Artikel Ilmiah : A1C017037 a.n. HANAAN KARIMAH

Kembali Update Delete

NIMA1C017037
NamamhsHANAAN KARIMAH
Judul ArtikelPENDUGAAN UMUR SIMPAN MENGGUNAKAN METODE ACCELERATED SHELF LIFE TESTING (ASLT) DENGAN PENDEKATAN ARRHENIUS PADA CIMPLUNG SINGKONG KEMASAN RETORT BAG DAN BOIL PACK SIAP SAJI
Abstrak (Bhs. Indonesia)Cimplung merupakan makanan siap saji semi basah yang terbuat dari singkong yang direbus dengan tambahan pemanis, seperti gula kelapa, gula pasir, atau nira kelapa. Makanan tradisional ini memiliki rasa manis berasal dari Kabupaten Banyumas dan banyak ditemukan di daerah Cilongok. Namun, cimplung memiliki kelemahan karena tergolong pangan yang tidak awet dengan umur simpan tidak lebih dari sehari atau dua hari, oleh karena itu makanan siap saji ini belum dikenal di luar Kabupaten Banyumas. Sampai saat ini belum diketahui umur simpan cimplung singkong, sehingga diperlukan uji pendugaan umur simpan dalam pengemasan yang baik. Tujuan penelitian ini yaitu 1) Menduga umur simpan cimplung singkong kemasan retort bag dan boil pack menggunakan metode Accelerated Shelf-Life Test (ASLT) dengan pendekatan Arrhenius dan 2) Mengetahui jenis kemasan dan suhu penyimpanan yang mampu mempertahankan mutu cimplung singkong lebih baik selama penyimpanan. Hasil dari penelitian, yaitu 1) Umur simpan cimplung singkong yang diperoleh dengan menggunakan metode Accelerated Shelf Life Testing dengan pendekatan Arrhenius pada kemasan retort bag yang disimpan pada suhu 27 °C, 35°C, dan 55°C berturut-turut, yaitu 39,32 minggu, 37,42 minggu, dan 33,48 minggu dan pada kemasan boil pack yang disimpan pada suhu 27°C, 35°C, dan 55°C berturut-turut, yaitu 5,14 minggu, 5,04 minggu, dan 4,8 minggu. 2) Kemasan retort bag merupakan kemasan yang mampu mempertahankan umur simpan paling lama dibandingkan dengan kemasan boil pack, yaitu pada penyimpanan pada suhu 27°C yang dimana umur simpan mencapai hingga 39,32 minggu.
Abtrak (Bhs. Inggris)Cimplung is a semi-wet ready-to-eat food made from boiled cassava with additional sweeteners, such as coconut sugar, granulated sugar or coconut sap. This traditional food has a sweet taste originating from Banyumas Regency and is commonly found in the Cilongok area. However, cimplung has a weakness because it is classified as a non-perishable food with a shelf life of no more than a day or two, therefore this fast food is not known outside Banyumas Regency. The objectives of this study were 1) to estimate the shelf life of cassava cimplung packaged in retort bags and boil packs using the Accelerated Shelf-Life Test (ASLT) method with the Arrhenius approach and 2) to determine the type of packaging and storage temperature that is able to maintain better cassava cimplung quality during storage. The results of the study, namely 1) The shelf life of cassava cimplung obtained using the Accelerated Shelf Life Testing method with the Arrhenius approach on retort bag packaging stored at 27 ℃, 35 ℃ and 55 ℃ respectively, namely 39,32 weeks, 37,42 weeks, and 33,48 weeks and in boil packs stored at 27℃, 35℃ and 55℃ respectively, namely 5,14 weeks, 5,04 weeks, and 4,8 weeks. 2) Retort bag packaging is packaging that is able to maintain the longest shelf life compared to boil pack packaging, which is storage at 27℃ where the shelf life reaches up to 39,32 weeks.
Kata kuncicimplung singkong, umur simpan, jenis kemasan
Pembimbing 1Abdul Mukhlis Ritonga, S.TP., M.Sc.
Pembimbing 2Susanto Budi Sulistyo, S.TP., M.Si., Ph.D.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2023-08-22 18:45:46.316371
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.