Artikelilmiahs
Menampilkan 38.701-38.720 dari 48.948 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 38701 | 41296 | L1B019040 | Uji Aktivitas Bakteri Proteolitik Pada Saluran Pencernaan Ikan Nilem (Osteochilus vittatus) Yang Diberi Pakan Dengan Penambahan Garam Yang Berbeda | Keberadaan bakteri dalam saluran pencernaan ikan nilem (Osteochillus vittatus) dapat dipengaruhi oleh garam yang ditambahkan dalam pakan dengan dosis berbeda karena adanya kandungan senyawa antibakteri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui berapa proporsi dan indeks aktivitas proteolitik pada saluran pencernaan ikan nilem. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 5 perlakuan (0%, 1%, 2%, 3%, dan 4% garam) dan 3 ulangan. Parameter penelitian yaitu kelimpahan bakteri, proporsi gram positif dan negatif, proporsi bakteri proteolitik, indeks aktivitas bakteri proteolitik dan kualitas air. Setelah dilakukan pemeliharaan selama 60 hari, hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada parameter yang diamati, kelimpahan bakteri berkisar 5,52–55,9 x 106 CFU/g, proporsi Gram positif berkisar 40-69%, Gram negatif berkisar 30-58%, proporsi bakteriproteolitik berkisar 6-34%, dan indeks aktivitas bakteri proteolitik berkisar 1,02- 4,16. Suhu pada kolam pemeliharaan yaitu 26–27,2°C, pH pada kolam pemeliharaan yaitu 7,4-8,0 dan oksigen terlarut (DO) yaitu 4,3-6,2. Kualitas air kolam pemeliharaan ikan nilem masih dalam kisaran normal. | The presence of bacteria in the digestive tract of nilem (Osteochillus vittatus) can be affected by salt added to the feed at different doses because of the presence of antibacterial compounds. The purpose of this study was to determine the proportion and index of proteolytic activity in the nilem digestive tract. This study used an experimental method with 5 treatments (0%, 1%, 2%, 3%, and 4% salt) and 3 replications. The research parameters were the abundance of bacteria, the proportion of gram positive and negative, the proportion of proteolytic bacteria, the activity index of proteolytic bacteria and water quality. After 60 days of maintenance, the results showed that there was no significant difference in the parameters observed, the abundance of bacteria ranged from 5,52–55,9 x 106 CFU/g, the proportion of Gram positive ranged from 40-69%, Gram negative ranged from 30-58 %, the proportion of proteolytic bacteria ranged from 6-34%, and the activity index of proteolytic bacteria ranged from 1.02-4.16. The temperature in the rearing pond is 26–27.2°C, the pH in the rearing pond is 7.4-8.0 and the dissolved oxygen (DO) is 4.3-6.2. The water quality of nilem ponds is still within the normal range. | |
| 38702 | 41297 | E1A016127 | KESADARAN HUKUM MASYARAKAT TERHADAP PENCATATAN PENDUDUK NON PERMANEN SEBAGAI UPAYA TERTIB ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN (Studi di Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran hukum serta pengaruh faktor pendidikan, faktor kedisiplinan dan faktor motivasi terhadap kesadaran hukum masyarakat pada pencacatan penduduk nonpermanen di Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Penelitian ini berlokasi di Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur dengan responden sebanyak 30 (tiga puluh) orang. Pengambilan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Jenis sumber data meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh dengan menggunakan metode angket, dokumenter dan kepustakaan. Data yang terkumpul diolah menggunakan teknik coding, editing, dan tabulasi kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan tabel data. Analisis data kuantitatif mengunakan metode statistik sederhana, sedangkan analisis data kualitatif menggunakan metode analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran hukum masyarakat terhadap pencatatan penduduk non permanen di Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur adalah sedang dengan dominasi 16 dari 30 responden menunjukkan tingkat kesadaran hukum sedang. Faktor motivasi cenderung berpengaruh secara positif, sedangkan faktor pendidikan dan kedisiplinan cenderung tidak berpengaruh terhadap kesadaran hukum masyarakat terhadap pencatatan penduduk nonpermanen. Kata kunci: Kesadaran Hukum; Penduduk Nonpermanen; Pendidikan, Kedisiplinan, Motivasi | Public legal awareness is a determining factor for the progress of a nation and state. Indonesia is a country that protects human rights, based on the 1945 Constitution, citizens are entitled to decent work and livelihood for humanity. Citizens have the right to determine their place of residence or domicile where citizens can earn a decent living. Citizens have the right to public services, one example of public services is registration of non-permanent residents. This study aims to determine the level of legal awareness and the influence of educational factors, discipline factors and motivational factors on public legal awareness of non-permanent residents in Pekayon Sub-district, Pasar Rebo District, East Jakarta. This research was conducted using quantitative research methods with an empirical juridical analysis approach. This research method examines data obtained directly from the community. This research is located in Pekayon Sub-district, Pasar Rebo District, East Jakarta with 30 (thirty) respondents. Research sampling in this research using simple random sampling. Types of data sources include primary and secondary data obtained using questionnaires, documentaries and literature. The collected data was processed using coding, editing, and tabulation techniques and then presented in the form of narrative text and data tables. Quantitative data analysis uses simple statistical methods, while qualitative data analysis uses content analysis and comparative analysis methods. The results of the study show that the public legal awareness against non-permanent resident registration in Pekayon Village, Pasar Rebo District, East Jakarta is on moderate level by the dominance of 16 out of 30 respondents showing a moderate level of legal awareness. Motivational factors tend to have a positive effect, while educational and discipline factors tend not to affect people's legal awareness against non-permanent resident registration in Pekayon Village, Pasar Rebo District, East Jakarta Keywords: Legal Awareness, Non-permanent resident, Jakarta, Education, Discipline, Motivation | |
| 38703 | 41298 | J1E018025 | AN ANALYSIS OF MINIMUM-COMPETENCY-ASSESSMENT-BASED COGNITIVE-PROCESS-CRITERIA IN WRITTEN ENGLISH SCHOOL EXAMINATION FOR JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS | Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuat kebijakan baru untuk mengubah Ujian Nasional (UN) menjadi Penilaian Nasional (AN), salah satu komponen AN adalah Penilaian Kompetensi Minimum (AKM). Hal itu dilakukan sebagai tindak lanjut hasil PISA tahun 2018 yang menyatakan Indonesia masuk 10 besar terbawah dari total 79 negara peserta. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga mengubah Ujian Sekolah Berstandar Nasional menjadi Ujian Sekolah. Kewenangan menyusun Ujian Sekolah sepenuhnya diberikan kepada guru dan sekolah. Dengan metode Analisis Data Sekunder, peneliti menganalisis kriteria proses kognitif seperti apa yang ditemukan pada soal Ujian Sekolah Bahasa Inggris SMPN 8 Purwokerto tahun pelajaran 2021/2022. Hal ini penting dilakukan mengingat kebijakan pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam kompetensi literasi dan numerasi. Mata pelajaran Bahasa Inggris sangat relevan dengan kemampuan literasi. Hasil penelitian ini dapat membantu guru bahasa Inggris untuk mengembangkan kemampuannya dalam membuat tes bahasa Inggris berbasis AKM agar siswa terbiasa dengan soal-soal berstandar internasional. Dari 40 soal Bahasa Inggris School Examination, peneliti menemukan sebanyak 18 soal atau 45% soal yang masuk dalam kriteria proses kognitif Finding Information, 22 soal atau 55% soal masuk dalam kriteria proses kognitif Understanding dan tidak ada soal yang masuk dalam kriteria Evaluate. dan Mencerminkan kriteria proses kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi soal AKM berdasarkan kriteria proses kognitif literasi tidak merata. | ABSTRACT The Ministry of Education and Culture has created a new policy to change National Examination (UN) into National Assessment (AN), one of AN’s components is Minimum Competency Assessment (AKM). This was done as a follow-up to the result of PISA in 2018 which stated that Indonesia was in the bottom 10 of the total 79 countries participants. The Ministry of Education and Culture also change National Standard School Examination into School Examination. The authority to compose School Examination is fully given to the teacher and the school. With Secondary Data Analysis method, the researcher analyzes what kind of cognitive process criteria that found at English School Examination question of SMPN 8 Purwokerto in the academic year of 2021/2022. This is important to do considering the aim of the government’s policy to improve students’ abilities in literacy and numeracy competencies. English subject is very relevant to literacy skills. The result of this research can help English teacher to develop their ability to create English test based on AKM so that students are familiar with international standard questions. From 40 questions of English School Examination questions, the researcher found as many as 18 questions or 45% questions categorized into Finding Information cognitive process criteria, 22 questions or 55% questions categorized into Understanding cognitive process criteria and there is no question that categorized into Evaluate and Reflect cognitive process criteria. The result of this result showed that the proportion of AKM’s questions based on literacy cognitive process criteria is not evenly distributed. | |
| 38704 | 41299 | G1A019031 | HUBUNGAN STATUS VAKSINASI DENGAN KEJADIAN REINFEKSI COVID-19 PADA CIVITAS AKADEMIKA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar belakang: Kejadian reinfeksi Covid-19 merupakan peristiwa saat seseorang yang sudah mengalami Covid-19 dan dinyatakan sembuh namun terinfeksi kembali dengan hasil positif pada test PCR dengan periode antara infeksi pertama dan kedua > 90 hari. Kejadian ini berhubungan dengan respon imun tubuh yang dipengaruhi dengan pemberian vaksin. Oleh karena itu perlu diadakan studi lanjut untuk melihat hubungan diantara status vaksinasi dengan kejadian reinfeksi Covid-19. Tujuan: Mengetahui hubungan antara status vaksinasi dengan kejadian reinfeksi Covid-19 pada civitas akademika Universitas Jenderal Soedirman Metode: Penelitian observasional analitik dengan penderkatan cross-sectional. Jumlah responden penelitian ini terdapat 154 responden. Penelitian ini menggunakan kuisioner dalam bentuk google form sebagai alat pengumpulan data. Data diolah menggunakan uji korelasi yaitu uji Chi-Square untuk melihat hubungan diantara variabel. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan angka kejadian reinfeksi yang ditemukan sebanyak 14,9%. Status vaksinasi pada responden saat kejadian reinfeksi Covid-19 yang belum vaksin sebanyak 8,6%, vaksin half dose sebanyak 17,4% dan vaksin full dose sebanyak 74%. Hasil uji Chi-square antara status vaksinasi dengan kejadian reinfeksi menunjukan tidak terdapat hubungan signifikan (p-value > 0,05) Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara status vaksinasi dengan kejadian reinfeksi Covid-19 pada civitas akademika Universitas Jenderal Soedirman | Backgrounds: Covid-19 reinfection occurs when someone who has experienced Covid-19 and is declared cured but is re-infected with a positive result on the PCR test with a period between the first and second infection > 90 days. This event is related to the body's immune response which is influenced by vaccine administration. Therefore, further studies need to be conducted to see the relevance between vaccination status and the incidence of Covid-19 reinfection. Objective: Knowing the relationship between vaccine status and the incidence of Covid-19 reinfection in the academic community of Jenderal Soedirman University. Method: An Analytical observational research with cross-sectional approach. The number of respondents in this study was 154 respondents. This study used a questionnaire in the form of google form as a data collection tool. Data were processed using a correlation test, the Chi-Square test to see the relationship between variables. Results: The results of this study showed that the incidence of reinfection found was 14.9%. The vaccination status of respondents at the time of Covid-19 reinfection who had not been vaccinated was 8.6%, half dose vaccine was 17.4% and full dose vaccine was 74%. The results of the Chi-square test between vaccination status and the incidence of reinfection indicate that there is no significant relationship (p-value > 0,05). Conclusion: There is no relationship between vaccine status and the incidence of Covid-19 reinfection in the academic community of Jenderal Soedirman University. | |
| 38705 | 41300 | C1G016014 | THE DETERMINANT OF BATIK BANYUMASAN DEMAND IN SOKARAJA KULON VILLAGE | Pada tahun 2020 permintaan batik di desa sokaraja kulon menurun yang mengakibatkan jumlah pengrajin di desa tersebut juga ikut mengalami penurunan sehingga pengrajin batik di desa sokaraja kulon sedikit demi sedikit beralih profesi yang lebih menguntungkan bagi dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel terhadap permintaan batik di desa sokaraja kulon. Variabelnya yaitu harga, pendapatan, jenis kelamin, umur, dan selara. Data yang di gunakan adalah data primer yang di peroleh dari wawancara atau quisioner terhadap konsumen yang membeli batik di tempat. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden, dimana pengambilan sampel bertujuan untuk memperoleh informasi tertentu dari kelompok. Alat analisis yang di gunakan adalah regresi linier berganda dengan menggunakan uji asumsi klasik, uji f, dan uji t. Hasil penelitian ini secara bersama-sama menyatakan bahwa variabel harga pendapatan jenis kelamin umur dan selera berpengaruh signifikan terhadap permintaan batik di desa sokaraja kulon. Kemudian harga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan batik, pendapatan berpengaruh positif signifikan terhadap permintaan, dan selera berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan batik di desa sokaraja kulon, sedangkan variabel lainnya tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan batik di desa sokaraja kulon. Implikasi dari kesimpulan di atas adalah perlunya penerapan harga yang susai untuk masyarakat setempat oleh penjual dan memvariasi tipe batik agar permintaan batik di desa sokaraja kulon tidak terus menurun. Kata Kunci: Batik, Permintaan, Harga, Pendapatan, Jenis Kelamin, Umur, Selera | In 2020 the demand for batik in Sokaraja Kulon village decreased which resulted in the number of artisans in the village also experiencing a decline so that batik craftsmen in Sokaraja Kulon village gradually switched professions that were more profitable for them. This study aims to examine the effect of variables on the demand for batik in the village of Sokaraja Kulon. The variables are prices, income, gender, age and matched. The data used is primary data obtained from interviews or questionnaires from consumer who buys batik. The sampling technique used in this study is purposive sampling with the total sample of 30 respondents, in which the sampling aims to obtain specific information from the group. The analytical tool used is multiple linear regression using the classical assumption test, f test, and t test. The results of this study together show that the variable price, income, gender, age and taste have a significant effect on the demand for batik in the village of Sokaraja Kulon. Then price has a negative and significant effect on the demand for batik, income has a significant positive effect on demand, and tastes have a positive and significant effect on the demand for batik in Sokaraja Kulon village, while other variables have no significant effect on the demand for batik in Sokaraja Kulon village. The implication of the conclusion above is the need to set prices that suit for community by sellers and vary the types of batik so that the demand for batik in Sokaraja Kulon village does not continue to decline. Keywords: Batik, Demand, Price, Income, Gender, Age, Taste | |
| 38706 | 41301 | J1A019047 | Semiotic Analysis on Representation of Gender Equality in "Mulan" Live Action Version (2020) Movie | Film merupakan salah satu media komunikasi massa yang menampilkan serangkaian gambar bergerak dengan alur cerita yang diperankan oleh aktor untuk menyampaikan pesan kepada penonton. Karena alasan tersebut, pesan yang terkandung dalam sebuah film menjadi penting untuk penonton. Salah satu film yang mengandung banyak pesan adalah film "Mulan" versi live-action (2020). Film ini mengangkat tema kesetaraan gender sebagai isu utamanya. Penelitian ini berjudul "Semiotic Analysis on the Representation Of Gender Equality In "Mulan" Live Action Version (2020) Movie. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan representasi kesetaraan gender yang terdapat dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode semiotika Pierce. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan dokumentasi. Penelitian ini berfokus pada teori model Harvard dalam empat indikator, yaitu: akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam penelitian ini terdapat representasi kesetaraan gender melalui beberapa aspek, yaitu akses untuk melatih keterampilan, partisipasi dalam melawan dan menyelamatkan Kaisar, kontrol terhadap tim, dan mendapatkan keuntungan yang adil atas apa yang dilakukan. | A movie is one of the mass communication media that displays a series of moving images with a storyline played by actors to convey a message to the audience. For this reason, the message contained in the movie becomes important to the audience. One of the movies that contains many messages is "Mulan" live-action version (2020. This movie raises the theme of gender equality as its main issue. This research is entitled Semiotic Analysis on the Representation Of Gender Equality In "Mulan" Live Action Version (2020) Movie. The aim of this research is to find a representation of gender equality contained in the movie. This research uses qualitative research using the Pierce’s semiotic method. Data collection techniques include observation and documentation. This research focuses on the Harvard model theory in the four indicators, namely: access, participation, control, and benefits. The results of the analysis show that in this research there is representation of gender equality through several aspects, namely access to practice skills and get information, participation in fighting and saving the Emperor, control of the team, and getting fair benefits for what is done. | |
| 38707 | 41302 | F2A019011 | MANAJEMEN PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA TASIKMALAYA | Kota Tasikmalaya merupakan salah satu kota kabupaten yang ada di provinsi jawa barat yang tidak luput dari masalah sampah. Persoalan sampah sepertinya tak pernah terselesaikan secara baik. Pemandangan sampah yang berserakan, seakan menjadi hal yang lumrah. Tidak hanya lambatnya Pemkot Tasikmalaya dalam menangani sampah, terlebih masyarakatnya yang kurang sadar akan kebersihan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan observasi, wawancara dan disertai dengan dokumentasi. Hasil penelitiannya adalah Dinas Lingkungan Hidup menjadi instansi paling bertanggungjawab terhadap masalah sampah yang ada di Kota Tasikmalaya, sejumlah alat berat dan juga truk pengangkut sampah sudah memasuki usia tidak layak pakai dan kurang efisien dalam hal waktu dan juga muatan timbunan sampah. Untuk mewujudkan program Tasik Kota Resik, DLH membutuhkan planning, organizing, actuating dan controlling yang baik guna memberikan efek positif dalam mengusung visi dan misi program yang dilakukan | Tasikmalaya City is one of the regency cities in West Java province which is not free from waste problems. The problem of waste seems to have never been properly resolved. The sight of scattered trash seems to be commonplace. Not only is the Tasikmalaya Municipal Government slow in dealing with waste, moreover the people are less aware of cleanliness. The research uses qualitative methods with observation, interviews and is accompanied by documentation. The results of his research are that the Environmental Service is the agency most responsible for waste problems in the City of Tasikmalaya, a number of heavy equipment and also garbage trucks have entered the age of not being suitable for use and are less efficient in terms of time and also the load of garbage heaps. To realize the Clean City Tasik program, DLH requires good planning, organizing, actuating and controlling in order to have a positive effect in carrying out the program's vision and mission. | |
| 38708 | 41303 | F1A019016 | Motif Penggunaan Fitur Close Friend Instagram di Kalangan Mahasiswa FISIP Universitas Jenderal Soedirman | Para pengguna media sosial telah menyadari bahwa informasi yang mereka unggah merupakan konsumsi umum serta terdapat kekhawatiran penyalahgunaan data, maka mereka membutuhkan privasi. Instagram merupakan media sosial yang populer di masyarakat, ini dikarenakan terdapat fitur yang menarik salah satunya adalah fitur close friend. Fitur ini memungkinkan penggunanya untuk membagikan aktivitas mereka kepada orang-orang terdekat saja. Melalui fitur ini, mereka bebas berekspresi di media sosial tanpa sadar akan dampaknya. Artinya, terdapat motif yang dilakukan sehingga para pengguna tetap menggunakan media sosial Instagram terutama di fitur close friend. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik penentuan informannya menggunakan purposive sampling, dengan kriteria informan yaitu merupakan mahasiswa S1 FISIP Unsoed, mempunyai akun Instagram dengan minimal 1000 pengikut, dan menggunakan fitur close friend (minimal 4 kali dalam seminggu). Metode pengambilan data yaitu observasi, wawancara, serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 3 motif penggunaan fitur close friend yaitu motif arsip untuk memilah orang yang dapat melihat unggahan tersebut sehingga dapat dikenang kembali, motif kenyamanan yang digunakan untuk meraih kenyamanan saat bermain Instagram, dan motif privasi untuk memilah orang yang bisa masuk ke privasi pengguna akun Instagram | Social media users have realized that the information they upload is for public consumption and there are concerns about data misuse, so they need privacy. Instagram is a popular social media in the community, this is because there are interesting features, one of which is the close friend feature. This feature allows users to share their activities with the people closest to them. Through this feature, they are free to express themselves on social media without being aware of the impact. That is, some motives are carried out so that users continue to use Instagram social media, especially in the close friend feature. This study uses a descriptive qualitative research method. The technique of determining the informant used purposive sampling, with the criteria of the informant being an undergraduate student at FISIP Unsoed, having an Instagram account with a minimum of 1000 followers, and using the close friend feature (at least 4 times a week). Data collection methods are observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The motive for using the close friend feature is the archival motive to sort out people who can see the upload so that it can be recalled, the comfort motive used to gain comfort when playing Instagram, and the privacy motive to sort out people who can enter the privacy of Instagram account users | |
| 38709 | 41304 | J1A019057 | SARCASM FOUND IN ANTI GREENWASHING MOVEMENT CAMPAIGN POSTERS ON BEVERAGE PRODUCTS: A SEMIOTIC ANALYSIS | Sarkasme merupakan majas yang digunakan untuk menyindir dan harus dipahami. Sarkasme ini dapat disampaikan melalui ungkapan lisan, tertulis atau bahkan gambar. Penelitian yang berjudul “Sarcasm Found in Anti Greenwashing Movement Campaign Posters on Beverage Products: A Semiotic Analysis” ini bertujuan untuk mengungkapkan makna dari Tanda yang merepresentasikan sarkasme pada Campaign Poster Anti greenwashing yang diunggah oleh sebuah akun Instagram anti greenwashing bernama @greenwashmyballs dengan pendekatan semiotika. Teori semiotika yang digunakan untuk mendukung penelitian ini adalah teori milik Charles Sanders Peirce (1931). Selain, mengungkapkan maknanya, penelitian ini juga mengungkapkan jenis-jenis sarkasme yang terrepresentasi. Pengungkapan Jenis Sarkasme ini didukung oleh teori milik Elisabeth Camp (2012). Jenis jenis sarkasme tersebut adalah Propositional Sarcasm, Lexical Sarcasm, Like-Prefixed Sarcasm, dan Illocutionary sarcasm. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Purposive sampling digunakan untuk memilih sample. Peneliti menemukan 49 tanda yang digolongkan menjadi 27 simbol, 13 ikon, dan 9 index dan semuanya merepresentasikan sarkasme. Selain itu, peneliti menemukan 3 poster menggunakan Propositional sarcasm, 2 poster menggunakan Lexical sarcasm, 2 poster menggunakan Like-prefixed sarcasm, dan 1 poster lainnya menggunakan Illocutionary sarcasm | Sarcasm is a figure of speech used to satirize and is needed to be understood. This sarcasm can be conveyed through spoken, written or even pictorial expressions. The research entitled "Sarcasm Found in Anti Greenwashing Movement Campaign Posters on Beverage Products: A Semiotic Analysis" aims to reveal the meaning of the Signs that represent sarcasm in the poster uploaded by an anti greenwashing Instagram account called @greenwashmyballs with a semiotic approach. The semiotic theory used to support this research is Charles Sanders Peirce's theory (1931). In addition, this research also reveals the types of sarcasm that are represented. The disclosure of sarcasm types is supported by Elisabeth Camp's theory (2012). The types of sarcasm are Propositional Sarcasm, Lexical Sarcasm, Like-Prefixed Sarcasm, and Illocutionary Sarcasm. This research uses a qualitative descriptive method. Purposive sampling was used to select the sample. As the result, the researcher found 49 signs that are classified into 27 symbol, 13 icon, and 9 index and all of them represent sarcasm. In addition, researcher found 3 posters using Propositional sarcasm, 2 posters using Lexical sarcasm, 2 Posters using Like-prefixed sarcasm, and 1 other posters using Illocutionary sarcasm. | |
| 38710 | 41305 | A1D019021 | PERTUMBUHAN DAN HASIL KANGKUNG (Ipomea reptans Poir.) POLA TANAM TUMPANGSARI DENGAN SELADA (Lactuca sativa L.) PADA SISTEM HIDROPONIK RAKIT APUNG | Hidroponik rakit apung adalah sistem paling sederhana dari semua sistem hidroponik. Budidaya sayuran hidroponik dapat dilakukan secara tumpangsari, seperti tumpangsari kangkung dan selada. Sistem budidaya ini memiliki manfaat yaitu sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan produktivitas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pola tanam tumpangsari terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kangkung dengan selada pada sistem hidroponik rakit apung dan mengetahui evisiensi sistem tanam yang digunakan untuk budidaya hidroponik tumpangsari. Nisbah Kesetaraan Lahan (NKL) pada pola tanam tumpangsari. Penelitian dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian, UNSOED pada bulan Januari sampai bulan April 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan tiga faktor, yaitu monokultur kangkung (K), monokultur selada (S), dan tumpangsari kangkung dengan selada (KS) yang diulang sebanyak tiga kali. Varietas kangkung memberikan perbedaan jumlah daun dan luas daun tanaman kangkung serta bobot kering tanaman selada. Jarak tanam selada berpengaruh terhadap bobot segar dan bobot kering tanaman kangkung serta volume akar dan bobot kering tanaman selada. Interaksi antara varietas kangkung dan jarak tanam selada berpengaruh terhadap luas daun tanaman kangkung dan volume akar tanaman selada. | Floating raft hydroponics is the simplest of all active hydroponic systems. Hydroponic vegetable cultivation can be done in intercropping, such as intercropping of kale and lettuce. This cultivation system has the benefit of being one of the efforts to increase productivity. The purpose of this study was to determine the effect of intercropping cropping patterns on the growth and production of kale and lettuce in the floating raft hydroponic system and to determine the Land Equity Ratio (LER) in the intercropping cropping system. The study was conducted at the screen house of the Faculty of Agriculture, UNSOED from January to April 2023. This study used a Completely Randomized Block Design with three factors, namely water spinach monoculture (K), lettuce monoculture (S), and water spinach with and lettuce intercropping (KS) repeated three times. Varieties of water spinach give differences in the number of leaves and leaf area of the water spinach plants and the dry weight of the lettuce plants. Lettuce spacing affects fresh weight and dry weight of water spinach plants as well as root volume and dry weight of lettuce plants. The interaction between kale varieties and lettuce planting spacing affected the leaf area of water spinach plants and root volume of lettuce plants. | |
| 38711 | 41306 | L1C018044 | HUBUNGAN PERSENTASE TUTUPAN KARANG HIDUP DENGAN IKAN KARANG CHAETODONTIDAE DI PERAIRAN TEJAKULA KABUPATEN BULELENG BALI | Kecamatan Tejakula merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Buleleng. Secara umum kondisi perairan Tejakula masih dalam kondisi baik, dengan kesuburan perairan yang relatif produktif. Tutupan terumbu karang yang hidup di area pemanfaatan Tejakula mengalami kerusakan akibat faktor alam dan faktor manusia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi persentase terumbu karang hidup dan kelimpahan ikan Famili Chaetodontidae beserta hubungannya. Pengambilan data terumbu karang menggunakan metode UnderWater Photo Transect (UPT), sedangkan ikan Chaetodontidae dengan Underwater Visual Census (UVC). Aplikasi CPCE 4.0 digunakan untuk pengolahan data terumbu karang. Data ikan Chaetodontidae yang diperoleh dihitung jumlah individu dan diidentifikasi jenis genus yang diperoleh. Hubungan dari persentase tutupan terumbu karang terhadap kelimpahan ikan famili Chaetodontidae dianalisa menggunakan correlation pearson. Hampir semua stasiun di Perairan Tejakula memiliki tutupan terumbu karang kategori lemah. Hasil kelimpahan ikan Chaetodontidae ditemukan 5 genus yaitu Chaetodon, Parachaetodon, Heniochus, Forcipiger dan Hemitaurtys. Hubungan persentase tutupan dengan ikan di Perairan Tejakula dalam kategori lemah dengan r= 0,091. Pengawasan dan perhatian penuh terhadap aktivitas-aktivitas di sekitar Perairan Tejakula dan pemantauan juga diperlukan sehingga ekosistem terumbu karang tetap terjaga dengan baik. | Tejakula District is one of the sub-districts in Buleleng Regency. In general, the condition of Tejakula waters is still in good condition, with the fertility of relatively productive waters. The cover of coral reefs living in the Tejakula utilization area has been damaged due to natural and human factors. This study aims to obtain information on the percentage of living coral reefs and the abundance of fish of the Chaetodontidae family and their relationships. Underwater Photo Transect (UPT) and Underwater Visual Census (UVC) method were used for coral reef data collection and Chaetodontidae fish, respectively. CPCE 4.0 applications was carried out for coral reef data processing. The Chaetodontidae fish data, the number of individuals was calculated and identified the type of genus found. The relationship of the percentage of coral reef cover to the abundance of fish family Chaetodontidae was analyzed using correlation pearson. Most of coral reef cover in Tejakula waters revealed in the low category. The abundance of Chaetodontidae fish was found 5 genera, namely Chaetodon, Parachaetodon, Heniochus, Forcipiger and Hemitaurtys. The percentage relationship of cover with fish in Tejakula waters is in the weak category with r = 0,091. Supervision and full attention to activities around Tejakula Waters and monitoring are also needed so that coral reef ecosystems are well maintained. | |
| 38712 | 42462 | K1C018043 | ANALISIS PETA PERSEBARAN POTENSI DAYA EFEKTIF TAHUNAN PANEL SURYA: STUDI KASUS WILAYAH BANYUMAS MENGGUNAKAN SOFTWARE PVSYST DAN ARCGIS PRO | Energi merupakan suatu hal yang sangat penting untuk aktivitas manusia, namun sebagian besar suplai energi yang digunakan berasal dari bahan dasar fosil. Energi baru terbarukan merupakan salah satu alternatif agar mendorong kebutuhan energi dengan bersih. Provinsi Jawa Tengah memiliki program yaitu provinsi surya untuk mendukung pertumbuhan energi baru terbarukan. Banyumas menjadi salah satu daerah sebagai investasi dibidang energi baru terbarukan. Panel surya menggunakan energi yang berasal dari intensitas cahaya matahari sebagai sumbernya, namun tidak semua energi tersebut dapat digunakan menjadi energi listrik. Daya efektif merupakan potensi energi yang dapat digunakan setelah mengetahui kinerja optimal dari panel surya setelah dikenai kerugian. Pemodelan menggunakan software PVsyst untuk mengetahui daya efektif dengan variasi sudut 16° orientasi panel menghadap Timur dan sudut 12° orientasi panel menghadap Utara mengasilkan daya berkisar dari 678-723 kWh. Peta persebaran untuk setiap Kecamatan yang ada di Bayumas mempunyai pola dari Barat ke Timur semakin besar dan beberapa titik di Utara Banyumas memiliki nilai yang relatif tinggi. Lumbir menjadi daerah dengan energi terendah dan Baturaden memiliki energi yang paling tinggi di Banyumas. | Energy is something that is very important for human activities, but most of the energy supply used comes from fossil-based materials. New renewable energy is an alternative to encourage clean energy needs. Central Java Province has a program, namely Solar Province, to support the growth of new renewable energy. Banyumas is one of the areas for investment in the field of new, renewable energy. Solar panels use energy that comes from the intensity of sunlight as their source, but not all of this energy can be used as electrical energy. Effective power is the energy potential that can be used after knowing the optimal performance of the solar panel after experiencing losses. Modeling using PVsyst software to determine effective power with variations in the 16° angle of panel orientation facing east and the 12° angle of panel orientation facing north produces power ranging from 678-723 kWh. The distribution map for each sub-district in Bayumas has a pattern from west to east that gets bigger, and several points in the north of Banyumas have relatively high values. Lumbir is the area with the lowest energy, and Baturaden has the highest energy in Banyumas. | |
| 38713 | 42549 | A1D017196 | PENGURANGAN KONSENTRASI AB MIX DENGAN APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA ROMAINE (Lactuca sativa L. var. longifolia) HIDROPONIK SISTEM SUMBU | Pemupukan hidroponik sejauh ini masih terbatas menggunakan nutrisi AB mix. Ketergantungan terhadap penggunaan pupuk AB mix mengakibatkan pada besarnya biaya produksi tanaman. Pemanfaatan sampah organik rumah tangga diharapkan dapat menjadi alternatif pemupukan pada hidroponik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pengurangan AB mix dengan aplikasi POC pada tanaman selada romaine (Lactuca sativa L. var. longifolia). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari dua factor yaitu konsentrasi POC limbah dapur (P) terdiri dari 3 (tiga) taraf, faktor kedua konsentrasi AB mix (D) terdiri dari 3 (tiga) taraf. Variabel yang diamati yaitu karakteristik kimia POC (penunjang) dan variabel tanaman yaitu tinggi, jumlah daun, bobot segar, bobot kering dan kehijauan daun. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan uji lanjut DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf ketepatan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan POC berbahan limbah dapur dapat digunakan sebagai substitusi untuk mengurangi penggunaan AB mix. | Hydroponic fertilization has so far been limited to using AB mix nutrients. Dependence on the use of AB mix fertilizer results in high plant production costs. It is hoped that the use of household organic waste can be an alternative to hydroponic fertilization. This research was conducted to determine the effect of reducing AB mix with the application of organic nutrients on romaine lettuce plants (Lactuca sativa L. var. longifolia). The research used a Complete Randomized Block Design (RAKL) which consisted of two factors, namely the concentration of organic nutrients POC kitchen waste (P) consisting of 3 (three) levels, the second factor was the concentration of AB mix (D) consisting of 3 (three) levels. The variables observed were the chemical characteristics of organic nutrients (supporting) and plant variables, namely height, number of leaves, fresh weight, dry weight and greenness of the leaves. The observation data was analyzed using analysis of variance (ANOVA) and the DMRT (Duncan's Multiple Range Test) further test at an accuracy level of 95%. The research results show that the use of POC made from kitchen waste can be used as a substitute to reduce the use of AB mix. | |
| 38714 | 41307 | F1A019003 | Perubahan Perilaku Sosial Pasca Kehilangan Orang tua Akibat Covid-19 Di Kalangan Mahasiswa FISIP Universitas Jenderal Soedirman | Pandemi Covid-19 telah menjadi salah satu peristiwa yang paling signifikan dalam sejarah modern, mengubah dinamika global dan menimbulkan dampak yang mendalam di berbagai aspek kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk memahami perubahan perilaku sosial mahasiswa yang kehilangan orang tua akibat Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Lokasi penelitian adalah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman. Sasaran penelitian adalah mahasiswa FISIP Unsoed yang memenuhi kriteria purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan orang tua akibat Covid-19 berdampak pada perubahan perilaku sosial mahasiswa seperti mahasiswa lebih mandiri dan inisiatif dalam mengerjakan pekerjaan, membuat komunikasi antar anggota keluarga meningkat, membuat mahasiswa lebih membatasi pergaulan, tidak selalu ingin menonjol saat bersosialisasi, tidak merasa nyaman saat melakukan interaksi dengan banyak orang. Kehilangan orang tua akibat Covid-19 memiliki dampak yang signifikan pada berbagai aspek kehidupan mahasiswa, termasuk ekonomi, psikologis, dan pendidikan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya dukungan sosial dan pemahaman yang lebih baik terhadap individu yang mengalami perubahan dramatis dalam kehidupan mereka. Upaya untuk membantu mereka beradaptasi dan pulih secara psikologis akan menjadi penting dalam merespons perubahan sosial yang diakibatkan oleh krisis seperti pandemi Covid-19. | The Covid-19 pandemic has become one of the most significant events in modern history, changing global dynamics and having a profound impact on various aspects of human life. This study aims to understand changes in the social behavior of students who have lost their parents due to Covid-19. This research uses descriptive qualitative method with data collection techniques in the form of in-depth interviews, observation, and documentation. The research location is the Faculty of Social and Political Sciences, Jenderal Soedirman University. The research targets were FISIP Unsoed students who met the purposive sampling criteria. The results showed that the loss of parents due to Covid-19 had an impact on changes in student social behavior such as students being more independent and initiative in doing work, making communication between family members increase, making students limit associations more, not always wanting to stand out when socializing, not feeling comfortable when interacting with many people. The loss of parents due to Covid-19 has had a significant impact on various aspects of student life, including economic, psychological and educational. This research recommends the need for social support and better understanding of individuals who are experiencing dramatic changes in their lives. Efforts to help them adapt and recover psychologically will be important in responding to social changes brought about by crises such as the Covid-19 pandemic. | |
| 38715 | 41308 | F1D018045 | DINAMIKA POLITIK DALAM REKRUTMEN PERANGKAT DESA DI KABUPATEN BANYUMAS | Perangkat desa merupakan aparat pemerintah desa yang bertugas membantu kepala desa dalam penyelenggaraan pemerintah desa. Apabila terjadi kekosongan perangkat desa maka harus dilakukan rekrutmen perangkat desa. Rekrutmen perangkat desa merupakan salah satu proses yang krusial di tingkat desa sehingga perlu regulasi untuk mengaturnya. Kabupaten Banyumas membuat peraturan rekrutmen perangkat desa yaitu Peraturan Bupati Banyumas No 26 Tahun 2016 sebagai dasar atau pedoman pelaksanaan rekrutmen perangkat desa di wilayah kabupaten Banyumas. Pada prakteknya, proses rekrutmen perangkat desa tidak selalu sesuai peraturan karena adanya politisasi demi kepentingan aktor politik desa dimana masih ditemukan kasus nepotisme. Rekrutmen cenderung berpihak pada kepentingan aktor politik desa, terutama adanya patron klien yang saling menguntungkan di dalamnya. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika politik dalam perekrutan perangkat desa, proses perekrutan dan aktor politik yang berpatron dalam perekrutan perangkat desa di Banyumas. Pengumpulan data dalam tulisan ini menggunakan teknik wawancara, dokumentasi dan observasi melalui teknik purposive sampling. Hasil dari tulisan ini yaitu: 1) penyelenggaraan rekrutmen perangkat desa sudah berjalan dengan baik namun belum sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Bupati Banyumas Nomor 26 Tahun 2016, 2) terjadi praktek politisasi pada proses rekrutmen perangkat desa yaitu patron klien dalam mekanisme pembentukan panitia rekrutmen yang tidak demokratis karena ditunjuk oleh kepada desa, 3) rekrutmen menghasilkan 3 perangkat desa dimana salah satunya merupakan kerabat kepala desa. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa di era sekarang politisasi birokrasi masih terjadi dengan berbagai model dan bentuk. | Village officials are village government officials who are tasked with assisting the village head in administering village government. If there is a vacancy in the village apparatus, the village apparatus must be recruited. Recruitment of village officials is a crucial process at the village level, so regulations are needed to regulate it. Banyumas Regency made a village apparatus recruitment regulation, namely Banyumas Regent Regulation No. 26 of 2016 as the basis or guideline for implementing village apparatus recruitment in the Banyumas district. In practice, the process of recruiting village officials is not always in accordance with regulations due to politicization in the interests of village political actors where cases of nepotism are still found. Recruitment tends to side with the interests of village political actors, especially the existence of mutually beneficial patron clients. This paper aims to describe the political dynamics in recruiting village officials, the recruitment process and the political actors involved in recruiting village officials in Banyumas. Collecting data in this paper uses interview techniques, documentation and observation through purposive sampling techniques. The results of this paper are: 1) the implementation of village apparatus recruitment has been going well but not yet fully in accordance with Banyumas Regent Regulation Number 26 of 2016, 2) politicization practices have occurred in the village apparatus recruitment process, namely patron clients in the mechanism of forming an undemocratic recruitment committee because it was appointed by the village head, 3) recruitment resulted in 3 village officials where one of them was a relative of the village head. These results can be concluded that in the current era bureaucratic politicization still occurs in various models and forms. | |
| 38716 | 41309 | K1B019060 | IDENTIFIKASI AUTOKORELASI SPASIAL PADA JUMLAH BALITA GIZI KURANG DI KABUPATEN BREBES MENGGUNAKAN INDEKS MORAN | Prevalensi stunting di provinsi Jawa Tengah pada tahun 2018 mencapai angka 24,4%. Kabupaten Brebes menjadi salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki kasus stunting tertinggi. Gizi kurang pada balita merupakan salah satu gejala awal penyebab terjadinya stunting. Jumlah balita gizi kurang suatu daerah diperkirakan akan berpengaruh pada daerah disekitarnya. Hal tersebut terjadi karena sanitasi lingkungan menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kasus gizi kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya pengaruh dari kedekatan wilayah pada jumlah balita gizi kurang di Kabupaten Brebes. Metode Indeks Moran dapat digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh dari kedekatan wilayah secara global dan local indicator of spatial autocorrelation ¬(LISA) digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya autokorelasi spasial secara lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah balita gizi kurang di Kabupaten Brebes memiliki nilai Indeks Moran sebesar 0,26657 yang berarti bahwa terdapat autokorelasi spasial positif. Berdasarkan perhitungan LISA terdapat 15 kecamatan yang mengalami autokorelasi spasial positif yaitu Kecamatan Bulakamba, Kecamatan Tanjung, Kecamatan Ketanggungan, Kecamatan Songgom, Kecamatan Kersana, Kecamatan Tonjong, Kecamatan Sirampog, Kecamatan Brebes, Kecamatan Wanasari, Kecamatan Banjarharjo, Kecamatan Paguyangan, Kecamatan Losari, Kecamatan Jatibarang, Kecamatan Bantarkawung dan Kecamatan Bumiayu. Hal tersebut berarti bahwa pola persebaran spasialnya cenderung berkelompok karena memiliki nilai LISA yang bernilai positif dan bukan nol. Dua kecamatan lainnya yaitu pada Kecamatan Larangan dan Kecamatan Salem terdapat autokorelasi spasial negatif. Hal tersebut berarti bahwa pola persebaran spasialnya cenderung menyebar karena memiliki nilai LISA yang bernilai negatif dan bukan nol. | The prevalence of stunting in Central Java province in 2018 reached 24.4%. Brebes Regency is one of the districts in Central Java which has the highest stunting cases. Malnutrition in toddlers is one of the early symptoms that causes stunting. The number of malnourished toddlers in an area is expected to affect the surrounding area. This happens because environmental sanitation is one of the factors causing cases of malnutrition. This study aims to identify whether or not there is an effect of regional proximity on the number of malnourished children under five in Brebes Regency. The Moran's Index method can be used to determine whether or not there is an effect of regional proximity globally and the local indicator of spatial autocorrelation (LISA) is used to determine whether or not spatial autocorrelation exists locally. The results showed that the number of malnourished children under five in Brebes Regency had a Moran Index value of 0.26657, which means that there is a positive spatial autocorrelation. Based on LISA calculations, there are 15 sub-districts that experience positive spatial autocorrelation, namely Bulakamba District, Tanjung District, Kenggungan District, Songgom District, Kersana District, Tonjong District, Sirampog District, Brebes District, Wanasari District, Banjarharjo District, Paguyangan District, Losari District, Jatibarang District, Bantarkawung District and Bumiayu District. This means that the spatial distribution pattern tends to be clustered because it has a positive LISA value and not zero. The other two sub-districts, namely Larangan and Salem sub-districts, have negative spatial autocorrelation. This means that the spatial distribution pattern tends to spread because it has a negative LISA value and not zero. | |
| 38717 | 41310 | C1A019108 | Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Lama Bekerja Wanita Pada Sektor Industri Genteng Di Desa Kedawung Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen | Adanya kemajuan teknologi dan pendidikan sekarang ini, membuat wanita ikut serta memberikan kontribusinya dalam pembangunan ekonomi. Sektor industri merupakan salah satu sektor yang cukup banyak dalam penyerapan tenaga kerja di Jawa Tengah. Tenaga kerja perempuan juga dibutuhkan dalam sektor industri, salah satunya industri genteng di Desa Kedawung, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen. Adanya kebutuhan keluarga yang terus meningkat, mendorong wanita untuk lama bekerja pada sektor industri genteng agar dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh jumlah tanggungan keluarga, pendapatan suami, usia, faktor kesehatan kerja, dan faktor keselamatan kerja terhadap lama bekerja wanita pada sektor industri genteng di Desa Kedawung Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita yang bekerja pada sektor industri genteng di Desa Kedawung Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 78 responden. Dalam pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan melakukan wawancara langsung berdasarkan kuesioner terhadap responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan regresi linier berganda menyatakan bahwa pendapatan suami berpengaruh negatif signifikan terhadap lama bekerja wanita pada sektor industri genteng. Jumlah tanggungan keluarga, usia, faktor kesehatan kerja, dan faktor keselamatan kerja tidak berpengaruh terhadap lama bekerja wanita pada sektor industri genteng. Implikasi dari penelitian ini yaitu wanita dapat meningkatkan tingkat pendidikan agar mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan layak. Di samping itu perusahaan lebih memperhatikan kesehatan para pekerjanya, apalagi yang bekerja di tempat tersebut mayoritas wanita. Untuk wanita juga bisa memperhatikan dirinya sendiri agar wanita tetap dalam keadaan sehat meskipun tetap kerja di industri genteng tersebut. Pemerintah dapat membuka lapangan pekerjaan bagi wanita, agar wanita tidak bekerja pada bidang pekerjaan kasar yang seharusnya dilakukan oleh kaum pria. | The advancement of technology and education today makes women participate in contributing to economic development. The industrial sector is one of the sectors that is quite a lot in the absorption of labor in Central Java. Women workers are also needed in the industrial sector, one of which is the tile industry in Kedawung Village, Pejagoan District, Kebumen Regency. The existence of family needs that continue to increase, encourages women to work for a long time in the tile industry sector in order to help meet family needs. The purpose of this study is to analyze the effect of the number of family dependents, husband's income, age, occupational health factors, and work safety factors on the length of work of women in the tile industry sector in Kedawung Village, Pejagoan District, Kebumen Regency. The population in this study is women who work in the tile industry sector in Kedawung Village, Pejagoan District, Kebumen Regency. The number of samples taken in this study was 78 respondents. In sampling using saturated samples and the data collection technique used is to conduct direct interviews based on questionnaires on respondents. Based on the results of research and data analysis using multiple linear regression, it is stated that the husband's income has a significant negative effect on the length of work of women in the tile industry sector. The number of family dependents, age, occupational health factors, and occupational safety factors do not affect the length of work of women in the tile industry sector. The implication of this study is that women can increase the level of education in order to get better and decent jobs. In addition, the company pays more attention to the health of its workers, especially those who work in the place, the majority of whom are women. For women can also pay attention to themselves so that women remain in good health even though they continue to work in the tile industry. The government can open up jobs for women, so that women do not work in menial jobs that should be done by men. | |
| 38718 | 45288 | L1C020047 | Kontaminasi Timbal (Pb) Pada Sedimen dan Potensi Gastropoda Sebagai Bioindikator Logam Pb di Area Tambak Kawasan Mangrove Desa Mojo Pemalang | Hutan mangrove Desa Mojo Pemalang mengalami degradasi lingkungan akibat alih fungsi lahan menjadi area tambak. Adanya area tambak menjadi penyebab tingginya aktivitas antropogenik di wilayah tersebut, sehingga berpotensi sebagai sumber pencemaran logam berat di perairan tersebut, salah satunya adalah Pb. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan Pb di sedimen dan gastropoda, serta menganalisis potensi gastropoda sebagai bioindikator pencemaran Pb. Preparasi sampel mengacu pada metode USEPA 3051 dan analisis kandungan Pb dilakukan dengan alat Atomic Absorption Spectrofotometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 jenis gastropoda, yang terdiri dari Littoraria melanostoma, Littoraria scabra, Cerithidea cingulata, Cerithidea obtusa, dan Cerithidea decollata. Kandungan Pb pada sedimen memiliki rata-rata nilai sebesar 11,86 ± 1,24 mg/kg dan pada gastropoda rata-ratanya adalah 0,43 ± 0,16 mg/kg. Kandungan Pb di sedimen memiliki tingkat kontaminasi rendah dan tidak tercemar, namun dapat berdampak dan berpotensi memberikan efek biologis yang merugikan. Gastropoda jenis Cerithidea cingulata dan Cerithidea obtusa memiliki kemampuan akumulasi yang dikategorikan sebagai decoconcentrator. Hasil uji kriteria bioindikator menunjukkan bahwa Cerithidea cingulata dan Cerithidea obtusa berpotensi menjadi bioindikator pencemaran Pb. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terapat hubungan yang sangat kuat antara kandungan Pb pada sedimen dan gastropoda. | The mangrove forest in Mojo Village, Pemalang, experienced environmental degradation due to land conversion into aquaculture areas. The establishment of these aquaculture areas led to increased anthropogenic activities, making it a potential source of heavy metal pollution in the waters, with lead (Pb) being one of the contaminants. This study aimed to analyze the Pb content in sediments and gastropods and to assess the potential of gastropods as bioindicators of Pb pollution. Sample preparation followed the USEPA 3051 method, and Pb content analysis was conducted using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). The results indicated the presence of five gastropod species: Littoraria melanostoma, Littoraria scabra, Cerithidea cingulata, Cerithidea obtusa, and Cerithidea decollata. The average Pb content in the sediments was 11.86 ± 1.24 mg/kg, while the average Pb content in gastropods was 0.43 ± 0.16 mg/kg. Although the Pb content in the sediments indicated low contamination levels and was not classified as polluted, it could still have had adverse biological effects. The gastropod species Cerithidea cingulata and Cerithidea obtusa were identified as deconcentrators due to their accumulation capabilities. Bioindicator criteria testing suggested Cerithidea cingulata and Cerithidea obtusa had the potential to serve as bioindicators of Pb pollution. The study also found a strong correlation between Pb content in sediments and gastropods. | |
| 38719 | 41312 | F1A019020 | RESILIENSI AYAH MENGHADAPI PERAN BARU SEBAGAI SINGLE FATHER PASCAKEMATIAN ISTRI AKIBAT COVID-19 | Keluarga yang tidak lagi utuh menyebabkan single parent mengalami perubahan peran dalam keluarga dan terpaksa harus melakukan peran ganda yaitu sebagai ayah dan ibu untuk anak-anak mereka. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan menggambarkan problematika yang dihadapi oleh single father dan upaya yang dilakukan single father akibat Covid-19 di Kabupaten Purbalingga dalam menghadapi problematika tersebut. Metode pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seorang ayah yang menjalani peran barunya sebagai single father menemui problematika-problematika diantaranya pengasuhan anak, peran sosial, ekonomi keluarga, dan biologis (hasrat seksualitas) serta berbagai upaya yang dilakukan oleh ayah tunggal untuk mengatasi problematika tersebut. Berdasarkan temuan ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan para single father menghadapi problematika yang ada para single father memiliki kemampuan resiliensi yang baik (causal analysis, self-efficacy, emotion regulation, emphaty, impulse control) dan telah menjalankan perannya sebagai seorang ayah untuk anak-anak mereka (Child specialiser & educator, teacher & role model, protector, caregiver, provider). | Families that are no longer intact cause single parents to experience a change of role in the family and are forced to carry out the dual role of being a father and mother for their children. Therefore, this study aims to describe the problems faced by single fathers and the efforts made by single fathers due to Covid-19 in Purbalingga Regency in dealing with these problems. The method used in this study is descriptive qualitative with data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The results showed that a father who underwent his new role as a single father encountered problems including parenting, social roles, family economic, and biological (sexual desire) as well as various efforts made by single fathers to overcome these problems. Based on these findings, it shows that the efforts made by single fathers to deal with existing problems, single fathers have good resilience skills (causal analysis, self-efficacy, emotion regulation, emphaty, impulse control) and have carried out their role as a father for their children (child specialist & educator, teacher & role model, protector, caregiver, provider). | |
| 38720 | 41313 | E1B019012 | THE DECISION OF NIET ONTVANKELIJKE VERKLAARD ON THE PLAINTIFF WHO DOES NOT HAVE A LEGAL STANDING DUE TO UNREGISTERED MARRIAGE IN CIVIL CASE (A Study on Decision Number: 39/Pdt.G.S/2022/PN.Sby) | Gugatan yang diputus Niet Ontvankelijke Verklaard oleh hakim di Pengadilan Negeri disebabkan oleh beragam macam faktor. Meskipun biasanya sebelum persidangan dimulai ada pemeriksaan administratif ataupun pemeriksaan pendahuluan terutama untuk jenis pekara gugatan sederhana. Namun nyatanya masih banyak gugatan-gugatan yang mengandung kecacatan diterima lolos masuk ke tahap persidangan. Oleh karena itu penelitian ini membahas tentang bagaimana Putusan Niet Ontvankelijke Verklaard terhadap Penggugat yang tidak memiliki Legal Standing akibat perkawinan siri dalam Perkara Perdata (Studi Putusan Nomor: 39/Pdt.G.S/2022/PN.Sby.)”. Selanjutnya dijabarkan dalam rumusan masalah 1). Bagaimana penerapan pemeriksaan pendahuluan terhadap putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor:39/Pdt.G.S/2022/PN.Sby pada perkara gugatan sederhana? 2). Bagaimana pertimbangan hukum hakim atas Putusan Niet Ontvankelijke Verklaard terhadap putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor:39/Pdt.G.S/2022/PN.Sby? Dalam menjawab permasalahan tersebut, Metode penelitian yang digunakan pada penelitian adalah yuridis normatif dengan spesifikasi preskriptif, menggunakan data yang bersumber dari data sekunder berdasarkan metode pengumpulan data studi literatur dan disajikan dalam bentuk teks naratif dan di analisis menggunakan metode kualitatif normatif. Hasil dari penelitan ini, bahwa Penerapan pemeriksaan pendahuluan terhadap Putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor: 39/Pdt.G.S/2022/PN.Sby belum sesuai dengan ketentuan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana dikarenakan ketidakcermatan hakim dalam menerapkan materi gugatan sederhana berdasarkan syarat dalam ketentuan pada Pasal 11 tentang Pemeriksaan Pendahuluan. Pertimbangan hukum atas Putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor: 39/Pdt.G.S/2022/PN.Sby Niet Ontvankelijke Verklaard didasarkan oleh cacat formil yang terkadung dalam gugatan Penggugat yaitu diskualifikasi in person dan gugatan kurang pihak (Plurium Litis Consortium). | The decision of Niet Ontvankelijke Verklaard at the District Court can be caused by some factors. Administrative or preliminary examinations are commonly carried out before the trial begins especially for small claim court. However, many lawsuits containing defects are accepted to pass the trial stage. Therefore, this study focuses on the decision of Niet Ontvankelijke Verklaard on a plaintiff who does not have legal standing due to unregistered marriage in a civil case (A Study of Decision Number: 39/Pdt.G.S/2022/PN.Sby.)”. The formulation of the problem in this study is 1). How is the application of the preliminary examination of the decision of the Surabaya District Court Number: 39/Pdt.G.S/2022/PN.Sby in a small claim court? 2). What is the judge's legal consideration for the decision of Niet Ontvankelijke Verklaard on the Surabaya District Court Decision Number: 39/Pdt.G.S/2022/PN.Sby? To answer those problems, this normative juridical research used the statute approach, conceptual approach, and case approach with prescriptive specifications. it used secondary data based on literature studies' data collecting methods. They were analyzed using normative qualitative methods and presented in narrative text. The results of this study showed that the preliminary examination for the Surabaya District Court Decision Number: 39/Pdt.G.S/2022/PN.Sby was not in accordance with the provisions of Supreme Court Regulation Number 4 of 2019 concerning Amendments to Supreme Court Regulation Number 2 of 2015 concerning Settlement Procedures for Small Claim Court due to the judge's inaccuracy in applying the material for a small claim court referring to the Article 11 concerning Preliminary Examination. The legal considerations of Niet Ontvankelijke Verklaard for the Surabaya District Court Decision Number: 39/Pdt.G.S/2022/PN.Sby was based on the formal defects in the Plaintiff's lawsuit, namely in-person disqualification and lack of parties (Plurium Litis Consortium). |