Artikelilmiahs

Menampilkan 38.761-38.780 dari 48.943 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3876141352F1C019028Penerimaan Orang Tua Terhadap Unsur Kekerasan Sebagai Hiburan dalam Serial Kartun Anak ‘Spongebob Squarepants’ di GTV Film kartun pada umumnya ditujukan kepada anak-anak sebagai audiens utamanya, namun dalam perkembangannya terdapat beberapa unsur konten pada kartun yang dinilai kurang pantas bagi anak-anak. Serial Animasi ‘Spongebob Squarepants’ merupakan salah satu kartun yang masih ditayangkan di GTV hingga saat ini karena kepopulerannya, namun di balik kepopulerannya ‘Spongebob Squarepants’ memiliki beberapa kontroversi karena seringkali menampilkan unsur kekerasan sebagai hiburan pada beberapa episodenya sehingga menjadi perhatian karena dapat mempengaruhi pola pikir dan perilaku anak. Orang tua memiliki peran dalam memilihkan tayangan televisi untuk anak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemaknaan serta penerimaan orang tua terhadap hiburan yang seringkali ditampilkan dalam bentuk kekerasan pada serial kartun anak ‘Spongebob Squarepants’ di GTV dengan melihat perbedaan latar belakang tiap orang tua yang tentunya berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Data penelitian diperoleh melalui FGD (Focus Group Disscusion), kemudian dianalisis menggunakan Teori Analisis Resepsi. Penelitian menyebutkan bahwa penerimaan dan pemaknaan orang tua terhadap unsur kekerasan sebagai hiburan yang ada dalam ‘Spongebob Squarepants’ dipengaruhi oleh perbedaan penilaian berdasarkan pola pikir, pengalaman bermedia, serta pola pendampingan tontonan anak dari masingmasing orang tua. Keberagaman penerimaan orang tua tersebut dikategorikan ke dalam tiga jenis posisi, yaitu posisi hegemoni dominan, posisi negosiasi, dan posisi oposisi dengan posisi negosiasi mencakup sebagian besar audiens pada penelitian dan posisi dominan menjadi kelompok terkecil dalam pemaknaan unsur kekerasan sebagai hiburan dalam serial kartun ‘Spongebob Squarepants’. Cartoon films are generally aimed at children as the main audience, but in its development there are several content elements in cartoons that are considered inappropriate for children. The animated series 'Spongebob Squarepants' is one of the cartoons that is still airing on GTV today because of its popularity, but behind its popularity 'Spongebob Squarepants' has several controversies because it often displays elements of violence as jokes in some of its episodes. These controversies becomes a concern because it can influence mindsets and child behavior. On the other side, parents have a role in choosing television shows for children. This research aims to find out how parents interpret and accept jokes which is often shown in the form of violence in the children's cartoon series 'Spongebob Squarepants' on GTV by looking at the different backgrounds of each parent. This research uses descriptive qualitative as the main method with purposive sampling as the method of selecting informants. Research data was obtained through FGD (Focus Group Discussion), then analyzed using Reception Analysis Theory. Research states that parents' acceptance and interpretations of elements of violence as jokes in 'Spongebob Squarepants' is influenced by differences in judgments based on mindset, media experience, and patterns of accompanying children's media consumption. The diversity of parental acceptance is categorized into three types of positions, namely dominant hegemonic positions, negotiating positions, and oppositional positions with negotiating positions covering most of the audience in the research and the dominant position being the smallest group in the interpretations of elements of violence as jokes in the cartoon series 'Spongebob Squarepants'.
3876242627J1D019006PENGUKURAN KETERAMPILAN MEMBACA BERITA KELAS VIII DI SMP NEGERI 7 PURWOKERTOKeterampilan membaca merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh peserta didik. Salah satu keterampilan membaca pada penelitian ini yaitu membaca berita. Tujuan penelitian ini untuk mengukur kemampuan siswa dalam membaca khususnya pada materi berita. Latar belakang permasalahan pada penelitian ini yaitu dibutuhkan stategi pembelajaran yang tepat pada keterampilan membaca siswa dengan mengukur sejauh mana siswa memahami bahan bacaan.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan instrumen dengan teknik pengukuran keterampilan membaca berita. Populasi pada penelitian ini yaitu 90 siswa dengan menggunakan sampel rumus slovin berjumlah 70 siswa. Teknik pengumpulan data berupa unjuk kerja (penugasan membuat video membaca berita) dan rubrik penilaian.
Hasil penelitian ini sebagai berikut: (1) Berdasarkan hasil penelitian pengembangan diperoleh dalam bentuk instrumen penilaian pengukuran keterampilan membaca berita yang sudah memiliki kelayakan yaitu memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Pengembangan instrumen penilaian pengukuran khususnya pada keterampilan membaca berita mengikuti prosedur penyusunan Uji coba yang dilakukan penelitian telah dinyatakan valid, dan memperoleh hasil koefisien reliabilitas 0,768. (2) Pada pengukuran keterampilan membaca berita siswa kelas VIII menunjukkan skor tertinggi pada aspek penilaian kejelasan volume suara (65,1), sedangkan yang terlemah pada aspek penilaian kesesuaian ekspresi wajah (52,8). Siswa yang belum mencapai nilai berjumlah 67, sedangkan yang sudah mencapai berjumlah tiga siswa.
Reading skills are one of the skills that students must master. One of the reading skills in this research is reading the news. The aim of this research is to measure students' ability to read, especially news material. The background to the problem in this research is that appropriate learning strategies are needed for students' reading skills by measuring the extent to which students understand the reading material.
This research uses a type of instrument development research with techniques for measuring news reading skills. The population in this study was 90 students using the Slovin formula as a sample of 70 students. Data collection techniques include performance (assignment to make a video reading the news) and an assessment rubric.
Results of this research are as follows: (1) Based on the results of development research, it is obtained in the form of an assessment instrument for measuring news reading skills which already has feasibility, namely meeting the validity and reliability requirements. The development of measurement assessment instruments, especially for news reading skills, followed the preparation procedures. The research trials carried out were declared valid, and obtained a reliability coefficient of 0.768. (2) In measuring news reading skills, class VIII students showed the highest score in the aspect of assessing the clarity of voice volume (65.1), while the weakest was in the aspect of assessing the suitability of facial expressions (52.8). The number of students who have not achieved the score is 67, while those who have achieved it are three students.
3876341356L1C018020Pemetaan Risiko Berdasarkan Skenario Ketinggian Tsunami di Pesisir Kabupaten Cilacap, Kebumen, dan PurworejoTsunami merupakan bencana alam yang mengancam penduduk di daerah pesisir. Pesisir Cilacap, Kebumen, dan Purworejo merupakan pesisir yang berada pada bagian selatan Pulau Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui luasan kerentanan tsunami dan peta risiko tsunami pada pesisir Cilacap, Kebumen, dan Purworejo berdasarkan skenario ketinggian tsunami. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan analisis penggabungan bobot parameter. Parameter yang digunakan meliputi kelerengan, ketinggian, penutupan lahan, jarak dari garis Pantai, dan jarak dari Sungai. Penelitian ini menggunakan skenario ketinggian tsunami 5 meter, 15 meter, dan 30 meter. Hasil skoring dari peta ancaman dan peta kerentanan dikalikan untuk mendapatkan peta risiko tsunami. Hasil penelitian ini, rata-rata kerentanan tsunami yaitu kerentanan sedang, dan risiko tsunami sangat tinggi pada Kecamatan Cilacap Selatan, Adipala, Mirit, dan NgombolTsunami is a natural disaster that threatens residents in coastal areas. The coast of Cilacap, Kebumen, and Purworejo is a coast located in the southern part of Java Island. The purpose of this study was to determine the extent of tsunami vulnerability and tsunami risk maps on the coasts of Cilacap, Kebumen, and Purworejo based on tsunami height scenarios. The research method uses a descriptive method with weight overlay analyst. The parameters used include slope, elevation, land cover, distance from the coastline, and distance from the river. This study used tsunami height scenarios of 5 meters, 15 meters, and 30 meters. The scoring results from the hazard map and vulnerability map are multiplied to obtain a tsunami risk map. The results of this study, the average tsunami vulnerability is moderate vulnerability. and tsunami risk is very high in Cilacap Selatan, Adipala, Mirit, and Ngombol district
3876441357K1A019017PENGARUH FERMENTASI TERHADAP KADAR FENOLIK
DAN FLAVONOID SERTA AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN
ANTIBAKTERI BUAH KUPA (Syzygium polycephalum)
TERHADAP Escherichia coli
Fermentasi asam laktat telah banyak dilakukan untuk meningkatkan nilai gizi,
kandungan fungsional, dan daya simpan produk makanan. Kupa (Syzygium polycephalum) merupakan salah satu buah yang banyak terdapat di Indonesia.
Mempertimbangkan sifat buah kupa yang mudah rusak maka perlu dilakukan
pengolahan dengan proses fermentasi untuk meningkatkan daya simpan buah kupa.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh fermentasi terhadap kadar
fitokimia dan aktivitas biologis buah kupa. Uji kadar fitokimia yang dilakukan meliputi total fenolik menggunakan metode Folin-Ciocalteu dan total flavonoid
menggunakan metode alumunium klorida (AlCl3). Uji aktivitas biologis meliputi
aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikril-hidrazil)
dan ABTS (2,2’-azino-bis (3- etilbenzotiazolin)-6-asam sulfonat), serta aktivitas
antibakteri terhadap Escherichia coli menggunakan metode mikrodilusi. Jus buah
kupa yang difermentasi dengan Lactobacillus acidophilus dan Lactiplantibacillus
plantarum menunjukkan kadar fitokimia dan aktivitas biologis yang
menguntungkan dibandingkan dengan buah yang tidak difermentasi, meskipun
terjadi penurunan antioksidan. Fermentasi buah kupa menggunakan Lactobacillus
acidophilus dan Lactiplantibacillus plantarum meningkatkan aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli secara signifikan. Hasil penelitian ini menunjukkan
adanya potensi untuk mengembangkan minuman probiotik fermentasi buah kupa.
Lactic acid fermentation has been widely used to increase the nutritional value,
functional content, and shelf-life of food products. Kupa fruit (Syzygium polycephalum) is one of the fruits that are widely available in Indonesia.
Considering the perishable nature of kupa fruit, a fermentation process is carried out to increase shelf-life of kupa fruit. The purpose of this study is to determine the
effect of fermentation of phytochemical contents and biological activities of kupa
fruit. Determining the phytochemical contents included total phenolics is measured
by Folin-Ciocalteu method and total flavonoids using the aluminium chloride
(AlCl3) method. Determining the biological activities included antioxidant
activities was measured by DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazil) and ABTS (2,2’-
azino-bis (3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)) method, and antibacterial
activity againist Eschericia coli using microdilution assay. Fermented kupa fruit
juice with Lactobacillus acidophilus and Lactplantibacillus plantarum enhanced phytocemical contents and biological activity compared to unfermented fruit,
despite a decrease in antioxidant activities. Fermentation kupa fruit with
Lactobacillus acidophilus and Lactiplantibacillus plantarum siginificantly
increased antibacterial activity againist Eschericia coli. The results of this study indicate a high potential for developing fermented kupa fruit to develop probiotic
beverage.
3876541358C1C019022Implikasi Pemanfaatan Financial Technology Berbasis Quick Response Indonesian Standard Terhadap Kinerja UMKM Di Kabupaten Banyumas (Menggunakan Pendekatan Technology Acceptance Model)Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerimaan dan penggunaan teknologi informasi oleh pelaku UMKM yang menggunakan fintech QRIS sebagai alat pembayaran dalam bertransaksi dan implikasinya terhadap kinerja UMKM di Kabupaten Banyumas khusunya di Kota Purwokerto, Jawa Tengah. Jenis data yang digunakan adalah data primer dengan menggunakan kuesioner. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 170 sampel penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Hasil penelitian menggunakan SmartPLS 3.0 menunjukan bahwa: (1) Persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh positif terhadap persepsi manfaat pada pemanfaatan fintech berbasis QRIS, (2) Persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh positif terhadap sikap penggunaan pada pemanfaatan fintech berbasis QRIS, (3) Persepsi manfaat tidak berpengaruh positif terhadap sikap penggunaan pada pemanfaatan fintech berbasis QRIS, (4) Sikap penggunaan berpengaruh positif terhadap minat perilaku pada pemanfaatan fintech berbasis QRIS, (5) Minat perilaku berpengaruh positif terhadap fintech berbasis QRIS, (6) Fintech berbasis QRIS berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM.The purpose of this study was to determine the acceptance and use of information technology by MSME players who use QRIS fintech as a means of payment in transactions and its implications for the performance of MSMEs in Banyumas Regency, especially in Purwokerto City, Central Java. The type of data used is primary data using a questionnaire. The number of samples used in this study amounted to 170 research samples. The sampling technique used purposive sampling method based on certain criteria. The results of research using SmartPLS 3.0 show that: (1) Perceived ease of use has a positive effect on perceived benefits on the use of QRIS-based fintech, (2) Perceived ease of use has a positive effect on usage attitudes on the use of QRIS-based fintech, (3) Perceived benefits do not have a positive effect on usage attitudes on the use of QRIS-based fintech, (4) Usage attitudes have a positive effect on behavioral interest in the use of QRIS-based fintech, (5) Behavioral interest has a positive effect on QRIS-based fintech, (6) QRIS-based fintech has a positive effect on MSME performance.
3876641359K1A019056Fraksinasi Ekstrak Metanol Daging Buah Ketapang (Terminalia catappa L.) dan Uji Antijamur terhadap Candida albicansKetapang (Terminalia catappa L.) adalah tanaman yang memiliki banyak manfaat pengobatan. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa beberapa bagian tanaman ketapang seperti daun dan kulit batang efektif digunakan sebagai antijamur terhadap Candida albicans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur dari fraksi dan ekstrak daging buah ketapang terhadap jamur Candida albicans. Tahapan penelitian ini adalah maserasi dengan menggunakan metanol, pemekatan maserat, fraksinasi berturut-turut dengan pelarut n-heksana dan etil asetat, pengujian aktivitas antijamur dengan difusi cakram, skrining fitokimia, dan pengujian LC-MS. Hasil penelitian diperoleh aktivitas antijamur dengan hasil zona bening ekstrak metanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan residu berturut-turut adalah 4,165; 5,315; 6,26; dan 10,125 mm. Hasil uji fraksi residu memberikan aktivitas tertinggi. Hasil skrining fitokimia fraksi residu positif mengandung tanin, steroid, dan terpenoid. Hasil LC-MS diperoleh dugaan senyawa asam galat dan norethisterone dengan m/z masing-masing sebesar 171,1 dan 299,1.Ketapang (Terminalia catappa L.) is a plant that has many medicinal benefits. Previous research found that some parts of the ketapang plant, such as the leaves and bark, are effective as antifungals against Candida albicans. This study aims to determine the antifungal activity of the ketapang fruit fraction and extract against the fungus Candida albicans. The stages of this research were maceration using methanol, concentration of macerate, fractionation successively with n-hexane and ethyl acetate solvents, testing of antifungal activity by disc diffusion, phytochemical screening, and LC-MS testing. The results showed that the antifungal activity with the results of clear zones of methanol extract, n-hexane fraction, ethyl acetate fraction, and residue were 4.165; 5.315; 6,26; and 10.125 mm. The results of the residual fraction test gave the highest activity. The results of the phytochemical screening are tested positive with tannins, steroids and terpenoids. The LC-MS results obtained presumed gallic acid and norethisterone compounds with m/z of 171.1 and 299.1 respectively.
3876745310L1B020053PENGARUH VARIASI SUMBER KARBON TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI PROBIOTIK Lactococcus lactisAplikasi probiotik dalam akuakultur berkaitan erat dengan penggunaan sumber karbon sebagai medium pertumbuhan bakteri. Sumber karbon merupakan zat dan senyawa penyedia karbon sebagai sumber nutrisi esensial bagi bakteri untuk melakukan pertumbuhan. Sumber karbon yang sesuai diperlukan oleh bakteri untuk dapat menunjang proses pertumbuhannya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variasi sumber karbon dan mengetahui sumber karbon terbaik untuk pertumbuhan bakteri Lactococcus lactis. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan berupa P0 (kontrol), P1 (dedak padi), P2 (tepung bungkil kedelai), P3 (tepung ikan), dan P4 (molase) dan 3 kali pengulangan. Pertumbuhan bakteri diukur menggunakan metode spektrofotometri dengan nilai Optical Density (OD) sebagai indikator kepadatan sel bakteri. Parameter yang diamati diantaranya jumlah generasi, waktu generasi, jumlah sel dalam kultur, dan laju pertumbuhan spesifik. Analisis data dilakukan menggunakan analisis One-Way Anova dan uji lanjut duncan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa perlakuan sumber karbon terbaik terdapat pada perlakuan P2 (tepung bungkil kedelai) dengan parameter jumlah sel tertinggi dengan nilai 15505.66±44.63 sel/mL. Hasil tersebut menunjukkan bahwa variasi sumber karbon yang digunakan berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri Lactococcus lactis dan tepung bungkil kedelai merupakan sumber karbon terbaik untuk pertumbuhan bakteri Lactococcus lactis.The application of probiotics in aquaculture is closely related to the use of carbon sources as a medium for bacterial growth. Carbon sources are substances and compounds that provide carbon as an essential source of nutrients for bacteria to grow. A suitable source of carbon is needed by bacteria to be able to support their growth process. This study was conducted with the aim of determining the influence of variations in carbon sources and finding out the best carbon source for the growth of Lactococcus lactis bacteria. The method used was a Complete Random Design (RAL) with 5 treatments in the form of P0 (control), P1 (rice bran), P2 (soybean meal flour), P3 (fish meal), and P4 (molasses) and 3 repetitions. Bacterial growth was measured using the spectrophotometry method with an Optical Density (OD) value as an indicator of bacterial cell density. The parameters observed included the number of generations, the time of generation, the number of cells in the culture, and the specific growth rate. Data analysis was carried out using One-Way Anova analysis and further tests of duncan. The best carbon source treatment was found in the P2 treatment (soybean meal meal) with the highest cell count parameter with a value of 15505.66±44.63 cells/mL. The results showed that the variation of the carbon source used was influential and soybean meal flour was the best source of carbon for the growth of Lactococcus lactis bacteria
3876841360G1A018021AKTIVITAS ANTIBIOFILM PROPOLIS LEBAH MADU TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosaPendahuluan: Jumlah kematian akibat infeksi bakteri Pseudomonas aeruginosa mencapai 50% tergantung dari jenis infeksinya. P.aeruginosa dapat ditemukan pada berbagai lingkungan salah satunya lingkungan rumah sakit, dengan angka kejadian sekitar 10-15%. P.aeruginosa merupakan salah satu bakteri yang sulit untuk diobati karena kemampuannya dalam membentuk biofilm. Propolis merupakan resin alami yang mengandung flavonoid, fenol dan terpenoid yang dapat digunakan sebagai antibiofilm. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibiofilm propolis dalam menghambat pembentukan biofilm P. aeruginosa.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratori in vitro dengan rancangan post-test only control group design. Jumlah sampel ditentukan dengan rumus Federer, dimana sampel dalam penelitian ini berjumlah 4 perkelompok. Propolis dilarutkan menggunakan akuades sehinga konsentrasi menjadi 12.5%, 6,25%, 3,125%, 1,56%, 0,78%. Penghambatan pembentukan biofilm diukur menggunakan microtiter plate assay dengan panjang gelombang 620 nm.
Hasil: Propolis dapat menghambat pembentukan biofilm sebesar 19.67% pada konsentrasi 0,78%. Pada konsentrasi 1,56%, 3,125%, 6,25%, serta 12,5% tidak dapat menghambat pembentukan biofilm pada konsentrasi tinggi lainnya dikarenakan viskositas dari propolis yang tinggi dan adanya kandungan lain dari propolis yang mungkin dapat menginisasi pembentukan biofilm.
Kesimpulan: Propolis memiliki aktivitas antibiofilm terhadap bakteri P.aeruginosa pada konsentrasi 0,78%.
Introduction: The number deaths of the infection effect from the bacterium Pseudomonas aeruginosa reaches 50% depending on the type of infection. The P.aeruginosa can be found in various environments, one of which is the hospital, with an incidence around 10-15%. P.aeruginosa is one of the bacteria that is difficult to treat because of its ability to form biof
ilm. Propolis is a natural resin containing flavonoid, fenol and terpenoid which used as antibiofilm. This study aims to examine the antibiofilm activity of propolis in inhibiting the formation of P. aeruginosa biofilm.

Methods: This study is an in vitro laboratory experimental with a post-test only control group design. The number of samples was determined by the federer formula, where the samples in this study were 4 per groups. The propolis dissolved using aquades with the result the concentration became 12.5%, 6.25%, 3.125%, 1.56%, 0.78%. The proces of of inhibition of biofilm formation was measured using a microtiter plate assay with a wavelength of 620 nm.

Results: Propolis can inhibit biofilm formation by 19.67% at a concentration of 0.78%. However, the proces cannot inhibit biofilm formation at other high concentrations because of the high viscosity of propolis, and the presence of other propolis ingredients which may be able to initiate biofilm formation.

Conclusion: Propolis has antibiofilm activity against P.aeruginosa bacteria at a concentration of 0.78%.
3876941362C1A019048Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan Terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Papua Barat dan Papua Tahun 2009-2020Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah variabel pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dana alokasi khusus dan bagi hasil terhadap indeks pembangunan manusia dalam jangka pendek dan jangka panjang di provinsi Nusa Tenggara Timur, Papua Barat dan Papua selama tahun 2009-2020. Penelitian ini menggunakan data sekunder selama 9 tahun. Penelitian ini menggunakan metode Panel Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pendapatan asli daerah berpengaruh negatif signifikan dalam jangka pendek terhadap IPM dan berpengaruh positif signifikan secara jangka panjang. Variabel dana alokasi umum berpengaruh negatif tidak signifikan dalam jangka pendek terhadap IPM dan berpengaruh negatif signifikan secara jangka panjang. Variabel dana alokasi khusus berpengaruh negatif signifikan secara jangka pendek terhadap IPM dan berpengaruh positif signikan secara jangka panjang. Variabel dana bagi hasil, variabel dana bagi hasil berpengaruh positif tidak signifikan secara jangka pendek dan jangka panjang terhadap IPM.This study aims to analyze whether the variables of local original income, general allocation funds, special allocation funds and profit sharing against the human development index in the short and long term in the provinces of East Nusa Tenggara, West Papua and Papua during 2009-2020. This study used secondary data for 9 years. This study used the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) Panel method to analyze the data. The results showed that the variable of local native income had a significant negative effect in the short term on HDI and a significant positive effect in the long term. General allocation fund variables have a negative insignificant effect in the short term on HDI and a significant negative effect in the long run. The variable of special allocation funds has a significant negative short-term effect on HDI and a significant positive effect on the long term. Variable profit sharing funds, variable profit sharing funds have a positive effect not significantly in the short and long term on HDI.
3877041363F1D019052PEMANFAATAN METODE SOSIALISASI KPU PURBALINGGA DALAM PEMILIHAN BUPATI TAHUN 2020 DI TENGAH COVID-19 (STUDI KASUS DESA KEDUNGBENDA)Dalam gelaran Pemilu tentunya diharapkan menghasilkan pemerintahan yang memiliki legitimasi kekuasaan berlandaskan suara rakyat. Bedasarkan Undang- Undang Nomor 7 Tahun 2017, KPU berperan dalam menyusun tata kerja dan peraturan, mengoordinasikan dan menyelenggaraan pemilu, melakukan sosialisasi pemilu, bahkan evaluasi laporan setiap tahapan guna transparansi pemilu. Berbagai upaya untuk mencerdaskan masyarakat dilakukan salah satunya dengan sosialisasi. Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya KPU Purbalingga dalam melakukan sosialisasi pemilu ke masyarakat Desa Kedungbenda pada Pemilihan Bupati Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Paradigma ini menganalisis secara sistematis terhadap socially meaningful action melalui pengamatan langsung dan terperinci terhadap pelaku sosial. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa upaya KPU Purbalingga dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat Desa Kedungbenda adalah lewat sosialisasi dua metode, yakni daring dan luring. Metode daring dilakukan lewat penyebaran konten di media sosial facebook, Instagram, Whatsapp, Youtube dan website KPU Purbalingga. Kemudian media luring dilakukan dengan bantuan PPS Kedungbenda. Kedua metode tersebut digunakan untuk menyasar segmentasi masyarakat yang dipetakan oleh KPU Purbalingga.In the election event, of course, it is expected to produce a government that has the legitimacy of power based on the people's vote. Based on Law Number 7 of 2017, the KPU has a role in drafting work procedures and regulations, coordinating and holding elections, conducting election socialization, and even evaluating reports at each stage for election transparency. Various efforts to educate the community are carried out, one of which is socialization. The results of this research article aim to describe the Purbalingga KPU's efforts to socialize the election to the people of Kedungbenda Village during the 2020 Regent Election. This research uses a qualitative method with a case study approach and uses interview, observation, and documentation data collection techniques. This paradigm analyzes socially meaningful action systematically through direct and detailed observation of social actors. The results of this study indicate that the Purbalingga KPU's efforts to increase the political participation of the people of Kedungbenda Village are through the socialization of two methods, namely online and offline. The online method is carried out by distributing content on social media Facebook, Instagram, Whatsapp, Youtube and the KPU Purbalingga website. Then offline media was carried out with the help of Kedungbenda PPS. Both of these methods are used to target the community segmentation mapped by KPU Purbalingga.
3877141364I1A019096FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DERMATITIS ATOPIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AREN JAYA KOTA BEKASIDermatitis atopik merupakan salah satu gangguan kesehatan yang dialami oleh warga di wilayah kerja Puskesmas Aren Jaya Kota Bekasi, penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti faktor kebersihan diri dan faktor lingkungan. Ada beberapa dampak negatif dari penyakit ini, salah satunya adalah komplikasi berbagai penyakit. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh variabel umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, riwayat alergi, kebersihan diri, sumber air bersih, suhu dan kelembaban ruangan, dan kepadatan hunian terhadap kejadian dermatitis atopik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan kasus kontrol yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Aren Jaya Kota Bekasi dengan jumlah sampel sebanyak 126 responden yang terdiri dari 42 sampel kasus yang didiagnosis oleh dokter Puskesmas dan 84 sampel kontrol. yang tinggal di wilayah yang sama dengan kelompok kasus. Variabel yang dianalisis adalah faktor risiko (umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, riwayat alergi, kebersihan diri, sumber air bersih, suhu dan kelembaban ruangan, dan kepadatan hunian) terhadap kejadian dermatitis atopik di wilayah kerja Aren. Puskesmas Jaya Kota Bekasi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan termohigrometer (alat untuk mengukur variabel suhu dan kelembaban ruangan). Analisis data berupa univariat, bivariat dengan uji chi square, dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa personal hygiene merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian dermatitis atopik di wilayah kerja Puskesmas Aren Jaya Kota Bekasi. Variabel yang tidak mempengaruhi kejadian dermatitis atopik di wilayah kerja Puskesmas Aren Jaya Kota Bekasi adalah umur, pendidikan, riwayat alergi, sumber sarana air bersih, jenis kelamin, pekerjaan, suhu ruangan, kelembaban ruangan, dan hunian kepadatan. Faktor risiko yang mempengaruhi kejadian dermatitis atopik di wilayah kerja Puskesmas Aren Jaya Kota Bekasi adalah personal hygiene yang kurang baik seperti kebiasaan masyarakat tidak rutin mengganti handuk setiap 2 minggu sekali, tidak menyetrika pakaian sebelum dipakai, tidak mengganti handuk. pakaian secara teratur minimal 2x sehari, dan jarang mencuci tangan dan kaki setelah bepergianAtopic dermatitis is one of the health problems experienced by residents in the working area of the Aren Jaya Health Center in Bekasi City, this disease can be caused by various factors such as personal hygiene factors and environmental factors. There are several negative effects of this disease, one of which is complications with various diseases. The purpose of this study was to analyze the effect of the variables age, gender, education, occupation, history of allergies, personal hygiene, sources of clean water, room temperature and humidity, and occupancy density on the incidence of atopic dermatitis. This research is a quantitative study with a case-control approach conducted in the working area of the Aren Jaya Health Center, Bekasi City, with a total sample of 126 respondents consisting of 42 sample cases diagnosed by doctors at the health center and 84 control samples who live in the same area as case group. The variables to be analyzed are risk factors (age, gender, education, occupation, history of allergies, personal hygiene, clean water sources, room temperature and humidity, and occupancy density) on the incidence of atopic dermatitis in the working area of the Aren Jaya Health Center, Bekasi City. The research instrument used a questionnaire and a thermohygrometer (a device for measuring room temperature and humidity variables). Data analysis was in the form of univariate, bivariate with chi square test, and multivariate with logistic regression. The results of the analysis show that personal hygiene is the most influencing factor for the incidence of atopic dermatitis in the working area of the Aren Jaya Health Center, Bekasi City. Variables that did not affect the incidence of atopic dermatitis in the working area of the Aren Jaya Health Center in Bekasi City were age, education, history of allergies, source of clean water facilities, gender, occupation, room temperature, room humidity, and occupancy density. The risk factors that influence the incidence of atopic dermatitis in the working area of the Aren Jaya Health Center in Bekasi City are poor personal hygiene, such as the habit of people not changing towels regularly every 2 weeks, not ironing clothes before use, not changing clothes regularly at least 2x a day, and rarely wash hands and feet after traveling
3877241361E1A019111KESETARAAN GENDER DALAM PERSPEKTIF HUKUM INTERNASIONAL (Studi tentang Kasus Kekerasan Berbasis Gender Honour Killing di Pakistan)Honour killing merupakan tindakan pembunuhan kepada perempuan yang dilakukan oleh anggota keluarganya sendiri karena pelaku meyakini bahwa korban telah merusak nama baik dan kehormatan keluarga melalui tindakannya yang tidak bermoral. Berdasarkan data dari Honour Based Violence Awareness Network 2014,Pakistan merupakan negara dengan jumlah tertinggi di dunia praktik honour killing yang diperkirakan seperlima dari jumlah total yaitu seribu kejadian dari total lima ribu kejadian per tahun. Peristiwa honour killing di Pakistan sudah lama terjadi dan merupakan salah satu bentuk diskriminasi gender yang menjadi masalah krusial di negara tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan perlindungan hak-hak perempuan dalam hukum internasional dan menganalisis perlindungan hukum bagi perempuan korban honour killing di Pakistan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan pengumpulan data berdasarkan studi kepustakaan dan disajikan dalam bentuk teks naratif dengan metode analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, pengaturan perlindungan hak perempuan dalam hukum internasional ditemukan dalam ketentuan universal dan regional. Pengaturan perlindungan hak perempuan dalam ketentuan universal ditemukan dalam Pasal 2 DUHAM, Pasal 3 dan Pasal 6 ICCPR, Pasal 3 ICESCR, dan Pasal 7 sampai Pasal 16 CEDAW. Perlindungan hak perempuan dalam ketentuan regional ditemukan dalam Declaration on the Elimination of Violence against Women, Konvensi Belem do Para, Charter of Fundamental Rights of the European Union,
Maputo Protocol, dan Arab Charter on Human Rights. Perlindungan terhadap perempuan korban honour killing di Pakistan diwujudkan melalui pembentukan Komisi HAM Pakistan, amandemen hukum, dan pelatihan untuk menentang kekerasan gender pada seluruh elemen masyarakat.
Honour killing is the act of killing a woman by her own family members because the perpetrator believes that the victim has damaged the name and honor of the family through her immoral actions. According to the data from Honour Based Violence Awareness Network in 2014, Pakistan is the country with the highest number of honour killings in the world, estimated at one-fifth of the total number, which is one thousand incidents out of a total of five thousand incidents per year. Honour killing in Pakistan has been going on for a long time and is one of the forms of gender discrimination that is a crucial problem in the country.The purpose of the study was to determine the regulation of the protection of women’s rights in international law and to analyze the legal protection for women victims of honour killing in Pakistan. The research method used is normative judicial. The data used is secondary data with data collection based on literature study and presented in the form of narrative text with qualitative analysis method. Based on the results of the research, the regulation of women’s rights protection in international law is found in universal and regional provisions. The regulation of women's rights in universal provisions are found in Article 2 of the UDHR, Article 3, and Article 6 of the ICCPR, Article 3 of the ICESCR, and Articles 7 to 16 of CEDAW. On the other hand, the protection of women's rights in regional
provisions are found in the Declaration on the Elimination of Violence against Women, Convention Belem do Para, Charter of Fundamental Rights of the European Union, Maputo Protocol, and the Arab Charter on Human Rights. Protection for women who are victims of honor killings in Pakistan is manifested through the establishment of the Human Rights Commission of Pakistan, legal amendments, and training to oppose gender violence in all elements of society.
3877344384A1D020074Pengaruh Cekaman Suhu Tinggi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Padi GogoPerubahan cuaca yang ekstrim, seperti suhu tinggi pada musim panas akan menyebabkan efek buruk pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Padi gogo merupakan salah satu ragam padi yang penanamannya dapat dilakukan pada lahan sub optimal seperti lahan kering. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui varietas padi gogo yang memiliki potensi toleran cekaman suhu tinggi. Penelitian ini dilakukan di Kebun Benih Tanaman Pangan, Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) yang terletak di Desa Bojongsari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah dan Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada bulan April hingga Desember 2023. Rancangan percobaan yang digunakan adalah petak terbagi (split plot) dengan faktor utama (main plot) adalah perlakuan cekaman suhu (T), yaitu T1: rata-rata suhu siang hari 38-40ºC dan T2: rata-rata suhu siang hari 41-43ºC. Faktor anak petak (sub plot) yaitu varietas padi (V) yang terdiri atas V1: Inpago 8, V2: Inpago 9, V3: Inpago 12 Agritan, V4: Towuti, V5: Situpatenggang, dan V6: IPB 6R. Data kuantitatif yang diperoleh dari pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam atau Analysis of Variance (Anova). Apabila hasil uji ragam menunjukkan perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (Duncan’s Multiple Range Test/DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan suhu siang hari 41-43ºC memberikan hasil yang tinggi pada tinggi tanaman (10 HST dan 24 HST), namun memberikan hasil yang rendah pada luas daun 22 HST. Tanaman padi gogo varietas IPB 6R diduga memiliki potensi toleran terhadap cekaman suhu tinggi karena memberikan hasil yang terbaik dalam seluruh variabel pengamatan pada kedua perlakuan suhu.Extreme weather changes, such as high temperatures in summer will cause adverse effects on plant growth and development. Gogo rice is one of the varieties of rice whose cultivation can be done on sub-optimal land such as dry land. Therefore, this study was conducted to determine the varieties of gogo rice that have the potential to tolerate high temperature stress. This research was conducted at the Food Crop Seed Garden, Food Crops and Horticulture Seed Center (BBTPH) located in Bojongsari Village, Kembar District, Banyumas Regency, Central Java Province and the Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from April to December 2023. The experimental design used was a split plot with the main factor (main plot) being temperature stress treatment (T), namely T1: average daytime temperature 38-40ºC and T2: average daytime temperature 41-43ºC. Subplot factor is rice varieties (V) consisting of V1: Inpago 8, V2: Inpago 9, V3: Inpago 12 Agritan, V4: Towuti, V5: Situpatenggang, and V6: IPB 6R. Quantitative data obtained from observations were analyzed using fingerprint analysis or Analysis of Variance (Anova). If the variance test results show a noticeable difference, Duncan's Multiple Range Test (DMRT) is continued at an error level of 5%. The results showed that daytime temperature treatment of 41-43ºC gave high yields on plant height (10 HST and 24 HST), but gave low yields on leaf area of 22 HST. The IPB 6R variety of gogo rice is thought to have the potential to be tolerant to high temperature stress because it provides the best results in all observation variables in both temperature treatments.
3877441319F1F019063Analisis Framing Global Citizen Organization Terhadap Isu Sustainable Development Goals Melalui Festival MusikGlobal Citizen Organization merupakan organisasi advokasi internasional yang menyediakan platform sosial bagi masyarakat global yang memiliki tekad untuk ikut serta dalam memecahkan tantangan dalam isu kemiskinan ekstrem sebagaimana yang telah dirancang dalam SDGs melalui berbagai upaya advokasi. Dalam melaksanakan upaya-upayanya ini, Global Citizen Organization memiliki caranya sendiri yang masih jarang digunakan oleh organisasi lain, yakni melalui musik yang dianggap dapat menyatukan individu dari berbagai latar belakang, budaya, dan negara sehingga kemudian Festival Musik dapat dijadikan sebagai sebuah titik pertemuan bagi individu, organisasi, aktivis, hingga pejabat untuk menciptakan atau membuat suatu perubahan. Penelitian ini menggunakan metode intepretif dalam memahami bagaimana Global Citizen Organization sebagai organisasi advokasi internasional memanifestasi ide-ide mereka mengenai pengentasan kemiskinan ekstrem melalui penyampaian narasi yang beresonansi dengan nilai-nilai SDGs di berbagai panggung Global Citizen Festival berdasarkan proses identifikasi masalah yang tercantum ke dalam core framing tasks meliputi; diagnostic, prognostic, dan motivational framing.The Global Citizen Organization is an international advocacy organization that provides a social platform for global communities who are determined to participate in solving challenges in the issue of extreme poverty that have been designed in the SDGs through various advocacy efforts. In carrying out these efforts, the Global Citizen Organization has its own way that is rarely used by other organizations, namely through music which is considered to be able to unite individuals from various backgrounds, cultures and countries so that later the Music Festival can be used as a meeting point from individuals, organizations, activists, to officials to make a change. This study uses an interpretive method in understanding how the Global Citizen Organization as an international advocacy organization manifests their ideas about eradicating extreme poverty through conveying narratives that resonate with the SDGs values on various stages of the Global Citizen Festival based on the problem identification process listed in the core framing tasks include; diagnostic, prognostic, and motivational framing.
3877544740J1B020027Ragam Bahasa Slang pada Unggahan Media Sosial Instagram Mahasiswa Universitas Jenderal SoedirmanBahasa merupakan alat komunikasi yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan
manusia. Seiring perkembangan zaman, bahasa juga semakin berkembang dan bervariasi. Salah satu bentuk perkembangan bahasa adalah semakin bervariasinya bahasa slang.Maraknya penggunaan bahasa slang semakin menyingkirkan penggunaan bahasa Indonesia baku, tetapi juga dapat menambah kreativitas anak muda. Salah satu kelompok anak muda yang banyak menggunakan bahasa slang adalah kelompok mahasiswa. Dalam berkomunikasi dengan teman sebaya, seorang mahasiswa kerap kali menggunakan istilah bahasa slang secara lisan atau tertulis yang hanya diketahui oleh lingkungannya atau orang seusianya. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai bentuk bahasa slang berdasarkan teori Bloomfield (1933) dan fungsi bahasa slang berdasarkan teori Patridge (1954) yang terdapat dalam unggahan media sosial mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini akan bersifat deskriptif kualitatif dengan metode simak dengan teknik observasi dan metode cakap dengan teknik wawancara. Analisis data akan dilakukan menggunakan metode analisis Miles, dkk. Hasil dari penelitian ini ditemukan 6 bentuk ragam bahasa slang, diantaranya bentuk akronim, singkatan, salah ucap yang lucu, bentuk yang dipendekan, bentuk interjeksi, dan bentuk istilah bahasa asing. Selain itu, ditemukan pula fungsi bahasa slang, yaitu untuk memadatkan atau memberi gambaran konkret, untuk menyampaikan tanggapan, untuk menciptakan suasana ramah dan intim, serta untuk menyampaikan perasaan atau ekspresi penutur.
Language is a communication tool that cannot be separated from human life. Along
with the times, language is also increasingly developed and varied. One form of language
development is the increasing variety of slang. The rise of the use of slang has further eliminated the use of standard Indonesian, but it can also increase the creativity of young people. One group of young people who use a lot of slang is the student group. In communicating with peers, a student often uses slang terms orally or in writing that are only known by his environment or people his age. In this study, we will discuss the form of slang based on the theory of Bloomfield (1933) and the function of slang based on the theory of Patridge (1954) contained in the social media uploads of students of Jenderal Soedirman University. This research will be qualitative descriptive with a listening method with observation techniques and a proficient method with interview techniques. Data analysis will be carried out using the analysis method of Miles, et al. The results of this study found 6 forms of various slang languages, including acronym forms, abbreviations, funny mispronunciations, abbreviated forms, interjection forms, and forms of foreign language terms. In addition, the function of slang language is also found, which is to condense or give concrete images, to convey responses, to create a friendly and intimate atmosphere, and to convey the feelings or expressions of speakers.
3877641380A1D019208PENAMPILAN AGRONOMI, HUBUNGAN ANTAR KARAKTER, DAN POLA SEGREGASI GALUR F2 HASIL PERSILANGAN INPAGO UNSOED 1 X INPARI 31Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui penampilan karakter agronomi padi populasi F2 dibanding dengan tetua, mengetahui keeratan hubungan serta pengaruh langsung dan tidak langsung antara beberapa karakter pertumbuhan dan hasil melalui analisis lintas agar diketahui karakter yang paling berpengaruh terhadap hasil yang dapat digunakan sebagai indikator seleksi, serta mengetahui pola segregasi populasi F2. Penelitian dilaksanakan bulan Oktober 2022 - Februari 2023 di lahan sawah Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan rancangan perlakuan Augmented Design pada beberapa barisan. Perlakuan yang diuji adalah 180 genotip padi populasi F₂ hasil persilangan padi varietas Inpago Unsoed 1 dengan Inpari 31 dan 3 varietas pembanding yang meliputi Inpago Unsoed 1, Inpari 31, dan P20 Tangguh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padi F2 memiliki karakter tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, panjang malai, dan umur panen memiliki nilai yang lebih tinggi dari varietas pembanding. Karakter jumlah anakan produktif dan bobot gabah per malai padi populasi F2 memiliki nilai pengaruh langsung yang tinggi dan berhubungan erat terhadap hasil tanaman. Pola segregasi padi populasi F2 pada karakter jumlah anakan produktif, panjang malai, bobot gabah per malai, jumlah gabah per malai, dan bobot gabah per rumpun berdistribusi normal (kuantitatif). Ditemukan adanya segregan transgresif pada padi F2 terhadap karakter tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, persentase gabah isi, dan bobot 1000 biji sehingga karakter tersebut termasuk kuantitatif. Karakter aroma padi F2 mengikuti nisbah 15:1 sehingga diduga dikendalikan oleh dua gen yang bersifat epistasis dominan duplikat.The purpose of this research was to determine the appearance of agronomic characters of rice F2 population compared to the elders, to determine the relationship and direct and indirect effects between several growth and yield characters through cross analysis in order to know the most influential character on yield that can be used as an indicator of selection, and to know the segregation pattern of the F2 population. The research was conducted from October 2022 to February 2023 in the rice field of Banjarsari Wetan Village, Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency. The research used a Randomized Group Design with Augmented Design treatment design in several rows. The treatments tested were 180 genotypes of F₂ population rice resulting from the crossing of Inpago Unsoed 1 with Inpari 31 and 3 comparison varieties including Inpago Unsoed 1, Inpari 31, and P20 Tangguh. The results showed that F2 rice has plant height characters, the number of productive tillers, panicle length, and harvest age have higher values than the comparison varieties. The character of the number of productive tillers and grain weight per panicle of rice F2 population has a high direct effect value and is closely related to plant yield. The segregation pattern of F2 rice population on the characters of the number of productive tillers, panicle length, grain weight per panicle, number of grains per panicle, and grain weight per clump are normally distributed (quantitative). Transgressive segregants were found in F2 rice on the characters of plant height, flowering age, harvest age, percentage of filled grains, and 1000 seed weight so that these characters are quantitative. The aroma character of F2 rice follows a ratio of 15:1 so it is thought to be controlled by two genes that are duplicate dominant epistasis.
3877741423C1A019086FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PENGRAJIN ANYAMAN BESEK DI DESA BERTA KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN BANJARNEGARAPenelitian ini dilakukan di Desa Berta, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Data pada penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder dengan melakukan wawancara dan observasi kepada responden yaitu pengrajin dan perangkat desa. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi langsung dengan mengajukan kuesioner kepada responden. Jumlah populasi pada penelitian ini berjumlah 121 orang. Sampel ditentukan menggunakan rumus Taro Yamane sehingga menghasilkan sampel berjumlah 55 orang. Teknis analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier berganda.
Hasil dari penelitian ini menunjukan modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pengrajin anyaman besek. Proses lamanya pembuatan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan pengrajin anyaman besek. Jumlah tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap pendapatan pengrajin anyaman besek.
Implikasi dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan pendapatan pengrajin anyaman besek, maka peran dinas koperasi dan UMKM serta dinas perindustrian dan perdagangan kabupaten Banjarnegara diperlukan dalam memberikan fasilitas dan dukungan berupa alat produksi modern untuk memperlancar proses produksi anyaman besek. Selain itu, dapat ikut serta mempromosikan produk anyaman besek ke berbagai wilayah sehingga dapat memperluas pasar dan meningkatkan motivasi dan kesadaran pengrajin. Diperlukan adanya paguyuban pengrajin anyaman besek untuk mengadakan pelatihan agar menciptakan tenaga kerja yang terampil.
ABSTRACT

This research was conducted in Berta Village, Susukan District, Banjarnegara Regency. The data in this study used primary data and secondary data by conducting interviews and observations to respondents, namely craftsmen and village officials. Data collection techniques through interviews and direct observation by submitting questionnaires to respondents. The population in this study amounted to 121 people. The sample was determined using the Taro Yamane formula resulting in a sample of 55 people. Data analysis techniques in this study used multiple linear regression analysis techniques.
The results of this study indicate that capital has a positive and significant effect on the income of woven besek craftsmen. The length of the manufacturing process has no significant effect on the income of woven baskets craftsmen. The amount of labor has no effect on the income of woven baskets craftsmen.
The implication of this research is that to increase the income of woven besek craftsmen, the role of the cooperative and MSMEs office and the Banjarnegara district industry and trade office is needed in providing facilities and support in the form of modern production equipment to facilitate the production process of woven besek. In addition, it can participate in promoting woven besek products to various regions so as to expand the market and increase the motivation and awareness of craftsmen. It is necessary for the association of woven besek craftsmen to hold training in order to create a skilled workforce.
3877841367F1D019061KADERISASI PARTAI NASDEM MELALUI SAYAP LIGA MAHASISWA NASDEM DI DKI JAKARTAPenelitian ini akan meneliti tentang Kaderisasi Partai NasDem Melalui Sayap Liga Mahasiswa NasDem di DKI Jakarta. Dalam demokrasi, partai politik menjadi sebuah alat untuk menyampaikan aspirasi secara keterwakilan. Secara definitif partai politik atau Parpol merupakan suatu kelompok yang terorganisasi yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai dan cita-cita yang sama. Keberadaan partai politik juga memiliki tanggung jawab konstitusional, moral untuk memperbaiki kondisi dan kondisi sosial. Guna menciptakan keterlibatan dan kesempatan kepada masyarakat untuk aktif dalam proses politik, partai politik memiliki fungsi kaderisasi atau rekrutmen politik Berdasarkan paradigma dan perspektif yang digunakan, maka metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Anggota utama di mana para kader telah berhasil menempuh pendidikan tahap III. Dalam strategi rekrutment, Liga Mahasiswa Nasdem DKI Jakarta sendiri memiliki cara untuk melakukan upaya menarik minat mahasiswa. Berawal dari basis kampus yang dimana terdapat upaya untuk menarik minat mahasiswa untuk menjadi kader organisasi sayap Liga Mahasiswa NasDem DKI Jakarta. Basis kampus Liga Mahasiswa NasDem di DKI Jakarta berdasarkan rekrutment Patronage organisasi mahasiswa eksternal yang tersebar dalam kampus yang menjadi basis LMN di Jakarta. Terdapat tiga kampus awal yang menjadi basis awal dalam rekrutment. Hal ini disebabkan oleh kedekatan dari senior organisasi eksternal yang mencoba mengkonsolidasikan kepada kader-kadernya.This research will examine the Regeneration of the NasDem Party through the Wings of the NasDem Student League in DKI Jakarta. In democracy, political parties become a tool to convey aspirations in a representative manner. By definition, a political party or political party is an organized group whose members have the same orientation, values and ideals. The existence of political parties also has a constitutional, moral responsibility to improve social conditions and conditions. In order to create involvement and opportunities for the community to be active in the political process, political parties have a regeneration or political recruitment function. Based on the paradigm and perspective used, the research method used in this study is a qualitative method. The main members where the cadres have successfully completed stage III education. In the recruitment strategy, the DKI Jakarta Nasdem Student League itself has a way of making efforts to attract students. Starting from a campus base where there were efforts to attract students to become cadres of the Jakarta NasDem Student League wing organization. The base of the NasDem Student League campus in DKI Jakarta is based on the recruitment of Patronage external student organizations that are spread across the campus which is the basis of LMN in Jakarta. There are three initial campuses which are the initial base for recruitment. This is due to the closeness of senior external organizations who are trying to consolidate their cadres.
3877941368F1A019088Interaksi Siswa Menggunakan Bahasa Jawa Ngoko pada Guru dalam Tuntutan Etika dan Budaya di Sekolah Etika berbicara yang menggunakan bahasa Jawa ngoko pada murid dengan guru di SD Negeri di Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas yang dijalani oleh masyarakat Jawa. Karena dengan berinteraksi dengan menggunakan bahasa Jawa ngoko dengan orang yang lebih tua akan menimbulkan sikap yang kurang sopan. Bahasa ngoko seharusnya digunakan untuk berbicara dengan teman dan orang yang umurnya di bawahnya. Namun, pada faktanya disekolah dasar menggunakan bahasa Jawa ngoko pada saat berinteraksi dengan guru. Hal ini sudah menjadikan kebiasaan di sekolah tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menggambarkan persepsi dan sikap guru mengenai kebiasaan siswa pada saat berbicara bahasa ngoko di sekolah. Penelitian ini menggunakan teknik Purposive sampling dalam pengambian sampel data dengan pertimbangan tertentu. Pengumpulan data ini menggunakan observasi dan dokumentasi, hasil penelitian ini adalah siswa sebenarnya mengetahui perbedaan antara bahasa Jawa ngoko dengan Bahasa Jawa Krama. Akan tetapi karena adanya pengaruh dari lingkungan pada sekitar siswa dapat menjadikan kebiasaan dalam menggunakan bahasa jawa ngoko pada saat berinteraksi tanpa memandang umur.The ethics of speaking in the Javanese language ngoko to students and teachers at a Public Elementary School in Sokaraja District, Banyumas Regency which is lived by the Javanese community. Because interacting using ngoko Javanese with older people will lead to a less polite attitude. Ngoko language should be used to talk to friends and people who are under his age. However, in fact, elementary schools use Javanese ngoko when interacting with teachers. This has become a habit at the school. The purpose of this study is to describe the perceptions and attitudes of teachers regarding students' habits when speaking ngoko language at school. This study uses a purposive sampling technique in taking data samples with certain considerations. This data collection uses observation and documentation. The result of this study is that students actually know the difference between Javanese ngoko and Javanese Krama. However, due to the influence of the environment around students, they can make it a habit to use Javanese ngoko when interacting regardless of age.
3878044386A1C019091ANALISIS NERACA AIR (WATER BALANCE) DALAM BUDIDAYA SERAI WANGI DENGAN VARIASI JADWAL IRIGASI OTOMATIS DAN DOSIS PUPUK ORGANIK PADA POLIBAG TANAH MARGINAL Serai wangi (Cymbopogon nardus L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat dan dapat hidup dalam kondisi miskin unsur hara, tanah basa, dan lereng terjal, seperti salah satu contoh dapat tumbuh pada tanah marginal. Tanah marginal merupakan tanah yang memiliki mutu rendah sehingga perlu dioptimalkan dengan pemberian unsur hara (pupuk) dengan dosis yang tepat serta penyaluran air irigasi terhadap tanaman. Salah satu jenis irigasi yang dapat diterapkan yaitu irigasi otomatis berbasis waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan neraca air pada penanaman serai wangi dengan sistem irigasi otomatis terjadwal pada polibag tanah marginal dan mengetahui produktivitas air (water productivity) pada tanaman serai wangi. Penelitian ini terdiri atas dua faktor yaitu pupuk organik dan jadwal irigasi otomatis dengan tiga taraf perlakuan pada tiap-tiap faktor yang dilakukan 5 kali pengulangan. Tiga taraf perlakuan tersebut adalah Schedule Irigasi (SI); 3, 5, dan 7 harian dan pupuk organik (PO); 500gr, 1000gr, dan 1500gr. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental, yaitu dengan menganalisis neraca air metode Thornthwaite-Mather pada budidaya tanaman serai wangi dan selanjutnya mencari nilai produktivitas air tanaman serai wangi. Berdasarkan data dan perhitungan yang diperoleh, neraca air pada SI3 dan SI5 memiliki nilai total neraca air (∆S) surplus, sedangkan SI7 memiliki total neraca air (∆S) defisit. Hasil perhitungan nilai total neraca air yang paling optimal pada penelitian ini ditunjukan oleh perlakuan SI5-PO1 dengan nilai 160,43 mm/hari dan produktivitas air (water productivity) tertinggi ditunjukan pada perlakuan SI5-PO3 yaitu sebesar 0,039 kg/liter. Semakin tinggi nilai produktivitas air tanaman artinya semakin baik pula tanaman mengkonsumsi air dengan maksimal.

Lemon grass (Cymbopogon nardus L.) is a plant that has many benefits and can live in nutrient-poor conditions, alkaline soil and steep slopes, for example, it can grow on marginal land. Marginal land is land that has low quality so it needs to be optimized by providing nutrients (fertilizer) in the right doses and distributing irrigation water to plants. One type of irrigation that can be implemented is time-based automatic irrigation. This research aims to determine the water balance in lemon grass planting with a scheduled automatic irrigation system on marginal land polybags and determine the water productivity of lemon grass plants. This research consisted of two factors, namely organic fertilizer and an automatic irrigation schedule with three levels of treatment for each factor which were carried out 5 times. The three treatments are watering schedule (SI); 3, 5, and 7 daily and organic fertilizer (PO); 500gr, 1000gr and 1500gr. The research method used is an experimental method, namely by analyzing the water balance using the Thornthwaite-Mather method in the cultivation of lemon grass plants and then looking for the water productivity value of lemon grass plants. Based on the data and calculations obtained, the water balance in SI3 and SI5 has a total water balance (∆S) surplus, while SI7 has a total water balance (∆S) deficit. The results of calculating the most optimal total water balance value in this study were shown by the SI5-PO1 treatment with a value of 160.43 mm/day and the highest water productivity was shown in the SI5-PO3 treatment, namely 0.039 kg/liter. The higher the plant's water productivity value, the better it is for the plant to consume maximum water.