Artikelilmiahs

Menampilkan 38.741-38.760 dari 48.943 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3874141336E1A016086KEBIJAKAN HUKUM DAN PERLINDUNGAN TERHADAP PEKERJA DENGAN PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU BERDASARKAN SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONALIndonesia sebagai negara hukum menjamin pemenuhan hak dasar warga negara diantaranya pemenuhan jaminan sosial bagi pekerja yang tertuang di dalam beberapa peraturan perundang-undangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan hukum terhadap pekerja dengan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) dan upaya perlindungan hukum terhadap pekerja dengan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) yang didasari oleh Sistem Jaminan Sosial Nasional. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, dengan metode pendekatan perundang-undangan (Statute Approach) dan pendekatan analitis (Analytical Approach). Spesifikasi penelitian ini adalah preskriptif, yang menggunakan sumber data sekunder melalui studi kepustakaan dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa kebijakan hukum terkait sistem jaminan sosial nasional terhadap pekerja dengan perjanjian kerja waktu tertentu adalah sama dengan yang diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan, yang didukung dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 150 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja Bagi Tenaga Kerja Harian Lepas, Borongan, Dan Perjanjian Kerja Waktu tertentu. Bentuk perlindungan hukum bagi pekerja dengan perjanjian kerja waktu tertentu yang didasari oleh sistem jaminan sosial nasional adalah dengan perlindungan ekonomi melalui upah, jaminan pensiun dan jaminan hari tua, perlindungan sosial melalui waktu kerja, dan perlindungan teknis melalui perlindungan keselamatan kerja dan jaminan kecelakaan kerja, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.Indonesia as a state of law, has secure national natural right including employee’s social security that stated in several laws and regulations. This study aims to determine legal policies and legal protection for contract employees based on the National Social Security System. The research used a normative juridicial type with a statute approach and a analytical approach. The specification of the research is prescriptive, wich uses secondary data through literature studies as a resources and analyzed by normative qualitative method. Based on this research, it can be concluded that the legal policies related to the national social security system for contract employees are guided on a Law Number 13 of 2003 concerning Manpower , which supported by the Ministerial Decree Number 150 of 1999 concerning The Implementation Of The Employee’s Social Security For Daily Workers, And Contract Eployees. The forms of legal protection for contract employees that based on the national social security system are consist of the economic protection through pays regulation and retirement security, the social protection through working times regulation, and technical protection through occupational safety and healt regulation as stipulated in Law Number 13 of 2003 concerning Manpower.
3874241337J1E016039THE USE OF QUIPPER SCHOOL APPLICATION AS ONLINE LEARNING MEDIA IN TEACHING READING COMPREHENSION
( A Descriptive Study on the Implementation of Quipper School Application on 11th Grade Students At SMA N 3 Slawi Academic Year 2020/2021)
Avitza, Nurin Afilia. 2023. The use of quipper school application as online learning media in teaching reading comprehension (A Descriptive Study on The Implementation of Quipper School Application on 11th Grade Students At SMA N 3 SLAWI Academic Year 2020/2021). Skripsi. Pembimbing : Slamet Riyadi,S.S, M.Pd., Novita Pri Andini S.Pd., M.Pd, Penguji: Tuti Purwati. S.S., M.Pd Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris, Jurusan Pendidikan Bahasa, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, 2022/2023.
Kata kunci: Aplikasi, Membaca, Pembelajaran Daring, Quipper.
Penelitian ini berfokus pada pengajaran menggunakan aplikasi quipper school. Tujuan dari penelitian ini adalah; (1) untuk mendeskripsikan penerapan aplikasi quipper school dalam mengajar pemahaman membaca, (2) untuk mengetahui respon siswa terhadap penerapan aplikasi quipper dalam pembelajaran membaca, (3) untuk mengetahui kesan guru terhadap penerapan aplikasi quipper school untuk mengajar pemahaman membaca. Metodologi penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Fungsinya untuk mendapatkan deskripsi tentang kegiatan penerapan dari aplikasi quipper school, respon siswa terhadap penerapan aplikasi quipper shcool, dan kesan guru terhadap penerapan aplikasi quipper school untuk mengajar pemahaman membaca. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas sebelas SMA N 3 Slawi. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas Sebelas MIPA 4, SMA N 3 Slawi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan kuesioner. Dalam menganalisis data, peneliti memilih, dan menyalin data yang terkait dengan tujuan penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah; (1) penjelasan penerapan aplikasi quipper school dalam mengajar pemahaman membaca, (2) tanggapan siswa; 95%, bahwa siswa antusias selama proses belajar mengajar pemahaman membaca melalui aplikasi quipper school, yang mana dapat dilihat dari hasil angket, bahwa 95% siswa memilih jawaban “ya” pada pertanyaan kuesioner ke empat yaitu “Apakah anda merasa lebih bersemangat untuk belajar dengan menggunakan quipper ?”, (3) Tanggapan guru; bahwa aplikasi quipper school mampu memberikan pengetahuan baru untuk siswa, aplikasinya mudah digunakan, dan membuat kegiatan belajar mengajar lebih efisien.
Rekomendasi dari penelitian ini adalah untuk guru-guru bahasa Inggris yang ingin menerapkan aplikasi quipper school sebagai media pengajaran harus menyiapkan materi dengan memilih materi yang telah tersedia dalam aplikasi quipper school yang sesuai dengan silabus, mengaktifkan latar belakang pengetahuan siswa, dan memfasilitasi siswa dengan adanya subsidi kuota internet,serta mengingat era pandemi sudah berakhir, sebaiknya guru mempertimbangkan kembali penggunaan aplikasi quipper school dalam proses pembelajaran agar tepat sasaran.
Avitza, Nurin Afilia. 2023. The use of quipper school application as online learning media in teaching reading comprehension (A Descriptive Study on The Implementation of Quipper School Application on 11th Grade Students At SMA N 3 SLAWI Academic Year 2020/2021). Thesis. Supervisors: Slamet Riyadi, S.S, M.Pd., Novita Pri Andini S.Pd., M.Pd, External Examiner: Tuti Purwati, S.S., M.Pd. English Education Study Program, Department of Language Education, Faculty of Humanities, Jenderal Soedirman University Purwokerto, 2022/2023.
Keywords: Application, Online Learning, Quipper, Reading
This research mainly concerns on the use of quipper application as online learning media in teaching reading comprehension. The purposes of this research are; (1) To describe the implementation of quipper school application in teaching reading, (2) To know the students’ response toward the implementation of quipper school application in teaching reading, (3) To know the teacher’s impression on using quipper school in teaching reading. The methodology of this research is qualitative research method. The functions were to get an overview of the activities of implementing the quipper School application, the students responses of using quipper school application, and the teacher impressions of using quipper school application. The population of this research were the 11th grade students of SMA N 3 Slawi. The sample of this research was 11th MIPA 4 of SMA N 3 Slawi. The data were conducting by observation, interview, and questionnaire. In analyzing the data, the researcher selected, and transcribed the data related to the research objectives. The result of this research are; (1) the explanation of the implementation of quipper school application in teaching reading comprehension, (2) the students response; 95%, that students were enthusiastic during the teaching and learning process of reading comprehension through the quipper school application, which can be seen from the results of the questionnaire, that 95% of students chose the answer "ya" to the fourth question, namely “Apakah anda merasa lebih bersemangat untuk belajar dengan menggunakan quipper ?”, (3) The english teachers’ impressions about quipper school application, it can be seen from the interview results, that the English teacher’s responses; the quipper school application can provide new knowledge for the students, the application is easy to use, and it makes teaching and learning activities more efficient.
The recommendations of this research are; for English teachers who want to use quipper school application as teaching media should prepare the materials which provided by the quipper school application by selecting the appropriate materials which relevant to the syllabus, activate the students’ background knowledge, facilitate the students with internet quota subsidies, and also considering that the pandemic era is over, teachers should reconsider using the quipper school application in the learning process so that it is right on target.
3874341338C1I018004 ANALYSIS OF FACTORS INFLUENCING INTENTION IN IMPLEMENTING SMARTPHONE ACCOUNTING APPLICATIONS IN SMEs IN PURWOKERTOStudi ini menyelidiki peran literasi keuangan, literasi digitalisasi dan pengetahuan dalam pengambilan keputusan individu untuk menggunakan aplikasi. Penelitian ini menyelidiki peran literasi keuangan, literasi digitalisasi dan pengetahuan terhadap pengambilan keputusan individu untuk menggunakan suatu aplikasi. Penelitian ini melibatkan 76 pekerja UKM dari Purwokerto. Metode pengumpulan data melalui angket atau kuesioner. Uji validitas angket akan dibandingkan dengan nilai r Tabel pada signifikansi 5%, dan uji realibilitas akan dihitung dengan cronbach alpha. Metode analisis data penelitian adalah regresi linier berganda. Uji t dan uji f digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil uji t menunjukkan bahwa pengetahuan tentang akuntansi, pemahaman tentang digitalisasi, dan pemahaman tentang aplikasi akuntansi memiliki dampak positif dan signifikan terhadap niat untuk menggunakan aplikasi akuntansi di smartphone. Dengan demikian, hipotesis diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan tentang aplikasi akuntansi, pengetahuan tentang keuangan, dan pengetahuan digitalisasi terhadap niat pelaku UKM di Purwokerto untuk menerapkan aplikasi akuntansi di smartphone.This study investigates the role of financial literacy, digitalization literacy and knowledge on individual decision making to use an application. This research involved 76 SMEs workers from Purwokerto. Methods of data collection through questionnaires or questionnaires. The validity test of the questionnaire will be compared with the r table value at 5% significance, and the reliability test will be calculated using Cronbach alpha. The research data analysis method is multiple linear regression. The t test and f test are used to test the research hypothesis. The results of the t test show that financial literacy, digitalization literacy, and knowledge of accounting applications have a positive and significant impact on the intent to implement smartphone accounting applications. Thus, the hypothesis is accepted. It can be concluded that there is a significant influence between financial literacy, digitalization literacy, and knowledge of accounting applications on the intention of SMEs in Purwokerto to implement smartphone accounting applications.
3874441343A1D019061Pengaruh Aplikasi Pupuk Kasgot yang Diperkaya Bakteri Penambat N terhadap Karakteristik Fisiologi dan Hasil Tanaman Caisim (Brassica juncea L)Caisim (Brassica juncea L.) merupakan sayuran yang mengandung nilai gizi tinggi. Kasgot merupakan hasil pengelolaan sampah organik dari biokonversi larva Black Soldier Fly (BSF). Bakteri penambat N (BPN) mampu memfiksasi N2 untuk meningkatkan ketersediaan N bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis kasgot dan jenis BPN terhadap karakter fisiologi dan hasil tanaman caisim. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor perlakuan dan diulang tiga kali. Faktor pertama dosis kasgot (K), yaitu K0 (kontrol), K1 (10 ton/ha) dan K2 (20 ton/ha), faktor kedua jenis BPN (B), yaitu B0 (kontrol), B1 (Acinetobacter junni), dan B2 (Bacillus tropicus). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf kesalahan 5%, dan dilanjutkan Uji DMRT jika nyata. Dosis kasgot 10 ton/ha (K1) memberikan bobot segar tanaman per hektar terbaik, yaitu 15,46 ton/ha dengan peningkatan sebesar 149,76% dibanding kontrol. Bakteri Bacillus tropicus (B2) memberikan serapan N tanaman terbaik, yaitu 73,604 g/tanaman. Interaksi antara perlakuan dosis kasgot 20 ton/ha dan Bakteri Bacillus tropicus (K2B2) memberikan bobot kering akar terbaik, yaitu sebesar 3,130 g/tanaman.Caisim (Brassica juncea L.) is a vegetable with high nutritional value. Maggot Frass is the result of organic waste management from Black Soldier Fly (BSF) larvae bioconversion. N fixing bacteria (BPN) are able to fix N2 to increase N availability for plants. This study aimed to determine the effect of the dose of maggot frass and the type of BPN on the physiological characteristics and yield of caisim plants. The design used was a Randomized Completely Block Design (RCBD) with factorial pattern and three repetitions. The first factor was the dose of maggot frass (K), namely K0 (control), K1 (10 tons/ha) and K2 (20 tons/ha), the second factor was the type of BPN (B), namely B0 (control), B1 (Acinetobacter junni), and B2 (Bacillus tropicus). Research data were analyzed using the ANOVA test at an error rate of 5%, and continued with the DMRT test if it was real. maggot frass dose of 10 tons/ha (K1) gave the best plant fresh weight per hectare, which was 15,46 tonnes/ha with an increase of 149,76% compared to control. Acinetobacter junni bacteria gave the best total BPN population density, which was 4,05×108b CFU/g. Bacteria Bacillus tropicus (B2) gave the best plant N uptake, namely 73.604 g/plant. Interaction between the maggot frass dose of 20 tons/ha and Bacillus tropicus (K2B2) bacteria gave the best dry weight of plant roots, which was 3,130 g/plant.
3874544085F1C020069Analisis Manajemen Produksi Program Berita Fakta+62 di NET. TVTantangan ketidakstabilan finansial yang mengakibatkan
perampingan karyawan hingga kehadiran media sosial telah
memberikan dampak bagi keberlangsungan proses produksi
program di NET. TV. Di antara beragamnya program yang
diproduksi, program Fakta+62 menjadi salah satu program yang
terkena dampaknya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis upaya manajerial dalam proses
produksi program Fakta+62 di tengah tantangan yang sedang
dihadapinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode deskriptif. Purposive sampling untuk metode
pemilihan partisipannya. Observasi dan wawancara mendalam
untuk metode pengumpulan datanya. Adapun analisisnya dilakukan
dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa proses produksi yang dijalankan
pada program Fakta+62 di NET. TV melewati tahapan produksi
yang terorganisir dimulai dari pra-produksi, produksi, hingga pasca
produksi. Berkenaan program Fakta+62 termasuk program yang
menyajikan konten berita, maka dalam proses produksinya
dilakukan tahapan redaksi sebagaimana perspektif Bass mengenai
teori arus berita. Tahapan redaksi tersebut terminkan pada peran
senior producer sebagai gatekeeper yang tugasnya memeriksa
kualitas konten berita sebelum konten tersebut ditayangkan kepada
penonton. Sehubungan proses produksi program Fakta+62 saat ini
sedang dihadapkan pada tantangan ketidakstabilan finansial dan
kehadiran media sosial, maka upaya manajerial dalam proses
produksinya dilakukan secara adaptif dan efisien dengan
mempertimbangkan penerapan fungsi manajemen yang terdiri dari
fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan
pengawasan. Meskipun fungsi manajemen tersebut diterapkan
dalam upaya manajerial, tetapi penerapannya mengalami
keterbatasan. Keterbatasan tersebut ditunjukkan oleh
kecenderungan manajemen produksi yang lebih mengarah pada
financial oriented serta kecenderungan mekanisme pekerjaan yang
lebih menekankan pada penambahan beban kerja kepada
karyawan yang masih tersisa.
The challenges of financial instability which have resulted in
employee downsizing and the presence of social media have had
an impact on the continuity of the production program process at
NET. TV. Among the various programs produced, the Fakta+62
program is one of the programs affected. Based on this, this
research aims to analyze managerial efforts in the production
process of the Fakta+62 program amidst the challenges it is
currently facing. This research uses a qualitative approach with
descriptive methods. Purposive sampling for the participant
selection method. Observation and in-depth interviews for data
collection methods. The analysis was carried out using the Miles
and Huberman interactive model. The research results show that
the production process is carried out using the Fakta+62 program
on NET. TV goes through organized production stages starting from
pre-production, production, to post-production. Regarding the
Fakta+62 program, including programs that present news content,
in the production process an editorial stage is carried out according
to Bass's perspective regarding news flow theory. The editorial
stages are reflected in the role of the senior producer as a
gatekeeper whose job is to check the quality of news content before
the content is shown to the audience. In connection with the
production process of the Fakta+62 program currently being faced
with the challenges of financial instability and the presence of social
media, managerial efforts in the production process are carried out
adaptively and efficiently by considering the application of
management functions which consist of planning, organizing,
directing and monitoring functions. Even though this management
function is applied in the managerial effort, its application is limited.
These limitations are demonstrated by the tendency of production
management to be more financially oriented and the tendency of
work mechanisms to emphasize increasing workload for remaining
employees
3874644385J1A020059The Translation Strategies of Taboo Terms on Netflix Series Entitled “13 Reasons Why” Season 1Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penerjemahan yang digunakan dalam menerjemahkan istilah-istilah tabu pada ujaran yang diproduksi oleh Clay Jensen dan Hannah Baker, karakter utama dalam serial Netflix "13 Reasons Why" Season 1. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Data-data dikategorikan dengan menggunakan teori jenis istilah tabu oleh Gao (2013) dan teori strategi penerjemahan dalam menerjemahkan istilah tabu oleh Davoodi (2009). Hasil penelitian menunjukkan 80 data yang mewakili 7 jenis klasifikasi istilah tabu oleh Gao. Hasil penelitian menunjukkan jenis yang paling menonjol adalah swear words (43), diikuti oleh four-letter words (16), death and disease (11), sex (5), privacy and discriminatory language (2), dan yang paling sedikit adalah bodily excretions (1). Selanjutnya, empat strategi dari Davoodi diterapkan oleh penerjemah. Strategi yang paling menonjol adalah taboo for taboo (34), diikuti oleh substitution (17), censorship (15) dan applying euphemism (14). Berdasarkan hasil penelitian, jenis istilah tabu yang paling menonjol dalam serial Netflix "13 Reasons Why Season 1" adalah swear words, yang mencerminkan budaya anak muda Amerika, dengan menerapkan strategi taboo for taboo untuk menangkap nuansa yang tepat, sehingga lebih mudah dipahami oleh target audiens yang lebih permisif dalam menerima istilah-istilah tabu.This study aims to analyze the translation strategies applied in translating taboo terms in the utterances produced by Clay Jensen and Hannah Baker, the main characters in the Netflix series “13 Reasons Why” Season 1. This study is conducted using qualitative method. The data were categorized using the theory of taboo terms types by Gao (2013) and the theory of translation strategies in translating taboo by Davoodi (2009). The result reveals 80 data representing 7 types of taboo terms classification by Gao. The result shows the most prominent type is swear words (43), followed by four-letter words (16), death and disease (11), sex (5), privacy and discriminatory language (2), and the least one is bodily excretions (1). Furthermore, 4 strategies by Davoodi are implemented by the translator. The most prominent strategy is taboo for taboo (34), followed by substitution (17), censorship (15) and applying euphemism (14). Based on the result, the most prominent type of taboo terms in the Netflix series “13 Reasons Why Season 1” is swear words, reflecting American youth culture, implementing taboo for taboo strategy to capture the exact nuances, making it more relatable to the target audience who is more permissive in accepting taboo terms.
3874741341F1F016079Peran Australian Agency Of International Development (AUSaid) Melalui Program MAMPU dalam Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan di Indonesia Periode 2016-2021Permasalahan kekerasan perempuan di Indonesia disebabkan oleh faktor seperti terbatasnya kesempatan perempuan dalam pendidikan, dan akses kesehatan, pemberdayaan, kemiskinan,. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Australian Agency of International Development (AUSaid) dalam penanganan kekerasan perempuan di Indonesia periode 2016-2021. Untuk menganalisa ini dikaji dalam teori Humanitarian Assistance meliputi aspek; independence, humanity, neutrality, dan impartiality. Hasil penelitian menunjukkan beberapa hal. Pertama, peran Humanity, AUSaid bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya di tingkat pusat dan daerah untuk menyempurnakan kebijakan, peraturan yang berdampak pada perlindungan perempuan. Kedua, peran Neutrality, AUSaid mendukung jaringan dan koalisi inklusif dari organisasi perempuan dan organisasi yang mempunyai kepentingan terhadap gender, mitra MAMPU) untuk membantu mempengaruhi kebijakan. Ketiga, peran Independence, AUSaid tetap berpedoman pada kepentingan nasional Australia yakni sebagai aktor internasional yang baik dengan memberikan bantuan kepada Indonesia, namun di sisi lain tetap bertanggung jawab atas arahan strategis dan wewenang pengambilan keputusan. Terakhir impartiality, kondisi bantuan pnanganan kekerasan perempuan di Indonesia di bertujuan untuk membantu pengembangan dan pembangunan di Indonesia. Jadi, mekanisme durable solutions didasarkan pada kebutuhan dan memprioritaskan masalah yang paling mendesak yang tengah di hadapi Indonesia yakni kekerasan perempuan.
Kata Kunci: Ausaid, Mampu, Kekerasan Perempuan

The problem of violence against women in Indonesia is caused by factors such as limited opportunities for women in education, and access to health, empowerment, poverty,. Therefore, this study aims to describe the role of the Australian Agency for International Development (AUSaid) in handling women's violence in Indonesia for the 2016-2021 period. To analyze this study in Humanitarian Assistance theory includes aspects; independence, humanity, neutrality, and impartiality. The research results show several things. First, the role of Humanity, AUSaid is working with the Government of Indonesia, and various other stakeholders at the national and regional levels to improve policies and regulations that have an impact on protecting women. Second, the role of Neutrality, AUSaid supports inclusive networks and coalitions of women's organizations and organizations that have an interest in gender, MAMPU partners) to help influence policy. Third, the role of Independence, AUSaid remains guided by Australia's national interests, namely as a good international actor by providing assistance to Indonesia, but on the other hand remains responsible for strategic direction and decision-making authority. Finally, impartiality, the condition of assistance in dealing with violence against women in Indonesia is aimed at helping development and development in Indonesia. So, the durable solutions mechanism is based on needs and the most pressing problem currently facing Indonesia, namely violence against women.
Keywords: Ausaid, MAMPU, Women's Violence
3874841339A1A019035CURAHAN JAM KERJA TENAGA KERJA WANITA DAN PENDAPATAN PADA AGROINDUSTRI GULA SEMUT DI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMASTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui curahan jam kerja tenaga kerja wanita, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap curahan jam kerja dan pendapatan tenaga kerja wanita pada agroindustri gula semut. Penelitian dilakukan dengan metode survey. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 43 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata curahan jam kerja tenaga kerja wanita pada agroindustri gula semut di Desa Pageraji Kecamatan Cilongok sebesar 129,7 jam/bulan, faktor jumlah tanggungan keluarga, pengalaman bekerja dan jumlah produksi secara parsial berpengaruh nyata terhadap curahan jam kerja tenaga kerja wanita, sedangkan umur dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh nyata terhadap curahan jam kerja dan rata-rata pendapatan bersih yang diterima oleh tenaga kerja wanita sebesar Rp-833.747,00/bulan. Berdasarkan fakta di lapangan pendapatan bersih yang diterima perajin sebenarnya menguntungkan karena biaya bahan baku, biaya penyusutan alat dan biaya tenaga kerja dalam keluarga termasuk ke dalam biaya implisit. The aim of this study was to determine the working hours of female workers, the factors that influence working hours and the income of female workers in the palm sugar agro-industry. The research was conducted using a survey method. The number of samples in this study were 43 respondents using the census method. The results showed that the average working hours of female workers in the ant sugar agro-industry in Pageraji Village, Cilongok District was 129.7 hours/month. women, while age and education level had no significant effect on working hours and the average net income received by female workers was Rp-833,747.00/month. Based on the facts on the ground, the net income received by the craftsmen is actually profitable because the costs of raw materials, depreciation costs for tools and labor costs in the family are included in the implicit costs.
3874944383F1F020056Efektivitas ASEAN Convention Against Trafficking in Persons Especially Women and Children (ACTIP) Melalui Kebijakan Kamboja Tahun 2020-2022Isu perdagangan manusia telah menjadi perhatian negara-negara di kawasan khususnya ASEAN sebagai organisasi regional. Hal tersebut disebabkan karena kawasan Asia Tenggara merupakan kawasan yang berpotensi terhadap ancaman perdagangan manusia. Kamboja merupakan salah satu negara di kawasan dengan angka kasus perdagangan manusia yang cukup tinggi. Oleh karena itu, Kamboja memiliki tanggung jawab untuk memberantas permasalahan tersebut, salah satunya yaitu melalui regulasi yang telah dibentuk ASEAN. ASEAN Convention Against Trafficking in Persons Especially Women and Children (ACTIP) merupakan regulasi yang dibentuk sebagai bukti komitmen ASEAN dan negara anggotanya dalam memberantas perdagangan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas rezim perdagangan manusia yaitu ACTIP yang diimplementasikan dalam kebijakan domestik Kamboja tahun 2020-2022.
Berdasarkan temuan penelitian, rezim ACTIP yang diimplementasikan di Kamboja pada tahun 2020-2022 ternyata tidak cukup efektif atau belum mampu mengatasi permasalahan perdagangan manusia di Kamboja. Hal tersebut terbukti dari hasil analisis dengan menggunakan teori efektivitas rezim internasional milik Arild Underdal. Pada rentang tahun penelitian, sempat terdapat kenaikan angka perdagangan manusia di Kamboja. Akan tetapi, hal tersebut sudah cepat diatasi dengan pemerintah Kamboja mengimplementasikan ACTIP. Pemerintah Kamboja telah melakukan upaya-upaya penanganan seperti pencegahan, penegakan hukum, perlindungan korban hingga kerja sama internasional sesuai dengan nilai ACTIP. Meskipun begitu, pemerintah Kamboja masih belum bisa memberantas permasalahan perdagangan manusia di negaranya. Masih banyak tantangan dan hambatan dalam penyelesaian perdagangan manusia di negaranya.
The issue of human trafficking has become a concern for countries in the region, particularly ASEAN as a regional organization. This is because Southeast Asia is a region with potential for human trafficking threats. Cambodia is one of the countries in the region with a relatively high number of human trafficking cases. Therefore, Cambodia has a responsibility to address this issue, one of which is through regulations established by ASEAN. The ASEAN Convention Against Trafficking in Persons Especially Women and Children (ACTIP) is a regulation formed as evidence of ASEAN's and its member states' commitment to combating human trafficking. The aim of this research is to analyze the effectiveness of the human trafficking regime, namely ACTIP, implemented in Cambodia from 2020 to 2022.
Based on the research findings, the ACTIP regime implemented in Cambodia from 2020 to 2022 appears to be insufficiently effective or unable to address the issue of human trafficking in Cambodia. This is evidenced by the analysis using Arild Underdal's theory of international regime effectiveness. Based on the research period, there was an increase in human trafficking cases in Cambodia. However, this was quickly addressed by the Cambodian government's implementation of ACTIP. The Cambodian government has made efforts such as prevention, law enforcement, victim protection, and international cooperation in line with the values of ACTIP. Nevertheless, the Cambodian government has not been able to eradicate the issue of human trafficking. There are still many challenges and obstacles to resolving human trafficking in its country.
3875041350A1D019157Studi Status Unsur Hara Kalium (K) di Lahan Sawah dan Serapan K oleh Tanaman Padi di DAS Serayu Kecamatan Susukan Kabupaten BanjarnegaraKetersediaan K dalam tanah yang optimal akan memberikan pengaruh peningkatan terhadap hasil tanaman. Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk menentukan pola sebaran unsur hara Kalium (K) pada lahan sawah pertanaman padi di DAS Serayu, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara; menentukan sifat kimia tanah, serapan Kalium (K) dan hasil tanaman padi serta nilai korelasi antar variabel pengamatan pada lahan sawah pertanaman padi di DAS Serayu, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara; dan menentukan rekomendasi pemupukan Kalium (K) yang optimum untuk meningkatkan hasil tanaman padi pada lahan sawah di DAS Serayu, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian dilaksanakan pada Januari sampai dengan Mei 2023. Penentuan titik lokasi pengamatan berdasarkan peta SLH (Satuan Lahan Homogen) melalui overlay peta peggunaan lahan sawah, peta jenis tanah, dan peta kelerengan. Pengambilan sampel jaringan tanaman menggunakan daun ke-3 dan ke-4, sampel tanah pada kedalaman 0-25 cm dan 25-50 cm dan sampel biji menggunakan 3 malai dalam satu rumpun. Variabel penelitian meliputi pH H2O, pH KCl, Daya Hantar Listik (DHL) tanah, potensial redoks tanah, K-tersedia tanah, Serapan K tanaman, dan hasil tanaman padi. Data penelitian menunjukkan harkat K-tersedia sangat tinggi yaitu pada SLH 1 bernilai 1,43cmol(+)/kg. Korelasi K- tersedia dengan hasil tanaman mempunyai korelasi positif sangat lemah dengan nilai r = 0,111. Berdasarkan analisis regresi hubungan antar variabel K tersedia dengan hasil tanaman memiliki R2 = 0,0122 yang artinya hasil tanaman dipengaruhi oleh K-tersedia sebesar 1,22%. Serapan K dipengaruhi oleh K-tersedia sebesar 9,24%, sedangkan serapan K mempengaruhi hasil tanaman sebesar 9,88%. Rekomendasi pemupukan di lokasi penelitian diberikan pada harkat rendah ke sedang kebutuhan pupuk KCl 19,53 kg/ha dan pupuk KCl 58,60 kg/ha untuk harkat sedang ke tinggi.Optimum availability of K in the soil has an increasing effect on crop yields. The research was conducted carried out aims to determine the pattern of distribution of potassium (K) nutrients in paddy rice fields in the Serayu Watershed, Susukan District, Banjarnegara Regency; determine the chemical properties of the soil, Potassium (K) uptake and rice crop yields as well as the correlation value between the observed variables on yield of rice wetland; and determine the optimum Potassium (K) nutrient recommendations to increase of wetland rice in paddy fields in the Serayu Watershed, Susukan District, Banjarnegara Regency. The research was carried out from January to May 2023. Determination of observation points basin used a LU (Land Unit) map by overlaying it based on a paddy field land use map, a soil type map, and a slope map. Plant tissue samples were taken 3rd and 4th leaves of the rice plant, soil samples at a depth of 0-25 cm and 25-50 cm, and seed samples using 3 panicles in one clump. The variables observed in the study included pH H2O, pH KCl, soil Electrical Conductivity (EC), soil redox potential, soil available K, plant K uptake, and rice crop yields. Results show that the nutrient status of potassium has a very high rating namely at SLH 1 is worth 1.43 cmol(+)/kg. Correlation available K and crop yields weak positive correlation between available K and yield of rice with a value of r = 0.111. Based on the regression analysis of the relationship between available K variables and crop yields, R2 = 0.0122, which means that crop yields are affected by available K of 1,22%. K uptake is affected by available K by 9.24%, while K uptake affects plant yield by 9.88%. Recommendation fertilization at the study site is given at low to moderate levels according to needs KCl fertilizer 19.53 kg/ha and KCl fertilizer 58.60 kg/ha for medium to high grades.
3875141342F2A021011Analisis Kesesuaian Penempatan Pegawai Dalam Pelaksanaan Kebijakan Penyetaraan JabatanPemerintah melalui Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi melaksanakan reformasi birokrasi, salah satunya yaitu melalui penyetaraan jabatan, yaitu dengan diterbitkannya PermenpanRB Nomor 17 Tahun 2021 tentang Penyetaraan Jabatan Administrasi ke Dalam Jabatan Fungsional. Didalam pelaksanaan penyetaraan jabatan terdapat beberapa permasalahan diantaranya adalah banyak terdapat pejabat fungsional yang kualifikasi pendidikan tidak sesuai dengan persyaratan jabatan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui aspek-aspek pada proses penempatan pegawai didalam pelaksanaan kebijakan penyetaraan jabatan administrasi kedalam jabatan fungsional.
Penelitian dilaksanakan di Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas, menerapkan metode penelitian kualitatif. Penelitian didasarkan pada banyaknya pejabat fungsional yang latar belakang pendidikan tidak sesuai dengan jabatan fungsional. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode analisis model interaktif dan pengujian keabsahan data dengan teknik triangulasi.
Hasil penelitian menggambarkan aspek penempatan pegawai yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas tidak sepenuhnya memedomani prinsip-prinsip penempatan pegawai yaitu kompetensi, minat, dan kebutuhan organisasi. Hal ini dapat diketahui dari tidak adanya identifikasi pegawai terhadap kompetensi, keminatan, serta analisi jabatan. Penempatan pegawai yang tidak sesuai dengan kompetensinya menyebabkan pegawai mengalami kendala di dalam melaksanakan tugasnya, serta mengalami kesulitan didalam mengumpulkan angka kredit. Kemudian penempatan pegawai yang tidak sesuai dengan minat menyebabkan pegawai tidak terlalu bersemangat untuk dapat melaksanakan tugas pada jabatan fungsional, akan tetapi tetap melaksanakan pekerjaan lain sesuai dengan perintah pimpinan. Selain itu juga terjadi penumpukan jabatan pada jabatan fungsional tertentu dikarenakan penyetaraan jabatan tidak memedomani analisis jabatan dan peta jabatan yang sudah ada sebelumnya. Sehingga proses pelaksanaan penyetaraan jabatan seolah hanya mengalihkan jabatan administrasi kedalam jabatan fungsional.
The government through the Minister of State Apparatus Empowerment and Bureaucratic Reform carries out bureaucratic reform, one of which is through equalization of positions, namely by issuing PermenpanRB Number 17 of 2021 concerning Equalization of Administrative Positions into Functional Positions. In the implementation of equalization of positions there are several problems including the fact that there are many functional officials whose educational qualifications are not following the requirements of functional positions. This study aims to analyze and find out the aspects of the staffing process in implementing the policy of equalizing administrative positions into functional positions.
The research was carried out at the Regional Government of Banyumas Regency, applying qualitative research methods. The research is based on the number of functional officials whose educational background is not following with their functional positions. Data collection was carried out through interviews, observation and documentation. Data analysis was carried out using interactive model analysis methods and testing the validity of the data using triangulation techniques.
The results of the study illustrate that the aspects of staffing carried out by the Government of Banyumas Regency are not fully guided by the principles of staffing, namely competence, interests and organizational needs. This can be seen from the absence of employee identification of competencies, interests, and job analysis. Placement of employees who are not in accordance with their competence causes some problems in carrying out their duties, and experience difficulties in collecting credit scores. Then the placement of employees who are not in accordance with their interests causes employees are uninterested to carry out tasks in functional positions, but still carry out other work according to the orders by the leader. In addition, there is also a backlog of positions in certain functional positions because the equalization of positions does not guide the analysis of positions and maps of pre-existing positions. So that the process of implementing equalization of positions seems to only transfer administrative positions to functional positions.
3875244739B1A020126ANALISIS KESEHATAN POHON Vatica pauciflora (Korth.) Blume BERUMUR TUA DI KEBUN RAYA BOGOR MENGGUNAKAN METODE FOREST HEALTH MONITORINGVatica pauciflora (Korth.) Blume yang dikenal sebagai resak rawa merupakan salah satu anggota suku Dipterocarpaceae yang banyak tumbuh di hutan hujan tropis Indonesia. Status kelangkaannya dikategorikan VU (vulnerable) menurut IUCN Redlist of Threatened Species. Koleksi resak rawa dapat ditemukan di Kebun Raya Bogor (KRB) yang memiliki fungsi sebagai tempat penelitian serta wisata edukasi. Koleksi resak rawa di KRB tergolong ke dalam pohon pustaka karena memiliki nilai yang tak tergantikan, oleh karena itu menganalisis kerusakan pohon tersebut menjadi penting untuk mengetahui tingkat kesehatannya agar kelestarian tetap terjaga serta mengetahui tingginya risiko kerusakan bagi keamanan pengunjung. Metode Forest Health Monitoring (FHM) merupakan metode deteksi kerusakan pohon secara visual yang bisa diterapkan untuk menentukan status kesehatan individu pohon V.pauciflora di KRB. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan status kesehatan pohon V. pauciflora berumur tua (>50 tahun) yang ditanam di KRB serta hubungan antara usia pohon dan tingkat kesehatannya. Sebanyak 14 pohon V. pauciflora berumur 50–117 tahun dipilih sebagai sampel dalam penelitian ini. Parameter yang diamati adalah tipe, lokasi, dan tingkat keparahan kerusakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kesehatan V. pauciflora berumur tua di KRB digolongkan ke dalam pohon sehat dengan rata-rata NIK sebesar 4,24. Hubungan antara usia pohon dengan tingkat kesehatan pohon menunjukkan kelas korelasi sedang dengan tingkat kesehatan pohon V. pauciflora berumur tua 34% dipengaruhi oleh faktor usia (y=10,680+470,42x; R2=0,34; r=0,59). Rekomendasi perawatan V. pauciflora yang diberikan berupa kontrol mekanis, kontrol kimiawi dan kontrol biologis terhadap pohon. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai upaya mitigasi risiko bahaya dari V. pauciflora yang rusak.Vatica pauciflora (Korth.) Blume (Dipterocarpaceae) or locally known as resak rawa is an important tree. It is classified as vulnerable according to the IUCN Red List of Threatened Species. Resak rawa can be found in the Bogor Botanic Gardens (BBG) as a place of research and tourism. Resak rawa collection in the BBG is defined as heritage tree due to its irreplaceable value, therefore analyzing the damage of the tree becomes essential to know the level of its health so that the sustainability remains awake as well as knowing the risk of damage to the safety of visitors. Forest Health Monitoring (FHM) method is a method of detection of visual damage to trees that can be applied in this study. The study aims to determine health status old V. pauciflora trees (>50 years) planted in the BBG as well as the relationship between the age of the tree and its health level. Fourteen of V. pauciflora trees aged 50–117 years were purposely sampled for this study. The parameters observed are the type of damage, the location of damage, and the severity of damage. The results of the study showed that the health status of the elderly V. pauciflora in BBG is classified as a healthy tree with an average TLI (4.24). The relationship between the age of the tree and the level of health indicates a moderate correlation with the health level of the old V. Pauciflora 34% were influenced by the age factor (y=10,680+470,42x; R2=0,34; r=0,59). Treatment recommendations for V. pauciflora include some mechanical control, chemical control, and biological control of trees. The findings could be used as an attempt to mitigate the hazard of damaged V. pauciflora.
3875344870A1D020070Pengaruh Apikasi Zat Pengatur Tumbuh 2,4 Dimetil Amina terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Merah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh 2,4 Dimetil Amina (DMA) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah. Penelitian dilakukan di Desa Pasir Kulon, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas pada bulan Mei-Oktober 2023. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) terdiri dari 5 jenis konsentrasi ZPT 2,4 DMA yaitu 3.0 ppm, 2.25 ppm, 1.5 ppm, 0.75 ppm, dan 0 ppm. Percobaan diulang 5 kali. Data hasil penelitian dianalisis sidik ragam uji lanjut DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ZPT 2,4 DMA 0.75-3 ppm berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai yakni diameter batang, luas daun, panjang buah, bobot buah per tanaman, dan hasil per petak. ZPT 2,4 DMA 0.75 ppm berpengaruh positif terhadap diameter batang, bobot buah per tanaman, dan hasil per petak. Konsentrasi ZPT 2,4 DMA optimum untuk peningkatan hasil tanaman yaitu 0.75 ppm. This study aimed to determine the effect of the concentration of plant growth regulator 2,4 Dimethyl Amine (DMA) on the growth and yield of red chili crops. The research was conducted at Pasir Kulon Village, Karanglewas District, Banyumas Regency, from May until October 2023. The design used was a randomized complete block design (RCBD) consisting of 5 concentrations, i.e., 3.0 ppm, 2.25 ppm, 1.5 ppm, 0.75 ppm, and 0 ppm, respectively. The trial was repeated five times. The data obtained were analyzed by variance analysis and followed using DMRT (Duncan's Multiple Range Test) at the 5% error level. The results showed that the application of PGR DMA at 0.75–3 ppm affected the growth and yield of chili plants, namely stem diameter, leaf area, fruit length, fruit weight per plant, and yield per plot. PGR 2,4 DMA 0.75 ppm has a positive effect on stem diameter, fruit weight per plant, and yield per plot. The PGR DMA 0.75 ppm was the best concentration for increasing the yield.
3875441346F1F019008Peran International Labour Organization (ILO) dalam Penegakan Hak Asasi Buruh Sektor Industri Garmen di Kamboja Tahun 2014-2022 Perekenomian Kamboja sangat disokong oleh industri garmen mengakibatkan sebagian besar pabrik di Kamboja mengadakan kontrak dengan beberapa merek-merek internasional terkemuka mengadakan kontrak dengan perusahaan-perusahaan besar di Kamboja. Namun, hak buruh seringkali tidak terpenuhi. Dari tahun 2014-2022 marak terjadi pelanggaran hak asasi buruh garmen diantaranya lembur paksa, diskriminasi ibu hamil dan pelecehan seksual, upah minimum dan larangan serikat pekerja. Pelanggaran semakin merajalela ketika pandemic COVID-19 muncul. Hal tersebut mengundang banyak perhatian terutama dari ILO apalagi dengan posisi Kamboja sebagai negara yang meratifikasi ICESCR. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan data sekunder sebagai sumbernya dan dilengkapi dengan konsep peran organisasi internasional sebagai kerangkanya yang ditulis dengan cara penulisan deskriptif.
Penghormatan Kamboja terhadap ICESCR diimplementasikan dengan adanya UU Ketenagakerjaan 1997 dan UU Serikat Pekerja 2016 namun penegakannya relatif lemah karena tidak adanya sanksi bagi perusahaan sehingga tidak mengikat untuk semua. Menurut Clive Archer, peran sebuah organisasi internasional terbagi menjadi tiga yakni instrumen, arena dan aktor. Dalam studi kasus ini, ILO memiliki tiga peran dalam menegakkan hak asasi buruh di Kamboja dalam periode tahun 2014-2022 yakni arena dan aktor independen. Sebagai arena, ILO mengadakan kerja sama dengan pemerintah, merek internasional, dan badan internasional serta mengadakan konferensi. Sebagai aktor, ILO menjalankan lembaga buatannya bernama BFC dan melakukan riset serta studi lapangan yang ditujukan untuk berbagi pengetahuan, promosi prinsip fundamental dan advokasi. Peran ILO sebagai instrumen dapat dilihat melalui motif ILO bergabung dan meratifikasi konvensi ILO adalah untuk memperbaiki citra ILO sebagai negara yang memiliki rekam jejak demokrasi dan hak asasi manusia yang baik sehingga dapat menarik investasi asing di industri garmen.
Cambodia's economy is heavily supported by the garment industry resulting in most of the factories in Cambodia contracting with some of the leading international brands contracting with major Cambodian companies. However, labor rights are often not fulfilled. From 2014-2022 there have been widespread violations of the human rights of garment workers including forced overtime, discrimination against pregnant women and sexual harassment, the minimum wage and the prohibition of trade unions. Violations were increasingly rampant when the COVID-19 pandemic emerged. This has attracted a lot of attention, especially from the ILO, especially with Cambodia's position as a country that has ratified the ICESCR. This research is qualitative by using secondary data as the source and equipped with the concept of the role of international organizations as a framework written in a descriptive way.
Cambodia's respect for the ICESCR is implemented with the 1997 Manpower Law and the 2016 Trade Union Law, but enforcement is relatively weak because there are no sanctions for companies so they are not binding for all. According to Clive Archer, the role of an international organization is divided into three namely instruments, arenas and actors. In this case study, the ILO has three roles in upholding labor rights in Cambodia in the 2014-2022 period, namely the arena and independent actors. As an arena, the ILO collaborates with governments, international brands and international bodies and organizes conferences. As an actor, the ILO runs its own agency called BFC and conducts research and field studies aimed at knowledge sharing, promotion of fundamental principles and advocacy. The role of the ILO as an instrument can be seen through the ILO's motive for joining and ratifying ILO conventions which is to improve the image of the ILO as a country with a good track record of democracy and human rights so that it can attract foreign investment in the garment industry.
3875541348A1F019094Analisis Aktivitas Antioksidan, Kandungan Gizi, dan Sifat Sensoris Cookies dengan Variasi Penambahan Bubuk Kecombrang (Etlingera elatior)Penelitian penambahan bubuk kecombrang dalam pembuatan cookies telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh variasi penambahan bubuk kecombrang terhadap aktivitas antioksidan, kandungan gizi, dan sensoris cookies serta mengetahui konsentrasi bubuk kecombrang terbaik terhadap aktivitas antioksidan, kandungan gizi, dan sensoris cookies. Analisis dalam penelitian ini meliputi aktivitas antioksidan, pengujian sensoris oleh panelis, dan kandungan gizi yang meliputi kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat. Hasil yang didapatkan adalah penambahan bubuk kecombrang berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan serta sifat sensori yang meliputi warna, aroma, rasa asam, dan rasa manis pada cookies. Penambahan bubuk kecombrang terbaik diperoleh dari perlakuan penambahan 12% menghasilkan cookies dengan aktivitas antioksidan tertinggi yaitu 71,58% dengan kandungan gizi (kadar air 2,80%; kadar abu 1,55%; kadar protein 9,33%; kadar lemak 15,79%; dan kadar karbohidrat 70,53%) yang telah sesuai dengan SNI 01-2973-1992.Research on the addition of kecombrang powder in making cookies has been carried out. The purpose of this study was to examine the effect of adding kecombrang powder on antioxidant activity, nutritional content, and sensory cookies and knowing the best concentration of kecombrang powder on antioxidant activity, nutritional content, and sensory cookies. The analysis in this study included antioxidant activity, sensory testing by panelists, and nutritional content which included moisture content, ash content, protein content, fat content, and carbohydrate content. The results showed that the addition of combrang powder affects antioxidant activity and sensory properties which include color, aroma, sourness, and sweetness in cookies. The best addition of combrang powder was obtained from the addition treatment of 12% resulting in cookies with the highest antioxidant activity of 71.58% with nutritional content (water content 2.80%; ash content 1.55%; protein content 9.33%; fat content 15.79%; and carbohydrate content 70.53%) which is in accordance with SNI 01-2973-1992.
3875641349F1A019042Solidaritas Sosial pada Masyarakat Transisi: Studi mengenai Gerakan Bejiruyung Bersedekah (GBB) di Desa Bejiruyung Kecamatan Sempor Kabupaten KebumenGerakan sosial dapat muncul dalam berbagai bentuk salah satu contohnya adalah gerakan bersedekah. Salah satu gerakan sedekah yang dilakukan secara kolektif yaitu Gerakan Bejiruyung Bersedekah (GBB). Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengetahui dan mendeskripsikan latar belakang terbentuknya GBB, 2) Mengetahui dan mendeskripsikan bentuk-bentuk GBB, 3) Menganalisis solidaritas sosial masyarakat yang dibangun oleh GBB. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah pengurus GBB, masyarakat desa, dan kepala desa. Penelitian ini dilakukan di Desa Bejiruyung, Sempor, Kebumen. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan model analisis data interaktif.
Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) GBB dilatarbelakangi oleh ide pemuda IPNU dan kepala desa untuk menciptakan gerakan sosial yang dapat menjadi alat untuk mempertahankan solidaritas dan mempersatukan warga, bersama-sama membangun desa maju dan mandiri. 2) Bentuk-bentuk GBB berupa kegiatan pengumpulan dan pendistribusian dana yang terbagi lagi menjadi program wajib dan program tambahan. 3) Solidaritas masyarakat yang dibangun oleh GBB lebih dominan solidaritas mekanik yang didasarkan oleh keyakinan yang dianut bersama. Solidaritas tersebut terwujud dalam bentuk partisipasi masyarakat untuk gotong royong dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh GBB. Kesimpulannya, meskipun Desa Bejiruyung sedang mengalami transisi tetapi nilai-nilai sosial positif yang ada di masyarakat seperti gotong royong tidak ikut mengalami pergeseran. Adanya GBB menjadi tanda bahwa solidaritas terjalin dengan baik karena masyarakat memiliki rasa keterikatan antara satu sama lain. Saran dari temuan penelitian ini adalah pemerintah desa lain perlu mencontoh dari Desa Bejiruyung, masyarakat harus mulai sadar bahwa solidaritas dan kepedulian sosial penting untuk dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat agar tercipta perubahan yang lebih baik.
Social movements can appear in various forms, one example is the charity movement. One of the alms movements carried out collectively is Gerakan Bejiruyung Bersedekah (GBB). The aims of this research are: 1) To know and describe the background of the formation of GBB, 2) To know and to describe the forms of GBB, 3) To analyze the social solidarity of the people built by GBB. This study uses a qualitative descriptive research method. The targets of this research were GBB administrators, villagers and headman. This research was conducted in Bejiruyung Village, Sempor, Kebumen. The informant determination technique uses purposive sampling. Data collection is done through interviews, observation, and documentation. The data analysis method uses an interactive data analysis model.
The results of this study indicate: 1) GBB was motivated by the idea of the IPNU youth and the headman to create a social movement that could become a tool for maintaining solidarity and uniting residents, together to build an advanced and independent village. 2) Forms of GBB in the form of fund collection and distribution activities which are further divided into mandatory programs and additional programs. 3) Community solidarity built by GBB is more dominant in mechanical solidarity based on shared beliefs. This solidarity is manifested in the form of community participation in mutual cooperation in carrying out activities carried out by GBB. In conclusion, even though Bejiruyung Village is undergoing a transition, the positive social values that exist in society such as gotong royong are not experiencing a shift. The existence of GBB is a sign that solidarity is well established because people have a sense of attachment to one another. Suggestions from the findings of this study are that other village governments need to follow the example of Bejiruyung Village, the community must begin to realize that solidarity and social care are important for a community group to have in order to create better changes.
3875741344C1G016026Demand For Angkringan Service In Purwokerto Banyumas Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga, pendapatan konsumen, harga barang lain (warung makan biasa), jarak, dan status pekerjaan terhadap permintaan angkringan serta menganalisis elastisitas dan jenis elastisitas terhadap permintaan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif dengan data primer. Sumber data primer berupa survei juga di dukung oleh data sekunder dan data primer yang diperoleh pada satu waktu terhadap satu objek penelitian data. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan menggunakan uji asumsi klasik, uji F dan uji t.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan angkringan di Kota Purwokerto, pendapatan konsumen berpengaruh signifikan dan positif terhadap permintaan angkringan di Kota Purwokerto, harga barang lain berpengaruh signifikan dan negatif terhadap permintaan angkringan di Kota Purwokerto, jarak berpengaruh signifikan dan negatif terhadap permintaan angkringan di Kota Purwokerto, dan status pekerjaan berpengaruh signifikan dan negatif terhadap permintaan angkringan di Kota Purwokerto.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu rata-rata konsumen angkringan di Kota Purwokerto selalu membeli makanan angkringan dikarenakan rasanya yang enak dan sehat dibandingkan dengan warung makan biasa. Variabel harga, pendapatan konsumen, harga barang lain, jarak dan status pekerjaan berpengaruh signigfikan. Alasan masyarakat terhadap permintaan Angkringan disebabkan oleh rasa yang enak sebesar 52,08%, porsi yang banyak sebesar 20,83%, dekat dengan kos/rumah sebesar 11,43%, dan harga sebesar 15,636%.
The purpose of this research was to analyze the effect of the price, consumer income, prices of other goods (ordinary food stall), distance and profession on the demand for angkringan service in Purwokerto and to analyze the elasticity and type of elasticity on the demand for angkringan service in Purwokerto. This research is included in a quantitative research with primary data. Primary data sources were obtained directly through surveys. Primary data in the form of surveys were also supported by secondary data and primary data obtained at one time against one research object. Sampling used accidental sampling. The analysis method used was multiple linear regression using the classic assumption test, F test and t test.
The research results show that the prices of angkringan has a negative and significant effect on the demand for angkringan service in Purwokerto, consumer income has a significant and positive effect on the demand for angkringan service in Purwokerto. Price of other goods significant and negative effect on the demand for angkringan service in Purwokerto, distance has a significant and negative effect on the demand for angkringan service in Purwokerto and profession has a significant and negative effect on the demand for angkringan service in Purwokerto.
The implication of the above conclusion is average angkringan consumers in Purwokerto always buy food on angkringan because it tastes good and healthy compared to ordinary food stalls. The variable prices, consumer income, prices of other goods, distance and profession has a significant effect. The community's reasons for demand of angkringan caused the good taste of 52,08%, a large portion 20,83%, close to the home or work or boarding house of 11,43% and a cheap price of 15,636%
3875841379H1A019091PERANCANGAN SISTEM KONTROL DAN MONITORING ALAT LISTRIK DI BALAI DESA SERAYU LARANGAN BERBASIS IOT (INTERNET OF THINGS)Internet Of Things (IoT) adalah sebuah sistem dimana suatu benda diberikan sebuah teknologi (sensor dan program) dengan tujuan untuk berkomunikasi dan mengirimkan data ke perangkat lain selama terhubung ke internet. Pola hidup masyarakat di Desa Serayu Larangan yang banyak merantau atau bekerja dari pagi hingga sore hari, membutuhkan keperluan untuk melakukan monitoring alat listrik, baik di tempat kerja ataupun di rumah. Dengan kondisi seperti ini, dibutuhkan monitoring terhadap alat listrik secara terus-menerus. Dengan bantuan IoT, maka dapat dilakukan sebuah proses monitoring. Pada penelitian kali ini dilakukan perancangan sistem kontrol dan monitoring alat listrik berbasis IoT. Pengendalian dilakukan secara wireless menggunakan aplikasi Blynk dengan bantuan relay dan sensor PZEM-004T. Parameter yang dimonitoring adalah tegangan, arus, daya, dan power faktor. Pengujian sistem dilakukan sebanyak 15 kali dengan kondisi atau beban yang berbeda-beda. Hasil pengujian dari sistem IoT yang dibuat, memberikan persentase kesalahan dan ketelitian. Didapatkan persentase kesalahan terbesar pada tegangan sebesar 0.13%, pada arus sebesar 9.67%, pada daya sebesar 3.79%, dan pada power faktor sebesar 6.55%. Hasil rata-rata persentase kesalahan sebesar 0.04% untuk nilai tegangan, 3.11% untuk nilai arus, 1.39% untuk nilai daya, dan 2.92% untuk nilai power faktor. Hasil rata-rata persentase ketelitian yang didapatkan sebesar 99.96% untuk nilai tegangan, 96.89% untuk nilai arus, 98.61% untuk nilai daya, dan 97.08% untuk nilai power faktor.The Internet of Things (IoT) is a system where an object is given a technology (sensors and programs) to communicate and send data to other devices while connected to the internet. The lifestyle of the people in Serayu Larangan Village, who migrate or work from morning to evening, requires monitoring electrical devices at work and home. Under these conditions, continuous monitoring of electrical equipment is needed. With the help of IoT, a monitoring process can be carried out. In this research, a control and monitoring system for IoT-based electrical devices was designed. Control is carried out wirelessly using the Blynk application with the help of relays and PZEM-004T sensors. The parameters monitored are voltage, current, power, and power factor. System testing was carried out 15 times with different conditions or loads. The test results of the created IoT system provide the percentage of errors and accuracy. The biggest error percentage was obtained at a voltage of 0.13%, a current of 9.67%, a power of 3.79%, and a power factor of 6.55%. The average percentage error results are 0.04% for the voltage, 3.11% for the current, 1.39% for the power, and 2.92% for the power factor. The average percentage of accuracy obtained is 99.96% for voltage, 96.89% for current, 98.61% for power, and 97.08% for power factor.
3875941353A1D019091Pengaruh Aplikasi Biochar Terhadap Karakter Morfologi dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa var. Padjajaran Agritan) Pada Tanah Tercemar Logam Berat Pb & CdPadi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pokok yang sangat digemari oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Biochar merupakan bahan organik berupa arang yang memiliki kandungan karbon tinggi yang dapat menjadi bahan remidiasi pada tanah tercemar logam berat khususnya timbal (Pb) dan cadmium (Cd).Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh aplikasi biochar terhadap karakter morfologi dan hasil tanaman padi pada kondisi lahan cemaran limbah Pb & Cd. Rancangan yang digunakan yaitu berupa Rancangan Petak Terbagi (RPT) / Split Plot Design dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah asal tanah sebagai petak utama , yaitu A = Ajibarang (Asosiasi Andisol Coklat dan Regosol Coklat), P = Pesawahan (Komplek Podsolik Merah Kuning), dan M = Menganti (Latosol Coklat). Faktor kedua adalah Dosis biochar sebagai anak petak, yaitu B0 = Tanpa pemberian biochar (kontrol), B1 = Biochar tongkol jagung 60 g/ember, B2 = Biochar tongkol jagung 30 g/ember + biochar jerami padi 30 g/ember, dan B3 = Biochar tongkol jagung 20 g/ember + biochar jerami padi 20 g/ember + biochar sekam padi 20 g/ember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan asal tanah meningkatkan variabel jumlah daun sebesar 26,87 – 28,78%, luas daun sebesar 36,47 – 37,40%, jumlah anakan per rumpun sebesar 32 – 36,46%, jumlah anakan produktif sebesar 15,11 – 21,22%, jumlah gabah isi per rumpun10,36 – 17,45%, bobot gabah per rumpun16,01 – 24,21%, dan bobot kering tajuk fase akhir generatif 20,87 – 25,21%. Aplikasi biochar meningkatkan variabel bobot kering tajuk fase akhir vegetatif sebesar 14,27 – 50,30% dan bobot 1000 biji sebesar 5,35 – 6,18%. Pemberian biochar dapat menurunkan jumlah gabah hampa per rumpun sebesar 29,43%.Rice (Oryza sativa L.) is a staple crop that is very popular with all levels of society in Indonesia. Biochar is an organic material in the form of charcoal that has a high carbon content that can be a remediation material in soil polluted with heavy metals, especially lead (Pb) and cadmium (Cd).This study aims to examine the effect of biochar application on morphological characters and yield of rice plants in land conditions contaminated with Pb & Cd waste. The design used was a Split Plot Design with 2 factors. The first factor is soil origin as the main plot, namely A = Ajibarang (Brown Andisol and Brown Regosol Association), P = Pesawahan (Red Yellow Podzolic Complex), and M = Menganti (Brown Latosol). The second factor was biochar dosage as subplots, namely B0 = No biochar (control), B1 = 60 g/ bucket corn cob biochar, B2 = 30 g/ bucket corn cob biochar + 30 g/ bucket rice straw biochar, and B3 = 20 g/ bucket corn cob biochar + 20 g/ bucket rice straw biochar + 20 g/ bucket rice husk biochar. The results showed that the soil origin treatment increased the variable number of leaves by 26.87 - 28.78%, leaf area by 36.47 - 37.40%, number of tillers per clump by 32 - 36.46%, number of productive tillers by 15.11 - 21.22%, number of filled grains per clump10.36 - 17.45%, grain weight per clump16.01 - 24.21%, and late generative phase crown dry weight 20.87 - 25.21%. Biochar application increased the variable crown dry weight in the final vegetative phase by 14.27 - 50.30% and 1000 seeds weight by 5.35 - 6.18%. Biochar application can reduce the number of empty grains per clump by 29.43%.
3876041354A1A016031Analisis Biaya dan Pendapatan Petani Jagung di Kecamatan Sumbang Kabupaten BanyumasSumbang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Banyumas dan menjadi sentra jagung di Kabupaten Banyumas dengan produktivitas mencapai 6,7 ton/Ha pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui biaya usahatani jagung di Kecamatan Sumbang per satu musim tanam, (2) Mengetahui penerimaan dan pendapatan usahatani jagung di Kecamatan Sumbang per satu musim tanam, (3) Mengetahui kendala-kendala usahatani jagung di Kecamatan Sumbang per satu musim tanam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2023 di Desa Kebanggan, Desa Kedungmalang, dan Desa Karanggingtung. Penentuan responden dilakukan dengan menggunakan metode two stage cluster sampling dengan jumlah sampel yang diperoleh sebesar 50 petani. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis biaya, analisis penerimaan, analisis pendapatan, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan: (1) rata-rata biaya usahatani jagung di Kecamatan Sumbang sebesar Rp12.918.896,00/Ha/Musim tanam, (2) rata-rata total penerimaan sebesar Rp20.069.550,00/Ha/Musim Tanam, dan rata-rata pendapatan petani jagung sebesar Rp7.482.004,00/Ha/Musim tanam, (3) Kendala yang dihadapi petani dalam melakukan usahatani jagung di Kecamatan Sumbang yaitu perubahan cuaca yang tidak menentu, serangan hama dan penyakit, harga sarana produksi yang meningkat tiap tahun menyebabkan biaya modal bertambah dan harga jagung yang tidak menentu sehingga mempengaruhi pendapatan petani.Sumbang is one of the sub-districts in Banyumas Regency and is a center for corn in Banyumas Regency with productivity reaching 6.7 tonnes/ha in 2021. This research aims to (1) Know the cost of corn farming in Sumbang District per one growing season, (2) Know the revenue and income of corn farming in Sumbang District per one growing season, (3) Know the constraints of corn farming in Sumbang District per one growing season. This research was conducted in May 2023 at Kebanggan Village, Kedungmalang Village, and Karanggingtung Village. Respondents were determined using the two-stage cluster sampling method with a total sample of 50 farmers. The data analysis method used is Cost Analysis, Revenue Analysis, Income Analysis, Descriptive Analysis. The results showed tha: (1) the average cost of corn farming in Sumbang District was IDR 12.918.896,00/Ha/Growing season, (2) the average total revenue was IDR 20,069,550/Ha/Growing season, and the average corn farmer income was IDR 7.482.004,00/Ha/Growing season. (3) The constraints faced by farmers in conducting corn farming in Sumbang Sub-district, namely unpredictable weather, attacked pest and disease, the price of production facilities that increases every years caused the production costs to increase, and the price of corn was erratic so that it affected the farmers’ income.