Artikelilmiahs
Menampilkan 38.801-38.820 dari 48.943 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 38801 | 41386 | F1D019030 | Analisis Keterlibatan Masyarakat dalam Praktik Collaborative Governance Pada Pengelolaan Sampah Di TPST Bantargebang | Salah satu permasalahan yang sulit terselesaikan adalah permasalahan mengenai sampah. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi permasalahan sampah, khususnya mengenai pengelolaan sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi. Salah satu upaya pemerintah adalah membuat kebijakan mengenai pengelolaan berbasis masyarakat. Sehingga dibutuhkan kolaborasi dengan masyarakat dalam pengelolaan sampah TPST Bantargebang, sebab masyarakat menjadi komponen utama agar masalah sampah dapat terselesaikan dari akarnya. Collaborative governance merupakan tata kelola kolaborasi yang memiliki hubungan kerjasama antar stakeholders untuk menemukan solusi terhadap suatu permasalahan yang sulit untuk diselesaikan. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan keterlibatan masyarakat dalam praktik kolaborasi pada pelaksanaan pengelolaan sampah di TPST Bantargebang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dimana penulis mengambarkan dan menjelaskan mengenai suatu fenomena yang terjadi di lapangan. Lokasi dari penelitian ini adalah TPST Bantargebang, Kota Bekasi dengan mengambil beberapa narasumber melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data interaktif menurut Miles dan Huberman, dan guna mengecek keabsahan data penelitian ini penulis menggunakan teknik trangulasi sumber data. Hasil dari penelitian ini adalah collaborative governance dalam pengelolaan sampah masih belum berhasil, hal ini dikarenakan masyarakat masih minim pelibatannya dalam pengelolaan sampah terutama dalam partisipasi tidak langsung. | One of the problems that is difficult to solve is the problem of waste. Various efforts have been made by the government to overcome waste problems, especially regarding waste management at TPST Bantargebang, Bekasi City. One of the government's efforts is to make policies on community-based management. So collaboration with the community is needed in waste management of TPST Bantargebang, because the community is the main component so that the waste problem can be solved from its roots. Collaborative governance is collaborative governance that has a cooperative relationship between stakeholders to find solutions to a problem that is difficult to solve. Based on this, the purpose of this study is to understand and describe community involvement in collaborative practices in the implementation of waste management at TPST Bantargebang. The research method used in this study is a qualitative method, where the author describes and explains a phenomenon that occurs in the field. The location of this study is TPST Bantargebang, Bekasi City by taking several resource persons through purposive sampling techniques. Data collection techniques carried out in this study are observation, interviews, and documentation. As for the data analysis technique used is interactive data analysis according to Miles and Huberman, and to check the validity of this research data, the author uses data source transgulation techniques. The result of this study is that collaborative governance in waste management is still unsuccessful, this is because the community still lacks involvement in waste management, especially in indirect participation. | |
| 38802 | 41387 | I1A018124 | Perilaku Pencarian Pengobatan Malaria Pada Ibu Hamil di Kabupaten Jayapura | Latar Belakang: Data malaria pada ibu hamil di Kabupaten Jayapura sebesar 11,71%. Salah satu populasi yang rentan terkena penyakit malaria adalah ibu hamil. Sebagian besar masyarakat di Papua masih menggunakan cara pengobatan tradisional yang tidak mempengaruhi proses penyembuhan, diantaranya dengan mendatangi pengobatan alternatif, melakukan swamedikasi dan meminum ramuan yang dipercaya bisa menyembuhkan malaria. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dan metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam dan observasi di Kabupaten Jayapura. Informan utama adalah 10 orang ibu hamil dan 7 orang informan pendukung yang terdiri dari keluarga ibu hamil, petugas kesehatan, dan penyedia layanan pengobatan alternatif. Hasil Penelitian: Menurut informan, malaria disebabkan oleh gigitan nyamuk anopheles betina. Sumber informasi malaria yang diandalkan informan adalah petugas kesehatan, radio, poster, pamflet dan internet. Upaya pencegahan yang dilakukan informan terhadap penyakit malaria adalah dengan menggunakan kelambu, raket nyamuk dan rak telur. Dalam mengobati penyakit malaria informan menggunakan dua cara yaitu medis dan tradisional. Sikap yang dirasakan informan saat terkena penyakit malaria seperti menganggap penyakit malaria sebagai penyakit biasa, takut, waspada, khawatir dan putus asa. Dukungan sosial yang diperoleh informan adalah menjenguk, menemani di rumah sakit dan mendoakan kesembuhan. Akses yang dibutuhkan informan adalah fasilitas kesehatan yang mudah dijangkau. Simpulan: Perilaku pengobatan malaria yang dilakukan informan ibu hamil menggunakan cara tradisional yang diyakini masyarakat setempat dan juga melakukan pengobatan sendiri ketika mengalami penyakit malaria dan pilihan terakhir ketika kondisi badan tidak kunjung membaik adalah memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan dan dibawa obat yang diberikan oleh petugas dari puskesmas. Untuk itu, disarankan agar semua ibu hamil bersedia melakukan pemeriksaan malaria saat mengalami gejala malaria. | Background: Data on malaria in pregnant women in Jayapura Regency is 11.71%. One of the populations that is vulnerable to malaria is pregnant women. Most people in Papua still use traditional healing methods that do not affect the healing process, including by visiting alternative treatments, self-medication and drinking concoctions that are thought to cure malaria. Method: This study uses qualitative methods with a phenomenological approach, data collection methods are carried out with in-depth interview techniques and observations in Jayapura Regency. The main informant was 10 pregnant people and 7 supporting informants including pregnant women's families, health workers, and alternative medicine service providers. Research Result: According to informants, malaria is caused by anopheles mosquito bites. Sources of malaria information relied on by informants were health workers, radio, posters, pamphlets and the internet. Prevention efforts carried out by informants against malaria are by using mosquito nets, mosquito rackets and burning egg racks. In treating malaria, informants use two ways, namely medical and traditional. The attitude felt by informants when exposed to malaria such as considering malaria a common disease, fear, alert, sadness, panic, resignation, worry and despair. The social support obtained by informants is to visit, accompany in the hospital and pray for recovery. Access to health services needed by informants is health facilities that are easily accessible. Conclusion: The implementation of menstrual hygiene has been carried out by female students affected by pruritus vulvae. The application of menstrual hygiene is influenced by the activities of female students at the Islamic boarding school. Facilities and infrastructure have an effect on although according to the results of this study the infrastructure still needs to be improved, especially the bathrooms which aim to make it easier for female students to change pads. | |
| 38803 | 41388 | F1B016038 | GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA DINAS DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN PEGAWAI DI DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN PURWOREJO | Tingkat pembangunan yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Purworejo pada tahun 2022 yang hampir mencapai serratus persen, melatarbelakangi penelitian ini untuk mengetahui gaya kepemimpinan Kepala DPUPR Purworejo dalam mengendalikan pegawainya, serta melihat dampaknya terhadap kedisiplinan pegwai. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Analisis yang peneliti lakukan bersumber dari data yang peneliti dapatkan dari hasil wawancara dengan Kepala dinas dan pegawai DPUPR Purworejo, observasi serta dokumentasi yang berkaitan dengan gaya kepemimpinan kepala dinas dan kedisiplinan pegawai di DPUPR Purworejo. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa gaya kepemimpinan Kepala DPUPR Purworejo, yang merujuk pada teori Ralph & Ronald (1968) lebih condong ke gaya demokratis. Karena kepala dinas melibatkan kontribusi pegawai, menerima saran masukan pegawai, dan memiliki hubungan interaksi personal dengan pegawai. Kemudian gaya kepemimpinan dari kepala dinas juga berdampak pada kedisiplinan pegawai di DPUPR Purworejo. | The level of development carried out by the Public Works and Spatial Planning Office of Purworejo Regency in 2022, which has almost reached one hundred percent, is the background of this study to determine the leadership style of the Head of DPUPR Purworejo in controlling his employees, and see the impact on the discipline of pegwai. This study used a type of qualitative descriptive research. The analysis that the researchers conducted was sourced from data obtained from interviews with the Head of service and employees of DPUPR Purworejo, observations and documentation related to the leadership style of the head of service and employee discipline at DPUPR Purworejo. From the results of the study, it is known that the leadership style of the Head of DPUPR Purworejo, which refers to the theory of Ralph &; Ronald (1968) is more inclined to the democratic style. Because the head of service involves employee contributions, accepts employee input suggestions, and has a personal interaction relationship with employees. Then the leadership style of the head of the service also has an impact on the discipline of employees at DPUPR Purworejo. | |
| 38804 | 41391 | F2B021010 | Pemberdayaan Jogo Tonggo Jogo Keluarga sebagai upaya penanganan Covid 19 Berbasis Kearifan Lokal di Karangnangka, Kedungbanteng, Banyumas | Tulisan ini menggambarkan pemberdayaan jogo tonggo jogo keluarga sebagai upaya penanganan Covid 19 berbasis kearifan lokal. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana proses dan metode pemberdayaan jogo tonggo jogo keluarga. Penelitian ini dilakukan di Desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis data model inetarktif dari Milles dan Huberman. Hasil penelitian ini adalah proses pemberdayaan jogo tonggo jogo keluarga terdapat tujuh tahapan. Tahapan ini berupa tahap penyadaran, menunjukkan adanya masalah , pemecahan masalah, menunjukkan pentingnya perubahan, melakukan pengujian dan demonstrasi, memproduksi dan publikasi informasi, serta melakukan kegiatan pemberdayaan. Metode yang dilakukan dalam pemberdayaan ini adalah PRA (Participatory Rural Appraisal). Pemberdayaan ini mengikutsertakan seluruh lapisan masyarakat dengan mengoptimalkan peran-peran yang ada serta adanya fasilitator dari dalam Desa Karangnangka yaitu ibu bidan. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah sebaiknya masyarakat yang mengajukan diri sendiri secara sukarela. Pemberdayaan Jogo Tonggo Jogo Keluarga juga juga diharapkan dapat terus berlanjut setelah pandemi Covid 19. Khususnya kegiatan pemantauan kesehatan. Hal ini berguna pada ketahanan kesehatan masyarakat di Desa Karangnangka. | This paper describes the empowerment of jogo tonggo jogo families as an effort to deal with Covid 19 based on local wisdom. The purpose of this research is to describe the process and methods of empowering the jogo tonggo jogo family. This research was conducted in Karangnangka Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency. This study used a qualitative method with an interactive model data analysis technique from Milles and Huberman. The results of this study are the process of empowering jogo tonggo jogo families, there are seven stages. This stage is in the form of raising awareness, showing problems, solving problems, showing the importance of change, conducting tests and demonstrations, producing and publishing information, and carrying out empowerment activities. The method used in this empowerment is PRA (Participatory Rural Appraisal). This empowerment involves all levels of society by optimizing existing roles and having a facilitator from within Karangnangka Village, namely the midwife. The recommendation that can be given is that it is better if the community volunteers themselves. Empowerment of Jogo Tonggo Jogo Keluarga is also expected to continue after the Covid 19 pandemic. Especially health monitoring activities. This is useful for community health resilience in Karangnangka Village. | |
| 38805 | 41393 | F1C019030 | FEAR OF MISSING OUT TOPIK K-POP DALAM BERMEDIA SOSIAL TWITTER PADA MAHASISWA | Penelitian ini membahas mengenai dampak negatif yang dihadirkan melalui Fear of Missing Out atau FoMO dalam bermedia sosial kini menjadi perhatian penting di masyarakat. Salah satu media sosial yang membuat penggunanya mengalami FoMO adalah twitter. Twitter menjadi salah satu media sosial yang penyebaran informasinya begitu cepat, dan topiknya pun beragam. Topik yang paling sering dibicarakan di twitter adalah K-Pop, istilah yang sudah tidak asing dan kini penggemarnya terdapat di seluruh penjuru dunia. Penelitian ini hendak mengkaji bagaimana fenomena fear of missing out atau FoMO topik K-Pop dalam bermedia sosial twitter pada mahasiswa. Melalui pendekatan deskriptif, penelitian bermetode kualitatif ini disajikan secara deskriptif dengan memperoleh data primer dari wawancara pada mahasiswa di Universitas Jenderal Soedirman. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Media Dependency Theory. Hasil penelitian menggambarkan bahwa mahasiswa yang mengalami fear of missing out atau FoMO topik K-Pop selalu berusaha membuka media sosial twitter agar selalu dapat megupdate informasi mengenai grup kesukaannya. Membuka twitter sudah menjadi suatu keharusan setiap harinya dengan intensitas waktu lebih dari tiga jam. Twitter juga memberikan beragam efek pada mahasiswa yang mengalami fear of missing out atau FoMO yaitu efek kognitif berupa pengetahuan baru, efek afektif yaitu munculnya rasa bahagia, sedih, marah dan sebagainya, serta efek behavioral yaitu terdorongnya untuk melakukan tindakan tertentu. | Fear of Missing Out or FoMO in social media is now an important concern in society. One of the social media that makes its users experience FoMO is Twitter. Twitter is one of the social media that spreads information so fast, and the topics are varied. The most frequently discussed topic on Twitter is K-pop, a term that is already familiar and now has fans all over the world. This research wants to examine how the phenomenon of Fear of Missing Out or FoMO on K-pop topics in social media Twitter among students. Through a descriptive approach, this qualitative research method is presented descriptively by obtaining primary data from interviews with students at Jenderal Soedirman University. The theory used in this research is Media Dependency Theory. The results of the study illustrate that students who experience fear of missing out or FoMO on K-pop topics always try to open Twitter so they can always got update information about their favorite group. Opening Twitter has become a must in every day, with an intensity of more than three hours. Twitter also provides a variety of effects for students who experience FoMo, cognitive effects in the form of new knowledge, affective effects, the emergence of feelings likes happiness, sadness, anger and so on, as well as behavioral effects, when they are being encouraged to take certain actions. | |
| 38806 | 41389 | E1A016268 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KECELAKAAN KERJA BAGI TENAGA KESEHATAN NON APARATUR SIPIL NEGARA DI PUSKESMAS BANJARNEGARA | Dalam bekerja di puskesmas, terdapat risiko dalam bekerja sebagai ASN maupun non-ASN, mengingat bahwa puskesmas merupakan layanan tingkatan pertama dalam pelayanan kesehatan masyarakat sehingga membuat tenaga kerja di puskesmas mempunyai risiko yang besar terpapar penyakit menular seperti COVID-19, TBC, dan sebagainya. Selain risiko terpapar penyakit, bekerja di puskesmas juga terdapat risiko mengalami gangguan fisik dan mental yang disebabkan karena kelelahan serta risiko kecelakaan kerja seperti tertusuk jarum suntik, tersayat, dan sebagainya. Kecelakaan kerja akan menimbulkan kerugian baik material dan fisik. Melihat begitu besarnya risiko yang harus dihadapi seorang pegawai khusus nya Non-ASN dalam lingkungan unit kerja kesehatan dalam hal ini puskesmas, maka harus ada perlindungan baik perlindungan dalam bentuk jaminan kesehatan dan kecelakaan kerja, maupun perlindungan dari sisi hukum. Metode penelitian yuridis normatif yang bersifat kualitatif. Spesifikasi penelitian menggunakan preskriptif, data yang digunakan adalah data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dari studi kepustakaan, selanjutnya penelitian disajikan dalam bentuk penyajian verbal. Berdasarkan hasil penelitian maka Perlindungan hukum yang diberikan pemerintah terhadap kecelakaan kerja bagi tenaga kerja kesehatan Non Aparatur Sipil Negara belum secara penuh diberikan walaupun telah dijamin dalam peraturan perundang-undangan. Undang-undang tersebut antar lain adalah Undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara pasal 106 ayat 1, Undang-undang nomor 49 tahun 2018 pasal 75 ayat (1) dan pasal 99 ayat (3). Namun pemberian perlindungan ini masih harus menunggu diterbitkannya Peraturan Menteri setelah mendapat pertimbangan teknis dari menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang keuangan. Perlindungan terhadap pegawai Non Aparatur Sipil Negara dimaksudkan untuk menjamin hak-hak dasar pegawai Non ASN dan menjamin kesamaan kesempatan serta perlakuan tanpa diskriminasi atas dasar apapun untuk mewujudkan kesejahteraan pegawai Non ASN dan keluarganya. | In working at a puskesmas, there are risks in working as ASN or non-ASN, bearing in mind that the puskesmas is the first level of service in public health services so that the workforce at the puskesmas has a great risk of exposure to infectious diseases such as COVID-19, tuberculosis, and so on. In addition to the risk of exposure to disease, working in a puskesmas also carries the risk of experiencing physical and mental disorders caused by fatigue and the risk of work accidents such as needle sticks, cuts, and so on. Work accidents will cause both material and physical losses. Seeing the magnitude of the risks that must be faced by a non-ASN employee in the health work unit environment, in this case the puskesmas. Qualitative normative research methods. Research specifications using prescriptive, the data used are secondary data. Data collection was carried out by literature studies, then the research was presented in the form of verbal presentations. Based on the research results, the legal protection provided by the government against work accidents for non-state civil servant health workers has not been fully provided even though it has been guaranteed in laws and regulations. These laws include Law number 5 of 2014 concerning the State Civil Apparatus article 106 paragraph 1, Law number 49 of 2018 article 75 paragraph (1) and article 99 paragraph (3). However, the provision of this protection still has to wait for the issuance of a Ministerial Regulation after receiving technical considerations from the minister in charge of government affairs in the financial sector. Protection of Non-State Civil Apparatus employees is intended to guarantee the basic rights of Non-ASN employees and guarantee equality of opportunity and treatment without discrimination on any basis to realize the welfare of Non-ASN employees and their families. | |
| 38807 | 44381 | A1C019019 | ANALISIS PENGGUNAAN MULSA ORGANIK DAN SISTEM IRIGASI TERHADAP IKLIM MIKRO DAN PERTUMBUHAN TANAMAN PERIA (Momordica charantia L.) | Peria (Momordica charantia L.) merupakan anggota famili Cucurbitaceae yang memiliki ciri khas dengan rasanya yang pahit. Salah satu teknik budidaya yang intensif untuk meningkatkan produksi peria adalah penggunaan mulsa. Pada sektor pertanian, kebutuhan air merupakan salah satu faktor pembatas yang menentukan kuantitas dan kualitas produktivitas tanaman. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penggunaan mulsa organik dan sistem irigasi serta interaksinya terhadap iklim mikro dan pertumbuhan tanaman peria. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) dua faktor dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah mulsa organik (M) dengan ketebalan 5 cm yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu tanpa menggunakan mulsa (M1), mulsa alang-alang (M2), dan mulsa jerami padi (M3). Faktor kedua adalah sistem irigasi terdiri irigasi konvensional (I1), irigasi tetes (I2), dan irigasi sprinkler (I3). Data dianalisis menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA), uji KruskalWallis, dan uji lanjut DMRT pada taraf 5% apabila terdapat perbedaan yang signifikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan mulsa organik tidak berpengaruh nyata terhadap variabel iklim mikro dan pertumbuhan tanaman peria. Sedangkan, perlakuan sistem irigasi berpengaruh nyata terhadap kelembapan tanah dan pH tanah, namun tidak berpengaruh nyata terhadap variabel pertumbuhan tanaman peria. Penggunaan mulsa organik dan sistem irigasi yang tepat guna terhadap pertumbuhan dan hasil budidaya tanaman peria, yaitu pada mulsa jerami padi serta penggunaan jenis irigasi sprinkler. | The bitter melon (Momordica charantia L.) is a member of the family Cucurbitaceae that has characteristics with a bitter taste. One of the intensive cultivation techniques to increase the production of pear is the use of mulch. In the agricultural sector, the need for water is one of the limiting factors that determine the quantity and quality of crop productivity. The aim of this study was to find out the impact of the use of organic mulch and irrigation systems and their interaction with the microclimate and the bitter melon plant growthc. The study was conducted using a two-factor random group design (RAK) method with three repetitions. The first factor is organic mulch (M) with a thickness of 5 cm which consists of 3 treatments, namely without using mulch (M1), reed mulch (M2), and rice straw mulch (M3). The second factor is the irrigation system consisting of conventional (I1), drip irrigations (I2) and sprinkler irrigations (I3). The data was analyzed using the Analysis of Variance (ANOVA), Kruskal-Wallis, and further DMRT tests at the level of 5% when there were significant differences. The research results showed that organic mulch treatment had no significant effect on microclimate variables and the growth of bitter melon plants. Meanwhile, the irrigation system treatment had a significant effect on soil moisture and soil pH, but had no significant effect on the growth variables of bitter melon plants. The use of organic mulch and an appropriate irrigation system for the growth and results of bitter melon cultivation, namely rice straw mulch and the use of sprinkler irrigation. | |
| 38808 | 41315 | I1D019021 | HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG SAYUR DAN BUAH TERHADAP STATUS GIZI ANAK SEKOLAH DASAR DI WILAYAH PERDESAAN DAN PERKOTAAN BANYUMAS | Latar Belakang: Status gizi anak sekolah dasar di Indonesia sangat beragam. Keberagaman ini dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk pengetahuan dan sikap tentang buah dan sayur. Buah dan sayur sendiri merupakan hal yang penting dalam kehidupan sehari hari. Nutrition Guide for Balance Diet menyebutkan bahwa sayur dan buah merupakan bagian dari mewujudkan pencegahan kekurangan gizi mikro. Metodologi: penelitian dilakukan di 5 kecamatan di Banyumas pada bulan Juni 2023 dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 396 (213 anak perdesaan dan 183 anak perkotaan) anak sekolah dasar menjadi responden dalam penelitian ini yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Pengambilan data pengetahuan dan sikap diperoleh melalui kuesioner, pengambilan data status gizi diperoleh dengan melakukan antropometri, pengolahan data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman. Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan pengetahuan di perdesaan (p=0.871), pengetahuan di perkotaan (p=0.119), sikap di perdesaan (p=0.871) dan sikap di perkotaan (p=0.082) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi anak perdesaan dan perkotaan di wilayah Banyumas. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang sayur dan buah terhadap status gizi pada anak sekolah dasar di perdesaan dan perkotaan wilayah Banyumas. | Background: Nutritional status of elementry school children in Indonesia varies widely. This diversity is influenced by many factors including knowledge and attitudes about fruits and vegetables. Fruits and vegetables are important in everyday life. The Nutritional Guide for Balance Diet states that vegetables and fruit are part of realizing the preventation of micronutrient deficiencies. Methods: This study was conducted in 5 sub-districts in Banyumas in June 2023 using a cross sectional study. Total of 394 (213 rural children and 184 urban children) elementary school children were resondents in this study. Knowledge attitude data were collected through questionnsires, nutritional status data were obtained by anthropometry, data processing was carried out univariately and bivariately using spearman test. Result: The result showed that there was no relationship between knowledge in rural areas (p= 0.723), knowledge in urban areas (p= 0.119), attitudes in rural areas (p= 0.871), attitudes in urban areas (p=0.082) and nutritional status. Conclusion: There is no relationship between knowledge and attitudes about vegetables and fruit on the nutritional status of elementary school children in rural and urban areas in Bnayumas. | |
| 38809 | 41392 | A1A016024 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI VOLUME EKSPOR KARET ALAM DI INDONESIA | Karet alam merupakan produk unggulan ekspor Indonesia serta luas perkebunan karet terbesar pertama di dunia. Peningkatan konsumsi karet dunia menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor karet alam dunia. Namun, volume ekspor karet di Indonesia tidak stabil. Berdasarkan permasalahan berikut, tujuan penelitian ini untuk: (1) mengetahui perkembangan ekspor (2) faktor-faktor seperti produksi, harga karet, nilai tukar dan inflasi terhadap volume ekspor karet alam di Indonesia. Penelitian menggunakan metode studi kasus. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder. Objek penelitian ini adalah kegiatan ekspor karet alam di Indonesia data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data time series dengan range tahun 2016-2020 data yang bersifat bulanan. Kode Harmonized System (HS) yang digunakan 40012220 karet alam. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan regeresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan ekspor karet alam di Indonesia mengalami fluktuatif faktor utama yang diduga menjadi penghambat menguatnya harga karet alam adalah munculnya gelombang pandemic Covid-19. Hasil uji hipotesis t dapat disimpulkan bahwa harga karet dunia dan inflasi di Indonesia berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor karet alam di Indonesia. Produksi karet Indonesia dan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tidak berpengaruh dengan volume ekspor karet alam di Indonesia. | Natural rubber is Indonesia's leading export product and the largest rubber plantation area in the world. The increase in world rubber consumption is an opportunity for Indonesia to increase world natural rubber exports. However, the volume of rubber exports in Indonesia is not stable. Based on the following problems, the purpose of this research is to: (1) determine the development of exports (2) factors such as production, rubber prices, exchange rates and inflation on the export volume of natural rubber in Indonesia. Research using case study method. The data used in this research is secondary data. The object of this research is natural rubber export activities in Indonesia, the data used in this research is secondary data in the form of time series data with a monthly range of 2016-2020 data. The Harmonized System (HS) code used is 40012220 natural rubber. The data analysis method used is descriptive analysis and multiple linear regression. The results of the study show that the development of natural rubber exports in Indonesia has fluctuated. The main factor that is thought to be an obstacle to the strengthening of natural rubber prices is the emergence of the Covid-19 pandemic wave. The results of the t hypothesis test can be concluded that world rubber prices and inflation in Indonesia have a significant effect on the export volume of natural rubber in Indonesia. Indonesia's rubber production and the exchange rate of the rupiah against the US dollar have no effect on the volume of natural rubber exports in Indonesia. | |
| 38810 | 41394 | A1D019017 | PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KUBIS BUNGA (Brassica oleracea var. botrytis L.) INTRODUKSI DI DATARAN RENDAH DESA KARANGGINTUNG KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Budidaya kubis bunga di dataran rendah selama ini cukup terbatas karena kurang tersedianya varietas kubis bunga yang tahan terhadap panas. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan penggunaan tanaman introduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga introduksi serta mengetahui tingkat adaptasi terbaik dari tanaman kubis bunga introduksi di dataran rendah. Penelitian dilaksanakan di Desa Karanggintung Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas pada bulan Februari sampai Juni 2023. Penelitian berupa percobaan lapang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non factorial. Perlakuan terdiri atas dua galur introduksi yakni Dawn 175 dan SV4051AC dan dua varietas pembanding yakni Larissa dan PM 126. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf kesalahan 5%. Jika hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan, maka dilakukan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) pada taraf kesalahan 5%. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, warna daun, luas daun, diameter batang, umur mulai berbunga, umur panen, diameter bunga, bobot bunga, bobot total tanaman, bobot total tanaman perpetak dan indeks panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil galur introduksi Dawn 175 dan SV4051AC menunjukkan karakteristik yang berbeda dengan varietas pembanding. Galur Dawn 175 memberikan pengaruh terbaik terhadap parameter pertumbuhan berupa umur berbunga tercepat 35,4 HST dan umur panen tercepat 50,1 HST. Galur SV4051AC memberikan pengaruh terbaik terhadap parameter hasil berupa bobot total tanaman per petak tertinggi yaitu 10.880,5 gram/7,8 m2. Galur introduksi Dawn 175 memiliki tingkat adaptasi terbaik pada karakteristik pertumbuhan tanaman, sedangkan galur introduksi SV4051AC memiliki tingkat adaptasi terbaik pada karakteristik hasil tanaman. | The cultivation of cauliflower in lowland areas has been quite limited due to the lack of availability of heat-tolerant varieties of cauliflower. One effort to overcome this is by using introduced plants. This study aims to determine the growth and yield characteristics of introduced cauliflower and to determine the best adaptation level of introduced cauliflower in the lowlands. The research was conducted in Karanggintung Village, Sumbang District, Banyumas Regency from February to June 2023. The research was a field experiment using a non-factorial Randomized Block Design (RBD). The treatments consisted of two introducedr lines, namely Dawn 175 and SV4051AC, and two comparison varieties, namely Larissa and PM 126. The obtained data were analyzed using an analysis of variance (ANOVA) at an error level of 5%. If the results of the analysis show that there is a significant effect, then it using the LSD (Less Significant Difference) test at an error level of 5%. Observed variables included plant height, number of leaves, leaf color, leaf area, stem diameter, age at flowering, harvest age, flower diameter, flower weight, total plant weight, total plant weight per plot and harvest index. The results showed that the growth and yield of the introduced lines Dawn 175 and SV4051AC showed different characteristics from the comparison varieties. The Dawn 175 line had the best effect on growth parameters in the form of the fastest flowering age of 35,4 DAP and the fastest harvesting age of 50,1 DAP. The SV4051AC lines had the best effect on the yield parameter in the form of the highest total plant weight per plot, 10,880.5 gram/ 7,8 m2. The line Dawn 175 had the best adaptation to plant growth characteristics, while the introduced SV4051AC had the best adaptation to yield characteristics. | |
| 38811 | 41395 | F1C019075 | Konten Romantis di Media Sosial Tiktok sebagai Kiblat dalam "Relationship Goals" pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman | Media sosial Tiktok adalah media yang sedang trending hingga kini, konten-konten yang disajikan pada FYP (for your page) hadir beragam sesuai algoritma Tiktok itu sendiri. Konten romantis menjadi salah satu konten yang menarik sehingga penulis tertarik meneliti topik ini karena munculnya komentar-komentar pengguna Tiktok lain dalam konten romantis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti informan dengan segmentasi remaja akhir yaitu mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman yang sedang menjalin asmara atau berpacaran yang dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok LDR (long distance relationship), kelompok lama berpacaran, dan kelompok baru berpacaran. Teori Analisis Resepsi dari Stuart Hall menjadi dasar untuk menganalisis pemaknaan informan mengenai penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode kualitatif deskriptif dan pengambilan data dilakukan secara FGD (focus group discussion). Secara garis besar hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kelompok LDR (long distance relationship) masuk dalam kategori negotiated reading, kelompok lama berpacaran masuk dalam kategori oppositional reading, dan kelompok baru berpacaran dalam kategori dominant hegemonic reading. Hal-hal yang melatarbelakangi informan dalam memaknai pesan dari konten romantis di Tiktok yakni pengalaman dalam menjalani hubungan, personal interest, serta cara pikir informan. | Tiktok social media is the trending media to date, the content presented on FYP (for your page) varies according to the Tiktok algorithm itself. Romantic content is one of the interesting content, so the writer is interested in researching this topic because of the appearance of comments from other Tiktok users in this romantic content. This study aims to examine informants with the late adolescent segmentation, namely Communication Science students at Jenderal Soedirman University who are in love or dating, which are divided into three groups, namely the LDR (long distance relationship) group, old dating group, and new dating group. The reception analysis theory from Stuart Hall is the basis for analyzing the meaning of the informants regarding this research. The method used in this study is a descriptive qualitative method and data collection was carried out by FGD (focus group discussion). Broadly speaking, the results of this study show that the LDR (long distance relationship) group is included in the negotiated reading category, the old dating group is included in the oppositional reading category, and the new dating group is in the dominant hegemonic reading category. The things that motivate informants to interpret messages from romantic content on Tiktok are experience in association, personal interests, and informant’s way of thinking. | |
| 38812 | 44387 | A1D019103 | Keragaan 12 Genotipe Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) Introduksi di Dataran Rendah Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang | Penelitian bertujuan untuk mengetahui keragaan dari tanaman jagung manis genotipe introduksi sehingga didapatkan varietas unggul dengan adaptasi luas pada kondisi lingkungan yang beragam serta mampu meningkatkan hasil produksi panen. Penelitian ini dilaksanakan di kawasan dataran rendah Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan jenis percobaan lapangan. Perlakuan terdiri atas 10 galur jagung manis introduksi (SVSN0411, SVSN0426, SC2952, SVSN0296, SVSN0425, PACS211, PACS212, PACS213, PACS214 dan 71) dan 2 varietas pembanding (Exsotic dan Bonanza). Percobaan diulang sebanyak 3 kali sehingga didapatkan 36 unit percobaan. Satu unit percobaan terdiri atas 52 tanaman. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji F pada taraf 5%, lalu diikuti dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur PACS212 memberikan hasil paling tinggi (28,49 ton/ha). Berdasarkan hasil di lapangan, karakter kualitatif dari keduabelas genotipe jagung manis menunjukkan warna batang hijau sedang, warna daun hijau tua, warna rambut jagung hijau muda, warna buah kuning sedang dan kuning oranye sedang, bentuk biji semident dan bentuk tongkol silindris dan silindris mengerucut. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh bahwa galur introduksi (PACS212, PACS213, PACS214 dan 71) lebih unggul dari segi karakter kuantitatif maupun kualitatif dibandingkan dengan varietas pembanding (Exsotic dan Bonanza). | This study aimed The research aims to find out the care of the introduction genotype of sweet corn crops so as to obtain superior varieties with wide adaptation to varied environmental conditions and be able to increase crop production. This research was conducted in a lowland area in Karanggintung Village, Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency. This research is a type of field experiment and uses a randomized block design (RBD). Treatment consists of 10 introduction grains of sweet maize (SVSN0411, SVSN0426, SC2952, SVSN0296, SVSN0425, PACS211, PACS212, PACS213, PACS214 and 71) and 2 comparison varieties (Exsotic and Bonanza). The 2 trial was repeated three times, resulting in 36 trials. One trial unit consisted of 52 plants. Quantitative data were analyzed using an ANOVA test at a 5% error level, followed by a DMRT test. The results showed that the tested lines PACS212 had the highest lines (28,49 tons/ha). Based on the results in the field, the qualitative character of the twelfth genotype of sweet corn indicates the stem color of medium green, the leaf color of dark green, the silk color of light green, the fruit colour of medium yellow and medium orange yellow, the semident seed shape and the shape of the cylindrical and cylinder-shaped rod. Based on the observations, it was found that the introduction grades (PACS212, PACS213, PACS214, and 71) were superior in both quantitative and qualitative characteristics compared to comparison varieties (Exsotic dan Bonanza). | |
| 38813 | 41396 | A1A019024 | Analisis Perbandingan Pendapatan dan Keuntungan Usahatani Mina Padi dengan Usahatani Padi Konvensional di Desa Panembangan Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas | Sistem usahatani mina padi merupakan sistem budidaya tanaman padi dengan ikan secara bersama-bersama. Sistem mina padi ini mampu meningkatkan produksi padi dan meningkatkan penerimaan petani daripada usahatani padi konvensional karena adanya tambahan penerimaan dari ikan dan peningkatan penerimaan padi itu sendiri. Meskipun demikian, budidaya ini membutuhkan tambahan biaya yang cukup tinggi dari budidaya padi konvensional. Oleh karena itu, penelituan ini bertujuan untuk (1) mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan, dan keuntungan usahatani mina padi serta usahatani padi konvensional, (2) mengetahui bagaimana perbandingan pendapatan dan keuntungan usahatani mina padi dengan usahatani padi konvensional, (3) mengetahui apakah usahatani mina padi dan usahatani padi konvensional layak atau tidak layak untuk diusahakan. Analisis usahatani (biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, dan kelayakan usahatani) serta uji perbandingan dua rata-rata Z hitung digunakan untuk menjawah tujuan penelitian tersebut. Berdasarkan hasil uji beda dua rata-rata pendapatan usahtani mina padi (Rp33.196.749,53/Ha/MT) lebih besar dari rata-rata pendapatan usahatani padi konvensional (Rp22.415.527,80/Ha/MT). Begitupula dengan rata-rata keuntungan usahatani mina padi (Rp23.011.873,94/Ha/MT) lebih besar dari rata-rata keuntungan usahatani padi konvensional (Rp14.793.532,64/Ha/MT). Berdasarkan analisis kelayakan usahatani R/C ratio, B/C ratio, dan BEP, usahatani mina padi dan padi konvensional layak untuk diusahakan. | The rice mina farming system is a system of cultivating rice plants with fish together. This rice mina system is able to increase rice production and increase farmers' income compared to conventional rice farming due to additional income from fish and increased income from rice itself. However, this cultivation requires additional costs that are quite high from conventional rice cultivation. Therefore, this research aims to (1) determine the amount of costs, revenues, income, and profits of rice mina farming and conventional rice farming, (2) determine how the comparison of income and profits of rice mina farming with conventional rice farming, (3) determine whether rice mina farming and conventional rice farming are feasible or not feasible to be cultivated. Analysis of farming (cost, revenue, income, profit, and feasibility of farming) as well as the comparison test of two average Z counts were used to underline the objectives of the study. Based on the results of the two-tailed test, the average income of rice mina farming (Rp33,196,749.53/Ha/MT) is greater than the average income of conventional rice farming (Rp22,415,527.80/Ha/MT). Likewise, the average profit of rice mina farming (Rp23,011,873.94/Ha/MT) is greater than the average profit of conventional rice farming (Rp14,793,532.64/Ha/MT). Based on the analysis of farm feasibility R/C ratio, B/C ratio, and BEP, rice mina farming and conventional rice are viable. | |
| 38814 | 41397 | F1C019047 | Pemaknaan Khalayak Terhadap Inklusivitas Pada Produk Pantene (Analisis Resepsi Stuart Hall Pada Iklan Pantene "Bye #RambutCape, Hallo #RambutKeCharged) | Berbagai iklan dibuat oleh Pantene Indonesia untuk memasarkan produknya. Seluruh iklan Pantene di Indonesia menggunakan perempuan seabagai bintang iklannya. Namun berbeda dengan iklan Pantene “Miracles Hair Supplement Baru! - Bye #RambutCapek Hello #RambutKeCharged” yang merupakan iklan Pantene pertama dengan bintang iklan laki-laki. Kehadiran Keanu Agl sebagai bintang iklan laki-laki pertama pada iklan Pantene ini menimbulkan berbagai respons khalayak. Menurut pihak Pantene, kehadiran Keanu menunjukan bahwa Pantene merupakan produk yang inklusif. Khalayak yang telah menonton iklan Pantene versi Keanu memiliki pemaknaan serta penerimaan yang tentunya berbeda-beda terhadap inklusivitas pada produk Pantene. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tujuan untuk mengetahui pemaknaan serta penerimaan khalayak mengenai inklusivitas pada produk Pantene dengan menggunakan pendekatan analisis resepsi Stuart Hall. Pengumpulan data dilakukan dengan Focus Group Discussion (FGD) serta wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan dari lima belas informan tidak satupun berada pada posisi dominant hegemonic, dua informan berada pada posisi negotiated reading dan tiga belas informan berada pada posisi oppositional reading. Informan tidak menerima pesan Pantene sebagai produk yang inklusif bahkan menilai iklan tersebut dapat merusak atau membuyarkan brand image Pantene yang sudah ada. Beberapa hal yang menjadi latar belakang resepsi informan antara lain pengalaman, sosiokultural, dan stereotip gender pada Pantene. Hasil tersebut menunjukan khalayak sebagai sesuatu yang aktif dalam menerima dan memaknai pesan. | Various advertisements have been created by Pantene Indonesia to market its products. All Pantene advertisements in Indonesia feature women as the stars of the commercials. However, it's different with the Pantene ad "Miracles Hair Supplement Baru! - Bye #RamburCapek, Hallo #RambutKeCharge," which is the first Pantene advertisement with a male star. The presence of Keanu Agl as the first male spokesperson in this Pantene advertisement has generated various audience responses. According to Pantene, Keanu's presence demonstrates that Pantene is an inclusive product. The audience that has watched the Keanu version of the Pantene advertisement has diverse interpretations and acceptances of inclusivity in Pantene products. This study is a qualitative research aimed at understanding the audience's interpretations and acceptance of inclusivity in Pantene products using Stuart Hall's reception analysis approach. Data collection was conducted through Focus Group Discussions (FGD) and in-depth interviews. The research results indicate that out of the fifteen informants, none of them held a dominant hegemonic position, two informants had a negotiated reading position, and thirteen informants had an oppositional reading position. The informants did not perceive Pantene's message as inclusive; in fact, they considered the advertisement damaging or undermining the existing brand image of Pantene. Several factors that contribute to the informants' reception include their experiences, sociocultural factors, and gender stereotypes associated with Pantene. These results demonstrate the audience's active role in receiving and interpreting messages. | |
| 38815 | 44388 | F1A020038 | Peran Pekerja Sosial dalam Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental di Panti Rehabilitasi Sosial Plandi (PRSP) Purworejo | Permasalahan disabilitas mental adalah permasalahan sosial yang serius dan perlu ditangani oleh pihak yang kompeten atau profesional. Dalam hal ini, pekerja sosial memiliki peran penting dalam menangani permasalahan penyandang disabilitas mental, yaitu dengan memberikan layanan rehabilitasi sosial. Rehabilitasi sosial bertujuan untuk memulihkan fungsi sosial pada individu dengan disabilitas mental sehingga mereka dapat menjalani kehidupan bermasyarakat dengan lebih baik. Purworejo menempati peringkat pertama dengan jumlah penyandang disabilitas mental tertinggi di Jawa Tengah. Panti Rehabilitasi Sosial Plandi (PRSP) adalah salah satu panti rehabilitasi sosial di Purworejo yang menyediakan layanan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan peran pekerja sosial dalam melaksanakan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas mental di Panti Rehabilitasi Sosial Plandi (PRSP). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tahapan dalam pelaksanaan rehabilitasi sosial, yaitu pendekatan awal, assesmen, rencana intervensi, intervensi, dan terminasi. Pekerja sosial dalam melaksanakan rehabilitasi sosial berperan sebagai pendidik, perantara, fasilitator, motivator, dan tenaga ahli. Pekerja sosial Panti Rehabilitasi Sosial Plandi (PRSP) mengalami hambatan dalam melaksanakan rehabilitasi sosial, yaitu terkait dengan anggaran dan masalah saat mengembalikan penerima manfaat kepada keluarga setelah dinyatakan pulih. | The problem of mental disabilities is a serious social problem and needs to be handled by competent or professional parties. In this case, social workers have an important role in handling the problems of people with mental disabilities, namely by providing social rehabilitation services. Social rehabilitation aims to restore social function in people with mental disabilities so they can live a better life in society. Purworejo is ranked first with the highest number of mental disabilities in Central Java. Plandi Social Rehabilitation Home (PRSP) is one of the social rehabilitation homes in Purworejo which provides social rehabilitation services for people with mental disabilities. The aim of this research is to determine and explain the role of social workers in implementing rehabilitation for people with mental disabilities at the Panti Rehabilitasi Sosial Plandi (PRSP). This research uses descriptive qualitative methods with data collection techniques using interviews, observation and documentation. The research results show that there are stages in implementing social rehabilitation, namely initial approach, assessment, intervention plan, intervention and termination. Social workers in carrying out social rehabilitation act as educators, intermediaries, facilitators, motivators and experts. Panti Rehabilitasi Sosial Plandi (PRSP) social workers experienced problems in implementing social rehabilitation, namely related to budget and problems when returning beneficiaries to their families after being declared recovered. | |
| 38816 | 44389 | J1D020001 | Kelayakan Materi dan Bahasa dalam Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas VIII Terbitan Kemendikbud | Buku teks sebagai bagian penting dalam pembelajaran yang memuat konten subtansi materi untuk dikuasai oleh peserta didik seyogianya sesuai dengan perkembangan peserta didik. Buku Teks Bahasa Indonesia kelas VIII menjadi buku yang pertama diterbitkan dalam Kurikulum Merdeka untuk jenjang kelas VIII. Sangat perlu diteliti lebih dalam mengenai kelayakan materi dan bahasa dalam buku untuk mengetahui kesesuaian dengan standar mutu buku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara rinci kondisi riil terhadap kelayakan materi dan bahasa dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas VIII. Bentuk penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Sumber data berasal dari buku teks Bahasa Indonesia kelas VIII terbitan Kemendikbud. Uji keabsahan data dalam penelitian menggunakan triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan kelayakan materi dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas VIII telah sesuai serta memenuhi 10 indikator syarat isi buku dan syarat kelayakan isi buku. Kelayakan bahasa menunjukkan layak sesuai penggunaan bahasa yang tepat dan komunikatif dengan kemampuan bahasa peserta didik kelas VIII. Terdapat kalimat yang kurang efektif dalam buku teks sehingga mengurangi sifat komunikatif dari bahasa yang digunakan. | Textbooks as an important part of learning contain material content to be mastered by students, which should be in accordance with the students' development. The Indonesian language textbook for class VIII is the first book published in the Merdeka Curriculum for class VIII. It is very necessary to research more deeply into the appropriateness of the material and language in the book to determine its conformity with book quality standards. The aim of this research is to describe in detail the real conditions regarding the appropriateness of material and language in class VIII Indonesian language textbooks. The form of research uses a qualitative approach with content analysis methods. The data source comes from the Indonesian language textbook for class VIII published by the Ministry of Education and Culture. Test the validity of the data in research using theoretical triangulation. The results of the research show that the suitability of the material in the Indonesian language textbook for class VIII is appropriate the 10 indicators of the book content requirements and the suitability requirements for the book content. Language feasibility shows that it is suitable according to the appropriate and communicative use of language with the language abilities of class VIII students. There are sentences that are less effective in textbooks, thereby reducing the communicative nature of the language used. | |
| 38817 | 44738 | B1A020125 | Uji Efektivitas Antifungi Sediaan Sheet Mask dengan Kandungan Madu Lebah Tetragonula biroi pada Isolat Fungi Kulit Wajah | Pertumbuhan fungi yang meningkat pada kulit manusia dapat menimbulkan permasalahan kulit (dermatomikosis), misalnya fungal acne pada kulit wajah. Permasalahan kulit yang disebabkan oleh fungi dapat diatasi dengan pemberian senyawa antifungi. Senyawa antifungi seperti flavonoid, alkaloid, dan triterpenoid dapat diperoleh dari madu lebah Tetragonula biroi atau disebut juga madu Trigona. Senyawa antifungi dari madu Trigona dapat diaplikasikan dalam sediaan sheet mask untuk perawatan kulit wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui genus fungi isolat kulit wajah yang didapatkan serta efektivitas antifungi sediaan sheet mask madu Trigona terhadap isolat fungi kulit wajah. Rancangan Acak Lengkap (RAL) diterapkan pada uji efektivitas antifungi sediaan sheet mask madu Trigona terhadap fungi isolat kulit wajah. Variabel bebas berupa variasi konsentrasi madu lebah Trigona yang terkandung dalam sediaan sheet mask. Variabel terikat pada penelitian ini adalah efektivitas antifungi sediaan sheet mask madu Trigona terhadap isolat fungi kulit wajah. Parameter utama berupa karakteristik makromorfologi serta mikromorfologi dari fungi isolat kulit wajah dan rata-rata diameter zona hambat yang dihasilkan oleh variasi konsentrasi madu Trigona yang terkandung dalam sheet mask terhadap jenis isolat fungi kulit wajah. Parameter pendukung pada penelitian ini berupa pH sediaan essence sheet mask madu Trigona. Data hasil identifikasi genus fungi isolat kulit wajah yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Data diameter zona hambat sediaan sheet mask madu Trigona dianalisis dengan uji ANOVA dan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil isolat fungi kulit wajah yang diperoleh berasal dari genus Malassezia dengan karakteristik makromorfologi koloni berbentuk bulat, berwarna krem, tepi koloni rata, elevasi koloni cembung, tekstur permukaan koloni mengkilap serta memiliki karakter mikromorfologi khas Malassezia berupa enteroblastic budding dan spaghetti & meatballs yang merupakan struktur dari kumpulan hifa dan sel yeast berbentuk oval. Sheet mask madu Trigona dengan konsentrasi 3% paling efektif sebagai antifungi terhadap isolat fungi kulit wajah dengan rata-rata zona hambat sebesar 17,67 mm dengan nilai pH sebesar 4,68. | Increased fungal growth on human skin can cause skin problems (dermatomycosis), such as fungal acne on facial skin. Skin problems caused by fungi can be treated by applying antifungal compounds. Antifungal compounds such as flavonoid, alkaloid, and triterpenoid can be found in Tetragonula biroi bee honey, also known as Trigona honey. Antifungal compounds from Trigona honey can be applied in sheet masks for facial skin care. This study aims to determine the genus of fungal facial skin isolates that were found and the antifungal effectiveness of Trigona honey sheet mask on facial skin fungal isolates. A completely randomized design (CRD) was applied to test the antifungal effectiveness of Trigona honey sheet masks on facial skin fungal isolates. The independent variable is the variation of Trigona bee honey concentration in the sheet mask. The dependent variable in this study is the antifungal effectiveness of Trigona honey sheet mask on facial skin fungal isolates. The main parameters are macromorphological and micromorphological characteristics of facial skin fungal isolates and the average diameter of the inhibition zone produced by variations in the concentration of Trigona honey contained in the sheet mask against the types of facial skin fungal isolates. Supporting parameters in this study is pH of Trigona honey essence sheet mask. Identification results of genus facial skin fungal isolates were analyzed descriptively. The Diameter of the inhibition zone of Trigona honey sheet mask was analyzed by ANOVA test and Tukey as a further test. The facial skin fungal isolates obtained are from the genus Malassezia with macromorphological characteristics round colony, cream colony, flat colony, convex colony, butyrous colony and have typical Malassezia micromorphological characters such as enteroblastic budding and spaghetti & meatballs which are structures from a mass of hyphae and oval yeast cells. Trigona honey sheet mask with 3% concentration is the most effective as an antifungal to facial skin fungal isolates with an average inhibition zone of 17.67 mm with pH 4.68. | |
| 38818 | 44390 | E1B020006 | WANPRESTASI TERHADAP PERJANJIAN PENGEMBALIAN MODAL USAHA ATAS KERJASAMA BISNIS PERPARKIRAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM PERJANJIAN (STUDI PUTUSAN NOMOR 2/PDT.G/2023/PN BBS) | Perjanjian sebagai sumber perikatan menimbulkan kewajiban tertentu bagi para pihak untuk melaksanakan isi perjanjian. Penyimpangan pelaksanaan perjanjian disebut sebagai wanprestasi. Bisnis sebagai objek perjanjian terdapat kemungkinan tidak terlaksana, sehingga perjanjian pengembalian modal usaha menjadi penting untuk menjaga kepastian hukum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti ketentuan serta akibat hukum wanprestasi perjanjian pengembalian modal usaha pada Putusan Nomor 2/Pdt.G/2023/PN Bbs. Metode pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah yuridis-normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif-analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan disajikan secara teks naratif menggunakan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketentuan wanprestasi sangat terkait dengan unsur-unsur wanprestasi. Unsur wanprestasi meliputi adanya perikatan, debitur tidak berprestasi, dan adanya kesalahan, dimana menurut penulis semua unsur tersebut telah terpenuhi. Perikatan dalam kasus Putusan Nomor 2/Pdt.G/2023/PN Bbs adalah pihak tergugat berkewajiban membayarkan kembali modal usaha sebesar Rp 60.000.000,00 hingga 22 September 2018 sesuai verval termin yang disepakati kepada penggugat. Debitur terbukti tidak berprestasi dengan tidak terlaksananya prestasinya oleh debitur berupa pengembalian modal usaha sampai dengan tanggal verval termin sehingga ia terlambat berprestasi. Unsur kesalahan pula terpenuhi dengan ditunjukkan dengan sikap pihak tergugat yang tetap tidak mengembalikan modal usaha hingga tanggal 22 September 2018, dimana berdasarkan Pasal 1238 KUHPerdata yaitu debitur dianggap lalai dengan lewatnya waktu yang ditentukan. Kemudian, akibat hukum wanprestasi perjanjian modal usaha dalam Putusan Nomor 2/Pdt.G/2023/PN Bbs adalah ganti rugi berupa biaya sebesar Rp 60.000.000,00 serta pembebanan biaya perkara oleh hakim kepada pihak tergugat sebesar Rp 1.180.000,00. | Agreement as a source of binding creates certain comittals for the parties to realize the contents of the agreement. Deviations from the implementation of the agreement are referred to as default. Business as the object of the agreement there is a possibility of not being carried out, so that the return of business capital agreement becomes important to maintain legal certainty. The purpose of this study is to examine the provisions and legal consequences of default of a business capital return agreement in Decision Number 2/Pdt.G/2023/PN Bbs. The approach method used in this research is juridical-normative with descriptive-analytical research specifications. The data source used is secondary data consisting of primary, secondary and tertiary legal materials presented in narrative text using qualitative analysis methods. The results show that the provisions of default are closely related to the elements of default. The elements of default include the existence of a binding, the debtor's failure to perform, and the existence of fault, where according to the author all of these elements have been fulfilled. The binding in the case of Court Decision Number 2/Pdt.G/2023/PN Bbs is that the defendant is obliged to refund the business capital of Rp 60,000,000.00 until September 22, 2018 according to the agreed verval term to the plaintiff. The debtor is proven to have failed to perform their performance by not returning business capital until the verval term date. Hence, they are late in performing. The element of fault is also fulfilled as shown by the action of the defendant who still did not return the business capital until September 22, 2018, which is based on Article 1238 of the Civil Code, explained the debtor is considered negligent with the passing of the specified time. Then, the legal consequences of default in the business capital agreement in Decision Number 2/Pdt.G/2023/PN Bbs are compensation in the form of costs of Rp 60,000,000.00 and the imposition of court costs by the judge to the defendant of Rp 1,180,000.00. | |
| 38819 | 41398 | F1B018098 | Kinerja Badan Usaha Milik Desa Di Desa Karanganyar Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga | Pembangunan desa harus diupayakan agar dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan Masyarakat. Demi meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan desa, pemerintah mewajibkan kepada semua desa untuk membangun BUM Desa yang mana keberadaan BUM Desa adalah amanah dari UU No. 6 Tahun 2014. Dengan adanya BUM Desa diharapkan akan menjadi lembaga yang akan menampung kegiatan ekonomi masyarakat desa dengan memaksimalkan potensi yang ada di desa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kinerja Badan Usaha Milik Desa atau BUM Desa Berkah Mulya Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Informan dari penelitian ini adalah Kepala Desa Karanganyar, Pengelola BUM Desa Berkah Mulya Karanganyar dan Petani Singkong Desa Karanganyar. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kinerja BUM Desa Berkah Mulya Karanganyar belum maksimal, sehingga tujuan BUM Desa Berkah Mulya Karanganyar dalam meningkatkan perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat desa belum sepenuhnya tercapai. Hal tersebut dikarenakan masih terdapat beberapa pengurus yang belum menjalankan tugas pokok dan fungsinya sehingga menghambat kinerja organisasi. Selain itu juga pendapatan BUM Desa setiap tahun cenderung mengalami penurunan sehingga belum berkontirbusi kepada PADes. Namun demikian dengan adanya BUM Desa ini menunjukkan adanya pengelolaan potensi Desa Karanganyar di bidang pertanian yang juga memberikan manfaat bagi petani singkong Desa Karanganyar. | Village development must be pursued in order to improve the quality of life and welfare of the community. In order to improve the economy and welfare of villages, the government requires all villages to build BUM Desa where the existence of BUM Desa is a mandate from Law no. 6 of 2014. With the BUM Desa, it is hoped that it will become an institution that will accommodate the economic activities of the village community by maximizing the potential that exists in the village in order to improve the welfare of the village community. The purpose of this study was to determine the performance of village-owned enterprises or BUM Desa Berkah Mulya Karanganyar, Karanganyar District, Purbalingga Regency. The method used in this research is qualitative. Selection of informants using purposive sampling technique. The informants of this study were the Head of Karanganyar Village, BUM Managers of Berkah Mulya Karanganyar Village and Cassava Farmers of Karanganyar Village. The data analysis method used is an interactive analysis method. The results of this study indicate that the performance of BUM Berkah Mulya Karanganyar Village has not been maximized, so that the objectives of BUM Berkah Mulya Karanganyar Village in improving the village economy and the welfare of village communities have not been fully achieved. This is because there are still several administrators who have not carried out their main duties and functions, thereby hampering organizational performance. Apart from that, the BUM Desa income tends to decrease every year so that it has not yet contributed to PADes. However, the existence of a BUM Desa shows that there is potential management of Karanganyar Village in the agricultural sector which also provides benefits for cassava farmers in Karanganyar Village. | |
| 38820 | 41340 | F1C019011 | Gara-Gara Warisan (Analisis Semiotika Nilai Moralitas Keluarga dalam Film) | Keluarga adalah satu kesatuan dari kehidupan manusia, sehingga menjadi tema yang sering diangkat menjadi sebuah film. Melalui penggambaran keluarga dalam film, kita dapat melihat berbagai jenis keluarga dan dinamikanya, serta bagaimana keluarga mempengaruhi kehidupan individu dan masyarakat secara keseluruhan. Salah satu film yang mengangkat tema keluarga adalah film Gara-Gara Warisan. Film ini merupakan film bergenre drama komedi yang dirilis pada tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menganalisa tanda-tanda terkait nilai moralitas keluarga dalam film Gara-Gara Warisan dengan menggunakan analisis semiotika John Fiske dan Intertekstualitas. Dengan dilakukannya penelitian ini ditemukan hasil bahwa nilai moralitas keluarga dalam film ini adalah betapa pentingnya keluarga sebagai tempat dimana kita dapat merasakan kasih sayang tanpa syarat, dukungan emosional, dan kebahagiaan yang mendalam. Membangun karakter yang kuat membutuhkan kekuatan dan disiplin, pentingnya komunikasi, saling memahami, dan dukungan dari keluarga serta menghormati perbedaaan dan keinginan setiap anggota keluarga. dengan menerapkan nilai-nilai dalam keluarga kita, kita dapat menciptakan lingkungan di mana kita saling mendukung, memberikan kasih sayang, dan harmonis satu sama lain. | Family is an integral part of human life, so it is a theme that is often raised in movies. Through the depiction of families in movies, we can see different types of families and their dynamics, as well as how families affect the lives of individuals and society as a whole. One movie that raises the theme of family is the movie Gara-Gara Warisan. This film is a comedy drama genre film released in 2022. This research is a qualitative study that analyzes signs related to the value of family morality in the film Gara-Gara Warisan using John Fiske's semiotic analysis and Intertextuality. This research found that the value of family morality in this movie is how important family is as a place where we can feel unconditional love, emotional support, and deep happiness. Building a strong character requires strength and discipline, the importance of communication, mutual understanding, and support from the family as well as respecting the differences and desires of each family member. by applying the values in our family, we can create an environment where we support each other, provide affection, and harmonize with each other. |