Home
Login.
Artikelilmiahs
45897
Update
FENY FURUL HIDAYAH
NIM
Judul Artikel
IMPLEMENTASI TEKNIK SIMULASI UNTUK LINE BALANCING DALAM PERMASALAHAN MIXED – MODEL ASSEMBLY DI SEWING LINE PT. PB Tbk.
Abstrak (Bhs. Indonesia)
PT. PB merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri garmen. Pada bulan Januari 2024, terdapat tiga style produk di PT. PB yang mengalami kesulitan dalam mencapai target efisiensi pada lini jahitnya. Style A096xx merupakan salah satu style yang memiliki ketidaktercapaian target paling parah. Penyebab permasalahan tersebut diindikasikan berasal dari kerumitan dan variasi proses yang tinggi serta alokasi operator yang kurang tepat, sehingga lini mengalami bottleneck, dan efisiensipun menurun. Adanya bottleneck pada lini menjadi indikasi buruknya keseimbangan lintasan pada produksi produk A096xx.. Salah satu upaya yang dapat digunakan untuk meminimalkan bottleneck adalah dengan merancang ulang keseimbangan lintasan produksi. Perbaikan keseimbangan lintasan pada lini jahit produk A096xx dilakukan menggunakan teknik simulasi. Metode simulasi digunakan karena mampu memberikan pemahaman yang lebih baik tentang perilaku sistem lini jahit produk A096xx. Lima skenario usulan dikembangkan untuk menghilangkan bottleneck dan meningkatkan utilitas pada operator berutilitas rendah. Hasil simulasi model menunjukkan bahwa semua skenario usulan mampu meningkatkan utilitas pada operator, 4 dari 5 skenario bisa meningkatkan output, %efisiensi, dan produktivitas. Setelah dilakukan diskusi dengan IE lapangan yang bertanggung jawab pada lini jahit produk A096xx, skenario 5 merupakan skenario terbaik yang bisa didapatkan dari model simulasi yang dikembangkan. Hal tersebut dikarenakan skenario 5 memiliki memiliki nilai rata rata utilitas yang paling kecil, dengan peningkatan output, efisiensi, dan produktivitas yang cukup tinggi apabila dibandingkan dengan model actualnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
PT. PB is a company engaged in the garment industry. In January 2024, three product styles at PT. PB faced difficulties in achieving efficiency targets on their sewing lines, with Style A096xx being the most severely impacted. The challenges were attributed to the complexity and high variation of the processes involved, as well as improper operator allocation, leading to bottlenecks and decreased efficiency. The presence of bottlenecks in the line indicates poor line balancing in the production of Style A096xx. Besides bottlenecks, line imbalance is also evidenced by busy workstations, significant differences in idle times, and the accumulation of semi-finished products at several workstations. One approach to minimizing bottlenecks is by redesigning the production line balance. The improvement of line balance in the sewing line for Style A096xx was carried out using simulation techniques. Simulation was chosen as it provides a better understanding of the behavior of the sewing line system for Style A096xx. Seven proposed scenarios were developed to eliminate bottlenecks and enhance the utility of underutilized operators. The simulation results showed that all proposed scenarios improved operator utility, with four out of five scenarios increasing output, efficiency percentage, and productivity. After discussions with the field Industrial Engineer (IE) responsible for the sewing line of Style A096xx, Scenario 5 was identified as the best scenario derived from the developed simulation model. This scenario had the lowest average utility value, with significant increases in output, efficiency, and productivity compared to the actual model.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save