Artikelilmiahs
Menampilkan 37.221-37.240 dari 48.977 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 37221 | 40061 | J1A017039 | Analysis of Loss and Gain and Translation Accuracy in the Translation of Siren’s Lament Webtoon by Instantmiso | Penelitian yang berjudul “Analysis of Loss and Gain and Translation Accuracy in the Translation of Siren’s Lament Webtoon by Instantmiso” ini bertujuan untuk mengetahui wujud-wujud loss dan gain serta pengaruh loss and gain terhadap keakuratan terjemahan dalam webtoon Siren’s Lament. Penelitian ini menggunakan teori Loss and Gain yang dikemukakan oleh Bassnett (2014) dan teori penilaian kualitas terjemahan oleh Nababan (2012) untuk menganalisis keakuratan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif di mana data yang terkumpul dianalisis dan dideskripsikan untuk memahami wujud-wujud loss dan gain serta keakuratan terjemahannya. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 75 data loss and gain, dengan 45 data mengalami loss dan 30 data mengalami gain. Loss dan Gain masing-masing terjadi di 4 tataran: loss/gain dalam tataran leksikal, loss/gain dalam tataran frasa, loss/gain dalam tataran kalimat. Dari total 45 data, 27% adalah loss dalam tataran leksikal, 40% adalah loss dalam tataran frasa, 20% adalah loss dalam tataran klausa, dan 13% adalah loss dalam tataran kalimat. Di sisi lain, wujud gain yang ditemukan adalah 40% gain dalam tataran leksikal, 40% gain dalam tataran frasa, 13% gain dalam tataran klausa, 10% gain dalam tataran kalimat. Loss dan gain juga berpengaruh terhadap tingkat keakuratan terjemahan. Data yang dipengaruhi oleh loss yang dikategorikan akurat adalah 47%, 42% termasuk kurang akurat, dan 11% adalah tidak akurat. Disamping itu, data yang dipengaruhi gain yang termasuk akurat adalah 97% dan 3% kurang akurat. Tidak ditemukan data tidak akurat pada data yang dipengaruhi gain. Secara keseluruhan, terjemahan data yang dipengaruhi oleh loss dan gain dalam webtoon Siren’s Lament mungkin tidak sempurna tetapi masih dikategorikan sebagai akurat. Hal ini dibuktikan dari hasil kuesioner yang memperlihatkan tingginya tingkat keakuratan terjemahan baik dari data loss maupun gain dengan total 67% termasuk akurat, 27% termasuk kurang akurat, dan 6% termasuk tidak akurat. | The research entitled “Analysis of Loss and Gain and Translation Accuracy in the Translation of Siren’s Lament Webtoon by Instantmiso” aims to analyze the types of loss and gain and the effect of loss and gain on its translation accuracy. This study uses Bassnett’s loss and gain theory as well as Nababan’s translation quality assessment theory (2012) to analyze the accuracy. This study employs qualitative descriptive method in which the collected data is analyzed and described in order to identify the types of loss and gain and the translation’s accuracy. Total sampling is used as the sampling technique. The results of the analysis show that there are 75 data of loss and gain, with 45 data affected by loss and 30 data affected by gain. Loss and gain occur at four different levels: word loss/gain, phrase loss/gain, clause loss/gain, and sentence loss/gain. From 45 data of loss, 27% is word loss, 40% is phrase loss, 20% is clause loss, and 13% is sentence loss. The gain discovered, on the other hand, is 40% word gain, 40% phrase gain, 13% clause gain, and 10% sentence gain. The accuracy of the translation is also affected by loss and gain. Data employing loss that is classified as accurate is 47%, 42% is classified as less accurate, and 11% is classified as inaccurate. Furthermore, the data employing gain that is classified as accurate is 97%, while the remaining 3% is belong to inaccurate. There is no inaccurate data found in the data affected by gain. Overall, the translation of the data influenced by loss and gain in the Siren’s Lament might not be perfect but it is still categorized as accurate. It is proved by the result of the questionnaire that shows a high level of translation accuracy from both loss and gain data with a total 67% belong to accurate, 27% belong to less accurate, and 6% belong to inaccurate. | |
| 37222 | 40062 | J1A017064 | The Phenomenon of Swearing Using Sexual Slang and Its Motives in Love Wedding Repeat Movie | ABSTRAK Naomi, Hana Aprillia. 2023. The Phenomenon of Swearing Using Sexual Slang and Its Motives in Love Wedding Repeat Movie. Skripsi. Pembimbing 1: Dr. Chusni Hadiati, S.S., M.Hum. Pembimbing 2: Tri Wahyu Setiawan Prasetyoningsih, S.S., M.Hum. Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Bahasa Inggris, Program Studi Sastra Inggris, Purwokerto, 2022. Penelitian yang berjudul “The Phenomenon of Swearing Using Sexual Slang and Its Motives in Love Wedding Repeat Movie” bertujuan untuk mengetahui jenis – jenis umpatan berdasarkan Pinker (2007) dan motif mengumpat berdasarkan Andersson (1985), khususnya menggunakan bahasa gaul seksual. Data penelitian ini adalah percakapan antar karakter yang mengandung umpatan terutama menggunakan Bahasa gaul seksual yang diucapkan oleh karakter dalam film Love Wedding Repeat. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dan purposive sampling untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hasil analisis menunjukan bahwa umpatan empatik adalah jenis umpatan yang paling sering digunakan di antara 45 data (17 data, atau 39%), diikuti oleh umpatan deskriptif (2 data, atau 2%), umpatan kasar ( 2 data, atau 2%), umpatan idiomatik (11 data, atau 24%), dan umpatan katarsis (13 data, atau 29%). Selain itu, penelitian ini juga menganalisis motif mengumpat dengan motif psikologis sebagai motif mengumpat yang paling sering digunakan di antara 45 data (18 data, atau 40%), diikuti oleh motif sosial (16 data, atau 36%), dan motif linguistik (11 data, atau 24%). Berdasarkan hasil tersebut, jenis umpatan yang paling sering digunakan adalah jenis umpatan katarsis yang mengindikasikan bahwa umpatan diucapkan ketika situasi yang tidak diinginkan atau sesuatu yang buruk terjadi secara tiba – tiba, dan motif psikologis sebagai motif yang paling sering digunakan karena paka karakter dalam film Love Wedding Repeat sebagian besar menggunakannya untuk mengurangi emosi atau ketegangan mereka. Kata Kunci: Bahasa Gaul, Love Wedding Repeat, Netflix, Sosiolinguistik, Umpatan | ABSTRACT Naomi, Hana Aprillia. 2023. The Phenomenon of Swearing Using Sexual Slang and Its Motives in Love Wedding Repeat Movie. Thesis. Supervisor 1: Dr. Chusni Hadiati, S.S., M.Hum. Supervisor 2: Tri Wahyu Setiawan Prasetyoningsih, S.S., M.Hum. Ministry of Education, Culture, Research and Technology, Universitas Jenderal Soedirman, Faculty of Humanities, English Department, English Literature Study Program, Purwokerto, 2022. The research entitled “The Phenomenon of Swearing Using Sexual Slang and Its Motives in Love Wedding Repeat Movie” aims to determine the types of swearing based on Pinker (2007) and the motives of swearing based on Andersson’s (1985), particularly using sexual slang. The data of this research were the conversation among the characters that contains swearing especially using sexual slang uttered by the characters in Love Wedding Repeat movie. The researcher used the descriptive qualitative method and purposive sampling to answer the research question. The result of the analysis showed that emphatic swearing is the most frequently used of swearing type among the 45 data (17 data, or 39%), followed by descriptive swearing (2 data, 2%), abusive swearing ( 2 data, or 2%), idiomatic swearing (11 data, or 24%), and cathartic swearing (13 data, or 29%). Besides, this research also analyzed the motives of swearing with psychological motives as the most frequently used swearing motive among the 45 data (18 data, or 40%), followed by the social motive (16 data, or 36%), and linguistic motive (11 data, or 24%). Based on the result, the most frequently used swearing type is the cathartic one which indicated that swearing was uttered when an unwanted situation or something bad happens suddenly, and psychological motives as the most frequently used because the characters in Love Wedding Repeat movie mostly used it to reduce their emotion or tension. Keywords: Love Wedding Repeat, Netflix, Sexual slang, Sociolinguistic, Swearing | |
| 37223 | 40064 | J1B016029 | Aspek Religi Dalam Novel Kambing dan Hujan Karya Mahfud Ikhwan (Kajian Antropologi Sastra) | Objek kajian dalam penelitian ini adalah Novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan. Novel ini dipilih karena mengangkat topik yang sangat sensitif, yaitu tentang perbedaan afiliasi organisasi sosial antara Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di tahun 60an. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tokoh, alur, dan latar, serta mengkaji aspek religiusitas dalam novel Kambing dan Hujan menggunakan kajian antropologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dan menggunakan pendekatan antropologi sastra. Hasil dari penelitian yang berjudul “Aspek Religi dalam Novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan” adalah ditemukannya 4 komponen agama menurut Emile Durkheim, yaitu (1) emosi keagamaan, (2) sistem kepercayaan supranatural, (3) sistem ritus atau upacara religi, dan (4) kelompok-kelompok religius. Aspek religiusitas dalam novel ini dapat dilihat dari gagasan, jalan cerita, narasi dan dialog yang disampaikan oleh tokoh-tokoh dalam novel ini, khususnya Muhammad Fauzan, Iskandar, Miftahul Abrar, Nurul Fauzia, Pakde Anwar dan Cak Ali. | The object of study in this research is the novel Kambing dan Hujan by Mahfud Ikhwan. This novel was chosen because it raised a sensitive topic about the difference in social organization affiliation between Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah in the 1960s. This study aims to describe the characters, plot, and setting and examine the religious aspects of the novel Kambing dan Hujan using literary anthropological studies. This study uses a qualitative descriptive method and a literary anthropological approach. The results of the study entitled "Religious Aspects in Novel Kambing dan Hujan by Mahfud Ikhwan” is the discovery of 4 components of religion according to Emile Durkheim, namely (1) religious emotions, (2) supernatural belief systems, (3) systems of religious rites or ceremonies, and (4) religious groups. The religious aspect in this novel can be seen from the ideas, storyline, narration, and dialogue conveyed by the characters in this novel, especially Muhammad Fauzan, Iskandar, Miftahul Abrar, Nurul Fauzia, Pakde Anwar, and Cak Ali. | |
| 37224 | 40065 | J1B019045 | Potret Gaya Hidup Masyarakat Urban dalam Novel Teman Tapi Menikah Karya Ayudia Bing Slamet dan ditto Percussion | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potret gaya hidup masyarakat urban yang terdapat dalam novel Teman Tapi Menikah karya Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion. Gaya hidup yang dianalisis yaitu gaya hidup individualis, gaya hidup instan, gaya hidup rekreasi atau hiburan, gaya hidup virtual, dan gaya hidup mobilitas, Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode deskripif. Kajian yang digunakan adalah kajian sosiologi sastra, sumber data yang dipakai adalah novel Teman Tapi Menikah karya Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion serta artikel dari internet, jurnal dan buku penunjang lainnya. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat yang ada di dalam novel Teman Tapi Menikah. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat urban memiliki perilaku individualis, masyarakat urban memerlukan waktu untuk berekreasi, masyarakat urban menyukai kehidupan yang serba instan, masyarakat urban bergantung dengan teknologi informasi yang semakin maju, masyarakat urban memiliki mobilitas yang tinggi setiap hari. | This study aims to analyze potrait of the urban lifestyle from Teman Tapi Menikah by Ayudia Bing Slamet and Ditto Percussion. The lifestyles analyzed are individualist lifestyles, instant lifestyles, recreational or entertainment lifestyles, virtual lifestyles, and mobility lifestyles. The type of research used in this study is qualitative by using descriptive methods. The study used was a sociology of literature study, the data source used was a novel Teman Tapi Menikah by Ayudia Bing Slamet and Ditto Percussion as well as articles from the internet, journals and other supporting books. The data in this study are form of words, phrases, clauses, and sentences in the novel Teman Tapi Menikah. Based on the research result, urban community have individualistic behavior, urban community need time for recreation, urban community like instant life, urban community depend on increasingly advanced information technology, urban community have high mobility every day. | |
| 37225 | 40066 | J1B018040 | Analisis Perbandingan Alur Dalam Novel Twivortiare Karya Ika Natassa Dengan Film Twivortiare Oleh MD Pictures | Analisa penelitian ini adalah deskriptif kualitatif komparatif. Data penelitian ini adalah persamaan dan perbedaan alur yang terdapat dalam novel Twivortiare karya Ika Natassa dan film Twivortiare produksi MD Pictures. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode perbandingan. Metode perbandingan diwujudkan melalui teknik dasar klasifikasi berupa persamaan dan perbedaan data diantara dua objek penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah metode transliterasi yang mengubah film menjadi bentuk naskah, membaca dan mencatat poin penting pembahasan yang dijadikan persamaan dalam novel. Setelah terkumpul data, pembahasan dilakukan dengan dengan metode komparatif yang alat penentunya justru bagian dari poin penting perbandingan novel dan naskah film yang sudah di transliterasi. Setelah dilakukan analisis, hasil analisis data disajikan secara analisis deskriptif yang menjelaskan dan memaparkan persamaan dan perbandingan alur dalam novel dan film. Hasil penelitian ini dari segi perbandingan antara persamaan dan perbedaan yang ada dalam novel Twivortiare karya Ika Natassa dan film Twivortiare produksi MD Pictures memiliki lima persamaan dan lima perbedaan dalam segi alur. | The analysis of this research is descriptive qualitative comparative. The data of this study are the similarities and differences in plots in the novel Twivortiare by Ika Natassa and the film Twivortiare produced by MD Pictures. The data collection method used in this study is a comparison method. The comparison method is realized through the basic techniques of classification in the form of similarities and differences in data between the two research objects. The analytical method used is the transliteration method which converts the film into script form, reading and noting important points of discussion that are used as similarities in the novel. After the data is collected, the discussion is carried out using a comparative method in which the determining tool is actually part of the important points of comparison between novels and film scripts that have been transliterated. After analysis, the results of data analysis are presented in a descriptive analysis which explains and describes the similarities and comparisons of plots in novels and films. The results of this study in terms of comparison between the similarities and differences in the novel Twivortiare by Ika Natassa and the film Twivortiare produced by MD Pictures have five similarities and five differences in terms of plot. | |
| 37226 | 44191 | H1C020029 | KARAKTERISTIK TEKSTUR URAT KUARSA EPITERMAL SULFIDASI RENDAH TAMBANG BAWAH TANAH PROSPEK AHMAD LEVEL 450-490 DAERAH PONGKOR, KECAMATAN NANGGUNG, KABUPATEN BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT | Daerah Pongkor masuk ke dalam fisiografi regional kompleks bayah yang merupakan salah satu mineralisasi yang sangat potensial di Jawa bagian barat menurut Milesi dkk., 1998. Daerah telitian merupakan prospek dengan tipe endapan epitermal sulfidasi rendah yang berasosiasi dengan urat – urat yang terbentuk. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik tekstur urat kuarsa dan alterasi mineralisasi untuk mengetahui model zonasi urat kuarsa epitermal menurut Buchanan, 1981 dalam Morrison, 1990. Berdasarkan pengamatan makrsokopi pada sampel handspacimen conto urat dan didukung dengan analisis petrografi serta slab menunjukkan kehadiran beberapa tekstur urat kuarsa; pada tekstur pertumbuhan primer ditemukan tekstur Masif, Banded Kalsedon, Crustiform-Colloform, zonal, Comb; pada tekstur rekristalisasi ditemukan tekstur Sugary, Vuggy, Botryoidal, Feathery, Ghost sphere, Moss, dan Drussy; pada tekstur replacement ditemukan tekstur Mold, Saccharoidal, Lattice Bladed, Parallel Bladed, dan Intersecting Bladed. Pada urat – urat yang ada di prospek ahmad ditemukan fasies urat yang ditemukan berupa fasies Carbonat Quartz (CQ), fasies Manganese Oxide-Quartz (MOQ), fasies Banded Opalline Quartz (BOQ) yang memotong fasies MOQ, fasies Grey Sulfide-Quartz (GSQ), fasies Late Geodic-Quartz (LGQ) yang hadir secara acak di fasies – fasies lain. Zona himpunan mineral alterasi yang didapat pada daerah penelitian berupa Zona Kuarsa + Klorit – adularia – kalsit ± Epidot ± Illite, Zona Kuarsa + Kaolinit + Illit ± Kalsit, Zona Monmorilonit – Karbonat ± Klorit, Zona Klorit – Smektit – Kalsit ± Kuarsa. Karakteristik kadar Au-Ag yang tinggi berdasarkan data fire assay pada conto bor ditemukan pada tekstur tumbuh primer berupa Crustiform ataupun Colloform dengan bentuk layer mineral sulfida. Zonasi urat kuarsa epitermal Buchanan, 1981 dalam Morrison, 1990 yang diperoleh pada urat ars 1 terletak di zona super kalsedoni bagian bawah hingga zona super colloform crustiform pada bagian atas, urat ars 2 terletak di zona super colloform crustiform pada bagian zona atas, urat ars 3 terletak di zona super colloform crustiform pada bagian zona bawah dekat dengan zona pendidihan (boiling), urat ars 4 terletak di bagian zona super colloform crustiform pada bagian zona atas, urat ars 5 terletak di zona colloform crustiform bagian bawah terlihat dengan berkembangnya tekstur crustiform dan adanya tekstur lattice bladed, sedangkan pada urat ars 6 terletak di zona super colloform crustiform pada bagian bawah zona, paling dekat dengan zona pendidihan dengan ditemukannya tekstur intersecting bladed dan mineral bijih ekonomis banyak terbentuk di urat tersebut | Pongkor area area falls within the regional physiography of the Bayah complex, which is one of the most potential mineralization in western Java according to Milesi et al., 1998. The study area is a prospect with low sulfidation epithermal deposit types associated with veins formed. This research was conducted with the aim to determine the relationship between the textural characteristics of quartz vein and alteration mineralization to determine the zoning model of epithermal quartz veins according to Buchanan, 1981 in Morrison, 1990. Based on macroscopic observations on the handspacimen samples of the vein samples and supported with petrographic and slab analysis showed the presence of several textures of quartz veins; in the primary growth texture found Massive, Banded Chalcedonic, Crustiform-Colloform, zonal, Comb; on the recrystallization texture textures are found Sugary, Vuggy, Botryoidal, Feathery, Ghost sphere, Moss, and Drussy; on replacement textures, Mold textures were found, Saccharoidal, Lattice Bladed, Parallel Bladed, and Intersecting Bladed. In the veins in ahmad prospect, the vein facies found were Carbonat Quartz (CQ) facies, Manganese Oxide-Quartz (MOQ) facies, and Manganese Oxide-Quartz facies. Oxide-Quartz (MOQ) facies, Banded Opalline Quartz (BOQ) facies that cuts the MOQ facies, Grey Sulfide-Quartz (GSQ) facies, Late Geodic-Quartz (LGQ) facies that is randomly present in other facies. The alteration mineral set zones obtained in the study area are Quartz + Chlorite – adularia – calcite ± Epidote ± Illite Zone, Quartz + Kaolinite + Illite ± Calcite Zone, Montmorillonite – Carbonate ± Chlorite Zone, Chlorite – Smectite – Calcite ± Quartz Zone. High Au-Ag grade characteristics based on fire assay data on drill samples are found in primary growth textures in the form of Crustiform or Colloform with the form of sulfide mineral layers. The epithermal quartz vein zonation of Buchanan, 1981 in Morrison, 1990 obtained in ars 1 vein is located in the lower super chalcedony zone to the crustiform super colloform zone in the upper part, ars 2 vein is located in the crustiform super colloform zone in the upper zone, ars 3 vein is located in the crustiform super colloform zone in the lower zone close to the boiling zone, Ars 4 vein is located in the super colloform crustiform zone in the upper zone, Ars 5 vein is located in the lower colloform crustiform zone seen with the development of crustiform texture and the presence of lattice bladed texture, while the Ars 6 vein is located in the super colloform crustiform zone in the lower zone, closest to the boiling zone with the discovery of intersecting bladed texture and many economic ore minerals formed in the vein | |
| 37227 | 44192 | L1A020031 | Potensi Kandungan Karbon Tersimpan pada Vegetasi Mangrove di Kawasan Segara Anakan Barat, Cilacap | Pemanasan global dapat terjadi karena efek gas rumah kaca terutama pada sisa pembakaran yang mengudara yaitu karbon. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi karbon yaitu penyerapan karbon oleh vegetasi. Mangrove mampu menyimpan karbon dalam bentuk biomassa. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui nilai kerapatan, biomassa, potensi karbon. Metode yang digunakan adalah metode survey yang terdiri dari 15 stasiun dan masing-masing stasiun memiliki 3 plot. Hasil penelitian menunjukkan nilai kerapatan mangrove di Kawasan Segara Anakan Barat sebesar 1504 ind/Ha tergolong ke dalam kategori jarang. Nilai total rata-rata biomassa mangrove di Kawasan Segara Anakan Barat sebesar 101,30 ton/Ha dan nilai total rata-rata potensi karbon sebesar 45,27 ton C/Ha. | The greenhouse effect can lead to global warming, particularly when airborne combustion residues like carbon are released. Efforts can be made to minimize carbon, namely through vegetation. Mangroves are capable of storing carbon as biomass. The study's goal was to determine the value of density, biomass, carbon potential, and mangrove landscape analysis based on carbon potential using density level categories in the West Segara Anakan Area. There are 15 stations in the survey technique, and each station contains three plots. The results showed that the mangrove density in the West Segara Anakan Area was 1504 ind/ha, which is classified as poor. The average of all value of mangrove biomass in West Segara Anakan is 101.30 tons/Ha, while the total average value of carbon potential is 45.27 tons/Ha. | |
| 37228 | 40069 | J1A018012 | Social Influence in Adolescence’s Identity Crisis in Blume’s Are You There God? It Is Me, Margaret (1970) | Artikel jurnal ini bertujuan untuk membahas pengaruh sosial dalam pembentukan identitas remaja . Penelitian ini ditujukan agar masyarakat terutama orang tua untuk lebih memperhatikan perkembangan yang sedang dialami mereka. Objek yang digunakan adalah novel karya Judy Blume, Are You There God? It Is Me Margaret (1970) yang memiliki isu krisis identitas pada remaja usia dini. Novel tersebut menceritakan tentang Margaret sebagai karakter utama dengan latar belakang agama orang tua yang berbeda serta masalah perkembangan terhadap pubertasnya. Oleh karena itu, Margaret selalu bertanya kepada dirinya sendiri tentang identitasnya, mengapa dia berbeda dengan lingkungan dan teman sebayanya. Maka dari itu, fokus dari penelitian ini adalah menganalisis bagaimana pengaruh sosial dapat menyebabkan krisis identitas pada tokoh utama dalam novel tersebut. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui proses membaca, mencatat, memilih dan menganalisis kutipan-kutipan dari novel. Berdasarkan data yang diperoleh, kesimpulan yang dapat diambil terkait pengaruh sosial terhadap karakter utama dalam novel tersebut antara lain: teman sebaya, keluarga, dan sekolah. Penelitian ini menggunakan teori Social Impact oleh Bibb Latane (1981) dengan konsep seorang individu dapat menjadi sumber maupun target dari dampak pengaruh sosial. Penelitian ini berbeda dengan penelitian terkait sebelumnya, karena lebih mendetail dalam membahas masalah yang ada di dalam objeknya serta berfokus kepada mengapa masalah tersebut dapat terjadi. | This journal article aimed to discuss social influences in the formation of adolescent identity. This research was intended for the community, especially parents, to pay more attention to the developments they are experiencing. The object used was a novel by Judy Blume entitled Are You There God? It Is Me, Margaret (1970) which contains the issue of crisis identity in the early teens. The novel tells about Margaret as the main character with a different religious background and the developmental problems of puberty. Because of that, Margaret always asks herself about her identity and why she is different from her environment and peers. Therefore, this study focused on analyzing how social influence could cause an identity crisis for the main character in the novel. This research was conducted using a qualitative descriptive method. The data was collected through reading, recording, selecting, and analyzing excerpts from the novel. Based on the data obtained related to the social influence on the main characters in the novel, among others: peers, family, and school. This study used the theory of Bibb Latane (1981) with the concept that suggests an individual can be the source or target of social impact. This research is different from previous related researches because it is more detailed in discussing the problems that exist in the object and focuses on why these problems can occur. | |
| 37229 | 40070 | J1A018016 | Analysis of Schegloff and Sacks’ Adjacent Pairs in the Conversation Amidst SF9’s Fans and Hater on Twitter | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendekatan pragmatis mengenai percakapan tentang perang penggemar K-pop antara penggemar @ Clowntasy07 dan SF9 yang berkaitan dengan studi tentang makna dan konteks yang dikomunikasikan oleh pengirim dan ditafsirkan oleh penerima. Penelitian deskriptif kualitatif ini dilakukan untuk memeriksa pasangan Schegloff dan Sacks yang berdekatan (1973) ditemukan dalam perang penggemar K-pop antara @Clowtasy07 dan penggemar SF9 di Twitter. Menggunakan purposive sampling, data dari tweet @ Clowntasy07 diambil dari 1 Januari 2022 sampai dengan 6 Juni 2022. Hasilnya menunjukkan bahwa berdasarkan pada teori pasangan berdekatan Schegloff dan Sacks (1973), hanya ada 6 jenis ditemukan dari data; asersi-persetujuan/ketidaksetujuan diidentifikasi sebagai paling sering ditemukan (6 percakapan), diikuti tanya jawab (2 percakapan), kepatuhan-perintah/ketidakpatuhan (2 percakapan), permintaan-penolakan (2 percakapan), menyalahkan/tuduhan-pengakuan/penolakan (2 percakapan) dan yang terakhir adalah penawaran-penerimaan/penolakan (1 percakapan). | This research aims to determine the pragmatic approach concerning the conversations on the K-pop fan war between @Clowntasy07 and SF9 fans that deals with the study of the meanings and contexts communicated by senders and interpreted by receivers. This qualitative descriptive research was conducted to examine the Schegloff and Sacks’ adjacent pairs (1973) discovered in the K-pop fan war between @Clowntasy07 and SF9 fans on Twitter. Using purposive sampling, the data from @Clowntasy07’s tweets are taken from January 1, 2022, to June 6, 2022. The result shows that based on Schegloff and Sacks' (1973) adjacent pairs theory, only 6 types were found from the data; assertions-agreement/disagreement is identified as the most frequently found (6 conversations), followed by question-answer (2 conversations), command-compliance/non-compliance (2 conversations), request-refusal (2 conversation), blame/accusation-admission/denial (2 conversation) and the last is offer-acceptance/refusal (1 conversation) | |
| 37230 | 40071 | J1B019001 | Potret Kenakalan Remaja dalam Novel Aib dan Nasib Karya Minanto | Penelitian ini akan mendeskripsikan tokoh, latar, serta bentuk-bentuk kenakalan remaja dalam novel Aib dan Nasib karya Minanto. Fokus penelitian ini yaitu fenomena kenakalan remaja menurut teori Santrock. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan sosiologi sastra. Dalam novel ini ditemukan bentuk-bentuk kenakalan remaja dalam novel yang meliputi: (1) Tingkah laku yang tidak dapat diterima secara sosial, seperti seks pranikah, kehamilan pranikah, dan berkata kasar terhadap orang tua. (2) Pelanggaran status, seperti merokok dan menonton video atau gambar yang berkonten pornografi. (3) Tindakan kriminal, seperti perundungan fisik atau penganiayaan, pelecehan seksual, penculikan dan pemerkosaan, penyalahgunaan obat-obatan, penyimpangan seksual terhadap binatang, pemalakan atau pemerasan. Peristiwa di dalam novel Aib dan Nasib karya Minanto merupakan gambaran dari masyarakat. | This research will describe the characters, settings, and various form of juvelie delinquency in novel Aib dan Nasib by Minanto. This research focus on the phenomenon of juvenile delinquency according to Santrock’s theory by using the Sociology of Literature approach and qualitative methods. There is various form of juvenile delinquency in the novel such as: (1) Socially unacceptable behavior, such as premarital sex, premarital pregnancy, and bad mouthing elders, (2) Violation of statues, such as smoking and watching pornographic videos or images, (3) Criminal acts, such as physical abuse, sexual abuse, kidnapping and rape, drug abuse, animal abuse, and extortion. The stories are representing the phenomenons in society. | |
| 37231 | 40072 | J1A018053 | A Semiotic Analysis on the Meaning of Denotation and Connotation in the Little Women Movie | Penelitian yang berjudul “Analisis Semiotika Makna Denotasi dan Konotasi dalam Film Little Women” bertujuan untuk mengetahui makna denotasi dan konotasi dalam film Little Women (2019). Peneliti menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis data. Teknik purposive sampling digunakan dalam penelitian ini untuk memilih tanda verbal dan nonverbal dalam film Little Women (2019) yang mengandung feminisme liberal. Dalam menganalisis makna denotasi dan konotasi, penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes (1986) dan teori feminisme liberal Tong dan Botts (2018). Data dalam penelitian ini adalah empat adegan dari film Little Women (2019) yang memuat isu feminisme liberal. Keempat adegan tersebut merepresentasikan feminisme liberal di dunia kerja, sosial, domestik, dan pendidikan. Hasil penelitian ini menjelaskan makna denotasi dan konotasi dalam film Little Women (2019), yang menitikberatkan pada tanda verbal dan nonverbal pada setiap adegan dalam film tersebut. Pertama, denotasi membahas makna asli atau aktual yang telah disepakati secara universal dan bersifat objektif. Kedua, konotasi membahas makna yang bukan makna sebenarnya dan dipengaruhi oleh perasaan, emosi, dan nilai-nilai budaya pembaca. | The research entitled “A Semiotic Analysis on the Meaning of Denotation and Connotation in the Little Women Movie” aims to determine the meaning of denotation and connotation in the Little Women (2019) movie. The researcher used a qualitative method to analyze the data. The purposive sampling technique was used in this research to select verbal and non-verbal signs in the Little Women (2019) movie, which contained liberal feminism. In analyzing the meaning of denotation and connotation, this research used the theory of semiotics by Roland Barthes (1986) and the theory of liberal feminism by Tong and Botts (2018). The data in this research are four scenes from the Little Women (2019) movie, which contains the issue of liberal feminism. The four scenes represent liberal feminism in the workplace, social, domestic, and education fields. The results of this research explain the meaning of denotation and connotation in the Little Women (2019) movie, which focuses on verbal and non-verbal signs in each scene in the movie. First, denotation discusses the original or actual meaning that has been universally agreed upon and is objective. Second, the connotation discusses the meaning that is not the real meaning and is influenced by the reader’s feelings, emotions, and cultural values. | |
| 37232 | 40111 | H1B019043 | PERILAKU DAERAH SAMBUNGAN TIPE PIN AKIBAT PELEBARAN LUBANG BAUT 10 MM ARAH HORISONTAL DENGAN VARIASI TEBAL PELAT BAJA | Pembuatan lubang baut terkadang tidak sesuai dengan kriteria. Oleh karena itu, dilakukannya penelitian pada sambungan pin dengan pelebaran lubang baut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku dan pola kegagalan akibat gaya tarik dan geser. Penelitian ini dilakukan dengan ekperimental sambungan pelat baja S460N tipe pin dengan variasi tebal pelat 6 mm, 10 mm dan baut ISO 8.8 diameter 8 mm serta pelebaran lubang baut sebesar 10 mm ke arah horisontal. Kemudian membandingkannya dengan perhitungan analisis SNI 1729 : 2020. Hasil dari penelitian ini berupa tidak terjadinya perubahan perilaku akibat beban tarik. Perilaku akibat gaya geser berdasarkan analisis dengan lubang standar semua benda uji adalah geser baut dan slip pelat. Pola kegagalan pada pelat 6 mm yaitu geser pelat di daerah antara pelebaran lubang baut dan slip pelat pada bidang kontak sambungan. Sambungan pelat 10 mm yaitu geser pelat di daerah antara pelebaran lubang baut, geser baut yang terjadi berbentuk miring, slip pelat pada bidang kontak sambungan dan tumpu pelat yang ditandai melengkunganya pada tepi sambungan searah dengan arah gaya. Sambungan pelat 6 mm dengan 10 mm pelebaran lubang di pelat 6 mm adalah sama seperti sambungan pelat 10 mm namun kegagalan tumpu pelat terjadi pada tepi pelat 6 mm. Sambungan pelat 6 mm dengan 10 mm pelebaran lubang di pelat 10 mm yaitu geser baut yang terjadi berbentuk tegak lurus bidang, slip pelat pada bidang kontak sambungan dan tumpu pelat yang ditandai bekas ulir baut pada lubang baut pelat 6 mm. | Making bolt holes sometimes does not match the criteria. Therefore, a study was carried out on pin joints with bolt hole widening. The purpose of this study is to determine the behavior and pattern of failure due to tensile and shear forces. This research was carried out by experimenting with pin-type S460N steel plate joints with plate thickness variations of 6 mm, 10 mm and ISO 8.8 bolts with a diameter of 8 mm and bolt hole widening by 10 mm in the horizontal direction. Then compare it with the analysis calculations of SNI 1729: 2020. The results of this study are no changes in behavior due to tensile loads. The behavior due to shear based on the analysis with standard holes of all test objects is bolt shear and plate slip. The failure pattern on the 6 mm plate is plate sliding in the area between the bolt hole widening and plate slip in the joint contact area. The 10 mm plate connection is the plate sliding in the area between the widening of the bolt holes, the bolt sliding that occurs in an oblique shape, the plate slip in the contact area of the connection and the plate support which is marked with a curve on the edge of the connection in the direction of the force direction. The connection of the 6 mm plate with 10 mm widening of the hole in the 6 mm plate is the same as the connection of the 10 mm plate except that the plate bearing failure occurs at the edge of the 6 mm plate. The connection of the 6 mm plate with 10 mm widened the hole in the 10 mm plate, namely the bolt sliding that occurs in a perpendicular plane, the plate slip in the contact area of the connection and the plate support which is marked by bolt thread marks in the 6 mm plate bolt holes. | |
| 37233 | 40073 | J1A018029 | Liberal Feminism in Nawal El Saadawi's Memoirs of A Woman Doctor (2000) | Artikel ini berjudul Liberal Feminism in Nawal El Saadawi’s Memoirs of A Woman Doctor (2000). Ini bertujuan untuk mengungkap perjuangan tokoh tanpa nama untuk melawan praktik patriarki yang digambarkan dalam novel. Eksplorasi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam menganalisis data. Data penelitian ini diperoleh dari narasi dan percakapan dari novel Memoirs of a Woman Doctor karya Nawal El Sadaawi. Mengambil tiga aspek feminisme liberal Rosemary Tong sebagai lensa, studi ini menemukan bahwa tokoh utama tanpa nama mencapai kesetaraan dalam pendidikan dengan menjadi seorang dokter, kesetaraan dalam ekonomi dengan memiliki penghasilan sendiri, dan kesetaraan dalam kebebasan sipil dengan mengungkapkan pikirannya secara bebas. | This article is entitled Liberal Feminism in Nawal El Saadawi’s Memoirs of A Woman Doctor (2000). It aims to reveal the struggles of the nameless character to fight against patriarchal practices portrayed in the novel. This exploration used a qualitative descriptive method in analyzing data. The data of this study were obtained from narratives and conversations from the novel Memoirs of a Woman Doctor by Nawal El Sadaawi. Taking Rosemary Tong’s three aspects of liberal feminism as the lens, this study found that the nameless main character achieves equality in education by becoming a doctor, equality in economy by having her own income, and equality in civil liberties by speaking her mind freely. | |
| 37234 | 40074 | J1A018006 | Self-actualization resulted in friendship in Luca (2021) | Penelitian ini berjudul “Self-Actualization Resulted in Friendship in Luca (2021)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses aktualisasi diri Luca melalui persahabatan dalam film Luca (2021). Peneliti menggunakan metode kualitatif dalam menganalisis data. Data penelitian ini diperoleh dari dialog dan adegan dari film berjudul “Luca (2021)”. Film ini bercerita tentang Luca dan persahabatannya dengan Alberto dan Giulia. Luca adalah anak laki-laki yang mengembangkan kepribadiannya dan mencapai aktualisasi diri melalui persahabatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologis karena mengkaji analisis yang utamanya melibatkan teori aktualisasi diri Maslow. Selain itu, untuk mengkaji aktualisasi diri yang dialami Luca akibat pertemanannya, peneliti juga menggunakan teori pertemanan dan teori perkembangan kepribadian. Berdasarkan teori Wood tentang tiga aspek fundamental dalam persahabatan, penelitian ini menemukan bahwa faktor-faktor yang menghadirkan persahabatan Luca meliputi saling percaya, saling mengungkapkan kasih sayang, dan mengungkapkan dorongan. Penelitian ini juga menemukan bahwa tiga aspek persahabatan Luca dalam film Luca (2021) menghasilkan aktualisasi dirinya. Hal ini menunjukkan bahwa Luca dapat memenuhi kebutuhan fisiologisnya, kebutuhan keselamatan dan keamanan, kebutuhan rasa memiliki dan cinta, serta kebutuhan harga diri secara memadai melalui persahabatannya. Akibatnya, Luca telah mencapai aktualisasi diri, terbukti dari persahabatan yang telah dia jalin. Berdasarkan teori aktualisasi diri Maslow, hasil penelitian ini mengungkapkan karakteristik Luca sebagai individu yang mengaktualisasikan diri yaitu, menjadi orang yang realistis, percaya diri sebagai monster laut, perhatian terhadap orang lain, koneksi interpersonal, kemauan untuk belajar dari siapapun, dan pencapaian puncak | This research is entitled “Self-actualization Resulted in Friendship in Luca (2021).” This research aims to uncover Luca’s process of self-actualization through friendship in the Luca (2021) film. The researcher employs a qualitative method in analyzing the data. This research data was acquired from dialogues and scenes from the film “Luca (2021)”. Luca is a boy who develops his personality and achieves self-actualization through friendship. This research employs a psychological approach since it examines the analysis that primarily involves Maslow’s theory of self-actualization. Moreover, in order to examine the self-actualization experienced by Luca as a result of his friendship, the researcher also utilizes friendship theory. Based on Wood’s theory of three fundamental aspects of friendship, this research discovered that the factors that present Luca’s friendship include expressing mutual trust, revealing mutual affection, and providing support. This research also found that three aspects of Luca’s friendship in the Luca (2021) film resulted in his self-actualization. This demonstrates that Luca can meet his physiological requirements, safety and security needs, belonging and love needs, and self-esteem needs adequately through his friendship. As a result, Luca has attained self-actualization, as proven by the friendships he has established. Based on Maslow’s theory of self-actualization, the results of this research reveal Luca’s characteristics as a self-actualizing individual, namely, being realistic, self-confident as a sea monster, attentive to others, interpersonal connection, willing to learn from anyone, and peak achievement. | |
| 37235 | 40075 | J1A018036 | THIRD WAVE FEMINISIM IN STAR'S EMILY IN PARIS (2020) | Emily in Paris, disutradarai oleh Darren Star, bercerita tentang seorang wanita yang baru-baru ini pindah dari Amerika ke Paris untuk menggantikan dan mengambil alih tanggung jawab bosnya yang tidak bisa melakukan perjalanan bisnis dalam setahun. Dalam tulisan ini, penulis ingin membuktikan keberadaan gerakan feminisme gelombang 3 dalam film Emily In Paris. Penelitian ini menggunakan deskriptif metode kualitatif dan peneliti menggunakan pencatatan sebagai alat. Analisis data mengacu pada langkah-langkah yang terlibat dalam menganalisis data untuk menjawab masalah penelitian. Data tersebut berupa karakter dan penokohan, dialog, deskripsi, plot, adegan atau peristiwa dalam film Emily Di Paris. Dan untuk hasil akhir, kami menemukan bahwa feminisme gelombang ketiga tercermin dalam karakter Emily yang memiliki sudut pandang berbeda dengan seksis. Dan kemudian Emily juga merangkul pemberdayaan wanita dalam kehidupan Emily Cooper | Emily in Paris, directed by Darren Star, tells the story of a woman who recently moved from America to Paris to replace and take over the responsibility of her boss who can't go on a business trip in a year. In this paper, the authors want to prove the existence of the wave 3 feminism movement in the film Emily In Paris. This study used descriptive qualitative method and researchers used note-taking as a tool. Data analysis refers to the steps involved in analyzing data to answer a research problem. The data are in the form of characters and characterization, dialogues, descriptions, plot, scenes or events in the film Emily In Paris. And for the final result, we found that the third wave of feminism is reflected in Emily’s character which has the different point of view with the sexist. And then Emily also embraced woman empowerment in the life of Emily Cooper | |
| 37236 | 44190 | I1A019116 | Faktor Risiko Kejadian Preeklampsia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Patikraja Kabupaten Banyumas | Latar Belakang: Angka kematian ibu saat ini masih menjadi prioritas masalah kesehatan di dunia, salah satu penyebabnya adalah preeklampsia. Puskesmas Patikraja menduduki peringkat ke 3 dari 27 Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian preeklampsia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Patikraja. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, dilakukan pada bulan Juli 2023-Januari 2024 di wilayah kerja Puskesmas Patikraja. Populasi sejumlah 630 ibu hamil, dengan sampel sebanyak 93 menggunakan teknik cluster random sampling. Analisis data meliputi univariat, bivariat menggunakan uji chi square dan multivariat menggunakan uji regresi ganda Hasil Penelitian: Hasil analisis bivariat menunjukan hubungan antara paritas (p value = 0,017) , usia kehamilan (p value= 0,030), usia ibu (p value= 0,019), riwayat hipertensi (p value= 0,000) dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Variabel yang paling berisiko mengalami kejadian preeklampsia pada ibu hamil yaitu variabel riwayat hipertensi dengan p-value = 0,000; OR= 62.796; 95% CI 14.034-280.973. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan faktor risiko yang paling dominan mengalami kejadian preeklampsia adalah riwayat hipertensi. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan yaitu memberikan penyuluhan dan sosialisasi mengenai komplikasi kehamilan terlebih pada saat ibu hamil melakukan pemeriksaan ANC sehingga dapat menambah pengetahuan ibu hamil mengenai komplikasi kehamilan terkhusus preeklampsia. | Background: Maternal mortality is currently still a priority health problem in the world, one of the causes is preeclampsia. Puskesmas Patikraja is ranked 3rd out of 27 Puskesmas. This study aims to determine the risk factors for preeclampsia in pregnant women in the work area of the Patikraja Health Center Methodology: This study used a cross-sectional design, conducted in July 2023- January 2024 in the working area of the Patikraja Health Center. The population was 630 pregnant women, with a sample of 93 using cluster random sampling techniques. Data analysis included univariate, bivariate using chi square test and multivariate using multiple regression test. Research Results: The results of bivariate analysis showed a relationship between parity (p value = 0.017), gestational age (p value = 0.030), maternal age (p value = 0.019), history of hypertension (p value = 0.000) with the incidence of preeclampsia in pregnant women. The variables most at risk of experiencing preeclampsia in pregnant women are variables history of hypertension with pvalue = 0.000; OR= 62,796; 95% CI 14,034-280,973. Conclusion: This study shows that the most dominant risk factor for preeclampsia is a history of hypertension. One of the prevention efforts that can be done is to provide counseling and socialization about pregnancy complications, especially when pregnant women do ANC examinations so that they can increase the knowledge of pregnant women about pregnancy complications, especially preeclampsia | |
| 37237 | 44201 | G1B020001 | FAKTOR – FAKTOR YANG MEMENGARUHI RENCANA MAHASISWA PROFESI DOKTER GIGI UNTUK MENJADI DOSEN (Penelitian Mixed Method pada 12 Universitas di Indonesia) | Pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan di institusi kedokteran gigi belum menjadi perhatian khusus di Undang-Undang nomor 20 tahun 2013. Rasio dosen terhadap mahasiswa kedokteran gigi di Indonesia masih sangat rendah pada sebagian besar universitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi rencana mahasiswa profesi dokter gigi pada 12 Universitas di Indonesia untuk menjadi dosen. Jenis penelitian ini adalah penelitian mixed method dengan tipe sequential explanatory design. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuantitatif analitik menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam (in depth interview). Populasi penelitian ini adalah mahasiswa profesi dokter gigi pada 12 Universitas di Indonesia. Teknik pengambilan sampel penelitian kuantitatif menggunakan cluster sampling dengan jumlah sampel minimal sebanyak 97 mahasiswa profesi dokter gigi. Teknik pengambilan sampel penelitian kualitatif menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 18 mahasiswa profesi dokter gigi. Analisis data penelitian kuantitatif dilakukan secara bivariat berupa chi-square dan analisis multivariat berupa regresi logistik. Analisis data penelitian kualitatif dilakukan secara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel tingkat pendidikan ayah dan pendapatan ayah dengan rencana untuk menjadi dosen (p <0,05). Tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, nilai akademik, tingkat pendidikan ibu, dan pendapatan ibu dengan rencana untuk menjadi dosen (p > 0,05). Faktor yang ditemukan pada penelitian kualitatif terdapat faktor yang mendukung dan faktor yang menghambat. Faktor yang paling banyak disebutkan responden pada faktor yang mendukung adalah pengenalan profesi dosen kedokteran gigi. Faktor yang paling banyak disebut responden pada faktor yang menghambat adalah beban kerja dosen yang berlebih. | The management of taught and educational staff in dental institutions had not been given special attention in Law numbered 20 of 2013. The ratio of lecturers to dental students in Indonesia was still very low at most universities. The aimed of this researched was to determine the factors that influenced the planned of dental professional students at 12 universities in Indonesia to became lecturers. This typed of researched is mixed method research with sequential explanatory design typed. The data collection technique used is quantitative analytical used questionnaires and in-depth interviews. The population of this studied was students of the dental profession at 12 universities in Indonesia. The quantitative research sampling technique used cluster sampling with a minimum sample size of 97 dental professional students. The qualitative research sampling technique used purposive sampling with a total sample of 18 dental professional students. Quantitative research data analysis carried out bivariately in the formed of chi-square and multivariate analysis in the formed of logistic regression. Analysis of qualitative research data carried out descriptive qualitatively. The research results showed that there was a significant relationship between the variables of father's education leveled and father's income and planned to became a lecturer (p <0.05). There is no significant relationship between gender, academic grades, mother's education leveled, and mother's income with plans to become a lecturer (p > 0.05). The factors founded in qualitative research included supported factors and inhibiting factors. The factor most frequently mentioned by respondents as a supported factor was the introduction of the profession of dentistry lecturer. The factor most frequently mentioned by respondents as an inhibiting factor was excessive lecturer workload. | |
| 37238 | 46134 | I1E020047 | Pengaruh Permainan Tradisional Engklek Tehadap Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Pada Anak Usia 7-8 Tahun di SD Negeri 1 Purwojati | Latar Belakang: Pada masa anak-anak membutuhkan kemampuan motorik kasar sehingga dibutuhkan permainan yang sesuai dengan karakteristik anak anak. Motorik kasar adalah kemampuan yang membutuhkan koordinasi sebagian besar tubuh anak. Permainan tradisional dapat menjadi salah satu opsi yang menjadi perangsang perkembangan motorik kasar anak. Salah satu permainan tradisional yang mampu membantu perkembangan anak yaitu permainan tradisional engklek Observasi di SD Negeri 1 Purwojati menunjukkan bahwa beberapa anak kurang aktif dalam kegiatan gerak, sehingga dibutuhkan permainan yang sesuai pada peningkatan perkembangan motorik. Permainan olahrga tradisional engklek mampu meningkatkan perkembangan motorik kasar. Metodologi: Desain penelitian menggunakan eksperimen one group pretest-posttest, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen tes yang digunakan adalah lari 30 meter, lari zig-zag, lempar turbo, berdiri dengan 1 kaki, dan lompat jauh tanpa awalan Hasil Penelitian: Penelitian ini menunjukkan bahwa permainan engklek secara signifikan meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 7-8 tahun di SD Negeri 1 Purwojati, dengan nilai t hitung lari 30 meter sebesar -2.642, lari zig-zag sebesar -7.370, lempar turbo sebesar 2.994, berdiri dengan 1 kaki sebesar -5.704, dan lompat jauh tanpa awalan 6.352. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa permainan engklek secara signifikan meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 7-8 tahun di SD Negeri 1 Purwojati. | Background: At a time when children require rough motor skills, games that match the characteristics of children are required. Rough motorism is an ability that requires coordination most of the child's body. Traditional games can be one of the options that is becoming a stimulant of a child's rough motor development. One of the traditional games that can help the development of children is the traditional game of engklek Observation in SD State 1 Purwojati shows that some children are less active in movement activities, so it is necessary to play appropriate to improve motor development. Methodology: Research design using one group pretest-posttest experiments, with sampling techniques using purposive samplings. The test instruments used were 30 meters running, zig-zag running, turbo throwing, standing with 1 foot, and unprecedented distance jumping Research results: This study showed that english playing significantly improved the rough motor skills of 7-8 year-olds in SD State 1 Purwojati, with a t-count of 30 metres running at -2,642, zigzag run at -7,370, turbo-throwing at 2,994, standing at 1 foot at -5,704, and long-distance jump without a precedent of 6,352. Conclusion: This study shows that engklek play significantly improves the rough motor skills of children aged 7-8 years in the State SD 1 Purwojati. | |
| 37239 | 40076 | J1A017047 | THE ANALYSIS OF ASSERTIVE SPEECH ACT DELIVERED BY JOE BIDEN AND KAMALA HARRIS IN DNC CAMPAIGN SPEECH ON AUGUST, 2020 | Penelitian ini berjudul The Analysis of Assertive Speech Act Delivered by Joe Biden and Kamala Harris in DNC Campaign Speech on August 2020 bertujuan untuk menganalisis tipe tindak tutur asertif dan bagaimana tindak tutur asertif itu disampaikan oleh Joe Biden dan Kamala Harris. Penelitian ini menggunakan teori Searle (1979) tentang tindak tutur asertif dan teori Parker (1986) tentang Direct dan Indirect. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sementara itu, data penelitian ini adalah transkrip pidato Joe Biden dan Kamala Harris yang diambil dari situs web CNN tanggal 5 Januari 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Joe Biden menggunakan 8 tipe tindak tutur asertif, diantaranya adalah mengeluh (5 kali), meyakinkan (4 kali), menegaskan (2 kali), menyatakan (2 kali), menyarankan (1 kali), menyangkal (1 kali), menginformasi (1 kali), dan memprediksi (1 kali). Sementara itu, Kamala Harris menggunakan 5 tipe tindak tutur asertif, diantaranya adalah menegaskan (3 kali), meyakinkan (2 kali), menginformasi (2 kali), mengeluh (2 kali), dan menyatakan (1 kali). Oleh karena itu, mengeluh paling banyak digunakan oleh Joe Biden untuk melemahkan lawan dengan mengeluhkan kepemimpinan Donad Trump. Sedangkan, menegskan paling banyak digunakan oleh Kamala Harris untuk menciptakan citra yang baik untuk mereka dengan menegaskan tugasnya, visinya, dan kualitas presiden di periode berikutnya. Selain itu, Joe Biden tindak tutur asertif tersebut dengan cara langsung (12 kali) dan cara tidak langsung (5 kali). Sedangkan, Kamala Harris menyampaikan tindak tutur asertif tersebut dengan cara langsung (9 kali) dan cara tidak langsung (1 kali). Oleh karena itu, cara langsung adalah cara yang paling sering digunakan oleh Joe Biden dan Kamala Harris untuk membuat ujaran mereka sejelas mungkin supaya masyarakat mengerti ujaran mereka dengan baik. Kata Kunci: Pragmatik, tindak tutur asertif, pidato kampanye Joe Biden dan Kamala Harris, direct dan indirect | This research is entitled “The Analysis of Assertive Speech Act Delivered by Joe Biden and Kamala Harris in DNC Campaign Speech on August 2020 is aimed to analyze the types of assertive speech acts and how they are conveyed by Joe Biden and Kamala Harris. This research applies Searle’s theory (1979) concerning to the types of assertive speech act and Parker’s theory (1986) concerning to direct and indirect. This research is categorized to the qualitative method. While the data of this research are Joe Biden and Kamala Harris transcript’s speech from CNN official website taken on January 5, 2021. The result shows that Joe Biden expresses 8 types of assertive speech act; those are complaining act (5 times), convincing act (4 times), asserting act (2 times), stating act (2 times), suggesting act (1 stating), denying act (1 time), informing act (1 time), and predicting act (1 time). While, Kamala Harris expresses 5 types of assertive speech act; those are asserting act (3 times), convincing act (2 times), informing act (2 times), complaining act (2 times), and stating act (1 time). Thus, complaining act is a dominant act expressed by Joe Biden because he intends to weaken and against the opponent by complaining Donald Trump’s leadership, while asserting act is a dominant act expressed by Kamala Harris because she intends to create a good image on herself and Joe Bide by asserting her duty, her vision to America, and a good qualification as the next president. In addition, in analyzing, Joe Biden conveys those assertive speech acts directly (12 times) and indirectly (5 times), while Kamala Harris conveys those assertive speech acts directly (9 times) and indirectly (1 time). Thus, direct is the dominant way that is used by Joe Biden and Kamala Harris to make their utterance as clear as possible so that people understand their utterance as well. | |
| 37240 | 39908 | E1A019339 | PENCATATAN PERKAWINAN BEDA AGAMA YANG DILANGSUNGKAN DI LUAR NEGERI (Tinjauan Yuridis: Penetapan Nomor 1041/Pdt.P/2022/PN.Tng) | Perkawinan beda agama yang dilangsungkan di luar negeri menjadi sebuah fenomena dikalangan masyarakat menegah ke atas. Fenomena ini terjadi akibat sulitnya pencatatan perkawinan beda agama di Indonesia yang menafsirkan perkawinan adalah sah apabila dilaksanakan sesuai agama dan kepercayaannya. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan permohonan penetapan perkawinan beda agama yang dilangsungkan di luar negeri berdasarkan penetapan pengadilan Nomor: 1041/Pdt.P/2022/PN.Tng dan bagaimana pencatatan perkawinan beda agama di Indonesia yang dilangsungkan di luar negeri. Tipe penelitian adalah yuridis normatif. Spesifikasi penelitian preskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data sekunder. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa Hakim dalam pertimbangannya hanya berdasarkan Pasal 1 angka 17, Pasal 3 dan Pasal 56 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan mengenai suatu peristiwa penting yang harus dilaporkan. Hakim dalam penetapannya hanya mempertimbangkan dari aspek administratif namun tidak mempertimbangkan aspek keabsahan suatu perkawinan sebagaimana ketentuan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Mengenai pencatatan perkawinan terdapat dua asas yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu asas lex superior derogate legi inferior berkaitan dengan persyaratan pencatatan bagi pasangan beda agama yang dilangsungkan di luar negeri dimana ketentuan Pasal 35 huruf (a) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan mengesampingkan Pasal 38 dan Pasal 39 Peraturan Presiden Nomor 96 tahun 2018 Tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Catatan Sipil dan asas lex posterior derogat legi priori mengenai jangka waktu pelaporan perkawinan yang dilangsungkan di luar negeri setelah kembali ke Indonesia dimana ketentuan Pasal 37 ayat (4) Undang Nomor 24 Tahun 2013 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan meniadakan ketentuan Pasal 56 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. | Interfaith marriages that take place abroad have become a phenomenon among the upper middle class. This phenomenon occurs due to the difficulty of recording interfaith marriages in Indonesia, which interprets marriage as valid if it is carried out according to religion and belief. The problem in this study is how the legal considerations of the judge in granting the application for the determination of an interfaith marriage that was held abroad based on court decision Number: 1041/Pdt.P/2022/PN.Tng and how the registration of interfaith marriages in Indonesia that were held abroad. The research type is normative juridical. The research specification is prescriptive analytical. The data used is secondary data. The data obtained is then processed and analyzed with qualitative normative methods. The results of the research and discussion show that the judge in his consideration is only based on Article 1 number 17, Article 3 and Article 56 of Law Number 24 of 2013 concerning Amendments to Law Number 23 of 2006 concerning Population Administration regarding an important event that must be reported. The judge in his decision only considers the administrative aspect but does not consider the aspect of the validity of a marriage as stipulated in Article 2 paragraph (1) of Law Number 1 Year 1974 concerning Marriage. Regarding marriage registration, there are two principles applied in this study, namely the principle of lex superior derogate legi inferior relating to the registration requirements for couples of different religions who are held abroad where the provisions of Article 35 letter (a) of Law Number 24 of 2013 concerning Amendments to Law Number 23 of 2006 concerning Population Administration. Article 35 letter (a) of Law Number 24 of 2013 Concerning Amendments to Law Number 23 of 2006 Concerning Population Administration overrides Article 38 and Article 39 of Presidential Regulation Number 96 of 2018 Concerning Requirements and Procedures for Population Registration and Civil Registration and the principle of lex posterior derogat legi priori regarding the reporting period for marriages held abroad after returning to Indonesia where the provisions of Article 37 paragraph (4) of Law Number 24 of 2013 Concerning Amendments to Law Number 23 of 2006 Concerning Population Administration negates the provisions of Article 56 paragraph (2) of Law Number 1 of 1974 Concerning Marriage. |