak dapat ditangani secara efektif. | This article aims to examine the urgency of personal data protection in cybersecurity to combat cybercrime, using the case study of the 2020 Tokopedia data breach and the inhibiting factors behind the slow implementation of personal data protection. This research is crucial due to the increasing number of unresolved cyber cases. The research method employed is qualitative with Gadamer’s hermeneutic approach, specifically the hermeneutic circle, using a literature study that collects data from journals, media, articles, and related documents. Data analysis is conducted using Gadamer’s hermeneutic approach, focusing on text interpretation through the hermeneutic circle to explore the circular relationship between text and context. The findings indicate that the delay in implementing personal data protection policies is caused by several key factors. First, institutional authority issues hinder coordination between agencies in managing personal data protection. Second, the lengthy legislative process, along with repeated revisions and refinements of the draft, further slows down the enactment of necessary regulations. This sluggish implementation exacerbates the handling of cybercrime cases, including data breaches, which cannot be effectively addressed. | |
| 44288 | 47681 | F1D021047 | Stigmatisasi dan Konformitas: Studi Fenomenologi Mahasiswi Perokok di Fisip Unsoed | Perilaku merokok yang dilakukan oleh mahasiswi di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menjadi fenomena yang menarik untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk memahami stigmatisasi dan konformitas yang dialami oleh mahasiswi perokok di tengah norma sosial yang masih kuat. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi digunakan untuk menggali pengalaman mahasiswi terhadap pelabelan negatif dan upaya mereka menyesuaikan diri dengan norma sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswi perokok mengalami stigma berupa pelabelan negatif, seperti dianggap tidak bermoral dan melanggar norma kesopanan, terutama pada mereka yang berhijab. Lingkungan kampus FISIP Unsoed memberikan ruang yang lebih permisif, memungkinkan mahasiswi yang merokok sebagai bentuk ekspresi diri dan solidaritas kelompok. Dalam konteks ini, merokok menjadi salah satu cara bagi mahasiswi untuk melakukan pencarian jati diri dan mengekspresikan kebebasan mereka. Namun, stigma dari masyarakat di luar kampus memberikan kecenderungan untuk berkonformitas. Konformitas yang terjadi pada mahasiswi perokok mencerminkan mekanisme compliance dan identification, baik sebagai bentuk adaptasi terhadap norma sosial maupun sebagai bentuk resistensi terhadap pelabelan negatif yang mereka hadapi. Penelitian ini menyoroti bahwa fenomena mahasiswi perokok di FISIP Unsoed menggambarkan kompleksitas dinamika sosial yang dihadapi perempuan dalam mempertahankan kebebasan berekspresi di tengah tekanan sosial yang ada. | The smoking behavior of female students in the Faculty of Social and Political Sciences (FISIP) at Jenderal Soedirman University (Unsoed) is an intriguing phenomenon to study. This research aims to understand the stigmatization and conformity experienced by female smokers amid strong social norms. A qualitative research method with a phenomenological approach was employed to explore the experiences of female students regarding negative labeling and their efforts to conform to social norms. The findings indicate that female smokers experience stigma in the form of negative labeling, such as being perceived as immoral and violating standards of propriety, particularly those who wear the hijab. The FISIP Unsoed campus environment provides a more permissive space, allowing female students to smoke as a means of self-expression and group solidarity. In this context, smoking serves as a way for female students to explore their identity and express their freedom. However, societal stigma outside the campus creates a tendency toward conformity. The conformity observed among female smokers reflects mechanisms of compliance and identification, either as a form of adaptation to social norms or as a form of resistance against the negative labeling they face. This study highlights that the phenomenon of female smokers in FISIP Unsoed illustrates the complexity of social dynamics faced by women in maintaining their freedom of expression amidst existing social pressures. | |
| 44289 | 47682 | F2C022015 | KOMUNIKASI PEMBERDAYAAN PETANI KOPI DI KECAMATAN REMBANG KABUPATEN PURBALINGGA OLEH POINT.PBG | Point.Pbg merupakan sebuah roastery yang bergerak di bidang bisnis pengolahan pasca panen kopi dan juga penjualan biji kopi. Point.Pbg memiliki anak perusahaan yaitu Mili Coffee Brewers sebagai kedai kopi yang menjual minuman seduhan kopi. Point.Pbg berdiri sejak tahun 2018 dan memberdayakan para petani kopi di Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga sejak saat itu. Rifki sebagai pemilik dari Point.Pbg memberdayakan para petani kopi dan membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh para petani kopi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi pemberdayaan petani kopi di Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga yang dilakukan oleh Point.Pbg. Penelitian ini menelaah beberapa poin penting yaitu mulai dari permasalahan yang dialami petani kopi, proses komunikasi pemberdayaan yang dilakukan Point.Pbg, dan siapa pemangku kepentingan yang terlibat dalam memberdayakan petani kopi. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori stakeholder untuk melihat peran penting dari para pemangku kepentingan dalam proses komunikasi pemberdayaan. Hasil dan pembahasan penelitian menunjukkan mulai dari permasalahan yang dialami oleh para petani kopi di Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga yaitu petani kopi sebagai pekerjaan sambilan, kebergantungan kepada tengkulak, sistem pertanian yang masih konvensional, kurangnya bibit, pupuk subsidi, dan ancaman hama serta penyakit pada tanaman kopi, dan petani lebih fokus ke tanaman lain. Proses komunikasi pemberdayaan yang dilakukan oleh Point.Pbg adalah di bagian menyeleksi petani kopi, menampung hasil panen, proses panen dan pengolahan pascapanen dimana Point.Pbg memberikan edukasi untuk panen dan pascapanen. Point.Pbg juga membeli hasil panen kopi para petani dengan persyaratan tertentu yang menjadi standar dari roastery tersebut mulai dari petik merah, kering, tidak berjamur, dan no-defects. Proses komunikasi pemberdayaan petani kopi di Kecamatan Rembang melibatkan pemangku kepentingan dengan kekuasaan, legitimasi, dan urgensinya masing-masing. Pemangku kepentingan dibedakan menjadi tiga, pertama, policy arena yaitu Badan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Rembang dan Penyuluh Pertanian Lapangan, kedua, public actors yaitu Point.Pbg, dan ketiga, affected actors yaitu petani kopi di Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga. | Point.Pbg merupakan sebuah roastery yang bergerak di bidang bisnis pengolahan pasca panen kopi dan juga penjualan biji kopi. Point.Pbg memiliki anak perusahaan yaitu Mili Coffee Brewers sebagai kedai kopi yang menjual minuman seduhan kopi. Point.Pbg berdiri sejak tahun 2018 dan memberdayakan para petani kopi di Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga sejak saat itu. Rifki sebagai pemilik dari Point.Pbg memberdayakan para petani kopi dan membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh para petani kopi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi pemberdayaan petani kopi di Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga yang dilakukan oleh Point.Pbg. Penelitian ini menelaah beberapa poin penting yaitu mulai dari permasalahan yang dialami petani kopi, proses komunikasi pemberdayaan yang dilakukan Point.Pbg, dan siapa pemangku kepentingan yang terlibat dalam memberdayakan petani kopi. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori stakeholder untuk melihat peran penting dari para pemangku kepentingan dalam proses komunikasi pemberdayaan. Hasil dan pembahasan penelitian menunjukkan mulai dari permasalahan yang dialami oleh para petani kopi di Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga yaitu petani kopi sebagai pekerjaan sambilan, kebergantungan kepada tengkulak, sistem pertanian yang masih konvensional, kurangnya bibit, pupuk subsidi, dan ancaman hama serta penyakit pada tanaman kopi, dan petani lebih fokus ke tanaman lain. Proses komunikasi pemberdayaan yang dilakukan oleh Point.Pbg adalah di bagian menyeleksi petani kopi, menampung hasil panen, proses panen dan pengolahan pascapanen dimana Point.Pbg memberikan edukasi untuk panen dan pascapanen. Point.Pbg juga membeli hasil panen kopi para petani dengan persyaratan tertentu yang menjadi standar dari roastery tersebut mulai dari petik merah, kering, tidak berjamur, dan no-defects. Proses komunikasi pemberdayaan petani kopi di Kecamatan Rembang melibatkan pemangku kepentingan dengan kekuasaan, legitimasi, dan urgensinya masing-masing. Pemangku kepentingan dibedakan menjadi tiga, pertama, policy arena yaitu Badan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Rembang dan Penyuluh Pertanian Lapangan, kedua, public actors yaitu Point.Pbg, dan ketiga, affected actors yaitu petani kopi di Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga. Abstract Point.Pbg is a roastery engaged in the business of post-harvest coffee processing and also selling coffee beans. Point.Pbg has a subsidiary, Mili Coffee Brewers, as a coffee shop that sells brewed coffee drinks. Point.Pbg was established in 2018 and has empowered coffee farmers in Rembang District, Purbalingga Regency since then. Rifki as the owner of Point.Pbg empowers coffee farmers and helps overcome problems faced by coffee farmers. This study aims to analyze the communication of coffee farmer empowerment in Rembang District, Purbalingga Regency conducted by Point.Pbg. This study examines several important points, namely starting from the problems experienced by coffee farmers, the empowerment communication process carried out by Point.Pbg, and who the stakeholders are involved in empowering coffee farmers. This study uses a constructivism paradigm with a descriptive qualitative method. The theory used is stakeholder theory to see the important role of stakeholders in the empowerment communication process. The results and discussion of the study show starting from the problems experienced by coffee farmers in Rembang District, Purbalingga Regency, namely coffee farmers as a side job, dependence on middlemen, a conventional agricultural system, lack of seeds, subsidized fertilizers, and threats of pests and diseases in coffee plants, and farmers focus more on other plants. The empowerment communication process carried out by Point.Pbg is in the section of selecting coffee farmers, accommodating harvest results, harvesting processes and post-harvest processing where Point.Pbg provides education for harvesting and post-harvest. Point.Pbg also buys coffee harvests from farmers with certain requirements that are the standards of the roastery starting from red picking, dry, not moldy, and no-defects. The communication process of empowering coffee farmers in Rembang District involves stakeholders with their respective powers, legitimacy, and urgency. Stakeholders are divided into three, first, the policy arena, namely the Rembang District Agricultural Extension Agency and Field Agricultural Extension Workers, second, public actors, namely Point.Pbg, and third, affected actors, namely coffee farmers in Rembang District, Purbalingga Regency. | |
| 44290 | 47935 | I1C021019 | ANALISIS KEMURNIAN MINYAK KELAPA MURNI (VCO) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS KOMBINASI KEMOMETRIK | Minyak kelapa murni (VCO) mengandung komponen utama berupa asam laurat, asam kaprilat dan asam kaprat. Minyak kelapa murni memiliki manfaat dalam bidang kesehatan dan juga sering digunakan dalam industri kosmetik. Namun, karena harganya yang relatif mahal, minyak ini sering menjadi target penipuan atau pemalsuan produk. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas metode spektrofotometri UV-Vis yang dikombinasikan dengan teknik kemometrik untuk membedakan sampel campuran minyak. Pengukuran sampel dilakukan dengan mencatat nilai serapan pada rentang panjang gelombang 200-400 nm. Spektrum UV-Vis yang diperoleh kemudian dianalisis lebih lanjut dengan kemometrik guna mengelompokkan sampel. Model PCA yang dibuat berhasil membedakan minyak kelapa murni, minyak kedelai dan minyak bunga matahari dengan sebaran variasi data sebesar 81,3% untuk Principal Component 1 dan 17,1% untuk Principal Component 2. Dengan demikian, spektrofotometri Uv-vis yang dikombinasikan dengan analisis kemometrik sudah dapat digunakan untuk membedakan minyak kelapa murni dengan minyak kedelai dan bunga matahari. | Virgin coconut oil (VCO) contains the main components of lauric acid, caprylic acid and capric acid. Pure coconut oil has health benefits and is also often used in the cosmetics industry. However, because of its relatively expensive price, this oil is often the target of fraud or product counterfeiting. This study was conducted to determine the effectiveness of the UV-Vis spectrophotometry method combined with chemometric techniques to differentiate oil samples. Sample measurements were carried out by recording the absorption value in the wavelength range of 200-400 nm. The UV-Vis spectrum obtained was then further analyzed using chemometrics to group the samples. The PCA model created successfully differentiated virgin coconut oil, soybean oil and sunflower oil with a data variation distribution of 81.3% for Principal Component 1 and 17.1% for Principal Component 2. Thus, UV-vis spectrophotometry combined with chemometric analysis can be used to differentiate virgin coconut oil from soybean and sunflower oils. | |
| 44291 | 47669 | K1B019068 | ANALISIS FAKTOR DAN DISKRIMINAN UNTUK FAKTOR YANG MEMENGARUHI CALON MAHASISWA DALAM MEMILIH PROGRAM STUDI MATEMATIKA | Program Studi Matematika merupakan bagian dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jenderal Soedirman. Dilihat dari jumlah peminat pada tahun 2022, Program Studi Matematika termasuk program studi yang kurang diminati oleh calon mahasiswa. Tujuan adanya penelitian ini, yaitu untuk mencari faktor-faktor yang memengaruhi keputusan calon mahasiswa memilih Program Studi Matematika dengan menggunakan metode analisis faktor. Selain itu, juga diprediksi dan diklasifikasikan mahasiswa yang memilih Program Studi Matematika pada pilihan pertama dan pilihan kedua berdasarkan faktor-faktornya menggunakan metode analisis diskriminan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode analisis faktor mampu menyederhanakan 12 faktor menjadi 2 faktor saja. Kedua faktor yang didapatkan yaitu faktor pengaruh eksternal dan faktor pengaruh internal. Pada faktor eksternal, faktor pembentuknya adalah faktor citra, lokasi, dan keluarga. Sementara itu, untuk faktor internal, faktor pembentuknya adalah faktor minat dan motivasi pribadi. Dari kedua faktor tersebut kemudian dibuat model persamaan yang dapat memprediksi dan mengklasifikasikan mahasiswa yang memilih Program Studi Matematika pada pilihan pertama dan pilihan kedua menggunakan metode analisis diskriminan. Tingkat keakuratan model persamaan pada analisis diskriminan tergolong tinggi, yaitu sebesar 90%. | The Mathematics Study Program is a part of the Faculty of Mathematics and Natural Sciences at the Univerity of Jenderal Soedirman. Based on the number of applicants in 2022, the Mathematics Study Program is one of the less popular programs among prospective students. The purpose of this research is to identify the factors that influence prospective students' decisions to choose the Mathematics Study Program using factor analysis methods. In addition, this research also predicted and classified prospective students who chose the Mathematics Study Program as the first choice and the second choice based on the factors under consideration by using the discriminant analysis method. The results of this study show that the method of factor analysis is able to simplify 12 factors into 2 factors and these factors are external factors and internal factors. The external factors involves the image, location, and family. Meanwhile he internal involves personal interests and motivations. The two factors is then use to create an equation model that could predict and classify students choosing the Mathematics Study Program on the first choice and the second choice. This is done by using discriminant analysis methods. The level of accuracy of the equation model in discriminant analysis is relatively high, that is 90%. | |
| 44292 | 47670 | J1A021022 | A Depiction of Gender Performativity in Anna (2019) | Penelitian ini mengeksplorasi Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana performativitas gender digambarkan dalam film Anna (2019) menggunakan teori performativitas gender Judith Butler. Teori ini menyatakan bahwa gender bukanlah esensi tetap, melainkan konstruksi sosial yang terbentuk dan dipertahankan melalui norma dan ekspektasi masyarakat. Penelitian ini mengeksplorasi dua aspek utama teori Butler. Pertama, gender dibentuk melalui tindakan berulang, sehingga pengulangan ini dapat diganggu dengan menantang norma tradisional. Kedua, masyarakat memperkuat norma gender melalui sanksi terhadap pembangkangan, tetapi tindakan perlawanan menunjukkan bahwa gender adalah performa sosial, bukan sifat bawaan. Temuan pertama menunjukkan bahwa Anna menolak peran tradisional perempuan dengan menjadi pembunuh bayaran untuk melarikan diri dari norma gender esensialis. Temuan kedua mengungkapkan perlawanan Anna terhadap esensialisme gender dan peran gender tradisional, di mana ia melawan dan menunjukkan ketegasannya meskipun masyarakat berusaha untuk memberlakukan kembali ekspektasi tersebut padanya melalui hukuman terhadap pembangkangan. | This study explores how gender performativity is depicted in Anna (2019) through the lens of Judith Butler’s theory of gender performativity. Using qualitative methods, this analysis examines how gender performativity is depicted in Anna in Anna (2019). Butler’s gender performativity posits that gender is not a fixed essence, but rather constructed and sustained through societal expectations and norms over time. Thus, this study explores two key aspects of Butler's gender performativity theory. First, gender is not inherent but is constructed through repetitive gender behavior and actions, and because it relies on repetition, disruption could happen by challenging the traditional norms. Second, society reinforces gender norms through punishment for defiance and the acts of resistance reveal that gender is a socially reinforced performance rather than an innate trait. The first finding shows that Anna does not follow a typical traditional role as female, and performs her role as an Assassin as the way to escape from gender essentialist society and the traditional gender role that confined her. The second finding reveals Anna's resistance to gender essentialism and traditional gender roles, as she fights back and asserts herself despite society's attempts to reimpose these expectations on her by giving punishment against disobedience. | |
| 44293 | 47671 | B1A020056 | Uji Aktivitas Antioksidan Total Lima Spesies Euphorbia | Antioksidan yang bersumber dari alam sangat dibutuhkan sebagai alternatif antioksidan alami untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan menangkal radikal bebas. Antioksidan alami yang berasal dari alam dapat diperoleh dari tumbuhan, misalnya Euphorbia. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa spesies tumbuhan Euphorbia memiliki potensi besar sebagai salah satu sumber antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh spesies dan organ tumbuhan terhadap aktivitas antioksidan total lima spesies Euphorbia dan menentukan aktivitas antioksidan total yang paling kuat dari lima spesies Euphorbia pada bagian daun atau batang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan lima spesies sampel uji aktivitas antioksidan total. Spesies yang diuji adalah patikan kebo (Euphorbia hirta L.), kastuba (Euphorbia pulcherrima Willd.), patikan emas (Euphorbia heterophylla L.), mahkota duri (Euphorbia milii Des Moul.) dan patikan cina (Euphorbia thymifolia L.). Variabel bebas berupa lima spesies tumbuhan Euphorbia sedangkan variabel terikat adalah aktivitas antioksidan total. Parameter utama yang diamati yaitu aktivitas antiokasidan total pada lima tumbuhan Euphorbia termasuk dalam golongan lemah, sedang, kuat atau sangat kuat. Parameter pendukung yaitu warna ekstrak, berat basah dan kering sampel, dan berat ekstrak pekat. Data penelitian dianalisis dengan Two-Way ANOVA 5% untuk mengetahui adanya pengaruh spesies terhadap aktivitas antioksidan total. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa perbedaan spesies dan organ tumbuhan tidak berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan total lima spesies Euphorbia. Aktivitas antioksidan total dengan kriteria sangat kuat terdapat pada spesies patikan kebo bagian daun. | Antioxidants from natural sources are needed as an alternative to natural antioxidants to improve the quality of health and ward off free radicals. Natural antioxidants can be obtained from plants, for example Euphorbia. Several studies have shown that Euphorbia species have great potential as a source of antioxidants. This study aims to determine the effect of plant species and organs on the total antioxidant activity of five Euphorbia species and determine the most powerful total antioxidant activity of five Euphorbia species in the leaves or stems. This study used an experimental method with five species of total antioxidant activity test samples. The species tested were patikan kebo (Euphorbia hirta L.), kastuba (Euphorbia pulcherrima Willd.), patikan emas (Euphorbia heterophylla L.), mahkota duri (Euphorbia milii Des Moul.) and patikan cina (Euphorbia thymifolia L.). The independent variable was five plant species of Euphorbia while the dependent variable was total antioxidant activity. The main parameter observed is the total antioxidant activity of five plants Euphorbia including in the weak, moderate, strong or very strong group. Supporting parameters were extract color, wet and dry weight of samples, and weight of concentrated extract. The data were analyzed by Two-Way ANOVA 5% to determine the effect of species on total antioxidant activity. The results showed that differences in plant species and organs did not affect the total antioxidant activity of five Euphorbia species. Total antioxidant activity with very strong criteria was found in the leaveas of patikan kebo species. | |
| 44294 | 47667 | J0A020022 | Translating a Short Film Entitled 'Jada' by Doug Roland From English into Indonesian | Nama : Diah Intan Pramesti Nomor Induk Mahasiswa : J0A020022 Judul : Translating a Short Film Entitled „Jada ‟ by Doug Roland From English into Indonesian Pembimbing : 1. Rosyid Dodiyanto, S.S., M.Hum. 2. Eka Yunita Liambo, S.Pd., M.Hum. Penguji : 1. Septi Mariasari, S.Pd., M.Hum. 2. Rosdiana Puspita Sari, S.S., M.A. RINGKASAN Laporan kerja praktik ini berjudul “Translating a Short Film Entitled „Jada‟ by Doug Roland From English into Indonesian”. Tujuan dari praktik kerja ini adalah menerjemahkan film pendek karya Doug Roland dengan judul „Jada‟ dari bahasa inggris ke dalam bahasa Indonesia. Film pendek adalah sebuah karya seni audio visual yang memiliki alur cerita yang kompleks dengan durasi tayang kurang dari 50 menit. „Jada‟ merupakan film pendek yang menceritakan tentang seorang anak perempuan berumur 7 tahun yang berjuang sendirian untuk bertahan hidup. Film pendek ini telah ditonton lebih dari 25 juta penonton di Youtube. Namun, karena belum adanya subtitle dalam bahasa Indonesia membuat penulis tertarik untuk menerjemahkan film „Jada‟ ke dalam bahasa Indonesia, agar dapat dinikmati oleh penonton Indonesia. Dalam proses penerjemahan film pendek „Jada‟ terdapat beberapa kendala antara lain, seperti kurangnya penguasaan bahasa, baik dalam bahasa sumber maupun bahasa sasaran, kesulitan dalam menentukan padanan kata yang tepat dalam bahasa sasaran, dan kesulitan dalam pemakaian aplikasi „Aegisub‟ untuk menyamakan dialog dengan subtitle. Dalam mengatasi kendala yang dihadapi, ada beberapa solusi yang dapat ditempuh, yaitu menggunakan kamus untuk mencari istilah yang sullit dipahami, melakukan bimbingan dengan pembimbing sebagai ahli penerjema, dan mencatat dialog antar tokoh dan waktunya. Selain itu selama proses penerjemahan penulis menggunakan beberapa teknik penerjemahan, seperti, amplifikasi, reduksi, transposition, deskripsi, harfiah, dan generalisasi. | Name : Diah Intan Pramesti Student Number : J0A020022 Title : Translating a Short Film Entitled „Jada ‟ by Doug Roland From English into Indonesian Supervisor : 1. Rosyid Dodiyanto, S.S., M.Hum. 2. Eka Yunita Liambo, S.Pd., M.Hum. Examiner : 1. Septi Mariasari, S.Pd., M.Hum. 2. Rosdiana Puspita Sari, S.S., M.A. SUMMARY This job training report is entitled “Translating a Short Film Entitled „Jada‟ by Doug Roland From English into Indonesian”. The purpose of this job training report is to translate a short movie by Doug Roland from English (SL) into Indonesian (TL). A short movie is an audio-visual work of art, having a complex storyline with duration of less 50 minutes. „Jada‟ is an English short movie that tells the story of a 7-year-old girl who struggles alone to survive. The short film has over 25 million views on YouTube. However, because there are no subtitles in Indonesian, the writer is interested in translating the short movie into Indonesian so that it could be enjoyed by Indonesian audiences. In the process of translating the short movie „Jada‟, there are several obstacles, such as the lack of language mastery, both in the source language and target language, the difficulty in determining the correct equivalent in the target language, and the difficulty in using the „eagisub‟ application to equate dialog with subtitles. In overcoming the obstacles faced, there are several solutions that can be taken, namely using a dictionary to find terms that are difficult to understand, undertake guidance with supervisors as translation experts, and taking notes on the dialogue between characters and the time. In addition, during the translation process, the writer used several translation techniques, such as amplification, reduction, transposition, description, literal, and generalization. | |
| 44295 | 47683 | C1B021091 | PENGARUH MOTIVASI HEDONIK DAN PERCEIVED ENJOYMENT TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MELALUI FEAR OF MISSING OUT : PENDEKATAN TEORI OF PLANNED BEHAVIOR (Studi pada PT Kereta Api Indonesia DAOP 5 Purwokerto) | Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Motivasi Hedonik dan Perceived Enjoyment Melalui Fear of Missing Out : Pendekatan Teori of Planned Behavior (Studi pada PT Kereta Api Indonesia DAOP 5)”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hedonic motivation, perceived enjoyment dan fear of missing out terhadap keputusan pembelian. Populasi penelitian mencakup seluruh pengguna tiket kereta api di Indonesia, dengan jumlah responden sebanyak 140 orang. Pemilihan responden dilakukan menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan SEM (Structural Equation Modelling) menunjukkan bahwa: (1) Hedonic motivation berpengaruh positif terhadap fear of missing out, (2) Hedonic motivation berpengaruh positif terhadap purchase decision, (3) Perceived enjoyment berpengaruh positif terhadap purchase decision, (4) Fear of missing out berpengaruh positif terhadap purchase decision, (5) Hedonic motivation berpengaruh positif terhadap purchase decision melalui fear of missing out. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu menegaskan bahwa keputusan pembelian dipengaruhi oleh faktor emosional dan sosial. PT KAI Daop 5 Purwokerto disarankan merancang strategi berbasis pengalaman, promosi emosional, dan elemen FoMO untuk meningkatkan pembelian dan loyalitas pelanggan. | This study, titled “The Influence of Hedonic Motivation and Perceived Enjoyment Through Fear of Missing Out: A Theory of Planned Behavior Approach (A Study on PT Kereta Api Indonesia DAOP 5)”, aims to analyze the influence of hedonic motivation, perceived enjoyment, and fear of missing out (FoMO) on purchase decisions. The research population comprises all train ticket users in Indonesia, with 140 respondents selected through purposive sampling. The results of data analysis using Structural Equation Modeling (SEM) revealed the following findings: (1) Hedonic motivation positively influences fear of missing out; (2) Hedonic motivation positively influences purchase decisions; (3) Perceived enjoyment positively influences purchase decisions; (4) Fear of missing out positively influences purchase decisions; and (5) Hedonic motivation positively influences purchase decisions through fear of missing out. The implications of these findings highlight that purchase decisions are influenced by emotional and social factors. It is recommended that PT KAI DAOP 5 Purwokerto design strategies emphasizing experiential marketing, emotional promotion, and the integration of FoMO elements to enhance purchase decisions and foster customer loyalty. | |
| 44296 | 47673 | A1D020140 | PENGARUH EKOENZIM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI PAGODA (Brassica narinosa L.) PADA HIDROPONIK SISTEM SUMBU | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekoenzim melalui hidroponik sistem sumbu (wick system) pada pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda dengan berbagai konsterasi. Penelitian ini dilakukan di rumah plastik (screenhouse) lahan Experimental-Farm Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dengan rancangan acak kelompok lengkap dengan 1 faktor dan 7 perlakuan. Faktor yang di berikan adala ekoenzim, yaitu yakni tanpa ekoenzim (K0), 2,5 ml/L ekoenzim (K1), 5 ml/L ekoenzim (K2), 7,5 ml/L ekoenzim (K3), 10 ml/L ekoenzim (K4), 12,5 ml/L ekoenzim (K5), dan 15 ml/L ekoenzim (K6). Variabel yang diamati antara lain, Variabel yang diamati antara lain, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, luas daun, kehijauan daun, jumlah klorofil daun, volume akar, bobot tanaman segar, bobot tajuk segar, bobot akar segar, tanaman kering, bobot tajuk kering, dan bobot akar kering. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf kesalahan 5%, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa, penggunaan ekoenzim pada budidaya tanaman sawi pagoda memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan dan hasil tanaman. Perlakuan ekoenzim 15 ml/L (K6) merupakan perlakuan terbaik yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi paoda pada hidroponik sistem sumbu. | This study aims to determine the effect of ecoenzyme application through hydroponicwick system on the growth and yield of pagoda mustard plants with various concentrations. This research was conducted in a plastic house (screenhouse) Experimental-Farm land of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University with a complete group randomized design with 1 factor and 7 treatments. The factor given was ecoenzyme, namely without ecoenzyme (K0), 2.5 ml/L ecoenzyme (K1), 5 ml/L ecoenzyme (K2), 7.5 ml/L ecoenzyme (K3), 10 ml/L ecoenzyme (K4), 12.5 ml/L ecoenzyme (K5), and 15 ml/L ecoenzyme (K6). Variables observed included plant height, number of leaves, root length, leaf area, leaf greenness, leaf chlorophyll number, root volume, fresh plant weight, fresh crown weight, fresh root weight, dry plant, dry crown weight, and dry root weight. Observation data were analyzed using ANOVA test at 5% error level, if significantly different, followed by the Least Significant Difference (BNT) test at 5% error level. The results showed that the use of ecoenzyme in the cultivation of pagoda mustard plants had a significant effect on plant growth and yield. The treatment of 15 ml/L ecoenzyme (K6) is the best treatment that affects the growth and yield of pagoda mustard plants in hydroponic wick system. | |
| 44297 | 47674 | A1D020139 | RESPON MICROGREENS SAWI (Brassica juncea L.) PADA PERLAKUAN EKOENZIM TERHADAP HASIL | Microgreens adalah tanaman yang dibudidayakan dan dipanen dalam waktu sekitar 2 hingga 4 minggu sejak tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekoenzim terhadap pertumbuhan dan hasil microgreens sawi yang dilakukan di halaman rumah di Sokaraja Tengah, Sokaraja, Banyumas. Perlakuan aplikasi ekoenzim, yaitu: 0 ml ekoenzim/l air; 2,5 ml ekoenzim/l air; 5,0 ml ekoenzim/l air; 7,5 ml ekoenzim/l air; 10,0 ml ekoenzim/l air; dan 12,5 ml ekoenzim/l air dengan 4 ulangan yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Pengamatan yang dilakukan terdiri atas: bobot segar tanaman total, bobot segar tanaman bagian atas, bobot segar tanaman bagian bawah, bobot kering tanaman bagian atas, dan bobot kering tanaman bagian bawah. Uji F (ANOVA) pada taraf kesalahan 5% dilakukan untuk mengetahui apakah perlakuan berpengaruh pada variabel yang diamati. Uji BNT pada taraf kesalahan 5% dilakukan apabila uji F nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekoenzim pada microgreens sawi berpengaruh terhadap panjang akar, luas daun, bobot segar total tanaman, dan bobot segar tanaman bagian atas. Namun tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, bobot segar tanaman bagian bawah, bobot kering tanaman bagian atas, dan bobot kering tanaman bagian bawah. | Microgreens are cultivated plants and harvested within about 2 to 4 weeks from planting. This research aims to determine the effect of ecoenzyme concentration on the growth and yield of mustard microgreens in home gardens in Sokaraja Tengah, Sokaraja, Banyumas. Ecoenzyme application treatment, namely: 0 ml ecoenzyme/l water; 2.5 ml ecoenzyme/l water; 5.0 ml ecoenzyme/l water; 7.5 ml ecoenzyme/l water; 10.0 ml ecoenzyme/l water; and 12.5 ml ecoenzyme/l water with 4 replications arranged based on a Randomized Completely Block Design (RCBD). The observations made consisted of: weight of the plant, fresh weight of the upper plant, fresh weight of the lower plant, dry weight of the upper plant, and dry weight of the lower plant. The F test (ANOVA) at an error level of 5% was carried out to determine whether the treatment had an effect on the observed variables. The BNT test at an error level of 5% is carried out if the F test is significant. The research results showed that the application of ecoenzymes to mustard greens had an effect on root length, leaf area, total fresh weight of the plant, and fresh weight of the upper part of the plant. However, it had no effect on plant height, number of leaves, root volume, fresh weight of lower plants, dry weight of upper plants, and dry weight of lower plants. | |
| 44298 | 47675 | A1D020021 | RESPON PUPUK BUAH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) PADA HIDROPONIK NUTRIENT FILM TECHNIQUE (NFT) | Melon (Cucumis melo L.) sebagai tanaman hortikultura memiliki nilai ekonomi yang tinggi, karena memiliki rasa buah yang segar, manis, dan memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Budidaya melon hidroponik sistem NFT dengan perlakuan pupuk buah dan waktu aplikasinya merupakan potensi untuk meningkatkan hasil produksi dan kualitas buah melon. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dosis pupuk buah dan waktu aplikasinya bagi pertumbuhan tanaman, serta interaksi terbaik antara dosis dan waktu aplikasi pupuk buah bagi pertumbuhan melon. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 2 faktor perlakuan, yaitu pupuk buah dan waktu aplikasinya. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf kesalahan 5%. Apabila berpengaruh nyata (F hitung > F tabel) maka diuji lanjut menggunakan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk buah memberikan pengaruh nyata pada panjang tanaman dan jumlah daun. Perlakuan waktu aplikasi hanya memberikan pengaruh nyata pada luas daun. | Melon Cucumis melo L.) has high economic value as a horticultural crop because it tastes fresh and sweet and is rich in nutrients. Melon production using hydroponic NFT system with fruit fertilizer and time treatment has potential to increase melon production yield and quality. This research aims to determine the effect and the best interactions of fruit fertilizing dose and application time on plant growth. The experimental design used was a randomized group design (RGD) consisting of 2 treatment factors, namely fruit fertilizer and application time. The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at 5% level of error. If the effect was significant (F count > F table), it was further tested using Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at 5% error level. The results showed that fruit fertilizer had a significant effect on plant length and number of leaves. Only leaf area is really affected by the application time treatment. | |
| 44299 | 47684 | B1A019075 | Performa Pertumbuhan dan Perkembangan Larva Ikan Gurami (Osphronemus gourami) dengan Pemberian Mikrokapsul Larva Black Soldier Fly (Hermetia illucens) | Pembenihan ikan gurami (Osphronemus gouramy) mengalami peningkatan pada tahun 2023 seiring dengan meningkatnya permintaan pasar akan ikan gurami. Larva ikan gurami membutuhkan pakan yang memiliki kandungan protein yang tinggi. Pemberian pakan berupa Artemia sp. dan pakan komersial kurang efektif. Artemia sp. memiliki umur hidup yang relatif singkat, sedangkan pakan komersial mudah larut dalam air. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah membuat sediaan pakan mikrokapsul. Mikrokapsul memiliki tingkat stabilitas yang baik sehingga tidak mudah terlarut dalam air. Bahan inti yang digunakan pada mikrokapsul yaitu Maggot Hermetia illucens. Maggot BSF mengandung protein sebesar 40-50%. Penelitian mengenai pakan ikan yang berupa mikrokapsul dari tepung maggot dengan instar yang berbeda belum pernah dilakukan, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait pakan ikan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa pertumbuhan dan perkembangan larva ikan gurami dengan perlakuan pemberian pakan mikrokapsul maggot (Hermetia illucens) pada instar yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2023-Juni 2024. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakukan yang diujikan berupa perbedaan jenis pakan yang berjumlah 5 perlakuan dan setiap perlakuan diulang 5 kali. Perlakuan tersebut terdiri dari (P0) yaitu pakan komersial, (P1) yaitu pakan alami Artemia sp., (P2) yaitu pakan mikrokapsul maggot BSF instar 4, (P3) yaitu pakan mikrokapsul maggot BSF instar 5, dan (P4) yaitu pakan mikrokapsul maggot BSF instar 6. Parameter yang diamati meliputi pertambahan bobot dan panjang mutlak, SGR, RGR, perkembangan bukaan mulut, perkembangan sirip, serta panjang dan bobot intestin. Data perhitungan dianalisis menggunakan uji ragam One-Way ANOVA tingkat kepercayaan 95% dengan uji lanjut Tukey. Hasil pengamatan morfoanatomi bukaan mulut dan sirip, serta kualitas air dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mikrokapsul maggot instar 4 menghasilkan pertambahan bobot dan panjang mutlak terbaik yaitu 0,009±0,010 g dan 0,21±0,14 cm. Pemberian mikrokapsul maggot instar 4 menghasilkan laju pertumbuhan paling baik yaitu RGR sebesar 89,42±101,27% dan SGR sebesar 2,04±1,13 %. Pemberian pakan komersial, Artemia sp., serta mikrokapsul maggot instar 4, 5, dan 6 memberikan pengaruh yang sama terhadap perkembangan bukaan mulut, perkembangan sirip dorsal, perkembangan sirip anal, perkembangan sirip caudal, panjang dan bobot intestin. Pemberian pakan mikrokapsul maggot instar 4 memiliki nilai sintasan terbaik yaitu sebesar 78,40%. Hasil pengamatan pigmentasi ditandai dengan munculnya bintik hitam melanfor pada mulut dan sirip (dorsal, anal, caudal, dan ventral). Berdasarkan hasil analisis ANOVA, pemberian pakan yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan panjang dan bobot mutlak, laju pertumbuhan, serta tingkat kelangsungan hidup. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan mikrokapsul instar 4, 5, dan 6 berpengaruh nyata terhadap performa pertumbuhan larva ikan gurami, namun memiliki nilai yang relatif sama pada performa perkembangan morfoanatomi larva ikan gurami. Dengan demikian, penggunaan mikrokapsul BSF berbagai instar dapat digunakan sebagai pakan alternatif dalam budidaya larva ikan gurami. | The gourami (Oshpronemus gouramy) breeding showed an increase in 2023, in line with the rising market demand for gourami fish. Gourami larvae require feed with a high protein content. The use of Artemia sp. and commercial feed has proven less effective. Artemia sp. has relatively short lifespan, while commercial feed easily dissovles in water. One alternative is the development of microencapsulated feed. Microcapsules exhibit good stability, making them less prone to dissolution in water. The core material used in these microcapsules is Hermetia illucens maggots, which contain 40-50% protein. Research on microencapsulated fish feed made from maggot flour from different instars has not been conducted, necessitating further investigation into such feed. This study aims to evaluate the growth and development performance of gourami larvae when provided with microencapsulated maggot feed (Hermetia illucens) from different instars. The study was conducted from October 2023 to June 2024, employing a Complete Randomized Design (CRD) experimental method. The treatments tested involved five different types of feed, each repeated five times. The treatments consisted of (P0) commercial feed, (P1) Artemia sp. feed, (P2) microencapsulated BSF maggot feed at instar 4, (P3) microencapsulated BSF maggot feed at instar 5, and (P4) microencapsulated BSF maggot feed at instar 6. The parameters observed included absolute weight and length gain, Specific Growth Rate (SGR), Relative Growth Rate (RGR), development of the mouth opening, fin development, as well as intestinal length and weight. The data were analyzed using One-Way ANOVA with a 95% confidence level, followed by the Honest Significant Difference (HSD). The morphological and anatomical observations of the mouth openings and fins, as well as water quality were analyzed descriptively. The results of the study indicate that the feeding of microencapsulated maggot at instar 4 yielded the best increase in weight and length gains, namely 0.009±0.010 g and 0.21±0.14 cm respectively. Feeding of microencapsulated maggot at instar 4 also resulted in the highest growth rates, with RGR of 89.42±101.27% and SGR of 2.04±1.13%. Feeding of commercial feed, Artemia sp., and microencapsulated maggot at instars 4, 5, and 6 had similar effects on the development of the mouth openings, dorsal fin, anal fin, caudal fin, and on intestinal length and weight. However, the feeding of microencapsulated maggot at instar 4 resulted in the highest survival rate, which was 78,40%. Pigmentation observations were characterized by the presence of black melanophore spots on the mouth and fins (caudal, anal, caudal, and ventral). Based on the results of ANOVA analysis, different feedings had a significant effect (P<0.05) on the increase in weight and length gain performance, growth rate, and survival rate of gourami larvae. Based on these findings, it can be concluded that the feeding of microencapsulated maggot at instars 4, 5, and 6 affects the growth performance of gourami larvae significantly, but produces relatively similar results in terms of the morphological and anatomical development of the larvae. Therefore, the use of BSF maggot microcapsules at various instars can be considered as an alternative feed in gourami larvae aquaculture. | |
| 44300 | 48019 | C1I020021 | The Effect of Investment Knowledge, Motivation, Bandwagon Effect and Minimum Capital on Student's Investement Interest in the Capital Market (Study on FEB Unsoed, Class of 2020-2023) | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Pengetahuan Investasi, Motivasi, Bandwagon Effect dan Modal Minimal terhadap Minat Investasi pada Mahasiswa di Pasar Modal (Studi pada Mahasiswa FEB Unsoed Angkatan 2020–2023)”. Penelitian ini berfokus pada rendahnya minat investasi mahasiswa FEB Unsoed meskipun berlatar belakang ekonomi, serta bertujuan menguji pengaruh pengetahuan investasi, motivasi, bandwagon effect, dan modal minimal terhadap minat tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui penyebaran kuesioner secara online (Google Form). Populasi penelitian adalah mahasiswa Akuntansi FEB Unsoed angkatan 2020–2023 yang telah menempuh mata kuliah pasar modal. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji goodness of fit, serta uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat variabel memiliki pengaruh positif signifikan terhadap minat investasi mahasiswa, di mana pengetahuan, motivasi, bandwagon effect, dan modal minimal meningkatkan minat berinvestasi | This study is entitled "The Influence of Investment Knowledge, Motivation, Bandwagon Effect and Minimum Capital on Investment Interest of Students in the Capital Market (Study on FEB Unsoed Students Class of 2020–2023)". This study focuses on the low investment interest of FEB Unsoed students despite their economic background, and aims to test the influence of investment knowledge, motivation, bandwagon effect, and minimum capital on this interest. This study aims to test the influence of four main factors, namely investment knowledge, motivation, bandwagon effect, and minimum capital on students' investment interest. This study uses a quantitative approach with primary data collection through online questionnaire distribution (Google Form). The population of the study was Accounting students of FEB Unsoed class of 2020–2023 who had taken the capital market course. The sampling technique used was purposive sampling, with 100 respondents. The analysis methods used include descriptive statistical analysis, classical assumption tests, multiple linear regression, goodness of fit tests, and hypothesis tests. The results of the study show that the four variables have a significant positive influence on students' investment interest, where knowledge, motivation, bandwagon effect, and minimal capital increase investment interest. |