Artikelilmiahs
Menampilkan 38.781-38.800 dari 48.943 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 38781 | 41465 | E1A016146 | PENGATURAN HAK PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN DAN DISKRIMININASI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 39 TAHUN 1999 TENTANG HAK ASASI MANUSIA | Tindakan kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan di Indonesia semakin marak terjadi. Upaya pemerintah untuk menghilangkan kekerasan dan diskriminasi berdasarkan jenis kelamin yang dicantumkan dalam berbagai peraturan perundang- undangan termasuk peraturan perundang-undangan terhadap hak perempuan. Penelitian ini bertujuan Mengetahui pengaturan hak perempuan korban kekerasan dan diskriminasi berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan upaya perlindungan hukum perempuan korban kekerasan dan diskriminasi. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum secara yuridis normatif, dengan metode pendekatan pendekatan undang-undang (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach) Spesifikasi penelitianini adalah perskriptif, dengan jenis dan sumber data sekunder dan analisis data dilakukan secara deskrtiptif kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan pengaturan perlindungan hukum hak perempuan korban kekerasan dan diskriminasi yang diatur Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia berpedoman pada perjanjian internasional (convention) Convention On The Elimination of All Forms Of Discrimination Against Women (CEDAW). Upaya perlindungan hukum perempuan korban kekerasan dan diskriminasi yakni dibentuknya Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan atau Komisi Nasional (Komnas) Perempuan sebagai lembaga independen di Indonesia yang dibentuk sebagai mekanisme nasional untuk menghapuskan kekerasan terhadap perempuan. | Acts of violence and discrimination against women in Indonesia are increasingly common. The government's efforts to eliminate violence and discrimination based on sex are stated in various laws and regulations, including laws and regulations on women's rights. This study aims to determine the regulation of the rights of women victims of violence and discrimination based on Law Number 39 of 1999 concerning Human Rights and legal protection efforts for women victims of violence and discrimination. This study uses a normative legal research type, with a statute approach and a case approach. The specifications of this research are descriptive, with secondary data types and sources and data analysis is carried out qualitatively descriptive. The results of the research and discussion can be concluded that the legal protection arrangements for the rights of women victims of violence and discrimination are regulated in Law Number 39 of 1999 concerning HumanRights based on the international agreement (convention) Convention On The Elimination of All Forms Of Discrimination Against Women (CEDAW). Efforts to protect the law against women victims of violence and discrimination include the formation of the National Commission on Violence Against Women or the National Commission on Women (Komnas) as an independent institution in Indonesia which was formed as a national mechanism to eliminate violence against women. | |
| 38782 | 41366 | I1G021001 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDER (MSDS) PADA PERAWAT RAWAT INAP DI RST WIJAYAKUSUMA PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang : Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan keluhan dirasakan pada bagian saraf maupun tulang belakang. Faktor penyebab keluhan MSDs pada perawat adalah usia, jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh (IMT), masa kerja, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, postur kerja, beban kerja. Tujuannya untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan MSDs pada perawat rawat inap. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, populasi perawat rawat inap sejumlah 110 orang dan sampel sebanyak 67 orang menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dengan menggunakan kuisioner. Data dianalisis menggunakan chi-square. Hasil : Variabel yang berhubungan yaitu kebiasaan olahraga (p-value 0.001), sedangkan variabel yang tidak berhubungan yaitu usia (p-value 0.806), jenis kelamin (p-value 1.000), IMT (p-value 0.450), masa kerja (p value 0,827), kebiasaan merokok (p value 0,168), postur kerja (p-value 0.121) , beban kerja (p-value 0,551). Kesimpulan : Variabel kebiasaan olahraga merupakan variabel berhubungan dengan keluhan MSDs. Saran : K3RS perlu memberikan olahraga bagi perawat selama 30 menit. | Background : Musculoskeletal Disorders (MSDs are complaints felt in the nerves and spine.Factors causing MSDs complaints in nurses are age, gender, body mass index (BMI), years of service, smoking habits, exercise habits, work posture, workload. The aim is to find out the factors associated with MSDs complaints in inpatient nurses. Method : This study uses a quantitative method with an approachcross sectional, the population of inpatient nurses was 110 people and a sample of 67 people used the techniquepurposive sampling. Data collection was carried out by observation, interviews using questionnaires. Data were analyzed using chi square Results : The related variable is exercise habits (p-value 0.001), while the unrelated variable is age (p-value 0.806), gender (p-value 1.000), IMT (p-value 0.450), working time (p-value 0827), smoking habits (p-value 0,168), working posture (p-value 0,121) , workload (p-value 0.551). Conclusion : The exercise habit variable is a variable related to MSDs complaints. Suggestion : Hospital HSE needs to provide exercise for nurses for 30 minutes. | |
| 38783 | 41371 | F1C019018 | Benturan Kepentingan dalam Penentuan Agenda Media di Koran Tempo dalam Pemilihan Berita Utama | Apa yang muncul di media tidak berasal dari kekosongan yang netral dan tidak memihak dan disalurkan melalui media yang tidak terdistorsi, melainkan merupakan hasil dari pengaruh internal dan eksternal media. Berbagai kepentingan sering kali dapat ditemukan di ruang redaksi pemberitaan. Di ruang redaksi tak dapat dipungkiri pasti sering terjadi konflik dan pertemuan antara kepentingan bisnis dan sikap redaksi, otoritas keredaksian yang berhadapan dengan bagian pemasaran, pemegang saham bahkan hingga pemasang iklan atas produk berita. Koran Tempo menawarkan iklan inforial Karenanya perlu diketahui seperti apa proses yang terjadi di balik produksi berita dan bagaimana agenda media dibentuk. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana proses yang terjadi di dapur redaksi Koran Tempo pada saat memproduksi berita dan ada kepentingan siapa saja yang andil dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan teknik wawancara serta observasi rapat redaksi. Dengan bantuan teori Agenda setting dan teori Hirarki Pengaruh Isi Media oleh Shoemaker dan Reese untuk mengetahui bagaimana proses pembentukan agenda media dan berbagai kepentingan yang terkait di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pembentukan agenda media, level rutinitas media terutama aspek pengolahan berita adalah level yang paling dominan mempengaruhi pengambilan keputusan. Hal ini dikarenakan semua berita yang diterbitkan Koran Tempo harus melalui proses rapat redaksi. Selain itu, level organisasi dan level ideologi juga merupakan aspek yang cukup signifikan dalam mempengaruhi pengambilan keputusan karena nilai dan filosofi Tempo telah ditanamkan kepada awak medianya sejak dini. | What appears in the media does not come from a neutral and impartial void and is channeled through undistorted media, but is the result of internal and external media influences. Various interests can often be found in the news editorial room. In the newsroom, it is undeniable that conflicts and meetings often occur between business interests and the attitude of the editorial office, editorial authorities dealing with the marketing department, shareholders and even advertisers for news products. Koran Tempo offers informative advertisements. Therefore, it is necessary to know what is the process behind news production and how the media agenda is shaped. This research wants to find out how the process that occurs in the editorial kitchen of Koran Tempo when producing news and whether there are interests of anyone who takes part in the process. This study used qualitative methods and interview techniques as well as editorial meeting observations. With the help of the Agenda setting theory and the Hierarchy of Media Content Influence theory by Shoemaker and Reese to find out how the process of forming the media agenda and the various interests involved in it. The results of the study show that in the process of forming the media agenda, the routine level of the media, especially the news processing aspect, is the most dominant level influencing decision making. This is because all news published by Koran Tempo must go through an editorial meeting process. Apart from that, the organizational level and ideological level are also quite significant aspects in influencing decision making because Tempo's values and philosophy have been instilled in its media crew from an early age. | |
| 38784 | 41372 | F1D016014 | ANALISIS KETERWAKILAN POLITIK PEREMPUAN DALAM PANITIA PEMILIHAN KECAMATAN PPK DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2019 | Kebijakan afirmasi terkait kuota keterwakilan minimal 30 persen untuk perempuan, membuka perubahan besar di Indonesia. Dalam konteks pelibatan perempuan dalam proses penyelenggaraan kepemiluan, dinilai masih sangat minim dan luput dari perhatian publik. Padahal keterlibatan perempuan menjadi penyelenggara pemilu menjadi hal penting dalam tegaknya sistem demokrasi, bukan hanya secara angka namun juga makna. Tulisan ini bertujuan menjelaskan potret Keterwakilan Politik Perempuan dalam Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kabupaten Banyumas Tahun 2019. Tulisan ini didasarkan pada penelitian dengan metode kualitatif melalui studi kasus. Sumber data tulisan berupa pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan informan dari ketua PPK Kedungbanteng dan 2 anggota PPK Baturraden Pemilu 2019, serta data dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Banyumas. Analisis data dalam tulisan ini menunjukan hasil bahwa keterwakilan perempuan pada penyelenggaraan kepemiluan di Kabupaten Banyumas tahun 2019 belum memenuhi 30 persen komposisi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 52. Tidak terpenuhinya kuota afirmasi, diakibatkan rendahnya tingkat partisipasi dan pengetahuan perempuan dalam kepemiluan. Oleh karena itu, penting untuk mendorong keterwakilan perempuan dalam berbagai aspek oleh semua pihak baik offline maupun online. | Affirmative policies related to a minimum representation quota of 30 percent for women, opened big changes in Indonesia. In the context of the involvement of women in the process of organizing elections, this is considered to be very minimal and escapes public attention. In fact, the involvement of women as organizers of elections is important in upholding a democratic system, not only in numbers but also in meaning. This paper aims to explain the portrait of Women's Political Representation in the District Election Committee (PPK) in Banyumas Regency in 2019. This paper is based on research using qualitative methods through case studies. The source of written data is in the form of data collection through in-depth interviews with informants from the chairman of the Kedungbanteng PPK and 2 members of the 2019 Election Baturraden PPK, as well as data from the Information Management and Documentation Officer (PPID) of the Banyumas Regency General Election Commission. Data analysis in this paper shows the result that women's representation in the holding of elections in Banyumas Regency in 2019 has not fulfilled the 30 percent composition as mandated by Law Number 7 of 2017 Article 52. The affirmation quota is not fulfilled, due to the low level of participation and knowledge of women in elections. Therefore, it is important to encourage women's representation in various aspects by all parties, both offline and online. | |
| 38785 | 41373 | F1D019005 | Partisipasi Politik Pemuda Menjadi Penyelenggara Pemilu Pilpres 2019 di Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas | Partisipasi politik selalu menjadi sorotan umum, terlebih ketika menjelang Pemilu. Partisipasi politik yang sering menjadi sorotan adalah partisipasi politik pemuda. Banyak penelitian yang sudah dilakukan untuk mengetahui bagaimana partisipasi politik pemuda. Namun penelitian yang sebelumnya dilakukan hanya berfokus pada pemilih pemula dan bagaimana partisipasi politik di TPS. Penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya. Penelitian ini berfokus pada partisipasi pemuda menjadi penyelenggara Pemilu dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana keterlibatan pemuda menjadi penyelenggara Pemilu, pandangan pemuda terhadap penyelenggara Pemilu, dan faktor apa saja yang mempengaruhi keterlibatan pemuda menjadi penyelenggara Pemilu di Kecamatan Sumpiuh. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan pemuda menjadi penyelenggara Pemilu rendah, hal ini dikarenakan beberapa faktor yakni, informasi yang tersebar belum merata dan terjadinya dominasi relasi kaum tua. | Political participation has always been in the public spotlight, especially when approaching elections. Political participation that is often in the spotlight is youth political participation. Many studie have been conducted to find out how youth political participation. However, previous studies have only focused on beginner voters and how political participation at poliing stations. This research is different from previous research. This research focused on youth participation as election organizer with the aim of knowing how youth involvement as election organizer, youth views on election organizer, and what factors influence youth involvment as election organizer in Sumpiuh Distric. The method use is qualitative using a field study approach. The results showed that involvment of youth in becoming election organizer is low, this is due to several factors, namely, enevenly distributed information and the dominance of old people’s relations. | |
| 38786 | 41374 | F1F019050 | STANDAR GANDA SIKAP POLITIK FIFA (FEDERATION INTERNATIONALE de FOOTBALL ASSOCIATION) TERHADAP ISRAEL DAN RUSIA DALAM ISU KEDAULATAN NEGARA TAHUN 2017-2022 | FIFA merupakan organisasi sepak bola tertinggi di dunia yang bertugas untuk mengatur seluruh kegiatan sepak bola baik di luar maupun di dalam lapangan. Sepak bola sendiri saat ini sudah menjadi salah satu industri terbesar di dunia, hal tersebut membuat sepak bola sering kali dijadikan sebagai alat kepentingan politik bagi beberapa pihak. FIFA sebagai INGO tertinggi sebenarnya sangat melarang adanya percampuran politik dan sepak bola seperti yang tertulis dalam statuta mereka. Hal itu lah yang membuat FIFA enggan memberikan sanksi apa pun kepada Israel yang masih menginvasi Palestina. Namun, ketika konflik Rusia-Ukraina pecah, FIFA secara terang-terangan mendukung Ukraina dan memberikan sanksi berat kepada Rusia. Hal tersebut mengindikasikan adanya politik standar ganda yang dilakukan oleh FIFA dalam kedua konflik ini. Penulis menggunakan konsep INGO untuk menganalisis bagaimana FIFA bisa berlaku tidak adil dalam kedua konflik tersebut. Selain itu, penulis juga menggunakan teori Unilateralisme yang menjelaskan alasan dibalik pengambilan kebijakan politik yang dilakukan oleh FIFA terhadap kedua konflik tersebut sehingga menimbulkan adanya politik standar ganda | FIFA is the highest football organization in the world, whose job it is to regulate all football activities both on and off the field. Football itself has now become one of the largest industries in the world; this makes football often used as a tool for political interests by several parties. FIFA, as the highest INGO, actually strictly prohibits the mixing of politics and football, as written in their statutes. This is what makes FIFA reluctant to give any sanctions to Israel, which is still invading Palestine. However, when the Russia-Ukraine conflict broke out, FIFA openly supported Ukraine and imposed heavy sanctions on Russia. This indicates that there is a double standard in the politics carried out by FIFA in these two conflicts. The author uses the INGO concept to analyze how FIFA can act unfairly in both conflicts. In addition, the author also uses the unilateralism theory, which explains the reasons behind FIFA's political decision-making towards the two conflicts, giving rise to a double standard in politics. | |
| 38787 | 41325 | E1A019285 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN GAS LPG YANG TIDAK SESUAI DENGAN BERAT BERSIH BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (STUDI PUTUSAN NOMOR 295/PID.SUS/2021/PN.SNG) | Perlindungan konsumen telah mengatur hak-hak dan kewajiban konsumen dan pelaku usaha yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Salah satu contoh kasus dalam hal ini adalah adanya tindakan pelaku usaha yang melanggar hak-hak konsumen, kewajiban, serta perbuatan yang dilanggar bagi pelaku usaha dengan menperdagangkan Gas LPG yang tidak sesuai berat bersih. Perbuatan tersebut telah menimbulkan kerugian bagi konsumen karena Gas LPG yang diperdagangkan tidak memenuhi ketentuan standar mutu barang sehingga menimbulkan kerugian bagi konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap konsumen Gas LPG yang tidak sesuai berat bersih berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analisis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif sistematis dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa konsumen telah memperoleh perlindungan hukum dengan dijatuhkannya hukuman bagi pelaku usaha berdasarkan ketentuan Pasal 8 huruf b dan c Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Majelis hakim juga menyatakan Parman Bin Supria terbukti bersalah karena memperdagangkan Gas LPG yang tidak sesuai berat bersih yang dinyatakan dalam label atau etiket barang. | Consumer protection has regulated the rights and obligations of consumers and business actors as stipulated in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. One example of a case in this case is the actions of business actors who violate consumer rights, obligations, and actions that are violated for business actors by trading LPG Gas that is not in accordance with the net weight. This action has caused losses to consumers because the LPG Gas traded does not meet the provisions of the quality standards of goods, causing losses to consumers. The purpose of this study is to determine the legal protection of LPG Gas consumers who do not match the net weight based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. This research was conducted using normative juridical methods with descriptive research specification analysis. The data sources used are primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data obtained are presented with systematic narrative texts and the data analysis method used is a qualitative normative method. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that consumers have obtained legal protection by imposing penalties for business actors based on the provisions of Article 8 letter b and c of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. The panel of judges also found Parman Bin Supria guilty of trading LPG Gas that did not match the net weight stated in the label or etiquette of goods. | |
| 38788 | 41375 | C1I019016 | THE EFFECT OF COMPANY SIZE, NET WORKING CAPITAL AND GROWTH OPPORTUNITY ON CASH HOLDING WITH PROFITABILITY AS INTERVENING VARIABLE IN THE COMPANIES LISTED IN THE TRANSPORTATION SUB-SECTOR 2018-2021 | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh company size, net working capital, dan growth opportunity terhadap cash holding dengan profitabilitas sebagai variabel intervening pada perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia sub-sektor transportasi untuk tahun 2018-2021. Sampel penelitian ini sebanyak 18 perusahaan yang diperoleh dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Teknik analisis data yang dilakukan adalah statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, uji sobel, uji model regresi (uji F dan uji R2 ), dan uji hipotesis (uji t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) company size memiliki pengaruh negatif terhadap profitabilitas. (2) net working capital memiliki pengaruh positif terhadap profitabilitas. (3) growth opportunity memiliki pengaruh negatif terhadap profitabilitas. (4) profitabilitas tidak memiliki pengaruh terhadap cash holding. (5) company size tidak memiliki pengaruh terhadap cash holding. (6) net working capital memiliki pengaruh positif terhadap cash holding. (7) growth opportunity tidak memiliki pengaruh terhadap cash holding. (8) Profitabilitas tidak dapat memediasi hubungan antara company size dengan cash holding. (9) Profitabilitas dapat memediasi hubungan antara net working capital dengan cash holding. (10) Profitabilitas tidak dapat memediasi hubungan antara growth opportunity dengan cash holding. | This research aims to determine the effect of company size, net working capital, and growth opportunity on cash holding with profitability as an intervening variable in companies listed on Indonesia Stock Exchange in the transportation sub-sector for 2018-2021. The sample of this research is 18 companies obtained by purposive sampling technique based on certain criteria. The data analysis technique used is descriptive statistics, classics assumption test, multiple regression analysis, sobel test, regression model test (F test and R2 test), and hypothesis testing (t test). The results showed that: (1) company size has a negative effect on profitability. (2) net working capital has a positive effect on profitability. (3) growth opportunity has a negative effect on profitability. (4) profitability has no effect on cash holding. (5) company size has no effect on cash holding. (6) net working capital has a positive effect on cash holding. (7) growth opportunity has no effect on cash holding. (8) Profitability cannot mediate the influence of company size on cash holding. (9) Profitability can mediate the influence of net working capital on cash holding. (10) Profitability cannot mediate the influence of growth opportunity on cash holding. | |
| 38789 | 41376 | E1A019179 | PERANAN KEJAKSAAN DALAM PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE TERHADAP TINDAK PIDANA PENGGELAPAN (Studi Kasus Di Kejaksaan Negeri Kota Banjar) | Proses penegakkan hukum pidana saat ini telah mengenal penyelesaian perkara tindak pidana dengan mengedepankan restorative justice yang menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula agar terciptanya suatu keseimbangan perlindungan, sehingga kepentingan korban dan pelaku tindak pidana tidak hanya berorientasi pada pembalasan, namun lebih mengarah kepada upaya penyelesaian perkara di luar pengadilan. Kejaksaan Negeri Kota Banjar sebagai salah satu aparat penegak hukum mempunyai tugas dan kewenangan untuk menerapkan restorative justice tersebut. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dari Kejaksaan Negeri Kota Banjar dalam pelaksanaan penyelesaian perkara melalui restorative justice terhadap tindak pidana penggelapan serta hambatan-hambatan yang dialami oleh Kejaksaan Negeri Kota Banjar dalam menerapkan restorative justice tersebut. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Lokasi penelitian di Kejaksaan Negeri Kota Banjar. Metode penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data diolah dengan reduksi data, penyajian data dan kategorisasi data serta dianalisis dengan teknik Content Analisys Methode. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa Kejaksaan Negeri Kota Banjar berperan sebagai fasilitator yang mana tercantum dalam Pasal 9 Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif. Merujuk pada peran tersebut dinilai masih belum maksimal dengan ditemukannya hambatan-hambatan yang dialami oleh Kejaksaan Negeri Kota Banjar baik itu hambatan internal, eksternal maupun faktor penghambat lainnya. Hambatan-hambatan tersebut harus segera dibenahi agar penerapan restorative justice yang dijalankan oleh Kejaksaan Negeri Kota Banjar dapat berjalan maksimal. | The current criminal law enforcement process has recognized the settlement of criminal cases by prioritizing restorative justice, which emphasizes restoring back to the original state, in order to create a balance of protection so that the interests of victims and perpetrators of criminal acts are not only oriented towards retaliation, but more towards efforts to resolve cases outside the court.. The Banjar City State Attorney's Office as one of the law enforcement officials has the duty and authority to implement restorative justice. The purpose of this study is to determine the role of the Banjar City District Attorney's Office in the implementation of case settlement through restorative justice for embezzlement crimes and the obstacles experienced by the Banjar City District Attorney's Office in implementing restorative justice. This research uses an empirical juridical approach method with analytical descriptive research specifications. The research location is at the Banjar City District Attorney's Office. The method of determining informants in this research uses purposive sampling technique. The data sources used are primary data and secondary data. The data was processed by data reduction, data presentation and data categorization and analyzed using the Content Analysis Method technique. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the Banjar City District Attorney's Office acts as a facilitator which is stated in Article 9 of Prosecutor's Regulation Number 15 of 2020 concerning Termination of Prosecution Based on Restorative Justice. Referring to this role, it is still considered not optimal with the obstacles experienced by the Banjar City District Prosecutor's Office, be it internal, external or other inhibiting factors. These obstacles must be addressed immediately so that the application of restorative justice carried out by the Banjar City District Attorney's Office can run optimally. | |
| 38790 | 41378 | A1D019066 | PENAMPILAN POPULASI PADI F4 HASIL PERSILANGAN INPAGO UNSOED 1 × BASMATI DELTA 9 DIBANDING TETUANYA | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui penampilan padi populasi F4 hasil persilangan Inpago Unsoed 1 × Basmati Delta 9 dibanding tetuanya, 2) mengetahui keeratan hubungan, pengaruh langsung, dan tidak langsung beberapa karakter pertumbuhan dan hasil, 3) mengetahui karakter yang paling berhubungan erat dan berpengaruh langsung terhadap hasil tanaman padi populasi F4 Inpago Unsoed 1 × Basmati Delta 9. Rancangan percobaan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok dengan rancangan perlakuan Augmented Design dengan 5 blok. Perlakuan yang diuji terdapat pada 150 genotipe padi populasi F4 hasil persilangan Varietas Inpago Unsoed 1 × Basmati Delta 9 dan 5 varietas pembanding meliputi Inpago Unsoed 1, Basmati Delta 9, Protani, Pro 20 Tangguh, dan Inpari 31. Karakter yang diamati meliputi tinggi tanaman, umur tanaman berbunga, jumlah anakan produktif, panjang malai, umur panen, bobot gabah per rumpun, bobot gabah per malai, jumlah gabah per malai, persentase gabah isi per malai, bobot 1000 butir gabah, ukuran beras, dan bentuk beras pecah kulit. Penampilan padi populasi F4 hasil persilangan Inpago Unsoed 1 dan Basmati Delta 9 menunjukkan sebagai populasi yang masih bersegregasi ditunjukkan dengan adanya penampilan individu F4 yang lebih tinggi dibanding tetuanya, ada yang lebih rendah dari tetuanya, dan ada yang lebih tinggi dari salah satu tetuanya. Karakter yang berkorelasi nyata dan positif terhadap hasil meliputi bobot gabah per malai, jumlah gabah per malai, jumlah anakan produktif, persentase gabah isi per malai, tinggi tanaman, panjang malai, dan bobot 1000 butir. Karakter yang paling berhubungan erat dan berpengaruh langsung paling tinggi dengan hasil adalah bobot gabah per malai dan jumlah anakan produktif yang bisa digunakan sebagai pertimbangan indikator seleksi pada generasi selanjutnya. Terdapat individu F4 yang memiliki umur panen pendek dan terdapat panjang beras yang sudah melampui pembandingnya. | This research aimed to: 1) determine the performance of rice characteristics of F4 populations progeny from crossing of Inpago Unsoed 1 × Basmati Delta 9 compared to their parents, 2) find out the closest relation, direct effect, indirect effect some characteristics of growth and yield, 3) know the closest correlation and direct effect to the rice yield F4 populations of Inpago Unsoed 1 × Basmati Delta 9. The experimental design used was a Randomized Block Design with Augmented Design treatment design with 5 blocks. The treatment tested in 150 rice genotipe of F4 population progeny from crossing of Inpago Unsoed 1 × Basmati Delta 9 and 5 comparison varieties inccluding Inpago Unsoed 1, Basmati Delta 9, Protani, Pro 20 Tangguh, and Inpari 31. The characters observed included plant height, flowering age, number of productive tillers, panicle length, harvest age, grain weight per clump, grain weight per panicle, number of grains per panicle, percentage of grain content per panicle, weight of 1000 seeds, rice length, and rice form. The yield showed that the performance of F4 population progeny from crossing of Inpago Unsoed 1 and Basmati Delta 9 was a population that was still segregated indicated by the performance of F4 individuals who were higher than their parents, some were lower than their parents, and some were higher than one of their parents. Characters that correlate significantly and positively with yield include grain weight per panicle, number of grains per panicle, number of productive tillers, percentage of grain content, plant height, panicle length, and weight of 1000 seeds. The most closely related characters to yield and the highest direct effect are the grain weight per panicle and number of productive tillers so that this characters can be used as indicator selection in the next generation. There are F4 individuals who have short harvest age and there are rice lengths that exceed than the other comparison | |
| 38791 | 41351 | F1B018025 | PERAN HETERO SPACE BANYUMAS DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI KREATIF PADA SEKTOR USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) | Penelitian ini berjudul Peran Hetero Space Banyumas dalam Pemberdayaan Ekonomi Kreatif pada Sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Judul tersebut dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan pada UMKM di Indonesia khususnya di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Permasalahan Kelemahan yang dihadapi UMKM dalam meningkatkan kemampuan usahanya sangat kompleks dan mencakup berbagai indikator yang satu dengan lainnya saling terkait antara lain kurangnya jumlah dan sumber modal, kurangnya kemampuan manajerial dan keterampilan untuk beroperasi dalam pengorganisasian dan pemasaran yang terbatas. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mengetahui peran Hetero Space Banyumas terhadap pemberdayaan UMKM, sebagaimana yang telah di sebutkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 pasal 2 yang berbunyi Pemerintah dan Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya menyelenggarakan pemberdayaan UMKM. Penelitian ini menggunakan kerangka teori pemberdayaan ACTORS Dari Sarah Cook dan Steve Macaulay tahun1997. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Sementara metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberdayaan UMKM ada keterkaitan antara proses dan hasil yang terkait dengan partisipasi publik yang diselenggarakan pemerintah, termasuk potensinya untuk memberdayakan warga negara dalam memandu keputusan administratif. Administrator memainkan peran ganda dalam pemberdayaan publik, mempengaruhi baik proses maupun hasilnya. | This research is entitled The Role of Hetero Space Banyumas in Creative Economy Empowerment in the Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) Sector. This title is motivated by problems with MSMEs in Indonesia, especially in Banyumas Regency, Central Java. Problems Weaknesses faced by MSMEs in improving their business capabilities are very complex and include various indicators which are interrelated with each other, including the lack of amount and sources of capital, lack of managerial ability and limited skills to operate in organization and marketing. The purpose of this research is to find out the role of Hetero Space Banyumas in empowering MSMEs, as stated in Law Number 20 of 2008 article 2 which reads the Government and Regional Governments in accordance with their authority to organize MSME empowerment. This study uses the ACTORS empowerment theory framework from Sarah Cook and Steve Macaulay in 1997. The research method used in this study is a qualitative research method. Informants were selected using a purposive sampling technique. Data collection in this study was carried out by in-depth interviews, observation and documentation. While the data analysis method used is descriptive analysis method. The results of this study indicate that the empowerment of SMEs is related to processes and outcomes related to government-organized public participation, including its potential to empower citizens to guide administrative decisions. Administrators play multiple roles in public empowerment, influencing both the process and the outcome. | |
| 38792 | 33891 | J1B017053 | ASPEK PSIKOLOGI TOKOH LESBIAN DALAM NOVEL RELUNG-RELUNG GELAP HATI SISI KARYA MIRA W (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA) | Judul penelitian ini adalah “Aspek Psikologi Tokoh Lesbian dalam Novel Relung-Relung Gelap Hati Sisi Karya Mira W (Kajian Psikologi Sastra)”. Penelitian ini menggunakan objek kajian novel karya Mira W yang berjudul Relung-Relung Gelap Hati Sisi. Peneliti memilih untuk mengkaji objek ini dengan alasan bahwa novel ini tercatat sebagai novel pertama di Indonesia yang mengangkat isu lesbian/LGBT. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan tokoh, penokohan, alur, latar dan menganalisis aspek psikologis tokoh-tokoh lesbian dalam novel ini menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dan menggunakan pendekatan psikologi sastra. Hasil penelitian ini ditemukannya dua tokoh lesbian dalam novel Relung-Relung Gelap Hati Sisi, yaitu Sisi dan Airin. Alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur maju-mundur dan berlatar tempat di Jakarta pada tahun 1980-an. Teridentifikasi juga aspek psikologis dalam novel ini, yaitu struktur kepribadian dan kecemasan yang dirasakan oleh tokoh-tokoh lesbian. Sisi dan Airin memiliki struktur kepribadian seperti yang dipaparkan oleh Sigmund Freud; 1) id, 2) ego dan 3) superego. Sisi dan Airin juga mengalami kecemasan. Kecemasan yang dialami Sisi adalah kecemasan realitas/objektif dan kecemasan moral, sedangkan kecemasan yang dialami oleh Airin adalah kecemasan realitas/objektif. | The title of this research is "Psychological Aspects of Lesbian Characters in Mira W's Novel Relung-Relung Gelap Hati Sisi (Psychological Study of Literature)”. This study uses the object of study in a novel by Mira W entitled Relung-Relung Gelap Hati Sisi. The researcher chooses to examine this object on the grounds that this novel is listed as the first novel in Indonesia that raises the issue of lesbian/LGBT. This study aims to describe the characters, characterizations, plot, and setting and analyze the psychological aspects of the lesbian characters in this novel using Sigmund Freud's psychoanalytic theory. This study uses a qualitative descriptive method and uses a literary psychology approach. The result of this study is the discovery of two lesbian characters in the novel Relung-Relung Gelap Hati Sisi, namely Sisi, and Airin. Also identified are psychological aspects in this novel, namely personality structure and the anxiety felt by the lesbian characters. Sisi and Airin have a personality structure as described by Sigmund Freud; 1) id, 2) ego, and 3) superego. Sisi and Airin also experienced anxiety. The anxiety experienced by Sisi is a reality/objective anxiety and moral anxiety, while the anxiety experienced by Airin is reality/objective anxiety. | |
| 38793 | 41382 | A1C017037 | PENDUGAAN UMUR SIMPAN MENGGUNAKAN METODE ACCELERATED SHELF LIFE TESTING (ASLT) DENGAN PENDEKATAN ARRHENIUS PADA CIMPLUNG SINGKONG KEMASAN RETORT BAG DAN BOIL PACK SIAP SAJI | Cimplung merupakan makanan siap saji semi basah yang terbuat dari singkong yang direbus dengan tambahan pemanis, seperti gula kelapa, gula pasir, atau nira kelapa. Makanan tradisional ini memiliki rasa manis berasal dari Kabupaten Banyumas dan banyak ditemukan di daerah Cilongok. Namun, cimplung memiliki kelemahan karena tergolong pangan yang tidak awet dengan umur simpan tidak lebih dari sehari atau dua hari, oleh karena itu makanan siap saji ini belum dikenal di luar Kabupaten Banyumas. Sampai saat ini belum diketahui umur simpan cimplung singkong, sehingga diperlukan uji pendugaan umur simpan dalam pengemasan yang baik. Tujuan penelitian ini yaitu 1) Menduga umur simpan cimplung singkong kemasan retort bag dan boil pack menggunakan metode Accelerated Shelf-Life Test (ASLT) dengan pendekatan Arrhenius dan 2) Mengetahui jenis kemasan dan suhu penyimpanan yang mampu mempertahankan mutu cimplung singkong lebih baik selama penyimpanan. Hasil dari penelitian, yaitu 1) Umur simpan cimplung singkong yang diperoleh dengan menggunakan metode Accelerated Shelf Life Testing dengan pendekatan Arrhenius pada kemasan retort bag yang disimpan pada suhu 27 °C, 35°C, dan 55°C berturut-turut, yaitu 39,32 minggu, 37,42 minggu, dan 33,48 minggu dan pada kemasan boil pack yang disimpan pada suhu 27°C, 35°C, dan 55°C berturut-turut, yaitu 5,14 minggu, 5,04 minggu, dan 4,8 minggu. 2) Kemasan retort bag merupakan kemasan yang mampu mempertahankan umur simpan paling lama dibandingkan dengan kemasan boil pack, yaitu pada penyimpanan pada suhu 27°C yang dimana umur simpan mencapai hingga 39,32 minggu. | Cimplung is a semi-wet ready-to-eat food made from boiled cassava with additional sweeteners, such as coconut sugar, granulated sugar or coconut sap. This traditional food has a sweet taste originating from Banyumas Regency and is commonly found in the Cilongok area. However, cimplung has a weakness because it is classified as a non-perishable food with a shelf life of no more than a day or two, therefore this fast food is not known outside Banyumas Regency. The objectives of this study were 1) to estimate the shelf life of cassava cimplung packaged in retort bags and boil packs using the Accelerated Shelf-Life Test (ASLT) method with the Arrhenius approach and 2) to determine the type of packaging and storage temperature that is able to maintain better cassava cimplung quality during storage. The results of the study, namely 1) The shelf life of cassava cimplung obtained using the Accelerated Shelf Life Testing method with the Arrhenius approach on retort bag packaging stored at 27 ℃, 35 ℃ and 55 ℃ respectively, namely 39,32 weeks, 37,42 weeks, and 33,48 weeks and in boil packs stored at 27℃, 35℃ and 55℃ respectively, namely 5,14 weeks, 5,04 weeks, and 4,8 weeks. 2) Retort bag packaging is packaging that is able to maintain the longest shelf life compared to boil pack packaging, which is storage at 27℃ where the shelf life reaches up to 39,32 weeks. | |
| 38794 | 41383 | A1F019007 | Pendugaan Umur Simpan Gula Kelapa Cair dengan Penambahan Ekstrak Rosela Menggunakan Metode Accelerated Shelf-life Testing (ASLT) Model Arrhenius | Nira kelapa merupakan salah satu sumber gula potensial yang sehat sekaligus dapat diproduksi dalam beragam wujud meliputi cair, cetak, dan kristal. Gula kelapa cair mulai diproduksi untuk mempermudah dalam penggunaannya dan memiliki nilai indeks glikemik rendah, sehingga relatif aman dikonsumsi untuk pola hidup sehat. Namun, gula kelapa cair selama masa penyimpanan tidak jarang ditemukannya endapan akibat kristalisasi sukrosa. Kristalisasi sukrosa dapat diminimalisir, salah satunya dengan penambahan asam yaitu rosela. Rosela adalah pengawet alami yang mengandung antioksidan dan berpotensi mempertahankan pH gula kelapa cair dalam nilai rendah. Informasi umur simpan produk dapat digunakan untuk mengetahui batas kadaluwarsa dan sebagai jaminan keamanan bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu penyimpanan serta kombinasi lama dan suhu penyimpanan terhadap karakteristik fisik, kimia, dan sensori gula kelapa cair dengan penambahan ekstrak rosela selanjutnya mengetahui pendugaan umur simpan gula kelapa cair dengan penambahan ekstrak rosela. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah Lama waktu penyimpanan (L): 0 hari (L0), 7 hari (L1), 14 hari (L2), 21 hari (L3), dan 28 hari (L4). Faktor kedua adalah suhu penyimpanan (S): 29℃ (S1) dan 50℃ (S2). Kemudian pendugaan umur simpan dengan metode Accelerated Shelf-life Testing (ASLT) model Arrhenius. Hasil penelitian menunjukkan suhu penyimpanan berpengaruh terhadap karakteristik sensori gula kelapa cair dengan penambahan ekstrak rosela pada parameter warna (kuning untuk suhu 29℃ dan kuning kecokelatan untuk suhu 50℃) serta tekstur (kental untuk suhu 29℃ dan agak kental untuk suhu 50℃). Kombinasi lama dan suhu penyimpanan terhadap karakteristik fisik dan kimia tidak menunjukkan adanya pengaruh terhadap gula kelapa cair dengan penambahan ekstrak rosela. Selanjutnya pendugaan umur simpan gula kelapa cair dengan penambahan ekstrak rosela pada suhu 29℃ dan 50℃ masing-masing 26 dan 25 hari. | Coconut sap is one of the potential sources of healthy sugar and can be produced in various forms including liquid, printed, and crystalline. Liquid coconut sugar began to be produced to facilitate its use and has a low glycemic index value, so it is relatively safe for consumption for a healthy lifestyle. However, liquid coconut sugar during the storage period is not uncommon to find deposits due to sucrose crystallization. Sucrose crystallization can be minimized, one of which is by adding acid, namely roselle. Roselle is a natural preservative that contains antioxidants and has the potential to maintain the pH of liquid coconut sugar in low values. Product shelf-life information can be used to determine expiration limits and guarantee consumers' safety. This study aims to determine the effect of storage temperature and the combination of storage length and temperature on the physical, chemical, and sensory characteristics of liquid coconut sugar with the addition of roselle extract then determine the estimation of the shelf-life of liquid coconut sugar with the addition of roselle extract. The method used is group randomized design. The first factor is the length of storage time (L): 0 days (L0), 7 days (L1), 14 days (L2), 21 days (L3), and 28 days (L4). The second factor is the storage temperature (S): 29°C (S1) and 50°C (S2). Then estimating the shelf life with the Accelerated Shelf-life Testing (ASLT) method of the Arrhenius model. The results showed that storage temperature affects the sensory characteristics of liquid coconut sugar with the addition of roselle extract in color parameters (yellow for 29°C and yellow-brown for 50°C) and texture (viscous for 29°C and slightly viscous for 50°C). The combination of duration and storage temperature on physical and chemical characteristics showed no effect on molten coconut sugar with the addition of roselle extract. Furthermore, estimating the shelf-life of liquid coconut sugar with the addition of roselle extract at 29°C and 50°C respectively 26 and 25 days. | |
| 38795 | 41401 | A1D019207 | RESPON FISIOLOGI BIBIT TANAMAN AREN (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) PADA JENIS MEDIA TANAM DAN BAHAN ORGANIK | Aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) merupakan salah satu komoditas tanaman hasil hutan non kayu, yang berpotensi untuk dibudidayakan secara komersial. Pertumbuhan bibit aren yang optimal diperlukan penggunaan media tanam dan pemberian pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh karakter fisiologi bibit tanaman aren terhadap berbagai media tanam dan bahan organik. Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Lahan Exfarm Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Unsoed. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial. Metode yang digunakan adalah 2 faktor yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah media tanam (M) yaitu M1 = tanah, M2 = tanah + kompos, M3 = tanah + pupuk kandang kambing. Faktor kedua adalah bahan organik (B) yaitu B1 = POC SO-Kontan, B2 = asam humat, B3 = asam sitrat. Variabel yang diamati yaitu kehijauan daun, jumlah stomata, dan kerapatan stomata. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan media tanam dan bahan organik berpengaruh terhadap karakter fisiologi bibit aren pada variabel kehijauan daun, namun tidak berpengaruh pada jumlah stomata dan kerapatan stomata. | Aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) is one of the non-timber forest product commodities, which has the potential to be cultivated commercially. Optimal growth of aren palm seedlings requires the use of planting media and fertilizer. This study aims to assess the effect of physiological characteristics of sugar palm seedlings on various planting media and organic materials. This research was conducted in the Screen House of Exfarm Land, Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman, Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Unsoed. This research used factorial experiment. The method used was 2 factors using Randomized Group Design (RAK). The first factor is planting media (M), namely M1 = soil, M2 = soil + compost, M3 = soil + goat manure. The second factor is organic matter (B), namely B1 = POC SO-Kontan, B2 = humic acid, B3 = citric acid. The variables observed were seedling height increase, stem diameter increase, number of leaflets increase, number of leaflets increase, leaflet length increase, and leaflet width increase. The results showed that the use of planting media and organic materials affected the physiological characteristics of sugar palm seedlings on the variables of leaf greenness, number of stomata, and stomatal density | |
| 38796 | 41428 | F1B018058 | Kualitas Pelayanan Rawat Jalan Peserta Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial di Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap | Pelayanan publik merupakan unsur penting bagi organisasi publik termasuk organisasi pemerintah. Pelayanan publik yang diberikan aparatur pemerintah harus berorientasi pada kepentingan publik. Pemenuhan kepentingan publik secara substantif selayaknya memperhatikan kualitas pelayanan yang diberikan agar masyarakat yang dilayani dapat memberikan tanggapan positif terhadap hasil pelayanan yang diberikan. Salah satu organisasi pemerintah yang menjalankan pelayanan publik kepada masyarakat yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana kualitas pelayanan kesehatan pasien rawat jalan peserta BPJS Kesehatan di RSUD Cilacap. Teknik penentuan informannya adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah Triangulasi data. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif Miles dan Huberman. Kualitas Pelayanan Pasien Rawat Jalan Peserta BPJS Kesehatan di RSUD Cilacap secara umum belum sepenuhnya optimal, hal ini disebabkan dari 5 dimensi yaitu bukti langsung, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Yang telah telah dilaksanakan dengan optimal yaitu dimensi daya tanggap dan empati. Sedangkan yang belum dilaksanakan dengan memuaskan yaitu bukti langsung, kehandalan, dan jaminan. Dibutuhkan keseriusan dari pihak RSUD Cilacap untuk memperbaiki pelayanan rawat jalan khususnya waktu tunggu dan kelengkapan alat bantu layanan rawat jalan agar benar-benar mampu mencapai kepuasan pasien. | Public service is an important element for public organizations including government organizations. Public services provided by government officials must be oriented to the public interest. Fulfillment of the public interest substantively should pay attention to the quality of services provided so that the people served can provide a positive response to the results of the services provided. One government organization that carries out public services to the community is the Cilacap Hospital (RSUD). The purpose of this study is to find out how the quality of health services for outpatients participating in BPJS Health at Cilacap Hospital. The informant determination technique is purposive sampling. Data collection techniques include interviews, observation, and documentation. The validity of the data used is data triangulation. The data analysis technique used is the Miles and Huberman interactive analysis model. In general, the quality of Outpatient Service for BPJS Health Participants at Cilacap Hospital is not fully optimal, this is caused by 5 dimensions, namely direct evidence, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. What has been implemented optimally is the dimensions of responsiveness and empathy. While those that have not been implemented satisfactorily are direct evidence, reliability, and guarantees. It takes seriousness from the Cilacap Hospital to improve outpatient services, especially waiting times and completeness of outpatient service tools so that they are truly able to achieve patient satisfaction. | |
| 38797 | 41471 | F1D017014 | STRATEGI MARKETING POLITIK PASANGAN JOKOWI-MA'RUF MELALUI YOUTUBE DALAM PEMILIHAN PRESIDEN TAHUN 2019 DI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi marketing politik serta faktor pendorong dan penghambat dari strategi marketing politik yang dilakukan pasangan Jokowi-Ma’ruf melalui YouTube dalam pemilihan presiden tahun 2019 di Daerah Khusus IbuKota Jakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa strategi marketing politik yang dilakukan pasangan Jokowi-Ma’ruf melalui YouTube dalam pemilihan presiden tahun 2019 di Daerah Khusus IbuKota Jakarta menerapkan Sembilan elemen marketing politik yang dikemukakan oleh Adman Nursal diantaranya yaitu : 1). Segmentasi dengan menentukan calon pemilih yang dituju yakni, generasi millennial sebagai swingvotters yang menjadi sasaran utama dan pemilih lainnya yang termasuk dalam pengguna internet. 2). Positioning berupa menempatkan keunggulan sosok pasangan melalui pembuatan konten seperti gambar, artikel tentang ciri khas Jokowi-Ma’ruf lalu diunggah ke YouTube serta ciri khas paslon yang diunggulkan yakni sederhana, merakyat, berpengalaman, agamis. 3). Policy (Kebijakan), berupa pengemasan program kerja melalui konten yang dibuat semenarik mungkin yang akan diunggah ke YouTube dengan tujuan agar masyarakat dapat mengetahui program kerja apa saja yang ditawarkan. 4). Person (Figur), dengan mengunggulkan Jokowi-Ma’ruf yang merakyat, sederhana, berpengalaman dan agamis yang dibuat dalam bentuk konten gambar, video lalu diunggah ke YouTube. 5). Party (Partai), hampir semua partai dan kader dari partai politik ikut mengkampanyekan paslon Jokowi-Ma’ruf melalui platform medsos YouTube untuk berinteraksi dengan masyarakat. 6). Presentation (Presentasi), penyajian produk berupa konten seperti gambar, video dengan membuat topik yang sedang beredar di masyarakat agar lebih mudah diketahui oleh masyarakat. 7). Pull Marketing, penyampaian produk politik dengan menggunakan berbagai media social untuk berkampanye. 8). Pass Marketing, Tim sosmed Jokowi-Ma’ruf mengajak individu – individu yang berpengaruh seperti, melibatkan influencer (politisi, musisi, menteri, vlogger,selebgram). 9). Push Marketing dalam bentuk mengadakan acara yang dapat bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti Konser Putuh Bersatu yang dilakukan di Gelora Bung Karno yang diadakan 4 hari sebelum Pilpres 2019 dialngsungkan dan kampanye di Slawi Jokowi rela basah – basahan yang terlihat dalam video yang diunggah ketika sedang kampanye di Slawi beliau rela basah dan tidak menggunakan payung supaya lebih dekat dengan masyarakat dan menimbulkan nilai positif terhadap masyarakat sekitar. Kemudian, Faktor pendukung dari strategi marketing politik pasangan Jokowi-Ma’ruf melalui YouTube dalam pilpres 2019 di DKI Jakarta yakni,dengan semakin luasnya teknologi industri internet tentu semakin mempermudah paslon Jokowi-Ma’ruf menjalankan strategi marketingnya tersebut. Pembuatan konten yang natural. Kemudian, Faktor penghambatnya yakni, pembagian waktu dalam memposting konten yang dibuat oleh tim sosial media dan faktor penghambat lainnya adalah waktu dan persiapan yang dibutuhkan lebih banyak untuk membuat konten sebagai bagian dari strategi marketing politik yang dilakukan oleh Jokowi-Ma’ruf. | This research aims to identify and describe the political marketing strategy as well as the driving and inhibiting factors of the political marketing strategy carried out by the Jokowi-Ma'ruf pair via YouTube during the 2019 Presidential Election in the Special Capital Region of Jakarta. This research uses a type of case study research and uses qualitative methods. Data collection techniques used are interviews, observation and documentation. The results of the study explain that the political marketing strategy carried out by the Jokowi-Ma'ruf pair via YouTube during the 2019 Presidential Election in the Special Capital Region of Jakarta applies nine elements of political marketing put forward by Adman Nursal, including: 1) . Segmentation by determining the intended voters, namely the millennial generation as the swing voter who is the main target and other voters who are internet users. 2). Positioning is in the form of placing the pair's strengths through creating content such as pictures, articles about the characteristics of Jokowi-Ma'ruf which are then uploaded to YouTube as well as the characteristics of the superior candidate pairs, namely simple, popular, experienced. , religious. 3). The policy is in the form of packaging work programs through content that is made as attractive as possible which will be uploaded to YouTube with the aim that the public can find out what work programs are offered. 4). Figures (characters) by prioritizing Jokowi-Ma'ruf who are populist, simple, experienced and religious, are made in the form of image and video content and then uploaded to YouTube. 5). Parties (Partai), almost all parties and political party cadres have participated in campaigning for the Jokowi-Ma'ruf candidate pair through the YouTube social media platform to interact with the public. 6). Presentation, Product presentation in the form of content such as images, videos by making topics that are currently circulating in the community so that they are more easily recognized by the public. 7). Pull Marketing, delivering political products using various social media for campaigning. 8). Through Marketing, Jokowi-Ma'ruf's social media team invites influential people, such as involving influencers (politicians, musicians, ministers, vloggers, celebrities). 9). Push Marketing in the form of holding events that can have direct contact with the community such as the Putuh Bersatu Concert which was held at Gelora Bung Karno which was held 4 days before the 2019 Presidential Election took place and the campaign in Slawi Jokowi was willing to do it Get soaked, seen in the video uploaded during the campaign in Slawi , he was willing to get soaked and not use an umbrella in order to be closer to the community and provide positive value to the surrounding community. Then, the supporting factors for the Jokowi-Ma'ruf pair's political marketing strategy via YouTube in the 2019 Presidential Election in DKI Jakarta, namely the increasingly widespread internet industry technology will certainly make it easier for the Jokowi-Ma'ruf pair. partner to carry out its marketing strategy. Natural content creation. Then, the inhibiting factor is the distribution of time in posting content created by the social media team and another inhibiting factor is the time and preparation needed to create content as part of Jokowi-Ma'ruf's political marketing strategy. | |
| 38798 | 40513 | F1A019053 | KONFLIK ANTARA MASYARAKAT DESA WADAS DENGAN PEMERINTAH DALAM PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN BENER | Penelitian ini mengkaji tentang konflik sosial yang terjadi antara masyarakat Desa Wadas dengan pemerintah dalam proyek pembangunan Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab dan terjadinya konflik di Desa Wadas serta mendeskripsikan bentuk-bentuk konflik yang terjadi antara masyarakat Desa Wadas dengan pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan instrumen wawancara, observasi dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Dalam pemilihan informan penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik terjadi karena adanya rencana penambangan batu andesit di Desa Wadas. Sikap penolakan dari masyarakat Desa Wadas disebabkan oleh kekhawatiran akan hilangnya sumber mata pencaharian, kerusakan lingkungan, dan timbul bencana alam. Pada konflik yang terjadi di Desa Wadas telah melalui empat tahap, yakni pra konflik, konfrontasi, krisis, dan pasca konflik. Konflik ini menimbulkan dua bentuk konflik, yaitu konflik vertikal antara masyarakat Desa Wadas dengan pemerintah, dan konflik horizontal antara masyarakat Desa Wadas pihak pro dan masyarakat Desa Wadas pihak kontra. Konflik yang terjadi di Desa Wadas berdampak terhadap bidang sosial, budaya dan ekonomi. | This study examines the social conflict that occurred between the people of Wadas Village and the government in the Bener Dam construction project in Purworejo Regency. The purpose of this study is to determine the causes and occurrences of conflicts in Wadas Village and describe the forms of conflict that occur between the people of Wadas Village and the government. This study used descriptive qualitative methods by utilizing interview, observation and documentation instruments as data collection techniques. In the selection of informants, this study used purposive sampling techniques. The results showed that the conflict occurred due to a plan to mine andesite stone in Wadas Village. The rejection of the people of Wadas Village is caused by concerns about the loss of livelihoods, environmental damage, and natural disasters. The conflict that occurred in Wadas Village has gone through four stages, namely pre-conflict, confrontation, crisis, and post-conflict. This conflict caused two forms of conflict, namely vertical conflict between the people of Wadas Village and the government, and horizontal conflict between the people of Wadas Village the pro party and the people of Wadas Village the contra party. The conflict that occurred in Wadas Village had an impact on the social, cultural and economic fields. | |
| 38799 | 41384 | A1A019052 | Pengaruh Ekuitas Merek terhadap Keputusan Pembelian Jamu Tolak Angin PT. Sido Muncul (Studi Kasus Masyarakat Kota Purwokerto) | Saat ini perusahaan jamu tradisional menghadapi persaingan merek yang semakin meningkat, merek dipandang sebagai andalan perusahaan. Perusahaan telah menyadari pentingnya merek yang dapat memberikan gambaran khusus kepada pengguna sebagai tonggak kesuksesan produknya. Perusahaan berlomba-lomba untuk dapat membentuk ekuitas merek produknya agar lebih menarik minat beli konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh ekuitas merek secara parsial dan simultan terhadap keputusan pembelian jamu tolak angin. (2) mengetahui variabel yang paling dominan pengaruhnya terhadap keputusan pembelian jamu tolak angin. (3) mengetahui variabel ekuitas merek yang mempunyai pengaruh dominan terhadap keputusan pembelian. Penelitian dilaksanakan di 4 kecamatan di Purwokerto yaitu Purwokerto Utara, Purwokerto Barat, Purwokerto Selatan dan Purwokerto Timur. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juni sampai Juli 2023. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei yaitu dengan penyebaran angket/kuesioner kepada konsumen jamu tolak angin. Metode pengam bilan sampel secara accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab hipotesis penelitian adalah uji regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas dan loyalitas merek secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian jamu tolak angin. (3) Variabel Kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas dan loyalitas merek secara parsial berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian jamu tolak angin. (2) Variabel ekuitas merek yang paling dominan pengaruhnya terhadap keputusan pembelian jamu tolak angin adalah loyalitas merek (brand loyalty) yang mempunyai nilai koefisien regresi tertinggi sebesar 0,785. | Currently traditional herbal medicine companies are facing increasing brand competition, the brand is seen as the mainstay of the company. The company has realized the importance of a brand that can provide a special image to users as a milestone in the success of its products. Companies are competing to be able to form the brand equity of their products in order to attract more consumers to buy. This study aims to: (1) determine the partial and simultaneous effect of brand equity on the purchasing decision of Jamu Tolak Angin. (2) find out the variable that has the most dominant influence on the purchasing decision of Jamu Tolak Angin. (3) determine the brand equity variable that has a dominant influence on purchasing decisions. The research was conducted in 4 sub-districts in Purwokerto namely North Purwokerto, West Purwokerto, South Purwokerto and East Purwokerto. The research was conducted from June to July 2023. The research was conducted using a survey method, namely by distributing questionnaires to consumers of herbal medicine tolak angin. Sampling method by accidental sampling with a total of 100 respondents. The data analysis technique used to answer the research hypothesis was multiple regression test. The results showed that: (1) Brand awareness, brand association, perceived quality and brand loyalty all together had a positive effect on the purchasing decision of Jamu Tolak Angin. (3) Variables Brand awareness, brand association, perceived quality and brand loyalty partially have a positive effect on the purchasing decision of Jamu Tolak Angin. (2) The brand equity variable that has the most dominant influence on the purchasing decision of Jamu Tolak Angin is brand loyalty, which has the highest regression coefficient value of 0.785. | |
| 38800 | 41385 | E1A019196 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN JOGJA APARTEL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN PENGADILAN NEGERI YOGYAKARTA NOMOR 59/Pdt.G/2021/PN Yyk | Perlindungan hukum terhadap konsumen sebagai pengguna barang dan/atau jasa di Indonesia cenderung masih lemah. Pelanggaran terkait hak-hak yang dimiliki oleh konsumen masih kerap terjadi di Indonesia. Hal tersebut menunjukan perlindungan hukum terhadap konsumen pengguna barang dan/atau jasa di Indonesia masih lemah. Salah satu kasus perlindungan konsumen yaitu kasus antara Drs. Musafak Achmad M.Pd. selaku konsumen dengan PT. Surya Argon Jaya selaku pelaku usaha. Kasus tersebut terjadi karena pelaku usaha melanggar hak konsumen dengan tidak memberikan kepastian terkait penyerahan unit apartemen kepada konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum bagi konsumen terkait jual beli unit apartemen Jogja Apartel yang tidak dipenuhi haknya oleh pelaku usaha berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan yaitu data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan, lalu dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif . Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa Majelis Hakim dalam putusan a quo sudah memberikan perlindungan hukum kepada konsumen, dimana dalam putusan tersebut gugatan dari Drs. Musafak Achmad, M.Pd. sebagian besar dikabulkan oleh majelis hakim, terlebih terkait ganti kerugian yang harus dibayarkan oleh PT. Surya Argon Jaya yang terbukti melakukan wanprestasi dan harus memberikan ganti kerugian sejumlah Rp247.756.800 (dua ratus empat puluh tujuh juta tujuh ratus lima puluh enam ribu delapan ratus rupiah). | Legal protection for consumers as users of goods and/or services in Indonesia tends to be weak. Violations related to consumer rights still occur frequently in Indonesia. This shows that legal protection for consumers who use goods and/or services in Indonesia is still weak. One of the consumer protection cases is the case between Drs. Musafak Achmad M.Pd. as a consumer with PT. Surya Argon Jaya as a business actor. This case occurred because the business actor violated consumer rights by not providing certainty regarding the delivery of apartment units to consumers. This study aims to determine legal protection for consumers related to buying and selling of Jogja Apartel apartment units whose rights are not fulfilled by business actors based on Law Number 8 Of 1999 concerning Consumer Protection. This study uses a normative juridical approach with analytical descriptive research specifications. The data source used is secondary data consisting of primary, secondary and tertiary legal materials collected through a literature study, then analyzed using qualitative normative methods. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the Panel of Judges in the decision a quo has provided legal protection to consumers, in which in the decision the lawsuit from Drs. Musafak Achmad, M.Pd. most of it was granted by the panel of judges, especially regarding the compensation that must be paid by PT. Surya Argon Jaya who was proven to have committed a default and had to provide compensation in the amount of Rp 247,756,800 (two hundred forty-seven million seven hundred fifty-six thousand and eight hundred rupiahs). |