Artikelilmiahs

Menampilkan 42.441-42.460 dari 48.839 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4244145813L1A020011Analisis Hasil Tangkapan dan Penentuan Musim Penangkapan Ikan Bawal Hitam (Parastromateus niger) yang didaratkan di TPI Karangsong Kabupaten IndramayuPenelitian ini berjudul Analisis Hasil Tangkapan dan Penentuan Musim Penangkapan Ikan Bawal Hitam (Parastromateus niger) yang didaratkan di TPI Karangsong Kabupaten Indramayu. Ikan bawal hitam merupakan ikan demersal dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi. Fluktuasi dan musim penangkapan ikan menjadi salah satu pokok permasalahan dan penting untuk mengetahui stok dan waktu saat sumberdaya ikan dalam kondisi yang melimpah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fluktuasi hasil tangkapan dan musim penangkapan ikan bawal hitam (Parastromateus niger) berdasarkan data produksi tahun 2016-2023 dari TPI Karangsong Kabupaten Indramayu. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan melakukan observasi lapang, serta melakukan metode survei dan wawancara langsung kepada nelayan, nahkoda, dan ABK di TPI Karangsong Kabupaten Indramayu. Data dianalisis menggunakan Indeks Musim Penangkapan (IMP). Hasil dari penelitian ini yaitu produksi hasil tangkapan ikan bawal hitam yang didaratkan di TPI Karangsong rata-rata mengalami fluktuasi setiap bulan dan tahunnya. Berdasarkan nilai IMP, musim penangkapan ikan bawal hitam terjadi pada bulan Januari, Juli dan September.This research is entitled Analysis of Catch Results and Determination of the Catching Season for Black Pomfret (Parastromateus niger) landed at TPI Karangsong, Indramayu Regency. Black pomfret is a demersal fish with quite high economic value. Fluctuations and fishing seasons are one of the main problems and it is important to know the stocks and times when fish resources are in abundant condition. The aim of this research is to determine fluctuations in catches and fishing seasons for black pomfret (Parastromateus niger) based on production data for 2016-2023 from TPI Karangsong, Indramayu Regency. The method used in this research is by conducting field observations, as well as conducting survey methods and direct interviews with fishermen, captains and crew members at TPI Karangsong, Indramayu Regency. Data were analyzed using the Fishing Season Index (IMP). The results of this research are that the production of black pomfret fish landed at TPI Karangsong fluctuates on average every month and year. Based on the IMP value, the black pomfret fishing season occurs in January, July and September.
4244245814A1C020030Pengaruh Variasi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bayam
Merah pada Sistem Fertigasi Otomatis Nirdaya (FONi)
Pemilihan media tanam merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya
bayam merah. Budidaya tanaman bayam merah dengan sistem Fertigasi Otomatis
Nirdaya (FONi) perlu memperhatikan penggunaan media tanam yang tepat untuk
memaksimalkan hasil produksi. FONi adalah sistem budidaya inovatif yang
memanfaatkan lahan non-produktif. Cara kerja FONi yaitu menjaga level air yang
ada di setiap pot dengan prinsip bejana berhubungan dinamis. Larutan nutrisi akan
mengalir secara otomatis sesaat terjadi penurunan level air akibat diserap tanaman.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis media tanam terbaik terhadap
pertumbuhan dan hasil bayam merah pada sistem FONi. FONi memiliki
keunggulan yaitu pembuatan dan pemasangan yang cepat, dapat menjaga
kelembaban tanah pada kisaran yang optimal bagi pertumbuhan tanaman, air irigasi
yang mengalir secara otomatis tanpa daya listrik sesuai dengan laju penyerapan akar
tanaman tanpa terjadinya kehilangan air dan nutrisi (Muharomah et al., 2023).
Prinsip FONi yaitu dapat ditempatkan di setiap lahan terbuka selama terjangkau
dari sumber air menggunakan pipa air. Setelah FONi terpasang maka tidak perlu
lagi dilakukan pemberian air dan pemupukan secara manual kecuali dalam
perawatan tanaman.
Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan dan Laboratorium Teknik
Pengolahan dan Pengendalian Bio-Lingkungan Universitas Jenderal Soedriman.
Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL)
dengan enam perlakuan yaitu media tanam M0 (kompos), M1 (arang sekam), M2
(cocopeat), M3 (arang sekam 25% +cocopeat 75%) , M4 (arang sekam 50%
+cocopeat 50%), dan M5 (arang sekam 75% +cocopeat 25%). Setiap perlakuan
diulang sebanyak 3 kali. Data yang diamati berupa pertumbuhan dan hasil tanaman
meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot segar akar, bobot kering
akar, bobot segar tajuk, dan bobot kering tajuk serta sifat fisik meliputi porositas,
kapasitas simpan air, dan kadar air. Data dianalisis menggunakan analisis ANOVA
dan uji lanjut DMRT taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis media tanam berpengaruh nyata
terhadap semua parameter yang diamati, kecuali panjang akar dan porositas. Media
tanam M0 memberikan hasil terbaik untuk semua parameter pertumbuhan dan hasil
tanaman, kecuali bobot segar dan kering akar. Namun, media tanam M1 (kompos )
memberikan hasil terbaik pada bobot segar dan kering akar serta media tanam M5
(arang sekam 75% +cocopeat 25%) memberikan hasil terbaik pada kapasitas
simpan air. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media tanam kompos
pada sistem FONi menjadikan media tanam terbaik yang dapat meningkatkan
produktivitas budidaya bayam merah.
The choice of planting medium is one of the important factors in growing red
spinach. When growing red spinach with the Nirdaya Automatic Fertigation system
(FONi), attention must be paid to using the right planting media to maximize
production. FONi is an innovative cultivation system that uses non-productive soil.
The way FONi works is by maintaining the water level in each pot with the principle
of dynamically connected vessels. The nutrient solution will automatically flow
when the water level drops due to plant absorption. This research is aimed at
obtaining the best type of planting medium for the growth and yield of red spinach
in the FONi system. FONi has the advantages of rapid production and installation,
can keep soil moisture in the optimal range for plant growth, irrigation water
flowing automatically without electricity based on the absorption rate of plant roots
without losing water and nutrients (Muharomah et al., 2023). The principle of FONi
is that it can be placed on any open land as long as it is accessible from a water
source using a water line. Once FONi is installed, manual watering and fertilization
is no longer necessary except during plant maintenance.
The study was conducted in the experimental field and laboratory of
Biological Processing and Environmental Control Engineering at Jenderal
Soedirman University. The method used was experimental with a completely
randomized design (CRD) with six treatments, namely planting medium M0
(compost), M1 (husk charcoal), M2 (cocopeat), M3 (25% husk charcoal + 75%
cocopeat), M4 (50% husk charcoal + 50% cocopeat), and M5 (75% husk charcoal
+ 25% cocopeat). Each treatment was repeated 3 times. The observed data were
plant growth and yields including plant height, number of leaves, root length, fresh
root weight, dry root weight, fresh crown weight, and dry crown weight, as well as
physical traits including porosity, water retention, and water content. Data were
analyzed with ANOVA analysis and DMRT further test at 5% level.
The results showed that the type of growth medium had a significant effect on
all observed parameters except root length and porosity. M0 planting medium gave
the best results for all parameters of plant growth and yield except fresh and dry
weight of roots. However, M1 (compost) gave the best results for fresh and dry
weight of roots and M5 (75% charcoal chaff + 25% coir) gave the best results for water storage capacity. This study concluded that using compost planting medium
in the FONi system is the best planting medium that can increase the productivity
of growing red spinach.
4244345815F1D020065Analisis Perumusan Kebijakan Pengedalian Pencemaran Udara Di Wilayah Kota Depok Lewat InWal Depok Nomor 12 Tahun 2023Penelitian ini menganalisis formulasi kebijakan Inwal No 12 Tahun 2023 dalam respon pemerintah lokal Kota Depok sebagai upaya pengendalian pencemaran udara. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif melalui observasi studi literatur yang relevan sesuai dengan kebutuhan penelitian. Kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan formulasi kebijakan dengan teori analisis institusionalisme. Hasil penelitiian ini memperlihatkan bahwa Inwal tersebut mengarah pada langkah-langkah konkret, melibatkan berbagai pihak untuk mengoptimalkan penggunaan transportasi umum, uji emisi kendaraan, dan peningkatan pengawasan industri. Praktik kebijakan Inwal ini merupakan langkah instansi pemerintah dalam menerapkan pengendalian pencemaran udara yang ada di Kota Depok melewati pelaksanaan dari beberapa perangkat daerah yang ada. Dalam proses formulasi dan implementasi Inwal No. 12 Tahun 2023, berbagai elemen institusional berperan signifikan. ASN dan Non-ASN diharapkan mematuhi aturan baru, seperti penggunaan transportasi umum dan uji emisi kendaraan. Kepatuhan ini didorong oleh penegakan hukum dan pengawasan oleh instansi dinas terkait. Selain itu, hasil dari penelitian ini mengharuskan koordinasi yang kuat antar-instansi yang terkait, seperti DLHK, DPUPR, dan Bappeda sebagai instansi yang menaungi kebijakan Inwal No.12 Tahun 2023. Koordinasi ini memerlukan mekanisme komunikasi dan kerjasama di antara instansi-instansi tersebut. Dengan demikian kebijakan Inwal ini merupakan langkah pemerintah lokal dalam mengawasi dan mengendalikan pencemaran udara yang ada di Kota Depok. Diharapkan dengan pengimplementasian yang melibatkan berbagai suku dinas, pengawasan ketat, dan edukasi masyarakat maka akan memberikan dampak positif terhadap kualitas udara di Kota Depok.The development of urban space, especially in riv This study analyzes the formulation of the Inwal policy No. 12 of 2023 in the response of the local government of Depok City as an effort to control air pollution. The research method used is a qualitative method through observation of relevant literature studies according to research needs. The theoretical framework used in this study uses a policy formulation with the theory of institutionalism analysis. The results of this study show that the Inwal leads to concrete steps, involving various parties to optimize the use of public transportation, vehicle emission tests, and increasing industrial supervision. The practice of this Inwal policy is a step by government agencies in implementing air pollution control in Depok City through the implementation of several existing regional apparatuses. In the process of formulating and implementing Inwal No. 12 of 2023, various institutional elements play a significant role. ASN and Non-ASN are expected to comply with new regulations, such as the use of public transportation and vehicle emission tests. This compliance is driven by law enforcement and supervision by related agency agencies. In addition, the results of this study require strong coordination between related agencies, such as DLHK, DPUPR, and Bappeda as agencies that oversee the Inwal policy No. 12 of 2023. This coordination requires a communication and cooperation mechanism between these agencies. Thus, this Inwal policy is a step by the local government in monitoring and controlling air pollution in Depok City. It is hoped that with the implementation involving various sub-agencies, strict supervision, and public education, it will have a positive impact on air quality in Depok City.
4244445863A1D020121Preferensi Pentalonia caladii van der Goot dan Potensinya Sebagai Vektor Banana Bunchy Top VirusPisang (Musa sp.) adalah kelompok buah-buahan yang termasuk komoditas hortikultura. Salah satu penyakit tanaman pisang yang penting di Indonesia yaitu penyakit kerdil pisang (bunchy top) yang disebabkan oleh patogen banana bunchy top virus (BBTV). P. caladii diketahui dapat menjadi vektor BBTV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi P. caladii pada tanaman pisang kultivar kepok, cavendish, raja, dan tanduk serta untuk mengetahui potensi penularan P. caladii sebagai vektor BBTV pada tanaman pisang. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Perlakuan pada penelitian uji preferensi meliputi P1 (tanaman pisang kultivar kepok), P2 (tanaman pisang kultivar cavendish), P3 (tanaman pisang kultivar raja) dan P4 (tanaman pisang kultivar tanduk). Perlakuan pada penelitian uji potensi P. caladii sebagai vektor BBTV meliputi B0V0 (tanaman pisang kultivar cavendish tidak diinfeksi virus BBTV), B1V1 (tanaman pisang kultivar raja diinfeksi virus BBTV) dan B2V1 (tanaman pisang kultivar kepok diinfeksi BBTV). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan sidik ragam ANOVA (Analisys of Variant) kemudian apabila F hitung berbeda nyata (signifikan) maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi P. caladii tertinggi yaitu pada tanaman pisang kultivar tanduk, kemudian tanaman pisang kultivar raja, disusul oleh tanaman pisang kultivar kepok, dan yang paling tidak disukai yaitu tanaman pisang kultivar cavendish. Selain itu, P. caladii memiliki potensi untuk menularkan virus BBTV pada tanaman pisang meskipun intensitasnya ringan.Bananas (Musa sp.) are group of fruits included in horticultural comodities. One of the most important banana plant diseases in Indonesia is banana bunchy top disease caused by the pathogen banana bunchy top virus (BBTV). P. Caladii is known to be a vector of BBYV. This study aims to determine the preference of P. Caladii on kepok, cavendish, raja, and tanduk banana cultivars and to determine the trasmission potential of P. Caladii as a BBTV vector on banana plants. Tthe experimental design used in this study was a Complete randomized group design. Treatments in the preference test research include P1 (kepok banana cultivar), P2 (cavendish banana cultivar), P3 (raja banana cultivar), and P4 (tanduk banana cultivar). Treatments in the potential test of P. Caladii as a BBTV vector included B0V0 (cavendish cultivar banana plants not infected with BBTV virus, B1V1 (raja cultivar banana plants infected with BBTV virus) and B2V1 (Kepok cultivar banana plants infected with BBTV). Observational data were analyzed using ANOVA (Analysis of Variant), then if F count was significantly different, it was followed by the Least Significant Difference (BNT) test at the 5% real level. The results showed that the highest preference of P. caladii was for the horned banana cultivar, followed by the king banana cultivar, followed by the kepok banana cultivar, and the least preferred was the cavendish banana cultivar. In addition, P. caladii has the potential to transmit BBTV virus on banana plants although the intensity is mild.
4244545816A1A018076Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Pembelian Sayuran Organik Di Kota Purwokerto Kabupaten BanyumasMeningkatnya keinginan untuk hidup lebih sehat dengan cara mengkonsumsi sayuran yang bebas dari bahan kimia menyebabkan meningkatnya permintaan sayuran organik, sehingga dapat dijadikan peluang oleh para petani sayuran organik sebagai produsen. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui karakteristik responden pembeli sayuran organik di Kota Purwokerto Kabupaten Banyumas; (2) Mengetahui bauran pemasaran yang telah dilakukan produsen serta pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian sayuran organik di Kota Purwokerto; (3) Mengetahui segmentasi pasar pada komoditi sayuran organik saat ini di Kota Purwokerto Kabupaten Banyumas?
Lokasi penelitian ini berada di Kota Purwokerto, khususnya di outlet penjualan sayuran organik di Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari sampai April 2023. Penelitian ini dilakukan secara langsung atau menggunakan metode survey deskriptif dengan menggunakan metode sampling insidental sejumlah 100 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dan analisis K-Mean Klaster.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karakteristik (1) konsumen sayuran organik di Kota Purwokerto mayoritas terdiri oleh perempuan yaitu sebanyak 72 persen, ibu dalam keluarga, berdomisili disekitar Kota Purwokerto, rata-rata pembelian sayuran adalah kurang dari 2 kali pembelian dalam satu minggu. Mayoritas para konsumen membeli sayuran organik tersebut untuk dikonsumsi bagi keluarganya; (2) Bauran pemasaran yang terdiri dari product, price, place, promotion, people, process, physical evidence memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian sayuran organik di Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas atau dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Harga dan promosi merupakan variabel yang memiliki pengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen sayuran organik di Kota Purwokerto. Sedangkan variabel produk, lokasi, proses, manusia dan sarana fisik tidak berpengaruh secara signifikan; (3) Pembeli potensial terbanyak adalah konsumen berjenis kelamin perempuan dengan rentang usia antara 17 sampai 25 tahun, rata – rata pendapatan per bulan konsumen tersebut antara 7 sampai 10 juta, sudah menikah dan memiliki tanggungan keluarga sebanyak 2 orang.
The increasing desire to live a healthier life by consuming vegetables that are free from chemicals has led to increased demand for organic vegetables, so that it can be used as an opportunity by organic vegetable farmers as producers. This study aims to: (1) Know the characteristics of respondents who buy organic vegetables in Purwokerto City, Banyumas Regency; (2) Know the marketing mix that has been carried out by producers and the effect of the marketing mix on purchasing decisions for organic vegetables in Purwokerto City; (3) Know the market segmentation of the current organic vegetable commodity in Purwokerto City, Banyumas Regency.
The location of this research is in Purwokerto City, especially at organic vegetable sales outlets in Purwokerto City, Banyumas Regency. This research was conducted from February to April 2023. This research was conducted directly or using descriptive survey method using incidental sampling method of 100 respondents. The data analysis used was multiple regression analysis and K-Mean Cluster analysis.
The results showed that the characteristics of (1) organic vegetable consumers in Purwokerto City consisted mostly of women, namely 72 percent, mothers in the family, domiciled around Purwokerto City, the average purchase of vegetables was less than 2 purchases in one week. The majority of consumers buy these organic vegetables for consumption for their families; (2) The marketing mix consisting of product, price, place, promotion, people, process, physical evidence has an influence on purchasing decisions for organic vegetables in Purwokerto City, Banyumas Regency or it can be concluded that H0 is rejected and H1 is accepted. Price and promotion are variables that have a significant influence on consumer purchasing decisions for organic vegetables in Purwokerto City. While the variables of product, location, process, people and physical facilities do not have a significant effect; (3) The most potential buyers are female consumers with an age range between 17 and 25 years, the average monthly income of these consumers is between 7 and 10 million, married and has a family of 2 dependents.
4244645807A1G022008Keputusan Pembelian Sayuran Melalui E-commerce di Daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah gaya. hidup masyarakat, termasuk dalam cara penjualan dan pembelian sayuran secara online. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik konsumen dan mengidentifikasi pengaruh produk, harga, kepercayaan, pelayanan, dan promosi terhadap keputusan pembelian sayuran melalui e-commerce di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi

Penelitian ini menggunakan metode survei dengan 100 responden yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif serta regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM Statistics versi 26. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi karakteristik konsumen dan mengevaluasi pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap keputusan pembelian.

Hasil penelitian menunjukkan karakteristik konsumen adalah perempuan dengan rentang usia dominan antara 20-26 tahun, berpendidikan terakhir S1 dan bekerja sebagai pegawai swasta dengan dominan pendapatan lebih dari Rp5.000.000,00 per bulan. Frekuensi penggunaan e-commerce cenderung jarang (1 kali per bulan) dan e-commerce yang paling banyak digunakan berturut-turut adalah Shopee, Sayurbox, dan Tokopedia. Mayoritas berstatus sudah menikah. Keputusan pembelian sayuran melalui e-commerce dipengaruhi oleh produk, pelayanan, dan promosi yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Sementara itu, harga dan kepercayaan tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Model penelitian ini dapat menjelaskan 40,7 persen variasi dalam keputusan pembelian berdasarkan nilai Adjusted R Square. E-commerce dapat meningkatkan layanan dan strategi pemasaran untuk memenuhi harapan konsumen dan meningkatkan keputusan pembelian.
The development of information and communication technology has transformed people's lifestyles, including the way vegetables are sold and purchased online. This research aims to analyze consumer characteristics and identify the influence of product, price, trust, service, and promotion on the decision to purchase vegetables through e-commerce in the Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, and Bekasi areas.

This study uses a survey method with 100 respondents selected using quota sampling techniques. Data were collected through online questionnaires and analyzed using descriptive analysis and multiple linear regression with the help of IBM Statistics software version 26. This approach allows researchers to identify consumer characteristics and evaluate the influence of these variables on purchasing decisions.

The results of the study show that the consumer characteristics are predominantly female, with a dominant age range of 20-26 years, a last education level of a bachelor's degree, and employment as private employees with a dominant income of more than IDR 5,000,000 per month. The frequency of e- commerce usage tends to be infrequent (once a month), and the most used e- commerce platforms, in order, are Shopee, Sayurbox, and Tokopedia. The majority are married. The decision to purchase vegetables through e-commerce is influenced by the product, service, and promotion, which have a positive and significant impact on purchasing decisions. Meanwhile, price and trust do not significantly influence purchasing decisions. This research model can explain 40.7 percent of the variation in purchasing decisions based on the Adjusted R Square value. E-commerce can enhance services and marketing strategies to meet consumer expectations and increase purchasing decisions.
4244745817A1D020024Karakteristik Morfologi Makroskopis Bakteri Rizosfer Tanaman Padi dengan
Sistem Pertanian Organik dan Semi Organik
Keragaman kemampuan bakteri rizosfer yang ada di dalam tanah dipengaruhi oleh
input teknologi sesuai dengan sistem budidaya yang diterapkan. Sistem pertanian organik
merupakan praktik pertanian yang mengggunakan bahan organik secara keseluruhan
tanpa bahan kimia. Sistem pertanian semi organik didefinisikan sebagai praktik pertanian
yang mengutamakan penggunaan bahan organik, tetapi masih menggunakan bahan kimia
sebagai pelengkapnya, seperti dalam pengaplikasian pupuk atau pestisida kimia.
Penelitian ini dilakukan di Unit Mikrobiologi Laboratoriuum Agroekologi dan
Laboratorium Agronomi dan Holtikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal
Soedirman, Purwokerto. Isolat bakteri yang diperoleh dikarakterisasi secara makroskopis
untuk mengetahui bentuk, ukuran, warna, tepi, dan elevasi koloni bakteri. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa isolat bakteri yang diperoleh memiliki karakteristik yang berbeda,
namun terdapat beberapa isolat yang sama dari lahan pertanian organik (OG) dan semi
organik (SM), yaitu OG1, OG2, SM3, dan SM6, serta OG4, SM1, dan SM2.
The diversity of abilities of rhizosphere bacteria in the soil is influenced by
technological input in accordance with the cultivation system applied. An organic
farming system is an agricultural practice that uses completely organic materials without
chemicals. A semi-organic farming system is defined as an agricultural practice that
prioritizes the use of organic materials, but still uses chemicals as a complement, such as
in the application of chemical fertilizers or pesticides. This research was conducted at
the Microbiology Unit of the Agroecology Laboratory and the Agronomy and
Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University,
Purwokerto. The bacterial isolates obtained were characterized macroscopically to
determine the shape, size, color, edge, and elevation of the bacterial colonies. The results
showed that the bacterial isolates obtained had different characteristics, but there were
several isolates that were the same from organic (OG) and semi-organic (SM)
agricultural land, namely OG1, OG2, SM3, and SM6, as well as OG4, SM1, and SM2.
4244845818C1G020031ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PENGGUNAAN MRT JAKARTAPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi
preferensi konsumen terhadap penggunaan MRT Jakarta, menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan populasi penelitian adalah konsuen MRT Jakarta
yang berjumlah 100 orang. Teknik pengambilan sampel yang didapat dianalisis
menggunakan uji regresi analisis linear berganda melalui IBM SPSS 26.
Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa: 1) Harga berpengaruh positif
terhadap penggunaan MRT Jakarta, 2) Kenyamanan berpengaruh positif terhadap
penggunaan MRT Jakarta, 3) Kepercayaan dan Reputasi berpengaruh positif
terhadap penggunaan MRT Jakarta. Implikasi dari penelitian yaitu dalam upaya
meningkatkan jumlah konsumen MRT Jakarta perusahaan dapat terus
memperhatikan preferensi konsumennya dengan baik agar dapat menaikkan
jumlah konsumen. Selain itu diharapkan hasil dari penelitian ini dapat digunakan
sebagai bahan pertimbangkan bagi pihak manajemen, atau pihak yang
berkepentingan lainnya dalam mengambil keputusan dan kebijakan sehingga
dapat menghasilkan jumlah konsumen yang optimal.
This study aims to analyze the factor that influence consumer preferences in using
MRT Jakarta, employing a quantitative approach with a research population
consisting 100 MRT Jakarta Consumer. The sampling technique obtained was
analyzed using multiple linear regression analysis through IBM SPSS 2. Based on the
data analysis results, it was found that : 1) Price has a positive effect on the use of
MRT Jakarta, 2) Comfort has a positive effect on the use of MRT Jakarta, 3) Trust
and Reputation have a positive effect on the use of MRT Jakarta. The implications of
the study suggest that in an effort to increase the number of MRT Jakarta users, the
company should continuosly pay close attention to consumer preferences to
increase the number of users. Additionally, it is hoped that the results of this study
can be used as a consideration for management or other relevant parties in making
decisions and policies to achieve an optimal number of users.
4244945819K1B019052Model MSVITR pada Penyebaran Penyakit TuberkulosisPenelitian ini bertujuan memberikan informasi mengenai dinamika penyebaran penyakit TBC berdasarkan model matematika yaitu model MSVITR dengan menerapkannya pada kasus TBC di Indonesia menggunakan data tahun 2022. Model MSVITR membagi populasi menjadi enam subpopulasi, yaitu maternal antibody, susceptible, vaccinated, infected, treatment, dan recovered. Model MSVITR menghasilkan dua titik kesetimbangan, yaitu titik kesetimbangan bebas penyakit dan titik kesetimbangan endemik. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa terdapat dua parameter yang sangat berpengaruh terhadap angka reproduksi dasar, yaitu tingkat penurunan efektivitas vaksinasi dan tingkat pengobatan. Berdasarkan hasil simulasi, semakin kecil tingkat penurunan efektivitas vaksinasi, maka populasi akan semakin cepat mencapai kondisi bebas penyakit. Sementara itu, semakin besar tingkat pengobatan, maka populasi akan semakin cepat mencapai kondisi bebas penyakit. Dengan demikian, upaya yang perlu dilakukan untuk mempercepat pengendalian penyebaran penyakit TBC ialah dengan memperkecil tingkat penurunan efektivitas vaksinasi dan memperbesar tingkat pengobatan.
This study aims to provide information about the dynamics of the spread of TBC disease based on a mathematical model, namely the MSVITR model by applying it to TBC cases in Indonesia using 2022 data. The MSVITR model divides the population into six subpopulations, namely maternal antibody, susceptible, vaccinated, infected, treated, and recovered. The MSVITR model produces two equilibrium points, namely a disease-free equilibrium point and an endemic equilibrium point. The sensitivity analysis results show that there are two parameters that are very influential on the basic reproduction number, namely the rate of decline in vaccination effectiveness and the rate of treatment. Based on the simulation results, the smaller the rate of decline in vaccination effectiveness, the population will reach a disease-free condition faster. Meanwhile, the greater the rate of treatment, the population will reach a disease-free condition faster. Thus, efforts that need to be made to accelerate the control of the spread of TBC disease are to minimize the rate of decline in vaccination effectiveness and increase the level of treatment.
4245045821F1A019036Konstruksi Sosial Masyarakat mengenai Mitos Penyembuhan Kesulitan Berbicara pada Anak di Desa Margasana Kecamatan Jatilawang Kabupaten BanyumasMitos merupakan salah satu kebudayaan yang masih diyakini dan diterapkan sampai saat ini. Salah satu contohnya mitos penyembuhan di Pasar Kliwon Desa Margasana yang dapat menyembuhkan anak yang mengalami kesulitan berbicara. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan mendeskripsikan konstruksi sosial masyarakat Desa Margasana terkait mitos Pasar Kliwon sebagai penyembuhan kesulitan berbicara pada anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah masyarakat yang mengimplementasikan mitos Pasar Kliwon, dan masyarakat sekitar. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan model analisis data interaktif.
Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Proses atau cara mitosnya dengan membawa anak yang akan diobatkan ke pasar pada hari selasa kliwon atau jumat kliwon kemudian anak tersebut memakan nasi rames yang dibeli di pasar. 2) Tahap eksternalisasi, individu mengenali mitos penyembuhan dan hanya mengikuti serta menjalankan kebiasaan yang telah berlangsung lama dalam kehidupan masyarakat. 3) Tahap objektivasi, lingkungan keluarga berpengaruh terhadap tindakan yang dilakukan individu sebab mitos penyembuhan selalu diulang terus-menerus antar keluarga dalam wilayah tersebut. 4) Tahap internalisasi, terdapat perbedaan pendapat antara tokoh adat, masyarakat yang mengimplementasikan mitos dan tokoh agama karena dipengaruhi latar belakang individu yang berbeda. 5) Keyakinan agama Islam secara umum dan tokoh agama di Desa Margasana tidak melarang tradisi dan mitos yang berkembang dalam masyarakat karena hanya sebagai sebuah ikhtiar untuk kesembuhan anaknya.
Myths are a cultural element that is still believed in and practiced today. One example is the healing myth at Kliwon Market in Margasana Village, which is believed to cure children who have difficulty speaking. The purpose of this study is to explore and describe the social construction of the Margasana Village community regarding the myth of Kliwon Market as a remedy for children’s speech difficulties. This research employs a qualitative descriptive method. The informants in this study are members of the community who practice the Kliwon Market myth and the surrounding community. This research was conducted in Margasana Village, Jatilawang, Banyumas. The informants were selected using purposive sampling. Data collection was carried out through interviews, observations, and documentation. The data analysis method employed is the interactive model of data analysis.
The results of this study indicate: 1) The process involves bringing a child who is to be treated to the market on Tuesday Kliwon or Friday Kliwon, where the child then eats “nasi rames” purchased at the market. 2) In the externalization stage, idividuals recognize the healing myth and merely follow and carry out long-standing habits in the communitys. 3) In the objectivation stage, the family environment influences the actions taken by the individuals because the healing myth is continuously repeated within families in the area. 4) In the internalization stage, there are differing opinion among traditional leaders, those who practice the myths, and religious leaders, due to their varying individual backgrounds. 5) Islamic beliefs in general, and the religious leaders in Margasana Village in particular, do not prohibit traditions and myths that develop in society, as they are seen merely as an effort to heal their children.
4245145822H1A017080Audit Energi Listrik Pada Sistem Tata Udara
Gedung Perkuliahan Fakultas Teknik Unsoed
Keterbatasan sumber energi dan harga tinggi menuntut penghematan energi. Audit energi diperlukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi dalam konservasi energi dan penting untuk mengetahui konsumsi energi gedung, terutama pada sistem tata udara yang sering tidak efisien. Tujuan yang akan dicapai pada Audit Energi berupa menganalisis IKE, profil penggunaan energi, dan peluang penghematan energi. Untuk proses pengambilan data menggunakan alat berupa smart plug, temperature humidity sensor, dan presence sensor yang digunakan untuk mengukur energi, suhu, kelembaban, dan untuk mendeteksi keberadaan yang kemudian akan dianalisis dan dibuat kesimpulan. Dari penelitian ini diketahui pemakaian energi berkisar antara 1 sampai 2 kWh namun pada beberapa pengukuran menunjukan dibawah 1 kWh dimana hal tersebut disebabkan oleh AC yang baru atau belum dinyalakan. Rata-rata Faktor Utilisasi sebesar 85,95%; 81,46%; dan 75,01% yang menandakan bahwa intensitas pemakaian energi listrik pada AC tinggi karena setting suhu rendah dan pemakaian secara terus-menerus. Pengukuran suhu ruangan E202 tidak memenuhi standar SNI namun sebaliknya pada ruangan E302 memenuhi standar tersebut. Pengukuran kelembaban termasuk memenuhi standar. Nilai IKE pertahun dan perbulan didapatkan sebesar 155,691 kWh/m2/tahun dan 12,9736 kWh/m2/bulan dimana termasuk dalam kategori irit dan cukup efisien.Limited energy sources and high prices demand energy savings. Energy audits are needed to increase the efficiency of energy use in energy conservation and it is important to know building energy consumption, especially in air conditioning systems which are often inefficient. The objectives to be achieved in the Energy Audit are analyzing the IKE, energy usage profile and energy saving opportunities. The data collection process uses tools in the form of a smart plug, temperature humidity sensor, and presence sensor which are used to measure energy, temperature, humidity, and to detect presence which will then be analyzed and conclusions drawn. From this research, it is known that energy consumption ranges from 1 to 2 kWh, but several measurements show below 1 kWh, which is caused by the AC being new or not yet turned on. Average Utilization Factor is 85.95%; 81.46%; and 75.01%, which indicates that the intensity of electrical energy use in the AC is high due to low temperature settings and continuous use. The temperature measurement in room E202 does not meet SNI standards, but on the other hand, room E302 meets these standards. Humidity measurements include meeting standards. The annual and monthly IKE values were found to be 155.691 kWh/m2/year and 12.9736 kWh/m2/month which are included in the economical and quite efficient category.
4245245823J1A017031The Logotherapy Concepts in Zach Sobiech’s Journey as Depicted in Clouds (2020)Penelitian yang berjudul “Konsep Logoterapi dalam Perjalanan Zach Sobiech sebagaimana Digambarkan dalam Clouds (2020)” bertujuan untuk meneliti bagaimana Zach Sobiech menerapkan konsep-konsep Logoterapi Viktor Frankl untuk menghadapi tantangan hidup dengan kanker tulang, sebagaimana digambarkan dalam film Clouds (2020). Menggunakan metodologi kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis film dan naskahnya untuk mengeksplorasi perwujudan konsep-konsep dasar Logoterapi oleh Sobiech: karakteristik manusia berada,
kehendak untuk bermakna, dan makna hidup. Temuan menunjukkan bahwa sifat optimis, humoris, dan ceria Sobiech memungkinkannya untuk secara aktif mencari makna dalam hidup meskipun menghadapi penyakit terminal. Esai kuliahnya memberikan wawasan mendalam tentang pandangan dunia eksistensialnya dan pencariannya akan tujuan, selaras dengan tiga sumber makna menurut Frankl: nilai kreatif, nilai pengalaman, dan nilai sikap. Transformasi Sobiech dari individu yang sensitif dan pesimis akibat kanker tulang menjadi seseorang yang penuh harapan dan penerimaan menunjukkan kekuatan Logoterapi dalam menemukan makna di tengah penderitaan. Penelitian lebih lanjut dapat memperluas temuan ini dengan menganalisis memoar yang ditulis oleh ibu Sobiech.
The researched entitled “The Logotherapy Concepts in Zach Sobiech’s Journey as Depicted in Clouds (2020)” aims to examine how Zach Sobiech applied Viktor Frankl’s Logotherapy concepts to navigate the challenges of living with bone cancer, as portrayed in the film Clouds(2020). Utilizing a descriptive qualitative methodology, this study analyzes the film and its script to explore Sobiech’s embodiment of Logotherapy’s basic concepts: the characteristics of human existence, the will to meaning, and the meaning of life. Findings reveal that Sobiech’s optimistic, humorous, and cheerful nature enabled him to actively pursue meaning in life despite his terminal illness. His college essay offers profound insights into his existential worldview and his search for purpose, aligning with Frankl’s three sources of meaning: creative, experiential, and attitudinal values. Sobiech’s transformation from a sensitive and pessimistic individual due to his bone cancer to a hopeful and accepting one demonstrates the power of Logotherapy in finding meaning in the midst of suffering. Future research could expand upon these findings by analyzing the memoir written by Sobiech’s mother.
4245345825A1H022007PENGARUH PUPUK NZEO-SR PLUS DAN BERBAGAI TINGKAT CEMARAN
Cd TERHADAP TANAMAN BAWANG MERAH DAN SIFAT KIMIA TANAH
INCEPTISOL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon sifat kimia tanah dan hasil
tanaman bawang merah terhadap berbagai dosis pemupukan NZEO-SR Plus dan berbagai
tingkat cemaran Cd, dan interaksi keduanya. Rancangan Acak Kelompok (RAK)
digunakan yang terdiri atas dua faktor dan diulang 3 kali, faktor yang pertama adalah
pupuk NZEO-SR Plus, yaitu dosis NZEO-SR Plus 0 kg/ha (N0), NZEO-SR Plus 150
kg/ha (N1), NZEO-SR Plus 300 kg/ha (N2), NZEO-SR Plus 450 kg/ha (N3). Faktor kedua
adalah pemberian logam berat kadmium yaitu kadmium 0 ppm (K0), kadmium 2 ppm
(K1), kadmium 4 ppm (K2). Variabel yang diamati yaitu sifat kimia tanah meliputi pH
H2O, pH KCl, daya hantar listrik (DHL), potensial redoks, N-total, N-tersedia, C-organik
dan KTK, serta variabel hasil tanaman yaitu bobot segar umbi dan bobot akar. Hasil dari
penelitian Pemberian pupuk NZEO-SR Plus memberikan peningkatan terhadap variabel
daya hantar listrik (DHL) tanah minggu ke-2, ke-6 dan ke-8 serta potensial redoks minggu
ke-8, dan N-tersedia tetapi tidak meningkatkan N-total. Pemberian pupuk NZEO-SR Plus
juga tidak meningkatkan hasil tanaman bawang merah. Pemberian kadmium (Cd)
menurunkan pH H2O tanah pada minggu ke-6 dan pengamatan setelah panen. Pemberian
cemaran kadmium juga menurunkan daya hantar listrik (DHL) tanah minggu ke-8 dan
daya hantar listrik (DHL) tanah setelah panen. Pemberian kadmium menurunkan bobot
akar dan tidak menurunkan bobor segar umbi.Terdapat interaksi pupuk NZEO-SR Plus
dan cemaran pada variabel daya hantar listrik (DHL) tanah minggu ke-2, minggu ke-8
dan DHL tanah setelah panen. Nilai tertinggi pada variabel N-total dan N-tersedia pada
NZEO-SR Plus 450 kg/ha sebesar 0,559% dan 76,75 ppm, C-organik nilai tertinggi pada
NZEO-SR Plus 0 kg/ha sebesar 0,179%. KTK nilai tertinggi pada tanpa cemaran
kadmium dengan nilai 10,82 cmol/kg. pada variabel hasil tanaman, bobot segar umbi
tertinggi pada NZEO-SR Plus 450 kg/ha dengan 20,82 gram, dan bobot akar tertingi pada
tanpa cemaran kadmium dengan bobot 0,639 gram.
This research aims to determine the response of soil chemical properties and yield
of shallot plants to various doses of NZEO-SR Plus fertilization and various levels of Cd
contamination, and the interaction between the two. The first factor is NZEO-SR Plus
fertilizer, namely the dose of NZEO-SR Plus 0 kg/ha (N0), NZEO-SR Plus 150 kg/ha (N1),
NZEO-SR Plus 300 kg/ha (N2), NZEO-SR Plus 450 kg/ha (N3). The second factor was
cadmium heavy metal application, namely 0 ppm cadmium (K0), 2 ppm cadmium (K1), 4
ppm cadmium (K2). The observed variables were soil chemical properties including pH
(H2O), pH (KCl), electrical conductivity (EC), redox potential, N total, N available, C-
organic and CEC, and plant yield variables namely tuber fresh weight and root weight.
The results of the research showed that the application of NZEO-SR Plus fertilizer
increased the variable of soil electrical conductivity (EC) in weeks 2, 6 and 8 and redox
potential in week 8, and N available but did not increase N total. Application of NZEO-
SR Plus fertilizer also did not increase shallot yield. Cadmium (Cd) application
decreased soil H2O pH at week 6 and observation after harvest. Cadmium contamination
also decreased soil electrical conductivity (EC) at week 8 and soil electrical conductivity
(EC) after harvest. There was an interaction of NZEO-SR Plus fertilizer and
contamination on the variable of soil electrical conductivity (EC) of week 2, week 8 and
soil EC after harvest. The highest value in the variable N-total and N-available in NZEO-
SR Plus 450 kg/ha at 0.559% and 76.75 ppm, C-organic highest value in NZEO-SR Plus
0 kg/ha at 0.179%. The highest value of CEC was without cadmium contamination with
a value of 10.82 cmol/kg. In plant yield variables, the highest tuber fresh weight was in
NZEO-SR Plus 450 kg/ha with 20.82 grams, and the highest root weight was without
cadmium contamination with a weight of 0.639 grams.
4245445826A1D020082Pengaruh Pemberian Bakteri Pelarut Fosfat Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) pada Tanah UltisolStevia merupakan tanaman yang dapat dijadikan sumber bahan pemanis alami non kalori yang aman dikonsumsi oleh penyandang diabetes dan obesitas. Peningkatan produksi stevia dapat dilakukan dengan memanfaatkan tanah Ultisol dengan penambahan bakteri pelarut fosfat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bakteri pelarut fosfat dan mengetahui jenis isolat yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman stevia yang ditanam di tanah Ultisol. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari 8 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang dicoba terdiri P0 (kontrol), P1 (Isolat S3), P2 (Isolat N15), P3 (Isolat N19), P4 (Konsorsium S3 dan N15), P5 (Konsorsium S3 dan N19), P6 (Konsorsium N15 dan N19), dan P7 (Konsorsium S3, N15, dan N19). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian bakteri pelarut fosfat berpengaruh terhadap komponen pertumbuhan dan hasil tanaman stevia. Perlakuan P7 (Konsorsium S3, N15, dan N19) memberikan hasil terbaik dengan meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman stevia yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, volume akar, bobot akar segar, bobot akar kering, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot daun segar, dan bobot daun kering.Stevia is a plant used as a source of natural, non-calorie sweeteners that are safe for consumption by people with diabetes and obesity. Increasing stevia production can be done by utilizing Ultisol soil with the addition of phosphate solubilizing bacteria. This research aims to determine the effect of administering phosphate solubilizing bacteria and determine the type of isolate that has the best influence on the growth and yield of stevia plants grown in Ultisol soil. The experimental design used in this research was a non-factorial Randomized Group Design (RBD) consisting of 8 treatments and 4 replications. The treatments tried consisted of P0 (control), P1 (Isolate S3), P2 (Isolate N15), P3 (Isolate N19), P4 (Consortium S3 and N15), P5 (Consortium S3 and N19), P6 (Consortium N15 and N19), and P7 (Consortium S3, N15, and N19). The results of the research showed that the treatment with phosphate-dissolving bacteria had a significant effect on the growth components and yields of stevia plants. Treatment P7 (Consortium S3, N15, and N19) gave the best results by increasing the growth and yield of stevia plants such as plant height, number of leaves, leaf area, root volume, fresh root weight, dry root weight, fresh plant weight, dry plant weight, fresh leaf weight, and dry leaf weight.
4245545824F1A020030PERAN ORANGTUA DALAM MENCEGAH PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA
REMAJA DI DESA LOGEDE KECAMATAN PEJAGOAN KABUPATEN KEBUMEN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran yang dilakukan orangtua dalam
mencegah perilaku seks pranikah pada remaja di Desa Logede. Penelitian ini menggunakan
metode kualitatif deskriptif. Informan penelitian ini adalah orangtua yang memiliki anak
remaja dengan kriteria yaitu memiliki anak remaja rentang usia 16-18 tahun. Penentuan
informan penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Adapun pengumpulan data
yang dilakukan yaitu dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Metode
analisis yang digunakan dalam penelitian ini berpedoman pada model analisis interaktif.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa peran yang dilakukan oleh orangtua
di Desa Logede dalam mencegah anak remaja agar terjerumus dalam perilaku seks
pranikah, yaitu menjalankan fungsi sosialisasi dan pendidikan dengan menanamkan nilainilai, memberikan edukasi mengenai seksualitas dan menjalankan peran mereka sebagai
pengontrol dan pengawas sebagai upaya dalam mencegah perilaku seks pranikah pada
anak remaja. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan rekomendasi bagi
masyarakat di Desa Logede, bagi institusi pendidikan dan bagi Dinas Sosial Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kebumen.
This study aims to describe the role of parents in preventing premarital sexual behavior in
adolescents in Logede Village. This study uses a descriptive qualitative method. The
informants of this study are parents who have adolescent children with the criteria of
having adolescent children aged 16-18 years. The determination of research informants
used a purposive sampling technique. The data collection was carried out through in-depth
interviews, observation, and documentation. The analysis method used in this study is
guided by an interactive analysis model. Based on the results of this study, it can be seen
that the role of parents in Logede Village in preventing adolescents from falling into
premarital sexual behavior is to carry out socialization and education functions by instilling
values, providing education about sexuality and carrying out their roles as controllers and
supervisors as an effort to prevent premarital sexual behavior in adolescents. The results of
this study are expected to be a recommendation for the community in Logede Village, for
educational institutions and for the Social Service for Women's Empowerment and Child
Protection of Kebumen Regency.
4245645827F1C020051Strategi Komunikasi Publik Eksternal Melalui Instagram Humas Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten BanyumasProtokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Banyumas memanfaatkan media sosial sebagai strategi dalam menyampaikan informasi kepada publiknya guna mendukung pelaksanaan Government Public Relations (GPR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi publik eksternal yang dilakukan oleh Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Banyumas melalui Instagram serta hambatan yang dialami dalam menyampaikan pesan tersebut. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi serta wawancara menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi publik eksternal yang dilakukan oleh Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Banyumas meliputi perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Hambatan yang dialami oleh Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Banyumas ialah terbatasnya SDM yang berakibat pada kurangnya waktu dan informasi yang diberikan oleh narasumber kurang lengkap.Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Banyumas utilizes social media as a strategy in conveying information to the public to support the implementation of Government Public Relations (GPR). This study aims to determine how the external public communication strategy is carried out by the Protocol and Communication of the Banyumas Regency Leadership through
Instagram and the obstacles experienced in conveying the message. Data collection was carried out by conducting observations and interviews using descriptive qualitative methods.
The results of this study indicate that the external public communication strategy carried out by Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Banyumas includes planning, implementation, monitoring, and evaluation. The obstacles experienced by Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Banyumas are limited human resources which result in lack of time and incomplete information provided by the resource person.
4245745828F1F020040Analisis Kebijakan Remiliterisasi Putin Terhadap Upaya Kebangkitan Rusia Sebagai Potential Hegemon 2018-2023Penelitian ini menganalisis kebijakan remiliterisasi yang diterapkan oleh Presiden Vladimir Putin sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat posisi Rusia sebagai kekuatan hegemon potensial pada periode 2018-2023 menggunakan konsep remiliterisasi Christhoper Coker dan konsep hegemoni Stephen Gill. Fokus utama kajian ini adalah bagaimana peningkatan anggaran militer, modernisasi persenjataan, serta pengembangan doktrin militer baru berperan dalam upaya Rusia untuk memperluas pengaruhnya di kancah internasional. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen dan studi kasus, penelitian ini menemukan bahwa remiliterisasi Rusia merupakan respons strategis terhadap perubahan geopolitik global serta upaya untuk menantang dominasi Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan NATO. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan remiliterisasi tersebut tidak hanya memperkuat posisi militer Rusia, tetapi juga meningkatkan ketegangan internasional, terutama dalam konteks keamanan regional. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika kekuasaan global serta implikasi kebijakan remiliterisasi terhadap kebangkitan Rusia sebagai negara berpotensi hegemon dan stabilitas internasional di era kontemporer.
Kata kunci: Geopolitik, Hegemoni, Kebijakan Militer, Remiliterisasi, Vladimir Putin
This study analyzes the remilitarization policy implemented by President Vladimir Putin as part of a strategy to strengthen Russia's position as a potential hegemon power in the 2018-2023 period using Christhoper Coker's concept of remilitarization and Stephen Gill's concept of hegemony. The main focus of this study is how the increase in the military budget, weapons modernization, and the development of new military doctrines play a role in Russia's efforts to expand its influence in the international arena. Using a qualitative approach through document analysis and case studies, this research finds that Russia's remilitarization is a strategic response to global geopolitical changes and an attempt to challenge Western dominance led by the United States and NATO. The results show that the remilitarization policy not only strengthens Russia's military position, but also increases international tensions, especially in the context of regional security. This research contributes to a deeper understanding of global power dynamics and the implications of the remilitarization policy on Russia's rise as a potential hegemon and international stability in the contemporary era.
4245845829E1A020205PERAN JAKSA PENGACARA NEGARA DALAM PENGEMBALIAN ASET MILIK PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA
(Studi Kasus Pengembalian Aset Rumah Dinas Milik Pemerintah Daerah)
Jaksa Pengacara Negara (JPN) sebagai kesatuan unit dari Kejaksaan Negeri Purbalingga telah menerima mandat untuk mengembalikan aset rumah dinas milik pemerintah daerah yang berlokasi di Kelurahan Purbalingga Kidul, Kecamatan Purbalingga. Aset tersebut dikuasai sejak puluhan tahun oleh ahli waris dari mantan Sekretaris Daerah Purbalingga. Penelitian ini menganalisis bagaimana pelaksanaan tugas JPN dalam proses pengembalian aset milik Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini juga menganalisis bagaimana hambatan yang dihadapi oleh JPN dalam melaksanakan tugasnya untuk mengembalikan aset milik Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis, menggunakan data primer dan sekunder melalui wawancara observasi. Hasil penelitian ini bahwa pelaksanaan tugas JPN dalam pengembalian aset milik Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga menunjukkan peran penting kejaksaan di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. JPN bertugas mewakili pemerintah daerah dengan langkah strategis, seperti pendampingan stakeholders, pendataan, bantuan hukum, serta tindakan hukum lain untuk mengembalikan aset yang dikuasai oleh pihak ketiga secara melawan hukum. Selain itu, dalam pengembalian aset milik Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga, JPN mempunyai tiga faktor penghambat, yaitu faktor hukum, faktor penegak hukum, dan faktor sarana atau fasilitas pendukung.State Attorney Prosecutors (JPN) as a unit of the Purbalingga District Prosecutor's Office has received a mandate to return the asset of the regional government’s official residence located in Purbalingga Kidul Village, Purbalingga District. These asset have been controlled for decades by the heirs of the former Purbalingga Regional Secretary. This research analyzes how JPN carries out its duties in the process of returning asset belonging to the Regional Government of Purbalingga Regency. This research also analyzes the obstacles faced by JPN in carrying out its duties to return asset belonging to the Regional Government of Purbalingga Regency. This research is empirical legal research with analytical descriptive research specifications, using primary and secondary data through observation interviews. The results of this research show that the implementation of JPN's duties in returning asset belonging to the Regional Government of Purbalingga Regency shows the important role of the prosecutor's office in the field of Civil and State Administration. JPN is tasked with representing regional government with strategic steps, such as stakeholders assistance, data collection, legal assistance, and other legal actions to return asset controlled by third parties unlawfully. Apart from that, in returning asset belonging to the Regional Government of Purbalingga Regency, JPN has three inhibiting factors, namely legal factors, law enforcement factors, and supporting facilities or facilities factors.
4245945830A1A020058Integrasi Pasar dan Pembentukan Harga Cabai Merah di Kabupaten BanyumasCabai merah merupakan tanaman hortikultura yang memiliki sifat musiman
sehingga harga yang dimiliki juga cenderung bervariasi. Kecenderungan harga
yang bervariasi ini menjadikan komoditas cabai memiliki harga yang tidak pasti.
Ketidakpastian harga cabai merah ini akan mengakibatkan harga cabai merah
berfluktuasi. Variasi harga cabai merah juga dapat diakibatkan oleh penyaluran
informasi harga yang belum tersalurkan dengan baik. Penyaluran informasi harga
penting untuk tersalurkan dengan baik agar pergerakan harga cabai merah
terkondisikan dengan stabil. Berdasarkan hal tersebut, tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui saluran pemasaran, hubungan integrasi pasar, dan pasar
yang mendominasi dalam pembentukan harga komoditas cabai merah di
Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan
deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Wage, Pasar Sokaraja, dan Pasar
Manis Kabupaten Banyumas. Data primer berasal dari wawancara dan observasi
dengan pengamatan secara langsung ke pedagang di pasar. Data sekunder
diperoleh dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas serta
Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Metode analisis yang digunakan dalam
penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis koefisien harga dan integrasi pasar
dengan VECM, serta analisis variance decomposition.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran cabai merah di
Kabupaten Banyumas, utamanya di Pasar Wage tergolong ke dalam jenis saluran
pemasaran empat tingkatan, tiga tingkatan, dan dua tingkatan. Saluran pemasaran
cabai merah di Pasar Sokaraja tergolong ke dalam jenis saluran pemasaran tiga
tingkatan dan dua tingkatan. Saluran pemasaran cabai merah di Pasar Manis
tergolong ke dalam jenis saluran pemasaran dua tingkatan. Saluran pemasaran
empat tingkatan melibatkan petani – tengkulak – pedagang pengepul – pedagang
grosir – pedagang ecer – konsumen. Saluran pemasaran tiga tingkatan melibatkan
petani – tengkulak – pedagang grosir – pedagang ecer – konsumen. Saluran
pemasaran dua tingkatan melibatkan petani – tengkulak – pedagang ecer –
konsumen. Perilaku harga cabai merah di Kabupaten Banyumas menunjukkan
perilaku yang tidak stabil dan fluktuatif. Nilai koefisien variasi harga cabai merah
dari tahun 2019 hingga 2023 berkisar antara 33,39 persen sampai 49,40 persen.
Hasil analisis integrasi pasar menunjukkan bahwa terdapat hubungan integrasi
pasar dalam jangka panjang dan jangka pendek. Hasil analisis dekomposisi varian
cabai merah di Pasar Wage, Pasar Sokaraja, dan Pasar Manis Kabupaten
Banyumas menunjukkan bahwa Pasar Wage mendominasi dalam pembentukan
harga cabai merah di pasar lainnya.
Red chili is a horticultural crop that is seasonal so prices also tend to vary.
This trend in varying prices means that chili commodities have uncertain prices.
This uncertainty in the price of red chilies will cause the price of red chilies to
fluctuate. Variations in red chili prices can also be caused by price information
not being distributed properly. It is important to distribute price information well
so that red chili price movements are stable. Based on this, the aim of this
research is to determine marketing channels, market integration relationships,
and markets that dominate the formation of red chili commodity prices in
Banyumas Regency.
This researchuses quantitative methods with a descriptive approach. This
research was carried out at Wage Market, Sokaraja Market, and Sweet Market,
Banyumas Regency. Primary data comes from interviews and observations with
direct observations of traders in the market. Secondary data was obtained from
the Banyumas Regency Agriculture and Food Security Service and the Industry
and Trade Service. The analytical methods used in this research are descriptive
analysis, price coefficient analysis and market integration with VECM, as well as
Variance Decomposition analysis.
The research results show that the marketing channels for red chilies in
Banyumas Regency, especially at Wage Market, are classified into four-level,
three-level and two-level marketing channels. The marketing channels for red
chilies at Sokaraja Market are classified into three-level and two-level marketing
channels. The marketing channel for red chilies at Pasar Manis is classified as a
two-level marketing channel. The four-level marketing channel involves farmers –
middlemen – collectors – wholesalers – retail traders – consumers. The three-tier
marketing channel involves farmers – middlemen – wholesalers – retail traders –
consumers. The two-level marketing channel involves farmers – middlemen –
retailers – consumers. The price behavior of red chilies in Banyumas Regency
shows unstable and fluctuating behavior. The coefficient of variation in red chili
prices from 2019 to 2023 ranges from 33.39% to 49.40%. The results of the
market integration analysis show that there is a long-term and short-term market
integration relationship. The results of the decomposition analysis of red chili
variants at Wage Market, Sokaraja Market and Sweet Market, Banyumas Regency
show that Wage Market dominates the formation of red chili prices in other
markets.
4246045831J1E020061UTILIZING “HOT SEAT GAME” TO IMPROVE STUDENTS’ VOCABULARY
(A Quasi-Experimental Research on the Eighth-Grade Students of SMP Negeri 1 Sragi in the Academic Year of 2023/2024)
Penelitian ini membahas tentang penggunaan hot seat game sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kosakata bahasa Inggris siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) untuk mendeskripsikan implementasi hot seat game untuk meningkatkan kosakata siswa; 2) untuk mengetahui apakah hot seat game secara signifikan meningkatkan kosakata siswa; 3) untuk menyelidiki respon siswa terhadap penggunaan hot seat game dalam meningkatkan kosakata mereka. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian kuasi-eksperimen. Enam puluh satu siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sragi dari kelas VIII.3 dan VIII.5 dipilih sebagai sampel penelitian melalui purposive sampling. Observasi, tes, dan kuesioner digunakan sebagai instrumen penelitian untuk mengumpulkan data. Penelitian ini menemukan bahwa hot seat game berhasil diterapkan untuk meningkatkan kosakata siswa. Hasil tes menunjukkan bahwa permainan ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kosakata siswa, didukung oleh nilai signifikan 0,000 (<0,05). Data dari kuesioner menunjukkan bahwa 97% dari respon siswa setuju bahwa penggunaan hot seat game membantu mereka dalam mempelajari kosakata bahasa Inggris. Kesimpulannya menunjukkan bahwa penggunaan hot seat game sebagai media pembelajaran memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kosakata bahasa Inggris siswa.This study addresses about the use of the hot seat game as a learning media to improve students’ English vocabulary. The objectives of this study are: 1) to describe the implementation of the hot seat game to improve students’ vocabulary; 2) to find out if the hot seat game significantly improves students’ vocabulary; 3) to investigate students’ responses toward the hot seat game in improving their vocabulary. This study used a quantitative method with a quasi-experimental research design. Sixty-one Eighth-grade students of SMP Negeri 1 Sragi from classes VIII.3 and VIII.5 were selected as the research sample through purposive sampling. Observation, tests, and questionnaires were used as the research instruments to collect data. This study found that the hot seat game was successfully implemented to improve students’ vocabulary. The test result showed that the hot seat game has a significant effect on improving students’ vocabulary, supported by the significant value of 0.000 (< 0.05). The data from the questionnaire showed that 97% of the students’ responses agreed that the utilization of the hot seat game helped them to learn English vocabulary. The conclusion showed that using the hot seat game as a learning medium has a significant effect on improving students’ English vocabulary.