Artikelilmiahs

Menampilkan 42.461-42.480 dari 48.839 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4246145832E1A020155ANALISIS YURIDIS PENYELESAIAN SENGKETA WANPRESTASI DALAM
AKAD MURABAHAH MENURUT HUKUM ISLAM
(Studi Putusan Nomor 4418/Pdt.G/2023/PA.Tgrs)
Akad murabahah adalah ketika barang dijual dengan harga perolehan dan keuntungan
yang disepakati. Pasal 19 huruf d Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan
Syariah yang dimaksud dengan “Akad murabahah” dimana harga perolehan dan margin
diketahui oleh kedua belah pihak. Namun, seperti halnya transaksi keuangan lainnya, akad
pembayaran murabahah juga rentan terhadap resiko sengketa, terutama dalam hal wanprestasi.
Wanprestasi adalah tidak memenuhi atau lalai melaksanakan kewajiban sebagaimana yang
ditentukan dalam perjanjian yang dibuat antara kreditur dengan debitur. Tujuan dari penelitian
ini adalah mengetahui unsur-unsur wanprestasi dalam akad Murabahah, dan bagaimana
penyelesaian sengketa wanprestasi dalam akad pembiayaan Murabahah menurut hukum Islam
(Studi Putusan Nomor 4418/Pdt.G/2023/PA.Tgrs). Penelitian ini menggunakan metode
pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analisis. Sumber data yang
digunakan adalah data sekunder dan data primer. Metode pengumpulan data dilakukan dengan
studi kepustakaan, kemudian data yang diperoleh disajikan dalam bentuk teks deskriptif dan
metode analisis data yang digunakan yaitu normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan
pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa tergugat dalam hal ini terbukti melakukan
wansprestasi karena akibat perbuatannya telah memenuhi unsur-unsur wanprestasi. Terkait
dengan penyelesaian sengketa dalam kasus ini hakim menghukum tergugat untuk membayar
ganti rugi atas perbuatannya wanprestasinya kepada penggugat. Namun dalam kasus ini hakim
hanya melihat bahwa tergugat yakni nasabah terlambat dalam memenuhi prestasinya tanpa
memperhatikan asas Al-adalah dalam Hukum Ekonomi Syari’ah.
A murabahah agreement is when goods are sold at an agreed acquisition price and profit.
Article 19 letter d of Law Number 21 of 2008 concerning Sharia Banking, what is meant by
"Murabahah agreement" is an agreement to finance an item by confirming its purchase price
to the buyer and the buyer pays more as an agreed profit. However, as with other financial
transactions, murabahah payment contracts are also prone to the risk of disputes, especially
in terms of default. Default is not fulfilling or neglecting to carry out obligations as specified
in the agreement made between the creditor and the debtor. The aim of this research is to
determine the elements of default in Murabahah contracts, and how to resolve default disputes
in Murabahah financing contracts according to Islamic law (Study Decision Number
4418/Pdt.G/2023/PA.Tgrs). This study employs a normative juridical approach with a
descriptive analysis research specification. Secondary data sources were used, collected
through literature review. The data obtained were presented in descriptive text, and the data
analysis method used was qualitative normative analysis. Based on the results of the research
and discussion, it can be concluded that the defendant in this case is proven to have committed
default because the consequences of his actions have fulfilled the elements of default.
Regarding the dispute resolution in this case the judge punished the defendant to pay
compensation for his default to the plaintiff. However, in this case the judge only saw that the
defendant, namely the customer, was late in fulfilling his performance without paying attention
to the principle of Al-adalah in Sharia Economic Law.
4246245833C1L018025PENGARUH LITERASI DIGITAL, LOCUS OF CONTROL DAN PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI
Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena peningkatan pengangguran terbuka akibat pandemi Covid-19 khususnya pada pengangguran berlatar belakang pendidikan sarjana dan rendahnya minat berwirausaha pada lulusan perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh literasi digita terhadap minat berwisausaha mahasiswa Pendidikan Ekonomi (2) pengaruh locus of control terhadap minat berwirausaha mahasiwa Pendidikan Ekonomi (3) pengaruh pembelajaran kewirausahaan berbasis problem based learning terhadap minat berwirauhasa mahasiswa pendidikan ekonomi.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi Unsoed angkatan 2020-2022 yang telah mengambil mata kuliah kewirausahaan. Sampel pada penelitian ini sebanyak 105 responden.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan dengan menggunakan software SPSS (Statistical Program ofr Social Science) menunjukkan bahwa (1) literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa (2) locus of control berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa (3) pembelajaran kewirausahaan berbasis problem based learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa.
Implikasi dari penelitian ini yaitu perguruan tinggi diharapkan mempertimbangkan untuk mengintegrasikan teknologi dengan kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan literasi digital yang dapat menunjang mahasiswa dalam menumbuhkan minat berwirausaha mahasiswa. Mahasiswa perlu mengikuti pelatihan untuk meningkatkan locus of control agar lebih percaya diri dan meningkatkan motivasi dalam berwirausaha. Pendidik perlu meningkatkan pembelajaran kewirausahaan berbasis problem based learning agar dapat meningkatkan pemahaman serta pengetahuan mahasiswa dalam berwirausaha.
This research is based on the phenomenon of increasing open unemployment due to the Covid-19 pandemic, especially in unemployment with a bachelor's education background and low interest in entrepreneurship among university graduates. This study aims to find out: (1) the influence of digital literacy on the entrepreneurial interest of Economics Education students (2) the influence of locus of control on the entrepreneurial interest of Economics Education students (3) the influence of problem-based learning-based entrepreneurship learning on the entrepreneurial interest of economics education students.
This study uses a quantitative descriptive method with multiple linear regression analysis. The population in this study is Unsoed Economic Education students of the 2020-2022 batch who have taken entrepreneurship courses. The sample in this study was 105 respondents.
Based on the results of research and data analysis that has been carried out using SPSS (Statistical Program ofr Social Science) software, it shows that (1) digital literacy has a positive and significant effect on students' interest in entrepreneurship, (2) locus of control has a positive and significant effect on students' interest in entrepreneurship, (3) problem-based learning-based entrepreneurship learninghave a positive and significant effect on students' interest in entrepreneurship.
The implication of this study is that universities are expected to consider integrating technology with learning activities to improve digital literacy skills that can support students in fostering students' interest in entrepreneurship. Students need to take part in training to increase locus of control to be more confident and increase motivation in entrepreneurship. Educators need to improve problem-based learning entrepreneurship learning in order to increase students' understanding and knowledge in entrepreneurship.
4246345834A1D020158PENGARUH PEMBERIAN FLY ASH BOTTOM ASH (FABA) DAN
PUPUK NZEOSR-PLUS TERHADAP KARAKTERISTIK AGRONOMI
TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pengaruh pemberian FABA dan
pupuk NZEOSR-Plus terhadap pertumbuhan hasil tanaman selada, mengetahui pengaruh
dosis pupuk NZEOSR-Plus terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman selada,
mengetahui perbandingan hasil menggunakan FABA dan pupuk NZEOSR-Plus terhadap
beberapa aspek agronomi tanaman selada. Penelitian dilakukan di kelurahan
Karangwangkal, Kabupaten Banyumas, Laboratorium Ilmu Tanah dan Laboratorium
Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman mulai
bulan Oktober sampai dengan Maret 2024. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan
Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan yang terdiri dari 12 kombinasi
perlakuan konsentrasi masing-masing FABA 0kg/ha-200kg/ha, dan NZEOSR-Plus 0-
300kg/ha. Data yang diperoleh dari penelitian di analisis ragam dan apabila menunjukkan
adanya perbedaan nyata maka dilakukan uji lanjut menggunakan DMRT (Duncan’s
Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
aplikasi pemberian pupuk FABA dan NZEOSR-Plus dapat meningkatkan semua variabel
pengukuran yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, luas daun,
volume akar, bobot segar tanaman, bobot akar tanaman, dan LAI.
Lettuce (Lactuca sativa L.) is one type of horticultural plant that is widely
cultivated in the community. To meet the vegetable consumption needs of the
community, efforts are needed to increase vegetable production efficiently,
effectively, and sustainably. Lettuce plant growth can be enhanced by fertilization,
which adds essential nutrients needed by plants because the nutrients available in
the soil do not always suffice to support optimal plant growth. The application of
FABA and NZEOSR-Plus fertilizer is expected to increase lettuce plant
productivity. This study aims to determine the effect of FABA and NZEOSR-Plus
fertilizer application on lettuce growth and yield, determine the impact of NZEOSR-
Plus fertilizer dosage on lettuce growth and production, and compare the results of
using FABA and NZEOSR-Plus fertilizer on several agronomic aspects of lettuce
plants.
The research was conducted on land located in Karangwangkal village on
entisol soil by adding FABA and NZEOSR-Plus fertilizer. The experimental method
was carried out based on a randomized block design (RBD) with two treatment
factors and three replications. The first factor was FABA with doses of 0 kg/ha, 100
kg/ha, and 200 kg/ha, while the second factor was NZEOSR-Plus with doses of 0
kg/ha, 100 kg/ha, 200 kg/ha, and 300 kg/ha. The research data were tested with the
F-test and continued with the DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) at the α 5%
level.
The results showed that plant height, leaf length, and LAI could be increased
by the application of FABA. Meanwhile, a significant effect on the number of leaves,
root length, fresh root weight, and LAI was caused by the application of NZEOSR-
Plus. Agronomic and physiological characteristics as well as lettuce yield were
improved by the interaction treatment of FABA and NZEOSR-Plus, except for the
content of potassium, calcium, phosphorus, magnesium, sulfur, and several
micronutrients which showed an increase with increasing FABA doses. An
interaction between treatment 1 and treatment 2 was found in the agronomic
characteristics of the plants. Therefore, to increase lettuce productivity, where the
yield is primarily the leaves, the best dosage in the interaction treatment was F2N2
4246445835J1E020040NEEDS ANALYSIS IN ESP CONTEXT FOR INDONESIAN SOLDIERS
(A Case Study of the Operations Staff Task Force at 400th Raider Infantry Battalion Who Had Participated in the United Nations Peacekeeping Mission)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki kebutuhan tentara terhadap bahasa Inggris dengan mengadaptasi teori analisis kebutuhan dari Hutchinson dan Waters. Studi ini dirancang sebagai penelitian kualitatif dengan studi kasus pada Satuan Tugas Staf Operasi di Batalyon Infanteri ke-400 yang telah berpartisipasi dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB. Teknik pengambilan sampel snowball digunakan untuk merekrut 5 tentara yang terdiri dari seorang direktur, seorang instruktur, dan tiga personel. Peneliti mengumpulkan data melalui wawancara untuk mengeksplorasi kebutuhan tentara Indonesia dalam konteks ESP berdasarkan wawasan personel. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan proses analisis tematik. Data tersebut kemudian dikategorikan menjadi dua tema berdasarkan tanggapan wawancara. Dua tema tersebut adalah kebutuhan target dan kebutuhan belajar. Subtema terkait tema pertama meliputi “kebutuhan, kekurangan, dan keinginan”. Subtema dari tema kedua adalah “motivasi tentara dan kondisi situasi belajar”. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat target situasi yang jelas yang perlu dicapai oleh prajurit untuk menjalani Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB, khususnya oleh satuan tugas staf operasional. Juga terdapat kesenjangan berupa perbedaan dalam tingkat kemampuan mereka. Selama pelatihan mereka memiliki harapan untuk memahami tugas utama yang akan mereka hadapi di area misi. Mereka juga menunjukkan motivasi untuk mengikuti pelatihan sebelum diberangkatkan ke area misi. Kegiatan pelatihan yang mereka ikuti dirancang secara khusus sesuai dengan kebutuhan misi. Berdasarkan temuan ini, studi ini disimpulkan dengan implikasi untuk perancang kursus dan tentara, serta rekomendasi untuk studi-studi mendatang.The aim of this research is to investigate the needs of the soldiers for the English language by adapting Hutchinson and Waters’ theory of needs analysis. This study was designed as a qualitative research with a case study on the Operations Staff Task Force at the 400th Infantry Battalion who had participated in the United Nations Peacekeeping Mission. Snowball sampling was used to recruit 5 soldiers consist of a director, an instructor, and three troops. The researcher gathered the data through interviews to explore Indonesian soldiers’ needs for ESP context taken from the troops’ insights. The collected data were analyzed by using a thematic analysis process. The data were then categorized into two themes based on the interview responses. These two themes were target needs and learning needs. Respectively, subthemes concerning the first theme included “necessities, lacks, and wants”. Subthemes of the second theme were ”soldiers’ motivation and the conditions of the learning situation”. The results of the analysis indicated that there were clear target situations that needed to be achieved by the military to serve on United Nations Peacekeeping Mission, particularly by the operational staff task force. There was also a gap in the form of differences in their levels of proficiency. During their training, they had expectations of understanding the main tasks they would face in the mission area. They also demonstrated motivation to undergo training before being deployed to the mission area. The training activities they participated in were specifically designed according to mission needs. Based on these findings, the present study was concluded with implications for course designers and soldiers, and recommendations for future studies.
4246545836J1E020015The Implementation of Spelling Bee Game in Improving Students' Vocabulary MasteryPermainan Spelling Bee diharaapkan dapat menjadi alat pengajaran dalam meningkatkan penguasaan kosakata siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi permainan Spelling Bee dalam meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas VII di SMPN 5 Cilacap tahun ajaran 2023/2024. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui apakah implementasi permainan Spelling Bee dapat meningkatkan penguasaan kosakata siswa dan (2) mengetahui respon siswa terhadap permainan Spelling Bee dalam meningkatkan penguasaan kosakata. Penelitian ini termasuk penelitian pra-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian ini terdiri dari 32 siswa kelas VII F yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes, wawancara, dan dokumentasi. Untuk instrumen tes, data dikumpulkan dari 32 siswa dengan menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur penguasaan kosakata mereka. Selain itu, untuk mengetahui respon siswa terhadap permainan Spelling Bee dalam meningkatkan penguasaan kosakata, data dikumpulkan melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan Spelling Bee secara signifikan meningkatkan penguasaan kosakata siswa. Selain itu, respon siswa juga menunjukkan respon positif yang mengungkapkan bahwa penerapan permainan Spelling Bee efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan permainan Spelling Bee dapat menjadi salah satu alternatif alat pengajaran untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa.Spelling Bee game is expected to be a teaching tool for improving students’ vocabulary mastery. This research aims to investigate the implementation of the Spelling Bee game in improving the vocabulary mastery of seventh-grade students at SMPN 5 Cilacap in the academic year 2023/2024. Specifically, it seeks to (1) find out whether or not the implementation of the Spelling Bee game improves students’ vocabulary mastery and (2) figure out the students’ responses to the Spelling Bee game in improving their vocabulary mastery. The research includes a pre-experimental design with one group pretest-posttest. The sample of this research consisted of 32 students of seventh-graders class F which were selected through purposive sampling. The data were collected through tests, interviews, and documentation. For the test instrument, the data were collected from 32 students using pretest and posttest to measure their vocabulary mastery. In addition, to figure out the students’ responses to the implementation of Spelling Bee game in improving their vocabulary mastery, the data were collected through an interview. The research findings showed that the implementation of the Spelling Bee game significantly improved students’ vocabulary mastery. Furthermore, the students’ responses also showed positivity which said that the implementation of the Spelling Bee game was effective in improving students’ vocabulary mastery. These findings reveal that by using Spelling Bee game can be an alternative teaching tool in order to enhance students’ vocabulary mastery.
4246645837A1D020061APLIKASI PUPUK N-ZEO-SR PLUS TERHADAP DINAMIKA LOGAM BERAT KADMIUM (CD) PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman bawang merah, hasil tanaman bawang merah, serta kandungan Cd di dalam tanah dan tanaman terhadap berbagai variasi pemupukan N-ZEO-SR PLUS, berbagai variasi pemberian Cd, dan interaksi keduanya. Penelitian ini dilaksanakan di screenhouse dan Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dari bulan Januari 2024 hingga Maret 2024. Perlakuan yang diuji adalah dosis pupuk N-ZEO-SR PLUS 0kg/ha, 150kg/ha, 300kg/ha, dan 450kg/ha, serta konsentrasi kadmium 0ppm, 2ppm, dan 4ppm terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah, hasil tanaman bawang merah, serta kandungan kadmium di tanah dan tanaman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 12 kombinasi perlakuan 3 ulangan. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, klorofil total, kandungan prolin, jumlah umbi, diameter umbi, berat segar umbi dengan daun, berat kering umbi dengan daun, kandungan cd di tanah, kandungan cd di tanaman, dan persentase penurunan cd. Hasil penelitian menunjukkan dosis pupuk N-ZEO-SR PLUS 450kg/ha dapat meningkatkan tinggi tanaman 2MST - 4MST sebesar 16,65%; jumlah daun 2MST -7MST sebesar 48,41%; dan klorofil total sebesar 44,18% dibandingkan tanpa pupuk. Perlakuan konsentrasi kadmium 4ppm menurunkan tinggi tanaman 3MST sebesar 13,42%; dan meningkatkan kandungan cd tanah sebesar 16,66% dibandingkan dengan kadmium 0ppm. Terdapat interaksi pupuk N-ZEO-SR PLUS dan aplikasi kadmium terhadap tinggi tanaman umur 6MST dengan hasil terbaik pada dosis pupuk 300kg/ha dengan kadmium 4ppm, serta terhadap variabel jumlah daun 7MST dengan hasil terbaik dosis pupuk N-ZEO-SR PLUS 150kg/ha pada penambahan konsentrasi kadmium 2ppmThis study aims to determine the response of shallot (Allium ascalonicum L.) plant growth, shallot yield, and Cd content in the soil and plants to various applications of N ZEO-SR PLUS fertilizer, different Cd levels, and their interactions. The study was conducted in a screenhouse and the Soil Science Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from December 2023 to March 2024. The treatments tested were N-ZEO-SR PLUS fertilizer doses of 0 kg/ha, 150 kg/ha, 300 kg/ha, and 450 kg/ha, and Cd concentrations of 0 ppm, 2 ppm, and 4 ppm on shallot plant growth, shallot yield, and Cd content in the soil and plants. This study used a Randomized Block Design (RBD) with 12 treatment combinations and 3 replications. Observed variables included plant height, number of leaves, number of tillers, total chlorophyll content, proline content, number of bulbs, bulb diameter, fresh bulb weight with leaves, dry bulb weight with leaves, Cd content in the soil, Cd content in the plants, and the percentage of Cd reduction. The results showed that a dose of 450 kg/ha of N-ZEO-SR PLUS fertilizer could increase plant height by 16.65% from 2 to 4 weeks after planting (WAP); the number of leaves by 48.41% from 2 to 7 WAP; and total chlorophyll content by 44.18% compared to no fertilizer. The Cd concentration of 4 ppm reduced plant height by 13.42% at 3 WAP and increased soil Cd content by 16.66% compared to 0 ppm Cd. There was an interaction between the N-ZEO-SR PLUS fertilizer and cadmium application on plant height at 6 WAP (Weeks After Planting), with the best results obtained at a fertilizer dose of 300 kg/ha and a cadmium concentration of 4 ppm. Additionally, there was an interaction on the number of leaves at 7 WAP, with the best results achieved using an N-ZEO-SR PLUS fertilizer dose of 150 kg/ha with the addition of a cadmium concentration of 2 ppm.
4246745840L1B020056Studi Hematologi Ikan Dewa (Tor sp.) yang Diberi Tambahan Isolat Bakteri Bacillus cereus sebagai Kandidat Probiotik pada PakanPenambahan agen mikroorganisme pada pakan ikan merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan. Salah satunya yaitu Bacillus cereus. Bacillus cereus merupakan bakteri yang tergolong bakteri asam laktat yang memproduksi berbagai enzim untuk mempercepat kecernaan pakan pada ikan. Namun penggunaan bakteri pada ikan juga dapat mempengaruhi profil darah ikan yang menjadi salah satu indikator kesehatan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kandidat probiotik bakteri Bacillus cereus dengan dosis yang berbeda terhadap profil darah ikan dewa (Tor sp.) berupa total eritrosit, hemoglobin, hematokrit, dan glukosa darah. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan dengan perlakuan yang diterapkan yaitu P1 (kontrol), P2 (dosis penambahan 1,5 × 10^4 CFU/g pakan), P3 (dosis penambahan 1,5 × 10^5 CFU/g pakan). Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu penambahan isolat bakteri Bacillus cereus pada pakan tidak memberikan pengaruh yang nyata pada profil darah ikan dewa (Tor sp) berupa total eritrosit, hemoglobin, hematokrit, dan glukosa darah. Namun penurunan cenderung terjadi pada total eritrosit, hemoglobin, dan hematokrit seiring dengan penambahan dosis.The addition of microorganism agents to fish feed is one way that can be done to increase growth. One of them is Bacillus cereus, a bacteria classified as lactic acid bacteria that produces various enzymes to accelerate the digestibility of feed in fish. However, the use of fish bacteria has the potential to cause a decline fish health. This study aimed to determine the effect of the addition of Bacillus cereus as probiotic candidates with different doses on the blood profile of mahseer (Tor sp.) including total erythrocytes, hemoglobin, hematocrit, and blood glucose. The study used an experimental method with 3 treatments and 3 replications with the treatments applied, namely P1 (control), P2 (additional dose of 1.5 × 10^4 CFU/g feed), P3 (additional dose of 1.5 × 10^5 CFU/g feed). The results obtained in this study were that the addition of Bacillus cereus bacterial isolates to feed did not have a significant effect on the total erythrocytes, hemoglobin, hematocrit, and blood glucose of the fish. A decrease tended to be occured in total erythrocytes, hemoglobin, and hematocrit along with increasing doses.
4246845841A1C020038Optimasi dosis koagulan flokulan dalam proses penurunan logam Zn pada air limbah industri electroplating di PT XYZElectroplating merupakan proses pelapisan dimana terjadi pengendapan logam tipis pada permukaan yang dilapisi menggunakan arus listrik searah (DC) dan tegangan yang konstan. PT XYZ merupakan perusahaan electropating yang menggunakan logam seng (Zn) sebagai pelapis logam tipis. Industri ini pasti akan menghasilkan limbah cair selama proses produksinya. Lokasi PT XYZ yang berdekatan dengan pemukiman penduduk dan area pertanian menimbukan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.Oleh karena pengolahan air limbah electroplating menjadi penting. Salah satu metode pengolahan yang efektif adalah koagulasi dan flokulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi proses koagulasi dan flokulasi dengan menentukan dosis optimum dari derajat pH, dosis optimum koagulan, dan dosis optimum flokulan, serta mengevaluasi penurunan kadar TDS, turbidity, dan kadar logam Zn.
Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan variasi pH (6, 7, 8, dan 9), dosis koagulan (10, 20, 30, dan 40) ppm, serta dosis flokulan (0,1; 0,2; 0,3; dan 0,4) ppm. Kualitas air limbah dari proses terbaik kemudian dianalisis kandungan TDS, turbidity, dan kadar logam seng (Zn). Hasil penelitian menunjukan kondisi optimum pada pH 8, koagulan 40 ppm, dan flokulan 0,1 ppm. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa TDS meningkat sebesar 11,05% dari 1.262 ppm menjadi 1.401 ppm, turbidity menurun sebesar 98,17% dari 54,1 NTU menjadi 1 NTU, dan kadar Zn menurun sebesar 98,38% dari 9,8 ppm menjadi 0,16 ppm. Hasil tersebut menunjukkan optimasi koagulan dan flokulan yang telah sesuai dengan standar baku mutu berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No. 6 Tahun 2021.
Electroplating is a coating process where thin metal is deposited on the coated surface using direct electric current (DC) and constant voltage. PT XYZ is an electropating company that uses zinc metal (Zn) as a thin metal coating. This industry will definitely produce liquid waste during the production process. The location of PT One effective processing method is coagulation and flocculation. This research aims to optimize the coagulation and flocculation processes by determining the optimum dose of pH degree, optimum dose of coagulant, and optimum dose of flocculant, as well as evaluating the reduction in TDS levels, turbidity, and Zn metal levels.
The research method used was experimental with variations in pH (6, 7, 8, and 9), coagulant dose (10, 20, 30, and 40) ppm, and flocculant dose (0.1; 0.2; 0.3; and 0.4) ppm. The quality of waste water from the best process is then analyzed for TDS content, turbidity and zinc (Zn) metal content. The research results showed that optimum conditions were at pH 8, coagulant 40 ppm, and flocculant 0.1 ppm. Laboratory test results show that TDS increased by 11.05% from 1,262 ppm to 1,401 ppm, turbidity decreased by 98.17% from 54.1 NTU to 1 NTU, and Zn levels decreased by 98.38% from 9.8 ppm to 0.16 ppm. These results show that the optimization of coagulants and flocculants is in accordance with quality standards based on Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 32 of 2017 and Regulation of the Minister of Environment of the Republic of Indonesia No. 6 of 2021.
4246945842A1D020091Karakter Biomassa dan Jumlah Biji Edamame (Glycine max L. Merrill) Pada Kondisi Kadar Air Tanah yang BerbedaPermintaan edamame yang tinggi di berbagai negara menjadi peluang Indonesia untuk meningkatkan jumlah produksinya. Upaya meningkatan jumlah produksi edamame dapat dilakukan dengan penyiraman sesuai kapasitas lapang dan frekuensi agar pertumbuhan edamame lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar air tanah yang berbeda terhadap karakter biomassa dan jumlah biji edamame. Penelitian ini dilaksanakan di screen house experimental farm Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada November 2023 – februari 2024. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Variabel yang diamati adalah bobot kering tajuk, bobot kering akar, jumlah biji per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kadar air tanah berbeda belum mampu meningkatkan bobot kering tajuk, bobot kering akar, dan jumlah biji per tanaman, sehingga menunjukkan bahwa kondisi 60% kapasitas lapang mampu mempertahankan biomassa dan jumlah biji edamame.The high demand for edamame in various countries is an opportunity for Indonesia to increase its production levels. Efforts to increase the amount of edamame production can be done by watering according to field capacity and frequency so that edamame growth is more optimal. This research aims to determine the effect of different soil water levels on biomass characteristics and number of edamame seeds. This research was carried out at the screen house experimental farm, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University in November 2023 – February 2024. The experimental design used was a non-factorial Randomized Group Design (RAK) with 9 treatments and 3 replications. The variables observed were shoot dry weight, root dry weight, number of seeds per plant. The research results showed that different soil water content conditions were not able to increase shoot dry weight, root dry weight, and number of seeds per plant, thus indicating that conditions of 60% field capacity were able to maintain biomass and number of edamame seeds.
4247045877L1A020072Peran Masyarakat dalam Pengelolaan Sumberdaya Perikanan di Waduk Panglima Besar Soedirman BanjarnegaraWaduk Panglima Besar Soedirman memiliki sumberdaya perikanan yang melimpah. Namun, selama 10 tahun terakhir kualitas perairan mengalami penurunan secara terus menerus. Penurunan kualitas perairan tersebut dapat berdampak pada produksi perikanan, sehingga perlu adanya peningkatan partisipasi dan koordinasi antar stakeholder dalam pengelolaan sumberdaya perikanan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur peran masyarakat dan memberikan alternatif strategi yang dapat diterapkan untuk pengelolaan sumberdaya perikanan di Waduk Panglima Besar Soedirman. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Responden penelitian ini meliputi 28 nelayan, 20 pembudidaya, dan 9 pedagang ikan. Metode yang digunakan adalah metode statistika deskriptif dan deskriptif kualitatif. Analisis data yang digunakan adalah SWOT dan QSPM. Hasil penelitian menunjukan, masyarakat berperan dalam menjaga kelestarian dan keberlanjutan sumberdaya perikanan di Waduk Panglima Besar Soedirman. Meskipun, belum dilibatkan dalam pengambilan keputusan pengelolaan sumberdaya perikanan yang ada. Alternatif strategi yang paling menarik adalah strategi 7 dengan Total Attractiveness Scores (TAS) sebesar 6,3076. Rekomendasi aksi yang dapat dilakukan untuk merealisasi strategi yang telah disusun, yaitu melakukan pemberdayaan Kelompok Masyarakat Pengawas Perikanan (POKMASWAS), melakukan sosialisasi aturan pengelolaan sumberdaya perikanan yang telah dibuat, serta membuat aksi bersama untuk menjaga lingkungan waduk.Panglima Besar Soedirman Reservoir has abundant fishery resources. However, more than past 10 years, the quality of the water has continued to decrease. It can be impact to fishery production, so there needs to be increased participation and coordination between stakeholders in the management of fishery resources. The purpose of this study was to measure the role of the community and provide alternative strategies that can be applied to the management of fishery resources in Panglima Besar Soedirman Reservoir. The data collection technique is purposive sampling technique. The respondents of this study included 28 fishermen, 20 fish farmers, and 9 fish traders. The descriptive and qualitative descriptive statistics methods used in this research. The data analysis was SWOT and QSPM. The research results show that the community plays a role in maintaining the preservation and sustainability of fisheries resources in the Panglima Besar Soedirman Reservoir. Although, they have not been involved in making decisions on the management of existing fisheries resources. The most attractive alternative strategy is strategy 7 with Total Attractiveness Scores (TAS) of 6.3076. Recommended actions that can be taken to realize the strategy that has been prepared, namely empowering the Fisheries Monitoring Community Group (POKMASWAS), socializing the fishery resource management rules that have been made, and taking joint action to protect the reservoir environment.
4247145883A1D018154HERITABILITAS KEMAJUAN GENETIK DAN HUBUNGAN ANTAR KARAKTER (Oryza sativa L.) POPULASI F3 HASIL PERSILANGAN INPARI 31 X KOSHIHIKARI
Perakitan varietas padi guna menghasilkan padi keturunan Inpari 31 dengan menambahkan beberapa karakter unggul Koshihikari telah dilakukan melalui persilangan Inpari 31 dan Koshihikari dilanjutkan dengan seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengukur kemajuan seleksi karakter agronomik padi populasi F3, 2) mengetahui karakter yang paling berpengaruh terhadap hasil yang dapat digunakan sebagai indikator seleksi menggunakan korelasi dan analisis jalur. Penelitian dilaksanakan dari Bulan Oktober 2021 sampai Januari 2022. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan rancangan perlakuan Augmented Design. Perlakuan yang diuji adalah 134 individu F3 dari 9 galur terseleksi keturunan persilangan Inpari 31 x Koshihikari dan resiprokalnya serta 2 varietas cek (Inpari 31 dan Koshihikari). Variabel yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, jumlah anakan total, umur tanaman berbunga, umur panen, panjang malai, jumlah gabah isi per malai, jumlah gabah total per malai, bobot 100 biji, persentase gabah isi, bobot gabah per malai, panjang beras, lebar beras, rasio panjang:lebar beras, dan bobot gabah per rumpun. Data pengamatan dianalisis nilai duga heritabilitas, harapan kemajuan genetik, kemajuan genetik, dan korelasi antar karakter. Hasil penelitian menunjukkan nilai duga heritabilitas tinggi pada tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, jumlah anakan total, umur berbunga, umur panen, jumlah gabah isi per malai, jumlah gabah total per malai, persentase gabah isi, panjang beras, lebar beras, rasio panjang:lebar beras dan bobot gabah per rumpun, sedangkan panjang malai dan bobot gabah per malai menunjukkan sedang, nilai duga heritabilitas rendah terdapat pada karakter bobot 100 biji. Nilai kemajuan genetik rendah terdapat karakter umur berbunga, umur panen, panjang malai, dan bobot 100 biji, nilai kemajuan genetik sedang terdapat pada karakter jumlah gabah total per malai dan bobot gabah per malai, panjang beras, lebar beras, dan rasio panjang:lebar beras, nilai kemajuan genetik yang tinggi terdapat pada karakter tinggi tanaman, jumlah anakan produktif jumlah anakan total per malai, jumlah gabah isi per malai, persentase gabah isi, dan bobot gabah per rumpun. Jumlah anakan produktif dan bobot gabah per malai memiliki hubungan yang erat dan pengaruh langsung yang tinggi terhadap bobot gabah per rumpun, sehingga dapat digunakan sebagai indikator seleksi untuk daya hasil tinggi pada generasi selanjutnya.Breeding of rice varieties to produce Inpari 31 offspring by adding some superior characters from Koshihikari had been done through the crossbreeding of Inpari 31 and Koshihikari followed by selection. This study aimed to 1) measure the progress of agronomic character selection in the F3 population, 2) determine the most influential character on the yield that can be used as a selection indicator using correlation and path analysis. The study was conducted from October 2021 to January 2022. The experimental design used was a Randomized Block Design with an Augmented Design treatment design. The treatments tested were 134 F3 individual plants from 16 selected lines of the crossbreeding of Inpari 31 x Koshihikari and its reciprocal, and 2 check varieties (Inpari 31 and Koshihikari). The observed variables included plant height, productive tillers, total tillers, flowering age, harvesting age, panicle length, grain yield per panicle, total grain yield per panicle, 100 grain weight, filled grain percentage, grain weight per panicle, grain length, grain width, length-to-width ratio, and grain weight per hill. Data were analyzed for estimated heritability, genetic expectation, genetic progress, and correlation among characters. Results showed that high estimated heritability values for plant height, productive tillers, total tillers, flowering age, harvest age, grain yield per panicle, total grain yield per panicle, filled grain percentage, grain length, grain width, length-to-width ratio, and grain weight per hill, while panicle length and grain weight per panicle showed moderate heritability values. Low estimated heritability values were found in the 100 grain weight character. Low genetic progress was found in the flowering age, harvest age, panicle length, and 100 grain weight characters, moderate genetic progress was found in the total grain yield per panicle and grain weight per panicle characters, and high genetic progress was found in the plant height, productive tillers, total tillers per panicle, grain yield per panicle, grain filling percentage, and grain weight per hill characters. Productive tillers and grain weight per panicle had a strong and direct relationship and high influence on grain weight per hill, so they can be used as selection indicators for high yield in the next generation.
4247245843A1D020134Kajian C-Organik Tanah di Lahan Sawah DAS Serayu Tengah, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten BanjarnegaraC-organik merupakan sistem kompleks dan dinamis yang berasal dari sisa tanaman
dan atau binatang yang terdapat didalam tanah yang mengalami perubahan bentuk secara
terus menerus yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor biologi, kimia, maupun
fisika yang digunakan sebagai pendukung kesuburan suatu tanah. Kecamatan Mandiraja
merupakan kecamatan dengan produksi padi tertinggi di Kabupaten Banjarnegara.
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengkaji pola sebaran C-organik tanah, 2) mengetahui
nilai korelasi antar variabel pengamatan, dan 3) mengetahui rekomendasi pemupukan
organik di Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini dilaksanakan
secara survei di lahan sawah pada budidaya tanaman padi Kecamatan Mandiraja,
Kabupaten Banjarnegara dan Laboratorium Tanah Sumberdaya Lahan, Fakultas
Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penentuan titik sampel
didasarkan atas satuan lahan homogen dengan memperhatikan penyebaran lokasi yang
didasarkan pada garis tegak lurus memotong aliran sungai utama (Sungai Serayu).
Pengambilan sampel tanah dan jaringan tanaman dilakukan secara komposit di setiap
lokasi pengamatan. Variabel yang diamati meliputi pH (H2O), pH (KCl), Daya Hantar
Listrik (DHL), potensial redoks, C-organik, Kapasitas Tukar Kation (KTK), tekstur
tanah, dan wawancara dengan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata
kandungan C-organik yang terdapat di lahan sawah Kecamatan Mandiraja berkisar antara
0,48-2,26% pada SLH 1 dengan nilai rerata 1,22 yaitu termasuk pada kategori rendah.
Pada SLH 2 kandungan C-organik tanah berkisar antara 0,06-2,4% dengan nilai rerata
1,21% yaitu termasuk pada kategori rendah. Didapatkan hasil korelasi antar variabel pada
setiap kedalaman, memiliki nilai korelasi yang lemah. Rekomendasi pemupukan organik
di lokasi penelitian berkisar antara 2,6-11,1 ton/ha dengan menggunakan pupuk kompos.
Rekomendasi pemupukan ini ditentukan berdasarkan kandungan C-organik yang
kemudian dilakukan peningkatan satu tingkat dari harkatnya.
C-organic is a complex and dynamic system that originates from plant and/or
animal remains found in the soil which undergo continuous changes in shape which are
influenced by various factors, both biological, chemical, and physical factors which are
used to support the fertility of a soil. Mandiraja District is the district with the highest
rice production in Banjarnegara Regency. The objectives of this research were to: 1)
acknowledge the distribution pattern of soil organic carbon, 2) acknowledge the
correlation value between observed variables, and 3) acknowledge recommendations for
organic fertilization in Mandiraja District, Banjarnegara Regency. This research was
conducted by survey method in rice field at Mandiraja District, Banjarnegara Regency
and the Soil Resources Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman
University, Purwokerto. Sampling technique determined based on the homogeneous land
unit system regarding the distribution of location, based on perpendicular line
intersecting the main river flow (Serayu River). Soil sampling and plant tissue were
conducted compositely at each sampling point. Variables observed in this research are,
pH (H2O), pH (KCl), electrical conductivity (EC), oxidation/reduction potential (Eh),
organic carbon, Cation Exchange Capacity (CEC), soil texture, and interviews with
farmers. The results of the research show that the average C-organic contenct found in
the rice fields of Mandiraja District ranges from 0.48-2.26% at LU 1 with an average
value of 1.22, which is included in the low category. At LU 2 the soil C-organic content
ranges from 0.06-2.4% with an average value of 1.21%, which is included in the low
category. The correlation results between variables at each depth were found to have
weak correlation value. Recommendations for organic fertilization at the research
location range from 2.6-11.1 tonnes/ha using compost. This fertilizer recommendation is
determined based on the C-organic content which is then increased by one level of value.
4247345844A1F020064Pengaruh Variasi Suhu dan Waktu Ekstraksi Terhadap Warna Ekstrak Biji Kesumba serta Potensinya sebagai Antimikroba Saccharomyces cerevisiae dan Candida albicansBiji kesumba mengandung pigmen karotenoid dan senyawa-senyawa bioaktif yang dapat berfungsi sebagai antimikroba. Penelitian ini mengkaji pengaruh suhu dan waktu ekstraksi biji kesumba terhadap warna ekstrak yang dihasilkan dan potensi aktivitas antimikrobanya. Pada penelitian ini digunakan metode eksperimental Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 kombinasi perlakuan dilakukan 3 kali ulangan. Faktor yang diuji yaitu suhu ekstraksi (S) meliputi 70oC (S1), 80oC (S2), dan 90oC (S3) serta waktu ekstraksi meliputi 5 menit (W1), 7,5 menit (W2), dan 10 menit (W3). Ekstraksi dilakukan secara maserasi menggunakan hot plate magnetic stirrer dengan pH pelarut 9. Potensi ekstrak biji kesumba sebagai pewarna diukur menggunakan Color Reader untuk mengetahui tingkat kecerahan (L), tingkat kemerahan (a), dan tingkat kekuningan (b). Potensi ekstrak biji kesumba sebagai antimikroba diuji menggunakan metode difusi sumuran, MIC, dan TPC. Mikroba yang digunakan yaitu Saccharomyces cerevisiae dan Candida albicans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu ekstraksi dan lama waktu ekstraksi menyebabkan tingkat kecerahan ekstrak semakin meningkat, tingkat kemerahan semakin menurun, tingkat kekuningan semakin meningkat, dan aktivitas antimikroba semakin menurun. Perlakuan terbaik ekstrak biji kesumba terdapat pada perlakuan S1W2 yaitu perlakuan suhu ekstraksi 70oC dengan waktu ekstraksi selama 7,5 menit. Hasil penelitian setiap variabel dari perlakuan tersebut yaitu menghasilkan nilai L (kecerahan) 31,14; nilai a (kemerahan) 17,33; nilai b (kekuningan) 21,42; nilai rata-rata selisih absorbansi pengujian MIC pada konsentrasi ekstrak biji kesumba 10% terhadap S. cerevisiae dan C. albicans berturut-turut 0,50 dan 0,12; serta jumlah S. cerevisiae dan C. albicans pada konsentrasi ekstrak biji kesumba 10% berturut-turut 7,37 dan 7,28 log CFU/mL.Kesumba seeds contain carotenoid pigments and bioactive compounds that can function as antimicrobials. This study examines the effect of temperature and extraction time of kesumba seeds on the colour of the resulting extract and its potential antimicrobial activity. In this study, the experimental method of Randomised Group Design was used with 9 treatment combinations and 3 replications. The factors tested were extraction temperature (S) including 70oC (S1), 80oC (S2), and 90oC (S3) and extraction time including 5 minutes (W1), 7.5 minutes (W2), and 10 minutes (W3). Extraction was carried out by maceration using a hot plate magnetic stirrer with a solvent pH of 9. The potential of kesumba seed extract as a dye was measured using a Color Reader to determine the level of brightness (L), the level of redness (a), and the level of yellowness (b). The potential of kesumba seed extract as an antimicrobial was tested using the well diffusion method, MIC, and TPC. The microbes used were Saccharomyces cerevisiae and Candida albicans. The results showed that the higher the extraction temperature and the longer the extraction time caused the brightness level of the extract to increase, the reddish level decreased, the yellowish level increased, and the antimicrobial activity decreased. The best treatment of kesumba seed extract is found in the S1W2 treatment, namely the 70oC extraction temperature treatment with an extraction time of 7.5 minutes. The results of the study of each variable from the treatment are to produce an L value (brightness) of 31.14; a value (reddish) 17.33; b value (yellowish) 21.42; the average value of the difference in absorbance of MIC testing at a concentration of 10% kesumba seed extract against S. cerevisiae and C. albicans is 0.50 and 0.12, respectively; and the number of S. cerevisiae and C. albicans at a concentration of 10% kesumba seed extract is 7.37 and 7.28 log CFU/mL, respectively.
4247445845A1F020061PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG BEKATUL PADA KOPI TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA DAN SENSORI KOPI MIX JAHE GULA KELAPAInovasi pengembangan kopi mix tinggi antioksidan dengan substitusi tepung bekatul adalah salah satu upaya untuk mensuplai antioksidan pada tubuh manusia, khususnya bagi para perokok untuk mencegah terjadinya stres oksidatif akibat paparan radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah 1). Mengetahui pengaruh proporsi kopi bubuk : tepung bekatul terhadap karakteristik kimia dan sensori produk kopi mix. 2). Mengetahui pengaruh jumlah penambahan komposit kopi-bekatul terhadap karakteristik kimia dan sensori produk kopi mix. 3) Menentukan kombinasi dengan hasil terbaik antara perlakuan proporsi kopi bubuk : tepung bekatul dan jumlah penambahan komposit kopi-bekatul berdasarkan aspek kimia dan sensori. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti meliputi proporsi kopi bubuk : tepung bekatul (90:10; 85:15; dan 80:20), serta penambahan komposit kopi-bekatul (10%, 15%, dan 20%). Variabel yang diamati berupa variabel kimia (kadar air, total fenol, antioksidan, dan kadar serat kasar) serta variabel sensori (warna, aroma, rasa, dan flavor). Data variabel kimia yang telah didapatkan dianalisis menggunakan uji analisis ragam (uji F). Data variabel sensori yang didapatkan dianalisis menggunakan uji non parametrik. Penentuan kombinasi perlakuan terbaik dilakukan menggunakan analisis Indeks Efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan proporsi penambahan tepung bekatul secara nyata dapat meningkatkan kadar air (1,367%; 1,778% dan 2,661%), total fenol (9,018; 10,884 dan 15,234 mg GAE/g), dan kadar serat kasar (14,983; 19,289 dan 19,694%), sedangkan perlakuan jumlah komposit kopi-bekatul secara nyata dapat meningkatkan total fenol (6,480; 10,938 dan 17,718 mg GAE/g), aktivitas antioksidan (79,979; 82,386 dan 85,447%.), dan kadar serat kasar (14,572; 17,739 dan 21,656%) kopi mix. Hasil uji sensori menunjukkan bahwa perlakuan proporsi penambahan tepung bekatul secara nyata dapat meningkatkan aroma jahe (mutu hedonik) dan rasa kopi mix, namun dapat menurunkan warna dan rasa pahit kopi mix. Perlakuan jumlah komposit kopi-bekatul secara nyata dapat meningkatkan warna, aroma jahe (mutu hedonik), dan rasa pahit kopi mix, namun dapat menurunkan rasa manis kopi mix.The innovation of developing a high-antioxidant coffee mix with the substitution of rice bran flour is an effort to supply antioxidants to the human body, particularly for smokers, to prevent oxidative stress caused by exposure to free radicals. The objectives of this research are: 1) To determine the effect of the proportion of coffee powder to rice bran flour on the chemical and sensory characteristics of the coffee mix product. 2) To determine the effect of the amount of coffee-bran composite addition on the chemical and sensory characteristics of the coffee mix product. 3) To identify the best combination of treatments between the proportion of coffee powder to rice bran flour and the amount of coffee-bran composite addition based on chemical and sensory aspects. The research was conducted using a Randomized Block Design (RBD). The factors studied included the proportion of coffee powder to rice bran flour (90:10; 85:15; and 80:20) and the addition of coffee-bran composite (10%, 15%, and 20%). The observed variables included chemical variables (moisture content, total phenols, antioxidants, and crude fiber content) as well as sensory variables (color, aroma, taste, and flavor). The chemical data obtained were analyzed using analysis of variance (F-test), while the sensory data were analyzed using non-parametric tests. The determination of the best treatment combination was conducted using the Effectiveness Index analysis. The results showed that the treatment of rice bran flour proportion significantly increased moisture content (1.367%; 1.778%; and 2.661%), total phenols (9.018; 10.884; and 15.234 mg GAE/g), and crude fiber content (14.983%; 19.289%; and 19.694%), while the treatment of coffee-bran composite addition significantly increased total phenols (6.480; 10.938; and 17.718 mg GAE/g), antioxidant activity (79.979%; 82.386%; and 85.447%), and crude fiber content (14.572%; 17.739%; and 21.656%) in the coffee mix. Sensory tests showed that the treatment of rice bran flour proportion significantly increased the ginger aroma (hedonic quality) and the taste of the coffee mix, but decreased the color and bitter taste of the coffee mix. The treatment of coffee-bran composite addition significantly increased the color, ginger aroma (hedonic quality), and bitter taste of the coffee mix but decreased the sweetness of the coffee mix.
Keywords: antioxidants, rice bran
4247545848A1A020003KINERJA RANTAI PASOK PRODUKSI GULA SEMUT DENGAN PENDEKATAN LEAN SUPPLY CHAIN PADA CV HUGO INOVASI CV Hugo Inovasi, sebuah manufaktur gula semut di Kabupaten Banyumas, menghadapi beberapa bentuk pemborosan yang menurunkan efisiensi produksi. Pendekatan Lean Supply Chain diterapkan untuk menghilangkan pemborosan ini. Penelitian ini bertujuan untuk memahami alur manajemen rantai pasok, sistem produksi, serta menganalisis tingkat dan jenis pemborosan dalam proses produksi gula semut. Data diperoleh melalui studi kasus dengan purposive sampling dari 7 informan utama. Hasil menunjukkan bahwa proses produksi melibatkan ayak basah, oven, ayak kering, sortasi, pengemasan, dan pelabelan. Dengan nilai process cycle efficiency sebesar 36%, ditemukan bahwa pemborosan terjadi terutama pada kategori inappropriate processing (0,18) dan waiting/delay (0,17), disebabkan oleh ketidaktelitian operator, standar bahan baku yang tidak konsisten, dan keterbatasan fasilitas.CV Hugo Inovasi, a coconut sugar manufacturer in Banyumas Regency, faces several forms of waste that reduce production efficiency. Lean Supply Chain approach is applied to eliminate these wastes. This study aims to understand the supply chain management flow, production system, and analyze the level and types of waste in the coconut sugar production process. Data were obtained through a case study with purposive sampling from 7 key informants. Results show the production process involves wet sieving, oven drying, dry sieving, sorting, packaging, and labeling. With a process cycle efficiency of 36%, waste primarily occurs in the categories of inappropriate processing (0.18) and waiting/delay (0.17), caused by operator negligence, inconsistent raw material standards, and facility limitations.
4247645847L1A020055Kualitas Air dan Karakteristik Substrat di Segara Anakan BaratEkosistem mangrove Segara Anakan Barat luas dan strategis sebagai kawasan konservasi yang multifungsi, baik secara ekologis maupun ekonomi. Namun pelaksanaan pengelolaan di kawasan ini belum optimal ditandai dengan penurunan kualitas air dan karakteristik substrat akibat aktivitas alam dan antropogenik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kualitas air dan karakteristik substrat di ekosistem mangrove Segara Anakan Barat. Metode yang digunakan adalah metode survei yang terdiri dari 15 stasiun dengan jumlah masing-masing 3 plot pengamatan. Pada ekosistem mangrove Segara Anakan Barat diketahui di seluruh stasiun temperatur air berkisar antara 28 - 34,5°C; nilai pH air berkisar dari 5,05 - 7,19; dan tingkat salinitas air berkisar antara 13,5 - 26 ppt. Karakteristik substrat pada ekosistem mangrove Segara Anakan Barat diketahui bahwa nilai pH substrat berkisar antara 4,05 - 6 (asam); salinitas substrat berkisar dari 16,5 - 24 ppt; persentase kandungan pirit berkisar dari 0,96 - 1,85%; konsentrasi fosfat bervariasi antara 0,56 - 1,82 mg/100 g; dan tekstur tanah liat berlumpur. Berdasarkan hasil kualitas air dan karakteristik substrat tersebut, ekosistem mangrove di Segara Anakan Barat ini masih dapat menunjang dan cocok untuk kehidupan mangrove.The mangrove ecosystem of West Segara Anakan is extensive and strategic as a multifunctional conservation area, both in ecological and economic aspects. However, the implementation of management in this area has not been optimal, indicated by a decline in water quality and substrate characteristics due to natural and anthropogenic activities. The purpose of this study was to determine the status of water quality and substrate characteristics in the West Segara Anakan Mangrove Ecosystem. The method used was a survey method, which consisted of 15 stations with a total of 3 plots in each station. In the West Segara Anakan Mangrove Ecosystem, all stations are known to have water temperature between 28-34.5°C, water pH between 5.05-7.19 and water salinity between 13.5-26 ppt. Substrate characteristics in the West Segara Anakan mangrove ecosystem showed that substrate pH values ranged from 4.05 - 6 (acidic); substrate salinity ranged from 16.5 - 24 ppt; percentage of pyrite content ranged from 0.96 - 1.85%; phosphate concentration ranged from 0.56 - 1.82 mg/100 g; and the substrate texture was silty clay. Based on the results of water quality and substrate characteristics, the mangrove ecosystem in West Segara Anakan can still support and is suitable for mangrove vulnerability.
4247745851A1D020130PERKEMBANGAN PENYAKIT
BERCAK DAUN (Cercospora coffeicola Berkeley & Cooke)
PADA TANAMAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora Pierre ex Froehner)
DENGAN PEMBERIAN BIOCHAR DAN PUPUK N-P-K
Kopi robusta (Coffea canephora) merupakan tanaman industri perkebunan yang
penting serta mampu menjamin keberlangsungan ekonomi para petani di negara- negara tropis. Organisme pengganggu tanaman kopi robusta terdapat patogen
Cercospora coffeicola yaitu penyebab penyakit bercak daun kopi. Alternatif
pengendalian patogen yang dapat dilakukan adalah pemberian biochar dan pupuk N- P-K. Penelitian dilaksanakan di Desa Sikapat, Kecamatan Sumbang, Kabupaten
Banyumas dari bulan September 2023 sampai Januari 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua dosis biochar dan pupuk N-P-K tidak berpengaruh
terhadap variabel intensitas penyakit, saat muncul gejala, laju infeksi, dan AUDPC. Pemberian biochar 150 g dan pupuk N-P-K 130 g berpengaruh terhadap variabel
bercak coklat dan bercak kuning pada minggu ke-8 yaitu meningkatkan
perkembangan penyakit bercak daun C. coffeicola.
Robusta coffee (Coffea canephora) is an important industrial plantation crop
and is able to ensure the economic sustainability of farmers in tropical countries. The
organism that disturbs Robusta coffee plants is the pathogen Cercospora coffeicola, which causes coffee leaf spot disease. Alternative pathogen control by applying of
biochar and N-P-K fertilizer. The research have been on the Sikapat Village, Sumbang District, Banyumas Regency from September 2023 to January 2024. The
results showed that all doses of biochar and N-P-K fertilizer had no effect on the
variables of disease intensity, symptoms appeared, infection rate, and AUDPC. Providing 150 g of biochar and 130 g of N-P-K fertilizer had an effect on the variable
brown spot and yellow spot in the 8th week, namely increasing the development of C. cofeicola leaf spot disease. There was no significant interaction between the
application of biochar and N-P-K fertilizer on the development of leaf spot disease in
robusta coffee plants.
4247845852A1D020033Pertumbuhan dan Pembungaan Tanaman Jeruk Chokun (Citrus reticulata) pada Perlakuan Strangulasi dan Aplikasi Zat Pemecah DormansiBuah jeruk keprok Chokun memiliki perpaduan rasa asam dan manis, sehingga menimbulkan sensasi yang menyegarkan bagi konsumen. Peningkatan konsumsi masyarakat terhadap buah-buahan perlu didukung dengan adanya peningkatan produksi agar seluruh kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Terdapat beberapa metode untuk meningkatkan produksi buah jeruk keprok, seperti strangulasi dan penggunaan Zat Pemecah Dormansi (ZPD). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan produksi jeruk keprok Chokun menggunakan metode strangulasi dan pemberian ZPD. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juli 2023 hingga Januari 2024 di Experimental Farm, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor. Faktor pertama adalah perlakuan strangulasi dan faktor kedua adalah perlakuan ZPD. Faktor pertama adalah strangulasi yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu tanpa perlakuan strangulasi, strangulasi tunggal, dan strangulasi ganda. Faktor kedua adalah aplikasi zat pemecah dormansi yang terdiri dari tanpa aplikasi zat pemecah dormansi, ZPD KNO3 250 ppm, dan zat pemecah dormansi ethepon 150 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strangulasi berpengaruh dalam meningkatkan jumlah tunas generatif, jumlah bunga, dan dompol bunga. Aplikasi zat pemecah dormansi berpengaruh dalam meningkatkan jumlah tunas generatif dan jumlah bunga. Penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi antara strangulasi dan aplikasi zat pemecah dormansi dapat meningkatkan jumlah tunas generatif dan jumlah bunga.Chokun citrus have a combination of sour and sweet flavors, causing a refreshing sensation for consumers. Increased public consumption of fruits needs to be supported by increased flowering and production of these fruits, so that all public needs can be fulfilled. There are several methods to increase flowering of Chokun citrus, such as strangulation and the use of dormancy breaking substance. This research aims to increase production by accelerating the flowering of Chokun citrus using the strangulation and dormancy breaking substance. The research was conducted from July 2023 to January 2024 at Experimental Farm, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The experimental design used in this research was a 2-factors completely randomized design. The first factor is strangulation treatment consisted of 3 levels that is without strangulation, single strangulation, and double strangulation. The second factor is dormancy breaking substance treatment (without dormancy breaking substance, KNO3 250 ppm, ethepon 150 ppm). The results showed that strangulation increased the number of generative bud, number of flower, and number of inflorescence. Application of dormancy breaking substance increased the number of generative bud and number of flower. Interaction between strangulation and dormancy breaking substance increased number of generative bud and number of flower.
4247945853A1D020065Perbandingan Pertumbuhan dan Hasil Padi Inpago Unsoed Protani
Pada Tiga Lokasi Berbeda
Padi adalah tanaman pangan utama yang menghasilkan beras, makanan pokok bagi
mayoritas penduduk Indonesia dan lebih dari separuh populasi dunia. Padi memiliki nilai
khusus bagi komunitas yang mengonsumsinya secara teratur seperti di Indonesia, namun
produksi pada tahun 2023 diperkirakan akan menurun sebanyak 1,12 juta ton. Penelitian
ini bertujuan untuk menilai pengaruh lokasi terhadap karakter agronomi padi Protani di
berbagai lokasi, membandingkan pertumbuhan dan hasil antara varietas padi Protani
dengan varietas lain yang ditanam oleh petani lokal di setiap lokasi, selain itu untuk
menentukan stabilitas pola hubungan antar karakter sebagai respons terhadap lokasi yang
berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan observasi kondisi
lingkungan sekitar dan pengambilan sampel tanaman siap panen beserta data pendukung
lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi lingkungan yang berbeda
memberikan pengaruh nyata terhadap hampir semua karakteristik agronomi Protani,
dengan hasil terbaik ditemukan di Kecamatan Kemangkon, dan tanaman padi Protani
memiliki rata-rata hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman padi varietas Situ
Bagendit dan Padjadjaran Agritan yang ditanam oleh petani lokal di Kecamatan
Kemangkon dan Paguyangan. Pola hubungan dari padi Protani secara keseluruhan masih
belum stabil, kecuali untuk variabel bobot biji per malai. Kontribusi yang diperoleh dari
penelitian ini adalah membantu dalam penilaian potensi hasil tanaman padi Protani,
memberikan informasi perbandingan antara padi Protani dengan varietas padi Situ
Bagendit, Padjadjaran Agritan, dan Ciherang, dan dapat menjadi referensi untuk
pengembangan varietas tanaman yang adaptif terhadap berbagai kondisi lingkungan.
Rice is a major food crop that produces rice, the staple food for the majority of
Indonesia's population and more than half of the world's population. Rice holds special
value for communities that consume it regularly, such as in Indonesia, but production in
2023 is estimated to decrease by 1.12 million tons. This study aims to assess the influence
of location on the agronomic characteristics of Protani rice in various locations, compare
the growth and yield between Protani rice varieties and the other varieties planted by local farmers in each location, and determine the stability of the interrelation patterns among
characters in response to different locations. The research method used is a survey with
observations of surrounding environmental conditions and sampling of harvest-ready
plants along with other supporting data. The study results show that different
environmental conditions have a significant impact on almost all agronomic
characteristics of Protani rice, with the best results found at Kemangkon Sub Regency,
additionally, Protani rice has a higher average yield compared to Situ Bagendit and
Padjadjaran Agritan rice planted by local farmers at Kemangkon and Paguyangan Sub
Regency. Furthermore, the interrelation patterns of Protani rice for overal are still
relatively unstable except for the variable grain weight per panicle. The contribution of
this research is to assist in assessing the yield potential of Protani rice, provide
comparative information between Protani rice and local rice varieties at the three
locations, and serve as a reference for developing plant varieties that are adaptive to
various environmental conditions.
4248045849A1C020034KESESUAIAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES TERHADAP MUTU GABAH DAN BERAS DI RMU "TEACHING INDUSTRY" UNSOEDSektor agroindustri beras di Indonesia menghadapi tantangan dalam menjaga ketahanan pangan dari segi kuantitas dan kualitas. Penanganan pascapanen yang baik merupakan salah satu upaya strategis yang dapat meningkatkan produksi beras. Salah satu penanganan pascapanen padi yaitu penggilingan. Proses penggilingan dalam menghasilkan beras dengan kualitas mutu yang baik dipengaruhi oleh cara penanganan beras pada RMU. Berdasarkan hasil wawancara, RMU “Teaching Industry” Unsoed belum pernah melakukan penilaian terhadap tingkat kesesuaian GMP, serta pengujian terhadap mutu fisik gabah dan berasnya. Penilaian dan pengevaluasian kesesuaian GMP ini penting untuk dinilai agar dapat diketahui seberapa besar penerapan GMP di RMU “Teaching Industry” Unsoed. Selain itu, penialaian GMP ini juga penting untuk dilakukan karena dapat dijadikan sebagai suatu upaya dalam mengatasi rendahnya mutu beras dan meningkatkan daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengidentifikasi mutu gabah dan beras yang dihasilkan oleh RMU “Teaching Industry” Unsoed. 2) Mengevaluasi kesesuaian penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) di RMU “Teaching Industry” Unsoed. Parameter yang diukur adalah kesesuaian GMP dan mutu fisik gabah, serta beras. Data yang diperoleh dalam penelitian ini, yaitu data deskriptif dari hasil wawancara dan observasi, serta data kuantitatif dari hasil pengujian mutu fisik gabah dan beras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua sampel gabah belum memenuhi standar mutu SNI berdasarkan SNI 224:2023 dan dua sampel beras belum standar mutu SNI berdasarkan SNI 6128:2020. Sementara itu, tingkat kesesuaian GMP di RMU “Teaching Industry” Unsoed yaitu 84,61%.The rice agro-industry sector in Indonesia faces challenges in maintaining food security in terms of both quantity and quality. Effective post-harvest handling is one strategic effort that can enhance rice production. One aspect of post-harvest handling is milling. The milling process, which produces rice of good quality, is influenced by how the rice is handled at the Rice Milling Unit (RMU). Based on interviews, the RMU “Teaching Industry” at Unsoed has never conducted an assessment of GMP compliance or tested the physical quality of its paddy and rice. Evaluating GMP compliance is important to understand the extent of GMP implementation at the RMU “Teaching Industry” Unsoed. Additionally, this GMP assessment is crucial as it can be used to address the low quality of rice and improve competitiveness. This study aims to: 1) Identify the quality of paddy and rice produced by the RMU “Teaching Industry” Unsoed. 2) Evaluate the suitability of Good Manufacturing Practices (GMP) implementation at the RMU “Teaching Industry” Unsoed. The parameters measured include GMP compliance and the physical quality of paddy and rice. The data obtained in this study consist of descriptive data from interviews and observations, as well as quantitative data from physical quality testing of paddy and rice. The results indicate that two paddy samples did not meet SNI quality standards according to SNI 224:2023, and two rice samples did not meet SNI quality standards according to SNI 6128:2020. Meanwhile, the level of GMP compliance at the RMU “Teaching Industry” Unsoed is 84.61%.