Artikel Ilmiah : L1A019017 a.n. FEBRIANA AYU FADLILLAH

Kembali Update Delete

NIML1A019017
NamamhsFEBRIANA AYU FADLILLAH
Judul ArtikelSTATUS KEBERLANJUTAN KAMPUNG BANDENG TERPADU DI UJUNGWATU, KECAMATAN DONOROJO, KABUPATEN JEPARA (TEKNIK PENDEKATAN RAPFISH)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Bandeng (Chanos chanos) merupakan ikan yang memiliki potensi besar untuk
dikembangkan. Pada tahun 2021, Kementerian Kelautan dan Perikanan
mengadakan program prioritas nasional untuk mengembangkan klaster
tambak bandeng terpadu di Kabupaten Jepara. Namun, diperlukan monitoring
secara berkala untuk mengetahui status keberlanjutannya. Oleh karena itu,
perlu dilakukan kajian mengenai indeks dan status keberlanjutan klaster
bandeng terpadu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menilai status
keberlanjutan dan faktor pengungkit yang mempengaruhi keberlanjutan klaster
bandeng di Desa Ujungwatu, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survey lapangan. Metode
pengumpulan data melalui observasi, wawancara (kuesioner), dan
dokumentasi. Penilaian status keberlanjutan dilakukan menggunakan Rapfish
dengan analisis Multi Dimensional Scaling dan Monte Carlo. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa terdapat 4 subsistem yang memiliki kategori status
kurang berkelanjutan, yaitu: subsistem produksi dan ekologi dengan indeks
47,93; subsistem regulasi dan kelembagaan dengan indeks 46,11; subsistem
tataniaga dan pasar dengan indeks 37,59; serta subsistem promosi dan
pengembangan produk dengan indeks 45,67. Sedangkan terdapat 3 subsistem
yang memiliki kategori cukup berkelanjutan, yaitu: subsistem teknologi dan
infrastruktur dengan indeks 50,01; subsistem sosial-ekonomi dengan indeks
54,25; subsistem pembiayaan mikro dengan indeks 60,51. Berdasarkan nilai
tersebut, maka status keberlanjutan pengembangan klaster bandeng terpadu
tergolong rendah dan kurang berkelanjutan.
Kata kunci : bandeng, faktor pengungkit, indeks keberlanjutan, subsistem,
terpadu
Abtrak (Bhs. Inggris)Milkfish (Chanos chanos) is a fish that has high potential to be developed. In
2021, the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries has a national priority
program to develop an integrated milkfish pond cluster in Jepara Regency.
However, regular monitoring is needed to determine its sustainability status.
Therefore, it is necessary to analyze the index and sustainability status of the
integrated milkfish cluster. The purpose of this study was to assess the
sustainability status and leverage factors affecting the sustainability of the
milkfish cluster in Ujungwatu Village, Donorojo District, Jepara Regency. The
method used in this research is the field survey method. Data collection
methods were observation, interviews (questionnaires), and documentation.
Sustainability status assessment was conducted using Rapfish with Multi
Dimensional Scaling and Monte Carlo analysis. The results of this study
showed that there were 4 subsystems that had a less sustainable status category,
namely: production and ecological subsystems with an index of 47.93;
regulatory and institutional subsystems with an index of 46.11; trading and
market subsystems with an index of 37.59; and promotion and product
development subsystems with an index of 45.67. Meanwhile, there are 3
subsystems that have a fairly sustainable category, namely: technology and
infrastructure subsystem with an index of 50.01; socio-economic subsystem
with an index of 54.25; microfinance subsystem with an index of 60.51. Based on
these values, the sustainability status of integrated milkfish cluster
development is low and less sustainable.
Kata kuncimilkfish, leverage factors, sustainability index, subsystem, integrated
Pembimbing 1Ir. Arif Mahdiana, M.Si
Pembimbing 2Dr. Lilik Kartika Sari, S.Pi., M.Si
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman4
Tgl. Entri2023-05-22 11:44:39.812784
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.