Artikelilmiahs
Menampilkan 38.721-38.740 dari 48.946 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 38721 | 41316 | J1D016007 | DEIKSIS DALAM NOVEL AZZAMINE KARYA SHOPIE AULIA SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI SMA | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk deiksis persona, ruang, dan waktu yang terdapat dalam novel Azzamine karya Sophie Aulia dan pemanfaatannya sebagai bahan ajar pembelajaran bahasa dan Sastra Indonesia di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data penelitian ini yaitu kalimat-kalimat dalam dialog novel Azzamine karya Sophie Aulia. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat bentuk deiksis persona pertama yaitu bentuk aku, -ku, ku-, saya, kita, dan kami. Bentuk deiksis persona kedua yaitu bentuk kau, -mu, dan kalian. Bentuk persona ketiga yaitu bentuk dia, -nya, dan mereka. Bentuk deiskis ruang/tempat yaitu bentuk ke sini, ke sana, di sini, di sana, di situ, itu, dan ini. Bentuk deiksis waktu yaitu bentuk tadi, sekarang, nanti, esok, lusa, minggu depan, dan bulan depan. Pemanfaatan ketiga deiksis dari novel Azzamine karya Sophie Aulia yaitu sebagai bahan ajar pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA kelas X-XII dengan melihat Tujuan Pembelajaran/TP yang terdapat pada Capaian Pembelajaran fase F kurikulum merdeka. Tujuan Pembelajaran mencakup menginterpretasi makna teks, memproduksi teks, menganalisis teks, menyunting teks, dan mengevalusi teks. Selain itu, pemanfaatan novel sebagai bahan ajar pembelajaran bahasa dan Sastra Indonesia yaitu untuk meningkatkan minat baca dan keterampilan menulis peserta didik. | This study aims to describe the forms of persona, space, and time deixis contained in Sophie Aulia's novel Azzamine and their use as teaching materials for learning Indonesian language and literature in senior high schools. The method used in this research is descriptive qualitative. The data of this study are sentences in the dialogues of Azzamine's novel by Sophie Aulia. The results of the study show that there is a form of first-person deixis, namely the form I, -ku, ku-, me, we, and us. The second form of persona deixis is you, -you, and you. The third person form is the form she/he, his/her, and them. The deiskis forms of space/place are here, there, here, there, there, that, and this. The forms of time deixis are earlier, now, later, tomorrow, the day after tomorrow, next week, and next month. The use of the three deixis from the novel Azzamine by Sophie Aulia is as teaching material for learning Indonesian language and literature in high school grades X-XII by looking at the Learning Objectives/TP contained in the Learning Outcomes of phase F of the independent curriculum. Learning Objectives include interpreting the meaning of the text, producing text, analyzing text, editing text, and evaluating text. In addition, the use of novels as teaching materials for learning Indonesian language and literature is to increase students' interest in reading and writing skills. | |
| 38722 | 41317 | C1C019069 | Pengaruh Profitabilitas, Good Corporate Governance, Kepemilikan Manajerial, Kualitas Audit, dan Pandemi Covid-19 Terhadap Penghindaran Pajak Pada Perusahaan Sektor Material Dasar Periode 2018-2021 | Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisa pengaruh profitabilitas, good corporate governance, kepemilikan manajerial, kualitas audit, dan pandemi Covid-19 terhadap penghindaran pajak pada perusahaan sektor material dasar pada periode 2018-2021. Populasi pada penelitian ini berjumlah 73 perusahaan, sedangkan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 39 perusahaan dengan menggunakan metode purposive sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 33 perusahaan karena terdapat outlier sebanyak 6 perusahaan. Hasil penelitian menggunakan SPSS versi 21 menunjukkan bahwa: (1) Profitabilitas tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap penghindaran pajak. (2) Komisaris independen tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak. (3) Komite audit tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak. (4) Kepemilikan manajerial tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap penghindaran pajak. (5) Kualitas audit tidak berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penghindaran pajak. (6) Pandemi Covid-19 tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak. | This study aims to examine and analyze the effect of profitability, good corporate governance, managerial ownership, audit quality, and pandemic covid-19 on tax avoidance in the basic materials sector from 2018-2021. The population in this study are 73 companies, while the number of samples using purposive sample are 39 companies. The number of samples tested are 33 companies because there are 6 outliers. The result of the study using SPSS version 21 show that: (1) Profitability does not have positive effect and significant on tax avoidance. (2) Independent commissioner has no effect on tax avoidance. (3) Audit committee has no effect on tax avoidance. (4) Managerial ownership does not have positive effect and significant on tax avoidance. (5) Audit quality does not have negative effect and significant on tax avoidance. (6) Pandemic Covid-19 has no effect on tax avoidance. | |
| 38723 | 41318 | I1D019079 | PENGARUH PENGETAHUAN LOGO "PILIHAN LEBIH SEHAT" DAN KESADARAN KESEHATAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SUSU CAIR KEMASAN PADA KONSUMEN DEWASA AWAL | Logo “pilihan lebih sehat” dibuat oleh pemerintah untuk mempermudah masyarakat dalam memilih produk kemasan yang menyehatkan. Keputusan pembelian produk kemasan dapat dipengaruhi oleh pengetahuan dan kesadaran kesehatan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ada tidaknya pengaruh pengetahuan logo "pilihan lebih sehat" dan kesadaran kesehatan terhadap keputusan pembelian produk susu cair kemasan pada konsumen dewasa awal. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Responden merupakan konsumen susu cair kemasan usia dewasa awal (18-40 tahun) berjenis kelamin perempuan. Uji bivariat menggunakan uji Chi-square untuk menganalisis ada tidaknya pengaruh pengetahuan logo “pilihan lebih sehat” dan kesadaran kesehatan terhadap keputusan pembelian susu cair kemasan. Hasil: Sebanyak 57% responden memiliki pengetahuan logo yang tinggi, 50% memiliki kesadaran kesehatan yang tinggi, dan 63% memiliki keputusan pembelian yang tinggi. Pengetahuan logo "pilihan lebih sehat" tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian susu cair kemasan pada konsumen dewasa awal (p=0,703). Kesadaran kesehatan berpengaruh terhadap keputusan pembelian susu cair kemasan pada konsumen dewasa awal (p=0,000). | The "healthier choice" logo was made by the government to make it easier for people to choose healthful packaged products. Consumer knowledge and health awareness can influence purchase decisions for packaged products. This study aimed to determine whether there was an influence of knowledge of the "healthier choice" logo and health awareness on the purchasing decision of packaged milk products among early adult consumers. Methodology: This study used a cross-sectional method with the selection of samples using purposive sampling. Respondents were female consumers of packaged milk in early adulthood (18-40 years). The bivariate test used the Chi-square test to analyze whether knowledge of the "Healthier Choices" logo and health awareness affected the purchase decision of packaged milk. Result: 57% of respondents had high logo knowledge, 50% had high health awareness, and 63% had high purchasing decisions. Knowledge of the "healthier choice" logo did not affect the purchasing decision of packaged milk among early adult consumers (p=0.703). Health awareness influences the purchasing decision of packaged milk among early adult consumers (p=0.000). | |
| 38724 | 44193 | K1C020071 | PENENTUAN DIAGNOSTIC REFERENCE LEVEL (DRL) PADA PEMERIKSAAN PANORAMIK GIGI BERDASARKAN DOSE AREA PRODUCT (DAP) PASIEN | Radiografi gigi panoramik atau orthopanthomography adalah teknik pencitraan yang menghasilkan gambar dua dimensi pada struktur wajah yang diantaranya mandibula, maksila. Agar pemeriksaan panoramik gigi aman bagi pasien dan menghasilkan citra berkualitas perlu ditentukan nilai Diagnostic Reference Level (DRL). Tujuan penelitian adalah menentukan Nilai DRL melaui nilai Dose Area Poduct (DAP) dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian dilakukan pada pasien dewasa dengan umur 15 tahun lebih. Pemeriksaan pasien dilakukan menggunakan Sinar-X dengan parameter rata-rata 67,1 kV;13,6 mA, dan waktu eksposi 14,1s untuk menentukan nilai DAP. Setiap pasien ditentukan tinggi rahang atasnya untuk mengetahui pengaruhnya terhadap nilai DAP. Hasil dari penentuan DAP akan ditentukan nilai DRL. Nilai DRL ditentukan dengan mengurutkan nilai DAP dari yang terkecil hingga terbesar kemudian diambil nilai tengah untuk menentukan nilai DRL lokal (Q2) dan nilai DRL batas ambang BAPETEN (Q3) ditentukan mengambil 75% dari 100 pasien. Hasil penelitian diperoleh Nilai DAP terkecil sebesar 41,7 mGycm2 dengan tinggi rahang sebesar 6,28 cm dan nilai DAP terbesar 100 mGycm2 dengan tinggi rahang 3,45 cm, dengan rata-rata nilai DAP sebesar 75,6 mGycm2. Nilai DAP dipengaruhi oleh faktor eksposi dan tegangan dan arus serta tinggi rahang. Semakin besar tinggi rahang maka semakin kecil nilai DAP. Hasil perhitungan Nilai DRL pada nilai Q2 sebesar 76,5 mGycm2 dan Q3 sebesar 90 mGycm2. Hasil nilai DRL masih berada di bawah ambang batas referensi internasional. | Panoramic dental radiography or orthopanthomography is an imaging technique that produces two-dimensional images of facial structures including the mandible, maxilla. In order for dental panoramic examinations to be safe for patients and produce quality images, it is necessary to determine the Diagnostic Reference Level (DRL) value. The purpose of the study was to determine the DRL value through the Dose Area Poduct (DAP) value and the factors that influence it. The study was conducted on adult patients over the age of 15 years. Examination of patients was performed using X-rays with an average voltage of 66 kV; 10.5 mA, and an exposure time of 14.1s to determine the DAP value. Each patient's maxillary height was determined to determine its effect on the DAP value. The results of the DAP determination will determine the DRL value. The DRL value is determined by sorting the DAP value from smallest to largest then the middle value is taken to determine the local DRL value (Q2) and the BAPETEN threshold limit DRL value (Q3) is determined taking 75% of 100 patients. The results obtained the smallest DAP value of 41,7 mGycm2 with a jaw height of 6,28 cm and the largest DAP value of 100 mGycm2 with a jaw height of 3,46 cm, with an average DAP value of 75,6 mGycm2. The DAP value is influenced by the exposure factor and the voltage and current as well as the jaw height. The greater the jaw height, the smaller the DAP value. The results of the calculation of the DRL value at the Q2 value of 76,5 mGycm2 and Q3 of 90 mGycm2. The results of the DRL value are still | |
| 38725 | 41320 | C1I019013 | Factors Affecting Student's Intention To Take CPA Examination | Penelitian ini adalah penelitian yang bertujuan untuk meneliti pengaruh kepercayaan diri, work-life balance, prestis, motivasi karir, motivasi biaya dan pertimbangan pasar kerja terhadap niat mahasiswa mengikuti ujian CPA. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, yang populasinya adalah mahasiswa UNSOED dan UMP yang telah mengambil mata kuliah Audit. Setelah dilakukan pengumpulan data melalui kuisioner, didapatkan sample akhir dengan jumlah 102. Analisis penelitian ini menggunakan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistic 25. Hasil dari penelitian ini adalah kepercayaan diri, prestis, motivasi biaya dan pertimbangan pasar kerja tidak berpengaruh terhadap niat mahasiswa mengikuti ujian CPA. Namun, work-life balance dan motivasi karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat mahasiswa mengikuti ujian CPA. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya memberikan pengetahuan kepada mahasiswa bahwa tingkat kepercayaan diri yang tinggi dapat digunakan untuk pekerjaan yang membutuhkan gelar CPA, penerapan budaya kerja yang baik dalam lingkup pekerjaan CPA, memberikan penghargaan kepada pekerja CPA untuk membuat mereka merasa terhormat dan dihargai, dan menambahkan pola pikir kepada mahasiswa bahwa memiliki gelar CPA memberikan peluang fleksibilitas karir. Kata kunci: CPA, Niat, Sikap, Kepercayaan Diri, Work-Life Balance, Prestis, Motivasi Karir, Motivasi Biaya, Pertimbangan Pasar Kerja | This study aims to examine the effect of self-confidence, work-life balance, prestige, career motivation, cost motivation, and job market consideration on student's intention to take CPA examination. This research is a quantitative research, whose population is UNSOED and UMP students who have taken Audit courses. After collecting data through questionnaires, a final sample of 102 was obtained. The analysis of this study used the help of IBM SPSS Statistic 25 application. The result of this study is that self-confidence, prestige, cost motivation and job market consideration have no effect on the student's intention to take CPA examination. However, work-life balance and career motivation have a positive and significant effect on the student's intention to take the CPA examination. The implications of this study are the importance to give knowledge to students that a high level of confidence can be used for jobs that require a CPA degree, the necessary implementation of a good work culture within the scope of CPA's work, giving award to CPA worker to make them feel honored and appreciated, and add a mindset to students that having a CPA degree provides opportunities for career flexibility. Keywords: CPA, Intention, Attitude, Self-Confidence, Work-Life Balance, Prestige, Career Motivation, Cost Motivation, Job Market Consideration | |
| 38726 | 41321 | F1D018032 | STRATEGI KEMENANGAN PILKADA PURBALINGGA 2020 DALAM KONSEP GAMETHEORY (STUDI KASUS : STRATEGI KEMENANGAN DYAH HAYUNING PRATIWI) | Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan bentuk strategi game theory dalam pemilihan Kepala Daerah Purbalingga tahun 2020, dengan menggunakan bentuk strategi rasional seperti offensive, defensive, maximax, dan minimax pada studi kasus Dyah Hayuning Pratiwi sebagai pemenang kepala daerah Purbalingga 2020. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan, dan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dyah Hayuning Pratiwi menggunakan strategi maximax yaitu beliau menggunakan kekuatan incumbent dan latar belakang personal politik, selain itu dukungan mayoritas suara partai dan selain itu strategi yang digunakan adalah memaksimalkan cost politik yang dimiliki secara pribadi atau melalui partai pendukung. Kemudian beliau menggunakan strategi minimax sebagai upaya defensive dalam menyamarkan isi kasus korupsi yang pernah menjerat pasangannya, Sudono dan pembentukan relawan untuk mengatasi ancaman money politik. Terakhir, untuk strategi offensive beliau melakukan pembentukan relawan berbasis gender dan pemilihan isu kampanye yang strategis yaitu menaikkan perekonomian Kabupaten Purbalingga dengan cara mengayomi UMKM untuk terhindar dari kenaikan inflasi pada pandemic Covid 19. | This research aims to comprehend and describe the forms of game theory strategies in the 2020 Purbalingga Regional Head election, utilizing rational strategy forms such as offensive, defensive, maximax, and minimax, with the case study of Dyah Hayuning Pratiwi as the winner of the 2020 Purbalingga Regional Head election. The research employs a field research approach and utilizes qualitative methodology. Data collection techniques encompass interviews, observations, and documentation. The findings reveal that Dyah Hayuning Pratiwi employed a maximax strategy, leveraging the power of incumbency and her personal political background. Additionally, she garnered support from the majority of party votes, while maximizing the political capital possessed personally or through supportive parties. Furthermore, she employed a minimax strategy as a defensive effort to obscure a corruption case that implicated her running mate, Sudono, and established volunteer groups to counteract the threat of money politics. Lastly, for offensive strategy, she formed gender-based volunteer groups and strategically selected campaign issues, primarily focusing on boosting the economy of Purbalingga Regency by nurturing micro, small, and medium enterprises UMKM to mitigate the inflationary impacts of the Covid-19 pandemic. | |
| 38727 | 41322 | L1C019011 | Pemetaan Kerentanan Pesisir terhadap Banjir Rob di Kabupaten Demak, Jawa Tengah | Kabupaten Demak merupakan salah satu kabupaten yang sangat rentan terkena bencana banjir rob. Bencana ini sering melanda wilayah yang memiliki topografi lebih rendah dari permukaan air laut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persebaran wilayah berdasarkan tingkat kerentanannya terhadap banjir rob di wilayah pesisir Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kuantitatif dengan skoring dan pembobotan hasil olahan beberapa data parameter kerentanan banjir rob seperti ketinggian lahan, kemiringan lereng, jarak dari pantai, tutupan lahan, curah hujan, dan pasang surut yang nantinya akan ditumpang-tindihkan menghasilkan peta kerentanan terhadap banjir rob di pesisir Kabupaten Demak. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa persebaran wilayah berdasarkan tingkat kerentanannya terhadap banjir rob di wilayah pesisir Kabupaten Demak dibagi menjadi 3 tingkat kerentanan, yaitu tidak rentan, cukup rentan dan sangat rentan. Tingkat kerentanan tidak rentan di wilayah pesisir Kabupaten Demak mempunyai luas sebesar 20.595 ha dan merupakan tingkat kerentanan dengan luas paling besar di daerah penelitian ini. Tingkat kerentanan cukup rentan di wilayah pesisir Kabupaten Demak mempunyai luas sebesar 5.678 ha dan paling banyak didominasi di Kecamatan Wedung. Terakhir, tingkat kerentanan sangat rentan di wilayah pesisir Kabupaten Demak mempunyai luas sebesar 8.395 ha dan paling banyak didominasi di Kecamatan Wedung. | Demak District is one of the districts that are very vulnerable to the flood disaster of rob. These disasters often hit areas that have a topography lower than the sea level. This research aims to determine the spread of the region based on the level of susceptibility to flooding of rob in the coastal area of Demak, Central Java. The method used in this study is the method of quantitative descriptive analysis with scoring and weighing the result of processing some data parameters vulnerability flood rob such as the height of the land, slope tilt, distance from the coast, land coverage, rainfall, and storms that will be the overlay process to produce a map of vulnerability to floods rob in the coastal district of Demak. The results of this study showed that the spread of the territory based on the level of susceptibility to flooding in the coastal area of the Demak District was divided into 3 levels of vulnerability, i.e. not vulnerable, quite vulnerable and very vulnerable. The level of vulnerability is not vulnerable in the coastal area of Demak District has an area of 20.595 ha and is the most vulnerable level with the largest area in this research area. The level of vulnerability is quite vulnerable in the coastal area of the Demak District has an area of 5.678 ha and is mostly dominated by the Wedung District. Lastly, the level of vulnerability is very vulnerable in the coastal area of the Demak District has an area of 8.395 ha and is mostly dominated by the Wedung District. | |
| 38728 | 41323 | H1A018091 | PERANCANGAN SISTEM MANAGEMENT LAMPU GEDUNG BERBASIS IOT DENGAN SENSOR AMBIENT LIGHT TEMT6000 | Internet of things (IoT) merupakan suatu konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang terhubung secara terus menerus. Internet of things (IoT) bisa dimanfaatkan pada gedung untuk mengendalikan peralatan elektronik seperti lampu ruangan yang dapat dioperasikan dari jarak jauh melalui jaringan komputer. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem manajemen lampu pada ruangan dengan memanfaatkan internet dan melakukan proses pengendalian lampu berbasis IoT dengan sensor Ambient Light TEMT6000 sebagai pengambil keputusan. Dengan mengganti setiap sakelar manual menjadi sakelar nirkabel dan otomatis. Penelitian ini menggunakan ESP8266 dan ESP32 sebagai mikrokontroler sebagai pusat pengendalian dan menggunakan protokol MQTT Broker sebagai middleware yang bertugas untuk mengirimkan pesan dari mikrokontroler ke Node-RED untuk diolah dan di kembalikan ke mikrokontroler untuk mengendalikan keadaan lampu sesuai kondisi yang dibutuhkan.Pada hasil pengujian ini lampu akan menyala redup ketika terdeteksi manusia di dalam ruangan dan dalam kondisi intensitas cahaya di ruangan tersebut cukup. Tetapi ketika kondisi intensitas cahaya di ruangan tersebut kurang maka lampu akan menyala secara terang. | Internet of things (IoT) is a concept that aims to expand the benefits of continuously connected internet connectivity. Internet of things (IoT) can be used in buildings to control electronic equipment such as room lights that can be operated remotely via a computer network. This study aims to build a lighting management system in the room by utilizing the internet and carrying out an IoT-based lamp control process with the Ambient Light TEMT6000 sensor as a decision maker. By changing each manual switch to a wireless and automatic switch. This study uses esp8266 and esp32 as microcontrollers as control centers and uses the MQTT Broker protocol as middleware that is stored to send messages from the microcontroller to Node-RED to be processed and reused to the microcontroller to control the state of the lights according to the required conditions.In the results of this test, the lights will glow dimly when detected by humans in the room and in conditions of sufficient light intensity in the room. But when the condition of the light intensity in the room is less then the lights will turn on brightly. | |
| 38729 | 44380 | F1A020048 | Komodifikasi Tenaga Kerja dalam Praktik Gotong Royong di Masyarakat Pedesaan (Studi Kasus di Masyarakat Desa Adisara, Banyumas) | Praktik gotong royong yang seharusnya diorientasikan untuk memperkuat kolektivitas dan afektifitas masyarakat telah mengalami perubahan. Perubahan tersebut direfleksikan pada komodifikasi tenaga kerja dalam praktiknya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komodifikasi tenaga kerja dalam praktik gotong royong dan faktor yang melatarbelakanginya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, menggunakan purposive sampling untuk pemilihan partisipan dan wawancara mendalam untuk pengumpulan data, sedangkan analisis dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya komodifikasi tenaga kerja dalam praktik gotong royong memaknai adanya perubahan hubungan timbal balik di dalam praktiknya. Melalui perspektif George Caspar Homans mengenai pertukaran sosial bahwasannya level analisa hubungan timbal balik dalam sebuah tindakan sosial terletak pada reward (imbalan) yang diharapkan atas cost (pengorbanan) yang dikeluarkan. Sehubungan dengan itu, praktik gotong royong yang semula dijalankan oleh masyarakat untuk mendapatkan imbalan berupa persetujuan sosial mulai mengalami perubahan. Kini praktik gotong royong diukur sebagai komoditas materiil seiring terjadinya ketidaksiapan masyarakat dalam menghadapi tekanan sosial akibat pandemi Covid-19 dan kecemburuan sosial atas ketidakmerataan bantuan sosial di saat pandemi Covid-19. Meskipun pandemi Covid-19 sudah berakhir, komodifikasi tenaga kerja dalam praktik gotong royong masih terjadi karena kecemburuan sosial atas ketidakmerataan bantuan sosial di saat pandemi Covid-19 masih membekas hingga saat ini. | The practice of mutual cooperation, traditionally aimed at strengthening community collectivity and affectivity, has undergone notable changes, particularly in the context of labor commodification within these practices. Based on this, this research aims to analyze the commodification of labor in mutual cooperation practices and the factors behind it. This research employs a qualitative approach with a case study method, utilizing purposive sampling for participant selection and in-depth interviews for data collection, while the analysis is conducted using the Miles and Huberman interactive model. The results reveal that the commodification of labor in mutual cooperation reflects a significant shift in reciprocal relationships, as theorized by George Caspar Homans' social exchange theory, which emphasizes the balance of expected rewards against incurred costs in social actions. Initially, rewards in mutual cooperation were viewed as social agreements that fostered community solidarity and emotional connection. However, this perspective has shifted, with mutual cooperation increasingly being treated as a material commodity. This change is largely attributed to societal unpreparedness in facing the social pressures of the Covid-19 pandemic and the resultant social jealousy caused by the unequal distribution of social assistance during the crisis. Remarkably, even after the pandemic, the trend of labor commodification in mutual cooperation continues, driven by persistent societal envy over the inequity of pandemic-related social assistance, highlighting the lasting impact of societal and economic pressures on traditional social practices. | |
| 38730 | 41326 | E1A018094 | PENERAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BERDASARKAN PASAL 74 UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS PADA PT. MORITA TJOKRO GEARINDO, JAKARTA | Perusahaan dalam menjalankan kegiatan usaha mempunyai kewajiban yang diberikan oleh Pemerintah yaitu menjalankan Tanngung Jawab Sosial dan Lingkungan yang telah diatur pada Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, yang mewajibkan suatu Perseroan Terbatas untuk turut berperan dalam memberikan kontribusinya kepada masyarakat maupun lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normative dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi data yang digunakan adalah metode normative kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa PT. Morita Tjokro Gearindo, Jakarta telah melaksanakan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan berdasarkan ketentuan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Oleh karena itu PT. Morita Tjokro Gearindo, Jakarta tidak dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan Pasal 74 ayat (3) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. | Companies in carrying out business activities have obligations given by the Government, namely carrying out Social dan Environmental Responsibility which has been regulated in Article 74 of Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies, which requires a Limited Liability Company to play a role in contributing to society and the environment. This research uses a normative juridical approach method with analytical descriptive research spesifications. The data sources used are secondary data and primary data. The data collection method is carried out with a literature study, the data obtained are presented with narrative texts, and the data analysis method used is a qualitative normative method. Based on the results of the study, it can be concluded that PT. Morita Tjokro Gearindo Jakarta has carried out Social and Environmental Responsibility activities based on the provisions of Article 74 of Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies. Therefore PT. Morita Tjokro Gearindo Jakarta cannot be subject to sanctions in accordance with the provisions of Article 74 paragraph (3) of Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies. | |
| 38731 | 41327 | C1C016013 | PENGARUH PROFITABILITAS, GOOD CORPORATE GOVERNANCE, DAN PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DALAM INDEKS SRI KEHATI | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, kepemilikan manajerial, dewan komisaris independen, dan pengungkapan corporate social responsibility terhadap nilai perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar dalam indeks SRI KEHATI periode 2018-2021. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dan jumlah sampel yang memenuhi kriteria sebanyak 12 perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunaan program Eviews 12 menunjukkan bahwa (1) profitabilitas tidak berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, (2) kepemilikan manajerial berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, (3) dewan komisaris independen tidak berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, (4) pengungkapan corporate social responsibility berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. | The purpose of this research is to determine the effect of profitability, managerial ownership, independent board of commissioners, and disclosure of corporate social responsibility on firm value. The population in this study are companies listed on the SRI KEHATI index for the 2018-2021 period. The sampling technique is a purposive sampling method and the number of samples that met the criteria was 12 companies. Based on the results of research and data analysis using the Eviews 12 program, it shows that (1) profitability does not have a positive effect on firm value, (2) managerial ownership has a significant positive effect on firm value, (3) independent board of commissioners does not have a positive effect on firm value, (4) disclosure of corporate social responsibility has a significant positive effect on firm value. | |
| 38732 | 41328 | G1A017067 | Hubungan Usia Pasien Karsinoma Ovarium Serosum Dengan Kadar CA-125 Di RSUD Prof. DR. Margono Soekarjo Tahun 2019-2022 | Kanker ovarium merupakan salah satu keganasan pada wanita yang paling sering dan mematikan. Angka kejadian kanker ovarium di Indonesia menapai 14.896 kasus dan menempati urutan ketiga penyebab kematian terbanyak akibat kanker pada wanita di Indonesia. Lebih dari 75% pasien kanker ovarium terdiagnosis pada stadium lanjut. Kadar CA-125 digunakan untuk memantau dan mendeteksi karsinoma ovarium. Kadar CA-125 secara klinis digunakan juga untuk evaluasi diagnostik massa pada ovarium, pengamatan pada respon pengobatan, dan evaluasi lanjut pada pasien karsinoma ovarium epitelial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia pasien karsinoma ovarium serosum dengan kadar CA-125 Di RSUD Prof. DR. Margono Soekarjo Tahun 2019-2022. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ini yaitu 50 pasien dengan karsinoma ovarium serosum yang diambil data usia dan kadar CA 125 melalui instalasi rekam medis dengan menggunakan teknik total sampling dari tahun 2019-2022. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Dari 50 subjek, didapatkan rerata usia paling banyak rentang 46 – 55 tahun dan kadar Ca 125 meningkat sebanyak 92,9%. Analisis hubungan antara usia dengan kadar CA 125 menunjukan secara statistik (p ≤ 0,05; p = 0,000). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara usia dengan kadar CA 125 di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. | Ovarian cancer is one of the most frequent and deadly malignancies in women. The incidence of ovarian cancer in Indonesia has reached 14,896 cases and is the third most common cause of death from cancer in women in Indonesia. More than 75% of ovarian cancer patients are diagnosed at an advanced stage. CA-125 levels are used to monitor and detect ovarian carcinoma. CA-125 levels are clinically used for diagnostic evaluation of ovarian masses, observation of treatment response, and further evaluation of epithelial ovarian carcinoma patients. This study aims to determine the relationship between the age of serous ovarian carcinoma patients and CA-125 levels at Prof. Dr. Margono Soekarjo Year 2019-2022. This study used an analytic observational method with a cross- sectional approach. The subjects of this study were 50 patients with serous ovarian carcinoma whose age and CA 125 levels were collected through medical record installations using the total sampling technique from 2019-2022. Data were analyzed using the chi-square test. Of the 50 subjects, the average age range was 46-55 years and Ca 125 levels increased by 92,9%. Analysis of the relationship between age and CA 125 level showed statistically (p ≤ 0.05; p = 0.000). From this study it can be concluded that there is a significant relationship between age and CA 125 levels at Prof. Hospital. Dr. Margono Soekarjo. | |
| 38733 | 41330 | H1A019013 | ANALISIS PEMBEBANAN SISTEM AUXILIARY CATU DAYA PADA KERETA REL LISTRIK SERI JR 205 VVVF | Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong aktivitas manusia memerlukan moda transportasi dalam kegiatan sehari-hari. Kereta rel listrik menjadi salah satu moda transportasi yang diandalkan oleh masyarakat kota khususnya Jabodetabek dikarenakan efisien, terhindar dari kemacetan serta ramah lingkungan. Berdasarkan pemaparan PT KCI per 15 Januari 2023, jumlah pengguna KRL setiap harinya yang mencapai 800 ribu per hari, sehingga dibutuhkan sarana KRL yang baik dan nyaman. Terdapat dua sistem penting pada KRL yaitu sistem propulsi sebagai penggerak dan sistem auxiliary sebagai suplai beban dalam kereta. Motor generator dalam sistem auxiliary sebagai suplai beban dalam kereta memiliki peran yang penting dalam sarana kereta rel listrik. Tujuan dalam penelitian ini yaitu menganalisis banyaknya kereta yang dapat disuplai dari motor generator serta dampak yang terjadi apabila motor generator mengalami beberapa kondisi normal ataupun gangguan pada setiap stamformasi. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan simulasi dan analisis pembebanan motor generator dengan beberapa kondisi motor generator pada setiap rangkaian kereta. Simulasi penelitian ini menggunakan software ETAP 12.6.0. Hasil dari simulasi dan analisis diperoleh komposisi yang sesuai kebutuhan beban kereta rel listrik seri JR 205 maka pada pembebanan stamformasi 12 menggunakan tiga atau empat traksi, stamformasi 10 menggunakan dua/tiga/empat traksi, dan pada stamformasi 8 menggunakan dua atau tiga traksi. Pada pembebanan motor generator diperoleh bahwa untuk satu motor generator dapat mensuplai maksimal 5 kereta dalam satu rangkaian, serta nilai harmoisa setiap stamformasi dalam beberapa kondisi nilai THD kurang dari 5% sehingga masih pada batas yang diizinkan sesuai standar harmonisa IEEE-519- 1992. | The development of science and technology encourages human activities to require modes of transportation in their daily activities. Electric rail trains are a mode of transportation that is relied on by city people, especially Jabodetabek because they are efficient, avoid traffic jams and are environmentally friendly. Based on PT KCI's presentation as of January 15 2023, the number of KRL users every day reaches 800 thousand per day, so good and comfortable KRL facilities are needed. There are two important systems on the KRL, namely the propulsion system as the driving force and the auxiliary system as a load supply in the train. The generator motor in the auxiliary system as a load supply in the train has an important role in the electric railroad facilities. The purpose of this study is to analyze the number of trains that can be supplied from the motor generator and the impact that occurs when the motor generator experiences several normal conditions or disturbances at each stamformation. This research method was carried out by carrying out simulation and analysis of motor generator loading with several motor generator conditions on each train series. This research simulation uses ETAP 12.6.0 software. The results of the simulation and analysis obtained the composition according to the load requirements of the JR 205 series electric rail train, so the loading of stamformation 12 uses three or four traction, stamformation 10 uses two/three/four traction, and on stamformation 8 uses two or three traction. In loading the motor generator, it is found that for one motor generator it can supply a maximum of 5 trains in one circuit, and the harmonic value of each stamformation in some conditions the THD value is less than 5% so that it is still within the limits permitted according to the IEEE-519-1992 harmonic standards. | |
| 38734 | 41355 | C1B016055 | PENGARUH KONFLIK PEKERJAAN-KELUARGA DAN JAM KERJA FLEKSIBEL TERHADAP WORK-LIFE BALANCE DAN KEPUASAN KERJA PADA PENGEMUDI GORIDE GOJEK DI PURWOKERTO | Gojek adalah penyedia layanan online yang memenuhi kebutuhan pelanggan seperti transportasi ke tempat tujuan, pengiriman makanan, pengiriman kargo, dan lainnya. Setelah kehadiran aplikasi Gojek khususnya Go-Ride, pengemudi Gojek menjadi semakin meningkat. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengkaji terkait dengan pengaruh konflik pekerjaan-keluarga dan jam kerja fleksibel terhadap Work-Life Balance dan kepuasan kerja terhadap pengemudi GoRide Gojek di Purwokerto. Ragam penelitian ini mempergunakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yakni pengemudi GoRide Gojek di Purwokerto. Metode purposive sampling dipergunakan untuk memilih sebanyak 100 responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Penelitian ini mempergunakan ragam data primer yang dikumpulkan melalui metode survey dengan menyebarluaskan kuesioner. Teknik analisis yang dipergunakan yaitu analisis regresi linier berganda. Temuan dari studi ini mengindikasikan bahwa Work-Life Balance dapat terpengaruh secara negatif dan signifikan oleh konflik pekerjaan-keluarga. Pengaruh positif dan signifikan juga ditemukan terhadap Work-Life Balance yang dihasilkan oleh jam kerja fleksibel. Terdapat temuan bahwa konflik pekerjaan keluarga memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Jam kerja fleksibel mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Work-life balance mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. | Gojek is an online service provider that fulfills customer needs such as transportation to their destination, food delivery, cargo delivery, and others. After the presence of the Gojek application, especially Go-Ride, Gojek drivers are increasing. The aim of this research was to investigate how the interplay between work-family conflict and adaptable work hours influences the equilibrium between work and personal life, as well as job contentment among GoRide Gojek drivers operating in Purwokerto. This study adopts a quantitative research approach, focusing on GoRide Gojek drivers in Purwokerto as its target population. The research involved handpicking 100 respondents through a purposive sampling technique for the sample size. This study uses primary data types collected through survey methods by distributing questionnaires. The method employed involves conducting an analysis through multiple linear regression. The findings from this research reveal that the interplay between work and family responsibilities exerts a notable adverse impact on achieving a harmonious work-life balance. Introducing flexible work hours emerges as a constructive force in enhancing work-life equilibrium. Furthermore, work-family conflict demonstrates a palpable and detrimental influence on job contentment, while the adoption of flexible working hours demonstrates a substantial and favorable influence on job satisfaction. It is also noteworthy that maintaining a satisfactory work-life balance distinctly contributes to fostering higher levels of job satisfaction. | |
| 38735 | 41239 | B2A019002 | AKTIVITAS ANTIBAKTERI AKTINOMISETES ENDOFIT MANGROVE KULON PROGO TERHADAP BAKTERI PENYEBAB PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT | Bakteri penyebab penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) diketahui telah banyak mengalami resistensi antibiotik, sehingga dibutuhkan antibiotik baru yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab ISPA. Salah satu sumber antibiotik adalah aktinomisetes endofit dari tumbuhan mangrove. Penelitian aktinomisetes endofit tumbuhan mangrove sebagai sumber antibakteri asal mangrove Kulon Progo belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat aktinomisetes endofit dari akar dan kulit batang tumbuhan mangrove (R. mucronata, S. caseolaris, dan A. marina) yang berpotensi sebagai sumber penghasil senyawa bioaktif antibakteri dari lokasi wisata Mangrove Jembatan Api-Api Kulon Progo terhadap bakteri penyebab ISPA, mengetahui kemampuan aktivitas senyawa bioaktif dari isolat terbaik yang diperoleh, serta mengkarakterisasi dan mengidentifikasi isolat yang ditemukan. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei eksploratif. Semua data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Isolat KAM4 D2 merupakan isolat terbaik yang mampu menghambat bakteri penyebab ISPA (S. aureus, K. pneumoniae, dan P. aeruginosa) berdasarkan hasil skrining. Aktivitas antibakteri ekstrak kasar etil asetat senyawa bioaktif dari isolat KAM4 D2 adalah 12,5% untuk S. aureus dari medium SCNB dan 6,25% untuk K. pneumoniae dari medium SNB. Sementara itu, semua konsentrasi ekstrak mampu menghambat P. aeruginosa. Hasil karakterisasi isolat KAM4 D2 berdasarkan morfologi koloni dan sel, serta sifat biokimia dan fisiologi, diketahui merupakan genus Streptomyces. Namun, penelitian lebih lanjut secara molekuler perlu dilakukan untuk memastikan validasinya. | Acute Respiratory Infection (ARI) bacteria are known to have antibiotic resistance, so new antibiotics that can inhibit the growth of ARI bacteria need to be found. Antibiotics can be obtained from endophytic actinomycetes of mangrove plants. There has not been much research on the endophytic actinomycetes of mangrove plants as an antibacterial source from the mangroves of Kulon Progo. This study aimed to obtain endophytic actinomycetes isolated from the roots and bark of mangrove plants (R. mucronata, S. caseolaris, and A. marina) which have the potential as a source for antibacterial bioactive compounds from the Api-Api Kulon Progo Mangrove tourism against bacteria that caused ARI, knowing the activity of bioactive compounds from the best isolates obtained, also characterizing and identifying the isolate found. This research was conducted an exploratory survey method. All data obtained were analyzed descriptively. KAM4 D2 isolate was the best isolate that was able to inhibit the bacteria that cause ARI (S. aureus, K. pneumoniae, and P. aeruginosa) based on screening results. The antibacterial activity of the bioactive compound crude extract of ethyl acetate from KAM4 D2 isolate was 12.5% for S. aureus from SCNB medium and 6.25% for K. pneumoniae from SNB medium. Meanwhile, all extract concentrations were able to inhibit P. aeruginosa. The results of the characterization of KAM4 D2 isolates based on colony and cell morphology, as well as biochemical and physiological properties, identified as Streptomyces. However, further molecular studies need to be carried out to ensure its validation. | |
| 38736 | 41329 | J1E019007 | The Effect of Digital Comics as Learning Media on Students’ Vocabulary Mastery (Quasi-Experimental Research on the Eighth Grade Class E and F Students at SMP Negeri 2 Patikraja in the Academic Year of 2022/2023) | Komik digital sebagai media pembelajaran sangat dibutuhkan untuk penguasaan kosa kata siswa. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui implementasi komik digital yang digunakan sebagai media pembelajaran penguasaan kosa kata siswa; (2) untuk mengetahui pengaruh signifikan media pembelajaran komik digital terhadap penguasaan kosakata siswa dan (3) untuk mengetahui persepsi siswa terhadap komik digital sebagai media pembelajaran terhadap penguasaan kosakata siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Patikraja. Sampel yang digunakan adalah dua kelas yaitu VIII E sebagai kelompok eksperimen dan VIII F sebagai kelompok kontrol. Sampel dipilih dengan menggunakan kriteria purposive sampling. Dalam penelitian ini data dikumpulkan dengan menggunakan tes, angket, dan observasi check-list kemudian data dianalisis dengan Independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan komik digital berhasil diterapkan. Hal ini didukung dengan kegiatan siswa seperti membaca komik, memahami cerita, menemukan kata, menerjemahkan kata, dan mempresentasikan karya. Kemudian terdapat pengaruh yang signifikan dalam penggunaan komik digital sebagai media pembelajaran kosa kata yang didukung dengan nilai signifikansi 0,000 (0,000 < 0,05). Siswa juga berpendapat bahwa komik digital memberikan efek positif pada penguasaan kosa kata. Hal ini didukung dengan persentase total respon siswa 96,2%. Kesimpulan menunjukkan bahwa komik digital berpengaruh signifikan dan positif terhadap penguasaan kosa kata siswa. | Digital comics as learning media are greatly required for students’ vocabulary mastery. The purposes of this research are: (1) to figure out the implementation of digital comics used as learning media for students’ vocabulary mastery; (2) to find out the significant effect of digital comics used as learning media on students’ vocabulary mastery and (3) to investigate the students’ perception on the digital comics as learning media for students’ vocabulary mastery. This research used a quantitative method with a quasi-experiment design. The participants involved in this study were Grade VIII students at SMP Negeri 2 Patikraja. The sample were used two classes from VIII E as experiment group and VIII F as control group. The samples were selected using criteria from purposive sampling. In this research, the data were collected using tests, questionnaire, and observation check-list and then the data were analysed using independent t-test. The result showed that the implementation of digital comics was successfully implemented. It supported with students’ activities such as reading comics, understanding story, finding words, translating words, and presenting the work. Then, there was significant effect in using digital comics as vocabulary learning media that supported by the significance value 0.000 (0.000 < 0.05). Students also argued that digital comics gave positive effects. It supported by the total percentage of students’ response 96.2%. The conclusion showed that digital comics have significant and positive effect on students’ vocabulary mastery. | |
| 38737 | 41331 | E1A018265 | Implementasi Rehabilitasi Sosial Terhadap Anak Pelaku (Studi di Sentra “Antasena” Magelang) | IMPLEMENTASI REHABILITASI SOSIAL TERHADAP ANAK PELAKU (Studi di Sentra “Antasena” Magelang) Disusun oleh: Arya Dwi Permana E1A018265 ABSTRAK Anak adalah masa depan bangsa, mereka berhak mendapatkan perlakuan yang manusiawi. Mendidik dan memperlakukan anak-anak sebagai generasi penerus akan menentukan kualitas masa depan kita sebagai umat manusia dan bangsa¹. Sebagaimana disebutkan dalam Pasal 28 B ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 bahwa “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan, diskriminasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi rehabilitasi sosial anak pelaku di Sentra “Antasena” Magelang dan faktor penghambat dan penguat dalam implementasi rehabilitasi sosial anak pelaku di Sentra “Antasena” Magelang. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini berlokasi Sentra “Antasena” Magelang. Metode penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data yang terkumpul diolah menggunakan teknik reduksi data, display data, dan kategorisasi data. Data disajikan dalam bentuk teks naratif serta dianalisis dengan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi rehabilitasi sosial Anak Pelaku meliputi beberapa tahapan, antara lain tahap pengajuan, tahap asesmen, tahap penempatan, tahap layanan rehabilitasi sosial dan tahap pasca layanan rehabilitasi sosial. Adapun faktor penghambat dan penguat dalam implementasi rehabilitasi sosial Anak Pelaku di Sentra “Antasena” Magelang terdiri dari aspek komponen struktur, komponen substantif, dan komponen kulturan. Kata kunci: Rehabilitasi Sosial, Anak Pelaku, Implementasi. | IMPLEMENTATION OF SOCIAL REHABILITATION FOR JUVENILE OFFENDERS (A Study in the Sentra "Antasena" Magelang) By: Arya Dwi Permana E1A018265 ABSTRACT Juvenileren are the future of the nation, and they deserve to be treated with humanity. Educating and treating juvenileren as the next generation will determine the quality of our future as human beings and as a nation¹. As stated in Article 28B paragraph (2) of the 1945 Constitution, "Every juvenile has the right to survival, growth, and development, as well as the right to protection from violence and discrimination." This research aims to determine the implementation of social rehabilitation for juvenile offenders at Sentra “Antasena” Magelang and the inhibiting and reinforcing factors in the implementation of social rehabilitation for juvenile offenders at Sentra “Antasena” Magelang. This research uses an empirical juridical approach and descriptive research specification. The research is located at Sentra “Antasena” Magelang. The method of determining informants in this study uses purposive sampling and snowball sampling. The type of data in this research is qualitative data. The collected data is processed using data reduction techniques, data display, and data categorization. The data is presented in the form of narrative texts and analyzed using qualitative analysis methods. The research results show that the social rehabilitation process for juvenile offenders consists of several stages, including the submission stage, assessment stage, placement stage, social rehabilitation services stage, and post-social rehabilitation services stage. The inhibiting and reinforcing factors in the implementation of social rehabilitation for Juvenile Offenders at the Sentra “Antasena” Magelang consist of structural component aspects, substantive component aspects, and cultural component aspects Keywords: Social Rehabilitation, Juvenile Offenders, Implementation. | |
| 38738 | 41332 | F1A019098 | ANALISIS SEMIOTIKA KETIDAKSETARAAN GENDER DALAM FILM BEFORE, NOW AND THEN (NANA, 2022) | Isu kekerasan terhadap perempuan yang berakar dari kultur patriarki sering menjadi tema dalam film, salah satunya film Before, Now, and Then (Nana) yang dirilis tahun 2022. Film karya Kamila Andini, seorang sineas perempuan Indonesia, ini bertutur tentang berbagai bentuk ketidakadilan gender sebagai representasi kultur patriarki yang dialami tokoh perempuan dalam film dan upaya yang dilakukan sang tokoh untuk melawan perlakuan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menjelaskan representasi dan perlawanan budaya patriarki dalam film tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes. Metode ini memiliki dua tahap signifikansi: signifikansi tahap pertama adalah makna denotasi dan signifikansi tahap kedua adalah makna konotasi dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam film Before, Now, and Then (Nana) terdapat enam adegan yang merepresentasikan adanya wujud kultur patriarki, yaitu: (1) stereotip, (2) beban ganda, (3) seksisme, (4) subordinasi, (5) standar ganda, dan (6) ekploitasi tubuh perempuan. Kemudian terdapat tiga adegan yang menunjukkan perlawanan oleh tokoh perempuan, yaitu: (1) Raden Nana kembali pada Raden Icang, (2) Raden Nana meninggalkan rumah Cirateun tanpa membawa harta pemberian Raden Darga, dan (3) Raden Nana tidak lagi menyanggul rambutnya. | The issue of violence against women rooted in patriarchal culture is often a theme in films, one of which is Before, Now, and Then (Nana), released in 2022. This film by Kamila Andini, an Indonesian female filmmaker, tells the story of various forms of gender injustice as a representation of patriarchal culture experienced by the female character in the film and the efforts made by the character to resist this treatment. The purpose of this research is to know, describe, and explain the representation and resistance of patriarchal culture in the film. The research method used in this study is a qualitative method with Roland Barthes' semiotic analysis. This method has two stages of significance: the first stage significance is the denotation meaning and the second stage significance is the connotation meaning and myth. The results show that in the movie Before, Now, and Then (Nana) there are six scenes that represent a form of patriarchal culture, namely: (1) stereotypes, (2) double burden, (3) sexism, (4) subordination, (5) double standards, and (6) exploitation of women's bodies. Then there are three scenes that show resistance by female characters, namely: (1) Raden Nana returns to Raden Icang, (2) Raden Nana leaves Cirateun's house without taking Raden Darga's gift, and (3) Raden Nana no longer buns her hair. | |
| 38739 | 41278 | F1B019044 | EVALUASI PROGRAM KARTU PENDERES DI KABUPATEN BANYUMAS (Studi Kasus di Kecamatan Cilongok) | Program kartu penderes merupakan salah satu inovasi yang dikeluarkan pemerintah pada tahun 2014. Adapun salah satu maksud dan tujuan dari kartu penderes adalah mempercepat birokrasi dalam pemberian santunan bagi para penderes yang mengalami kecelakaan kerja. Realitanya masih terdapat beberapa persyaratan dan prosedur yang harus dilalui sehingga memperlambat proses pencairan. Permasalahan lainnya adalah tidak adanya pendataan ulang mengenai jumlah penderes dan penerima kartu penderes di Dinperindag menjadikan tidak adanya sinkronisasi data antara Dinperindag dengan Bagian Kesra Setda. Kemudian, masalah anggaran yang digunakan dalam pemberian santunan. Sebab sekarang ini mengalami kesulitan dalam memberikan bantuan langsung kepada para penderes. Oleh karena itu, pemerintah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk mendaftarkan penderes menjadi peserta jamsostek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebermanfaatan dan keberlanjutan dari program kartu penderes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program kartu penderes di Kabupaten Banyumas masih belum berjalan sesuai ketentuan, antaralain masih adanya berbagai persyaratan dan prosedur yang harus dilalui sehingga memperlambat proses pencairan santunan. Dilihat dari kebermanfaatannya program kartu penderes ini memiliki berbagai manfaat, antaralain adanya santunan bagi penderes yang mengalami kecelakaan serta sebagai identitas bagi para penderes. Meskipun sudah ada BPJS Ketenagakerjaan program kartu penderes masih berlanjut sampai sekarang dan untuk menghindari adanya duplikasi kebijakan dengan BPJS Ketenagakerjaan, maka kepesertaan kartu penderes akan dialihkan secara bertahap ke BPJS Ketenagakerjaan. | The caller card program is one of the innovations issued by the government in 2014. One of the aims and objectives of the caller card is to speed up the bureaucracy in providing compensation to callers who experience work accidents. In reality, there are still a number of requirements and procedures that must be followed, thereby slowing down the disbursement process. Another problem is the absence of re-data collection regarding the number of tappers and recipients of tapper cards at the Dinperindag resulting in no data synchronization between the Dinperindag and the Regional Secretariat's Welfare Section. Then, the issue of the budget used in the provision of compensation. Because now it is experiencing difficulties in providing direct assistance to the tappers. Therefore, the government is working with BPJS Ketenagakerjaan to register penderes as Social Security participants. This study aims to determine the benefits and sustainability of the pusher card program. The results of this study indicate that the taper card program in Banyumas Regency is still not running according to the provisions, among other things, there are still various requirements and procedures that must be followed, thereby slowing down the process of disbursing compensation. Judging from the usefulness of the caller card program, it has various benefits, including compensation for the caller who has an accident and as an identity for the caller. Even though there is BPJS Employment, the caller card program is still continuing today and to avoid duplication of policies with BPJS Employment, membership in the caller card will be transferred in stages to BPJS Employment. | |
| 38740 | 41333 | J1B019032 | Tradisi Nulak di Kasepuhan Adat Kalitanjung Desa Tambaknegara Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas (Kajian Etnolinguistik) | Penelitian ini berjudul “Tradisi Nulak di Kasepuhan Adat Kalitanjung Desa Tambaknegara Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas (Kajian Etnolinguistik)” ini bertujuan untuk mendeskripsikan tradisi Nulak, mendeskripsikan data kebahasaan yang berkaitan dengan makna leksikal dan makna kultural serta nilai budaya yang terkandung dalam tradisi Nulak di Kasepuhan Adat Kalitanjung. Data dalam penelitian ini berupa istilah-istilah yang terdapat pada perlengkapan dan prosesi tradisi Nulak di Kasepuhan Adat Kalitanjung, Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas. sumberdata dalam pengamatan ini berasal dari pengamatan dan informan yaitu pelaku tradisi Nulak, pengurus Kasepuhan Adat Kalitanjung, dan masyarakat Tambaknegara. Penelitian ini menggunakan kajian etnolinguistik dengan metode deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dan metode cakap. Metode simak menggunakan simak libat cakap. Metode cakap menggunakan cakap bertemu muka dengan teknik lanjutan catat. Untuk menganalisis data, metode yang digunakan adalah metode padan referensial, padan transrasional, dan padan pragmatis. Metode penyajian hasil analisis data yang digunakan adalah metode informal. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, dapat diketahui bahwa tradisi Nulak merupakan sarana permohonan kepada Tuhan untuk dijauhkan dari malapetaka. Kemudian, terdapat 26 kosakata dalam prosesi dan perlengkapan tradisi Nulak yang memiliki makna leksikal dan makna kultural serta nilai-nilai budaya yang terkandung di dalam tradisi Nulak. Makna leksikal adalah makna yang sebenarnya. Adapun makna kultural adalah makna yang berkaitan dengan kebudayaan masyarakat sebagai cara pandang kehidupan. Berdasarkan penelitian ini, ditemukan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi Nulak, antara lain (1) nilai religi, (2) nilai sosial, (3) nilai gotong royong, (4) nilai selaras dengan alam, (5) nilai mempertahankan budaya lokal. Nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi Nulak sangat bermanaat untuk diaplikasikan ke dalam kehidupan. | This thesis entitled "Nulak Tradition in Kasepuhan Adat Kalitanjung, Tambaknegara Village, Rawalo District, Banyumas Regency" aims to describe the Nulak tradition, describe linguistic data related to lexical meaning and cultural meaning, as well as cultural values contained in the Nulak tradition in Kasepuhan Adat Kalitanjung. The data in this study is in the form of terms contained in Nulak traditional equipment and processions in Kasepuhan Adat Kalitanjung, Tambaknegara Village, Rawalo District, Banyumas Regency. Data sources in this observation come from observations and informants, namely Nulak tradition actors, Kalitanjung Traditional Kasepuhan administrators, and the Tambaknegara community. This study used ethnolinguistic studies with qualitative descriptive methods. The data collection methods used are the observation method and the identity method. The listening method uses a proficient engagement method. The proficient method uses the ability to meet face-to-face using advanced techniques. To analyze the data, the methods used are referential padan, transrational padan, and pragmatic padan. The method of presenting the results of data analysis used is an informal one. Based on the research that has been carried out, it can be seen that the Nulak tradition is a means of asking God to keep us away from catastrophe. Then, there are 26 vocabulary in the procession and equipment of the Nulak tradition that have lexical meanings and cultural meanings as well as cultural values contained in the Nulak tradition. The lexical meaning is the true meaning. Cultural meaning is the meaning that lated to the culture of society as a way of looking at life. Based on this research, cultural values contained in the Nulak tradition were found, including (1) religious values, (2) social values, (3) mutual aid values, (4) values in harmony with nature, and (5) the value of maintaining local culture. The cultural values contained in the Nulak tradition are very important to apply to life. |