Artikelilmiahs

Menampilkan 37.121-37.140 dari 48.979 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3712139975E1A017381Penerapan Prinsip Good Corporate Governance Pada PT Indonesia Power Mrica Power Generation UnitBadan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pilar perekonomian negara untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia wajib menjadi pelopor dalam perwujudan prinsip-prinsip Good Corporate Governance ini. Prinsip Good Corporate Governance diterapkan sebagai landasan operasional perusahaan dalam rangka penyehatan pengelolaan dan penyelesaian masalah perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan prinsip Good Corporate Governance pada PT Indonesia Power Mrica Power Generation Unit.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode yuridis normatif dengan analisis secara normatif kualitatif. Spesifikasi penelitian menggunakan penelitian deskriptif analitis, metode pengumpulan data dengan menggunakan data sekunder melalui studi kepustakaan dan data primer melalui wawancara di PT Indonesia Power Mrica Power Generation Unit, dengan menggunakan metode penyajian data dalam bentuk teks naratif dan disusun secara sistematis.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa PT Indonesia Power Mrica Power Generation Unit telah menerapkan kelima prinsip Good Corporate Governance yaitu, prinsip keterbukaan, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran dengan baik sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor: PER-01/MBU/2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor: PER-09/MBU/2012.
State-owned Enterprises (BUMN) as the pillar of the economic of the state to realize prosperous for all residents have to be a forerunner in establishing the principles of Good Corporate Governance. This principle is applied as the base of company operational in the order of well-management and problem resolution of company. This research was conducted to find out how the principle of good corporate governance implemented at PT Indonesia Power Mrica Power Generation Unit.
This research was conducted using a normative juridical method with a qualitative normative analysis. The research spesification uses descriptive analytical research, data collection methods using secondary data acquired through library research and primary data acquired through interviews at PT Indonesia Power Mrica Power Generation Unit, with the data assessment method in the form of narrative text and arranged systematically.
Based on the research result, PT Indonesia Power Mrica Power Generation Unit has implemented the five principles of Good Corporate Governance specifically, principle of transparency, accountability, responsibility, independency, and fairness properly in accordance with State-owned Enterprises Ministerial Regulation Number: PER-01/MBU/2011 on Implementation of Good Corporate Governance in State-owned Enterprises (BUMN) as amended with State-owned Enterprises Ministerial Regulation Number: PER-09/MBU/2012.
3712239976F1D019037Kapasitas Militer dalam Operasi Militer Selain Perang: Kemampuan Kodim 0701/Banyumas dalam Penanganan Covid-19 di Kabupaten BanyumasDalam agenda penanganan Covid-19, partisipasi aktif dan relasi yang dibentuk oleh institusi militer menjadi penting untuk dikaji karena hal tersebut dapat menentukan karakteristik dari berjalannya agenda ini. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengenai kapasitas dan kemampuan dari Kodim 0701/Banyumas dalam peran aktif serta upayanya untuk membangun jejaring kerja sama dengan para aktor non-militer pada agenda penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Banyumas. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perluasan peran oleh Kodim 0701/Banyumas di luar aspek non-militer dan keamanan, yaitu pada aspek sosial-ekonomi dan kesehatan. Sedangkan dalam upaya membangun jaringan kerja sama dengan para aktor non-militer, terdapat 2 (dua) jalur yang digunakan oleh Kodim 0701/Banyumas, yaitu pertama, melalui program Komsos dan kedua, melalui mekanisme perbantuan yang diajukan oleh sipil. Dalam beragam peran tersebut, Kodim 0701/Banyumas bergerak berdasarkan garis komando dan garis koordinasi yang berasal baik dari Komando Atas TNI maupun dari elemen sipil, perwujudan atas peran-peran tersebut merupakan manifestasi dari UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, Inpres Nomor 6 Tahun 2020, dan Perbup Banyumas Nomor 1 Tahun 2021.

Kata kunci: kodim 0701/Banyumas, komsos, jejaring kerja sama, covid-19
In the agenda for handling Covid-19, active participation and relations formed by military institutions are important to study because this can determine the characteristics of the running of this agenda. Therefore, this study aims to examine the capacity and capabilities of the Kodim 0701/Banyumas in its active role and efforts to build a network of cooperation with non-military actors on the agenda for handling the Covid-19 pandemic in Banyumas Regency. This study uses a qualitative method with a case study approach, while the data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. The results showed that Kodim 0701/Banyumas expanded the role beyond non-military and security aspects, namely in socio-economic and health aspects. Meanwhile, in an effort to build a network of cooperation with non-military actors, there are 2 (two) channels used by Kodim 0701/Banyumas, namely first, through the Komsos program and second, through assistance mechanisms proposed by civilians. In these various roles, Kodim 0701/Banyumas operates based on command lines and coordination lines originating from both the TNI Upper Command and from civilian elements, the manifestation of these roles is a manifestation of Law Number 34 of 2004 concerning the TNI, Presidential Instruction Number 6 of 2020 , and Banyumas Regency Regulation No. 1 of 2021.

Keywords: kodim 0701/Banyumas, komsos, cooperation network, covid-19
3712339977I1A017070Hubungan Higiene Sanitasi Penjamah Makanan Dengan Kualitas Mikrobiologis Makanan: Systematic ReviewLatar Belakang: Higiene sanitasi penjamah makanan perlu dilakukan agar pangan dapat dikonsumsi dengan aman. Bakteri Escherichia coli adalah salah satu penyebab yang sering ditemukan pada penyakit bawaan makanan. Data tahun 2020 menyebutkan, masakan jajanan menjadi penyebab KLB sebesar 9% dengan 10 kejadian keracunan terjadi ketika jajan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor higiene sanitasi penjamah makanan yang berhubungan dengan kualitas mikrobiologis makanan yakni keberadaan Escherichia coli pada makanan jajanan berdasarkan kajian literatur.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode systematic review. Pencarian literatur menggunakan kata kunci yang dimasukkan ke database jurnal. Literatur berasal dari database Microsoft Academic, PubMed, Cochrane Library, BioMed Central, dan Google Scholar dengan kriteria inklusi dan eksklusi.
Hasil Penelitian: Terdapat 19 literatur yang direview dengan tahun publikasi terbanyak pada tahun 2019. Berdasarkan analisis, terdapat 13 faktor yang berhubungan dengan Escherichia coli yaitu pengetahuan, pendidikan, bahan makanan, pengolahan makanan, higiene penjamah makanan, kondisi penyimpanan makanan masak, fasilitas sanitasi, higiene sanitasi, penyajian makanan, sanitasi lingkungan, peralatan, penerapan penggunaan alat bantu penyajian makanan, dan sarana penjualan makanan.
Kesimpulan: Literatur yang dilakukan review sebanyak 19 literatur dan ditemukan sebanyak 13 faktor higiene sanitasi penjamah makanan yang berhubungan dengan kualitas mikrobiologis makanan yakni kontaminasi Escherichia coli pada makanan.
Background: Hygiene and sanitation of food handlers needs to be done so that food can be consumed safely. Escherichia coli bacteria is one of the most common causes of foodborne illness. Data for 2020, stated that snack food was the cause of outbreaks by 9% with 10 poisoning incidents occurring during snacks. The purpose of this study was to determine the hygiene and sanitation factors of food handlers related to the microbiological quality of food, namely the presence of Escherichia coli in snack foods based on a literature review.
Method: This study uses a systematic review method. Literature search using keywords that entered into the journal database. The literature comes from Microsoft Academic, PubMed, Cochrane Library, BioMed Central, and Google Scholar databases with inclusion and exclusion criteria.
Results: There were 19 literatures reviewed with the highest publication in 2019. Based on the analysis, there are 13 factors related to Escherichia coli namely knowledge, education, food ingredients, food processing, food handler hygiene, storage conditions of cooked food, sanitation facilities, hygiene sanitary, food serving, environmental sanitation, utensils, practice of using food serving aids, and food selling facilities.
Conclusion: There were 19 literatures reviewed and 13 factors of food handlers hygiene sanitation found related to microbiological quality of food, in other words Escherichia coli contamination in food.
3712439978E1A019264Kekuatan Alat Bukti Visum Et Repertum Dalam Pembuktian Tindak Pidana Persetubuhan (Studi Putusan Nomor 82/Pid.Sus/2022/Pn.Skh)Visum Et Repertum merupakan salah satu alat bukti yang sah berupa surat berdasar keterangan dari seorang ahli yang memuat pendapat berdasarkan keahliannya mengenai suatu keadaan yang diminta secara resmi. Keterangan ahli kedokteran dalam membantu penyidik mengungkap kasus tindak pidana yang mengakibatkan luka pada korban, keracunan, atau bahkan mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan pembuktian alat bukti Visum Et Repertum dalam mengungkap kasus dan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara pidana persetubuhan dalam Putusan Nomor 82/Pid.Sus/2022/Pn.Skh. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif analitis. Kesimpulan penelitian ini, bahwa kekuatan pembuktian alat bukti Visum Et Repertum pada Putusan Nomor: 82/Pid.Sus/2022/PN. Skh pada dasarnya mengkaji peranan kekuatan hukum Visum Et Repertum dalam tindak pidana persetubuhan. Hasil Visum dikesampingkan karena permintaan Visum keluar berdasar pengaduan dari saksi bukan berdasarkan laporan dari korban, sehingga Visum keluar lebih dulu daripada laporan dari korban. Hal tersebut, menjadikan tidak terpenuhinya formalitas perolehan Visum, namun karena diterangkan keadaan tubuh korban, secara materil merupakan suatu fakta yang benar, sehingga dijadikan pertimbangan hakim untuk menguatkan keyakinannya. Hakim dalam menjatuhkan putusan mempertimbangkan aspek yuridis dan sosiologis. Aspek yuridis seluruh unsur dakwaan telah terbukti sehingga pada diri Terdakwa tidak ditemukan hal-hal yang dapat, menghapuskan pertanggungjawaban pidana, baik di dalam alasan pembenar dan atau alasan pemaaf. Aspek sosiologis yang dipertimbangkan oleh Hakim yaitu Terdakwa belum pernah dipidana, sopan di persidangan, dan masih muda.Visum Et Repertum is a legal kind of proof in the form of a letter based on a statement from an expert conveying an opinion based on his competence regarding an officially sought circumstance. The testimony of medical professional’s aids detectives in finding criminal cases involving victim damage, poisoning, or even death. This study intends to evaluate the effectiveness of Visum Et Repertum in exposing cases and to identify the legal factors used by judges in resolving criminal cases of sexual intercourse in Decision Number 82/Pid.Sus/2022/Pn.Skh. This study employs a normative juridical research approach with analytical prescriptive research specifications. This study concludes that the strength of the evidence of Visum Et Repertum in Decision Number: 82/Pid.Sus/2022/PN. Skh essentially explores the function of Visum Et Repertum's legal force in the crime of intercourse. The results of the post mortem were disregarded since the request for a post mortem was based on complaints from witnesses and not on reports from victims; hence, the post mortem results were released before the victim reports. This rendered the formality of obtaining a post mortem unfulfilled, but because the judge was informed of the condition of the victim's body, it was a fact that was taken into account to reinforce his verdict. In making a ruling, the judge examines both legal and societal factors. All of the parts of the indictment have been demonstrated from a legal standpoint, so that the Defendant has no justifications or excuses that could absolve him of criminal guilt. The judge took into account that the defendant had never been convicted, was respectful during trial, and was still young.
3712539979E1A019091OBSTRUCTION OF JUSTICE OLEH ADVOKAT DALAM PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI (Studi Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 9/Pid.Sus-TPK/2018/PN.JKT.Pst juncto Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 23/Pid.Sus-TPK/2018/PT.DKI)Tindak pidana obstruction of justice merupakan tindak pidana yang dilakukan oleh setiap orang yang dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap tersangka dan Terdakwa ataupun para saksi dalam perkara korupsi sebagaimana termuat dalam Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pada Putusan Nomor 9/Pid.Sus-TPK/2018/PN.JKT.Pst, Penuntut Umum menuntut dengan dakwaan tunggal yaitu Pasal 21 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Majelis hakim dalam pertimbangannya menilai bahwa Terdakwa terbukti bersalah secara melawan hukum melakukan tindak pidana dengan sengaja bersama-sama merintangi penyidikan terhadap tersangka dalam perkara korupsi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian ini adalah perspektif analisis. Metode pengumpulan bahan hukum primer dilakukan studi pustaka pada bahan hukum sekunder yang kemudian dilakukan analisis kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terkait pertimbangan hukum Majelis Hakim, Terdakwa terbukti telah melakukan perbuatan obstruction of justice dan majelis hakim menjatuhkan pidana kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama 7 (tujuh) tahun dan denda sebesar Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 5 (lima bulan).The crime of obstruction of justice is a crime committed by anyone who deliberately prevents, obstructs, or thwarts directly or indirectly the investigation, prosecution and examination in court of the suspects and defendants or witnesses in corruption cases as contained in Article 21 Law Number 31 of 1999 concerning the Eradication of Corruption Crimes as amended by Law Number 20 of 2001 concerning Amendments to Law Number 31 of 1999 concerning the Eradication of Corruption Crimes. In Decision Number 9/Pid.Sus-TPK/2018/PN.JKT.Pst, the Public Prosecutor demanded a single indictment, Article 21 of the Corruption Law in conjunction with Article 55 paragraph (1) 1st of the Criminal Code. The panel of judges in their considerations considered that the defendant was proven guilty of unlawfully committing a criminal act by deliberately obstructing the investigation of the suspect in a corruption case. The research method used in this study is normative juridical with the specification of this research is an analytical perspective. The method of collecting primary legal materials is a literature study on secondary legal materials which is then subjected to qualitative analysis. The results of this study indicate that regarding the legal considerations of the Panel of Judges, the defendant was proven to have committed an act of obstruction of justice and the panel of judges sentenced the defendant to imprisonment for 7 (seven) years and a fine of Rp. 500,000,000 (five hundred million rupiahs) provided that if the fine is not paid it is replaced by imprisonment for 5 (five months).
3712639669C1C019035PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE, KINERJA KEUANGAN, DAN OPINI AUDIT TERHADAP NILAI PERUSAHAAN
(Studi pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI Tahun 2018-2021)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisa pengaruh Good Corporate Governance, kinerja keuangan, dan opini audit terhadap nilai perusahaan pada perusahaan perbankan konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018-2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan data sekunder berupa laporan tahunan, laporan GCG, dan laporan keuangan yang telah diaudit. Populasi penelitian ini sebanyak 40 perusahaan yang terdaftar di BEI dalam kurun waktu 4 tahun penelitian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Jumlah data yang menjadi sampel penelitian adalah 114 data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Good Corporate Governance berpengaruh terhadap nilai perusahaan, kinerja keuangan berpengaruh terhadap nilai perusahaan, dan opini audit berpengaruh terhadap nilai perusahaan.This study aims to examine and analyze the effect of Good Corporate Governance, financial performance, and audit opinion on company value in conventional banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2018-2021. This type of research is quantitative research using secondary data in the form of annual reports, GCG reports, and audited financial statements. The population of this study was 40 companies listed on the IDX within 4 years of research. The sampling technique used is purposive sampling technique. The number of data sampled in the study was 114 data. The results of this study show that Good Corporate Governance affects company value, financial performance affects company value, and audit opinion affects company value.
3712739863I1E019018ANALISIS KEMAMPUAN VO2MAX DAN KETERAMPILAN DASAR BERMAIN PADA SISWA EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET SMA NEGERI 1 PLUMBON
Latar Belakang: Ekstrakurikuler bola basket terdapat teknik dasar yaitu dribbling shooting passing, olahraga bola basket juga membutuhkan tingkat kebugaran yang baik untuk mencapai prestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan VO2MAX dan keterampilan dasar bermain pada siswa ekstrakurikuler bola basket SMA Negeri 1 Plumbon.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Plumbon. Menggunakan sampel 21 siswa dengan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan analisis deskriprif kuantitatif dengan persentase

Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis data pada siswa laki-laki berkategori “Baik” 4 yaitu siswa (36,4%) dan siswa perempuan berkategori “Sedang” yaitu 5 siswa (50%) pada tes kemampuan VO2MAX. Hasil analisis data pada siswa laki-laki berkategori “Sedang” yaitu 4 siswa (36,4%) dan siswa perempuan berkategori “Baik” yaitu 3 siswa (30%) pada tes keterampilan dasar bola basket.

Kesimpulan: Hasil analisis data kemampuan VO2MAX siswa laki-laki ekstrakulikuler bola basket SMA Negeri 1 Plumbon yaitu kategori “baik” dan siswa perempuan kategori “sedang”. Hasil analisis data keterampilan dasar bola basket siswa laki-laki yaitu kategori “sedang” dan siswa perempuan berkategori “baik”.
Background: Extracurricular basketball has basic techniques, namely dribbling shooting passing, basketball sports also require a good level of fitness to achieve achievement. This study aims to determine the ability of VO2MAX and basic playing skills in basketball extracurricular students of Senior High School 1 Plumbon.

Methodology: This research uses quantitative descriptive method. This research was conducted at SMA Negeri 1 Plumbon. Using a sample of 21 students with purposive sampling technique. The data analysis used in this study is to use quantitative descriptive analysis with percentages.

Result: Based on the results of data analysis in male students categorized as "Good" 4 students (36.4%) and female students categorized as "Moderate", namely 5 students (50%) in the VO2MAX ability test. The results of data analysis on male students categorized as "Medium", namely 4 students (36.4%) and female students categorized as "Good", namely 3 students (30%) in the basic basketball skills test.

Conclusion: The results of data analysis of VO2MAX ability of male students of basketball extracurricular of SMA Negeri 1 Plumbon, namely the "good" category and female students in the "medium" category. The results of data analysis of basic basketball skills of male students are in the "medium" category and female students are in the "good" category.
3712839980E1A016153IMPLEMENTASI HUKUM STANDAR PELAYANAN PENYELENGGARAAN VAKSINASI DALAM UPAYA PENANGGULANGAN COVID-19 (Studi di Rumah Sakit Umum Daerah Koja Jakarta Utara)
Program vaksinasi dianggap sebagai kunci dalam mengakhiri pandemi karena dapat digunakan dalam rangka mengurangi angka morbiditas dan mortalitas serta membentuk kekebalan kelompok terhadap virus COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi hukum terhadap standar pelayanan penyelenggaraan vaksinasi dan menganalisis apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi hukum standar pelayanan penyelenggaraan vaksinasi COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Koja Jakarta Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis empiris. Data yang digunakan data primer dan sekunder dengan pengumpulan data berdasarkan wawancara, studi kepustakaan, dan studi dokumenter. Disajikan dalam bentuk teks naratif dengan metode analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, implementasi hukum terhadap Standar Pelayanan Penyelenggaraan Vaksinasi COVID-19 dalam Upaya Penanggulangan COVID-19, telah terimplementasi dengan baik yaitu telah sesuai dengan panduan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/4638/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi CORONA VIRUS DISEASE 2019. Faktor yang mempengaruhi adalah Faktor pendukung berupa faktor kompetensi tenaga pelaksana penyelenggaraan Vaksinasi COVID-19, faktor pemahaman petugas terhadap peraturan, faktor sarana dan pra sarana yang memadai, dan faktor aturan yang digunakan dalam pelaksanaan penyelenggaraan Vaksinasi COVID-19 dan Faktor penghambat berupa minimnya antusias masyarakat untuk turut serta melakukan Vaksinasi COVID-19 dalam upaya untuk penanggulangan pandemi COVID-19 dan belum adanya sanksi apabila tenaga pelaksana pelayanan Vaksinasi COVID-19 yang melanggar atau tidak sesuai dengan ketentuan yang berlakuVaccination programs are considered key in ending the pandemic because they can be used to reduce morbidity and mortality rates and form herd immunity against the COVID-19 virus. The purpose of this study was to analyze the legal implementation of service standards for administering vaccinations and to analyze what are the factors that influence the legal implementation of service standards for administering COVID-19 vaccination at the Koja Regional General Hospital, North Jakarta. The research method used is an empirical juridical approach. The data used are primary and secondary data with data collection based on interviews, literature studies, and documentary studies. Presented in the form of narrative text with qualitative analysis methods. Based on the results of the research, the legal implementation of the Service Standards for Vaccination Administration of COVID-19 in the Efforts to Control COVID-19, has been implemented properly, namely in accordance with the guidelines for the Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number HK.01.07/MENKES/4638/2021 concerning Technical Guidelines for Vaccination Implementation in the Context of Mitigating the 2019 CORONA VIRUS DISEASE Pandemic. Influencing factors are supporting factors in the form of competency factors for implementing staff implementing COVID-19 Vaccination, factors for officers' understanding of regulations, factors for adequate facilities and infrastructure, and regulatory factors used in implementing COVID Vaccination -19 and inhibiting factors in the form of the lack of enthusiasm of the public to participate in carrying out COVID-19 vaccinations in an effort to deal with the COVID-19 pandemic and the absence of sanctions if the staff implementing the COVID-19 vaccination service violates or does not comply with applicable regulations
3712940013F1F017002Analisis Dampak Kerja Sama Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) Terhadap Komoditas Peternak Lokal Indonesia Tahun 2019-2022Penelitian berjudul “Analisis Dampak Kerja Sama Indonesia-Australia Comprehensive Econonomic Partnership Agreement (IA-CEPA) Terhadap Komoditas Peternakan Lokal Indonesia Tahun 2019-2022” dideskripsikan dan dianalisis dengan dua pendekatan yakni economic partnership agreement dan economic powerhouse. Melalui dua pendekatan konsep tersebut penelitian ini fokus terhadap dampak dari kerja sama IA-CEPA pada komoditas peternakan lokal Indonesia tahun 2019-2022. Berdasarkan data-data yang diperoleh, kerja sama IA-CEPA ini dapat memberikan beberapa dapak bagi peternak lokal, diantaranya yaitu berdasarkan tingkat konsumsi dan produksi sapi pada tahun tiga tahun sebelum 2020 hingga tahun 2022, hal ini cenderung tidak merusak preferensi konsumen untuk memilih daging lokal dibandingkan dengan impor. Walaupun pada jumlah komoditas antara lokal dan impor masih lebih banyak dibandingkan dengan impor. Selain itu, dengan kerja sama IA-CEPA ini peternak lokal Indonesia mendapat program pelatihan yang terdapat pada IACCB (Indonesia-Australia Commercial Cattle Breeding Program) yang memiliki tujuan untuk memperluas industri pembiakan sapi potong dalam skala komersial di Indonesia. The study “Analysis of the Impact of the Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) on Local Livestock Commodities in 2019-2022” is described and analysed using two approach by two concepts model, namely economic partnership agreement and economic powerhouse. Though these two conceptual approaches, this research focuses on the impact of IA-CEPA cooperation on Indonesian local livestock commodities in 2019-2022. Based on the data obtained, the IA-CEPA can provide several impacts for local farmers, including based on the level of consumption and production of cattle in the two years compared to imports. Although the number of commodities between local imported is still higher than imported. In addition, with the IA-CEPA cooperation, local Indonesian cattle breeders receive training programmes under the IACCB (Indonesia-Australia Commercial Cattle Breeding Program) which aims to expand the beef cattle breeding industry on a commercial scale in country (a country other than Australia), Myanmar, which is certainly a good step for the Indonesian livestock industry to continuously develop its export products.
3713040025F1C018044Strategi Pengelolaan Kesan Grup Musik Efek Rumah Kaca Melalui Akun Instagram @sebelahmata_erkPenelitian ini membahas tentang strategi pengelolaan yang dilakukan oleh grup musik Efek Rumah Kaca melalui akun @sebelahmata_erk di media sosial Instagram. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana grup musik Efek Rumah Kaca mengelola kesan melalui akun Instagram @sebelahmata_erk dan untuk menganalisis strategi pengelolaan kesan band Efek Rumah Kaca melalui akun Instagram @sebelahmata_erk berdasarkan pada teori manajemen impresi dari Jones dan Pittmann. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efek Rumah Kaca melalui akun Instagram @sebelahmata_erk melakukan manajemen impresi yang disebutkan oleh Jones dan Pittman yaitu Ingratiation untuk menunjukkan bagaimana Efek Rumah Kaca memiliki kesan untuk disukai karena memiliki beberapa kelebihan. Self Promotion yang menunjukkan betapa piawai dan ahlinya ERK dalam bermusik dan menghasilkan karya. Taktik exemplification menunjukkan kepedulian terkait isu-isu kritis tertentu sehingga sesuai dengan bagaimana mereka saat tampil ataupun rekaman. Intimidation dimana ERK mampu untuk melakukan intimidasi dan mengancam pemerintah agar menyelesaikan beberapa permasalahan seperti misalnya kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu. Supplication, ERK sama seperti seniman lain yang gagal tampil di panggung untuk melaksanakan konser saat pandemi terjadi dan meminta pengertian para penggemarnya.
This study discusses the impression management carried out by the Efek Rumah Kaca music group through the @sebelahmata_erk account on Instagram social media. The purpose of this research is to find out how the Efek Rumah Kaca music group manages impressions through the Instagram account @sebelahmata_erk and to analyze the impression management strategy of the Efek Rumah Kaca band through the Instagram account @sebelahmata_erk based on Jones and Pittmann's impression management theory. The results of the study show that the Efek Rumah Kaca through the Instagram account @sebelahmata_erk carries out the impression management mentioned by Jones and Pittman namely Ingratiation to show how the Efek Rumah Kaca (ERK) has the impression of being liked because it has several advantages. Self Promotion which shows how skilled and expert ERK is in making music and producing works. The exemplification tactic shows concern for certain critical issues so that they are in accordance with how they are performed or recorded. Intimidation where ERK is able to intimidate and threaten the government to resolve several problems such as cases of gross human rights violations in the past. Supplication, ERK is like other artists who failed to appear on stage to hold concerts during a pandemic and asks for their fans' understanding.
3713141732I1B019073Hubungan Perilaku Makan Ibu saat Hamil dengan Perilaku Makan pada Anak Usia Toddler (1-3 Tahun)Latar Belakang: Usia toddler merupakan masa emas dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu faktor yang menghambat tumbuh kembang anak adalah perilaku makan yang kurang baik. Perilaku makan anak mulai dibentuk sejak masa pranatal melalui transmisi cairan ketuban yang mengandung senyawa volatil yang berasal dari makanan yang dikonsumsi ibu selama masa kehamilan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku makan ibu saat hamil dengan perilaku makan pada anak usia toddler (1-3 tahun).
Metodologi: Penelitian analitik korelasional dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah total sampel 101 responden ibu dan anak di Desa Grendeng dan Sumampir, Kecamatan Purwoketo Utara II. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner AEBQ untuk data perilaku makan ibu saat hamil dan CEBQ-T untuk data perilaku makan anak usia toddler. Uji analisis hubungan kedua variabel menggunakan uji korelasi pearson.
Hasil Penelitian: Hasil uji statistik menunjukkan p-value 0,001 (<0.05) dengan nilai r 0,552 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku makan ibu saat hamil dengan perilaku makan pada anak usia toddler dengan kekuatan hubungan sedang.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku makan ibu saat hamil dengan perilaku makan pada anak usia toddler (1-3 tahun).
Background: Toddler age is a golden period in the growth and development of children. One of the factors that inhibit children's growth and development is poor eating behavior. The child's eating behavior begins to be formed since the prenatal period through the transmission of amniotic fluid containing volatile compounds derived from food consumed by the mother during pregnancy.
Purpose: This study aimed to analyze the relationship between maternal eating behavior during pregnancy with eating behavior in toddlers (1-3 years old).
Methodology: Correlational analytic research with cross sectional research design. The total sample size was 101 mother and child respondents in Grendeng and Sumampir Villages, Purwoketo Utara II District. Data were collected using the AEBQ questionnaire for data on eating behavior of mothers during pregnancy and CEBQ-T for data on eating behavior of toddlers. Test the analysis of the relationship between the two variables used the pearson correlations.
Result: The results of statistical tests showed a p-value of 0.001 (<0.05) with an r value of 0.552, which means that there was a significant relationship between the maternal eating behavior during pregnancy and the eating behavior of toddlers with moderate relationship strength.
Conclusion: There was significant relationship between the maternal eating behavior during pregnancy and the eating behavior of toddlers (1-3 years).
3713241817I1D018059KARAKTERISTIK HEDONIK DAN KANDUNGAN
VITAMIN C YOGURT DENGAN EKSTRAK DAUN MENIRAN DAN KAYU MANIS
Yogurt merupakan produk olahan pangan yang mengandung antioksidan. Namun untuk meningkatkan kandungan vitamin C yogurt, ditambahkan ekstrak kayu manis dan daun meniran yang memiliki kandungan vitamin C. Vitamin C dapat berperan sebagai penangkal radikal bebas. Tujuan penambahan ekstrak kayu manis dan daun meniran pada yogurt selain untuk meningkatkan daya terima yogurt juga untuk meningkatkan kadar vitamin Cnya. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor variasi penambahan yaitu meniran (4% dan 6%) dan kayu manis (1%, 3%, dan 5%). Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini meliputi uji hedonik, analisis kandungan vitamin C, dan analisis formula terbaik. Data hasil uji hedonik diuji menggunakan Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann Whitney 5%. Data hasil analisis kandungan vitamin C diuji menggunakan One Way Anova. Formula terbaik diperoleh dengan metode Indeks Efektivitas. Variasi penambahan ekstrak meniran dan kayu manis berpengaruh terhadap hedonik rasa, aftertaste, tekstur dan keseluruhan yogurt namun tidak berpengaruh nyata terhadap hedonik warna dan aroma yogurt. Penambahan meniran dan kayu manis tidak berpengaruh terhadap kadar vitamin C yogurt namun vitamin C tertinggi berada pada sampel M2K3 (meniran 6% dan kayu manis 5%). Formula terbaik yaitu pada sampel yogurt M1K2 (meniran 4% dan kayu manis 3%) dengan takaran saji 250 ml mengandung vitamin C sebanyak 153,03 mg.Yogurt is a dairy product and is one of the functional foods that is in great demand by the public, apart from its slightly sour taste and other health benefits. Cinnamon and meniran leaf extracts have a high content of vitamin C which can act as an antidote to free radicals. The purpose of adding cinnamon extract and meniran leaves to yogurt is not only to increase the acceptability of yogurt, but also to increase its vitamin C levels. In this study, a completely randomized design (CRD) was used with 2 additional variation factors, namely meniran (4% and 6%) and cinnamon (1%, 3% and 5%). Tests carried out in this study included hedonic tests, analysis of vitamin C content, and analysis of the best formula. The hedonic test results data were tested using Kruskal-Wallis and followed by the 5% Mann Whitney test. Data from the analysis of vitamin C content were tested using One Way Anova. The best formula is obtained by the Effectiveness Index method. The result is variations in the addition of meniran and cinnamon extracts had an effect on the hedonic taste, aftertaste, texture and overall texture of yogurt but had no significant effect on the hedonic color and aroma of yogurt. The addition of meniran and cinnamon had no effect on the yogurt's vitamin C levels but the highest vitamin C was in the M2K3 sample (6% meniran and 5% cinnamon). The best formula is the M1K2 yogurt sample (4% meniran and 3% cinnamon) at a serving size of 250 ml containing 153.03 mg of vitamin C.
3713339987J1E018009ENGLISH TEACHERS’ STRATEGIES IN TEACHING RECEPTIVE SKILLS (READING AND LISTENING)
(An Explorative Study in SMP N 5 Purbalingga in The Academic Year Of 2022/2023)
Maghribi, Maulana. 2022. English Teachers’ Strategies in Teaching Receptive Skills (Reading and Listening) (An Explorative Study in SMP N 5 Purbalingga in The Academic Year Of 2022/2023). Skripsi. Pembimbing 1: Dian Adiarti, S.Pd., M.Hum., Pembimbing 2: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum., Penguji External: Drs. Ashari, M.Pd., Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Pendidikan Bahasa, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Purwokerto.
Strategi pengajaran adalah cara untuk mencapai sesuatu dalam proses pengajaran. Ada beberapa masalah yang ditemukan dalam ruang kelas bahasa Inggris di SMP N 5 Purbalingga yaitu kurangnya pemahaman tata bahasa, kosa kata, dan pengucapan siswa, kurangnya waktu yang dibutuhkan guru untuk mengajar, dan masalah yang berkaitan dengan peralatan kelas. Fokus penelitian ini adalah strategi yang digunakan oleh guru dan bagaimana siswa mempersepsikan strategi guru mereka selama mengajar. Untuk pertanyaan penelitian, peneliti merumuskan rumusan masalah sebagai berikut: Pertama, apa strategi guru dalam mengajar pemahaman membaca dan menyimak di SMP N 5 Purbalingga? Kedua, bagaimana para guru menerapkan strategi dalam pembelajaran pemahaman membaca dan menyimak di SMP N 5 Purbalingga? Adapun tujuan penelitian, peneliti merumuskan tujuan penelitian sebagai berikut: Pertama, untuk mengetahui strategi guru dalam mengajar pemahaman membaca dan menyimak di SMP N 5 Purbalingga. Kedua, untuk mengetahui penerapan strategi guru dalam pembelajaran pemahaman membaca dan menyimak di SMP N 5 Purbalingga. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Observasi dan Wawancara untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk penelitian. Hasil yang diperoleh dari penelitian menunjukkan bahwa guru dari SMP N 5 Purbalingga menggunakan beberapa strategi untuk membaca dan mendengarkan pemahaman adalah: Monitoring Comprehension, Metacognition, Graphic and Semantic Organizers, Answering Questions, Generating Questions, Recognizing Story Structure, Summarizing, Bottom-up Processing, Top-down Processing, dan Interactive Processing. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan agar penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk melakukan penelitian lain di bidang yang sama.
Maghribi, Maulana. 2022. English Teachers’ Strategies in Teaching Receptive Skills (Reading and Listening) (An Explorative Study in SMP N 5 Purbalingga in The Academic Year Of 2022/2023). Thesis. Supervisor 1: Dian Adiarti, S.Pd., M.Hum., Supervisor 2: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum., External Examiner: Drs. Ashari, M.Pd., Ministry of Research and Higher Education Technology, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanity, Department of Language Education, English Education Study Program, Purwokerto.
Teaching strategy is the way of achieving something in the teaching process. There are some problems found within English classrooms in SMP N 5 Purbalingga which are students’ lack of grammar, vocabulary, and pronunciation understanding, teachers’ lack of time needed to teach, and problems related to classroom equipment. This research focus is the strategies used by teachers and how students perceive their teachers’ strategies during teaching. For the research questions, the researcher formulates the problem statement as follows: First, what are teachers’ strategies in teaching reading and listening comprehension at SMP N 5 Purbalingga? Second, how do the teachers apply the strategies in teaching reading and listening comprehension at SMP N 5 Purbalingga? As for the research objectives, the researcher formulates the research objectives as follows: First, to find out teachers’ strategies in teaching reading and listening comprehension at SMP N 5 Purbalingga. Second, to find out teachers’ strategy applications in teaching reading and listening comprehension at SMP N 5 Purbalingga. In this research, the researcher used Observation and Interviews to gather the data required for the research. The results obtained from the research show that teachers from SMP N 5 Purbalingga used several strategies for both reading and listening comprehension are: Monitoring Comprehension, Metacognition, Graphic and Semantic Organizers, Answering Questions, Generating Questions, Recognizing Story Structure, Summarizing, Bottom-up Processing, Top-down Processing, and Interactive Processing. Based on the results of the research, the researcher suggests that this research can be used as a reference to conduct another research in the same field.
3713439982E1A016092PELAKSANAAN REKONSTRUKSI DALAM PROSES PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN YANG MENGAKIBATKAN MATINYA ORANG LAIN (Studi Kasus di Polres Purbalingga)Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan rekonstruksi pada salah satu kasus penganiayaan yang mengakibatkan mati orang lain di wilayah hukum polres purbalingga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan rekonstruksi dalam proses penyidikan dan untuk menganalisis kendala apa saja yang dihadapi oleh penyidik dalam melaksanakan rekonstruksi, serta untuk mengetahui upaya untuk menanggulangi berbagai kendala tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pendekatan yuridis sosiologis. Jenis dan sumber data penelitian ini berasal dari data primer dan data sekunder. Pelaksanaan rekonstruksi diatur dalam SK KAPOLRI No.Pol.Skep/1205/IX/2000 Tentang Revisi Himpunan Juklak dan Juknis Proses Penyidikan Tindak Pidana yang mengatur mengenai rekonstruksi sebagai teknik pemeriksaan dalam rangka penyidikan suatu perkara pidana. Tujuannya untuk memberikan gambaran tentang terjadinya suatu tindak pidana dengan cara memperagakan kembali cara tersangka melakukan tindak pidana, melalui tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan dan tahapan pembuatan Berita Acara Rekonstruksi. Kendala yang dihadapi oleh pihak penyidik Polres Purbalingga dalam melakukan rekonstruksi berasal dari masyarakat umum yang kurang kooperatif, sehingga untuk mengantisipasinya maka penyidik Polres Purbalingga melakukan beberapa upaya diantaranya melakukan relokasi pelaksanaan rekonstruksi dan menambah jumlah personil dalam mengamankan Tempat Kejadian Perkara.This research is motivated by the implementation of reconstruction in one of the cases of persecution that resulted in the death of another person in the jurisdiction of Purbalingga police.The purpose of this research is to analyze the implementation of reconstruction in the process of investigating and to analyze the constraints faced by investigators in carrying out the reconstructionand to find out the efforts to overcome these various obstacles. This research is a qualitative research with a sociological juridical approach. The types and sources of research data derived from primary data and secondary data. The implementation of the reconstruction is regulated in the KAPOLRI Decree No.Pol.Skep/1205/IX/2000 concerning Revision of the Association of Technical Guidelines and Technical Guidelines for Investigation of Criminal Cases which regulates reconstruction as an examination technique in the context of investigating a criminal case. The aim is to provide an overview of the occurrence of a crime by re-enacting the way the suspect commits a crime, through the preparation stages, the implementation stages and the stages of making the Reconstruction Minutes. The obstacles faced by the Purbalingga Police investigators in carrying out the reconstruction came from the general public who were less cooperative, so to anticipate this the investigators made several efforts including moving the location for the implementation of the reconstruction and increasing the number of personnel in securing at the crime scene.
3713539988F1A019092ANALISIS KASUS KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2021-2022Kekerasan seksual anak merupakan tindakan berupa fisik maupun verbal yang dilakukan seseorang dengan tujuan melakukan penguasaan atau manipulasi pada anak yang berusia dibawah 18 tahun sehingga mengakibatkan anak tersebut terlibat pada aktivitas seksual yang tidak dikehendaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kasus kekerasan yang terjadi, relasi kuasa yang dijalin pelaku dan korban, modus operandi, serta faktor-faktor penyebabnya. Metode yang digunakan adalah metode campuran sekuensial explanatory. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan bentuk tindakan yang dilakukan tahun 2021 kasus yang terjadi meliputi persetubuhan/pencabulan(28 kasus), sodomi (1 kasus), pornografi (4 kasus), dan trafficking (2 kasus). Tahun 2022 jenis kasus yang terjadi meliputi persetubuhan/pencabulan (46 kasus), dan sodomi (1 kasus). Berdasarkan jenis kelamin korban dan pelaku dari tahun 2021-2021, korban masih didominasi perempuan sedangkan pelaku didominasi laki-laki. Berdasarkan rentang usia korban dan pelaku, pada tahun 2021-2022 korban cenderung berada pada rentang usia yang sama yaitu 12-16(remaja awal). Pelaku memiliki kecenderungan berbeda pada tahun 2021 didominasi pada rentang usia 17-20(remaja akhir) dan rentang usia 21-40(dewasa awal). Tahun 2022 pelaku di dominasi pada rentang usia 41-60(dewasa madya). Relasi kuasa yang dijalin pelaku dan korban kekerasan seksual pada anak di Kabupaten Banyumas terbagi dalam 2 kategori yaitu intra familial abuse dan extra familial abuse. Dominasi relasi terjadi pada kategori extra familial abuse dengan jenis hubungan pacaran. Modus operandi yang dijalankan terdapat empat bentuk modus operandi yaitu bujuk rayu, paksaan dengan kekerasan, ancaman, serta grooming. Faktor penyebab tindak kekerasan seksual yang terjadi di Kabupaten banyumas tahun 2021-2022 terbagi dalam dua kategori yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Child sexual violence is an act in the form of physical or verbal that is carried out by someone with the aim of controlling or manipulating a child under the age of 18 so that the child is involved in unwanted sexual activity. The purpose of this research is to find out the types of cases of violence that occur, the power relations between the perpetrators and victims, the modus operandi, and the causal factors. The method used is explanatory sequential mixed method. The results of this study indicate that based on the form of the actions taken in 2021, the cases that occurred included intercourse/obscene (28 cases), sodomy (1 case), pornography (4 cases), and trafficking (2 cases). In 2022 the types of cases that occur include intercourse/obscene (46 cases) and sodomy (1 case). Based on the sex of victims and perpetrators from 2021-2021, victims are still dominated by women while perpetrators are dominated by men. Based on the age range of victims and perpetrators, in 2021-2022 victims tend to be in the same age range, namely 12-16 (early teenagers). Actors have a different tendency in 2021 to be dominated by the age range 17-20 (late teens) and the age range 21-40 (early adulthood). In 2022 the perpetrators are dominated in the age range 41-60 (middle adulthood). The power relations established by perpetrators and victims of sexual violence against children in Banyumas Regency are divided into 2 categories, namely intra-familial abuse and extra-familial abuse. Relationship domination occurs in the category of extra familial abuse with the type of dating relationship. There are four forms of modus operandi that are carried out, namely persuasion, coercion with violence, threats, and grooming. Factors causing acts of sexual violence that occurred in Banyumas Regency in 2021-2022 are divided into two categories, namely internal factors and external factors.
3713644183H1C020012Karakteristik Alterasi Dan Mineralisasi Tambang Bawah Tanah Prospek ELSA Level 445-460, Daerah Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor,
Provinsi Jawa Barat
Daerah pongkor termasuk dalam fisiografi regional Kubah Bayah yang memiliki sumber daya mineral ekonomis berupa emas dan perak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik alterasi dan mineralisasi yang terjadi pada daerah penelitian, berdasarkan pengamatan megaskopis dan mikroskopis. Pengamatan megaskopis berupa pemetaan bawah permukaan pada level 445-460 dan deskripsi sampel inti bor, serta pengamatan mikroskopi berupa analisis petrologi, X-Ray Diffraction (XRD), X-Ray Fluorescence (XRF), mikroskopi bijih, fire assay, dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil pengamatan dan pemetaan bawah tanah level 445-460 didapatkan tiga satuan batuan dari tua hingga muda yaitu, Satuan Breksi Andesit, Satuan Tuf Lapili, dan Intrusi Andesit. Zona alterasi pada daerah penelitian terbagi menjadi tiga zona, diantaranya yaitu Zona Kuarsa-Adularia-Klorit-Smektit±Kalsit, Zona Kuarsa-Smektit-Montmorilonit-Ilit, dan Zona Kuarsa-Epidot-Klorit±Kalsit. Mineralisasi yang terdapat pada daerah penelitian berupa pirit, kalkopirit, spalerit, galena, kovelit, native Au, dan native Ag. Berdasrkan hasil dari analisis tersebut dapat diinterpretasikan bahwa daerah penelitian termasuk dalam tipe endapan epitermal sulfida rendah. The Pongkor area is included in the Bayah Dome regional physiography, which has economic mineral resources in the form of gold and silver. This study aims to determine the characteristics of alteration and mineralization that occur in the study area based on megascopic and microscopic observations. Megascopic observations include subsurface mapping at levels 445-460 and drill core sample descriptions, and microscopic observations include petrological analysis, X-Ray Diffraction (XRD), X-Ray Fluorescence (XRF), ore microscopy, fire assay, and scanning electron microscopy (SEM). The results of observations and underground mapping at levels 445-460 obtained three rock units from old to young, namely, the Andesite Breccia Unit, the Lapili Tuff Unit, and the Andesite Intrusion. The alteration zone in the study area is divided into three zones, including the Quartz-Adularia-Chlorite-Smectite±Calcite Zone, the Quartz-Smectite-Montmorillonite-Ilite Zone, and the Quartz-Epidot-Chlorite±Calcite Zone. Mineralization found in the study area is in the form of pyrite, chalcopyrite, sphalerite, galena, covellite, native Au, and native Ag. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the study area belongs to the low-sulfide epithermal deposits. 
3713739992E2B020005PERUBAHAN STATUS PERSEROAN PERORANGAN DAN AKIBAT HUKUMNYA DITINJAU DARI PASAL 153H PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2022 TENTANG CIPTA KERJAPenelitian ini meneliti tentang perubahan status perseroan perorangan menjadi perseroan terbatas persekutuan modal berdasarkan Pasal 153H Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja. Masalah yang dirumuskan adalah, pertama, bagaimana peran Notaris dalam proses perubahan status perseroan perorangan tersebut dan kedua adalah bagaimana akibat hukum yang timbul atas perubahan status perseroan perorangan tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Cipta Kerja tersebut. Jenis penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Metode yang digunakan adalah dengan studi kepustakaan, dan data diolah secara non-statistik dan dinilai secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan, pertama bahwa terdapat peran Notaris dalam perubahan status tersebut yaitu, pertama sebagai pejabat yang berwenang membuat akta dalam proses perubahan status , kedua, melakukan pendaftaran perubahan status perseroan perorangan kepadacMenteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, seperti yang telah diatur dalam peraturan pemerintah pengganti undang-undang tersebut dan peraturan pelaksanaannya yaitu Permenkumham Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2021 tentang Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2021 tentang Syarat dan Tata Cara Pendaftaran, Pendirian, Perubahan dan Pembubaran Badan Hukum Perseroan Terbatas, kedua akibat hukum bagi perseroan perorangan yang perubahan status tersebut yaitu bahwa perseroan perorangan tersebut tidak bubar lebih dahulu, namun tetap berlanjut menjadi perseroan terbatas persekutuan modal.This research examines the change in the status of an individual company to a capital partnership limited liability company based on Article 153H of Government Regulation in Lieu of Law of the Republic of Indonesia Number 2 of 2022 concerning Job Creation. The problems formulated are, first, what is the role of the Notary in the process of changing the status of the individual company and second is what are the legal consequences arising from the change in the status of the individual company based on the Government Regulation in Lieu of the Job Creation of the Republic of Indonesia. This type of research is normative juridical with statutory and conceptual approaches. The method used was a literature study, and the data were processed non-statistically and assessed descriptively-qualitatively. The results of the study concluded, firstly that there is a notary's role in changing the status, namely, firstly as an official authorized to make deeds in the process of changing status, secondly, to register changes in the status of an individual company to the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia, as stipulated in the regulations government in lieu of this law and its implementing regulations, namely the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia Number 21 of 2021 concerning Regulation of the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia Number 21 of 2021 concerning Terms and Procedures for Registration, Establishment, Amendment and Dissolution of Limited Liability Company Legal Entities, both consequences The law for an individual company whose status changes is that the individual company does not disband first, but continues to become a capital partnership limited liability company.
3713845230D1A020066ANALISIS BREAK EVEN POINT DAN PAYBACK PERIOD USAHA TERNAK ITIK PETELUR PADA
POLA PEMELIHARAAN YANG BERBEDA DI KABUPATEN BREBES
Penelitian bertujuan untuk mengetahui Break Even Point dan Payback Period usaha ternak
itik petelur pada pola pemeliharaan yang berbeda di Kabupaten Brebes serta faktor-faktor
sosial ekonomi yang mempengaruhi Break Even Point dan Payback Period usaha ternak itik
petelur di Kabupaten Brebes. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei dengan
sasaran peternak itik petelur. Sampel wilayah ditentukan dengan metode purposive
sampling di Kabupaten Brebes dengan pertimbangan sebagai sentra produksi telur asin dan
basis pengembangan ternak itik khususnya di Kecamatan Brebes, Bulakamba dan Losari.
Penentuan responden dengan metode cluster random sampling melalui peternak
kelompok. Variabel independent yang diteliti yaitu jumlah kepemilikan ternak, tingkat
pendidikan, lama beternak dan biaya pakan. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis
Break Even Point, analisis Payback Period dan analisis regresi linier berganda. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa besar rataan BEP harga dan BEP produk peternak usaha
ternak itik petelur pola pemeliharaan intensif sebesar Rp 1.554/butir dan 76.962 butir
sedangkan pola pemeliharaan semi intensif Rp 1.543/butir dan 74.898 butir, dalam periode
satu tahun. Nilai Payback Period intensif dan semi intensif berturut-turut 6,16 dan 6,46
periode. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah kepemilikan ternak, tingkat pendidikan,
lama beternak, biaya pakan dan pola pemeliharaan secara simultan berpengaruh nyata
terhadap BEP harga, BEP produk dan Payback Period. Jumlah kepemilikan ternak secara
parsial berpengaruh sangat nyata terhadap BEP harga dan Payback Period. Biaya pakan
berpengaruh sangat nyata terhadap BEP produk dan berpengaruh nyata terhadap BEP
harga.
The study aimed to determine the Break Even Point and Payback Period of laying duck
farming businesses in different rearing patterns in Brebes Regency as well as social factors
the economy that influences the Break Even Point and Payback Period of the laying duck
farming business in Brebes Regency. The research was conducted using a survey method
targeting laying duck breeders. The sample area was determined using a purposive
sampling method in Brebes Regency with consideration as a center for salted egg
production and the basis for developing duck livestock, especially in Brebes, Bulakamba and
Losari Districts. Determining respondents using the cluster random sampling method through farmer groups. The independent variables studied were number of livestock
ownership, education level, length of farming and feed costs. The analytical methods used
are Break Even Point analysis, Payback Period analysis and multiple linear regression
analysis. The results of the research show that the average BEP price and BEP for products
of laying duck breeders with intensive rearing patterns is IDR 1,554/grain and 76,962 eggs,
while the semi-intensive rearing pattern is IDR 1,543/grain and 74,898 eggs, in a one year
period. The intense and semi-intensive Payback Period values are 6.16 and 6.46 periods
respectively. The results of the analysis show that number of livestock owners, level of
education, length of farming, feed costs and maintenance patterns simultaneously have a
significant effect on BEP price, BEP product and Payback Period. The amount of partial
livestock ownership has a very real influence on BEP price and Payback Period. Feed costs
have a very real effect on BEP product and have a real effect on BEP price.
3713939986F1F017085DIPLOMASI BUDAYA KOREA SELATAN DALAM MEMPERBAIKI HUBUNGAN DENGAN CINA PASCA PENEMPATAN TERMINAL HIGH ALTITUDE AREA DEFENSE (THAAD) TAHUN 2016-2018Penelitian ini menganalisis mengenai efektivitas diplomasi budaya dalam masalah Terminal High Altitude Area Defense antara Korea Selatan, Cina dan Korea Utara. Dalam hal ini, Korea Selatan menggunakan diplomasi budayanya dalam mempersuasi Cina untuk menghapus peraturan pemerintah Cina mengenai pemboikotan ekonomi terhadap Korea Selatan. Hasil penelitian menunjukkan tidak hanya diplomasi budaya Korea Selatan yang secara signifikan mempengaruhi keputusan Pemerintah Cina untuk meredakan konflik Terminal High Altitude Area Defense antara Korea Selatan dan Cina, di sisi lain terdapat kesepakatan krusial antara Korea Selatan dan Cina bernama Three NOs yang secara khusus memiliki dampak besar dalam penghapusan pemboikotan dan penyelesaian konflik.This study analyze regarding the effectiveness of cultural diplomacy in Terminal High Altitude Area Defense problem among South Korea, China and North Korea. In this matter, South Korea used its cultural diplomacy in persuading China to abolish the Chinese government regulations regarding the Chinese government economic boycott of South Korea. The research shows its not purely South Korea’s Cultural Diplomacy particularly influencing China Government’s decision to close the Terminal High Altitude Area Defense conflict, on the other hand there is a crucial agreement between South Korea and China named Three NOs which particularly has a huge impact through the conflict resolution.
3714039981A1D018117KERAGAAN KARAKTER AGRONOMIK DAN PARAMETER GENETIK GALUR-GALUR PADI HITAM F7 HASIL PERSILANGAN PADI HITAM DENGAN MENTIK WANGI DI DESA PANICAN KABUPATEN PURBALINGGATanaman padi merupakan tanaman semusim dan termasuk golongan rerumputan. Terdapat 25 spesies padi tersebar di daerah tropik Asia. Spesies tanaman padi yang umum ditanam di Indonesia adalah Oryza sativa. Berdasarkan sistem budidaya, tanaman padi dibedakan menjadi dua tipe yaitu padi lahan kering (gogo) dan padi lahan sawah yang ditanami di lahan yang selalu tergenang air. Varietas tanaman padi sawah yang dikenal di Indonesia adalah varietas Padi Hitam dan Mentik Wangi. Padi Hitam merupakan padi yang menghasilkan beras berwarna hitam dengan gabah berwarna coklat. Padi Hitam berpotensi sebagai sumber makanan sehat dengan kandungan antosianin yang tinggi. Mentik Wangi merupakan padi dengan aroma khas pada nasi yang dihasilkan, sehingga termasuk golongan padi aromatik. Penelitian dilaksanakan pada lahan sawah di Desa Panican yang terletak di Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga (titik koordinat: 7°26'42.0"S 109°23'27.7"E). Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 1 faktor dengan 3 ulangan. Galur dan varietas yang digunakan terdiri dari 6 galur Padi Hitam hasil persilangan Padi Hitam dengan Mentik Wangi, dan 2 varietas tetua yaitu Padi Hitam dan Mentik Wangi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F pada taraf kesalahan 5% untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Apabila hasil analisis menunjukan ada beda nyata maka dilakukan uji lanjut menggunakan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) taraf kesalahan 5%. Keragaan agronomik galur-galur F7 sebagian besar menunjukkan hasil sifat kualitatif yang sama dengan tetuanya Padi Hitam dan Mentik Wangi. Adapun untuk variabel kuantitatif terdapat perbedaan yang signifikan antara galur-galur F7 dan tetua Padi Hitam dengan tetua Mentik Wangi. Hasil Panen Per Hektar (HPPH) 8 genotipe padi, daya hasil galur 482-1-4 cukup baik yaitu 5,5 Ton/Ha dibandingkan dengan Padi Hitam sebesar 4,09 Ton/Ha dan Mentik Wangi 4,08 Ton/Ha. Heritabilitas yang tinggi terdapat pada variabel tinggi tanaman, panjang malai, jumlah gabah per malai, bobot gabah per malai dan bobot gabah per rumpun. Variabel dengan heritabilitas tinggi dapat digunakan sebagai kriteria seleksi galur-galur hasil persilangan Padi Hitam dan Mentik Wangi. Nilai Koefisien Keragaman Genotip (KKG) untuk semua variabel kuantitatif memiliki skor rendah. Informasi nilai heritabilitas dan koefisien keragaman genotip padi galur F7 berguna untuk seleksi tanaman pada tahap pengembangan varietas selanjutnya.Rice plants are annuals and belong to the grass group. There are 25 species of rice distributed in tropical Asia. The common rice plant species grown in Indonesia is Oryza sativa. Based on the cultivation system, rice plants are divided into two types, namely upland rice (gogo) and rice paddy fields planted on land that is always flooded. The varieties of rice plants known in Indonesia are black rice varieties and Mentik Wangi. Black rice is rice that produces black rice with brown grain. Black rice has the potential as a source of healthy food with high anthocyanin content. Mentik Wangi rice is rice with a special aroma in the rice produced, so it belongs to the aromatic rice group. The research was conducted on rice fields in Panican Village located in Kemangkon District, Purbalingga Regency (coordinate points: 7°26'42.0"S 109°23'27.7" E). The experimental design used in this study was a Group Randomized Design (RAK) consisting of 1 factor with 3 repeats. The strains and varieties used consist of 6 strains of Black Rice from crossing Black Rice with Mentik Wangi, and 2 varieties of parentals, namely Black Rice and Mentik Wangi. The data obtained were analyzed using the F test at an error level of 5% to determine the effect of treatment. If the results of the analysis show that there is a real difference, further tests are carried out using DMRT (Duncan's Multiple Range Test) error rate of 5%. The agronomic traits of F7 strains mostly show the same qualitative properties as its parental’s black rice and Mentik Wangi. As for quantitative variables, there are significant differences between F7 strains and black rice parental and Mentik Wangi parental. Yield Per Hectare (HPPH) 8 rice genotypes, the yield of the 482-1-4 strain is better at 5.5 Tons / Ha compared to black rice at 4.09 Tons / Ha and Mentik Wangi at 4.08 Tons / Ha. High heritability is found in the variables of plant height, panicle length, number of grains per panicle, grain weight per panicle, and grain weight per clump. Variables with high heritability can be used as selection criteria for strains resulting from crosses of black rice and Mentik Wangi. The Coefficient of Genotypic Diversity (KKG) for all quantitative variables has a low score. Information on heritability values and the coefficient of the genotypic diversity of F7 rice lines are useful for plant selection at later varieties development stages.