Artikelilmiahs
Menampilkan 37.181-37.200 dari 48.979 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 37181 | 44188 | A1F020076 | Optimasi Lama Fermentasi dan Konsentrasi Starter Pada Pembuatan Nata dari Ekstrak Hasil Samping Produksi Minuman Sari Tebu Menggunakan Metode Central Composite Design | Nata adalah biomassa yang sebagian besar terdiri dari selulosa berbentuk agar dan berwarna putih. Nata de cane merupakan nata yang terbuat dari ekstrak hasil samping produksi minuman sari tebu. Acetobacter xylinum adalah mikroba pembentuk selulosa yang bersifat aerob. Konsentrasi starter yang ditambahkan dan lama fermentasi pada nata sangat mempengaruhi kualitas nata. Konsentrasi starter dan lama fermentasi yang cukup dapat menghasilkan nata dengan kualitas optimal. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pengaruh lama fermentasi dan konsentrasi starter terhadap rendemen nata de cane; (2) Mengetahui kondisi optimum pada pembuatan nata berbahan dasar hasil samping produksi minuman sari tebu; (3) Mengetahui karakteristik fisik, kimia, dan sensori nata dari kondisi optimum nata de cane. Data diolah menggunakan software Design Expert dengan metode Central Composite Design (CCD) dengan faktor yang diteliti yaitu lama fermentasi dan konsentrasi starter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi dan konsentrasi starter berpengaruh nyata terhadap rendemen. Semakin lama waktu fermentasi, maka rendemen yang dihasilkan semakin meningkat. Semakin tinggi konsentrasi starter, semakin tinggi rendemen yang dihasilkan. Optimasi yang dilakukan menghasilkan rekomendasi lama fermentasi 13,762 hari dengan konsentrasi starter 13,762%. Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi formula optimum menunjukkan bahwa nilai verifikasi respon optimasi sebesar 37,672% sudah berada di antara nilai prediction interval 32,2022 dan 41,7852. Nilai verifikasi yang ada pada prediction interval menunjukkan bahwa formula rekomendasi hasil RSM telah sesuai dengan respon optimasi yang dikehendaki. Hasil karakterisasi nata de cane berdasarkan prosedur yang telah direkomendasikan oleh software yaitu kadar air sebesar 99,36%, kadar serat 5,3%, ketebalan 0,5125 cm, warna putih agak keruh, aroma sedikit asam khas nata, rasa yang plain, dan tekstur khas nata. | Nata adalah biomassa yang sebagian besar terdiri dari selulosa berbentuk agar dan berwarna putih. Nata de cane merupakan nata yang terbuat dari ekstrak hasil samping produksi minuman sari tebu. Acetobacter xylinum adalah mikroba pembentuk selulosa yang bersifat aerob. Konsentrasi starter yang ditambahkan dan lama fermentasi pada nata sangat mempengaruhi kualitas nata. Konsentrasi starter dan lama fermentasi yang cukup dapat menghasilkan nata dengan kualitas optimal. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pengaruh lama fermentasi dan konsentrasi starter terhadap rendemen nata de cane; (2) Mengetahui kondisi optimum pada pembuatan nata berbahan dasar hasil samping produksi minuman sari tebu; (3) Mengetahui karakteristik fisik, kimia, dan sensori nata dari kondisi optimum nata de cane. Data diolah menggunakan software Design Expert dengan metode Central Composite Design (CCD) dengan faktor yang diteliti yaitu lama fermentasi dan konsentrasi starter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi dan konsentrasi starter berpengaruh nyata terhadap rendemen. Semakin lama waktu fermentasi, maka rendemen yang dihasilkan semakin meningkat. Semakin tinggi konsentrasi starter, semakin tinggi rendemen yang dihasilkan. Optimasi yang dilakukan menghasilkan rekomendasi lama fermentasi 13,762 hari dengan konsentrasi starter 13,762%. Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi formula optimum menunjukkan bahwa nilai verifikasi respon optimasi sebesar 37,672% sudah berada di antara nilai prediction interval 32,2022 dan 41,7852. Nilai verifikasi yang ada pada prediction interval menunjukkan bahwa formula rekomendasi hasil RSM telah sesuai dengan respon optimasi yang dikehendaki. Hasil karakterisasi nata de cane berdasarkan prosedur yang telah direkomendasikan oleh software yaitu kadar air sebesar 99,36%, kadar serat 5,3%, ketebalan 0,5125 cm, warna putih agak keruh, aroma sedikit asam khas nata, rasa yang plain, dan tekstur khas nata. | |
| 37182 | 40026 | C1L017040 | PENGARUH PENGGUNAAN GADGET DAN KONTROL ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI DENGAN MOTIVASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING KELAS XI IPS SMA NEGERI 2 BATANG, JAWA TENGAH | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Batang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penggunaan gadget dan kontrol orang tua terhadap prestasi belajar ekonomi melalui motivasi belajar sebagai variabel mediasi. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Batang yang mengambil mata pelajaran ekonomi. Penentuan sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 106 responden. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan program SPSS. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa: 1) penggunaan gadget berpengaruh negatif terhadap prestasi belajar ekonomi; 2) kontrol orang tua berpengaruh positif terhadap prestasi belajar ekonomi; 3) motivasi belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar ekonomi; 4) motivasi belajar memediasi pengaruh antara penggunaan gadget terhadap prestasi belajar ekonomi; 5) motivasi belajar memediasi pengaruh kontrol orang tua terhadap prestasi belajar ekonomi. Implikasi dari penelitian ini adalah siswa diharapkan lebih memperhatikan penggunaan gadget agar tidak berpengaruh buruk terhadap prestasi belajarnya; orang tua diharapkan dapat mengoptimalkan pengawasan kepada anaknya dengan mengontrol seperlunya, tidak mengekang, memberikan perhatian seperti meluangkan waktu berbincang dan menemani anak belajar, dan memberikan motivasi yang dapat mendorong kegiatan belajar anak; Guru diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada siswa agar termotivasi mengikuti pembelajaran, mampu berlaku tegas kepada siswa yang berlebihan menggunakan gadget saat pembelajaran, dan memberikan perhatian, cinta dan kasih kepada siswa; Sekolah diharapkan dapat membantu meningkatkan prestasi belajar siswa dengan memfokuskan pada kegiatan pembelajaran dengan cara memantau kegiatan pembelajaran, menerapkan peraturan penggunaan gadget di sekolah, memberikan kenyamanan selama pembelajaran, dan memberikan motivasi kepada siswa agar mengikuti pelajaran agar memperoleh prestasi yang baik. | This research is a quantitative research on class XI IPS at SMA Negeri 2 Batang. This study aims to determine whether or not there is an effect of using gadgets and parental control on economic learning achievement through learning motivation as a mediating variable. The data collection method in this study used a questionnaire. The population used in this study were all students of class XI IPS SMA Negeri 2 Batang who took economics subjects. Determination of the sample using simple random sampling technique. The number of samples taken in this study were 106 respondents. The analytical tool used is multiple linear regression with the SPSS program. Based on the results of the analysis it can be concluded that: 1) the use of gadgets has a negative effect on economic achievement; 2) parental control has a positive effect on economic achievement; 3) learning motivation has a positive effect on economic learning achievement; 4) learning motivation mediates the effect of using gadgets on economic learning achievement; 5) learning motivation mediates the effect of parental control on economic learning achievement. The implication of this research is that students are expected to pay more attention to the use of gadgets so that they do not adversely affect their learning achievement; parents are expected to be able to optimize supervision of their children by controlling as necessary, not reining in, giving attention such as spending time talking and accompanying children to study, and providing motivation that can encourage children's learning activities; Teachers are expected to be able to inspire students to be motivated to take part in learning, be able to be assertive to students who overuse gadgets during learning, and give attention, love and affection to students; Schools are expected to be able to help improve student learning achievement by focusing on learning activities by monitoring learning activities, implementing rules for using gadgets at school, providing comfort during learning, and providing motivation for students to take part in lessons in order to obtain good achievements. | |
| 37183 | 44189 | H1A020074 | Analisis Kinerja Smartlamp untuk Pencahayaan Ruang | Kegiatan manusia yang dilakukan di suatu ruangan memerlukan pencahayaan yang baik. Sumber pencahayaan yang biasa dipakai di gedung-gedung adalah lampu dengan jenis LED. Seiring berkembangnya teknologi, lampu LED ini dapat diatur tingkat kecerahan dan warna yang diinginkan pengguna dari jarak jauh yang dinamakan smartlamp. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kinerja lampu dari empat jenis merk smartlamp yang memiliki nilai daya yang berbeda. Data yang diambil dari pengukuran ini yaitu data yang diukur dari tiga variabel, yaitu sudut, warna, dan tingkat kecerahan. Tahap penelitian ini dimulai dari melakukan pengukuran terhadap parameter lux, efikasi, daya, arus, faktor daya, dan THD, setelah itu melakukan analisis dari data yang sudah didapat agar mengetahui nilai kelinearan dari setiap parameter terhadap daya listrik dan kegiatan terakhir adalah menarik kesimpulan dan saran yang didapat selama melakukan penelitian. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah kinerja pada smartlamp dipengaruhi dari tingkat kecerahan, jenis warna, dan jenis merk dari setiap smartlamp. Dapat dilihat dari parameter lux, daya, arus, faktor daya, dan efikasi nilainya linear dengan tingkat kecerahan pada smartlamp. Perubahan warna juga berpengaruh terhadap faktor daya dan nilai efikasi. Faktor daya dan efikasi terbaik pada warna cool white. Efikasi, faktor daya, dan THD nilainya berbeda, hal ini tergantung pada merk lampu yang digunakan. Faktor daya terbaik dan THD yang harmonisanya terkecil yaitu pada smartlamp merk Bardi, sedangkan efikasi terbaik pada Glenz. | Human activities conducted in a room require good lighting. The commonly used source of lighting in buildings is LED lamps. With the advancement of technology, these LED lamps can be remotely controlled for brightness level and desired color, termed as smart lamps. This research aims to analyze the performance of lamps from four different brands of smart lamps with varying power ratings. Data collected from this study include measurements of three variables: angle, color, and brightness level. The research process begins with measuring parameters such as lux, efficacy, power, current, power factor, and THD (Total Harmonic Distortion), followed by analyzing the data to determine the linearity of each parameter with respect to electrical power. Finally, conclusions and recommendations are drawn based on the findings of the research. The conclusion drawn from this study is that the performance of smart lamps is influenced by brightness level, color type, and brand. It can be observed from parameters such as lux, power, current, power factor, and efficacy that their values are linear with the brightness level of the smart lamp. Changes in color also affect the power factor and efficacy. The best power factor and lowest THD are found in the cool white color. Efficacy, power factor, and THD values differ, depending on the brand of the lamp used. The best power factor and lowest THD harmonics are found in the Bardi brand of smart lamps, while the highest efficacy is found in Glenz. | |
| 37184 | 39983 | F1A019013 | Aktualiasi Nilai Religius dalam Upacara Ngasa di Kampung Jalawastu Desa Ciseureuh Kecamatan Ketanguungan Kabupaten Brebes | Upacara Ngasa merupakan ritual keagamaan yang dilakukan oleh masyarakat adat Jalawastu secara turun-temurun sekali dalam setiap tahun dengan tujuan mendapat keberkahan dan keselamatan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk aktualisasi nilai religius dalam upacara Ngasa dengan menggunakan perspektif tindakan sosial sebagai pisau analisisnya. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan, bahwa: (1) Aktualisasi nilai religius dalam upacara Ngasa mengandung 12 nilai religi yang dipengaruhi oleh kepercayaan; Animisme-Dinamisme (Sunda Wiwitan), Hindu, Budha, dan Islam. (2) Aktualisasi nilai religius dalam upacara Ngasa diwujudkan dalam enam hal, yaitu: waktu pelaksanaan, tempat, pakaian, sajian makanan, kemenyan, dan doa Ngasa. (3) Berdasarkan analisis perspektif tindakan sosial Max Weber, upacara Ngasa memiliki kombinasi 4 tindakan sosial. Untuk mempertahankan nilai religi dalam upacara Ngasa, perlu dilakukan revitalisasi peran pengurus adat dan program kolaborasi seperti pertemuan rutin antara masyarakat, pengurus adat, dan pemerintah sehingga nilai religi dalam upacara Ngasa dapat terinternalisasi dan teraktualisasi secara berkelanjutan. | The Ngasa ceremony is a religious ritual performed by indigenous peoples Jalawastu is hereditary once every year with the aim of getting blessings and safety. The purpose of this study is to describe the form actualization of religious values in the Ngasa ceremony using an action perspective social analysis as a knife. This research method is descriptive qualitative with phenomenological approach. Methods of data collection using interview techniques, observation, and documentation. The research results show that: (1) Value actualization religious in the Ngasa ceremony contains 12 religious values that are influenced by trust; Animism-Dynamism (Sunda Wiwitan), Hinduism, Buddhism and Islam. (2) The actualization of religious values in the Ngasa ceremony is manifested in six ways, namely: time implementation, place, clothing, food offerings, incense, and Ngasa prayers. (3) Based on the analysis of Max Weber's social action perspective, the Ngasa ceremony has a combination of 4 social actions. To maintain religious values in the Ngasa ceremony, it is necessary to revitalize the role of traditional administrators and collaboration programs such as regular meetings between the community, traditional officials and the government so that religious values in the Ngasa ceremony can be internalized and actualized in a sustainable manner. | |
| 37185 | 40032 | C1B019074 | PERAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP MOTIVASI UNTUK MEMIMPIN DAN GAYA KEPEMIMPINAN | Penelitian ini berjudul “Peran Pengalaman Kerja Terhadap Motivasi untuk Memimpin dan Gaya Kepemimpinan”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengalaman kerja terhadap gaya kepemimpinan dengan motivasi untuk memimpin sebagai variabel mediasi. Populasi dalam penelitian ini adalah pimpinan dan staf di 27 Kantor Kecamatan dan 25 Kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Banyumas. Responden yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 138 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan SmartPLS versi 3 menunjukkan bahwa: (1) pengalaman kerja berpengaruh positif terhadap MTL afektifidentitas, (2) pengalaman kerja berpengaruh positif terhadap MTL sosial-normatif, (3) pengalaman kerja berpengaruh negatif terhadap MTL non-kalkulatif, (4) pengalaman kerja berpengaruh positif terhadap gaya kepemimpinan transformasional, (5) pengalaman kerja tidak berpengaruh positif terhadap gaya kepemimpinan transaksional, (6) MTL afektif-identitas berpengaruh positif terhadap gaya kepemimpinan transformasional, (7) MTL sosial-normatif tidak berpengaruh positif terhadap gaya kepemimpinan transaksional, (8) MTL non-kalkulatif berpengaruh positif terhadap gaya kepemimpinan transaksional, (9) MTL afektif-identitas memediasi hubungan pengalaman kerja terhadap gaya kepemimpinan transformasional, (10) MTL sosial-normatif tidak memediasi hubungan pengalaman kerja terhadap gaya kepemimpinan transaksional, (11) MTL non-kalkulatif tidak memediasi hubungan pengalaman kerja terhadap gaya kepemimpinan transaksional. Implikasi pada penelitian ini adalah bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas agar lebih memperhatikan pimpinan maupun staf dalam hal motivasi. Gaya kepemimpinan yang sesuai akan menciptakan suatu motivasi bagi staf untuk menjadi sebuah pemimpin, dengan pengalaman kerja sebagai salah satu hal yang mendukung terciptanya motivasi dan gaya kepemimpinan tersebut. | This study entitled “The Role of Work Experience on Motivation to Lead and Leadership Style”.This study aims to determine the effect of work experience on leadership style with motivation to lead as a mediating variable. The population in this study were leaders and staff in 27 District Offices and 25 Regional Work Units in Banyumas Regency. Respondents taken in this study were 138 respondents with the sampling technique using convinience sampling technique. Based on the research results and data analysis using SmartPLS version 3 shows that: (1) work experience has a positive effect on MTL affective-identity, (2) work experience has a positive effect on MTL social-normative, (3) work experience has a positive effect on MTL non-calculative, (4) work experience has a positive effect on transformational leadership, (5) work experience has no positive effect on transactional leadership, (6) MTL affective-identity has a positive effect on transformational leadership, (7) MTL social-normative has no positive effect on transactional leadership, (8) MTL noncalculative has a negative effect on transactional leadership, (9) MTL affective-identity as a mediation on the relationship of work experience to transformational leadership, (10) MTL social-normative is not mediating relationship between work experience and transactional leadership, (11) MTL non-calculative is not mediating relationship between work experience and transactional leadership. The implication of this research is for the Regional Government of Banyumas Regency to pay more attention to leaders and staff in terms of motivation. A suitable leadership style will create a motivation for staff to become a leader, with work experience as one of the things that supports the creation of this motivation and leadership style. | |
| 37186 | 38213 | I1D018060 | Pengaruh Penerapan Empat Pilar Gizi Seimbang dengan Status Gizi Mahasiswa Jurusan Ilmu Gizi Universitas Jenderal | Latar Belakang: Upaya perbaikan gizi dapat dengan cara penerapan pedoman gizi seimbang yang terdiri dari konsumsi makanan beragam, perilaku hidup bersih, aktivitas fisik, dan pemantauan berat badan normal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan gizi seimbang dengan status gizi mahasiswa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Jumlah responden 64 mahasiswa angkatan 2020 dan 2021 menggunakan stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner DDS, PHBS, IPAQ-SF, dan pemantauan berat badan normal. Uji bivariat variabel perilaku hidup bersih dan aktivitas fisik menggunakan Pearson Product Moment, variabel konsumsi makanan beragam dan pemantauan berat badan normal menggunakan Rank Spearman. Uji multivariat menggunakan regresi linear berganda. Hasil Penelitian: Terdapat hubungan konsumsi makanan beragam dengan status gizi (p= 0,012 r= 0,311). Tidak terdapat hubungan perilaku hidup bersih (p= 0,305), aktivitas fisik (p= 0,714), dan pemantauan berat badan normal (p= 0,104) dengan status gizi. Terdapat pengaruh konsumsi makanan beragam dan pemantauan berat badan normal dengan status gizi (p= 0,003, r2= 0,174). Kesimpulan: Terdapat pengaruh konsumsi makanan beragam dan pemantauan berat badan normal dengan status gizi mahasiswa. | Background: Nutrition improvement efforts can use the implementation of balanced nutrition guidelines consisting of diverse food consumption, clean living behaviors, physical activity, and normal weight monitoring. The purpose of this study is to determine the effect of applying balanced nutrition with the nutritional status of college students. Methode: This study used a cross sectional design. The total respondents are 64 students of the class of 2020 and 2021 using stratified random sampling. The instrument that used in this study are DDS questionnaire, PHBS, IPAQ-SF, and normal weight monitoring. Bivariate test of clean living behavior and physical activity variables using Pearson Product Moment, diverse food consumption and normal weight monitoring variables using Rank Spearman. Multivariate test using multiple linear regression. Result: There was correlation between diverse food consumption with nutritional status (p= 0,012 r= 0,311). There was no correlation of clean living behavior (p= 0.305), physical activity (p= 0,714), and normal weight monitoring (p= 0,104) with nutritional status. Diverse food consumption and normal weight monitoring together can affect the nutritional status (p= 0,003, r2= 0,174). There was an influence of diverse food consumption and normal weight monitoring with nutritional status. Conclusion: There was an influence of diverse food consumption and normal weight monitoring with nutritional status. | |
| 37187 | 40031 | H1B016074 | PENGARUH PENAMBAHAN CALCIUM STEARATE PADA MORTAR YANG MENGANDUNG ABU TERBANG (FLY ASH) TERHADAP SIFAT MIKROSKOPIK DAN KUAT TEKAN | Beton dan mortar adalah material konstruksi paling populer, yang tersusun dari komposisi utama batuan (agregat), air, dan semen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kuat tekan mortar yang mengandung Calcium Stearate dan fly ash terhadap sifat mikroskopik. Penggunaan fly ash juga sering dijadikan sebuah bahan tambah dalam pembuatan beton kedap air. Ini dikarenakan material fly ash sendiri memiliki butir yang lebih kecil daripada semen dan mempunyai sifat rekatan antara butiran agregat yang lebih baik dimana terdapat kandungan silika amorf-yang sangat reaktifiserta mampu memperkecil pori–pori pada beton. Pada penelitian ini dilakukan menggunakan kubus dengan ukuran 5 x 5 x 5 cm dengan variasi penambahan calcium stearate 0, 1, 2, dan 3 % dari berat semen dan penambahan abu terbang (fly ash) sebesar 72 kg/m3. Untuk mengetahui kuat tekan beton atau mutu beton menggunakan alat Compression Testing Machine (CTM) dan untuk mengetahui penampakan mikroskopik pada mortar menggunakan alat SEM (Scanning Electron Microscope) dan mikroskop polarisasi. Pengujian kuat tekan mortar dilakukan menggunakan acuan SNI 03- 6805-2002. Hasil Pengujian kuat tekan mortar dengan Calcium Stearate 0 % dari berat semen mendapatkan rata-rata kuat tekan sebesar 14,9 MPa. Untuk mortar dengan penambahan bahan tambah Calcium Stearate sebesar 1 % dari berat semen mendapatkan rata-rata kuat tekan sebesar 13,5 MPa. Untuk mortar dengan penambahan bahan tambah Calcium Stearate sebesar 2 % dari berat semen mendapatkan rata- rata kuat tekan sebesar 11,5 MPa. Untuk mortar dengan penambahan bahan tambah Calcium Stearate sebesar 3 % dari berat semen mendaatkan rata-rata kuat tekan sebesar 9,75 MPa. | Concrete and mortar are the most popular construction materials, which are composed of the main ingredients of rock (aggregate), water, and cement. This study aimed to determine the compressive strength of the mortar by adding Calcium Stearate and fly ash to determine the microscopic. The use of fly ash is also often used as an additive in the manufacture of watertight concrete. This is because the fly ash material has smaller grains than cement and has better bonding properties between aggregate grains with a highly reactive anamorphic silica content and can reduce the pores in the concrete. This research was carried out using cubes with a size of 5 x 5 x 5 cm with variations in the addition of calcium stearate 0, 1, 2, and 3% by weight of cement and addition of fly ash 72 kg/m3. To determine the compressive strength of concrete or the quality of concrete using a Compression Testing Machine (CTM) and to determine the microscopic appearance of mortar using an SEM (Scanning Electron Microscope) and a polarizing microscope. The compressive strength test of the mortar was carried out using SNI 03-6805-2002 reference. The results of the compressive strength test of mortar with Calcium Stearate 0% by weight of cement obtained an average compressive strength of 14.9 MPa. For mortar with the addition of Calcium Stearate as 1% by weight of cement, the average compressive strength is 13.5 MPa. For mortar with the addition of Calcium Stearate as 2% by weight of cement, the average compressive strength is 11.5 MPa. For mortar with the addition of Calcium Stearate as 3% by weight of cement, the average compressive strength is 9.75 MPa. | |
| 37188 | 40033 | F1C019053 | Analisis Manajemen Event Dieng Culture Festival 2022 Kabupaten Banjarnegara | Latar belakang penelitian ini adalah adanya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dari tahun 2020 membuat perubahan pada kegiatan masyarakat tidak terkecuali penyelenggaraan event Dieng Culture Festival. Event Dieng Culture Festival diselenggarakan dalam rangka melestarikan budaya lokal dan mempromosikan pariwisata Dieng. Pada tahun 2022 angka Covid-19 mulai menurun sehingga mulai terdapat beberapa event yang diselenggarakan secara offline. Begitu juga dengan event Dieng Culture Festival yang mulai diselenggarakan secara offline. Untuk itu dibutuhkan manajemen event yang baik agar event terselenggara dengan baik apalagi setelah dua kali penyelenggaraan dilakukan secara online. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses manajemen event Dieng Culture Festival dan mendiskripsikan hambatan penyelenggaraan event Dieng Culture Festival 2022. Teori yang digunakan ialah teori tahapan proses manajemen event oleh Joe Goldblatt yang terdiri dari 5 tahap yaitu research, design, planning, coordination, dan evaluation. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menjelaskan proses manajemen event Dieng Culture Festival untuk mengatur kelancaran jalannya acara. Research yaitu dengan melihat situasi dan kondisi terkini. Design yaitu dengan melakukan brainstorming yang menghasilkan tema besar dan mengatur persiapan event. Planning yaitu dengan menentukan lokasi, waktu, dan tempo pelaksanaan. Coordination yaitu menggunakan pola komunikasi vertikal dan horizontal untuk mengontrol penyelenggaraan event. Evaluation yaitu proses akhir yang berkaitan dengan evaluasi dari hasil event tersebut. Faktor penghambat event Dieng Culture Festival terkait dengan permasalahan keuangan, perizinan, kondisi alam Dieng, dan persiapan yang singkat. | The background of this research is that the Covid-19 pandemic that hit Indonesia in 2020 has made changes to community activities, including the holding of the Dieng Culture Festival event. The Dieng Culture Festival event is held to preserve local culture and promote Dieng tourism. In 2022 the number of Covid-19 began to decline so several events were held offline. Likewise with the Dieng Culture Festival event which began to be held offline. For this reason, good event management is needed so that the event is organized properly, especially after the two implementations have been carried out online. The purpose of this study was to analyze the Dieng Culture Festival event management process and describe the obstacles to organizing the 2022 Dieng Culture Festival event. The theory used is the theory of the stages of the event management process by Joe Goldblatt which consists of 5 stages, namely research, design, planning, coordination, and evaluation. The research method used in this research is descriptive qualitative. The results of this study explain the Dieng Culture Festival event management process to manage the smooth running of the event. Research is done by looking at the current situation and conditions. Design, namely by brainstorming to produce a big theme and arranging event preparations. Planning is to determine the location, time, and tempo of implementation. Coordination, namely using vertical and horizontal communication patterns to control the organization of events. Evaluation is the final process related to the evaluation of the results of the event. The inhibiting factors for the Dieng Culture Festival event are related to financial problems, licensing, natural conditions in Dieng, and short preparations. | |
| 37189 | 40034 | F2B021007 | Faktor yang Berhubungan dengan Persepsi Peran Gender Siswa Sekolah Dasar di Purbalingga | Penelitian ini menjelaskan faktor yang berhubungan dengan persepsi peran gender siswa Sekolah Dasar di Purbalingga. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei di dua SD yang berlokasi di perdesaan dan dua SD di perkotaan Kabupaten Purbalingga. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan positif antara sosialisasi peran gender di keluarga dengan persepsi peran gender responden, namun sangat lemah dan tidak signifikan. Hasil analisis hubungan antara sosialisasi peran gender di kelompok teman sebaya dengan persepsi peran gender responden juga menunjukkan hubungan positif yang sangat signifikan. Penelitian ini juga menunjukkan hasil perbedaan persepsi peran gender responden di sekolah perdesaan dan sekolah perkotaan tidak signifikan. Artinya, responden mengalami sosialisasi yang hampir sama melalui guru dan bahan ajar di sekolah terkait peran gender. Hasil analisis hubungan antara sosialisasi peran gender di sekolah dengan persepsi peran gender responden menunjukkan hubungan positif yang sangat signifikan. Kemudian, hasil analisis hubungan antara literasi media dengan persepsi peran gender responden terdapat hubungan positif sangat signifikan. Penelitian ini mengungkapkan terdapat hubungan antara sosialisasi peran gender di keluarga, sosialisasi peran gender di kelompok teman sebaya, sosialisasi peran gender di sekolah, dan literasi media dengan persepsi peran gender siswa SD. Oleh karena itu, sosialisasi peran gender di masyarakat perlu dimasifkan untuk merealisasikan kesetaraan gender. | This study describes the factors associated with perceptions of gender roles in elementary school students in Purbalingga. This research was conducted using a survey method at two elementary schools located in rural areas and two elementary schools in urban areas in Purbalingga Regency. The results of this study indicate that there is a positive relationship between gender role socialization in the family and respondents' perceptions of gender roles, but it is very weak and not significant. The results of the analysis of the relationship between the socialization of gender roles in peer groups and the perceptions of the respondents' gender roles also show a very significant positive relationship. This study also shows that the results of differences in the perception of gender roles of respondents in rural schools and urban schools are not significant. This means that respondents experienced almost the same socialization through teachers and teaching materials at school regarding gender roles. The results of the analysis of the relationship between the socialization of gender roles in schools and the perceptions of the respondents' gender roles show a very significant positive relationship. Then, the results of the analysis of the relationship between media literacy and the perception of the respondent's gender role show a very significant positive relationship. This study reveals that there is a relationship between socialization of gender roles in the family, socialization of gender roles in peer groups, socialization of gender roles in schools, and media literacy with perceptions of gender roles in elementary school students. Therefore, the socialization of gender roles in society needs to be massively promoted to realize gender equality. | |
| 37190 | 40035 | E1A019332 | IMPLIKASI HUKUM PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI YANG INKONSTITUSIONAL BERSYARAT DALAM PENGUJIAN FORMIL UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2020 TENTANG CIPTA KERJA (Studi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor : 91/PUU-XVIII/2020) | Perkara pengujian formil undang-undang telah banyak diputus oleh Mahkamah Konstitusi salah satunya adalah perkara pengujian formil Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dituangkan dalam Putusan Nomor : 91/PUU-XVIII/2020 dengan amar putusan inkonstitusional bersyarat. Amar putusan inkonstitusional bersyarat merupakan salah satu perluasan perkembangan model putusan di Mahkamah Konstitusi yang menggeser paradigma Mahkamah Konstitusi sebagai negative legislator (pembatal Undang-Undang) ke positive legislatore (pembuat Undang-Undang) yang masih menimbulkan kontroversi di berbagai kalangan. Putusan Mahkamah Konstitusi bersifat final dan mengikat yang harus dipatuhi semua warga negara terutama addressat dari Putusan Mahkamah Konstitusi tersebut. Sesuai asas self executing/implementing, putusan tersebut memiliki implikasi hukum tetapi dalam tataran implementasinya terdapat beberapa permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ratio decidendi yang digunakan Mahkamah Konstitusi dalam memutus perkara dan untuk mengetahui implikasi hukum yang timbul dari putusan Mahkamah Konstitusi tersebut. Metode penelitian yang digunakan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian dekskriptif preskriptif. Jenis dan Sumber Bahan Hukum dalam penelitian ini berasal dari data sekunder yaitu bahan hukum primer, sekunder, dan tersier dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan. Data yang disajikan bersifat runtut, sistematis, dan komprehensif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pertama ratio decidendi Mahkamah telah sesuai dengan UUD Tahun 1945 dan peraturan perundang-undangan hanya saja belum tepat dalam memberikan penjabaran terkait legal standing Para Pemohon dan kedua implikasi hukum amar putusan inkonstitusional bersyarat masih banyak permasalahan salah satunya amar putusan bersifat multitafsir dan tindakan addressat putusan MK yang tidak sesuai dengan instruksi putusan MK Nomor : 91/PUU-XVIII/2020. | Many cases of judicial review of laws have been decided by the Constitutional Court, one of which is the case of judicial review of Law Number 11 of 2020 concerning Job Creation as outlined in Decision Number: 91/PUU-XVIII/2020 with a conditionally unconstitutional verdict. The conditionally unconstitutional verdict is one of the extensions of the development of the decision model in the Constitutional Court which shifts the paradigm of the Constitutional Court as a negative legislator (annulling the law) to a positive legislatore (lawmaker) which still causes controversy in various circles. The decision of the Constitutional Court is final and binding which must be obeyed by all citizens, especially the address of the Constitutional Court Decision. In accordance with the principle of self executing / implementing, the decision has legal implications but at the level of implementation there are several problems. This study aims to determine the ratio decidendi used by the Constitutional Court in deciding cases and to determine the legal implications arising from the Constitutional Court's decision. The research method used is normative juridical with prescriptive descriptive research specifications. Types and Sources of Legal Materials in this study come from secondary data, namely primary, secondary, and tertiary legal materials with literature study data collection methods. The data presented is coherent, systematic, and comprehensive. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that first, the Court's ratio decidendi is in accordance with the 1945 Constitution and laws and regulations, it is just that it has not been precise in providing explanations related to the legal standing of the Petitioners and second, the legal implications of the conditionally unconstitutional verdict still have many problems, one of which is that the verdict is multi-interpretive and the action of addressing the Constitutional Court's decision is not in accordance with the instructions of the Constitutional Court's decision Number: 91/PUU-XVIII/2020. | |
| 37191 | 40036 | D1A017073 | Minat Anak Peternak untuk Melanjutkan Usaha Ternak Kerbau di Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang | Regenerasi peternak kerbau merupakan tema penting untuk memastikan keberlanjutan usaha dan produksi ternak kerbau di Kabupaten Pemalang. Ketertarikan generasi muda atau anak peternak kerbau dalam melanjutkan usaha ternak kerbau menjadi isu strategis dalam regenerasi peternak kerbau. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh jenis kelamin anak peternak, pendidikan anak peternak, pendidikan peternak, skala usaha peternak dan persepsi anak peternak terhadap minat anak peternak melanjutkan usaha ternak kerbau orang tuanya di Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang. Penelitian ini menggunakan metode survei. Pengambilan sampel daerah dilakukan secara purposive dengan memilih desa Sarwodadi, Wanarata, Pabuaran, Peguyangan, Sambeng, Lenggerong, Purana, Glandang, Kebongede, dan Kutha, yang terdapat peternak kerbau yang memiliki anak dengan usia 15-35 tahun. Sampel responden ditentukan dengan metode sensus sebanyak 35 anak peternak kerbau. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi logistik binner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan anak peternak (SMP) berpengaruh positif dan persepsi anak peternak berpengaruh negatif terhadap minat anak peternak melanjutkan usaha ternak kerbau orang tuanya, sedangkan jenis kelamin, pendidikan anak peternak (SMA), pendidikan peternak, dan skala usaha tidak berpengaruh terhadap minat anak peternak. Pendidikan anak peternak (SMP) dan persepsi anak peternak berpengaruh terhadap minat anak peternak untuk melanjutkan usaha ternak kerbau orang tuanya dengan koefisien signifikansi 0,049 dan 0,025. | Regeneration of buffalo farmers is an important theme to ensure the sustainability of business and production of buffalo in Pemalang regency. The interest of the younger or children farmers continue buffalo farming business is strategic issue in the regeneration of buffalo farmers. The purpose of this study was to analyze the relationship of gender of children, education of children, education of farmers, business scale of farmers, and perception of children on the interests of children farmers continue buffalo farming business in Bantarbolang, Pemalang. The method used survey. The sampling area has been done by purposive sampling method by selecting Sarwodadi, Wanarata, Pabuaran, Peguyangan, Sambeng, Lenggerong, Purana, Glandang, Kebongede, dan Kutha villages, where buffalo farmers who have children aged 15-35 years. The sample of respondents had been determined by census method as many as 35 children farmers. This analysis uses descriptive and binary logistic analysis. The results showed that the education of children farmers (SMP) had a positive effect and perception of children farmers had a negative effect on the interests of children farmers continue buffaloes farming business, while experience, gender of children farmers, education of farmers, education of children farmers (SMA) and business scale of farmers had no effect on the interests of children farmers. The education of children farmers (SMP) and perception of children farmers on the interests of children farmers continue buffaloes farming business with significance coefficient of 0,049 and 0,025. | |
| 37192 | 40037 | E1A017350 | TINJAUAN YURIDIS INTERVENSI KEMANUSIAAN NORTH ATLANTIC TREATY ORGANIZATION DALAM SENGKETA BERSENJATA KOSOVO PADA 1999 MENURUT HUKUM INTERNASIONAL | Pencabutan status Kosovo sebagai provinsi otonom dalam Republik Federal Sosialis Yugoslavia dan disusul dengan penindasan intensif oleh pemerintah Serbia terhadap etnis Albania di Kosovo membuat munculnya gerakan nasionalis Tentara Pembebasan Kosovo. Pemerintah Serbia melakukan tindakan agresif dengan melakukan pembersihan etnis (ethnic cleansing) dan berbagai pelanggaran HAM terjadi. Situasi yang semakin memburuk membuat NATO meluncurkan serangan udaranya dengan tujuan Pemerintah Serbia menarik mundur pasukannya dan menghentikan pelanggaran HAM. Pengeboman yang dilakukan NATO menjadi keprihatinan serius terkait dengan hak asasi manusia di bawah Hukum Internasional, khususnya terkait legalitas intervensi yang dilaksanakan atas HAM yang menciptakan ketegangan antara prinsip non-intervensi, larangan penggunaan kekerasan dan perlindungan terhadap HAM. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaturan intervensi kemanusiaan menurut hukum internasional dan menganalisis legitimasi intervensi kemanusiaan yang dilakukan oleh NATO dalam sengketa bersenjata Kosovo pada 1999. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian secara deskriptif. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dengan pengumpulan data berdasarkan studi literatur dan disajikan dalam bentuk teks naratif. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode normatif-kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, Pasal 2 ayat (7) Piagam PBB menyebutkan adanya pengecualian terhadap prinsip non-intervensi yang diatur lebih lanjut di dalam Bab VII Piagam PBB. Intervensi kemanusiaan dapat dilegitimasi bila memenuhi enam kriteria yaitu, otoritas yang sah, sebab yang benar, niat yang benar, upaya terakhir, sarana proporsionalitas, dan memiliki prospek keberhasilan yang masuk akal. Legitimasi intervensi kemanusiaan NATO tidak sah dan melanggar hukum internasional karena dilaksanakan hanya berdasarkan sebab yang benar (Pasal 1 ayat (3) Piagam PBB), dan melanggar lima kriteria lainnya yaitu, otoritas yang sah (Pasal 39 dan Pasal 53 ayat (1) Piagam PBB), niat yang benar (Pasal 2 ayat (4)), upaya terakhir (Pasal 42 Piagam PBB), sarana proporsionalitas (Pasal 51 ayat (5) huruf b Protokol Tambahan 1 tahun 1977 Konvensi Jenewa), prospek keberhasilan yang masuk akal (Pasal 57 ayat (2) huruf (a) (ii) Protokol Tambahan 1 tahun 1977 Konvensi Jenewa 1949). | The repeal of Kosovo's status as an autonomous province within the Socialist Federal Republic of Yugoslavia and followed by the intensive repression by the Serbian government against ethnic Albanians in Kosovo led to the emergence of the nationalist movement of the Kosovo Liberation Army. The Serbian government took aggressive actions by carrying out ethnic cleansing and various human rights violations occurred. The worsening situation prompted NATO to launch airstrikes with the aim of the Serbian government withdrawing their troops and stopping human rights violations. The bombing carried out by NATO in the armed conflict in Kosovo in 1999 became a serious concern related to human rights under international law, especially regarding the legality of interventions carried out on human rights which created tension between the principle of non-intervention, the prohibition of the use of force and the protection of human rights. This study aims to find out the arrangements for humanitarian intervention according to international law and to analyze the legitimacy of humanitarian intervention carried out by NATO in the Kosovo armed conflict in 1999 in terms of international law. This study uses a normative juridical research type with descriptive research specifications. The approach method used is a statute approach and a case approach. Source of data in this study using secondary data with data collection based on literature studies and presented in the form of narrative text. Data analysis in this study used normative-qualitative methods. Based on the results of the research, Article 2 paragraph (7) of the UN Charter states that there are exceptions to the principle of non-intervention which are further regulated in Chapter VII of the UN Charter. Humanitarian intervention can be legitimized if it meets six criteria, namely, right authority), just cause, right intention, last resort, proportional means, and reasonable prospects. The legitimacy of NATO's humanitarian intervention is illegitimate and violates international law because it is only based on just cause (Article 1 paragraph (3) of the UN Charter)and does not fulfill the other five criteria namely, right authority (Article 39 and Article 53 paragraph (1) of the UN Charter), right intention (Article 2 paragraph (4)), last resort (Article 42 of the UN Charter), proportional means (Article 51 paragraph (5) letter b Additional Protocol 1 of 1977 Geneva Conventions), reasonable prospects (Article 57 paragraph (2) letter (a) (ii) Additional Protocol 1 1977 Geneva Convention 1949). | |
| 37193 | 40038 | I1D018023 | Hubungan Pengetahuan Label Halal dan Kesadaran Kesehatan dengan Keputusan Pembelian Makanan Kemasan Halal | Banyak makanan kemasan di Indonesia yang belum memiliki jaminan produk halal. Masyarakat juga kurang memperhatikan kehalalan produk ketika membeli makanan. Masyarakat yang memiliki kesadaran kesehatan akan lebih memilih membeli makanan kemasan halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan label halal dan kesadaran kesehatan dengan keputusan pembelian makanan kemasan halal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 52 santri di Pondok Pesantren Al-quran Al-amin Pabuwaran, Banyumas, Jawa Tengah. Pengambilan sample pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian diambil menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan label halal dengan keputusan pembelian makanan kemasan halal memiliki nilai p > 0,05 yang artinya tidak memiliki hubungan. Sedangkan kesadaran kesehatan dengan keputusan pembelian makanan kemasan halal memiliki nilai p < 0,05 yang artinya memiliki hubungan. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan label halal dengan keputusan pembelian makanan kemasan halal santri dan terdapat hubungan antara kesadaran kesehatan dengan keputusan pembelian makanan kemasan halal santri. Pengetahuan Label Halal, Kesadaran Kesehatan, Keputusan Pembelian, Makanan Kemasan Halal. | Many packaged foods in Indonesia have not been guaranteed halal product. People also pay less attention to product halalness when buying food. People who are health conscious will prefer to buy halal packaged food. This study aims to determine the relationship between knowledge of halal labels and health awareness with purchasing decisions for halal packaged food. This research is a type of analytic observational research by designcross-sectional. The number of respondents to the study was 52 students at Al-Amin Pabuwaran Al-Quran Islamic Boarding School, Banyumas, Central Java. Sampling in this study usied the purposive sampling technique. Research data were taken using a questionnaire and analyzed using the chi-square test. The results showed that the knowledge of halal labels and the decision to purchase halal packaged food had a p value > 0.05, which means that they had no relationship. Meanwhile, health awareness with the decision to purchase halal packaged food has a p value <0.05, which means it has a relationship. There is no relationship between knowledge of halal labels and the decision to purchase halal packaged food for students and there is a relationship between health awareness and the decision to purchase halal packaged food for students. | |
| 37194 | 40040 | F1B019012 | Inovasi Pelayanan Publik Pada Wisata Edukasi Program Pemanduan Daring di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti | Penelitian ini berjudul Inovasi Pelayanan Publik Pada Wisata Edukasi Program Pemanduan Daring di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti. Inovasi ini dibentuk sebagai usaha agar tetap dapat melayani kunjungan masyarakat pada masa pandemi covid-19 dan juga untuk menginformasikan mengenai keberadaan Museum Kepresidenan RI Balai Kirti lebih luas lagi. Inovasi merupakan sebuah ide atau gagasan, praktik atau objek yang dianggap suatu hal yang baru baik oleh individu, kelompok atau unit lain untuk diadopsi dan dalam penelitian ini proses inovasi program tersebut menggunakan atribut inovasi menurut Rogers (1983) yang terdiri atas keuntungan relatif, kompatibilitas, kompleksitas, trialabilitas, dan observabilitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif, pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Informan dari penelitian ini adalah Tim Teknis Inovasi Pemanduan Daring selaku pengelola program dan masyarakat/pengunjung pemanduan daring. Pengumpulan data melalui proses wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa secara umum keberlanjutan dari Inovasi Pemanduan Daring di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti sudah berjalan sesuai dengan tujuannya dan mampu meningkatkan angka kunjungan daring. Program ini juga sudah mampu mendatangkan dampak yang positif dari segi kepuasan masyarakat, prestasi sosial, dan citra, selain itu program ini memiliki nilai yang sejalan dengan visi misi museum sehingga mampu meningkatkan peran museum sebagai sumber informasi khususnya informasi mengenai sejarah kepresidenan RI. Inovasi Pemanduan Daring pada pelaksanaannya mudah dipahami oleh masyarakat/pengunjung, namun inovasi ini masih memiliki hambatan yaitu dari beberapa peralatan yang masih kurang maksimal, hingga kendala jaringan. | This research is entitled Public Service Innovation in Educational Tourism Online Guiding Program at the Indonesian Presidential Museum, Balai Kirti. This innovation was formed as an effort to continue to be able to serve community visits during the Covid-19 pandemic and for the existence of the RI Presidential Museum, Balai Kirti, more broadly. Innovation is an idea or notion, practice or object that is considered a new thing either by individuals, groups, or other units to be adopted and in this research the program's innovation process uses innovation attributes according to Rogers (1983) which consist of relative advantage, compatibility, complexity, trialability, and observability. The method used in this study is qualitative, the selection of informants using purposive sampling and snowball sampling techniques. The informants of this research are the Online Guiding Innovation Technical Team as the program manager and the online guiding community/visitors. Collecting data through the process of interviews, observation, and documentation. The results of the research show that in general the sustainability of the Online Guiding Innovation at the Indonesian Presidential Museum, Balai Kirti, has been running according to its objectives and has been able to increase the number of online visits. This program has also been able to have a positive impact in terms of community satisfaction, social achievement, and image. In addition, this program has values that are in line with the museum's vision and mission so that it can enhance the museum's role as a source of information, especially information about the history of the Republic of Indonesia's presidency. In its implementation, the Online Guiding Innovation is easily understood by the public/visitors, but this innovation still has obstacles, namely from some equipment that is still not optimal, to network constraints. | |
| 37195 | 40039 | J1D018043 | Kelayakan Buku Ajar Bahasa Indonesia Kelas IX dan Kandungan Nilai Karakter | Solehan, Khafid. 2023. “Kelayakan Buku Ajar Kelas IX dan Kandungan Nilai Karakter”. Skripsi. Purwokerto. Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan belajar siswa yang dinilai cukup rendah terutama siswa yang berada pada fase pertumbuhan dan pencarian jati diri. Hal ini tentunya mempengaruhi pencapaian dan kesuksesan siswa dimasa yang akan datang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kelayakan isi, kelayakan bahasa, kelayakan penyajian dan termasuk kandungan nilai karakter yang terdapat dalam buku Bahasa Indonesia kelas IX revisi 2018 penerbit Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan sumber data utama adalah buku ajar Bahasa Indonesia kelas IX revisi 2018 penerbit Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Teknik penelitian yang digunakan ialah teknik analisis isi. teknik analisis data menggunakan analisis secara induktif, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Kelayakan isi ditinjau dari kesesuaian, keakuratan materi dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), serta materi pendukung pembelajaran. Kelayakan bahasa ditinjau dari kesesuaian dengan tingkat perkembangan peserta didik, komunikatif, dan keruntutan dan kesatuan gagasan. Kelayakan penyajian ditinjau dari teknik penyajian, penyajian pembelajaran, dan kelengkapan penyajian. Selanjutnya yakni kandungan nilai karakter yang terdapat dalam buku sehingga dapat dijadikan referensi dan contoh untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dari analisis data dapat disimpulkan bahwa kelayakan isi pada buku ajar Bahasa Indonesia kelas IX revisi 2018 penerbit Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi memiliki nilai 81,7% dan sangat layak, kelayakan bahasa memiliki nilai 85,39% dan sangat layak, kelayakan penyajian memiliki nilai 91,6% dinilai sangat layak, serta memiliki berbagai contoh nilai karakter yang dapat diambil sebagai contoh dalam kehidupan bermasyarakat untuk siswa atau pembaca. | Solehan, Khafid. 2023. "Feasibility of Grade IX Textbooks and Content of Character Values". Thesis. Purwokerto. Faculty of Cultural Sciences, Jenderal Soedirman University. This research is motivated by the learning abilities of students who are considered quite low, especially students who are in the growth and search for identity phase. This certainly affects the achievement and success of students in the future. The purpose of this study was to describe the feasibility of the content, language eligibility, presentation feasibility and including the content of character values contained in the 2018 class IX revision of Indonesian books published by the Ministry of Education, Culture, Research and Technology This research is a qualitative research with the main data source being Indonesian textbooks for class IX, the 2018 revision, published by the Ministry of Education, Culture, Research and Technology. The research technique used is content analysis technique. data analysis techniques using inductive analysis, namely data collection, data reduction, data presentation and verification. The feasibility of the content is reviewed from the suitability, accuracy of the material with Core Competencies (KI) and Basic Competencies (KD), as well as learning support materials. Language feasibility in terms of suitability with the level of development of students, communicative, and coherence and unity of ideas. Feasibility of presentation in terms of presentation techniques, presentation of learning, and completeness of presentation. Furthermore, namely the content of character values contained in the book so that it can be used as a reference and example for use in everyday life. From the data analysis it can be concluded that the feasibility of the contents of the 2018 class IX revision of Indonesian textbooks published by the Ministry of Education, Culture, Research and Technology has a value of 81.7% and is very appropriate, language eligibility has a value of 85.39% and is very feasible, presentation feasibility having a value of 91.6% is considered very feasible, and has various examples of character values that can be taken as examples in social life for students or readers. | |
| 37196 | 40041 | C1C019010 | PENGARUH DEWAN KOMISARIS, KOMISARIS INDEPENDEN, KINERJA LINGKUNGAN, DAN KINERJA KEUANGAN TERHADAP PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Industri Dasar dan Kimia yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2021) | Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh dewan komisaris, komisaris independen, kinerja lingkungan, dan kinerja lingkungan terhadap pengungkapan corporate social responsibility pada perusahaan industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2021. Teknik pengambilan data menggunakan metode studi dokumentasi dan jenis data yang digunakan adalah data sekunder berupa annual report dan/atau sustainability report serta laporan peringkat PROPER. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu Populasi penelitian ini sebanyak 77 data perusahaan dan jumlah perusahaan yang dijadikan sampel sebanyak 29 perusahaan dengan periode penelitian selama 3 (tiga) tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dewan komisaris tidak berpengaruh terhadap pengungkapan corporate social responsibility. (2) Komisaris independen tidak berpengaruh terhadap pengungkapan corporate social responsibility. (3) Kinerja lingkungan berpengaruh positif terhadap pengungkapan corporate social responsibility. (4) Kinerja keuangan tidak berpengaruh terhadap pengungkapan corporate social responsibility. Kata Kunci: Dewan Komisaris, Komisaris Independen, Kinerja Lingkungan, Kinerja Keuangan, Corporate Social Responsibility, Pengungkapan Corporate Social Responsibility | The purpose of this study was to examine the effect of the board of commissioners, independent commissioners, environmental performance, and environmental performance on disclosure of corporate social responsibility in basic and chemical industrial companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2019-2021 period. The data collection technique uses the documentation study method and the type of data used is secondary data in the form of annual reports and/or sustainability reports as well as PROPER rating reports. The sampling technique used purposive sampling method based on certain criteria. The population of this study were 77 data companies and the number of companies used as samples were 29 companies with a research period of 3 (three) years. The results of the study show that: (1) The board of commissioners has no effect on the disclosure of corporate social responsibility. (2) Independent commissioners have no effect on the disclosure of corporate social responsibility. (3) Environmental performance has a positive effect on disclosure of corporate social responsibility. (4) Financial performance has no effect on disclosure of corporate social responsibility. Keywords: Board of Commissioners, Independent Commissioner, Environmental Performance, Financial Performance, Corporate Social Responsibility, Disclosure of Corporate Social Responsibility | |
| 37197 | 40042 | C1A019103 | PENGARUH PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB), INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM), DAN PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA (TPT) DI PROVINSI BANTEN | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Pertumbuhan Penduduk terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Banten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Pertumbuhan Penduduk terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Banten, dengan periode pengamatan selama 2012 hingga 2021. Metode analisis yang digunakan adalah Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk mengetahui pengaruh dalam jangka pendek dan jangka panjang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produk domestik regional bruto dan indeks pembangunan manusia berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka dalam jangka pendek dan jangka panjang. Pertumbuhan penduduk dalam jangka pendek dan jangka panjang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka. Implikasi dari penelitian ini pemerintah perlu membuat kebijakan untuk mengatasi masalah pengangguran, serta pemerintah perlu memperhatikan kualitas sumber daya manusia untuk meningkatkatkan produktivitas tenaga kerja. | This study entitled "The Influence of Gross Domestic Regional Product (GDRP), Human Development Index (HDI) and Population Growth on the Open Unemployment Rate (TPT) in Banten Province. This study aims to analyze the influence of the variables Economic Growth, Human Development Index (IPM), and Population Growth on the Open Unemployment Rate (TPT) in Banten Province, with an observation period from 2012 to 2021. The analytical method used is Autoregressive Distributed Lag (ARDL). to determine the effect in the short term and long term. The results of this study indicate that gross domestic regional products and the human development index have a significant effect on the open unemployment rate in the short and long term. Population growth in the short term and the long term does not significantly affect the open unemployment rate. This research implies that the government needs to make policies to address response issues, and the government needs to pay attention to the quality of human resources to increase labor productivity. | |
| 37198 | 40044 | J1D019010 | PENGEMBANGAN FLIPBOOK MEMBACA TEKS EKSPLANASI DENGAN MODEL DRTA PADA KELAS VIII SMP/MTs | Penelitian ini bertujuan mengembangkan produk media pembelajaran flipbook untuk mengemas modul materi membaca teks eksplanasi menggunakan model pembelajaran DRTA bagi siswa kelas VIII SMP/MTs. Latar belakang penelitian ini adalah dibutuhkannya media pembelajaran yang interaktif guna mendukung kemampuan membaca pemahaman siswa terhadap teks eksplanasi. Bentuk penelitian ini yaitu research and development (R&D) dengan model analysis, design, development, implementation, and evaluation (ADDIE). Data yang digunakan adalah hasil analisis kebutuhan guru dan siswa, kerangka konseptual produk, hasil validasi ahli, hasil implemetasi, penilaian produk dan hasil belajar siswa. Teknik pengumpulan data yakni angket, observasi, studi dokumen, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan analisis data campuran (mix methode). Hasil penelitian ini, yaitu: (1) pengembanagn flipbook menggunakan aplikasi Flip PDF Proffesional dengan langkah analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi; (2) Hasil belajar siswa menggunakan flipbook mencapai batas KKM dengan nilai di atas 78. Penggunaan flipbook dengan waktu yang cukup menghasilkan hasil belajar lebih baik daripada siswa yang menggunakan flipbook dengan jam pelajaran khusus. Berdasarkan uraian tersebut, flipbook membaca teks eksplanasi layak digunakan dalam proses pembelajaran dengan jam pelajaran normal. | This study aims to develop flipbook learning media products to package material modules for reading explanatory texts using the DRTA learning model for class VIII students of SMP/MTs. The background of this research is the need for interactive learning media to support students' reading comprehension skills of explanatory texts. The form of this research is research and development (R&D) with analysis, design, development, implementation, and evaluation (ADDIE) models. The data used are the results of analysis of teacher and student needs, product conceptual framework, expert validation results, implementation results, product assessment and student learning outcomes. Data collection techniques namely questionnaires, observation, document study, and interviews. This study uses mixed data analysis (mix method). The results of this study are: (1) flipbook development using the Flip PDF Professional application with analysis, design, development, implementation, and evaluation steps; (2) The learning outcomes of students using flipbooks reach the KKM limit with scores above 78. The use of flipbooks with sufficient time produces better learning outcomes than students who use flipbooks with special lesson hours. Based on this description, flipbooks for reading explanatory texts are appropriate for use in the learning process during normal class hours. | |
| 37199 | 40046 | C1A018033 | Bagaimanakah Preferensi Mahasiswa Terhadap Magang? Kajian di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman | Perubahan kurikulum memaksa perguruan tinggi untuk melakukan penghitungan dan menganalisis resiko yang ekstensif. Oleh karena itu, diperlukan inovasi untuk mendukung efisiensi dan efektivitas sistem pendidikan di kampus agar berjalan dengan baik. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menciptakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di mana salah satu programnya adalah Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh insentif, lokasi, dan brand perusahaan secara simultan dan parsial terhadap preferensi mahasiswa FEB Unsoed untuk mengikuti magang MBKM. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif FEB Unsoed angakatan 2019 sejumlah 686 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling dengan menggunakan rumus taro yamane dengan presisi yang ditetapkan sebesar 10% diperoleh sampel sebanyak 90 responden. teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan melakukan wawancara langsung berdasarkan kuesioner terhadap responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan regresi logistik dengan bantuan software IBM SPSS 26 menyatakan bahwa : (1) Insentif, lokasi, dan brand perusahaan secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap preferensi mahasiswa FEB Unsoed untuk mengikuti magang MBKM, (2) Insentif memiliki pengaruh positif terhadap preferensi mahasiswa FEB Unsoed untuk mengikuti magang MBKM, (3) Lokasi memiliki pengaruh positif terhadap preferensi mahasiswa FEB Unsoed untuk mengikuti magang MBKM, (4) Brand perusahaan memiliki pengaruh positif terhadap preferensi mahasiswa FEB Unsoed untuk mengikuti magang MBKM. | Curriculum changes forced universities to carry out extensive risk calculations and analysis. Therefore, innovation is needed to support the efficiency and effectiveness of the education system on campus so that it runs well. The Ministry of Education and Culture created the Free Campus Independent Learning (MBKM) program where one of the programs is Internship and Certified Independent Study (MSIB). The purpose of this study was to simultaneously and partially analyze the effect of incentives, location, and company brand on the preferences of FEB Unsoed students to take part in the MBKM internship. The population in this study were active students of FEB Unsoed class of 2019 with a total of 686 students. The sampling technique used proportionate stratified random sampling using the Taro Yamane formula with a precision set at 10% to obtain a sample of 90 respondents. data collection technique used is to conduct direct interviews based on questionnaires to respondents. Based on the results of research and data analysis using logistic regression with the help of IBM SPSS 26 software, it states that: (1) Incentives, location, and company brand together have an influence on the preferences of FEB Unsoed students to take part in MBKM internship, (2) Incentives have an influence positive effect on the preferences of FEB Unsoed students to take part in the MBKM internship, (3) Location has a positive influence on the preferences of FEB Unsoed students to take part in the MBKM internship, (4) Company brand has a positive influence on the preferences of FEB Unsoed students to take part in the MBKM internship | |
| 37200 | 40047 | I1D018014 | FORMULASI MI BASAH SUBSTITUSI TEPUNG BAYAM MERAH DAN KACANG HIJAU SEBAGAI MAKANAN ALTERNATIF TINGGI ZAT BESI REMAJA PUTRI ANEMIA | Anemia defisensi besi adalah kondisi kurangnya sel darah merah akibat kekurangan zat besi. Anemia defisiensi besi dapat dicegah dengan pemanfaatan bayam merah dan kacang hijau menjadi mi basah untuk meningkatkan asupan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung bayam merah dan kacang hijau terhadap hedonik, mutu hedonik, dan kadar zat besi mi basah. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) 6 formula dan 4 kali ulangan. Perlakuan tepung terigu : tepung bayam merah : tepung kacang hijau P0 = 100%:0:0; P1 = 50%:40%:10%; P2 = 50%:35%:15%; P3 = 50%:30%:20%; P4 = 50%:25%:25%; P5 = 50%:20%:30%. Hasil uji organoleptik dianalisis dengan uji Friedman dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range, kadar zat besi dengan uji ANOVA. Formula terbaik menggunakan metode indeks efektivitas. Substitusi tepung bayam merah dan kacang hijau berpengaruh signifikan terhadap hedonik dan mutu hedonik mi basah, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar zat besi. Konsumsi 200g mi basah formula P3 dapat memenuhi 86,78% kebutuhan zat besi sehari remaja putri. | Iron deficiency anemia is a condition characterized by a lack of red blood cells due to iron deficiency. Iron deficiency anemia can be prevented by adding red spinach and green beans to wet noodles to increase iron intake. This study aims to determine the effect of red spinach and mung bean flour substitution on the hedonic value, hedonic quality, and iron content of wet noodles. This study used a completely randomized design with 6 formulas and 4 replications. Treatment of wheat flour : red spinach flour : green bean flour P0 = 100%:0:0; P1 = 50%:40%:10%; P2 = 50%:35%:15%; P3 = 50%:30%:20%; P4 = 50%:25%:25%; P5 = 50%:20%:30%. The analysis of the organoleptic test with the Friedman test continued with the Duncan's Multiple Range test, iron levels with the ANOVA test. The best formula uses the effectiveness index method. Substitution of red spinach and mung bean flour had a significant effect on the hedonic and hedonic quality of wet noodles, but did not have a significant effect on iron levels. The best formula P3 contains 74.51% water, 1.13% ash, 6.41% protein, 2.41% fat, 9.77% carbohydrates, 86.80% energy and 7.81mg/100g iron. Consumption of 200g of formula P3 wet noodles can provide 86.78% of the daily iron needs of anemic adolescent girls. |