Artikelilmiahs
Menampilkan 42.541-42.560 dari 48.839 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 42541 | 45914 | K1C017057 | PEMETAAN DAERAH RAWAN GEMPABUMI BERDASARKAN NILAI PEAK GROUND ACCELERATION MENGGUNAKAN METODE FUKUSHIMA DAN TANAKA DI PESISIR KABUPATEN CILACAP | Peak Ground Acceleration (PGA) adalah parameter penting untuk menilai tingkat kerusakan yang disebabkan oleh gempabumi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi nilai PGA di Pesisir Kabupaten Cilacap dan sekitarnya, mengidentifikasi potensi kerawanan berdasarkan nilai PGA, serta menilai tingkat risiko bahaya gempabumi di wilayah tersebut. Data gempabumi dari tahun 1977 hingga 2023 diperoleh dari situs resmi USGS dan BMKG, dengan koordinat 7°34’58” - 8°12’21” LS dan 108°46’42” - 109°24’16” BT, serta magnitudo >3 dan kedalaman 0 – 300 km. Penelitian ini menggunakan persamaan empiris Fukushima dan Tanaka untuk menghitung nilai PGA dan tingkat risiko gempabumi, sementara tingkat kerawanan ditentukan berdasarkan persamaan Wald. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai PGA di Pesisir Kabupaten Cilacap berkisar antara 1,15 – 600,86 gal, dengan nilai tertinggi di Kecamatan Kesugihan dan terendah di Kecamatan Nusawungu. Berdasarkan intensitas gempabumi menurut BMKG, wilayah ini memiliki tingkat kerawanan I – IV. Menurut skala MMI, Pesisir Kabupaten Cilacap mempunyai tingkat kerawanan I – VIII MMI, menunjukkan potensi risiko gempabumi dari rendah hingga sedang. Berdasarkan klasifikasi risiko oleh BNPB, wilayah ini memiliki risiko rendah hingga sedang. | Peak Ground Acceleration (PGA) is a crucial parameter used to evaluate the extent of damage caused by earthquake shaking. This study aims to determine the distribution of Peak Ground Acceleration (PGA) values in the coastal areas of Cilacap Regency and surrounding regions, assess the potential seismic vulnerability based on these PGA values, and evaluate the earthquake hazard risk in the area. Earthquake data from 1977 to 2023 were sourced from the official USGS and BMKG websites, focusing on coordinates between 7°34’58” - 8°12’21” S and 108°46’42” - 109°24’16” E, with magnitudes greater than 3 and depths ranging from 0–300 km. The study utilized the empirical equations of Fukushima and Tanaka to calculate PGA values and seismic risk levels, while the Wald equation was applied to determine seismic vulnerability. The findings show that PGA values in the coastal areas of Cilacap Regency range from 1.15 to 600.86 gal, with the highest values recorded in Kesugihan District and the lowest in Nusawungu District. Based on the BMKG earthquake intensity scale, the coastal areas of Cilacap Regency fall within vulnerability levels I to IV. According to the MMI scale, these areas exhibit vulnerability levels ranging from I to VIII MMI, suggesting that the region is at low to moderate seismic hazard risk. As per BNPB's risk classification, the coastal areas of Cilacap Regency are categorized as having a low to moderate risk level. | |
| 42542 | 45788 | A1A017077 | KELAYAKAN FINANSIAL DAN NON FINANSIAL PT AGRITAMA PRIMA MANDIRI, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH FINANCIAL AND NON-FINANCIAL ELIGIBILITY OF PT AGRITAMA PRIMA MANDIRI, BANYUMAS DISTRICT, CENTRAL JAVA | PT. Agritama Prima Mandiri merupakan perusahaan yang menghasilkan produk pupuk kimia, akan tetapi dalam menjalankan usahanya pemilik usaha tidak memperhitungkan secara terperinci mengenai aspek-aspek finansial dalam usahanya, sehingga perusahaan tidak dapat mengetahui secara pasti bahwa usaha tersebut layak atau tidak dijalankan. Penelitian ini bertujuan untuk 1.) Mengetahui besarnya nilai produksi, biaya, pendapatan yang diperoleh PT. Agritama Prima Mandiri pada periode 2019-2023, 2). Mengetahui kelayakan usaha secara finansial di PT. Agritama Prima Mandiri pada periode 2019-2023, 3).Mengetahui kelayakan usaha secara non finansial di PT. Agritama Prima Mandiri pada periode 2019-2023. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kasus. Analisis yang digunakan yaitu biaya investasi dan biaya operasional, penerimaan, pendapatan, Net Present Value (NPV), B/C Ratio, Internal Rate of Return (IRR), serta Payback Period (PP) serta aspek-aspek non finansial seperti aspek teknis, aspek manajemen, hukum, aspek sosial, aspek lingkungan, dan aspek pemasaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa Biaya total yang dikeluarkan PT. Agritama Prima Mandiri sebesar Rp1.249.879.630 yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp101.475.000,00 dan biaya variabel sebesar Rp1.148.243.630. Sedangkan penerimaan yang diperoleh PT. Agritama Prima Mandiri yaitu sebesar Rp1.668.600.000,00. Sehingga pendapatannya adalah sebesar Rp418.720.370 sebelum dikenakan pajak penghasilan, setelah dikenakan pajak penghasilan pendapatan bersihnya yaitu Rp376.848.333.kelayakan finansial dinyatakan layak dengan nilai NPV sebesar Rp198.051.049 nilai IRR adalah sebesar 18%, B/C Ratio sebesar 1,33, Payback Period-nya 3 Tahun 7 Bulan 14 Hari, dari segi analisis kelayakan non finansial usaha ini untuk aspek teknis dan produksi sudah menggunakan teknologi dan cara produksi yang baik, namun dari aspek manajemen masih menggunakan manajemen yang kurang terstruktur dan dalam manajemen keuangannya sudah menggunakan komputer, dari aspek hukum sudah memiliki sertifikat merk dagang, dari aspek sosial usaha ini memperhatikan tanggung jawab sosial, dari aspek lingkungan usaha ini juga tidak mengganggu keseimbangan lingkungan, dan dari segi aspek pemasarannya sudah memperhatikan bauran pemasaran yang baik. | PT. Agritama Prima Mandiri is a company that produces chemical fertilizers. However, in its operations, the business owner does not thoroughly consider the financial aspects, making it difficult for the company to determine whether the business is viable. This research aims to: 1) Determine the production value, costs, and income of PT. Agritama Prima Mandiri during the period of 2019-2023; 2) Assess the financial viability of the business at PT. Agritama Prima Mandiri during the period of 2019-2023; and 3) Evaluate the non-financial viability of the business at PT. Agritama Prima Mandiri during the period of 2019-2023. This study was conducted using a case study method. The analysis employed includes investment and operational costs, revenue, income, Net Present Value (NPV), B/C Ratio, Internal Rate of Return (IRR), and Payback Period (PP), as well as non-financial aspects such as technical aspects, management, legal, social, environmental, and marketing aspects. The results showed that the total costs incurred by PT. Agritama Prima Mandiri amounted to IDR 1,249,879,630, consisting of fixed costs of IDR 101,475,000 and variable costs of IDR 1,148,243,630. Meanwhile, the revenue earned by PT. Agritama Prima Mandiri was IDR 1,668,600,000, resulting in a pre-tax income of IDR 418,720,370. After income tax, the net income was IDR 376,848,333. The financial viability was deemed feasible with an NPV of IDR 198,051,049, an IRR of 18%, a B/C Ratio of 1.33, and a Payback Period of 3 years, 7 months, and 14 days. In terms of non-financial viability analysis, the technical and production aspects have already adopted good technology and production methods. However, the management aspect still lacks structure, and financial management has been computerized. Legally, the company holds a trademark certificate. Socially, the business considers social responsibility, environmentally, it does not disrupt ecological balance, and in terms of marketing, it has adopted a good marketing mix. | |
| 42543 | 45904 | A1A017049 | ANALISIS KELAYAKAN AGROINDUSTRI MINYAK GAGANG CENGKIH DAN MINYAK NILAM (STUDI KASUS CV. REMPAH ATSIRI INDONESIA DI DESA MAJASARI KABUPATEN PURBALINGGA) | Produksi CV. Rempah Atsiri fluktuatif pada tahun 2023 karena keterbatasan pasokan bahan baku, ketidakstabilan harga jual produk dan biaya bahan baku. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1.) menganalisis struktur biaya dan pendapatan CV. Rempah Atsiri Indonesia pada tahun 2023, 2.) Menganalisis kelayakan CV. Rempah Atsiri Indonesia, 3.) Menganalisis sensitivitas usaha CV. Rempah Atsiri Indonesia jika terjadi perubahan biaya bahan baku dan harga jual produk. Metode penelitian menggunakan metode studi kasus. Analisis yang digunakan yaitu analisis biaya, analisis penerimaan, analisis pendapatan, analisis R/C ratio, dan analisis titik impas (BEP). Hasil penelitian ini yaitu pendapatan minyak gagang cengkih sebesar Rp. 69.445.392,99 dan minyak nilam sebesar Rp. 90.324.573,68. Analisis R/C minyak gagang cengkih sebesar 1,0932 dan nilai R/C minyak nilam sebesar 1,2930. Nilai BEP minyak gagang cengkih dalam penjualan Rp. 249.975.498,68, BEP unit sebesar 1.267,99 kg, dan BEP harga sebesar Rp. 177.514,94. Nilai BEP minyak nilam dalam penjualan yaitu Rp. 54.786.322,64, BEP unit sebesar 77,09 kg, dan BEP harga sebesar Rp. 549.846,83. Kelayakan usaha yang ditinjau dari analisis BEP dan R/C ratio menyatakan usaha agroindustri sifatnya layak. Pendapatan minyak gagang cengkih sensitif terhadap kenaikan harga bahan baku 10 persen, penurunan harga jual produk sebesar 10 persen, dan perlakuan kombinasi sebesar 10 persen. Pendapatan minyak nilam tidak sensitif terhadap penurunan harga jual produk hingga 20 persen tetapi sensitif terhadap kenaikan harga bahan baku sebesar 20 persen dan perlakuan kombinasi sebesar 15 persen. | The production in CV. Rempah Atsiri Indonesia was fluctuate in 2023 due to limited supply of materials and instability product prices and materials cost. This research objectives is : 1.) Analyze the cost and income structure of CV. Rempah Atsiri Indonesia in 2023, 2.) Analayze the feasibility of CV. Rempah Atsiri Indoensia, 3.) Analyze CV. Rempah Atsiri Indonesia sensitivity if there are changes in material cost and product price. The research method uses the case study method. The analayzes used are cost analysis, revenue analysis, income analysis, R/C ratio analysis, and break-even point analysis (BEP). The results of this research are that the income of clove stem oil is Rp. 69,445,392.99 and patchouli oil is Rp. 90,324,573.68. The R/C analysis of clove stem oil is 1,0932 and R/C value of patchouli oil is 1,2930. The BEP value of clove handle oil in sales is Rp. 249,975,498.68, BEP of unit 1,267.99 kg, and BEP of prices Rp. 177,514.94. The BEP value of patchouli oil in sales is Rp. 54,786,322.64, BEP of unit 77.09 kg, and BEP of price Rp. 549,846.83. Business feasibility in terms of BEP and R/C ratio analysis states that this agro-industrial businesses are feasible. Clove stem oil revenues are sensitive to an increase in raw material prices of 10 percent, a decrease in product selling prices of 10 percent, and a combination treatment of 10 percent. Patchouli oil revenues are not sensitive to a decrease in product selling prices of up to 20 percent but are sensitive to increases in raw material prices of 20 percent and combination treatments of 15 percent. | |
| 42544 | 45915 | F1A018059 | KEKERASAN PADA ANAK INDONESIA PADA PANDEMI COVID-19 (ANALISIS ISI PADA DETIK.COM 2021) | Kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia meningkat dalam rentang waktu tahun 2019-2021, terutama selama pandemi covid-19. Berdasarkan data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melalui Simfoni-PPA, jumlah laporan kekerasan terhadap anak naik dari 11.057 kasus pada tahun 2019 menjadi 14.517 kasus pada tahun 2021. Kebijakan pemerintah selama pandemi mungkin memicu faktor-faktor baru yang meningkatkan kekerasan terhadap anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan metode analisis isi untuk menggambarkan bagaimana isi berita mengenai kasus-kasus kekerasan terhadap anak di masa pandemi covid-19 yang diterbitkan di detik.com pada tahun 2021, dari bagaimana karakteristik pelaku dan korban, hubungan pelaku dan korban, bentuk kekerasan, tempat terjadinya kekerasan, serta motif yang melatarbelakangi terjadinya kekerasan. Penelitian ini menganalisis 80 berita, kemudian ditemukan bahwa mayoritas pelaku adalah laki-laki (80%), dengan usia dominan 12-18 tahun, sebagian besar berita tidak mencantumkan pekerjaan pelaku (74,54%). Korban didominasi oleh anak perempuan (47,6%), terutama yang berusia 7-12 tahun (29,52%). Pelaku kebanyakan adalah orang yang tidak dikenal korban (24,54%). Kekerasan fisik merupakan jenis kekerasan yang paling umum terjadi (41,50%), dengan sebagian besar kekerasan terjadi di rumah (48,75%). Motif terbanyak yang melatarbelakangi terjadinya kekerasan adalah dorongan nafsu seksual (42,50%). | Cases of child abuse in Indonesia increased between 2019 and 2021, especially during the COVID-19 pandemic. According to data from the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection through Simfoni-PPA, the number of reported child abuse cases rose from 11,057 cases in 2019 to 14,517 cases in 2021. Government policies during the pandemic may have triggered new factors that contributed to the increase in child abuse. This study uses a descriptive quantitative approach and content analysis method to describe how news articles regarding child abuse cases during the COVID-19 pandemic were reported on detik.com in 2021. The study analyzes characteristics of perpetrators and victims, the relationship between them, forms of violence, locations where the violence occurred, and the motives behind the violence. The research analyzed 80 news articles and found that the majority of perpetrators were male (80%), predominantly aged 12-18 years, with most articles not mentioning the perpetrator's occupation (74.54%). Victims were predominantly girls (47.6%), especially those aged 7-12 years (29.52%). Most of the perpetrators were strangers to the victims (24.54%). Physical violence was the most common form of abuse (41.50%), with most incidents occurring at home (48.75%). The most frequent motive behind the violence was sexual desire (42.50%). | |
| 42545 | 45916 | B1A018118 | Identifikasi Molekuler Bakteri Asam Laktat Asal Sedimen Mangrove Pantai Logending Kebumen Berdasarkan Sekuen Gen 16S rRNA | Bakteri asam laktat (BAL) merupakan kelompok bakteri yang mampu memfermentasikan karbohidrat menjadi asam laktat dan diketahui memiliki manfaat di bidang pangan maupun kesehatan. Isolat BAL telah diisolasi dari lingkungan sedimen mangrove di Pantai Logending. Karakterisasi secara fenetik terhadap isolat BAL belum mampu mengidentifikasi sampai dengan tingkat spesies. Salah satu pendekatan identifikasi adalah menggunakan pendekatan genotipik yaitu analisis sekuen gen 16S rRNA. Identifikasi molekuler menggunakan 16S rRNA memiliki akurasi tinggi dalam menentukan taksonomi suatu bakteri. Sekuens rRNA khususnya 16S rRNA menjadi acuan utama dalam studi evolusi dan ekologi bakteri, termasuk determinasi hubungan filogenetik di antara taxa, eksplorasi keanekaragaman bakteri di lingkungan dan kuantifikasi kelimpahan relatif taksa dari berbagai tingkatan. Identifikasi bakteri berdasarkan marka 16S rRNA memerlukan teknik PCR (Polymerase Chain Reaction). Tujuan penelitian kali ini adalah untuk mengetahui identitas dari bakteri asam laktat yang diisolasi dari sedimen mangrove Pantai Logending dan hubungan filogenetiknya. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Tahapan kerja terdiri atas isolasi DNA, konfirmasi isolat BAL (penanaman pada medium MRSA+CaCO3 pewarnaan gram, uji katalase-oksidase dan pewarnaan endospora), amplifikasi gen 16S rRNA dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan primer universal 27F dan 1492R, sekuensing hasil PCR, analisis hasil sekuensing menggunakan Basic Local Alignment Search Tool (BLAST). Paramater yang diamati adalah ukuran dan urutan nukleotida sekuen gen 16Sr RNA, persentase kemiripan urutan basa nukleotida pada bakteri. Data hasil BLAST dianalisis kemiripan dengan data yang ada di GenBank dan hubungan filogenetiknya menggunakan metode UPGMA, Neighbour joining, Maximum Parsimony, Maximum Likelihood. Hasil penelitian didapatkan tiga isolat terpilih dan teridentifikasi hingga tingkat spesies yaitu LG 3 memiliki kemiripan dengan Bacillus aerius strain 24 K sebesar 100%, isolat LG-15 memiliki kemiripan dengan Bacillus cereus sebesar 99,80% isolat LG-71 memiliki kemiripan dengan Bacillus tropicus strain MCCC 1A01406 sebesar 99,24% serta dua isolat lain hanya mampu teridentifikasi hingga tingkat spesies yaitu isolat isolat LG-17 memiliki kemiripan dengan Bacillus wiedmanni strain FSL W8-0169 sebesar 98,80%, isolat LG-114 memiliki kemiripan dengan Bacillus tropicus strain MCCC 1A01406 sebesar 98,41%. Adapun kekerabatan masing-masing isolat Bacillus tropicus strain MCC 1A01406, Bacillus cereus ATCC14579 dan Bacillus tropicus strain MCCC berada pada satu klade yang berarti menandakan bahwa spesies tersebut merupakan spesies yang sangat mirip. Bakteri Bacillus aerius strain 24K memiliki yang cukup jauh dengan dua isolat pembanding yaitu Leunostoc lactis dan Ligilactobacillus salivarus. Sedangkan Bacillus wiedmannii strain FSL w8-0169 menjadi outgroup dari semua isolat sampel yang diuji. | Lactic Acid Bacteria (LAB) is a group of bacteria that can ferment carbohydrates to become lactic acid and is known to have functions in food and health sectors. The isolates of LAB had been isolated from the environment of mangrove sediment in the Logending coast. The characterization of LAB's isolates genetically has not yet been able to identify them at the species level. One of the identification approaches is utilizing the genotypic approach which is the analysis of the gene 16S rRNA sequence. Molecular identification using 16S rRNA has a high accuracy to determine the taxonomy of a certain bacteria. rRNA sequences, specifically 16S rRNA, become the main reference in the study of bacteria evolution and ecology, including the determination of phylogenetic relation among taxa, exploration of the bacteria variety in the environment, and quantification of relative abundance of taxa from various levels. Identification of bacteria based on marker 16S rRNA requires the PCR (Polymerase Chain Reaction) technique. The purpose of the research is to know the identity of lactic acid bacteria which was isolated from mangrove sediment in the Logending coast and its phylogenetic relation. The research was conducted using a survey method. The working steps consisted of DNA isolation, confirmation of LAB’s isolates (cultivation in MRSA+CaCO3 staining gram medium, catalase-oxidation test, and endospore staining), amplification of gene 16S rRNA with Polymerase Chain Reaction (PCR) method utilizing universal primer 27F and 1492R, sequencing of PCR result, analysis of sequencing result using Basic Local Alignment Seach Tool (BLAST). The observed parameters are the size and nucleotide sequence of gene 16S rRNA sequence, and the similarity percentage of sequence of nucleotide bases in bacteria. The result data of BLAST were analyzed in terms of similarity to the data in the GeneBank and its phylogenetic relation using the UPGMA method, Neighbor Joining, Maximum Parsimony, and Maximum Likelihood. The result of the research found there were 5 selected and identified isolates to the species level, which were LG3 isolate which had similarity to Bacillus aerius strain 24K of 100%, LG-15 isolate which had similarity to Bacillus cereus of 99,80%, LG-17 isolate which had similarity to Bacillus wiedmanni strain FSL W8-0169 of 98,80%, LG-71 isolate which had similarity to Bacillus tropicus strain MCCC 1A01406 of 99,24%, and LG-114 isolate which had similarity to Bacillus tropicus strain MCCC 1A01406 of 98,41%. Regarding the genetic relationship of each Bacillus tropicus strain MCC 1A01406 isolate, Bacillus cereus ATCC14579 and Bacillus tropicus strain MCCC were in one clade which gave a sign that those species are very similar. Bacteria Bacillus aerius strain 24K had a quite far similarity to the two compared isolates which were Leunostoc lactis and homofermentative. On the other hand, Bacillus wiedmannii strain FSL w8-0169 became the outgroup of all isolate samples that were tested. | |
| 42546 | 45917 | J0A021012 | TRANSLATING THE INFORMATION TEXT IN DIORAMA ROOM OF MONUMEN JOGJA KEMBALI FROM INDONESIAN INTO ENGLISH | Laporan praktik kerja ini berjudul “Translating The Information Text In Diorama Room Of Monumen Jogja Kembali From Indonesian Into English”. Kegiatan praktik kerja yang dilaksanakan pada tanggal 1 September - 30 November 2023 di Monumen Jogja Kembali ini bertujuan untuk menerjemahkan teks informasi yang ada di ruang diorama Monumen Jogja Kembali dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris serta menjelaskan permasalahan dan teknik penerjemahan teks informasi dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Dalam praktik kerja ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi pustaka. Langkah pertama yang dilakukan adalah mengidentifikasi teks informasi yang dapat diterjemahkan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris di ruang diorama Monumen Jogja Kembali. Setelah proses identifikasi, diputuskanlah untuk menerjemahkan teks informasi dari Museum 1, Museum 3, dan lobi. Kemudian penerjemahan pun dibagi 3 tahap yaitu analyzing, transferring, dan restructuring. Namun, terdapat beberapa kendala di proses penerjemahan seperti terbatasnya pemahaman akan istilah-istilah sejarah dan militer, dan kurangnya sumber daya dari pihak Monumen Jogja Kembali dalam mengimplementasikan teks-teks informasi yang sudah diterjemahkan. Solusi yang dilakukan adalah dengan menggunakan kamus, membaca buku, serta artikel online untuk mencari tahu istilah-istilah yang kurang dimengerti, dan menggunakan QR code sebagai sarana untuk mengimplementasikan konten yang telah diterjemahkan. | This job training report is entitled “Translating The Information Text In Diorama Room Of Monumen Jogja Kembali From Indonesian Into English.” The job training activity was carried out on September 1 - November 30, 2023, at Monumen Jogja Kembali and it seeks to translate the information texts in Monumen Jogja Kembali diorama room from Indonesia into English. Besides, it explains the problems and techniques in translating those information texts from Indonesia to English. The data was collected using observation, interviews, and literature review methods in this job training. The first step was to identify the information texts that could be translated from Indonesia to English in the Monumen Jogja Kembali diorama room. After the identification process, it was decided to translate the information texts from Museum 1, Museum 3, and the lobby. Then the translation was processed in three stages: analyzing, transferring, and restructuring. However, there were several obstacles during the process of translating those information texts, they were limited knowledge of historical and military terms and Monumen Jogja Kembali's lack of resources to implement the information texts that have been translated. The solutions were to use dictionaries, reading books, and online articles to find out terms that are not understood and use QR codes to implement the translation. | |
| 42547 | 45922 | C1I017021 | PERCEPTION OF ACCOUNTING STUDENTS ON AUDIT QUALITY | Penelitian ini merupakan penelitian data primer pada mahasiswa Pasca Sarjana dan mahasiswa S1 yang sudah mengambil mata kuliah audit. Penelitian ini mengambil judul: “Perception Of Accounting Students On Audit Quality”. Penelitian ini dimulai dari fenomena yang terjadi pada PT Garuda Indonesia yang mengakui adanya pendapatan yang belum diterima dalam laporan keuangan mereka, hal ini terkait dengan pengakuan pendapatan dari kontrak yang belum sepenuhnya direalisasikan. Kasus lain ialah PT Asuransi Jiwasraya, yang terungkap pada akhir 2019. Perusahaan asuransi milik negara ini menghadapi masalah besar karena investasi yang buruk dan pengelolaan dana yang tidak transparan. Jiwasraya mengalami kekurangan dana yang signifikan, yang mengakibatkan gagal bayar kepada pemegang polis. Hal ini mengindikasikan adanya masalah dalam kualitas hasil audit yang dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh independensi, integritas, kompetensi, akuntabilitas, dan confidentiality terhadap kualitas audit. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa akuntansi S2 dan S1 Universitas Jenderal Soedirman. Kriteria untuk mahasiswa S1 ialah yang sudah mengambil mata kuliah audit. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan menggunakan aplikasi SPSS. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa: (1) Independensi berpengaruh positif terhadap kualitas audit. (2) Integritas berpengaruh positif terhadap kualitas audit. (3) Kompetensi berpengaruh positif terhadap kualitas audit. (4) Akuntabilitas berpengaruh positif terhadap kualitas audit. (5) Confidentiality berpengaruh negatif terhadap kualitas audit. | This study is a primary data research involving postgraduate and undergraduate students who have completed an auditing course. The research is titled: "Perception of Accounting Students on Audit Quality." The study begins with phenomena observed at PT Garuda Indonesia, which acknowledged unearned revenue in their financial statements related to revenue recognition from contracts not fully realized. Another case is PT Asuransi Jiwasraya, revealed in late 2019. This state-owned insurance company faced major issues due to poor investments and non-transparent fund management. Jiwasraya experienced significant funding shortfalls, leading to failure to meet policyholder obligations. This indicates issues with the quality of audit results. The aim of this study is to examine the impact of independence, integrity, competence, accountability, and confidentiality on audit quality. The sample for this research consists of S2 and S1 accounting students from Universitas Jenderal Soedirman, with S1 students having completed an auditing course. Data analysis was conducted using multiple linear regression with SPSS software. Based on the research results and data analysis using multiple linear regression, it is shown that: (1) Independence positively affects audit quality. (2) Integrity positively affects audit quality. (3) Competence positively affects audit quality. (4) Accountability positively affects audit quality. (5) Confidentiality negatively affects audit quality. | |
| 42548 | 45920 | A1D020123 | RESPON PERTUMBUHAN ANGGREK Dendrobium PADA TAHAP AKLIMATISASI TERHADAP PEMBERIAN PUPUK DAUN GROWMORE DAN VITAMIN B1 | Bibit anggrek Dendrobium hasil perbanyakan in vitro membutuhkan tahap penyesuaian terhadap cekaman lingkungan baru, yang disebut sebagai fase aklimatisasi. Salah satu usaha untuk meningkatkan pertumbuhan anggrek fase aklimatisasi adalah dengan pemberian pupuk daun dan vitamin B1 dengan konsentrasi yang tepat. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk daun Growmore dan vitamin B1 terhadap pertumbuhan anggrek Dendrobium pada tahap aklimatisasi. Penelitian dilaksanakan di Screenhouse Desa Banjarsari Kulon, Laboratorium Agrohorti Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, dan Laboratorium Riset Universitas Jenderal Soedirman pada bulan November 2023 hingga Maret 2024. Penelitian menggunakan percobaan faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor perlakuan, yaitu konsentrasi pupuk daun Growmore (0, 1, 2, dan 3 g/L) dan konsentrasi vitamin B1 (0, 1,5, 3, dan 4,5 mL/L). Variabel yang diamati adalah pertambahan tinggi, peningkatan jumlah daun, luas daun, kadar klorofil, pertambahan diameter batang, pertambahan jumlah akar, pertambahan panjang akar, dan bobot segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk daun Growmore dapat meningkatkan luas daun sebanyak 0,2244 cm2, kadar klorofil sebanyak 0,4153 mg/L, dan pertambahan panjang akar sebanyak 0,1195 cm. Pemberian vitamin B1 dapat meningkatkan variabel pertambahan jumlah akar maksimum 4,21 helai dan pertambahan panjang akar maksimum 0,95 cm. Perlakuan kombinasi konsentrasi pupuk daun Growmore dan konsentrasi vitamin B1 belum dapat menunjukkan pengaruh interaksi terhadap pertumbuhan bibit anggrek Dendrobium pada seluruh variabel yang diamati. | Dendrobium orchid seedlings from in vitro propagation require an adjustment stage to the new environmental stress, which is referred to as the acclimatization phase. One of the efforts to improve the growth of orchids in the acclimatization phase is by applying foliar fertilizer and vitamin B1 at the right concentration. The research was conducted to determine the effect of Growmore foliar fertilizer and vitamin B1 on the growth of Dendrobium orchids at the acclimatization stage. The research was conducted at the Screenhouse of Banjarsari Kulon Village, Agrohorti Laboratory of the Faculty of Agriculture, and Research Laboratory of Jenderal Soedirman University from November 2023 to March 2024. The research used factorial experiment with Randomized Block Design (RBD) consisting of two treatment factors as concentration of Growmore foliar fertilizer (0, 1, 2, and 3 g/L) and concentration of vitamin B1 (0, 1.5, 3, and 4.5 mL/L). The observed variables were the plant height increase, number of leaves increase, plant leaf area, chlorophyll content, stem diameter increase, number of roots increase, root length increase, and plant fresh weigh. The results showed that the application of Growmore foliar fertilizer can increase the leaf area by 0.2244 cm2, chlorophyll content by 0.4153 mg/L, and root length increase by 0.1195 cm. The application of vitamin B1 can increase the variable of maximum root number of 4.21 strands and maximum root length of 0.95 cm. The combined treatment of concentration of Growmore foliar fertilizer and vitamin B1 could not show the interaction effect on the growth of Dendrobium orchid seedlings on all variables observed. | |
| 42549 | 45919 | J0A021021 | CREATING BILINGUAL INFORMATION LEAFLET OF PURWOKERTO STATION AT PT KAI DAOP 5 PURWOKERTO | Laporan kerja praktek ini berjudul ‘Creating Bilingual Information Leaflet of Purwokerto Station at PT KAI DAOP 5 Purwokerto’. Praktek kerja ini dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus - 30 November 2023 di PT KAI DAOP 5 Purwokerto. Job training ini bertujuan untuk membuat leaflet informasi mengenai fasilitas yang tersedia di stasiun dan juga peraturan barang bawaan penumpang kereta api dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Dengan adanya leaflet ini diharapkan dapat menambah informasi yang dapat meningkatkan minat wisatawan lokal maupun mancanegara untuk memilih kereta api sebagai moda transportasi. Dalam pelaksanaan kerja praktek, penulis menggunakan tiga metode yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Langkah pertama adalah observasi, penulis melakukan observasi terhadap informasi yang ada di stasiun Purwokerto untuk menentukan informasi yang paling sesuai untuk dimasukkan ke dalam leaflet. Langkah kedua adalah wawancara, wawancara dilakukan kepada pegawai dan penumpang untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan. Langkah terakhir adalah dokumentasi. Dokumentasi dilakukan untuk mendapatkan foto-foto terbaik sebagai pendukung visual leaflet. penulis mengambil foto-foto stasiun Purwokerto, dimana foto-foto tersebut ditempatkan di dalam leaflet untuk memenuhi kebutuhan informasi. | This job training report is entitled ‘Creating Bilingual Information Leaflet of Purwokerto Station at PT KAI DAOP 5 Purwokerto’. This job training was carried out on August 21 - November 30, 2023, at PT KAI DAOP 5 Purwokerto. This job training aims to create an information leaflet regarding the facilities available at the station and also the luggage rules for train passengers in Indonesian and English. This leaflet is expected to increase information which is expected to increase the interest of the local and foreign tourists in choosing the train as the mode of transportation. In the implementation of job training, the author uses three methods, namely observation, interviews, and documentation. The first step is observation, the authors observe the information available at Purwokerto station to determine the most suitable information to include in the leaflet. The second step is an interview, interviews was conducted with employees and passengers to collect the necessary data. The last step is documentation. Documentation was conducted to get the best photos as visual support for the leaflet. the author took photos of Purwokerto station, where the images are placed in the leaflet to meet the information needs. During the leaflet creating process, the author encountered challenges, particularly in using graphic design software and sourcing reference materials. With limited experience in graphic design applications, finding suitable references for leaflet designs required significant effort. To overcome these obstacles, the author discovered Canva, a user-friendly design platform that simplified the design process with its intuitive interface. The author also explored various online and offline materials, such as brochures, posters, and flyers, analyzing different styles and layouts to incorporate best practices and innovative elements into the final design. This comprehensive approach ensured that the leaflet was both visually appealing and effective in conveying the intended information to the target audience. | |
| 42550 | 45918 | A1C020023 | Pendugaan Tingkat Konsumsi Bahan Bakar pada Berbagai Alat dan Mesin Pengolahan Tanah | Pendugaan tingkat konsumsi bahan bakar diharapkan dapat membantu petani dalam mengoptimalkan efisiensi kegiatan pengolahan tanah yang dilakukan. Namun demikian, kegiatan tentang pendugaan tingkat konsumsi bahan bakar selama proses pengolahan tanah masih belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk (1) penyusunan model empiris untuk menduga tingkat konsumsi bahan bakar pada pengolahan tanah menggunakan rotary power tiller, traktor roda 4 dengan bajak singkal, dan traktor roda 4 dengan bajak rotary, dan (2) validasi terhadap model empiris yang dikembangkan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari – Maret 2024 di lahan UPTD BBLP Purwanegara. Alat dan bahan yang digunakan meliputi: rotary power tiller, traktor roda 4 dengan bajak singkal, traktor roda 4 dengan bajak rotary, gelas ukur, meteran, stopwatch, dan 3 petakan lahan berukuran 35 m × 10 m. Terhadap ketiga petakan lahan tersebut dilakukan pengolahan tanah dengan kondisi yang masing-masing berbeda menggunakan rotary power tiller, traktor roda 4 dengan bajak singkal, dan traktor roda 4 dengan bajak rotary. Variabel yang diukur terdiri dari: tingkat konsumsi bahan bakar (liter/jam atau liter/ha), kecepatan maju alat (km/jam), waktu total pengolahan tanah (jam), waktu belok alat (jam), luas tanah terolah (ha), dan volume tanah terolah (hm3). Pengambilan data masing-masing variabel dilakukan dengan 30 kali ulangan untuk setiap petakan lahan, sehingga diperoleh sampel data sebanyak 90. Data selanjutnya digunakan untuk menyusun model pendugaan tingkat konsumsi bahan bakar menggunakan analisis dimensi dengan penerapan nilai faktor koreksi menggunakan solver pada software Excel. Selanjutnya model divalidasi menggunakan: uji MAPE (Mean Absolute Percentage Error), RMSE (Root Mean Square Error), dan MAE (Mean Absolute Error). Hasil penelitian menunjukkan bahwa data pengukuran 6 variabel dapat digunakan untuk mengembangkan model empiris guna memprediksi tingkat konsumsi bahan bakar, Fp (liter/jam atau liter/ha), menggunakan analisis dimensi. Hasil validasi MAPE, RMSE, dan MAE menunjukkan bahwa menggunakan 30 data dari setiap kondisi pengolahan tanah dengan alat: a) rotary power tiller, b) traktor roda 4 dengan bajak singkal, dan c) traktor roda 4 dengan bajak rotary menghasilkan model yang lebih baik dibandingkan penggunaan 60 data (traktor roda 4 dengan bajak singkal dan traktor roda 4 dengan bajak rotary), maupun 90 data (rotary power tiller, traktor roda 4 dengan bajak singkal, dan traktor roda 4 dengan bajak rotary) dalam memprediksi tingkat konsumsi bahan bakar (per waktu maupun per luas). Perbedaan jenis mesin atau traktor dan implemen terindikasi berpengaruh terhadap tingkat akurasi model dalam menduga tingkat konsumsi bahan bakar selama proses pengolahan tanah. | Estimation of fuel consumption rates is expected to assist farmers in optimizing the efficiency of soil processing activities. However, research on predicting fuel consumption rates during soil processing is still limited. Therefore, this study aimed to (1) develop an empirical model to predict fuel consumption rates in soil processing using rotary power tillers, 4-wheel tractors with single plows, and 4-wheel tractors with rotary plows, and (2) validate the developed empirical model. The research was conducted from January to March 2024 at the UPTD BBLP Purwanegara field. Tools and materials used included rotary power tillers, 4-wheel tractors with moldboard plows, 4-wheel tractors with rotary plows, measuring cups, meters, stopwatches, and three 35 m × 10 m land plots. Soil processing was performed on these plots under different conditions using the specified equipment. The measured variables included fuel consumption rate (liters per hour or liters per hectare), forward speed of the equipment (km/h), total soil processing time (hours), turning time of the equipment (hours), cultivated land area (hectares), and cultivated soil volume (cubic hectometers). Data collection involved 30 repetitions for each land plot, resulting in a total sample of 90 data points. These data were then used to develop fuel consumption rate prediction models using dimensional analysis with correction factor values applied using solver in Excel software. Subsequently, the models were validated using MAPE (Mean Absolute Percentage Error), RMSE (Root Mean Square Error), and MAE (Mean Absolute Error) tests. The research findings indicate that the measurements of the 6 variables can be used to develop empirical models for predicting fuel consumption rates, Fp (liters per hour or liters per hectare), using dimensional analysis. Validation results using MAPE, RMSE, and MAE show that using 30 data points from each soil processing condition with the equipment (a) rotary power tiller, (b) 4-wheel tractor with single plow, and (c) 4-wheel tractor with rotary plow yielded better models compared to using 60 data points (4-wheel tractor with single plow and rotary plow) or 90 data points (rotary power tiller, 4-wheel tractor with single plow, and 4-wheel tractor with rotary plow) in predicting fuel consumption rates (per hour or per hectare). Differences in machine type or tractor and implement appear to significantly influence the accuracy of the models in predicting fuel consumption rates during soil processing. | |
| 42551 | 45923 | B1A020044 | PERKEMBANGAN BUNGA Xanthostemon chrysanthus (F. Muell.) Benth. DI PEKARANGAN PEMBUDIDAYA LEBAH KLANCENG PADA KETINGGIAN YANG BERBEDA | Xanthostemon chrysanthus (F. Muell.) Benth. merupakan anggota dari famili Myrtaceae dengan bunga berwarna kuning yang banyak ditanam di pekarangan oleh pembudidaya lebah madu klanceng sebagai tanaman hias, tanaman peneduh, tanaman penyedia polen dan nektar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ketinggian tempat terhadap lama waktu perkembangan bunga X. chrysanthus dan mengetahui ketinggian paling efektif untuk menghasilkan volume nektar yang optimal. Penelitian menggunakan metode survei pada 3 lokasi ketinggian tempat yaitu 109.47 mdpl, 227.78 mdpl, dan 1,216.3 mdpl. Pada setiap lokasi ketinggian tempat diamati 3 pohon X. chrysanthus. Penelitian terdiri dari dua variabel yaitu variabel terikat adalah perkembangan bunga dan variabel bebas adalah faktor lingkungan. Parameter perkembangan bunga yang diamati adalah lama hari fase perkembangan bunga. Parameter morfologi yang diamati adalah diameter mahkota bunga, panjang tangkai bunga, jumlah benang sari, dan volume nektar, sedangkan parameter lingkungan yang diamati adalah ketinggian tempat, pH tanah, kelembaban udara, suhu udara, dan intensitas cahaya matahari. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan metode PERMANOVA yang dilanjut dengan Korelasi Pearson dengan bantuan software PAST4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian tempat berhubungan dengan lama waktu perkembangan bunga dimana ketinggian 1,216.3 mdpl membutuhkan waktu yang lebih lama dan hasil volume nektar yang optimal pada ketinggian 1,216.3 mdpl dengan rata-rata 3.30 cc. | Xanthostemon chrysanthus (F. Muell.) Benth. is a member of the Myrtaceae family with yellow flowers, commonly planted in yards by stingless bee (klanceng) beekeepers as ornamental plants, shade plants, pollen and nectar providers. This research aims to determine the relationship between altitude and the duration of flower development in X. chrysanthus, as well as to identify the most effective altitude for optimal nectar volume production. The research employed a survey method across 3 different altitude locations: 109.47 masl, 227.78 masl, and 1,216.3 masl. At each location, 3 X. chrysanthus trees were observed. The study consisted of two variables, the dependent variable was flower development and the independent variable was environemntal factors. Flower development parameters observed were the length of days of flower development phase. Morphological parameters observed were flower crown diameter, flower stalk length, number of stamens, and nectar volume, while environmental parameters observed were altitude, soil pH, air humidity, air temperature, and sunlight intensity. The data were analyzed using the PERMANOVA method followed by Pearson Correlation with the help of PAST4 software. The results showed that the altitude of the place was related to the length of time of flower development where the altitude of 1,216.3 masl took longer and the optimal nectar volume results at an altitude of 1,216.3 masl with an average of 3.30 cc. | |
| 42552 | 45924 | A1D020023 | Respon Pertumbuhan Stek Pucuk Stevia (Stevia rebaudiana) terhadap Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Alami | Stevia (Stevia rebaudiana) merupakan tanaman pemanis yang dikenal dengan sebutan "The Sweet Herb of Paraguay". Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh zat pengatur tumbuh alami terhadap pertumbuhan stek pucuk stevia dan mengetahui bahan alami mengandung zpt terbaik mana yang digunakan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman mulai bulan Oktober 2023 sampai dengan Februari 2024 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 8 perlakuan, yaitu aplikasi tunggal dan kombinasi zat pengatur tumbuh alami (ZPT) seperti ekstrak bawang merah, ekstrak rebung, dan air kelapa muda. Setiap perlakuan ZPT tunggal menggunakan konsentrasi 100%, begitu juga kontrol. Pada perlakuan kombinasi 2 ZPT kosentrasi yang digunakan 66%, dan pada perlakuan kombinasi 3 ZPT menggunakan kosentrasi 75% dengan penambahan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga diperoleh 32 unit percobaan dengan total 320 polibag. Data dianalisis menggunakan ANOVA dengan taraf kesalahan 5% dan diuji lanjut menggunakan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian zat pengatur tumbuh alami berpengaruh terhadap tinggi stek pada minggu ke 4, 5, 6, 7, dan 8, berpengaruh pada jumlah daun usia minggu ke 7 dan 8, luas daun, tingkat kehijauan daun, jumlah akar, serta panjang akar primer. Dari semua perlakuan kombinasi, yang menunjukkan hasil terbaik untuk pertumbuhan stek stevia adalah kombinasi ekstrak rebung + air kelapa yang menunjukkan hasil tertinggi pada beberapa variabel pengamatan yang menjadi tolak ukur keberhasilan stek, yaitu pada variabel tinggi tanaman, jumlah akar dan panjang akar primer. | Stevia (Stevia rebaudiana) is a sweetening plant known as "The Sweet Herb of Paraguay." This research aims to determine the effect of natural plant growth regulators on the growth of stevia shoot cuttings and identify which natural ingredient containing the best plant growth regulator (PGR) is most effective. The study was conducted at the Experimental Farm Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, from October 2023 to February 2024, using a non-factorial Randomized Block Design (RBD) with 8 treatments. The treatments consisted of single and combined applications of natural PGRs, such as shallot extract, bamboo shoot extract, and young coconut water. Each single PGR treatment was applied at 100% concentration, including the control. In the two-PGR combination treatments, a concentration of 66% was used, and in the three-PGR combination treatments, a concentration of 75% was used with the addition of another PGR. Each treatment was repeated 4 times, resulting in 32 experimental units with a total of 320 polybags. The data were analyzed using ANOVA with a 5% error level and further tested using DMRT. The results showed that the application of natural PGRs significantly affected the height of the cuttings in weeks 4, 5, 6, 7, and 8, the number of leaves in weeks 7 and 8, leaf area, leaf greenness, number of roots, and primary root lenght. Among all the combination treatments, the best results for stevia cutting growth were shown by the combination of bamboo shoot extract + coconut water, which yielded the highest results in several key growth variables, such as plant height, number of roots, and primary root length. | |
| 42553 | 45926 | I1D020039 | Perbedaan Pengeluaran Energi dengan Asupan Energi dan Protein saat Hari Latihan pada Atlet Anak | Latar Belakang: Atlet anak memerlukan asupan energi dan protein untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan, serta mencapai performa optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan antara pengeluaran energi saat hari latihan dengan asupan energi, serta kebutuhan protein dengan asupan protein pada atlet sepak bola usia 9-12 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri atas 22 atlet sepak bola usia 9-12 tahun. Rata-rata asupan energi dan protein diperoleh melalui food recall 2x24 jam dengan bantuan foto makanan. Pengeluaran energi total pada atlet dihitung menggunakan rumus BMR (Schofield), TEF, dan PAL (kuesioner aktivitas fisik). Kebutuhan protein 1,7 g/kgBB/hari. Analisis bivariat menggunakan Wilcoxon dan uji T berpasangan. Hasil: Rata-rata pengeluaran energi total saat hari latihan (2.440,54±302,29 kkal) lebih tinggi dari rata-rata asupan energi (1.783±416,46 kkal). Ada perbedaan antara pengeluaran energi total hari latihan dengan asupan energi (p=0,000). Kebutuhan protein pada atlet pemula 55,42 (43,86 – 85) g/hari, sedangkan rata-rata asupan proteinnya 63,08±13,29 g/hari. Tidak terdapat perbedaan antara asupan protein dengan kebutuhan protein saat hari latihan (p=0,306). Kesimpulan: Ada perbedaan antara pengeluaran energi total dengan asupan energi saat hari latihan. Tidak ada perbedaan antara asupan protein dengan kebutuhan protein saat hari latihan. | Background: Child athletes require energy and protein intake to support growth and development, and achieve optimal performance. This study aims to determine the difference between energy expenditure during training days and energy intake, as well as protein requirements and protein intake during training days in athletes aged 9-12 years. Method: This study used a cross-sectional design. The study sample consisted of 22 athletes aged 9-12 years. The average energy and protein intake were obtained through 2x24-hour food recalls and food photos. Energy expenditure in athletes was calculated using formula BMR (Schofield), TEF, and PAL (physical activity questionnaire). Protein requirements were calculated at 1.7 g/kgBW/day. Bivariate analysis using Wilcoxon and paired T-test. Results: The average total energy expenditure during training days (2,440.54±302.29 kcal) was higher than the average energy intake (1,783±416.46 kcal). There was a difference between total energy expenditure during training days and energy intake (p=0.000). Protein requirements for athletes were 55.42 (43.86–85) g/day, while the average protein intake was 63.08±13.29 g/day. There was no difference between protein intake and protein requirements during training days (p=0.306). Conclusion: There was a difference between total energy expenditure and energy intake during training days. There was no difference between protein intake and protein requirements during training days. | |
| 42554 | 45927 | A1C020050 | PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PEMADATAN TANAH AKIBAT PERLINTASAN TRAKTOR RODA 4 PADA KEDALAMAN 0 – 50 cm | Perlintasan traktor dapat menyebabkan terjadinya pemadatan tanah yang dapat mengubah sifat fisik tanah sehingga menghambat pertumbuhan akar dan pergerakan air serta udara dalam tanah. Dampak pemadatan tanah tersebut dapat dikurangi dengan menambahkan bahan organik berupa pupuk kandang sapi ke dalam tanah. Meskipun demikian, penelitian tentang pengaruh pemberian pupuk kandang sapi terhadap pemadatan tanah akibat perlintasan traktor roda 4 masih jarang dilakukan. Selain itu, analisis sifat fisik tanah pada penelitian sebelumnya dominan hanya dilakukan hingga kedalaman 30 cm saja. Sementara itu, beberapa jenis tanaman mempunyai sistem perakaran yang mampu menembus hingga kedalaman lebih dari 30 cm. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk (1) mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang sapi terhadap pemadatan tanah akibat perlintasan traktor roda 4 pada kedalaman 0 – 50 cm, serta (2) mempelajari hubungan antar variabel sifat fisik tanah terkait dengan pengaruh pemberian pupuk kandang sapi terhadap pemandatan tanah akibat perlintasan traktor roda 4 pada kedalaman 0 – 50 cm. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – Juli 2024 di lahan pertanian Desa Karangduren, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas serta lab Terpadu 1 IAB, Universitas Jenderal Soedriman. Dalam penelitian ini digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan dosis pupuk kandang sapi, yaitu tanpa pupuk kandang sapi (P0), 15 ton/ha (P15), 20 ton/ha (P20), dan 25 ton/ha (P25). Alat yang akan digunakan dalam penelitian ini meliputi: Traktor roda 4, head core ring sampler, soil ring sampler ukuran 100 cm3, oven, jangka sorong (vernier calliper), timbangan digital, falling head meter, dan stopwatch. Sedangkan bahan yang akan digunakan dalam penelitian ini meliputi: pupuk kandang sapi dan 4 petakan lahan berukuran 2 m x 2 m. Sampel tanah tidak terganggu diambil pada kedalaman 0 – 10, 10 – 20, 20 – 30, 30 – 40, dan 40 – 50 cm, dengan jumlah ulangan yang diambil sebanyak 5 kali untuk setiap kedalaman, sehingga total sampel tanah yang diambil sebanyak 100 sampel. Variabel yang diukur adalah konduktivitas hidrolik jenuh, kadar air, dry bulk density, wet bulk density, dan porositas. Analisis data menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) 5 % dengan uji lanjut menggunakan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5% serta analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang sapi cenderung menghasilkan penurunan nilai dry bulk density dan wet bulk density, serta peningkatan nilai konduktivitas hidrolik jenuh, porositas, dan kadar air tanah. Demikian juga penambahan tingkat kedalaman tanah cenderung menghasilkan penurunan nilai dry bulk density dan wet bulk density, serta menghasilkan peningkatan nilai konduktivitas hidrolik jenuh, porositas, dan kadar air tanah dibanding dengan tanpa. Dosis pupuk kandang sapi 25 ton/ha paling efektif dalam mengurangi pemadatan tanah. Hasil analisis regresi menunjukkan hubungan antara beberapa variabel sifat fisik tanah, dimana dry bulk density berhubungan linear negatif dengan konduktivitas hidrolik jenuh dengan R2 yaitu 0,6047, sedangkan porositas dan kadar air berhubungan linear positif dengan konduktivitas hidrolik jenuh dengan nilai R2 masing-masing yaitu 0,6047 dan 0,5431. | Tractor passes can cause soil compaction which can change the physical properties of the soil, inhibiting root growth and the movement of water and air in the soil. The impact of soil compaction can be reduced by adding organic matter in the form of cow manure to the soil. However, research on the effect of applying cow manure on soil compaction due to 4-wheel tractor crossings is still rare. In addition, the analysis of soil physical properties in previous studies was dominantly only carried out to a depth of 30 cm. Meanwhile, some plants have root systems that can penetrate to a depth of more than 30 cm. Therefore, this study aimed to (1) determine the effect of cow manure dosage on soil compaction due to 4-wheel tractor crossings at a depth of 0 – 50 cm, and (2) study the relationship between soil physical properties variables related to the effect of cow manure application on soil compaction due to 4-wheel tractor crossings at a depth of 0 – 50 cm. The research was conducted from March to July 2024 in the farmland of Karangduren Village, Sokaraja Subdistrict, Banyumas Regency and Integrated Lab 1 IAB, Jenderal Soedriman University. This study used a completely randomized design (CRD) with 4 levels of treatment of cow manure doses, namely without cow manure (P0), 15 ton/ha (P15), 20 ton/ha (P20), and 25 ton/ha (P25). Tools that will be used in this research include: 4-wheel tractor, head core ring sampler, soil ring sampler size 100 cm3, oven, vernier calliper, digital scale, falling head meter, and stopwatch. While the materials that will be used in this study include: cow manure and 4 plots measuring 2 m x 2 m. Undisturbed soil samples were taken at depths of 0 - 10, 10 - 20, 20 - 30, 30 - 40, and 40 - 50 cm, with the number of replicates taken 5 times for each depth, so that a total of 100 soil samples were taken. The variables measured were saturated hydraulic conductivity, moisture content, dry bulk density, wet bulk density, and porosity. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) 5% with further tests using Duncan's Multiple Range Test (DMRT) 5% and regression analysis. The results showed that the application of cow manure tends to produce a decrease in the value of dry bulk density and wet bulk density, as well as an increase in the value of saturated hydraulic conductivity, porosity, and soil moisture content. Likewise, the addition of soil depth level tends to produce a decrease in the value of dry bulk density and wet bulk density, and produce an increase in the value of saturated hydraulic conductivity, porosity, and soil moisture content compared to without.The 25 ton/ha dose of cow manure is most effective in reducing soil compaction.Regression analysis results showed the relationship between several variables of soil physical properties, where dry bulk density was negatively linearly related to saturated hydraulic conductivity with R2 of 0.6047, while porosity and moisture content were positively linearly related to saturated hydraulic conductivity with R2 values of 0.6047 and 0.5431, respectively. | |
| 42555 | 45925 | I1E020054 | Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Project Based Learning Dan Cooperative Learning Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Sepak Bola. | Latar Belakang: Berdasarkan observasi peneliti menemukan suatu permasalahan bahwa nilai hasil belajar PSAT materi sepak bola kelas XI masih rendah, hal tersebut juga dikuatkan dengan melakukan test ulang yang dilakukan peneliti terhadap siswa yang memperoleh hasil rata-rata masih dibawah KKM. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan model two groups pre-test post-test design. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling dan diperoleh 1 kelas berisi 36 siswa dan dibagi dalam dua kelompok dengan teknik ordinal pairing. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan taraf signifikasi <0,05 yang dibantu dengan SPSS26 Hasil Penelitian: Analisis data menggunakan uji paired sample t-test pada pre test dan post test menunjukan bahwa kelompok project based learning dan kelompok cooperative learning tipe jigsaw memiliki nilai signifikansi 0,017 dan 0,005. Selain itu, , hasil analisis menggunakan uji independent t-test yang didapat dari hasil post test kedua kelompok, menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,040, yang menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam masing-masing kelompok. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian uji paired sample t-test menunjukan bahwa nilai t untuk kelompok project based learning < kelompok cooperative learning tipe jigsaw, model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw lebih memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa materi sepak bola. | Background: Based on observations, the researcher found a problem in that the value of the learning outcomes of PSAT (End of Year School Assessment) class XI football material was still low, this was also confirmed by conducting a retest conducted by researchers on students who obtained average results still below KKM. Methodology: This research uses an experimental method with a two groups pre-test post-test design model. The sampling technique used was cluster random sampling and obtained 1 class containing 36 students and divided into two groups with ordinal pairing technique. The data analysis technique used a t-test with a significance level of <0.05 which SPSS26 assisted. Research Results: Data analysis using paired sample t-tests on pre and post-tests showed that the project-based learning group and the jigsaw-type cooperative learning group had significance values of 0.017 and 0.005. In addition, the analysis results using the independent t-test obtained from the post-test results of both groups, showed a significance value of 0.040, indicating a significant difference in each group. | |
| 42556 | 45928 | I1D020007 | Hubungan antara Kecukupan Kalsium dan Vitamin B6 dengan Premenstrual Syndrome (PMS) pada Mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman | Latar belakang: Salah satu gangguan menstruasi yang sering dialami kelompok wanita usia subur (WUS) termasuk mahasiswi adalah premenstrual syndrome (PMS). Prevalensi PMS di dunia mencapai 47,8% dan yang tertinggi berada di negara-negara Asia. Defisiensi zat gizi mikro seperti kalsium dan vitamin B6 dimungkinkan menjadi faktor risiko terjadinya PMS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecukupan kalsium dan vitamin B6 dengan PMS pada mahasisiwi Universitas Jenderal Soedirman. Metode: Penelitian menggunakan desain cross sectional terhadap 87 responden yang berusia 19-25 tahun dengan teknik proportional sampling. Variabel bebas berupa kecukupan kalsium dan vitamin B6, variabel terikat berupa PMS. Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) digunakan untuk menilai kecukupan kalsium dan vitamin B6, PMS dinilai dengan Shortened Premenstrual Assesment Form (SPAF). Analisis data statistik menggunakan uji Chi-Square dan Uji Likelihood. Hasil: Responden dengan kalsium cukup sebanyak 51,7%, vitamin B6 kurang sebanyak 94,3%, dan mengalami PMS tingkat sedang sebanyak 49,4%. Terdapat hubungan yang signifikan antara kecukupan kalsium dengan premenstrual syndrome (PMS) (p=0,027). Tidak terdapat hubungan antara kecukupan vitamin B6 dengan premenstrual syndrome (PMS) (p=0,111). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kecukupan kalsium dengan premenstrual syndrome (PMS) pada mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman. Kata kunci: kecukupan kalsium, kecukupan vitamin B6, premenstrual syndrome (PMS), mahasiswi | Background: One of the menstrual disorders experienced by a group of women childbearing age (WUS) including female students is premenstrual syndrome (PMS). The prevalence of PMS in the world reaches 47,8% and the highest is in Asian countries. Deficiency of micronutrients such as calcium and vitamin B6 may be a risk factor for PMS. This study aims to analyze the relationship between calcium and vitamin B6 adequacy with premenstrual syndrome (PMS) in female students at Jenderal Soedirman University. Methods: The study used a cross sectional design of 87 respondents aged 19-25 years with proportional sampling method. The independent variable is calcium and vitamin B6 adequacy, the dependent variable is PMS. The Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) was used to assess the adequacy of calcium and vitamin B6, and PMS was assessed with the Shortened Premenstrual Assessment Form (SPAF). Statistical data analysis used Chi-Square and Likelihood Ratio Test. Results: Respondents with adequate calcium (51,7%), deficit vitamin B6 (94,3%), and experienced moderate levels of PMS (49,4%). There was a significant relationship between calcium adequacy with premenstrual syndrome (PMS) (p=0.027). There was no relationship between vitamin B6 adequacy with premenstrual syndrome (PMS) (p=0.111). Conclusion: There was a relationship between calcium adequacy with premenstrual syndrome (PMS) in female students at Jenderal Soedirman University. Keywords: calcium adequacy, vitamin B6 adequacy, premenstrual syndrome (PMS), female student | |
| 42557 | 45929 | A1D020095 | Pengaruh Biochar Terhadap Karakter Fisiologi dan Hasil Aneka Tanaman Kacang | Berbagai jenis kacang seperti kacang kedelai, kacang hijau, dan kacang merah sangat digemari dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. Permintaan pasar akan berbagai jenis kacang terus meningkat, namun belum dapat terpenuhi. Upaya yang dapat dilakukan yaitu menggunakan pembenah tanah berupa biochar untuk dapat meningkatkan hasil dan menjaga ekosistem lingkungan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar terhadap karakter fisiologi serta hasil produksi tanaman kacang kedelai, kacang hijau, dan kacang merah. Penelitian dilaksanakan Desember 2023 sampai April 2024. Penelitian dilaksanakan di Desa Singasari Kawaranglewas, Laboratorium Kebun Percobaan, Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, dan Laboratorium Agroekologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman bulan Desember 2023 hingga April 2024. Penelitian menggunakan rancangan percobaan yang dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Variabel yang diamati meliputi jumlah dan kerapatan stomata, luas daun, kehijauan daun, kandungan klorofil, bobot kering tajuk vegetatif, bobot akar vegetatif, bobot tajuk generatif, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji, dan indeks panen. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian biochar dengan dosis 10 ton/ha meningkatkan bobot kering akar fase vegetatif akhir. Penggunaan jenis tanaman memiliki nilai berbeda nyata pada kerapatan stomata, luas daun, bobot kering tajuk vegetatif, bobot kering akar vegetatif, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji, dan indeks panen. Terjadi interaksi antara jenis tanaman dan dosis biochar terhadap bobot kering akar fase akhir vegetatif, yaitu pada jenis tanaman kedelai dan dosis biochar 10ton/ha hasil tertingginya. | Various types of beans such as soybeans, green beans, and red beans are very popular and widely used by the Indonesian people. The high market demand for beans has not been met. Efforts that can be made are using soil conditioners in the form of biochar to increase yields and maintain the environmental ecosystem. The study was conducted to determine the effect of biochar on the physiological characteristics and production of soybeans, green beans, and red beans. The study was conducted from December 2023 to April 2024. The study was conducted in Singasari Kawaranglewas Village, Experimental Garden Laboratory, Agronomy and Horticulture Laboratory, and Agroecology Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from December 2023 to April 2024. The study used an experimental design designed with a Randomized Block Design (RAK). The variables observed included the number and density of stomata, leaf area, leaf greenness, chlorophyll content, vegetative crown dry weight, vegetative root weight, generative crown weight, number of pods per plant, number of seeds per plant, seed weight per plant, 100 seed weight, and harvest index. The results showed that the administration of biochar at a dose of 10 tons/ha increased the dry weight of the roots of the final vegetative phase. The use of plant types had significantly different values in stomata density, leaf area, vegetative crown dry weight, vegetative root dry weight, number of pods per plant, number of seeds per plant, seed weight per plant, 100 seed weight, and harvest index. There was an interaction between plant type and biochar dose on the dry weight of the roots of the final vegetative phase, namely in the type of soybean plant and the highest biochar dose of 10 tons/ha. | |
| 42558 | 45932 | C1C020063 | PENGARUH PEMAHAMAN LITERASI KEUANGAN DAN PENGGUNAAN PAYMENT GATEWAY TERHADAP KINERJA KEUANGAN USAHA MIKRO (SURVEI PADA UMKM DI KABUPATEN BANYUMAS) | Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh pemahaman literasi keuangan dan penggunaan payment gateway terhadap kinerja keuangan usaha mikro yang berada di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan kuesioner sebagai instrumen pengambilan data. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh usaha mikro yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Banyumas yaitu sebanyak 89.477 usaha. Sampel dipilih menggunakan metode snowball sampling, yaitu pengambilan sampel di mana setiap responden merekomendasikan individu lain yang juga sesuai dengan kriteria sampel penelitian. Ukuran sampel ditentukan dengan menggunakan rumus slovin sehingga ditentukan sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 100 responden. Metode analisis yang digunakan adalah menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil yang didapat pada penelitian ini adalah literasi keuangan dan payment gateway berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan usaha mikro. | This research aims to investigate the influence of financial literacy and the use of payment gateways on the financial performance of micro-enterprises in Banyumas Regency. The study employs a quantitative approach, utilizing a questionnaire as the data collection instrument. The population in this study comprises all micro-enterprises registered with the Cooperative and SME Office of Banyumas Regency, totaling 89,477 businesses. The sample was selected using the snowball sampling method, where each respondent recommends other individuals who also meet the sample criteria of the study. The sample size was determined using the Slovin formula, resulting in a total of 100 respondents. The analysis method used in this study is Partial Least Squares (PLS). The findings of this research indicate that financial literacy and payment gateways have a positive and significant impact on the financial performance of micro-enterprises. | |
| 42559 | 45933 | G1A019080 | PERBEDAAN NILAI APGAR NEONATUS ATERM PADA PASIEN SEKSIO SESAREA DENGAN METODE ERACS DAN NON ERACS DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Latar belakang: Seiring berkembangnya ilmu kesehatan dan kedokteran di bidang obstetri dan ginekologi, Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS) menjadi pilihan metode terbaru dalam seksio sesarea. ERACS merupakan serangkaian manajemen perioperatif yang dilakukan untuk mempercepat pemulihan pasien dan mengurangi lama rawat pasien. Perbedaan antara seksio sesarea metode ERACS dan konvensional atau non-ERACS memungkinkan adanya perbedaan keluaran kondisi pasien, termasuk kondisi neonatus yang dilahirkan. Literatur dan penelitian terkait ERACS saat masih sangat terbatas. Penelitian mengenai ERACS dan keluaran nilai APGAR neonatus belum ada sampai saat ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai APGAR Neonatus Pada Pasien yang Dilakukan ERACS dan Non ERACS di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok ERACS dan non-ERACS dengan jumlah masing-masing kelompok sebanyak 47 pasien. Sampel diambil dengan metode consecutive sampling menggunakan data sekunder dari rekam medis. Analisis data univariat menggambarkan frekuensi karakteristik tiap variabel. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji fisher. Hasil: Nilai APGAR neonatus pada pasien non-ERACS menunjukkan 12.76% neonatus mengalami asfiksia sedang dan 87.24% mengalami asfiksia ringan atau normal pada menit pertama. Sedangkan pada pasien ERACS didapatkan nilai APGAR neonatus yaitu 2.12% mengalami asfiksia sedang dan 97.88% mengalami asfiksia ringan atau normal. Setelah dianalisis menggunakan uji fisher, keduanya tidak dapat perbedaan yang signifikan (p = 0.11) karena nilai p > 0.05. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan antara nilai APGAR neonatus aterm yang lahir secara seksio sesarea dengan metode ERACS dan non-ERACS di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto pada periode Mei 2022–Februari 2023. | Background: Alongside advancements in obstetrics and gynecology, Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) has emerged as the latest method in cesarean section. ERACS involves a series of perioperative management strategies aimed at accelerating patient recovery and reducing hospital stay duration. Differences between ERACS and conventional cesarean section methods may influence patient outcomes, including neonatal conditions. Literature and research on ERACS are currently limited. Research specifically focusing on ERACS and neonatal APGAR scores has not been conducted to date. Objective: This study aims to investigate the differences in neonatal APGAR scores between patients undergoing ERACS and those undergoing non-ERACS cesarean section at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Methods: This study is an analytical observational research with a cross-sectional approach. The study sample consists of two groups: the ERACS group and the non-ERACS group, each comprising 47 patients. Consecutive sampling was used to select the sample, utilizing secondary data from medical records. Univariate data analysis described the frequency of characteristics for each variable. Bivariate analysis was performed using Fisher's exact test. Results: Neonatal APGAR scores among non-ERACS patients showed 12.76% of neonates experiencing moderate asphyxia and 87.24% experiencing mild or normal asphyxia at the first minute. In the ERACS group, neonatal APGAR scores revealed 2.12% experiencing moderate asphyxia and 97.88% experiencing mild or normal asphyxia. After Fisher's exact test analysis, no significant difference was found between the two groups (p = 0.11, where p > 0.05). Conclusion: There is no significant difference in neonatal APGAR scores between cesarean sections performed using ERACS and those performed using non-ERACS methods at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto during the period of May 2022 to February 2023. | |
| 42560 | 45934 | A1F020027 | PENGARUH SUHU DAN WAKTU PENYANGRAIAN TERHADAP MUTU FISIKOKIMIA BIJI KOPI ARABIKA ASAL NAWANGAN PACITAN | Dalam upaya meningkatkan produksi kopi di Indonesia, daerah Nawangan Pacitan menjadi salah satu alternatif daerah penghasil kopi yang dapat ditingkatkan produktivitasnya. Selain produktivitas, kualitasnya pun juga harus ditingkatkan salah satunya melalui proses roasting. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian mengenai pengaruh suhu dan waktu penyangraian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui kandungan fisikokimia pada biji kopi arabika asal nawangan sehingga dapat mengetahui mutu kopi arabika nawangan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktorial dua faktor yaitu faktor pertama adalah suhu penyangraian (cut off temperature) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu 195ºC, 205ºC, dan 215ºC dan faktor kedua adalah lama waktu penyangraian yang terdiri dari 5 menit, 10 menit, dan 15 menit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses penyangraian pada biji kopi arabika mempengaruhi dimensi, density, warna, kadar air, dan juga kadar abu. Semakin tinggi suhu dan lama waktu penyangraian kadar air akan berkurang dan biji kopi semakin mengembang sehingga densitasnya menurun. Akan tetapi, proses penyangraian pada biji kopi tidak memengaruhi kadar kafein karena kafein cenderung tahan panas sehingga tidak ada perbedaan yang signifikan. | In an effort to increase coffee production in Indonesia, the Nawangan Pacitan area is one of the alternative coffee-producing areas that can be increased in productivity. In addition to productivity, the quality must also be improved, one of which is through the roasting process. Based on this, research on the effect of roasting temperature and time was conducted with the aim of knowing the physicochemical content of Arabica coffee beans from Nawangan so that it can determine the quality of Arabica coffee from Nawangan. This study used a completely randomized design (CRD) with two factorial factors, namely the first factor is the roasting temperature (cut off temperature) consisting of 3 levels, namely 195ºC, 205ºC, and 215ºC and the second factor is the length of roasting time consisting of 5 minutes, 10 minutes, and 15 minutes. The results of this study indicate that the roasting process of Arabica coffee beans affects the dimensions, density, color, water content, and ash content. The higher the temperature and the longer the roasting time the moisture content will decrease and the coffee beans will expand so that the density decreases. However, the roasting process of coffee beans does not affect caffeine levels because caffeine tends to be heat-resistant so there is no significant difference. |