Artikelilmiahs

Menampilkan 37.101-37.120 dari 49.002 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3710139944A1A018038Efisiensi Pemasaran Kedelai (Glycine max L.) di Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Jawa TengahKedelai merupakan komoditas tanaman pangan terpenting ketiga setelah padi dan jagung. Kedelai berperan sebagai sumber protein nabati yang sangat penting dalam rangka peningkatan gizi masyarakat, karena selain aman bagi kesehatan juga relatif murah dibandingkan sumber protein hewani sehingga konsumsi kedelai akan meningkat setiap tahunnya. Kecamatan Kebasen merupakan salah satu sentra penghasil kedelai tertinggi di Kabupaten Banyumas. Namun, berfluktuasinya harga kedelai dipasaran menyebabkan rendahnya keuntungan yang diperoleh petani kedelai dan juga panjangnya saluran pemasaran menyebabkan terjadinya perbedaan harga yang cukup jauh antara petani dengan konsumen akhir. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui pola saluran pemasaran kedelai di Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, (2) Menghitung margin pemasaran kedelai dan bagian harga yang diterima petani kedelai (farmer’s share) pada masing-masing saluran pemasaran di Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, (3) Menghitung persentase biaya pemasaran dan keuntungan, dan (4) Menganalisis efisiensi pemasaran kedelai di Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen.
Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2022. Lokasi penelitian ditentukan dengan secara purposive di Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa desa tersebut merupakan desa yang paling banyak memproduksi kedelai di Kecamatan Kebasen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Rancangan pengambilan sampel petani dilakukan dengan metode simple random sampling dan diperoleh 67 petani, sedangkan pengambilan sampel lembaga pemasaran dengan metode snowball sampling sehingga diperoleh 3 tengkulak, 7 home industri, dan 3 pedagang pengecer. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif untuk menganalisis saluran pemasaran, margin pemasaran, farmer’s share, persentase biaya pemasaran, persentase keuntungan, indeks efisiensi teknis, dan indeks efisiensi ekonomis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 saluran pemasaran kedelai di Desa Kalisalak yaitu Saluran Pemasaran 1 : Petani – Tengkulak – Home Industri – Pedagang Pengecer – Konsumen, Saluran Pemasaran 2 : Petani – Tengkulak – Home Industri – Konsumen, Saluran Pemasaran 3 : Petani – Home Industri – Pedagang Pengecer – Konsumen, dan Saluran Pemasaran 4 : Petani – Home Industri – Konsumen. Saluran pemasaran IV merupakan saluran pemasaran yang paling efisien, karena berdasarkan perhitungan margin pemasaran memiliki nilai margin tekecil yaitu sebesar Rp3.542 per kg kedelai, memiliki nilai farmer’s share terbesar yaitu sebesar 67,52 persen, memiliki persentase biaya pemasaran terkecil yaitu sebesar 44,27 persen, dan persentase keuntungan terbesar yaitu sebesar 55,73 persen. Saluran pemasaran IV juga memiliki nilai indeks efisiensi teknis terkecil yaitu Rp0,43/kg/km dan memiliki nilai indeks efisiensi ekonomis terbesar yaitu Rp1,26/kg.
Soybean is the third most important food crop commodity after rice and corn. Soybean acts as a very important source of vegetable protein in the context of improving people's nutrition, because apart from being safe for health it is also relatively cheap compared to animal protein sources so soy consumption will increase every year. Kebasen District is one of the highest soybean producing centers in Banyumas Regency. However, the fluctuation of soybean prices in the market causes low profits for soybean farmers and the length of the marketing channel causes a large price difference between farmers and final consumers. This study aims to: (1) Know the pattern of soybean marketing channels in Kalisalak Village, Kebasen District, (2) Calculate soybean marketing margins and the price share received by soybean farmers (farmer's share) in each marketing channel in Kalisalak Village, Kebasen District , (3) Calculating the percentage of marketing costs and profits, and (4) Analyzing the efficiency of soybean marketing in Kalisalak Village, Kebasen District.
The research was conducted in November 2022. The research location was determined purposively in Kalisalak Village, Kebasen District, Banyumas Regency, Central Java. This is based on the consideration that this village is the village that produces the most soybeans in Kebasen District. The research method used is survey method. The sampling design for farmers was carried out using the simple random sampling method and obtained 67 farmers, while the marketing institution samples were taken using the snowball sampling method to obtain 3 middlemen, 7 home industries, and 3 retailers. Data analysis used in this study is descriptive analysis to analyze marketing channels, marketing margins, farmer's share, marketing cost percentage, profit percentage, technical efficiency index, and economic efficiency index.
The results showed that there were 5 marketing channels for soybeans in Kalisalak Village, namely Marketing Channel 1: Farmers – Middlemen – Home Industry – Retailers – Consumers, Marketing Channels 2: Farmers – Middlemen – Retailers – Consumers, Marketing Channels 3: Farmers – Middlemen – Home Industry - Consumers, Marketing Channel 4 : Farmers - Home Industry - Retailers - Consumers, and Marketing Channel 5 : Farmers - Home Industry - Consumers. Marketing channel IV is the most efficient marketing channel, because based on marketing margin calculations it has the smallest margin value of Rp3.542 per kg of soybeans, has the largest farmer's share value of 67,52 percent, has the smallest marketing cost percentage of 44,27 percent, and the largest percentage of profits that is equal to 55,73 percent. Marketing channel IV also has the smallest technical efficiency index value of Rp0,43/kg/km and has the largest economic efficiency index value of Rp1,26/kg.
3710239422I1A019061FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN DI POLI LANSIA PUSKESMAS PEJAGOAN KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2022 Latar Belakang: Peningkatan penduduk lansia perlu diperhatikan. Hal ini karena angka kesakitan pada lansia lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok umur lainnya. Cakupan pelayanan kesehatan pada lansia masih rendah. Pemanfaatan pelayanan kesehatan preventif dan kuratif di Poli Lansia Puskesmas Pejagoan pada tahun 2022 masih belum optimal dan mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Pejagoan.
Metodologi: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 104 orang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan proportional random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Analisa data dilakukan menggunakan analisis univariat, analisis bivariat melalui uji chi square, dan analisis multivariat melalui uji regresi logistik berganda.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45,2 % lansia pernah memanfaatkan pelayanan kesehatan di poli lansia. Faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di poli lansia yaitu pendidikan, pekerjaan, pendapatan, kepesertaan jaminan kesehatan, aksesibilitas, dukungan keluarga, dan persepsi tentang sakit. Faktor yang paling berpengaruh terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan di Poli Lansia Puskesmas Pejagoan yaitu kepesertaan jaminan kesehatan. Oleh karena itu, Puskesmas Pejagoan dapat bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk melakukan perluasan kepesertaan jaminan kesehatan.
Kesimpulan: Kepesertaan jaminan kesehatan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap pemanfaatan pelayanan di Poli Lansia Puskesmas Pejagoan
Background:The increase in the elderly population needs attention. This is because the morbidity rate in the elderly is higher compared to other age groups. Health service coverage for the elderly is still low. The use of preventive and curative health services at the Pejagoan Health Center Elderly Polyclinic in 2022 is still not optimal and is experiencing a decline. This study aims to identify the factors that influence the utilization of health services in the elderly in the working area of the Pejagoan Health Center.
Methodology:This research is a quantitative analytic study with a cross-sectional research design. The research sample is 104 people. Sampling was carried out using proportional random sampling. The instrument used is a questionnaire. Data analysis was performed using univariate analysis, bivariate analysis through chi square test, and multivariate analysis through multiple logistic regression tests.
Research result:The results showed that 45.2% of the elderly had used health services at the elderly poly. Factors related to the utilization of health services in the elderly poly are education, employment, income, health insurance, accessibility, family support, and perceptions of illness. The factor that has the most influence on the utilization of health services at the Pejagoan Health Center Elderly Poly is the ownership of health insurance. Therefore, the Pejagoan Health Center can work together with BPJS Health to expand health insurance membership.
Conclusion: Ownership of health insurance is the factor that most influences the utilization of services at the Pejagoan Health Center Elderly Poly.
3710339946A1C018078ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MEMILIH RESTORAN YANG BELUM BERSERTIFIKAT HALAL DI KABUPATEN BANYUMASIndustri makanan halal di Indonesia mengalami peningkatan cukup besar terlepas dari situasi Covid-19, perdagangan halal semakin meningkat dan langkah solid terus dilakukan pemerintah dalam meningkatkan standar halal. Sektor makanan halal ini diperkirakan akan terus tumbuh dan menjadi peluang besar pemerintah Indonesia dalam menargetkan peningkatan sektor industri halal.
Analisis faktor adalah teknik analisis multivariat yang digunakan untuk mengelompokkan variabel yang berkorelasi kedalam kelompok variabel yang disebut faktor, dimana satu faktor dengan faktor lainnya tidak saling berkorelasi. Faktor-faktor yang terbentuk ini dapat menjelaskan sebagian besar informasi yang terkandung dalam variabel. Pada penelitian ini dilakukan analisis faktor untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi faktor apa saja yang dapat mempengaruhi konsumen dalam memilih restoran yang belum bersertifikat halal di Kabupaten Banyumas. Analisis yang digunakan adalah analisis faktor dengan metode pendugaan Principal Component Analysis (PCA). Metode rotasi faktor yang digunakan adalah rotasi Equamax. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada seratus limabelas orang konsumen di beberapa restoran yang belum bersertifikat halal di Kabupaten Banyumas. Dari penelitian ini diperoleh bahwa terdapat tiga faktor yang menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen restoran yang belum bersertifikat halal. Ketiga faktor tersebut yaitu faktor kepuasan dan harga, faktor kualitas produk, dan faktor religiusitas.
The halal food industry in Indonesia has experienced a significant increase despite the Covid-19 situation, halal trade is increasing, and the government is continuing to take solid steps to improve halal standards. The halal food sector is expected to continue to grow and become a big opportunity for the Indonesian government to target an increase in the halal industry.
Factor analysis is a multivariate analysis technique used to group correlated variables into groups of variables called factors, where one factor is not correlated with another. These factors explain most of the information contained in the variables. In this study, a factor analysis was conducted to determine the factors that influenced consumers. The aim is to identify the factors that can influence consumers in choosing restaurants that are not yet halal certified in the Banyumas Regency. Factor analysis was performed using Principal Component Analysis (PCA). The factor rotation method used was equamax rotation. The data used are primary data obtained by distributing questionnaires to hundred and fifteen consumers in several restaurants that are not yet halal-certified in Banyumas Regency. This study found that there are three factors that influence the decisions of restaurant consumers who are not yet halal-certified. The three factors are satisfaction and price, product quality, and religiosity.
3710439945I1B019068HUBUNGAN MANAJEMEN WAKTU DENGAN STRES AKADEMIK DALAM PENYUSUNAN SKRIPSI MAHASISWA JURUSAN KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANHUBUNGAN MANAJEMEN WAKTU DENGAN STRES AKADEMIK DALAM PENYUSUNAN SKRIPSI MAHASISWA JURUSAN KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

Rima Putri Agustya1, Wastu Adi Mulyono2, Wahyudi Mulyaningrat3

Latar Belakang : Menyusun skripsi membutuhkan durasi yang panjang dan menyulitkan diri sendiri termasuk dalam mengelola waktu secara efisien dan efektif. Meskipun demikian tidak membuat mahasiswa memiliki kecukupan waktu. Hal ini menjadi tantangan yang mungkin dapat meningkatkan kecemasan. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui hubungan manajemen waktu dan stres akademik mahasiswa dalam penyusunan skripsi.

Metode : Penelitian menggunakan pendekatan cross sectional menggunakan total sampling. Jumlah responden memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi sebanyak 104 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner manajemen waktu dan stres akademik. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman.

Hasil : Hasil penelitian meliputi data demografi, diantaranya usia dan jenis kelamin. Rentang usia mahasiswa adalah 20-24 tahun dan mayoritas jenis kelamin perempuan 93 (89,4%). Hasil analisis manajemen waktu menunjukkan manajemen waktu rendah 81 (77,9%), manajemen waktu sedang 22 (21,2%), dan manajemen waktu tinggi satu (1,0%). Hasil analisis stres akademik menunjukkan stres tinggi 21 (20,2%), stres sedang 66 (63,5%), dan stres rendah 17 (16,3%). Uji korelasi menunjukan adanya hubungan signifikan antara manajemen waktu dan stres akademik dengan nilai p<0,001, dan nilai koefisien korelasi -0,492 dengan kekuatan hubungan sedang.

Kesimpulan : Terdapat hubungan signifikan antara manajemen waktu dan stres akademik mahasiswa dalam penyusunan skripsi.
THE RELATIONSHIP BETWEEN TIME MANAGEMENT AND ACADEMIC STRESS IN PREPARING A THESIS FOR NURSING STUDENTS MAJORING IN GENERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY

Rima Putri Agustya1, Wastu Adi Mulyono2, Wahyudi Mulyaningrat3

Background : Composing a thesis requires a long duration and makes it difficult for oneself including in managing time efficiently and efectively. Even so, it does not make students have enough time. The purpose of the study was to determine the relationship between time management and academic stress of students in preparing a thesis.

Methode : The study used a cross-sectional approach using total sampling. The number of respondents meeting the inclusion criteria and exclusion criteria was 104 respondents. The research instrument used a time management and academic stress questionnaire. Data analysis used the Rank Spearman correlation test.

Results : The results include demographic data including age and gender. The age range of students is 20-24 years and the majority is female gender is 93 (89.4%). The results of the analysis of time management showed low time management 81 (77.9%), moderate time management 22 (21.2%),and high time management one (1.0%). The results of the analysis academic stress showed high stress 21 (20.2%), mederate stress 66 (63.5%), and low stress 17 (16.3%). Correlation test showed a significant relationship between time management and academic stress with p < 0.001, and a correlation coefficient of -0.492 with moderate relationship strength.

Conclusion : There is a significant relationship between time management and students academic stress in preparing a thesis.
3710539947A1D019055RESPON MORFOLOGI DAN TINGKAT TOLERANSI DELAPAN GENOTIPE KEDELAI (Glycine max) PADA KONDISI INTENSITAS CAHAYA RENDAH Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon morfologi delapan genotipe kedelai dan tingkat toleransinya pada intensitas cahaya rendah. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Oktober 2022 –Februari 2023. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi (split plot design) dengan rancangan acak kelompok yang terdiri dari 2 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan berupa pemberian naungan yang terdiri dari naungan 0% dan naungan 80%; dan genotipe kedelai yang terdiri dari genotipe Dena 1, A402, P71, A225, PB-4-2, Malika, Slamet, dan Anjasmara. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat interaksi antara naungan dan genotipe pada karakter tinggi tanaman, jumlah daun trifoliat, diameter batang, jumlah buku pada batang utama, jumlah buku total, jumlah cabang per tanaman, jumlah cabang produktif, umur panen, jumlah polong isi per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot brangkasan kering, dan bobot 100 biji. Genotipe berpengaruh terhadap luas daun, lebar tajuk, dan umur berbunga. Hasil kriteria indeks toleransi cekaman (ITC), genotipe yang berkriteria agak toleran terdapat pada genotipe A402 dan Anjasmara. Genotipe dengan kriteria rentan terdapat pada genotipe P71 dan A225. Terdapat 4 genotipe dengan kriteria sangat rentan yaitu genotipe Dena 1, PB-4-2, Malika, dan Slamet. Berdasarkan indeks toleransi cekaman, genotipe A402 dan Anjasmara memiliki gen tahan atau toleran terhadap cekaman naungan. Sementara itu, bila berdasarkan bobot biji per tanaman, genotipe PB-4-2 dan P71 berpotensi untuk dikembangkan pada lahan normal (tanpa cekaman). Jumlah polong isi per tanaman dan jumlah biji per tanaman berdasarkan analisis korelasi dapat dijadikan penanda seleksi atau indikator seleksi kedelai berdaya hasil tinggi.The purpose of this study was to determine the morphological response of eight soybean genotypes and their level of tolerance at low light intensity. This research was conducted in the Experimental Garden, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University in October 2022 – February 2023. This research used a split plot design with a randomized block design with 2 treatments and 5 replications. The treatment was in the form of shading consisting of 0% shading and 80% shading; and soybean genotypes consisting of Dena 1, A402, P71, A225, PB-4-2, Malika, Slamet, and Anjasmara genotypes. The results showed that there was an interaction between shade and genotype on plant height, number of trifoliate leaves, stem diameter, number of nodes on the main stem, total number of nodes, number of branches per plant, number of productive branches, harvest age, number of filled pods per plant, number of seeds per plant, seed weight per plant, dry stover weight, and weight of 100 seeds. Genotype influences leaf area, crown width, and flowering time. Based on the results of the stress tolerance index (ITC) criteria, genotypes with slightly tolerant criteria were found in the A402 and Anjasmara genotypes. Genotypes with susceptibility criteria were found in genotypes P71 and A225. There are 4 genotypes with very vulnerable criteria, namely the Dena 1, PB-4-2, Malika, and Slamet genotypes. Based on the stress tolerance index, the A402 and Anjasmara genotypes have genes that are resistant or tolerant to shade stress. Meanwhile, based on seed weight per plant, PB-4-2 and P71 genotypes have the potential to be developed on normal (no stress) land. Based on correlation analysis, the number of filled pods per plant and the number of seeds per plant can be used as selection markers or indicators for selection of high yielding soybeans.
3710639948E1A019062KEWAJIBAN KEPESERTAAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL PADA PELAKSANAAN JUAL BELI TANAH DALAM PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA
(Kajian Yuridis Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional)
ABSTRAK
Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional pada bagian Diktum Kedua Angka 17 mengatur mengenai kewajiban setiap pemohon pendaftaran peralihan hak atas tanah karena jual beli merupakan peserta aktif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal tersebut diikuti dengan dikeluarkannya Surat Edaran Nomor 5/SE-400.HK.02/II/2022 tentang Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Dalam Permohonan Pendaftaran Peralihan Hak Atas Tanah Atau Satuan Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun Karena Jual Beli. Berdasarkan data BPJS Kesehatan pada tahun 2022 terdapat sekitar 14% dari jumlah penduduk Indonesia yang belum terdaftar kepesertaan JKN dan terancam tidak dapat melakukan peralihan hak atas tanah karena jual beli. Hal tersebut yang menjadi alasan dilakukannya penelitian ini guna mencari tahu potensi pelanggaran terhadap prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM) khususnya mengenai hak diskriminasi dan hak kebebasan pribadi serta mengetahui kendala yang timbul akibat diberlakukannya kebijakan wajib kepesertaan JKN dalam pelaksanaan jual beli tanah. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini berupa penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Berdasarkan penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa kewajiban kepesertaan JKN dalam pelaksanaan jual beli tanah melanggar prinsip-prinsip HAM khususnya terhadap masyarakat bukan peserta JKN, kebijakan tersebut juga menimbulkan beberapa kendala yang dialami oleh masyarakat bukan peserta JKN diantaranya mengakibatkan proses birokrasi yang semakin panjang dalam praktek jual beli tanah, terdapat masyarakat yang masih sulit untuk mengakses kepesertaan JKN dan mempersulit finansial masyarakat pada saat akan melakukan jual beli tanah.
ABSTRACT
The Presidential Instruction Number 1 of 2022 regarding the Optimization of the Implementation of the National Health Insurance Program in section Second Dictum Number 17 stipulates the obligation of every applicant for the transfer of land rights due to sale and purchase to become an active participant in the National Health Insurance (JKN) program. This is followed by the issuance of Circular Letter Number 5/SE-400.HK.02/II/2022 on the Participation in the National Health Insurance (JKN) in the Application for the Transfer of Land Rights or Ownership Rights of Apartment Units Due to Sale and Purchase. Based on data from BPJS Kesehatan in 2022, around 14% of the Indonesian population is not registered in the JKN program and is at risk of being unable to carry out the transfer of land rights due to sale and purchase. This is the reason for conducting this study to find out the potential violations of human rights principles, especially regarding the rights to non-discrimination and personal freedom, and to identify the obstacles that arise from the mandatory JKN participation policy in the implementation of land sales. The research method used in this study is normative juridical research with a legal approach. Based on this research, it is concluded that the obligation to participate in the JKN program in the implementation of land sales violates human rights principles, especially for non-JKN participants. The policy also creates several obstacles experienced by non-JKN participants, including causing longer bureaucratic processes in land sales practices, making it difficult for some people to access JKN participation, and complicating the financial aspects for people when conducting land sales.
3710739950H1A018030EFISIENSI DAYA PADA END-DEVICE LoRa MENGHUNAKAN ALGORITMA DEEP-SLEEP DAN LIGHT-SLEEP BERBASIS MIKROKONTROLER ESP32LoRa/LoRaWAn merupakan salah satu teknologi yang dapat diterapkan pada Internet Of Things
(IoT), Perangkat IoT yang menggunakan LoRa biasanya disebarkan ke daerah yang tidak terjangkau listrik sehingga
harus menggunakan baterai, penggunaan baterai kekurangan terutama pada kapasitas daya yang digunakan. Serta
penetapan regulasi dari pemerintah Indonesia, melalui Peraturan Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos
dan Informatika Nomor 3 Tahun 2019 tentang Persyaratan Teknis Alat dan/atau Perangkat Telekomunikasi Low
Power Wide Area (LPWA), yang salah satu persyaratan tersebut mengatur duty cycle perangkat LPWA nonseluler
WideBand maksimal sebesar 1%. hal ini membuat jumlah uplink dan downlink menjadi terbatas. karena beberapa
keterbatasan tersebut perlu dilakukan penghematan daya guna menambah masa pakai baterai.Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode komparatif kuantitatif, dengan membandingkan hasil konsumsi daya, konsumsi
energi harian dan membandingkan hasil parameter QoS end device LoRa dari mode deep sleep dan light sleep dengan
tanpa kedua mode tersebut atau juga bisa disebut modem sleep, parameter QoS yang digunakan yaitu SNR (Signal to
Noise Ratio), RSSI (Received Signal Strength Indicator), Delay, dan Packet Loss.Hasil dari penelitian ini adalah
algoritma deep sleep dan light sleep dapat diterapkan pada end-device LoRa dengan mikrokontroler ESP32 tanpa ada
kendala. Dengan mode deep sleep adalah yang paling efisien daya dengan 84.80% lebih efisien dibandingkan dengan
mode normal dan mode light sleep dengan 82.92% lebih efisien dibandingkan dengan mode normal. Lalu pada
analisis QoS LoRa meskipun terdapat perbedaan rata-rata disemua parameter QoS dari tiap mode, tetapi perbedaanya
relatif kecil dan masih sesuai dengan standar yang ada.
—LoRa/LoRaWAn is one of the technologies that can be applied to the Internet Of Things (IoT)
and IoT devices that use LoRa are usually deployed to areas that are not reached by electricity so they must use
batteries, The use of batteries is lacking mainly in the power capacity used. As well as the establishment of regulations
from the Indonesian government, through the Peraturan Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan
Informatika Nomor 3 Tahun 2019 tentang Persyaratan Teknis Alat dan/atau Perangkat Telekomunikasi Low Power
Wide Area (LPWA), one of these requirements sets the duty cycle of non-cellular WideBand LPWA devices to a
maximum of 1% this makes the number of uplinks and downlinks limited. Due to some of these limitations, it is
necessary to save power to increase battery life. The method used in this study is a quantitative comparative method.
By comparing the results of power consumption and daily energy consumption and comparing the results of the QoS
parameters of the LoRa end device in deep sleep and light sleep modes without these two modes, which can also be
called modem sleep, the QoS parameters used are SNR (Signal to Noise Ratio), RSSI (Received Signal Strength
Indicator), delay, and packet loss. The results of this study show that the deep sleep and light sleep algorithms can
be applied to LoRa end-devices with the ESP32 microcontroller without any problems. With deep sleep mode being
the most energy efficient, with 84.80% more efficiency than normal mode, and light sleep mode with 82.92% more
efficiency than normal mode, then in LoRa QoS analysis, even though there is an average difference in all QoS
parameters of each mode, the difference is relatively small and still in accordance with existing standards.
3710839951A1D019068PEMBERIAN POC URIN KELINCI BERBASIS HERBAL DAN PENGURANGAN DOSIS PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BROKOLI (Brassica oleracea var. italica)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC urin kelinci herbal dan pengurangan dosis pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas pada bulan September 2022 – Januari 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi POC urin kelinci herbal yaitu 0 ml/L, 20 ml/L, 40 ml/L, dan 60 ml/L, faktor kedua pengurangan dosis pupuk anorganik yaitu 0%, 25%, dan 50%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC urin kelinci herbal konsentrasi 20 ml/L berpengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman 2 minggu setelah tanam dan bobot tajuk kering, sedangkan konsentrasi 40 ml/L bepengaruh terbaik pada jumlah daun 2 minggu setelah tanam. Pengurangan dosis pupuk anorganik 25% menunjukkan pengaruh terbaik pada jumlah daun 2 minggu setelah tanam dan pengurangan 0% memberikan bobot tajuk segar tertinggi. Pengaruh interaksi antara pemberian POC urin kelinci herbal dan pengurangan dosis pupuk anorganik terjadi pada pertumbuhan dan hasil brokoli. Kombinasi terbaik untuk pertumbuhan akar pada POC urin kelinci herbal dengan konsentrasi 60 ml/L dan pengurangan dosis pupuk anorganik 25%, sedangkan untuk pertumbuhan daun dan hasil brokoli dengan konsentrasi 40 ml/L dan pengurangan dosis pupuk anorganik 25%.The purpose of this study was to determine the effect of giving herbal rabbit urine POC and reducing the dose of inorganic fertilizers on the growth and yield of broccoli plants. This research was conducted on the land of Banjarsari Wetan Village, Sumbang District, Banyumas Regency from September 2022 - January 2023. This study used a Completely Randomized Block Design with 2 factors and 3 replications. The first factor was the POC concentration of herbal rabbit urine, namely 0 ml/L, 20 ml/L, 40 ml/L, and 60 ml/L, the second factor was a reduction in the dosage of inorganic fertilizers, namely 0%, 25%, and 50%. The results showed that giving herbal rabbit urine POC with a concentration of 20 ml/L had the best effect on plant height 2 weeks after planting and dry shoot weight, while a concentration of 40 ml/L had the best effect on leaf number 2 weeks after planting. Reducing the dose of 25% inorganic fertilizer showed the best effect on the number of leaves 2 weeks after planting. The effect of the interaction between giving herbal rabbit urine POC and reducing the dose of inorganic fertilizers occurred on the growth and yield of broccoli. The best combination for root growth was herbal rabbit urine POC with a concentration of 60 ml/L and a reduced dose of inorganic fertilizer of 25%, while for leaf growth and yield of broccoli with a concentration of 40 ml/L and a reduced dose of inorganic fertilizer of 25%.
3710939952A1C016029STRATEGI PENGEMBANGAN “HALAL CENTER” BERDASARKAN PREFERENSI UMKM DI WILAYAH PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)Penerapan UU No. 33 tahun 2014 tentang Jainan Produk Halal bagi UMKM sudah mulai diberlakukan di Indonesi. Untuk mendukung regulasi ini, BPJPH bekerjasama dengan perguruan tinggi mendirikan Halal Center. Halal Center merupakan suatu lembaga yang berfungsi untuk membantu proses sertifikasi halal dan pusat penelitian pengembangan produk halal untuk meningkatkan efektivitas dan standarisasi proses sertifikasi halal UMKM. Penelitian inivbertujuan untuk mengetahui faktor, aktor, tujuan dan alternatif strategi pengembangan Halal Center dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP).
Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan teknik wawancara untuk mengetahui strategi yang penting dalam pengembangan Halal Center. Analisis data dibagi menjadi empat tahap yaitu decomposition (penjabaran), comparative judgment (tingkat perbandingan), synthesis of priority (sintesa prioritas), logical consistency (konsistensi logis). Struktur hirarki terdiri dari empat tingkatan, yaitu faktor, aktor, tujuan, dan strategi. Responden dalam penelitian ini berjumlah 51 orang, terdiri dari 48 responden pelaku UMKM (makanan dan minuman) dan 3 responden ahli (expert) yang ada di wilayah Purwokerto kabupaten Banyumas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi sertifikasi halal UMKM adalah kepercayaan konsumen dan pasar (0,141), modal (0,128), dan Sumber Daya Manusia (0,127). Aktor yang berperan terhadap pengembangan Halal Center adalah UMKM (0,213), Pemerintah Daerah (0,19), dan BPJPH (0,16). Tujuan yang akan dicapai dalam didirikannya Halal Center dalam upaya meningkatkan UMKM bersertifikasi halal adalah Halal Center sebagai pendampingan UMKM (0,659) dan Halal Center sebagai pusat edukasi halal (0,341). Strategi utama yang harus dilakukan dalam pengembangan Halal Center yaitu pendapingan proses sertifikasi halal UMKM (0,435).
Implementation of Law no. 33 of 2014 concerning Halal Product Guarantee for MSMEs has begun to be enforced in Indonesia. To support this regulation, BPJPH cooperates with universities to establish Halal Centers. The Halal Center is an institution that functions to assist the halal certification process and a halal product development research center to increase the effectiveness and standardization of the MSME halal certification process. This study aims to determine the factors, actors, objectives and alternative strategies for developing the Halal Center using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method.
This study uses the Analytical Hierarchy Process (AHP) method with interview techniques to find out the important strategies in developing the Halal Center. Data analysis was divided into four stages, namely decomposition, comparative judgment, synthesis of priority, logical consistency. The hierarchical structure consists of four levels, namely factors, actors, objectives, and strategies. Respondents in this study totaled 51 people, consisting of 48 MSME (food and beverage) actors and 3 expert respondents in the Purwokerto area, Banyumas district.
The results showed that the factors influencing the halal certification of MSMEs were consumer and market trust (0.141), capital (0.128), and human resources (0.127). The actors who play a role in the development of the Halal Center are UMKM (0.213), Local Government (0.19), and BPJPH (0.16). The goals to be achieved in establishing a Halal Center in an effort to increase halal-certified MSMEs are the Halal Center as MSME assistance (0.659) and the Halal Center as a center for halal education (0.341). The main strategy that must be carried out in the development of the Halal Center is assisting the MSME halal certification process (0.435).
3711045190I1E020004MENGUKUR KEBERHASILAN LATIHAN TARGET DALAM PENINGKATAN KETEPATAN LONG SERVICE
BULUTANGKIS SMP NEGERI 9
KOTA TANGERANG SELATAN
Metode latihan target dibutuhkan untuk penguasaan dasar ketepatan long service (Furqon, 2011). Metode latihan target yang efektif untuk meningkatkan hasil pukulan long service dalam permainan bulutangkis yaitu metode latihan target tetap dan Metode latihan target berubah. Dari hasil observasi awal dengan Pembina ekstrakurikuler bulutangkis SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan para siswa masih terdapat banyak kekurangan dalam melakukan pukulan long service. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan Two group Pretest Postest Design. Dengan menggunakan test long service dari “Scott Foxx”. Penentuan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling dengan rumus Slovin. Sampel pada penelitian ini berjumlah 28 siswa laki laki. Pengujian dalam penelitian ini menggunakan SPSS versi 26 dengan Teknik analisis uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan uji paired sample t test dan uji independent sample t test. Berdasarkan Hasil analisis data menggunakan uji paired sample t test ketepatan long service bulutangkis kelompok target tetap yaitu dengan nilai mean sebesar - 4,2857 dan nilai signifikan sebesar 0,000 sedangkan kelompok Target Berubah nilai mean sebesar – 11,78571 dan nilai signifikan sebesar 0.000 Hal ini menunjukan bahwa Latihan target tetap dan berubah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap ketepatan long service. Selain itu, hasil yang diproleh dari analisis menggunakan uji independent sample t test ketepatan long service bulutangkis yaitu nilai signifikansi sebesar 0.003 maka terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kelompok target tetap dan target berubah. Oleh karena itu, terdapat perbedaan pengaruh antara metode Latihan target tetap dan target berubah yaitu Latihan Target Berubah lebih efisien untuk meningkatkan Ketepatan Long Service dengan presentase peningkatan sebesar 26,6% dibandingkan dengan Latihan target tetap yang peningkatannya hanya sebesar 9,75%.
Kata Kunci: Bulutangkis, Target Tetap, Target Berubah, Long service
Target training methods are needed for basic mastery of long service accuracy (Furqon, 2011). Effective target training methods to improve the results of long service shots in badminton games are the fixed target training method and the changing target training method. From the results of initial observations with the badminton extracurricular coach at SMP Negeri 9, South Tangerang City, the students still have many shortcomings in hitting long service shots. This research method is an experimental method using the Two group Pretest Postest Design. By using the long service test from “Scott Foxx”. Sample determination using Purposive Sampling technique with the Slovin formula. The sample in this study amounted to 28 male students. Testing in this study using SPSS version 26 with the analysis technique of normality test, homogeneity test, and hypothesis testing using paired sample t test and independent sample t test. Based on the results of data analysis using the paired sample t test, the accuracy of long service badminton in the fixed target group is with a mean value of - 4.2857 and a significant value of 0.000 while the target group changes the mean value of - 11.78571 and a significant value of 0.000 This shows that fixed and changing target exercises have a significant effect on the accuracy of long service. In addition, the results obtained from the analysis using the independent sample t test of badminton long service accuracy are a significance value of 0.003, so there is a significant difference in influence between the fixed target group and the changing target. Therefore, there is a difference in influence between the fixed target training method and the changing target, namely the Changing Target Training is more efficient to increase the Accuracy of Long Service with a percentage increase of 26.6% compared to the fixed target training which only increased by 9.75%.
Keywords: Badminton, Fixed Target, Changing Target, Long service
3711139953H1D018004PERANCANGAN USER INTERFACE DAN USER EXPERIENCE E- GOVERNMENT APLIKASI JEKNYONG MENGGUNAKAN METODE DOUBLE DIAMOND (STUDI KASUS DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN BANYUMAS)Permasalahan sampah di Indonesia sudah menjadi permasalahan yang rutin setiap tahun memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Penanganan sampah telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui aplikasi e-government yang telah ada yaitu “JEKNYONG”. Namun aplikasi tersebut memiliki tingkat usability yang masih rendah sehingga menyulitkan penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan merancang user interface dan user experience prototype aplikasi JEKNYONG dengan memperhatikan kemudahan penggunaan dari aplikasi sesuai kebutuhan pengguna hingga tahap high-fidelity. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Double Diamond. Berdasarkan pengujian menggunakan system usability scale diperoleh score 91 yang mengindikasikan kemudahan penggunaan pada prototype yang dikembangkan. Dapat disimpulkan bahwa user interface dan user experience prototype yang dikembangkan berfungsi dengan baik, mudah dipahami oleh pengguna serta meningkatkan experience penggunanya.The waste problem in Indonesia has become a routine problem every year which has a negative impact on the environment and surrounding communities. Waste management has been carried out by the Government of Banyumas Regency through an existing e-government application, namely "JEKNYONG". However, the application has a low level of usability, making it difficult for users. This study aims to analyze and design the user interface and user experience of the JEKNYONG application prototype by paying attention to the ease of use of the application according to user requirements up to the high-fidelity stage. The method used in this study is the Double Diamond method. Based on testing using the usability scale system, a score of 91 was obtained which indicates the ease of use of the developed prototype. It can be concluded that the user interface and user experience prototype developed function properly, are easily understood by users and improve user experience
3711244178H1C020021Karakteristik Alterasi Dan Mineralisasi Tambang Bawah Tanah Prospek ZHR Level 460-477 Daerah Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa BaratDaerah penelitian terletak di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat yang merupakan wilayah Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi milik Unit Bisnis Pertambangan Emas Pongkor, PT. ANTAM Tbk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik alterasi dan mineralisasi pada daerah penelitian berdasarkan analisis megaskopis atau pengamatan lapangan berupa pemetaan bawah permukaan dan deskripsi sampel hasil pemetaan maupun sampel inti bor dan pengamatan mikroskopis berupa analisis petrografi, analisis mikroskopis bijih, analisis X-Ray Diffraction (XRD), analisis X-ray Fluorescence (XRF), analisis Fire Assay (FA) serta analisis Scanning Electron Microscope (SEM). Sampel batuan meliputi sampel pemetaan dari 2 bukaan tambang serta 1 akses bukaan tambang dan data hasil deskripsi geologi dari 2 lubang inti bor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satuan batuan yang menyusun daerah penelitian terdiri dari 3 satuan, yaitu Satuan Breksi Tuf, Satuan Tuf Lapili dan Satuan Intrusi Andesit. Zona alterasi yang terdapat pada daerah penelitian terdiri dari 3 zona, yaitu Zona Kuarsa + Kalsit – Klorit – Smektit ± Ilit (Propilitik 1), Zona Kuarsa – Kalsit – Klorit – Adularia ± Epidot (Propilitik 2) dan Zona Kuarsa – Ilit ± Smektit (Argilik). Mineral bijih yang teramati pada daerah penelitian berupa mineral Pirit, Sfalerit, Galena, Kalkopirit dan Kovelit. Keberadaan mineralisasi tersebut merupakan indikasi kasar pembentukan sistem urat. Karakteristik dari himpunan mineral alterasi pada daerah penelitian mengindikasikan tipe mineralisasi berupa sistem urat epitermal sulfidasi rendah dengan beberapa karakteristik tekstur urat yang dijumpai diantaranya banded (crustiform, colloform) dan bladed calcite serta kehadiran mineral Adularia pada daerah penelitian.The research area is located in Nanggung District, Bogor Regency, West Java Province, where this location is a Production Operation Mining Business Permit area belonging to the Pongkor Gold Mining Business Unit, PT. ANTAM Tbk. The aim of this study are to identify the characteristics of alteration and mineralization in the research area based on megascopic analysis or field observations in the form of underground mapping and description of mapping samples also drill core samples and microscopic observations in the form of petrographic analysis, ore microscopic analysis of ore, X-Ray Diffraction (XRD) analysis, X-ray analysis Fluorescence (XRF), Fire Assay analysis (FA) and Scanning Electron Microscope (SEM)S analysis. Rock samples include mapping samples from 2 front mining and 1 mine front access and geological description data from 2 drill core holes. The research results show that the rock units that make up the research area consist of 3 units, namely the Tuff Breccia Unit, the Lapilli Tuff Unit and the Andesite Intrusion Unit. The alteration zone in the research area consists of three zones, namely the Quartz + Calcite - Chlorite – Smectite ± Illite Zone (Propylitic 1), the Quartz – Calcite – Chlorite – Adularia ± Epidote Zone (Propylitic 2), and the Quartz – Ilite ± Smectite Zone (Argilic). The ore minerals observed in the research area are Pyrite, Sphalerite, Galena, Chalcopyrite and Covellite. The presence of mineralization is a rough indication of the formation of a vein system. The characteristics of the alteration mineral assemblage indicate the type of mineralization in the form of a low sulfidation epithermal vein system with several vein texture characteristics found including banded (crustiform, colloform) and bladed calcite as well as the presence of Adularia minerals in the study area.
3711339955E1A019043PEMBUKTIAN AUTOPSI FORENSIK DALAM KASUS TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN BERAT YANG MENYEBABKAN KEMATIAN
(Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 42/Pid.B/2020/PN.Tka)
Pembuktian merupakan suatu hal terpenting dalam proses persidangan perkara pidana, hal ini dikarenakan dalam pembuktian memiliki sebuah tujuan untuk mencari kebenaran materiil. Dalam proses pembuktian menentukan bagaimana hakim menjatuhkan suatu putusan pidana serta sebagi dasar untuk menentukan salah dan tidaknya terdakwa yang didasarkan pada keyakinan hakim dan juga alat bukti yang sudah ditentukan dalam undang-undang. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui prosedur autopsi forensik dan kekuatan pembuktian autopsi forensik dalam suatu kasus tindak pidana penganiayaan berat yang menyebabkan kematian. Metode penelitian yang digunakan pada penulisan ini yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif, penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui kepustakaan dan juga di uraikan secara sistematis. Berdasarkan hasil penelitian pada putusan perkara nomor 42/Pid.B/2020/PN.Tka bahwasannya prosedur autopsi forensik dalam tindak pidana penganiayaan berat yang menyebabkan kematian adalah autopsi harus dilakukan atas permintaan dari pihak penyidik dan izin dari pihak keluarga. Serta kekuatan pembuktian autopsi forensik dalam tindak pidana penganiayaan berat yang menyebabkan kematian memiliki nilai kekuatan pembuktian karena telah memenuhi syarat formil yakni diminta oleh penyidik POLRES Gallesong dan syarat materiil yaitu dilakukan oleh seorang dokter ahli forensik dr. Denny Mathus dan juga didukung dengan alat bukti lain yang memiliki kesesuaian sehingga menumbuhkan keyakinan hakim. Autopsi forensik tidak mengikat hakim dikarenakan kekuatan pembuktiannya bersifat bebas, sama seperti alat bukti yang lainnya. Tetapi, alat bukti autopsi forensik dapat di pakai sebagai dasar dalam pertimbangan hukum hakim karena hasil autopsi forensik membuktikan bahwa penyebab kematian korban Haeruddin Dg. Sese disebabkan karena adanya luka bacokan yang dilakukan terdakwa.Evidentiary is something matter most important in the trial process case criminal, This because in evidentiary own A objective For look for truth material . In the process of proving determine how the judge dropped something decision criminal as well as as base For determine Wrong And nope based defendant on judge's conviction and Also tool evidence already determined in law . Objective study intended For know procedure autopsy forensics And strength evidentiary autopsy forensics in something case follow criminal. Method research used on writing This juridical normative with specification study prescriptive , research This using secondary data obtained through literature And also described _ in a manner systematic . Based on results study on decision case number 42/ Pid.B /2020/ PN.Tka that procedure autopsy forensics in follow criminal persecution causing weight death is autopsy must done on request from party investigator And permission from party family . As well as strength evidentiary autopsy forensics in follow criminal persecution causing weight death own mark strength evidentiary Because has fulfil condition formal ie requested by Gallesong POLRES investigator And condition material that is done by a doctor expert forensic dr. Denny Mathus And Also supported with tool other evidence that has suitability so that grow judge's belief . Autopsy forensics No binding on judges because strength evidentiarycharacteristic free , same like tool other evidence .However , tools evidentiary autopsy forensics can be used as base in consideration judge law because results autopsy forensics prove that reason the death of the victim Haeruddin Dg. Sese caused Because exists wound the stab made defendant.
3711439956F2A021009MEDIA SOSIAL PEMERINTAH DALAM PENYELENGGARAAN E – GOVERNMENT DI NEGARA MAJU DAN BERKEMBANG: SEBUAH SYSTEMATIC LITERATURE REVIEWBanyaknya penelitian tentang penyelenggaraan e-government melalui media sosial yang tersebar di negara maju maupun negara berkembang, membutuhkan sebuah penelitian yang berfungsi untuk pengorganisasian dan review secara sistematis. Terbatasnya gambaran mengenai perkembangan penggunaan media sosial oleh pemerintah, identifikasi perkembangan penelitian tentang e-Government, perkembangan tahapan e-Government, tahapan transparansi e-Government yang memanfaatkan media sosial di negara maju dan negara berkembang menjadi alasan penelitian ini dilaksanakan. Systematic Literature Review merupakan metode yang dipilih dalam penelitian ini guna mengidentifikasi, mengevaluasi serta menginterpretasi penelitian-penelitian terdahulu yang relevan dengan pertanyaan penelitian, topik penelitian, maupun fenomena yang menjadi perhatian. Pendekatan kualitatif (ekstraksi data) digunakan untuk merangkum hasil penelitian serta menjabarkan temuan. Penelitian ini berhasil menjabarkan kecenderungan penggunaan platform media sosial tertentu oleh pemerintah dalam penyelenggaraan e-Government di negara maju dan berkembang selama sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa fokus penelitian selama ini lebih banyak pada tipe relasi antara pemerintah dengan warganya (G2C). Terdapat temuan lain yang menjelaskan bahwa negara maju memiliki tahapan e-Government serta transparansi e-Government yang lebih baik jika dibandingkan dengan negara negara berkembang. Penelitian ini memberikan sumbangsih literatur terhadap perkembangan tahapan e-Government, tahapan transparansi e-Government di negara maju dan berkmebang. Memberikan wawasan bagi organisasi pemerintah untuk melakukan perbaikan pada penyelenggaraan e-Government terutama yang memanfaatkan media sosial. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada penggunaan satu database (emerald) sebagai sumber pencarian studi terdahulu untuk dianalisis serta pemilihan kata kunci yang digunakanThe large number of studies on the implementation of e-government through social media in both developed and developing countries, requires research that functions for systematic organization and review. The limited description of the development of the use of social media by the government, the identification of research developments on e-Government, the development of e-Government stages, the stages of e-Government transparency that utilize social media in developed and developing countries are the reasons for this research being carried out. Systematic Literature Review is the method chosen in this study to identify, evaluate and interpret previous studies that are relevant to the research questions, research topics, and phenomena of concern. A qualitative approach (data extraction) is used to summarize the research results and describe the findings. This research succeeded in describing the tendency of the use of certain social media platforms by the government in implementing e-Government in developed and developing countries over the last ten years. The research results also show that the focus of research so far has been more on the type of relationship between the government and its citizens (G2C). There are other findings which explain that developed countries have better e-Government stages and e-Government transparency when compared to developing countries. This research contributes to the literature on the development of e-Government stages, the stages of e-Government transparency in developed and developing countries. Provide insight for government organizations to make improvements to the implementation of e-Government, especially those that utilize social media. This study has limitations on the use of one database (emerald) as a source of searching for previous studies to be analyzed and the selection of keywords used
3711544704H1A020064RANCANG BANGUN PROTOTYPE MONITORING DAN KONTROL SUHU DAN KELEMBAPAN GREENHOUSE DENGAN MULTI SENSOR BERBASIS IOT MENGGUNAKAN RASPBERRY PIGreenhouse atau rumah kaca adalah salah satu tempat untuk budidaya tanaman holtikultira yang dirancang untuk melindungi tanaman dari cuaca luar yang ekstrem seperti hujan, angin, dan panas yang berlebihan, serta untuk menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan tanaman agar dapat tumbuh lebih optimal dan produktif. Suhu dan kelembapan udara merupakan faktor yang berpengaruh pada pertumbuhan tanaman. Untuk membantu proses pertumbuhan dalam greenhouse, diperlukan sistem yang dapat memantau dan mengendalikan kondisi di dalam greenhouse terutama untuk suhu dan kelembapan udara. Pada penelitian ini dilakukan perancangan prototype untuk mengendalikan suhu dan kelembapan greenhouse dengan menggunakan 4 buah sensor DHT22 dan komponen pendukung yaitu blower dan pompa serta raspberry pi sebagai pusat pengendali. Raspberry pi menerima dan memproses data dari 4 buah sensor yang sudah di rata-ratakan dan mengendalikan komponen pendukung yang terintegrasi dengan HMI Node-RED dan teknologi IoT untuk melakukan monitoring dan kontrol. Data dari sistem dapat disimpan dalam sebuah database pada SQLite. Hal ini memudahkan pengguna untuk melakukan pemantauan dan pengendalian greenhouse secara real-time. Berdasarkan hasil dari perancangan ini prototype mampu melakukan monitoring dan kontrol ruangan greenhouse dengan hasil pengukuran nilai error yang rendah dengan error suhu sebesar 0,3% dan kelembapan 0% selama pengujian. Dengan mengatur batas parameter suhu sebesar 30°C untuk menyalakan blower dan 33°C untuk menyalakan pompa yang digunakan untuk meningkatkan kelembapan secara otomatis, selain itu disediakan pula metode manual untuk mengendalikan komponen pendukungnya. Sistem menunjukkan performa yang responsif dan sesuai dengan parameter yang ditentukan serta komponen pendukung yaitu blower dan pompa dapat berfungsi untuk menurunkan suhu dan meningkatkan kelembapan greenhouse. Secara keseluruhan sistem dapat berjalan dengan baik, mampu melakukan monitoring dan kontrol dari jarak jauh, sehingga memberikan kemudahan bagi pengguna dalam mengelola kondisi di dalam greenhouse secara efektif dan efisien.A greenhouse or glasshouse is a place for cultivating horticultural plants designed to protect them from extreme outdoor weather conditions such as rain, wind, and excessive heat, as well as to create an ideal environment for plant growth to ensure they grow optimally and productively. Temperature and humidity are factors that significantly influence plant growth. To assist the growth process within a greenhouse, a system is needed to monitor and control the conditions inside the greenhouse, particularly temperature and humidity.This research involves designing a prototype to control the temperature and humidity of the greenhouse using four DHT22 sensors and actuators, namely a blower and a pump, with a Raspberry Pi as the central controller. The Raspberry Pi receives and processes data from the four sensors, averages the readings, and controls the actuators integrated with the HMI Node-RED and IoT technology for monitoring and control. Data from the system can be stored in an SQLite database, making it easier for users to monitor and control the greenhouse in real-time. Based on the results of this design, the prototype is capable of monitoring and controlling the greenhouse environment with low measurement error, showing a temperature error of 0.3% and a humidity error of 0% during testing. By setting temperature parameters at 30°C to activate the blower and 33°C to activate the pump automatically to increase humidity, a manual method is also provided to control the actuators. The system demonstrates responsive performance and adheres to the specified parameters, with actuators functioning effectively to lower the temperature and increase the humidity in the greenhouse. Overall, the system operates well, capable of remote monitoring and control, providing convenience for users in managing the greenhouse conditions effectively and efficiently.
3711639958F2A021003TRANSFORMASI DIGITAL DALAM PENGELOLAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKANPelayanan publik merupakan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan dasar dari setiap warga negara atau penduduk, layanan dan pelayanan administrasi yang disediakan oleh penyedia jasa berkaitan dengan kepentingan publik. Pada administrasi publik, penggunaan teknologi digital memungkinkan menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi warga negara untuk mendapatkan akses ke semua informasi yang diperlukan dan memungkinkannya menerima layanan yang diperlukan dengan cepat. Transformasi digital merupakan proses yang diterapkan oleh organisasi untuk mengintegrasikan teknologi digital di semua area, dengan cara mendasar mengubah cara organisasi memberikan nilai kepada pelanggan. Aplikasi Simkah web merupakan bentuk transformasi digital dari sebuah inovasi Kementerian Agama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikan kesiapan individu berdasarkan Literasi Digital dalam penggunaan aplikasi berbasis web berdasarkan TRI.
Fokus dari penelitian penelitian ini terletak pada kesiapan individu yang dapat menjadi tolak ukur dalam mengetahui kesiapan aplikasi. Sasaran dari penelitian ini adalah masyarakat Indonesia yang telah menggunakan aplikasi SIMKAH web yang dilihat dari aspek digital culture, digital ethics, digital safety, dan digital skill. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan aplikasi SmartPLS. SmartPLS merupakan perangkat lunak sebagai analisis perhitungan hasil kuesioner. SmartPLS merupakan sebuah program analisis yang powerfull dikarenakan dapat menaksirkan path dengan sample size yang kecil tanpa mengalami masalah dalam estimasi data.
Berdasarkan analisis dari SmartPLS menunjukan bahwa individu yang menggunakan aplikasi SIMKAH dilihat dari kebiasaan menggunakan teknologi, penggunaan teknologi yang beretika baik, kemampuan peningkatan perlindungan data diri, serta kehandalan individu dalam memahami sistem operasi digital nampaknya merasakan aplikasi SIMKAH sudah siap dalam segi inovasi program yang merasa baru dan terus terbaharui dan terlihat memiliki pandangan yang baik dari sebuah transformasi digital di era sekarang, serta ada sedikit rasa kenyamanan maupun keamanan daripada penggunaan aplikasi SIMKAH. Sehingga menunjukkan bahwa aplikasi SIMKAH milik kementerian agama maupun masyarakat Indonesia sudah siap dalam perubahan pelayanan secara digital. Transformasi digital dalam aplikasi daftar nikah secara online merupakan bentuk inovasi pelayanan publik yang adaptif karena telah mengikuti perkembangan zaman.
Public services are activities to meet the basic needs of every citizen or resident, services and administrative services provided by service providers related to the public interest. In public administration, the use of digital technologies makes it possible to create favorable conditions for citizens to get access to all the necessary information and enable them to quickly receive the necessary services. Digital transformation is the process adopted by organizations to integrate digital technologies in all areas, fundamentally changing the way organizations deliver value to customers. The Simkah web application is a form of digital transformation from an innovation by the Ministry of Religion. The purpose of this study is to identify individual readiness based on Digital Literacy in using web-based applications based on TRI. The focus of this research study lies on individual readiness which can be used as a benchmark in determining application readiness. The target of this research is the Indonesian people who have used the SIMKAH web application from the aspects of digital culture, digital ethics, digital safety, and digital skills. This study uses a quantitative method using the SmartPLS application. SmartPLS is software as an analysis of the calculation of the results of the questionnaire. SmartPLS is a powerful analysis program because it can estimate paths with a small sample size without experiencing problems in estimating data. Based on analysis from SmartPLS, it shows that individuals who use the SIMKAH application, seen from the habits of using technology, the use of technology that is good ethics, the ability to increase personal data protection, and the reliability of individuals in understanding digital operating systems, seem to feel that the SIMKAH application is ready in terms of program innovation that feels new. and constantly updated and seen to have a good view of a digital transformation in today's era, and there is less sense of comfort or security than using the SIMKAH application. So that shows that the SIMKAH application belonging to the ministry of religion and the people of Indonesia are ready to change services digitally. Digital transformation in the online marriage registration application is a form of adaptive public service innovation because it has kept up with the times.
3711739959A1F018033ANALISIS IMPLEMENTASI PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI RAJUNGAN DALAM KEMASAN KALENG DENGAN METODE LEAN SIX SIGMA PADA PT. MORENZO ABADI PERKASA DEMAKPT. Morenzo Abadi Perkasa Tbk. merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri perdagangan frozen food dalam jumlah besar (dalam dan luar negeri) yang memproduksi rajungan dalam kemasan kaleng. Negara tujuan penjualan ekspor terbesar PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk adalah Amerika, yaitu sebesar 95,3 % dari total penjualan ekspor. Capaian yang sudah baik ini, mengharuskan perusahaan untuk menekan sekecil mungkin kesalahan-kesalan pada proses produksi. Untuk itu perlu adanya penelitian untuk mengetahui nilai pengendalian kualitas dengan mendeteksi defect pada proses produksi rajungan dan memberikan usulan perbaikan dengan menggunakan metode Analisis Six Sigma yang diharapkan dapat mengevaluasi dan meningkatkan kualitas produksi pada perusahaan. Analisis data penelitian yang dilakukan yaitu menggunakan metode Lean Six Sigma yang mempunyai beberapa tahap diantaranya Define, Measure, Analyze, Measure, dan Control dengan beberapa tools yaitu peta kendali (P-chart), Defect Per-Million Opportunities (DPMO), diagram pareto dan diagram sebab akibat (Fish-bone Diagram). Hasil dari analisis yang telah dilakukan peneliti bahwa perusahaan memiliki tingkat sigma 3,34 atau berada pada level 2 sigma (Rata-rata Industri Indonesia) dengan kemungkinan kerusakan sebesar 66.807 untuk sejuta kali proses produksi atau sebesar 33,06% Defect per Million Opportunities (DPMO).PT. Morenzo Abadi Perkasa Tbk. is a company engaged in the frozen food trading industry in large quantities (domestic and foreign) that produces crabs in canned packaging. The largest export sales destination country of PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk) is America, amounting to 95.3% of total export sales. This good achievement requires the company to suppress as little as possible errors in the production process. For this reason, research is needed to determine the value of quality control by detecting defects in the crab production process and providing improvement proposals using the Six Sigma Analysis method which is expected to evaluate and improve production quality in the company. The analysis of research data carried out uses the Lean Six Sigma approach method which has several stages including Define, Measure, Analyze, Measure, and Control with several tools, namely P-charts, Defect Per-Million Opportunities (DPMO), pareto diagrams and Fish-bone Diagram. The results of the analysis that have been conducted by researchers that the company has a sigma level of 3.34 or is at level 2 sigma (Indonesian Industrial Average) with a possible damage of 66,807 for a million times the production process or 33.06% Defects per Million Opportunities (DPMO).
3711839960F1B018079PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN CILACAP
(STUDI PADA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN CILACAP)
Pengelolaan Sampah di Kabupaten Cilacap Studi pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan sampah di Kabupaten Cilacap yang tinggi dan selalu bertambah jumlah timbulan sampahnya setiap tahun. Selain itu adanya peran serta masyarakat yang masih rendah terhadap pengelolaan sampah. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengelolaan sampah yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap dalam mengatasi masalah sampah di Kabupaten Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Informan pada penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sumber data dalam penelitian meliputi sumber data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif yang meliputi penyajian data, kondensasi data, pengumpulan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di Kabupaten Cilacap belum terlaksana dengan maksimal. Terdapat beberapa faktor yang berasal dari manajemen Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap dalam melakukan pengelolaan sampah meliputi perencanaan pengelolaan sampah yang belum dapat terlaksana dengan baik, jumlah pegawai pelaksana pengelolaan sampah dinas yang masih kurang, pembinaan terhadap petugas pelaksana pengelolaan sampah yaitu bank sampah yang masih belum maksimal, tidak adanya pembinaan terhadap masyarakat mengenai pengelolaan sampah, pengkoordinasian terhadap bank sampah yang belum maksimal karena adanya pandemi, serta adanya keterbatasan anggaran dalam pengelolaan sampah yang menghambat kegiatan pengelolaan sampah dalam pengadaan sarana dan prasarana persampahan.Waste Management in Cilacap Regency Studies at the Cilacap Regency Environmental Service motivated by the high waste problem in Cilacap Regency and the amount of waste generated every year is always increasing. In addition, there is still low community participation in waste management. This research was conducted with the aim of knowing the waste management carried out by the Environmental Service of Cilacap Regency in overcoming the waste problem in Cilacap Regency. The research method used is a qualitative method. Informants in this study were selected using purposive sampling technique. Sources of data in the study include primary data sources and secondary data. Data collection techniques in this study include interviews, observation, and documentation. The data analysis technique uses interactive analysis techniques which include data presentation, data condensation, data collection, and drawing conclusions. The results of the study indicate that waste management in Cilacap Regency has not been implemented optimally. There are several factors that come from the management of the Cilacap Regency Environmental Service in carrying out waste management including waste management planning that has not been implemented properly, the number of employees implementing official waste management is still lacking, coaching for officers implementing waste management, namely the waste bank which is still not optimal. , the absence of guidance to the community regarding waste management, coordination of waste banks that have not been maximized due to the pandemic, as well as budget constraints in waste management that hinder waste management activities in the procurement of waste facilities and infrastructure.
3711939961E1A019072PENGHENTIAN PENUNTUTAN OLEH PENUNTUT UMUM TERHADAP TERSANGKA TINDAK PIDANA KORUPSI
(Studi Kasus Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan Nomor: PRINT-01/M.2.29/Ft.1/03/2022)
Penuntut Umum berwenang untuk menilai kelayakan suatu perkara untuk dilakukan penuntutan atau dihentikan penuntutannya. Asas dalam penuntutan yaitu asas legalitas dan asas oportunitas. Penghentian penuntutan berdasarkan asas legalitas karena tidak cukup bukti, bukan merupakan tindak pidana, dan ditutup demi hukum, selain itu juga penghentian penuntutan dilakukan karena telah terjadi penyelesaian diluar pengadilan. Penghentian penuntutan berdasarkan asas oportunitas merupakan penyampingan perkara demi kepentingan umum. Perkara tindak pidana korupsi dengan atas nama Nurhayati sebagai tersangka dihentikan penuntutannya didasarkan pada tidak cukup bukti. Penelitian ini membahas terkait tolok ukur dan dasar hukum dilakukannya penghentian penuntutan oleh Penuntut Umum dan dasar pertimbangan Penuntut Umum menetapkan Penghentian Penuntutan terhadap tersangka atas nama Nurhayati. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, dengan menggunakan metode pendekatan perundang-undangan, metode pendekatan konsep dan metode pendekatan kasus, spesifikasi penelitian deskriptif analisis. Sumber data yang digunakan data sekunder dan data primer, data yang terkumpul disajikan dan diuraikan secara sistematis dengan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tolok ukur dan daar hukum penghentian penuntutan dimulai sejak Penuntut Umum menyatakan berkas perkara telah lengkap berdasarkan Pasal 139 KUHAP dan dasar pertimbangan Penuntut Umum dalam menetapkan penghentian penuntutan terhadap tersangka atas nama Nurhayati tidak cukup bukti bukan hanya tentang kuantitas namun juga kualitas.The Public Prosecutor is authorized to assess the feasibility of a case to be prosecuted or discontinued. The principles in prosecution are the principle of legality and the principle of opportunity. Termination of prosecution based on the principle of legality due to insufficient evidence, does not constitute a criminal offense, and is closed by law, besides that, the termination of prosecution is carried out because there has been an out-of-court settlement. Termination of prosecution based on the principle of opportunity is the setting aside of cases in the public interest. The corruption case on behalf of Nurhayati as a suspect was terminated based on insufficient evidence. This research discusses the benchmarks and legal basis for the termination of prosecution by the Public Prosecutor and the reasoning for the Public Prosecutor to determine the Termination of Prosecution of the suspect on behalf of Nurhayati. This research uses normative juridical methods, using the statute approach method, concept approach method and case approach method, descriptive analysis research specifications. The data sources used are secondary data and primary data, the data collected is presented and described systematically with qualitative analysis methods. The results showed that the benchmarks and legal basis for the termination of prosecution began when the Public Prosecutor stated that the case file was complete based on Article 139 of the Criminal Procedure Code and the basis for the Public Prosecutor's consideration in determining the termination of prosecution against the suspect on behalf of Nurhayati was insufficient evidence not only about quantity but also quality.
3712039954G1A019110KORELASI MOTIVASI DIRI DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT STRES DAN PENERIMAAN DIRI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI KECAMATAN SUMBANG BANYUMASLatar bekalang: Pasien Diabetes Melitus tipe 2 sering mengalami masalah psikologis yang berhubungan dengan beban dan kekhawatiran akan penyakitnya sehingga membutuhkan dukungan keluarga sebagai support system dalam mengatasi kekhawatiran dan beban emosi yang ada. Dukungan keluarga yang besar nantinya akan menimbulkan rasa percaya diri dan motivasi untuk menghadapi masalah yang terjadi. Motivasi selain dari dukungan keluarga dapat juga berasal dari motivasi diri pasien. Motivasi yang berasal dari dukungan keluarga dan motivasi dir sangat berhubungan terhadap tingkat stres dan penerimaan diri yang dimiliki oleh pasien.
Tujuan: Mengetahui korelasi antara motivasi diri dan dukungan keluarga terhadap tingkat stres dan penerimaan diri pada pasien DM tipe 2 di Kecamatan Sumbang Banyumas.
Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan besar sampel 49. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS), Treatment Self-Regulation Questionaire (TSRQ), General Health Questionnaire 12 (GHQ-12), dan Berger’s Self-Acceptance Scale. Data dianalisis menggunakan uji korelasi gamma dengan α<0,05.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara motivasi diri (p= 0,037) dan dukungan keluarga (p= 0,000) dengan tingkat stres. Sedangkan hubungan motivasi diri (p= 0,000) dan dukungan keluarga (p= 0,000) dengan penerimaan diri juga menunjukkan hasil yang signifikan.
Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah motivasi diri dan dukungan keluarga mempengaruhi tingkat stres dan penerimaan diri pasien DM tipe 2 di Sumbang Banyumas.
Background: Type 2 Diabetes Metitus patients often have psychological problems related to burdens and worries about their illness, so they need family support as a support system in dealing with existing worries and emotional burdens. Large family support will later lead to self-confidence and motivation to deal with their problems. Motivation apart from family support can also come from the patient's self-motivation. Motivation that comes from family support and self-motivation is related to the patient's stress level and self-acceptance.
Purpose: To Knowing the correlation between self-motivation and family support on stress levels and to find out the correlation between self-motivation and family support on self-acceptance in type 2 DM patients in Sumbang District Banyumas.
Material and method: Analytical observational study with a cross-sectional approach using a sample size of 49. This study used the Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) questionnaire, Treatment Self-Regulation Questionnaire (TSRQ), General Health Questionnaire 12 (GHQ-12), and Berger's Self-Acceptance Scales. Data were analyzed using the gamma correlation test with α<0.05.
Result: The results showed that there was a significant relationship between self-motivation (p= 0.037) and family support (p= 0.000) with stress levels. While the relationship between self-motivation (p = 0.000) and family support (p = 0.000) with self-acceptance also showed significant results.
Conclusions: The conclusion of this study is that self-motivation and family support affect stress levels and self-acceptance of type 2 DM patients at Sumbang Banyumas.