Artikelilmiahs
Menampilkan 42.521-42.540 dari 48.839 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 42521 | 45893 | A1C020087 | SISTEM KONTROL DAN MONITORING TOTAL DISSOLVED SOLID, ELECTRICAL CONDUCTIVITY, SERTA pH NUTRISI AB MIX PADA PLANT FACTORY BERBASIS INTERNET OF THINGS | Peningkatan jumlah penduduk yang sejalan dengan meningkatnya permintaan pangan, serta semakin menyusutnya lahan pertanian, menuntut penerapan teknologi di sektor pertanian untuk meningkatkan produktivitas. Berbagai tantangan seperti berkurangnya lahan pertanian dan kondisi iklim lingkungan yang semakin tidak menentu dapat diselesaikan dengan pemanfaatan plant factory. Faktor yang berpengaruh dalam pertumbuhan tanaman adalah pemberian kadar nutrisi didalamnya seperti EC (Electrical Conductivity), pH, dan TDS (Total Dissolved Solids). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk 1) mengembangkan sistem kendali dan monitoring berbasis fuzzy untuk parameter Total Dissolved Solids (TDS), pH, dan Electrical Conductivity (EC) yang terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT) dan 2) Menganalisis perbandingan efektivitas sistem yang dikembangkan antar logaritma yang digunakan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknik Pengelolaan dan Pengendalian Bio Lingkungan, Jurusan Teknologi Pertaian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Hasil penelitian menunjukkan sistem monitoring dan kontrol menggunakan algoritma kendali Fuzzy menggunakan fuzzifikasi EC dan pH serta algoritma kendali Fuzzy menggunakan fuzzifikasi error dan beda error berhasil dilakukan. Hasil data yang didapat menunjukkan bahwa algoritma kendali Fuzzy menggunakan fuzzifikasi error dan beda error lebih baik dalam tingkat akurasi dan efektifitas energi. Algoritma kendali Fuzzy menggunakan fuzzifikasi error dan beda error lebih akurat karena satu nilai set point yang dijadikan acuan membuat kontrol semakin baik, lalu pada algoritma ini juga lebih sedikit menggunakan energi daripada algoritma kendali Fuzzy menggunakan fuzzifikasi EC dan pH dengan selisih 30 menit pada kontrol EC dan 5 menit pada kontrol pH. | The increase in population, which is accompanied by a growing demand for food, along with the decreasing availability of agricultural land, necessitates the application of technology in the agricultural sector to enhance productivity. Various challenges such as the reduction of agricultural land and increasingly unpredictable environmental conditions can be addressed by utilizing plant factories. Key factors influencing plant growth include the provision of nutrients, such as EC (Electrical Conductivity), pH, and TDS (Total Dissolved Solids). Therefore, this research aims to 1) develop a fuzzy-based control and monitoring system for Total Dissolved Solids (TDS), pH, and Electrical Conductivity (EC) parameters integrated with Internet of Things (IoT) technology, and 2) analyze the effectiveness comparison of the developed system between the algorithms used. The research was conducted at the Laboratory of Bioenvironmental Engineering Management and Control, Department of Agricultural Technology, Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman. The research results showed that the monitoring and control system using the Fuzzy control algorithm with EC and pH fuzzification and the Fuzzy control algorithm with error and error difference fuzzification were successfully implemented. The data obtained indicated that the Fuzzy control algorithm with error and error difference fuzzification performed better in terms of accuracy and energy efficiency. The Fuzzy control algorithm with error and delta error difference fuzzification was more accurate because a single set pint value used as a reference resulted in better control, and this algorithm also consumed less energy than the Fuzzy control algorithm with EC and pH fuzzification, with a difference of 30 minutes in EC control and 5 minutes in pH control. | |
| 42522 | 45896 | A1A017034 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERILAKU KONSUMEN BUAH LOKAL DI PASAR BARU KARAWANG, KECAMATAN KARAWANG BARAT, KABUPATEN KARAWANG | Buah-buahan lokal saat ini menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam mengkonsumsi makanan sehat. Hal ini dikarenakan buah-buahan lokal memiliki banyak manfaat dan produknya mudah ditemui dengan harga yang terjangkau, serta masyarakat mulai menerapkan pola hidup sehat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang merefleksikan variabel perilaku konsumen membeli buah-buahan, mengetahui pengaruh sikap, norma, dan kontrol perilaku persepsian terhadap minat pembelian konsumen membeli buah-buahan dan mengetahui minat perilaku konsumen dan perilaku konsumen dalam mengkonsumsi buah-buahan di Pasar Baru Kecamatan Karawang Barat Kabupaten Karawang.. Analisis data yang digunakan meliputi PLS (Partial Least Square) dengan aplikasi SmartPLS 3.2. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap terhadap perilaku memberikan nilai positif terhadap manfaat kesehatan dari buah-buahan lokal, serta dukungan dari norma subjektif, dan persepsi yang kuat terhadap kontrol perilaku secara bersamaan berkontribusi pada keputusan individu untuk memilih buahbuahan lokal sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Pentingnya sikap konsumen dalam keputusan pembelian, dengan nilai t-statistik yang signifikan (2,271) menunjukkan bahwa kesadaran akan manfaat kesehatan buah-buahan lokal lebih dominan dibandingkan dengan buah-buahan non-lokal atau impor. | Local fruits are currently one of the people's choices in consuming healthy food. This is because local fruits have many benefits and the products are easily found at affordable prices, and people are starting to adopt a healthy lifestyle. The purpose of this study was to determine the factors that reflect consumer behavior variables buying fruits, to determine the effect of attitudes, norms, and perceived behavioral control on consumer purchase interest in buying fruits and to determine consumer behavioral interests and consumer behavior in consuming fruits in Pasar Baru, West Karawang District, Karawang Regency. The data analysis used includes PLS (Partial Least Square) with the SmartPLS 3.2 application. Based on the results of the study, it shows that attitudes towards behavior give a positive value to the health benefits of local fruits, as well as support from subjective norms, and strong perceptions of behavioral control simultaneously contribute to individual decisions to choose local fruits as part of a healthy lifestyle. The importance of consumer attitudes in purchasing decisions, with a significant tstatistic value (2.271) indicates that awareness of the health benefits of local fruits is more dominant compared to non-local or imported fruits. | |
| 42523 | 45897 | H1E020034 | IMPLEMENTASI TEKNIK SIMULASI UNTUK LINE BALANCING DALAM PERMASALAHAN MIXED – MODEL ASSEMBLY DI SEWING LINE PT. PB Tbk. | PT. PB merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri garmen. Pada bulan Januari 2024, terdapat tiga style produk di PT. PB yang mengalami kesulitan dalam mencapai target efisiensi pada lini jahitnya. Style A096xx merupakan salah satu style yang memiliki ketidaktercapaian target paling parah. Penyebab permasalahan tersebut diindikasikan berasal dari kerumitan dan variasi proses yang tinggi serta alokasi operator yang kurang tepat, sehingga lini mengalami bottleneck, dan efisiensipun menurun. Adanya bottleneck pada lini menjadi indikasi buruknya keseimbangan lintasan pada produksi produk A096xx.. Salah satu upaya yang dapat digunakan untuk meminimalkan bottleneck adalah dengan merancang ulang keseimbangan lintasan produksi. Perbaikan keseimbangan lintasan pada lini jahit produk A096xx dilakukan menggunakan teknik simulasi. Metode simulasi digunakan karena mampu memberikan pemahaman yang lebih baik tentang perilaku sistem lini jahit produk A096xx. Lima skenario usulan dikembangkan untuk menghilangkan bottleneck dan meningkatkan utilitas pada operator berutilitas rendah. Hasil simulasi model menunjukkan bahwa semua skenario usulan mampu meningkatkan utilitas pada operator, 4 dari 5 skenario bisa meningkatkan output, %efisiensi, dan produktivitas. Setelah dilakukan diskusi dengan IE lapangan yang bertanggung jawab pada lini jahit produk A096xx, skenario 5 merupakan skenario terbaik yang bisa didapatkan dari model simulasi yang dikembangkan. Hal tersebut dikarenakan skenario 5 memiliki memiliki nilai rata rata utilitas yang paling kecil, dengan peningkatan output, efisiensi, dan produktivitas yang cukup tinggi apabila dibandingkan dengan model actualnya. | PT. PB is a company engaged in the garment industry. In January 2024, three product styles at PT. PB faced difficulties in achieving efficiency targets on their sewing lines, with Style A096xx being the most severely impacted. The challenges were attributed to the complexity and high variation of the processes involved, as well as improper operator allocation, leading to bottlenecks and decreased efficiency. The presence of bottlenecks in the line indicates poor line balancing in the production of Style A096xx. Besides bottlenecks, line imbalance is also evidenced by busy workstations, significant differences in idle times, and the accumulation of semi-finished products at several workstations. One approach to minimizing bottlenecks is by redesigning the production line balance. The improvement of line balance in the sewing line for Style A096xx was carried out using simulation techniques. Simulation was chosen as it provides a better understanding of the behavior of the sewing line system for Style A096xx. Seven proposed scenarios were developed to eliminate bottlenecks and enhance the utility of underutilized operators. The simulation results showed that all proposed scenarios improved operator utility, with four out of five scenarios increasing output, efficiency percentage, and productivity. After discussions with the field Industrial Engineer (IE) responsible for the sewing line of Style A096xx, Scenario 5 was identified as the best scenario derived from the developed simulation model. This scenario had the lowest average utility value, with significant increases in output, efficiency, and productivity compared to the actual model. | |
| 42524 | 45895 | A1C020065 | ANALISIS KARAKTERISTIK SIFAT FISIK DAN MEKANIK BUAH TOMAT (Solanum lycopersicum) BERDASARKAN LOKASI PERTUMBUHAN | Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) merupakan tanaman hortikultura yang buahnya digemari karena rasanya enak, segar, dan sedikit asam. Produktivitas tomat yang selalu melimpah tidak lepas dari permasalahan pada ketidaksesuaian antara kualitas produk dan kualitas yang dibutuhkan pasar. Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas buah tomat adalah dengan pemahaman terhadap sifat fisik dan sifat mekanik buah. Kualitas tomat dipengaruhi oleh lokasi pertumbuhan. Tanpa lokasi pertumbuhan yang tepat, tomat tidak mampu tumbuh dengan maksimal. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian (TPPHP), Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Variabel yang diteliti yaitu sifat fisik dan mekanik tomat. Variabel sifat fisik antara lain: massa, volume, densitas, spherisitas, roundness, dan kadar air. Variabel sifat mekanik yaitu kekerasan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, yaitu metode yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan data yang telah diperoleh. Hasil penelitian sifat fisik dan mekanik tomat menunjukkan bahwa nilai massa, volume, spherisitas, dan roundness dengan rata-rata terbesar terletak di Kecamatan Garung, dengan nilai rata-rata 66,47 g, 61,00 cm3, 0,919, dan 0,843. Nilai densitas tomat dengan rata-rata terbesar yaitu 2,016 g/cm3 yang terletak di Kecamatan Baturraden. Nilai kadar air dengan rata-rata terbesar yaitu 20,99% yang terletak di Kecamatan Karangreja. Nilai parameter kekerasan tomat dengan rata-rata terbesar yaitu 4,9 kg/cm2 yang terletak di Kecamatan Mojotengah. Rekomendasi lokasi lahan yang paling sesuai untuk budidaya tomat berdasarkan kesesuaian lahan tomat yang paling optimal dan nilai sifat fisik dan mekanik terbaik yakni Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo dengan suhu 23°C, kelembaban udara 77%, ketinggian lokasi 1137 mdpl, dan jenis tanah andosol. | Tomato (Lycopersicum esculentum Mill) is a horticultural plant whose fruit is favored for its delicious, fresh, and slightly tangy flavor. The abundant productivity of tomatoes is often accompanied by issues related to the mismatch between product quality and market requirements. One way to enhance tomato fruit quality is by understanding the physical and mechanical properties of the fruit. Tomato quality is influenced by the growth location. Without an appropriate growth location, tomatoes cannot grow optimally. This research was conducted at the Food and Agricultural Products Processing Engineering Laboratory (TPPHP), Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman. The study examined variables related to the physical and mechanical properties of tomatoes. Physical properties included: mass, volume, density, sphericity, roundness, and moisture content. Mechanical properties included firmness. The data analysis method used was descriptive analysis, which involves describing the obtained data. The results of the study on the physical and mechanical properties of tomatoes showed that the highest average values for mass, volume, sphericity, and roundness were found in Garung District, with average values of 66.47 g, 61.00 cm³, 0.919, and 0.843, respectively. The highest average density value was 2.016 g/cm³, found in Baturraden District. The highest average moisture content was 20.99%, found in Karangreja District. The highest average firmness value was 4.9 kg/cm², found in Mojotengah District. Recommendation for the most suitable land location for tomato cultivation based on the optimal land suitability for tomatoes and the best physical and mechanical properties is Garung District, Wonosobo Regency, with a temperature of 23°C, air humidity of 77%, elevation of 1137 meters above sea level, and andosol soil type. | |
| 42525 | 45676 | A1A020061 | Analisis Kepuasan Petani Cabai Rawit Merah terhadap Pelayanan Pasar Lelang Cabai di Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo | Pemasaran melalui pasar lelang menjadi salah satu solusi dalam menghadapi fluktuasi harga. Salah satu produk pertanian yang sering mengalami fluktuasi harga yaitu cabai rawit merah. Keberadaan pasar lelang ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan fluktuasi harga, serta meningkatkan nilai jual pada petani. Namun, dalam beberapa bulan terakhir terdapat penurunan peserta lelang Guyub Rukun, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo. Tujuan penelitian meliputi: 1) mengetahui saluran pemasaran cabai rawit di Kecamatan Ngombol; 2) mengetahui mekanisme pelaksanaan lelang pada Pasar Lelang Guyub Rukun; 3) mengetahui kepuasan petani terhadap Pasar Lelang Guyub Rukun. Penelitian ini dilaksanakan melalui observasi dan wawancara secara langsung kepada petani. Kuesioner yang diberikan kepada petani menggunakan skala likert 1—5. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel yang dilakukan dengan teknik penarikan Purposive Sampling dan Accidental Sampling diperoleh sampel sebanyak 89 petani. Data digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data Primer dan data sekunder yang kemudian dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif menggunakan skala interval. Pasar Lelang Guyub Rukun pada pelaksanaannya menggunakan sistem lelang tertutup yang dilakukan secara online melalui aplikasi whatsapp. Petani mendapatkan pembayaran di awal menggunakan kas pasar lelang, setelah cabai mereka melalui proses grading oleh pemenang lelang. Pasar lelang merupakan saluran pemasaran yang banyak dipilih petani cabai di Kecamatan Ngombol. Hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai kepuasan sebesar 79,06 persen yang menunjukkan bahwa petani cabai merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh Pasar Lelang Guyub Rukun. Pengelola pasar lelang hendaknya meningkatkan kualitas pelayanan pasar lelang terhadap petani, sehingga dapat meningkatkan kepuasan pada petani di pasar lelang. | Marketing through auction markets was one solution to deal with price fluctuations. One of the agricultural products that often experienced price fluctuations was red cayenne pepper. The existence of this auction market was expected to be able to overcome the problem of price fluctuations, as well as increase the selling value for farmers. However, in the last few months, there had been a decrease in participants in the Guyub Rukun auction, Ngombol District, Purworejo Regency. The objectives of the study included: 1) to determine the marketing channels for cayenne pepper in Ngombol District; 2) to determine the auction implementation mechanism at the Guyub Rukun Auction Market; 3) to determine farmer satisfaction with the Guyub Rukun Auction Market. This study was conducted through direct observation and interviews with farmers. The questionnaire given to farmers used a Likert scale of 1-5. The method used in this study was the survey method. Sampling was carried out using the Purposive Sampling and Accidental Sampling techniques, obtaining a sample of 89 farmers. The data used in this study consisted of primary data and secondary data, which were then analyzed using a descriptive analysis method using an interval scale. The Guyub Rukun Auction Market in its implementation used a closed auction system that was carried out online via the WhatsApp application. Farmers received payment in advance using auction market cash after their chilies went through a grading process by the auction winner. The auction market was a marketing channel that was widely chosen by chili farmers in Ngombol District. The results of this study showed a satisfaction value of 79.06 percent, indicating that chili farmers were satisfied with the services provided by the Guyub Rukun Auction Market. Auction market managers should have improved the quality of auction market services to farmers so that they could increase farmer satisfaction in the auction market. | |
| 42526 | 45898 | E1A017263 | ANALISIS YURIDIS TERHADAP GANTI RUGI AKIBAT PERBUATAN MELAWAN HUKUM KARENA KECELAKAAN LALU LINTAS (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Yogyakarta Nomor 26/Pdt.G/2017/PN YYK) | ABSTRAK Kecelakaan lalu lintas antara bus dengan sepeda mengakibatkan pengendara sepeda mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan dirumah sakit. Hal ini membuat ayah dari korban (Penggugat) menggugat supir bus (Tergugat II) dan majikannya (Tergugat I) dengan gugatan perbuatan melawan hukum untuk mendapatkan ganti rugi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum Hakim dalam mengkualifisir kriteria Perbuatan Melawan Hukum karena kecelakaan lalu lintas dalam putusan Pengadilan Negeri No 26/Pdt.G/207/PN Yyk dan untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan tuntutan ganti kerugian karena kecelakan lalu lintas dalam putusan Pengadilan Negeri No 26/Pdt.G/207/PN Yyk. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif yang menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan pendekatan Perundang-undangan (Statute Approach), pendekatan konseptual (Conceptual Approach), dan pendekatan kasus (Case Approach) jenis data yang digunakan adalah data primer,sekunder dan tersier. Metode pengumpulan data menggunakan metode studi kepustakaan dan disajikan dalam teks naratif menggunakan metode analisis data normatif kualitatif, yang kemudian dapat disimpulkan bahwa : 1. Hakim dalam pertimbangan hukumnya menyatakan bahwa Tergugat II telah melakukan perbuatan melawan hukum. Kriteria perbuatan melawan hukum yang dipenuhi oleh Tergugat II antara lain 1) Bertentangan dengan hak subyektif orang lain; 2) Bertentangan dengan kewajiban hukum pelaku. 2. Pemberian ganti kerugian dibebankan terhadap Tergugat I dan Tergugat II dan dilakukan secara tanggung renteng kepada Penggugat. Ganti kerugian diberikan terhadap tuntutan kerugian materiil dengan nominal yang telah disesuaikan. Kata kunci: Perbuatan melawan hukum, kecelakaan lalu lintas, ganti rugi | ABSTRACT A traffic accident between a bus and a bicycle resulted in the cyclist suffering serious injuries and having to undergo treatment in the hospital. This made the victim's father (Plaintiff) sue the bus driver (Defendant II) and his employer (Defendant I) with a lawsuit for unlawful acts to obtain compensation. This study aims to analyze the legal considerations of the Judge in qualifying the criteria for Unlawful Acts due to traffic accidents in the District Court decision No. 26 / Pdt.G / 207 / PN Yyk and to analyze the legal considerations of the judge in granting compensation claims due to traffic accidents in the District Court decision No. 26 / Pdt.G / 207 / PN Yyk. The research method used in this study is qualitative research using a normative legal approach method with a Statute Approach, a conceptual approach, and a case approach. The types of data used are primary, secondary and tertiary data. The data collection method uses a literature study method and is presented in a narrative text using a qualitative normative data analysis method, which can then be concluded that: 1. The judge in his legal considerations stated that Defendant II had committed an unlawful act. The criteria for unlawful acts fulfilled by Defendant II include 1) Contrary to the subjective rights of others; 2) Contrary to the legal obligations of the perpetrator. 2. The provision of compensation is charged to Defendant I and Defendant II and is carried out jointly and severally to the Plaintiff. Compensation is given for material loss claims with a nominal amount that has been adjusted. Keywords: Unlawful acts, traffic accidents, compensation | |
| 42527 | 45899 | A1A017051 | ANALISIS PENDAPATAN DAN RISIKO USAHATANI KAKAO DI DESA PUTAT KECAMATAN PATUK KABUPATAN GUNUNGKIDUL | Sistem pertanian adalah serangkaian kegiatan manusia yang mengelola sumber daya alam dan lingkungan hidup untuk menghasilkan produk pertanian dengan tujuan memenuhi kebutuhan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperoleh keuntungan ekonomi. Usahatani adalah kegiatan yang mencakup penanaman, perawatan, pemanenan, dan pengolahan lahan tanaman serta pengelolaan produki pangan, pakan, serat bahan baku industri, dan sumber pendapatan untuk tujuan tertentu. Sebagian besar pengembangan kakao di Indonesia dikelola oleh perkebunan rakyat. Kabupaten Gunungkidul salah satu daerah yang menghasilkan kakao salah satunya di Desa Putat, Kecamatan Patuk. Pelaksanaan usahatani tidak dapat terlepas dari adanya risiko yang dihadapi. Perubahan musim di Indonesia yaitu antara kemarau-penghujan atau penghujan-kemarau menjadi salah satu risiko dalam produksi kakao. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengetahui biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani kakao di Desa Putat, Kabupaten Gunungkidul, dan 2) Mengetahui tingkat risiko produktivitas dan pendapatan usahatani kakao di Desa Putat, Kabupaten Gunungkidul. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah survei. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul pada Juni 2023. Objek dalam penelitian ini yaitu petani kakao di Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik snowball sampling dengan jumlah 22 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis biaya, penerimaan, pendapatan dan risiko. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Total biaya produksi usahatani kakao yaitu sebesar Rp15.971.148 per hektar. Penerimaan usahatani kakao di Desa Putat sebesar Rp26.111.039 per hektar. Rata-rata pendapatan usahatani kakao di Desa Putat sebesar Rp10.139.891 per hektar. 2) Tingkat risiko produktivitas usahatani kakao di Desa Putat tergolong rendah dengan nilai koefisien variasi 0,0436 persen. Tingkat risiko pendapatan usahatani kakao di Desa Putat tergolong sedang dengan nilai koefisien variasi 0,833 persen. | An agricultural system is a series of human activities that manage natural resources and the environment to produce agricultural products with the aim of meeting food needs, improving farmers’ welfare, and obtaining economic benefits. Farming activities include planting, maintenance, harvesting, and processing of crop land, as well as managing the production of food, feed, industrial raw materials, and sources of income for specific purposes. Most cocoa development in Indonesia is managed by smallholder plantations. Gunungkidul Regency is one of the areas that produces cocoa, particularly in Putat Village, Patuk District. Farming activities cannot be separated from the risks faced. Seasonal changes in Indonesia, such as between dry and rainy seasons, pose one of the risks in cocoa production. The objectives of this study are: 1) To determine the costs, revenues, and income of cocoa farming in Putat Village, Gunungkidul Regency, and 2) To determine the level of productivity and income risks of cocoa farming in Putat Village, Gunungkidul Regency. The research method used in this study is a survey. The research was conducted in Putat Village, Patuk District, Gunungkidul Regency in June 2023. The subjects of this study were cocoa farmers in Putat Village, Patuk District, Gunungkidul Regency. The sampling technique used was snowball sampling with a total of 22 respondents. The data analysis used in this study includes cost, revenue, income, and risk analysis. The results of the study show that: 1) The total production cost of cocoa farming is IDR 15,971,148 per hectare. The revenue from cocoa farming in Putat Village is IDR 26,111,039 per hectare. The average income from cocoa farming in Putat Village is IDR 10,139,891 per hectare. 2) The productivity risk level of cocoa farming in Putat Village is classified as low with a coefficient of variation of 0.0436 percent. The income risk level of cocoa farming in Putat Village is classified as moderate with a coefficient of variation of 0.833 percent. | |
| 42528 | 45900 | J0B021025 | Pembuatan Video Profil Dengan Teknik Voice Over Untuk Menarik Minat Wisatawan Berbahasa Mandarin Di Kiara Artha Park Bandung | Laporan proposal praktik kerja ini berjudul “Pembuatan Video Profil Bahasa Mandarin dengan Teknik Voice Over Untuk Menarik Minat Wisatawan Berbahasa Mandarin Di Kiara Artha Park Bandung ”. Kegiatan praktik kerja ini dilaksanakan di Kiara Artha Park Bandung dari tanggal 20 November 2023-20 Mei 2024. Tujuan dilaksanakannya praktik kerja ini adalah untuk menarik minat wisatawan berbahasa Mandarin ke Kiara Artha Park Bandung melalui video profil berbahasa Mandarin. Latar belakang kegiatan ini adalah Kiara Artha Park Bandung belum memiiki staf yang dapat berbicara bahasa Mandarin. Hal ini menyebabkan tidak banyak wisatawan berbahasa Mandarin yang mengetahui informasi tentang keunggulan Kiara Artha Park Bandung. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode jelajah internet, observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam proses penerjemahan, metode yang digunakan penulis adalah metode penerjemahan komunikatif karena metode ini mengedepankan makna serta menyesuaikan tata bahasa bahasa sasaran sehingga mudah dipahami. Selain metode penerjemahan, penulis juga menggunakan teknik voice over dan diunggah ke media sosial TikTok milik Kiara Artha Park. Penulis menggunakan teknik voice over sehingga video menjadi lebih menarik dan dapat membuat lebih banyak penonton yang berkunjung ke Kiara Artha Park. Hasil dari praktik kerja ini adalah video profil berbahasa Mandarin menggunakan teknik voice over, agar dapat menarik minat wisatawan berbahasa Mandarin untuk berkunjung ke Kiara Artha Park Bandung. | This internship proposal report is entitled "Making Mandarin Profile Videos with Voice Over Techniques to Attract Mandarin-Speaking Tourists to Kiara Artha Park Bandung". This internship activity was carried out at Kiara Artha Park Bandung from November 20, 2023 to May 20, 2024. The purpose of this internship is to attract Mandarin-speaking tourists to Kiara Artha Park Bandung through Mandarin-speaking profile videos. The background of this activity is that Kiara Artha Park Bandung does not yet have staff who can speak Mandarin. This causes not many Mandarin-speaking tourists to know information about the advantages of Kiara Artha Park Bandung. The data collection methods used are internet browsing, observation, interviews and documentation. In the translation process, the method used by the author is the communicative translation method because this method prioritizes meaning and adjusts the grammar of the target language so that it is easy to understand. In addition to the translation method, the author also uses the voice over technique and uploads it to Kiara Artha Park's TikTok social media. The author uses the voice over technique so that the video becomes more interesting and can attract more viewers to visit Kiara Artha Park. The result of this work practice is a Mandarin profile video using voice over techniques, in order to attract Mandarin-speaking tourists to visit Kiara Artha Park Bandung. | |
| 42529 | 45901 | C1G017027 | EFFICIENCY ANALYSIS OF COCONUT SUGAR INDUSTRY IN BANJARNEGARA REGENCY (Case Study in Susukan Subdistrict, Banjarnegara Regency) | Desa Gumelem Wetan merupakan desa yang terkenal akan potensi industri gula kelapanya, didukung dengan peningkatan secara berkala pada produksi nira sebagai bahan baku utama produksi gula kelapa. Peningkatan produksi dapat terjadi karena pemanfaatan faktor produksi secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis total biaya, total penerimaan, R/C rasio, dan keuntungan terhadap biaya pada pengarajin gula kelapa di Desa Gumelem Wetan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan angka sebagai bahan analisis. Penelitian ini menggunakan data primer yang didapatkan langsung dari responden para pengrajin gula kelapa di Desa Gumelem Wetan. Total sampel yang diambil pada penelitian ini adalah 55 pengarajin gula kelapa di Desa Gumelem Wetan. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis total biaya, analisis total pendapatan, analisis R/C rasio, dan analisis keuntungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) total biaya yang dikeluarkan dalam satu bulan pada pengrajin gula kelapa di Desa Gumelem Wetan adalah Rp 101.231.071,-; (2) total pendapatan yang didapatkan perbulan oleh para pengrajin gula kelapa di Desa Gumelem Wetan adalah Rp 123.023.909,-; (3) hasil analisis rasio pendapatan terhadap biaya adalah 1,215 yang menunjukkan bahwa industri gula kelapa di Desa Gumelem Wetan efisien; (4) dan rata-rata keuntungan yang diperoleh setiap pengrajin sebesar Rp. 396.233,- per bulan, sedangkan total keuntungan yang diperoleh pengrajin kelapa di Desa Gumelem Wetan sebesar Rp. 21.792.838,-. Ini menunjukkan bahwa yang menunjukkan bahwa industri gula kelapa di Desa Gumelem Wetan memiliki keuntungan dan berkembang. Para pengrajin gula kelapa di Desa Gumelem Wetan dapat terus melanjutkan usaha dikarenakan memiliki potensi untuk maju. Pemerintah daerah dapat mengambil peran untuk memberikan pelatihan kepada pengrajin gula kelapa sehingga menghasilkan produk dengan kualitas dan kuantitas yang optimal. Sehingga dapat menjadi produk unggulan di Desa Gumelem Wetan dan menjadi barang ekspor ke luar negeri. | Gumelem Wetan Village is a village famous for its coconut sugar industry potential, supported by periodic increases in the production of coconut sap as the main raw material for coconut sugar production. The increasing of production can occur due to the maximum utilization of production factors. This research aims to analyze total costs, total revenues, the R/C ratio, and profit in coconut sugar craftsmen in Gumelem Wetan Village. This is a quantitative research that uses numbers as the analysis material. This study uses primary data obtained directly from respondents of coconut sugar craftsmen in Gumelem Wetan Village. The total sample taken in this research is 55 of coconut sugar craftsmen in Gumelem Wetan Village. The analysis techniques used are total cost analysis, total revenue analysis, R/C ratio analysis, and profit analysis. The results of the analysis show that (1) the total cost incurred by coconut sugar craftsmen in Gumelem Wetan Village is IDR. 101,231,071 per month; (2) the total revenue earned by coconut sugar craftsmen in Gumelem Wetan Village is IDR. 123,023,909 per month; (3) the results of the R/C ratio analysis is 1.215 which shows that coconut sugar industries in Gumelem Wetan Village are efficient; (4) and the average profit for each craftsman is IDR. 396,233 per month, while the total profit for coconut craftsmen in Gumelem Wetan Village is IDR 21,792,838 per month. This is indicated that the industries are profitable and growing. Coconut sugar craftsmen in Gumelem Wetan Village can continue their businesses because they have the potential to advance. The local government can take a role in providing training to coconut sugar craftsmen so that they produce products with optimal quality and quantity. So that it can become a superior product in Gumelem Wetan Village and become an export item abroad. | |
| 42530 | 45902 | J0B021038 | Pembuatan Video Promosi Desa Wisata Pekunden Berbahasa Mandarin Dengan Teknik Voice Over Di Dinporabudpar Kabupaten Banyumas | Laporan praktik kerja ini berjudul “Pembuatan Video Promosi Desa Wisata Pekunden Berbahasa Mandarin Dengan Teknik Voice over Di Dinporabudpar Kabupaten Banyumas”. Kegiatan praktik kerja dilaksanakan di Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Banyumas, pada tanggal 1 November 2023 hingga 30 April 2024. Tujuan dilaksanakannya praktik kerja ini adalah untuk mempromosikan Desa Wisata Pekunden melalui video promosi berbahasa Mandarin. Latar belakang kegiatan praktik kerja ini adalah belum tersedianya video promosi berbahasa Mandarin. Metode pengumpulan data yang digunakan penulis yaitu metode observasi partisipan, metode wawancara, dan metode jelajah internet. Dalam pembuatan video promosi penulis menggunakan metode penerjemahan komunikatif untuk menerjemahkan skrip video dan teknik voice over untuk pembuatan video. Hasil dari laporan praktik kerja ini adalah video promosi Desa Wisata Pekunden berbahasa Mandarin. Dengan adanya video promosi Desa Wisata Pekunden berbahasa Mandarin dapat meningkatkan minat kunjungan wisatawan penutur bahasa Mandarin. | This work practice report is entitled "Making Promotional Videos for Pekunden Tourism Village in Mandarin Using Voice over Techniques at the Banyumas Regency Dinporabudpar". Work practice activities were carried out at the Banyumas Regency Youth Sports Culture and Tourism Office, from 1 November 2023 to 30 April 2024. The aim of carrying out this work practice was to promote the Pekunden Tourism Village through promotional videos in Mandarin. The background to this work practice activity is that promotional videos in Mandarin are not yet available. The data collection methods used by the author are participant observation methods, interview methods, and internet browsing methods. In making promotional videos the author uses communicative translation methods to translate video scripts and voice over techniques for making videos. The result of this work practice report is a promotional video for Pekunden Tourism Village in Mandarin. By having a promotional video for Pekunden Tourism Village in Mandarin, it can increase interest in visiting Mandarin-speaking tourists. | |
| 42531 | 45034 | H1D020073 | IMPLEMENTASI SEGMENTASI NASABAH PADA PEGADAIAN AREA PURWOKERTO MENGGUNAKAN K-MEDOIDS DENGAN GUI BERBASIS WEBSITE MENGGUNAKAN FRAMEWORK STREAMLIT | Segmentasi merupakan strategi yang penting karena dapat sebagai data pendukung untuk mengetahui kebutuhan nasabah dan menentukan strategi pemasaran yang efektif dan efisien bagi perusahaan. Saat ini Pegadaian Area Purwokerto masih melakukan strategi pemasaran yang dimana masih memiliki beberapa kekurangan dalam memaksimalkan potensi pasar yang ada. Hal ini tentunya masih kurang optimal dalam memenuhi kebutuhan dan harapan nasabah. Melalui penelitian ini, peneliti ingin membantu mengoptimalkan pemasaran untuk meningkatkan efisiensi strategi pemasaran dengan cara melakukan segmentasi menggunakan metode K-Medoids. Jumlah kelas (k) paling optimal diperoleh dari metode Silhouette coefficient dengan nilai k=3. Hasil klasterisasi membentuk 3 segmen nasabah dengan cluster pertama 1960 nasabah yang cenderung memilih produk untuk tujuan investasi, cluster kedua 2315 nasabah yang cenderung memilih produk gadai untuk kebutuhan modal atau keperluan usaha dan cluster ketiga 1601 nasabah yang cenderung memilih produk gadai untuk kebutuhan sehari-hari atau keperluan mendesak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa segmentasi nasabah mampu memberikan wawasan dan keputusan strategi pemasaran yang menjadi lebih terarah dan efisien serta mengembangkan Graphical User Interface (GUI) berbasis website menggunakan framework streamlit untuk memudahkan user dalam melihat hasil klasterisasi dengan mudah dan interaktif. | Segmentation is an important strategy because it can support data to determine consumer needs and determine effective and efficient marketing strategies for the company. Currently the Purwokerto Area Pegadaian is still implementing a marketing strategy which still has several shortcomings in maximizing the existing market potential. This is of course still less than optimal in meeting customer needs and expectations. Through this research, researchers want to help optimize marketing to increase the efficiency of marketing strategies by segmenting using the K-Medoids method. The most optimal number of classes (k) is obtained from the Silhouette coefficient method with a value of k=3. The clustering results form 3 customer segments with the first cluster 1960 customers who tend to choose products for investment purposes, the second cluster 2315 customers who tend to choose pawn products for capital needs or business needs and the third cluster 1601 customers who tend to choose pawn products for daily needs or urgent need. The research results show that consumer segmentation is able to provide insight and marketing strategy decisions that are more focused and efficient as well as developing a website-based Graphical User Interface (GUI) using a streamlit framework to make it easier for users to view clustering results easily and interactively. | |
| 42532 | 45903 | A1A020045 | FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN IMPOR GANDUM DI INDONESIA | Gandum adalah salah satu makanan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Akan tetapi, permintaan tersebut belum bisa dicukupi oleh produksi dalam negeri sehingga dilakukan impor. Kedudukan gandum di Indonesia yang cukup penting menyebabkan impor gandum belum bisa dihentikan. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk 1) menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi impor gandum di Indonesia dan 2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan impor gandum di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data panel dari sepuluh negara pengekspor utama gandum Indonesia dari tahun 2003 hingga 2022 yang diolah dan dianalisis menggunakan analisis deksriptif statistik serta analisis Gravity Model pendekatan Poisson Pseudo-Maximum Likelihood (PPML). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan faktor-faktor yang mempengaruhi volume impor gandum berfluktuasi dari tahun ke tahun. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan impor gandum di Indonesia secara signifikan, yaitu GDP per kapita negara eksportir, jarak ekonomi, produksi gandum di negara pengekspor, konsumsi domestik Indonesia, harga gandum internasional, dan suhu rata-rata negara eksportir. Sementara, variabel yang tidak berpengaruh terhadap volume impor gandum Indonesia, yaitu GDP per kapita Indonesia, nilai tukar riil rupiah terhadap dolar, dan curah hujan rata-rata di negara eksportir. | Wheat is one of the most widely consumed products in Indonesia. Due to high demand from households, the food industry, and the feed industry, domestic wheat production was insufficient, making imports necessary. In recent years, wheat import activities have faced challenges such as limited stocks due to climate change in grain-producing countries and rising global wheat prices. Despite these difficulties, the critical importance of wheat in Indonesia meant that imports could not be halted unless the country achieved self-sufficiency in wheat production. This study aimed to 1) identify the factors influencing wheat imports in Indonesia and 2) analyze the demand for wheat imports. The commodities analyzed were wheat grains and meslin, classified under HS code 1001. The study examined various variables, including the volume of Indonesian wheat imports, GDP per capita of Indonesia, GDP per capita of exporting countries, economic distance, wheat production in exporting countries, Indonesian domestic consumption, international wheat prices, real exchange rates, average rainfall, and average temperature. Panel data from ten major wheatexporting countries to Indonesia, covering the years 2003 to 2022, were used. The data that has been collected is processed using descriptive statistical analysis and Gravity Model analysis with the Poisson Pseudo-Maximum Likelihood (PPML) approach. The study's findings revealed that the factors influencing the volume of wheat imports fluctuated annually. The Gravity Model analysis with the PPML approach indicated that the significant factors affecting wheat import volumes were the GDP per capita of exporting countries, economic distance, wheat production in exporting countries, Indonesian domestic consumption, international wheat prices, and the average temperature of exporting countries. In contrast, variables such as Indonesia's GDP per capita, the real exchange rate of the rupiah against the dollar, and the average rainfall in exporting countries did not significantly impact the volume of Indonesian wheat import. | |
| 42533 | 45905 | L1B020082 | Komunitas Bakteri Proteolitik Pada Filter Pemeliharaan Nilem (Osteochilus vittatus) Yang Diberi Pakan Dengan Suplementasi Garam dan Ramuan Herbal | Keberadaan bakteri proteolitik dalam filter media pemeliharaan dapat dipengaruhi oleh sisa hasil eksresi ikan serta limbah pakan yang tidak termanfaatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suplementasi garam dan ramuan herbal terhadap kelimpahan dan indeks aktivitas bakteri proteolitik pada filter media pemeliharaan nilem (Osteochillus vittatus). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol, suplementasi garam krosok 3%, ramuan herbal sebanyak 10 mL/kg pakan, penambahan garam sebanyak 3% dan ramuan herbal sebanyak 10 mL/kg pakan. Parameter penelitian yaitu kelimpahan bakteri proteolitik, proporsi bakteri gram negatif dan positif, proporsi bakteri proteolitik serta indeks aktivitas bakteri proteolitik. Hasil penelitian menunjukan kelimpahan bakteri proteolitik pada perlakuan ramuan herbal lebih tinggi dibanding kontrol namun, tidak berbeda nyata (P>0,05). Proporsi bakteri proteolitik menunjukan hasil perlakuan cenderung lebih rendah dibanding kontrol. Hasil indeks aktivitas proteolitik menunjukan hasil berbeda nyata dimana perlakuan lebih tinggi dibanding kontrol. | The presence of proteolytic bacteria in the filter media of fish cultivation can be influenced by the residual excretion of fish and unused feed waste. The purpose of this study was to determine the effect of salt and herbal supplementation on the abundance and activity index of proteolytic bacteria in filter media of cultivation of Bonylip barp (Osteochillus vittatus). This study used an experimental method with four treatments and four replicates. The treatments were control, 3% salt supplementation, 10 mL/kg feed herbal supplementation, and a combination of 3% salt and 10 mL/kg feed herbal supplementation. The parameters studied were the abundance of proteolytic bacteria, the proportion of gram-negative and gram-positive bacteria, the proportion of proteolytic bacteria, and the proteolytic activity index. The results showed that the abundance of proteolytic bacteria in the herbal supplement treatment was higher than the control but it was not significantly different (P > 0.05). The proportion of proteolytic bacteria showed results that were slightly lower than the control. The proteolytic activity index showed significant effects, where those of the treatment was higher than those of the control. | |
| 42534 | 45906 | J0A021005 | Creating a Bilingual E-Booklet to Promote Tourist Attractions in Kabupaten Kebumen | Praktek kerja lapangan dilaksanakan selama tiga bulan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen (Disparbud Kabupaten Kebumen), tepatnya di Bidang Kebudayaan mulai tanggal 4 September 2023 sampai 4 Desember 2023. Disparbud Kabupaten Kebumen merupakan pihak yang bertanggung jawab mengelola dan mempromosikan objek wisata di Kabupaten Kebumen. Tujuan pokok pelaksanaan praktek kerja lapangan diantaranya membuat e-booklet untuk mempromosikan pariwisata yang ada di Kabupaten Kebumen dengan menggunakan dua bahasa, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Selain itu, pelaksanaan praktek kerja lapangan bertujuan untuk mengetahui kendala dan menemukan solusi dalam pembuatan bilingual e-booklet untuk mempromosikan tempat wisata di Kabupaten Kebumen. Selain itu, penulis juga membantu Bidang Kebudayaan dalam kegiatan promosi kebudayaan serta berbagai kegiatan kantor lainnya. Proses pembuatan e-booklet pariwisata mempunyai beberapa tahap, antara lain pengumpulan data melalui wawancara dan observasi, dokumentasi dan pengeditan. E-booklet pariwisata tersebut telah ditinjau dan direvisi sebelum disetujui untuk dipublikasikan di Instagram dan Website Disparbud Kabupaten Kebumen. Kendala yang dihadapi penulis selama praktek kerja lapangan dan pembuatan e-booklet pariwisata antara lain penempatan yang kurang sesuai dengan produk final penulis, cuaca yang kurang baik, kurangnya informasi lengkap mengenai tempat wisata yang ada di Kabupaten Kebumen dan perangkat yang kurang mendukung. Solusi pun diterapkan, seperti pertemuan rutin untuk saling memahami antara penulis dan pembimbing kantor, meminta kontak narahubung pembimbing kantor, menjadwalkan dan memanfaatkan waktu luang penulis di akhir pekan, melakukan observasi langsung ke lokasi wisata dan memberikan batas penggunaan perangkat. | The job training was done for three months at Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen (Disparbud Kabupaten Kebumen), specifically in the Culture Department from September 4th - December 4th, 2023. Disparbud Kabupaten Kebumen is the government institution which is responsible for managing and promoting tourist attractions in Kabupaten Kebumen. The main purpose of the job training is to create a tourism e-booklet for promoting tourist attractions in Kabupaten Kebumen in two languages (Indonesian and English). Moreover, the implementation of job training purpose to find out obstacles and find solutions in creating a bilingual e-booklet to promote tourist attractions in Kabupaten Kebumen. Furthermore, another task was assisting the Culture Department in Culture promotion activities and various other office activities. The process of creating an e-booklet has several steps, including data collection through interviews and observation, documentation, and editing. The e-booklet has been reviewed and revised before being approved for publication on Instagram and the Official Website of Disparbud Kabupaten Kebumen. Obstacles uncounted during the job training and making tourism e-booklets included placement that are unrelated to the writer's final product, unfriendly weather, lack of information about tourist attractions in Kabupaten Kebumen and the lack of supporting devices. Solutions were implemented, such as coordinated through comprehensive meetings for mutual understanding, asking for contact information from the office supervisor, scheduling and utilizing the writer's free time on weekends, making direct observations at tourist locations and setting limits on device use. | |
| 42535 | 45907 | L1B020072 | Profil Darah Ikan Nilem (Osteochilus vittatus) yang Diberi Pakan Dengan Suplementasi Garam dan Ramuan Herbal | Penambahan suplementasi garam dan herbal pada pakan merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan system kekebalan tubuh ikan. Penggunaan garam dan herbal dalam dosis yang tepat meningkatkan kesehatan ikan. Kesehatan ikan dapat dilihat dari profil darah. Profil darah yang diperiksa meliputi total eritrosit, hemoglobin, hematokrit, dan glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan suplemen garam dan herbal pada pakan terhadap profil darah ikan Nilem (Osteochilus vittatus). Metode penelitian yang digunakan yaitu, Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Ikan Nilem dipelihara selama 60 hari. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu P1 (kontrol), P2 (suplementasi garam 3%), P3 (suplementasi herbal 10 mL/kg), dan P4 (suplementasi garam 3% dan herbal 10 mL/kg). Hasil penelitian menunjukkan nilai total eritrosit berkisar antara 22x105-26x105 sel/mm3, hemoglobin berkisar antara 11,36-11,52 g/dL, hematokrit berkisar antara 34,08-34,56%, dan glukosa darah berkisar antara 56,6- 63,6 mg/dL. Nilai total eritrosit, hemoglobin, hematokrit, dan glukosa darah dalam batas normal yang mengindikasikan ikan dalam keadaan sehat. Hasil penambahan suplementasi garam dan herbal tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap total eritrosit, hemoglobin, hematokrit, dan glukosa darah ikan Nilem. Kualitas air selama pemeliharaan berupa pH, suhu, dan oksigen terlarut (DO) memiliki nilai yang optimal. | The addition of salt and herbal supplementation to feed is one alternative to improve the immune system of fish. The use of salt and herbs in the right dosage improves fish health. Fish health can be seen from the blood profile. The blood profile examined includes total erythrocytes, hemoglobin, hematocrit, and blood glucose. This study aims to determine the effect of adding salt and herbal supplements to feed on the blood profile of Nilem fish (Osteochilus vittatus). The research method used was a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 5 replicates. Nilem fish were reared for 60 days. The treatments used in this study were P1 (control), P2 (3% salt supplementation), P3 (10 mL/kg herbal supplementation), and P4 (3% salt and 10 mL/kg herbal supplementation). The results showed the value of total erythrocytes ranged from 22x105-26x105 cells/mm3, hemoglobin ranged from 11.36-11.52 g/dL, hematocrit ranged from 34.08-34.56%, and blood glucose ranged from 56.6-63.6 mg/dL. The values of total erythrocytes, hemoglobin, hematocrit, and blood glucose were within normal limits indicating that the fish were healthy. The addition of salt and herbal supplementation had no significant effect (P>0.05) on total erythrocytes, hemoglobin, hematocrit, and blood glucose of Nilem fish. Water quality during maintenance in the form of pH, temperature, and dissolved oxygen (DO) had optimal values. | |
| 42536 | 45908 | J1A020014 | Translation Techniques and Accurary of Ling’s Background Story in Mobile Legends: Bang Bang | Penelitian ini membahas tentang Teknik penerjemahan dan Tingkat keakuratan penerjemahan dalam salah satu cerita latar belakang Ling di game Mobile Legends : Bang Bang, dengan dua pertanyaan penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa ada 8 teknik penerjemahan yang diterapkan dalam cerita latar belakang Ling di Mobile Legends: Bang Bang. Teknik penerjemahan tersebut adalah (1) Literal 53%, (2) Borrowing 33%, (3) Equivalence 4%, (4) Transposition 4%, (5) Adaptation 1%, (6) Reduction 1%, (7) Calque 1%, (8) Amplification 1%. Penelitian tentang teknik penerjemahan menunjukkan adanya berbagai teknik dengan teknik Literal dan Peminjaman yang paling menonjol. Lebih lanjut, penelitian ini menilai keakuratan terjemahan, yang menunjukkan tiga tingkatan: Accurate (84%), Less Accurate (14%), dan Inaccurate (2%). Penilaian keakuratan terjemahan menunjukkan bahwa sebagian besar terjemahan dianggap akurat, menyoroti keefektifan proses penerjemahan dalam menangkap esensi dari narasi asli. Namun, masih ada sebagian besar yang dikategorikan sebagai kurang akurat atau tidak akurat. | This research explores the translation techniques used in Ling's backstory. The result shows that there are 8 translation techniques applied in Ling's background story in Mobile Legends: Bang Bang. They are (1) Literal 53%, (2) Borrowing 33%, (3) Equivalence 4%, (4) Transposition 4%, (5) Adaptation 1%, (6) Reduction 1%, (7) Calque 1%, (8) Amplification 1%. The research of translation techniques shows various techniques with Literal and Borrowing being the most prominent. Furthermore, the study assesses the translation accuracy, revealing three levels: Accurate (84%), Less Accurate (14%), and Inaccurate (2%). The assessment of translation accuracy reveals that the majority of translations are deemed accurate, highlighting the effectiveness of the translation process in capturing the essence of the original narrative. However, there remains a notable portion categorized as less accurate or inaccurate. Based on the results of the study, the researcher can find out which techniques used in Ling's background story are different and can affect the translation process so that it can be concluded how the level of translation accuracy from the source language to the target language in the game. | |
| 42537 | 45909 | L1C020037 | Konsentrasi Nutrien Pada Peristiwa Marine Heatwaves (MHWs) di Samudera Pasifik Bagian Barat | Marine Heatwaves atau MHWs dapat diartikan sebagai gelombang panas laut merupakan peristiwa anomali air laut hangat berkepanjangan yang melebihi ambang batas setidaknya lima hari berturut-turut dan dapat mempengaruhi ekosistem laut. Samudra Pasifik Barat melewati banyak arus lintas, sehingga Samudra Pasifik memiliki tingkat nutrien yang tinggi dan memiliki suhu permukaan laut yang sangat berkaitan dengan ENSO. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik MHWs tahun 1990-2000 dan mengetahui konsentrasi nutrien saat terjadi peristiwa MHWs tahun 1998. Metode yang dilakukan ialah statistika deskriptif dengan menganalisis hasil karakteristik MHWs dan mengetahui konsentrasi nutrien yang tersedia saat terjadi MHWs. Karakteristik MHWs tahun 1990-2000 memiliki jumlah frekuensi 1,5 hingga 3 kali pertahun dengan intensitas rata-rata 1,3˚C/tahun dan durasi rata-rata di bagian utara sebesar 16 hinga 22 hari dan di bagian selatan sebesar 20 hingga 26 hari setiap tahunnya. Ketika terjadi MHWs, konsentrasi nutrien juga bervariasi, mulai dari yang lebih rendah maupun lebih tinggi dibandingkan tahun yang tidak terjadi MHWs. | Marine Heatwaves (MHWs) is anomalous event of prolonged warm seawater that exceeds a threshold of at least five consecutive days and affects marine ecosystems. The The Western Pacific Ocean passes through many cross-currents, so it has high nutrient levels and has sea surface temperatures that relate to ENSO. This research was focused on analyzed the characteristics of MHWs in 1990-2000 and determined nutrient concentrations during the MHWs event in 1998. This research used descriptive statistics method by analyzing the results of MHWs characteristics and knowing the concentration of nutrients available during MHWs. The characteristics of MHWs in 1990-2000 have a frequency of 1.5 to 3 times per year with an average intensity of 1.3˚C/year and an average duration in the north of 16 to 22 days and in the south of 20 to 26 days each year. During MHWs, nutrient concentrations also varied, ranging from lower to higher than in years without MHWs. | |
| 42538 | 45910 | E1A020175 | TINJAUAN YURIDIS WANPRESTASI ATAS PERBUATAN MENAIKAN HARGA PENJUALAN SECARA SEPIHAK DALAM PERJANJIAN JUAL BELI TANAH (Studi Putusan Nomor: 394/Pdt.G/2023/PN Jkt.Utr) | Perjanjian melahirkan perikatan yang mengikat bagi para pihak yang membuatnya. Namun, pada praktiknya terdapat pihak yang tidak memenuhi kewajibannya yang mengakibatkan wanprestasi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, yaitu proses penelitian untuk meneliti dan mengkaji tentang hukum sebagai norma, aturan, asas hukum, prinsip hukum, doktrin hukum, dan kepustakaan lainnya untuk menjawab permasalahan hukum yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbuatan menaikan harga penjualan secara sepihak diartikan sebagai pembatalan perjanjian secara sepihak sehingga perbuatan tersebut tidak dapat dikatakan sebagai wanprestasi melainkan perbuatan melawan hukum. Akibat hukum dari perbuatan menaikan harga secara sepihak adalah perbuatan tersebut melanggar Pasal 1338 KUHPerdata dan mengakibatkan kerugian, sehingga perbuatan tersebut adalah perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan tergugat harus mengganti kerugian yang dialami oleh penggugat akibat perbuatannya tersebut. Dengan adanya peristiwa tersebut diharapkan terdapat aturan yang secara tegas menyatakan batas-batas suatu perbuatan dapat dikatakan sebagai wanprestasi atau perbuatan melawan hukum. | An agreement creates binding obligations for the parties involved. However, in practice, there are instances where a party fails to fulfill their obligations, resulting in a breach of contract. This study employs a normative juridical approach, which involves investigating and examining the law as norms, rules, legal principles, legal doctrines, and other literature to address the legal issues under investigation. The research findings indicate that unilaterally raising the sale price is interpreted as a unilateral cancellation of the agreement. Therefore, such actions cannot be considered a breach of contract but rather an unlawful act. The legal consequence of unilaterally raising the price is that it violates Article 1338 of the Civil Code and causes harm. As a result, the act is deemed unlawful, and the defendant must compensate for the damages incurred by the plaintiff due to their actions. This event highlights the need for clear regulations defining the boundaries of actions that constitute a breach of contract or an unlawful act. | |
| 42539 | 45911 | A1A019077 | Preferensi Konsumen Beras Organik di Kabupaten Banyumas | Sektor pertanian di Indonesia menggunakan dua sistem tanam utama: organik dan anorganik. Sistem pertanian organik, yang ramah lingkungan, menghasilkan beras organik dengan nilai jual lebih tinggi karena bebas dari bahan kimia. Untuk meningkatkan pemasaran beras organik, pelaku usaha perlu memahami kebutuhan dan preferensi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui karakteristik konsumen beras organik di Kabupaten Banyumas; 2) Menilai kepentingan atribut beras organik menurut preferensi konsumen; dan 3) Menganalisis preferensi konsumen terhadap berbagai atribut beras organik. Penelitian dilakukan dari Februari hingga Mei 2024 dengan 97 responden yang dipilih secara accidental sampling. Kriteria sampel adalah berusia di atas 17 tahun, berdomisili di Kabupaten Banyumas, telah membeli atau mengonsumsi beras organik minimal tiga kali, dan merupakan pengambil keputusan pembelian rumah tangga. Metode analisis mencakup analisis deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, analisis Chi-Square (X²), dan analisis multiatribut Fishbein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen beras organik di Banyumas didominasi oleh perempuan usia 26-35 tahun, tinggal dekat Purwokerto, berpendidikan sarjana, bekerja sebagai karyawan, berpendapatan Rp3.500.001 – Rp4.000.000, dan memiliki keluarga empat orang. Konsumen membeli beras organik dua hingga tiga kali sebulan, dengan pembelian lebih dari 2 kg. Merek populer termasuk Puregreen, Hotel, dan MD rice. Atribut terpenting bagi konsumen adalah kebersihan, kandungan gizi, harga, rasa, label organik, daya tahan, dan tekstur beras, daya tahan nasi, ukuran dan desain kemasan beras, aroma nasi, dan warna beras. Kebersihan dan kandungan gizi dianggap yang paling baik, dengan sikap konsumen terhadap atribut beras organik umumnya positif. | This study conducted from February to May 2024 with 97 respondents in Banyumas Regency, aimed to analyze consumer characteristics and preferences for organic rice. The research used accidental sampling, focusing on individuals over 17 years who had purchased organic rice at least three times and were household decision-makers. Analytical methods included descriptive statistics, validity and reliability tests, Chi-Square analysis, and Fishbein multiattribute analysis. Findings revealed that the typical consumer of organic rice in Banyumas Regency is a woman aged 26-35, residing within 9 km of Purwokerto City, with a bachelor’s degree, employed, and earning IDR 3,500,001 - IDR 4,000,000, living in a household of four. Consumers typically bought organic rice two to three times a month, purchasing over 2 kg each time. Popular rice brands included Puregreen, Hotel, and MD rice, with purchases mainly made at supermarkets and information sourced from social media. The attributes of organic rice, ranked by importance according to consumers, included cleanliness of the rice, nutritional content of the rice, price of the rice, taste of the cooked rice, official organic labeling, shelf life of the rice, texture of the rice, place of purchase, color of the rice, aroma of the cooked rice, and size and design of the rice packaging. Consumers generally held positive attitudes toward these attributes, with rice cleanliness and nutritional content being particularly significant. This information is crucial for farmers, marketers, and producers to align their products with consumer preferences and improve market appeal. | |
| 42540 | 45913 | H1C017028 | Pemetaan geologi, geomorfologi, stratigrafi | Lokasi penelitian terletak pada Daerah Desa Tayemtimur Dan Sekitarnya, Kecamatan Karang Pucung, Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah, yang secara administratif meliputi 3 Desa yaitu Desa Tayemtimur, Desa Tayem Timur, dan Desa Cijoho serta meliputi satu Kecamatan yaitu Kecamatan Karang Pucung. Secara astronomis daerah penelitian terletak pada koordinat UTM WGS 84 X: 268.900 m – 271.900 m dan Y: 9.179.600 m – 9.182.400 m. Lokasi penelitian masuk kedalam peta geologi regional lembar Majenang dengan luas daerah pemetaan adalah 5 x 5 km2 . Hasil dari penelitian membahas mengenai geologi daerah penelitain, meliputi kondisi geomorfologi, struktur geologi, stratigrafi, sejarah geologi, serta potensi bencana dan sumberdaya geologi. Geomorfologi daerah penelitian tersusun atas bentang alam pegunungan lipatan yang telah tererosi, menghasilkan 3 satuan geomorfologi yaitu Satuan Punggungan Sinklin Sentul, Satuan Punggungan Sinklin Igir Kemukus, dan Satuan Dataran Aluvial Tayem. Lokasi penelitian dikontrol oleh aktifitas deformasi struktur geologi berupa sesar mendatar kanan yang membentang dari barat daya-timur laut, atau relatif Utara-Selatan, mengindikasikan Pola Jawa. Stratigrafi daerah penelitian berturut-turut dari tua ke muda adalah Satuan Batupasir, Satuan Batupasir Karbonatan, dan Satuan Aluvial. Sejarah geologi daerah penelitian dimulai dari aktifitas vulkanisme Serayu Selatan dan Serayu Utara yang aktif pada kala Miosen akhir, yang mengendapkan litologi pada daerah penelitian sebagai produk vulkaniklastik, lalu pada kala pliosen terjadi kenaikan muka airlaut yang menyebabkan terendapkanya Batupasir Karbonatan lalu terjadi deformasi yang mengakibatkan adanya sesar menganan yang berarah barat laut-timurlaut lalu pada periode kuarter terjadi proses eksogen yang mengendapkan satuan endapan alluvial. | The research location is located in the Tayemtimur and Surrounding Village Area, Karang Pucung District, Cilacap Regency, Central Java Province, which administratively includes 3 villages, namely Baru Village, East Tayem Village, and Cijoho Village and includes one District, namely Karang Pucung District. Astronomically the research area is located at the coordinates of UTM WGS 84 X: 268,900 m - 271,900 m and Y: 9,179,600 m - 9,182,400 m. The research location is included in the regional geological map of the Majenang sheet with the mapping area of 5 x 5 km2 . The results of the study discuss the geology of the research area, including geomorphological conditions, geological structures, stratigraphy, geological history, and potential disasters and geological resources. The geomorphology of the research area is composed of folded mountainous landforms that have been eroded, resulting in 3 geomorphological units, namely the Sentul Homocline Ridge Unit, the Kemukus Igir Homocline Mountain Unit, and the Tayem Alluvial Plains Unit. The research location is controlled by the deformation activity of the geological structure in the form of a right horizontal fault that stretches from the southwest-northeast, or relatively North-South, indicating a Javanese pattern. The stratigraphy of the study area from old to young is Sandstone Unit, Carbonate Sandstone Unit, and Alluvial Unit, respectively. The geological history of the research area starts from the volcanic activities of South Serayu and North Serayu which were active during the late Miocene, which deposited lithology in the study area as volcaniclastic products, then during the Pliocene sea level rise occurred which caused the deposition of Carbonate Sandstones and then deformation which resulted in faults. food that traverses northwestnortheast and then in the quarter period an exogenous process occurs which precipitates the alluvial sediment uni |