Artikelilmiahs
Menampilkan 38.681-38.700 dari 48.946 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 38681 | 44374 | A1D017155 | PENGARUH KOMBINASI APLIKASI PUPUK N, P, K DAN PUPUK KOMPOS TERHADAP Xanthomonas oryzae DAN Sarocladium oryzae PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) | Upaya peningkatan produksi padi dilakukan umumnya dengan input pemupukan. Namun ada kendala lain dalam budidaya padi yaitu infeksi penyakit. Pupuk alami seperti NZEO-SR Plus, dan pupuk kompos dapat dikombinasikan dengan pupuk NPK untuk menyeimbangkan penggunaan pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis kombinasi pupuk yang paling tepat untuk menekan perkembangan penyakit hawar daun bakteri dan busuk pelepah. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei hingga September 2023 di kebun yang berlokasi di Purwokerto, Kecamatan Purwokerto Utara, Banyumas dan Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari dua perlakuan. Pupuk N, P, K terdiri dari: (a) NPK 1,89 gram/pot+ Urea 1,35 gram/pot, (b) NZEO-SR Plus 3,04 gram/pot+NPK 1,89 gram/pot, (c) NZEO-SR Plus 4,55 gram/pot+KCl 0,5 gram/pot+SP-20 1,51 gram/pot (K dan P diberikan saat awal tanam), dan (d) NZEO-SR Plus 4,55 gram/pot+KCl 0,5 gram/pot+SP-20 1,51 gram/pot. Perlakuan kompos yaitu dosis 0 gram/pot dan 1000 gram/pot. Data di analisis sidik ragam pada taraf 5%, apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan uji lanjut Duncan Multiple Range Test pada taraf kesalahan 5% untuk mengukur pengaruh perlakuan terhadap variabel pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi NPK dan urea memberikan hasil terbaik pada jumlah anakan (29.38 cm), jumlah anakan produktif (18.63) dan bobot panen (102 gram) namun memiliki persentase gabah hampa tertinggi (13.50%). Pupuk NZEO-SR Plus, KCl, dan SP-20 berhasil menekan kejadian penyakit busuk pelepah (44.51%) dan gabah hampa (11.62%). Pemberian pupuk kompos belum mampu menekan perkembangan penyakit dan tidak berbeda nyata pada semua variabel pertumbuhan. Kombinasi pupuk N, P, K dan kompos belum dapat memberikan hasil terbaik pada penyakit hawar daun bakteri (Xanthomonas oryzae) dan busuk pelepah (Sarocladium oryzae). | Efforts to increase rice production are generally carried out with fertilizer input. However, there are problems with plant diseases such as pathogens infection. Natural fertilizers such as NZEO-SR Plus and compost can be combined with NPK fertilizer to balance the use of inorganic fertilizers. This research aims to obtain the most proper doses to suppress the development of bacterial leaf blight and sheath rot. This research was carried out from May to September 2023 in gardens located in Purwokerto, North Purwokerto Regency, Banyumas and the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. This research used a randomized block design consisting of two treatments. N, P, K fertilizer consists of: (a) NPK 1.89 grams/pot+ Urea 1.35 grams/pot, (b) NZEO-SR Plus 3.04 grams/pot+NPK 1.89 grams/pot, (c) NZEO-SR Plus 4.55 grams / pot + KCl 0.5 grams / pot + SP-20 1.51 grams / pot (K and P given at the beginning of planting), and (d) NZEO-SR Plus 4, 55 grams/pot+KCl 0.5 grams/pot+SP -20 1.51 grams/pot. Compost treatment dose of 0 gram/pot and 1000 gram/potThe data were analyzed for variance at the 5% level, if there was a real effect, the Duncan Multiple Range Test was continued at the 5% error level to measure the effect of the treatment on the observed variables. The results showed that the combination of NPK and urea gave the best results in number of tillers (29.38 cm), number of productive tillers (18.63) and harvest weight (102 grams) but had the highest percentage of empty grain (13.50%). NZEO-SR Plus, KCl, and SP-20 fertilizers succeeded in suppressing the incidence of sheath rot (44.51%) and empty grain (11.62%). Providing compost fertilizer was not able to suppress the development of disease and had no significant difference in all growth variables. The combination of N, P, K fertilizer and compost has not been able to provide the best results against bacterial leaf blight (Xanthomonas oryzae) and sheath rot (Sarocladium oryzae). | |
| 38682 | 41282 | K1C019001 | PEMANFAATAN DATA SATELIT GRAVIMETRIK UNTUK PEMODELAN TIGA DIMENSI DAPUR MAGMA KOMPLEKS GUNUNGAPI SINDORO-SUMBING | Pemodelan inversi tiga dimensi telah dilakukan untuk memodelkan struktur geologi dapur magma kompleks Gunungapi Sindoro-Sumbing. Data yang digunakan adalah data anomali medan gravitasi citra satelit resolusi tinggi yang dapat diakses melalui website http://ddfe.curtin.edu.au/gravitymodels/GGMplus/ pada daerah penelitian seluas 423.81 km2. Hasil pengaksesan data adalah data anomali gravitasi terkoreksi udara bebas dengan rentang nilai 69,44 – 299,01 mGal. Pengolahan data dilakukan dengan menerapkan koreksi bouguer untuk mendapatkan nilai Anomali Bouguer Sederhana (ABS) dan koreksi terrain untuk mendapatkan nilai Anomali Bouguer Lengkap (ABL). Selanjutnya dilakukan reduksi data ke bidang datar menggunakan pendekatan Deret Taylor dan pemisahan data anomali regional dan residual dengan metode Upward Continuation. Pemisahan data anomali menghasilkan data anomali residual dengan rentang -74,96 – 29,05 mGal. Hasil pemodelan inversi tiga dimensi terhadap data anomali residual menunjukkan blok anomali rendah dengan densitas 1,50 ~ 1,59 g/cm3 yang berada pada posisi geografis 109,989° BT dan -7,304° LS dengan kedalaman berkisar 1 – 5 km yang diinterpretasi sebagai dapur magma Gunungapi Sindoro. Selain itu blok anomali rendah juga ditunjukkan pada posisi geografis 110,071° BT dan -7,385° LS dengan kedalaman berkisar 1 – 6 km yang diinterpretasi sebagai dapur magma Gunungapi Sumbing. | Three-dimensional inversion modeling has been carried out to model the geological structure of the magma chamber of the Sindoro-Sumbing Volcano complex. The data used is high-resolution satellite imagery of gravity field anomalies which can be accessed through the website http://ddfe.curtin.edu.au/gravitymodels/GGMplus/ in a study area of 423.81 km2. The result of data access is free air corrected gravity anomaly data with a value range of 69.44 – 299.01 mGal. Data processing is carried out by applying Bouguer correction to obtain Simple Bouguer Anomaly (ABS) values and terrain correction to obtain Complete Bouguer Anomaly (ABL) values. Furthermore, reduction of data to a flat plane using the Taylor Series approach and separation of regional and residual anomaly data using the Upward Continuation method. Separation of anomaly data produces residual anomaly data with a range of -74.96 – 29.05 mGal. The results of three-dimensional inversion modeling of the residual anomaly data show a low anomalous block with a density of 1.50 ~ 1.59 g/cm3 located at a geographical position of 109.989° E and -7.304° S with a depth ranging from 1 – 5 km which is interpreted as a magma chamber. Sindoro Volcano. In addition, low anomalous blocks are also shown at geographic positions 110.071° E and -7.385° S with depths ranging from 1 – 6 km which are interpreted as magma chambers of Sumbing Volcano. | |
| 38683 | 41283 | F1A019102 | PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DAN FREKUENSI MENONTON IKLAN TELEVISI TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF ANAK SEKOLAH DASAR | Status sosial ekonomi adalah pengelompokkan orang-orang berdasarkan kesamaan karakteristik pekerjaan, pendidikan dan ekonomi. Iklan merupakan salah satu cara yang cukup ampuh untuk mempengaruhi konsumen terhadap suatu produk. Siswa sekolah dasar merupakan anak- anak yang lebih mudah terpengaruh perilaku konsumtif karena masih mempunyai kemampuan kognitif yang kurang dibandingkan remaja atau orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status sosial ekonomi orang tua dan frekuensi menonton iklan televisi terhadap perilaku konsumtif anak sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode analisis eksplanatif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel pada penelitian ini sebanyak 62 Siswa Sekolah Dasar Negeri 2 Banteran dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Proportionate Random Sampling. Metode analisis data dengan metode Uji Persyaratan Analisis, Uji Korelasi Rank Spearman, serta Analisis Kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Status Sosial Ekonomi Orang tua berpengaruh positif terhadap Perilaku Konsumtif Anak Sekolah Dasar yang dibuktikan dengan thitung (5,859) ≥ ttabel (1,671) dan nilai koefisien regresi sebesar 0,275. (2) Frekuensi Menonton Iklan Televisi berpengaruh positif terhadap Perilaku Konsumtif Anak Sekolah Dasar yang dibuktikan dengan thitung (2,743) ≥ (1,671) dan nilai koefisien regresi sebesar 0,398. (3) Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Frekuensi Menonton Iklan Televisi berpengaruh positif terhadap Perilaku Konsumtif Anak Sekolah Dasar yang dibuktikan dari perolehan Fhitung (43,857) ≥ Ftabel (3,15). | Socioeconomic status is a grouping of people based on similarity in occupational, educational, and economic characteristics. Advertising is a powerful enough way to influence consumers towards a product. Elementary school students are children more easily affected by consumptive behavior because they still have less cognitive abilities than teenagers or adults. This study aims to determine the effect of parents' socioeconomic status and the frequency of watching television advertisements on the consumptive behavior of elementary school children. This research uses an explanatory analysis method with a quantitative approach. The sample in this study was 62 Banteran 2 Public Elementary School students with a sampling technique using Proportionate Random Sampling. Data analysis methods include Analysis Requirements Test, Spearman Rank Correlation Test, and Quantitative Analysis. The results show that: (1) Parents' Socioeconomic Status has a positive effect on the Consumptive Behavior of Elementary School Children as evidenced by count (5.859) ≥ ttable (1.671), and the regression coefficient value is 0.275. (2) The frequency of watching television advertisements has a positive effect on the consumptive behavior of elementary school children, as evidenced by tcount (2.743) ≥ (1.671) and a regression coefficient of 0.398. (3) Socioeconomic Status of Parents and Frequency of Watching Television Ads have a positive effect on the Consumptive Behavior of Elementary School Children as evidenced by the acquisition of Fcount (43.857) ≥ Ftable (3.15). | |
| 38684 | 41285 | F1B019104 | PENERAPAN SMART VILLAGE DI DESA KRANDEGAN KECAMATAN BAYAN KABUPATEN PURWOREJO | Smart Village adalah konsep yang relatif baru dalam paradigma pembangunan wilayah pedesaan dimana konsep ini menekankan aspek integrasi teknologi di dalam seluruh sendi kehidupan masyarakat. Desa Krandegan merupakan salah satu desa yang berhasil di dalam melakukan penerapan konsep smart village dan menjadi leading sektor desa digital. Karena keberhasilannya, maka diharapkan dapat memacu desa lain khususnya di Kabupaten Purworejo untuk bisa menjadi desa cerdas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai penerapan smart village di Desa Krandegan serta apa saja faktor yang menjadi hambatan mengenai penerapan smart village di Desa Krandegan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif . Peneliti mendasarkan pencarian informan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan 10 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi. Fokus utama dalam penelitian ini adalah untuk melihat mengenai bagaimana penerapan smart village di Desa Krandegan serta apa saja faktor penghambat di dalam penerapannya. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dimana peneliti membandingkan antara data hasil wawancara dengan dokumentasi, maupun hasil wawancara dengan hasil observasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan smart village di Desa Krandegan Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo sudah cukup baik ditinjau dengan menggunakan teori yang dikemukakan oleh Xiaojuan Zhang & Zhegang Shang (2020) yang melihat penerapan smart village dari tiga lapisan yaitu lapisan strategis, lapisan aktivitas, dan lapisan fisik, namun memang masih terdapat kekurangan khususnya pada lapisan strategis dan berbagai kendala teknis lainnya. | Smart Village is a relatively new concept in the rural development paradigm which emphasizes the integration of technology in all aspects of community life. Krandegan Village is one of the villages that has successfully implemented the smart village concept and become the leading digital village sector. Because of its success, it is expected to spur other villages, especially in Purworejo Regency, to become smart villages. This research aims to describe the implementation of smart village in Krandegan Village and what are the factors that become obstacles regarding the implementation of smart village in Krandegan Village. This research uses descriptive qualitative research methods. Researchers based the search for informants using purposive sampling techniques with a total of 10 informants. The data collection techniques used were interviews, documentation, and observation. The main focus of this research is to see how the implementation of smart village in Krandegan Village and what are the inhibiting factors in its implementation. The data validity used is source triangulation where researchers compare interview data with documentation, as well as interview results with observation results. The conclusion of this study is that the implementation of smart village in Krandegan Village, Bayan Subdistrict, Purworejo Regency is quite good in terms of using the theory put forward by Xiaojuan Zhang & Zhegang Shang (2020) which looks at the implementation of smart village from three layers, namely the strategic layer, activity layer, and physical layer, but there are still shortcomings, especially in the strategic layer and various other technical obstacles. | |
| 38685 | 41286 | L1C019038 | Hubungan Konsentrasi Klorofil-a dengan Kandungan Karbohidrat Gracilaria sp pada Musim Peralihan 2 dan Musim Barat di Area Silvofishery Pantai Utara Jawa Tengah | Pantai Utara Jawa Tengah memiliki potensi sumberdaya alam yang dapat dikembangkan seperti budidaya rumput laut Gracilaria sp. di area silvofishery baik secara monokultur atau polikultur bersama dengan biota kultivan lain. Karakteristik lingkungan yang berbeda pada setiap area silvofishery dengan perbedaan musim dan lokasi penelitian dapat mempengaruhi konsentrasi pigmen klorofil-a Gracilaria sp. serta kandungan karbohidrat yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi klorofil-a dan kandungan karbohidrat pada Gracilaria sp., serta mengetahui hubungan kedua parameter tersebut dengan pendekatan spasial (St 1: Brebes, St 2 : Tegal, St 3 : Pemalang, St 4 : Pekalongan) dan pendekatan temporal (musim peralihan 2 dan musim barat). Pengambilan sampel Gracilaria sp. secara purposive sampling. Analisis konsentrasi klorofil-a menggunakan uji spektrofotometer dan kandungan karbohidrat menggunakan by difference. Untuk mengetahui korelasi kedua parameter penelitian tersebut menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi klorofil-a musim peralihan 2 berkisar 1,801-2,320 μg/mL dengan konsentrasi tertinggi di St 1=2,320 μg/mL, sedangkan untuk musim barat berkisar 1,420-2,685 μg/mL dengan konsentrasi tertinggi di St 1=2,685 μg/mL. Kandungan karbohidrat musim peralihan 2 berkisar 37,088-57,135% dengan kandungan tertinggi St 3 (57,135%), sedangkan untuk musim barat berkisar 75,993-83,796% dengan kandungan tertinggi St 3 (83,796%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan konsentrasi klorofil-a dengan kandungan karbohidrat pada musim peralihan 2 adalah lemah (r=-0,250; sig=0,750) dan pada musim barat adalah kuat (r=-0,846; sig=0,164). Sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan klorofil-a dengan kandungan karbohidrat adalah berbanding terbalik, yaitu saat konsentrasi klorofil-a rendah maka kandungan karbohidratnya rendah, dan sebaliknya. | The North Coast of Central Java has potential natural resources that can be developed such as the cultivation of Gracilaria sp. seaweed. in the silvofishery area either in monoculture or polyculture together with other cultivated biota. Different environmental characteristics in each silvofishery area with different seasons and research locations can affect the concentration of the chlorophyll-a pigment Gracilaria sp. and the resulting carbohydrate content. The purpose of this study was to determine the concentration of chlorophyll-a and carbohydrate content in Gracilaria sp., and to determine the relationship between these two parameters using a spatial approach (St 1: Brebes, St 2: Tegal, St 3: Pemalang, St 4: Pekalongan) and temporal (transition season 2 and west season). Sampling of Gracilaria sp. by purposive sampling. Analysis of chlorophyll-a concentration using a spectrophotometer test and carbohydrate content using by difference. To determine the correlation of the two research parameters using the Pearson correlation test. The results showed that the concentration of chlorophyll-a in transition season 2 ranged from 1.801-2.320 μg/mL with the highest concentration at St 1 = 2.320 μg/mL, while for the western season it ranged from 1.420-2.685 μg/mL with the highest concentration at St 1 = 2.685 μg /mL. The carbohydrate content for transition season 2 ranged from 37.088-57.135% with the highest content St 3 (57.135%), while for the west season it ranged from 75.993-83.796% with the highest content St 3 (83.796%). So it can be concluded that the relationship between chlorophyll-a concentration and carbohydrate content in transition season 2 is weak (r=-0.250; sig=0.750) and in the west season is strong (r=-0.846; sig=0.164). So it can be concluded that the relationship between chlorophyll-a and carbohydrate content is inversely proportional, that is, when the chlorophyll-a concentration is low, the carbohydrate content is low, and conversely. | |
| 38686 | 41287 | E1A018267 | Penegakan Hukum Terhadap Penggunaan Tenaga Kerja Asing di Kabupaten Cilacap | Perkembangan globalisasi memberikan dampak terhadap penggunaan tenaga kerja asing. Tenaga kerja asing yang akan bekerja di Indonesia harus melalui mekanisme dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Terhadap pengaturan penggunaan TKA perlu dilakukan penegakan hukum berupa pengawasan dan penerapan sanksi untuk memastikan penggunaan tenaga kerja asing sesuai peraturan perundang-undangan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaturan dan penegakan hukum terhadap penggunaan tenaga kerja asing di Kabupaten Cilacap. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan spesifikasi penelitian deskriptif. Data penelitian bersumber dari data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan. Data-data yang terkumpul diolah dan disajikan dalam bentuk teks naratif serta dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan penggunaan tenaga kerja asing di Kabupaten Cilacap mendasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2021 yang didalamnya mengatur mengenai penggunaan hingga pengawasan dan pengenaan sanksi administratif. Dalam hal pengaturan di tingkat kabupaten, dibentuk Peraturan Daerah Kabupaten Cilacap Nomor 3 Tahun 2023 tentang Retribusi Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Penegakan hukum terhadap penggunaan tenaga kerja asing di Kabupaten Cilacap dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah melalui Satuan Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah Banyumas dan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cilacap melalui TIMPORA (Tim Pengawasan Orang Asing) sesuai lingkup tugas dan kewenangan masing-masing. Dalam hal ditemukan pelanggaran, pemberi kerja TKA dan TKA dapat dikenakan sanksi administratif dan tindakan administratif keimigrasian. | The development of globalisation has an impact on the use of foreign workers. Foreign workers who will work in Indonesia must go through the mechanism in the applicable laws and regulations. Against the regulation of the use of foreign workers, law enforcement needs to be carried out in the form of supervision and application of sanctions to ensure the use of foreign workers in accordance with laws and regulations. The purpose of this study is to analyse the regulation and enforcement of the use of foreign workers in Cilacap Regency. The type of research used is normative juridical with a statutory approach and descriptive research specifications. The research data is sourced from secondary data. The data collection method is done by literature study. The collected data is processed and presented in the form of narrative text and analysed using qualitative normative method. The results show that the regulation of the use of foreign workers in Cilacap Regency is based on Government Regulation Number 34 of 2021 and Minister of Manpower Regulation Number 8 of 2021 which regulates the use to supervision and imposition of administrative sanctions. In terms of regulation at the regency level, a Regional Regulation of Cilacap Regency Number 3 of 2023 concerning Retribution for the Use of Foreign Workers was formed. Law enforcement on the use of foreign workers in Cilacap Regency is carried out by the Central Java Provincial Manpower and Transmigration Office through the Banyumas Regional Manpower Monitoring Unit and the Cilacap Class I TPI Immigration Office through TIMPORA (Foreigner Monitoring Team) according to their respective scope of duties and authority. In the event that violations are found, foreign worker employers and foreign workers may be subject to administrative sanctions and immigration administrative measures. | |
| 38687 | 44375 | D1A020107 | Pengaruh Pemberian Vitamin D3 Terhadap Konsumsi dan Konversi Pakan Ayam Arab | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian vitamin D3 terhadap konsumsi dan konversi pakan ayam Arab. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 Juni sampai 30 September 2023 di Ketapang Farm Sokaraja dan Laboratorium Produksi Ternak Unggas, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan, setiap unit kandang berisi dua ekor ayam Arab. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 = pakan kontrol, P1 = pakan disuplementasi vitamin D3 900 IU/kg pakan, P2 = pakan disuplementasi vitamin D3 1350 IU/kg pakan, P3 = pakan disuplementasi vitamin D3 1800 IU/kg pakan, P4 = pakan disuplementasi vitamin D3 2250 IU/kg pakan, dan P5 = pakan disuplementasi vitamin D3 2700 IU/kg pakan. Hasil konsumsi pakan dan konversi pakan secara berturut-turut yaitu P0 79,58±4,07 gram dan 2,97±0,82, P1 77,43±17,52 gram dan 4,56±1,44, P2 83,65±8,94 gram dan 3,20±0,44, P3 80,72±15,97 gram dan 3,77±1,75, P4 86,16±2,99 gram dan 3,57±0,64, dan P5 83,35±7,79 gram dan 3,06±0,45. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa suplementasi vitamin D3 ke dalam pakan ayam Arab berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan dan konversi pakan ayam Arab. Suplementasi vitamin D3 dengan dosis 900 IU sampai dengan 2700 IU menghasilkan konsumsi pakan dan konversi pakan yang relatif sama. | The research aims to examine the effect of vitamin D3 supplementation on the feed consumption and conversion of Arab chicken. This research was carried out from 1 June to 30 September 2023 at Ketapang Farm Sokaraja and Poultry Production Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research was carried out experimentally using a Completely Randomized Design (CRD) with 6 treatments and 4 replications, each cage unit had two Arab chicken. The treatments were P0 = control feed, P1 = feed supplemented with vitamin D3 900 IU/kg feed, P2 = feed supplemented with vitamin D3 1350 IU/kg feed, P3 = feed supplemented with vitamin D3 1800 IU/kg feed, P4 = feed supplemented with vitamin D3 2250 IU/kg feed, and P5 = feed supplemented with vitamin D3 2700 IU/kg feed. Respectively the results of feed consumption and feed conversion, those were P0 : 79,58±4,07 grams and 2,97±0,82; P1 : 77,43±17,52 grams and 4,56±1,44; P2 : 83,65±8,94 grams and 3,20±0,44; P3 : 80,72±15,97 grams and 3,77±1,75; P4 : 86,16±2,99 grams and 3,57±0,64; and P5 : 83,35±7,79 grams and 3,06±0,45. The results of the analysis of variance showed that vitamin D3 supplementation into Arab chicken feed had no significant effect (P>0.05) on feed consumption and feed conversion of Arabian chickens. It was concluded Vitamin D3 supplementation at a dose of 900 IU to 2700 IU resulted in relatively similar feed consumption and feed conversion. | |
| 38688 | 44737 | K1B020020 | HIPERIDEAL PADA SEMIHIPERGRUP DAN SIFAT-SIFATNYA | Pada penelitian ini dibahas mengenai definisi, contoh, dan sifat-sifat hiperideal pada semihipergrup. Hiperideal pada suatu semihipergrup adalah subhimpunan dari suatu semihipergrup yang memenuhi hiperideal kanan dan hiperideal kiri. Salah satu contoh hiperideal pada semihipergrup interval 0 hingga 1 yang dilengkapi dengan hiperoperasi biner dengan definisi interval dari 0 hingga hasil kali dua elemen semihipergrup adalah interval 0 hingga t/5 dengan t elemen pada semihipergrup. Hiperideal pada semihipergrup mempunyai beberapa sifat yang antara lain adalah sebagai berikut. Hiperideal pada semihipergrup merupakan subsemihipergrup; serta gabungan dan irisan dari dua hiperideal pada suatu semihipergrup juga merupakan hiperideal. Dari sifat irisan dua hiperideal pada suatu semihipergrup dapat diperoleh hiperideal murni kanan dan hiperideal murni kiri. | This research discusses the definition as well as some examples and properties of hyperideals in semihypergroups. Hyperideal in a semihypergroup is a subset of a semihypergroup that satisfies the right hyperideal and left hyperideal. An interval from 0 to 1 equipped with the binary hyperoperation of the form the interval from 0 to the product of two elements in the interval is a semihypergroup. An example of hyperideal in this semihypergroup is the interval from 0 to in t/5 which t is an element in the semihypergroup. Hyperideals on semihypergroups have several properties as follows. Hyperideals on semihypergroups are subsemihypergroups; and the union as well the intersection of two hyperideals on a semihypergroup are also hyperideals. The intersection property of two hyperideals enable us to find right pure hyperideal and left pure hyperideal. | |
| 38689 | 41289 | J1E017019 | INTERCULTURAL COMMUNICATIVE COMPETENCE (ICC) IN ENGLISH TEXTBOOK ENTITLED "WHEN ENGLISH RINGS A BELL" (Learning Task Analysis in English Textbook for Grades VII Students Published by Kemendikbud) | Perhatian umum dalam penelitian ini adalah tentang Kompetensi Komunikasi Antarbudaya (ICC) agar dapat terlibat secara efektif dalam dunia global dan menumbuhkan pemahaman lintas budaya untuk akademik yang lebih baik. Perhatian utama dari penelitian ini adalah pada penyajian tugas pembelajaran yang memuat konten antarbudaya dalam buku pelajaran Bahasa Inggris berjudul “When English Rings a Bell” untuk siswa kelas tujuh SMP dan persentase tugas belajar yang mendorong Intercultural Communicative Competence (ICC). Data dikumpulkan dengan menggunakan model ICC Byram. Penelitian ini menggunakan pendekatan gabungan deskriptif-kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa tugas pembelajaran interkultural lebih banyak menekankan aspek pengetahuan dalam bentuk kegiatan pembelajaran seperti mengumpulkan informasi, bermain peran, mengisi celah/meja, pengeboran, dan bekerja dalam kelompok/berpasangan khususnya yang berkaitan dengan budaya peserta didik itu sendiri. Tugas belajar yang berkaitan dengan budaya target terbatas, terutama terbatas pada lirik lagu berbahasa Inggris. Buku teks ini dirancang untuk membantu pembelajar bahasa Indonesia dalam mengidentifikasi diri mereka dalam kelompok budaya. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa hanya 7% dari tugas pembelajaran terintegrasi dalam buku teks yang menumbuhkan kompetensi antarbudaya, dengan mayoritas berfokus pada penyediaan informasi budaya yang terfragmentasi. Studi ini menyarankan adanya perbaikan konten budaya dalam buku teks "When English Rings a Bell" untuk siswa kelas tujuh dengan menambahkan materi tambahan yang mempromosikan kompetensi antar budaya di kalangan pelajar Indonesia. | The general concern in this research is about Intercultural Communication Competence (ICC) in order to effectively engage in the globalized world and foster cross-cultural understanding for better academic. The main concern of this study addresses the presentation of learning tasks that include intercultural content in the English textbook entitled “When English Rings a Bell” for grade seven junior high school students and the percentage of learning tasks that fostering Intercultural Communicative Competence (ICC). The data was collected by using Byram’s model of ICC. This type of research combined descriptive-qualitative and quantitative elements by recording the data as percentages and then using tables to illustrate it to make it easier to understand.The research finds that the intercultural learning tasks predominantly emphasize knowledge aspects in form of learning activities such as collecting information, role playing, filling in gap/table, drilling , working in groups/pairs, and sing a song particularly related to the learner's own culture. Learning tasks pertaining to the target culture are limited, primarily confined to English song lyrics. This textbook was designed for Indonesian learners aid in their self-identification within cultural groups. The research also concludes that only 7% of the integrated learning tasks in the textbook foster intercultural competence, with a majority focusing on providing fragmented cultural information. The study suggests an improvement of the cultural content within the "When English Rings a Bell" textbook for seventh graders by adding supplementary materials that promote intercultural competence among Indonesian learners. | |
| 38690 | 41290 | A1F019004 | PENGARUH PENAMBAHAN GUM ARAB DAN TWEEN 80 TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA ENKAPSULASI EKSTRAK SERAI WANGI | Sereh wangi merupakan tanaman penghasil minyak atsiri dan termasuk dalam famili Graminae (rumput-rumputan). Enkapsulasi ekstrak sereh wangi merupakan inovasi produk pangan yang dapat dengan mudah digunakan oleh masyarakat sebagai minuman dan bahan tambahan pangan antioksidan alami karena mengandung antioksidan. Pada prosesnya, enkapsulasi ekstrak serai wangi menggunakan metode Microwave Assisted Extraction (MAE) yang digunakan untuk mengekstrak senyawa bioaktif dari berbagai tanaman. Pada proses enkapsulasi ekstrak serai wangi diperlukan bahan pendukung yaitu bulking agent atau bahan pengisi berupa gum arab dan bahan pembuih yaitu tween 80. Salah satu teknik pembuatan enkapsulasi ekstrak serai wangi adalah dengan metode foam-mat drying. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor yang diteliti, yaitu konsentrasi gum arab pada taraf 5%, 10%, dan 15% dan konsentrasi tween 80 pada taraf 0,5%; 1%; dan 1,5%. Hasil pengujian dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf kepercayaan α = 5% dan jika terdapat pengaruh yang signifikan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf kepercayaan α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi gum arab dapat meningkatkan nilai rendemen serta menurunkan nilai kadar air, nilai a*, nilai b* dan total fenolik enkapsulasi ekstrak serai wangi. | Citronella is an essential oil-producing plant and belongs to the Graminae (grasses) family. Citronella extract encapsulation is a food product innovation that can be easily used by the public as a beverage and natural antioxidant food additive because it contains antioxidants. In the process, the encapsulation of citronella extract uses the Microwave Assisted Extraction (MAE) method which is used to extract bioactive compounds from various plants. In the process of encapsulating citronella extract, supporting materials are needed, namely bulking agents or fillers in the form of gum arabic and frothing agents, namely tween 80. One technique for making citronella extract encapsulation is the foam-mat drying method. This study used a Factorial Randomized Group Design with two factors studied, namely the concentration of gum arabic at the 5%, 10%, and 15% levels and the concentration of tween 80 at the 0.5%; 1%; and 1.5% levels. The test results were analyzed using ANOVA at the α = 5% confidence level and if there was a significant effect, it was continued with the DMRT test at the α = 5% confidence level. The results showed that the higher concentration of gum arabic can increase the yield value and decrease the water content value, a* value, b* value and total phenolic content of citronella extract encapsulation. | |
| 38691 | 44376 | E1A019270 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN PORNOGRAFI BALAS DENDAM (REVENGE PORN) DALAM PERSPEKTIF VIKTIMOLOGI | Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) semakin sering terjadi seiring berkembangnya teknologi yang semakin pesat. KBGO berupa pornografi balas dendam (revenge porn) patut memperoleh perhatian yang lebih seksama sebagai upaya memberikan perlindungan terhadap korban pornografi balas dendam (revenge porn). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengenai perlindungan hukum terhadap korban pornografi balas dendam (revenge porn) dalam perspektif viktimologi serta hambatan pelaksanaan perlindungan hukum korban pornografi balas dendam (revenge porn) di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Lokasi penelitian di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. Metode penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling, sedangkan Sumber data adalah data primer dan data sekunder. Data diolah dengan reduksi data, penyajian data, dan kategorisasi data serta dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlunya peraturan perundang-undangan yang lebih mengakomodir mengenai perlindungan serta pemenuhan hak korban, terlebih khusus dalam hal ini korban revenge porn. Terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaan perlindungan hukum korban revenge porn di LPSK yang dipengaruhi oleh tiga aspek, yaitu struktur hukum (legal structure), substansi hukum (substance of the law), dan kultur hukum (legal culture). Berdasarkan aspek struktur hukum (legal structure) dimana pengungkapan kasus revenge porn lambat yang membuat koordinasi antara LPSK dengan penyidik kepolisian terhambat, berdasarkan aspek substansi hukum (substance of the law) dimana belum adanya peraturan perundang-undangan yang mengatur secara khusus dan spesifik mengenai revenge porn terutama mengenai perlindungan data pribadi korban, dan berdasarkan aspek kultur hukum (legal culture) yakni kurangnya pemahaman posisinya sebagai korban yang membuat takut untuk melapor/mengadu ke LPSK. | Cases of Gender-Based Online Violence (GBOV) are becoming increasingly common with the rapid advancement of technology. GBOV, particularly in the form of revenge porn, deserves closer attention as an effort to provide protection for victims of revenge porn. This research aims to examine the legal protection of revenge porn victims from a victimological perspective and the obstacles in implementing legal protection for these victims at the Witness and Victim Protection Agency (LPSK). This study utilizes an empirical juridical approach with descriptive analytical research specifications. The research is conducted at the Witness and Victim Protection Agency. The method of informant selection in this research employs Purposive Sampling technique, while the data sources consist of primary and secondary data. Data is processed through data reduction, data presentation, data categorization, and qualitative analysis. The results of the research indicate the need for legislation that better accommodates protection and the fulfillment of victims' rights, especially in the case of revenge porn victims. There are several obstacles in implementing legal protection for revenge porn victims at the LPSK, influenced by three aspects: legal structure, substance of the law, and legal culture. Based on the aspect of legal structure, slow disclosure of revenge porn cases hampers coordination between the LPSK and police investigators. Regarding the aspect of the substance of the law, there is currently no specific and detailed legislation regulating revenge porn, especially concerning the protection of victims' personal data. Lastly, based on the aspect of legal culture, there is a lack of understanding of their position as victims, which makes them afraid to report to the LPSK. | |
| 38692 | 41292 | L1A019051 | Keragaman Rumput Laut Merah di Pantai Karapyak dan Potensi Senyawa Bioaktifnya sebagai Antibakteri Patogen pada Manusia | Rumput laut merah termasuk jenis rumput laut yang banyak ditemukan di Pantai Karapyak. Rumput laut merah memiliki memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini antara lain mengetahui jenis rumput laut merah yang ditemukan di Pantai Karapyak berdasarkan pengamatan morfologi dan anatomi, mengetahui potensi antibakteri dari rumput laut merah dan kandungan senyawa bioaktifnya dengan uji fitokimia. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental laboratoris. Prosedur penelitian yang dilakukan yaitu identifikasi morfologi dilakukan secara deskriptif dengan bantuan mikroskop untuk pengamatan anatomi.Ekstraksi metabolit dilakukan dengan metode maserasi dan menggunakan pelarut metanol dengan perbandingan (b/v 1:30). Pengujian antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar menurut Kirby Baurer dengan menggunakan konsentrasi ekstrak 10 mg/mL. Uji fitokimia dilakukan secara kualitatif dengan indikator perubahan warna. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian identifikasi morfologi dan anatomi menunjukan spesies yang ditemukan di Pantai Karapyak diantaranya Gracilaria gracilis, Palmaria palmata, dan Gelidium lineare. Hasil uji antibakteri menunjukan adanya aktivitas antibakteri dari ketiga spesies rumput laut merah terhadap bakteri Gram positif Micrococcus luteus yang menggunakan pelarut metanol dengan kategori lemah dan bersifat bakteriostatik. Kemudian hasil analisis fitokimia menunjukkan ekstrak Gracilaria gracilis, Palmaria palmata, dan Gelidium lineare mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, steroid, dan saponin | Red macroalgae is a type of seaweed that can be found on Karapyak Beach. Red macroalgae contains bioactive compounds that have potential as antibacterial. The aims of this study were to determine the types of red macroalgae found on Karapyak Beach based on morphological and anatomical observations, the antibacterial potential of red macroalgae and its bioactive compound content by means of phytochemical tests. The experimental method was applied to this study. The red macroalgae was identified by descriptive using microscope for anatomical observations. Extraction of metabolite was carried out by maceration method using methanol with a ratio (w/v 1:30). Antibacterial testing was done by the agar diffusion method according to Kirby Baurer using an extract concentration of 10 mg/mL. The phytochemical analysis was conducted qualitatively based on color changes. Data analysis was done descriptively. The results of the morphological and anatomical identification research showed that the species found on Karapyak Beach included Gracilaria gracilis, Palmaria palmata, and Gelidium lineare. The results of the antibacterial test showed that the three species of red macroalgae had antibacterial activity against Gram-positive bacteria Micrococcus luteus using methanol solvent in the weak category and are bacteriostatic. Then the results of the phytochemical analysis showed that the extracts of Gracilaria gracilis, Palmaria palmata, and Gelidium lineare contained alkaloids, flavonoids, steroids, and saponins. | |
| 38693 | 44377 | F1A020052 | Rasionalitas Pasangan Usia Subur Unmet Need Dalam Membatasi Kelahiran Anak | Pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali menjadi salah satu permasalahan yang terjadi di Indonesia. Hal ini disebabkan karena kurang berhasilnya program keluarga berencana yang dicanangkan pemerintah. Dimana program ini berfokus untuk mengendalikan jumlah penduduk dengan menekan fertilitas. Unmet need KB menjadi salah satu kendala program KB karena adanya unmet need ini dapat menimbulkan kehamilan tidak diinginkan (KTD). Pasangan usia subur memilih untuk tidak ber-KB dan tidak menggunakan alat kontrasepsi karena beberapa alasan.Untuk itu, dalam melakukan pembatasan kelahiran anak, pasangan usia subur unmet need menggunakan upaya alternatif lain seperti metode kontrasepsi tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas pasangan usia subur dalam memilih upaya pembatasan kelahiran anak. Lokasi peneltiian ini dilakukan di Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik penentuan informan menggunakan Teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan usia subur unmet need memilih menggunakan KB tradisional seperti pantang berkala dan senggama terputus dalam membatasi kelahiran anak. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan yang muncul dari hasil rasionalitas pasangan usia subur. Tindakan rasional pasangan usia subur unmet need dapat diklasifikasikan menjadi tiga yaitu rasionalitas instrumental, nilai, dan afektif. | Uncontrolled population growth is one of the problems occurring in Indonesia. This is due to the lack of success of the family planning program launched by the government. Where this program focuses on controlling the population by suppressing fertility. An unmet need for family planning is one of the obstacles to family planning programs because this unmet need can lead to unwanted pregnancies. Couples of childbearing age choose not to have family planning and do not use contraception for several reasons. For this reason, in limiting the birth of children, couples of childbearing age who do not meet the need to use other alternative measures such as traditional contraceptive methods. This research aims to determine the rationality of couples of childbearing age in choosing efforts to limit childbirth. The location of this research was carried out in South Purwokerto District, Banyumas Regency. The research method used is a descriptive qualitative method. Data collection uses in-depth interviews, observation, and documentation. The technique for determining informants uses a purposive sampling technique. The results of the research show that couples of childbearing age who do not meet their needs choose to use traditional family planning such as periodic abstinence and interrupted intercourse to limit the birth of children. This is caused by several reasons that arise from the rationality of couples of childbearing age. The rational actions of couples of childbearing age who do not meet their needs can be classified into three, namely instrumental, value, and affective rationality. | |
| 38694 | 45199 | C1L020034 | PENGARUH LITERASI DIGITAL, EFIKASI DIRI, DAN PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS BUSINESS CENTER TERHADAP KESIAPAN BERWIRAUSAHA | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan kepada siswa kelas XI SMK Negeri 1 Purbalingga dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital, efikasi diri, dan pembelajaran kewirausahaan berbasis business center di SMK Negeri 1 Purbalingga. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI tahun ajaran 2023/2024 SMK Negeri 1 Purbalingga yang berjumlah 495 siswa. Jumlah yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 222 dengan pengambilan sampel purposive sampling dan proportional stratified random sampling. Teknik pengambilan data dalam penelitian menggunakan kuesioner tertutup, observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, literasi digital berpengaruh positif terhadap kesiapan berwirausaha. Kedua, efikasi diri berpengaruh positif terhadap kesiapan berwirausaha. Ketiga, pembelajaran kewirausahaan berbasis business center berpengaruh positif terhadap kesiapan berwirausaha. Implikasi dari penelitian ini yaitu: SMK Negeri 1 Purbalingga dapat memaksimalkan pembelajaran yang melibatkan media digital, terutama yang berhubungan dengan kewirausahaan, guru diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dikelas agar siswanya semakin aktif dan percaya diri sehingga efikasi diri siswa meningkat, sekolah diharapkan mampu memberikan kualitas pembelajaran kewirausahaan terutama dalam praktik business center sehingga siswa dapat mencari pengalaman melalui praktik business center secara maksimal. | This research is a quantitative study conducted on grade XI students of SMK Negeri 1 Purbalingga with the aim of analyzing the influence of digital literacy, selfefficacy, and business center-based entrepreneurship learning at SMK Negeri 1 Purbalingga. The population taken in this study were all grade XI students in the 2023/2024 school year of SMK Negeri 1 Purbalingga, totaling 495 students. The number taken in this study was 222 with purposive sampling and proportional stratified random sampling. Data collection techniques in the study used closed questionnaires, observations, interviews, and documentation studies. The results showed that first, digital literacy has a positive effect on entrepreneurial readiness. Second, self-efficacy has a positive effect on entrepreneurial readiness. Third, business center-based entrepreneurship learning has a positive effect on entrepreneurial readiness. The implications of this research are: SMK Negeri 1 Purbalingga can maximize learning that involves digital media, especially those related to entrepreneurship, teachers are expected to be able to improve the quality of classroom learning so that students are more active and confident so that students' self-efficacy increases, schools are expected to be able to provide quality entrepreneurship learning, especially in business center practices so that students can seek experience through business center practices to the fullest. | |
| 38695 | 41291 | J1A019050 | Translation Techniques and Accuracy of Material and Social Culture in Bakso Simulator Video Game Localization | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik penerjemahan yang digunakan untuk menerjemahkan istilah materi dan sosial budaya dalam lokalisasi video game “Bakso Simulator”, serta aspek keakuratan hasil terjemahan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori teknik penerjemahan oleh Molina dan Albir (2002), kategori istilah budaya oleh Newmark (1988) dan Akurasi sebagai model Penilaian Kualitas Terjemahan yang dikemukakan oleh Nababan (2012). Data penelitian ini adalah 50 kata yang mengandung istilah material dan sosial budaya yang terdapat dalam video game “Bakso Simulator”, berupa kata dan frase. Untuk menjawab pertanyaan penelitian, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dan total sampling. Kuesioner yang berisi masukan dari responden juga menjadi bahan pertimbangan dalam menganalisis penelitian ini. Berdasarkan analisis, dapat disimpulkan bahwa telah ditemukan 5 kategori budaya material dan 2 kategori budaya sosial. Ada 8 teknik penerjemahan yang digunakan dalam penelitian ini, dan lokalisasi ini dinilai 80% akurat. | This study aims to analyze the translation techniques used to translate material and social culture terms in the localization of the video game "Bakso Simulator", as well as aspects of the accuracy of the translation product. The theory used in this study is the theory of translation techniques by Molina and Albir (2002), the category of cultural terms by Newmark (1988) and Accuracy as a model of Translation Quality Assessment proposed by Nababan (2012). The data of this study are 50 words containing material and social culture terms found in the video game "Bakso Simulator", in the form of words and phrases. To answer the research question, researchers used a qualitative descriptive method and total sampling. Questionnaires containing input from respondents were also taken into consideration in analyzing this study. Based on analysis, it can be concluded that there are 5 categories of material culture and 2 categories of social culture have been found. There are 8 translation techniques used in this research, and this localization is 80% considered accurate. | |
| 38696 | 44378 | K1C020070 | ANALISIS DOSIS DAN WAKTU RADIASI CARBON ION RADIATION THERAPY PADA NON-SMALL CELL LUNG CANCER MENGGUNAKAN PHITS 3.30 | Carbon Ion Radiation Therapy (CIRT) merupakan salah satu terapi kanker paru-paru. CIRT mempunyai karekteristik bragg peak yang bergantung pada energi. Semakin besar energi semakin dalam bragg peak. Kanker NSCLC mempunyai volume kedalaman yang beragam dari berbagai arah namun bragg peak hanya memberikan dosis maksimum di satu titik, sehingga dibutuhkan metode untuk memperlebar bragg peak yaitu melakukan variasi energi. Pelebaran bragg peak tersebut dengan menggabungkan titik titik bragg peak dari setiap energi yang dikeluarkan sehingga harus menemukan energi yang sesuai. Penelitian ini bertujuan memperlebar bragg peak dan memperlihatkan visualisasi hasil penyebaran partikel karbon ion, menentukan dosis terapi yang paling efektif dengan melihat dosis yang diterima oleh OAR dan waktu irradiasi berdasarkan tiga arah penyinaran berbeda. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan bantuan Particle Heavy Ion Transport code System (PHITS) versi 3.30 untuk menjalankan simulasi pergerakan partikel, phantom wanita dewasa yang di rancang Oak Ridge National Laboratory (ORNL) digunakan sebagai permodelan tubuh manusia, target kanker NSCLC. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu variasi energi yang mencapai kedalaman kanker dari penyinaran arah depan dan belakang yaitu 295 MeV/u – 318 MeV/u, sedangkan dari arah samping kiri mendapatkan rentang energi dari 250 MeV/u sampai 280 MeV/u. Dosis serap yang di dapatkan dari semua arah penyinaran pada jaringan lunak masih di bawah batas dosis maksimum jaringan sekitar dan target dosis sel kanker yaitu 59,4 Gy(RBE). Waktu radiasi dihitung berdasarkan persamaan (3.5) diperoleh waktu radiasi total yang dibutuhkan 37,4 detik pada arah sudut penyinaran 0˚ , 86,5 detik untuk arah sudut penyinaran 90˚, dan 32,1 detik untuk arah sudut penyinarandan 270˚. Terapi NSCLC pada umumnya dilakukan dalam 18 fraksinasi. | Carbon Ion Radiation Therapy (CIRT) is a treatment option for lung cancer patients that boasts energy-dependent bragg peak characteristics. This means that the depth of the bragg peak increases with higher energy levels. Non-small cell lung cancer (NSCLC) tumors have varying depth volumes from different directions, but the bragg peak can only deliver maximum dose at a single point. To address this, a technique is required to widen the bragg peak by adjusting the energy levels. By combining the bragg peak points of each energy released, the peak can be expanded and the appropriate energy can be found. The objective of this study is to expand the bragg peak and visually demonstrate the spread of carbon ion particles. By examining the dose received by OAR and the irradiation time based on three different irradiation directions, the goal is to determine the most effective therapeutic dose. The Particle Heavy Ion Transport code System (PHITS) version 3.30 was used to conduct particle movement simulations, while an adult female phantom created by Oak Ridge National Laboratory (ORNL) was utilized as a human body model for NSCLC cancer targeting. The research findings indicate a range of energy reaching the depth of cancer from the front and back irradiation of 295 MeV/u - 318 MeV/u, while from the left side direction, the energy range is from 250 MeV/u to 280 MeV/u. The absorbed dose of soft tissue from all irradiation directions remains within safe limits for the surrounding tissue and the target dose required for cancer cells, which is 59.4 Gy (RBE). Using equation (3.5), the radiation time is calculated to be 37.4 seconds for 0˚ irradiation angle, 86.5 seconds for 90˚ irradiation angle, and 32.1 seconds for 270˚ irradiation angle. Typically, NSCLC therapy is performed over 18 treatment sessions. | |
| 38697 | 41294 | E1A017185 | KEBIJAKAN DAN TANGGUNG JAWAB HUKUM PEMERINTAH TERHADAP MEKANISME PERSALINAN DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN (Studi Di Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah pengetahuan dan memahami lebih dalam mengenai kebijakan pemerintah terkait pelayanan persalinan yang aman dan tanggung jawabnya dalam konteks Kabupaten Banyumas. Meskipun hak atas pelayanan kesehatan, khususnya persalinan, dijamin oleh negara, terdapat aspek-aspek yang masih belum terungkap sepenuhnya.Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengevaluasi bagaimana pemerintah Kabupaten Banyumas menerapkan kebijakan terkait pelayanan persalinan dan sejauh mana tanggung jawabnya dalam menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengadopsi serangkaian kebijakan yang ditujukan untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi ibu hamil dan bayi. Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 4 Tahun 2014 menggarisbawahi pentingnya memberikan layanan kesehatan yang sesuai standar bagi ibu hamil, baik di dalam maupun di luar fasilitas kesehatan. Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendukung hak asasi manusia dalam konteks kesehatan, khususnya dalam persalinan yang aman.Penelitian ini memberikan wawasan lebih dalam tentang implementasi kebijakan pemerintah dalam pelayanan persalinan serta tanggung jawab yang terkait. Namun, masih ada potensi untuk perbaikan dalam upaya meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan bayi di Kabupaten Banyumas. Kata Kunci: Kebijakan Pemerintah, Pelayanan Persalinan, Tanggung Jawab, Kabupaten Banyumas. | This study aims to address the existing gap in knowledge and gain a deeper understanding of government policies concerning safe childbirth services and their associated responsibilities within the context of Banyumas Regency. Despite the guaranteed right to healthcare services, particularly childbirth, provided by the state, there are aspects that remain inadequately explored. The primary objective of this research is to analyze and evaluate how the Banyumas Regency government implements policies related to childbirth services and the extent of its responsibilities in providing adequate healthcare facilities.The findings of this study reveal that the government has adopted a series of policies aimed at improving the quality of healthcare services for pregnant women and infants. Banyumas Regency Regulation No. 4 of 2014 underscores the importance of providing standardized healthcare services for pregnant women, both within and beyond healthcare facilities. This reflects the government's commitment to supporting human rights within the context of health, especially safe childbirth.This research provides deeper insights into the government's policy implementation in childbirth services and the associated responsibilities. However, there is still potential for improvement in efforts to enhance access to and the quality of healthcare services for pregnant women and infants in Banyumas Regency. Keywords: Government Policies, Childbirth Services, Responsibility, Banyumas Regency. | |
| 38698 | 41295 | G1A019015 | HUBUNGAN ANTARA SIKAP KELUARGA TERHADAP GANGGUAN MENTAL DENGAN PEMILIHAN PENGOBATAN PASIEN ODGJ DI PANTI PENGOBATAN TRADISIONAL AMONG JIWO CILACAP | Latar Belakang – Kesehatan mental yang terganggu merupakan beban global yang signifikan, termasuk di Indonesia. Prevalensi gangguan mental di Indonesia masih tinggi, dengan beberapa faktor seperti stigmatisasi dan pemilihan pengobatan tradisional yang memengaruhi upaya penanganan. Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara sikap terhadap gangguan mental dengan pemilihan pengobatan pada keluarga pasien dengan gangguan mental di Panti Pengobatan Tradisional Among Jiwo Cilacap. Metode – Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Penelitian ini menggunakan data primer berupa kuesioner CAMI (community attitudes toward mental illness) dan kuesioner pemilihan pengobatan. Sampel penelitian ini adalah keluarga dari pasien ODGJ di Panti Pengobatan Tradisional Among Jiwo Cilacap. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2022. Data penelitian di analisis menggunakan uji Chi-Square dengan program IBM SPSS 22. Hasil – Dari 46 data yang diambil, terdapat 30 responden yang memiliki sikap positif terhadap gangguan mental. Keluarga pasien yang memiliki sikap positif terhadap pengobatan medis sejumlah 29 responden. Tidak didaptkan adanya hubungan anatara sikap terhadap gangguan mental dengan pemilihan pengobatan pasien ODGJ dengan nilai p = 1,000 (p<0,05) Simpulan – Kebanyakan keluarga pasien memiliki sikap positif terhadap gangguan mental serta cenderung mengarah ke pengobatan medis. Tidak terdapat hubungan antara sikap terhadap gangguan mental dengan pemilihan pengobatan psien ODGJ. | Background – Impaired mental health is a significant global burden, including in Indonesia. The prevalence of mental disorders in Indonesia remains high, with several factors such as stigma and the choice of traditional treatments affecting treatment efforts. Objective – This study aims to understand the relationship between attitudes towards mental disorders and treatment choices in the families of patients with mental disorders at the Among Jiwo Traditional Treatment Center in Cilacap. Method – This study is an observational research with a cross-sectional design. Primary data was collected through the CAMI (Community Attitudes Toward Mental Illness) questionnaire and a treatment selection questionnaire. The study sample consisted of families of patients with severe mental disorders at the Among Jiwo Traditional Treatment Center in Cilacap. The study was conducted in December 2022. The research data were analyzed using the Chi-Square test with IBM SPSS 22 software. Result – Out of the 46 data collected, 30 respondents had a positive attitude towards mental disorders. There were 29 respondents whose families had a positive attitude towards medical treatment. No relationship was found between attitudes towards mental disorders and treatment choices for patients with severe mental disorders, with a p-value of 1.000 (p<0.05) Conclusion – The majority of patient families had a positive attitude towards mental disorders and tended to lean towards medical treatment. There was no relationship between attitudes towards mental disorders and treatment choices for patients with severe mental disorders. | |
| 38699 | 41296 | L1B019040 | Uji Aktivitas Bakteri Proteolitik Pada Saluran Pencernaan Ikan Nilem (Osteochilus vittatus) Yang Diberi Pakan Dengan Penambahan Garam Yang Berbeda | Keberadaan bakteri dalam saluran pencernaan ikan nilem (Osteochillus vittatus) dapat dipengaruhi oleh garam yang ditambahkan dalam pakan dengan dosis berbeda karena adanya kandungan senyawa antibakteri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui berapa proporsi dan indeks aktivitas proteolitik pada saluran pencernaan ikan nilem. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 5 perlakuan (0%, 1%, 2%, 3%, dan 4% garam) dan 3 ulangan. Parameter penelitian yaitu kelimpahan bakteri, proporsi gram positif dan negatif, proporsi bakteri proteolitik, indeks aktivitas bakteri proteolitik dan kualitas air. Setelah dilakukan pemeliharaan selama 60 hari, hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada parameter yang diamati, kelimpahan bakteri berkisar 5,52–55,9 x 106 CFU/g, proporsi Gram positif berkisar 40-69%, Gram negatif berkisar 30-58%, proporsi bakteriproteolitik berkisar 6-34%, dan indeks aktivitas bakteri proteolitik berkisar 1,02- 4,16. Suhu pada kolam pemeliharaan yaitu 26–27,2°C, pH pada kolam pemeliharaan yaitu 7,4-8,0 dan oksigen terlarut (DO) yaitu 4,3-6,2. Kualitas air kolam pemeliharaan ikan nilem masih dalam kisaran normal. | The presence of bacteria in the digestive tract of nilem (Osteochillus vittatus) can be affected by salt added to the feed at different doses because of the presence of antibacterial compounds. The purpose of this study was to determine the proportion and index of proteolytic activity in the nilem digestive tract. This study used an experimental method with 5 treatments (0%, 1%, 2%, 3%, and 4% salt) and 3 replications. The research parameters were the abundance of bacteria, the proportion of gram positive and negative, the proportion of proteolytic bacteria, the activity index of proteolytic bacteria and water quality. After 60 days of maintenance, the results showed that there was no significant difference in the parameters observed, the abundance of bacteria ranged from 5,52–55,9 x 106 CFU/g, the proportion of Gram positive ranged from 40-69%, Gram negative ranged from 30-58 %, the proportion of proteolytic bacteria ranged from 6-34%, and the activity index of proteolytic bacteria ranged from 1.02-4.16. The temperature in the rearing pond is 26–27.2°C, the pH in the rearing pond is 7.4-8.0 and the dissolved oxygen (DO) is 4.3-6.2. The water quality of nilem ponds is still within the normal range. | |
| 38700 | 41297 | E1A016127 | KESADARAN HUKUM MASYARAKAT TERHADAP PENCATATAN PENDUDUK NON PERMANEN SEBAGAI UPAYA TERTIB ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN (Studi di Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran hukum serta pengaruh faktor pendidikan, faktor kedisiplinan dan faktor motivasi terhadap kesadaran hukum masyarakat pada pencacatan penduduk nonpermanen di Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Penelitian ini berlokasi di Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur dengan responden sebanyak 30 (tiga puluh) orang. Pengambilan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Jenis sumber data meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh dengan menggunakan metode angket, dokumenter dan kepustakaan. Data yang terkumpul diolah menggunakan teknik coding, editing, dan tabulasi kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan tabel data. Analisis data kuantitatif mengunakan metode statistik sederhana, sedangkan analisis data kualitatif menggunakan metode analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran hukum masyarakat terhadap pencatatan penduduk non permanen di Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur adalah sedang dengan dominasi 16 dari 30 responden menunjukkan tingkat kesadaran hukum sedang. Faktor motivasi cenderung berpengaruh secara positif, sedangkan faktor pendidikan dan kedisiplinan cenderung tidak berpengaruh terhadap kesadaran hukum masyarakat terhadap pencatatan penduduk nonpermanen. Kata kunci: Kesadaran Hukum; Penduduk Nonpermanen; Pendidikan, Kedisiplinan, Motivasi | Public legal awareness is a determining factor for the progress of a nation and state. Indonesia is a country that protects human rights, based on the 1945 Constitution, citizens are entitled to decent work and livelihood for humanity. Citizens have the right to determine their place of residence or domicile where citizens can earn a decent living. Citizens have the right to public services, one example of public services is registration of non-permanent residents. This study aims to determine the level of legal awareness and the influence of educational factors, discipline factors and motivational factors on public legal awareness of non-permanent residents in Pekayon Sub-district, Pasar Rebo District, East Jakarta. This research was conducted using quantitative research methods with an empirical juridical analysis approach. This research method examines data obtained directly from the community. This research is located in Pekayon Sub-district, Pasar Rebo District, East Jakarta with 30 (thirty) respondents. Research sampling in this research using simple random sampling. Types of data sources include primary and secondary data obtained using questionnaires, documentaries and literature. The collected data was processed using coding, editing, and tabulation techniques and then presented in the form of narrative text and data tables. Quantitative data analysis uses simple statistical methods, while qualitative data analysis uses content analysis and comparative analysis methods. The results of the study show that the public legal awareness against non-permanent resident registration in Pekayon Village, Pasar Rebo District, East Jakarta is on moderate level by the dominance of 16 out of 30 respondents showing a moderate level of legal awareness. Motivational factors tend to have a positive effect, while educational and discipline factors tend not to affect people's legal awareness against non-permanent resident registration in Pekayon Village, Pasar Rebo District, East Jakarta Keywords: Legal Awareness, Non-permanent resident, Jakarta, Education, Discipline, Motivation |