Artikelilmiahs
Menampilkan 38.861-38.880 dari 48.946 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 38861 | 41425 | F1C019005 | Persepsi Remaja Putri terhadap Kolam Renang Syariah The Forest Island Purwokerto | Di Purwokerto, keberadaan fasilitas kolam renang syariah masih terhitung sedikit jika dibandingkan dengan kolam renang konvensional. Di beberapa keadaan hal ini menimbulkan potensi untuk terjadi pelecehan seksual. Adanya kolam renang syariah dapat menjadi sebuah upaya tindakan preventif untuk mengurangi kasus pelecehan seksual karena tempat yang didesain terpisah sehingga meminimalisasi pemicu terjadinya pelecehan seksual. Penelitian berjudul “Persepsi Remaja Putri terhadap Kolam Renang Syariah The Forest Island Purwokerto” bertujuan untuk mengetahui persepsi dari remaja putri terhadap Kolam Renang Syariah The Forest Island Purwokerto dan mengetahui peran kolam renang syariah sebagai upaya tindakan preventif untuk mengurangi kasus pelecehan seksual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pemilihan informan secara purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya persepsi positif dari remaja putri terhadap Kolam Renang Syariah The Forest Island Purwokerto yang ditunjukkan dari banyaknya populasi wanita muslimah yang mulai sadar untuk menjaga kebugaran dengan berolahraga renang secara aman dan nyaman tanpa terekspos lawan jenis. Selain itu, jumlah kolam renang syariah yang masih sedikit dibandingkan dengan kolam renang konvensional menjadikan persepsi informan terhadap Kolam Renang Syariah The Forest Island Purwokerto menjadi positif karena kolam renang syariah tersebut memiliki potensi pada pengembangan keamanan dan kenyamanannya. Kolam Renang Syariah The Forest Island Purwokerto dianggap mampu menjadi upaya preventif untuk mencegah terjadinya kasus pelecehan seksual. Hal ini dibuktikan dari sisi keamanan yang dirasakan oleh pengguna kolam renang syariah, seperti aman dari tindakan catcalling yang dilakukan oleh kaum pria. Selain itu, kawasan kolam renang syariah yang tertutup dan terpisah antara pria dan wanita juga mendukung sisi kenyamanan dari pengguna kolam renang syariah karena privasi mereka yang terjaga. | In Purwokerto, the existence of sharia swimming pool facilities is still relatively small when compared to conventional swimming pools. In some circumstances this creates the potential for sexual harassment. The existence of a sharia swimming pool can be a preventive measure to reduce cases of sexual harassment because the place is designed separately so as to minimize triggers for sexual harassment. The research entitled "Young Women's Perceptions of The Forest Island Purwokerto Sharia Swimming Pool" aims to determine the perceptions of young women towards The Forest Island Purwokerto Sharia Swimming Pool and determine the role of Islamic swimming pools as a preventive measure to reduce cases of sexual harassment. This study used a descriptive method and purposive sampling as the technique of selecting informants. The results of this study indicate that there is a positive perception of young women towards The Forest Island Purwokerto Sharia Swimming Pool which shows that the large population of Muslim women is starting to become aware of maintaining fitness by exercising safely and comfortably without being exposed to the opposite sex. In addition, the small number of sharia swimming pools compared to conventional swimming pools made positive perception because the sharia swimming pool has the potential to develop safety and comfort. The Forest Island Purwokerto Sharia Swimming Pool is considered capable of being a preventive measure to prevent cases of sexual harassment. This is evidenced in terms of the security felt by users of sharia swimming pools, such as being safe from catcalling by men. In addition, the sharia swimming pool area which is closed and separated for men and women also supports the comfort side of sharia swimming pool users because their privacy is maintained. | |
| 38862 | 40755 | E1A019109 | Cerai Gugat Karena Suami Berzina (Studi Putusan Nomor: 3390/Pdt.G/2022/PA.Srg) | Perkawinan memiliki peran penting dalam agama, termasuk dalam Islam, yang menganggapnya sebagai kebutuhan dasar manusia dan ikatan suci antara laki-laki dan perempuan. Terdapat berbagai hambatan yang dapat mengganggu hubungan dalam rumah tangga. Tindakan berzina dapat menjadi faktor pemicu perselisihan rumah tangga yang menjadi alasan perceraian. Kasus cerai gugat Nomor 3390/Pdt.G/2022/PA.Srg, suami berzina dengan Ibu kandung Penggugat menyebabkan perselisihan yang terjadi terus menerus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kasus cerai gugat yang terjadi karena Tergugat melakukan berzina dengan Ibu kandung Penggugat. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana dasar pertimbangan hukum hakim dan akibat hukum cerai gugat pada putusan Nomor 3390/Pdt.G/2022/PA.Srg tentang cerai gugat dengan alasan suami berzina. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif analitis. Sumber data yang digunakan penelitian ini adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif secara sistematis. Hasil penelitian dan pembahasan, (1) Putusan Pengadilan Agama Nomor 3390/Pdt.G/2022/PA.Srg hanya didasarkan pada penjelasan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan jo. Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam mengesampingkan Pasal 19 huruf (a) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo. Pasal 116 huruf (d) Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam dan Pasal 19 huruf (d) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo. Pasal 116 huruf (d) Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam. Majelis Hakim mengesampingkan Pasal 87 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama terkait cerai dengan alasan zina. Majelis Hakim juga mengesampingkan SEMA Nomor 3 Tahun 2018 terkait hak istri mendapatkan nafkah iddah dan mut’ah (2) Jatuhnya talak satu bain sughra berakibat putusnya perkawinan dan tidak mungkin dirujuk kecuali dengan akad nikah baru merujuk Pasal 119 ayat (1) Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam. Akibat terhadap harta bersama yaitu pembagian harta bersama dibagi secara adil yaitu seperdua dari harta bersama. | Marriage has an important role in religions, including in Islam, which regards it as a basic human need and a sacred bond between a man and a woman. There are various obstacles that can interfere with relationships in the household. The act of adultery can be a triggering factor for domestic disputes which is the reason for divorce. The divorce case filed against Number 3390/Pdt.G/2022/PA.Srg, the husband committed adultery with the plaintiff's biological mother causing ongoing disputes. This study aims to analyze divorce cases that occurred because the Defendant committed adultery with the Plaintiff's biological mother. The formulation of the problem of this research is how the basis of the judge's legal considerations and the consequences of the divorce law are contested in the decision Number 3390/Pdt.G/2022/PA.Srg regarding divorce sued on the grounds that the husband is adultery. The method used in this study is normative juridical with analytical prescriptive research specifications. The data sources used in this research are primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data obtained is presented in a systematic narrative text. The results of the research and discussion, (1) The decision of the Religious Court Number 3390/Pdt.G/2022/PA.Srg is only based on the explanation of Article 39 paragraph (2) of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage jo. Article 116 letter (f) Compilation of Islamic Law overrides Article 19 letter (a) Government Regulation Number 9 of 1975 concerning the Implementation of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage jo. Article 116 letter (d) Presidential Instruction Number 1 of 1991 concerning Compilation of Islamic Law and Article 19 letter (d) Government Regulation Number 9 of 1975 concerning Implementation of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage jo. Article 116 letter (d) Presidential Instruction Number 1 of 1991 concerning Compilation of Islamic Law. The Panel of Judges set aside Article 87 Paragraph (1) of Law Number 7 of 1989 concerning the Religious Courts regarding divorce on the grounds of adultery. The Panel of Judges also ruled out SEMA Number 3 of 2018 regarding the wife's right to receive iddah and mut'ah maintenance. (2) The fall of one bain sughra divorce results in the dissolution of the marriage and cannot be reconciled except with a new marriage contract referring to Article 119 paragraph (1) of Presidential Instruction Number 1 of 1991 concerning Compilation of Islamic Law. The effect on joint assets is that the distribution of joint assets is divided fairly, namely half of the joint assets. | |
| 38863 | 41431 | E1A017282 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP MEREK TERKENAL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 DALAM PUTUSAN PENGADILAN NIAGA JAKARTA PUSAT NOMOR 12/PDT.SUS-MEREK/2020/PN.NIAGA.JKT.PST | Fungsi merek dalam menjaga dan mempertinggi mutu atau kualitas suatu barang dan/atau jasa, memperlancar produksi dagang terkendala dengan adanya praktik perdagangan tidak jujur dalam lingkup merek dagang, salah satunya berupa pembajakan merek dagang terkenal yang dilakukan oleh pengusaha yang beriktikad tidak baik. Hal ini tentunya merugikan bagi pengusaha dan konsumen atas barang atau jasa dengan merek terkenal karena adanya kemungkinan menurunnya omzet akibat kemiripan merek sehingga para konsumen terkelabui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum terhadap merek terkenal dalam Putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat Nomor 12/Pdt.Sus-Merek/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst beserta akibat hukum dari pembatalan merek Virtolin berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder dan tersier yang dikumpulkan dengan metode studi kepustakaan. data-data tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif yang disajikan dalam bentuk teks naratif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa perlindungan hukum merek VENTOLIN milik Penggugat telah sesuai dengan ketentuan Pasal 21 Ayat (1) huruf a dan b, serta Pasal 21 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis. Akibat hukum dari pembatalan merek VIRTOLIN milik Tergugat dalam Putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat Nomor 12/Pdt.Sus-Merek/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst yaitu merek VIRTOLIN dicoret dari Daftar Umum Merek Ditjen KI, sertifikat merek atas VIRTOLIN dinyatakan tidak berlaku dan perlindungan hukum atas merek VIRTOLIN dinyatakan berakhir. | The function of trademarks in maintaining and improving the quality of goods and/or services, facilitating trade production is constrained by the existence of dishonest trade practices in the scope of trademarks, one of which is in the form of piracy of well-known trademarks carried out by entrepreneurs who have bad intentions. This is certainly detrimental to entrepreneurs and consumers of goods or services with well-known trademarks because of the possibility of a decrease in turnover due to the similarity of the brand so that consumers are deceived. This research aims to find out how the legal protection of well-known trademarks in the Central Jakarta Commercial Court Decision Number 12/Pdt.Sus-Merek/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst along with the legal consequences of the cancellation of the Virtolin trademark based on Law Number 20 of 2016 concerning Trademarks and Geographical Indications. This research uses a normative juridical approach method, with prescriptive research specifications. The data sources used in this research are secondary data sources in the form of primary, secondary and tertiary legal materials collected by the literature study method. The data is then analysed using qualitative normative methods presented in the form of narrative text. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the legal protection of the Plaintiff's VENTOLIN trademark is in accordance with the provisions of Article 21 Paragraph (1) letters a and b, as well as Article 21 Paragraph (3) of Law Number 20 Year 2016 on Trademarks and Geographical Indications. The legal consequences of the cancellation of the Defendant's VIRTOLIN trademark in the Central Jakarta Commercial Court Decision Number 12/Pdt.Sus-Merek/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst are that the VIRTOLIN trademark is removed from the General Register of Trademarks of the Directorate General of IP, the trademark certificate on VIRTOLIN is declared invalid and the legal protection of the VIRTOLIN trademark is declared terminated. | |
| 38864 | 41430 | A1C019028 | KARAKTERISTIK BIOPELET TONGKOL JAGUNG DAN DAUN JATI TANPA KARBONISASI DENGAN PERLAKUAN KOMPOSISI PEREKAT DAN SUHU PENGERINGAN | Biopelet merupakan bahan bakar yang berasal dari biomassa dan melalui proses densifikasi dalam pembuatannya. Salah satu biomassa yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan biopelet yaitu tongkol jagung dan daun jati. Proses pembuatan biopelet meliputi persiapan alat dan bahan, pencampuran bahan dan perekat, pencetakan, dan pengeringan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor komposisi perekat terdiri atas 3 taraf yaitu 10%, 15%, dan 20%. Faktor suhu pengeringan terdiri atas 3 taraf yaitu 90 C, 100 C, dan 110 C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kadar abu biopelet berkisar antara 3,73-5,65%, kadar air berkisar antara 7,02-27,65% bb, densitas berkisar antara 0,39-0,61 g/cm3, kadar zat terbang berkisar antara 93,65-98,54%, laju pembakaran 0,06-0,09 berkisar antara g/menit, dan shatter index berkisar antara 36,78-57,87. Biopelet pada penelitian ini belum memenuhi SNI 8021:2014, namun pada variabel kadar air terdapat perlakuan yang memenuhi standar yaitu perlakuan K1T2, K1T3, K2T3, dan K3T3. Komposisi perekat berpengaruh nyata terhadap kadar air, densitas, kadar zat terbang, dan shatter index. Suhu pengeringan berpengaruh nyata terhadap kadar abu, kadar air, densitas, kadar zat terbang, dan laju pembakaran. Hasil penelitian terbaik untuk variabel kadar air, kadar zat terbang, dan laju pembakaran yaitu perekat 10% dan suhu 110 C, kadar abu pada perekat 10% dan suhu 90 C, densitas pada perekat 20% dan suhu 90 C, serta shatter index pada perekat 20% dan suhu 110 C. | Biopellets are fuels derived from biomass and undergo a densification process in their manufacture. One of the biomass that can be utilized for making biopellets are corn cobs and teak leaves. The process of making biopellets includes the preparation of tools and materials, mixing of materials and adhesives, printing, and drying. This study used a completely randomized design (CRD) factorial pattern. The adhesive composition factor consists of 3 levels, namely 10%, 15%, and 20%. The drying temperature factor consists of 3 levels, namely 90 C, 100 C, and 110 C. The results showed that the ash content of the biopellets ranged from 3,73-5,65%, the moisture content ranged from 7,02-27,65% wb, the density ranged from 0,39-0,61 g/cm3, the volatile matter content ranged from 93,65-98,54%, burning rate ranged from 0,06-0,09 g/minute, and shatter index ranged from 36,78-57,87. The biopellets in this study did not comply with SNI 8021:2014, but in the variable water content there are treatments that meet the standard, namely the K1T2, K1T3, K2T3, and K3T3 treatments. The adhesive composition significantly affected the moisture content, density, volatile matter content, and shatter index. The drying temperature has a significant effect on ash content, moisture content, density, volatile matter content, and combustion rate. The best research results for variables of moisture content, volatile matter content, and burning rate on adhesive 10% and temperature 110 C, ash content on adhesive 10% and temperature 90 C, density on adhesive 20% and temperature 90 C, and shatter index on adhesive 20% and temperature 110 C. | |
| 38865 | 44397 | I1A019077 | Efektivitas Perendaman Air Cucian Beras Putih (Oryza sativa L) Dengan Variasi Waktu Terhadap Penurunan Kadar Formalin Pada Ikan Teri (Stolephorus sp) | Latar Belakang : Formalin merupakan zat pengawet yang dilarang penggunaannya. LOKA POM Banyumas menemukan 5 kios penjual ikan teri yang mengandung formalin. Pembebasan kandungan formalin ikan teri perlu dilakukan sebelum dikonsumsi dengan perendaman air cucian beras putih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas perendaman air cucian beras putih terhadap penurunan kadar formalin pada ikan teri. Metode : Jenis penelitian ini adalah true experiment dengan Postest Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah ikan teri di Pasar Manis Purwokerto. Penelitian menggunakan Spektrofotometri dengan air cucian beras putih dengan variasi waktu perendaman 30, 40, 50, dan 60 menit dengan pengulangan sebanyak 5 kali. Ikan teri direndam pada masing-masing variasi waktu perendaman, kemudian kadar formalin diuji. Uji statistik dengan uji normalitas dengan Saphiro wilk, dilanjut dengan uji Kruskal wallis, dan uji Mann whitney. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata penurunan kadar formalin antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kadar formalin paling rendah terdapat pada perendaman air cucian beras putih 60 menit sebesar 7,230 ppm, diikuti perendaman 50 menit sebesar 8,010 ppm, perendaman 40 menit sebesar 8,777 ppm, dan perendaman 30 menit sebesar 9,263 ppm. Kesimpulan : Perendaman air cucian beras putih selama 60 menit mempunyai kemampuan untuk menurunkan kadar formalin tertinggi. | Background of Research : Formalin is a preservative that is prohibited from use. LOKA POM Banyumas found 5 stalls selling anchovies containing formaldehyde. The release of the formalin content of anchovies needs to be done before consumption by soaking white rice washing water. The purpose of this study was to determine the effectiveness of soaking white rice washing water against reducing formalin levels in anchovies. Methodology of Reseacrh : This research is a true experimental research with Postest only Control Group design. The population of this research is anchovy in the Manis Purwokerto Market. This research uses spectrophotometry methods with white rice washing water with variations in soaking time of 30, 40, 50, and 60 minutes with 5 repetition. Anchovy were soaked in each treatment, and then the formaldheyde level were tested. The statistical tests with normality tests with Saphiro Wilk, continues with Kruskal wallis test, and Mann whitney test. Result of Reseacrh : The result shows that soaking white rice water can lower the formaldheyde level significantly. The lowest formalin levels were found in 60 minute white rice washing water soaking of 7,230 ppm, followed by 50 minute soaking of 8,010 ppm, 40 minute soaking of 8,777 ppm, and 30 minute soaking of 9,263 ppm. Conclusion : Soaking white rice washing water for 60 minutes has the ability to reduce the highest formalin levels. | |
| 38866 | 41433 | I1A019103 | HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK, KUALITAS TIDUR, KONSUMSI JUNK FOOD, DAN STRES DENGAN KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME PADA REMAJA PUTRI DI SMK DEWANTARA SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Premenstrual syndrome (PMS) pada remaja merupakan masalah kesehatan reproduksi yang dapat mempengaruhi produktivitas. Kejadian premenstrual syndrome pada remaja putri di Kabupaten Banyumas khususnya di wilayah kerja Puskesmas Sumbang masih tinggi. Mengingat masih tingginya kejadian premenstrual syndrome maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian premenstrual syndrome pada remaja putri. Desain penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional bertempat di SMK Dewantara Sumbang Kabupaten Banyumas dilakukan pada bulan Juni 2023. Responden berjumlah 98 orang yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner modifikasi SPAF dan BPAQ dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan kejadian premenstrual syndrome pada remaja putri di SMK Dewantara Sumbang sebagian besar adalah PMS berat sebesar 42,9% disusul PMS sedang 34,7% dan PMS ringan 22,4%. Hasil analisis diketahui faktor yang berhubungan signifikan terhadap kejadian PMS adalah stress (p value 0,000) dan konsumsi junk food (p value 0,030), sedangkan aktifitas fisik (p value 0,547) dan kualitas tidur (p value 0,213) tidak berhubungan signifikan. Faktor yang berhubungan dengan kejadian premenstrual syndrome pada remaja adalah stres dan konsumsi junk food sehingga remaja diharapkan untuk dapat memanajemen stres dengan baik dan mengurangi makanan tinggi lemak, natrium, gula, dan kalori untuk mencegah terjadinya premenstrual syndrome berat. | Premenstrual Syndrome (PMS) in adolescents is a reproductive health problem that can affect productivity. The incidence of premenstrual syndrome in adolescent girls in Banyumas Regency, especially in the Sumbang Health Center working area, is still high. Given the high incidence of premenstrual syndrome, it is necessary to conduct research to determine the factors associated with the incidence of premenstrual syndrome in adolescent girls. The research design used was a quantitative method with a cross sectional approach located at SMK Dewantara Sumbang, Banyumas Regency, conducted in June 2023. Respondents totaled 98 people who were taken using purposive sampling technique. Primary data collection using modified SPAF and BPAQ questionnaires with univariate and bivariate analysis. The results showed that the incidence of premenstrual syndrome in adolescent girls at SMK Dewantara Sumbang was mostly severe PMS at 42.9% followed by moderate PMS 34.7% and mild PMS 22.4%. The results of the analysis showed that the factors significantly related to the incidence of PMS were stress (p value 0.000) and junk food consumption (p value 0.030), while physical activity (p value 0.547) and sleep quality (p value 0.213) were not significantly related. Factors associated with the incidence of premenstrual syndrome in adolescents are stress and junk food consumption so that adolescents are expected to be able to manage stress well and reduce foods high in fat, sodium, sugar, and calories to prevent severe premenstrual syndrome. | |
| 38867 | 41434 | I1A019030 | IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KELAS RAWAT INAP STANDAR JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (KRIS JKN) DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SURAKARTA | Latar Belakang : Implementasi KRIS JKN didasarkan untuk memenuhi prinsip ekuitas sesuai dengan Undang-Undang RI Nomor 40 Tahun 2004. Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan menunjuk RSUP Surakarta untuk uji coba KRIS JKN dan mengeluarkan 12 kriteria standar sarana prasarana yang harus dipenuhi bertahap, serta PP No. 47 Tahun 2021 terkait alokasi 60% tempat tidur KRIS. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan KRIS JKN di RSUP Surakarta. Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam melibatkan 2 informan dari pasien rawat inap dan 7 informan dari internal RSUP Surakarta, serta telaah dokumen yang kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil Penelitian : Komunikasi disampaikan dengan metode yang bervariasi dan konsisten, namun cukup jelas untuk para pelaksana kebijakan, namun terdapat perbedaan pemahaman antarpelaksana kebijakan terkait kesenjangan pada tarif dan informasi KRIS JKN yang belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat. Sumber daya yang dimiliki sudah dapat membantu implementasi sesuai dengan standar dari segi SDM, pemahaman SDM, sarana prasarana, wewenang, dan finansial. Disposisi pelaksana kebijakan menerima dan mendukung kebijakan KRIS JKN, tanpa didasarkan insentif sebagai motif pribadi. Struktur birokrasi bersifat tetap, tidak ada perubahan SOP dan pelaksanaan di berbagai unit dan fragmentasi tanggung jawab sudah dilaksanakan secara internal dan eksternal. Kesimpulan : Implementasi KRIS JKN di RSUP Surakarta memiliki kekurangan pada kejelasan informasi yang disampaikan. RSUP Surakarta diharapkan segera mengidentifikasi fakta kesenjangan pada tarif dan menambahkan informasi layanan KRIS JKN yang disampaikan oleh staf pendaftaran selama pengurusan administrasi atau informed consent yang diberikan kepada pasien disertai dengan penyampaian informasi layanan KRIS secara verbal. | Background: The implementation of KRIS JKN is based on the principle of equity in accordance with the UU Number 40 of 2004. The Director General of Health Services designated RSUP Surakarta for the KRIS JKN pilot project and issued 12 standard criteria for gradually fulfilling facility requirements, along with Government Regulation No. 47 of 2021 regarding the allocation of 60% of KRIS beds. Objective: To describe the implementation of the KRIS JKN policy at Surakarta Central Public Hospital. Methodology: This research employs a qualitative method with a case study design. Data collection is carried out through in-depth interviews with 2 inpatients and 7 internal staff of RSUP Surakarta, as well as document review. The collected data is then analyzed using thematic analysis. Results: RSUP Surakarta has employed diverse and consistent communication methods. However, there are discrepancies in understanding among policy implementers regarding the disparities in tariffs and information about the KRIS JKN that are not yet fully comprehended by the public. The available resources have facilitated implementation in line with standards, and the policy implementers' attitude is receptive and supportive towards the KRIS JKN policy, devoid of personal incentive as a motivating factor. The bureaucratic structure remains unchanged, with no alterations to Standard Operating Procedures (SOPs), and implementation across various units and the fragmentation of responsibilities have been executed both internally and externally. Conclusion: The KRIS JKN policy has been implemented at RSUP Surakarta, yet the hospital faces shortcomings in the clarity of conveyed information. RSUP Surakarta is expected to promptly identify the gaps in tariff understanding and enhance the provision of KRIS JKN service information, which should be conveyed by registration staff during administrative processing or informed consent given to patients, accompanied by verbal communication of the KRIS service details. | |
| 38868 | 41435 | I1A018037 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA REMAJA DI SMK AL- JIHAD | Latar Belakang: Permasalahan penyalahgunaan narkoba bagi remaja terus meningkat. Dampak narkoba secara langsung dapat menyebabkan penyakit menular seperti AIDS, Herpes, dan penyakit lainnya. Dampak narkoba tidak langsung yaitu individu dapat dikucilkan dalam masyarakat dan menurunnya prestasi akademik. Perilaku pencegahan penyalahgunaan narkoba berperan penting untuk menghindari atau mencegah remaja agar tidak mencoba atau menyalahgunakan narkoba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan penyalahgunaan narkoba pada remaja di SMK Al-Jihad. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMK Al-Jihad sebanyak 345 tahun ajaran 2022/2023. Sampel yang digunakan sebanyak 119 orang dan diambil dengan teknik proportionate stratified random sampling. Variabel yang diamati berupa pengetahuan, sikap, peran keluarga, peran teman sebaya, peran guru, dan akses informasi. Instrumen yang digunakan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data terdiri dari analisis univariat, bivariat (Chi-square) dan multivariat (regresi logistik berganda). Hasil: Terdapat hubungan antara sikap (p=0,042) dengan perilaku pencegahan penyalahgunaan narkoba pada remaja di SMK Al-Jihad. Variabel yang tidak berhubungan yaitu pengetahuan (p=0,748), peran keluarga (p=0,851), peran teman sebaya (p=0,241), peran guru (p=0,851), akses informasi (p=0,188). Analisis multivariat menunjukan variabel yang berpengaruh yaitu sikap (p= 0,026) dengan Odds Ratio (OR) = 2,309. Kesimpulan: Siswa dengan sikap yang baik memiliki peluang 2,309 kali lebih besar untuk mendorong perilaku pencegahan penyalahgunaan narkoba dibandingkan siswa dengan sikap yang negatif. | Background: The problem of drug abuse for adolescents continues to increase. The direct impact of drugs can cause infectious diseases such as AIDS, Herpes, and other diseases. The impact of drugs is indirect that individuals can be excluded in society and decreased academic achievement. Drug abuse prevention behaviors play an important role in avoiding or preventing adolescents from trying or abusing drugs. This study aims to determine the factors that influence drug abuse prevention behavior in adolescents at SMK Al-Jihad Methodology: This study used quantitative research methods with a cross-sectional approach. The research population was 345 SMK Al-Jihad students academic year 2022/2023. The samples used were 119 people and were taken by proportionate stratified random sampling technique. The variables observed were knowledge, attitudes, family roles, peer roles, teacher roles, and access to information. The instruments used were interviews using questionnaires. Data analysis consisted of univariate, bivariate (Chi-square) and multivariate (multiple logistic regression) analyses Result: There is a relationship between attitudes (p = 0.042) and drug abuse prevention behavior in adolescents at SMK Al-Jihad. Unrelated variables were knowledge (p = 0.748), family role (p = 0.851), peer role (p = 0.241), teacher role (p = 0.851), access to information (p = 0.188). Multivariate analysis shows that the influential variable is attitude (p = 0.026) with Odds Ratio (OR) = 2.309 Conclusion: Students with good attitudes were 2,309 times more likely to encourage drug abuse prevention behaviors than students with negative attitudes. | |
| 38869 | 41436 | I1A019102 | HUBUNGAN DIET DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI PENGGEMAR K-POP DI PURWOKERTO | Latar Belakang: Remaja adalah kelompok yang berada pada kisaran usia 10-24 tahun. Pada masa remaja perhatian pada citra tubuh membuat remaja cenderung merasa tidak puas terhadap bentuk tubuh yang mereka miliki, sehingga dapat memunculkan risiko untuk melakukan perilaku diet. Diet yang kurang baik akan menyebabkan kekurangan asupan zat gizi tubuh yang berdampak pada masalah kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi diet terhadap siklus menstruasi pada remaja putri penggemar K-POP di Purwokerto. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel penelitian ini adalah 107 responden pada remaja putri penggemar K-POP di Purwokerto dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Analisis data yang dilakukan adalah univariat, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan dengan siklus menstruasi yaitu Indeks Massa Tubuh (IMT) (p-value = 0,000), perilaku diet (p-value = 0,001), konsumsi gizi seimbang (p-value = 0,001), dan stres psikologis (p-value = 0,041). Faktor yang mempengaruhi siklus menstruasi adalah Indeks Massa Tubuh (IMT) (p-value = 0,000; OR = 10,975) dan konsumsi gizi seimbang (p-value = 0,019; OR = 3,933). Kesimpulan: Faktor yang mempengaruhi diet terhadap siklus menstruasi pada remaja putri penggemar K-POP di Purwokerto adalah Indeks Massa Tubuh (IMT) dan konsumsi gizi seimbang. Remaja dengan pola hidup sehat dapat mencegah faktor risiko dari gangguan pada siklus menstruasi. | Background: Adolescence are a group that is in the age range of 10-24 years. In adolescence, attention to body image makes adolescents tend to feel dissatisfied with the body shape they have, which can pose a risk for dietary behaviors. A poor diet will cause a lack of body nutrient intake which has an impact on health problems. The purpose of this study was to determine the factors that influence diet on menstrual cycles in adolescent girls K-POP fans in Purwokerto. Methods: This study used a correlational quantitative approach with a cross-sectional research design. The sample size of this study was 107 respondents on adolescent girls who were K-POP fans in Purwokerto using purposive sampling techniques. Data collection using a questionnaire. Data analysis was performed using univariate, bivariate with chi-square test, and multivariate with logistic regression test. Results: The results showed variables related to the menstrual cycle, namely Body Mass Index (BMI) (p-value = 0.000), dietary behavior (p-value = 0.001), balanced nutrition consumption (p-value = 0.001), and psychological stress (p-value = 0.041). Factors that affect the menstrual cycle are Body Mass Index (BMI) (p-value = 0.000; OR = 10.975) and balanced nutrition consumption (p-value = 0.019; OR = 3.933). Conclusion: Factors that influence diet on menstrual cycles in adolescent girls K-POP fans in Purwokerto are Body Mass Index (BMI) and balanced nutrition consumption. Adolescents with a healthy lifestyle can prevent risk factors from disruptions in the menstrual cycle. | |
| 38870 | 41437 | K1C016043 | PENGARUH TEMPERATUR SINTERING TERHADAP STRUKTUR DAN SIFAT MAGNETIK BIOSILIKA BARIUM FERIT SEBAGAI PENYERAP GELOMBANG MIKRO | Peningkatan signifikan pemanfaatan frekuensi gelombang mikro khususnya bidang komunikasi berdampak buruk terhadap gangguan kinerja alat-alat elektronik. Permasalahan ini mendorong adanya pengembangan teknologi untuk mengurangi paparan gelombang mikro dengan suatu material berbahan magnetik yaitu penyerap gelombang mikro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi penyerapan gelombang mikro berbahan dasar barium ferit dengan doping biosilika dari abu sekam padi konsentrasi sebesar 20 (weight%), dengan variasi temperature sintering 800, 900, 1.000, dan 1.100 °C. Material dibuat menggunakan metode modified solid state reaction, yang merupakan penggabungan dari metode novel water assisted dengan metode solid state reaction. Kenaikan temperatur sintering memengaruhi struktur kristalin, sifat magnetik, dan daya serap gelombang. Hasil XRD menunjukkan beberapa struktur kristal seperti Ba2Fe24O38 dengan struktur hexagonal, Fe2O3 rhombohedral, Fe16O20 orthorombic, Si96O192 cubic, Ba4Fe4Si16O40 tetragonal, Si4O8 tetragonal, Si8O16 orthorombic, Ba6Fe90O138 hexagonal dengan ukuran rata-rata kristal yang cenderung semakin besar berkisar antara 51,84 - 58,01 nm. Hasil VSM menunjukkan material SiBaFe bersifat soft magnetic. Sampel dengan kode SiBaFe1 termasuk dalam tipe material paramagnetik dengan orde 10-5, sementara sampel SiBaFe 2, SiBaFe3, dan SiBaFe4 termasuk ke dalam tipe superparamagnetik. Hasil VNA menunjukkan sampel SiBaFe dengan penyerapan gelombang mikro terbesar terdapat pada sampel SiBaFe4 yang diberi perlakuan perlakuan suhu sinteringing 1100 °C, dengan nilai reflection loss (RL) sebesar -17,87 dB dan persentase penyerapan sebesar 96,98%. | The significant increase in the use of microwave frequencies, especially in communication field, has a negative impact on electronic device performance. This issue contributed to the development of technology to reduce exposure of microwaves with a magnetic material, a microwave absorber. This study aims to determine the characterization of microwave absorption made from barium ferrite with biosilica as dopan at concentration of 20 (weight%), with sintering temperature variations of 800, 900, 1,000, and 1,100 °C. The material was made using modified solid state reaction method, which is a combination between novel water assisted method and solid state reaction method. The increase in sintering temperature affects crystalline structures, magnetic properties, and wave absorption. XRD results showed several crystal structures such as Ba2Fe24O38 with hexagonal structure, Fe2O3 rhombohedral, Fe16O20 orthorhombic, Si96O192 cubic, Ba4Fe4Si16O40 tetragonal, Si4O8 tetragonal, Si8O16 orthorhombic, Ba6Fe90O138 hexagonal with an average crystal size range from 51.84 - 58.01 nm. VSM results showed that SiBaFe material is soft magnetic. SiBaFe1 belong to paramagnetic material type with order 10-5, while SiBaFe2, SiBaFe3, and SiBaFe4 belong to superparamagnetic type material. VNA results showed that SiBaFe sample with the largest absorption of microwaves was found in SiBaFe4 with sintering temperature of 1100 °C, with value of reflection loss (RL) -17.87 dB and absorption percentage of 96.98%. | |
| 38871 | 41438 | J1E016046 | APPLYING BRAINSTORMING IN ONLINE SPEAKING CLASS AT MAN 1 BANYUMAS (A Descriptive Study at 11th Grade Student of MAN 1 Banyumas in the Academic Year of 2021/2022) | ABSTRAK Rahmawati, Sefyani Dwi. 2023. Applying Brainstorming in Online Speaking Class at Man 1 Banyumas. Skripsi. Pembimbing 1: Dian Adiarti, S.Pd., M.Hum.; Pembimbing 2: Mustasyfa Thabib Kariadi, S.Pd., M.Pd.; Penguji: Muhamad Ahsanu, S.Pd., M. Sc., M.Hum., Ph. D.,; Moderator: Novita Pri Andini, S.Pd., M.Pd.. Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Departemen Pendidikan Bahasa. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Purwokerto. Penerapan metode tertentu dalam kelas online speaking yang menyenangkan dan cocok untuk siswa sangat diperlukan. Metode brainstorming adalah salah satu solusinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan brainstorming yang diterapkan di kelas online speaking, mengidentifikasi masalah yang dihadapi guru dan siswa di kelas online speaking, dan menemukan solusi untuk mengatasi masalah yang muncul di kelas online speaking. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Data penelitian ini berupa hasil wawancara dengan siswa dan guru, daftar observasi, dan daftar dokumentasi. Dalam penelitian ini terdapat tiga kelas yang dijadikan sampel, yaitu XI IPS 1, XI IPA 2, dan XI Agama. Penelitian ini menemukan bahwa penerapan brainstorming dalam online speaking diadaptasi dari RPP yang telah disusun sebelum pertemuan. Kesulitan yang dialami guru adalah dengan bahan ajar dan kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan epidemi. Waktu yang tidak mencukupi menyebabkan masalah lain. Koneksi internet yang buruk juga menjadi masalah yang ditemukan para siswa. Internet mereka akan sering melambat dan mengganggu studi mereka. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah menemukan pendekatan yang berbeda untuk mengajar siswa adalah jawaban atas tantangan yang muncul dalam program berbicara online. Faktor lain, seperti notifikasi smartphone atau suara keras, dapat dengan cepat merusak fokus siswa. | ABSTRACT Rahmawati, Sefyani Dwi. 2023. Applying Brainstorming in Online Speaking Class at Man 1 Banyumas. Thesis. Supervisor 1: Dian Adiarti, S.Pd., M.Hum.; Supervisor 2: Mustasyfa Thabib Kariadi, S.Pd., M.Pd.; External Examiner: Muhamad Ahsanu, S.Pd., M. Sc., M.Hum., Ph. D; External Examiner Crew : Novita Pri Andini, S.Pd., M.Pd.. Ministry of Education and Culture, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, Department of Language Education. English Education Study Program, Purwokerto. Applying a certain method in online speaking class that is joyful and suitable for students is needed. Brainstorming method is one of the solutions for it. These research objectives are to describe the brainstorming that is applied in online speaking class, to identify problems faced by the teachers and students in online speaking class, and to discover the solutions to overcome the problems that appear in online speaking class. This research uses qualitative research. The data of this research are the interview results with students and teachers, observation checklist, and documentation checklist. In this study, there are three classes used as the samples, XI IPS 1, XI IPA 2, and XI Agama. This study revealed that the implementation of brainstorming in online speaking was adapted from the lesson plan that had been prepared before meeting. The difficulties the teacher had deal with the teaching materials and the need to adjust to the epidemic The insufficient amount of time causes yet another issue. A poor internet connection is also the issue that the students discovered. Their internet will frequently slow and interfere with their studies. The solutions to overcome these problems are finding different approaches to teach students were the answer to the challenges that arose in the speaking online program. Other factors, such smartphone notifications or loud noises, might quickly ruin students' focus. | |
| 38872 | 41439 | E1A116049 | GUGATAN PENYANGKALAN ANAK MELAMPAUI JANGKA WAKTU (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Wonosobo Nomor: 969/Pdt.G/2020/PA.Wsb) | ABSTRAK GUGATAN PENYANGKALAN ANAK MELAMPAUI JANGKA WAKTU (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Wonosobo Nomor: 969/Pdt.G/2020/PA.Wsb) Oleh: HARDIN RIFQI ZULIYANTO E1A116049 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar hukum dan akibat hukum yang timbul dari Putusan Gugatan Penyangkalan Anak Melampaui Jangka Waktu, yang telah diputuskan oleh Pengadilan Agama Wonosobo dengan Nomor:969/Pdt.G/2020/PA.Wsb. Majelis hakim pada putusan tersebut mengedepankan kepastian hukum gugatan tidak diterima karena diajukan melampaui jangka waktu, jika dilihat dari dalil yang diajukan penggugat tampak jelas bahwa anak yang dilahirkan tergugat adalah bukan anak dari penggugat berdasarkan ciri fisik anak, pengakuan tergugat melalui keterangan saksi, bahkan telah dibuktikan dengan hasil tes DNA. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundangan-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Penelitian dilakukan secara preskriptif analisis, yaitu meneliti bahan pustaka yang merupakan data sekunder. Penyajian data disajikan dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis, analisis bahan hukum dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Hakim telah mempertimbangkan beberapa aspek yuridis yaitu Pasal 44 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, yang bisa diartikan bahwa seorang suami dapat menyangkal keabsahan anak jika bisa membuktikan bahwa istrinya berzina dan anak yang dilahirkan merupakan akibat dari perzinahan tersebut. Pasal 101 Kompilasi Hukum Islam memuat ketentuan bahwa suami dapat meneguhkan pengingkarannya dengan li’an. Pasal 102 ayat (1) KHI: seorang suami dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama dalam jangka waktu 180 hari sesudah hari lahirnya anak atau 360 hari sesudah putusnya perkawinan atau setelah suami itu mengetahui bahwa istrinya melahirkan anak. Pasal 102 KHI ayat (2): Pengingkaran yang diajukan sesudah lampau waktu tidak dapat diterima. Akibat hukum dari putusan yang menyatakan gugatan tidak diterima dikarenakan gugatan diajukan melampaui jangka waktu, maka secara yuridis anak tersebut masih berstatus anak sah Pengugat, anak tersebut tetap memiliki hak yaitu hak nasab, perwalian, pemeliharaan, dan kewarisan dari Penggugat. Majelis Hakim dalam memutus perkara tersebut, sebaiknya tidak hanya menitikberatkan pada daluwarsa gugatan yaitu Pasal 102 ayat (2) KHI, tetapi dapat juga mempertimbangkan Pasal 44 ayat (1) Undang-Undang Perkawinan dan Pasal 101 KHI serta mempertimbangkan bukti, saksi-saksi, sumpah serta tes DNA, karena perlindungan kepentingan bukan hanya bagi istri dan anak, tetapi juga bagi suami/Penggugat. Kata kunci: Penyangkalan Anak, Lampau Waktu | ABSTRACT CHILD DEFENSE LAW LAW BEYOND TIME (Juridical Review of Wonosobo Religious Court Decision Number: 969/Pdt.G/2020/PA.Wsb) By: HARDIN RIFQI ZULIYANTO E1A116049 This study aims to determine the legal basis and legal consequences arising from the Decision on the Denial of Children Beyond the Timeframe, which was decided by the Wonosobo Religious Court Number: 969/Pdt.G/2020/PA.Wsb. The panel of judges in this decision prioritized legal certainty that the lawsuit was not accepted because it was filed beyond the timeframe, if seen from the arguments put forward by the plaintiff it seems clear that the child born to the defendant is not the child of the plaintiff based on the physical characteristics of the child, the defendant's confession through witness testimony, has even been proven with DNA test results. This research is a normative juridical research with statutory, conceptual and case approaches. The research was carried out in a prescriptive analysis, namely examining library materials which are secondary data. Presentation of data is presented in the form of descriptions arranged systematically, analysis of legal materials is analyzed descriptively qualitatively. The results showed that the Panel of Judges had considered several juridical aspects, namely Article 44 paragraph (1) of Law Number 1 Year 1974 Concerning Marriage, which could mean that a husband could deny the legitimacy of a child if he could prove that his wife committed adultery and the child born was the result of of the adultery. Article 101 of the Compilation of Islamic Law contains a provision that the husband can confirm his denial by li'an. Article 102 paragraph (1) KHI: a husband can file a lawsuit with the Religious Court within 180 days after the child's birthday or 360 days after the breakup of the marriage or after the husband finds out that his wife gave birth to a child. Article 102 KHI paragraph (2): Refusals submitted after the expiration date cannot be accepted. The legal consequences of the decision which reads not accepting the lawsuit because the lawsuit was filed beyond the time period, so legally the child is still the legal child of the Plaintiff, the child still has rights, namely nasab rights, guardianship, maintenance and inheritance from the Plaintiff. The Panel of Judges in deciding the case, should not only focus on the expiration of the lawsuit, namely Article 102 paragraph (2) KHI, but may also consider Article 44 paragraph (1) of the Marriage Law and Article 101 KHI and consider evidence, witnesses, oaths as well as a DNA test, because the protection of interests is not only for the wife and children, but also for the husband/Plaintiff. Keywords: Child Denial, Beyond Time | |
| 38873 | 41440 | H1A019082 | Analisis Operasi Paralel Inverter Off-Grid Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Rooftop | Sebagai salah satu sistem PLTS yang tidak terhubung ke jaringan PLN membuat ketertarikan bagi konsumen akan penggunaan PLTS off-grid karena dapat menghemat listrik dari PLN. Agar energi yang dihasilkan sistem PLTS off-grid dapat digunakan oleh konsumen, dibutuhkan suatu peralatan inverter off-grid untuk mengubah listrik DC menjadi AC. Proses konversi listrik DC ke AC tidak selalu menghasilkan keluaran yang optimal dikarenakan pengaruh dari beban non linear. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk merancang, menganalisis kinerja, dan keluaran inverter seperti arus, tegangan, THD, faktor daya dan efisiensi dari sebuah rangkaian paralel inverter untuk PLTS rooftop. Penelitian dilakukan dengan merancang sistem paralel inveter off-grid dengan total daya maksimum 3000 W pada software PSIM dan mensimulasikan hasil perancangan untuk mengetahui unjuk kerja rangkaian. Selain itu, dilakukan pengujian terhadap keluaran sistem paralel inverter dari produk tertentu yang dengan total daya maksimum 3000 W untuk mengetahui kinerja dan kualitas produk inverter. Dari hasil pengujian yang dilakukan, diketahui bahwa sistem MPPT yang digunakan mampu mempertahankan daya keluaran panel surya pada titik maksimumnya. Pada pengujian fisik keluaran sistem panel surya dipengaruhi oleh faktor intensitas matahari, umur panel, dan penghalang. Sistem paralel inverter pada software PSIM dan menggunakan produk pabrikan mengasilkan arus dan tegangan sinus murni. THD arus dan tegangan pada inverter memiliki memiliki nilai rata-rata dibawah 3% sehingga memenuhi regulasi IEEE 519-1992. Semakin rendah fakor daya sistem berakibat pada penurunan kualitas sistem sehingga menyebabkan THD meningkat. Penggunaan beban pada sistem dapat mempengaruhi efisiensi daya pada sistem paralel inverter. Sistem paralel inverter mampu menghasilkan keluaran yang lebih sehingga dapat meningkatkan kerja sistem. | As one of the PLTS systems that are not connected to the PLN network, consumers are interested in using off-grid PLTS because it can irritate electricity from PLN. So that the energy produced by the off-grid solar power plants system can be used by consumers, an off-grid inverter is needed to convert DC electricity into AC. The process of converting DC electricity to AC does not always produce optimal output due to the influence of nonlinear loads. Therefore this study aims to design, and analyze the performance and output of inverters such as current, voltage, THD, power factor, and efficiency of a parallel inverter circuit for solar power plants rooftops. The research was conducted by designing an off-grid parallel inverter system with a maximum total power of 3000 W in PSIM software and simulating the design results to determine the circuit performance. In addition, testing of the parallel inverter system output from certain products with a maximum total power of 3000 W was carried out to determine the performance and quality of inverter products. From the results of the tests carried out, it is known that the MPPT system used can maintain the output power of the solar panels at their maximum point. In physical testing, the output of the solar panel system is influenced by factors such as solar intensity, panel age, and obstructions. The parallel inverter system in the PSIM software and using the manufacturer's product produces pure sine currents and voltages. The current and voltage THD on the inverter has an average value below 3% so it meets IEEE 519-1992 regulations. A lower system power factor results in a decrease in system quality, causing THD to increase. The use of load on the system can affect the power efficiency of the parallel inverter system. The parallel inverter system can produce more output so that it can improve system work. | |
| 38874 | 41441 | I1C018097 | FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MASKER CLAY EKSTRAK ETANOL BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) TERHADAP Propionibacterium acnes | Jerawat merupakan permasalahan kulit yang disebabkan oleh bakteri P.acnes. Bunga Rosela memiliki kandungan flavonoid yang berkhasiat sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak bunga rosela pada formulasi masker clay terhadap sifat fisik sediaan dan aktivitas antibakteri terhadap P.acnes. Sediaan masker clay dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol bunga rosela sebesar 10%, 15%, dan 20%. Uji organoleptis, homogenitas, dan freeze-thaw dianalisis secara deskriptif, sedangkan uji pH, daya sebar, viskositas, waktu sediaan mengering dan antibakteri dianalisis menggunakan one way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan variasi konsentrasi ekstrak memengaruhi sifat fisik sediaan masker clay dan keempat formula stabil selama masa penyimpanan. Formula I merupakan formula terbaik sebab memenuhi syarat sifat fisik sediaan masker clay dan menghasilkan diameter zona hambat terhadap P.acnes sebesar 20,67 mm. | Acne vulgaris is the most common skin problem caused by P.acnes. Flavonoids, wich have antibacterial activity are faound in roselle calyx. The purpose of this study was to determine the impact of extract concentration on the physical characteristics and the presence of antibacterial activity against P.acnes of clay mask. Clay mask preparations were made with various concentration of roselle calyx ethanolic extract of 10, 15, and 20%. The organoleptic, homogeneity, and freeze-thaw tests were analyzed descriptively, meanwhile ph tests, spreadability, viscosity, drying time, and antibacterial tests were analyzed using one way ANOVA. The results showed that variations of roselle calyx ethanolic extract can impact physical characteristics of the clay mask and each formulas were stable during the storage period. Formula I is the optimum formula because it creates an inhibitory zone diameter of 20,67 mm for P.acnes and fulfill the requirements for the physical properties of clay mask preparations. | |
| 38875 | 41417 | I1C019079 | STUDI POTENSI SENYAWA ANDROGRAFOLIDA DAN TURUNANNYA SEBAGAI INHIBITOR PROTEIN DNMT1 DAN LSD1 PADA TERAPI TALASEMIA BETA SECARA MOLECULAR DOCKING | Latar Belakang : Talasemia beta merupakan penyakit yang ditandai dengan berkurangnya produksi beta globin. Andrografolida dan turunannya dilaporkan memiliki aktivitas terhadap talasemia beta. Penelitian dilakukan untuk mengetahui energi dan jenis ikatan andrografolida dan turunannya pada DNMT1 (3SWR) dan LSD1 (6KGP) secara molecular docking. Metodologi : Struktur DNMT1 dan LSD1 diunduh dari PDB dan ligan dari Pubchem, optimasi menggunakan Avogadro, preparasi menggunakan AutoDock Tools, validasi dan penambatan ligan pada protein target menggunakan AutoDock Vina, perhitungan RMSD menggunakan PyMOL, dan visualisasi menggunakan BIOVIA. Hasil Penelitian : Nilai energi ikatan (kkal/mol) terendah terhadap DNMT1 terdapat pada neoandrografolida (-9,5). Nilai ini lebih rendah daripada ligan natif sinefungin (-9,0), 5-azacitidine (-7), dan decitabine (-6,6). Nilai energi ikatan terendah terhadap LSD1 terdapat pada 14-asetilandrografolida (-9,1). Nilai ini lebih rendah daripada tranylcypromine (-6) tetapi tidak lebih rendah daripada ligan natif FAD (-16,2). Neoandrografolida berikatan pada sisi aktif DNMT1 yaitu GLY1147, ASN1578, PHE1145, MET1169, PHE1145, GLY1150, VAL1580, dan PHE1145. 14-asetilandrografolida berikatan pada sisi aktif LSD1 yaitu LYS661. Kesimpulan : Neoandrografolida berpotensi dalam menghambat DNMT1 dibandingkan dengan kontrol positif. | Background : Beta-thalassemia is a disease characterized by reduced production of beta-globin. Andrographolide and its derivatives have been reported to exhibit activity against beta-thalassemia. The research was conducted to determine the energy and types of binding of andrographolide and its derivatives to DNMT1 (3SWR) and LSD1 (6KGP) by molecular docking. Methods : DNMT1 and LSD1 structures were downloaded from PDB and ligands from Pubchem, optimation using Avogadro, preparation using AutoDock Tools, validation and molecular docking of ligands with target proteins using AutoDock Vina, RMSD calculation using PyMOL, and visualization using BIOVIA. Results : The lowest binding energy value (kkal/mol) against DNMT1 was found in neoandrographolide (-9.5). It is lower than the native ligands sinefungin (-9.0), 5-azacitidine (-7), and decitabine (-6.6). The lowest binding energy value against LSD1 was found in 14-acetylandrographolide (-9.1). It is lower than tranylcypromine (-6) but not lower than the native ligand FAD (-16.2). Neoandrographolide binds to the active site of DNMT1, namely GLY1147, ASN1578, PHE1145, MET1169, PHE1145, GLY1150, VAL1580, and PHE1145. 14-acetylandrographolide binds to the active site of LSD1, namely LYS661. Conclusion : Neoandrographolide has the potential to inhibit DNMT1 compared to the positive control. | |
| 38876 | 41446 | K1C019046 | SINTESIS DAN KARAKTERISASI REDUCED GRAPHENE OXIDE (rGO) BERBAHAN DASAR ARANG AKTIF SEKAM PADI SEBAGAI ELEKTRODA SUPERKAPASITOR | Sintesis dan karakterisasi reduced graphene oxide (rGO) berbahan dasar arang aktif sekam padi sebagai elektroda superkapasitor telah berhasil dilakukan. Raw material arang aktif sekam padi dibuat melalui proses karbonisasi menggunakan Muffle Furnace PPF-UG pada suhu 300 ℃ selama 1 jam dan proses aktivasi dengan KOH 50% selama 24 jam perendaman. Selanjutnya, dilakukan sintesis rGO berbahan dasar arang aktif sekam padi dengan menggunakan metode mechanical milling selama 50 menit dan reduksi termal menggunakan furnace pada suhu 200 ℃ selama 30 menit. Kemudian rGO tanpa proses reduksi termal telah diamati untuk melihat pengaruh dari reduksi termal. Sampel kemudian dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Field Emission Scanning Electron Microscopy (FESEM), Energy Dispersive X-Ray (EDX) dan Surface Area Analyzer (SAA). Hasil karakterisasi menunjukkan adanya pengaruh reduksi termal terhadap struktur, morfologi, dan luas permukaan rGO. Karakterisasi dengan metode BET mengungkapkan bahwa sampel setelah diberikan pemanasan menunjukan luas permukaan yang meningkat dan diameter pori kecil yang menguntungkan untuk aplikasi elektroda pada superkapasitor. Luas permukaan dan diameter pori yang dihasilkan secara berurut sebesar 121,244 m2/g dan 4,893 nm, Hasil penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi dalam pengembangan elektroda superkapasitor berbasis rGO yang lebih efisien dan berkelanjutan. | Synthesis and characterization of reduced graphene oxide (rGO) based on activated charcoal from rice husk as a supercapacitor electrode has been successfully carried out. Active rice husk charcoal raw material was made through a carbonization process using Muffle Furnace PPF-UG at 300 ℃ for 1 hour and activation process with 50% KOH for 24 hours soaking. Furthermore, the synthesis of rGO made from active charcoal from rice husk was carried out using the mechanical milling method for 50 minutes and thermal reduction using a furnace at 200 ℃ for 30 minutes. Then rGO without thermal reduction process was observed to see the effect of thermal reduction. The samples were then characterized using X-Ray Diffraction (XRD), Field Emission Scanning Electron Microscopy (FESEM), Energy Dispersive X-Ray (EDX) and Surface Area Analyzer (SAA). The characterization results showed that there was an effect of thermal reduction on the structure, morphology, and surface area of rGO. Characterization by the BET method revealed that the sample after being given heating showed an increased surface area and small pore diameter which is advantageous for electrode applications in supercapacitors. The resulting surface area and pore diameter are 121.244 m2/g and 4.893 nm respectively. The results of this study have the potential to contribute to the development of more efficient and sustainable rGO-based supercapacitor electrodes. | |
| 38877 | 41442 | F1D019028 | Ekonomi Politik dalam Perkembangan Usaha Tahu di Sentra Industri Tahu Kalikabong Purbalingga | Sentra Industri Tahu Kalikabong merupakan rumah para pengrajin tahu yang sudah terkenal di Purbalingga. Eksistensi tahu kalikabong sampai saat ini masih bertahan, namun tengah mengalami krisis keberlanjutan karena berkurangnya minat untuk meneruskan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan ekonomi politik dalam dinamika usaha tahu di Kalikabong Purbalingga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan studi pustaka. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah purposive sampling dengan melibatkan pengrajin tahu aktif dan pemerintah setempat. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya interaksi antara pemerintah daerah dan pengrajin tahu dalam dinamika usaha tahu. Dinamika usaha tahu di Kalikabong tidak luput dari kebijakan-kebijakan pemerintah. Keputusan politik yang dijalankan oleh pemerintah tidak selalu berjalan dengan baik karena adanya pilihan dari dalam individu pengrajin tahu. Kebijakan pro investasi yang ditujukan untuk kepentingan pembangunan ekonomi daerah juga menjadi salah satu faktor terjadinya krisis keberlanjutan usaha bagi pengrajin tahu di Sentra Industri Tahu Kalikabong Purbalingga. | Kalikabong Tofu Industrial Center is the home of famous tofu craftsmen in Purbalingga. The existence of kalikabong tofu is still persistent, but it is in the midst of a sustainability crisis due to a decrease in interest to continuing business. This research aims to explain the political economy in the dynamics of tofu business in Kalikabong Purbalingga. The methods used in this study are qualitative with the approach of case studies and library studies. The informant selection technique used is purposive sampling by involving active tofu craftsmen and local governments. The results of this study show that there is an interaction between local government and tofu craftsmen in the journey of tofu businesses. The dynamics of the tofu business in Kalikabong did not escape government policies. Political decisions made by the government do not always go well because there is a choice of individual craftsmen. Pro-investment policies aimed at regional economic development are also one of the factors of the business continuity crisis for tofu craftsmen at the Kalikabong Purbalingga Tahu Industrial Center. | |
| 38878 | 44396 | F1F020021 | Kerja Sama Indonesia dan United Nations High Commissioner For Refugees (UNHCR) dalam Penanganan Pengungsi Afghanistan di Indonesia Pada Tahun 2017-2022 | Pengungsi dari Afghanistan telah menjadi tantangan kemanusiaan yang signifikan, dengan dampak yang luas terhadap negara-negara yang menjadi tujuan akhir, termasuk Indonesia. Penanganan pengungsi ini memerlukan kerja sama antarnegara dan organisasi internasional, salah satunya adalah antara Indonesia dan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerja sama antara Indonesia dan UNHCR dalam penanganan pengungsi Afghanistan di Indonesia selama periode 2017-2022. Konsep humanitarian assistance dan teori rezim akan menjadi landasan untuk memahami dinamika kerja sama dalam konteks penanganan pengungsi. Melalui pendekatan ini, penelitian ini mengeksplorasi peran, kebijakan, dan strategi yang digunakan oleh Pemerintah Indonesia dan UNHCR dalam menangani masalah pengungsi Afghanistan. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang mendalam tentang efektivitas kerja sama dalam penanganan pengungsi, serta implikasinya terhadap kebijakan nasional dan internasional di masa depan. Dengan demikian, kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan UNHCR dalam penanganan pengungsi Afghanistan di Indonesia merupakan aspek penting dalam upaya kemanusiaan global. | Refugees from Afghanistan have become a significant humanitarian challenge, affecting a wide range of destination countries, including Indonesia. Handling these refugees requires cooperation between countries and international organizations, one of which is between Indonesia and the United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). This research aims to analyze the cooperation between Indonesia and UNHCR in handling Afghan refugees in Indonesia during the 2017-2022 period. The concept of humanitarian assistance and regime theory will be the basis for understanding the dynamics of cooperation in the context of handling refugees. Through this approach, this research explores the roles, policies, and strategies used by the Government of Indonesia and UNHCR in handling the Afghan refugee problem. The findings of this research are expected to provide deep insights into the effectiveness of cooperation in handling refugees, as well as its implications for future national and international policies. Thus, cooperation between the Government of Indonesia and UNHCR in handling Afghan refugees in Indonesia is an important aspect of global humanitarian efforts. | |
| 38879 | 41444 | A1A019038 | OPTIMALISASI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI USAHATANI MINA PADI DI DESA PANEMBANGAN KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS | Usahatani mina padi merupakan usahatani inovatif yaitu budidaya ikan dan padi di sawah secara bersamaan. Keterbatasan petani dalam memperoleh faktor produksi menuntut petani untuk menggunakan faktor produksi secara efisien. Oleh karena itu diperlukan optimalisasi untuk mengetahui kombinasi faktor produksi optimal sehingga petani mendapatkan keuntungan maksimum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kombinasi penggunaan faktor produksi usahatani mina padi yang optimal, menganalisis perbedaan keuntungan usahatani mina padi pada musim tanam pertama dengan usahatani mina padi pada musim tanam kedua. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Metode analisis menggunakan analisis keuntungan, analisis optimasi, dan uji beda. Keuntungan usahatani mina padi pada musim tanam pertama sebesar Rp6.115.340,00 dan pada musim tanam kedua sebesar Rp6.487.589,00. Hasil estimasi model optimasi menunjukkan bahwa penggunaan sumber daya pertanian belum optimal. Penggunaan faktor produksi belum optimal yang ditunjukkan dengan penggunaan input yang masih berlebih seperti benih ikan, benih padi, pupuk ponska, pupuk urea, pakan, dan tenaga kerja pada musim tanam pertama dan penggunaan modal, benih padi, pupuk ponska, pupuk urea, pakan, dan tenaga kerja pada musim tanam kedua. Terdapat perbedaan signifikan antara keuntungan petani mina padi pada musim tanam pertama dengan keuntungan petani mina padi padi pada musim tanam kedua. | Mina padi farming is an innovative farming, namely the cultivation of fish and rice in paddy fields simultaneously. Limitations of farmers in obtaining factors of production require farmers to use factors of production efficiently. Therefore it is necessary to optimize to determine the optimal combination of production factors so that farmers get the maximum profit. This study aims to calculate the profits of mina padi farming, analyze the combination of the optimal use of production factors for mina padi farming, analyze the differences in the profits of mina padi farming in the first growing season with mina padi farming in the second growing season. Sampling using simple random sampling method. The analytical method uses profit analysis, optimization analysis, and different test. The profit of mina padi farming in the first planting season is Rp6,115,340.00 and in the second planting season is Rp6,487,589.00. The optimization model estimation result showed that the use of farming resource was not yet optimal. The use of production factors is not optimal as indicated by the excessive use of inputs such as capital, land, rice seeds, urea fertilizer, feed, and labor in the first growing season and the use of capital, land, ponska fertilizer, urea fertilizer, feed, and labor in the second growing season. There is a significant difference between the profits of mina padi farmers in the first growing season and the profits of mina padi farmers in the second growing season. | |
| 38880 | 41445 | H1D016051 | PENGOLAHAN DATA TRACER STUDY DENGAN PERBANDINGAN NAÏVE BAYES CLASSIFIER DAN ALGORITMA C4.5 PADA ALUMNI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Data mining, sebagai bagian dari Knowledge Data Discovery, menggunakan metode seperti Naïve Bayes Classifier dan Decision Tree C4.5 untuk melakukan prediksi lebih jauh menggunakan data yang telah ada. Organisasi pemerintahan, seperti Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memanfaatkan data dalam jumlah besar, salah satunya adalah dalam program Tracer Study (TS) yang digunakan untuk melacak jejak alumni di pasar kerja. Namun menurut Kemenristekdikti sendiri, penggunaan data Tracer Study masih belum maksimal. Penelitian ini fokus pada TS di Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman, dengan metode Data Mining, membandingkan Naïve Bayes dan Decision Tree C4.5 dalam memprediksi relevansi jurusan dan pekerjaan alumni, sebagai salah satu bentuk langkah awal dalam pemanfaatan data TS. Dari hasil penelitian ini didapatkan akurasi sebesar 40% untuk prediksi menggunakan Naive bayes serta akurasi yang sama, 40% untuk algoritma C4.5. | As a part of Knowledge Data Discovery, Data Mining uses methods such as Naive bayes and Decision Tree C4.5 to make further predictions using the available dataset. Government organizations, Ministry of Research, Technology, and Higher Education (Kemenristekdikti) in particular, harness large amounts of data, including the Tracer Study (TS) program, used to track alumni's paths in the job market. However, according to Kemenristekdikti itself, the utilization of Tracer Study data has not been maximized. This research focuses on TS within the Faculty of Engineering at Jenderal Soedirman University, applying Data Mining techniques, comparing Naïve Bayes and Decision Tree C4.5 to predict the relevance of majors and alumni's occupations, as an initial step in utilizing TS data. The results of this study revealed an accuracy of 40% for predictions using Naive Bayes and an equal accuracy of 40% for the C4.5 algorithm. |