Artikel Ilmiah : A1A017051 a.n. FEBY NURIAN HAFIDZIN

Kembali Update Delete

NIMA1A017051
NamamhsFEBY NURIAN HAFIDZIN
Judul ArtikelANALISIS PENDAPATAN DAN RISIKO USAHATANI KAKAO
DI DESA PUTAT KECAMATAN PATUK KABUPATAN GUNUNGKIDUL
Abstrak (Bhs. Indonesia)Sistem pertanian adalah serangkaian kegiatan manusia yang mengelola sumber daya alam dan lingkungan hidup untuk menghasilkan produk pertanian dengan tujuan memenuhi kebutuhan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperoleh keuntungan ekonomi. Usahatani adalah kegiatan yang mencakup penanaman, perawatan, pemanenan, dan pengolahan lahan tanaman serta pengelolaan produki pangan, pakan, serat bahan baku industri, dan sumber pendapatan untuk tujuan tertentu. Sebagian besar pengembangan kakao di Indonesia dikelola oleh perkebunan rakyat. Kabupaten Gunungkidul salah satu daerah yang menghasilkan kakao salah satunya di Desa Putat, Kecamatan Patuk. Pelaksanaan usahatani tidak dapat terlepas dari adanya risiko yang dihadapi. Perubahan musim di Indonesia yaitu antara kemarau-penghujan atau penghujan-kemarau menjadi salah satu risiko dalam produksi kakao. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengetahui biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani kakao di Desa Putat, Kabupaten Gunungkidul, dan 2) Mengetahui tingkat risiko produktivitas dan pendapatan usahatani kakao di Desa Putat, Kabupaten Gunungkidul.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah survei. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul pada Juni 2023. Objek dalam penelitian ini yaitu petani kakao di Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik snowball sampling dengan jumlah 22 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis biaya, penerimaan, pendapatan dan risiko.
Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Total biaya produksi usahatani kakao yaitu sebesar Rp15.971.148 per hektar. Penerimaan usahatani kakao di Desa Putat sebesar Rp26.111.039 per hektar. Rata-rata pendapatan usahatani kakao di Desa Putat sebesar Rp10.139.891 per hektar. 2) Tingkat risiko produktivitas usahatani kakao di Desa Putat tergolong rendah dengan nilai koefisien variasi 0,0436 persen. Tingkat risiko pendapatan usahatani kakao di Desa Putat tergolong sedang dengan nilai koefisien variasi 0,833 persen.
Abtrak (Bhs. Inggris)An agricultural system is a series of human activities that manage natural resources and the environment to produce agricultural products with the aim of meeting food needs, improving farmers’ welfare, and obtaining economic benefits. Farming activities include planting, maintenance, harvesting, and processing of crop land, as well as managing the production of food, feed, industrial raw materials, and sources of income for specific purposes. Most cocoa development in Indonesia is managed by smallholder plantations. Gunungkidul Regency is one of the areas that produces cocoa, particularly in Putat Village, Patuk District. Farming activities cannot be separated from the risks faced. Seasonal changes in Indonesia, such as between dry and rainy seasons, pose one of the risks in cocoa production. The objectives of this study are: 1) To determine the costs, revenues, and income of cocoa farming in Putat Village, Gunungkidul Regency, and 2) To determine the level of productivity and income risks of cocoa farming in Putat Village, Gunungkidul Regency.
The research method used in this study is a survey. The research was conducted in Putat Village, Patuk District, Gunungkidul Regency in June 2023. The subjects of this study were cocoa farmers in Putat Village, Patuk District, Gunungkidul Regency. The sampling technique used was snowball sampling with a total of 22 respondents. The data analysis used in this study includes cost, revenue, income, and risk analysis.
The results of the study show that: 1) The total production cost of cocoa farming is IDR 15,971,148 per hectare. The revenue from cocoa farming in Putat Village is IDR 26,111,039 per hectare. The average income from cocoa farming in Putat Village is IDR 10,139,891 per hectare. 2) The productivity risk level of cocoa farming in Putat Village is classified as low with a coefficient of variation of 0.0436 percent. The income risk level of cocoa farming in Putat Village is classified as moderate with a coefficient of variation of 0.833 percent.
Kata kunciKakao; risiko; usahatani
Pembimbing 1Dr. Irene Kartika E.W., S.P., M.P.
Pembimbing 2Ulfah Nurdiani, S.P.,M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2024-08-21 12:59:33.468226
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.