Artikel Ilmiah : F1F019050 a.n. RIZQI SUMAS RYANDA
| NIM | F1F019050 |
|---|---|
| Namamhs | RIZQI SUMAS RYANDA |
| Judul Artikel | STANDAR GANDA SIKAP POLITIK FIFA (FEDERATION INTERNATIONALE de FOOTBALL ASSOCIATION) TERHADAP ISRAEL DAN RUSIA DALAM ISU KEDAULATAN NEGARA TAHUN 2017-2022 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | FIFA merupakan organisasi sepak bola tertinggi di dunia yang bertugas untuk mengatur seluruh kegiatan sepak bola baik di luar maupun di dalam lapangan. Sepak bola sendiri saat ini sudah menjadi salah satu industri terbesar di dunia, hal tersebut membuat sepak bola sering kali dijadikan sebagai alat kepentingan politik bagi beberapa pihak. FIFA sebagai INGO tertinggi sebenarnya sangat melarang adanya percampuran politik dan sepak bola seperti yang tertulis dalam statuta mereka. Hal itu lah yang membuat FIFA enggan memberikan sanksi apa pun kepada Israel yang masih menginvasi Palestina. Namun, ketika konflik Rusia-Ukraina pecah, FIFA secara terang-terangan mendukung Ukraina dan memberikan sanksi berat kepada Rusia. Hal tersebut mengindikasikan adanya politik standar ganda yang dilakukan oleh FIFA dalam kedua konflik ini. Penulis menggunakan konsep INGO untuk menganalisis bagaimana FIFA bisa berlaku tidak adil dalam kedua konflik tersebut. Selain itu, penulis juga menggunakan teori Unilateralisme yang menjelaskan alasan dibalik pengambilan kebijakan politik yang dilakukan oleh FIFA terhadap kedua konflik tersebut sehingga menimbulkan adanya politik standar ganda |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | FIFA is the highest football organization in the world, whose job it is to regulate all football activities both on and off the field. Football itself has now become one of the largest industries in the world; this makes football often used as a tool for political interests by several parties. FIFA, as the highest INGO, actually strictly prohibits the mixing of politics and football, as written in their statutes. This is what makes FIFA reluctant to give any sanctions to Israel, which is still invading Palestine. However, when the Russia-Ukraine conflict broke out, FIFA openly supported Ukraine and imposed heavy sanctions on Russia. This indicates that there is a double standard in the politics carried out by FIFA in these two conflicts. The author uses the INGO concept to analyze how FIFA can act unfairly in both conflicts. In addition, the author also uses the unilateralism theory, which explains the reasons behind FIFA's political decision-making towards the two conflicts, giving rise to a double standard in politics. |
| Kata kunci | FIFA, Standar ganda, Israel, Rusia, INGO, dan Unilateralime |
| Pembimbing 1 | Muhamad Yamin, S.IP., MSi. |
| Pembimbing 2 | Arief Bakhtiar Darmawan, S.IP., M.A. |
| Pembimbing 3 | Renny Miryanti, S.IP., M.Si. |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 89 |
| Tgl. Entri | 2023-08-22 15:45:54.458017 |