Artikelilmiahs

Menampilkan 44.301-44.320 dari 48.761 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4430148025D1A021025ANALISIS PRODUKSI AYAM BROILER DI KANDANG CLOSE HOUSE MASJUD HARYANTO FARM
(Studi Kasus)
Latar Belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan analisis produksi dari kendang Masjud Haryanto dengan system kandang close house selama 2 periode pemeliharaan. Penelitian dilaksanakan selama 2 periode yaitu ditanggal 10 oktober 2023- 22 november dan 12 desember 2023- 20 januari 2024. Kandang Masjud Haryanto terletak di Desa Lajer, Kecamatan Ambal, Kabupaten. Kebumen. JawaTengah. Materi dan Metode. Ayam broiler adalah materi yang digunakan. untuk periode 1 dengan populasi 69.000 ekor dengan strain cobb 707, periode 2 dengan populasi 70.500 ekor dengan strain cobb 707. Metode yang digunakan dengan perolehan data sekunder dan primer. Hasil uji T tidak berbeda nyata antara periode 1 dan 2. Variabel yang dihitung rata- rata bobot panen, pertambahan bobot badan, mortalitas, FCR, index performance. Simpulan. dari peelitian ini adalah ayam yang dipelihara selama dua periode ini menghasilkan ayam panen yang produktif. Beberapa faktor dapat mengubah berat panen, mortalitas, FCR, dan indeks kinerja selama dua periode yang berbeda. Termasuk manajemen pemeliharaan rutin, manajemen perkandangan, jumlah ayam yang dipanen saat panen penjarangan, dan panen ayam kecil.Background. This study seeks to ascertain the comparative analysis of production from Masjud Haryanto drums with the close house cage system during 2 maintenance periods. The research was carried out over 2 periods, namely 10 October 2023- 22 November and 12 December 2023- 20 January 2024. The Haryanto Masjud Cage is located in Lajer Village, Ambal District, Regency. Kebumen. Central Java. Materials and methods. The material used was broiler chickens for period 1 with a population of 69,000 with the Cobb 707 strain, period 2 with a population of 70,500 with the Cobb 707 strain. The method used was to obtain secondary and primary data. The results of the T test were not significantly different between periods 1 and 2. The variables calculated were average harvest weight, body weight gain, mortality, FCR, performance index. Conclusion. From this research, chickens reared during these two periods produce productive chicken harvests. Several factors allow for differences in harvest weight, mortality, FCR and performance index values in two different periods, such as routine maintenance management, cage management, number of chickens harvested during thinning harvest or small chicken harvest.
4430247676F2B022008Strategi DinsosdaldukKBP3A Kabupaten Purbalingga dalam Penanganan Anak Yatim Piatu terdampak Covid-19Covid-19 memberikan dampak kesehatan, sosial, dan psikologis pada semua orang, salah satunya adalah anak. Di Kabupaten Purbalingga dari 1085 orang yang meninggal di tahun 2021 sebanyak 384 anak harus menjadi yatim, piatu dan yatim piatu. Mereka yang ditinggal oleh orangtuanya dari jumlah sampel 124 anak, berusia sekitar 11 – 15 tahun yakni SMA/SMK 27%, belum sekolah 2%, SD 40% dan SMP 31% (Azizah et.al) Rincian anak yang telah mendapatkan penanganan dari DinsosdaldukKBP3A Kabupaten Purbalingga anak yatim pada tahun 2022 sebanyak 179 anak dan tahun 2023 sebanyak 79 anak. Anak piatu pada tahun 2022 sebanyak 126 anak dan tahun 2023 sebanyak 71 anak. Sedangkan untuk anak yatim piatu pada tahun 2022 dan 2023 memiliki jumlah yang sama, yaitu 10 anak. Kehilangan orangtua membuat mereka harus dihadapkan kondisi yang ekstrem dengan kakak beradik yang masih dibawah umur, anak yang berusaha bekerja untuk memenuhi kebutuhan, wali/keluarga pengganti belum siap karena kondisi ekonomi dan merambah kepada pendidikan, ketidakberfungsian fungsi kontrol dan ketidakstabilan emosi.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisa strategi DinsosdaldukKBP3A Kabupaten Purbalingga dalam penanganan anak yatim piatu terdampak covid 19. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dan memiliki manfaat secara teoritis dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan sosiologi khususnya pada pemberdayaan masyarakat. Selain itu, memiliki manfaat praktis yang dapat digunakan sebagai suatu yang bermanfaat dan menjadi referensi bagi pembaca terutama bagi sektor pemerintah. Metode yang digunakan wawancara mendalam, observasi dan pengumpulan dokumen lainnya yang dapat mendukung penelitian ini.Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa strategi yang dilakukan oleh DinsosdaldukKBP3A Kabupaten Purbalingga kepada Anak Yatim Piatu terdampak covid 19 mengenai asesmen dan perencaaan yang meliputi verifikasi dan validasi; penerimaan dan komunikasi relasi; serta koordinasi dan kerjasama pembahasan rencana intervensi. Selain itu adanya intervensi yang meliputi melakukan pendampingan; pemberian bantuan sosial tunai; pemberian informasi yang berkaitan dengan determinasi diri; pemberian dukungan serta motivasi; dan pemberian rekomendasi KIS PBI dan pemberian surat rekomendasi jalur afirmasi mengenai pendidikan. Kemudian, pelaksanaan terminasi dan evaluasi.Covid-19 has a health, social, and psychological impact on everyone, one of which is children. In Purbalingga Regency, out of 1085 people who died in 2021, 384 children had to become orphans, orphans and orphans. Those who were left by their parents from a sample of 124 children, aged around 11-15 years, namely 27% high school / vocational school, 2% not yet in school, 40% elementary school and 31% junior high school (Azizah et.al) Details of children who have received treatment from the DinsosdaldukKBP3A Purbalingga Regency orphans in 2022 were 179 children and in 2023 were 79 children. Orphans in 2022 were 126 children and in 2023 were 71 children. Meanwhile, for orphans in 2022 and 2023, the number is the same, namely 10 children. Losing parents makes them have to face extreme conditions with underage siblings, children who try to work to meet their needs, guardians/replacement families are not ready due to economic conditions and expanding into education, dysfunctional control functions and emotional instability.This study was conducted to determine and analyze the strategy of the DinsosdaldukKBP3A of Purbalingga Regency in handling orphans affected by Covid-19. This study uses descriptive qualitative and has theoretical benefits that can contribute to the development of sociological knowledge, especially in community empowerment. In addition, it has practical benefits that can be used as something useful and a reference for readers, especially for the government sector. The methods used are in-depth interviews, observations and collection of other documents that can support this research.The results of this study indicate that the strategy carried out by the DinsosdaldukKBP3A of Purbalingga Regency for Orphans affected by Covid-19 regarding assessment and planning includes verification and validation; acceptance and communication of relations; and coordination and cooperation in discussing intervention plans. In addition, there are interventions that include providing assistance; providing cash social assistance; providing information related to self-determination; provision of support and motivation; and provision of KIS PBI recommendations and provision of recommendation letters for affirmative pathways regarding education. Then, implementation of termination and evaluation.
4430347677G1A021118KORELASI TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU MAHASISWA KEDOKTERAN DI INDONESIA DALAM PENGGUNAAN KECERDASAN BUATAN DI BIDANG PENDIDIKAN KEDOKTERANLatar Belakang: Perkembangan kecerdasan buatan di bidang kesehatan sudah semakin pesat dan cukup signifikan. Walaupun demikian, masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa kedokteran terkait penggunaan AI di bidang kedokteran.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku mahasiswa kedokteran di Indonesia dalam penggunaan kecerdasan buatan di bidang pendidikan kedokteran.
Metode: Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh dari kuesioner dan menggunakan metode consecutive sampling. Jumlah populasi didapatkan melalui website PDDikti 2024 dan didapatkan sampel minimal 100 orang. Variabel bebas adalah pengetahuan dan sikap, sedangkan variabel terikat adalah perilaku dalam penggunaan AI. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Spearman.
Hasil: Sebagian besar mahasiswa memiliki pengetahuan baik (62.3%), sikap netral (52.6%), dan perilaku cukup (64.0%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku penggunaan AI (p = 0,582) maupun sikap dengan perilaku penggunaan AI (p = 0,051).
Kesimpulan: Pengetahuan dan sikap tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap penggunaan kecerdasan buatan di bidang pendidikan kedokteran. Penelitian lanjutan diperlukan dengan penyebaran sampel yang lebih luas dan merata, serta informasi demografis responden yang dapat mengeksplorasi pengaruh variabel bebas dan terikat lebih mendalam.
Background: The development of artificial intelligence in the health sector has been increasingly rapid and quite significant. However, previous literature show that there is still a gap between the knowledge, attitudes, and behavior of medical students regarding the use of AI.
Objective: This study aimed to determine the relationship between knowledge and attitudes with the behavior of medical students in Indonesia in the use of artificial intelligence in the field of medical education.
Methods: The study used an analytical observational design with a cross-sectional approach. Data were obtained from questionnaires and utilized a consecutive sampling method. The population was determined through the PDDikti 2024 website, resulting in a minimum sample of 100 individuals. The independent variables were knowledge and attitudes, while the dependent variable was behavior in using AI. Statistical analysis employed the Spearman correlation test.
Results: Most students have good knowledge (62.3%), neutral attitude (52.6%), and sufficient behavior (64.0%). Bivariate analysis showed no relationship between knowledge and behavior (p = 0.582) or attitude and AI usage behavior (p = 0.051). Conclusion: Knowledge and attitude do not have significant relationship to the use of artificial intelligence in medical education. Further research is needed with a wider and more even distribution of samples, as well as demographic information of respondents which can explore the influence of independent and dependent variables in more depth.
4430447678B1A020076Uji Kandungan Total Polifenol Lima Spesies EuphorbiaEuphorbia merupakan genus terbesar dari famili Euphorbiaceae yang memiliki lebih dari 2000 spesies. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa lebih dari 5% spesies dari genus Euphorbia digunakan sebagai obat. Senyawa kimia yang terkandung di dalam tumbuhan Euphorbia seperti alkaloid dan flavonoid yang merupakan derivat polifenol. Polifenol berkhasiat untuk menurunkan resiko penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, alzheimer, dan kanker. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh perbedaan spesies dan organ tumbuhan Euphorbia terhadap kandungan total polifenol, 2) menentukan spesies dan organ dengan kandungan total polifenol tertinggi dari spesies Euphorbia.
Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental dengan metode pengambilan sampel secara purposive sampling di Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka. Variabel bebas berupa bagian daun dan batang spesies Euphorbia dan variabel terikat berupa kandungan total polifenol. Parameter yang diukur adalah kandungan total polifenol. Parameter pendukung berupa warna ekstrak pekat, berat kering dan basah sampel, serta berat ekstrak pekat. Sampel diekstraksi kemudian diukur kandungan total polifenol dilakukan sebanyak 3 ulangan. Data hasil pengukuran dianalisis menggunakan Two-Way ANOVA dengan taraf kesalahan 5%.
Hasil penelitian menunjukkan perbedaan spesies dan organ tumbuhan Euphorbia tidak berpengaruh terhadap kandungan total polifenol. Kandungan total polifenol tertinggi cenderung terdapat pada batang Euphorbia heterophylla, yaitu sebesar 17.53 ± 0.98 mg GAE/g, diikuti daun Euphorbia heterophylla yaitu sebesar 16.50 ± 1.15 mg GAE/g, dan terendah pada daun Euphorbia thymifolia yaitu sebesar 8.15 ± 10.82 mg GAE/g.
Euphorbia is the largest genus from Euphorbiaceae family with over 2000 species. Recent research reveals that more than 5% of the species in the Euphorbia genus are used as medicine. The chemical compounds found in Euphorbia such as alkaloids and flavonoids, which are derivates of polyphenols. Polyphenols are known to reduce the risk of degenerative diseases, such as heart disease, Alzheimer’s, and cancer. This research was aimed to determine 1) the effect of different species and plant organs of Euphorbia on the total polyphenol content, 2) identify the species and organ with the highest total polyphenol content from Euphorbia species.
This research was conducted experimentally and used purposive sampling methods in Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka. The independent variables are the leaf and stem parts of Euphorbia species, while the dependent variable is the total polyphenol content. The measured parameter is the total polyphenol content. Supporting parameters include concentrated extract color, dry and wet sample weight, and concentrated extract weight. Sample were extracted and then the total polyphenol content is measured with 3 replication. The measurement data were analyzed with Two-Way ANOVA at 95% confidence level.
The research results showed that the differences in species and organ of Euphorbia plant do not affect the total polyphenol content. The highest total polyphenol content tends to be found in the stems of Euphorbia heterophylla, which are 17.53 ± 0.98 mg GAE/g, followed by Euphorbia heterophylla leaves which are 16.50 ± 1.15 mg GAE/g, and the lowest found in Euphorbia thymifolia leaves which are 8.15 ± 10.82 mg GAE/g.

4430547679J1D020060NILAI MORAL DALAM KUMPULAN CERPEN "TEH DAN PENGKHIANAT" KARYA IKSAKA BANU SERTA IMPLEMENTASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA/SMKAdanya fenomena masalah degradasi moral dan kesulitan peserta didik
dalam menganalisis nilai moral yang ada di dalam karya sastra. Hal tersebut
menuntut pentingnya program penguatan pendidikan karakter melalui
pembelajaran menganalisis karya sastra yang memuat nilai moral. Sehingga dalam
pembelajaran sastra yang memuat nilai moral yang baik dapat membantu
membentuk karakter peserta didik yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1)
mendeskripsikan dan nilai moral yang terdapat dalam kumpulan cerpen “Teh dan
Pengkhianat” karya Iksaka Banu, (2) menampilkan bahan ajar mata pelajaran
Bahasa Indonesia berdasarkan hasil analisis yang diperoleh. Bentuk penelitian ini
adalah kualitatif dengan teknik baca dan catat. Sedangkan teknik analisis data
menggunakan analisis isi yang terdiri atas pengumpulan data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dalam menganalisis kumpulan cerpen
"Teh dan Pengkhianat" karya Iksaka Banu terdapat empat keutamaan nilai moral
berupa jujur, berani, setia, dan murah hati sesuai dengan teori James Rachels. Dari
hasil penelitian, ditemukan 76 data berupa 16 nilai moral jujur, 39 nilai moral
berani, 8 nilai moral setia, dan 13 nilai moral murah hati. Hasil analisis tersebut
kemudian dijadikan modul elektronik sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia kelas
XI.
The phenomenon of moral degradation and students' difficulties in
analyzing moral values in literary works. This emphasizes the importance of
programs to strengthen character education through learning to analyze literary
works that contain moral values. So that learning literature that contains good
moral values can help shape students' good character. This research aims to: (1)
describe the moral values contained in the short story collection "Teh dan
Pengkhianat" by Iksaka Banu, (2) present teaching materials for Indonesian
language subjects based on the analysis results obtained. The form of this
research is qualitative with reading and writing techniques. Meanwhile, the data
analysis technique uses content analysis which consists of data collection, data
presentation and drawing conclusions. The results of research in analyzing the
short story collection "Teh dan Pengkhianat" by Iksaka Banu show four moral
values, namely honesty, courage, loyalty and generosity in accordance with James
Rachels' theory. From the research results, 76 data were found in the form of 16
honest moral values, 39 brave moral values, 8 loyal moral values, and 13
generous moral values. The results of the analysis were then used as electronic
modules as Indonesian language teaching materials for class XI.
4430647680F1D021069Gay dan Wacana Politik Pengakuan di Indonesia Dalam InstagramArtikel ini bertujuan untuk menjelaskan wacana politik pengakuan yang dilakukan oleh kelompok gay di Indonesia dalam Instagram. Artikel ini dilandasi dengan metode kualitatif serta menggunakan pendekatan Critial Discourse Analysis (CDA) dalam bingkai perspektif pascastrukturalis dan paradigma dekonstruksionisme. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa diskriminasi dan penindasan yang dilakukan oleh kelompok heteroseksual terhadap kelompok homoseksual gay menjadikan minimnya partisipasi dan kebebasan dari kelompok identitas minoritas. Dari postingan yang berisikan bukti foto dan video yang ada pada postingan akun instagram dan kolom komentar oleh akun @arisdogonzalez, @aruspelangi, @acepgatesofficial, @its.celonn_ terlihat adanya wacana politik pengakuan akan identitas dari kelompok gay. Hal ini diungkapkan melalui dimensi wacana dan analisis wacana serta dialog yang merespon postingan tersebut. Dengan demikian, instagram sebagai media sosial dapat menjadi alat penyebaran bentuk diskriminasi yang dilakukan oleh kelompok heteroseksual, selain itu juga menjadi media untuk memahami bagaimana praktik wacana pengakuan tersebut memposisikan kepada kelompok gay dalam bentuk penindasan dan diskriminasi akan identitas diri seorang gay.


This article aims to analyze the discourse of recognition politics undertaken by gay groups in Indonesia on Instagram. The study employs a qualitative method and adopts a Critical Discourse Analysis (CDA) approach within the framework of poststructuralist perspectives and deconstructionist paradigms. The findings reveal that discrimination and oppression by heterosexual groups against homosexual gay individuals result in limited participation and restricted freedom for minority identity groups. Through posts containing photographic and video evidence, as well as comment sections on Instagram accounts such as @arisdogonzalez, @aruspelangi, @acepgatesofficial, and @its.celonn, the discourse of recognition politics regarding gay identity is evident. This is expressed through discourse dimensions, discourse analysis, and dialogues responding to these posts. Consequently, Instagram as a social media platform serves not only as a medium for the dissemination of discrimination by heterosexual groups but also as a means to understand how the practice of recognition discourse positions gay individuals within structures of oppression and discrimination against their identity.

4430747685C1B020052Pengaruh Skor Environmental Social Governance dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Ukuruan Perusahaan Sebagai Variabel Moderasi Pada Perusahaan Perbankan di Indonesia Tahun 2013-2022Penelitian ini merupakan penelitian kuanitatif menggunakan data sekunder dari
perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI. Penelitian ini mengambil judul
“Pengaruh Skor Environmental, Social, Governance (ESG) dan Profitabilitas
Terhdap Nilai Perusahaan Dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Moderasi
Pada Perusahaan Perbankan di Indonesia Tahun 2013-2022”
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh skor ESG,
profitabilitas terhadap nilai perusahaan, dan apakah ukuran perusahaan dapat
memoderasi pengaruh skor ESG dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan.
Populasi dari penelitian ini adalah semua perusahaan perbankan yang terdaftar
di BEI yang memenuhi kriteria penelitian. Jumlah sampel yang didapat dalam
penelitian ini sejumlah 120 sampel. Purposive sampling method digunakan untuk
menentukan sampel dalam penelitian ini.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang dilakukan dengan menggunakan
Analisis Regresi Data Panel dengan model REM (Random Effect Model)
menunjukkan bahwa: (1) Skor ESG berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan,
(2) Profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, (3) Ukuran
perusahaan tidak dapat memoderasi pengaruh skor ESG terhadap nilai perusahaan,
(4) Ukuran perusahaan dapat memperkuat pengaruh profitabilitas terhadap nilai
perusahaan.
Setelah peneliti menghilangkan tahun ketika terjadi padnemi Covid-19, yaitu
tahun 2020-2022 pada data, maka peneliti menemukan hasil: skor ESG berpengaruh
positif terhadap nilai perusahaan.
Implikasi dari penelitian diatas yaitu temuan bahwa ESG memiliki pengaruh
negatif mungkin disebabkan oleh tingginya biaya implementasi yang tidak
diimbangi dengan peningkatan kinerja keuangan. Atau mungkin terdapat anomali
pada data ketika tahun terjadinya Covid-19, sehingga menyebabkan skor ESG
berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini membuktikan
profitabilitas yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan mampu menggunakan
asetnya secara efisien untuk menghasilkan keuntungan. Temuan bahwa ukuran
perusahaan tidak dapat memoderasi pengaruh ESG terhadap nilai perusahaan
berarti bahwa besar kecilnya ukuran perusahaan tidak berdampak pada bagaimana
perusahaan tersebut mengimplementasikan ESG ke dalam bisnisnya. Temuan
bahwa ukuran perusahaan dapat memperkuat pengaruh profitabilitas terhadap nilai
perusahaan adalah semakin besar ukuran perusahaan akan memiliki sumber daya
yang lebih luas untuk menginvestasikan kembali laba dengan proyek investasi yang
menghasilkan keuntungan jangka panjang, sehingga dapat meningkatkan nilai
perusahaan.
This study is a quantitative research using secondary data from banking
companies listed on the IDX. This study is titled "The Effect of Environmental,
Social, Governance (ESG) and Profitability Scores on Company Value with
Company Size as a Moderating Variable in Banking Companies in Indonesia in
2013-2022"
The purpose of this study is to find out the influence of ESG scores, profitability
on company value, and whether company size can moderate the influence of ESG
scores and profitability on company value.
The population of this study is all banking companies listed on the IDX that
meet the research criteria. The number of samples obtained in this study is 120
samples. The probability sampling method was used to determine the sample in this
study.
Based on the results of research and analysis conducted using Panel Data
Regression Analysis with the REM (Random Effect Model) model, it shows that: (1)
ESG score has a negative effect on company value, (2) Profitability has a positive
effect on company value, (3) Company size cannot moderate the influence of ESG
score on company value, (4) Company size can strengthen the influence of
profitability on company value.
After the researcher eliminated the year when the Covid-19 pandemic occurred,
namely 2020-2022 in the data, the researcher found the result: ESG score has a
positive effect on the company's value.
The implication of the above study is that the finding that ESG has a negative
influence may be caused by the high cost of implementation which is not offset by
the improvement of financial performance. Or there may be anomalies in the data
during the year of Covid-19, causing ESG scores to have a negative effect on the
company's value. This research proves that high profitability shows that the
company is able to use its assets efficiently to generate profits. The finding that
company size cannot moderate the influence of ESG on company value means that
the size of the company has no impact on how the company implements ESG into
its business. The finding that company size can strengthen the influence of
profitability on company value is that the larger the company size will have wider
resources to reinvest profits with investment projects that generate long-term
profits, thus increasing the value of the company.
4430847686B1A020090Uji Potensi Isolat Jamur Selulolitik Asal PDU Kamandaka dalam Menurunkan Bobot dan Kadar Selulosa Serasah DaunPusat Daur Ulang (PDU) Kamandaka merupakan salah satu PDU di Kabupaten Banyumas yang telah menerapkan pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Sampah organik yang terdapat di PDU Kamandaka terdegradasi menjadi pupuk kompos secara alami dengan melibatkan enzim yang dihasilkan oleh jamur. Salah satu jamur yang menghasilkan enzim pendegradasi sampah adalah jamur selulolitik. Jamur selulolitik menghasilkan enzim selulase yang mampu mendegradasi selulosa menjadi senyawa lebih sederhana. Serasah daun sebagai salah satu bagian dari sampah organik yang menumpuk di PDU Kamandaka sangat memungkinkan terdapat aktivitas jamur selulolitik di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui genus isolat jamur asal PDU Kamandaka yang memiliki potensi selulolitik dan mengetahui kemampuan isolat jamur terbaik asal PDU Kamandaka dalam menurunkan bobot dan kadar selulosa serasah daun jati skala laboratorium. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei kualitatif dan eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 7 isolat jamur selulolitik dari 8 isolat jamur yang diperoleh dari PDU Kamandaka berasal dari genera Curvularia dan Aspergillus. Isolat Aspergillus TK3 dan TK6 memiliki IS terbesar, yaitu 1,09 dan 1,2. Tetapi, kedua jamur tersebut tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap hasil penurunan bobot. Meskipun demikian, serasah daun yang diinokulasi suspensi spora Aspergillus TK6 mengalami penurunan bobot paling tinggi, yaitu sebesar 22,67% pada hari ke-15. Setelah diinkubasi 30 hari, serasah daun tersebut mencapai pH 7,84 dengan penurunan kadar selulosa hingga 21,55%.Kamandaka Recycling Center is one of the recycling center in Banyumas Regency that has been implementing the processing of organic waste into compost. Organic wastes in Kamandaka Recycling Center are degraded into compost naturally by involving enzymes produced by fungi. One of the fungi that can produce waste degrading enzymes is cellulolytic fungi. Cellulolytic fungi produce cellulase enzyme that can degrade cellulose into simpler compounds. Leaf litter as a part of organic waste that piled up in Kamandaka Recycling Center is possible to have cellulolytic fungal activity in it. The purpose of this study is to determine the genus of fungal isolates from Kamandaka Recycling Center that have cellulolytic potential and determine the ability of the best fungal isolates from Kamandaka Recycling Center in decreasing weight and cellulose level in teak leaf litter. This research used qualitative survey and experimental method. The results showed there were 7 cellulolytic fungal isolates among 8 fungal isolates obtained from Kamandaka Recycling Center. The fungus were from genera Curvularia and Aspergillus. Aspergillus TK3 and TK6 have the largest cellulolytic index, it was 1,09 and 1,2. However, both fungi didn’t show a significant effect on the weight loss result. Nevertheless, leaf litter that inoculated with Aspergillus TK6 spore suspension have the highest weight loss, it was 22,67% on day 15. After 30 days of incubation, the leaf litter reached pH 7,84 with a decrease in cellulose level up to 21,55%.
4430947687B1B019002THE GROWTH AND DEVELOPMENT OF COMMON CARP LARVAE (Cyprinus carpio) WITH MICROCAPSULE FEEDING OF Hermetia illucens LARVAE IN VARIOUS INSTARS
Common carp (Cyprinus carpio) is one freshwater fish that is favored by the people of Indonesia. The availability of nutrients in feed is important for the growth and development of larvae. To optimize the absorption of feed nutrients to fish larvae can be packaged in the form of microcapsules. Microcapsules are micro-sized capsules composed of a polymer matrix as the wall and a protected material as the core. This study aims to determine the growth and development performance of common carp (C. carpio) with different maggot microcapsule feeding treatments. The experimental design used in this study was a Completely Randomized Design (CRD) consisting of five treatments and five replications, namely T0 (commercial pellets), T1 (artemia feed), T2 (maggot microcapsules instars fourth), T3 (maggot microcapsules instars fifth), and T4 (maggot microcapsules instars sixth). The observation data obtained in the form of absolute weight gain, absolute length gain, SGR, RGR, increase in fin length (dorsal, pelvic, anal, and caudal), mouth opening, SR, intestine length, and intestine weight were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). The results showed significant differences using the Tukey HSD Post Hoc test. Data on mouth development, fin morphoanatomy, and water quality were analyzed descriptively.
The average weight gain was 0.04-0.12 g, the average length gain was 0.89-1.39 mm, the average SGR was 9.37-12.97%, the average RGR was 1317.67-3781.67%, the average fin length gain (dorsal fin 1.70-2.31 mm, pelvic fin 0.94-1.79 mm, anal fin 1.40-1.80 mm, caudal fin 1.48-2.12 mm), the average mouth opening width was 0.35-0.56 mm, the average final intestine weight was 0.006-0.011 g, the average final intestine length was 1.440-2.060 mm, and the average survival rate was 92-98%. The results of the ANOVA test showed a significant difference (P<0.05). The results of the Tukey test stated that the T2 treatment (maggot microcapsules instars fourth) gave the best effect on absolute weight gain, absolute length gain, SGR, RGR, fin length gain (dorsal, pelvic, and caudal), mouth opening, SR, intestine length, and intestine weight (P<0.05). However, there was no significant difference in the increase in anal fin length (P>0.05). The results of the visible pigmentation observations are melanophores and xanthophores. Thus, Hermetia illucens larval microcapsules can be used as a substitute for commercial feed to maintain carp larvae (C. carpio).
Common carp (Cyprinus carpio) is one freshwater fish that is favored by the people of Indonesia. The availability of nutrients in feed is important for the growth and development of larvae. To optimize the absorption of feed nutrients to fish larvae can be packaged in the form of microcapsules. Microcapsules are micro-sized capsules composed of a polymer matrix as the wall and a protected material as the core. This study aims to determine the growth and development performance of common carp (C. carpio) with different maggot microcapsule feeding treatments. The experimental design used in this study was a Completely Randomized Design (CRD) consisting of five treatments and five replications, namely T0 (commercial pellets), T1 (artemia feed), T2 (maggot microcapsules instars fourth), T3 (maggot microcapsules instars fifth), and T4 (maggot microcapsules instars sixth). The observation data obtained in the form of absolute weight gain, absolute length gain, SGR, RGR, increase in fin length (dorsal, pelvic, anal, and caudal), mouth opening, SR, intestine length, and intestine weight were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). The results showed significant differences using the Tukey HSD Post Hoc test. Data on mouth development, fin morphoanatomy, and water quality were analyzed descriptively.
The average weight gain was 0.04-0.12 g, the average length gain was 0.89-1.39 mm, the average SGR was 9.37-12.97%, the average RGR was 1317.67-3781.67%, the average fin length gain (dorsal fin 1.70-2.31 mm, pelvic fin 0.94-1.79 mm, anal fin 1.40-1.80 mm, caudal fin 1.48-2.12 mm), the average mouth opening width was 0.35-0.56 mm, the average final intestine weight was 0.006-0.011 g, the average final intestine length was 1.440-2.060 mm, and the average survival rate was 92-98%. The results of the ANOVA test showed a significant difference (P<0.05). The results of the Tukey test stated that the T2 treatment (maggot microcapsules instars fourth) gave the best effect on absolute weight gain, absolute length gain, SGR, RGR, fin length gain (dorsal, pelvic, and caudal), mouth opening, SR, intestine length, and intestine weight (P<0.05). However, there was no significant difference in the increase in anal fin length (P>0.05). The results of the visible pigmentation observations are melanophores and xanthophores. Thus, Hermetia illucens larval microcapsules can be used as a substitute for commercial feed to maintain carp larvae (C. carpio).
4431047688F1A020062MOTIVASI UNTUK MENGAKTUALISASIKAN DIRI DALAM LAGU "BRAVE" KARYA SARA BAREILLES (2013)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna motivasi untuk mengaktualisasikan diri yang terkandung dalam lirik lagu "Brave" karya Sara Bareilles. Lagu ini mengangkat tema keberanian, motivasi, dan aktualisasi diri yang relevan dengan fenomena modern seperti tekanan sosial dan ketakutan pribadi. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan hermeneutika, penelitian ini menggali elemen-elemen motivasi intrinsik dan ekstrinsik yang disampaikan melalui lirik lagu tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu "Brave" mengandung pesan keberanian yang kuat, mendorong individu untuk berbicara jujur dan menghadapi tantangan hidup. Liriknya mencerminkan perjuangan melawan rasa takut dan stigma sosial, menjadikannya relevan bagi pendengar dalam proses pencapaian aktualisasi diri. Penelitian ini menyoroti pentingnya seni musik sebagai medium motivasi dan pemberdayaan individu, memberikan kontribusi pada kajian sosiologi seni.

This study aims to analyze the meaning of motivation for self-actualization contained in the lyrics of the song "Brave" by Sara Bareilles. The song addresses themes of courage, motivation, and self-actualization, which are relevant to modern phenomena such as social pressure and personal fears. Using a qualitative method and a hermeneutic approach, this study explores intrinsic and extrinsic motivational elements conveyed through the song’s lyrics. The results indicate that "Brave" delivers a powerful message of courage, encouraging individuals to speak honestly and face life’s challenges. The lyrics reflect a struggle against fear and social stigma, making them relevant for listeners in their journey toward self-actualization. This study highlights the importance of music as a medium for motivation and empowerment, contributing to the sociology of art studies.
4431147690F1A018084REPRESENTASI RASISME DALAM FILM SHIRLEY (2024)Film Shirley (2024) merepresentasikan berbagai bentuk rasisme di Amerika Serikat, termasuk mikroagresi, hinaan, dan kekerasan. Mikroagresi terlihat dalam interaksi personal yang halus, seperti komentar berulang tentang kesetaraan gaji Shirley dengan anggota kongres kulit putih. Hinaan berupa coretan rasis “NIGGER GO HOME!” pada kotak paket kampanye Shirley, menunjukan penolakan terhadap partisipasi politik orang kulit hitam. Kekerasan direpresentasikan melalui percobaan pembunuhan terhadap Shirley. Film ini menunjukan bahwa rasisme tidak hanya berupa tindakan kekerasan, tetapi juga tindakan-tindakan yang tampaknya sepele namun berdampak besar bagi korbannya.Shirley (2024) portrays various forms of racism in the United States, encompassing microaggressions, slurs, and violence, Microaggressions are evident in subtle personal interactions, such as repeated comments about Shirley’s equal salary with a white congressman. Slurs, manifested in racist slur “NIGGER GO HOME!” scarled on Shirley’s campaign package box, signify the rejection of Black political participation. Violence is represented through the attempted assassination of Shirley, accompanied by racial slurs. This film demonstrates that racism is not limited to physical violence, but also includes seemingly trivial actions that have a profound impact on the victims.
4431247691F2B021005Pemberdayaan Kelompok Bina Keluarga Balita dalam Penurunan Stunting di Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas
Abstrak
Stunting atau yang lebih dikenal dengan istilah kerdil atau pendek adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah 5 tahun akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1000 hari pertama kehidupan. Terdapat data kasus stunting di Kabupaten Banyumas yang cukup tinggi mencapai 11,8%. Salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyumas yang memiliki kasus stunting terbanyak adalah Kecamatan Kembaran yaitu mencapai 16,25%, Adanya kelompok Bina Keluarga Balita ini menjadi penting untuk meningkatkan ketrampilan orang tua dalam mengasuh dan mendidik anak balita agar dapat tumbuh secara optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan kelompok BKB dalam menurunkan stunting di Kecamatan Kembaran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan terdiri dari pengurus kelompok BKB Mawar yang terdiri dari Kepala Desa, Bidan, Penyuluh KB, Ketua BKB, Kader BKB, Peserta BKB. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan dalam program ini memiliki permasalahan seperti kurangnya kesadaran peserta BKB dan rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai stunting. Namun pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan oleh kelompok BKB Mawar menunjukkan hasil, diantaranya: Adanya hubungan keluarga yang saling mendukung, keikutsertaan masyarakat pada aspek jalinan kerjasama semakin erat, peningkatan kesadaran pada masyarakat akan pentingnya pola asuh balita dalam keluarga, kualitas kader dengan semakin bertambah pengetahuan, ketrampilan dan pengalamanya, harapan masyarakat pada BKB Mawar bisa menjadi solusi untuk tumbuh kembang balita dan mampu menekan angka stunting pada balita.
Kata Kunci: Bina Keluarga Balita (BKB), Pemberdayaan, Stunting
Abstract
Stunting or what is better known as stunting or stunting is a condition of failure to grow in children under 5 years old due to chronic malnutrition and recurrent infections, especially in the first 1000 days of life. There is data on stunting cases in Banyumas Regency which is quite high, reaching 11.8%. One of the sub-districts in Banyumas Regency which has the most stunting cases is Kembaran Sub-district, reaching 16.25%. The existence of this Toddler Family Development group is important to improve parents' skills in caring for and educating toddlers so they can grow optimally.
This research aims to analyze the empowerment of the BKB group in reducing stunting in Kembaran District. This research uses descriptive qualitative research. Data collection using interviews, observation and documentation. The informants consisted of BKB Mawar group administrators consisting of Village Heads, Midwives, Family Planning Counselors, BKB Chairmen, BKB Cadres, BKB Participants. Data analysis through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data validity is carried out through technical triangulation and research source triangulation.
The research results show that the efforts made in this program have problems such as lack of awareness of BKB participants and low public knowledge about stunting. However, the community empowerment that has been carried out by the BKB Mawar group has shown results, including: The existence of mutually supportive family relationships, closer community participation in aspects of cooperation, increased awareness in the community of the importance of parenting patterns for toddlers in the family, the quality of cadres with increasing knowledge, skills and experience, the community hopes that BKB Mawar can be a solution for the growth and development of toddlers and can reduce stunting rates in toddlers.
Keywords: Empowerment, Stunting, Toddler Family Development
4431347692E1A019064TINJAUAN YURIDIS SOSIOLOGIS PERAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN (BNNK) CILACAP DALAM PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA NARKOTIKA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKAPenyalahgunaan narkotika meningkat setiap tahunnya, khusus wilayah Kabupaten
Cilacap data ungkap kasus menunjukan peningkatan jumlah kasus dari 87 kasus
pada tahun 2022 menjadi 102 kasus pada tahun 2023. Penyalahgunaan narkotika
menimbulkan dampak negatif pada fisik maupun psikisnya bahkan dapat
menimbulkan multiple effect yang berkaitan dengan beragam perbuatan kriminal
lainnya. Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana peran
BNNK Cilacap dalam penegakan hukum terhadap tindak pidana narkotika
menurut UU No. 35 Tahun 2009 dan faktor penghambat BNNK Cilacap dalam
penegakan hukum terhadap tindak pidana narkotika. Penelitian ini mengunakan
metode penelitian yuridis sosiologis dan dianalisis dengan metode kualitatif. Hasil
analisis menunjukan bahwa upaya BNNK Cilacap dalam penegakan hukum
terhaadap tindak pidana narkotika menurut UU No. 35 Tahun 2009 dilakukan
dengan upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi dan
pemberantasan. Dalam menjalankan perannya sebagai penegak hukum, BNNK
Cilacap menghadapi sejumlah hambatan. Beberapa aspek terkait narkotika
belum sepenuhnya tercakup dalam UU No. 30 Tahun 2009 tentang
narkotika. Selain itu, jumlah personil BNNK Cilacap yang terbatas tidak
sebanding dengan luas wilayah Cilacap. Keterbatasan anggaran berpengaruh pada
pelaksanaan tugas pencegahan dan pemberantasan, sehingga kurang optimal.
Disisi lain partisipasi masyarakat yang masih rendah, dan cenderung acuh tak
acuh terhadap pelanggaran hukum.
Narcotics abuse increases every year, especially for Cilacap Regency, data on
cases shows an increase in the number of cases from 87 cases in 2022 to 102
cases in 2023. Narcotics abuse has a negative impact on the physical and
psychological, and can even cause multiple effects related to various other
criminal acts. The main problem in this research is the role of the Cilacap BNNK
in law enforcement against narcotics crimes according to Law no. 35 of 2009 and
inhibiting factors for BNNK Cilacap in enforcing the law against narcotics
crimes. This research uses sociological juridical research methods and is
analyzed using qualitative methods. The results of the analysis show that Cilacap
BNNK's efforts in enforcing the law against narcotics crimes according to Law
no. 35 of 2009 is carried out with efforts to prevent and empower the community,
rehabilitation and eradication. In carrying out its role as law enforcer, BNNK
Cilacap faces a number of obstacles. Several aspects related to narcotics are not
yet fully covered in Law no. 30 of 2009 concerning narcotics. Apart from that, the
limited number of Cilacap BNNK personnel is not comparable to the area of
Cilacap Regency. Budget limitations also have an impact, resulting in less than
optimal implementation of prevention and eradication tasks. On the other hand,
public participation is still low, and there is a tendency for society to be
indifferent to law violations that occur.
4431447693F1D018029Peran Street-Level Buraeucracy dalam Kebijakan Pemerintah Desa untuk Meningkatkan Indeks Desa Membangun (IDM) di Desa Arjowinangun Kecamatan Puring Kabupaten KebumenPembangunan desa merupakan fondasi utama dalam mewujudkan kualitas hidup lebih baik dan meningkatkan keberlangsungan masyarakat perdesaan menuju taraf kehidupan yang lebih sejahtera. Salah satu daerah yang menjadi perhatian dalam upaya pembangunan desa adalah Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis peran street-level bureaucracy dalam kebijakan pemerintah desa untuk meningkatkan Indeks Desa Membangun (IDM) di Desa Arjowinangun Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan sasaran penelitian adalah Pemerintah dan warga Desa Arjowinangun Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pendekatan yang terstruktur dan partisipatif berhasil meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat desa secara signifikan. Perangkat desa selaku birokrasi garis depan berhasil mempengaruhi Desa Arjowinangun dalam meningkatkan indeks desa membangun dengan baik. Kredibilitas dan profesionalisme perangkat desa dengan struktur pemerintahan yang terorganisir berhasil menerapkan fungsi kontrol yang baik dalam strategi pemberdayaan dan pembangunan desa. Komunikasi yang terbuka dan partisipatif dengan masyarakat juga terbukti krusial, memastikan bahwa kebijakan yang diambil relevan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, kolaborasi dengan pihak eksternal, termasuk lembaga pemerintah, swasta, dan non-pemerintah, memungkinkan diversifikasi pendekatan dan alokasi sumber daya yang lebih besar, yang mendukung program-program pembangunan desa.Village development is the main foundation in realizing a better quality of life and improving the sustainability of rural communities towards a more prosperous standard of living. One of the areas that is a concern in village development efforts is Kebumen Regency, Central Java. Therefore, this study was conducted with the aim of analyzing the role of street-level bureaucracy in village government policies in increasing the Village Development Index (IDM) in Arjowinangun Village, Puring District, Kebumen Regency. This study uses a qualitative descriptive research method with the research targets being the Government and residents of Arjowinangun Village, Puring District, Kebumen Regency. From the results of the research that has been conducted, it can be concluded that a structured and participatory approach has succeeded in significantly improving the quality of life and welfare of village communities. Village officials as the frontline bureaucracy have succeeded in influencing Arjowinangun Village in increasing the village development index well. The credibility and professionalism of village officials with an organized government structure have succeeded in implementing good control functions in village empowerment and development strategies. Open and participatory communication with the community has also proven crucial, ensuring that the policies taken are relevant and in accordance with the needs of the community. In addition, collaboration with external parties, including government, private and non-governmental institutions, allows for greater diversification of approaches and resource allocation, which supports village development.
4431547336H1E021034Peningkatan Kualitas Lanting Menggunakan Metode Taguchi Dengan Mempertimbangkan Faktor Umur Singkong Sebagai Bahan Baku ProduksiIndustri makanan hingga saat ini terus berkembang dan diketahui dapat membantu pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Kebumen merupakan salah satu kabupaten yang memiliki berbagai jenis makanan tradisional maupun modern. Camilan atau makanan ringan khas dari Kebumen adalah lanting. Lanting dikenal sebagai makanan khas yang memiliki cita rasa gurih, tekstur yang renyah dan berbentuk angka 8. Untuk membuat lanting menggunakan bahan baku berupa singkong dan akan melalui serangkaian proses produksi. Proses produksi makanan khas Kebumen tersebut dimulai dengan mencuci, memarut, press, pembentukan menjadi bola, mengukus, diuleni menjadi bentuk mie, dibentuk menjadi angka 8, dan digoreng. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara diketahui bahwa dalam proses produksi jenis singkong yang digunakan adalah campuran antara singkong muda dan tua. Sedangkan menurut studi pustaka karakteristik dari kedua singkong tersebut berbeda baik secara fisik dan kimiawi. Selain iu dari hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Aviati (2024), hasil pengujian kekerasan lanting sebagai variabel respon adalah 4034,252 gf dan 3917,143 gf dimana tingkat kerenyahan tersebut menunjukkan adanya tingkat variasi produk dengan selisih keduanya sebesar 117,109 gf. Oleh karena itu indikasi tersebut dilakukan eksperimen Taguchi dengan faktor umur singkong (A), pengulangan penggorengan (B), waktu penggorengan (C) dan suhu awal penggorengan (D) dengan tujuan mengetahui faktor umur singkong terhadap kerenyahan lanting dan kombinasi optimal dari faktor dan level yang digunakan. Dan hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor umur singkong (A) dan waktu penggorengan (C) tidak berpengaruh terhadap kerenyahan lanting. Sedangkan kombinasi optimal dari eksperimen Taguchi adalah faktor umur singkong (A) level 1 yaitu umur singkong muda, pengulangan penggorengan (B) level 2 yaitu dilakukan 2 kali, waktu penggorengan (C) level 2 selama 5 menit dan suhu awal penggorengan (D) level 2 sebesar 170°CThe food industry continues to grow and is known to help economic growth in Indonesia. Kebumen is one of the districts that has various types of traditional and modern food. A typical snack from Kebumen is lanting. Lanting is known as a specialty food that has a savory taste, crunchy texture and is in the shape of the number 8. To make lanting using raw materials in the form of cassava and will go through a series of production processes. The production process of Kebumen's specialty food starts with washing, grating, pressing, forming into a ball, steaming, kneading into a noodle shape, forming into a figure 8, and frying. Based on the results of observations and interviews, it is known that in the production process the type of cassava used is a mixture of young and old cassava. Meanwhile, according to the literature study, the characteristics of the two cassava are different both physically and chemically. In addition, from the results of previous research conducted by Aviati (2024), the results of lanting hardness testing as a response variable are 4034.252 gf and 3917.143 gf where the level of crispness shows the level of product variation with the difference between the two of 117.109 gf. Therefore, these indications were carried out Taguchi experiments with the factors of cassava age (A), frying repetition (B), frying time (C) and initial frying temperature (D) with the aim of knowing the factor of cassava age on lanting crispness and the optimal combination of factors and levels used. And the results showed that the factors of cassava age (A) and frying time (C) did not affect the crispness of lanting. While the optimal combination of Taguchi experiments is the cassava age factor (A) level 1, which is the age of young cassava, frying repetition (B) level 2, which is done 2 times, frying time (C) level 2 for 5 minutes and initial frying temperature (D) level 2 of 170°C.
4431647696C1H020014BUSINESS FEASIBILITY ANALYSIS OF PT. CRAFTINDO KREASI MANDIRI IS AS A COMPANY MOVING IN THE FIELD OF RATTAN CRAFTS IN KUDUS, CENTRAL JAVAPenelitian ini menyajikan analisis kelayakan usaha kerajinan rotan yang dilakukan oleh PT Craftindo Kreasi Mandiri di Kudus, Indonesia. Penelitian ini mengeksplorasi potensi industri kerajinan rotan yang berpusat di Cirebon, Indonesia dengan menekankan pada ketersediaan bahan baku, tenaga kerja terampil, dan nilai estetika serta nilai pasar produk yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan usaha yang mencakup aspek keuangan secara komprehensif. Hasil analisis menunjukkan bahwa PT Craftindo Kreasi Mandiri dinyatakan layak kecuali untuk Internal Rate of Return (IRR) yang perlu dievaluasi. Analisis aspek keuangan menghasilkan Net Present Value (NPV) sebesar Rp 52.180.252, Internal Rate Of Return (IRR) 16 persen, Payback Period pada bulan keempat (April), dan Profitability Index sebesar 1,7. Kemudian untuk hasil analisis sensitivitas, penurunan harga jual suatu produk lebih sensitif terhadap perubahan harga dibandingkan dengan kenaikan harga. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan dengan memperkuat temuan-temuan sebelumnya dalam konteks studi kelayakan bisnis, terutama berfokus pada aspek keuangan. Aspek keuangan yang terdiri dari penganggaran dan penganggaran modal serta analisis sensitivitas menjadi fokus penilaian yang dapat digunakan sebagai dasar evaluasi bagi PT. Craftindo Kreasi Mandiri. Penerapan analisis pada aspek-aspek kelayakan tersebut tidak hanya memperkaya pemahaman, tetapi juga dapat menjadi metode penilaian yang efektif, sehingga memungkinkan perusahaan untuk membuat keputusan-keputusan strategis yang lebih relevan. Dengan demikian, bagi PT Craftindo Kreasi Mandiri, penelitian ini dapat menjadi panduan yang berharga dalam proses pengambilan keputusan terkait perencanaan manajerial untuk masa depan bisnisnya.This study presents a feasibility analysis of rattan handicraft business conducted by PT Craftindo Kreasi Mandiri in Kudus, Indonesia. This study explores the potential of the rattan handicraft industry based in Cirebon, Indonesia by emphasizing the availability of raw materials, skilled labor, and high aesthetic and market value of the product. The purpose of this study is to determine the feasibility of the business which includes financial aspects comprehensively. The analysis shows that PT Craftindo Kreasi Mandiri is declared feasible except for the Internal Rate of Return (IRR) which needs to be evaluated. The analysis of the financial aspect produces a Net Present Value (NPV) of IDR 52.180.252, Internal Rate Of Return (IRR) 16 percent, Payback Period in fourth months (April), and Profitability Index is 1.7. Then for the results of the sensitivity analysis, the decrease in the selling price of a product is more sensitive to price changes compared to an increase in price. The results of this study provide a significant contribution by strengthening previous findings in the context of business feasibility studies, especially focusing on financial aspects. Financial aspects consisting of budgeting and capital budgeting as well as sensitivity analysis are the focus of the assessment that can be used as a basis for evaluation for PT. Craftindo Kreasi Mandiri. The application of analysis to these feasibility aspects not only enriches understanding, but can also be an effective assessment method, allowing companies to make more relevant strategic decisions. Thus, for PT Craftindo Kreasi Mandiri, this study can serve as a valuable guide in the decision-making process related to managerial planning for the future of its business.
4431747694B1A020077KAJIAN Diopatra claparedii SEBAGAI BIOINDIKATOR
PENCEMARAN LOGAM Zn DI SUNGAI DONAN
KAB UPATEN CILACAP
Sungai Donan Kabupaten Cilacap menerima limbah dari kegiatan industri dan
limbah domestik dari pemukiman penduduk di sekitarnya. Peningkatan aktivitas
masyarakat di Sungai Donan dapat meningkatkan cemaran yang terlarut maupun
tersuspensi masuk ke dalam sungai. Salah satunya adalah limbah logam berat Zn yang
dapat mengendap di dasar perairan. Logam berat Zn dengan konsentrasi yang tinggi
dapat mengancam organisme dan masyarakat yang bergantung pada sungai tersebut.
Pemantauan kualitas perairan perlu dilakukan di antaranya dengan mengukur
parameter fisik, kimia, dan biologi. Penggunaan bioindikator berupa makrozoobentos
merupakan cara yang efektif untuk mengetahui cemaran perairan. Cacing Diopatra
claparedii merupakan Makrozoobentos yang berpotensi sebagai bioindikator yang
dapat memonitor cemaran logam berat di Sungai Donan. Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui kemampuan cacing Diopatra claparediI dalam mengakumulasi logam Zn
dari air dan sedimen Sungai Donan, serta potensinya sebagai bioindikator cemaran Zn.
Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menerapkan metode random
sampling untuk pengambilan sampel. Pengambilan sampel dilakukan di Sungai Donan
pada 4 lokasi berbeda yaitu Kawasan Mangrove, Kawasan Industri Semen, Kawasan
Industri Minyak, dan Dermaga Sleko. Variabel pada penelitian ini yaitu variabel
tergantung dan variabel bebas. Variabel bebas berupa konsentrasi logam Zn pada air
dan sedimen. Variabel tergantung berupa konsentrasi logam seng Zn pada air,
sedimen, dalam dalam tubuh cacing Diopatra claparedii di Sungai Donan. Parameter
yang diukur yaitu konsentrasi logam Zn pada tubuh cacing Diopatra claparedii, air,
dan sedimen Sungai Donan. Sampel yang diperoleh dilanjutkan dengan proses
destruksi dan AAS di Laboratorium Lingkungan Fakultas Biologi Universitas Jenderal
Soedirman. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dibandingkan konsentrasi
logam antara air, sedimen, dan cacing Diopatra claparedii serta dihitung faktor
biokonsentrasinya yang hasilnya dibandingkan dengan 3 kategori nilai
Bioconsentration factor (BCF), yaitu excluder < 1, indikator =1, dan akumulator >1.
Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi logam Zn di Sungai Donan sudah
melebihi ambang batas, dengan rata-rata konsentrasi pada air, sedimen dan cacing
Diopatra claparedii secara berturut-turut sebesar 6,74 mg/L, 24, 22 mg/Kg, dan 3, 60
mg/Kg. Hasil perhitungan faktor biokonsentrasi (BCF) Diopatra claparedii dari
sedimen memiliki rata-rata sebesar 0,82 sedangkan dari air memiliki nilai 2,92.
Bioakumulasi Diopatra claparedii dari sedimen termasuk dalam kategori excluder
karena memiliki nilai kurang dari 1, sedangkan biokonsentrasi Diopatra claparedii
dari air termasuk kategori akumulator karena memiliki nilai lebih dari 1. Kategori
Diopatra claparedii yang termasuk akumulator logam Zn dari air menandakan
Diopatra claparedii berpotensi sebagai bioindikator logam Zn karena dapat
menunjukkan tingkat cemaran logam Zn pada kolom air.
Donan River in Cilacap Regency received industrial and domestic waste
discharges from the surrounding area. Increasing of community activities in the Donan
River lead to increasing dissolved and suspended contaminants into the river. One of
them is Zn heavy metal waste that can settle to the bottom of the water. High
concentrations of heavy metal Zn can threaten organisms and communities that depend
on the river. Water quality monitoring needs to be done by measuring physical,
chemical and biological parameters. The use of bioindicators in the form of
macrozoobenthos is an effective way to determine water contamination. Diopatra
claparedii worm is a macrozoobenthos that has the potential as a bioindicator that can
monitor heavy metal contamination in the Donan River. This study was conducted to
determine the ability of Diopatra claparediI worm to accumulate Zn metal from water
and sediment of Donan River, and its potential as a bioindicator of Zn contamination.
This study used a survey method by applying the random sampling method for
sampling. Sampling was conducted in the Donan River at 4 different locations, namely
the Mangrove Area, Cement Industrial Area, Oil Industrial Area, and Sleko Pier. The
variables in this study are dependent variables and independent variables. The
independent variable is the concentration of Zn metal in water and sediment. The
dependent variable is the concentration of zinc metal Zn in water, sediment, in the
body of Diopatra claparedii worm in Donan River. The parameters measured are the
concentration of Zn metal in the body of Diopatra claparedii worm, water, and
sediment of Donan River. The samples obtained were continued with the process of
deconstruction and AAS at the Environmental Laboratory of the Faculty of Biology,
Jenderal Soedirman University. The data obtained were analysed descriptively
compared metal concentrations between water, sediment, and Diopatra claparedii
worms and calculated bioconcentration factors whose results were compared with 3
categories of Bioconcentration factor (BCF) values, namely excluder < 1, indicator =
1, and accumulator > 1.
The results showed that the concentration of Zn metal in the Donan River has
exceeded the threshold, with average concentrations in water, sediment and Diopatra
claparedii worms respectively of 6.74 mg/L, 24, 22 mg/Kg, and 3, 60 mg/Kg. The
calculation of the bioconcentration factor (BCF) of Diopatra claparedii from sediment
has an average of 0.82 while from water has a value of 2.92. The bioaccumulation of
Diopatra claparedii from sediment is included in the excluder category because it has
a value of less than 1, while the bioconcentration of Diopatra claparedii from water is
included in the accumulator category because it has a value of more than 1. The
category of Diopatra claparedii which includes Zn metal accumulator from water
indicates that Diopatra claparedii has the potential as a Zn metal bioindicator because
it can indicate the level of Zn metal contamination in the water column.
4431848362J1B021020HIERARKI KEBUTUHAN MASLOW PADA TOKOH IMELDA SHAFIRA DALAM NOVEL PASIEN KARYA NAOMI MIDORI
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tokoh Imelda Shafira dan hiererki kebutuhan Maslow pada tokoh Imelda Shafira dalam novel Pasien karya Naomi Midori. Objek penelitian ini, yaitu novel Pasien karya Naomi Midori yang diterbitkan oleh Penerbit Haru pada tahun 2024 dengan total 120 halaman. Metode yang digunakan, yaitu deskriptif kualitatif. Adapun hasil penelitian ini, tokoh Imelda digamabrkan dengan sosok anak perempuan pertama yang mandiri, cerdas, kritis, berani, penuh tekad, realistis, pendiam, perhatian, percaya diri, keras kepala, rajin, teliti, misterius, penuh rahasia, tangguh, pendendam, dan brutal. Ia tinggal di sebuah kampung kecil dan tumbuh dalam kemiskinan dengan kehidupan keluarga yang penuh konflik. Kemudian, hierarki kebutuhan tokoh Imelda, yaitu the physiological needs (kebutuhan fisiologis), the safety needs (kebutuhan rasa aman), the belongingness and love needs (kebutuhan cinta dan rasa memiliki-dimiliki), the esteem needs (kebutuhan harga diri) telah terpenuhi. This study aims to describe the character of Imelda Shafira and analyze Maslow’s hierarchy of needs as reflected in the character Imelda Shafira in the novel Pasien by Naomi Midori. The object of this research is the novel Pasien by Naomi Midori, published by Haru Publisher in 2024 with a total of 120 pages. The method used is descriptive qualitative. The results of this study show that Imelda is portrayed as the first daughter who is independent, intelligent, critical, brave, determined, realistic, quiet, caring, confident, stubborn, diligent, meticulous, mysterious, full of secrets, resilient, vengeful, and brutal. She lives in a small village and grows up in poverty within a family full of conflict. Regarding Maslow’s hierarchy of needs, Imelda has fulfilled the physiological needs, safety needs, belongingness and love needs, and esteem needs. However, the need for self-actualization remains unfulfilled.
4431948372H1C021068Geokimia Hidrokarbon Sumur Loku-1 dan Alpha-1A, Cekungan Taliabu, Provinsi Maluku UtaraCekungan Taliabu di Provinsi Maluku Utara merupakan salah satu wilayah yang memiliki indikasi keberadaan hidrokarbon. Eksplorasi di cekungan ini masih terbatas, sehingga diperlukan studi yang lebih komprehensif untuk mengidentifikasi potensi hidrokarbon. Penelitian ini menggunakan pendekatan geokimia dengan menganalisis Total Organic Carbon (TOC), rock-eval pyrolysis, vitrinite reflectance, serta gas kromatografi dari data mud logging. Parameter yang dianalisis mencakup kuantitas, kualitas, dan kematangan material organik, serta karakterisasi fluida hidrokarbon menggunakan rasio hidrokarbon dan perhitungan wetness ratio (WH), balance ratio (BH), serta character ratio (CH). Hasil analisis menunjukkan Formasi Buya pada sumur Alpha-1A dan Loku-1 memiliki kandungan material organik buruk-cukup untuk menghasilkan hidrokarbon dengan tipe kerogen II, II/III, dan III yang dapat menghasilkan minyak dan gas. Formasi Buya pada sumur Alpha-1A memiliki material organik yang belum matang, sedangkan Formasi Buya pada sumur Loku-1 memiliki material organik yang mulai memasuki awal kematangan pada kedalaman 1973.5 m dan puncak kematangan pada kedalaman 2858 m. Formasi Bobong memiliki kandungan material organik yang buruk untuk menghasilkan hidrokarbon yang belum matang-awal kematangan dengan tipe kerogen III yang dapat menghasilkan gas, akan tetapi terdapat anomali pada kedalaman 698 dan 720 m yang memiliki kandungan material organik cukup-baik yang diperkirakan akibat kontaminasi mineral karbonat atau batubara. Pada kurva sejarah kematangan, Formasi Buya memasuki fase early oil pertama kali terjadi pada umur 133.44 juta tahun lalu pada kedalaman 2581 meter dan fase main oil pada umur 109.22 juta tahun lalu pada kedalaman 2796 meter. Pada analisis gas kromatografi mengindikasikan keberadaan gas yang didominasi hidrokarbon ringan. Keterdapatan gas dan tingkat kematangan pada Formasi Buya di sumur Loku-1 menunjukkan gas termogenik yang mulai terbentuk dengan nilai komposisi molekuler sebesar 2.71-39.04 ppm.The Taliabu Basin in North Maluku Province is one of the areas with indications of hydrocarbon presence. Exploration in this basin is still limited, a more comprehensive study is needed to identify hydrocarbon potential. This study uses a geochemical approach by analyzing Total Organic Carbon (TOC), rock-eval pyrolysis, vitrinite reflectance, and gas chromatography from mud logging data. The parameters analyzed include quantity, quality, and maturity of organic material, as well as hydrocarbon fluid characterization using hydrocarbon ratio and calculation of wetness ratio (WH), balance ratio (BH), and character ratio (CH). The analysis results show that the Buya Formation in the Alpha-1A and Loku-1 wells has poor-fair organic material content to produce hydrocarbons with kerogen types II, II/III, and III that can produce oil and gas. The Buya Formation in the Alpha-1A well has immature organic material, while the Buya Formation in the Loku-1 well has organic material that begins to enter early maturity at a depth of 1973.5 m and peaks at a depth of 2858 m. Bobong Formation has poor organic material content to produce immature hydrocarbons-early maturity with kerogen type III that can produce gas, there are anomalies at 698 and 720 m depths that have fair to good organic material content thought to be due to carbonate or coal mineral contamination. On the maturity history curve, the Buya Formation entered the early oil phase at the age of 133.44 million years ago at a depth of 2581 meters and the main oil phase at the age of 109.22 million years ago at a depth of 2796 meters. Gas chromatography analysis indicates the presence of gas dominated by light hydrocarbons. The gas occurrence and maturity of the Buya Formation in the Loku-1 well indicate thermogenic gas formation with molecular composition values of 2.71-39.04 ppm.
4432047695B1B020002Characterization and Antibiotic Sensitivity Test of Bacterial Isolates Originating from German Cockroaches (Blattella Germanica) in The Hospitals AreaPenggunaan antibiotik dipakai secara luas baik pada bidang pertanian, peternakan, ataupun pada rumah sakit. Pembuangan limbah dari bidang-bidang ini dapat mengandung sisa antibiotik dan bakteri yang terpapar oleh sisa antibiotik tersebut dapat mengembangkan resistensi terhadap antibiotik. Bakteri sendiri dapat ditularkan melalui vektor seperti kecoak karena mereka umumnya hidup di lingkungan yang tidak bersih seperti area pembuangan. Salah satu spesies kecoa yang terkait dengan bakteri nosokomial adalah Kecoak Jerman (Blattella germanica). Beberapa penelitian menunjukkan Kecoak Jerman yang ditemukan di area rumah sakit membawa bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Untuk menekan angka terjadinya resistensi, WHO membagi antibiotik menjadi 3 kategori yaitu Access, Watched, dan Reserved. Kedua kelompok antibiotik ini merupakan antibiotik yang biasanya digunakan sebagai antibiotik lini pertama dan kedua. Penelitian sebelumnya menemukan adanya bakteri pathogen di area rumah sakit. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat bakteri resisten yang berasal dari kecoak Jerman di rumah sakit.
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman dengan menggunakan metode survei. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus hingga Desember 2024. Uji sensitivitas antibiotik terhadap isolat bakteri yang berasal dari Kecoak Jerman di area rumah sakit menggunakan teknik Kirby-Bauer. Hasil uji sensitivitas antibiotik dianalisis dengan mengacu pada Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI). Karakterisasi isolat resisten diperiksa dengan mengacu pada Bergey's Manual of Determinative Bacteriology.
Hasil yang diperoleh dari 22 isolat bakteri kecoa Jerman (Blattella germanica) dari area rumah sakit adalah anggota genus Staphylococcus, Listeria, Lactobacillus, Enterococcus, dan Streptococcus. Isolat bakteri Kecoak Jerman (Blattella germanica) dari area rumah sakit 100% resisten terhadap Amoksisilin, 14% resisten terhadap Eritromisin, dan 5% resisten terhadap Tetrasiklin. Isolat GMP 24 A, GMP 25 B, dan GMP 25 G resisten terhadap beberapa jenis antibiotik. Isolat GMP 24 A dan GMP 25 B resisten terhadap 2 jenis antibiotik yaitu Amoksisilin dan Eritromisin. Isolat GMP 25 G resisten terhadap 3 jenis antibiotik yaitu Amoksisilin, Eritromisin, dan Tetrasiklin.
Application of antibiotics are across agriculture, animal husbandry, and healthcare settings. Waste disposal from these field can contain residual antibiotics and bacteria exposed to residual antibiotics can become resistant to antibiotics. Bacteria can be transmitted through vectors such as cockroaches because they commonly live in unsanitary environments such as disposal areas. One species of cockroaches associated with nosocomial bacteria is German Cockroaches (Blattella germanica). Several studies have shown German cockroaches is often found in hospital area and carries pathogenic resistant bacteria. And in order for antibiotics to remain effective, WHO divides antibiotics into 3 categories namely Access, Watched, and Reserved. These two group antibiotics are the antibotics usually use as first and second line of antibiotics. Previous reseach found the presence of phatogenic bacteria. Therefore this study aims to determine are ther any resistant bacteria originating form German cokcroaches in hospital area.
This study was conducted at the Microbiology Laboratory, Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University using a survey method. The study was carried out from August to December 2024. Antibiotic sensitivity tests on isolates of bacteria originating from German cockroaches in the hospital area use the Kirby Bauer technique. The antibiotic sensitivity test results are analyzed by referring to the Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI). The characterization of resistant isolates is examined by referring to Bergey's Manual of Determinative Bacteriology.
The results obtained from 22 Isolate bacteria of German cockroaches (Blattella germanica) from the hospital area are members of the genus Staphylococcus, Listeria, Lactobacillus, Enterococcus, and Streptococcus. Bacterial isolates of German cockroaches (Blattella germanica) from the hospital area are 100% resistant to Amoxicillin, 14% resistant to Erythromycin, and 5% resistant to Tetracycline. Isolates GMP 24 A, GMP 25 B, and GMP 25 G are resistant to multiple types of antibiotics. Isolates GMP 24 A and GMP 25 B are resistant to 2 types of antibiotics namely Amoxicillin and Erythromycin. Isolates GMP 25 G are resistant to 3 types of antibiotics, namely Amoxicillin, Erythromycin, and Tetracycline.