Artikelilmiahs
Menampilkan 37.161-37.180 dari 48.979 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 37161 | 44184 | H1B020069 | ANALISIS SALURAN DRAINASE TERHADAP BANJIR DAN PENGARUHNYA PADA PRODUKTIVITAS MASYARAKAT KAWASAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN ULUJAMI, KABUPATEN PEMALANG | Kurangnya sistem drainase efektif di Kabupaten Pemalang, terutama saat musim hujan, menyebabkan banjir yang terjadi setiap tahun. Saluran drainase di lingkungan permukiman dan saluran induk sering mengalami masalah saat hujan lebat, yang menyebabkan air meluap dan membanjiri jalan karena lumpur dan sampah yang menumpuk. Analisis hidrologi dan hidraulika dilakukan untuk memperkirakan debit banjir dan perilaku aliran air, serta menggunakan software HEC-RAS untuk mengevaluasi kapasitas saluran drainase. Hasilnya menunjukkan bahwa saluran drainase di Perumahan Puri Asri tidak mampu menampung debit banjir, sehingga memerlukan perubahan atau perawatan dimensi saluran. Banjir juga memiliki dampak ekonomi seperti kerusakan rumah, kerugian bagi petani dan pengusaha, serta kemacetan jalan. Masyarakat melakukan upaya sederhana untuk mengurangi risiko banjir dengan membersihkan saluran drainase dan memindahkan barang ke tempat yang lebih tinggi | The lack of effective drainage systems in Pemalang Regency, especially during the rainy season, leads to annual flooding incidents. Drainage channels in residential areas and main channels often encounter problems during heavy rainfall, causing water to overflow and flood roads due to accumulated mud and debris. Hydrological and hydraulic analyses are conducted to estimate flood discharge and water flow behavior, along with using HEC-RAS software to evaluate the capacity of drainage channels. The results indicate that drainage channels in Puri Asri Housing Complex are unable to accommodate flood discharge, necessitating changes or maintenance of channel dimensions. Flooding also has economic impacts such as house damage, losses for farmers and businesses, and road congestion. Communities undertake simple efforts to mitigate flood risks by cleaning drainage channels and relocating items to higher ground. | |
| 37162 | 44706 | J1E019003 | EXPLORATIVE STUDY ON THE ENGLISH READING COMPREHENSION TEACHING STRATEGIES USED BY THE ENGLISH TEACHER OF GRADE IX-G IN SMP NEGERI 8 PURWOKERTO | Abstrak: Penelitian ini membahas tentang strategi pengajaran pemahaman membaca Bahasa Inggris yang digunakan di SMP Negeri 8 Purwokerto. Strategi dalam pengajaran membaca ini sangat diperlukan bagi siswa dan merupakan hal sangat penting yang berkaitan dengan perencanaan jangka panjang, maksud, dan gagasan yang telah disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Penelitian ini berfokus pada strategi pengajaran pemahaman membaca Bahasa Inggris yang digunakan oleh guru dan bagaimana cara guru menerapkan strategi pengajaran pemahaman membaca Bahasa Inggris tersebut. Peneliti merumuskan rumusan masalah sebagai berikut: Pertama, apa saja strategi pengajaran pemahaman membaca yang digunakan oleh guru dalam mengajar bahasa Inggris kepada siswa di kelas 9 SMP Negeri 8 Purwokerto? Kedua, bagaimana guru menerapkan strategi pengajaran pemahaman membaca bahasa Inggris tersebut kepada siswa di Kelas 9 SMP Negeri 8 Purwokerto? Peneliti menggunakan studi eksploratif untuk memperoleh hasil penelitian. Pada penelitian ini, peneliti melaksanakan observasi, dokumentasi dan wawancara untuk mengumpulkan data. Objek penelitian ini yaitu satu guru Bahasa Inggris dan satu kelas 9G yang berjumlah 36 siswa. Adapun tujuan penelitian, peneliti merumuskan tujuan penelitian: Pertama, untuk mengetahui strategi pengajaran pemahaman membaca Bahasa Inggris yang digunakan oleh guru kepada siswa di kelas 9G SMP Negeri 8 Purwokerto. Kedua, untuk mengetahui bagaimana guru menerapkan strategi pengajaran pemahaman membaca Bahasa Inggris tersebut kepada siswa di Kelas 9 SMP Negeri 8 Purwokerto. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru menerapkan lima strategi pengajaran pemahaman membaca dalam Bahasa Inggris untuk kelas 9G SMP Negeri 8 Purwokerto, diantaranya yaitu strategi BKOF dan Join Construction, Reading Aloud, Reading in Detail, Drilling dan Correcting Reading. Kelima strategi pengajaran pemahaman membaca Bahasa Inggris tersebut mempunyai cara tersendiri yang diterapkan oleh guru ketika mengajarkan siswa membaca di kelas. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan agar penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk melakukan penelitian lainnya. | Abstract: This research is about English reading comprehension teaching strategies used in SMP Negeri 8 Purwokerto. This strategy in teaching reading is badly needed for the students and very important related to long-term planning, point, and idea that had been arranged to conduct an accomplishment of specific goals. This research focuses on the English reading comprehension teaching strategies used by the teacher and the way the teacher applied those English reading comprehension teaching strategies. The researcher formulates the problem statement as follows: First, what reading comprehension teaching strategies are used in teaching English by the teacher to students at IX-G of SMP Negeri 8 Purwokerto? Second, how does the teacher apply those English reading comprehension teaching strategies to students at IX-G of SMP Negeri 8 Purwokerto? To obtain the result, the researcher used explorative study. In this research, the researcher did observation, documentation, and interview to gather the data. The object of this research are one English teacher and one class of grade IX-G students which the total of 36 students. As for the research objectives, the researcher formulates the research objectives: First, to find out the English reading comprehension teaching strategies used by the teacher to students at IX-G of SMP Negeri 8 Purwokerto. Second, to determine how the teacher applies those English reading comprehension teaching strategies to students at IX-G of SMP Negeri 8 Purwokerto. The results of the research showed that the teacher applied five reading comprehension teaching strategies in teaching English for IX-G of SMP Negeri 8 Purwokerto, such as BKOF and Join Construction, Reading Aloud, Reading in Detail, Drilling and Correcting Reading strategies. Those five English reading comprehension teaching strategies had its ways that were implemented by the teacher when she/he taught the students on reading class. Based on the results, the researcher suggests that this research can be used as a reference to conduct other research. | |
| 37163 | 40008 | F1D017056 | Gerakan Aliansi Kesetaraan Gender Terhadap Edukasi Gender Di Universitas Jenderal Soedirman Pada Tahun 2018 | Sebuah gerakan adalah bentuk dari kerumunan sosial yang mempunyai permasalahan yang sama atau satu tujuan dalam suatu hal dimana mereka berkumpul dalam suatu kesatuan dari tiap individu maupun kelompok. Oleh karena itu, saya menulis artikel tentang gerakan sosial, dimana fokusan gerakan ini adalah permasalahan gender yang ada di Universitas Jendral Soedirman. Berawal dari permasalahan tentang hak setiap gender yang ada di UNSOED, hingga kearah menyatukan pemikiran bahwa solusi dari permasalahan gender yang ada ialah kesetaraan gender yang berkiblat feminis marxis dan terbentuknya Aliansi Kesetaraan Gender di UNSOED dalam proses edukasi tentang kesetaraan gender. Menggunakan analisis kualitatif deskriptif untuk menggambarkan hal yang dilakukan Aliansi Kesetaraan Gender UNSOED pada tahun 2018. Kemudian bagaimana analisis kritis untuk masukan terhadap gerakan yang serupa dikemudian hari. | A movement is a form of social crowd that has the same problem or one goal in a matter where they gather in a unit from each individual or group. Therefore, I wrote an article about social movements, where the focus of this movement is gender issues at Jendral Soedirman University. Starting from the problem of the rights of every gender in UNSOED, to uniting the idea that the solution to existing gender problems is gender equality with a Marxist feminist orientation and the formation of the Gender Equality Alliance at UNSOED in the process of education about gender equality. Using descriptive qualitative analysis to describe what the UNSOED Gender Equality Alliance did in 2018. Then what about critical analysis for input on similar movements in the future. | |
| 37164 | 40012 | F1A019021 | Strategi Bertahan Hidup Anak Terdampak Pandemi Covid-19 di Kabupaten Purbalingga | Pandemi Covid-19 membuat banyak anak menjadi yatim, piatu, bahkan yatim piatu karena orang tuanya meninggal akibat terinfeksi Covid-19. Anak-anak tersebut sering disebut sebagai anak terdampak pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan dampak ekonomi, sosial, dan psikologis yang dirasakan oleh anak terdampak pandemi Covid-19 dan strategi bertahan hidup yang dilakukan oleh mereka di Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, hingga saat ini, anak terdampak pandemi Covid-19 masih merasakan dampak baik dalam aspek ekonomi, sosial, maupun psikologisnya. Pemerintah dan Dinas Sosial sudah berupaya untuk membantu mereka namun sayangnya belum dirasakan secara merata oleh semua anak terdampak pandemi Covid-19. Hal tersebut membuat anak terdampak pandemi Covid-19 melakukan strategi untuk mempertahankan hidupnya baik dalam aspek ekonomi, sosial, dan psikologisnya. | The Covid-19 pandemic has many orphans because their parents died as a result of being infected with Covid-19. These children are often referred to as children affected by the Covid-19 pandemic. This study aims to describe and explain the economic, social and psychological impacts felt by children affected by the Covid-19 pandemic and the survival strategies adopted by them in Purbalingga Regency. The research method used in this research is qualitative by conducting interviews, observation, and documentation. The results of this study show that, until now, children affected by the Covid-19 pandemic are still feeling the impact in terms of their economic, social, and psychological aspects. The government and Social Service have tried to help them but unfortunately it has not been felt equally by all children affected by the Covid-19 pandemic. This has made children affected by the Covid-19 pandemic implement strategies to survive in terms of their economic, social and psychological aspects. | |
| 37165 | 40045 | I1D017010 | PENGARUH EDUKASI GIZI MENGENAI ANEMIA TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWI SMP | Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok usia yang sangat berisiko terhadap kejadian anemia. Proporsi kejadian anemia lebih tinggi pada remaja putri dibandingkan dengan remaja putra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi melalui media video, infografis dan gabungan kedua media tersebut terhadap pengetahuan dan sikap mengenai anemia pada siswi SMP Negeri 1 Purwokerto. Metodologi: Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental design atau desain eksperimen semu karena eksperimen ini tidak memiliki ciri-ciri rancangan eksperimen yang sebenarnya. Responden dalam penelitian ini sebanyak 102 siswi SMP Negeri 1 Purwokerto yang dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok siswi yang diberikan edukasi gizi melalui media video, kelompok siswi yang diberikan edukasi gizi melalui media infografis, dan kelompok siswi yang diberikan edukasi gizi melalui media video dan infografis (gabungan). Uji signifikansi perbedaan pengetahuan dan sikap siswi mengenai anemia antara sebelum dengan sesudah diberikan edukasi gizi melalui media video, infografis dan media gabungan dilakukan menggunakan paired sample t-test dan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap siswi mengenai anemia antara sebelum dengan sesudah diberikan edukasi gizi melalui media video, infografis dan media gabungan. Hasil ini dibuktikan melalui paired sample t-test dan uji Wilcoxon yang menunjukkan nilai signifikansi (sig.) lebih kecil dari nilai α (0,05). Kesimpulan: Edukasi gizi melalui media video, infografis dan media gabungan mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap siswi mengenai anemia. | Background: Adolescent was an age group that had a very high risk of anemia. The proportion of anemia in female adolescents was higher when compared with male adolescents. This study aims to know the effect of nutrition education through the use of video media, infographic and a combination of these media on knowledge and attitude about anemia in female students at SMP Negeri 1 Purwokerto. Methods: This study used a quasi-experimental design because the experiment within study did not have the characteristics of an actual experimental design. Respondents within study were 102 female students of SMP Negeri 1 Purwokerto that was divided into 3 groups, namely a group of female students who were given nutrition education through video media, a group of female students who were given nutrition education through infographic media, and a group of female students who were given nutrition education through video and infographic media (combined). Test the significance of differences in knowledge and attitudes of female students about anemia between before and after being given the nutrition education through video media, infographic, and combined media had been carried out used paired sample t-test and Wilcoxon test. Results: The results of this study showed that there were significant differences in the levels of knowledge and attitudes of female students about anemia between before and after being given the nutrition education used video media, infographics and combined these media. This results were proven through paired sample t-test and Wilcoxon test which showed the significance value (sig.) less than value of α (0.05). Conclusion: Nutrition education used the media of video, infographic, and combined these media was able to increase the students’ knowledge and attitudes about anemia. | |
| 37166 | 41736 | J1C019053 | Representasi Konsep Kyouiku Mama dan Pola Asuh Orang Tua pada Tokoh Akari Kudo dalam Film Biri Gyaru | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep kyouiku mama dan pola asuh orang tua yang direpresentasikan melalui tokoh Akari Kudo dalam film Biri Gyaru. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori semiotika John Fiske yang terdiri dari tiga level analisis yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Penelitian ini menunjukkan adanya konsep kyouiku mama yang direpresentasikan oleh tokoh Akari Kudo dari level realitas yang tergambar melalui kode pakaian, kode ekspresi, kode perilaku, dan lingkungan. Sedangkan pada level representasi ditunjukkan melalui aspek kode kamera, setting, dan dialog. Pada level ideologi ditemukan adanya ideologi feminisme dan patriarki pada film ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya ideologi feminisme yang diperlihatkan dari tokoh Akari Kudo (ibu) melalui keterlibatannya dalam setiap proses pendidikan anak baik pendidikan formal maupun informal, serta melalui perannya yang selalu memperjuangkan pendidikan anak perempuannya. Terdapat juga ideologi patriarki yang digambarkan dari tokoh Toru Kudo (ayah) yang selalu memprioritaskan pendidikan anak laki-lakinya dan mengabaikan pendidikan anak perempuannya. Selain itu, pada analisis pola asuh ditemukan adanya pola asuh demokratis yang diterapkan Akari Kudo (ibu) dan pola asuh otoriter dari tokoh Toru Kudo (ayah) kepada anak-anaknya. | This study aimed to determine the concept of kyouiku mama and parenting style represented by the character Akari Kudo in the film Biri Gyaru. The method used in this study is descriptive qualitative method with a semiotic approach by John Fiske which consists of three levels of analysis is the level of reality, the level of representation, and the level of ideology. This research shows that there is the concept of kyouiku mama which is represented by the character Akari which is illustrated through the appearance and costume codes, expression codes, behavior codes, and environment codes. Meanwhile, at the representation level, it is shown through aspects of the camera code, setting code, and dialogue code. At the ideological level, there is an ideology of feminism and patriarchy in this film. The results of this study indicate the existence of a feminist ideology shown by the character Akari Kudo (mother) through her involvement in every process of children’s education, both formal and informal education, as well as through her role in always fighting for her daughter's education. There is also a patriarchal ideology depicted in the character Toru Kudo (father) who always prioritizes his son’s education and neglects his daughter’s education. In addition, the parenting style analysis found that there was a autoriotative parenting style applied by Akari Kudo (mother) and an authoritarian parenting style by Toru Kudo (father) for their children. | |
| 37167 | 42622 | F1B019119 | RESPONSIVITAS DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN TEGAL DALAM PENYELENGGARAAN PELAYANAN E-KTP | Responsivitas merupakan kemampuan pemerintah dalam merespon berbagai kebutuhan dan aspirasi publik yang dimanifestasikan ke dalam programprogram untuk diimplementasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Responsivitas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tegal dalam Penyelenggaraan Pelayanan E-KTP. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responsivitas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tegal dalam penyelenggaraan pelayanan e-KTP dapat dikatakan belum baik karena upaya atau tindakan dalam penyelesaian permasalahan belum berhasil secara keseluruhan. Dalam aspek responsivitas potensial sudah cukup baik namun masyarakat cenderung pasif untuk menyampaikan aspirasinya. Sementara keterbatasan pada responsivitas aktual dan responsivitas sumber daya yaitu terbatasnya jumlah anggaran yang tersedia tidak dapat membiayai kebutuhan kegiatan pelayanan secara keseluruhan, terbatasnya kuantitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), sarana prasarana kurang memadai, terbatasnya blangko eKTP dan jaringan yang bermasalah sehingga memungkinkan pelayanan ditunda dalam beberapa saat. Keterbatasan tersebut menyebabkan pergerakan pelayanan menjadi lambat dan pelaksanaan program atau kegiatan kurang optimal. | Responsiveness is the government's ability to respond to various public needs and aspirations which are manifested in programs to be implemented. This research aims to describe and analyze the Responsiveness of the Tegal Regency Population and Civil Registration Service in Providing E-KTP Services. This research uses qualitative methods with descriptive analysis. The results of this research indicate that the responsiveness of the Tegal Regency Population and Civil Registration Service in providing e-KTP services can be said to be not good because efforts or actions in resolving problems have not been overall successful. In terms of potential responsiveness, it is quite good, but people tend to be passive in conveying their aspirations. Meanwhile, limitations in actual responsiveness and resource responsiveness include the limited amount of available budget which cannot finance the overall service activity needs, limited quantity and quality of Human Resources (HR), inadequate infrastructure, limited e-KTP forms and problematic networks resulting in allows services to be postponed for a period of time. These limitations cause the movement of services to be slow and the implementation of programs or activities to be less than optimal. | |
| 37168 | 40015 | I1A017033 | Evaluasi input sistem surveilans penemuan suspek tuberkulosis (TB) di puskesmas Kota Semarang | Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu adalah suatu masalah kesehatan yang telah lama dihadapi oleh masyarakat global, salah satunya Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan kasus tuberkulosis cukup tinggi di dunia.Di Puskesmas Kedungmunndu terdapat permasalahan input dalam sistem surveilans TB yang menyebabkan Tingginya kasus TB yaitu man dan methode.Hanya input yang di fokuskan karena komponen input merupakan sumber daya utama yang menjadi penentu dasar terhadap data hasil surveilans.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi input siteem surveilans penemuan suspek TB di puskemas kedungmundu Kota Semarang. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Variabel penelitian ini adalah Input pelaksnaan program surveilans.Data yang digunakan adalah primer dan sekunder,menggunakan triangulasi teknik.Informan dalam penelitian ini yaitu Kepala Puskesmas,Petugas P2TB,petugas laboraturium TB,Koordinator UKM dan purkesmas serta bidan desa. Hasil Penelitian: Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat maslah dalam input man dan methode dalam program P2TB puskesmas kedungmundu.serta alokasi dana yang sudah mencukupi tetapi masih press dalam penggunaan program karena tidak ada dana khusus untuk pemograman TB. Kesimpulan: Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu dalam evaluasi program surveilans di puskesmas Kedungmundu Kota Semarang hanya Sumber daya manusia yang belum memenuhi kriteria yang tertera di KMK RI Nomor 1116/MENKES/SK/VIII/2003 dimana minimal pemegang program lulusan sarjana Kesehatan Masyarakat. Kata kunci: Surveilans,Input,Tuberkulosis, penemuan kasus TB | Background: Tuberculosis (TB) is a health problem that has long been faced by the global community, one of which is Indonesia, which is one of the countries with the highest tuberculosis cases in the world. At the Kedungmunndu Health Center there is an input problem in the TB surveillance system which causes high TB cases, namely people and methods. Only input is focused because the input component is the main resource that determines the basis for surveillance data. Methodology: This type of research is qualitative. The variable of this research is the Input for the implementation of the surveillance program. The data used are primary and secondary, using technical triangulation. The informants in this study were the Head of the Puskesmas, P2TB officers, TB laboratory officers, UKM and community health center coordinators and village midwives. Research result: The results of this study indicate that there are still problems with the input man and method in the P2TB program at the Kedungmundu Health Center and that the allocation of funds is sufficient but there is still pressure in using the program because there are no special funds for TB programming. Conclusion: The conclusion in this study is that in the evaluation of the surveillance program at the Kedungmundu Health Center in Semarang City, only human resources do not meet the criteria stated in the KMK RI Number 1116/MENKES/SK/VIII/2003 where the minimum program holder is a Public Health graduate. Keywords: Surveilans,Input,Tuberkulosis, suspect finding tb | |
| 37169 | 40016 | F1A018091 | Pengalaman Merokok: Antara Tersisihkan dan Kohesi Sosial Perokok | Angka perokok di Indonesia saat ini sangatlah tinggi, bahkan setiap tahun meningkat Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan tentang bagaimana pandangan perokok tentang rokok dan pengalaman selama menjadi perokok di ruang publik. Peraturan larangan merokok di beberapa ruang publik membuat perokok merasa tersisihkan. Penelitian ini menggunakan teori fenomenologi Alfred Schutz. Fenomenologi Schutz berfokus pada pengalaman yang dialami oleh individu dan makna pengalaman terhadap suatu fenomena yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif dianggap mampu mendeskripsikan dan menjelaskan pengalaman orang merokok. Informan utama penelitian ini adalah karyawan perokok, dan informan bukan perokok diposisikan sebagai informan pendukung. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive. Jenis data menggunakan data primer dan sekunder, dan analisis data penelitian ini menggunakan analisis data interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perokok seringkali merasa tersisihkan. Penelitian ini juga menemukan bahwa smoking area sangat menolong para perokok dalam melakukan kegiatan merokok di ruang publik. Di area tersebut para perokok disatukan dan secara tidak langsung terbentuklah kesamaan tujuan di area tersebut, sama-sama menjadi perokok. | The number of smokers in Indonesia is currently very high, in fact increasing every year. This study aims to describe and explain how smokers view cigarettes and their experiences as smokers in public spaces. This study uses Alfred Schutz's phenomenological theory. Schutz's phenomenology focuses on the experiences experienced by individuals and the meaning of experience towards a phenomenon that occurs. This study uses a qualitative method. Qualitative methods are considered capable of describing and explaining smoking experience. The main informants of this study were smoking employees, and non-smokers were positioned as supporting informants. The informant determination technique uses a purposive technique. Types of data using primary and secondary data, and analysis of research data using interactive data analysis. The results of this study indicate that smokers often feel left out. This study also found that smoking areas greatly help smokers in carrying out smoking activities in public spaces. In that area, smokers are brought together and indirectly a common goal is formed in that area, both of them become smokers. | |
| 37170 | 44185 | G1A020089 | Hubungan Antara Sikap Wanita Usia Subur (WUS) Dengan Perilaku Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Kabupaten Banyumas Tahun 2023 | Latar belakang - Angka cakupan pemeriksaan IVA di Indonesia masih jauh di bawah target, sehingga penyebab rendahnya minat wanita usia subur dalam mendeteksi kanker serviks perlu diketahui dengan pasti agar tersedia solusi untuk meningkatkan angka cakupan pemeriksaan IVA di Indonesia. Pada penelitian sebelumnya belum ada pembahasan mengenai hubungan antara sikap wanita usia subur dengan perilaku pemeriksaan IVA di Kabupaten Banyumas tahun 2023. Tujuan – Mengetahui hubungan antara sikap wanita usia subur dengan perilaku pemeriksaan inspeksi visual asam asetat (IVA) di Kabupaten Banyumas tahun 2023. Metode – Penelitian analitik dengan proses pendekatan kasus-kontrol (case control) dimana kelompok kasus adalah responden yang melakukan pemeriksaan IVA dan kelompok kontrol adalah responden yang tidak melakukan pemeriksaan IVA. Hasil – Jumlah WUS dengan sikap positif yang melakukan pemeriksaan IVA adalah 113 responden (69.3%) dan WUS dengan sikap negatif yang melakukan pemeriksaan IVA adalah 50 responden (30.7%). Sedangkan jumlah WUS yang tidak melakukan pemeriksaan IVA namun bersikap positif berjumlah 61 responden (37.4%) dan WUS yang bersikap negatif berjumlah 102 responden (62.6%). Hasil uji Chi-square menunjukkan hubungan yang signifikan antara sikap WUS dengan perilaku pemeriksaan IVA dengan nilai P value = 0.000 (P<0.05) dan OR = 3.779. Kesimpulan – Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap wanita usia subur dengan perilaku pemeriksaan IVA di Kabupaten Banyumas tahun 2023. | Background – The coverage rate of IVA examination in Indonesia is still far below the target, so the causes of low interest of women of childbearing age in detecting cervical cancer need to be known with certainty so that solutions are available to increase the coverage rate of IVA examination in Indonesia. In previous studies there has been no discussion of the relationship between the attitudes of women of childbearing age and the behavior of IVA examination in Banyumas Regency in 2023. Objective – Knowing the relationship between the attitude of women of childbearing age and the behavior of acetic acid visual inspection (IVA) in Banyumas Regency in 2023. Method – Analytical research with a case-control approach process where the case group is respondents who perform IVA examinations and the control group is respondents who do not perform IVA examinations. Results – The number of WUS with positive attitudes who performed IVA examination was 113 respondents (69.3%) and WUS with negative attitudes who performed IVA examination was 50 respondents (30.7%). While the number of WUS who did not perform IVA examination but had a positive attitude amounted to 61 respondents (37.4%) and WUS who had a negative attitude amounted to 102 respondents (62.6%). Chi-square test results showed a significant relationship between the attitude of WUS and the behavior of IVA examination with a P value = 0.000 (P <0.05) and OR = 3.779. Conclusion – There is a significant relationship between the attitude of women of childbearing age and the behavior of VIA examination in Banyumas Regency in 2023. | |
| 37171 | 40020 | H1A019093 | PERANCANGAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (ON GRID) PADA PETERNAKAN AYAM DI DESA SERAYULARANGAN, KABUPATEN PURBALINGGA | Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan pembangkit listrik yang mengubah energi surya menjadi energi listrik menggunakan modul photovoltaic (PV). Provinsi Jawa Tengah memiliki radiasi matahari sebesar 3,5 kWh/m2 sampai dengan 4,67 kWh/m2. Dengan potensi yang ada tersebut, tidak menutup kemungkinan Desa Serayularangan, yang terletak di Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah dapat memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya secara optimal. Penelitian ini difokuskan pada perencanaan perancangan sistem PLTS On-Grid dalam hal teknis dengan skenario parameter yang terdapat pada software PVsyst 7.2 serta analisis ekonomi menggunakan diskonto untuk mengetahui kelayakan sistem PLTS selama waktu yang sudah ditentukan dan menggunakan 2 konfigurasi beban listrik harian malam pada Peternakan Ayam di Desa Serayularangan. Hasil penelitian yang dilakukan dengan bantuan software PVsyst 7.2 dapat menentukan kombinasi sistem secara optimal seperti pemilihan modul surya sebanyak 75, 8 buah inverter, serta 42 baterai pada konfigurasi 1 dan 35 baterai pada konfigurasi 2. Untuk konfigurasi 1 terdiri dari biaya investasi awal sebesar Rp. 1.352.973.000,00 dengan asumsi terdapat pergantian komponen. Biaya operational and maintenance, Life Cycle Cost (LCC), Nilai levelized cost of energy (LCOE) dihitung berdasarkan biaya investasi setiap kenaikan biaya investasi tiap tahunnya begitupun untuk konfigurasi 2 dengan biaya investasi awal sebesar Rp. 1.209,613.000,00. Kelayakan biaya investasi dapat dilihat dari nilai NPV sebesar Rp. 49.601.158,00 pada konfigurasi 1 dan konfigurasi 2 sebesar Rp. 52.819.305,00, Profitability Index (PI) konfigurasi 1 dan konfigurasi 2 memiliki nilai 1.04 serta Payback Periode pada konfigurasi 1 selama 18 tahun 10 bulan dan konfigurasi 2 selama 18 tahun 7 bulan dalam asumsi umur PLTS selama 20 tahun. | Solar Power Plant (PLTS) is a power plant that converts solar energy into electrical energy using photovoltaic (PV) modules. Central Java Province has solar radiation of 3.5 kWh/m2 to 4.67 kWh/m2. With this potential, it is possible that Serayularangan Village, located in Mrebet Subdistrict, Purbalingga Regency, Central Java Province can optimally utilize solar power plants. This research is focused on planning the design of On-Grid PLTS systems in technical terms with parameter scenarios contained in PVsyst 7.2 software and economic analysis using discounting to determine the feasibility of PLTS systems during a predetermined time and using 2 configurations of daily nightly electricity loads on Chicken Farms in Serayularangan Village. The results of the research conducted with the help of PVsyst 7.2 software can determine the optimal system combination such as the selection of 75 solar modules, 8 inverters, and 42 batteries in configuration 1 and 35 batteries in configuration 2. For configuration 1 consists of an initial investment cost of Rp. 1,352,973,000.00 assuming there is a component change. Operational and maintenance costs, Life Cycle Cost (LCC), Levelized cost of energy (LCOE) value is calculated based on the investment cost of each increase in investment costs each year as well as for configuration 2 with an initial investment cost of Rp. 1.209,613.000,00. The feasibility of investment costs can be seen from the NPV value of Rp. 49.601.158,00 in configuration 1 and configuration 2 of Rp. 52.819.305,00, Profitability Index (PI) configuration 1 has a value of 1.04 and 1.04 for the PI value of configuration 2, as well as the Payback Period in configuration 1 for 18 years 10 months and configuration 2 for 18 years 7 months in the assumption of a PLTS life of 20 years. | |
| 37172 | 40023 | F1B016064 | PENGARUH EFEKTIVITAS PROGRAM GERBANG PENYANDANG DISABILITAS SUKSES (GENDIS) TERHADAP KEMANDIRIAN PENYANDANG DISABILITAS DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini berjudul Pengaruh Efektivitas Program Gerbang Penyandang Disabilitas Sukses (Gendis) terhadap Kemandirian Penyandang Disabilitas di Kabupaten Banyumas. Penelitian dilatarbelakangi peningkatan pertumbuhan jumlah karyawan disabilitas Provinsi Jawa Tengah sebesar 4,9% ketika provinsi lain mengalami penurunan. Menunjukkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sedang memberikan perhatian lebih kepada penyandang disabilitas. Pemerintah Kabupaten Banyumas menyelenggarakan inovasi Program Gendis untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan memandirikan penyandang disabilitas agar lebih sejahtera. Program ini telah berlangsung sejak tahun 2016 dan telah menjadi Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Nasional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh efektivitas program Gendis terhadap kemandirian penyandang disabilitas di Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Sasaran Penelitian adalah penyandang disabilitas yang tergabung program Gendis. Penentuan jumlah sampel penelitian menggunakan rumus Slovin dengan total populasi sebanyak 110 orang maka sampel yang diperlukan 52 orang. Teknik pengambilan sampel mengunakan proportionate stratified random sampling. Analisis data yang dilakukan menggunakan Uji Korelasi Product Moment dan Uji Korelasi Kendall Tau. Diperoleh hasil analisis penelitian terdapat arah hubungan positif antara efektivitas program Gendis dengan kemandirian penyandang disabilitas atau dapat diartikan bahwa Ha pada penelitian ini diterima sementara H0 ditolak. Pengujian pertama dalam penelitian ini dilakukan dengan uji korelasi pearson/product moment pearson dan diperoleh nilai korelasi sederhana sebesar 0,853. Hasil uji tersebut menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara efektivitas program dengan kemandirian difabel dimana semakin baik efektivitas program, maka semakin baik pula kemandirian para difabel. Hasil analisis uji Kendall Tau menunjukkan bahwa hubungan variabel efektivitas program dengan kemandirian mempunyai skor signifikansi 0,000 berarti terdapat hubungan yang signifikan antara variabel efektivitas program dengan kemandirian. Variabel efektivitas program memiliki skor Correlation Coefficient sebesar 0,713 dengan kemandirian, yang berarti keeratan hubungan kedua variabel tersebut kuat dan arah hubungannya bernilai positif (searah). | This research is entitled The Effect of the Effectiveness of the Success Gate Program for Persons with Disabilities (Gendis) on the Independence of Persons with Disabilities in Banyumas. The research background is the increase in the growth in the number of employees with disabilities in Central Java Province by 4.9% when other provinces have experienced a decrease. The Government of Banyumas is holding an innovative Gendis Program to improve the quality of life and enable people with disabilities to become more prosperous. The purpose of this study was to determine the effect of the effectiveness of the Gendis program on the independence of persons with disabilities in Banyumas Regency. This research uses a survey method with a quantitative approach. The research target is members of the Gendis program. Determining the number of research samples using the Slovin formula with sample is 52 people. The sampling technique used proportionate stratified random sampling. Data analysis was performed using the Product Moment Correlation Test and the Kendall Tau Correlation Test. While the Ha is that there is an influence between the effectiveness of the Gendis program on the Independence of Persons with Disabilities in Banyumas Regency. The results of the research analysis show that there is a positive relationship between the effectiveness of the Gendis program and the independence of persons with disabilities. The first test in this study was carried out with pearson product moment correlation test and obtained a simple correlation value of 0.853. The test results show that there is a positive and significant relationship between the effectiveness The results of the Kendall Tau test analysis show that the relationship between program effectiveness and independence variables has a significance score of 0.000, meaning that there is a significant relationship. The program effectiveness variable has a Correlation Coefficient score of 0.713 with independence, which means that the closeness of the relationship between the two variables is strong and the direction of the relationship is positive . | |
| 37173 | 40021 | F1F018042 | Gerakan Ekofeminisme Transformatif dalam Upaya ActionAid Menangani Bencana Krisis Iklim di Vanuatu Tahun 2015-2020 | Krisis perubahan iklim yang menjadi ancaman terbesar umat manusia menempakan Vanuatu sebagai negara paling rentan terhadap bencana alam dalam garis terdepan bahaya. Terlebih bencana akibat krisis iklim menempatkan perempuan Vanuatu dalam kerentanan yang lebih besar dengan terbatasnya aksesibilitas dan mobilitas mereka terhadap informasi, sumber daya, pengetahuan dan teknologi dalam penanganan bencana. Adapun, kapabilitas Pemerintah Vanuatu yang tidak sebanding dengan tingkat kerentanan tersebut menjadikan keterlibatan organisasi non-pemerintahan dibutuhkan. ActionAid hadir dan berkomitmen untuk berinvestasi terhadap pemberdayaan perempuan Vanuatu melalui peningkatan akses perempuan ke sumber daya dan teknologi yang mereka butuhkan untuk menangani bencana krisis iklim, yakni dengan membentuk forum The Women I TokTok Tugeta (WITTT). Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya ActionAid dalam menangani bencana krisis iklim di Vanuatu tahun 2015-2020 berdasarkan perspektif ekofeminisme transformatif. Penulis menemukan bahwa terdapat keselarasan pada peranan dan hasil kerja ActionAid dengan fokus dan karakteristik-karakteristik gerakan ekofeminisme transformatif. | Climate crisis as the biggest threat to humanity places Vanuatu as the country most vulnerable to natural disasters at the forefront of danger. The disasters caused by the climate crisis put Vanuatu women in greater vulnerability due to their limited accessibility and mobility towards information, resources, knowledge and technology in disaster management. Meanwhile, the capability of the Government of Vanuatu which is not comparable to this level of vulnerability makes the involvement of non-governmental organizations necessary. ActionAid is present and committed to investing in the empowerment of Vanuatu women through increasing women's access to the resources and technology they need to deal with the climate crisis, namely by forming The Women I TokTok Tugeta (WITTT) forum. In particular, this study aims to determine ActionAid's efforts in dealing with the climate crisis in Vanuatu in 2015-2020 based on a transformative eco-feminism perspective. The author finds that there is harmony in the role and results of ActionAid's work with the focus and characteristics of the transformative eco-feminism movement. | |
| 37174 | 38120 | I1E018001 | PENGARUH PEMANFAATAN VIDEO TUTORIAL TERHADAP TEKNIK SMASH PADA ATLET BOLA VOLI | Latar Belakang: Permainan bola voli merupakan salah satu permainan olahraga yang banyak disukai masyarakat. Olahraga bola voli juga salah satu cabang olahraga yang cukup populer di Indonesia, mulai dari kemunculannya hingga saat ini berkembang dengan baik. Pemanfaatan video atau media audio visual smash dalam penelitian mampu membantu para atlet untuk bisa berkembang lebih baik lagi. Metodologi: Penelitian ini menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design desain ini menggunakan satu kelompok eksperimen dengan menggunakan pretest, treatment dan posttest. Teknik sampel yang digunakan pada penelitian ini menggunakan tekning purposive sampling. Sampel pada penelitian ini adalah atlet bola voli club Kazana, Banyumas yang berjumlah 20 orang. Hasil Penelitian: Hasil yang diperoleh dari analisis data menggunakan uji paired sample t-test pemanfaatan video tutorial dengan nilai signifikansi sebesar, 0,000. Sedangkan hasil uji paired antara data pretest dan posttest menunjukkan bahwa nilai sig kurang dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh tutorial terhadap peningkatan smash pada atlet bola voli club Kazana yang signifikan. Dari data pretest dan posttest karena p (0,000) < 0,05, berarti Ha diterima, oleh karena itu ada pengaruh yang bermakna sehingga hipotesis diterima. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemanfaatan video tutorial terhadap teknik smash pada atlet bola voli Club Kazana. Kata Kunci: Bola Voli, Smash, Pemanfaatan Video | Background: Volleyball is one of Indonesia’s most popular sports and was in great demand by the public. Since its inception until now, volleyball has developed well. The utilization of video or audio-visual media smashes hopes to help athletes to be able to develop even better. Methodology: This research used One-Group Pretest-Posttest Design. This design used an experimental group using a pretest, treatment, and posttest. The sample technique used in this study used a purposive sampling technique. The sample in this research were athletes from the Kazana volleyball club, Banyumas as many as 20 people. Results: The results obtained from data analysis using the paired sample t-test of the use of video tutorials with a significance value of 0,000. While the results of the paired test between the pretest and posttest data showed that the sig value was less than 0.05. So, it can be concluded that there was a significant effect of the appointment of video tutorials on the increase in the smash in volleyball athletes at the Kazana volleyball club. Based on the pretest and posttest data because p (0.000) <0.05, it means that Ha is accepted. Therefore, there was a significant effect so the hypothesis was accepted. Conclusion: There was an effect of using video tutorials on the smash technique of volleyball athletes at the Kazana volleyball club. Keywords: Volleyball, Smash, Video Utilization | |
| 37175 | 40022 | I1E018056 | HUBUNGAN TINGKAT KARDIORESPIRASI DENGAN KETRAMPILAN PASSING AND STOPPING, DRIBBLING, DAN SHOOTING DI UKM SEPAKBOLA FIKES SPORT CLUB | Latar Belakang : Perubahan intensitas latihan yang awalnya rutin menjadi tidak rutin mengakibatkan pemain UKM sepakbola fikes sport club mengalami penurunan ketrampilan dalam bermain sepakbola. Salah satu faktor yang menunjang Ketrampilan bermain sepakbola adalah daya tahan kardiorespirasi.. Daya tahan kardiorespirasi memiliki peran utama dalam terciptanya ketrampilan sepakbola yang baik. Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan menggunakan instrumen tes dan pengukuran. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 22 pemain. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui korelasi adalah menggunakan uji korelasi product moment. Hasil Penelitian : Didapatkan nilai signifikansi korelasi antara daya tahan kardiorespirasi dengan Ketrampilan menyepak dan menahan bola adalah 0,618 > 0,05. Nilai signifikansi korelasi antara daya tahan kardiorespirasi dengan Ketrampilan dribling adalah 0,000 < 0,05. Nilai signifikansi korelasi antara daya tahan kardiorespirasi dengan Ketrampilan menembak bola ke sasaran adalah 0,067 > 0,05. Nilai signifikansi korelasi antara daya tahan kardiorespirasi dengan ketrampilan sepakbola (ketrampilan menyepak dan menahan bola (passing and stopping), ketrampilan dribbling, ketrampilan menembak bola ke sasaran (shooting) dengan daya tahan adalah 0,004 < 0,05. Kesimpulan : Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa variabel ketrampilan dribling dan ketrampilan sepakbola (ketrampilan menyepak dan menahan bola (passing and stopping), ketrampilan dribbling, ketrampilan menembak bola ke sasaran (shooting) dengan daya tahan kardiorespirasi memiliki hubungan yang signifikan dengan daya tahan kardiorespirasi. Variabel menyepak dan menahan bola (passing and stopping) dan Ketrampilan menembak bola (shooting) tidak memliki hubungan dengan daya tahan kardiorespirasi. Variabel Keterampilan Dribbling memiliki Sumbangan Relatif lebih tinggi. | Backgorund : Changes in the intensity of training which was initially routine to become non-routine resulted in UKM Fikes Sport Club soccer players experiencing a decrease in their skills in playing soccer. One of the factors that support the skill of playing soccer is cardiorespiratory endurance. Cardiorespiratory endurance has a major role in creating good soccer skills. Methodology : This study is a correlational study using test and measurement instruments. The number of samples in this study were 22 players. The sampling technique used in this study uses a total sampling technique. The data analysis used to determine the correlation is using the product moment correlation test. Research Results : Obtained a significant correlation value between cardiorespiratory endurance and the skill of kicking and holding the ball is 0.618> 0.05. The significance value of the correlation between cardiorespiratory endurance and dribbling skills is 0.000 <0.05. The significance value of the correlation between cardiorespiratory endurance and skill in shooting the ball at the target is 0.067 > 0.05. The significance value of the correlation between cardiorespiratory endurance and football skills (passing and stopping skills), dribbling skills, shooting skills with endurance is 0.004 <0.05. Conclusion : The results of data analysis show that the variables of dribbling skills and football skills (passing and stopping skills), dribbling skills, shooting skills with cardiorespiratory endurance have a significant relationship with cardiorespiratory endurance. Variables kicking and holding the ball (passing and stopping) and shooting skills have no relationship with cardiorespiratory endurance.Dribbling Skills variables have a relatively higher contribution. | |
| 37176 | 44186 | G1A020013 | Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Kanker Leher Rahim pada Wanita Usia Subur (WUS) Dengan Perilaku Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Kabupaten Banyumas tahun 2023 | Latar Belakang: Kanker leher rahim merupakan sebuah pertumbuhan sel abnormal yang terjadi pada serviks uterus. Kanker leher rahim dapat diantisipasi dengan deteksi dini pemeriksaan IVA. Saat ini pemeriksaan IVA masih memiliki banyak kendala, karena banyak wanita yang malu untuk melakukannya, sehingga angka cakupan pemeriksaan IVA masih dibawah target. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku wanita dalam melakukan pemeriksaan IVA adalah pengetahuan akan kanker leher rahim yang minim. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan kanker leher rahim pada WUS dengan perilaku pemeriksaan IVA di Kabupaten Banyumas tahun 2023. Metode : Penelitian observasional analitik dengan pendekatan case-control study pada WUS di 10 Puskesmas Kabupaten Banyumas dengan kelompok kasus berupa responden yang melakukan pemeriksaan IVA dan kelompok kontrol berupa responden yang tidak melakukan pemeriksaan IVA. Tingkat pengetahuan kanker leher rahim dan perilaku pemeriksaan IVA diukur menggunakan kuesioner kemudian dilakukan analisis menggunakan uji Chi-square. Hasil: Jumlah WUS dengan tingkat pengetahuan baik yang melakukan pemeriksaan IVA adalah 108 responden (66.3 %) dan hanya 55 responden (33.7%) dengan pengetahuan kurang yang melakukan pemeriksaan IVA, sedangkan jumlah WUS dengan tingkat pengetahuan kurang yang tidak melakukan pemeriksaan IVA sebanyak 113 responden (69.3%) dan hanya 50 responden dengan pengetahuan baik yang tidak melakukan pemeriksaan IVA. Hasil uji Chi-square menunjukkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang kanker leher rahim dengan perilaku pemeriksaan IVA dengan nilai P value = 0.000 (P<0.05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan kanker leher rahim pada WUS dengan perilaku pemeriksaan IVA di Kabupaten Banyumas tahun 2023. | Background: Cervical cancer is an abnormal cell growth that occurs in the uterine cervix. Cervical cancer can be anticipated with early detection of VIA test. Currently, VIA test still have many problems, because many women are embarrassed to do it, so the VIA test coverage rate is still below the target. One of the factors that influences women's behavior in carrying out VIA test is lack knowledge of cervical cancer. Objective: The aim of this study was to assess the correlation between the knowledge level of cervical cancer in women of reproductive age and the behavior of visual inspection with acetic acid test (VIA) in Banyumas regency 2023 Method: The study was an analytical observational research with a case-control study on women of reproductive age in 10 Banyumas Regency Public Health with a case group consisting of respondents who had an VIA test and a control group consisting of respondents who did not have an VIA test. The level of knowledge of cervical cancer and VIA test behavior were measured using a questionnaire and then analyzed using the Chi-square test. Result: The number of respondents with a good level of knowledge who carried out a VIA test was 108 respondents (66.3%) and only 55 respondents (33.7%) with sufficient or poor knowledge carried out a VIA test, while the number of respondents with a poor level of knowledge who did not carry out an VIA test was as high as 113 respondents (69.3%) and only 50 respondents with good knowledge did not carry out an VIA test. The results of the Chi-square test showed a significant relationship between knowledge about cervical cancer and VIA test behavior with a P value = 0.000 (P<0.05). Conclusion: There is a significant relationship between the knowledge level of cervical cancer in women of reproductive age and VIA test behavior in Banyumas Regency 2023 | |
| 37177 | 44187 | C1B019073 | Pengaruh Senioritas Dan Prestasi Kerja Terhadap Promosi Jabatan Dengan Ageisme Sebagai Variabel Moderasi Pada PT Bumitama Gunajaya Agro | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis deskriptif, uji regresi linearsederhana dan uji regresi moderasi dengan menggunakan IBM SPSS 26. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Senioritas Dan Prestasi Kerja Terhadap Promosi Jabatan karyawan yang ada di Head Office PT. Bumitama Gunajaya Agro serta menambahkan variabel Ageisme sebagai moderator. Responden penelitian ini adalah karyawan yang ada di Head Office PT. Bumitama Gunajaya Agro dengan populasi sebanyak 233 orang serta menggunakan metode Proportionate Stratified Random Sampling diambil sebanyak 83 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Senioritas dan Prestasi Kerja berpengaruh secara terhadap Promosi Jabatan. Namun Ageisme tidak memoderasi hubungan antara Senioritas dan Prestasi Kerja berpengaruh secara terhadap Promosi Jabatan. Kata Kunci : Senioritas, Prestasi Kerja, Ageisme dan Promosi Jabatan. | This study is a quantitative research employing descriptive analysis techniques, simple linear regression tests, and moderation regression tests using IBM SPSS 26. The aim of this study is to determine the influence of seniority and job performance on job promotions of employees at the Head Office of PT. Bumitama Gunajaya Agro, while adding Ageism as a moderator variable. The respondents of this study are employees at the Head Office of PT. Bumitama Gunajaya Agro, with a population of 233 people, and the Proportionate Stratified Random Sampling method was used to select 83 individuals. The results of the research indicate that seniority and job performance have a significant influence on job promotion. However, Ageism does not moderate the relationship between seniority and job performance’s influence on job promotion. Keywords: Seniority, Job Performance, Ageism, and Job Promotion. | |
| 37178 | 40027 | G1A019089 | HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MP-ASI DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK STUNTING USIA 6-59 BULAN DI KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang: Stunting memberikan dampak pada perkembangan motorik kasar anak. Pemberian MPASI pada anak dikaitkan sebagai faktor terjadinya stunting. Sampai saat ini, terdapat inkonsistensi hasil penelitian mengenai korelasi pemberian MP-ASI dengan perkembangan motorik kasar serta belum ada penelitian yang membahas hubungan pola pemberian MP-ASI sebagai determinan stunting dengan gangguan motorik kasar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola pemberian MP-ASI dengan perkembangan motorik kasar pada anak stunting usia 6-59 bulan di Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini merupakan anak stunting berusia 6-59 bulan di Puskesmas Desa Prioritas Percepatan Penurunan Stunting dengan teknik consecutive sampling berjumlah 143 subjek pada bulan Februari-Maret 2023. Variabel bebas penelitian ini adalah usia MPASI pertama, kecukupan MPASI, keamanan MPASI dan responsive feeding yang diambil dengan kuesioner oleh Nutrisiani, Food recall 3x24 jam, keamanan UNICEF dan Basic Feeding Rules. Variabel terikat penelitian ini adalah perkembangan motorik kasar yang diambil menggunakan DDST-II. Teknik analisis data menggunakan uji Spearman. Hasil: Ditemukan 15,4% ibu memberikan MPASI pertama di usia tidak tepat, 53,8% kecukupan gizi kurang, 25,9% memberikan MPASI secara tidak aman, dan 19,6% penerapan responsive feeding rendah. Analisis bivariat uji Spearman menunjukkan tidak ada korelasi antara perkembangan motorik kasar dengan usia MPASI pertama (r=-0,004; p=0,959), kecukupan gizi MPASI (r= -0,021; p=0,802), keamanan MPASI (r= -0,054; p=0,521), dan responsive feeding (r=0,025; p=0,764). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara usia pemberian pertama, kecukupan, keamanan dan penerapan responsive feeding dengan perkembangan motorik kasar pada anak stunting usia 6-59 bulan di Kabupaten Banyumas. | Background: Stunting led gross developmental delay in children. Complementary feeding was related to stunting. There were inconsistencies about correlation between complimentary feeding and gross motor development, also there is no study about pattern of complementary feeding as stunting determinant with gross motor development. Objective: The aim of this study was to determine correlation between complementary feeding pattern and gross motor development in 6-59 months stunting children in Banyumas Regency. Method: This was an analytics observational with cross sectional study. Sample of this study was 6-59 months stunting children in public health center of stunting decceleration priority village. The population was taken by consecutive sampling within 143 children in February-March 2023. Independent variables of this study were starting age, adequate amounts, clean and safe, and responsive feeding using Nutrisiani, Food recall 3x24 jam, keamanan UNICEF dan Basic Feeding Rules. Dependent variable was gross motor development which was taken by DDST-II. Spearman correlation test used to analize the data. Results: The data shows that 15,4% respondents gave early complementary food to their babies, 53,8% had inadequate amounts, 25,9% was not clean and safe, and 19,6% did low responsive feeding practice. The result of analysis shows there are no correlation between gross motor development and complementary feeding starting age (r=-0,004; p=0,959), adequate amounts (r= -0,021; p=0,802), clean and safe (r= -0,054; p=0,521), and practice of responsive feeding (r=0,025; p=0,764). Conclusion: There are no correlation between starting age, adequate amounts, clean and safe, and responsive feeding with gross motor development in 6-59 months stunting children in Banyumas Regency. | |
| 37179 | 40028 | F1B019005 | Implementasi Strategi Pengembangan Pariwisata Berbasis Festival Budaya menuju Ekowisata di Desa WIsata Giyanti | Konsep manajemen strategis dipahami lebih dari sekedar membuat dan mengimplementasikan perencanaan strategis, namun dalam cakupan yang lebih luas merupakan proses yang bersifat terus-menerus mencakup seluruh aktivitas yang dilakukan untuk membuat rencana, tindakan, dan kebijakan. Dengan melihat manfaat manajemen strategis untuk pengelolaan organisasi dalam jangka panjang, maka konsep manajemen strategis diterapkan dalam pengelolaan pariwisata di Kabupaten Wonosobo yang dituangkan dalam Rencana Strategis Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo. Pariwisata Wonosobo memiliki karakteristik budaya yang sangat kuat, khususnya di Dusun Giyanti, Desa Kadipaten, Selomerto dan memiliki potensi untuk dikembangkan menuju ekowisata untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Untuk mencapai konsep tersebut, strategi harus diimplementasikan dalam pengembangan pariwisata yang mendukung potensi budaya Dusun Giyanti sebagai Desa Wisata Budaya di Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini berfokus pada bagaimana implementasi strategi pengembangan pariwisata berbasis festival budaya menuju ekowisata di Dusun Giyanti melalui kajian teori yang dikemukakan oleh yang dikemukakan oleh J. David Hunger dan Thomas L. Wheelen (2011) yang meninjau implementasi strategi berdasarkan aspek Program, Sumber Daya, dan Prosedur melalui kajian pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo telah memiliki Strategi beberapa program pokok dalam pengembangan wisata festival budaya di Desa Wisata Dusun Giyanti, yakni 1) Peningkatan Kapasitas SDM pada sektor pariwisata; 2) Pengenalan dan Penerapan Konsep Industri Pariwisata; 3) Pendampingan dan Promosi; dan 4) Pengembangan pariwisata berkelanjutan. Dari hasil penelitian, ditinjau dari aspek Program, Sumber Daya, dan Prosedur, secara umum strategi pengembangan pariwisata budaya di Desa Wisata Giyanti telah diimplementasikan dengan cukup baik, tetapi belum sepenuhnya maksimal karena masih terdapat program yang belum berjalan dengan semestinya dan terdapat suatu kendala mengenai pemahaman SDM terhadap pedoman administratif Pokdarwis. | The concept of strategic management is understood as more than just making and implementing strategic plans, but in a broader scope it is a continuous process that includes all activities carried out to make plans, actions, and policies. By looking at the benefits of strategic management for organizational management in the long term, the concept of strategic management is applied in tourism management in Wonosobo Regency as outlined in the Strategic Plan of the Wonosobo Regency Tourism and Culture Office. Wonosobo tourism has very strong cultural characteristics, especially in Giyanti Hamlet, Kadipaten Village, Selomerto and has the potential to be developed towards ecotourism to realize community welfare. To achieve this concept, strategies must be implemented in tourism development that supports the cultural potential of Giyanti Hamlet as a Cultural Tourism Village in Wonosobo Regency. This study focuses on how the implementation of cultural festival- based tourism development strategies towards ecotourism in Giyanti Hamlet through a theoretical study put forward by J. David Hunger and Thomas L. Wheelen (2011) which reviews the implementation of strategies based on aspects of Programs, Resources, and Procedures through a qualitative approach study with descriptive analysis methods. The Wonosobo Regency Tourism and Culture Office has had a strategy of several main programs in the development of cultural festival tourism in the Giyanti Hamlet Tourism Village, namely 1) Capacity Building of Human Resources in the tourism sector; 2) Introduction and Application of the Tourism Industry Concept; 3) Assistance and Promotion; and 4) Sustainable tourism development. From the results of the study, in terms of aspects of Programs, Resources, and Procedures, in general, the cultural tourism development strategy in Giyanti Tourism Village has been implemented quite well, but not fully maximized because there are still programs that have not run properly and there is an obstacle regarding the understanding of human resources on Pokdarwis administrative guidelines. | |
| 37180 | 40029 | I1A017109 | LITERATURE REVIEW: FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS DI INDONESIA | LITERATURE REVIEW: FAKTOR-FAKTOR IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS DI INDONESIA Irene Veronika, Arih Diyaning Intiasari, Sri Nurlaela Mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman Dosen Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman Jl. dr. Soeparno Karangwangkal Purwokerto 53123 Gedung B Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman Telp. 081344810877 Email: veroro0829@gmail.com ABSTRAK Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan salah satu dari 10 penyakit yang menyebabkan perhatian terbesar di dunia. Pengobatan tuberkulosis menjadi tantangan kesehatan masyarakat bagi pemerinta dimana ada kegagalan dalam program tuberkulosis yang masih kurangnya komitmen pelaksana pelayanan, pengambilan kebijakan dan pengadaan untuk operasional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan pengobatan tuberkulosis di Puskesmas di Indonesia berdasarkan kajian literature reivew. Metodologi: Metode yang digunakan adalah literature review. Database yang digunakan yaitu google Scholar dan Pubmed. Kata kunci menggunakan google Scholar yaitu Implementasi kebijakan pengobatan TB di puskesmas di Indonesia sedangkan kata kunci Pubmed adalah Tuberculosis treatment policy. Hasil Penelitian: Berdasarkan kriteria inklusi database maka diperoleh sebanyak 7 artikel ilmiah yang meneliti mengenai faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan tuberkulosi di puskesmas di Indonesia yang selanjutnya 7 artikel tersebut dilakukan review. Kesimpulan: Berdasarkan hasil telaah dari 7 artikel ditemukan bahwa suatu keberhasilan implementasi kebijakan penanggulangan tuberkulosis dipengaruhi oleh sumber daya, komunikasi, struktur birokrasi, dan disposisi. Namun, terdapat faktor lain yang turut berkontribusi dalam keberhasilan suatu implementasi yaitu dukungan dari lingkungan eksternal salah satunya adalah partisipasi masyarakat dalam penanggulangan tuberkulosis. Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Pengobatan Tuberkulosis | LITERATURE REVIEW: FACTORS OF TUBERCULOSIS TREATMENT POLICY IMPLEMENTATION IN PUSKESMAS IN INDONESIA Irene Veronika, Arih Diyaning Intiasari, Sri Nurlaela Public Health Student of Jenderal Soedirman University Public Health Lecturer of Jenderal Soedirman University dr. Soeparno street Karangwangkal Purwokerto 53123 B Building Department of Public Health Faculty of Health Sciences Jenderal Soedirman University Phone Number. 081344810877 Email: veroro0829@gmail.com ABSTRACK Background: Tuberculosis is one of the top 10 diseases causing the greatest concern in the world. Tuberculosis treatment is a public health challenge for the government where there are failures in the tuberculosis program that still lack commitment of service implementers, policy making and procurement for operations. The purpose of this study was to determine the factors influencing the implementation of tuberculosis treatment policy in health centers in Indonesia based on literature review. Methodology: The method used was literature review. The databases used were Google Scholar and Pubmed. The keyword using Google Scholar is TB treatment policy implementation in health centers in Indonesia while the Pubmed keyword is Tuberculosis treatment policy. Research Results: Based on the database inclusion criteria, 7 scientific articles were obtained that examined the factors influencing the implementation of tuberculosis policies at health centers in Indonesia, and then the 7 articles were reviewed. Conclusion: Based on the review of 7 articles, it was found that the successful implementation of tuberculosis control policy is influenced by resources, communication, bureaucratic structure, and disposition. However, there are other factors that contribute to the success of implementation, namely support from the external environment, one of which is community participation in TB control. Keywords: Policy Implementation, Tuberculosis Treatment |