Artikelilmiahs

Menampilkan 38.841-38.860 dari 48.943 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3884141410A1D019101Pengaruh Aplikasi Biochar terhadap Karakter Fisiologi dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa var. Padjajaran Agritan)
pada Tanah Tercemar Logam Berat Pb & Cd
Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman utama yang dikonsumsi oleh mayoritas penduduk Indonesia. Pengembangan produksi tanaman pangan di Indonesia terhalang pada masalah buruknya sifat-sifat kimia fisik tanah yang terjadi karena faktor-faktor produksi. Biochar berperan penting bagi tanaman sebagai bahan pembenah tanah (amelioran tanah). Biochar terbukti meningkatkan total karbon organik, kapasitas tukar kation, dan menurunkan kandungan Cd dan Pb. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter fisiologi dan hasil tanaman padi pada tanah yang tercemar logam berat Pb & Cd dengan aplikasi biochar. Penelitian ini dilaksanakan di Screen house Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pertanian Kebun Benih Padi dan Palawija Desa Bojongsari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Laboratorium Agronomi & Hortikultura, serta Laboratorium Agroekologi Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli – Oktober 2022. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Petak Terbagi (RPT) / Split Plot Design dengan 2 faktor. Setiap perlakuan masing-masing diulang sebanyak 3 kali, sehingga secara keseluruhan menghasilkan 36 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan asal tanah berpengaruh nyata pada laju pertumbuhan tanaman (LPT), laju asimilasi bersih (LAB), jumlah anakan produktif, jumlah gabah isi per rumpun, bobot gabah per rumpun, dan bobot kering tajuk fase akhir generatif. Aplikasi biochar hanya berpengaruh nyata pada kerapatan stomata dan bobot 1000 biji. Interaksi antara perlakuan asal tanah dan aplikasi biochar hanya berpengaruh pada kadar klorofil b dan jumlah gabah hampa per rumpun.Paddy (Oryza sativa L.) is the main crop consumed by the majority of the Indonesian population. The development of food crop production in Indonesia is hindered by the problem of poor soil physical chemical properties that occur due to production factors. Biochar plays an important role for plants as a soil ameliorant. Biochar is proven to increase total organic carbon, cation exchange capacity, and reduce Cd and Pb content. The purpose of this study was to determine the physiological characteristics and yield of rice plants in soil polluted with heavy metals Pb & Cd with biochar application. This research was conducted at the Screen house of the Food and Horticultural Plant Seed Center, the Agricultural Implementation Unit (UPT) of the Rice and Crops Seed Farm in Bojongsari Village, Kembaran District, Banyumas Regency, Agronomy & Horticulture Laboratory, and Agroecology Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The research was conducted from July to October 2022. The experimental design used was Split Plot Design with 2 factors. Each treatment was repeated 3 times, resulting in a total of 36 experimental units. The results showed that soil origin treatment had a significant effect on plant growth rate (LPT), net assimilation rate (LAB), number of productive tillers, number of filled grains per clump, grain weight per clump, and crown dry weight in the late generative phase. Biochar application only significantly affected stomatal density and 1000 seed weight. The interaction between soil origin treatment and biochar application only affected chlorophyll b content and the number of empty grains per clump.
3884241411K1C016023SIMULASI KUANTUM INTERAKSI GUGUS FORMATE DAN PERMUKAAN PtMo (111) DENGAN METODE DENSITY FUNCTIONAL THEORY (DFT)Pertumbuhan penduduk bumi yang semakin meningkat tidak sejalan dengan ketersediaan energi bumi yang ada. Penggunaan bahan bakar panas bumi yang masih menjadi energi utama dapat menjadi permasalahan keterbatasan energi di masa mendatang, oleh karena itu studi tentang energi baru terbarukan dapat menjadi solusi kebutuhan energi yang meningkat. Salah satu energi baru terbarukan yang dapat dikaji adalah fuell cell. Fuel cell adalah perangkat elektrokimia yang menggabungkan hidrogen dan oksigen untuk menghasilkan listrik, dengan air dan panas sebagai produk sampingannya. Jenis-jenis fuell cell bergantung pada bahan bakarnya, misalnya direct methanol fuell cell yang memanfaatkan methanol sebagai bahan bakarnya. Kinerja dari DMFC menggunakan anoda dan katoda sebagai jalur transfer elektronya. Dalam penilitian ini dilakukan studi teoritik mengenai pada anoda, dimana interaksi antara gugus formate dan permukaan PtMo (111) dilakukan. Interaksi yang terjadi antara keduanya bersifat kompleks, oleh karena itu dibutuhkan pendekatan density functional theory (DFT). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prediksi kemungkinan terjadinya interaksi antara gugus formate dan permukaan PtMo (111) dan dapat dijelaskan melalui analisa struktur elektronik antara keduanya. Pada penelitian ini, berhasil diketahui konfigurasi sistem paling stabil ditunjukan pada energi adsorpsi paling minimum adalah atom O1 milik gugus formate berikatan dengan atom Mo2 milik PtMo, dan atom O2 berikatan dengan atom Pt45. Mekanisme interaksinya dapat ditunjukan pada distribusi muatan pada atom O1 dengan Mo2, dimana ada penambahan elektron dari -0,01 e- menjadi 0.27 e-. Ini menandakan adanya ikutan kuat antara keduanya. Dalam analisa DOS, Setelah terjadinya interaksi antara gugus formate dan permukaan, terjadi penurunan grafik DOS. Ini menandakan adanya interaksi mengikat lebih kuat antara gugus formate dan permukaan PtMo (111).The increasing growth of the earth's population is not in line with the availability of existing earth's energy. The use of geothermal fuel which is still the main energy source can be a problem of limited energy in the future, therefore the study of new and renewable energy can be a solution to increasing energy needs. One of the new renewable energies that can be studied is the fuel cell. A fuel cell is an electrochemical device that combines hydrogen and oxygen to produce electricity, with water and heat as by-products. The types of fuel cells depend on the fuel, for example, direct methanol fuel cells that use methanol as fuel. The performance of the DMFC uses the anode and cathode as the electron transfer path. In this research, a theoretical study was carried out on the anode, where the interaction between the formate group and the PtMo (111) surface was carried out. The interactions that occur between the two are complex, therefore a density functional theory (DFT) approach is needed. The purpose of this research is to predict the possible interactions between the formate group and the PtMo surface (111) and can be explained by analyzing the electronic structure between the two. In this study, it was found that the most stable system configuration indicated at the minimum adsorption energy was that the O1 atom belonging to the formate group bonded to the Mo2 atom belonging to PtMo, and the O2 atom bonded to the Pt45 atom. The interaction mechanism can be shown in the charge distribution on the O1 atom with Mo2, where there is an addition of electrons from -0.01 e- to 0.27 e-. This indicates a strong follow-up between the two. In the DOS analysis, after the interaction between the formate groups and the surface, a decrease in the DOS graph occurs. This indicates a stronger binding interaction between the formate groups and the PtMo surface (111).
3884341412K1C016010Rancang Bangun Alat Ukur Gaya Berbasis Sensor UGN 503120Penelitian ini bertujuan membuat alat ukur gaya dari sensor UGN 503120 dan karakterisasinya. Sensor UGN 503120 merupakan sensor pendeteksi medan magnet. Tegangan keluaran sensor bergantung pada jarak antara sensor dan magnet. Alat ukur gaya ini dibuat dengan memvariasikan jarak magnet dan sensor untuk mendapatkan data variasi tegangan yang dibutuhkan. Tegangan keluaran sensor ini yang akan digunakan sebagai input data untuk pembacaan gaya. Jarak magnet dan sensor membutuhkan sistem pegas untuk menerima gaya dan sebagai sistem pembalik ke kondisi normal alat. Pada penelitian ini berhasil dibuat alat ukur gaya bebasis sensor UGN 503120 dengan niai akurasi sebesar 98,3%, presisi sebesar 98,4%, dan error sebesar 1,7%.This study aims to make a force measuring tool from the UGN 503120 sensor and its characterization. The UGN 503120 sensor is a magnetic field detection sensor. The output voltage of the sensor depends on the distance between the sensor and the magnet. This force measuring instrument is made by varying the distance between the magnet and the sensor to obtain the required voltage variation data. The output voltage of this sensor will be used as data input for force readings. The distance between the magnet and the sensor requires a spring system to receive the force and as a return system to the normal condition of the tool. In this study, the UGN 503120 sensor-free force measuring instrument was successfully created with an accuracy value of 98.3%, a precision of 98.4%, and an error of 1.7%.
3884441413A1A019119Analisis Preferensi Konsumen Gula Kelapa Kristal di Kabupaten BanyumasBanyumas Regency has enormous potential in the agro-industrial sector for
processes agricultural products, one of which is crystalline coconut sugar.
Therefore, crystal coconut sugar craftsmen requires to have a competitive
advantage in the midst of competitive market competition in meeting consumer
needs and desires, namely by knowing consumer preferences in purchasing
decisions for crystal coconut sugar. To support this, the authors aim to find out,
identify the characteristics of consumers of crystal coconut sugar, analyze the
categories of attributes of crystal coconut sugar that are consumer preferences and
analyze the attributes that are most considered by consumers in the decision to buy
sugar crystal coconut in Banyumas Regency.
The research was carried out from March 25 2023 to April 15 2023. The
targets of this research were the people in Banyumas Regency who was the final
consumers of crystalline coconut sugar. Total respondents in this study were as
many as 100 respondents. The sampling method used in this study was the nonprobability sampling with accidental sampling.. The data collection method in this
study was to use a questionnaire given to all respondents. Testing the research
instrument was carried out by testing the validity and reliability tests. The classic
assumption test used in this study includes the normality test, multicollinearity test
and heteroscedasticity test. The hypothesis test used is multiple linear regression.
The results of this study indicate that the characteristics of respondents in
crystal coconut sugar in Banyumas Regency are knows that the majority are women
by 84% with ages 26 to 35 years, the type of work most of the respondents are
housewives by 27%, the level of education is mostly college with household income.
Most of the respondents' households are above IDR 4.000.000,00 the number of
respondents' family members is mostly 2-5 people, the place of purchase for most
of the respondents is Rita Supermall Purwokerto and Hanna Meatshop with most
of the respondents is uncertain purchase frequency and the amount of purchases of
most respondents is less than 1 kg . All respondents bought crystal coconut sugar
for personal consumption. All attributes of crystal coconut sugar which are
consumer preferences in Banyumas Regency simultaneously influence consumer
preferences in product purchases. Meanwhile, partially the variables of taste,
aroma, texture, packaging, brand, durability, price, benefits and convenience have
a significant effect on consumer preferences in buying crystal coconut sugar and
the color variable does not have a significant effect on consumer preferences in
buying crystal coconut sugar. The attribute that is most considered by consumers
in the decision to buy crystal coconut sugar in Banyumas Regency is the taste
variable.
Kabupaten Banyumas memiliki potensi di sektor agroindustri pengolahan
produk pertanian yang sangat besar untuk dikembangkan, salah satunya gula kelapa
kristal. Maka dari itu perajin gula kelapa kristal dituntut untuk memiliki keunggulan
bersaing di tengah persaingan pasar yang kompetitif dalam memenuhi kebutuhan
dan keinginan konsumen, yaitu dengan cara mengetahui preferensi konsumen
dalam keputusan pembelian gula kelapa kristal. Untuk mendukung hal tersebut,
penulis bertujuan untuk mengidentifikasi krakteristik konsumen gula kelapa kristal,
menganalisis kategori atribut gula kelapa kristal yang menjadi preferensi
konsumen, dan menganalisis atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dalam
keputusan membeli gula kelapa kristal di Kabupaten Banyumas.
Penelitian dilaksanakan pada 25 Maret 2023 hingga 15 April 2023. Sasaran
pada penelitian ini yaitu masyarakat di Kabupaten Banyumas yang menjadi
konsumen akhir gula kelapa kristal. Total responden dalam penelitian ini adalah
sebanyak 100 responden. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada
penelitian ini adalah metode Non probability sampling dengan teknik accidental
sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan
kuesioner yang diberikan kepada seluruh responden. Pengujian instrumen
penelitian dilakukan dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Uji asumsi klasik yang
digunakan dalam penelitian ini meliputi uji normalitas, uji multikolonieritas dan uji
heteroskedastisitas. Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis
regresi linear berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik responden gula
kelapa kristal di Kabupaten Banyumas diketahui bahwa sebagian besar adalah
perempuan sebesar 84% dengan usia 26 sampai 35 tahun, jenis pekerjaan sebagian
besar responden adalah ibu rumah tangga sebesar 27 orang, tingkat pendidikan
sebagian besar adalah perguruan tinggi dengan penghasilan rumah tangga
responden sebagian besar diatas Rp4.000.000,00 jumlah anggota keluarga
responden sebagian besar terdiri dari 2-5 orang, tempat pembelian sebagian besar
responden adalah Rita Supermall Purwokerto dan Hanna Meatshop dengan
frekuensi pembelian sebagian besar tidak tentu dan jumlah pembelian responden
sebagian besar adalah kurang dari 1 kg. Seluruh responden membeli gula kelapa
kristal dengan tujuan konsumsi pribadi. Seluruh aribut gula kelapa kristal yang
menjadi preferensi konsumen di Kabupaten Banyumas secara simultan
berpengaruh terhadap preferensi konsumen dalam pembelian produk. Sedangkan
secara parsial variabel rasa, aroma, tekstur, kemasan, merek, daya tahan, harga,
manfaat dan kemudahan didapat berpengaruh signifikan terhadap preferensi
konsumen dalam membeli gula kelapa kristal dan variabel warna tidak berpengaruh
signifikan terhadap preferensi konsumen dalam membeli gula kelapa kristal.
Atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dalam keputusan membeli gula
kelapa kristal di Kabupaten Banyumas yaitu variabel rasa.
3884541311I1A019034FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KELUHAN SICK BUILDING SYNDROME PADA PEGAWAI KANTOR BADAN PELAKSANA PENGADAAN PUSZIAD JAKARTALatar Belakang: Salah satu potensi bahaya pada perkantoran dengan kondisi
lingkungan fisik yang tidak sesuai adalah timbulnya keluhan Sick Building
Syndrome (SBS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang
berpengaruh terhadap keluhan SBS pada pegawai Kantor Badan Pelaksana Pengadaan Pusziad Jakarta.
Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi cross sectional.
Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai Badan Pelaksana Pengadaan Pusziad Jakarta sebanyak 86 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Analisis yang digunakan adalah uji Chi-Square dan regresi logistik
ganda.
Hasil Penelitian: Variabel yang berpengaruh adalah masa kerja (p-value=0,039),
kebiasaan merokok (p-value=0,030), kelembaban (p-value=0,022), pencahayaan
(p-value=0,024). Variabel yang tidak berpengaruh adalah umur (p-value=0,350),
jenis kelamin (p-value=0,747), kondisi psikososial (p-value=0,629), postur kerja
(p-value=0,556), suhu (p-value=0,462).
Kesimpulan: Faktor yang paling berpengaruh terhadap keluhan SBS adalah masa
kerja dengan nilai OR 5,399 artinya pegawai dengan masa kerja ≥ 10 tahun lebih
berisiko 5,399 kali mengalami keluhan SBS dibandingkan pegawai dengan masa
kerja <10 tahun.
Background: One of the potential hazards in offices with inappropriate physical
environmental conditions is onset of SBS symptoms. This study aims to determine
what factors influence SBS symptoms to employees at Badan Pelaksana Pengadaan Pusziad Jakarta.
Methods: The type of research used is quantitative with a cross-sectional study
design. The population of this study were all employees of Badan Pelaksana
Pengadaan Pusziad Jakarta with a total of 86 people. Sampling using total sampling technique. The analysis used is the Chi-Square test and multiple logistic regression.
Results: The related variables are year of service (p-value=0,039), smoking habits (p-value=0,030), humidity (p-value=0,022), lighting (p-value=0,024). Variables that not related were age (p-value=0,350), gender (p-value=0,747), psychosocial condition (p-value=0,629), work posture (p-value=0,556), temperature (p-value=0,462).
Conclusion: The most affecting factor to SBS symptoms is year of service with
an OR value of 5,399, meaning that employees with a year of service ≥ 10 years are 5,399 times more likely to feel SBS symptoms than employees with a year of
service <10 years.
3884641377E1A018311TINJAUAN YURIDIS TERHADAP WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN KREDIT DENGAN JAMINAN SURAT KETERANGAN TANAH
(Studi Putusan Nomor 9/Pdt.G.S/2020/PN Kbm)
Menurut Pasal 1313 KUHPerdata, perjanjian adalah perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang atau lebih. Salah satu jenis perjanjian adalah perjanjian kredit. Perjanjian kredit memiliki pengertian khusus yaitu sebuah perjanjian antara bank sebagai kreditur dengan nasabah sebagai debitur mengenai penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu yang mewajibkan debitur untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga atau imbalan. Terkadang terjadi kredit bermasalah karena debitur tidak dapat melunasi kredit secara tepat waktu sebagaimana yang telah disepakati dalam Perjanjian Kredit. Hal-hal yang menyebabkan terjadinya kredit bermasalah misalnya debitur tidak mampu membayar karena mengalami kemerosotan dan gagalnya usaha yang mengakibatkan berkurangnya pendapatan usaha debitur atau memang debitur sengaja tidak mau membayar karena karakternya tidak baik seperti kasus wanprestasi dalam perjanjian kredit dalam putusan Nomor 9/Pdt.G.S/2020/PN Kbm. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Metode pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pertama akibat hukum wanprestasi dalam perjanjian kredit dengan jaminan surat keterangan tanah dalam putusan Nomor 9/Pdt.G.S/2020/PN Kbm adalah debitur selaku tergugat harus membayar ganti rugi berupa pengembalian prestasi pokok. Penyerahan sertifikat hak atas tanah sebagai jaminan tidak mengalihkan jaminan hak tanggungan. Kedua, dasar pertimbangan Hakim dalam menolak permohonan eksekusi objek jaminan adalah karena tagihan kreditur tidak dijamin dengan jaminan hak tanggungan. Pertimbangan hakim sudah tepat, karena untuk lahirnya hak tanggungan harus melalui tahap pembebanan dan tahap pendaftaran pada kantor pertanahan.
According to Article 1313 of the Civil Code, an agreement is an act by which one or more people bind themselves to one or more people. One type of agreement is a credit agreement. A credit agreement has a special meaning, namely an agreement between a bank as a creditor and a debtor customer regarding the provision of money or equivalent bills which obliges debtor customers to pay off their debts after a certain period of time with an amount of interest or compensation. sometimes problem loans occur because the debtor cannot pay off the credit in a timely manner as agreed in the Credit Agreement between the debtor and the banking company. Things that lead to problem loans, for example because the debtor is incapacitated or due to a business downturn and business failure resulting in reduced business income for the debtor or indeed the debtor deliberately does not want to pay because the debtor's character is not good as in the case of default in the credit agreement in decision No. 9 /Pdt. G.S/2020/PN Kbm. The method used in this research is normative juridical with analytical descriptive research specifications. The data source used is secondary data consisting of primary, secondary and tertiary legal materials. The data collection method was carried out through a literature study, the data obtained was presented in narrative text, and the data analysis method used was a qualitative normative analysis method.

Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that first, the legal consequence of default in a credit agreement with collateral for land rights certificates in decision No. 9/Pdt.G.S/2020/PN Kbm is that the debtor as the defendant must pay compensation in the form of returning principal achievements. Submission of land rights certificates as collateral does not transfer the guarantee of mortgage rights. Second, the basis for the Judge's consideration in rejecting the application for the execution of the collateral object is because the creditor's claim is not guaranteed by a mortgage guarantee. The judge's consideration was correct, because for the birth of a mortgage right, one must go through the imposition stage and the registration stage at the land office.
3884741414C1C019079Pengaruh Perubahan Tarif Pajak, Kesadaran Wajib Pajak, Sanksi Perpajakan, dan Kualitas Pelayanan Fiskus terhadap Kepatuhan Wajib Pajak UMKM di KPP Pratama Purwokerto Sejak tahun 2013 pemerintah sudah menyoroti potensi penerimaan pajak di bidang UMKM di
Indonesia. Persentase kepatuhan wajib pajak UMKM di KPP Pratama Purwokerto dalam
melaporkan SPT Tahunan setiap tahunnya masih belum maksimal. Data per tahun 2022
menunjukan jumlah UMKM yang melaporkan SPT Tahunan sebanyak 5.229 dari jumlah UMKM yang terdaftar adalah sebanyak 6.091. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji
pengaruh perubahan tarif pajak, kesadaran wajib pajak, sanksi perpajakan, dan kualitas
pelayanan fiskus terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM di KPP Pratama Purwokerto. Teori
yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori atribusi. Populasi dalam penelitian ini menggunakan UMKM yang terdaftar sebagai wajib pajak di KPP Pratama Purwokerto.
Penentuan responden menggunakan random sampling dengan jumlah responden sebanyak
100 responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Perubahan tarif pajak
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM, (2) Kesadaran
wajib pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM, (3)
Sanksi perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak
UMKM, (4) Kualitas pelayanan fiskus berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan
wajib pajak UMKM. Implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah diharap dapat
memberikan pelayanan kepada wajib pajak yang lebih baik lagi dan selalu meningkatkan
frekuensi sosialisasi tentang perubahan tarif pajak dan peraturan mengenai insentif pajak
kepada para pelaku UMKM agar meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Sedangkan untuk
wajib pajak diharapkan mengikuti perkembangan sistem perpajakan yang telah dikembangkan untuk memudahkan pajak dalam melakukan kewajiban perpajakannya.
Since 2013, the Indonesian government has emphasized the potential for
tax revenue in the MSME sector. At KPP Pratama Purwokerto, the compliance
percentage of MSME taxpayers reporting their Annual Tax Return each year is
still suboptimal. According to 2022 data, only 5,229 out of 6,091 registered
MSMEs filed their Annual Tax Return.
This study aims to examine the effect of changes in tax rates, taxpayer
awareness, tax sanctions, and the quality of tax administration services on the
compliance of MSME taxpayers at KPP Pratama Purwokerto. This research
employed attribution theory. The study population includes MSMEs registered as
taxpayers at KPP Pratama Purwokerto. The sample consisted of 100 respondents,
who were selected using random sampling.
Based on the research results, it shows that: (1) Changes in tax rates have
a positive and significant effect on MSME taxpayer compliance, (2) Taxpayer
awareness has a positive and significant effect on MSME taxpayer compliance,
(3) Tax sanctions have a positive and significant effect on MSME taxpayer
compliance, (4) The quality of fiscal services has a positive and significant effect
on MSME taxpayer compliance.
The implication of this research is that the government is expected to
provide better services to taxpayers and always increase the frequency of
socialization about changes in tax rates and regulations regarding tax incentives
for MSME actors in order to increase taxpayer compliance. Meanwhile, taxpayers
are expected to follow the development of the tax system that has been developed
to make it easier for taxpayers to meet their tax obligations.
3884841415C1H019006THE EFFECT OF CONTENT MARKETING ON PURCHASE INTENTION WITH CUSTOMER ENGAGEMENT AND E-WOM AS MEDIATION VARIABLE
(Study of Followers Bittersweet by Najla on Instagram)
Saat ini, setiap aspek kehidupan di seluruh dunia telah berubah menjadi era digitalisasi. Digitalisasi memudahkan kita untuk mencari barang hanya dengan gadget, seperti mencari makanan dan minuman di media sosial. Dengan kemudahan tersebut, para pebisnis berlomba-lomba menjual produk atau jasanya melalui media sosial seperti Instagram. Persaingan ini membuat para pengusaha melakukan berbagai cara untuk memunculkan niat beli pada calon pembeli. Sampel dalam penelitian ini adalah 111 followers Bittersweet by Najla. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan SEM dengan aplikasi AMOS. Hasil dalam penelitian ini content marketing dan customer engagement berpengaruh positif terhadap niat beli.
Today, every aspect of life around the world has changed into the digitalization era. Digitalization makes it easier for us to find things only with gadgets, such as looking for food and baverage on social media. With this convenience, businessmen are competing to sell their products or services through social media such as Instagram. This competition makes entrepreneurs do various ways to bring up purchase intentions in prospective buyers. The sample in this study was 111 followers of Bittersweet by Najla. Data analysis in this study used SEM with AMOS application. The results in this study conten marketing and customer engagement have a positive effect on purchase intention.


3884941416I1D019047HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP TERKAIT ANEMIA DEFISIENSI BESI DENGAN KONSUMSI MAKANAN TINGGI ZAT BESI, ENHANCER DAN INHIBITOR ZAT BESI (Studi pada Anggota PMR SMA Negeri 1 Purwokerto)Latar Belakang: Anggota PMR sering mendapatkan informasi mengenai anemia sehingga dianggap memiiki pengetahuan dan sikap yang lebih baik dibandingkan siswa non-PMR. Pengetahuan dan sikap yang dimiliki anggota PMR akan mempengaruhi konsumsi makanan tinggi zat besi, enhancer, dan inhibitor untuk mencegah terjadinya anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap terkait anemia defisiensi besi dengan konsumsi makanan tinggi zat besi, enhancer dan inhibitor zat besi pada anggota PMR SMA Negeri 1 Purwokerto.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan dengan desain cross-sectional pada 58 anggota PMR aktif di SMA Negeri 1 Purwokerto, sampel diambil dengan metode proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap, serta pengukuran tingkat konsumsi menggunakan SQ-FFQ dan FFQ. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Likelihood Ratio.
Hasil Penelitian: Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan terkait anemia defisiensi besi dengan konsumsi makanan tinggi zat besi dan inhibitor zat besi (p=0,181;0,413). Tidak terdapat hubungan antara sikap terkait anemia defisiensi besi dengan konsumsi makanan tinggi zat besi, enhancer, dan inhibitor zat besi (p=0,370; 0,163;0,502). Terdapat hubungan antara pengetahuan terkait anemia defisiensi besi dengan konsumsi enhancer zat besi (p=0,005).
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap terkait anemia defisiensi besi dengan konsumsi makanan tinggi zat besi dan inhibitor zat besi, serta sikap terkait anemia defisiensi besi dengan konsumsi enhancer zat besi. Terdapat hubungan antara pengetahuan terkait anemia defisiensi besi dengan konsumsi enhancer zat besi.
Background: PMR members are often get information about anemia so they’re considered to have better knowedge and attitudes than non-PMR. The knowledge and attitudes of PMR members will influence the consumption of high iron food, enhancer, and inhibitor to prevent anemia. This study aims to determine the correlation between knowledge and attitude regarding iron deficiency anemia with consumption of high iron food, enhancer and iron inhibitor in PMR members of SMAN 1 Purwokerto.
Methods: This was a cross-sectional study involving 58 PMR members of SMAN 1 Purwokerto. The samples was selected by proportionate stratified random sampling method. Data were collected using knowledge and attitude questionnaire, and measuring consumption levels using SQ-FFQ and FFQ. The data were analyzed using the Chi-Square test and Likelihood Ratio.
Result: There’s no correlation between knowledge regarding iron deficiency anemia with consumption of high iron foood and iron inhibitor (p=0.181; 0.413). There’s no correlation between attitude regarding iron deficiency anemia with consumption of high iron foood, enhancer, iron inhibitor (p=0.370;0,163;0.502). There’s a correlation between knowledge regarding iron deficiency anemia with consumption of iron enhancer (p=0.005).
3885041418C1C019073Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Minat Pengguna MarketplaceTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi minat pengguna dalam menggunakan marketplace. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dan melibatkan 110 responden sebagai sampel yang diambil. Penemuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa meskipun dalam teori Technology Acceptance Model (TAM) dikatakan bahwa kemudahan penggunaan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi minat individu dalam mengadopsi suatu teknologi, namun temuan empiris dalam penelitian ini tidak mengkonfirmasi hal tersebut. Sehingga hipotesis pada penelitian ini yang menyatakan kemudahan penggunaan teknologi berpengaruh positif terhadap minat pengguna marketplace dinyatakan ditolak. The purpose of this study is to identify and explain the factors that influence user interest in using marketplace. This study used a quantitative method with a purposive sampling technique and involved 110 respondents as the sample taken. The findings from this study reveal that even though the Technology Acceptance Model (TAM) theory says that ease of use is one of the factors that influence individual interest in adopting a technology, the empirical findings in this study do not confirm this. So the hypothesis in this study which states that the ease of use of technology has a positive effect on the interest of marketplace is rejected.
3885141419J1D019024TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM INTERAKSI JUAL BELI
ANTARA SISWA SMK JURUSAN PEMASARAN DAN PENGUNJUNG
TOKO BAROKATUL UMMAT
Berdasarkan hasil observasi di Toko Barokatul Ummat, ditemukan beberapa tuturan seperti tuturan meminta maaf, terima kasih, selamat datang, menawarkan, meminta, mengabulkan, dan sebagainya, sehingga penelitian ini berfokus pada tindak tutur ilokusi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrisikan bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi dalam interaksi jual beli antara siswa SMK Jurusan Pemasaran dan Pengunjung Toko Barokatul Ummat.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, sumber data penelitian ini adalah tuturan siswa dan pengunjung Toko Barokatul Ummat. sementara itu, data penelitiannya adalah penggalan tuturan siswa dan pengunjung toko dalam peristiwa interaksi jual beli yang diduga mengandung tindak tutur ilokusi. Pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik dasar berupa teknik sadap dan teknik lanjutan berupa teknik simak bebas libat cakap, serta tenik rekam dan catat. Metode analisis data menggunakan metode padan dengan teknik dasar berupa teknik pilah unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutan berupa teknik hubung banding membedakan (HBB).
Kata kunci: tindak tutur, jual beli, siswa.
Based on the results of observations at the Barokatul Ummat Shop, several utterances were found such as apologizing, thanking, welcome, offering, asking, granting, and so on, so this research focuses on illocutionary speech acts. This study aims to describe the forms and functions of illocutionary speech acts in buying and selling interactions between Marketing Vocational High School students and Barokatul Ummat Shop Visitors.
The method used in this study is descriptive qualitative, the source of this research data is the speech of students and visitors to the Barokatul Ummat Shop. Meanwhile, the research data is the context of speech and speech fragments of students and shop visitors in buying and selling interaction events. The data were collected by using observation method with univolved conversation technique and writing technique. At the data analysis stage, the researcher used the identity method with a technique in the form of a determining element sorting technique (PUP) and an advanced technique in the form of a distinguishing comparison technique (HBB).
3885241421F1B019010Implementasi Permendagri Nomor 4 Tahun 2010 Tentang Pedoman Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan di Kecamatan Pekuncen Kabupaten BanyumasPenelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidaksesuaian pelayanan yang ada di Kecamatan Pekuncen dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2010. Selain itu, Kecamatan Pekuncen mempunyai sumber daya manusia dan sumber daya finansial yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Permendagri Nomor 4 tahun 2010 di Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan di Kecamatan Pekuncen sudah cukup baik. Namun, pada aspek standar dan sasaran kebijakan belum sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2010. Hal ini dikarenakan standar pelayanan minimal di Kecamatan Pekuncen hanya terdapat pelayanan non perizinan sedangkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2010 dijelaskan bahwa ruang lingkup pelayanan administrasi terpadu kecamatan meliputi pelayanan perizinan dan non perizinan. Pada aspek sumber daya masih belum optimal, sedangkan pada aspek komunikasi antar organisasi, aspek karakteristik organisasi, aspek disposisi, serta aspek lingkungan sosial, ekonomi, dan politik sudah baik.The background of this research is the discrepancy between existing services in Pekuncen District with the Minister of Home Affairs Regulation No. 4 of 2010. In addition, Pekuncen District has limited human and financial resources. This study aims to describe the implementation of Permendagri No. 4 of 2010 in Pekuncen District, Banyumas Regency. The research method used is descriptive qualitative research method with the technique of selecting informants using purposive sampling technique. Data collection techniques are through interviews, observation, and documentation. The results of this study indicate that the service in Pekuncen District is quite good. However, the standard aspects and policy objectives are not in accordance with the Minister of Home Affairs Regulation Number 4 of 2010. This is because the minimum service standards in Pekuncen Sub-District are only non-licensing services while in the Minister of Home Affairs Regulation Number 4 of 2010 it is explained that the scope of administrative services District integrated services include licensing and non-licensing services. In the aspect of resources it is still not optimal, while in the aspect of inter-organizational communication, aspects of organizational characteristics, aspects of disposition, as well as aspects of the social, economic and political environment are already good.
3885343862I1A019004Penggunaan Aplikasi e-Kohort terhadap Pelayanan Antenatal Care di Kabupeten Banyumas : Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Selatan, Puskesmas Karanglewas, puskesmas Jatilawang Tahun 2024Latar Belakang: Jumlah kasus kematian ibu (MMR) di Banyumas sebanyak 22.677 kasus. Angka tersebut menunjukkan angka kematian ibu (MMR) di Banyumas masih menduduki peringkat keempat tertinggi di Jawa Tengah. Oleh karena itu, pemerintah berupaya meningkatkan pemantauan ibu hamil hingga persalinan yang didukung oleh infrastruktur kesehatan, seperti Aplikasi e-Cohort.

Metodologi: Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain penelitian kualitatif dengan analisis tematik. Subyek penelitian berjumlah 9 orang, meliputi 6 orang informan utama dan 3 orang informan pendukung yang diperoleh dari simple random sampling.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-Cohort dirasakan sangat bermanfaat, baik bagi puskesmas, bidan desa dan ibu hamil. Karena data tersebut dapat digunakan oleh bidan desa untuk memantau kondisi ibu hamil hingga melahirkan. Cara lain yang dilakukan bidan dalam memantau ibu hamil adalah dengan mendampingi pemeriksaan di rumah sakit dan puskesmas.

Kesimpulan: Penggunaan e-Cohort di Puskesmas Purwokerto Selatan, Puskesmas Karanglewas, dan Puskesmas Jatilawang dapat mempermudah pelayanan pada ibu hamil. Meski ada beberapa faktor penghambat seperti keterbatasan waktu dan jaringan yang tidak stabil. Sedangkan faktor pendukungnya antara lain pelatihan e-Cohort dan pemantauan ibu hamil hingga melahirkan melalui pendampingan pemeriksaan di rumah sakit dan puskesmas.
Background: The number of cases of maternal mortality (MMR) in Banyumas is 22,677 cases. These figures show that the maternal mortality rate (MMR) in Banyumas is still the fourth highest in Central Java. Therefore, the government is trying to improve monitoring of pregnant women until delivery which is supported by health infrastructure, such as the e-Cohort Application.

Methodology: Research was conducted using a qualitative research design with thematic analysis. The research subjects consisted of 9 people, including 6 main informants and 3 supporting informants obtained from simple random sampling.

Research Results: The results show that e-Cohort is felt to be very useful, both for community health centers, village midwives and pregnant women. Because this data can be used by village midwives to monitor the condition of pregnant women until they give birth. There are other ways that midwives monitor pregnant women by accompanying them for examinations at hospitals and health centers.

Conclusion: The use of e-Cohort at the South Purwokerto Community Health Center, Karanglewas Community Health Center, and Jatilawang Community Health Center can facilitate services for pregnant women. Although there are several inhibiting factors, such as limited time and unstable networks. Meanwhile, supporting factors include e-Cohort training and monitoring pregnant women until they give birth through accompanying them for examinations at hospitals and health centers.
3885441422I1A019089PERILAKU PEMANFAATAN PENGOBATAN TRADISIONAL KETERAMPILAN MANUAL DI KABUPATEN BANYUMASLatar Belakang : Pelayanan kesehatan yang banyak diminati masyarakat indonesia saat ini adalah pengobatan alternatif atau pengobatan tradisional. Menurut data Riset Kesehatan Dasar Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Banyumas 24,73% dengan jenis pengobatan tradisional tertinggi yaitu keterampilan manual sebanyak 63,25%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi perilaku pemanfaatan pelayanan pengobatan tradisional keterampilan manual di Kabupaten Banyumas
Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, besar sampel yang ditentukan 15 informan. Analisis yang digunakan adalah content analysis
Hasil Penelitian : Informan penelitian memiliki pengetahuan yang beragam terhadap pengobatan tradisional keterampilan manual. Persepsi yang ada dalam informan meliputi pengobatan radisional merupakan pengobatan yang terhindar dari obat-obatan kimiawi, lebih aman, efisien, dan mudah diakses. Faktor pendukung dalam memanfaatkan pengobatan tradisional meliputi ketersediaan fasilitas, aksesibilitas dan sumber informasi. Hambatan yang ada dalam mengakses pengobatan tradisional adalah kurangnya legalitas, fasilitas, dan waktu tunggu pasien. Adapun untuk harapan masyarakat terhadap perngembangan pengobatan tradisional keterampilan manual adalah adanya legalitas, peningkatan keterampilan pengobatan tradisional, dan peningkatan fasilitas
Kesimpulan : Perilaku pemanfaatan pengobatan tradisional keterampilan manual masyarakat Kabupaten Banyumas sangat beragam. Hal ini ditandai dengan pengetahuan dan persepsi masyarakat yang sesuai dengan ketentuan pengobatan tradisional yang ada. Faktor pendukung perilaku pemanfaatan pengobatan tradisional yaitu ketersediaan fasilitas dan aksesibilitas . Oleh karena itu, pemerintah diharapkan dapat meningkatkan pengembangan pengobatan tradisional keterampilan manual ke depan agar lebih baik.

Kata Kunci : Pengobatan Tradisional, Perilaku

ABSTRACT
Perilaku Pemanfaatan Pengobatan Tradisional Keterampilan Manual di Kabupaten Banyumas
Behavior of Use of Traditional Medicine Manual Skills in Banyumas District
Rifal Dwi Kurniawan1, Arrum Firda Ayu M2, Elviera Gamelia3
1,2,3Department of Public Health, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University
Email: rifal.kurniawan@mhs.unsoed.ac.id


Background: Health services that are in great demand by Indonesian people today are alternative medicine or traditional medicine. Manual skill traditional medicine is a treatment technique based on manipulation and movement of one or several parts of the body such as massage, massage and cupping. According to Basic Health Research data for Central Java Province, Banyumas Regency is 24.73% with the highest type of traditional medicine namely manual skills as much as 63.25%. The purpose of this study was to explore the behavior of utilizing manual skills traditional medicine services in Banyumas Regency

Methods: The type of research used is qualitative with a phenomenological approach, the sample size is determined by 15 informants. The analysis used is content analysis

Results: The informants have diverse knowledge of traditional medicine and manual skills. The perceptions that exist in the informants include that traditional medicine is a treatment that avoids chemical drugs, is safer, more efficient and easily accessible. Supporting factors in utilizing traditional medicine include the availability of facilities, accessibility and sources of information. Barriers to accessing traditional medicine are the lack of legality, facilities, and waiting time for patients. As for the community's expectations for the development of manual skill traditional medicine, there is legality, improvement of traditional medicine skills, and improvement of existing manual skill traditional medicine facilities.

Conclusion: The behavior of utilizing traditional medicine, manual skills, in the Banyumas Regency community is very diverse. This is indicated by the knowledge and perceptions of the community in accordance with the existing provisions of traditional medicine. Factors supporting the behavior of the use of traditional medicine are the availability of facilities and accessibility. However, these supporting factors need to be improved again. Therefore, it is hoped that the government can improve the development of manual skill traditional medicine in the future so that it is better.


Keywords: Traditional Medicine, Behavior
3885541426H1E016024OPTIMASI PERENCANAAN PRODUKSI BERBASIS METODE GOAL PROGRAMMING DENGAN MENGGUNAKAN MICROSOFT EXCEL MACRO DAN VBA (VISUAL BASIC FOR APPLICATIONS)
(Studi Kasus : UMKM Marisa Food Purbalingga)
UMKM Marisa Food memiliki keinginan perencanaan produksi yang dapat menghasilkan keuntungan diatas Rp. 10.000.000,- dengan biaya produksi tidak lebih dari Rp. 20.000.000,-. Produk yang diproduksi oleh UMKM ini meliputi : Abon Lele, Nugget, Otak-otak, Bakso, dan Rolade yamg memiliki bahan dasar yang sama yaitu daging ikan lele. Saat ini tidak ada perencanaan produksi yang pasti, produksi hanya dipicu oleh jumlah stok yang berkurang dimana jumlah stok yang berkurang bernilai sama untuk setiap produknya tanpa mempertimbangkan data historis penjualan setiap produknya serta penggunaan bahan baku yang kurang optimal sehingga seringkali melakukan pembelian bahan baku diluar jadwal yang telah ditentukan. Metode yang tepat untuk perencanaan produksi pada kasus ini adalah optimasi menggunakan metode Goal Programming dengan bantuan metode Forecasting untuk pemanfaatan data historis setiap produk yang penyelesaiannya akan menggunakan Microsoft Excel. Metode Goal Programming digunakan sebagai penyelesaian optimasi dengan menyelesaikan model matematis yang akan dikembangkan sesuai dengan kondisi UMKM dimana memiliki tujuan yang jelas yaitu keuntungan lebih dari Rp. 10.000.000,- dengan biaya produksi tidak lebih dari Rp. 20.000.000,-. Hasil dengan Goal Programming adalah UMKM harus memproduksi produk Abon Lele sebanyak 617 buah, Nugget 137 buah, Otak-otak 123 buah, Bakso 67 buah, dan Rolade 351 buah dengan keuntungan sebesar Rp. 11.297.381,- dengan biaya produksi Rp. 19.767.076,-.UMKM Marisa Food has a desire for production planning that can generate profits above Rp. 10,000,000,- with a production cost of no more than Rp. 20,000,000,-. The products produced by UMKM include: Abon Lele (shredded catfish), Nuggets, Otak-otak (fishcakes), Meatballs, and Rolade which have the same basic ingredients, namely catfish meat. Currently there is no definite production plan, production is only triggered by a reduced amount of stock where the reduced stock amount is the same for each product without considering the historical sales data for each product and the use of raw materials is not optimal so that raw materials are often purchased outside the planned schedule. The appropriate method for production planning in this case is optimization using the Goal Programming method with the help of the Forecasting method to utilize historical data for each product whose completion will use Microsoft Excel. The Goal Programming method is used as an optimization solution by completing a mathematical model that will be developed according to the conditions of UMKM which have a clear goal, namely a profit of more than Rp. 10,000,000,- with a production cost of no more than Rp. 20,000,000,-. The results with Goal Programming are that UMKM must produce 617 Abon Lele (shredded catfish), 137 Nuggets, 123 Otak-otak (fishcakes) , 67 Meatballs, and 351 Rolade with a profit of Rp. 11,297,381, - with a production cost of Rp. 19,767,076,-.
3885641424E1A019110DISPARITAS PIDANA TERHADAP TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL ANAK OLEH ORANG TUA BERDASARKAN UNDANG- UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2016
(Studi Putusan Nomor 210/Pid.Sus/2021/Pn Tjk dan Putusan Nomor 140/Pid.Sus/2021/PN Gpr)
Disparitas pidana terjadi dalam Putusan No. 210/Pid.Sus/2021/PN Tjk yang memutus bahwa perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan memenuhi rumusan delik Pasal 81 ayat (3) UU No.17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan pidana penjara selama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda sebesar Rp.1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah), sedangkan Putusan No. 140/Pid.Sus/2021/PN Gpr perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan memenuhi rumusan delik Pasal 81 Ayat (3) Jo Pasal 81 Ayat (1) Jo Pasal 76 D UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 65 Ayat
(1) KUHP dan dijatuhi putusan pidana penjara selama 8 (delapan) tahun penjara dan denda sejumlah Rp 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah). Berdasarkan kedua putusan tersebut, perbuatan terdakwa pada dasarnya sama yaitu dengan kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya yang dilakukan oleh orang tua namun diputus dengan perbedaan 7 tahun. Penelitian ini bertujuan mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim dalam putusan yang menimbulkan disparitas pidana dan mengetahui faktor penyebab terjadinya disparitas pidana pemidanaan. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum secara yuridis normatif, dengan metode pendekatan undang-undang (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Spesifikasi penelitian ini adalah preskriptif, dengan jenis dan sumber data sekunder, dan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa status terdakwa dalam Putusan No. 140/Pid.Sus/2021/PN Gpr sebagai seorang orang tua anak korban tidak mempengaruhi adanya pemberatan pidana. Disparitas pidana pemidanaan dalam tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak oleh orang tua dalam kedua putusan tersebut dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) bagian berdasarkan sumbernya, yakni disparitas pidana yang bersumber dari kemandirian hakim, pedoman pemidanaan dan sistem pemidanaan.
Criminal disparity is observed in Verdict No. 210/Pid.Sus/2021/PN Tjk, which concludes that the actions of the defendant have been established as legitimately and convincing, fulfill the elements of the offense stipulated under Article 81 Paragraph (3) of Law No. 17 of 2016 concerning Child Protection, resulting in a prison sentence of 15 (fifteen) years and a fine of Rp 1,000,000,000.00 (one billion Indonesian Rupiah). On the other hand, Verdict No. 140/Pid.Sus/2021/PN Gpr confirms that the actions of the defendant have been legitimately and convincing proven to fulfill the elements of the offense stipulated in Article 81 Paragraph (3), in conjunction with Article 81 Paragraph (1), and Article 76 D of Law of the Republic of Indonesia No. 17 of 2016 concerning Child Protection, alongside Article 65 Paragraph (1) of the Criminal Code (KUHP). Consequently, a prison sentence of 8 (eight) years and a fine of Rp 1,000,000,000.00 (one billion Indonesian Rupiah) are imposed. Based on these two verdicts, the defendant's actions are fundamentally the same: coercive sexual violence against a child, committed by a parent, yet adjudicated with a 7-year difference in sentencing. This research aims to discern the legal rationale employed by judges in verdicts that give rise to disparities and to identify the factors causing such disparities in sentencing. This study employs a normative juridical research approach, utilizing the methods of statute analysis and case examination. The research is prescriptive in nature, employing secondary data sources, and employing qualitative descriptive data analysis. The findings of this research indicate that the defendant's status as a parent of the victim in Verdict No. 140/Pid.Sus/2021/PN Gpr does not influence the aggravation of the penalty. Disparities in sentencing for sexual violence against children by parents, as depicted in both verdicts, can be categorized into three distinct segments based on their origins: criminal disparities arising from judicial autonomy, sentencing guidelines, and the penal system.
3885741425F1C019005Persepsi Remaja Putri terhadap Kolam Renang Syariah The Forest Island PurwokertoDi Purwokerto, keberadaan fasilitas kolam renang syariah masih terhitung sedikit jika dibandingkan dengan kolam renang konvensional. Di beberapa keadaan hal ini menimbulkan potensi untuk terjadi pelecehan seksual. Adanya kolam renang syariah dapat menjadi sebuah upaya tindakan preventif untuk mengurangi kasus pelecehan seksual karena tempat yang didesain terpisah sehingga meminimalisasi pemicu terjadinya pelecehan seksual. Penelitian berjudul “Persepsi Remaja Putri terhadap Kolam Renang Syariah The Forest Island Purwokerto” bertujuan untuk mengetahui persepsi dari remaja putri terhadap Kolam Renang Syariah The Forest Island Purwokerto dan mengetahui peran kolam renang syariah sebagai upaya tindakan preventif untuk mengurangi kasus pelecehan seksual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pemilihan informan secara purposive sampling.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya persepsi positif dari remaja putri terhadap Kolam Renang Syariah The Forest Island Purwokerto yang ditunjukkan dari banyaknya populasi wanita muslimah yang mulai sadar untuk menjaga kebugaran dengan berolahraga renang secara aman dan nyaman tanpa terekspos lawan jenis. Selain itu, jumlah kolam renang syariah yang masih sedikit dibandingkan dengan kolam renang konvensional menjadikan persepsi informan terhadap Kolam Renang Syariah The Forest Island Purwokerto menjadi positif karena kolam renang syariah tersebut memiliki potensi pada pengembangan keamanan dan kenyamanannya. Kolam Renang Syariah The Forest Island Purwokerto dianggap mampu menjadi upaya preventif untuk mencegah terjadinya kasus pelecehan seksual. Hal ini dibuktikan dari sisi keamanan yang dirasakan oleh pengguna kolam renang syariah, seperti aman dari tindakan catcalling yang dilakukan oleh kaum pria. Selain itu, kawasan kolam renang syariah yang tertutup dan terpisah antara pria dan wanita juga mendukung sisi kenyamanan dari pengguna kolam renang syariah karena privasi mereka yang terjaga.
In Purwokerto, the existence of sharia swimming pool facilities is still relatively small when compared to conventional swimming pools. In some circumstances this creates the potential for sexual harassment. The existence of a sharia swimming pool can be a preventive measure to reduce cases of sexual harassment because the place is designed separately so as to minimize triggers for sexual harassment. The research entitled "Young Women's Perceptions of The Forest Island Purwokerto Sharia Swimming Pool" aims to determine the perceptions of young women towards The Forest Island Purwokerto Sharia Swimming Pool and determine the role of Islamic swimming pools as a preventive measure to reduce cases of sexual harassment. This study used a descriptive method and purposive sampling as the technique of selecting informants.

The results of this study indicate that there is a positive perception of young women towards The Forest Island Purwokerto Sharia Swimming Pool which shows that the large population of Muslim women is starting to become aware of maintaining fitness by exercising safely and comfortably without being exposed to the opposite sex. In addition, the small number of sharia swimming pools compared to conventional swimming pools made positive perception because the sharia swimming pool has the potential to develop safety and comfort. The Forest Island Purwokerto Sharia Swimming Pool is considered capable of being a preventive measure to prevent cases of sexual harassment. This is evidenced in terms of the security felt by users of sharia swimming pools, such as being safe from catcalling by men. In addition, the sharia swimming pool area which is closed and separated for men and women also supports the comfort side of sharia swimming pool users because their privacy is maintained.
3885840755E1A019109Cerai Gugat Karena Suami Berzina (Studi Putusan Nomor: 3390/Pdt.G/2022/PA.Srg) Perkawinan memiliki peran penting dalam agama, termasuk dalam Islam, yang menganggapnya sebagai kebutuhan dasar manusia dan ikatan suci antara laki-laki dan perempuan. Terdapat berbagai hambatan yang dapat mengganggu hubungan dalam rumah tangga. Tindakan berzina dapat menjadi faktor pemicu perselisihan rumah tangga yang menjadi alasan perceraian. Kasus cerai gugat Nomor 3390/Pdt.G/2022/PA.Srg, suami berzina dengan Ibu kandung Penggugat menyebabkan perselisihan yang terjadi terus menerus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kasus cerai gugat yang terjadi karena Tergugat melakukan berzina dengan Ibu kandung Penggugat.
Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana dasar pertimbangan hukum hakim dan akibat hukum cerai gugat pada putusan Nomor 3390/Pdt.G/2022/PA.Srg tentang cerai gugat dengan alasan suami berzina. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif analitis. Sumber data yang digunakan penelitian ini adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif secara sistematis.
Hasil penelitian dan pembahasan, (1) Putusan Pengadilan Agama Nomor 3390/Pdt.G/2022/PA.Srg hanya didasarkan pada penjelasan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan jo. Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam mengesampingkan Pasal 19 huruf (a) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo. Pasal 116 huruf (d) Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam dan Pasal 19 huruf (d) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo. Pasal 116 huruf (d) Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam. Majelis Hakim mengesampingkan Pasal 87 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama terkait cerai dengan alasan zina. Majelis Hakim juga mengesampingkan SEMA Nomor 3 Tahun 2018 terkait hak istri mendapatkan nafkah iddah dan mut’ah (2) Jatuhnya talak satu bain sughra berakibat putusnya perkawinan dan tidak mungkin dirujuk kecuali dengan akad nikah baru merujuk Pasal 119 ayat (1) Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam. Akibat terhadap harta bersama yaitu pembagian harta bersama dibagi secara adil yaitu seperdua dari harta bersama.
Marriage has an important role in religions, including in Islam, which regards it as a basic human need and a sacred bond between a man and a woman. There are various obstacles that can interfere with relationships in the household. The act of adultery can be a triggering factor for domestic disputes which is the reason for divorce. The divorce case filed against Number 3390/Pdt.G/2022/PA.Srg, the husband committed adultery with the plaintiff's biological mother causing ongoing disputes. This study aims to analyze divorce cases that occurred because the Defendant committed adultery with the Plaintiff's biological mother.
The formulation of the problem of this research is how the basis of the judge's legal considerations and the consequences of the divorce law are contested in the decision Number 3390/Pdt.G/2022/PA.Srg regarding divorce sued on the grounds that the husband is adultery. The method used in this study is normative juridical with analytical prescriptive research specifications. The data sources used in this research are primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data obtained is presented in a systematic narrative text.
The results of the research and discussion, (1) The decision of the Religious Court Number 3390/Pdt.G/2022/PA.Srg is only based on the explanation of Article 39 paragraph (2) of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage jo. Article 116 letter (f) Compilation of Islamic Law overrides Article 19 letter (a) Government Regulation Number 9 of 1975 concerning the Implementation of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage jo. Article 116 letter (d) Presidential Instruction Number 1 of 1991 concerning Compilation of Islamic Law and Article 19 letter (d) Government Regulation Number 9 of 1975 concerning Implementation of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage jo. Article 116 letter (d) Presidential Instruction Number 1 of 1991 concerning Compilation of Islamic Law. The Panel of Judges set aside Article 87 Paragraph (1) of Law Number 7 of 1989 concerning the Religious Courts regarding divorce on the grounds of adultery. The Panel of Judges also ruled out SEMA Number 3 of 2018 regarding the wife's right to receive iddah and mut'ah maintenance. (2) The fall of one bain sughra divorce results in the dissolution of the marriage and cannot be reconciled except with a new marriage contract referring to Article 119 paragraph (1) of Presidential Instruction Number 1 of 1991 concerning Compilation of Islamic Law. The effect on joint assets is that the distribution of joint assets is divided fairly, namely half of the joint assets.
3885941431E1A017282PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP MEREK TERKENAL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 DALAM PUTUSAN PENGADILAN NIAGA JAKARTA PUSAT NOMOR 12/PDT.SUS-MEREK/2020/PN.NIAGA.JKT.PSTFungsi merek dalam menjaga dan mempertinggi mutu atau kualitas suatu barang dan/atau jasa, memperlancar produksi dagang terkendala dengan adanya praktik perdagangan tidak jujur dalam lingkup merek dagang, salah satunya berupa pembajakan merek dagang terkenal yang dilakukan oleh pengusaha yang beriktikad tidak baik. Hal ini tentunya merugikan bagi pengusaha dan konsumen atas barang atau jasa dengan merek terkenal karena adanya kemungkinan menurunnya omzet akibat kemiripan merek sehingga para konsumen terkelabui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum terhadap merek terkenal dalam Putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat Nomor 12/Pdt.Sus-Merek/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst beserta akibat hukum dari pembatalan merek Virtolin berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder dan tersier yang dikumpulkan dengan metode studi kepustakaan. data-data tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif yang disajikan dalam bentuk teks naratif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa perlindungan hukum merek VENTOLIN milik Penggugat telah sesuai dengan ketentuan Pasal 21 Ayat (1) huruf a dan b, serta Pasal 21 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis. Akibat hukum dari pembatalan merek VIRTOLIN milik Tergugat dalam Putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat Nomor 12/Pdt.Sus-Merek/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst yaitu merek VIRTOLIN dicoret dari Daftar Umum Merek Ditjen KI, sertifikat merek atas VIRTOLIN dinyatakan tidak berlaku dan perlindungan hukum atas merek VIRTOLIN dinyatakan berakhir.
The function of trademarks in maintaining and improving the quality of goods and/or services, facilitating trade production is constrained by the existence of dishonest trade practices in the scope of trademarks, one of which is in the form of piracy of well-known trademarks carried out by entrepreneurs who have bad intentions. This is certainly detrimental to entrepreneurs and consumers of goods or services with well-known trademarks because of the possibility of a decrease in turnover due to the similarity of the brand so that consumers are deceived. This research aims to find out how the legal protection of well-known trademarks in the Central Jakarta Commercial Court Decision Number 12/Pdt.Sus-Merek/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst along with the legal consequences of the cancellation of the Virtolin trademark based on Law Number 20 of 2016 concerning Trademarks and Geographical Indications.
This research uses a normative juridical approach method, with prescriptive research specifications. The data sources used in this research are secondary data sources in the form of primary, secondary and tertiary legal materials collected by the literature study method. The data is then analysed using qualitative normative methods presented in the form of narrative text.
Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the legal protection of the Plaintiff's VENTOLIN trademark is in accordance with the provisions of Article 21 Paragraph (1) letters a and b, as well as Article 21 Paragraph (3) of Law Number 20 Year 2016 on Trademarks and Geographical Indications. The legal consequences of the cancellation of the Defendant's VIRTOLIN trademark in the Central Jakarta Commercial Court Decision Number 12/Pdt.Sus-Merek/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst are that the VIRTOLIN trademark is removed from the General Register of Trademarks of the Directorate General of IP, the trademark certificate on VIRTOLIN is declared invalid and the legal protection of the VIRTOLIN trademark is declared terminated.
3886041430A1C019028KARAKTERISTIK BIOPELET TONGKOL JAGUNG DAN DAUN JATI TANPA KARBONISASI DENGAN PERLAKUAN KOMPOSISI PEREKAT DAN SUHU PENGERINGANBiopelet merupakan bahan bakar yang berasal dari biomassa dan melalui proses densifikasi dalam pembuatannya. Salah satu biomassa yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan biopelet yaitu tongkol jagung dan daun jati. Proses pembuatan biopelet meliputi persiapan alat dan bahan, pencampuran bahan dan perekat, pencetakan, dan pengeringan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor komposisi perekat terdiri atas 3 taraf yaitu 10%, 15%, dan 20%. Faktor suhu pengeringan terdiri atas 3 taraf yaitu 90 C, 100 C, dan 110 C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kadar abu biopelet berkisar antara 3,73-5,65%, kadar air berkisar antara 7,02-27,65% bb, densitas berkisar antara 0,39-0,61 g/cm3, kadar zat terbang berkisar antara 93,65-98,54%, laju pembakaran 0,06-0,09 berkisar antara g/menit, dan shatter index berkisar antara 36,78-57,87. Biopelet pada penelitian ini belum memenuhi SNI 8021:2014, namun pada variabel kadar air terdapat perlakuan yang memenuhi standar yaitu perlakuan K1T2, K1T3, K2T3, dan K3T3. Komposisi perekat berpengaruh nyata terhadap kadar air, densitas, kadar zat terbang, dan shatter index. Suhu pengeringan berpengaruh nyata terhadap kadar abu, kadar air, densitas, kadar zat terbang, dan laju pembakaran. Hasil penelitian terbaik untuk variabel kadar air, kadar zat terbang, dan laju pembakaran yaitu perekat 10% dan suhu 110 C, kadar abu pada perekat 10% dan suhu 90 C, densitas pada perekat 20% dan suhu 90 C, serta shatter index pada perekat 20% dan suhu 110 C.Biopellets are fuels derived from biomass and undergo a densification process in their manufacture. One of the biomass that can be utilized for making biopellets are corn cobs and teak leaves. The process of making biopellets includes the preparation of tools and materials, mixing of materials and adhesives, printing, and drying. This study used a completely randomized design (CRD) factorial pattern. The adhesive composition factor consists of 3 levels, namely 10%, 15%, and 20%. The drying temperature factor consists of 3 levels, namely 90 C, 100 C, and 110 C. The results showed that the ash content of the biopellets ranged from 3,73-5,65%, the moisture content ranged from 7,02-27,65% wb, the density ranged from 0,39-0,61 g/cm3, the volatile matter content ranged from 93,65-98,54%, burning rate ranged from 0,06-0,09 g/minute, and shatter index ranged from 36,78-57,87. The biopellets in this study did not comply with SNI 8021:2014, but in the variable water content there are treatments that meet the standard, namely the K1T2, K1T3, K2T3, and K3T3 treatments. The adhesive composition significantly affected the moisture content, density, volatile matter content, and shatter index. The drying temperature has a significant effect on ash content, moisture content, density, volatile matter content, and combustion rate. The best research results for variables of moisture content, volatile matter content, and burning rate on adhesive 10% and temperature 110 C, ash content on adhesive 10% and temperature 90 C, density on adhesive 20% and temperature 90 C, and shatter index on adhesive 20% and temperature 110 C.