Artikelilmiahs

Menampilkan 37.141-37.160 dari 48.979 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3714139984J1E018041Students' Perception On The Implementation Of Ms. Teams As A Platform To Conduct Online LearningDaffa Aditya Rusmanto. 2023. “Persepsi Siswa Pada Implementasi Ms. Teams Sebagai Platform Untuk Melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (Sebuah Studi Deskripsi pada kelas 12 SMK Negeri 2 Purwokerto tahun ajaran 2022/2023)”. Pembimbing 1: Erna Wardani S.Pd., M.Hum. Pembimbing 2: Slamet Riyadi, S.S., M.Pd., Penguji: Tuti Purwati S.S. M.Pd. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Pendidikan Bahasa. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Purwokerto.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah tidak biasa yang muncul pada tahun 2020-2021 yaitu Covid-19. Adanya pandemi yang memaksa kelas dilakukan pembelajaran daring dan pelaksanaan pembelajaran daring menjadi tantangan tersendiri baik bagi guru maupun siswa. Mereka harus beradaptasi dengan keadaan baru ini. Ms. Teams dipilih oleh sekolah sebagai platform mereka untuk melakukan pembelajaran daring. Fokus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi siswa terkait dengan aplikasi atau platform bernama Ms. Teams ini dan bagaimana penerapannya di kelas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui angket, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil angket, persepsinya adalah positif dengan detail; (1) Kategori 1 mendapat skor 95,4 dengan persentase indeks 70%. (2) Kategori 2 memperoleh skor 83 dengan persentase indeks 61%. (3) Kategori 3 mendapat skor 77,6 dengan persentase indeks 57%. Persentase rata-rata adalah 62% dan dapat diklasifikasikan menjadi Setuju (Baik). Kesimpulannya adalah; (1) Ms. Teams merupakan platform yang baik untuk melakukan pembelajaran online karena platform ini menyediakan beberapa fitur eksklusif yang membuat platform ini spesial. (2) pelaksanaan pembelajaran online menggunakan Ms. Teams sudah cukup baik namun ada beberapa hal yang perlu dan dapat ditingkatkan.
Kata Kunci: Persepsi Siswa; Pembelajaran Jarak Jauh; Ms. Teams; Implementasi
Rusmanto, Daffa Aditya. 2023. “STUDENTS’ PERCEPTIONS ON THE IMPLEMENTATION OF MS. TEAMS AS A PLATFORM TO CONDUCT ONLINE LEARNING (A Descriptive Study to the 12th Grade of SMK Negeri 2 Purwokerto Academic Year 2022/2023)”. Supervisor 1: Erna Wardani S.Pd., M.Hum. Supervisor 2: Slamet Riyadi, S.S., M.Pd., Examiner: Tuti Purwati S.S. M.Pd. Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, Department of Language Education. English Education Study Program, Purwokerto.
The background of this research was based on the unusual problem that appeared in 2020-2021 namely Covid-19. It is a pandemic that forced the class to be conducted into online learning and the implementation of online learning is challenging for both teachers and students. They have to adapt with these new circumstances. Ms. Teams is chosen by the school as their platform to conduct online learning. The focuses of this research are to find out the students’ perception related to this application or platform called Ms. Teams and how it is implemented in the class. This is descriptive qualitative research. The data were obtained through questionnaire, interview and documentation. Based on the result of questionnaire, the perception was positive with the detail; (1) Category 1 got score 95.4 with the index percentage 70%. (2) Category 2 got score 83 with the index percentage 61%. (3) Category 3 got score 77.6 with the index percentage 57%. The average percentage was 62% and it could be classified into Agree (Good). The conclusions were; (1) Ms. Teams is a good platform to conduct the online learning because this platform provides some exclusive features that make this platform special. (2) the implementation of online learning using Ms. Teams is good enough but there are several things that need and can be improved.
Keywords: Students’ Perception; Online Learning; Ms. Teams; Implementation
3714239989F1A019055PERAN GANDA PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN
PEREKONOMIAN KELUARGA (STUDI PADA PEREMPUAN PEKERJA
PLASMA INDUSTRI RAMBUT DI DESA SIDAREJA)
Industri rambut merupakan komoditas unggulan yang dimiliki oleh Kabupaten Purbalingga. Perusaahaan rambut didominasi oleh pekerja perempuan oleh karena itu bagi perempuan yang sudah menikah maka ia telah memiliki peran ganda di bidang publik dan domestik. Selain perusahaan rambut, terdapat juga kemitraan dari perusahaan rambut yaitu plasma. Plasma rambut ini terletak di wilayah pedesaan karena memfokuskan untuk dapat memberdayakan masyarakat desa. Salah satu plasma rambut di Kabupaten Purbalingga terletak di Kecamatan Kaligondang tepatnya di Desa Sidareja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ganda perempuan dilihat dari market work and household work serta mengetahui tingkat kontribusi perekonomian pada perempuan pekerja plasma industri rambut di Desa Sidareja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan metode pengambilan data dengan metode survei. Teknik penentuan sampel menggunakan teknik snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja perempuan yang telah menikah kini memiliki peran ganda berupa peran publik dan peran domestik. Berdasarkan hasil penelitian, responden dapat menyeimbangkan antara peran publik dan peran domestik. Bahkan waktu luang dapat digunakan sebaik-baiknya oleh pekerja perempuan. Keterlibatan perempuan di dunia kerja membawa dampak bagi perekonomian keluarga, sedikit demi sedikit dapat meningkatkan perekonomian. Dalam hal ini perempuan dapat memberikan kontribusi dalam perekonomian keluarga.
The hair industry is a leading commodity owned by Purbalingga Regency. Hair companies are dominated by female workers, therefore for women who are married, they have a dual role in the public and domestic fields. In addition to hair companies, there are also partnerships from hair companies, namely plasma. This hair plasma is located in rural areas because it focuses on empowering rural communities. One of the hair plasmas in Purbalingga Regency is located in Kaligondang District, precisely in Sidareja Village. This study aims to determine the dual role of women seen from market work and household work and to determine the level of economic contribution to women hair industry plasma workers in Sidareja Village. This research uses quantitative research methods with a descriptive approach and data collection methods with survey methods. The sampling technique used snowball sampling technique. The results showed that married women workers now have dual roles in the form of public and domestic roles. Based on the results of the study, respondents can balance between public and domestic roles. Even free time can be used as well as possible by female workers. The involvement of women in the world of work has an impact on the family economy, little by little it can improve the economy. In this case women can contribute to the family economy.
3714339993F1C019012STRATEGI CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT ANEMOI CANDLE SEBAGAI STARTUP RAMAH LINGKUNGAN Penelitian ini berfokus kepada strategi Customer Relationship Management Anemoi Candle sebagai startup Ramah lingkungan dalam meningkatkan pembelian ulang pada pelanggannya. Adapun Tujuan dari penelitian ini diantaranya untuk mengetahui tujuan CRM Anemoi Candle sebagai startup ramah lingkungan, proses mengidentifikasi konsumen Anemoi Candle, proses mendifferensiasi konsumen Anemoi Candle, Interaksi CRM sebagai media Interaksi dengan konsumen serta jembatan antara Start-Up dan pihak konsumen, proses CRM Anemoi Candle memodifikasi produk dan layanan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatif dengan model penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara,observasi dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, sehingga informan yang terpilih yakni CEO Anemoi Candle dan CRM Manager Anemoi Candle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi customer relationship management Anemoi Candle memiliki tujuan untuk membangun hubungan yang baik dengan konsumen serta meningkatkan pembelian ulang produk Anemoi Candle.Adapun strategi yang dilakukan meliputi kualifikasi atau pengumpulan data (pengumpulan data melalui pengisian pre survey dan satisfaction survey), konversi prospek menjadi kontak (Melakukan interaksi dengan calon konsumen maupun konsumen yang sudah membeli produk, interaksi ini dilakukan berdasarkan pada data yang didapatkan melalui pre survey dan satisfaction survey), menciptakan peluang kepada Anemoi untuk masuk ke dalam pasar masyarakat (Mengikuti event-event offline di Purwokerto) dan eksekusi penjualan (melakukan penawaran produk Anemoi pada saat promo melalui WA Business). Penelitian ini berfokus kepada strategi Customer Relationship Management Anemoi Candle sebagai startup Ramah lingkungan dalam meningkatkan pembelian ulang pada pelanggannya. Adapun Tujuan dari penelitian ini diantaranya untuk mengetahui tujuan CRM Anemoi Candle sebagai startup ramah lingkungan, proses mengidentifikasi konsumen Anemoi Candle, proses mendifferensiasi konsumen Anemoi Candle, Interaksi CRM sebagai media Interaksi dengan konsumen serta jembatan antara Start-Up dan pihak konsumen, proses CRM Anemoi Candle memodifikasi produk dan layanan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatif dengan model penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara,observasi dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, sehingga informan yang terpilih yakni CEO Anemoi Candle dan CRM Manager Anemoi Candle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi customer relationship management Anemoi Candle memiliki tujuan untuk membangun hubungan yang baik dengan konsumen serta meningkatkan pembelian ulang produk Anemoi Candle.Adapun strategi yang dilakukan meliputi kualifikasi atau pengumpulan data (pengumpulan data melalui pengisian pre survey dan satisfaction survey), konversi prospek menjadi kontak (Melakukan interaksi dengan calon konsumen maupun konsumen yang sudah membeli produk, interaksi ini dilakukan berdasarkan pada data yang didapatkan melalui pre survey dan satisfaction survey), menciptakan peluang kepada Anemoi untuk masuk ke dalam pasar masyarakat (Mengikuti event-event offline di Purwokerto) dan eksekusi penjualan (melakukan penawaran produk Anemoi pada saat promo melalui WA Business).
Abstract
This research focuses on Anemoi Candle's Customer Relationship Management strategy as an eco-friendly startup in increasing customer repurchase. The objectives of this research include knowing the purpose of CRM Anemoi Candle as an environmentally friendly startup, the process of identifying Anemoi Candle consumers, the process of differentiating Anemoi Candle consumers, CRM interactions as a medium for interaction with costumers as well as a bridge betweenStart-Up and costumers, Anemoi Candle's CRM process modifies products and services according to costumer needs. The method used in this research is qualitative with a case study research model. Data collection is done by interviews, observation and documentation. The informant selection technique was carried out using a purposive sampling technique, so that the selected informants were the CEO of Anemoi Candle and the CRM Manager of Anemoi Candle. The results of the study indicate that Anemoi Candle's customer relationship management strategy has the objective of building good relationships with costumers and increasing repurchases of Anemoi Candle’s products. The strategy involved includes qualification or data collection (collecting data through filling out pre surveys and satisfaction surveys), converting prospects into contacts (Contacting the potential customers and costumers who have purchased products, this interaction is carried out based on data obtained through the pre survey and satisfaction survey), creating opportunities for Anemoi to enter the community market (Participating in offline events at Purwokerto) and sales execution (offering Anemoi products during promos through WA Business).
3714439994G1A019076Hubungan Usia dan Jumlah Paritas dengan Tipe Karsinoma Endometrium di RSUD Prof. Dr. Margono SoekarjoLatar Belakang: Kanker endometrium menempati urutan ke-15 dengan jumlah kasus baru terbanyak pada tahun 2020 di dunia. Masih terdapat perbedaan hasil penelitian tentang hubungan usia dan dan jumlah paritas dengan karsinoma endometrium. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan usia dan jumlah paritas dengan tipe kersinoma endometrium di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan studi cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak 129 pasien karsinoma endometrium di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo pada tahun 2017-2022. Data yang diambil merupakan data sekunder dari rekam medik RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Variabel usia dan jumlah paritas merupakan data yang tercantum di dokumen rekam medis. Data dianalisis menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: Total sampel yang didapatkan adalah 129 pasien kanker endometrium. Usia paling banyak ditemukan pada usia 51-60 tahun (41,1%) dan paling sedikit pada usia <40 tahun (7,8%). Jumlah paritas paling banyak ditemukan yaitu paritas ≥2 (55,8%) dan yang paling sedikit adalah paritas 1 (15,5%). Hasil uji uji statistik chi-square usia dengan tipe karsinoma endometrium menunjukkan nilai p = 0,159 (p>0,05). Berdasarkan hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara usia dengan tipe kanker endometrium. Hasil uji uji statistik chi-square jumlah dengan tipe karsinoma endometrium menunjukkan nilai p = 0,02 (p<0,05). Berdasarkan hasil analisis menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara jumlah paritas dengan tipe kanker endometrium. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia dengan tipe karsinoma endometrium dan terdapat hubungan yang bermakna antara jumlah paritas dengan tipe karsinoma endometrium di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Background: Endometrial cancer ranks 15th with the highest number of new cases in 2020 in the world. There are still differences in research results regarding the relationship between age and number of parities with endometrial carcinome. Aim: To determine the relationship between age and parity with type of endometrial carcinoma at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Method: This research is an observational analytic study with a cross sectional study. The sampling technique uses total sampling. The number of subjects in this study were 129 endometrial carcinoma patients at Prof. Hospital. Dr. Margono Soekarjo in 2017-2022. The data taken is secondary data from the medical records of RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. The variable age and number of parities are the data listed in the medical record document. Data were analyzed using the chi-square statistical test. Result: The total sample obtained was 129 endometrial cancer patients. The most common age was found at the age of 51-60 years (41.1%) and the least at the age of <40 years (7.8%). The highest number of parities found was parity ≥2 (55.8%) and the least was parity 1 (15.5%). The results of the chi-square statistical test for age with endometrial carcinoma type showed a value of p = 0.159 (p>0.05). Based on the results of the analysis, there was no significant relationship between age and the type of endometrial cancer. The results of the chi-square statistical test for the number of endometrial carcinoma types showed a value of p = 0.02 (p <0.05). Based on the results of the analysis, it showed that there was a significant relationship between the number of parities and the type of endometrial cancer. Conclusion: There was no significant relationship between age and the type of endometrial carcinome and there was a significant relationship between the number of parities and the type of endometrial carcinome at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
3714539995F1C019029KONSEP DIRI DALAM MENGELOLA KEGAGALAN RELASI ROMANTIS PRAPERKAWINAN PADA REMAJA AKHIRPenelitian ini membahas mengenai konsep diri yang dimiliki oleh seseorang yang berada di fase usia remaja akhir, dalam hal ini adalah mahasiswa, dalam mengelola kegagalan relasi romantis praperkawinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep diri yang dibentuk berdasarkan relasi romantis praperkawinan yang dijalani remaja dan bagaimana kaitan antara konsep diri tersebut dengan cara remaja dalam menghadapi dan mengelola kegagalan relasi romantis praperkawinannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan paradigma interpretif dan model penelitian fenomenologi. Sasaran penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman. Informan dipilih dengan metode purposive sampling dan pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi, lalu data diolah secara deskriptif kualitatif dengan model interaksif tiga tahap milik Miles & Huberman, kemudian menggunakan triangulasi metode untuk diuji keabsahan datanya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa relasi romantis yang dijalani oleh sasaran penelitian memiliki peran dalam bagaimana mereka mencapai tugas-tugas perkembangan remaja dan memenuhi kebutuhan dalam Lima Hierarki Kebutuhan berdasarkan Teori Humanistik Abraham Maslow yang membentuk konsep diri mereka. Berdasarkan hal tersebut, sebagian besar informan diketahui mampu mengenali, menerima dan menghargai tiap kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri mereka secara apa adanya. Mereka pun mampu memaksimalkan potensi yang mereka miliki guna meningkatkan kualitas diri. Selain itu, mereka pun mampu memaknai kegagalan relasi romantis praperkawinannya secara positif dengan menerima kegagalan tersebut dengan lapang dada dan berusaha melanjutkan hidup sebaik mungkin.This reseacrh discusses the self-concept of a person who is in the phase of late adolescence, in this case is a college student, in managing the failure of premarital romantic relationships. The purpose of this research was to determine the self-concept that is formed based on premarital romantic relationships lived by adolescents and how the relationship between the self-concept with the way adolescents in dealing with and managing the failure of premarital romantic relationships. This research is qualitative using interpretive paradigm and Phenomenological Research model. Target of this research were students of the Faculty of Social and Political Sciences, Jenderal Soedirman University. Informants were selected by purposive sampling method and data collection was carried out by conducting interviews, observation and documentation, then the data was processed descriptively qualitatively using Miles & Huberman's three-stage interactive model, then using a triangulation method to test the validity of the data. The results of this study showed that the romantic relationship lived by the research targets has a role in how they achieve adolescent developmental tasks and fulfill the needs in the Five Hierarchies of Needs based on Abraham Maslow's Humanistic Theory which shape their self-concept. In addition, they are also able to interpret the failure of their pre-marital romantic relationship positively by accepting the failure gracefully and trying to move on as best they can.
3714639996L1A016026TATA GUNA LAHAN PANTAI LOGENDING SEBAGAI DASAR PENGELOLAAN EKOWISATA PESISIRPenelitian ini berjudul tataguna lahan Pantai Logending sebagai dasar pengelolaan ekowisata pesisir. Tataguna lahan erat kaitannya dengan penggunaan lahan untuk perencanaan tata ruang dan merupakan bagian terpenting dari perencanaan pembangunan suatu wilayah karena memiliki tujuan untuk keberlanjutan masa untuk masa depan. Logending merupakan daerah ekowisata yang sifatnya cenderung berubah entah karena terdapat intervensi ataupun secara alami. Metode penilitian yang digunakan yaitu metode survey dengan wawancara dan pengambilan data spasial dengan menggunakan GPS. Hasil penelitian menunjukkan pengataan Pantai Logending masih dirasa kurang untuk beberapa pihak dan diperlukan adanya prioritas pengembangan agar lebih baik lagiThis research is entitled land use of Logending Beach as a basis for managing coastal ecotourism. Land use is closely related to land use for spatial planning and is the most important part of development planning for a region because it has a goal of future sustainability. Logending is an ecotourism area whose nature tends to change either due to intervention or naturally. The research method used is a survey method with interviews and spatial data collection using GPS. The results of the study show that the word Logending Beach is still lacking for some parties and it is necessary to prioritize development so that it is even better
3714739997F1D019074Strategi Politik Partai Nasional Demokrat dalam Menghadapi Pemilu Legislatif Kabupaten Cilacap Tahun 2019Era reformasi melahirkan banyak partai politik baru salah satunya Partai
Nasdem. Sebagai partai politik baru masih perlu melakukan penguatan
lembaga dengan mengumpulkan dukungan masyarakat secara nasional
hingga kedaerah. Partai Nasdem mengawali langkah mengikuti pemilu
pertamanya pada tahun 2014 termasuk pemilu legislatif di Kabupaten Cilacap
dengan hasil suara sebanyak 29.402 tetapi belum bisa mendapatkan kursi
DPRD dan kembali mengusung 50 caleg pada tahun 2019 yang berhasil
menduduki 4 kursi DPRD Cilacap dengan total suara 58.839. Peningkatan
tersebut tidak lepas dari strategi politik yang dilakukan oleh Partai Nasdem
selama proses pemilu tahun 2019. Penelitian ini hendak melihat bagaimana
strategi politik yang dilakukan Partai Nasdem serta hambatan dan kendala
seperti apa yang dihadapi selama pemilu legislatif Kabupaten Cilacap Tahun
2019 berlangsung. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian
kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa
strategi politik yang dilakukan yaitu Partai Nasdem melakukan strategi ofensif
berupa rekrutmen politik terbuka dan tertutup, kampanye politik, dan
memberikan penawaran baru sedangkan strategi defensif merawat pemilih
tetap dan melakukan pendekatan kepada pemilih musiman. Partai Nasdem
juga melakukan segmentasi dengan menyasar kepada masyarakat yang
membutuhkan sentuhan, pemilih pemula, dan melakukan pembagian kantong
politik disetiap dapil sedangkan positioning digambarkan melalui logo dan
slogan “ Ora Nasdem Ora Marem”. Pelaksanaan strategi politik juga tidak lepas
dari hambatan dan kendala seperti hilangnya kepercayaan masyarakat
terhadap partai politik, disisi lain masyarakat terbiasa dengan money politic,
serta keterbatasan modal dan sarana prasarana. Penelitian ini melihatkan
bahwa strategi politik yang dilakukan telah memberikan hasil yang baik bagi
Partai Nasdem dan dapat menjadi bahan perbandingan serta evaluasi dalam
menerapkan strategi politik pada pemilu berikutnya.
Kata Kunci: Strategi Politik, Pemilu, Pemilu Legislatif, Partai Nasdem

The reform era gave birth to many new political parties, one of which was
the Nasdem Party. As a new political party, it still needs to strengthen institutions
by gathering public support nationally to region. The Nasdem Party started taking
part in its first election in 2014 including the legislative election in Cilacap Regency
with a vote of 29,402 but was unable to get DPRD seats and again carried 50
candidates in 2019 who managed to occupy 4 seats in the Cilacap DPRD with a
total of 58,839 votes. This increase cannot be separated from the political strategy
carried out by the Nasdem Party during the 2019 election process. This research
aims to see how the political strategy carried out by the Nasdem Party and what
obstacles and obstacles were faced during the 2019 Cilacap Regency legislative
election. This research method uses qualitative research methods with a case study
approach. The results of the study show that the political strategy carried out,
namely the Nasdem Party carried out an offensive strategy in the form of open and
closed political recruitment, political campaigns, and providing new offers while
the defensive strategy took care of permanent voters and approached seasonal
voters. The Nasdem Party also conducts segmentation by targeting people who
need touch, first-time voters, and distributing political pocketsat each electoral
districts while positioning is depicted through the logo and slogan "Ora Nasdem
Ora Marem". The implementation of the political strategy is also not free from
obstacles and constraints such as the loss of public trust in political parties, on the
other hand the people are used to money politics, as well as limited capital and
infrastructure. This research shows that the political strategy implemented has
yielded good results for the Nasdem Party and can be used as material for
comparison and evaluation in implementing political strategy in the next election.
Keywords: Political Strategy, Election, Legislative Election, Nasdem Party
3714839999I1B019040Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Media Lembar Balik Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Vulva Hygiene Remaja SantriwatiLatar Belakang : Masalah vulva hygiene kerap kali ditemukan di lingkungan pondok pesantren karena kurangnya pengetahuan, sikap dan perilaku vulva hygiene remaja santriwati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui media lembar balik terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku vulva hygiene remaja santriwati.
Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimental with control group design. Teknik sampling menggunakan simple random sampling, sebanyak 31 sampel intervensi dan 31 sampel kontrol. Pengambilan data dilakukan pada bulan September 2022-Maret 2023. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat menggunakan uji marginal homogeneity dan uji fisher exact test.
Hasil penelitian: Median usia 13 tahun, median usia menarche 11 tahun, 83,9% responden telah mendapatkan informasi vulva hygiene dan 35,5% mendapatkan informasi dari ustadzah. Terdapat perbedaan pengetahuan, sikap dan perilaku pada kelompok intevensi. Tidak terdapat perbedaan pretest posttest pengetahuan, sikap dan perilaku pada kelompok kontrol. Terdapat perbedaan pengetahuan, sikap dan perilaku antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p=0,002; p=0,039; p=0,010).
Kesimpulan : Pemberian pendidikan kesehatan menggunakan lembar balik berpengaruh meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku vulva hygiene remaja santriwati.
Background : Vulva hygiene often found in Islamic boarding schools because the lack of knowledge, attitudes and behavior of vulva hygiene in santriwati adolescents. The study aims to determine the effecy of health education with flipcharts on knowledge, attitudes and behavior of vulva hygiene santriwati adolescents
Methodology : This research used a quasi experimental with control group design. Sampling technique used simple random sampling, consisting 31 intervention samples and 31 control samples. Data collection was carried out in September 2022-March 2023. The analysis used univariate and bivariate using marginal homogeneity test and fisher exact test.
Results : The median age is 13 years, the median menarche’s age is 11 years, 83,9% of respondents have received information on vulva hygiene and 35.5% have received information from ustadzah. There were differences in pretest posttest knowledge, attitudes and behavior in intervention group. There were no differences in pretest posttest knowledge, attitudes and behavior in control group. There were differences in knowledge, attitudes and behavior between intervention group and control group (p=0,002; p=0,039; p=0,010).
Conclusion : Providing health education using flipchart has an effect on increasing knowledge, attitudes, and vulva hygiene behavior of santriwati adolescent.
3714940000G1A019003HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK STUNTING DI KABUPATEN BANYUMASLatar Belakang: Perkembangan motorik kasar adalah perubahan fisik dan psikis anak sesuai dengan masa pertumbuhan, dan asupan gizi yang di konsumsi. Salah satu asupan gizi yang mempengaruhi adalah asupan protein. Asupan protein tidak adekuat dapat menimbulkan risiko gangguan perkembangan motorik kasar anak stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan protein dengan perkembangan motorik kasar anak stunting di Kabupaten Banyumas.
Metode: Jenis penelitian yang dilakukan bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional dan pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan pemeriksaan perkembangan secara langsung. Populasi pada penelitian ini menggunakan total sampling yakni sebanyak 143 sampel Balita di Wilayah Puskesmas Purwokerto Timur 1, Purwokerto Timur II dan Puskesmas Kembaran I. Teknik analisis data menggunakan uji Chi Square, dan uji alternatif fisher’s exact.
Hasil: Dihasilkan bahwa dari 143 partisipan, sebanyak 72 partisipan memiliki asupan protein hewani tidak adekuat, 137 partisipan memiliki asupan protein nabati tidak adekuat, dan 122 partisipan memiliki perkembangan motorik kasar normal. Analisis bivariat antara asupan protein hewani dan perkembangan motorik kasar diperoleh nilai p value = 0,786 (p>0,05) yang menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan. Asupan protein nabati dan perkembangan motorik kasar diperoleh p value = 0,592 (p>0,05) yang menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara asupan protein hewani dengan perkembangan motorik kasar anak stunting di Kabupaten Banyumas. Tidak terdapat hubungan antara asupan protein nabati dengan perkembangan motorik kasar anak stunting di Kabupaten Banyumas.
Background: Gross motor development is a child's physical and psychological changes according to the growth period, and the nutritional intake consumed. One of the influencing nutrient intakes is protein intake. Inadequate protein intake can pose a risk of impaired gross motor development in stunted children. This study aims to determine the relationship between protein intake and gross motor development of stunting children in the Banyumas Regency.
Methods: The type of research conducted was observational with a cross sectional approach and data collection was carried out using questionnaires and direct examination of progress. The population in this study used a total sampling of 143 samples of toddlers in the Purwokerto Timur 1 Health Center, Purwokerto Timur II, and Twin Health Centers I. The data analysis technique used the Chi-Square test and Fisher's exact alternative test.
Results: It was found that out of 143 participants, 72 participants had an inadequate intake of animal protein, 137 participants had an inadequate intake of vegetable protein, and 122 participants had normal gross motor development. Bivariate analysis between animal protein intake and gross motor development obtained p value = 0.786 (p>0.05) which showed no significant relationship. Vegetable protein intake and gross motor development obtained p value = 0.592 (p>0.05) which showed no significant relationship.
Conclusion: There is no relationship between the intake of animal protein and gross motor development of stunting children in the Banyumas Regency. There is no relationship between the intake of vegetable protein and gross motor development of stunting children in the Banyumas Regency.
3715040001I1B019032Pengaruh Video Edukasi Mom’s Motivation (MoTion) terhadap Motivasi Pemberian ASI eksklusif pada Ibu Bekerja di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Timur I dan II Kabupaten BanyumasLatar Belakang: ASI eksklusif merupakan makanan bayi yang diberikan selama 6 bulan pertama kehidupan memiliki berpengaruh terhadap kekebalan tubuh anak sehingga anak tidak mudah sakit. Pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Timur I dan II masih sedikit. Sehingga, peneliti ingin mengetahui adakah pengaruh video edukasi MoTion terhadap motivasi pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja.
Metodologi: Desain penelitian menggunakan Quasi experiment dengan rancangan randomized with control group pretest and posttest design. Teknik pengambilan sampling menggunakan Convenience sampling dengan jumlah sampel masing-masing kelompok sebanyak 31 orang. Data dianalisis menggunakan uji McNemar dan Chi square.
Hasil Penelitian: Mayoritas usia responden bebas risiko (20-35 tahun) (82,25%), pendidikan SMP-SMA (56,45%), paritas multipara (58,1%), dan lama bekerja penuh waktu (8 jam/hari) (72,58%). Mayoritas motivasi pemberian ASI eksklusif responden rendah. Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat perbedaan tingkat motivasi yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan video “MoTion” dengan nilai p=0,117 (p<0,05).
Kesimpulan: Tidak ada pengaruh video edukasi “MoTion” pada motivasi pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja
Background: Exclusive breastfeeding is baby food given for the first 6 months of life which has an effect on the child's immune system so that the child does not get sick easily. Exclusive breastfeeding in the Working Areas of East Purwokerto Health Center I and II is still small. So, the researcher wanted to find out whether there was an effect of the MoTion educational video on the motivation for exclusive breastfeeding to working mothers.
Methods: The research design used a Quasi experiment with a randomized design with control group pretest and posttest design. The sampling technique used Convenience sampling with a total sample of 31 people in each group. Data were analyzed using the McNemar test and Chi square.
Results: The majority of respondents are risk-free (20-35 years) (82.25%), junior-high school education (56.45%), multipara parity (58.1%), and length of work full time (8 hours/day) (72.58%). The majority of respondents' motivation for exclusive breastfeeding is low. Meanwhile, the pretest and posttest motivation of the control group was high. The results showed that there was no significant difference in the level of motivation before and after being given the video "MoTion" with p-value=0.117 (p<0.05).
Conclusion: There is no effect of the educational video "MoTion" on the motivation for exclusive breastfeeding to working mothers.
3715139778E1A019185PERMOHONAN PERWALIAN TERHADAP PENGURUSAN KEPENTINGAN ANAK (TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENETAPAN NOMOR 1364/Pdt.P/2022/PA.Jr)Anak pada masa tumbuh dan berkembangnya dapat kehilangan salah satu atau kedua orang tua yang mengakibatkan tidak adanya kekuasaan orang tua atas dirinya. Akibat dari kosongnya kekuasaan orang tua tersebut maka timbulah Perwalian terhadap diri anak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permohonan yang diajukan ke Pengadilan Agama Jember dengan Penetapan Nomor 1364/Pdt.P/2022/PA.Jr.
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam mengabulkan permohonan yang diajukan dan untuk mengetahui akibat hukum dari dikabulkannya permohonan pemohon. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan, metode pendekatan kasus dan metode pendekatan konseptual dimana spesifikasi penelitian ini adalah deskriptif analitis. Sumber dan jenis data adalah data sekunder dengan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Metode pengumpulan data menggunakan metode kepustakaan. Metode pengolahan data dilakukan dengan mereduksi data dilanjutkan editing bahan hukum dan kemudian mengklasifikasikan bahan-bahan hukum. Metode analisis adalah penelitian doktrinal dengan menggunakan logika deduktif analisis normatif kualitatif dengan penyajian data berbentuk teks naratif.
Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa Majelis Hakim dalam mengabulkan permohonan perwalian terhadap adik kandung pemohon menggunakan Pasal 50 Ayat (1) serta Pasal 51 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Jo. Pasal 107 serta Pasal 110 Kompilasi Hukum Islam kurang lengkap dasar hukumnya. Majelis Hakim untuk memperkuat putusannya dapat melengkapi Pasal 1 Angka 5, Pasal 1 Angka 6, Pasal 2, Pasal 3, Pasal 5, Pasal 8 sampai dengan Pasal 15 Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2019 Tentang Syarat dan Tata Cara Penunjukan Wali. Akibat Hukum dari dikabulkannya permohonan perwalian ini adalah wali bertanggung jawab terhadap diri anak dan harta anak serta menjalankan kuasa asuh dan kewajiban orang tua terhadap anak di bawah perwaliannya sesuai Pasal 14 Ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2019 Tentang Syarat dan Tata Cara Penunjukan Wali. Anak memiliki kewajiban untuk menghormati Wali sesuai Pasal 19 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Pemerintah melaksanakan pengawasan perwalian anak sesuai dengan Pasal 25 Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2019 Tentang Syarat dan Tata Cara Penunjukan Wali.
Children during their growth and development may lose one or both parents which results in the absence of parental power over them. As a result of the empty of parental power, guardianship arises over the child. The background of this research is the application submitted to the Jember Religious Court with The Court Designation Number 1364/Pdt.P/2022/PA.Jr.
The purpose of this research is to find out the basis for the judge's consideration in granting the petition submitted and to find out the legal consequences of the applicant's granting. This research is a normative legal research with the statutory approach method and the case approach method where the specification of this research is analytical descriptive. Sources and types of data are secondary data with primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials. Methods of data collection using the method of literature. The method of data processing is done by reducing the data followed by editing legal materials and then classifying legal materials. The method of analysis is doctrinal research using deductive logic of qualitative normative analysis by presenting data in the form of narrative text.
The results of the research and discussion show that the Panel of Judges in granting the request for guardianship of the applicant's younger sibling uses Article 50 Paragraph (1) and Article 51 of Law Number 1 of 1974 Jo. Article 107 and Article 110 of the Compilation of Islamic Law are incomplete in their legal basis. The Panel of Judges to strengthen their decision can complete Article 1 Point 5, Article 1 Number 6, Article 2, Article 3, Article 5, Article 8 to Article 15 Government Regulation Number 29 of 2019 Concerning Terms and Procedures for Appointing a Guardian. The legal consequences of granting the request for guardianship are that the guardian is responsible for the child and the child's property and exercises the custody and obligations of the parents towards the child under their guardianship in accordance with Article 14 Paragraph (1) of Government Regulation Number 29 of 2019 concerning Terms and Procedures for Appointing a Guardian. Children have an obligation to respect guardians in accordance with Article 19 of Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection. The government carries out child guardianship supervision in accordance with Article 25 of Government Regulation Number 29 of 2019 concerning Requirements and Procedures for Appointing Guardians.
3715240002I1C019008Studi Interaksi Molekuler Senyawa Bioaktif Biji Jinten Hitam (Nigella sativa) Terhadap CAR dan PXR secara Molecular DockingJinten hitam (Nigella sativa) memiliki berbagai aktivitas farmakologis sehingga banyak digunakan sebagai obat herbal. Senyawa bioaktif dari jinten hitam yang berperan besar dalam aktivitas farmakologi diantaranya adalah thymoquinone, dithymoquinone, thymohydroquinone, carvacrol, p-Cymene dan 4-terpineol. Senyawa ini berpotensi dapat berinteraksi dengan reseptor CAR dan PXR yang dapat mempengarui ekspresi enzim pemetabolisme sehingga ketika terjadi perubahan ekspresi dari enzim pemetabolisme yang dimediasi oleh reseptor CAR dan PXR dapat menyebabkan terjadinya interaksi herbal-obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi terjadinya interaksi antara senyawa bioaktif jinten hitam terhadap reseptor CAR dan PXR. Penelitian ini dilakukan secara in silico dengan menambatkan molekul antara senyawa thymoquinone, dithymoquinone, thymohydroquinone, carvacrol dan 4-terpineol dengan reseptor CAR dan PXR yang kemudian dibandingkan dengan fenitoin dan hiperforin sebagai kontrol positif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa senyawa dithymoquinone berpotensi berinteraksi dengan reseptor PXR. Black cumin (Nigella sativa) has various pharmacological activities so it is widely used as herbal medicine. The bioactive compounds from black cumin that play a major role in pharmacological activity include thymoquinone, dithymoquinone, thymohydroquinone, carvacrol, p-Cymene and 4-terpineol. This compound has the potential to interact with CAR and PXR receptors which can affect the expression of metabolizing enzymes so that changes in the expression of metabolizing enzymes mediated by CAR and PXR receptors can cause herbal-drug interactions. The purpose of this study was to determine the potential for interactions between black cumin bioactive compounds on CAR and PXR receptors. This study was conducted in silico by anchoring molecules between compounds thymoquinone, dithymoquinone, thymohydroquinone, carvacrol and 4-terpineol with CAR and PXR receptors which were then compared with phenytoin and hyperforin as positive controls. The results of this study indicate that the compound dithymoquinone has the potential to interact with the PXR receptor.
3715344181H1C020047Penentuan Prospek Ketebalan Endapan Nikel Laterit Menggunakan Korelasi Data Resistivitas Geofisika dan Data Bor Pada Daerah Sorowako, Sulawesi SelatanKebijakan hilirisasi memaksa sektor pertambangan nikel untuk membangun smelter baru yang diklaim dapat mengolah material bijih nikel pada zona limonit hingga saprolit, sehingga dibutuhkan metode untuk membuktikan keberadaan potensi nikel pada zona limonit. Dalam hal ini, metode yang digunakan adalah pemodelan endapan zona pengkayaan nikel. Penelitian ini menggunakan data collar sebanyak 218 titik bor dan data domain geologi sejumlah 8.092 datum. Potensi optimal endapan nikel laterit dijelajahi dengan memasukan kontrol geologi domain endapan dan mengekspresikan model zona pengkayaan nikel sehingga diketahui persentase volume irisan pada zona limonit dan saprolit. Berdasarkan hasil pembuatan model zona pengkayaan nikel pada daerah penelitian yang berlokasi di Sorowako, Sulawesi Selatan, menunjukan bahwa zona pengkayaan nikel memiliki volume sebesar 4.190.500 meter kubik (m3). Zona pengkayaan nikel diketahui tak memiliki irisan dengan zona bedrock, tetapi memiliki irisan dengan domain limonit sebanyak 33 %, dan domain saprolit sebesar 67 %. Sebagai informasi tambahan, diketahui tebal endapan laterit sekitar 30 meter dengan zona pengkayaan nikel pada kedalaman 10 meter hingga 25 meter dari permukaan.The downstream policy forces the nickel mining sector to build new smelters which are claimed to be able to process nickel ore material in the limonite to saprolite zones, so a method is needed to prove the existence of nickel potential in the limonite zone. In this case, the method used is modeling nickel enrichment zone deposits. This research uses collar data of 218 drill points and geological domain data of 8,092 datums. The optimal potential for laterite nickel deposits is explored by entering the geological control of the deposit domain and expressing the nickel enrichment zone model so that the slice volume percentage in the limonite and saprolite zones is known. Based on the results of modeling the nickel enrichment zone in the research area located in Sorowako, South Sulawesi, it shows that the nickel enrichment zone has a volume of 4,190,500 cubic meters (m3). The nickel enrichment zone is known to have no intersection with the bedrock zone, but has an intersection with limonite domains of 33%, and saprolite domains of 67%. As additional information, it is known that the laterite deposits are around 30 meters thick with a nickel enrichment zone at a depth of 10 meters to 25 meters from the surface.
3715440003I1C019067Non-Targeted Metabolomic Profiling Dari Ekstrak Aquabidest Batang Kecombrang (Etlingera elatior) Dengan Metode Liquid Chromatography-High Resolution Mass Spectrometry (LC-HRMS)Latar belakang: Batang kecombrang (Etlingera elatior) memiliki manfaat sebagai antibakteri dan antioksidan, ditunjukkan dengan adanya kandungan flavonoid, alkaloid, saponin, dan glikosida. Salah satu cara untuk memaksimalkan pemanfaatan batang kecombrang adalah dengan dilakukan analisis profil metabolit yang lebih komprehensif melalui pendekatan non-targeted metabolomic. LC-HRMS dapat digunakan sebagai salah satu metode analisis untuk mengidentifikasi metabolit dengan cepat dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi profil metabolit dalam ekstrak batang kecombrang (E. elatior) dengan pendekatan non-targeted metabolic profiling menggunakan LC-HRMS.
Metodologi: Proses pembuatan ekstrak dilakukan menggunakan pelarut aquabidest dengan metode sonikasi. Ekstrak yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan LC-HRMS fase gerak air:asam format dan asetonitril:asam format dengan sistem elusi gradien dan fase diam kolom C18. Hasil analisis LC-HRMS kemudian dianalisis menggunakan software data processing MS-DIAL versi 4.9.2.
Hasil Penelitian: Terdapat total 17 metabolit dugaan yang teranotasi dalam batang kecombrang (E. elatior). Metabolit dugaan dengan peak area tertinggi pada sampel batang kecombrang E. elatior adalah Lauryldiethanolamine, Chlorogenic acid, dan N,N-Dimethyldodecylamine. Senyawa metabolit dugaan dengan total score identifikasi tertinggi pada sampel batang kecombrang E. elatior adalah N,N-Dimethyldodecylamine, Lauryldiethanolamine, dan Magnoflorine.
Kesimpulan: LC-HRMS dapat digunakan untuk analisis non-targeted metabolomic profiling pada batang kecombrang (E. elatior).
Background: Kecombrang stem (Etlingera elatior) has benefits as an antibacterial and antioxidant, indicated by the presence of flavonoids, alkaloids, saponins, and glycosides. One kind of method to maximize the utilization of kecombrang stem is using a comprohrnsive metabolite profiling through a non-targeted metabolomic approach. LC HRMS can be used as one of the analytical methods to identify metabolites quickly and effectively. This study aims to identify the metabolite profile in kecombrang stem (E. elatior) extract with non-targeted metabolic profiling using LC HRMS.
Methodology: Extract preparation was carried out using aquabidest solvent with the sonication method. The extracts were analyzed using the LC-HRMS mobile phase of water: formic acid and acetonitrile: formic acid with a gradient elution system and a C18 column stationary phase. The results of the LC-HRMS analysis were then analyzed using data processing software MS-DIAL version 4.9.2.
Result: There are a total of 17 putative annotated metabolites in kecombrang stems (E. elatior). The metabolites with the highest peak areas in the kecombrang stem (E. elatior) were Lauryldiethanolamine, Chlorogenic acid, and N,N-Dimethyldodecylamine. Compounds with the highest total score identification in the kecombrang stem (E.elatior) samples were N,N-Dimethyldodecylamine, Lauryldiethanolamine, and Magnoflorine.
Conclusion: LC-HRMS can be used for non-targeted metabolomic profiling analysis of kecombrang stem (E. elatior).
3715540005F1D018011POLITIK IMPLEMENTASI PERATURAN PRESIDEN NOMOR 82 TAHUN 2021 TENTANG PENDANAAN PESANTREN DI KABUPATEN JEPARAKepedulian terhadap pesantren sekarang bertambah dengan adanya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2021 mengenai Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Perpres ini menyusun tentang dana abadi pesantren yang bertujuan untuk mengatur kelola pendanaan bantuan bagi pondok pesantren serta menghalau paham radikalisme dan terorisme untuk masuk ke lingkungan pesantren. Dalam implementasinya sarat akan kepentingan aktor, meliputi pemotongan bantuan hingga penarikan masa pesantren untuk kepentingan pribadi. Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan skema pendanaan perpres melalui pemerintah pusat dan daerah, serta relasi dan kepentingan aktor dalam politik implementasi perpres No. 82 Tahun 2021 mengenai pendanaan pesantren di Kabupaten Jepara. Pengumpulan data dalam tulisan ini dilakukan melalui wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil tulisan ini pertama, implementasi sudah dijalankan, namun tidak bisa mencapai tujuan awal yang diharapkan karena terdapat kepentingan para aktor politik, khususnya dari kalangan partai politik dan pemerintah daerah. Kedua, terdapat dominasi pengaruh oleh partai politik melalui perwakilan fraksinya dengan ketidakbulatan suara saat pembahasan program pendanaan di DPRD sehingga proses implementasi tidak dapat mencapat tujuannya.Concern for Islamic boarding schools is now increasing with Presidential Regulation (Perpres) Number 82 of 2021 concerning Funding for Islamic Boarding Schools. This presidential regulation compiles the Islamic boarding school endowment fund which aims to regulate the management of aid financing for Islamic boarding schools and dispel radicalism and terrorism from entering the Islamic boarding school environment. In its implementation, it is full of actors' interests, including reducing assistance to the lifting of the Islamic boarding school period for personal gain. This paper aims to describe the presidential regulation funding scheme through the central and regional governments, as well as the relations and actors of interest in the political implementation of Presidential Decree No. 82 of 2021 concerning funding for Islamic boarding schools in Jepara Regency. The collection of data in this paper is done through interviews and documentation studies. The results of this paper are first, implementation has been carried out, but could not achieve the initial expected goals because there is the interest of political actors, especially from political parties and local government. Second, there is a domination of influence by political parties through their representative fractions with unanimity when discussing financing programs in the DPRD so that the implementation process cannot achieve its goals.
3715640014F1B017030IMPLEMENTASI PROGRAM DESA PANTANG MUNDUR (LEWU ISEN MULANG) DI DESA PANGKALAN SATU KECAMATAN KUMAI KABUPATEN KOTAWARINGIN BARATABSTRAK
Penelitian ini berjudul Implementasi Program Desa Pantang Mundur (Lewu Isen Mulang) Di Desa Pangkalan Satu Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat. Penelitian ini dilatar belakangi jumlah kasus Covid-19 yang meningkat dengan cepat di Indonesia khususnya Provinsi Kalimantan Tengah. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memberikan sebuah inovasi desa yaitu Program Desa Pantang Mundur pada rangka peringatan Hari Bhayangkara ke-74, bertujuan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan, sebagai lumbung pangan untuk mendukung ketahanan pangan dan mencegah penyebaran Covid-19. Salah satu desa yang menjalankan program tersebut ialah Desa Pangkalan Satu yang dianggap telah berhasil dalam menjalankan program Desa Pantang Mundur. Hal ini dibuktikan selama 4 tahun terakhir tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan serta mendapat sebuah penghargaan juara pertama dalam lomba Desa Pantang Mundur. Penelitian ini menggunakan 4 model implementasi yaitu komunikasi, sumberdaya, struktur organisasi, dan disposisi. Hasil penelitian menunjukkan dari komunikasi pelaksanaan kebijakan Desa Pantang Mundur telah melaksanakan komunikasi dengan bentuk musyawarah desa dan mensosialisasikannya. Dalam struktur organisasi, pembagian tugas dilakukan sesuai pembagian masing-masing namun untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan Standard Operational Procedures (SOP) mengacu pada Peraturan Kepala Desa tentang Teknik Pemadaman Api Lahan Gambut Dan Kebakaran Hutan. Dari sumber daya dan Fasilitas yang ada cukup terpenuhi. Lalu yang terakhir dari segi disposisi, kelompok tim pemburu api memiliki komitmen dan ketersediaan dalam pelaksanakan program Desa Pantang Mundur dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

ABSTRACT
This research is entitled Implementation of the Abstinence Backward Village Program (Lewu Isen Mulang) in Pangkalan Satu Village, Kumai District, West Kotawaringin Regency. This research is motivated by the rapidly increasing number of Covid-19 cases in Indonesia, especially in Central Kalimantan Province. For this reason, the Provincial Government of Central Kalimantan provided a village innovation, namely the Abstinence Village Program in commemoration of the 74th Bhayangkara Day, aimed at preventing forest and land fires, as a food barn to support food security and prevent the spread of Covid-19. One of the villages implementing the program is Pangkalan Satu Village which is considered successful in running the Pantang Mundur Village program. This has been proven in the last 4 years that there have been no forest and land fires and received a first place award in the Abstinence Backward Village competition. This study uses 4 models of implementation, namely communication, resources, organizational structure, and disposition. The results of the study show that from the communication of the implementation of the policy, the Village of Abstinence Retreat has carried out communication in the form of village meetings and socialized it. In the organizational structure, the division of tasks is carried out according to each division, but for handling forest and land fires the Standard Operational Procedures (SOP) refer to the Village Head Regulation concerning Peatland Fire Extinguishing Techniques and Forest Fires. The existing resources and facilities are sufficient. Then finally in terms of disposition, the fire hunter team group has the commitment and availability in implementing the Pantang Retreat Village program in handling forest and land fires.

3715740006F1D018028Gerakan Petani dalam Perjuangan Hak Atas Tanah Tapungan di Kecamatan Cipari, Kabupaten CilacapPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis gerakan sosial yang dilakukan oleh petani tapungan dalam memperjuangkan hak atas tanah. Topik ini merupakan hal yang menarik karena perampasan tanah di sekitar perkebunan Caruy-Rejodadi yang dilakukan oleh negara melalui militer saat peristiwa G30S/PKI di Kecamatan Cipari berdampak buruk bagi kehidupan petani. Selama berpuluh-puluh tahun mereka harus tinggal di atas tanah tanpa mendapatkan kepastian hukum. Terlebih lagi mereka dipaksa untuk membayar sewa untuk dapat mengelola sawah yang menjadi alat produksi utamanya dalam bertani. Hal tersebut menjadi penyebab munculnya perlawanan petani tapungan melalui berbagai agenda gerakan sosial yang dimotori oleh organisasi tani lokal di sekitar tapungan. Dalam menganalisis persoalan tersebut, artikel ini menggunakan teori gerakan sosial khususnya teori mobilisasi sumber daya Anthony Oberschall sebagai pisau analisisnya. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, FGD, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi tani lokal berhasil memobilisasi sumberdaya terutama pengetahuan, legitimasi, solidaritas, atau bahkan dukungan elit yang dapat membuka peluang tercapainya tujuan dari gerakan tersebut.This study aims to analyze social movements carried out by tapungan farmers in fighting for land rights. This topic is interesting because the land grabbing around the Caruy-Rejodadi plantation carried out by the state through the military during the G30S/PKI incident in Cipari District had a negative impact on the lives of farmers. For decades they had to live on land without legal certainty. Moreover, they are forced to pay rent to be able to manage rice fields which are their main means of production in farming. This is the cause of the emergence of resistance of tapungan farmers through various social movement agendas led by local farmer organizations around the tapungan. In analyzing these problems, this article uses social movement theory, especially Anthony Oberscall's resource mobilization theory as his analysis knife. This article uses qualitative methods with observation techniques, FGDs, interviews, and literature studies. The results showed that local peasant organizations succeeded in mobilizing resources, especially knowledge, legitimacy, solidarity, or even elite support that could open up opportunities for achieving the goals of the movement.
3715840007F1D018019Politik Implementasi Kebijakan Verifikasi dan Validasi DTKS Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) melalui Program Pejuang Muda di Kabupaten Barito TimurPengentasan kemiskinan di Indonesia salah satunya melalui program
bantuan sosial program bantuan pangan non tunai (BPNT). Dalam
penyelenggaraan bantuan sosial tersebut masih ditemukan berbagai
permasalahan, salah satunya adalah data penerima bantuan yang tidak akurat.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan
participatory action research (PAR). Pemerintah melalui Kementerian Sosial RI
meluncurkan program pejuang muda yang memiliki salah satu tugas untuk
melaksanakan verifikasi dan validasi data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS)
program BPNT. Dalam implementasi kebijakan tersebut, ditemukan hubungan
fungsional kelembagaan antara Kementerian Sosial RI, DPMDSos Barito Timur
dan tim pejuang muda. Hubungan mereka terfokus kepada perbaikan data DTKS
melalui verifikasi dan validasi yang dilakukan oleh tim pejuang muda. Selain itu
studi ini juga menemukan adanya ketidakkonsistenan kebijakan Kementerian
Sosial RI dalam program pejuang muda, kondisi geografis lokasi KPM yang sulit
dijangkau, dan eksploitasi terhadap tim pejuang muda.
Poverty alleviation in Indonesia is one of them through the social
assistance program the non-cash food assistance program (BPNT). In the
implementation of social assistance there are still various problems, one of which
is inaccurate data on beneficiaries. The research method used is qualitative with a
participatory action research (PAR) approach. The government through the
Indonesian Ministry of Social Affairs launched a young warrior program which
has one of the tasks to carry out verification and validation of integrated social
welfare data (DTKS) for the BPNT program. In implementing this policy, a
functional institutional relationship was found between the Indonesian Ministry of
Social Affairs, DPMDSos East Barito and a team of young fighters. Their
relationship is focused on improving DTKS data through verification and
validation carried out by a team of young fighters. In addition, this study also found
inconsistencies in the policies of the Indonesian Ministry of Social Affairs in the
young fighter program, the geographical conditions of KPM locations that were
difficult to reach, and the exploitation of the team of young fighters.
3715939934C1G017028ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING FOREIGN DIRECT INVESTMENT IN INDONESIA PERIOD OF THE YEAR 1991 - 2021Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel Produk Domestik Bruto, Nilai Tukar, Keterbukaan Perdagangan, Angkatan Kerja dan, Produktivitas Tenaga Kerja terhadap Foreign Direct Investment di Indonesia dan untuk menganalisis faktor yang paling berpengaruh terhadap Foreign Direct Investment di Indonesia. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber. Menggunakan data time series, dengan teknik analisis data yaitu Error Correction Model (ECM) yang diikuti dengan uji asumsi klasik, uji F, uji t, uji koefisien determinasi (R2) serta uji elastisitas menggunakan Eviews 12 dan Microsoft Excel. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa: (1) Secara simultan, dalam jangka panjang dan jangka pendek variabel Produk Domestik Bruto, Nilai tukar, Keterbukaan Perdagangan, Angkatan kerja dan Produktivitas tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap Foreign Direct Investment, (2) Secara parsial, dalam jangka pendek, Keterbukaan Perdagangan dan Produktivitas Tenaga Kerja berpengaruh positif signifikan, (3) Nilai Tukar berpengaruh negatif signifikan, (4) Produk Domestik Bruto tidak berpengaruh signifikan, (5) Secara parsial, dalam jangka panjang, Produk Domestik Bruto, Keterbukaan Perdagangan dan Produktivitas Tenaga Kerja berpengaruh positif signifikan, (6) sedangkan Nilai Tukar berpengaruh negatif signifikan, (7) Dalam jangka pendek dan jangka panjang, angkatan kerja tidak berpengaruh signifikan. (8) Variabel Produktivitas Tenaga Kerja merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap Foreign Direct Investment (FDI) di Indonesia periode tahun 1991-2021. Implikasi dalam penelitian ini adalah meningkatkan peran pemerintah dalam menciptakan iklim investasi, menjaga potensi dan stabilitas ekonomi serta bekerja sama dengan otoritas fiskal, moneter, dan keuangan untuk mempertahankan kepercayaan internasional dan menjaga nilai investasi tetap terkendali. Pemerintah harus mendorong pertumbuhan PDB, menjaga stabilitas dan volatilitas nilai tukar rupiah, meningkatkan kegiatan ekonomi dengan mempermudah proses bagi produsen dalam negeri untuk menjual produknya di pasar internasional, mengembangkan dan menyelenggarakan berbagai kegiatan pendidikan, program pelatihan, sertifikasi, untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas keterampilan, keahlian, dan kompetensi para pekerja.The purpose of this research is to analyze the Gross Domestic Product, Exchange Rate, Trade Openness, Labor Force and, Labor Productivity variables affected Foreign Direct Investment and to analyze the variables have the most significant effect on Foreign Direct Investment in Indonesia. The data used in this study is secondary data obtained from various sources. Using time series data, the data analysis techniques used is the Error Correction Model (ECM) and followed by the classical assumption test, F-test, t-test, coefficient of determination and also elasticity test using Eviews 12 and Microsoft Excel.
The results showed that (1) Simultaneously, both in the short and long term, Gross Domestic Product, Exchange Rates, Trade Openness, Labor Force and Labor Productivity variables have a significant effect on the Foreign Direct Investment, (2) then partially, in the short-term, Trade Opennes and Labor Productivity has a positive and significant effect, (3) Exchange rate has a negative and significant effect, (4) Gross Domestic Product didn’t have a significant effect, (5) In the long-term, the Gross Domestic Product, Trade Opennes and Labor Productivity has a positive and significant effect, (6) Exchange rate has a negative and significant effect (7) In the short-term and long-term, Labor force didn’t have a significant effect, and (8) Labor Productivity variable is the most influential variable on Foreign Direct Investment in Indonesia period of year 1991-2021. The implication of this research is enhancing the government's role in creating an investment climate, must to maintain economic potential and stability in collaboration with fiscal, monetary, and financial institutions in order to retain international trust and keep investment values under control. The government must promote GDP growth, maintain the rupiah exchange rate stability and volatility, increasing economic activity by easing the process for domestic producers to sell their products on the international market, developing and organizing various education activities, training programs, certification, to improve the quantity and quality of skills, expertise, and competencies for the labors.
3716044182H1C020006KARAKTERISTIK GEOKIMIA GRANITOID DAERAH SERAM BARAT DAN SEKITARNYA, KABUPATEN SERAM BARAT, PROVINSI MALUKUKarakteristik geologi kepulauan seram yang terdiri dari batuan sedimen, batuan metamorfik dan batuan beku yang penyebaran nya hampir merata, pada batuan granit seram ini yang mengandung mineral biotit, kordierit, dan muskovit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik granitoid yang ada di Daerah Seram Barat dan sekitarnya, Kabuapten Seram Barat, Provinsi Maluku, berdasarkan data geokimia. Metode yang digunakan Analisis Petrografi, Analisis SEM (Scanning Electron Microscope), dan Analisis XRF (X-Ray Fluoresence) untuk mengetahi jenis batuan granitoid dan karakteristik granitoid di daerah penelitian. Berdasarkan Analisis Petrografi dan Analisis SEM (Scanning Electron Microscope) dapat di ketahui jenis batuan granitoid ini merupakan granit dan granodiorite, kemudian dari hasil Analisis XRF (X-Ray Fluoresence) mendapatkan bahwa kandungan SiO2 pada batuan granitoid yang tinggi dari unsur lainnya. Geokimia termasuk kedalam Cal-alkaline series dan Hight-cal-Alkaline series atau afinitas magma yang memiliki kandungan potassium yang tinggi. Kemudian termasuk cal-alkalic dan calcic (MALI), dengan komposisi alumina yaitu termasuk peraluminous kelimpahan alumina pada batuan granitoid dicirikan dengan mineral biotit, muscovit dan berdasarkan Fe Index termasuk kedalam ferroan dan magnesian. Granit dan Granitoid yang berada di bagian Island Arc yang terbentuk pada partial Malting dengan magma Granit dan Granodiorit yang mengandung SiO2 65-75% merupakan termasuk tipe magma Riolitik/Granitik dengan kandungan FeO, MgO, dan CaO yang rendah sedangkan kandungan K2O2 dan Na2O lebih tinggi. The geological characteristics of the Seram Islands consist of sedimentary rocks, metamorphic rocks and igneous rocks which are almost evenly distributed, the Seram granite rocks contain the minerals biotite, cordierite and muscovite. This research aims to determine the characteristics of granitoids in the West Seram Region and its surroundings, West Seram Regency, Maluku Province, based on geochemical data. The methods used are Petrographic Analysis, SEM (Scanning Electron Microscope) Analysis, and XRF (X-Ray Fluorescence) Analysis to determine the types of granitoid rocks and characteristics of granitoids in the research area. Based on Petrographic Analysis and SEM (Scanning Electron Microscope) Analysis, it can be seen that the types of granitoid rocks are granite and granodiorite, then from the results of XRF (X-Ray Fluorescence) Analysis we find that the SiO2 content in granitoid rocks is higher than other elements. Geochemistry is included in the Cal-alkaline series and Hight-cal-Alkaline series or magma affinity which has a high potassium content. Then including cal-alkalic and calcic (MALI), with alumina composition, including peraluminous, the abundance of alumina in granitoid rocks is characterized by the minerals biotite, muscovite and based on the Fe Index, it is included in ferroan and magnesian. Granite and Granitoid in the Island Arc section which was formed in partial malting with Granite and Granodiorite magma containing 65-75% SiO2 is a type of rhyolitic/granite magma with low FeO, mgO and CaO contents while K2O2 and Na2O contents are higher.