Artikelilmiahs
Menampilkan 42.421-42.440 dari 48.839 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 42421 | 45794 | E1A020138 | DISPARITAS PIDANA DALAM TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN YANG MENYEBABKAN KEMATIAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (Sudi Putusan: 26/Pid.Sus-Anak/2023/PN Jkt Brt dan 11/Pid.Sus-Anak/2023/PN Cbi) | Disparitas merupakan adanya perbedaan atau jarak terhadap putusan hakim mengenai kasus yang sama, dengan kata lain adanya disparitas putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana penganiaayaan yang menyebabkan kematian yang dilakukan oleh anak ini dapat menimbulkan ketidakadilan terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis penyebab terjadinya disparitas pidana pada Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat Nomor 11/Pid.Sus-Anak/2023/PN Jkt Brt dan Putusan Pengadilan Negeri Cibinong Nomor 11/Pid.Sus-Anak/2023/PN Cbi. Penelitian ini menggunakan Metode Yuridis Normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual dan kasus. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya disparitas pada putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh Anak serta dapat meminimalisir terjadinya disparitas pidana ini terutama terhadap Anak mengingat tujuan pemidanaan bagi anak adalah kepentingan terbaik bagi anak. Dan diperlukan mekanisme yang ideal dengan mengatur pemidanaan dalam penegakan hukum. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat faktor penyebab disparitas pidana pidana, faktor internal yang bersumber dari hakim itu sendiri yaitu hakim mengesampingkan landasan filosofis dan sosiologis dalam memutus perkara Putusan Pengadilan Negeri Cibinong Nomor 11/Pid.Sus-Anak/2023/PN Cbi sehingga putusan yang dijatuhkan terlalu ringan, sedangkan dalam Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat Nomor 11/Pid.Sus-Anak/2023/PN Jkt Brt sudah sesuai tetapi hakim tidak mempertimbangkan laporan litmas sehingga berimplikasi batal demi hukum, faktor eksternal yaitu pada diri terdakwa. | Disparity is the difference or distance in the judge's decision regarding the same case, in other words, the disparity in the judge's decision regarding the perpetrator of the criminal act of abuse which caused the death of the child can cause injustice to the perpetrator of the criminal act of abuse. The aim of this research is to analyze the causes of criminal disparities in the West Jakarta District Court Decision Number 11/Pid.Sus-Anak/2023/PN Jkt Brt and the Cibinong District Court Decision Number 11/Pid.Sus-Anak/2023/PN Cbi. This research uses the Normative Juridical Method with statutory, conceptual and case approaches. The results obtained from this research are that there are several factors that cause disparities in judges' decisions regarding perpetrators of criminal acts of abuse committed by children and can minimize the occurrence of criminal disparities, especially towards children, considering that the aim of punishing children is the best interests of the child. And an ideal mechanism is needed to regulate punishment in law enforcement. The conclusion in this research is that there are factors that cause disparities in criminal penalties, internal factors that originate from the judge himself, namely that the judge ignores philosophical and sociological foundations in deciding cases in Cibinong District Court Decision Number 11/Pid.Sus-Anak/2023/PN Cbi so that the decision is the sentence was too light, whereas in the West Jakarta District Court Decision Number 11/Pid.Sus-Anak/2023/PN Jkt Brt it was appropriate but the judge did not consider the litmas report so that it had the implication of being null and void, external factors namely the defendant. | |
| 42422 | 45789 | E1A020216 | DISPARITAS PIDANA TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL OLEH ANAK PELAKU TERHADAP ANAK KORBAN (Studi Putusan Nomor 5/Pid.Sus.Anak/2023/PN Kbm dan Putusan Nomor 5/Pid.Sus.Anak/2023/PN Pbg) | Terjadi disparitas pidana mengenai Tindak Pidana Kekerasan Seksual antara Putusan Pengadilan Negeri Kebumen Nomor 5/Pid.Sus.Anak/2023/PN Kbm dengan Putusan Pengadilan Negeri Purbalingga Nomor 5/Pid.Sus.Anak/2023/PN Pbg, kedua putusan tersebut mendapatkan sanksi pidana yang berbeda signifikan yang dapat menyebabkan terjadinya disparitas pidana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim dalam memutus sanksi pidana yang menimbulkan disparitas dan mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya disparitas pemidanaan. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat yuridis normatif, dengan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Spesifikasi penelitian ini adalah perskriptif, dengan jenis dan sumber data sekunder, dan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dasar pertimbangan hukum hakim dalam memutus mengenai hal-hal yang memberatkan dan meringankan sehingga dalam Putusan pemidanaan pada kedua putusan tersebut terjadi disparitas pidana. Disparitas pidana tersebut disebabkan oleh beberapa faktor antara lain faktor hukumnya sendiri maupun faktor yang bersumber pada diri hakim, baik bersifat internal maupun eksternal. | There is a criminal disparity regarding the Crime of Sexual Violence between the Decision of the Kebumen District Court Number 5/Pid.Sus.Anak/2023/PN Kbm and the Decision of the Purbalingga District Court Number 5/Pid.Sus.Anak/2023/PN Pbg, both decisions received significantly different criminal sanctions which can cause criminal disparity. This study aims to determine the basis for the judge's legal considerations in deciding on criminal sanctions that cause disparity and to determine the factors causing disparity in sentencing. This research is a normative juridical study, with a statutory approach and a case approach. The specifications of this study are prescriptive, with secondary data types and sources, and data analysis is carried out descriptively qualitatively. The results of this study indicate that there are differences in the basis for the judge's legal considerations in deciding on aggravating and mitigating matters so that in the sentencing decisions in the two decisions there is a criminal disparity. This criminal disparity is caused by several factors, including legal factors themselves and factors originating from the judge, both internal and external | |
| 42423 | 45790 | A1D020169 | Konstruksi Primer Spesifik untuk Deteksi Gen MYB sebagai Regulator Biosintesis Antosianin Pembentuk Pola Warna pada Aglaonema | Aglaonema merupakan tanaman unik yang memiliki nilai ekonomi tinggi, salah satunya adalah warna merah pada daun Aglaonema. Warna merah daun Aglaonema dipengaruhi oleh akumulasi senyawa antosianin. Faktor transkripsi MYB merupakan regulator yang memiliki peranan penting dalam biosintesis antosianin. Namun, informasi genetik terkait warna daun Aglaonema belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain primer spesifik terhadap gen MYB pada Aglaonema sebagai regulator biosintesis antosianin. Isolasi DNA dilakukan dari tanaman Aglaonema Lipstik, Aglaonema Wulandari, dan Aglaonema Donacarmen. Desain primer spesifik menghasilkan 3 primer aMYB1, aMYB2, dan aMYB3 dengan karekteristik primer yang ideal yaitu Tm antara 55-65°C, persentase GC 40-60%, dan hairpin berjumlah 1-3. Primer aMYB1 dapat menghasilkan pita DNA dengan rentang panjang basa 232 bp dan ketebalan pita yang baik. Analisis hasil sekuensing menggunakan pohon filogenetik menunjukkan bahwa sekuens gen yang didapatkan dari primer aMYB1 memiliki nilai bootstrap yang tinggi dengan gen HvMYB sebesar 97%. Jarak genetik antara gen HvMYB dengan sekuens konsensus Aglaonema adalah 0,3. Gen HvMYB dilaporkan mengaktivasi HvMYC2 yang memiliki korelasi kuat dengan ekspresi antosianin pada tanaman. | Aglaonema is a unique plant that has high economic value, one of which is the red color of Aglaonema leaves. The red color of Aglaonema leaves is influenced by the accumulation of anthocyanin compounds. The MYB transcription factor is a regulator that has an important role in anthocyanin biosynthesis. However, genetic information regarding Aglaonema leaf color is not yet available. This research aims to design specific primers for the MYB gene in Aglaonema as a regulator of anthocyanin biosynthesis. DNA isolation was carried out from Aglaonema Lipstick, Aglaonema Wulandari, and Aglaonema Donacarmen plants. The specific primer design produced 3 primers aMYB1, aMYB2, and aMYB3 with ideal primer characteristics, namely Tm between 55-65°C, GC percentage of 40-60%, and 1-3 hairpins.The aMYB1 primer can produce DNA bands with a base length of 232 bp and good band thickness. Analysis of sequencing results using a phylogenetic tree showed that the gene sequence obtained from the aMYB1 primer has a high bootstrap value with HvMYB gene of 97%. The genetic distance between HvMYB gene and Aglaonema consensus sequence is 0.3. The HvMYB gene is reported to activate HvMYC2 which has a strong correlation with anthocyanin expression in plants. | |
| 42424 | 45791 | A1C020079 | PENGARUH PUPUK ORGANIK & PUPUK KIMIA TERHADAP TINGKAT PEMADATAN TANAH AKIBAT PERLINTASAN TRAKTOR RODA 4 PADA KEDALAMAN 0 – 50 cm | Penggunaan traktor roda 4 dapat mempermudah dan mempercepat proses pengolahan tanah. Namun, penggunaan traktor roda 4 pada lahan juga dapat menimbulkan pemadatan tanah yang terdampak negatif terhadap sifat fisik tanah maupun pertumbuhan tanaman. Pemupukan merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki sifat fisik tanah guna mendukung pertumbuhan dan hasil budidaya tanaman. Namun demikian, kajian tentang pengaruh penggunaan pupuk terhadap sifat fisik tanah dalam kaitannya dengan dampak pemadatan tanah akibat perlintasan traktor roda 4 belum banyak dilakukan. Lebih dari itu, penelitian sebelumnya lebih banyak mengkaji hanya pada kedalaman 0 – 30 cm saja. Maka dari itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan (1) mengetahui perbedaan pengaruh pupuk organik, pupuk kimia dan pupuk campuran terhadap tingkat pemadatan tanah akibat perlintasan traktor roda 4 pada kedalaman 0 – 50 cm, dan (2) mengetahui hubungan antar variabel sifat fisik tanah terkait pemadatan tanah akibat perlintasan traktor roda 4 pada kedalaman 0 – 50 cm. Penelitian dilakukan pada bulan Maret – Juli 2024 dengan tempat pengambilan sampel tanah di lahan pertanian Desa Karangduren, Sokaraja dan pengukuran sifat fisik tanah di laboratorium Terpadu 1 IAB, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor dan satu kontrol dengan 4 taraf perlakuan yaitu: tanpa pupuk (P0), pupuk organik (P1), pupuk kimia (P2), dan pupuk campuran (P3). Pengambilan sampel tanah tidak terganggu dilakukan pada kedalaman 0 – 10, 10 – 20, 20 – 30, 30 – 40, dan 40 – 50 cm dengan jumlah 5 kali untuk setiap kedalaman sehingga total sampel yang diambil adalah 100. Alat dan bahan yang digunakan meliputi: traktor roda 4, head core ring sampler, soil ring sampler ukuran 100 cm3 (diameter 5 cm dan tinggi 5 cm), oven, jangka sorong, timbangan digital, falling head meter, stopwatch, pupuk kandang kambing, pupuk kimia, dan 4 petakan lahan berukuran 2 m x 2 m. Variabel yang diukur adalah dry bulk density, konduktivitas hidrolik jenuh, porositas, dan kadar air. Analisis data menggunakan analisis regresi serta Analysis of variance (ANOVA) dengan uji lanjut menggunakan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik dan pupuk kimia cenderung memberikan pengaruh terhadap penurunan nilai dry bulk density, yang diikuti dengan kenaikan nilai konduktivitas hidrolik jenuh dan porositas dibandingkan tanpa pupuk. Jenis pupuk paling efektif dalam mengurangi dampak pemadatan tanah akibat perlintasan traktor roda 4 adalah pupuk organik. Peningkatan tingkat kedalaman tanah cenderung menghasilkan penurunan nilai dry bulk density, serta menghasilkan peningkatan nilai konduktivitas hidrolik jenuh, porositas, dan kadar air tanah. Hasil analisis regresi menunjukkan hubungan antara beberapa variabel sifat fisik tanah, dimana dry bulk density berhubungan linear negatif dengan konduktivitas hidrolik jenuh dengan R2 adalah 0,6986, sedangkan porositas dan kadar air berhubungan linear positif dengan konduktivitas hidrolik jenuh dengan nilai R2 masing-masing adalah 0,6986 dan 0,6437 | The use of 4-wheel tractors can simplify and speed up the tillage process. However, the use of 4-wheel tractors on land can also cause soil compaction which has a negative impact on soil physical properties and plant growth. Fertilization is one of the efforts to improve soil physical properties to support the growth and yield of plant cultivation. However, studies on the effect of fertilizer use on soil physical properties in relation to the impact of soil compaction due to 4-wheel tractor crossings have not been conducted. Moreover, previous studies have mostly examined only at a depth of 0 – 30 cm. Therefore, this study was conducted with the aim of (1) determining the differences in the effect of organic fertilizers, chemical fertilizers and mixed fertilizers on the level of soil compaction due to 4-wheel tractor crossings at a depth of 0 – 50 cm, and (2) determining the relationship between soil physical properties variables related to soil compaction due to 4-wheel tractor crossings at a depth of 0 – 50 cm. The research was conducted from March to July 2024 with soil sampling in the farmland of Karangduren Village, Sokaraja and measurement of soil physical properties in Integrated Laboratory 1 IAB, Universitas Jenderal Soedirman. The experimental design used a completely randomized design (CRD) with one factor and one control with 4 treatment levels, namely: no fertilizer (P0), organic fertilizer (P1), chemical fertilizer (P2), and mixed fertilizer (P3). Undisturbed soil samples were taken at depths of 0 – 10, 10 – 20, 20 – 30, 30 – 40, and 40 – 50 cm with a total of 5 times for each depth so that a total of 100 samples were taken. Tools and materials used included: 4-wheel tractor, head core ring sampler, soil ring sampler size 100 cm3 (diameter 5 cm and height 5 cm), oven, vernier caliper, digital balance, falling head meter, stopwatch, goat manure, chemical fertilizer, and 4 plots of land measuring 2 m x 2 m. Variables measured were dry bulk density, saturated hydraulic conductivity, porosity, and moisture content. Data analysis used regression analysis and Analysis of variance (ANOVA) with further tests using Duncan's Multiple Range Test (DMRT) 5%. The results showed that the effect of organic fertilizers and chemical fertilizers tended to decrease the value of dry bulk density, followed by an increase in the value of saturated hydraulic conductivity and porosity compared to no fertilizer. The most effective type of fertilizer in reducing the impact of soil compaction due to 4-wheel tractor crossings is organic fertilizer. Increasing the level of soil depth tends to result in a decrease in the value of dry bulk density, as well as an increase in the value of saturated hydraulic conductivity, porosity, and soil moisture content. Regression analysis results show the relationship between several soil physical properties variables, where dry bulk density is negatively linearly related to saturated hydraulic conductivity with R2 of 0.6986, while porosity and moisture content are positively linearly related to saturated hydraulic conductivity with R2 values of 0.6986 and 0.6437, respectively. | |
| 42425 | 45796 | B1A020085 | Optimasi Induksi Tunas Agathis borneensis Warb dalam Kultur In Vitro dengan Jenis dan Konsentrasi Sitokinin Berbeda | Agathis borneensis Warb. merupakan jenis tumbuhan yang termasuk dalam famili Araucariaceae dan tergolong dalam kategori tumbuhan “Endangered A4cd”. Kerusakan habitat dan tingginya pemanenan merupakan faktor menurunnya populasi A. borneensis di habitat alaminya. Perbanyakan bibit A. borneensis melalui kultur in vitro dapat dijadikan alternatif upaya konservasi secara ex situ karena melalui teknik ini dapat dihasilkan tanaman baru dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang relatif singkat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh jenis dan konsentrasi sitokinin pada induksi tunas A. borneensis dalam kultur in vitro; sehingga dapat menentukan jenis dan konsentrasi sitokinin terbaik untuk induksi tunas A. borneensis dengan teknik kultur in vitro. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap Petak Terpisah (Split Plot Design). Petak utama (main plot) adalah jenis sitokinin yaitu BAP, Kinetin dan TDZ. Sebagai anak petak (subplot) adalah konsentrasi sitokinin yang terdiri atas 4 taraf yaitu 0 µM; 1 µM; 2 µM; 3 µM; dan 4 µM. Setiap kombinasi perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 45 unit percobaan. Variabel bebas yang dicobakan adalah jenis dan konsentrasi sitokinin. Variabel tergantung yang diamati adalah pertumbuhan tunas A. borneensis dengan parameter yang diukur meliputi waktu muncul tunas (hst), jumlah tunas (helai), panjang tunas (mm) dan jumlah daun (helai). Data hasil penelitian dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95% dan 99%, kemudian dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis dan konsentrasi sitokinin berpengaruh pada waktu muncul tunas A. borneensis dalam kultur in vitro. Media MS dengan penambahan 1 μM kinetin merupakan media terbaik untuk memacu kemunculan tunas A. borneensis. Sementara itu penggunaan media MS tanpa penambahan sitokinin menghasilkan jumlah daun paling banyak pada kultur in vitro A. borneensis. | Agathis borneensis Warb. is a plant belongs to the family Araucariaceae and classified as an “Endangered A4cd” plant category. The habitat destruction and mass harvesting contribute to the decrease of A. borneensis population in its natural habitat. Propagation of A. borneensis through in vitro culture can be used as an alternative ex-situ conservation because it can produced new plants in large quantities in a relatively shorter time. This research has been carried out with a view to study the effect of types and concentrations of cytokinin on shoot induction of A. borneensis and to determine the best type and concentration of cytokinin for A. borneensis shoot induction. This research has been carried out experimentally using a completely randomized design on a split-plot treatment pattern. The main plot was the types of cytokinin, which include BAP, Kinetin, and TDZ. The sub-plot was cytokinin concentrations, which consisted of four levels: 0 µM; 1 µM; 2 µM; 3 µM; and 4 µM. Each treatment combination was repeated 5 times, which resulted in 45 experimental units. The independent variables tested were cytokinin types and concentrations, while the dependent variable observed was the growth of A. borneensis. The parameters measured including shoot emergence time, number of shoots, number of leaves, and shoot length. The data obtained were analysed using analysis of variance (ANOVA) at 95% and 99% levels of confidence, followed by Duncan's multiple range test at 95% confidence level. The research results showed that the type and concentration of cytokinin affected the shoot emergence time of A. borneensis in in vitro culture. MS media supplemented with 1 μM kinetin resulted in the fastest shoot emergence time of A. borneensis. Meanwhile the use of MS media without any additional cytokinin produced the most number of leaves of A. borneensis in in vitro culture. | |
| 42426 | 45410 | A1D020078 | PENGARUH APLIKASI HERBISIDA TERHADAP FISIOLOGI, PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata Sturt) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas dan selektivitas dari herbisida berbahan aktif berbeda khususnya dalam mempengaruhi fisiologi, pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dan lahan tanaman jagung manis Kelurahan Mersi, Purwokerto Timur. Penelitian ini merupakan penelitian experimental dengan rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor yaitu pengendalian gulma, terdiri atas 8 taraf dengan 4 ulangan. Variabel yang diamati yaitu meliputi identifikasi gulma pada fase sebelum tanam, 15 HST, 35 HST, luas daun, ILD, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman, LAB, LPT, kandungan klorofil, kerapatan stomata, lebar bukaan stomata, tinggi tanaman, jumlah daun, kehijauan daun, panjang tongkol, diameter tongkol, jumlah biji tongkol, bobot tongkol, hasil panen per petak, hasil panen per hektar. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji ANOVA, dan dilanjutkan Uji DMRT pada taraf kepercayaan 95% jika terdapat pengaruh perlakuan. Hasil penelitian aplikasi herbisida glifosat dan parakuat menunjukkan komposisi gulma yang sifatnya homogen berubah menjadi heterogen. Hal tersebut dapat dilihat dengan adanya jenis gulma baru yang teridentifikasi. Adapun setelah aplikasi herbisida atrazin, mesotrion dan nicosulfuron terjadi penurunan dominasi gulma. Aplikasi herbisida parakuat, atrazin dan mesotrion serta glifosat, atrazin, mesotrion dan nicosulforan memberikan hasil terbaik pada variabel fisiologi, pertumbuhan dan hasil panen jagung manis yaitu bobot kering tanama, laju pertumbuhan tanaman, tinggi tanaman, bobot panen per petak, bobot panen per hektar, luas daun, indeks luas daun, bobot basah tanaman. Adapun aplikasi herbisida glifosat, atrazin dan mesotrion memberikan hasil terbaik pada variabel pertumbuhan dan karakter hasil jagung manis yaitu jumlah daun, kehijauan daun, panjang tongkol jagung, diameter tongkol dan bobot tongkol. | This research aims to determine the level of effectiveness and selectivity of herbicides with different active ingredients, especially in influencing the physiology, growth and yield of sweet corn plants. This research was carried out at the Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University and the Mersi sweet corn plantation, East Purwokerto. Research activities were carried out for 4 months, starting from July 2023 to October 2023. This research is researchexperimental with a randomized block design (RAK) with one factor, namely weed control, consisting of 8 levels with 4 replications. The variables observed included weed identification in the pre-planting phase, 15 HST, 35 HST, leaf area, leaf area index, plant wet weight, plant dry weight, LAB, LPT, chlorophyll content, stomata density, stomata opening width, plant height, number of leaves, leaf greenness, ear length, ear diameter, number of ear seeds, ear weight, harvest per plot, harvest per hectare. The research data were analyzed using the ANOVA test, and continued with the DMRT test at a confidence level of 95% if there was a treatment effect. The results of research on the application of glyphosate and paraquat herbicides show that the composition of weeds which were homogeneous changed to become heterogeneous. This can be seen by the presence of new weed types identified. Meanwhile, after application of the herbicides atrazine, mesotrione and nicosulfuron, weed dominance decreased. Application of the herbicides paraquat, atrazine and mesotrione as well as glyphosate, atrazine, mesotrione and nicosulforan gave the best results on physiological variables, growth and sweet corn yields, namely plant dry weight, plant growth rate, plant height, harvest weight per plot, harvest weight per hectare, leaf area, leaf area index, plant wet weight. The application of the herbicides glyphosate, atrazine and mesotrione gave the best results on the growth variables and yield characteristics of sweet corn, namely the number of leaves, leaf greenness, the length of the corn cob, diameter of the cob and the weight of the cob. | |
| 42427 | 45798 | A1F020018 | Pengaruh Variasi Konsentrasi Mikrokapsul Bunga Kecombrang Pada Edible Coating Terhadap Sifat Kimia dan Total Mikroba Pada Ikan Laut Tongkol Kurik (Euthynnus affinis) | Ikan tongkol mudah mengalami kerusakan atau pembusukan. Bunga kecombrang menjadi salah satu pengawet alami yang dapat diaplikasikan pada ikan. Stabilitas dan kelarutan bunga kecombrang dalam air memiliki keterbatasan sehingga diperlukan teknologi untuk meningkatkan kinerja bunga kecombrang yaitu mikroenkapsulasi. Metode penelitian ini digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu konsentrasi mikrokapsul bunga kecombrang dan metode aplikasi edible coating pada taraf 5, 7,5 dan 10%. Variabel uji karakteristik meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak dan total mikroba. Hasil pengujian variabel sifat kimia dan total mikroba ikan tongkol dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan penyimpanan selama 3 hari konsentrasi mikrokapsul bunga kecombrang berpengaruh terhadap kadar air, kadar abu, kadar lemak, dan total mikroba sedangkan metode aplikasi edible coating berpengaruh terhadap kadar air, kadar abu, kadar protein, dan kadar lemak. Penyimpanan selama 6 hari konsentrasi mikrokapsul bunga kecombrang berpengaruh terhadap kadar air, kadar abu, kadar lemak, dan total mikroba namun metode aplikasi edible coating berpengaruh terhadap kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, dan total mikroba. Kombinasi perlakuan konsentrasi mikrokapsul bunga kecombrang 10% dengan metode celup menghasilkan nilai yang lebih baik pada hari ke-6; kadar air 59,47%; kadar lemak 4,2527% dan total mikroba 4,2 x 104 CFU/g tetapi memiliki kadar abu paling tinggi sebesar 2,8922% dan kadar protein terendah sebesar 20,5807%. | Skipjack tuna is prone to damage or decay. The kecombrang flower is one of the natural preservatives that can be applied to fish. The stability and solubility of the kecombrang flower in water have limitations, so technology is needed to enhance the performance of the kecombrang flower, namely microencapsulation. This research method used a Completely Randomized Design (CRD) with 2 factors, namely the concentration of encapsulated kecombrang flower and the application method of edible coating at levels of 5, 7.5, and 10%. The test variables included moisture content, ash content, protein content, fat content, and total microbes. The results of the chemical properties and total microbes of skipjack tuna were analyzed using ANOVA at a 95% confidence level. The findings indicate that storage for 3 days with the concentration of encapsulated kecombrang flower affects moisture content, ash content, fat content, and total microbes, while the edible coating application method affects moisture content, ash content, protein content, and fat content. After 6 days of storage, the concentration of encapsulated kecombrang flower affects moisture content, ash content, fat content, and total microbes, whereas the edible coating application method affects moisture content, ash content, protein content, fat content, and total microbes. The combination of treatment with a 10% concentration of encapsulated kecombrang flower using the dipping method yielded better results on day 6; moisture content was 59.47%; fat content was 4.2527%, and total microbes were 4.2 x 10^4 CFU/g. However, it had the highest ash content at 2.8922% and the lowest protein content at 20.5807%. | |
| 42428 | 45799 | E1B020009 | LEGAL RESPONSIBILITY OF DIGITAL HEALTHCARE PROVIDER PLATFORMS IN TELEMIDICINE SERVICES | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan dan bentuk-bentuk tanggung jawab hukum platform penyedia layanan kesehatan digital dalam memberikan pelayanan telemedicine pada struktur peraturan perundang-undangan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan, pendekatan analitis, dan pendekatan konseptual. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah inventarisasi peraturan perundang-undangan (hukum positif), sinkronisasi hukum, dan penemuan hukum in concreto. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data dan klasifikasi data. Penelitian ini disajikan dalam bentuk teks naratif dengan metode analisis data secara kualitatif menggunakan analisis isi dan analisis perbandingan. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa pengaturan tanggung jawab hukum platform penyedia layanan kesehatan digital dalam memberikan pelayanan telemedicine sudah menunjukkan taraf sinkronisasi secara vertikal. Artinya, peraturan perundang-undangan terkait tanggung jawab hukum platform penyedia layanan kesehatan digital dalam memberikan pelayanan telemedicine yang memiliki derajat lebih rendah tidak bertentangan dengan peraturan yang memiliki derajat yang lebih tinggi, peraturan yang memiliki derajat yang lebih tinggi menjadi dasar atau sumber dibentuknya peraturan yang memiliki derajat lebih rendah. Bentuk tanggung jawab hukum platform penyedia layanan kesehatan digital dalam memberikan pelayanan telemedicine meliputi: tanggung jawab hukum perdata berdasarkan berdasarkan Pasal 26 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 dan diubah kembali dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik; tanggung jawab hukum pidana berdasarkan Pasal 45A Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 dan diubah kembali dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 67, 68, dan 70 Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi; dan tanggung jawab hukum administrasi berdasarkan Pasal 36 Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi. | This study aims to determine the synchronization of regulations and forms of legal responsibility of digital health service provider platforms in providing telemedicine services in the regulatory structure of laws and regulations in Indonesia. This study uses a normative legal research method with a legislative approach method, an analytical approach, and a conceptual approach. The research specifications used are an inventory of laws and regulations (positive law), legal synchronization, and legal discovery in concreto. The type of data used is secondary data obtained from literature studies. Data processing methods with data reduction, data display and data classification. This research is presented in the form of narrative text with qualitative data analysis methods using content analysis and comparative analysis. Based on the results of the study, it is known that the regulation of the legal responsibility of digital health service provider platforms in providing telemedicine services has shown a level of vertical synchronization. This means that the laws and regulations related to the legal responsibility of digital health service provider platforms in providing telemedicine services that have a lower degree do not conflict with regulations that have a higher degree, regulations that have a higher degree become the basis or source for the formation of regulations that have a lower degree. The forms of legal responsibility of digital health service provider platforms in providing telemedicine services include: civil legal responsibility based on Article 26 of Law Number 11 of 2008 as amended by Law Number 19 of 2016 and amended by Law Number 1 of 2024 concerning Information and Electronic Transactions; criminal legal responsibility based on Article 45A of Law Number 11 of 2008 as amended by Law Number 19 of 2016 and amended by Law Number 1 of 2024 concerning Information and Electronic Transactions, Articles 67, 68, and 70 of Law Number 27 of 2022 concerning Protection of Personal Data; and administrative legal responsibility based on Article 36 of the Regulation of the Minister of Communication and Informatics Number 20 of 2016 concerning Protection of Personal Data. | |
| 42429 | 45800 | A1F020028 | KARAKTERISTIK FISIK DAN SENSORI IKAN TONGKOL KOMO (Euthynnus affinis) DENGAN APLIKASI EDIBLE COATING MIKROKAPSUL BUNGA KECOMBRANG | Ikan Tongkol Komo (Euthynnus affinis) menjadi salah satu ikan laut yang mengandung protein tinggi serta kaya akan asam lemak omega 3, protein, karbohidrat dan beberapa mineral. Bunga kecombrang dapat digunakan sebagai bahan aktif pada edible coating untuk memberikan efek perlindungan dan pengawetan pada ikan laut. Teknologi mikroenkapsulasi digunakan pada penelitian ini untuk mempertahankan komponen bioaktif dari bunga kecombrang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik fisik dan sensori ikan laut terhadap perbedaan penambahan konsentrasi dan metode edible coating mikrokapsul bunga kecombrang serta mengetahui kombinasi perlakuan terbaik. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor yang akan diteliti yaitu penerapan metode edible coating dan konsentrasi mikrokapsul bunga kecombrang. Variabel uji karakteristik meliputi pengukuran pH dan warna, serta pengujian sifat sensori meliputi kenampakan kulit, mata, insang, bau, dan tekstur. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji statistik Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metode edible coating celup yang diaplikasikan pada ikan Tongkol Komo (Euthinnus affinis) memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan metode semprot, namun tidak berpengaruh nyata terhadap pH, kenampakan kulit, dan warna (L*, a*, b*). Semakin tinggi konsentrasi mikrokapsul bunga kecombrang, maka semakin tinggi penilaian sensori kenampakan mata, insang, bau, dan tekstur tetapi nilai pH dan kenampakan kulit semakin rendah. Kombinasi perlakuan konsentrasi mikrokapsul bunga kecombrang 6,65% dengan metode edible coating celup menghasilkan total penilaian sensori tertinggi dengan penurunan nilai pH sebesar 0,09% dibanding dengan nilai pH awal. Pada pengujian warna didapatkan nilai L*= 40,4; a*= 5,9; dan b*= 6,4. | Tongkol Komo fish (Euthynnus affinis) is one of the marine fish that contains high protein and is rich in omega-3 fatty acids, protein, carbohydrates, and several minerals. Kecombrang flowers can be used as an active ingredient in edible coatings to provide protective and preserving effects on marine fish. Microencapsulation technology is used to retain the bioactive components of kecombrang flowers. This research aimed to determine the physical characteristics and accessories of marine fish regarding the differences in concentration addition and method of edible coating for kecombrang flower microcapsules and to determine the best treatment combination. This research used a factorial with two factors to be studied, namely the edible coating method and the concentration of kecombrang flower microcapsules. Characteristic test variables include measuring pH and color, as well as testing sensory properties including appearance of skin, eyes, gills, smell, and texture. The research data were analyzed using the Analysis of Variance (ANOVA) statistical test. The results showed that the edible coating dip method applied to Komo tuna (Euthynnus affinis) had better results than the spray method, but did not significantly affect pH, skin appearance, and color (L *, a *, b *). The higher the concentration of torch ginger flower microcapsules, the higher the sensory assessment of eye appearance, gills, odor, and texture but the pH value and skin appearance were lower. The combination of 6.65% torch ginger flower microcapsule concentration treatment with the edible coating dip method produced the highest total sensory assessment with a decrease in pH value of 0.09% compared to the initial pH value. In the color test, the values of L * = 40.4; a * = 5.9; and b * = 6.4. | |
| 42430 | 45801 | A1C020064 | Respons Pertumbuhan Tanaman Kentang Pada Sistem Pembibitan _Polybag_ Dengan Irigasi Sumbu, Variasi Media Tanam dan Pupuk Organik | Produktivitas tanaman kentang di Indonesia masih rendah. Salah satu faktor yang menyebabkan produktivitas kentang yang rendah adalah kualitas dari bibit kentang. Ketersediaan bibit kentang yang unggul masih terbatas dan harganya relatif mahal, oleh karenanya petani dihimbau untuk melakukan pembibitan secara mandiri. Selain itu umumnya tanaman kentang ditanam di dataran tinggi yang berpotensi terjadi erosi dan degradasi lahan. Oleh karena itu, perlu dilakukan metode budidaya dalam polybag. Irigasi yang cocok untuk dikombinasikan dengan polybag adalah irigasi sumbu. Kebutuhan unsur hara pada tanaman dapat dipenuhi menggunakan media tanam dan pupuk organik. Pada penelitian ini menggunakan 4 variasi media tanam dan 3 dosis pupuk yang berbeda. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor yaitu 4 variasi media tanam dan 3 dosis pupuk organik dengan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 36 tanaman kentang. Hasil penelitian menunjukan pengaruh perlakuan variasi media tanam secara statistik berpengaruh nyata terhadap semua variabel pertumbuhan tanaman kentang dan hasil media tanam yang paling optimal adalah perlakuan tanah utuh. Pengaruh perlakuan dosis pupuk kandang ayam secara statistik berpengaruh nyata terhadap variabel pertumbuhan yaitu variabel jumlah daun pada perlakuan dosis pupuk 20 ton/ha dan variabel LAI pada perlakuan dosis pupuk 30 ton/ha. Pengaruh kombinasi perlakuan variasi media tanam dan dosis pupuk organik secara statistik berpengaruh nyata terhadap variabel pertumbuhan dan hasil produktivitas tanaman kentang yaitu kombinasi perlakuan tanah utuh dan dosis pupuk 20 ton/ha pada semua variabel pertumbuhan dan hasil produktivitas tanaman kentan | The productivity of the potato crop in Indonesia is still low. One of the factors leading to low potato productivity is the quality of seed potatoes. The availability of high-yielding seed potatoes is limited and the price is relatively expensive, hence farmers are encouraged to breed their own seedlings. In addition, potatoes are generally planted in the highlands, which has the potential for erosion and land degradation. Therefore, it is necessary to use the polybag cultivation method. Irrigation that is suitable to be combined with polybags is wick irrigation. Nutrient needs of plants can be met using planting media and organic fertilizers. This study used 4 variations of planting media and 3 different doses of fertilizer. This research was arranged based on a 2-factor Completely Randomized Design (CRD), namely 4 variations of planting media and 3 doses of organic fertilizer with 3 replications so that 36 potato plants were obtained. The results showed that the effect of planting media variation treatment statistically significantly influenced all growth variables of potato plants and the most optimal planting media was the whole soil treatment. The effect of chicken manure dose treatment statistically significantly affects the growth variables, namely the number of leaves variable in the treatment of fertilizer dose of 20 tons/ha and the LAI variable in the treatment of fertilizer dose of 30 tons/ha. The effect of the combination of planting media variation and organic fertilizer dose treatment statistically significantly affects the growth variables and productivity of potato plants, namely the combination of whole soil treatment and fertilizer dose of 20 tons/ha on all growth variables and productivity of potato plants. | |
| 42431 | 45804 | A1D019089 | UJI EFEKTIVITAS BEBERAPA BAHAN AKTIF FUNGISIDA TERHADAP Fusarium oxysporum ASAL ISOLAT KENTANG | Tingginya tingkat konsumsi kentang mendorong pemerintah untuk meningkatkan produksi kentang agar dapat mencukupi kebutuhan pasar. Usaha peningkatan produksi kentang tidak terlepas dari adanya faktor pembatas antara lain munculnya organisme pengganggu tanaman. Fusarium oxysporum merupakan salah satu penyakit yang paling merusak pada tanaman kentang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas berbagai bahan aktif fungisida dalam menekan perkembangan F. oxysporum yang yang berasal dari tanaman kentang secara in vitro serta mengetahui bahan aktif yang paling efektif dalam mengendalikan F. oxysporum. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Juli 2024. Penelitian dilakukan Rancangan Acak Lengkap terdiri dari 17 perlakuan menggunakan 4 bahan aktif dengan 4 taraf konsentrasi serta satu kontrol, setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Bahan aktif yang digunakan berupa dimetomorf, simoksanil, metalaksil, dan difenokonazol dengan konsentrasi yang digunakan 100 ppm, 75 ppm, 50 ppm, 25 ppm. Variabel yang diamati meliputi diameter koloni, hambatan relatif, kerapatan konidium, dan viabilitas konidium. Hasil pengamatan menunjukkan difenokonazol memiliki kemampuan hambatan relatif paling tinggi dan diikuti oleh perlakuan simoksanil dan dimetomorf. Bahan aktif metalaksil memiliki daya hambatan relatif bernilai negatif mengindikasikan bahwa metalaksil tidak memiliki sifat antagonisme terhadap F. oxysporum. Penggunaan fungisida sistemik pada setiap perlakuan konsentrasi secara umum dapat menurunkan tingkat kerapatan konidium F. oxysporum. Perlakuan difenokonazol dan dimetomorf merupakan perlakuan dengan jumlah konidium terendah. Hasil pengamatan viabilitas konidium menunjukkan perlakuan fungisida yang diuji tidak menunjukkan adanya pengaruh terhadap viabilitas konidium F. oxysporum. | The high level of potato consumption has encouraged the government to increase potato production to meet market needs. Efforts to increase potato production cannot be separated from limiting factors, including the emergence of plant pest organisms. Fusarium oxysporum is one of the most damaging diseases in potato plants. This study aims to see the effectiveness of various active ingredients of fungicides in suppressing the development of F. oxysporum which attacks potato plants in vitro and to determine the most effective active ingredients in controlling Fusarium spp. The study was conducted at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The research activities were carried out from February to July 2023. The study was conducted using a Completely Randomized Design consisting of 17 treatments using 4 active ingredients with 4 concentration levels and one control. Each treatment was repeated 4 times. The active ingredients used were dimethomorph, cymoxanil, metalaxyl, and difenoconazole with concentrations of 100 ppm, 75 ppm, 50 ppm, and 25 ppm. The observed variables include colony diameter, relative inhibition, conidial density, and viability. The observation results showed that difenoconazole had the highest relative inhibition followed by cymoxanil and dimetomorph treatments. The active ingredient metalaxyl has a negative relative inhibition value indicating that metalaxyl does not have antagonistic properties against F. oxysporum. Systemic fungicides in each concentration treatment can generally reduce the density of F. oxysporum conidia. Difenoconazole and dimetomorph treatments are treatments with the lowest number of spores. The results of observations of spore viability showed that the fungicide treatments tested did not show any effect on the viability of F. oxysporum conidia. | |
| 42432 | 45802 | F1D020014 | Kebijakan Tranformasi Bantaran Sungai Sambong Kabupaten Batang | Perkembangan ruang perkotaan khususnya pada wilayah bantaran sungai sering dikenal sebagai kawasan waterfront. Waterfront berkembang pesat pada masa industrialisasi yang ada di dunia. Secara khusus, pada kota Batang merupakan kota yang memiliki sungai yang dijuluki sebagai Sungai Sambong. Penelitian ini membahas dampak transformasi ruang bantaran Sungai Sambong di Kabupaten Batang, terutama setelah adanya normalisasi Taman pada bantaran sungai. Transformasi ini bertujuan untuk meminimalisir risiko banjir, meningkatkan kegiatan tradisi, kesehatan masyarakat, dan perekonomian lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan sumber data dari studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi ruang bantaran sungai dipengaruhi oleh faktor ekonomi, intervensi pemerintah, dan kondisi fisik sungai. Kebijakan transformasi bantaran sungai harus sejalan dengan prinsip kota berkelanjutan dan budaya yang berlaku di Kabupaten Batang. Pembangunan bantaran sungai Sambong memiliki dampak negatif seperti erosi tanah, gangguan sosial dan ekonomi, kerusakan infrastruktur, dan ancaman kesehatan masyarakat. Namun, pembangunan juga memiliki dampak positif seperti pengembangan ekonomi, pelestarian lingkungan, peningkatan partisipasi masyarakat, dan pelestarian budaya. Normalisasi sungai Sambong juga meningkatkan aksesibilitas dengan membangun jalur pejalan kaki dan sepeda serta memperluas akses kapal. Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan partisipasi aktif dalam pembangunan sangat diperlukan untuk mencapai kesejahteraan yang lebih baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi bantaran sungai Sambong dapat memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Batang. | The development of urban space, especially in riverbank areas, is often known as the waterfront area. Waterfronts developed rapidly during the industrialization era in the world. Specifically, Batang City is a city that has a river nicknamed the Sambong River. This study discusses the impact of the transformation of the Sambong Riverbank space in Batang Regency, especially after the normalization of the Park on the riverbank. This transformation aims to minimize the risk of flooding, increase traditional activities, public health, and the local economy. The research method used is a qualitative approach with data sources from literature studies. The results of the study show that the transformation of riverbank space is influenced by economic factors, government intervention, and the physical condition of the river. The riverbank transformation policy must be in line with the principles of sustainable cities and culture that apply in Batang Regency. The development of the Sambong Riverbank has negative impacts such as soil erosion, social and economic disruption, infrastructure damage, and public health threats. However, development also has positive impacts such as economic development, environmental preservation, increased community participation, and cultural preservation. The normalization of the Sambong River also improves accessibility by building pedestrian and bicycle paths and expanding boat access. Public awareness of the importance of preserving the environment and active participation in development are essential to achieve better welfare. This study concludes that the transformation of the Sambong riverbank can provide significant benefits to the community and the surrounding environment, as well as support sustainable development in Batang Regency. | |
| 42433 | 45803 | A1A020063 | Tingkat Kepuasan Petani Mitra terhadap Pola Kemitraan Inti Plasma pada PG Unit Tersana Baru di Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon | Industri gula di Indonesia memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani tebu. Peningkatan konsumsi di Indonesia dari tahun ke tahun memberikan peluang bagi peningkatan kapasitas produksi pabrik gula. Salah satu pabrik gula yang masih aktif dalam upaya pemenuhan kebutuhan gula khususnya di wilayah Jawa Barat adalah PG Unit Tersana Baru. Pola kemitraan inti plasma antara pabrik gula dan petani tebu merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi gula. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk 1). Mengetahui profil petani yang terdaftar sebagai petani mitra jenis KM-K dengan PG Unit Tersana Baru. 2). Menganalisis tingkat kepentingan dan kinerja yang dirasakan petani mitra terhadap pola kemitraan inti plasma PG Unit Tersana Baru. 3). Menganalisis tingkat kepuasan petani mitra terhadap pola kemitraan inti plasma PG Unit Tersana Baru. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus, yaitu deskripsi mendalam dan analisis fenomena atau unit sosial tertentu yang dilakukan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang fenomena tersebut. Lokasi penelitian yaitu di PG Unit Tersana Baru Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon. Penelitian ini dilaksanakan bulan Maret sampai April 2024, dengan sasaran petani tebu yang terdaftar sebagai petani mitra jenis KM-K dengan tebu tahun kedua pada periode tanam 2022/2023. Perhitungan sampel menggunakan teknik simple random sampling diperoleh sebanyak 70 orang. pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara, kuesioner, observasi, dan studi pustaka. Analisis data yang digunakan adalah Customer Satisfication Index (CSI), Importance Performance Analysis (IPA), dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Karakteristik petani mitra KM-K PG Unit Tersana Baru, presentase petani berjenis kelamin laki-laki adalah 68,6 persen, rata-rata berusia 41 sampai 60 tahun dengan presentase 64,3 persen, petani mitra dengann pendidikan terakhir SD memiliki presentase sebesar 34,3 persen, rata-rata memiliki jumlah tanggungan keluarga 3 sampai 5 orang dengan presentase 51,4 persen, rata-rata lama menjadi petani mitra 15 sampai 30 tahun dengan presentase 50 persen, luas lahan yang dikelola petani mitra kurang dari 5 Ha dengan presentase 55,7 persen, dan rata-rata keuntungan yang diperoleh petani mitra dengan luas lahan 1 Ha sebesar Rp 31.118.000. (2) Tingkat kepuasan petani mitra KM-K PG Unit Tersana Baru memperoleh nilai sebesar 64,51 persen artinya secara keseluruhan petani merasa cukup puas terhadap kualitas pelayanan. (3) Atribut yang menjadi prioritas utama untuk diperbaiki antara lain jumlah dana kredit yang diberikan, akses jalan dari kebun ke pabrik gula, respon terhadap keluhan, pengaturan waktu giling, keakuratan penimbangan, dan kesesuaian harga. | The sugar industry in Indonesia has an important role in supporting food security and improving the welfare of sugarcane farmers. The increase in consumption in Indonesia year by year provides opportunities for the increased production capacity of sugar factories. One of the sugar factories still active in meeting the sugar needs, particularly in the West Java region, was PG Unit Tersana Baru. The core plasma partnership pattern between the sugar factory and sugarcane farmers was one strategy to improve the efficiency and effectiveness of sugar production. The objectives of this research are: 1) To determine the profile of farmers registered as KM-K type partner farmers with PG Unit Tersana Baru. 2) To analyze the level of importance and performance perceived by partner farmers regarding the core plasma partnership pattern of PG Unit Tersana Baru. 3) To analyze the satisfaction level of partner farmers towards the core plasma partnership pattern of PG Unit Tersana Baru. The research method used was the case study method, which was a detailed description and analysis of a specific phenomenon or social unit conducted to gain a deeper understanding of the phenomenon. The research location was at PG Unit Tersana Baru in Babakan District, Cirebon Regency. The research was conducted from March to April 2024, targeting sugarcane farmers registered as KM-K type partner farmers with second year cane for the 2022/2023 planting period. The sample calculation using simple random sampling technique resulted in 70 respondents. Data collection was carried out using interview methods, questionnaires, observations, and literature studies. The data analysis used includes the Customer Satisfaction Index (CSI), Importance Performance Analysis (IPA), and descriptive analysis. The research results show that: (1) The characteristics of KM-K partner farmers of PG Unit Tersana Baru, with a percentage of male farmers being 68.6 percent, an average age of 41 to 60 years with a percentage of 64.3 percent, partner farmers with elementary school education have a percentage of 34.3 percent, an average number of family dependents is 3 to 5 people with a percentage of 51.4 percent, an average of 15 to 30 years as partner farmers with a percentage of 50 percent, land area managed by partner farmers is less than 5 hectares with a percentage of 55.7 percent, and the average profit obtained by partner farmers with a land area of 1 hectare is Rp 31,118,000. (2) The satisfaction level of KM-K partner farmers of PG Unit Tersana Baru obtained a score of 64.51 percent, meaning that overall farmers feel quite satisfied with the quality of service. (3) The attributes that become the main priorities for improvement include the amount of credit funds provided, road access from the fields to the sugar factory, response to complaints, milling schedule management, weighing accuracy, and price suitability. | |
| 42434 | 45805 | F1F020065 | TRANSFORMASI KEBIJAKAN ENERGI BERSIH DAN TERBARUKAN AMERIKA SERIKAT TAHUN 2020-2023 | Penelitian ini menganalisis kebijakan energi Amerika Serikat dalam periode 2020-2023 yang berfokus pada transformasi menuju sumber energi bersih dan terbarukan. Dalam konteks global yang semakin memperhatikan isu perubahan iklim, Amerika Serikat mengambil langkah-langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin. Kebijakan ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 7 (Energi Terjangkau dan Bersih) dan SDG 13 (Tindakan Iklim). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis untuk mengeksplorasi bagaimana kebijakan tersebut dirancang dan diimplementasikan, serta dampaknya terhadap dinamika politik domestik dan geopolitik global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan energi bersih Amerika Serikat tidak hanya berkontribusi pada upaya global mengatasi perubahan iklim, tetapi juga mempengaruhi hubungan diplomatik dan perdagangan internasional, terutama dengan negara-negara penghasil energi. Selain itu, kebijakan ini memperkuat posisi Amerika Serikat sebagai pemimpin dalam transisi energi global, meskipun tantangan dalam implementasinya masih ada, termasuk resistensi dari industri energi fosil dan dampak ekonomi jangka pendek. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran Amerika Serikat dalam transisi energi global serta menawarkan wawasan bagi pembuat kebijakan dan akademisi dalam mengembangkan strategi energi yang berkelanjutan di masa depan. | This research analyzes the United States' energy policies during the 2020-2023 period, focusing on the transition towards clean and renewable energy sources. In a global context increasingly concerned with climate change, the United States has taken strategic steps to reduce reliance on fossil fuels and increase the use of renewable energy, such as solar and wind power. These policies align with the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 7 (Affordable and Clean Energy) and SDG 13 (Climate Action). This study employs a qualitative approach with descriptive-analytical methods to explore how these policies were designed and implemented, as well as their impact on domestic political dynamics and global geopolitics. The findings indicate that the United States' clean energy policies not only contribute to global efforts to combat climate change but also influence diplomatic relations and international trade, particularly with energy-producing countries. Moreover, these policies strengthen the United States' position as a leader in the global energy transition, despite challenges in implementation, including resistance from the fossil fuel industry and short-term economic impacts. This research aims to contribute to a deeper understanding of the United States' role in the global energy transition and offer insights for policymakers and academics in developing sustainable energy strategies for the future. | |
| 42435 | 45806 | E1A020177 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN (Studi Putusan Nomor 8/Pid.Sus-Anak/2023/PN Pbg) | Tindak pidana penganiayaan tidak hanya dapat dilakukan orang dewasa tetapi juga anak. Hal ini terjadi dalam Putusan Nomor 8/Pid.Sus-Anak/2023/PN Pbg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap anak pelaku tindak pidana dalam kasus tersebut dan perlindungan hukum apa saja yang diberikan terhadap anak pelaku tindak pidana penganiayaan di wilayah hukum Pengadilan Negeri Purbalingga. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analisis dengan jenis penelitian normatif sosiologis. Teori yang digunakan ialah Teori Syarat Pemidanaan dan landasan hakim dalam memutus. Hasil Penelitian ini ialah hakim telah melakukan pertimbangan memperhatikan syarat pemidanaan yang dikemukakan Sudarto yakni terpenuhinya unsur perbuatan dan unsur orang,. Hasil akhir dari pertimbangan tersebut yaitu Hakim dalam putusannya Menyatakan Anak yang berhadapan dengan hukum terbutki secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Penganiayaan”, melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan tunggal Penuntut Umum. Menjatuhkan pidana terhadap Anak yang berhadapan dengan hukum dengan pidana peringatan agar menyadari kesalahannya dan tidak mengulangi melakukan tindak pidana atau perbuatan lain yang melanggar hukum, dan apabila melanggar hukum maka sanggup dipidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku lalu memerintahkan kepada Pembimbing Kemasyarakatan untuk melakukan pendampingan, pembimbingan berupa pengawasan terhadap Anak selama 30 (tiga puluh) hari dan membebankan biaya perkara sejumlah Rp3.000,00 (tiga ribu rupiah) kepada Anak. | The crime of abuse can not only be committed by adults but also by children. This happened in Decision Number 8/Pid.Sus-Anak/2023/PN Pbg. This study aims to determine the legal considerations of the judge in sentencing the child perpetrator of the crime in the case and what legal protection is provided to the child perpetrator of the crime of abuse in the jurisdiction of the Purbalingga District Court. This research is a descriptive analytical study with a normative sociological research type. The theory used is the Theory of Sentencing Requirements and the basis for the judge in deciding. The results of this study are that the judge has considered the requirements for sentencing put forward by Sudarto, namely the fulfillment of the elements of the act and the elements of the person. The final result of these considerations is that the Judge in his decision States that the Child in conflict with the law is proven legally and convincingly guilty of committing the crime of "Assault", violating Article 351 Paragraph (1) of the Criminal Code as the sole indictment of the Public Prosecutor. Imposing a criminal penalty on a child in conflict with the law with a warning sentence so that he realizes his mistake and does not repeat committing a crime or other acts that violate the law, and if he violates the law, he can be punished according to the applicable legal provisions and then ordering the Community Guidance Officer to provide assistance, guidance in the form of supervision of the child for 30 (thirty) days and charge the child a court fee of Rp. 3,000.00 (three thousand rupiah). | |
| 42436 | 45808 | L1C020026 | Identifikasi Molekuler dan Analisa Metabolomik serta Uji Aktivitas Antimikroba Rumput Laut Hijau dari Pantai Drini Gunung Kidul | Indonesia memiliki tingkat keanekaragaman biota laut yang tinggi, salah satu kekayaan laut yang potensial dan memiliki peran penting bagi lingkungan laut yaitu rumput laut. Pantai Drini di Gunung Kidul merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi penghasil rumput laut yang cukup besar. Akan tetapi, kelimpahannya belum termanfaatkan secara menyeluruh karena terbatasnya pemahaman mengenai kandungan senyawa potensial rumput laut tersebut. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah dilakukan identifikasi untuk mengetahui jenis spesies rumput laut hijau, analisa metabolomik menggunakan LC-HRMS (Liquid Chromatography High Resolution Mass Spectrometry), dan uji aktivitas antimikroba rumput laut hijau terhadap bakteri patogen Escherichia coli K12, Micrococcus luteus ATCC4698, dan Bacillus megaterium DSM32. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa rumput laut teridentifikasi secara morfologi dan anatomi sebagai Codium intricatum, Cladophora prolifera, dan Ulva lactuca. Akan tetapi, sampel tersebut belum teridentifikasi secara molekuler. Senyawa metabolit yang berpotensi sebagai antimikroba meliputi pheophorbide a (m/z 593.27), ricinoleic acid-C18:0 (m/z 481.425), OUABAIN (m/z 607.144), AC1L1X1Z CollisionEnergy:102040 (m/z 637.314), dan sarmentoside b (m/z 663.461). Hasil uji aktivitas antimikroba menunjukkan bahwa hanya ekstrak n-hexane Codium intricatum dan ekstrak metanol Ulva lactuca terhadap bakteri Micrococcus luteus ATCC4698 yang memiliki zona hambat dengan kategori sedang, sedangkan ekstrak lainnya memiliki zona hambat dengan kategori lemah, baik pada bakteri Micrococcus luteus ATCC4698, Escherichia coli K12, maupun Bacillus megaterium DSM32. Ekstrak rumput laut hijau bersifat bakteriostatik terhadap bakteri patogen uji. Oleh karena itu, rumput laut di Pantai Drini dapat dimanfaatkan secara maksimal, tidak hanya sebagai antimikroba melainkan sebagai antikanker, antiinflamansi, antijamur, dan lain sebagainya. | Indonesia has a high level of marine biota diversity, one of the potential marine wealth and has an important role for the marine environment is seaweed. Drini Beach in Gunung Kidul is one of the areas that has considerable seaweed-producing potential. However, its abundance has not been used thoroughly due to limited understanding of the potential compound content of the seaweed. Therefore, the purpose of this study was to identify the type of chlorophyta species, metabolomic analysis using LC-HRMS (Liquid Chromatography High Resolution Mass Spectrometry), and test the antimicrobial activity of green seaweed against pathogenic bacteria Escherichia coli K12, Micrococcus luteus ATCC4698, and Bacillus megaterium DSM32. The results obtained that the seaweeds were identified morphologically and anatomically as Codium intricatum, Cladophora prolifera, and Ulva lactuca. However, these samples have not been identified molecularly. Metabolite compounds with antimicrobial potential include pheophorbide a (m/z 593.27), ricinoleic acid-C18:0 (m/z 481.425), OUABAIN (m/z 607.144), AC1L1X1Z CollisionEnergy:102040 (m/z 637.314), and sarmentoside b (m/z 663.461). The results of the antimicrobial activity test showed that only the n-hexane extract of Codium intricatum and the methanol extract of Ulva lactuca against Micrococcus luteus ATCC4698 bacteria had a zone of inhibition with a moderate category, while the other extracts had a zone of inhibition with a weak category, both on Micrococcus luteus ATCC4698, Escherichia coli K12, and Bacillus megaterium DSM32 bacteria. Chlorophyta extract was bacteriostatic against the test pathogenic bacteria. Therefore, seaweed in Drini Beach can be used optimally, not only as an antimicrobial but also as an anticancer, anti-inflammatory, antifungal, etc. | |
| 42437 | 45809 | L1C020050 | DNA Barcoding Rumput Laut Sargassum sp. dan Padina sp. Di Pantai Sepanjang Gunung Kidul Serta Profiling Metabolitnya | Sargassum sp. dan Padina sp. merupakan genus dari phaeophyta yang memiliki senyawa bioaktif dan berpotensi sebagai antibakteri, namun masing-masing genus belum dimanfaatkan secara optimal karena kurangnya informasi mengenai spesies dan kandungan senyawanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies secara genetik, mengidentifikasi senyawa bioaktif, dan aktivitas antibakteri phaeophyta di Pantai Sepanjang terhadap bakteri patogen Micrococcus luteus ATCC4698, Escherichia coli K12, dan Bacillus megaterium DSM32. Sampel phaeophyta diidentifikasi secara genetik menggunakan DNA Barcoding untuk mendapatkan hasil yang akurat. LC-HRMS (Liquid Chromatography High Resolution Mass Spectrometry) digunakan untuk analisis metabolomik pada phaeophyta. Aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram digunakan untuk mengetahui potensi phaeophyta sebagai antibakteri. Phaeophyta di Pantai Sepanjang teridentifikasi memiliki kemiripan dengan Sargassum polycystum dengan similaritas 98,82% dan 98,48% serta Padina minor dengan similaritas 98,35%. Kedua spesies tersebut memiliki senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri, yaitu ricinoleic acid-C16:1 (m/z 534,371), pheophorbide A (m/z 593,285 M+H), neomycin sulfate (m/z 637,315), OUABAIN (m/z 607,114), dan sarmentoside B (m/z 663,461). Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa S. polycystum dan P. minor memiliki potensi antibakteri yang lemah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa phaeophyta yang terdapat di Pantai Sepanjang adalah S. polycystum dan P. minor yang mengandung senyawa metabolit sekunder dan berpotensi sebagai antibakteri. | Sargassum sp. and Padina sp. are genus of phaeophyta that have bioactive compounds and potential as antibacterials, but it has not been utilized optimally due to lack of information about species and content of the compound. This study determine to identify species genetically, the bioactive compounds, and antibacterial activity of phaeophyta in Sepanjang Beach against pathogenic bacteria Micrococcus luteus ATCC4698, Escherichia coli K12, and Bacillus megaterium DSM32. Phaeophyta sample was genetically identified using DNA Barcoding to obtain accurate result. LC-HRMS (Liquid Chromatography High Resolution Mass Spectrometry) was used to metabolomics analysis on phaeophyta. Antibacterial activity using disc diffusion method was used to aims potential of phaeophyta as antibacterial. Phaeophyta in Sepanjang Beach was identified as similar to Sargassum polycystum species with 98.82% and 98.48% similarity and Padina minor with 98.35% similarity. It had secondary metabolite compounds with antibacterial potential, namely ricinoleic acid-C16:1 (m/z 534,371), pheophorbide A (m/z 593,285 M+H), neomycin sulfate (m/z 637,315), OUABAIN (m/z 607,114), and sarmentoside B (m/z 663,461). Antibacterial test results obtained that Sargassum polycystum and Padina minor had weak antibacterial potential. This research concluded that phaeophyta in Sepanjang Beach was S. polycystum and P. minor, both contain secondary metabolite compounds that have potential as antibacterials. | |
| 42438 | 45810 | J1A020037 | An Analysis of Technical Terms Translation Techniques and Acceptability in Hoyoverse’s Honkai Star Rail “Universe in a Nutshell” Achievement Tab | Penelitian ini menganalisis teknik penerjemahan dan tingkat keberterimaan untuk istilah-istilah teknis dalam tab achievement “Universe in a Nutshell” pada video game Honkai Star Rail. Dengan mempertimbangkan latar belakang para pemain yang beragam, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi metode penerjemahan dan keefektifannya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis 48 istilah teknis dari 92 achievement dan mengumpulkan data keberterimaan melalui kuesioner berdasarkan metode Nababan (2012). Hasil penelitian menunjukkan bahwa borrowing merupakan teknik penerjemahan yang paling banyak digunakan (66,6%), diikuti oleh particularization (20,8%), Description (10,4%), dan Amplification (4,2%). Dari 92 hasil terjemahan, 41 di antaranya mengandung istilah teknis, dengan tingkat keberterimaan yang menunjukkan bahwa 39% berterima, 61% kurang berterima, dan tak satupun yang tidak berterima. Penggunaan teknik borrowing yang berlebih menghasilkan gaya terjemahan yang monoton, dengan mayoritas menilai terjemahan tersebut kurang berterima. Preferensi terhadap terminologi bahasa Inggris, yang sering kali menjadi standar bagi para pemain multibahasa, turut berkontribusi terhadap masalah ini. Penelitian ini menggarisbawahi perlunya adaptasi bahasa dan budaya yang lebih baik untuk meningkatkan keterlibatan dan kepuasan pemain dengan Honkai Star Rail. | This study evaluates translation techniques and acceptability rates for technical terms in the "Universe in a Nutshell" achievement tab of the Honkai Star Rail video game. Given the diverse backgrounds of the game's players, the research aims to explore translation methods and their effectiveness. Using a descriptive qualitative approach, the study involved analyzing 48 technical terms across 92 achievements and gathering acceptability data through questionnaires based on Nababan’s (2012) method. Findings reveal that borrowing is the predominant translation technique (66.6%), followed by particularization (20.8%), description (10.4%), and amplification (4.2%). Out of the 92 achievements, 41 contain technical terms, with acceptability rates showing 39% acceptable, 61% less acceptable, and none deemed unacceptable. The over-reliance on borrowing techniques has led to a monotonous translation style, with the majority rating the translations as less acceptable. This preference for English terminology, often default for multilingual players, contributes to this issue. The study underscores the need for better linguistic and cultural adaptation to enhance player engagement and satisfaction with Honkai Star Rail. | |
| 42439 | 45811 | L1C020022 | Identifikasi Molekuler dan Senyawa Bioaktif Rumput Laut Merah Kappaphycus sp. dan Eucheuma sp. serta Potensinya sebagai Antibakteri | Penggunaan antibiotik kimia dalam jangka panjang dapat menyebabkan antimicrobial resistance (AMR) sehingga perlu adanya penemuan obat antibiotik alami dengan sedikit atau tanpa efek samping. Rumput laut Kappaphycus sp. dan Eucheuma sp. diketahui memiliki senyawa bioaktif yang bersifat antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies rumput laut Kappaphycus sp. dan Eucheuma sp. secara morfologi, anatomi, dan molekuler, mengetahui senyawa bioaktif serta aktivitas antibakteri pada Kappaphycus sp. dan Eucheuma sp. terhadap bakteri patogen Escherichia coli K12, Bacillus megaterium DSM32, dan Micrococcus luteus ATCC4698. Identifikasi molekuler menggunakan DNA barcoding dengan gen COX1. Identifikasi senyawa bioaktif menggunakan LC-HRMS yang selanjutnya dianalisis lebih lanjut menggunakan GNPS dan Cytoscape. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode disk diffusion. Hasil identifikasi rumput laut Kappaphycus sp. dan Eucheuma sp. secara morfologi, anatomi, dan molekuler yaitu Kappaphycus striatus dan Eucheuma denticulatum. Senyawa bioaktif terdereplikasi yang berpotensi sebagai antibakteri meliputi senyawa sarmentoside B, neomycin sulfate, OUABAIN, pumilacidin C, dan lichenysin-G9a. Uji aktivitas antibakteri kedua rumput laut tersebut memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri patogen dengan kategori lemah. Penelitian ini menunjukkan bahwa rumput laut K. striatus dan E. denticulatum memiliki potensi sebagai sumber antibiotik alami. | The long-term use of chemical antibiotics can cause antimicrobial resistance (AMR), so it is necessary to find natural antibiotic drugs with little or no side effects. Kappaphycus sp. and Eucheuma sp. seaweed are known to have bioactive compounds that are antibacterial. This study aims to determine the species of seaweed Kappaphycus sp. and Eucheuma sp. morphologically, anatomically, and molecularly, as well as the bioactive compounds and antibacterial activity in Kappaphycus sp. and Eucheuma sp. against pathogenic bacteria Escherichia coli K12, Bacillus megaterium DSM32, and Micrococcus luteus ATCC4698. Molecular identification used DNA barcoding with COX1 gene. Identification of bioactive compounds applied LC-HRMS, which was further analyzed used GNPS and Cytoscape. Disk diffusion method was applied for antibacterial activity. The results of the identification of seaweed Kappaphycus sp. and Eucheuma sp. morphologically, anatomically, and molecularly were Kappaphycus striatus and Eucheuma denticulatum. Replicated bioactive compounds with antibacterial potential include sarmentoside B, neomycin sulfate, OUABAIN, pumilacidin C, and lichenysin-G9a. The antibacterial activity test of the two seaweeds had antibacterial activity against pathogenic bacteria with a weak category. This study revealed that K. striatus and E. denticulatum seaweeds have potential as a source of natural antibiotics. | |
| 42440 | 45812 | A1F020073 | Optimasi Proporsi Bubuk Konsentrat Whey dan VCO (Virgin Coconut Oil) Pada Pembuatan Kukis Berbasis Mocaf | Kukis merupakan salah satu makanan ringan yang tingkat konsumsinya cukup tinggi di Indonesia dan umumnya terbuat dari bahan dasar terigu. Tingginya tingkat konsumsi kukis dapat menyebabkan ketergantungan pada pangan berbasis terigu. Ketergantungan ini dapat dikurangi dengan melakukan inovasi pembuatan kukis berbahan dasar tepung yang terbuat dari pangan lokal. Mocaf yang terbuat dari singkong menjadi salah satu alternatif substitusi terigu. Namun, mocaf terbuat dari umbi-umbian sehingga kadar proteinnya rendah. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan modifikasi dengan menambahkan bubuk konsentrat whey dan VCO serta mengoptimasi formula sebagai upaya untuk meningkatkan kadar protein maupun perbaikan sensori pada kukis mocaf. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menetapkan proporsi bubuk konsentrat whey dan VCO untuk menghasilkan kukis yang memiliki respon optimum meliputi intensitas warna kuning kecokelatan in range, keremahan maksimal, kelembutan maksimal, milky flavor maksimal, coconut flavor maksimal, cassava flavor in range, dan kesukaan secara keseluruhan maksimal, (2) mengkaji karakteristik sensori dari faktor yang dioptimasi yaitu bubuk konsentrat whey dan VCO, (3) menetapkan karakteristik sensori dan kimia produk kukis dengan penambahan bubuk konsentrat whey dan VCO optimum. Penelitian dilaksanakan di Pusat Inovasi Pangan Dukuhwaluh dan Laboratorium Pengolahan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto mulai bulan Februari 2024 hingga Mei 2024. Penelitian dilakukan menggunakan metode Response Surface Methdology (RSM) dengan rancangan percobaan Central Composite Design (CCD) yang terdiri dari 2 faktor, 2 blok, dan 14 kombinasi perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis dengan software Design Expert V.13. Penelitian ini menghasilkan formula optimum kukis dengan proporsi bubuk konsentrat whey 9,014% dan VCO 13,536% dengan nilai desirability 0,622. Hasil uji sensori menunjukkan kukis formula optimum memiliki karakteristik sensori meliputi warna agak kuning kecoklatan (3,33), tekstur agak remah (2,76) dan agak lembut (3,30), milky flavor agak kuat (2,85), coconut flavor agak kuat (3,37), cassava flavor agak kuat (2,67), dan tingkat kesukaan yang agak disukai (3,36). Hasil analisis kimia menunjukkan kukis optimum memiliki kadar abu 2,19% (bk), kadar protein 5,06% (bk), kadar lemak 24,37% (bk), dan kadar karbohidrat 68,2% (bk). | Cookies are type of snack that has a high consumption in Indonesia and its generally made from wheat flour. The high level of cookies consumtion can cause dependence on wheat based foods. This dependence can be reduced by innovating the coookies made from flour local foods. Mocaf flour made from cassava is an alternative substitute for wheat flour. However, mocaf is made from tubers, so the protein content is low. Therefore, in this research modifications were made by adding whey concentrate powder and VCO and optimizing the formula in an effort to increase protein levels and sensory improvements in mocaf cookies. This research aims to: (1) determining the proportion of whey concentrate powder and VCO to produce cookies that have an optimum response include the intensity of the brownish yellow color in range, maximum crumbliness level, maximum softness level, maximum milky flavor, maximum coconut flavor, cassava flavor in range, and maximum overall liking, (2) examing the sensory characteristics of the optimized factors, namely whey concentrate powder and VCO, (3) determining the sensory and chemical characteristics of cookie products with the addition of optimum whey concentrate powder and VCO. This research was conducted at the Dukuhwaluh Food Inovation Center and Laboratory of Food Processing Agricultural Technology, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from February 2024 to May 2024.This research used the RSM (Response Surface Methodology) method with a CCD (Central Composite Design) experimental design consisting of 2 factors, 2 blocks, and 14 treatment combinations. The data obtained were analyzed with Design Expert V.13. This research produced the optimum formula cookies with a whey concentrate powder proportion is 9,014% and VCO is 13,536% with a desirability value of 0,622. Sensory test results show that the optimum formula has sensory characteristics in the form of a slightly brownish yellow color (3.33), a slightly crumbly texture (2.76) and slightly soft (3.30), a slightly strong milky flavor (2.85), coconut flavor is rather strong (3.37), the cassava flavor is rather strong (2.67), and the level of liking is slightly like (3.36). The optimum cookies has a ash content of 2,19%, protein content of 5,06%, fat content of 24,37%, and carbohydrate content of 68,2%. |