Artikelilmiahs

Menampilkan 37.241-37.260 dari 48.977 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3724140077H1E018042Perancangan Proses Produksi Kursi Dan Meja Makan Berbahan Dasar
Holzewig Menggunakan Metode Design For Manufacturing And
Assembly
Potensi yang baik dari produk Holzewig yang menyerupai fungsi kayu, PT. Pracetak Bangun Indonesia berencana membuat produk jadi siap pakai untuk masyarakat umum. karena terdapat beberapa kendala dalam proses produksi seperti desain produk, proses pembuatan produk, proses perakitan hingga biaya yang dibutuhkan, diperlukan proses perencanaan dan desain. salah satu yang dapat digunakan untuk menentukan pilihan proses produksi yaitu metode Design For Manufacture And Assembly (DFMA) dan Activity-Based Costing (ABC) untuk menghitung harga pokok produksi. Dengan menggunakan metode DFMA untuk mencari usulan proses produksi didapatkan usulan proses produksi untuk pembuatan kursi dan meja makan berbahan holzewig. Usulan proses produksi yang didapatkan tidak jauh berbeda dengan proses pembuatan satu set kursi dan meja makan berbahan kayu, hanya saja ada beberapa perbedaan yang disebabkan perbedaan bahan yang digunakan sehingga jenis alat dan bahan perakitannya juga berbeda. Biaya produksi yang diperoleh untuk pembuatan satu set kursi dan meja yang terdiri dari 2 kursi dan 1 meja adalah Rp 992,950.23.The good potential of Holzewig products which resemble the function of wood, PT. pracetak Bangun Indonesia plans to make finished products ready for use by the general public. because there are several constraints in the production process such as product design, product manufacturing process, assembly process to the required costs, planning and design processes are needed. one that can be used to make production process choices, namely the Design For Manufacture And Assembly (DFMA) and Activity-Based Costing (ABC) methods for calculating the cost of production. By using the DFMA method to find proposals for the production process, the process of making a design proposal is not much different from the process of making a set of chairs and a dining table made of wood, it's just that there are some differences due to the different materials used so that the types of tools and assembly materials are different. The cost of production obtained for making a set of chairs and tables consisting of 2 chairs and 1 table is IDR 992,950.23.
3724240078H1E018022Perencanaan Dan Pengendalian Persediaan Obat Golongan Antibiotik Dengan Menggunakan Metode Multi Unit Spares Inventory Control – Three Dimensional Approach (MUSIC 3D)
RS XYZ merupakan salah satu rumah sakit ibu dan anak di Purbalingga. Dalam perencanaan persediaan obatnya, RS XYZ menggunakan metode konsumsi dan pengendaliannya dengan kartu stock, buku defekta dan stock opname. Terdapat lebih dari 10 golongan obat yang perlu diperhatikan kebijakan persediaannya dan golongan antibiotik menjadi salah satu perhatian karena setiap minggu dilakukan pembelian dan cukup sering dilakukan pengadaan cito karena persediaan tidak memenuhi permintaan. Dengan banyaknya obat yang harus diperhatikan, rumah sakit belum pernah melakukan penentuan prioritas perencanaan dan pengendalian persediaan. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan MUSIC 3D yang merupakan metode pengklasifikasian persediaan untuk menentukan karakteristik dan prioritas persediaan. Pendekatan yang digunakan adalah ABC, FSN, dan VED. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dihasilkan 10 kategori persediaan beserta kebijakan dan prioritasnya. Prioritas pertama menggunakan continuous review (s,S) dan periodic review (R,s,S) untuk prioritas kedua. Kedua usulan metode perencanaan persediaan dapat meningkatkan nilai TOR dan menekan jumlah obat yang dibeli.XYZ Hospital is a mother and child hospital in Purbalingga. In planning its drug supply, XYZ Hospital uses the method of consumption and control with stock cards, defect books and stock taking. There are more than 10 drug classes whose supply policy needs to be considered and the antibiotic class is one of the concerns because purchases are made every week and cito is quite often procured because supply does not meet demand. With so many drugs to pay attention to, hospitals have never done priority care inventory planning and control. Therefore, this study uses MUSIC 3D which is a method of classifying inventory to determine inventory characteristics and priorities. The approach used is ABC, FSN, and VED. Based on the research that has been done, 10 categories of equipment and their policies and priorities have been produced. The first priority uses continuous review (s,S) and periodic review (R,s,S) for the second priority. The second method of inventory planning can increase the TOR value and reduce the number of drugs purchased.
3724340068J1B019018KODE SEMIK DALAM CERPEN SIAPA NAMAMU, SANDRA? KARYA NORMAN ERIKSON PASARIBUPenelitian ini membahas cerpen Siapa Namamu, Sandra? karya Norman Erikson Pasaribu yang mengisahkan tentang perjalanan seorang ibu yang
mengalami kedukaan sesudah kematian anak tunggalnya. Cerpen tersebut memuat psikologis tokoh utama dan suasana atmosferik, tempat, atau objek. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini difokuskan untuk mengidentifikasi leksia-leksia yang dikategorikan sebagai kode semik dalam kajian semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi atau konten. Hasil penelitian menemukan 14 leksia kode semik. Adapun pemaknaan leksia-leksia tersebut menghasilkan 3 makna yang diperoleh dengan bantuan teori Psikoanalisis Jacques Lacan. Tiga makna tersebut yaitu kebahagiaan sebagai permintaan (demand), nama sebagai identitas, dan kehilangan. Makna-makna yang diperoleh menggambarkan fase ketidakutuhan dalam diri tokoh utama. Oleh karena itu, cerpen Siapa Namamu, Sandra? dapat dijadikan sebagai pembalajaran.
This research analyses a short story entitled Siapa Namamu, Sandra? by Norman Erikson Pasaribu. The story tells about the mourning journey of a mother after the death of her only child. This story contains psychological state of the main character and the atmospheric atmosphere, place, or object. Because of the reason, this research focuses on identifying lexias which categorized as semic code in Roland Barthes’ semiotic study. The method of this research is descriptive qualitative method. The data collection technique used is reading and note-taking. This research used content analysis as the data analysis technique. The result found there are 14 semic code lexias. With the psychoanalysis theory of Jacques Lacan, the meaning of those lexias can be categorized into 3 different meanings. There are happiness as demand, name as identity, and loss. The meanings describe the phase of incompleteness inside the main character’s self. In conclusion, the short story entitled Siapa Namamu, Sandra? can be used as a life lesson.
3724440079C1G019035Factors Affecting the Production of Paddy Rice Farming in Pataruman District, Banjar CityKecamatan Pataruman merupakan salah satu kecamatan penghasil produksi terbesar dengan rata-rata produktivitas/luas tanam tertinggi yang ada di Kota Banjar, namun sebagian besar usahatani padi sawah belum mampu memproduksi padi sesuai standar budidayanya sehingga menyebabkan produksi usahatani kurang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh benih, pupuk, tenaga kerja, luas lahan, umur, dan pendidikan terhadap produksi pada usahatani padi sawah di Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa benih, pupuk, luas lahan, dan pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi padi sawah, sedangkan tenaga kerja dan umur tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi padi sawah di Kecamatan Pataruman, Kota Banjar.Pataruman is one the largest producing districts with the highest average productivity/planting area in Banjar City, but most rice paddy farmers have yet to be able to produce rice according to their cultivation standards, causing suboptimal agricultural production. This study aims to analyze the effect of seeds, fertilizers, labor, land area, age, and education on production in paddy rice farming in Pataruman District, Banjar City. Technical data analysis using multiple linear regression of Cobb-Douglass functions. Based on the results of research and data analysis shows that seeds, fertilizers, land area, and education have a positive and significant effect on rice production, while labor and age does not have a significant effect on rice production in Pataruman District, Banjar City.
3724540080I1A017048FAKTOR-FAKTOR RISIKO DAN POLA SEBARAN PNEUMONIA PADA BALITA DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMASLatar Belakang: Pneumonia merupakan iritasi atau peradangan pada salah satu paru atau keduanya yang disebabkan oleh bakteri, virus maupun jamur. Penyakit pneumonia sebagian besar menginfeksi anak-anak dan bayi. Di Kabupaten Banyumas, realisasi penemuan penderita pneumonia pada balita pada tahun 2019 sebanyak 77,8%. Analisis faktor risiko dan spasial dapat memberi informasi mengenai penyebab pneumonia, gambaran kondisi lingkungan dan pola sebaran kasus.
Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan desain kasus kontrol. Populasi kasus adalah balita yang menderita pneumonia yang tinggal di Kecamatan Sumbang dan populasi kontrol adalah balita yang tidak menderita pneumonia yang tinggal di Kecamatan Sumbang. Sampel pada penelitian ini sebanyak 110 responden dengan cara Consecutive Sampling. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara, pengukuran dan pengambilan titik koordinat rumah penderita. Analisis data menggunakan SPSS, ArcGIS, dan SaTscan dengan analisis univariat, analisis bivariat dan analisis spasial.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara ASI eksklusif (p-value=0,000), riwayat imunisasi (p-value=0,049), pencahayaan (p-value=0,000), kelembaban (p-value=0,012), pendidikan orang tua (p-value=0,000) , dan pendapatan orang tua (p-value=0,022) dengan kejadian pneumonia pada balita. Pola sebaran kasus pneumonia pada balita berdistribusi berkelompok yaitu terdapat 1 cluster primer dan 6 cluster sekunder serta jarak rumah responden dengan fasilitas pelayanan kesehatan pada radius 2 km.
Kesimpulan: Balita dengan ASI tidak eksklusif, riwayat imunisasi tidak lengkap, pencahayaan rumah tidak memenuhi syarat, kelembaban rumah tidak memenuhi syarat, pendidikan orang tua rendah, dan pendapatan orang tua rendah meningkatkan kejadian pneumonia balita serta sebaran kasus berdistribusi berkelompok.
Background: Pneumonia is irritation or inflammation of one or both lungs caused by bacteria, viruses or fungi. Pneumonia mostly infects children and infant. In Banyumas regency the realization of toddler pneumonia sufferers in 2019 was 77,8%. Risk factor and spatial analysis can provide information about the causes of pneumonia, description of environmental conditions and distribution patterns of cases.
Method: Analytic quantitative research with a case-control design. The case population is toddlers who have suffered from pneumonia who live in Sumbang District and the control population is toddlers who do not suffered from pneumonia who live in Sumbang District. The sample in this study was 110 respondents with Consecutive Sampling method. Data collection was carried out by interviewing, measuring and taking coordinates of the patient’s house. Data analysis used SPSS, ArcGIS and SaTscan tools with univariate analysis, bivariate analysis and spatial analysis.
Results: The results of the study showed that there was a relationship between exclusive breastfeeding (p-value=0,000), history of immunization (p-value=0,049), lighting (p-value=0,000), humidity (p-value=0,012), parental education (p-value=0,000) , and parental income (p-value=0,022) with the incidence of pneumonia in toddlers. The distribution patterns of pneumonia cases in toddlers is distributed in groups, there is 1 primary cluster and 6 secondary cluster and the distance of the respondent’s house from health care facilities at a radius of 2 km.
Conclusion: Toddlers with non-exclusive breastfeeding, incomplete immunization history, inadequate home lighting, inadequate home humidity, low parental education increase the incidence of pneumonia in toddlers and the distribution of cases is distributed in groups.
3724640081C1A019036Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Literasi Keuangan UMKM Kota TangerangTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pendapatan, tingkat pendidikan, jenis kelamin, usia, dan lama usaha terhadap tingkat literasi keuangan pelaku UMKM Kota Tangerang. Penelitian ini mengunakan metode penelitian kuantitatif dengan sampel sebanyak 100 pelaku usaha yang terbagi ke dalam 11 kecamatan Kota Tangerang, yaitu Tangerang, Batuceper, Larangan, Karawaci, Cibodas, Cipondoh, Pinang, Ciledug, Karang Tengah, Neglasari, dan Periuk dengan Proportionate Stratified Random Sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda.
Berdasarkan analisis yang dilakukan menggunakan SPSS, maka diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Indeks literasi keuangan pelaku UMKM Kota Tangerang rata-rata sebesar 76,15 persen, (2) Pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat literasi keuangan, (3) Tingkat pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat literasi keuangan, (4) Jenis kelamin tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat literasi keuangan, (5) Usia berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap tingkat literasi keuangan, (6) Lama usaha berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap tingkat literasi keuangan.
Implikasi dari penelitian ini adalah, UMKM dapat meningkatkan tingkat literasi keuangan dengan membuat pencatatan keuangan digital berbasis akuntansi setiap bulan dan meningkatkan kemampuan beradaptasi dengan teknologi keuangan. Dinas UMKM Kota Tangerang dapat menyelenggarakan lebih banyak pelatihan literasi keuangan dan meningkatkan akses UMKM terhadap teknologi dan produk dan layanan keuangan untuk meningkatkan tingkat literasi keuangan UMKM di Kota Tangerang sehingga UMKM dapat mencapai kesejahteraan ekonomi.
Kata Kunci: UMKM, literasi keuangan, pendapatan, tingkat pendidikan.
The purpose of this study is to analyze the effects of income, educational level, gender, age, and length of business on the financial literacy level of MSMEs in Tangerang City. This study used quantitative methods and used Proportionate Stratified Random Sampling as the sampling technique with 100 MSMEs as a sample. This research located at 11 subdistrics in Tangerang City, they are, Tangerang, Batuceper, Larangan, Karawaci, Cibodas, Cipondoh, Pinang, Ciledug, Karang Tengah, Neglasari, and Periuk. This study used Multiple Linear Regression as an analysis technique.
Based on the analysis using the SPSS application, the results of this study are: (1) Financial literacy index of MSMEs in Tangerang City has an average 76,15 percent, (2) Income has a positive and significant influence on financial literacy level on MSMEs in Tangerang City, (3) Education level has a positive and significant influence on financial literacy level, (4) Gender has no significant infiluence on financial literacy level, (5) Age has a positive and significant influence on financial literacy level, (6) The length of business has a positive and significant influence on financial literacy level.
The implication of this study is, MSMEs can increase their financial literacy level by making digital financial records monthly and increase their ability to adapt to financial technology. Cooperatives and Small and Medium Enterprise Office can conduct more financial literacy workshops and increase MSMEs’ access to technology and financial product and services to increase the financial literacy level of MSMEs in Tangerang City so MSMEs can reach economic welfare.
Keywords: MSMEs, financial literacy, income, educational level.
3724739660D1A019003KONVERSI PAKAN DAN INCOME OVER FEED COST AYAM BROILER PADA PENGGUNAAN BIOPEPTIDA EKSTRAK CEKER AYAM YANG DIHIDROLISIS DENGAN ENZIM PAPAINPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan biopeptida ekstrak ceker ayam yang dihidrolisis dengan enzim papain terhadap konversi pakan dan income over feed cost serta mengkaji level paling optimal penggunaan biopeptida ekstrak ceker ayam jika ditinjau dari konversi pakan dan income over feed cost. Materi penelitian yang digunakan adalah Day Old Chick (DOC) ayam broiler sebanyak 200 ekor dengan strain CP 707. Penelitian yang dilakukan menggunakan 4 perlakuan ulangan dengan unit percobaan 9 ekor dan replacement 20 ekor menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diberikan yaitu P0= pakan basal, P1=pakan basal + 2% peptida bioaktif, P2= pakan basal + 4% peptida bioaktif, dan P3= pakan basal + 6% peptida bioaktif. Hasil identifikasi menunjukkan konversi pakan pada perlakuan P0, P1, P2 dan P3 beturut-turut 2,35; 2,27 ; 2,28; dan 2,01 dan income over feed cost (IOFC) menunjukkan rataan berturut-turut P0, P1, P2, dan P3 yaitu yaitu 1.625,17; 1.885,57; 1.482.38; dan 4.044,80. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan penambahan biopeptida esktrak ceker ayam berpengaruh sangat nyata terhadap konversi pakan dan income over fedd cost (P<0,01). Hasil uji beda nyata menunjukkan perlakuan P0, P1, dan P2 menunjukkan berbeda sangat signifikan dengan perlakuan P3. Hasil uji orthogonal polynomial menunjukkan respon garis kubik. Level pemberian biopeptida optimum ditinjau dari konversi pakan dan income over feed cost adalah 2,71-3,68%. Kesimpulan dari penelitian penggunaan biopeptida ekstrak ceker ayam yang dihidrolisis dengan enzim papain pada pakan mampu menurunkan nilai konversi pakan dan meningkatkan income over feed cost.This study aims to examine the effect of the use of chicken feet extract biopeptides hydrolyzed with papain enzyme on feed conversion ratio and income over feed cost and examine the most optimal level of use of chicken feet extract biopeptides when viewed from feed conversion ratio and income over feed cost. The research material used was Day Old Chick (DOC) broiler chickens as many as 200 heads with strain CP 707. The study was conducted using 4 repeat treatments with 9 experimental units and 20 replacement using the Complete Randomized Design (RAL) method. The treatment given is P0 = basal feed, P1 = basal feed + 2% bioactive peptides, P2 = basal feed + 4% bioactive peptides, and P3 = basal feed + 6% bioactive peptides. The identification results showed feed conversion ratio in P0, P1, P 2 and P3 treatments of2.35 respectively; 2,27 ; 2,28; and 2.01 and income over feed cost (IOFC) shows the consecutive average of P0, P 1, P2, and P3 which is 1,625.17; 1.885,57; 1.482.38; and 4,044.80. The results of the variety analysis showed that the treatment of adding chicken feet extract biopeptides had a very real effect on feed conversion ratio and income over fedd cost (P<0.01). The results of the real difference test showed that the treatment of P0, P1, and P2 showed very significant difference with the treatment of P3. Polynomial orthogonal test results show cubic line response. The optimum level of biopeptide administration in terms of feed conversion ratio and income over feed cost is 2.71-3.68%. The conclusion of the study was that the use of chicken feet extract biopeptides hydrolyzed with papain enzyme in feed was able to reduce feed conversion ratio value and increase income over feed cost.
3724840082C1A019104ANALISIS PENGARUH TRANSAKSI UANG ELEKTRONIK (E-MONEY) TERHADAP INFLASI DI INDONESIA DENGAN JUMLAH UANG BEREDAR SEBAGAI VARIABEL MODERASIPembayaran non tunai dalam beberapa tahun terakhir banyak diminati oleh masyarakat sebab lebih praktis dan aman serta salah satu faktor utamanya karena dorongan dari pemerintah mengenai Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Salah satu pembayaran non tunai yang sedang trend di masyarakat yaitu uang elektronik (e-money). Adanya dorongan penggunaan e-money membuat daya beli masyarakat meningkat sehingga dapat mempengaruhi kenaikan harga. Penggunaan e-money akan menyebabkan terciptanya uang giral. Salah satu faktor utama penyebab inflasi yaitu jumlah uang beredar yang semakin meningkat.
Penelitian ini bertujuan yaitu untuk menganalisis pengaruh volume e-money, nominal e-money, dan jumlah uang beredar terhadap inflas di Indonesia. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data time series bulanan pada rentang waktu 2016-Juli 2022, serta data sekunder bersumber dari Badan Pusat Statistik dan Bank Indonesia. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Autoregressive Distributed Lag (ARDL).
Hasil penelitian ini yaitu : (1) Variabel volume e-money berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi dan pengaruh tersebut membutuhkan lag satu bulan. (2) Variabel nominal e-money berpengaruh negatif dan signifikan terhadap inflasi dan pengaruh tersebut membutuhkan lag satu bulan. (3) Variabel jumlah uang beredar (M1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi (4) Variabel e-money, nominal e-money dan jumlah uang beredar secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap inflasi. (5) Variabel jumlah uang beredar mampu memoderasi yaitu memperkuat pengaruh variabel volume e-money terhadap inflasi dan pengaruh moderasi tersebut membutuhkan waktu lag satu bulan. (6) Variabel jumlah uang beredar mampu memoderasi yaitu memperlemah pengaruh variabel nominal e-money terhadap inflasi dan pengaruh moderasi tersebut membutuhkan waktu lag satu bulan.
Non-cash payments in recent years have been in great demand by the public because they are more practical and safe and one of the main factors is the encouragement from the government regarding the National Non-Cash Movement (GNNT). One of the non-cash payments that is currently trending in society is Electronic Money (E-Money). The encouragement of using e-money increases people's purchasing power so that it can affect price increases. The use of e-money will lead to the creation of demand deposits. One of the main factors causing inflation is the increasing amount of money in circulation. This study aims to analyze the effect of e-money volume, e-money nominal, and the amount of money in circulation on inflation in Indonesia. This type of research is a quantitative research. The data used in this study are monthly time series data in the 2016-July 2020 timeframe, as well as secondary data sourced from the Central Bureau of Statistics and Bank Indonesia. The data analysis technique used in this study is Autoregressive Distributed Lag (ARDL).
The results of this study are: (1) The e-money volume variable has a positive and significant effect on inflation and this effect requires a one-month lag. (2) The nominal e-money variable has a negative and significant effect on inflation and this effect requires a one-month lag. (3) The money supply variable (M1) has a positive and significant effect on inflation (4) The e-money variables, electronic money nominal and money supply together have a significant effect on inflation. (5) The money supply variable is capable of moderating, namely strengthening the effect of the e-money volume variable on inflation and the moderating effect requires a one-month lag. (6) The variable amount of money in circulation is capable of moderating, namely weakening the effect of the nominal variable of electronic money on inflation and the moderating effect requires a one-month lag.
3724940083E1A019164PENYELESAIAN SENGKETA MELALUI
MEDIASI TERHADAP KEPEMILIKAN TANAH BERSERTIPIKAT GANDA DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN BANYUMAS
Dalam pertanahan, untuk menjamin kepastian hukum terhadap kepemilikan hak atas tanah, Pemerintah mengadakan pendaftaran tanah di seluruh wilayah Indonesia yang akhir dari proses pendaftaran tanah ini lahirnya sertipikat sebagai tanda bukti hak dan sebagai alat pembuktian yang kuat. Pendaftaran tanah di Indonesia memiliki sistem negatif yang kekurangannya yaitu sertipikat yang diterbitkan dapat dibantah dengan memberikan bukti yang kuat. Dalam pelaksanaannya pada penelitian ini, sistem negatif ini memunculkan sertipikat ganda yang menimbulkan sengketa, sehingga peneliti bermaksud untuk mengkaji penyelesaian sengketa kepemilikan hak atas tanah bersertipikat ganda melalui mediasi oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Banyumas dan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan mediasi tersebut. Metode pendekatan yang digunakan untuk penelitian ini adalah yuridis empiris dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data primer yaitu hasil wawancara dengan pihak Kantor Pertanahan Kabupaten Banyumas dan data sekunder yang bersumber dari studi kepustakaan dan perundang-undangan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan pendekatan kualitatif, diolah dengan analisis teoritik yang seluruhnya akan disajikan dalam bentuk teks naratif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan mediasi di Kantor Pertanahan Kabupaten Banyumas dilaksanakan sesuai Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Nomor 21 Tahun 2020 tentang Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pertanahan, meskipun tidak mengatur secara luas dan detail, namun faktor yang sangat mempengaruhi pelaksanaan mediasi di Kantor Pertanahan Kabupaten Banyumas yaitu Faktor Undang-undang, Faktor Penegak Hukum dan Faktor Masyarakat. Faktor Undang-undang yaitu kurangnya peraturan yang mengatur tentang mediasi, Faktor Penegak hukum yaitu mengarah pada keahlian/kemampuan mediator sedangkan faktor masyarakat adalah kemauan pihak untuk menyelesaikan masalah dengan mediasi. In Land affairs, to guarantee legal certainty regarding the ownership of land rights, the Government conducts land registration throughout Indonesia, at the end of the land registration process a certificate is issued as proof of rights and as a strong means of proof. Land registration in Indonesia has a negative system, the drawback is that certificates issued can be refuted by providing strong evidence. In it’s implementation in this study, this negative system gave rise to multiple certificates which gave rise to disputes, so the researcher intends to examine the settlement of disputes over ownership of dual certificated land rights through mediation by the Banyumas Regency Land Office and the factors that influence the implementation of this mediation. The approach method used for this research is empirical juridical with descriptive-analytical research specifications. The data used are primary, namely the results of interviews with the Banyumas District Land Office, and secondary data sourced from literature and legislation studies. The data obtained is then analyzed using a qualitative approach, processed with theoretical analysis which will all be presented in the form of narrative text. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the implementation of mediation at the Banyumas Regency Land Office is carried out following the Regulation of the Minister of Agrarian Affairs and Spatial Planning/National Land Agency Number 21 of 2020 concerning Handling and Settlement of Land Cases, although it doesn’t regulate broadly and detail, but the factor that really influence the implementation of mediation at the Banyumas Regency Land Office were Legal Factors, Law Enforcement Factors and Community Factors. Legal Factors which is that many some rules not in detailed. Law enforcement meant are that mediator’s skills and abilities to lead the mediation sesson whereas the Community Factors is about willingness of the parties to resolved the issue by mediation.
3725040084B1A018023Prevelensi Dan Intensitas Ektoparasit Pada Benih Ikan Gurami ( Osphronemus goramy Lac.) Yang di Pasarkan di Pasar Ikan Purwonegoro BanjarnegaraIkan gurami (Osphronemus gouramy) merupakan ikan asli dari Indonesia yang sudah tersebar ke seluruh perairan di Asia Tenggara serta Cina. Ektoparasit yang menyerang jenis ikan, pada umumnya dari kelompok Protozoa (genus Zoothamnium, Epistylis, Vorticella, dan Carchesium). Bagian luar yang sering terinfeksi ektoparasit yakni sirip, insang dan kulit insang yang terinfeksi biasanya memiliki warna yang pucat dan produksi lendir yang berlebihan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis ektoparasit yang ditemukan pada benih ikan gurami (Osphronemus gourami) dan mengetahui nilai prevalensi intensitas ektoparasit yang menginfeksi ikan gurami (Osphronemus gouramy Lac.).
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan teknik random sampling. Jumlah total ikan sampel 100 ekor dilakukan dengan 3 kali pengambilan. Pemeriksaan ikan dan identifikasi ektoparasit dilakukan di Laboratorium Entomologi dan Parasitologi Fakultas Biologi Unsoed. Variabel yang diamati adalah prevelensi dan intensitas ektoparasit.
Hasil penelitian pada benih ikan gurame ditemukan empat jenis ektoparasit yaitu Trichodina sp., Dactylogyrus sp., Gyrodactylus sp., dan Epistylis sp. Prevelensi pada benih ikan gurami Trichodina sp., 22% Dactylogyrus sp., 2% Gyrodactylus sp. 4% dan Epiytilis sp. 2%. Nilai intensitas pada Trichodina sp. 8,90 ind/ekor Dactylogyrus sp., 1 ind/ekor, Gyrodactylus sp. 1,75 ind/ekor dan Epiytilis sp. 3 ind/ekor.
Gouramy (Osphronemus gouramy Lac.) is a native fish from Indonesia which has spread throughout Southeast Asia and China. Ectoparasites that attack fish species, generally from the Protozoa group (genus Zoothamnium, Epistylis, Vorticella, and Carchesium). The outer parts that are often infected with ectoparasites, namely infected fins, gills and gill skin, usually have a pale color and excessive mucus production. The purpose of this study was to determine the type of ectoparasites found in gourami (Osphronemus gouramy Lac.) fry and to determine the prevalence value of the intensity of ectoparasites that infect gouramy (Osphronemus gouramy Lac.).
The method used in this research is survey method using random sampling technique. The total number of fish sampled was 100 fish taken 3 times. Examination of fish and identification of ectoparasites were carried out at the Entomology and Parasitology Laboratory, Faculty of Biology, Unsoed. The variables observed were the prevalence and intensity of ectoparasites.
The results of research on gouramy seeds found four types of ectoparasites namely Trichodina sp., Dactylogyrus sp., Gyrodactylus sp., and Epistylis sp. Prevalence in gouramy seeds Trichodina sp., 22% Dactylogyrus sp., 2% Gyrodactylus sp. 4% and Epiytilis sp. 2%. Intensity values for Trichodina sp., 14.9 ind/head Dactylogyrus sp., 1 ind/head, Gyrodactylus sp. 1.75 ind/head and Epiytilis sp. 3 ind/head.
3725140085J1B018058Penyebab Terjadinya Variasi Bahasa Pada Interaksi Jual Beli di Pasar Wage: PurwokertoPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya penggunaan variasi bahasa pada peristiwa tutur interaksi jual beli di Pasar Wage, Purwokerto dengan menggunakan pendekatan sosiolinguistik. Jenis penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif, metode penelitian menggunakan metode simak dan teknik lanjutan yaitu catat. Hasil penelitian menyatakan bahwa pengaruh menggunaan bahasa yaitu karena faktor sosial. Faktor sosial tersebut terdiri dari status sosial, tingkat pendidikan, umur, jenis kelamin dan tingkat ekonomi. Pemakaian bahasa Jawa dominan digunakan oleh penjual yang berpendidikan SD dengan usia yang relatif tua 45 tahun keatas. Sedangkan penjual yang memiliki latar belakang pendidikan SMA tidak hanya menggunakan bahasa Jawa tetapi juga menggunakan bahasa Indonesia. Mereka juga dapat membedakan dan berkomunikasi dengan para pembeli dengan penggunaan bahasa yang lebih bervariasi. Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam bidang Sosiolinguistik.
This study aims to describe the factors that influence the occurrence of the use of language variations in the speech events of buying and selling interactions in Pasar Wage, Purwokerto by using a sociolinguistic approach. The type of research used is descriptive qualitative, the research method uses the listening method and the advanced technique is note taking. The results of the study state that the effect of using language is due to social factors. These social factors consist of social status, education level, age, gender and economic level. The dominant use of the Javanese language is used by sellers with elementary school education and relatively old ages of 45 years and over. Meanwhile, sellers who have a high school education background do not only use Javanese but also use Indonesian. They can also differentiate and communicate with buyers using a wider variety of languages. This research can be used as teaching material in the field of Sociolinguistics.
3725240086F1A018012STRATEGI BERTAHAN HIDUP MAHASISWA BATAK PERANTAUAN DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi mahasiswa Batak perantauan dalam
menghadapi masalah yang dialami selama mengikuti studi di Universitas Jenderal
Soedirman (Unsoed). Metode penelitian yang digunakan adalah deskripsi kualitatif.
Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive). Sasaran penelitian ini adalah
mahasiswa Batak asli (kedua orang tuanya suku Batak) atau campuran (ayahnya suku
Batak) yang kuliah di Unsoed. Penelitian ini menggunakan model analisis interaktif untuk
menganalisis data (interactive models of analysis).
Hasil penelitian menemukan karakteristik sosial budaya mahasiswa Batak perantauan
yang mengikuti studi di Universitas Jenderal Soedirman memiliki sifat mandiri, disiplin,
ceplas-ceplos, berkata apa adanya dan intonasi nada cukup tinggi. Para informan
mengalami beberapa permasalahan yaitu homesick, kesulitan bahasa, kesulitan
berinteraksi sosial dan perbedaan rasa makanan dari asin dan pedas ke manis. Kemudian
penyesuaian diri dilakukan dengan bahasa, menyesuaikan diri dengan aturan, mengelola
keuangan dan perubahan perilaku dalam proses penyesuaian diri.
Kata Kunci: strategi bertahan hidup, mahasiswa peratauan, suku Batak, pulau Jawa,
karakteristik sosial budaya
This study aims to determine the strategies of overseas Batak students in dealing with
problems experienced while studying at Jenderal Soedirman University (Unsoed). The
research method used is a qualitative description.
The research location was chosen purposively. The target of this research is Batak students
(both parents are Batak) or mixed (father is Batak) who study at Unsoed. This study uses an
interactive model of analysis to analyze the data (interactive models of analysis).
The results of the study found that the socio-cultural characteristics of overseas Batak
students who studied at Jenderal Soedirman University were independent, disciplined, spoke
out loud, spoke plainly and had a fairly high intonation. The informants experienced several
problems, namely homesickness, language difficulties, difficulties in social interaction and
differences in food taste from salty and spicy to sweet. Then adjustment is made with
language, adjusting to rules, managing finances and changing behavior in the process of
adjustment.
Keywords: survival strategies, university students, Batak tribe, Java Island, socio-cultural
characteristics
3725340088E1A019027UPAYA DIVERSI DALAM PENYELESAIAN PERKARA TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN DENGAN PELAKU ANAK (Studi Polres Kabupaten Purworejo)Penganiayaan yang dilakukan oleh anak adalah tindak pidana yang saat ini sedang marak terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Purworejo. Salah satu upaya yang ditempuh dalam penanganan tindak pidana anak yaitu dengan upaya diversi. Diversi merupakan pengalihan penyelesaian perkara anak dari sistem peradilan pidana ke luar sistem peradilan pidana dan wajib diupayakan mulai tingkat penyidikan sampai tingkat pemeriksaan di pengadilan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis dengan sepesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian di Polres Purworejo dan metode pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara. Metode penentuan informan menggunakan teknik Purposive Sampling dan Snowball Sampling. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder sedangkan metode analisis secara kualitatif yakni Content Analysis Methode. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan upaya diversi di Polres Purworejo sudah dilaksanakan dengan cara musyawarah antara pelaku atau korban yang didampingi orang tua atau wali, dihadiri BAPAS, PEKSOS, Tokoh Masyarakat dan Pemuka Agama dan tidak dilakukannya penahanan yang diawali dengan analisis terhadap pemenuhan syarat diversi. Pelaksanaan upaya diversi di Polres Purworejo belum sepenuhnya berhasil dilaksanakan, karena masih ada pihak keluarga korban yang menolak adanya diversi dikarenakan merasa tidak adil dan tidak bisa memaafkan kesalahan pelaku. Adapun hambatan pelaksanaan upaya diversi dipengaruhi beberapa faktor yaitu faktor struktur penegak hukum, sarana prasarana, kebudayaan dan masyarakat Kabupaten Purworejo.Maltreatment committed by children is a criminal offense that is currently rampant in Indonesia, especially in the Purworejo Regency area. One of the efforts taken in handling juvenile criminal offenses is through diversion. Diversion is the transfer of the settlement of children's cases from the criminal justice system to outside the criminal justice system and must be pursued from the level of investigation to the level of examination in court. This research uses a juridical sociological approach with descriptive research specifications. The research location is Purworejo Police Station and the data collection method is by interview, non-participant observation and literature study. The method of determining informants using Purposive Sampling and Snowball Sampling techniques. The types and sources of data used are primary data and secondary data while the qualitative analysis method is Content Analysis Method. Based on the results of the study, it shows that the implementation of diversion efforts at Purworejo Police Station has been carried out by deliberation between the perpetrator or victim accompanied by parents or guardians, attended by BAPAS, PEKSOS, Community Leaders and Religious Leaders and no detention which begins with an analysis of the fulfillment of diversion requirements. The implementation of diversion efforts at Purworejo Police Station has not been fully successful, because there are still families of victims who reject diversion because they feel unfair and cannot forgive the mistakes of the perpetrators. The obstacles to the implementation of diversion efforts are influenced by several factors, namely the structure of law enforcement, infrastructure, culture and society of Purworejo Regency.
3725444194L1A020037Analisis Landscape Mangrove Berdasarkan Potensi Karbon di Segara Anakan Timur, Kabupaten CilacapSegara Anakan Timur merupakan kawasan mangrove yang berpotensi besar
dalam menyerap dan menyimpan karbon. Akan tetapi, kawasan mangrove di
Segara Anakan Timur mengalami degradasi sehingga berakibat pada
terlepasnya karbon yang tersimpan di vegetasi mangrove. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui nilai kerapatan, biomassa, dan potensi karbon pada
vegetasi mangrove di Segara Anakan Timur. Metode yang digunakan adalah
metode survey yang terdiri dari 15 stasiun dengan teknik pengambilan sampel
yaitu stratified sampling. Analisis data dilakukan menggunakan deskriptif
kuantitatif. Pengukuran vegetasi mangrove dilakukan dengan metode non
destructive dengan menggunakan persamaan allometrik untuk mendapatkan
nilai biomassa dan potensi karbon mangrove. Hasil penelitian menunjukkan nilai
rata-rata kerapatan mangrove sebesar 2.698 ind/ha dan termasuk dalam kategori
baik. Kawasan mangrove Segara Anakan Timur memiliki nilai rata-rata biomassa
sebesar 134,44 ton/ha dan rata-rata potensi karbon sebesar 62,74 tonC/ha.
East Segara Anakan is a mangrove area that has great potential to absorb
and store carbon. However, mangrove areas in East Segara Anakan are
degraded, resulting in the release of carbon stored in mangrove vegetation. The
purpose of this study was to determine the value of density, biomass, and carbon
potential of mangrove vegetation in East Segara Anakan. The method used is a
survey method consisting of 15 stations with a sampling technique that is
stratified sampling. Data analysis was carried out using descriptive quantitative.
Mangrove vegetation measurements were carried out by non destructive
methods using the allometric equation to obtain the value of mangrove biomass
and carbon potential. The results showed an average mangrove density value of
2,698 ind/ha and included in the good category. East Segara Anakan mangrove
area has an average biomass value of 134.44 tons/ha and an average carbon
potential of 62,74 tonsC/ha.
3725540092K1A019060FORMULASI DAN KARAKTERISASI NANOEMULSI MINYAK ATSIRI BUAH PALA (Myristica fragrans Houtt) SERTA UJI TOKSISITAS DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT)Minyak atsiri buah pala (Myristica fragrans Houtt) merupakan salah satu minyak atsiri yang memiliki banyak manfaat. Salah satu pemanfaatan minyak atsiri buah pala adalah berpotensi sebagai obat antikanker. Nanoemulsi adalah bentuk sediaaan emulsi yang transparan, stabil, dan memiliki ukuran partikel yang sangat kecil (nano) biasanya di kisaran 10-100 nm. Penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan karakterisasi minyak atsiri buah pala serta melakukan uji toksisitas minyak atsiri buah pala dengan nanoemulsinya. Uji toksisitas dilakukan menggunakan metode BSLT terhadap A.salina L. Pembuatan nanoemulsi minyak atsiri dibuat dengan metode energi rendah dengan formula F1 (0%), F1 (1%), F2 (2%), F3 (4%), dan F4 (6%). Karakterisasi sediaan nanoemulsi antara lain uji organoleptis, pengukuran pH, uji tipe nanoelmusi, pengukuran viskositas, pengukuran persen transmitan, pengukuran distribusi ukuran partikel, pengujian stabilitas kinetik, dan pengujian stabilitas termodinamik. Hasil organoleptis menunjukkan visualisasi jernih dan stabil. Hasil pengukuran pH, tipe nanoemulsi, viskositas, dan persen transmitan menunjukkan hasil yang sesuai parameter. Formula nanoemulsi minyak atsiri buah pala dengan keseragaman paling baik ditunjukkan pada pengukuran distribusi ukuran partikel dimiliki oleh F1 (1%) dengan nilai PDI sebesar 0,427. Hasil pengujian stabilitas kinetik dan termodinamik menunjukkan seluruh formula memiliki kestabilan yang baik. Hasil uji toksisitas dengan metode BSLT terhadap A. salina L. diperoleh nilai LC50 minyak atsiri buah pala F0 (0%), F1 (1%), F2 (2%), F3 (4%), dan F4 (6%) berturut-turut adalah 116,947; 87,078; 72,939; dan 62,948 ppm. Nilai LC50 formula nanoemulsinya berturut-turut adalah 45,742; 42,725; 30,798; dan 27,869 ppm.Nutmeg (Myristica fragrans Houtt) essential oil is one of the essential oils that has many benefits. One of the uses of nutmeg essential oil is its potential as an anticancer drug. Nanoemulsion is a form of emulsion preparation that is transparent, stable, and has a very small particle size (nano) usually in the range of 10-100 nm. This research aims to determine the formulation and characterization of nutmeg essential oil and to test the toxicity of nutmeg essential oil with its nanoemulsion. Toxicity test was carried out using the BSLT method against A.salina L. The essential oil nanoemulsion was prepared using a low energy method with the formula F1 (0%), F1 (1%), F2 (2%), F3 (4%), and F4 (6%). Characterization of nanoemulsion preparations included organoleptic tests, pH measurements, nanoelmusion type tests, viscosity measurements, percent transmittance measurements, particle size distribution measurements, kinetic stability tests, and thermodynamic stability tests. Organoleptic results showed clear and stable visualization. The results of measurements of pH, type of nanoemulsion, viscosity, and percent transmittance showed results that matched the parameters. The nanoemulsion formula of nutmeg essential oil with the best uniformity was shown in the measurement of particle size distribution owned by F1 (1%) with a PDI value of 0,427. The results of kinetic and thermodynamic stability tests show that all formulas have good stability. Toxicity test results using the BSLT method for A. salina L. obtained LC50 values of nutmeg essential oil F0 (0%), F1 (1%), F2 (2%), F3 (4%), and F4 (6%) respectively-respectively is 116,947; 87,078; 72,939; dan 62,948 ppm. The LC50 values of the nanoemulsion formula were 45,742; 42,725; 30,798; and 27,869 ppm.
3725640093F1A016008REPRESENTASI DIRI MELALUI FASHION
(KOMUNITAS PUNK KONCO NDOBOL DI DESA BANJARANYAR)
Komunitas punk Konco Ndobol terbentuk sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya punk dan solidaritas antar anggota. Komunitas punk juga merupakan komunitas yang unik dengan keberagamannya dalam hal musik, solidaritas, pergaulan dan fashion. Di sisi lain, komunitas punk adalah komunitas yang dianggap negatif oleh masyarakat, kebebasan, pengendalian diri tanpa norma dan pergaulan bebas. Konco Ndbobol menampilkan interaksi dengan masyarakat melalui representasi fashion sebagai bentuk pendekatan kepada masyarakat. Keberadaan komunitas punk mulai diterima oleh masyarakat. Terbukti, sebagian warga Banjaranyar sudah memiliki pandangan positif terhadap Komunitas Punk Konco Ndobol. Penerimaan anggota Konco Ndobol terlihat dari kepercayaan masyarakat Banjaranyar terhadap komunitas ini. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, dengan penentuan informan menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu yaitu jumlah informan yang diambil sebelas orang yang terdiri dari tujuh anggota Komunitas Punk Konco Ndobol dan empat orang Banjaranyar. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data ini adalah dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi.The Konco Ndobol punk community was formed as a form of love for punk culture and solidarity among members. The punk community is also a unique community with its diversity in terms of music, solidarity, association and fashion. On the other hand, the punk community is a community that is considered negatively by society, freedom, self-control without norms and promiscuity. Konco Ndbobol shows interaction with society through the representation of fashion as a form of approach to society. The existence of the punk community is starting to be accepted by the community. It is evident that some Banjaranyar residents already have a positive view of the Konco Ndobol Punk Community. The acceptance of Konco Ndobol members can be seen from the trust that the Banjaranyar people have in this community. This study used descriptive qualitative, with the determination of informants using purposive sampling based on certain criteria, namely the number of informants taken was eleven people consisting of seven members of the Konco Ndobol Punk Community and four Banjaranyar people. The method used to collect this data is using in-depth interviews, observation, and documentation.
3725740090K1C018057ANALISIS DOSIS EFEKTIF DAN KUALITAS CITRA
CT SCAN KONTRAS PADA PASIEN KANKER NASOFARING TANPA DAN DENGAN SALINE FLUSH
CT Scan merupakan alat modalitas diagnostik yang memanfaatkan sinar-X untuk penentuan posisi dan ukuran sebuah kanker. Namun kualitas citra yang dihasilkan CT Scan masih kurang baik. Oleh karena itu penggunaan media kontras dan saline flush dianggap mampu meningkatkan ketajaman sebuah citra. Selain untuk meningkatkan ketajaman, saline flush merupakan zat yang dapat digunakan untuk mengurangi dosis yang diterima pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh saline flush terhadap dosis efektif dan kualitas citra pasien kanker nasofaring. Analisis kualitas citra menggunakan pemrograman MTF berbasis IndoQCT. Nilai MTF didapatkan dengan melalui lima tahap yaitu input citra, ROI atau cropping citra, ESF, LSF dan MTF. Sedangkan dosis efektif (De) didapat dengan cara mengalikan dosis serap dengan faktor bobot jaringan. Nilai dosis serap sudah tertera pada konsol pengendali CT Scan sedangkan faktor bobot jaringan (k) untuk CT Scan kepala adalah 0,0021 (mSv/mGy.cm). Hasil yang didapatkan yakni rata rata dosis efektif pada pasien kanker nasofaring dengan saline flush dan tanpa saline flush berturut turut adalah 5,18 mSv dan 5,63 mSv. Sedangkan kualitas citra pasien yang menggunakan saline flush lebih baik daripada pasien yang tidak menggunakan saline flush dengan penaikan kualitas citra sebesar 72,89%. Hal ini dibuktikan dengan rata rata nilai MTF pasien kanker nasofaring dengan saline flush yaitu 0,185 lp/mm sedangkan pasien kanker nasofaring tanpa saline flush rata rata nilai MTF nya sebesar 0,107 lp/mm.CT Scan is a diagnostic modality tool that utilizes X-rays to determine the position and size of cancer. However, the image quality produced by CT Scan images is still not good. Therefore the use of contrast media and saline flush is considered capable of increasing the sharpness of an image. In addition to increasing sharpness, the saline flush is a substance that can be used to reduce the dose received by the patient. This study aims to determine the effect of saline flush on the effective dose and image quality of nasopharyngeal cancer patients. Image quality analysis uses IndoQCT-based MTF programming. The MTF value is obtained by going through five stages, namely image input, ROI or image cropping, ESF, LSF, and MTF. While the effective dose (De) is obtained by multiplying the absorbed dose by the tissue weight factor. The absorbed dose value has been printed on the CT Scan control console while the tissue weight factor (k) for the head CT Scan is 0.0021 (mSv/mGy.cm). The results obtained are the average effective dose in nasopharyngeal cancer patients with saline flush and without saline flush respectively are 5.18 mSv and 5.63 mSv. While the image quality of patients who use saline flush is better than patients who do not use saline flush with an increase in image quality of 72.89%. This is evidenced by the average MTF value of nasopharyngeal cancer patients with saline flush namely 0.185 lp/mm while for nasopharyngeal cancer patients without saline flush the average MTF value is 0.107 lp/mm.
3725844195J1A020043INVESTIGATING FOOD NAMES TRANSLATION OF RESTAURANT AND CAFES MENUSPenelitian ini menginvestigasi penerjemahan nama makanan dalam daftar menu menggunakan pendekatan Linguistic Landscape, yang melibatkan klasifikasi jenis dan struktur menu. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi kategorisasi jenis dan struktur menu serta metode penerjemahannya. Ada empat jenis klasifikasi menu yang ditemukan dalam daftar menu, dan lebih sering disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan komunitas lokal. Penggunaan jenis menu tersebar merata di wilayah Purwokerto Utara, mulai dari makanan kecil hingga makanan tradisional. Jenis menu ini cenderung umum digunakan dalam budaya Barat dan jarang diterapkan pada konteks kuliner Indonesia. Dominasi hidangan utama sebagai struktur menu yang dominan mencerminkan preferensi umum orang Indonesia terhadap makanan yang substansial. Karenanya, berbagai tempat makan beradaptasi dengan preferensi budaya lokal. Metode penerjemahan deskriptif juga umum digunakan, yang melibatkan memberikan penjelasan detail tentang cara hidangan disajikan. Lebih lanjut, menu makanan yang disajikan sesuai dengan budaya lokal, yang ditandai dengan porsi yang besar.This research investigates the food name translation in menu lists using the Linguistic Landscape approach, as the classification of the types and structures of menus. The goal is to recognize the categorization of menu types and structures and to identify the translation methods. Four types of menu classification are found in the menu list, and more frequently provided to cater to the requirements of the local community. The usage of menu types is evenly distributed across food in the Northern Purwokerto area, starting from bite-sized food to traditional food. The menu types tend to be used in Western culture and are rarely applied to Indonesian food conditions. The prevalence of main courses as a predominant menu structure is attributed to the common preference among Indonesians for substantial meals. Therefore, various dining establishments adapt to the cultural preferences prevalent in their surroundings. There is also a descriptive translation method being the most commonly employed. It involves providing a detailed of the process and elaborating on the food menu by explaining how the dishes are served. Moreover, the food menu served aligns with the local culture, characterized by a prevalence of hearty portions.
3725944196J1A020049The Expressive Utterances Used by Ariel and Eric in The Little Mermaid (2023)Penelitian ini menggali ekspresi lisan dalam "The Little Mermaid (2023)" dengan menerapkan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis 40 contoh ekspresi lisan. Studi ini mengidentifikasi enam jenis ekspresi lisan—kesepakatan, ungkapan kesedihan, permintaan maaf, ketidaksetujuan, keinginan, dan ucapan terima kasih. Strategi penerjemahan yang diidentifikasi mencakup transfer (52,50%), kondensasi (15,00%), penghapusan dan parafase (masing-masing 10,00%), perluasan (7,50%), dan transkripsi (5,00%). Temuan ini menekankan proses pengambilan keputusan yang cermat oleh penerjemah dalam menyampaikan emosi secara efektif dalam teks terjemahan.This research delves into the expressive utterances in “The Little Mermaid (2023)” employing a descriptive qualitative method for analyzing 40 instances of expressive utterances. The study identifies six types of expressive utterances—agreement, expressing sorrow, apologizing, disagreement, volition, and thanking. Subtitling strategies identified encompass transfer (52.50%), condensation (15.00%), deletion and paraphrase (10.00% each), expansion (7.50%), and transcription (5.00%). The findings emphasize the translator's nuanced decision-making process in conveying emotions effectively in subtitles.
3726044197H1A020049SISTEM PENGAMAN KAMAR BERBASIS RFID DAN ESP32 CAMKeamanan ruangan tempat menyimpan barang-barang berharga dan aset merupakan salah satu hal terpenting yang harus diperhatikan agar pemilik dapat meninggalkan ruangan dengan tenang. Pintu merupakan sarana utama yang digunakan orang untuk masuk dan keluar suatu ruangan. Menurut Polri, kejadian kriminalitas di Indonesia terbanyak terjadi pada malam hari antara pukul 18.00 hingga 21.59 dengan total 15.703 kejadian. Angka tersebut setara dengan 11,42% dari total kasus pidana di Indonesia pada Januari hingga April 2023. Di zaman modern saat ini, teknologi berada dalam perkembangan yang sangat pesat.
Pengamanan pintu ruangan dapat di tingkatkan dengan menggunakan alat-alat eletronik sebagai pengganti sistem keamanan kunci konvensional, salah satunya yaitu Mikrokontroler. Maka dari itu, penelitian ini akan merancang dan membahas sebuah inovasi sistem pengaman kamar dengan menggunakan deteksi manusia dengan OpenCV dan RFID. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi wajah pemilk kamar dan data RFID tag yang dimilki pemilik sehingga hanya pemilik kamar saja yang dapat memasuki kamar tersebut.
Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan pada sistem diketahui bahwa beda koneksi internet, beda device, dan beda program mempengaruhi delay deteksi objek manusia. Beda device cukup signifikan mempengaruhi delay dari sistem karena selisihnya adalah 2 kali lipat. Selain itu, akurasi deteksi objek yang didapatkan ketika 20 foto dataset adalah 56%, ketika 30 foto dataset adalah 64%, dan ketika 50 foto dataset adalah 72%.
The security of the room where valuables and assets are stored is one of the important things that must be considered so that the owner can leave the room in peace. Doors are the main means that people use to enter and exit a room. According to the National Police, most crime incidents in Indonesia occurred at night between 18.00 and 21.59 with a total of 15,703 incidents. This figure is equivalent to 11.42% of the total criminal cases in Indonesia from January to April 2023. In today's modern era, technology is developing very rapidly.
Room door security can be improved by using electronic devices as a replacement for conventional lock security systems, one of which is a microcontroller. Therefore, this research will design and discuss an innovative room security system using human detection with OpenCV and RFID. This system is designed to detect the room owner's face and the owner's RFID tag data so that only the room owner can enter the room.
Based on tests that have been carried out on the system, it is known that different internet connections, different devices, and different programs affect the delay in detecting human objects. The difference in devices significantly affects the delay of the system because the difference is 2 times. Apart from that, the object detection accuracy obtained when there is a 20 photo dataset is 56%, when there is a 30 photo dataset it is 64%, and when there is a 50 photo dataset it is 72%.