Artikelilmiahs
Menampilkan 42.501-42.520 dari 48.839 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 42501 | 45892 | A1C020020 | PENGARUH PEMBERIAN MULSA ORGANIK TERHADAP PEMADATAN TANAH AKIBAT PERLINTASAN TRAKTOR RODA EMPAT PADA KEDALAMAN 0 – 50 CM | Penggunaan traktor sudah menjadi kebutuhan penting petani untuk mengolah tanah karena dinilai lebih efektif dibandingkan dengan pengolahan tanah konvensional. Sementara itu perlintasan traktor ketika melakukan pengolahan tanah dapat mengakibatkan pemadatan tanah yang dapat berpengaruh negatif terhadap tingkat produksi tanaman. Disisi lain mulsa organik dapat menciptakan kondisi lingkungan tanah yang baik bagi aktivitas mikroorganisme tanah, meningkatkan kandungan bahan organik tanah, dan menekan pertumbuhan gulma. Meskipun ketersediaan mulsa organik melimpah, namun kajian tentang pemanfaatan mulsa untuk mengurangi dampak pemadatan tanah akibat perlintasan traktor roda empat pada tingkat kedalaman 0 – 50 cm masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk (1) Mengkaji pengaruh jenis mulsa organik terhadap kepadatan tanah akibat perlintasan traktor roda empat pada kedalaman 0 – 50 cm. (2) Mempelajari hubungan antara beberapa variabel sifat fisik tanah (ks, , ρd, w, f ) terkait dengan pemberian jenis mulsa organik dan kepadatan tanah akibat perlintasan traktor roda empat pada kedalaman 0 – 50 cm. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2023 – Juni 2024 di lahan pertanian Unit Penyewaan Jasa Alsintan (UPJA) Sokaraja serta lab Terpadu 1 IAB, Universitas Jenderal Soedriman. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan, yaitu tanpa mulsa (M0), mulsa jerami (MJ), mulsa sekam (MS), dan mulsa serasah daun bambu (MSD). Sampel tanah tidak terganggu diambil pada kedalaman 0 – 10, 10 – 20, 20 – 30, 30 – 40, dan 40 – 50 cm, dengan jumlah ulangan pengambilan sampel tanah 5 kali pada setiap kedalaman tanah, sehingga total sampel tanah yang diambil adalah 100 sampel. Bahan yang digunakan meliputi: mulsa jerami, serasah daun bambu, sekam dan 4 buah petakan lahan berukuran 2 m x 2 m. Sedangkan alat yang digunakan meliputi: traktor roda empat, head core ring sampler, soil ring sampler dengan ukuran standar, oven, jangka sorong, timbangan digital, cawan alumunium, alat falling head meter, cangkul, sekop, linggis, pisau, patok, tali, meteran, kantong plastik, kain, papan kayu, palu, isolasi, baki, pagar ploting dan stopwatch. Variabel yang diukur adalah dry bulk density, konduktivitas hidrolik jenuh, porositas, dan kadar air tanah. Analisis data menggunakan analisis regresi serta Analysis of Variance (ANOVA) 5 % dengan uji lanjut menggunakan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mulsa jerami, sekam padi dan serasah daun bambu cenderung memberikan pengaruh terhadap penurunan nilai dry bulk density dan peningkatan nilai konduktivitas hidrolik jenuh, porositas, maupun kadar air tanah dibandingkan perlakuan tanpa mulsa organik (M0). Dari ketiga jenis mulsa organik tersebut, mulsa jerami (MJ) paling berpengaruh terhadap penurunan dry bulk density dan peningkatan konduktivitas hidrolik jenuh, porositas, maupun kadar air tanah diikuti dengan mulsa serasah daun bambu (MSD), lalu mulsa sekam padi (MS). Peningkatan kedalaman tanah cenderung menghasilkan penurunan dry bulk density, dan peningkatan nilai konduktivitas hidrolik jenuh, porositas, maupun kadar air tanah. Dry bulk density memiliki hubungan linear negatif terhadap konduktivitas hidrolik jenuh dengan nilai R2 0.5253. Porositas memiliki hubungan linear positif terhadap konduktivitas hidrolik jenuh dengan nilai R2 0.5253, Kadar air memiliki hubungan linear positif dengan konduktivitas hidrolik jenuh terhadap nilai R2 0.4578. | The use of tractors has become a crucial necessity for farmers due to its effectiveness compared to conventional soil preparation methods. However, the passage of tractors during soil preparation can lead to soil compaction, which negatively impacts crop yields. On the other hand, organic mulch can create a favorable soil environment for microbial activity, increase soil organic matter, and suppress weed growth. Despite the abundance of organic mulch, there is limited research on its utilization to mitigate the effects of soil compaction caused by four-wheel tractor passage at depths of 0–50 cm. Therefore, this study aims to (1) investigate the impact of different types of organic mulch on soil compaction caused by four-wheel tractor passage at depths of 0–50 cm. (2) explore the relationship between several physical properties of soil (ks, ρd, w, f) related to the application of different types of organic mulch and soil compaction caused by four-wheel tractor passage at depths of 0–50 cm. The research was conducted from December 2023 to June 2024 on the agricultural land of the Unit Penyewaan Jasa Alsintan (UPJA) Sokaraja and the Integrated Laboratory 1 IAB of Jenderal Soedirman University. The experimental design used a Complete Randomized Design (CRD) with 4 treatment levels: no mulch (M0), wheat straw mulch (MJ), rice straw mulch (MS), and bamboo leaf litter mulch (MSD). Soil samples were taken without disturbance at depths of 0–10, 10–20, 20–30, 30–40, and 40–50 cm, with 5 replications for each depth, resulting in a total of 100 soil samples. The materials used included wheat straw, bamboo leaf litter, rice straw, and 4 plots of land measuring 2 m x 2 m. The equipment used included a four-wheel tractor, head core ring sampler, soil ring sampler with standard size, oven, calipers, digital balance, aluminum cup, falling head meter, shovel, rake, axe, stakes, rope, tape measure, plastic bag, cloth, wooden board, hammer, insulation, tray, plot fencing, and stopwatch. The variables measured were dry bulk density, saturated hydraulic conductivity, porosity, and soil moisture content. Data analysis used regression analysis and Analysis of Variance (ANOVA) at a 5% significance level, with further testing using Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level. The research findings indicate that the application of organic mulch straw, rice husks, bamboo leaf litter tends to influence the reduction in dry bulk density and the increase in saturated hydraulic conductivity, porosity, and soil moisture content compared to the control treatment without organic mulch (M0). Among the three types of organic mulch, wheat straw mulch (MJ) had the most significant impact on reducing dry bulk density and increasing saturated hydraulic conductivity, porosity, and soil moisture content, followed by bamboo leaf litter mulch (MSD), and then rice straw mulch (MS). The increase in soil depth tends to result in a decrease in dry bulk density and an increase in saturated hydraulic conductivity, porosity, and soil moisture content. There is a linear negative relationship between dry bulk density and saturated hydraulic conductivity with an R2 value of 0.5253. Porosity has a linear positive relationship with saturated hydraulic conductivity, also with an R2 value of 0.5253. Soil moisture content has a linear positive relationship with saturated hydraulic conductivity, with an R2 value of 0.4578. | |
| 42502 | 45872 | F1A019014 | REPRESENTASI KELAS SOSIAL DALAM HAJATAN MELALUI PEMAKNAAN SAJIAN MAKANAN DI DESA BONO TAPUNG KECAMATAN TANDUN KABUPATEN ROKAN HULU RIAU | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengeksplorasi representasi kelas sosial dalam hajatan melalui pemaknaan sajian makanan di desa BonoTapung, Kec. Tandun, Kab. Rokan Hulu, Riau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pedekatan deskriptif dan teori tindakan sosial Max Weber. Teknik penentuan informan menggunakan Porposive sampling dan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif (ongoing) dan uji validitas dengan triangulasi sumber. Subjek penelitian terdiri dari, 3 orang informan yang sudah pernah melangsungkan hajatan pernikahan, 2 orang informan yang sudah pernah melangsungkan hajatan khitanan, Kaur Kesra, Anggota TAPSD, pemandu adat dan tamu/tetangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Desa Bono Tapung, hajatan merupakan perayaan yang menggabungkan tradisi dan nilai sosial-ekonomi, dimana warga merayakan kehidupan, mengekspresikan identitas budaya dan status sosial, serta memperkuat ikatan sosial. Dalam masyarakat Desa Bono Tapung, sajian makanan pada hajatan dapat mencerminkan kelas sosial, diidentifikasi melalui jenis makanan, jumlah menu, bahan baku, dan menu akulturasi, menunjukkan perbedaan status sosial dan nilai budaya antar kelompok masyarakat. Kesimpulan berdasarkan teori tindakan sosial Max Weber, pemaknaan dan penyajian sajian hajatan di desa Bono Tapung merupakan tindakan instrumental yang digunakan untuk menunjukkan status sosial dan mempertahankan posisi dalam struktur sosial. Sajian makanan tidak hanya berfungsi sebagai upaya mencapai tujuan pragmatis, tetapi juga berperan penting dalam dinamika sosial-ekonomi karena setiap kelas sosial memiliki strategi berbeda dalam hal kualitas dan kuantitas makanan. | This research aims to find out and explore the representation of social class in celebrations through the meaning of food offerings in BonoTapung village, Kec. Tandun, Kab. Rokan Hulu, Riau. This research uses qualitative methods through a descriptive approach and Max Weber's theory of social action. The technique for determining informants uses porposive sampling and data collection through in-depth interviews, participatory observation and documentation. The data analysis method used is interactive analysis (ongoing) and validity testing with source triangulation. The research subjects consisted of 3 informants who had previously held wedding celebrations, 2 informants who had previously held circumcision celebrations, Kaur Kesra, TAPSD members, traditional guides and guests/neighbors. The research results show 1 that in Bono Tapung Village, celebrations are celebrations that combine tradition and socio- economic values, where residents celebrate life, express cultural identity and social status, and strengthen social ties. In the Bono Tapung Village community, food offerings at celebrations can reflect social class, identified through the type of food, number of menus, raw materials, and acculturation menus, showing differences in social status and cultural values between community groups. Conclusions based on Max Weber's theory of social action, the meaning and presentation of celebration dishes in Bono Tapung village are instrumental actions used to show social status and maintain position in the social structure. Food serving not only functions as an effort to achieve pragmatic goals, but also plays an important role in socio-economic dynamics because each social class has different strategies in terms of food quality and quantity. | |
| 42503 | 45882 | L1A020043 | Hubungan Antara Tingkat Kerapatan Mangrove dengan Kelimpahan Macrodebris di Segara Anakan Bagian Timur Cilacap | Kawasan Mangrove di Segara Anakan Timur mengalami peningkatan jumlah penduduk pada beberapa tahun terakhir yang menyebabkan meningkatnya volume macrodebris di wilayah tersebut dan salah satu faktor peningkatan aktivitas disekitar wilayah pesisir yang berdampak diantaranya terjadi pencemaran di lingkungan pesisir dan laut. Limbah yang akan terbawa arus menjadi macrodebris kemudian terperangkap dan menumpuk di areal mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan mangrove dan kelimpahan macrodebris serta hubungan antara tingkat kerapatan mangrove dengan kelimpahan macrodebris di Segara Anakan Bagian Timur Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei yang terdiri dari 5 stasiun dengan masing-masing stasiun terdiri atas 3 sub stasiun, teknik pengambilan sampel yaitu Purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan data kerapatan mangrove pada semua stasiun dengan total rata-rata kerapatan mangrove sebesar 81 ind/300m2. Data total rata-rata kelimpahan macrodebris sebesar 113,6 item/300m2. Hasil analisa uji regresi menunjukan Y=-0,2151x+43,475 dengan hasil analisa regresi menunjukan nilai R2 sebesar 0,1122 (11,22%) dan nilai r sebesar -0,3349. | Mangrove areas in Segara Anakan Timur have experienced an increase in population in recent years which has led to an increase in the volume of macrodebris in the area and one of the factors for increasing activities around coastal areas which have an impact including pollution in the coastal and marine environment. Waste that will be carried by the current into macrodebris then trapped and accumulated in mangrove areas. This study aims to determine the density of mangroves and macrodebris abundance and the relationship between mangrove density and macrodebris abundance in Segara Anakan Eastern Cilacap. The research method used is a survey method consisting of 5 stations with each station consisting of 3 sub-stations, the sampling technique is purposive sampling. Data analysis was done using descriptive quantitative. The results showed mangrove density data at all stations with a total average mangrove density of 81 ind/300m2. Data total average macrodebris abundance of 113.6 items / 300m2. The results of the regression test analysis showed Y = 0.2151x + 43.475 with the results of regression analysis showed R2 value of 0.1122 (11.22%) and r value of -0.3349. | |
| 42504 | 45884 | B1A020022 | EFEKTIVITAS SENYAWA BIOAKTIF DARI EKSTRAK JAMUR Lentinula edodes TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA T47D DAN MCF7 DENGAN UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK | Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker berbahaya dengan angka kematian yang tinggi. Kasus kanker payudara cenderung naik setiap tahun, terutama di negara-negara berkembang. Pengobatan yang umum dilakukan untuk pengobatan kanker payudara yaitu dengan pembedahan, kemoterapi, dan radioterapi. Pengobatan kanker payudara secara pembedahan tidak dapat dilakukan pada sel kanker yang sudah menyebar, sedangkan pengobatan kemoterapi dan radiasi dapat membunuh sel yang normal. Jamur Lentinula edodes (shiitake) dengan kemampuan antikanker yang dimilikinya dapat menjadi alternatif baru dalam pengobatan kanker payudara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa bioaktif dan aktivitas sitotoksik pada ekstrak n-heksana, kloroform, dan etil asetat jamur L. edodes terhadap sel kanker payudara T47D dan MCF7. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dan eksperimental. Penelitian terdiri atas proses ekstraksi, deteksi senyawa bioaktif, dan uji aktivitas sitotoksik. Ekstraksi senyawa bioaktif dilakukan dengan metode maserasi bertingkat menggunakan tiga pelarut berbeda, yaitu n-heksana (nonpolar), kloroform (nonpolar), dan etil asetat (semipolar). Deteksi senyawa bioaktif menggunakan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan uji aktivitas sitotoksik ekstrak tubuh jamur L.edodes terhadap sel kanker T47D dan MCF7 menggunakan metode MTT assay. Variabel penelitian terdiri atas variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas berupa pemberian ekstrak jamur terhadap kultur sel dengan konsentrasi berbeda (31,25; 62,50; 125; 250; 500; 1000) µg/mL, sedangkan variabel terikat yng diamati berupa penghambatan pertumbuhan sel kanker. Parameter utama penelitian mencakup viabilitas sel, nilai IC50, dan golongan senyawa bioaktif berdasarkan uji KLT, sedangkan pameter pendukung adalah nilai retardation factor (Rf) dan nilai rendemen. Analisis data menggunakan analisis regresi linier yang dapat dilihat dari nilai IC50 dan deteksi senyawa bioaktif dianalisis secara deskriptif yang dapat dilihat dari spot warna yang terelusi. Hasil penelitian menunjukkan adanya kandungan senyawa bioaktif golongan terpenoid dan flavonoid dalam esktrak jamur L. edodes yang diuji, sedangkan uji sitotoksik menunjukkan hasil yang berbeda pada ketiga sampel ekstrak. Berdasarkan nilai IC50 ekstrak n-heksana memiliki aktivitas sitotoksik sebesar 251,16 terhadap sel kanker T47D dan 381,55 µg/mL terhadap sel kanker MCF7. Ektrak Kloroform memiliki aktivitas sitotoksik sebesar 155,11 µg/mL terhadap sel kanker T47D dan 288,30µg/mL terhadap sel kanker MCF7. Ekstrak Etil asetat memiliki aktivitas sitotoksik sebesar 293,43 µg/mL terhadap sel kanker T47D dan 509,92 µg/mL terhadap sel kanker MCF7. | Breast cancer is one of the most dangerous type of cancer with a high mortality rate. The incidence of breast cancer tends to increase every year, especially in developing countries. Common treatments for breast cancer include surgery, chemotherapy and radiotherapy. Sugical treatment for breast cancer is not feasible for cancer cells that have metastasized, while chemotherapy and radiation treatment can kill normal cells. Lentinula edodes (shiitake) mushroom with anticancer abilities can be a new alternative for breast cancer treatment. The aim of this research was to determine the bioactive compounds and cytotoxic activity in n-hexane, chloroform, and ethyl acetate extracts of L. edodes mushrooms against T47D and MCF7 breast cancer cells. The research uses descriptive and experimental methods. The research comprised the extraction, detection of bioactive compounds, and cytotoxic activity test. Extraction of bioactive compounds was carried out using a multilevel maceration method using three different solvents, including n-hexane (nonpolar), chloroform (nonpolar), and ethyl acetate (semipolar). Detection of bioactive compounds using Thin Layer Chromatography (TLC) test and cytotoxic activity test of L.edodes fruit body extract against T47D and MCF7 breast cancer cell using MTT assay method. The research methodology uses descriptive and experimental methods. The descriptive method was used for detect bioactive compounds using Thin Layer Chromatography (TLC) test and the experimental method for determining cytotoxic activity using MTT assay test. The research variables consisted of independent variables and dependent variables. The independent variable was administration of mushroom extracts to cell cultures with different concentrations (31,25; 62,50; 125; 250; 500;1000) µg/mL, while the dependent variable observed was the inhibition of cancer cell growth. The main research parameters included cell viability, IC50 values, and bioactive compound groups based on the TLC test, while supporting parameters are the retardation factor (Rf) value and yield value. Data analysis used linear regression analysis which can be seen from the IC50 value and the detection of bioactive compounds was analyzed descriptively based on the color spots eluted. The research results showed that there were bioactive compounds of terpenoid and flavonoid groups in the L. edodes mushroom extracts tested, while the cytotoxic test showed different results in the three extract samples. Based on the IC50 value, n-hexane extract had cytotoxic activity of 251,16 µg/mL against T47D cancer cells and 381,55 µg/mL against MCF7 cancer cells. Chloroform extract had cytotoxic activity of 155,11 µg/mL against T47D cancer cells and 288,30 µg/mL against MCF7 cancer cells. Ethyl acetate extract had cytotoxic activity of 193,43 µg/mL against T47D cancer cells and 509,92 µg/mL against MCF7 cancer cells. | |
| 42505 | 45873 | B1B020006 | Kinship of Gastropods Inhabit In The Pelus River, Banyumas Regency | Gastropoda memiliki jenis dan spesies yang beragam berdasarkan taksonomi yang membedakannya karakteristiknya.Sungai Pelus merupakan salah satu Sub DAS Serayu yang terletak di Kabupaten Banyumas, Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kekayaan jenis, mengetahui kekerabatan fenetik berdasarkan karakter morfologi, dan mengkonstruksi kunci identifikasi sederhana jenis Gastropoda di Sungai Pelus Banyumas Daerah. Metode survey dengan desain Stratified Random Sampling yang sederhana telah diterapkan untuk mengumpulkan sampel di sungai. Lokasi pengambilan sampel telah dibagi menjadi tiga stasiun: hulu, tengah, dan hilir. Fenotipik Ciri-ciri yang diamati adalah ciri-ciri morfologi diantaranya bentuk cangkang, puncak, bukaan, dan operkulum, motif dan warna cangkang, putaran cangkang, pengukuran morfometri (panjang cangkang, lebar cangkang, tinggi puncak menara, panjang operkulum, lebar lingkaran badan, lebar bukaan, tinggi bukaan). Data morfologi telah dianalisis dengan menggunakan klasifikasi numerik fenetik untuk menentukan kekerabatan dan a kunci penentuan sederhana Gastropoda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2.482 individu Gastropoda di Sungai Pelus terdiri dari 7 Familia, 10 Genus dan diidentifikasi sebagai 10 Spesies. Berdasarkan kesamaan karakter morfologi, kekerabatan Gastropoda Sungai Pelus menunjukkan bahwa dan memiliki kekerabatan terdekat T.granifera dan T.lineata nilai tertinggi kesamaan (0,87) dan yang terkecil adalah C.taivanus dan A. helena (0,50). Hasil dari Analisis kekerabatan menggunakan NTSys menghasilkan 2 kelompok, pada subkelompok 1 terdiri dari spesies T. granifera, T. lineata, S. testudinaria, M. tuberculata, A. helena, R. rubiginosa, A. fulica, E. virginica dan | Gastropods have diverse types and species based on distinguishing taxonomic characteristics.The Pelus River is one of the Serayu Sub-watersheds located at Banyumas Regency, The objectives of this study were to know the species richness, to determine the phenetic kinship based on morphological character, and to construct the simple identification key of Gastropod species in the Pelus River, Banyumas Regency. Survey methods with a simple Stratified Random Sampling design have been applied to collect the samples in the rivers. The sampling locations have been divided into three stations: upstream, middle, and downstream. The phenotypic characteristics that has been observed were morphological characteristics including shell shape, apex, aperture, and operculum, motif and coloration shell, rotation shell, morphometric measurement (shell length, shell width, spire height, operculum length, body whorl width, aperture width, aperture height). The morphological data has been analyzed by using phenetic numeric classification to determine the kinship and a simple determination key of the Gastropods. The result showed that 2.482 individuals of Gastropods in the Pelus River consisted of 7 Familia, 10 Genus and were identified as 10 Species. Based on the similarity of morphological characters, the kinship of Pelus River’s Gastropoda showed that and had the closest kinship T.granifera and T.lineata highst value similarity (0,87) and the least were C.taivanus and A. helena (0,50). The results of the kinship analysis using NTSys produced 2 groups, in subgroup 1 consisting of the species T. granifera, T. lineata, S. testudinaria, M. tuberculata, A. helena, R. rubiginosa, A. fulica, E. virginica and subgroup 2 consisting of C. illustris and C. taivanus.A simple determination key has been constructed for Gastropoda in Pelus River, Banyumas Regency using diagnostic characters. | |
| 42506 | 45797 | C1A018065 | ANALISIS TINGKAT PERSAINGAN DAN PENGUASAAN INDUSTRI PERBANKAN DI INDONESIA TAHUN 2017-2021 | Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat persaingan industri perbankan melalui pendekatan struktural dan non struktural Indonesia dan penguasaan industri perbankan Indonesia, serta menganalisis pengaruh Average Funding Rate, Price of Personnel Expense, Price of Capital Expenditure, Equity to Total Aset, Loan to Total Aset, dan Aset terhadap Total 111Revenue. Hasil analisis menggunakan CR4 dan HHI menunjukkan bahwa tingkat persaingan perbankan melalui pendekatan struktural adalah monopolistik/oligopoli dengan konsentrasi sedang. Tingkat persaingan perbankan melalui pendekatan non struktural adalah monopolistik. Selanjutnya, penguasaan industri perbankan Indonesia belum merata. Kemudian Average Funding Rate, Price of Personnel Expense, Price of Capital Expenditure, dan Loan to Total Aset pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Total Revenue. Sedangkan Equity to Total Aset dan Aset tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Total Revenue. | The purpose of this study is to analyze the level of competition in the banking industry through structural and non-structural approaches in Indonesia and the control of the Indonesian banking industry, as well as to analyze the effect of Average Funding Rate, Price of Personnel Expense, Price of Capital Expenditure, Equity to Total Assets, Loan to Total Assets, and Assets to Total Revenue. The results of the analysis using CR4 and HHI show that the level of banking competition through a structural approach is monopolistic/oligopolistic with moderate concentration. The level of banking competition through a non-structural approach is monopolistic. Furthermore, the mastery of the Indonesian banking industry is uneven. Then Average Funding Rate, Price of Personnel Expense, Price of Capital Expenditure, and Loan to Total Assets have a positive and significant effect on Total Revenue. While Equity to Total Assets and Assets have no significant effect on Total Revenue. | |
| 42507 | 45874 | L1A020085 | Strategi Pengembangan dan Pengelolaan Objek Wisata Seakong Sebagai Alternatif Untuk Mengurangi Tekanan Eksploitasi di Waduk Panglima Besar Soedirman | Objek Wisata Seakong adalah salah satu wisata yang terletak di sekitar Waduk Panglima Besar Soedirman. Kegiatan wisata dapat membawa dampak negatif terhadap kondisi lingkungan waduk, salah satunya kondisi sumberdaya perikanan Waduk Panglima Besar Soedirman yang saat ini sudah berada dalam kondisi terancam punah. Objek Wisata Seakong membutuhkan strategi pengembangan dan pengelolaan yang tepat untuk meminimalisir dampak negatif yang timbul dan merusak sumberdaya perikanan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengembangan dan dapat memberikan alternatif strategi pengembangan dan pengelolaan yang dapat diterapkan di Objek Wisata Seakong. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara yang terdiri dari 40 responden pengunjung dan 3 Key informan. Analisis yang digunakan adalah analisis DPSIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan dan pengelolaan Objek Wisata Seakong belum mengatasi seluruh permasalahan yang ada karena pengembangan dan pengelolaan Seakong tidak menyentuh langsung akar permasalahannya. Strategi yang dapat diberikan sebagai alternatif pengembangan dan pengelolaan Objek Wisata Seakong adalah dengan perbaikan kondisi sarana prasarana wisata, melaksanakan pembinaan pokdarwis, mengadakan pelatihan kepariwisataan untuk peningkatan kualitas SDM, meningkatkan kegiatan promosi wisata, meningkatkan partisipasi masyarakat serta penerapan konsep ekowisata berkelanjutan. | Seakong Tourism Object is one of the attractions located around Panglima Besar Soedirman Reservoir. Tourism activities can have a negative impact on the environmental condition of the reservoir, one of which is the condition of the Panglima Besar Soedirman Reservoir fishery resources which are currently in an endangered condition. Seakong Tourism Objects require appropriate development and management strategies to minimize the negative impacts that arise and damage fishery resources. The purpose of this study is to determine the development and can provide alternative development and management strategies that can be applied at Seakong Tourism Object. This research uses observation and interview methods consisting of 40 visitor respondents and 3 key informants. The analysis used is DPSIR analysis. The results showed that the development and management of Seakong Tourism Objects had not overcome all the existing problems because the development and management of Seakong did not directly touch the root of the problem. The strategy that can be given as an alternative to the development and management of Seakong Tourism Objects is to improve the condition of tourist infrastructure facilities, carry out guidance for Pokdarwis, hold tourism training to improve the quality of human resources, increase tourism promotion activities, increase community participation and apply the concept of sustainable ecotourism. | |
| 42508 | 45875 | A1D020009 | Perbandingan Produksi Tiga Varietas Melon (Cucumis melon L.) pada Sistem Dutch Bucket dan Irigasi Tetes | Melon merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki prospek ekonomi cukup tinggi. Budidaya melalui sistem hidroponik dinilai dapat memberikan efisiensi dan peningkatan produksi jika diimbangi dengan penggunaan varietas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui sistem hidroponik terbaik dan varietas melon terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman melon. Penelitian dilaksanakan bulan November 2023 sampai dengan April 2024. di screenhouse Desa Pasir Kulon, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas dengan ketinggian lokasi 110 m dpl. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi dua faktorial dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap. Faktor pertama adalah sistem hidroponik yang terdiri dari S1 = dutch bucket dan S2 = irigasi tetes. Faktor kedua adalah varietas yang terdiri dari V1 = Golden Aroma, V2 = Rangipo, V3 = Sweet Net.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter hasil terbaik dijumpai pada kombinasi sistem dutch bucket dan varietas Golden Aroma berupa tebal daging buah sebesar 3,3 cm dan total padatan terlarut 17.18° brix. | Melons are one of the horticultural commodities with a high economic prospect. Cultivation through hydroponic systems is considered to offer efficiency and increased production when combined with the use of superior varieties. This research aims to determine the best hydroponic system and the best melon variety for the growth and yield of melon plants. The study was conducted from November 2023 to April 2024 at the screenhouse in Pasir Kulon Village, Karanglewas District, Banyumas Regency, with an altitude of 110 meters above sea level. This research used a split-plot factorial design with a basic design of a Completely Randomized Block Design. The first factor is the hydroponic system, consisting of S1 = Dutch bucket and S2 = drip irrigation. The second factor is the variety, consisting of V1 = Golden Aroma, V2 = Rangipo, and V3 = Sweet Net. The results showed that the best yield parameters were found in the combination of the Dutch bucket system and the Golden Aroma variety, with fruit flesh thickness of 3.3 cm and total soluble solids of 17.18° Brix. | |
| 42509 | 45876 | C1H017020 | THE EFFECT OF BRAND IMAGE, BRAND TRUST, ON BRAND LOVE AND THEIR’S IMPACT ON BRAND LOYALTY (CASE STUDY ON STUDENTS OF UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN AS WARDAH COSMETICS CUSTOMERS) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai pengaruh citra merek, kepercayaan merek, dan kecintaan merek terhadap loyalitas merek di kalangan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman sebagai konsumen produk kecantikan Wardah, dengan menggunakan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kuantitatif serta kuesioner untuk memperoleh data. Teknik analisis data penelitian ini adalah analisis kuadrat terkecil parsial. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa citra merek berpengaruh terhadap kecintaan merek, kepercayaan merek berpengaruh terhadap kecintaan merek, citra merek berpengaruh terhadap loyalitas merek, kepercayaan merek berpengaruh terhadap loyalitas merek, kecintaan merek berpengaruh terhadap loyalitas merek, dan citra merek berpengaruh terhadap kepercayaan merek. Dapat disimpulkan bahwa citra merek, kepercayaan, dan kecintaan merek memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas merek di Universitas Jenderal Soedirman. Implikasi dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Memberikan produk atau layanan yang berkualitas tinggi dan konsisten. Sehingga konsumen akan selalu merasa puas. (2) Melakukan inovasi pada produk dan layanan. (3) Memberikan informasi yang jujur dan jelas tentang produk dan layanan merek. (4) Memanfaatkan ulasan positif dan testimoni dari pelanggan untuk membangun kepercayaan dan kredibilitas. (5) Komunikasi yang efektif. (6) Responsif, serta cepat dalam menagani keluhan pelanggan; memberikan pelayanan yang berkualitas. (7) Menjaga integritas merek. (8) Membangun hubungan yang baik dengan pelanggan. (9) Transparansi dengan proses, harga serta kebijakan perusahaan. (10) Serta konsistensi perusahaan. Limitasi dalam penelitian ini adalah nilai R-square pada brand trust dan brand image yang rendah. | The purpose of this study is to assess the effect of brand image, brand trust, and brand love on brand loyalty among Universitas Jenderal Soedirman students as Wardah beauty product consumers, using a sample size of 100. This study uses quantitative research methodologies as well as questionnaires to obtain data. This study's data analysis technique is partial least squares analysis. The findings of this study show that brand image effects brand love, brand trust effects brand love, brand image effects brand loyalty, brand trust effects brand loyalty, brand love effects brand loyalty, and brand image effects brand trust. It is possible to conclude that brand image, trust, and love all have significant effects on brand loyalty at Universitas Jenderal Soedirman. The implications of this research are as follows: (1) Provide high quality and consistent products or services. So that consumers will always feel satisfied. (2) Make innovations in products and services. (3) Provide honest and clear information about brand products and services. (4) Utilize positive reviews and testimonials from customers to build trust and credibility. (5) Effective communication (6) Responsiveness, and speed in handling customer complaints. (7) Providing quality service. (8) Maintaining brand integrity. (8) Building good relationships with customers. (9) Transparency with processes prices, and company policies. (10) and company consistency. The limitation in this study is the low R-square value on brand trust and brand image. | |
| 42510 | 45912 | A1F020037 | Pengaruh Proporsi gula Dan Konsentrasi Starter terhadap Karakteristik Kimia dan Sensoris Kombucha dari Cascara Robusta (Coffea Canephora) | Kombucha merupakan salah satu minuman fermentasi teh yang memiliki manfaat fungsional karena dapat menjadi agen penghasil senyawa biokimia. Kombucha memiliki beberapa efek kesehatan antara lain sebagai antioksidan, antibakteri, memperbaiki mikroflora usus, dapat meningkatkan ketahanan tubuh dan menurunkan tekanan darah. (Wistiana & Zubaidah, 2015). Indonesia adalah salah satu pengekspor kopi terbesar di dunia. Produksi kopi di Indonesia didominasi oleh perkebunan rakyat yang mencapai 636,7 ribu ton pada tahun 2017 dan telah diekspor ke lima benua (BPS, 2017). Umumnya pada bagian produksi, terdapat hasil samping berupa kulit kopi diperoleh dari pengolahan buah kopi atau ceri kopi yang melalui tahapan pulping yaitu proses pemisahan kulit dan biji. Cascara adalah minuman teh ceri kopi yang dibuat dari kulit kopi yang bersifat menyegarkan dan menstimulasi karena kandungan kafein dan komponen lain yang mirip dengan biji kopi (Sholichah et al., 2019). Penelitian mengenai kombucha dengan bahan dasar teh telah banyak dilakukan, bahkan kini telah dikembangkan pembuatan kombucha dengan bahan baku selain teh seperti cascara. Hasil dari karakteristik produk fermentasi pada pembuatan kombucha sangat bergantung pada faktor-faktor yang memengaruhi pada proses fermentasi seperti aktivitas mikroba dan ketersediaan substrat. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh proporsi gula dan konsentrasi starter terhadap karakteristik kimia dan sensoris kombucha cascara robusta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh proporsi gula dan konsentrasi starter terhadap karakteristik kimia kombucha cascara robusta serta mengetahui pengaruh proporsi gula dan konsentrasi starter terhadap karakteristik sensoris kombucha cascara robusta. Data di analisis menggunakan ANOVA (analysis of Variance) dengan software SPSS. Faktor yang diteliti yaitu konsentrasi penambahan cascara dan lama fermentasi. Kadar penambahan gula yang digunakan 5%, 10%, dan 2% dengan konsentrasi penambahan 5% dan 10%. Analisis yang dilakukan meliputi analisis kuantitaitf terhadap karakteristik kimia yang meliputi aktivitas antioksidan, pH, gula total dan total asam tertitrasi, dan analisis kualitatif organoleptik dengan uji skoring. Hasil penelitian menunjukkan total asam tertitrasi kombucha cascara berkisar antara 1.68-2.65% . Gula total kombucha cascara berkisar antara 2.5-11.1oBrix. pH kombucha cascara berkisar antara 3.3-3.8. Aktivitas antioksidan kombucha cascara berkisar antara 79.9-89.6%. Hasil pengujian sensoris menunjukkan kombucha cascara robusta memiliki rentang karakteristik sensoris yaitu warna kecoklatan sedang, kejernihan agak jernih hingga jernih, aroma asam agak kuat hingga kuat, rasa manis yaitu tidak manis hingga manis, rasa asam yaitu agak asam hingga asam, fermented flavour yaitu agak kuat hingga kuat, aftertaste pahit tidak kuat hingga agak kuat, aftertaste getir tidak kuat hingga kuat, dan kesukaan secara keseluruhan yaitu sedikit suka hingga agak suka. | Kombucha is one of the fermented tea drinks that has functional benefits because it can be an agent producing biochemical compounds. Kombucha has several health effects including as an antioxidant, antibacterial, improving intestinal microflora, can increase body resistance and lower blood pressure. (Wistiana & Zubaidah, 2015). Indonesia is one of the largest coffee exporters in the world. Coffee production in Indonesia is dominated by smallholder plantations which reached 636.7 thousand tons in 2017 and has been exported to five continents (BPS, 2017). Generally in the production section, there are by-products in the form of coffee skin obtained from the processing of coffee fruit or coffee cherries which go through the pulping stage, namely the process of separating the skin and seeds. Cascara is a coffee cherry tea drink made from coffee skin which is refreshing and stimulating because of the caffeine content and other components similar to coffee beans (Sholichah et al., 2019). Research on kombucha with tea as the basic ingredient has been widely carried out, and now kombucha has been developed with raw materials other than tea such as cascara. The results of the characteristics of fermentation products in making kombucha are highly dependent on factors that affect the fermentation process such as microbial activity and substrate availability. Therefore, this study was conducted to determine the effect of sugar content and starter concentration on the chemical and sensory characteristics of cascara robusta kombucha. The purpose of this study was to determine the effect of sugar content and starter concentration on the chemical characteristics of cascara robusta kombucha and to determine the effect of sugar content and starter concentration on the sensory characteristics of cascara robusta kombucha. Data were analyzed using ANOVA (analysis of Variance) with SPSS software. The factors studied were the concentration of cascara addition and fermentation time. The sugar addition levels used were 5%, 10%, and 2% with concentrations of 5% and 10%. The analysis carried out included quantitative analysis of chemical characteristics including antioxidant activity, pH, total sugar and total titratable acid, and qualitative organoleptic analysis with a scoring test. The results showed that the total titratable acid of cascara kombucha ranged from 1.68-2.65%. Total sugar of cascara kombucha ranges from 2.5-11.1oBrix. pH of cascara kombucha ranges from 3.3-3.8. Antioxidant activity of cascara kombucha ranges from 79.9-89.6%. The results of sensory testing showed that cascara robusta kombucha has a medium brownish color, clarity is slightly clear to clear, sour aroma is slightly strong to strong, sweet taste is not sweet to sweet, sour taste is slightly sour to sour, fermented taste from slightly strong to strong,, bitter aftertaste is not strong to slightly strong, tart aftertaste is not strong to strong, and overall liking is slightly like. | |
| 42511 | 45878 | F1B017116 | Pemanfaatan Dana Desa di Desa Lundo Kecamatan Jaken Kabupaten Pati | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan dana desa di Desa Lundo, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati. Penelitian ini berfokus pada bagaimana praktik dana desa dikelola oleh pemerintah desa, terutama dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban sesuai dengan Permendagri No.20 Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis data interaktif untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang pengelolaan dana desa di Desa Lundo. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa sebagian besar dana desa digunakan untuk pembangunan infrastruktur fisik, seperti pembangunan jalan dan talud jalan, sementara aspek pemberdayaan masyarakat, pemenuhan kebutuhan dasar dan pengembangan potensi ekonomi lokal belum mendapatkan perhatian yang cukup. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan dana desa belum optimal dan tidak seimbang, sehingga belum sepenuhnya memenuhi tujuan prioritas yang telah ditetapkan dalam Permendes No. 7 Tahun 2023. | This study attempts to analyze the utilization of village funds in Lundo Village, Jaken Subdistrict, Pati Regency. This research focuses on how village funds are managed by the village government, especially in the aspects of planning, implementation, administration, reporting and accountability in accordance with Permendagri No.20/2018. This research used a qualitative approach with an interactive data analysis method to gain an in-depth understanding of the management of village funds in Lundo Village. Based on the results of the research, it was found that most of the village funds were used for physical infrastructure development, such as road construction and road embankments, while aspects of community empowerment, fulfillment of basic needs and development of local economic potential have not received sufficient attention. This shows that the utilization of village funds is not optimal and unbalanced, so that it has not fully met the priority objectives set out in Permendes No. 7/2023. | |
| 42512 | 45879 | J0B021007 | Pembuatan Buklet Desa Wisata Nglanggeran Berbahasa Mandarin Di Gunungkidul Yogyakarta | Laporan praktik kerja ini berjudul “Pembuatan Buklet Desa Wisata Nglanggeran Berbahasa Mandarin Di Gunungkidul Yogyakarta”. Kegiatan praktik kerja dilaksanakan di Desa Wisata Nglanggeran Gunungkidul Yogyakarta, pada tanggal 23 Oktober 2023 hingga 23 Maret 2024. Latar belakang praktik kerja ini adalah belum tersedianya media informasi yang lengkap mengenai Desa Wisata Nglanggeran berbahasa Mandarin. Tujuan dilaksanakan praktik kerja ini adalah menghasilkan buklet Desa Wisata Nglanggeran berbahasa Mandarin dengan menggunakan metode penerjemahan komunikatif untuk memberikan informasi mengenai Desa Wisata Nglanggeran bagi pengunjung berbahasa Mandarin. Penulis menggunakan empat metode pengumpulan data, yaitu metode observasi, wawancara, jelajah internet, dan metode studi pustaka. Pada proses penerjemahan buklet, penulis menggunakan metode penerjemahan komunikatif karena tata bahasa yang digunakan sudah disesuaikan dengan tata bahasa bahasa sasaran. Selain itu, penulis juga menggunakan teknik penerjemahan deskripsi untuk mendeskripsikan istilah-istilah yang tidak memiliki padanan kata dalam bahasa sasaran. Dengan adanya buklet ini dapat membantu Desa Wisata Nglanggeran dalam menambah ketersediaan media informasi mengenai Desa Wisata Nglanggeran bagi para pengunjung mancanegara, khususnya pengunjung berbahasa Mandarin, serta memberikan kemudahan bagi para pengunjung berbahasa Mandarin agar mengetahui informasi lengkap mengenai Desa Wisata Nglanggeran. | This work practice report is entitled "Making a Chinese Language Nglanggeran Tourism Village Booklet in Gunungkidul Yogyakarta". Work practice activities were carried out at the Nglanggeran Gunungkidul Tourism Village, Yogyakarta, from 23 October 2023 to March 23 2024. The background to this work practice was that complete information media regarding the Nglanggeran Tourism Village in Mandarin was not yet available. The aim of carrying out this work practice is to produce a Mandarin-language Nglanggeran Tourism Village booklet using the communicative translation method to provide information about the Nglanggeran Tourism Village for Mandarin-speaking visitors. The author used four data collection methods, namely observation, interviews, internet browsing, and literature study methods. In the process of translating the booklet, the author used the communicative translation method because the grammar used was adapted to the grammar of the target language. Apart from that, the author also uses descriptive translation techniques to describe terms that do not have equivalent words in the target language. The existence of this booklet can help the Nglanggeran Tourism Village in increasing the availability of information media about the Nglanggeran Tourism Village for foreign visitors, especially Mandarin-speaking visitors, as well as making it easier for Mandarin-speaking visitors to find out complete information about the Nglanggeran Tourism Village. | |
| 42513 | 45885 | H1C017008 | Studi Lingkungan Pengendapan Formasi Halang Daerah Panusupan dan Sekitarnya, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah | Studi ini bertujuan untuk menganalisis lingkungan pengendapan Formasi Halang yang terletak di daerah Panusupan dan sekitarnya, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami karakteristik proses sedimentasi yang terjadi di wilayah ini, yang merupakan bagian dari geosistem yang kompleks dan kaya akan sumber daya alam. Formasi Halang merupakan salah satu unit batuan yang penting secara stratigrafi di daerah tersebut, yang terdiri dari sedimen-sedimen laut dangkal hingga darat. keberagaman litologi serta struktur sedimen yang terbentuk pada formasi Halang dapat membantu menceritakan bagaimana kondisi dari lingkungan pengendapan pada saat proses pembentukan pengendapan terjadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mencakup observasi lapangan, melakukan Pengukuran penampang stratigrafi, dan pengambilan sampel batuan,. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk menggali informasi tentang lingkungan deposisi dan faktor-faktor yang memengaruhi proses pengendapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Formasi Halang terdiri dari berbagai jenis batuan sedimen, termasuk batupasir dan batulempung, yang diendapkan dalam kondisi lingkungan yang beragam. Penentuan lingkungan pengendapan menggunakan fasies menurut Walker (1984) mengidentifikasi fasies melibatkan analisis terhadap tekstur sedimen, struktur sedimen seperti silang-siur, laminasi horizontal. Fasies yang telah diidentifikasi kemudian dibandingkan dengan model fasies Walker yang mencakup berbagai lingkungan pengendapan seperti fluvial, delta, litoral, laut dangkal, dan laut dalam. Hasil analisis menunjukkan bahwa lingkungan pengendapan dari formasi yang dipelajari mencakup fasies fluvial dengan karakteristik seperti struktur silang-siur pada sedimen berbutir kasar dan laminasi vertikal pada sedimen berbutir halus. | This study aims to analyze the depositional environment of the Halang Formation located in Panusupan and surrounding areas, Rembang Sub-district, Purbalingga Regency, Central Java. This study is motivated by the need to understand the characteristics of the sedimentation process that occurred in this region, which is part of a complex geosystem and rich in natural resources. The Halang Formation is one of the stratigraphically important rock units in the area, consisting of shallow marine to terrestrial sediments. The diversity of lithologies and sedimentary structures formed in the Halang formation can help tell how the conditions of the depositional environment at the time of the depositional formation process occurred. The methods used in this study include field observations, stratigraphic cross-section measurements, and rock sampling. The data obtained were then analyzed to explore information about the deposition environment and factors that influence the deposition process. The results show that the Halang Formation consists of various types of sedimentary rocks, including sandstones and mudstones, which were deposited under diverse environmental conditions. Determination of depositional environment using facies according to Walker (1984) identifying facies involves analysis of sediment texture, sediment structure such as cross-bedding, horizontal lamination. The identified facies were then compared with Walker's facies model which includes various depositional environments such as fluvial, deltaic, littoral, shallow marine and deep marine. The analysis shows that the depositional environments of the studied formations include fluvial facies with characteristics such as cross-structure in coarse-grained sediments and vertical lamination in fine-grained sediments. | |
| 42514 | 46659 | I1D020017 | PENGARUH EDUKASI EMO-DEMO PMBA TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BADUTA DI PUSKESMAS PURWOKERTO I | Ibu memegang peran penting dalam menyediakan asupan gizi di rumah, sehingga pengetahuan dan sikap PMBA ibu yang baik dapat memengaruhi konsumsi makanan sehat guna meningkatkan status gizi baduta. Untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu baduta tersebut, digunakan metode edukasi berupa Emo-Demo yaitu kegiatan permainan interaktif yang bertujuan untuk menyampaikan pesan sederhana dengan cara menyenangkan dan menyentuh emosi supaya pesan yang diberikan mudah diingat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi PMBA menggunakan metode Emo-Demo terhadap pengetahuan dan sikap ibu baduta. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain one group pre-test-post-test. Metode edukasi yang digunakan yaitu Emo-Demo. Rangkaian penelitian dilakukan sebanyak 6 pertemuan. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Mei-Agustus 2024. Variabel yang diteliti yaitu pengetahuan dan sikap yang diukur menggunakan kuesioner. Sebanyak 17 responden yaitu ibu baduta dipilih menggunakan purposive sampling. Skor pengetahuan dan sikap diambil dari kuesioner. Analisis data untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi terhadap pengetahuan menggunakan uji Paired T Test. Sedangkan analisis data sikap menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa edukasi menggunakan metode Emo-Demo berpengaruh secara signifikan meningkatkan skor pengetahuan (p=0,000) dengan selisih mean pre-test dan post-test yaitu 2,53. Edukasi juga berpengaruh secara signifikan meningkatkan skor sikap (p=0,033) dengan nilai median(min-maks) selisih pre-test dan post-test sebesar 2(-3-8). | Mothers play a role in providing nutritional intake to improve the nutritional status of toddlers. Therefore it is used Emo-Demo, an interactive game that aims to convey simple messages in a fun and emotional way so the message given is easy to remember. The study aims to determine the effect of PMBA education using the Emo-Demo method on the knowledge and attitudes of mothers of toddlers. This study is a quasi-experimental study with a one group pre-test-post-test design. The educational method used is Emo-Demo. This studies for 6 meetings in May-August 2024. The variables studied were knowledge and attitudes measured using a questionnaire. A total of 17 respondents is mothers of toddlers, selected using purposive sampling. Data analysis of knowledge used the Paired T Test and attitude data used the Wilcoxon test. The results of the bivariate analysis showed that education had a significant effect on increasing knowledge scores (p = 0.000). Education also had a significant effect on increasing attitude scores (p = 0.033). There is an influence of IYCF education using the Emo-Demo method on the knowledge and attitudes of mothers of toddlers. | |
| 42515 | 45881 | A1D017217 | PENGARUH FORMULASI DAN UKURAN PUPUK SILIKA ALAMI TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa. L) DI INCEPTISOL | Jumlah produksi padi di Indonesia merupakan hal yang sangat diperhatikan karena berpengaruh terhadap ketahanan pangan nasional. Program peningkatan produktivitas tanaman pangan melalui perbaikan teknologi pemupukan telah berhasil meningkatkan produksi tanaman pangan terutama padi. Kekurangan unsur hara mikro silika merupakan kendala dalam mencapai produktivitas tanaman padi yang optimal. Meskipun syarat sebagai unsur hara esensial tidak terpenuhi, silika telah lama diketahui diserap tanaman dalam jumlah besar terutama tanaman akumulator silika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk Silika alami terhadap sifat kimia tanah dan hasil tanaman padi. Formula Pupuk Si alami dibuat dari gabungan bahan utama zeolit, arang ampas tebu (SCB) dan arang sekam padi. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Tanah Sumberdaya Lahan dan Screenhouse Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama terdiri atas 6 taraf yaitu 1 kontrol dan 5 formula pupuk. Faktor kedua adalah ukuran granul pupuk yaitu 1-3 mm dan 3-5 mm. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah sifat kimia tanah dan hasil tanaman. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk Si alami dapat meningkatkan KTK. | The amount of rice production in Indonesia is of great concern because it impacts national food security. The program to increase food crop productivity through improved fertilization technology has successfully boosted food crop production, especially rice. A deficiency in the micro-nutrient silica poses a challenge in achieving optimal rice plant productivity. Although silica does not meet the criteria for an essential nutrient, it has long been known to be absorbed by plants in large quantities, especially by silica-accumulator plants. This study aims to assess the effects of natural silica fertilizer on soil chemical properties and rice plant yield. The natural silica fertilizer formula is made from a combination of main ingredients: zeolite, sugarcane bagasse charcoal (SCB), and rice husk charcoal. The research was conducted at the Soil Resource Laboratory and Screenhouse of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The study used a 2-factor completely randomized block design (CRBD) with 3 replications. The first factor consists of 6 levels: 1 control and 5 fertilizer formulas. The second factor is the fertilizer granule size: 1-3 mm and 3-5 mm. The variables observed in this study were soil chemical properties and plant yield. The results indicate that the application of natural silica fertilizer can improve soil cation exchange capacity (CEC). | |
| 42516 | 45886 | L1B017051 | PERTUMBUHAN UDANG RED CHERRY (Neocaridina Davidi) DENGAN PEMBERIAN JENIS PAKAN BERBEDA | Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh jenis pakan berbeda terhadap pertumbuhan udang red cherry (Neocaridina davidi). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan berupa pemberian jenis pakan yang berbeda yaitu cacing darah, cacing sutera, maggot, dan tablet spirulina. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan panjang mutlak, berat mutlak, dan laju pertumbuhan spesifik. Udang uji berumur 60 hari berukuran panjang 1 ± 0,5 cm, dan berat 0,04 ± 0,02 g. Tiap akuarium berisi 20 ekor dan dipelihara selama 40 hari. Data pertumbuhan dianalisis variansi (ANOVA) menggunakan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang nyata di antara perlakuan terhadap parameter pertumbuhan. Hal ini berarti perlakuan pemberian jenis pakan yang berbeda yaitu cacing darah, cacing sutera, maggot, dan tablet spirulina menghasilkan respon pertumbuhan yang relatif sama. Nilai rataan pertumbuhan panjang mutlak, berat mutlak, dan laju pertumbuhan spesifik secara berturut-turut yaitu : pada perlakuan pemberian pakan cacing darah (0,256 ± 0,105 cm; 0,021 ± 0,007 g; 1,139 ± 0,337 %/hari), cacing sutera (0,272 ± 0,058 cm; 0,023 ± 0,003 g; 1,189 ± 0,118 %/hari), maggot (0,248 ± 0,023 cm; 0,018 ± 0,002 g; 0,097 ± 0,121 %/hari), dan tablet spirulina (0,236 ± 0,063 cm; 0,026 ± 0,007g ; 1,192 ± 0,286 %/hari) | The research aims to determine the effect of different types of feed on the growth of red cherry shrimp (Neocaridina davidi). This research used an experimental method with 4 treatments and 4 replications. Treatment consists of different types of feed, i.e. blood worms, silk worms, maggots and spirulina tablets. The parameters observed were growth in absolute length, absolute weight, and specific growth rate. Test shrimp aged 60 days measured 1 ± 0,5 cm in length and weighed 0,04 ± 0,02 g. Each aquarium contains 20 individuals and is maintained for 40 days. Growth data was analyzed for variance (ANOVA) using SPSS software. The results showed that here were no significant differences between treatments regarding growth parameters. This means that treatment with different types of feed, i.e. blood worms, silk worms, maggots and spirulina tablets, produces relatively the same growth response. The average growth values for absolute length, absolute weight, and specific growth rate respectively were: in the bloodworm feeding treatment (0,256 ± 0,105 cm; 0,021 ± 0,007 g; 1,139 ± 0,337%/day), silk worms (0,272 ± 0,058 cm; 0,023 ± 0,003 g; 1,189 ± 0,118 %/day), maggot (0,248 ± 0,023 cm; 0,026 ± 0,007 g; 1,192 ± 0,286 %/day) | |
| 42517 | 45887 | J1A017016 | Semiotic Analysis of Star Wars Posters | Saat ini budaya populer telah menyebar ke seluruh dunia dengan dampak positif dan negatifnya. Salah satu jenis budaya populer yang paling terkenal di dunia adalah sinema. Penelitian ini memiliki dua objektif yaitu untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan ikon, simbol, dan indeks yang terdapat dalam poster Star Wars melalui proses semiotika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan purposive sampling digunakan untuk menjawab rumusan masalah. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dari situs resmi Lucasfilm Ltd. (https://www.lucasfilm.com/productions/). Data yang digunakan adalah tanda-tanda yang terdapat pada poster promosi Star Wars yang dikelompokkan menjadi ikon, simbol, dan indeks. Teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah Teori Warna: Semantics: Primes dan Universals karya Anna Wierzbicka (1996). Hasil menunjukkan terdapat 70 ikon, 67 simbol, dan 76 indeks. Ikon bervariasi dari karakter utama dan pendukung, juga logo dari perusahaan dan produsen film. Simbol-simbol berupa ekspresi wajah, pakaian aktor, warna, properti, setting, dan judul film. Sedangkan indeksnya terdiri dari pose fisik, adegan film, formasi karakter dan properti, serta teks kredit dari produser. Berdasarkan data yang diperoleh, peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan tanda-tanda semiotika dan fungsinya menjadikan materi yang terdapat dalam poster Star Wars menjadi lebih menarik dan terdistribusi dengan baik, karena pesan-pesannya dibungkus dalam citraan yang khas dan penuh warna. | Presently, popular culture has already spread around the world with its positive and negative effects. One of the most famous popular culture kinds in the world is cinema. This research has two objectives: to identify and describe the icon, symbol, and index found in Star Wars posters through semiotic process. The method used in this thesis was descriptive qualitative method and purposive sampling was used to answer the research questions. The data source used in this research was from Lucasfilm Ltd. Official website (https://www.lucasfilm.com/productions/). The data were the signs contained in Star Wars promotional posters that are classified as icon, symbol, and index. The theory used in this thesis is Anna Wierzbicka’s Theory of Color: Semantics: Primes and Universals (1996). The result shows there are 70 icons, 67 symbols, and 76 indexes. The icons vary from major and minor characters, also the movie company and production logos. The symbols are in the form of facial expression, actor wardrobe, color, properties, setting, and movie title. Meanwhile the indexes consist of physical pose, movie scene, characters and properties formation, and textual credit from the producers. Based on the data, the researcher concluded that the use of semiotic signs and its functions made the material contained Star Wars posters more interesting and well-distributed, because the messages are wrapped in special and colorful imagery. | |
| 42518 | 45888 | A1D020051 | Efektivitas Ekstrak Meniran (Phyllanthus niruri L.) untuk Mengendalikan Penyakit Hawar Daun Bakteri Padi | Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium perlindungan tanaman dan screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Karangwangkal, Purwokerto Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2023 hingga Mei 2024. Penelitian dilakukan secara in vitro dan in planta. Penelitian in vitro dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor, yaitu konsentrasi ekstrak meniran dan pelarut. Konsentrasi yang digunakan terdiri dari 6 taraf, yaitu 0%, 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10%. Pelarut yang digunakan yaitu air dan etanol 96%. Adapun penelitian secara in planta dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 4 perlakuan, yaitu P0 = kontrol/tanpa perlakuan, P1= bakterisida (bahan aktif tembaga oksida 56%), P2 = ekstrak meniran 10% pelarut air, dan P3 = ekstrak meniran 10% pelarut etanol 96%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak meniran mengandung senyawa antibakteri dan mampu menghambat pertumbuhan bakteri Xoo secara in vitro. Ekstrak dengan konsentrasi 10% pada pelarut etanol 96% menghasilkan zona hambat paling baik. Namun, Aplikasi ekstrak meniran 10% dengan pelarut air maupun etanol 96% kurang efektif dalam menekan penyakit hawar daun bakteri (HDB) pada tanaman ditinjau dari variabel periode inkubasi, intensitas penyakit, dan laju infeksi yang tidak berbeda nyata pada setiap perlakuan. Aplikasi ekstrak meniran 10% dengan pelarut air maupun etanol 96% juga tidak memberikan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. | This research was carried out at the plant protection laboratory and screen house Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Karangwangkal, North Purwokerto. This research was carried out from December 2023 to May 2024. The research was conducted in vitro and in plant. In vitro research was conducted with a 2-factor Completely Randomized Design (CRD), namely the concentration of P. niruri extract and solvent. The concentration used consists of 6 levels, namely 0%, 2%, 4%, 6%, 8%, and 10%. The solvents used are water and ethanol 96%. The study in plant was carried out with a non-factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with 4 treatments, namely P0 = control, P1 = bactericide (active ingredient copper oxide 56%), P2 = 10% extract with water solvent, and P3 = 10% extract with 96% ethanol solvent. The results showed that P. niruri extract contained antibacterial compounds and was able to inhibit the growth of Xoo bacteria in vitro. Extracts with a concentration of 10% in ethanol solvents of 96% produce the best inhibition zone. However, the application of 10% P. niruri extract with water solvent and 96% ethanol was less effective in suppressing bacterial leaf blight (BLB) in plants from the variables of incubation period, disease intensity, and infection rate which did not differ significantly in each treatment. The application of 10% P. niruri extract with water solvent or 96% ethanol also has no effect on the growth and yield of rice plants. | |
| 42519 | 45889 | H1C017016 | ANALISIS KERENTANAN GERAKAN TANAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE INDEKS STORIE DAERAH SLATRI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KARANGKOBAR, KABUPATEN BANJARNEGARA, JAWA TENGAH | Daerah Slatri dan Sekitarnya, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah merupakan daerah yang berbatasan dengan jalur pegunungan selatan. Daerah penelitian juga merupakan daerah yang memungkinkan terjadinya gerakan tanah, hal ini diakibatkan adanya beberapa faktor alamiah dan faktor aktivitas manusia yang menyebabkan gerakan tanah. Faktor – faktor alamiah yang menyebabkan gerakan tanah diantaranya adalah curah hujan, kemiringan lereng, dan kondisi geologis. Dilakukannya penelitian ini yaitu untuk menjelaskan hubungan kondisi geologis terhadap faktor kerentanan gerakan tanah di daerah penelitian. Metode yang digunakan adalah metode Indeks Storie. Metode ini mencocokkan beberapa parameter yang dianggap sebagai faktor terjadinya gerakan tanah dan diberikan nilai berdasarkan kriteria pembobotan. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa parameter, seperti faktor alam, geologi, dan aktivitas lainnya yang mempengaruhi gerakan tanah di daerah penelitian yang diantaranya adalah tata guna lahan, kemiringan lereng, jenis tanah, serta curah hujan. Parameter – parameter tersebut kemudian diberikan penilaian dan pembobotan sebagai untuk mendapatkan nilai akhir dalam menentukan zona kerentanan gerakan tanah. Hasil dari perhitungan tersebut menghasilkan 2 tingkat gerakan tanah yaitu zona kerentanan gerakan tanah sedang dan zona kerentanan gerakan tanah tinggi | Slatri and its surrounding area, Central Java, bordered by the line of Southern Mountanious Range. Research sites have the possibility of landslides occurence due to some factors, natural occurences and human activities. Natural occurences that might be the cause of landslide are rain intensities, slopes, and geological elements. The purpose of this research is to explain the correlation between geological conditions and the possibilities of landslide. The method that used in this research is Indeks Stories. This method comparing some paramaters that used and considered as the main cause of landslide. Based on the research, parameters that used in this research are ,Land-use, Slopes, Soil Types ,and Rainfall. Those parameters then will be given scores to determining zone of landslide possibilities. From the calculations and analysis, there are 2 type of low intensities medium intensitie and high intensities. | |
| 42520 | 45891 | A1A019097 | FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN SAYURAN ORGANIK DI KOTA PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS | Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, permintaan akan sayuran organik yang bebas dari residu bahan kimia juga semakin meningkat. Konsumerisme ramah lingkungan, yang melibatkan pembelian produk yang sehat dan ramah lingkungan, mendorong permintaan sayuran organik. Preferensi konsumen terhadap sayuran organik meliputi harga terjangkau, mutu tinggi, keseragaman, kemasan aman dan menarik, serta tampilan segar. Memahami perilaku konsumen terhadap sayuran organik sangat penting untuk memenuhi permintaan dan preferensi mereka. Penelitian ini dilakukan yang bertujuan untuk mengetahui faktor yang memengaruhi dan faktor yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian sayuran organik di Kota Purwokerto Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan di beberapa swalayan sayuran organik yang berada di Kota Purwokerto pada bulan Mei – Juni 2024. Responden yang menjadi objek penelitian ini sebanyak 120 konsumen sayuran organik yang ditentukan berdasarkan purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara dan kuesioner melalui g-form. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SEM-PLS dengan bantuan software Smart-PLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel produk, harga, promosi, lokasi dan motivasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai p-values masing-masing sebesar 0,002; 0,000; 0,003; 0,000; dan 0,003 yang artinya lebih kecil dari 5% (0,05) dan koefisien jalur masing-masing 0,231; 0,261; 0,199; 0,292 dan 0,197. Faktor yang paling berpengaruh atau dominan pada penelitian ini adalah faktor lokasi. | As public awareness of healthy lifestyles increases, the demand for organic vegetables that are free from chemical residues is also growing. Eco-consumerism, which involves purchasing healthy and eco-friendly products, is driving the demand for organic vegetables. Consumer preferences for organic vegetables include affordable price, high quality, uniformity, safe and attractive packaging, and fresh appearance. Understanding consumer behavior towards organic vegetables is essential to meet their demands and preferences. This research was conducted which aims to determine the factors that influence and the most influential factors on purchasing decisions for organic vegetables in Purwokerto City, Banyumas Regency. This research was conducted in several organic vegetable supermarkets located in Purwokerto City in May - June 2024. Respondents who became the object of this research were 120 organic vegetable consumers who were determined based on purposive sampling. Data collection was carried out by means of interviews and questionnaires via g-form. The analysis used in this research is SEM-PLS analysis with the help of Smart-PLS 3.0 software. The results showed that the variables of product, price, promotion, location and motivation have a significant influence on purchasing decisions with p-values of 0.002; 0.000; 0.003; 0.000; and 0.003 respectively, which means less than 5% (0.05) and path coefficients of 0.231; 0.261; 0.199; 0.292 and 0.197 respectively. The most influential or dominant factor in this study is the location factor. |