Artikelilmiahs

Menampilkan 37.201-37.220 dari 48.979 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3720140010I1A016075FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA LAUNDRY DI KOTA TEGAL Latar Belakang : Occupational Safety and Health Administration (OSHA) mengatakan kelelahan kerja merupakan penyebab cidera yang paling besar di sektor industri dan dilaporkan 34% dari hilangnya jam kerja disebabkan oleh kelelahan kerja. Berdasarkan wawancara terhadap 10 orang pekerja laundry, 6 orang (60%) mengeluhkan bahwa mereka tidak merasa kelelahan sedangkan 4 orang (40%) mengeluhkan kelelahan kerja. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kelelahan kerja pada pekerja laundry di Kota Tegal.

Metodologi : Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan desain crosssectional. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat.

Hasil Penelitian : Terdapat 4 variabel yang diteliti yaitu umur, jenis kelamin, masa kerja dan sikap kerja. Karakteristik responden sebagian besar termasuk dalam ketegori umur dewasa berkisar antara 26 – 45 tahun sebanyak 60 responden (60%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 90 responden (90%) dengan masa kerja kurang dari 5 tahun 84 responden (84%), dan mayoritas responden berisiko tinggi mengalami kelelahan kerja berdasarkan sikap kerja sebanyak 46 responden (46%). Semua variabel berdasarkan analisis tidak berpengaruh pada kelelahan kerja.

Kesimpulan : Tidak ada variabel yang berpengaruh terhadap kelelahan kerja pada pekerja laundry di Kota Tegal.

Kata Kunci : Kelelahan kerja, umur, jenis kelamin, masa kerja, sikap kerja, pekerja laundry.
Background : The Occupational Safety and Health Administration (OSHA) says work fatigue is the biggest cause of injury in the industrial sector and it is reported that 34% of lost working hours are caused by work fatigue. Based on interviews with 10 laundry workers, 6 people (60%) complained that they did not feel tired while 4 people (40%) complained about work fatigue. The research aims to determine the factors that influence work fatigue in laundry workers in Tegal City.

Methodology : The research design used is descriptive quantitative with cross sectional design. The analysis used is univariate analysis and bivariate analysis.

Research Results : There are 4 variables studied, namely age, gender, years of service and work attitude. The characteristics of the respondents are mostly included in the adult age category ranging from 26-45 years as many as 60 respondents (60%), female sex as many as 90 respondents (90%) with working period of less than 5 years 84 respondents (84%), and the majority of respondents 46 respondents (46%) are at high risk of experiencing work fatigue based on work attitudes. All variables based on the analysis have no effect on work fatigue.

Conclusion : There are no variables that affect work fatigue in laundry workers in Tegal City.

Keywords : Work fatigue, age, gender, years of service, work attitude, laundry workers.
3720240004F1D018008Politik Implementasi Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2009 Tentang Penyelenggaraan dan Penanganan Kesejahteraan Sosial Di Kota BogorKeberadaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang berada di berbagai sudut jalan Kota Bogor menjadi permasalahan serius yang berdampak pada masalah lain seperti menimbulkan keresahan pada masyarakat, memperjelas ketimpangan sosial, hingga mengganggu ketertiban umum. Peraturan daerah Nomor 8 Tahun 2009 Tentang Penyelenggaraan dan Penanganan Kesejahteraan Sosial di Kota Bogor dibentuk sebagai upaya dalam menghadapi permasalahan tersebut. Namun dalam implementasinya selama dua belas tahun, jumlah PMKS setiap tahunnya berubah secara fluktuatif dan belum mampu memberi perubahan signifikan yang mengindikasikan bahwa masih ditemukannya kendala dalam implementasi kebijakan tersebut. Dalam implementasi Perda tersebut terlihat pula adanya faktor-faktor yang dinilai mampu mendukung dan menghambat pelaksanaannya di lapangan. Kebijakan ditetapkan dan diselenggarakan oleh para aktor yang beragam di mana aktor-aktor yang terlibat saling mempengaruhi dalam pelaksanaan kebijakan ini. Interaksi dan relasi antar aktor tidak terjalin dengan baik sehingga pelaksanaan kebijakan kurang maksimal. Penelitan ini dilandasi paradigma konstruktivisme dengan perspektif institusionalisme, dan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. The existence of society with social welfare problems, as known as “Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial” (PMKS) who are in various street corners of Kota Bogor is a serious problem that has an impact on other problems such as causing unrest in the community, clarifying social inequality, and disrupting public order. Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2009 Kota Bogor concerning the Implementation and Handling of social welfare was formed as an effort to deal with this problem. The policy has been implemented for twelve years, but the number of PMKS has fluctuatevely change every year and has not been able to provide significant changes that indicates the obstacles are still found in the implementation of the policy. In the implementation of the regional regulation, there are also factors that are considered capable of supporting and hindering its implementation in the field. Policies are determined and carried out by various actors where the actors involved may influence each other in the implementation of this policy. Interactions and relations between actors are not well established so that the implementation of the policy is not optimal. This research is based on the constructivism paradigm with an institutionalism perspective, and uses a qualitative method with a case study approach.
3720340048F2A020023Pengawasan Terhadap Kepala Desa Di Bidang Pengelolaan Keuangan Desa
(Studi Kasus Di Kecamatan Jeruklegi Kabupaten Cilacap
Pemanfaatan anggaran desa secara berkala atau bertahap, perlu dipahami bersama oleh pengelola dana desa. Artinya mereka harus disiplin dalam mentaati aturan main ketika mengelola dana desa. Karea itulah diperlukan pengawasan terkait pengelolaan dana desa yang diselenggarakan oleh kepala desa. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan pengawasan terhadap kepala desa dalam pengelolaan keuangan desa di era Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. Sasaran utama penelitian ini adalah kepala desa dan perangkat desa pada dua desa di Kecamatan Jeruklegi yaitu Desa Jeruklegi Wetan dan Jeruklegi Kulon. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif, model interaktif sebagai metode analisisnya. Hasil penelitian menyimpulkan keberhasilan pengelolaan dana pembangunan desa oleh kepala desa dengan aparatnya perlu didukung dengan pengawasan terpadu dari berbagai elemen masyarakat dan pihak terkait lainnya. Proses pengawasan kepala desa sehubungan dengan kinerjanya dalam pengelolaan keuangan desa sudah dilakukan pengawasan secara langsung oleh masyarakat melalui monitoring pada hasil fisik pembangunan yang telah terealisasi. Optimalisasi pengawasan kepala desa di bidang pengelolaan keuangan desa selain dilakukan melalui pengawasan langsung, juga dilakukan melalui pengawasan tidak langsung. Pengawasan model ini (tidak langsung) dilakukan lebih banyak melalui pembacaan dokumen pertanggungjawaban baik dalam bentuk LPPD maupun LPJ yang dilakukan oleh kepala desa secara periodik. Sistem pengawasan tidak langsung lainnya yaitu dengan cara menelaah laporan aduan masyarakat.The periodic or gradual use of the village budget needs to be understood jointly by the village fund manager. This means that they must be disciplined in obeying the rules of the game when managing village funds. Because of this, supervision is needed regarding the management of village funds held by the village head. The purpose of this study is to describe the supervision of village heads in managing village finances in the era of Law Number 6 of 2014 concerning Villages. The main targets of this study were village heads and village officials in two villages in Jeruklegi District, namely Jeruklegi Wetan and Jeruklegi Kulon Villages. This study uses qualitative methods, namely research procedures that produce descriptive data, interactive models as the method of analysis. The results of the study concluded that the successful management of village development funds by the village head and his apparatus needs to be supported by integrated supervision from various elements of society and other related parties. The village head's supervisory process related to his performance in managing village finances has been carried out directly by the community through monitoring the results of the physical development that has been realized. Optimizing the supervision of the village head in the field of village financial management is not only carried out through direct supervision, but also through indirect supervision. This model of supervision (indirect) is carried out mostly through reading documents per responsibility both in the form of the LPPD and LPJ which are carried out by the village head periodically. Another indirect monitoring system is by examining reports of public complaints.
3720440049J1C016046EKRANISASI NOVEL KE FILM HYOUKA
Penelitian ini berjudul “Ekranisasi Novel ke Film Hyouka ”. Bertujuan
untuk mendeskripsikan proses ekranisasi yang terjadi di antara novel Hyouka
karya Honobu Yonezawa dan film Hyouka karya Mari Asato. Jenis penelitian
yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data
simak catat serta menggunakan pendekatan teori ekranisasi dari Pamusuk Eneste.
Dari hasil penelitian ini ditemukan beberapa data proses ekranisasi yang terjadi
yaitu enam belas data penciutan, sembilan data penambahan dan delapan data
perubahan variasi. Proses ekranisasi tersebut terjadi pada unsur intrinsik yang
meliputi alur mengalami satu penciutan, satu penambahan dan dua perubahan
variasi. Untuk penokohan mengalami empat belas penciutan, delapan penambahan,
dan lima perubahan variasi. Sedangkan pada latar mengalami satu penciutan dan
satu perubahan variasi. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa sutradara
dianggap berhasil karena mampu mempertahankan alur yang hanya berubah
sebanyak empat kali.
This research is titled "Ecranization of Novel to Hyouka Movie". It aims to
describe the ecranization process that occurs between the novel Hyouka by
Honobu Yonezawa and the movie Hyouka by Mari Asato. The type of research
used is descriptive qualitative with the data collection technique of observation
and note taking and using the approach of Pamusuk Eneste's ekranization theory.
From the results of this study found some data on the process of ecranization that
occurred, namely sixteen data of shrinkage, nine data of addition and eight data of
variation changes. The ecranization process occurs in intrinsic elements which
include the plot experiencing one shrinkage, one addition and two changes in
variation. For characterization experienced fourteen shrinkage, eight additions,
and five changes in variation. Meanwhile, the setting experienced one shrinkage
and one change in variation. Based on the results of the analysis, it is known that
the director is considered successful because he is able to maintain a plot that only
changes four times.
3720540050C1C019036PENGARUH LIKUIDITAS, AKTIVITAS, SOLVABILITAS, DAN PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN SEKTOR KESEHATAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2018-2021Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh likuiditas, aktivitas, solvabilitas, dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2021. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan tahunan setiap perusahaan. Jumlah data yang diamati dalam penelitian ini berjumlah 59 data penelitian. Hasil penelitian menggunakan Eviews 10 menunjukkan bahwa: (1) Likuiditas tidak berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. (2) Aktivitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. (3) Solvabilitas tidak berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. (4) Profitabilitas tidak berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
Implikasi dari kesimpulan dalam penelitian ini, likuiditas tidak berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, membuktikan bahwa tingginya likuiditas mengakibatkan adanya perspektif dari investor jika likuiditas naik maka mengindikasikan adanya dana yang menganggur sehingga dapat menurunkan nilai perusahaan. Aktivitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, membuktikan bahwa semakin tinggi nilai dari aktivitas menunjukkan adanya penjualan yang meningkat dan pemanfaatan aktiva yang dimiliki juga baik sehingga dapat menjadi sinyal baik dan menaikkan nilai perusahaan. Solvabilitas tidak berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan, membuktikan bahwa dengan banyaknya penggunaan utang tidak memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan. Profitabilitas tidak berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, membuktikan bahwa semakin tinggi nilai profitabilitas tidak menjadi penentu nilai perusahaan semakin baik di mata investor karena dapat juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lain.
This study aims to determine the effect of liquidity, activity, solvency, and profitability on company value in health sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2018-2021 period. The type of data used is secondary data in the form of annual financial reports for each company. The amount of data observed in this study amounted to 59 research data. The results of the study using Eviews 10 show that: (1) Liquidity has no positive effect on firm value. (2) Activity has a positive effect on firm value. (3) Solvability has no negative effect on firm value. (4) Profitability has no positive effect on firm value.
The implication of the conclusions in this study is that liquidity does not have a positive effect on firm value, proving that high liquidity results in an investor's perspective. If liquidity increases, it indicates idle funds that can reduce firm value. Activity has a positive effect on firm value, proving that the higher the value of the activity indicates an increase in sales and the utilization of assets owned is also good so that it can be a good signal and increase the value of the company. Solvency does not have a negative effect on firm value, proving that the use of debt has no effect on firm value. Profitability does not have a positive effect on company value, proving that the higher the profitability value does not determine the value of the company, the better it is in the eyes of investors because it can also be influenced by several other factors.
3720640030I1B018031HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN PERILAKU MEROKOK USIA DEWASA PADA ERA NEW NORMAL COVID-19 DI DESA MULYOHARJO KABUPATEN PEMALANGLatar Belakang: Latar Belakang: Pada era new normal seseorang dituntut cepat beradaptasi dari masa covid hingga era new normal. Banyaknya perubahan dan tuntutan yang terus berubah membuat seseorang mengalami stres. Setiap individu memiliki mekanisme koping untuk menurunkan stresnya, ada yang bersifat adaptif dan maladaptif. Mekanisme koping maladaptif salah satunya dengan merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan perilaku merokok pada era new normal.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan uji spearman-rank. Peneliti mengumpulkan 109 responden. Pengukuran tingkat stres menggunakan kuesioner DASS (Depression Anxiety Stress Scales) sedangkan pengukuran perilaku merokok menggunakan kuesioner jumlah batang rokok yang dikonsumsi perhari.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian terdapat hubungan yang searah antara tingkat stres dan perilaku merokok dengan nilai koefisien yang positif. Pada penelitian diperoleh p<0,05 yang artinya terdapat hubungan antara tingkat stres dengan perilaku merokok usia dewasa pada era new normal. Nilai koefisien sebesar 0,421 yang menunjukkan adanya korelasi yang cukup kuat.
Kesimpulan: Stres dapat menyebabkan perilaku merokok di era new normal covid-19 pada penduduk usia dewasa.
Kata Kunci: stres, merokok, new normal
Background: In the new normal era, one is required to quickly adapt from the Covid period to the new normal era. The number of changes and tensions that are constantly changing makes a person experience stress. Each individual has a coping mechanism to reduce stress, some are adaptive and maladaptive. One of the maladaptive coping mechanisms is smoking. This study aims to determine the relationship between stress levels and smoking behavior in the new normal era.
Methodology: This study uses a quantitative descriptive study method with a cross sectional approach. This study uses the spearman-rank test. Researchers collected 109 respondents. Measuring stress levels used the DASS (Depression Anxiety Stress Scales) questionnaire while measuring smoking behavior used a questionnaire on the number of cigarettes consumed per day.
Research Results: The results of the study show that there is a direct relationship between stress levels and smoking behavior with a positive coefficient value. In this study, p <0.05 was also obtained, which means that there is a relationship between stress levels and adult smoking behavior in the new normal era. The coefficient value is 0.421 which indicates a fairly strong correlation.
Conclusion: Stress can cause smoking behavior in the new normal era of Covid-19 in the adult population.
Keywords: stress, smoking, new normal
3720740119F1F018057Analisis Peran UN Women dalam Mengatasi Isu Honour Killing di Pakistan tahun 2018-2020Kekerasan berbasis gender menjadi isu global yang terus berkembang dalam berbagai tindakan yang tidak sesuai HAM, tidak terkecuali di Pakistan. Terlebih lagi, masih kuatnya budaya patriarki yang sudah melekat dan membudaya seperti praktik honour killing atau pembunuhan demi kehormatan yang terjadi karena kurangnya pendidikan, kemiskinan, hukum adat, pola pikir keagamaan, perceraian atau perkawinan yang bertentangan dengan kehendak keluarga, dan lain-lain. Namun demikian, kurangnya respon pemerintah mengenai hak-hak fundamental dan hukum yang melindungi hak perempuan, serta rendahnya partisipasi lembaga-lembaga politik dan legislatif. UN Women hadir untuk menjamin hak-hak perempuan di Pakistan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, pemerintahan yang responsif dengan lembaga-lembaga yang lebih mudah diakses, dan lingkungan yang aman di ruang publik. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya UN Women dalam menangani isu honour killing yang terjadi di Pakistan berdasarkan perspektif organisasi internasional. Penulis menemukan bahwa terdapat keselarasan pada partisipasi aktif dari masyarakat, pemerintah dan hasil kerja UN Women di Pakistan, meskipun ada beberapa program yang tidak ditemukan karena keterbatasan pengetahuan serta data yang diedarkan. Gender-based violence is a global issue that continues to grow in various actions that are inconsistent with human rights, and Pakistan is no exception. Even more, there is still a strong patriarchal culture that is inherent and entrenched, such as the practice of honor killings that occurs due to the lack of education, poverty, customary law, religious mindset, divorce or marriage against the will of the family, and so on. This condition is exacerbated by the lack of government response regarding the fundamental rights and laws protecting women's rights, as well as the low participation of political and legislative institutions. UN Women exists to guarantee the rights of women in Pakistan to get decent jobs, responsive government with more accessible institutions, and a safe environment in the public sphere. In particularly, this study aims to explore what is UN Women's efforts in responding the issue of honor killings situation in Pakistan from the perspective of international organizations. The author finds that there is a harmony in the active participation of the community, the government and the results of UN Women’s efforts in Pakistan, although there are some programs might not be provided by author in this study due to data limitations.
3720844917D1A020068PERBANDINGAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN LAJU PERTUMBUHAN AYAM PARENT STOCK STRAIN COBB DAN ROSS JANTAN DI PT. CHAROEN POKPHAND JAYA FARM UNIT 3 SEMARANG TEGAL.Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan pertumbuhan bobot badan, laju pertumbuhan, uniformity, dan feed convertion ratio antar strain ayam jantan Cobb dan Ross di PT. Charoen Pokphand Jaya Farm Unit 3 Semarang Tegal. Data diperoleh dari recording di Perusahaan PT. Charoen Pokphand Jaya Farm Unit 3 Semarang Tegal. Data yang digunakan yaitu data recording mengenai umur ayam fase layer, data bobot badan ayam jantan 34 minggu. Data yang telah didapat diolah secara matematik dengan Microsoft Excel. Data yang diperoleh kemudian ditabulasi kedalam tabel dan grafik dengan rumus rata-rata. Data dianalisis menggunakan independent sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan nyata (P>0,05) antara pertambahan bobot badan dan laju pertumbuhan absolut terhadap kedua strain. Hasil perhitungan menunjukkan uniformity dari kandang 22 strain Cobb memiliki nilai uniformity yang sangat baik sebesar 94%, lebih besar dibandingkan dengan kandang 18 strain Ross memiliki nilai uniformity sebesar 84%. Hasil perhitungan didapatkan pada ayam strain Cobb pada kandang 22 memiliki FCR sebesar 2,46 sedangkan pada kandang 18 strain Ross memiliki nilai FCR sebesar 2,44. Kesimpulan didapatkan bahwa pertambahan bobot badan, dan laju pertumbuhan tidak dipengaruhi strain ayamThe purpose of this study was to compare of between body weight growth, growth rate, uniformity, and feed conversion ratio Cobb and Ross rooster strains at PT Charoen Pokphand Jaya Farm Unit 3 Semarang Tegal. The type of data was primary data regarding the age of layer chickens, 34-week rooster body weight data. The data obtained was processed mathematically using Microsoft Excel. Data was analyzed using independent sample t-test. The results showed there were no significant difference (P>0,05) between body weght gain and absolute growth rate of two strains. The uniformity of the Cobb strain had an excellent uniformity value of 94%, greater than the Ross roosters which had a uniformity value of 84%. Cobb strain chickens had an FCR of 2,46 while in Ross strain had an FCR value of 2,44. The conclusion was the body weight gain and growth rate were not affected by roosters strains.
3720940052P2D021001Valuasi Teknologi dan Strategi Pengembangan Padi Inpago Unsoed 1Padi Inpago Unsoed 1 merupakan hasil invensi Universitas Jenderal Soedirman yang menjadi solusi atas masalah tersebut dengan memanfaatkan potensi lahan kering sehingga menghasilkan padi dengan kualitas dan produktifitas yang sama baiknya dengan padi sawah. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Mengetahui dan menganalisis risiko komersialisasi teknologi Padi “Inpago Unsoed 1”, (2) Mengetahui dan menganalisis harga lisensi teknologi dalam komersialisasi Padi “Inpago Unsoed 1”, (3) Mengetahui dan menganalisis faktor-faktor internal Padi “Inpago Unsoed 1”, (4) Mengetahui dan menganalisis faktor-faktor eksternal Padi “Inpago Unsoed 1”, (5) Mengetahui dan menganalisis alternatif strategi pengembangan Padi “Inpago Unsoed 1”.Penelitian dilakukan dengan metode studi kasus dengan penentuan responden secara purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah disounted cash flow, OWA-Operator, analisis lingkungan internal dan eksternal, analisis SWOT, dan analisis QSPM. Hasil analisis penelitian ini yaitu (1) Padi Inpago Unsoed 1 termasuk pada teknologi dengan risiko moderate risk (2) Harga lisensi teknologi Padi Inpago Unsoed 1 sebesar Rp86.535.711.815,00. (3) Analisis lingkungan internal terdapat 5 kekuatan dan kelemahan. (4) Analisis lingkungan eksternal terdapat 5 peluang dan ancaman. (5) Alternatif strategi terbaik pengembangan padi Inpago Unsoed 1, antara lain meningkatkan promosi Padi Inpago Unsoed 1, mendaftarkan pada e-katalog kementerian pertanian, melakukan penyuluhan baik secara konvensional melalui media sosial kepada petani. Padi Inpago Unsoed 1 is the result of an invention by Jenderal Soedirman University that is a solution to this problem by utilizing the potential of dry land to produce rice with the same quality and productivity as lowland rice. The aims of this study were (1) to know and analyze the risks of the commercialization of rice technology "Inpago Unsoed 1", (2) to know and analyze the price of technology licenses in the commercialization of rice "Inpago Unsoed 1", (3) to know and analyze the internal factors of rice "Inpago Unsoed 1", (4) to know and analyze the external factors of rice "Inpago Unsoed 1", and (5) to know and analyze alternative rice development strategies "Inpago Unsoed”. The research was conducted using the case study method by determining respondents through purposive sampling. The data analysis used is discounted cash flow, OWA-Operator, internal and external environmental analysis, SWOT analysis, and QSPM analysis. The results of the analysis of this study are: (1) Inpago Unsoed 1 is included in technology with moderate risk. (2) The license price for Inpago Unsoed 1 technology is IDR 86,535,711,815.00. (3) The internal environment analysis has five strengths and weaknesses. (4) In the analysis of the external environment, there are five opportunities and five threats. (5) The best alternative strategy for developing Inpago Unsoed 1 rice is increasing the promotion, registering in the e-catalog of the ministry of agriculture, and conducting both conventional and social media counseling with farmers.
3721040053F1D019059Implementasi Program Inovasi SI PATAS Dalam Pelaksanaan Pelayanan Publik di Kelurahan KoberStudi ini membahas implementasi program inovasi SI PATAS dalam pelaksanaan politik pelayanan publik di Kelurahan Kober, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Dengan menggunakan teori demokrasi digital, birokrat harus berurusan dengan cara baru dalam menyediakan pelayanan publik. Kami menemukan bahwa birokrasi di level paling bawah mencoba berinovasi dengan membuat pelayanan publik berbasis media sosial melalui Whatsapp yaitu SI PATAS dengan tujuan mempercepat dan mempermudah layanan. Namun, penelitian ini menemukan bahwa masyarakat tidak dapat menerima jenis pelayanan baru ini karena dianggap tidak menyelesaikan masalahnya. Hal ini menunjukkan bahwa eksperimen dari birokrasi level bawah melalui SI PATAS ini tidak sesuai tuntutan dan kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan publik.

Kata Kunci: politik pelayanan publik, demokrasi digital, Street Level Bereauaracy (SLB), inovasi SI PATAS
This study discuss the implementation of public services through SI PATAS
innovation program in Banyumas Regency, Central Java Province by utilizing
qualitiave research methods. Using digital democracy theory, bureaucracy must
deal with new ways of providing public services. We found that street level
bureaucracy (SLB) try to innovate by creating a social media based public services
through Whatsapp, the so-called SI PATAS in order to make the services delivered
faster and easier. However, we found that the society did not perceived this new
technology based public service well as it cannot solved the issues. It imply that the
experimentation from SLB through SI PATAS did not meet the demands and needs
of society in getting public services easier and faster.
3721140054I1D018033Hubungan Perilaku Makan Dan Pengetahuan Gizi Terhadap Asupan Energi Remaja Di SMAN 4 PurwokertoRemaja merupakan fase yang rentan akan permasalahan gizi dikarenakan remaja cenderung lebih labil dan mudah terpengaruh baik dari lingkungan, teman sebaya, hingga mode dan tren yang berlangsung. Hal tersebut akan mempengaruhi pemilihan asupan makanan pada remaja yang kemudian dapat mempengaruhi status gizinya. Perilaku remaja merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi asupan. terdapat 3 aspek perilaku makan yaitu emotional eating, external eating, dan restrained eating. Pengetahuan gizi merupakan salah satu faktor resiko lain yang dapat memicu timbulnya masalah gizi pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku makan dan pengetahuan gizi terhadap asupan energi remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 60 siswa di SMAN 4 Purwokerto. Sampel pada penelitian ini diambil menggunakan simple random sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner DEBQ, kuesioner pengetahuan gizi, serta kuesioner recall 2×24 jam. Variabel perilaku emotional eating tidak memiliki hubungan dengan asupan energi remaja (p=0,108). Variabel perilaku external eating memiliki hubungan dengan asupan energi remaja (p=0,004). Variabel perilaku restrained eating tidak memiliki hubungan dengan asupan energi remaja (p=0,646). Variabel pengetahuan gizi memiliki hubungan dengan asupan energi remaja (p=0,002).Adolescence is a phase that vulnerable to nutritional problems because adolescents tend to be more unstable and easily influenced by both the environment, peers, and trends. This will affect the choice of food intake in adolescents which can affect their nutritional status. Adolescent behavior is one of the factors that can affect nutritional intake. There are 3 aspects of eating behavior that is emotional eating, external eating, and restrained eating. Knowledge of nutrition is another risk factor that can trigger nutritional problems in adolescents. This study aims to analyze the relationship between eating behavior and nutritional knowledge on adolescent energy intake. The research design is a quantitative study with a cross-sectional approach. There were 60 students in SMAN 4 Purwokerto as the research respondents. The sample in this study was taken using simple random sampling. Data were collected using the DEBQ questionnaire, nutritional knowledge questionnaires, and 2×24 hour recall questionnaires. The emotional eating behavior variable has no relationship with adolescent energy intake (p=0,108). The external eating behavior variable has a relationship with adolescent energy intake (p=0,004). Restrained eating behavior variable has no relationship with adolescent energy intake (p=0.,46). Nutritional knowledge variable has a relationship with adolescent energy intake (p=0,002).
3721239917A1A017059ANALISIS KELAYAKAN USAHA PADI HITAM (Oryza sativa L.) DAN IKAN NILA SISTEM AKUAPONIK PADA KELOMPOK TANI TERPADU ANGSANA KECAMATAN SAWANGAN KOTA DEPOK

Akuaponik digambarkan sebagai penggabungan antara sistem budidaya akuakultur (budidaya ikan) dengan hidroponik (budidaya sayuran tanpa media tanah). Di Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok tepatnya Perumahan Bumi Sawangan Indah (BSI) 2 terdapat lahan seluas 4500 m² yang tidak terpakai. Dimanfaatkan lahan tersebut oleh Rukun Warga 12 yang tergabung dalam Kelompok Tani Terpadu Angsana. Kegiatan budidaya yang menarik dari KTT Angsana ialah budidaya padi hitam secara akuaponik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui keuntungan usaha tani padi hitam dan ikan nila dengan sistem akuaponik oleh KTT Angsana, (2) Mengetahui kelayakan bisnis padi hitam dan ikan nila dengan sistem akuaponik oleh KTT Angsana.
Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sawangan Kota Depok, Bulan Maret 2022. Survei pendahuluan dilakukan untuk mengetahui kegiatan KTT Angsana serta mengetahui kondisi lahan. Analisis data dilakukan untuk berupa analisis biaya, analisis penerimaan, analisis pendapatan, analisis R/C Ratio, Return On Equity (ROE) dan analisis sensitivitas.
Hasil penelitian usaha tani padi hitam system akuaponik adalah total biaya dibutuhkan untuk satu kali penanaman adalah Rp33.880.324. Penerimaan Rp62.020.000. Nilai R/C Ratio 1,83, Nilai ROE 47,89% dan analisis sensitivitas harga jual produk turun, harga bahan baku naik, dan volume produksi turun sampai 20% KTT Angsana tetap mendapatkan keuntungan.
Aquaponics is described as a combination of aquaculture (fish farming) and hydroponic (vegetable cultivation without soil media). In the Pengasinan Village, Sawangan District, Depok City, to be precise, the Bumi Sawangan Indah (BSI) 2 Housing Complex, there is 4500 m² of unused land. The land is utilized by Rukun Warga 12 which is part of the Angsana Integrated Farmers Group. An interesting cultivation activity from the Angsana Summit is aquaponic cultivation of black rice. This study aims to (1) Know the advantages of black rice and tilapia farming using the aquaponics system by the Angsana Summit, (2) Know the business feasibility of black rice and tilapia using the aquaponics system by the Angsana Summit.
This research was conducted in Sawangan District, Depok City, in March 2022. A preliminary survey was conducted to determine the activities of the Angsana Summit and determine the condition of the land. Data analysis was carried out in the form of cost analysis, revenue analysis, income analysis, R/C Ratio analysis, Return On Equity (ROE) and sensitivity analysis.
The results of the research from the legal aspect of the Angsana Summit have a Decree on the formation of farmer groups. The technical and technological aspects have been able to carry out its operations. Human Resources Aspect Angsana Summit has 60 members, responsible for each division. In terms of market and marketing, KTT Angsana has sold products around RW 12 and has a Whatsapp group "Pasar Online RW 12". On the financial aspect, the total cost needed for one planting is IDR 33.880.324. Revenue Rp. 62,020,000. The R/C ratio was 1.84, the ROE was 47,89% and the sensitivity analysis for product selling prices fell, raw material prices rose, and production volume fell by 20%. Angsana Summit still made a profit.
3721340055A1A018010Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Sayuran pada E-Commerce Beceran di Kabupaten Purbalingga Jawa TengahKebijakan saat Covid-19 menuntut penjual untuk adaptif dengan bergabung E-commerce. Beceran merupakan E-commerce untuk berbelanja kebutuhan pokok secara online di Kabupaten Purbalingga. Beceran saat ini fluktuatif karena pandemi mereda sehingga konsumen cenderung berbelanja langsung ke pasar, untuk itu perlu perbaikan strategi bauran pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengidentifikasi karakteristik konsumen E-commerce Beceran. 2) Mengidentifikasi pengaruh bauran pemasaran produk, harga, lokasi, promosi, orang, bukti fisik, proses secara simultan dan parsial terhadap keputusan pembelian sayuran pada E-commerce Beceran. 3) Mengetahui variabel yang dominan terhadap keputusan pembelian sayuran pada E-Commerce Beceran.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah survei. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 60 responden dengan rumus Malhotra. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan studi pustaka. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan: 1) Karakteristik konsumen E-Commerce Beceran mayoritas perempuan berusia 22-26 tahun, berpendidikan S1, pekerjaan pegawai swasta, pendapatan per bulan sebesar Rp2.997.001,00 - Rp3.997.000,00, memiliki pengeluaran konsumsi sayuran per bulan sebesar >Rp 200.000,00 dengan frekuensi penggunaan jasa 1-3 kali dan sudah menikah. 2) Variabel bauran pemasaran secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Secara parsial variabel produk, lokasi, bukti fisik, proses berpengaruh positif dan signifikan, variabel promosi berpengaruh negatif dan signifikan serta variabel harga dan orang tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian sayuran di E-Commerce Beceran. 3) Variabel lokasi mempunyai pengaruh yang dominan terhadap keputusan pembelian sayuran pada E-Commerce Beceran.
The current policy of Covid-19 requires sellers to be adaptive by joining E- commerce. Beceran is an E-commerce for shopping for basic necessities online in Purbalingga Regency. The current trend is volatile because the pandemic has subsided so that consumers tend to shop directly to the market, for this reason, it is necessary to improve the marketing mix strategy. This study aims to: 1) Identify the consumer characteristics of Beceran E-commerce. 2) Identify the influence of product marketing mix, price, location, promotion, people, physical evidence, process simultaneously and partially on vegetable purchasing decisions on Beceran E-commerce. 3) Knowing the dominant variables for vegetable purchasing decisions in Beceran E-Commerce.
The method used in this study is survey. The sample used in this study was 60 respondents with the Malhotra formula. Sampling using purposive sampling technique. The types of data used in this study are primary and secondary data. Data collection techniques in this study are observation, interviews, and literature studies. The data obtained were analyzed using descriptive analysis and multiple linear regression.
The results showed: 1) The characteristics of E-Commerce consumers Beceran the majority of women aged 22-26 years, educated S1, private employee jobs, monthly income of Rp2,997,001.00 - Rp3,997,000.00, have a monthly vegetable consumption expenditure of >Rp 200,000.00 with a frequency of using services 1-3 times and are married. 2) Simultaneous splattering has a significant effect on purchasing decisions. Partially the variables of product, location, physical evidence, process have a positive and significant effect, promotional variables have a negative and significant effect and price and people variables do not have a significant effect on the purchase decision of vegetables in Beceran E-Commerce. 3) Location variables have a dominant influence on vegetable purchasing decisions in Beceran E-Commerce.
3721440056P2D021004Efisiensi Pemasaran Rantai Pasok Kentang Pola Kemitraan Dan Non Kemitraan Kabupaten Purbalingga
Petani Kecamatan Karangreja yang mayoritas melakukan kegiatan usaha tani kentang belum berorientasikan bisnis, sehingga memerlukan pengetahuan dan pemetaan proses pemasaran yang baik. Petani kentang menggunakan dua saluran pemasaran, yaitu saluran pemasaran pola kemitraan dengan perusahaan PT. Indofood Fritolay Makmur dan pemasaran non kemitraan. Saluran rantai pasok yang baik, memberikan manfaat dan keuntungan yang merata pada semua pihak yang terlibat dalam penyaluran produk kentang. Oleh karena itu, efisiensi pemasaran menjadi elemen penting dalam upaya mencapai keberhasilan kegiatan rantai pasok. Tujuan dari penelitian ini adalah memetakan rantai pasok, menganalisis keuntungan, margin pemasaran, farmer’s share rantai pasok pola kemitraan dan non kemitraan. Metode pengambilan sampel petani menggunakan Simple Random Sampling diperoleh 42 petani pola kemitraan dan 42 petani pola non kemitraan. Penentuan lembaga pemasaran menggunakan teknik Snowball Sampling diperoleh 4 pedagang pengumpul, 1 pedagang besar, dan 5 pedagang pengecer. Analisis data yang digunakan adalah pemetaan rantai pasok, margin pemasaran, dan farmer’s share. Hasil analisis menunjukan: saluran rantai pasok kentang mempunyai 3 aliran, memiliki nilai margin pemasaran terkecil pada saluran III sebesar Rp336/kg. Nilai farmer’s share saluran III menjadi nilai tertinggi dan paling menguntungkan.Farmers in Karangreja district carried out potato farming but were not business-oriented, thus acquiring knowledge and mapping a good marketing process were needed. Potato farmers used two types of marketing managements: the partnership marketing that cooperated with PT. Indofood Fritolay Makmur and non-partnership marketing. A good supply chain management, provided benefits whereas the benefits were evenly distributed to all parties involved in distribution of potato products to the consumers. Therefore, marketing efficiency became an important element in the efforts to achieve a successful supply chain activity. The objective of this study was to map the supply chain, analyze the profit and marketing margin, farmer's supply chain share in partnership and non-partnership types. The sampling method of farmers used Simple Random Sampling which obtained 42 farmers of partnership type and 42 farmers of non-partnership type. Determination of marketing institutions used Snowball Sampling technique that were obtained 4 merchants, 1 wholesaler, and 5 retailers. The data analysis used supply chain mapping, marketing margin, and farmer's share. The results showed: potato supply management had 3 flows, had the smallest marketing margin value in type III offered Rp336/kg. The value of farmer’s share type III was the highest and most profitable value.
3721540057P2A019006ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LANGENSARI 1 KECAMATAN LANGENSARI KOTA BANJARRINGKASAN

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Indonesia selalu menempati urutan pertama penyebab kematian pada kelompok bayi dan balita. Jumlah penderita ISPA pada balita di Kota Banjar yang tergolong tinggi salah satunya berada di wilayah kerja Puskesmas Langensari 1. Faktor risiko yang dapat mempengaruhi kejadian ISPA pada balita antara lain kepadatan hunian, kebiasaan merokok anggota keluarga di dalam rumah, penggunaan obat nyamuk bakar, penggunaan bahan bakar kayu untuk memasak, pendapatan keluarga, status gizi, status imunisasi dan riwayat ASI ekslusif. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Langensari 1.
Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan kasus kontrol. Jumlah sampel sebanyak 44 kasus dan 44 kontrol. Variabel terikat pada penelitian ini yaitu kejadian ISPA pada balita. Variabel bebas dalam penelitian ini meliputi kepadatan hunian, kebiasaan merokok anggota keluarga di dalam rumah, penggunaan obat nyamuk bakar, penggunaan bahan bakar kayu untuk memasak, pendapatan keluarga, status gizi, status imunisasi dan riwayat ASI ekslusif. Instrumen penelitian yang digunakan antara lain kuesioner terstruktur dan meteran. Analisis data menggunakan analisis univariat, analisis bivariat, dan analisis multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor risiko yang terbukti berpengaruh terhadap kejadian ISPA pada balita yaitu kepadatan hunian dan kebiasaan merokok anggota keluarga di dalam rumah. Faktor risiko yang terbukti tidak berpengaruh terhadap kejadian ISPA pada balita meliputi penggunaan obat nyamuk bakar, penggunaan bahan bakar kayu untuk memasak, pendapatan keluarga, status gizi, status imunisasi, riwayat ASI eksklusif. Faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian ISPA pada balita yaitu kebiasaan merokok anggota keluarga di dalam rumah karena mendapatkan nilai OR sebesar 13,692, yang artinya balita yang anggota keluarganya memiliki kebiasaan merokok di dalam rumah mempunyai kemungkinan 13,692 kali untuk terjadinya ISPA dibandingkan dengan balita yang anggota keluarganya tidak memiliki kebiasaan merokok di dalam rumah. Dari 44 balita yang mengalami ISPA didapatkan 40 (90,9%) berasal dari keluarga yang memiliki kebiasaan merokok di dalam rumah.

Kata-kata kunci : ISPA, balita, faktor risiko.
SUMMARY


Acute respiratory infection (ARI) in Indonesia always rank first as the cause of death in infants and toddlers. The relatively high number of ARI in toddlers in the city of Banjar is in the working area of the Langensari 1 Public Health Center. Risk factors that can affect the incidence of ARI in toddlers include occupancy density, smoking habits of family members in the house, the use of mosquito coils, use of wood fuel for cooking, family income, nutritional status, immunization status and history of exclusive breastfeeding. The purpose of this study is to analyze the factors that affect the incidence of ARI in toddlers in the working area of the Langensari 1 Health Center.
The method used is observational analytic with a case control approach. The number of samples was 44 cases and 44 controls. The dependent variable in the study is incidence of ARI in toddlers. The independent variables in the study included occupancy density, smoking habits of family members in the house, the use of mosquito coils, use of wood fuel for cooking, family income, nutritional status, immunization status and history of exclusive breastfeeding. The research instruments used include structured questionnaires and meters. Data analysis using univariate analysis, bivariate analysis, and multivariate analysis using multiple logistic regression tests.
Based on the results of the study, it is known that risk factors that are proven to affect the incidence of ARI in toddlers are occupancy density and smoking habits of family members in the house. Risk factors that have been shown to have no effect on the incidence of ARI in toddlers include : use of mosquito coils, use of wood fuel for cooking, family income, nutritional status, immunization status, history of exclusive breastfeeding. The most influential risk factor for the incidence of ARI in toddlers is the smoking habits of family members in the house because it gets an OR value of 13,692, which means that toddlers whose family members have a habits of smoking in the house have a 13,692 times possibility of developing respiratory infections compared to toddlers whose family members don’t have smoking habits in the house. Of the 44 toddlers who experienced ARI, 40 (90,9%) came from families who had smoking habits in the house.

Keywords: ARI, toddler, risk factors.




3721640058C1B019091HUBUNGAN KEPRIBADIAN DAN NILAI DASAR ASN BerAKHLAK DENGAN KOMITMEN AFEKTIF DAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PEGAWAI DISKOPUKMNAKERTRANS KABUPATEN JEPARAPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepribadian dan nilai ASN BerAKHLAK dengan komitmen afektif dan organizational citizenship behavior pegawai DISKOPUKMNAKERTRANS Kabupaten Jepara. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kepribadian ekstraversi dan nilai dasar ASN BerAKHLAK, variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu organizational citizenship behavior, serta menggunakan variabel mediasi yaitu komitmen afektif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 56 reponden. Purposive sampling method digunakan dalam penentuan responden.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan uji analisis korelasi rank spearman dan uji mediasi process macro menunjukkan bahwa: (1) Kepribadian ekstraversi berkorelasi positif dengan komitnmen afektif, (2) Kepribadian ekstraversi berkorelasi positif dengan OCB, (3) Nilai dasar ASN BerAKHLAK berkorelasi positif dengan komitmen afektif, (4) Nilai dasar ASN BerAKHLAK berkorelasi positif dengan OCB, (5) Komitmen afektif berkorelasi positif dengan OCB, (6) Komitmen afektif memediasi hubungan kepribadian ekstraversi dengan OCB, (7) Komitmen afektif memediasi hubungan nilai dasar ASN BerAKHLAK dengan OCB.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu instansi perlu memperhatikan OCB pegawai dengan meningkatkan kepribadian ekstraversi pegawai, memperhatikan pegawai untuk lebih mengamalkan nilai ASN BerAKHLAK, dan meningkatkan sikap komitmen afektif yang dimiliki oleh pegawai pelayanan publik untuk dapat meningkatkan efektivitas organisasi dalam mencapai tujuan instansi.
This study aims to analyze the relationship between personality and core values ASN BerAKHLAK with affective commitment and organizational citizenship behavior of employees DISKOPUKMNAKERTRANS Jepara District. The dependent variables used in this study were extraversion personality and Core values ASN BerAKHLAK, the independent variables used in this study were organizational citizenship behavior, and the mediation variables were affective commitment. The data collection technique used in this study is a questionnaire. The total number of respondents taken in this study was 56 respondents. Purposive sampling methods are used in determining respondents.
Based on research results and data analysis using the rank spearman correlation analysis test and the macro process mediation test, it was shown that: (1) Extraversion personality correlates positively with affective commitment, (2) Extraversion personality correlates positively with OCB, (3) Core values ASN BerAKHLAK correlates positively with affective commitment, (4) Core values ASN BerAKHLAK correlates positively with OCB, (5) Affective commitment correlates positively with OCB, (6) Affective commitment mediates extraversion personality relationship with OCB, (7) Affective commitment mediates core values ASN BerAKHLAK relationship with OCB.
The implication of the above conclusion is that the agency needs to pay attention to the OCB of the employee by increasing the extraversion personality of the employee, paying attention to the employee to better practice core values ASN BerAKHLAK, and increasing the attitude of affective commitment that public service employees have in order to improve the effectiveness of the organization in achieving the agency's goals.
3721739991L1A019017STATUS KEBERLANJUTAN KAMPUNG BANDENG TERPADU DI UJUNGWATU, KECAMATAN DONOROJO, KABUPATEN JEPARA (TEKNIK PENDEKATAN RAPFISH)Bandeng (Chanos chanos) merupakan ikan yang memiliki potensi besar untuk
dikembangkan. Pada tahun 2021, Kementerian Kelautan dan Perikanan
mengadakan program prioritas nasional untuk mengembangkan klaster
tambak bandeng terpadu di Kabupaten Jepara. Namun, diperlukan monitoring
secara berkala untuk mengetahui status keberlanjutannya. Oleh karena itu,
perlu dilakukan kajian mengenai indeks dan status keberlanjutan klaster
bandeng terpadu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menilai status
keberlanjutan dan faktor pengungkit yang mempengaruhi keberlanjutan klaster
bandeng di Desa Ujungwatu, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survey lapangan. Metode
pengumpulan data melalui observasi, wawancara (kuesioner), dan
dokumentasi. Penilaian status keberlanjutan dilakukan menggunakan Rapfish
dengan analisis Multi Dimensional Scaling dan Monte Carlo. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa terdapat 4 subsistem yang memiliki kategori status
kurang berkelanjutan, yaitu: subsistem produksi dan ekologi dengan indeks
47,93; subsistem regulasi dan kelembagaan dengan indeks 46,11; subsistem
tataniaga dan pasar dengan indeks 37,59; serta subsistem promosi dan
pengembangan produk dengan indeks 45,67. Sedangkan terdapat 3 subsistem
yang memiliki kategori cukup berkelanjutan, yaitu: subsistem teknologi dan
infrastruktur dengan indeks 50,01; subsistem sosial-ekonomi dengan indeks
54,25; subsistem pembiayaan mikro dengan indeks 60,51. Berdasarkan nilai
tersebut, maka status keberlanjutan pengembangan klaster bandeng terpadu
tergolong rendah dan kurang berkelanjutan.
Kata kunci : bandeng, faktor pengungkit, indeks keberlanjutan, subsistem,
terpadu
Milkfish (Chanos chanos) is a fish that has high potential to be developed. In
2021, the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries has a national priority
program to develop an integrated milkfish pond cluster in Jepara Regency.
However, regular monitoring is needed to determine its sustainability status.
Therefore, it is necessary to analyze the index and sustainability status of the
integrated milkfish cluster. The purpose of this study was to assess the
sustainability status and leverage factors affecting the sustainability of the
milkfish cluster in Ujungwatu Village, Donorojo District, Jepara Regency. The
method used in this research is the field survey method. Data collection
methods were observation, interviews (questionnaires), and documentation.
Sustainability status assessment was conducted using Rapfish with Multi
Dimensional Scaling and Monte Carlo analysis. The results of this study
showed that there were 4 subsystems that had a less sustainable status category,
namely: production and ecological subsystems with an index of 47.93;
regulatory and institutional subsystems with an index of 46.11; trading and
market subsystems with an index of 37.59; and promotion and product
development subsystems with an index of 45.67. Meanwhile, there are 3
subsystems that have a fairly sustainable category, namely: technology and
infrastructure subsystem with an index of 50.01; socio-economic subsystem
with an index of 54.25; microfinance subsystem with an index of 60.51. Based on
these values, the sustainability status of integrated milkfish cluster
development is low and less sustainable.
3721840060F1A017068PRAKTIK KESETARAAN GENDER DALAM KELUARGA MAHASISWA FISIP UNSOEDPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman mahasiswa tentang kesetaraan gender serta praktiknya di dalam keluarga mahasiswa FISIP Unsoed. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan teknik sampel bertujuan (purposive sampling). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Sasaran validasi dalam penelitian ini dosen pengampu mata kuliah gender. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pemahaman yang beragam terkait kesetaraan gender. Praktik kesetaraan gender dalam keluarga mahasiswa FISIP Unsoed juga dapat dikatakan belum seutuhnya setara. Keluarga dengan pola asuh patriarkis cenderung meletakkan posisi laki-laki lebih tinggi dalam tatanan keluarga. Sementara keluarga dengan pola asuh demokratis memosisikan setiap anggota keluarga secara sama tanpa menimbulkan diskriminasi. Pola asuh keluarga patriarki dan demokratis dapat dijumpai melalui beberapa aktivitas di dalam rumah, seperti dalam hal pembagian kerja, pengambilan keputusan, serta menerapkan aturan rumah. Oleh karena itu, Keluarga sebagai agen sosialisasi pertama dalam keluarga harus memberikan pemahaman kepada anak tentang kesetaraan gender. Anak harus dilatih untuk bersikap maskulin dan feminim agar siap menghadapi kehidupan dimasa depan.This study aims to determine students' understanding of gender equality and its practice in FISIP Unsoed student families. This study uses qualitative methods and purposive sampling techniques. Data collection techniques were carried out by in-depth interviews, observation, and documentation. The target of validation in this study is the lecturer in the gender course. The results of this study indicate that students have diverse understandings regarding gender equality. The practice of gender equality in the families of FISIP Unsoed students can also be said to be not completely equal. Families with a patriarchal parenting style tend to place men in a higher position in the family structure. Meanwhile, families with democratic parenting style position each family member equally without causing discrimination. Patriarchal and democratic parenting patterns can be found through several activities at home, such as in terms of division of labor, decision making, and implementing house rules. Therefore, the family as the first agent of socialization in the family must provide understanding to children about gender equality. Children must be trained to be masculine and feminine so that they are ready to face life in the future.
3721940063J1B018028Kesantunan Bahasa Jawa dalam Ceramah Emha Ainun Nadjib “Meretas Budaya Korupsi”Abstrak
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa dalam ceramah Emha Ainun Nadjib yang diambil dari tayangan Youtube berjudul “Meretas Budaya Korupsi”. Ceramah ini dilakukan di tengah Masyarakat Purwodadi, Jawa Tengah. Penelitian yang dilakukan penulis termasuk ke dalam penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode simak lalu mentranskripsikan tuturan dalam tayangan Youtube. Penulis menggunakan teknik analisis data secara deskriptif kualitatif, yaitu berupa data-data tertulis atau lisan dari seseorang, sehingga dalam hal ini penulis berupaya untuk mengadakan penelitian yang bersifat sebenarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ditemukan data kesantunan bahasa berupa, kesantunan berbahasa dalam tindak direktif permintaan, kesantunan berbahasa dalam tindak direktif larangan, kesantunan berbahasa dalam tuturan deklaratif perintah, dan kesantunan berbahasa dalam tuturan dekaratif ajakan.

Kata kunci: Kesantunan, Berbahasa, Ceramah.


Abstract
The purpose of this study is to describe politeness in Emha Ainun Nadjib's lecture taken from a YouTube show entitled "Hacking the Culture of Corruption". This lecture was conducted in the middle of the Purwodadi Community, Central Java. The research conducted by the author is included in the qualitative descriptive research. This study uses the listening method and then transcribes the utterances in YouTube broadcasts. The author uses descriptive qualitative data analysis techniques, namely in the form of written or oral data from a person, so that in this case the author seeks to conduct research that is real. The results of the study show that politeness data is found in the form of politeness in directive requests, politeness in directive prohibitions, politeness in declarative commands, and politeness in declarative solicitations.
Keywords: Politeness, Language, Lecture.
3722040059C1A019045Analisis Usaha Mikro Mireng di Desa Kedungwringin Kecamatan Jatilawang
Kabupaten Banyumas
Mireng merupakan kerupuk dengan ciri khas berwarna kuning yang mempunyai bentuk seperti mie yang disusun bundar atau oval. Permasalahan yang dihadapi pemilik usaha selain faktor cuaca dan kenaikan harga bahan baku yaitu bagaimana mengalokasikan secara tepat faktor produksi yang terbatas serta melihat tingkat efisiensi dan pengaruhnya terhadap produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis : 1) pengaruh faktor-faktor produksi terhadap produksi mireng di Desa Kedungwringin, 2) efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi pada usaha mireng di Desa Kedungwringin, 3) keuntungan pada usaha mireng di Desa Kedungwringin.
Penelitian ini dilakukan di Desa Kedungwringin dengan responden sebanyak 30 pemilik usaha mikro. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas dengan menggunakan logaritma natural.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel modal, tenaga kerja, dan jangkauan pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi mireng sedangkan untuk variabel lama usaha dan keahlian usaha tidak berpengaruh terhadap produksi mireng di Desa Kedungwringin, penggunaan input variabel modal dan jangkauan pemasaran untuk usaha mireng belum efisien kemudian untuk penggunaan input variabel tenaga kerja tidak efisien atau perlu dikurangi penggunaan inputnya, keuntungan rata-rata usaha mireng di Desa Kedungwringin sebesar Rp7.460.723, sehingga usaha mireng tersebut dikategorikan menguntungkan dan layak untuk terus dikembangkan.
Mireng are crackers with the characteristic yellow color which are shaped like noodles arranged in a round or oval shape. The problems of business owners besides the weather factor and rising raw material prices are how to allocate production factors and analyze the level of efficiency and its effect on production. The purpose of this research is to analyze :1) the effect of production factors on the production of mireng in Kedungwringin Village, 2) the efficiency of the use of production factors in the mireng business in Kedungwringin Village, 3) profits in the mireng business in Kedungwringin Village.
This research was conducted in Kedungwringin Village with 30 respondents as business owners. Data collection by using interviews using a questionnaire. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis using the Cobb-Douglas production function by using natural logarithms.
The results of this study conclude that the variables of capital, labor, and marketing outreach have a positive and significant effect on production while the variables of business length and business expertise have not effect on production, the use of variable inputs for working capital and marketing outreach for businesses is not yet efficient or its use can still be increased, while the use of variable inputs for labor is inefficient or needs to be reduced in input use, the average business profit is IDR 7,460,723, so the business is categorized as profitable and feasible to continue to develop.