Artikelilmiahs
Menampilkan 20.641-20.660 dari 50.125 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 20641 | 23616 | E1A014175 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM PEMBUATAN SURAT KESEPAKATAN EKSEKUSI ANTARA PT. GRAHA CIPTA GUNA DENGAN PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMAS (Studi Terhadap Perjanjian No.14.BA.Pdt.Eks/2016/PN.Pwt.) | Bangun Guna Serah merupakan salahsatu bentuk pemanfaatan barang milik Negara/Daerah berdasarkan Pasal 27 PP No. 27 Tahun 2014 J.o. Pasal 81 Permendagri No. 19 Tahun 2016. BGS sering dipilih karena dianggap tidak membebani pendanaan yang berat kepada pemerintah. Pada kenyataannya, tidak semua penggunaan BGS dapat dimaksimalkan sebagaimana mestinya, seperti terjadi pada perjanjian pengelolaan kompleks pertokoan kebondalem Purwokerto tertanggal 7 Maret 1986 yang diputus atas perkara wanprestasi dan Perbuatan Melawan Hukum dalam pelaksanaan perjanjian, dengan putusan terakhir yakni Putusan M.A. No. 530 PK/Pdt/2011. Selanjutnya dibuatlah Perjanjian No. 14.BA.Pdt.Eks/2016/PN.Pwt. sebagai pelaksanaan dari putusan tersebut yang dalam prakteknya menuai reaksi karena dianggap menimbulkan kerugian Negara. Peneliti bermaksud untuk meneliti kesesuaian antara Objek Eksekusi dengan Surat Kesepakatan Eksekusi No. 14.BA.Pdt.Eks/2016/PN.Pwt., serta penelaahan mengenai adanya unsur-unsur perbuatan melawan hukum dalam pembuatan Surat Kesepakatan Eksekusi No. 14.BA.Pdt.Eks/2016/PN.Pwt. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dan menggunakan data sekunder dengan bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Data disajikan secara sistematis dalam bentuk teks naratif, dan analisis data dilakukan secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, terdapat ketidak sesuaian antara Objek Eksekusi dengan Perjanjian No. 14.BA.Pdt.Eks/2016/PN.Pwt. mengenai objek pemberian hak pengelolaan dalam melanjutkan perjanjian, serta mengenai batas-batas dari objek eksekusi. Unsur perbuatan melanggar hak subyektif orang lain dan perbuatan melanggar kewajiban hukum si pelaku sebagian bagian dari unsur Perbuatan Melawan Hukum juga terpenuhi dalam pembuatan Kesepakatan Bersama Nomor 14.BA.Pdt.Eks/2016/PN.Pwt.. Kata kunci : Perjanjian Bangun Guna Serah, Perjanjian Pelaksanaan Putusan, Perbuatan Melawan Hukum. | Build Operational and transfers is one form of utilization of the goods belonging to the country/Region on the basis of article 27 government regulations No. 27 Year 2014 J.o. Article 81 Permendagri No. 19 Year 2016. BGS is often chosen because it is not considered a heavy funding burden to the Government. In fact, not all use of BGS can be maximized as appropriate, such as occurred at kebondalem shopping complex management agreement Purwokerto dated March 7, 1986 which were severed over tort matters and deeds Against the law in the execution of the agreement, with the last verdict i.e. M.A. Verdict No. 530 PK/Pdt/2011. The next Congressional Agreement No. 14.BA.PDT. Ex/2016/PN.Pwt. as implementation of the verdict which in practice are reaping the reaction because it is considered the country's losses. Researchers intend to examine the alignment of the object the execution with the execution Agreement Letter No. 14.BA. PDT. execution/2016/PN.Pwt., as well as a study about the existence of the elements of the tort in the making of the Agreement Execution Letter No. 14.BA. PDT. execution/2016/PN.Pwt. This research uses the juridical normative approach and method of using the secondary data with the primary law, secondary and tertiary. The data are presented systematically in the form of a narrative text, and data analysis done in normative qualitative. Based on the results of research and study, there is a glaring discrepancy between the Object and the execution of agreement No. 14.BA. PDT. Ex/2016/PN.Pwt. concerning the management of rights object in a continuing agreement, as well as about the limits of object execution. The subjective element of the Act infringes the rights of others and the Act violates a legal obligation the perpetrators of the most part of the elements of the Tort are also fulfilled in making mutual agreement Number 14.BA. PDT. Ex/2016/PN.Pwt ... Keywords: Build Operational and Transfers Agreements, Treaty implementation of the verdict, Tort. | |
| 20642 | 27481 | F1F015037 | RESPON PBB TERHADAP PEREKRUTAN TENTARA ANAK DI RDK PASCA-RENCANA AKSI TAHUN 2012 | Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan konsep Responsibility to Protect (R2P). Fokus penelitian ini adalah mengenai respon yang diberikan oleh PBB kepada Republik Demokratik Kongo (RDK) yang masih merekrut anak-anak ke dalam kelompok bersenjata baik itu tentara pemerintah maupun pemberontak setelah RDK membentuk dan menandatangani Rencana Aksi tahun 2012 perihal demobilisasi tentara anak. Berdasarkan data yang diperoleh, respon-respon yang diberikan PBB berupa program non-koersif yang bersifat memperbaiki dan mengajak pemerintah domestik, organisasi regional, organisasi internasional, maupun masyarakat internasional untuk membantu menghentikan perekrutan tentara anak secara keseluruhan. Hal ini disebabkan karena PBB merupakan salah satu aktor internasional yang memiliki kewajiban moral untuk melindungi masyarakat dunia dari kejahatan kemanusiaan bahkan ketika negara dan pemerintah mereka tidak bisa melindungi warga negaranya atau mereka sendiri yang menjadi aktor kejahatan tersebut. | This research analyzed based on the concept of Responsibility to Protect (R2). The focus of this study is about the responses of United Nation (UN) to The Democratic Republic of Congo (DRC) which is still recruiting children into some armed group, both government and rebel group, after DRC formed and signed the Action Plan with UN in 2012 on the demobilization and reintegration of child soldiers. Based on those collected data, the responses from the UN are mostly a non-coercive programs to improve the awarness of international community about child soldiers and invite all of the domestic governments, regional organizations, and international organizations, to stop the recruitment of child soldiers and make the DRC soldiers ‘zero children’. This is because UN is one of the international actors whom has a moral obligation to protect the citizens from all of human crimes even when their countries and governments can not protect their citizens or those who themselves become actors of these crimes. | |
| 20643 | 26076 | C1C015017 | FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL YANG MEMPENGARUHI AUDIT REPORT LAG | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, umur perusahaan, opini audit, dan reputasi KAP terhadap audit report lag. Objek penelitian ini adalah perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Endonesia (BEI) pada tahun 2015-2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan sumber data yang diginakan adalah data sekunder. Sampel pada penelitian ini adalah perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2015-2017. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, umur perusahaan, opini audit, dam reputasi KAP secara simultan berpengaruh signifikan terhadap audit report lag; (2) profitabilitas berpengaruh negatif terhadap audit report lag; (3) solvabilitas berpengaruh positif terhadap audit report lag; (3) ukuran perusahaan tidak berpengaruh negatif terhadap audit report lag; (4) umur perusahaan berpengaruh negatif terhadap audit report lag; (5) opini audit tidak berpengaruh negatif terhadap audit report lag (6) reputasi KAP tidak berpengaruh negatif terhadap audit report lag; (7) opini audit tidak berpengaruh paling dominan terhadap audit report lag. | This study aims to determine the effect of profitability, solvency, company size, company age, audit opinion, and KAP reputation on audit report lag. The object of this research is mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2015-2017. The method used in this study is quantitative and the data source used is secondary data. The sample in this study were mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2015-2017. The sampling technique in this study used a purposive sampling method. The data analysis used in this study is multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that (1) profitability, solvability, company size, company age, audit opinion, and KAP reputation simultaneously had a significant effect on audit report lag; (2) profitability has a negative effect on audit report lag; (3) solvency has a positive effect on audit report lag; (3) company size does not negatively affect audit report lag; (4) company age negatively affects audit report lag; (5) audit opinion does not negatively affect audit report lag (6) KAP reputation does not negatively affect audit report lag; (7) audit opinion does not have the most dominant influence on audit report lag. | |
| 20644 | 23617 | E1A014129 | TINJAUAN YURIDIS ATAS STATUS KEWARGANEGARAAN MANTAN ANGGOTA ISIS (ISLAMIC STATE OF IRAQ AND SYRIA) YANG KEMBALI KE INDONESIA | Pasal 1 Konvensi Montevideo 1993 tentang Hak dan Kewajiban Negara memberi sebuah kualifikasi agar suatu kelompok dapat diidentifikasikan sebagai sebuah negara. Pada kasus ini, terdapat sebuah kelompok bernama Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang pada Juni 2014 mendeklarasikan diri menjadi negara khilafah dengan caranya sendiri sehingga dapat dianalisa dengan ketentuan hukum internasional terkait status dari ISIS menurut hukum internasional. ISIS juga merekrut pejuang dari berbagai negara, tidak terkecuali Indonesia. Pada akhirnya, ISIS mengalami kekalahan dan pejuang-pejuangnya banyak meninggalkan ISIS. Pejuang ISIS yang berasal dari Indonesia berusaha untuk pulang ke Indonesia sehingga menimbulkan pro dan kontra di Indonesia terkait status kewarganegaraan warga negara Indonesia yang bergabung dengan ISIS. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan peraturan dan pendekatan kasus. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis. Metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dengan inventarisasi data sekunder. Metode analisis data menggunakan normatif kualitatif sehingga didapat hasil penelitian yang disajikan secara naratif yang sistematis, logis, dan rasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Konvensi Montevideo 1993, Konvensi Deen Haag 1907 dan Commentary to Protocol II 1977 to Geneva Convention 1949, Konvensi Internasional 1937 tentang Pencegahan dan Penghukuman Terorisme, Konvensi Internasional 1997 tentang Penekanan Pemboman oleh Teroris, dan Konvensi Internasional 1999 tentang Penekanan Pendanaan untuk Teroris, ISIS tidak dapat dikatakan sebagai negara maupun kaum beligerensi. Dengan tindakan yang dilakukan ISIS, ISIS lebih tepat disebut sebagai kelompok terorisme yang melakukan kejahatan internasional. Berdasarkan ketentuan Pasal 23 Undang-Undang Nomor 12 tahun 2006, warga negara Indonesia yang merupakan mantan anggota ISIS dan kembali ke Indonesia, tidak kehilangan status kewarganegaraannya | Article 1 of the 1993 Montevideo Convention on the Rights and Obligations of the State provides a qualification so that a group can be identified as a country. In this case, there is a group called the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) which in June 2014 declared itself to be a khilafah state in its own way so that it can be analyzed with international legal provisions regarding the status of ISIS according to international law. ISIS also recruits fighters from various countries, including Indonesia. In the end, ISIS suffered a defeat and many of its fighters left ISIS. ISIS fighters from Indonesia are trying to return to Indonesia, giving rise to the pros and cons in Indonesia regarding the citizenship status of Indonesian citizens who join ISIS. This study uses the regulatory approach method and case approach. The research specifications used are descriptive analytical. The method of data collection uses library research with a secondary data inventory. The method of data analysis uses qualitative normative so that the results of the research are presented in a narrative that is systematic, logical, and rational. The results showed that based on the 1993 Montevideo Convention, the Haag Deen Convention 1907 and the Commentary to Protocol II 1977 to Geneva Convention 1949, 1937 International Convention on the Prevention and Punishment of Terrorism, the 1997 International Convention on Terrorist Emphasis on Bombing, and the 1999 International Convention on Funding Emphasis for Terrorists, ISIS cannot be said to be a state or beligerence. With actions taken by ISIS, ISIS is more appropriately referred to as a terrorism group that commits international crimes. Based on the provisions of Article 23 of Law Number 12 of 2006, Indonesian citizens who are former members of ISIS and return to Indonesia, do not lose their citizenship status | |
| 20645 | 23620 | D1E014146 | TINGKAT ABNORMALITAS EMBRIO DAN KEREMAHAN KERABANG PADA TELUR ITIK YANG DICELUP CAIRAN CUKA PADA AKHIR PENETASAN | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan pencelup pada telur itik Tegal terhadap abnormalitas dan keremahan kerabang dan mengetahui konsentrasi terbaik larutan pencelup telur itik Tegal terhadap abnormalitas dan keremahan kerabang. Materi yang digunakan adalah telur itik Tegal fertil umur 1-7 hari sebanyak 200 butir telur dengan bobot 65-75 gram. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan pencelupan telur ke dalam larutan cuka dengan konsentrasi 0%, 25%, 50%, 75%, 100%. Peubah yang diamati adalah keremahan kerabang dan abnormalitas embrio. Rataan abnormalitas embrio pada masing-masing perlakuan dari P0, P1, P2, P3, dan P4 berturut-turut yaitu 8,86 ± 0,78; 9,39 ± 0,26; 8,98 ± 0,54; 9,35 ± 0,50; dan 8,28 ± 0,59. Rataan keremahan kerabang pada masing-masing perlakuan dari P0, P1, P2, P3, dan P4 berturut-turut yaitu 34,07 N.m-2 ± 3,90; 30,39 N.m-2 ± 1,10; 31,25 N.m-2 ± 3,84; 31,25 N.m-2 ± 2,65; dan 28,94 N.m-2 ± 2,32. Hasil Anova menunjukkan bahwa pencelupan telur tetas itik dalam cairan cuka sampai dengan konsentrasi 100% tidak dapat menurunkan abnormalitas embrio dan tidak dapat meningkatkan keremahan kerabang telur itik Tegal. | The purpose of this study was to determine the effect of the concentration of dipping solution on Tegal duck eggs on the abnormalities and eggshell weakness and to determine the best concentration of dye solution Tegal duck eggs on the abnormalities and eggshell weakness. The material used was fertile Tegal duck eggs aged 1-7 days consisting of 200 eggs, the weight were between 65 and 75 grams. The method used was Completely Randomized Design of one factor, namely: immersion of eggs into vinegar solution with a concentration of 0%, 25%, 50%, 75%, 100%. The variables observed were shell weakness and embryo abnormalities. The average embryo abnormalities in each treatment of P0, P1, P2, P3, and P4 were 8.86 ± 0.78; 9.39 ± 0.26; 8.98 ± 0.54; 9.35 ± 0.50; and 8.28 ± 0.59 respectively. Average eggshell weakness in each treatment of P0, P1, P2, P3, and P4 were 34.07 N.m-2 ± 3.90; 30.39 N.m-2 ± 1.10; 31.25 N.m-2 ± 3.84; 31.25 N.m-2 ± 2.65; and 28.94 N.m-2 ± 2.32 respectively. The conclusions of this study was that immersion of duck eggs into vinegar up to 100% concentration did not reduce embryonic abnormalities and did not increase the eggshell weakness of Tegal duck eggs. | |
| 20646 | 23619 | A1L014106 | APLIKASI LARUTAN PULSING UNTUK MEMPERPANJANG MASA KESEGARAN BUNGA LILI (Lilium orientalis) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi larutan pulsing yang tepat untuk memperpanjang masa kesegaran bunga lili, mengetahui lama perendaman yang tepat untuk memperpanjang masa kesegaran bunga lili dan mengetahui kombinasi antara larutan pulsing dan lama perendaman yang tepat untuk masa kesegaran bunga lili. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, pada bulan Juli 2018. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 3 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah komposisi larutan pulsing yang terdiri atas 3 taraf yaitu 0% gula pasir + 300 ppm asam sitrat + 50 ppm AgNO3, 10% gula pasir + 300 ppm asam sitrat + 50 ppm AgNO3, 20% gula pasir + 300 ppm asam sitrat + 50 ppm AgNO3. Faktor kedua adalah waktu lama perendaman yang terdiri atas 3 taraf yaitu 1 jam, 2 jam, 4 jam. Jumlah kombinasi perlakuan sebanyak 9 kombinasi dan diulang 3 kali, setiap unit percobaan terdapat 3 tangkai bunga, sehingga terdapat 81 tangkai bunga. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu lama kesegaran bunga (hari), volume larutan pulsing terserap (ml), volume larutan holding terserap (ml), dan persentase kemekaran bunga (%). Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji F pada taraf kesalahan 5% dan jika terdapat perbedaan (signifikan) dilanjutkan dengan uji beda DMRT (Duncan Multiple Range Test) dengan taraf 5% untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan pulsing tidak memberikan pengaruh nyata terhadap lama kesegaran bunga, volume larutan pulsing terserap, volume holding terserap dan persentase kemekaran bunga. Perlakuan lama waktu perendaman memberikan pengaruh sangat nyata terhadap variabel volume larutan pulsing terserap, tetapi tidak berpengaruh terhadap variabel pengamatan lain. Interaksi antar kedua perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh variabel pengamatan. | The purpose of this study is to determine the appropriate composition of pulsing solution, soaking time and combination of both method to prolong lili freshness period. The research was conducted at the Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, in July 2018. This study uses experimental methods conducted at the Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The experimental design was a Complete Randomized Block Design (CRBD) with 3 replications. The treatment consists of 2 factors. The first factor is the composition of pulsing solution consisting of 3 levels, namely 0% sugar + 300 ppm citric acid + 50 ppm AgNO3, 10% sugar + 300 ppm citric acid + 50 ppm AgNO3, 20% sugar + 300 ppm citric acid + 50 ppm AgNO3. The second factor is the immersion time which consists of 3 levels, namely 1 hour, 2 hours, 4 hours. The number of treatment combinations was 9 combinations and repeated 3 times, each experimental unit contained 3 flower stems, so there were 81 flower stems.The variables observed in this study were the duration of freshness of the flowers (days), the volume of absorbed pulsing solution (ml), the volume of absorbed holding solution (ml), and the percentage of flower bloom (%). The results were analyzed using the F test at a 5% error level and if there were differences (significant) followed by a DMRT (Duncan Multiple Range Test) different test with a level of 5% to determine the effect of good treatment. The results of this study indicate that the pulsing solution did not give a significant effect on the freshness of the flower, the volume of the absorbed solution, the absorbed holding volume and the percentage of flower bloom. The treatment of soaking time gave a very real effect on the variable volume of pulsing solution absorbed, but it had no effect on other observation variables. The interaction between the two treatments did not give a real effect on all observation variables. | |
| 20647 | 23622 | A1L013064 | PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR RUMEN SAPI DAN VARIETAS PADI TERHADAP EMISI GAS METANA PADA TANAH SAWAH | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk organik cair rumen sapi terhadap emisi gas metana pada beberapa varietas tanaman padi sawah, mengetahui pengaruh varietas tanaman padi sawah terhadap emisi gas metana dan mengetahui interaksi antara pupuk organik cair rumen sapi dan varietas tanaman padi sawah terhadap emisi gas metana. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2017 - Mei 2018 menggunakan dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk, yaitu 100% pupuk kimia + 0% POC rumen sapi (D0), 75% pupuk kimia + 25% POC rumen sapi (D2), 50% pupuk kimia + 50% POC rumen sapi (D2). Faktor kedua adalah varietas, yaitu Ciherang (V0), Mentik Susu (V1), dan Hipa 18 (V2). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, jumlah anakan tidak produktif, panjang malai, jumlah gabah (isi dan hampa) per malai, jumlah gabah isi per rumpun, persentase gabah isi per rumpun, bobot 1000 butir, gabah kering giling, potensi hasil, potensial redoks, pH tanah, gas metana. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengurangan dosis pupuk kimia yang dikombinasikan dengan POC rumen sapi mampu mereduksi emisi gas metana. Penggunaan varietas Ciherang dan Hipa 18 berpotensi menghasilkan emisi gas metana rendah dengan hasil tinggi. Tidak ditemukan interaksi antara dosis pupuk dengan varietas tanaman padi. Kata kunci: dosis pupuk, gas metana, padi, varietas | The purposes of this research were to determine effect of fermented cow rumen dosage on methane emissions on several rice varieties, determine the effect of rice varieties on methane emissions and determine the interaction between fermented cow rumen and rice varieties to methane emissions. Research was conducted in October 2017 - May 2018 with two factors. The first factor was the doses of fertilizer, which were 100% chemical fertilizer + 0% of fermented cow rumen (D0), 75% chemical fertilizer + 25% of fermented cow rumen (D2), 50% chemical fertilizer + 50% of fermented cow rumen (D2). The second factor was varieties, which were Ciherang (V0), Mentik Susu (V1), and Hipa 18 (V2). Measured variables were plant height, number of tillers, number of productive tillers, number of unproductive tillers, panicle length, number of grain (filled and empty) per panicle, number of filled spikelets per clump, percentage of filled spikelets per clump, weight of 1000 grains, yields, yield potential, soil redox potential, soil pH, methane gas. The results of the study showed that the reduced dosage of chemical fertilizers in combination with fermented cow rumen was able to reduce methane gas emissions. The use of Ciherang and Hipa 18 varieties has the potential to produce low methane emissions with high yields. There was no interaction between doses of fertilizer and rice varieties. Keywords: doses of fertilizer, methane, rice, varieties | |
| 20648 | 23624 | A1C013022 | HUBUNGAN TINGKAT RISIKO USAHATANI PADI DENGAN BESARNYA PREMI DAN PERTANGGUNGAN PADA PROGRAM ASURANSI USAHATANI PADI DI KECAMATAN MANDIRAJA KABUPATEN BANJARNEGARA | Kegiatan usaha di bidang pertanian memiliki berbagai macam risiko, seperti risiko produksi dan harga. Pada Musim Tanam II tahun 2017, usahatani padi sawah di Kecamatan Mandiraja mengalami penurunan produksi akibat serangan hama wereng dan tikus. Namun pada musim tanam tersebut, usahatani padi mereka telah diasuransikan melalui program bantuan Pemerintah yang berupa asuransi usahatani padi yang bertujuan untuk mengurangi risiko usahatani padi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis keuntungan rata-rata petani tahun 2013 sampai musim hujan 2017 dan periode musim kemarau 2017, 2) menganalisis besarnya risiko produksi dan risiko harga pada peserta asuransi, 3) mengetahui hubungan antara tingkat risiko yang ditanggung dengan besar premi dan pertanggungan asuransi. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dengan melakukan survei di Kecamatan Mandiraja pada 5 desa yaitu desa Mandiraja Kulon, Kebanaran, Kebakalan, Glempang dan Kertayasa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Maret 2018. Metode penentuan sampel yaitu secara sensus pada petani yang telah mengikuti asuransi dan mengalami kerugian. Data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, biaya dan pendapatan, risiko. Hasil penelitian menunjukkan keuntungan petani pada tahun 2013 sampai musim hujan 2017 sebesar Rp12.534.882,15/Ha sedangkan pada saat periode musim kemarau 2017 petani mengalami gagal panen sehingga menyebabkan kerugian sebesar Rp4.242.459,66/Ha. Besar risiko produksi tahun 2013 sampai musim hujan 2017 sebesar 10,3 % dengan risiko harga sebesar 8% dan risiko produksi pada tahun 2017 maka menjadi 54%. Hubungan antara besarnya risiko yang ditanggung petani dengan premi dan klaim adalah besar risiko yang ditanggung berbanding lurus dengan klaim. | Agricultural business activities has several risks such as in loss of production and also in downprice risks. The Government gives protections to farmers in the form of Rice Farming Insurance for Farmers (AUTP). In the mid second semester in 2017, rice farming production in Susukan sub-district has decreased due to pest and rat attacks. But in the that season, their plants has been insured. This study aims to 1) analyze the average profits of farmers in 2013 until the 2017 rainy season and the 2017 dry season period, 2) analyze the amount of production risk and price risk for insurance participants, 3) to know the relationship between the level of risk borne by the large premium and insurance coverage. The research method used was observation by conducting a survey in Mandiraja Subdistrict in 5 villages namely Mandiraja Kulon, Kebanaran, Kebakalan, Glempang and Kertayasa villages.. The study was conducted in February-March 2018. The method of determining the sample is by census on farmers who have followed insurance and suffered losses. The data used are primary and secondary data. Data analysis used is analysis of Cost, Income, Risk, and Cross Tabulation. The results showed the benefits of farmers in the 2013 to 2017 rainy season of Rp. 12,534,882.15 / Ha while during the April to September 2017 planting period farmers experienced crop failure causing losses of Rp4.242.459,66 / Ha. The risk of production in 2013 to 2017 is the rainy season of 10.3% with a price risk of 8% and the risk of production in 2017 to 54%. The relationship between the magnitude of the risk borne by the farmer and the premiums and claims is that the risk borne is directly proportional to the claim. | |
| 20649 | 23625 | F1C014059 | STRATEGI KOMUNIKASI PERSUASIF UPLINE PADA AKTIVITAS PROSPEK NETWORK MARKETING SYSTEM PROGRAM 3I-NETWORKS PT. AJ CENTRAL ASIA RAYA | Penelitian ini membahas mengenai strategi komunikasi persuasif upline yang digunakan dalam melakukan aktivitas prospek network marketing system untuk merekrut nasabah baru yang diterapkan dalam program 3i-Networks PT. AJ Central Asia Raya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Teknik purposive sampling digunakan dalam pemilihan informan. Model interaktif Miles dan Huberman digunakan sebagai teknik analisis data. Dan untuk memastikan validitas data, peneliti menggunakan triangulasi sumber. Hasil analisis strategi komunikasi persuasif dalam penelitian ini adalah 1) pendekatan langsung menjadi strategi yang paling menentukan keberhasilan aktivitas prospek karena membangun saling pengertian dan menciptakan efektifitas komunikasi, 2) Teknik persuasif yang dilakukan dalam aktivitas prospek ada dua, yakni teknik integerasi dengan menyatukan diri terhadap komunikan, dan teknik tataan untuk membungkus pesan agar mudah diterima, dan 3) sebagai hasil dari proses evaluasi setelah implementasi strategi komunikasi, ditemukan hambatan dalam strategi yang dilakukan yakni ketidakmampuan komunikator dalam memahami komunikan, tidak menguasai product knowledge, dan penggunaan media sosial yang kurang efektif. | This research is aimed to explain about persuasive communication strategy that used by the uplines during network marketing system prospect in order to recruit new member of 3i-Networks program of PT. AJ Central Asia Raya. This research is a qualitative research and the data collection is done by interview and observation. Purposive sampling technique used to find informan that is needed to support this research. This research uses interactive model Miles and Huberman to analyse the data and triangulation method to ensure the data validity. The results show the analysis of persuasive communication strategy, there are 1) direct approach became the best strategy on supporting the prospect activity, because it has successfully built mutual understanding and achieved the effectivity of communication, 2) There are two persuasive techniques used during the prospect, which are integration technique by trying to understand the target, and icing technique to create the best design for the message so that it will be easy to be understood and accepted, and 3) as the result of evaluation process, there are obstacles that comes during prospect, such as the incompetent member on understanding their target, less of product knowledge, and the ineffective of social media usage. | |
| 20650 | 25773 | C1C015035 | Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan dengan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Good Corporate Governance (GCG) Sebagai Variabel Pemoderasi | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan adanya Corporate Social Responsibility (CSR) dan Good Corporate Governance (GCG) sebagai variabel pemoderasi. Sampel dalam penelitian ini merupakan perusahaan yang masuk pada Indeks Kompas 100 tahun 2016-2017. Data pada penelitian ini merupakan data sekunder dan diambil antara lain dari laporan tahunan perusahaan dan website resmi perusahaan. Sampel diambil dengan cara purposive sampling dan diperoleh 70 perusahaan dengan total 2 tahun pengamatan sehingga menghasilkan 140 sampel. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji asumsi klasik sebelum dilakukan pengujian hipotesis. Pengujian hipotesis menggunakan koefisien determinasi, uji F, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan serta CSR dan GCG sebagai variabel moderating mampu memperkuat kinerja keuangan dan nilai perusahaan. | This research aims to examine the effect of financial performance on firm value with the existence of Corporate Social Responsibility (CSR) and Good Corporate Governance (GCG) as moderating variables. The samples in this reseach are companies that has been selected in Kompas Index 100 from 2016-2017. The data in this research are secondary data and taken from the company's annual report and the company's official website. The sampling technique used is purposive sampling and obtained 70 companies, with a total of 2 years of observation resulting in 140 samples. The data obtained is analyzed using the classic assumption test before testing the hypothesis. Hypothesis testing uses coefficient of determination, F test, and t-test. The results of the research show that financial performance has a positive effect on firm value. CSR and GCG as moderating variables can strengthen financial performance and firm value. | |
| 20651 | 23618 | E1A014157 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENERAPAN PENYELESAIAN SENGKETA NAMA DOMAIN DENGAN MEREK DALAM PUTUSAN PPND NOMOR: PUTUSAN-002-0515 | Nama Domain merupakan sebuah alamat internet juga jati diri dari seseorang, badan usaha, maupun masyarakat sebagai identitas dalam berkomunikasi melalui internet yang akan bermuara pada sebuah lokasi tertentu berupa situs web di dalam internet. Dewasa ini, sebagian pengguna internet menggunakan mereknya sebagai nama domain sehingga menimbulkan sengketa antara pemegang hak atas merek dengan pengguna nama domain. Salah satu kasus terkait permasalahan ini adalah kasus nama domain bmw.id yang telah diputus oleh Panelis PPND dengan nomor putusan: PUTUSAN-002-0515. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan data sekunder berupa peraturan perundang-undangan dan teori hukum serta data primer melalui wawancara dengan Pengelola Nama Domain Indonesia (Pandi) sebagai data pendukung yang kemudian diuraikan secara sistematis. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, dapat disimpulkan bahwa PPND dalam menyelesaikan sengketa nama domain dengan merek dalam Putusan PPND Nomor: Putusan-002-0515 telah sesuai, yaitu menerapkan penyelesaian sengketa nama domain di luar pengadilan dengan melalui tahap Administrasi, Mediasi, dan Forum Panel secara online. Forum Panel memutuskan bahwa nama domain bmw.id dialihkan kepada pemilik merek BMW karena Benny Muliawan telah memenuhi unsur-unsur yang terdapat di dalam Butir 6.1 Kebijakan PPND versi 1.0. | Domain Name is an internet address and also identity of a person, business entity, and society as an identity in communicating through the internet which will lead to a specific location in the form of a website. Nowdays, some internet users use their trademark as domain names, it’s causing disputes between the holders of a spesific trademark and the users of a domain names. One of the cases related to this issue is the case of the domain name bmw.id which has been decided by the PPND Panelist with the decision number: DECISION-002-0515. This research uses a normative juridical method, with descriptive analytical research specifications. It was analyzed using secondary data in the form of statute and legal theory, and also using primary data through interviews with Indonesian Domain Name Managers (Pandi) as supporting data which are then systematically described. Based on the results of research and analysis, it can be concluded that in resolving disputes between domain name and trademark in PPND Decision Number: Decision-002-0515, PPND is appropriate, by implementing domain name online dispute resolution outside of the court through the Administration, Mediation, and Panel Forum. The Panel Forum decided that the domain name bmw.id was transferred to BMW trademark owners because Benny Muliawan had fulfilled the elements contained in Point 6.1 of the PPND Policy version 1.0. Keywords: Dispute resolution, Domain Name, Trademark | |
| 20652 | 25962 | H1C015044 | GEOLOGI DAN STUDI KARAKTERISTIK BATUGAMPING SEBAGAI BAHAN DASAR SEMEN BERDASARKAN ASPEK FISIK DAN KIMIA PADA KUARI XII DI PULAU NUSAKAMBANGAN | Batugamping merupakan mineral industri yang berperan penting dalam pembuatan semen. Studi area prospek dan kualitas batugamping penting sebelum melakukan penambangan batugamping. Penelitian bertujuan mengetahui kondisi geologi, mengetahui karakteristik batugamping berdasarkan aspek fisik dan kimia, potensi dan kelayakan batugamping sebagai bahan dasar semen, dan hubungan karakteristik fisik dan kimia batugamping. Daerah penelitian berada di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Secara stratigrafi daerah penelitian dari tua ke muda terdiri dari Satuan Breksi Gunung api, Satuan Tuf, Satuan Batupasir, Satuan Batugamping, dan Satuan Endapan Aluvium. Studi karakteristik batugamping ini menggunakan analisis petrografi dan analisis X-Ray Fluorescence. Secara petrografi batugamping dari tua ke muda terdiri litofasies packstone, grainstone dan crystalline. Fasies packstone, grainstone termasuk kedalam zona fasies paparan karbonat tertutup dengan lingkungan pengendapan zona fasies slope. Fasies crystalline merupakan fasies yang tidak lagi memperlihatkan tekstur pengendapan asli. Fasies crystalline mencerminkan proses diagenesis yang terjadi pada batugamping di daerah penelitian. Kandungan CaO dan MgO pada batugamping sebagai parameter kelayakan memiliki nilai (CaO minimum 48%) dan nilai (MgO maksimum 1,8%). Analisis XRF dari 19 sampel batugamping berdasarkan kadar dolomit, pemerian nama termasuk pada batugamping. Setelah dilakukan pengamatan lebih lanjut terhadap unsur-unsur kimia yang terdapat pada batugamping daerah studi khusus, tidak ditemukan anomali distribusi unsur kimia pada seluruh sampel batugamping. Serta unsur-unsur lainnya seperti SiO2, Al2O3, Fe2O3 cenderung tidak berbeda jauh dengan batugamping disekitarnya. Berdasarkan sasaran mutu quality raw material dari kandungan kimia, hasil analisis XRF seluruh batugamping pada daerah penelitian memiliki kualitas baik (high grade) dan layak sebagai bahan dasar semen. | Limestone is an industrial mineral that plays an important role in the manufacture of cement. The study area of the prospects and the quality of the limestone critical before doing the mining limestone. The research aims to find out the condition of geology, knowing the characteristics of limestone based on physical and chemical aspects, the potential and the appropriateness of limestone as a raw material of cement, and the relationship of physical and chemical characteristics of limestone. The research area is on the island of Nusakambangan, Cilacap District, Central Java Province. In the regional stratigraphic research of the old to the young consisted of volcanic breccia unit, unit of tuff, sandstones unit, limestone unit, and unit deposits of alluvium. Study of the characteristics of petrographic analysis using limestone and X-Ray Fluorescence analysis. In petrographic limestone from young to old are composed grainstone litofacies, packstone, and crystalline. The packstone facies, grainstone including into the zone covered with carbonate exposure fasies environments of deposition zone fasies slope. The crystalline facies is no longer showing the original depositional texture. Crystalline Facies reflects the process of diagenesis that occurs on the limestone in the area of research. Content of CaO and MgO in limestone as the eligibility parameters have values (minimum 48%), CaO and values (1.8%) to a maximum of MgO. XRF analysis of 19 samples of limestone, dolomite levels based on her name included on the limestone. After further observations against the chemical elements found in the limestone area of study, it is not anomalous distribution of chemical elements found in all samples of limestone. As well as other elements such as SiO2, Al2O3, Fe2O3 tend not to differgreatly from the surrounding limestones. Based on the quality objectives of raw material of chemical content of XRF analysis, the results of the whole research area on limestone have good quality (high grade) and decent as the raw material of cement. | |
| 20653 | 23626 | A1H014010 | STRATEGI PEMBERDAYAAN PERKUMPULAN PETANI PEMAKAI AIR (P3A) UNTUK MENINGKATKAN KINERJA DALAM PENGELOLAAN JARINGAN IRIGASI TERSIER | Irigasi merupakan komponen yang penting dalam menunjang kegiatan pertanian selain tanah dan unsur hara. Pada pertanian konvensional, air irigasi didistribusikan melalui sistem jaringan irigasi permukaan. Pendistribusian air irigasi di Daerah Irigasi Kediri, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas masih belum optimal, terdapat banyak area yang tidak terairi di bagian hilir. Pengelolaan jaringan irigasi tersier oleh P3A tidak berjalan optimal karena kondisi P3A yang mayoritas tidak aktif dan tidak berkembang. Untuk meningkatkan kinerja P3A maka diperlukan upaya pemberdayaan oleh pemerintah. Pemberdayaan harus mengacu pada kondisi dan permasalahan P3A serta kebijakan pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mencari aspek yang mempengaruhi kinerja P3A dan 2) menyusun strategi pemberdayaan P3A. Penelitan ini menggunakan metode AHP (Analytical Hierarcy Process). Teknik pengambilan sampel yang digunakan peneliti adalah snowball sampling dan judgmental sampling. Jumlah responden yang diperoleh sebanyak 47 orang yang terdiri dari P3A, UPTD, dan DPU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek yang mempengaruhi kinerja P3A adalah 1) sumber daya manusia (0,34), 2) kelembagaan (0,25), 3) teknis irigasi (0,18), 4) teknis pertanian (0,12), dan 5) keuangan (0,10). Pemberdayaan P3A difokuskan pada pengembangan P3A (0,72), prioritas dalam pengembangan P3A adalah penumbuhan motivasi (0,23). Penguatan (0,28) menjadi alternatif kedua dalam pemberdayaan P3A, prioritas dalam penguatan adalah peningkatan motivasi (0,19). | Irrigation is an important component in supporting farming activities other than to soil and nutrients. Irrigation water is distributed through surface irrigation networks systems in conventional agriculture. Distribution of irrigation water in the Kediri irrigation area, Sub district Patikraja, Banyumas Regency is still not optimal. Many areas that are not irrigated in the downstream area. The management of tertiary irrigation networks by P3A is not optimal because the condition of P3A is majority inactive and not developing. To improve P3A Performance, it is necessary to effort empowerment by government. Empowerment must refer to the conditions and problems of P3A and government policies. This research aims are 1) determine aspects that affect the performance of P3A and 2) formulate the accurate strategy in empowering P3A. This research uses the AHP (Analytical Hierarcy Process) method. The sampling technique used by researchers is snowball sampling and judgmental sampling. The respondents obtained were 47 people consisting of P3A, UPTD, and DPU. The results of the research show that the aspects that most influences P3A performance, namely: 1) human resources (0,34), 2) institutions (0,25), 3) irrigation techniques (0,18), 4) agricultural techniques (0,12), and 5) finance (0,10). P3A empowerment is focused on P3A development (0,72), priority in the development of P3A is growing motivation (23). Strengthening (0,28) is the second alternative in P3A empowerment, priority in strengthening is increased motivation (0,19). | |
| 20654 | 23627 | A1H014051 | KONSUMSI BAHAN BAKAR TRAKTOR RODA DUA PADA BEBERAPA TIPE POLA PENGOLAHAN TANAH | Penggunaan traktor di Kabupaten Banjarnegara semakin meningkat namun kajian mengenai tingkat konsumsi bahan bakar traktor sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola pengolahan lahan terhadap tingkat konsumsi bahan bakar traktor roda dua selama proses pengolahan lahan. Penelitian dilaksanakan pada lahan kering di Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Palawija Kecamatan Purwonegoro Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah. Sebelum diberi perlakuan lahan dibajak terlebih dahulu untuk menyeragamkan kondisi tanah. Tanah dibagi menjadi 5 petak percobaan masing-masing berukuran 15 x 13 m dengan jarak antar petak 1,5 m. Jenis perlakuan yang diberikan yaitu Pola pengolahan terdiri dari: pola tepi (P1), pola tengah (P2), pola kijang (P3), pola spiral (P4), dan pola alfa (P5), serta perlakuan penggunaan implemen yaitu perlakuan tanpa implemen (TI) dan dengan implemen (DI). Pengukuran konsumsi bahan bakar dilakukan dengan mengisi tangki sampai penuh sebelum traktor dioperasikan. Lalu diukur total waktu pengolahan serta jumlah penambahan bahan bakar setelah traktor dioperasikan. Jumlah penambahan bahan bakar merupakan jumlah konsumsi bahan bakar selama traktor dioperasikan. Pengukuran tersebut dilakukan dengan 3 kali ulangan untuk setiap kombinasi perlakuan pola pengolahan dan penggunaan implemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kijang menghasilkan tingkat konsumsi bahan bakar terendah baik pada kondisi tanpa implemen ataupun dengan implemen masing-masing sebesar 4,27 l/ha dan 5,04 l/ha. Secara statistik pola kijang memberikan hasil yang berbeda nyata terhadap semua pola pengolahan yang lain kecuali pola tepi pada kondisi tanpa implemen. Tingkat konsumsi bahan bakar tertinggi secara umum yaitu pada pola alfa sebesar 10,77 l/ha untuk kondisi tanpa implemen dan 14,87 l/ha untuk kondisi dengan implemen. Tingkat konsumsi bahan bakar pada kondisi dengan implemen lebih tinggi dibandingkan tanpa implemen dan secara statistik uji t-student menunjukkan perbedaan nyata antara keduanya. | during the operation of tractor. The use of tractor increased in Kabupaten Banjarnegara but study on the level of fuel consumption is very limited. This research aims to understand the influence of land cultivation pattern on the level of fuel consumption in two wheel drive tractor during the land cultivation. The research was held on the dry land in Technical Service Unit (UPT) Palawija, Purwonegoro, Banjarnegara, Central Java. Before being treated, the land was processed with plowed to homogenize the soil conditions. The land was made into 5 plots of experimental land measuring 15 x 13 m with a spacing of 1.5 m. There is five treatment of type pattern: edge pattern ( P1 ), central pattern (P2 ), antelope pattern ( P3 ), spiral pattern ( P4 ), alfa pattern ( P5 ) and the use of implement are without implement (TI ) and with implement ( DI ). Measurements of fuel are carried out by filling the tank fully before the tractor operated. Then measure total time and the additional of fuel after tractor operated .The additional of fuel is the consumption fuel for tractor. The measurement done with 3 times in each combination treatment. The results of research show that the lowest level of fuel consumption in the condition of without and with implement is antelope pattern there are 4,27 l/ha and 5,04 l/ha. In general the highest level of fuel consumption is in alfa pattern as much as 10,77 l/ha for condition without implement and 14,87 l/ha for condition with implement. Statistically test that in condition without implemen antelope pattern dissimilar with all of pattern type expect edge pattern. While in condition with implemen the antelope pattern is dissimilar with all of pattern type. The level of fuel consumption in condition with implement higher than condition without implement and statistically test of t-student shows a real difference between them. | |
| 20655 | 23605 | A1C013052 | DINAMIKA KELOMPOK TANI DEWI SRI DI DESA MUKTISARI KECAMATAN GANDRUNGMANGU KABUPATEN CILACAP | Kelompok ataupun organisasi dapat dikatakan dinamis apabila kelompok atau organisasi itu efektif dalam mencapai tujuan-tujuannya. Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui kedinamisan Kelompok Tani Dewi Sri di Desa Muktisari, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, 2) Mengkaji unsur-unsur dinamika Kelompok Tani Dewi Sri di Desa Muktisari, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap dengan Metode Skoring. Penelitian ini dilakukan di Desa Muktisari, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap pada tanggal 9 Juli sampai 12 Agustus 2018. Metode penentuan sampel menggunakan sensus dengan hasil sampel 28 dan data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah deskiptif kualitatif dan Metode Skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kelompok Tani Dewi Sri di Desa Muktisari, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap dikategorikan dinamis, 2) Unsur-unsur dinamika Kelompok Tani Dewi Sri di Desa Muktisari, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap berjalan dengan baik. | Group or organization can be said to be dynamic if the group or organization is effective in achieving its goals. This research aims to: 1) Know the dynamics of Dewi Sri Farmers Group in Muktisari Village, Gandrungmangu District, Cilacap Regency, 2) Assess the dynamics elements of Dewi Sri Farmer Group in Muktisari Village, Gandrungmangu District, Cilacap Regency with Scoring Methods. This research was conducted in Muktisari Village, Gandrungmangu Subdistrict, Cilacap Regency, from July to August 2018. The method of determining samples using census with 28 samples and the data used were primary data and secondary data. Data analysis used is descriptive qualitative and Scoring Methods. The results showed that: 1) Dewi Sri Farmer Group in Muktisari Village, Gandrungmangu District, Cilacap Regency was categorized as dynamic, 2) Elements of Dewi Sri Farmer Group dynamics in Muktisari Village, Gandrungmangu District, Cilacap District went well. | |
| 20656 | 23628 | E1A014287 | PERBANDINGAN PUTUSAN HAKIM TERHADAP PERKARA ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN (Studi Putusan Pengadilan Negeri Kuningan No. 3/Pid.sus.Anak/2017/Pn.Kng dan Putusan No. 4/Pid.sus.Anak/2017/Pn.Kng) | PERBANDINGAN PUTUSAN HAKIM TERHADAP PERKARA ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN (Studi Putusan Pengadilan Negeri Kuningan No. 3/Pid.sus.Anak/2017/Pn.Kng dan Putusan No. 4/Pid.sus.Anak/2017/Pn.Kng) Oleh: Andhita Indirayanti E1A014287 ABSTRAK Tindak pidana persetubuhan pada umumnya dapat dilakukan dengan pemaksaan maupun tanpa pemaksaan. Sekarang tindak pidana persetubuhan bisa dilakukan oleh siapa saja, baik oleh orang dewasa maupun anak-anak. Anak-anak melakukan tindak pidana persetubuhan bisa dikarenakan dorongan rasa ingin tahu, sampai dorongan nafsu dari anak tersebut untuk melakukan persetubuhan. Di sini penulis akan membandingkan dua putusan tindak pidana persetubuhan yang dilakukan oleh anak, yaitu putusan No. 3/Pid.sus.Anak/2017/Pn.Kng dan putusan No. 4/Pid.sus.Anak/2017/Pn.Kng. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan deskriptif. Sumber data yang digunakan berupa data sekunder yang terdiri bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier, metode pengumpulan data studi kepustakaan, metode analisis normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini diketahui bahwa hakim dalam menjatuhkan pidana dalam putusan No. 3/Pid.sus.Anak/2017/Pn.Kng dan Putusan Nomor. 4/Pid.sus.Anak/2017/Pn.Kng telah mempertimbangkan pada keadaan yang memberatkan maupun yang meringankan Anak, dan serta mempertimbangkan unsur-unsur yang terdapat pada Pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo. Undang-undang RI Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, Terdapat persamaan dan perbedaan dari kedua putusan tersebut yaitu Persamaannya baik Anak sebagai pelaku maupun Anak Korban sama-sama masih di bawah umur. perbedaannya dapat dilihat dalam putusan pertama, bahwa perbuatan persetubuhan disertai dengan ancaman kekerasan yang dilakukan Anak menimbulkan akibat yang membuat Anak korban hamil, trauma, mengalami ketakutan, serta rasa malu karena harus putus sekolah. Sedangkan pada putusan kedua akibatnya tidak seberat daripada putusan pertama karena perbuatan tersebut dilandasi perasaan saling mencintai. | THE CRIMINAL ACT OF SEXUAL INTERCOURSE (Study Case concerning to Court Decision Number 3/Pid.sus.Anak/2017/Pn.Kng and Court Decision Number 4/Pid.sus.Anak/2017/Pn.Kng) By: Andhita Indirayanti E1A014287 ABSTRACT The criminal act of sexual intercourse is commonly committed with or without victim’s consent. Present days, sexual intercourse can be committed by anyone, such as adult and children. For children, sexual intercourse can be conducted by children because of the sense of curiousity and their sense of lust to do so. Through this research, researcher will compare two court decisions of criminal act of sexual intercourse’s committed by children, those are Court Decision Number 3/Pid.sus.Anak/2017/Pn.Kng and Court Decision Number 4/Pid.sus.Anak/2017/Pn.Kng. This research used juridist-normative approach. The research specification used are descriptive. The data source used are secondary data consisting of primary legal material, secondary legal material, and tertiary legal material, and the method of data submission is literature study, and the analysis method used is normaive-qualitative. Based on he result and study upon this research, it can be inferred that the judge in terms of sentencing punishment at Court Decision Number 3/Pid.sus.Anak/2017/Pn.Kng and Court Decision Number 4/Pid.sus.Anak/2017/Pn.Kng had considered aggravating and mitigating conditions, also considered several elements which written on Article 81 Pharagraph (1) and Pharagraph (2) Act Number 35 Year 2014 on Revision Upon Act Number 23 Year 2002 on Child Protection jo. Act Number 11 Year 2012 on Juvenile Justice System, there are similarities and distinction from those two decisions, for the similarity that is the children as the perpetrator and children as underage victim. The difference, from the first decision, it can be inferred that the act of sexual intercourse with threats of violance which committed by children caused the consequences that make the child pregnant, trauma, experience of fear, and pudency since they should drop out of school. Whereas at the second decision, the consequence was not as heavy as in the first decision since the act itself was based on the sense of mutual love. Keywords: Comparison, Criminal Act of Sexual Intercourse, Children. | |
| 20657 | 23629 | A1H014013 | PENGARUH KOMBINASI SUHU PENYIMPANAN DAN EDIBLE COATING BERBAHAN DASAR GELATIN IKAN TERHADAP KUALITAS NANAS (Ananas comosus) TEROLAH MINIMAL | Tingginya kesibukan masyarakat menjadikan makanan cepat saji sebagai pilihan utama. Buah terolah minimal merupakan pilihan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam mengkonsumsi buah-buahan namun dalam bentuk cepat saji. Buah dengan pengolahan minimal kemungkinan besar akan cepat rusak, oleh karena itu perlu upaya perlakuan untuk mempertahankan kesegaran buah terolah minimal. Salah satu teknologi yang dapat diterapkan untuk mempertahankan mutu buah terolah minimal adalah dengan menggunakan edible coating dan penyimpanan suhu rendah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengkaji pengaruh konsentrasi gelatin ikan terhadap perubahan mutu buah nanas terolah minimal (2) Mengkaji pengaruh suhu penyimpanan terhadap perubahan mutu buah nanas terolah minimal (3) Menentukan kombinasi yang optimum antara konsentrasi gelatin ikan dan suhu penyimpanan terhadap mutu buah nanas terolah minimal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2018 di Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Percobaan menggunakan 3 taraf konsentrasi bahan pelapis (tanpa pelapis, 4%, dan 6%) dan 2 taraf suhu penyimpanan (5°C dan 13°C). Persamaan kinetika reaksi digunakan untuk mengetahui perlakuan terbaik. Parameter yang diukur selama penelitian meliputi, susut bobot, kadar air, warna, total padatan terlarut (TPT), kekerasan, dan uji organoleptik. Hasil kombinasi terbaik antara konsentrasi edible coating gelatin ikan dan suhu penyimpanan untuk mempertahankan kesegaran buah nanas terolah minimal yaitu konsentrasi 6% dengan suhu penyimpanan 5°C hingga penyimpanan hari ke-9 dan konsentrasi 6% dengan suhu penyimpanan 13°C hingga penyimpanan hari ke-7. | The high bustle of society makes fast food becomes the top choice. Minimally processed fruit is the right choice to fulfil human needs in consuming fruits. Fruits with minimally process are most likely to be quickly damaged, therefore they need to be treated to maintain the freshness of minimally processed fruit. A technology that can be applied to maintain the minimally processed fruit quality is to use edible coatings and low temperature storage. This study aims to (1) Examine the influence of the concentration of fish gelatin on the changes in the quality of minimum processed pineapple (2) Examine the influence of the temperature storage on the changes in the quality of minimum processed pineapple (3) Determine the optimum combination between fish gelatin concentration and storage temperature on the quality of minimum processed pineapple. This research was conducted in April 2018 at Food Processing Techniques and Agriculture Poducts Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Experiments using 3 levels of coating concentration (without coating, 4%, and 6%) and 2 levels of storage temperature (5°C and 13°C). Kinetics reaction is used to find out the best treatment. The parameters measured during the study include weight loss, water content, colour, total soluble solids (TSS), hardness, and organoleptic tests. The best resuts for combinations between concentration of fish gelatin and temperature storage to maintain the quality of minimally process pineapple were concentration of 6% with storage temperature of 5°C until 9th day of storage and concentration of 6% with storage temperature of 13°C until 7th day of storage. | |
| 20658 | 23610 | E1A014167 | PERLINDUNGAN HUKUM OLEH PEMERINTAH INDONESIA TERHADAP PEKERJA MIGRAN DI KAPAL PERIKANAN ASING MENURUT HUKUM INTERNASIONAL (STUDI TENTANG KASUS NELAYAN INDONESIA YANG MENJADI KORBAN PENYIKSAAN DI KAPAL IKAN TAIWAN) | Pekerjaan sebagai Anak Buah Kapal perikanan menjadi salah satu pekerjaan yang paling banyak diminati oleh tenaga kerja asal Indonesia yang memiliki berbagai permasalahan terutama pada saat pra penempatan, selama penempatan, dan purna penempatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan tentang pekerja migran menurut hukum internasional dan untuk mengkaji dan menganalisa perlindungan hukum oleh pemerintah Indonesia terhadap pekerja migran nelayan Indonesia yang menjadi korban penyiksaan di kapal ikan Taiwan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan yuridis normatif terhadap peraturan yang ada dan menggunakan metode penyajian teks naratif. Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan diuraikan secara sistematis. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa Pengaturan hukum internasional mengenai pekerja migran, tercantum dalam DUHAM Tahun 1948, ICESCR Tahun 1966, Konvensi Internasional Tentang Perlindungan atas Hak Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya Tahun 1990, Konvensi ILO 1919, Deklarasi ASEAN Mengenai Perlindungan dan Pemajuan Hak-Hak Pekerja Migran Tahun 2007. Berkaitan dengan kasus nelayan Supriyanto yang meninggal di wilayah perairan Taiwan, Indonesia tidak dapat melindungi warga negaranya karena berbenturan dengan yurisdiksi negara Taiwan karena Supriyanto adalah TKI ilegal, selain itu di atas kapal ada yurisdiksi negara Taiwan, dan Indonesia belum meratifikasi konvensi internasional yang terkait dengan pekerja di bidang perikanan, yaitu konvensi ILO Nomor 188 Tahun 2007 mengenai Pekerjaan Dalam Penangkapan Ikan sehingga Supriyanto tidak dapat diadili dengan hukum Indonesia dan tidak dapat diterapkan perlindungan atas hukum Indonesia. | LEGAL PROTECTION BY THE INDONESIAN GOVERNMENT TOWARDS MIGRANT WORKERS ON FOREIGN FISHING VESSEL UNDER INTERNATIONAL LAW (A STUDY ON THE CASE OF TORTURED INDONESIAN FISHERMEN VICTIM ON THE TAIWAN FISHING VESSEL) By: Indri Puji Lestari E1A014167 ABSTRACT The Working as ship’s crew, especially as ship’s crew in fishery industry become one of the most requested job among labours from Indonesia. Many problems often faced by Indonesian ship’s crew which is working on foreign fishery boat when pre assignation, during assignation, and full assignation. This research aims to find out the regulations of migrant workers under international law and to study the legal protection by the Indonesian government towards Indonesian fisherman who became victim of torture on Taiwan fishing vessel. This research used descriptive method with normative juridical approach to the existing regulations and used narrative text presenting method. The researcher used secondary data sources that were obtained through literature study and were systematically described. The data analysis is qualitative normative. Based on the result and discussion, it can be concluded that the international legal regulations regarding migrant workers are listed in the Universal Declaration of Human Rights (UDHR) in 1948, International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights (ICESCR) in 1966, International Convention on the Protection of the Rights of All Migrant Workers and Members of Their Families in 1990, Convention of International Labor Organization in 1919, ASEAN Declaration on The Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers in 2007. Relating to the case of Supriyanto, an Indonesian fisherman who died aboard vessel in Taiwan's territorial water, Indonesia could not protect its citizen because it collided with the jurisdiction of Taiwan as Supriyanto was an illegal worker, besides, there was jurisdiction of Taiwan state on the vessel, and Indonesia has not ratified international convention related to workers in the fisheries sector, namely the ILO convention Number 188 of 2007 on Work In Fishing Convention 2007 therefore Supriyanto could not be tried and be protected by Indonesian law. Keywords: Fishing Vessels, Migrant Workers, Legal Protection, Supriyanto | |
| 20659 | 25774 | J1D015024 | MODALITAS DALAM TAJUK RENCANA KOMPAS EDISI OKTOBER 2018 | Penelitian ini berjudul “Modalitas dalam Tajuk Rencana Kompas Edisi Oktober 2018”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis modalitas dan pengungkap maknanya serta pendistribusiannya yang terdapat dalam tajuk rencana Kompas edisi Oktober 2018. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini adalah penggalan kalimat dalam wacana tajuk rencana yang diduga mengandung sarana pengungkap jenis-jenis modalitas bahasa Indonesia. Dari hasil analisis, dapat ditemukan 112 data yang mengandung empat jenis modalitas yaitu modalitas intensional, modalitas epistemik, modalitas deontik, dan modalitas dinamik. Selain itu juga ditemukan tiga data yang mengandung dua jenis modalitas sekaligus. Dari empat jenis tersebut, modalitas yang paling dominan ialah modalitas epistemik. Hal ini logis karena modalitas epistemik mempersoalkan sikap pembicara yang didasari oleh keyakinan atau kekurangyakinan terhadap kebenaran proposisi. Hal ini juga sesuai dengan konsep dasar tajuk rencana yang berisi asumsi (belum pasti kebenarannya) dari penulis selaku pembicara tentang peristiwa nonaktual yang terjadi. Selanjutnya adalah modalitas deontik, modalitas intensional, dan terakhir modalitas dinamik. | The title of this research is “Modality in Kompas Editorial Text Issued on October 2018”. The research aimed to describe the kinds of modalities, to reveal the meaning, and also the distribution of modalities in Kompas editorial text issued on October 2018. This study uses descriptive qualitative method. The data of this research was taken from sentence excerptions of editorial discourse that containing some meaning of the kinds of modality. The results shows that there are one hundred and twelve data having four kinds of modality, they are intentional modality, epistemic modality, deontic modality, and dynamic modality. Three data having more than one modality also found. The most dominant modality is epistemic modality. This is logical because epistemic modalities question the speaker’s attitude based on belief or lack of confidence in the truth of the proposition. This is also in accordance with the basic editorial concept which contains the assumptions (uncertain truth) of the author as the speaker about the nonactual events that occur. In sequence, the deontic modality, then intentional modality, and the last is dinamic modality. | |
| 20660 | 23631 | F1C014024 | Kesenjangan Kepuasan Motif Informasi dan Hiburan Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Unsoed pada Program Dunia Kampus Radio Sonora FM Purwokerto | Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan seberapa besar kesenjangan kepuasan, selain itu riset ini juga ditujukan untuk mengetahui apa faktor kesenjangan kepuasan motif informasi dan hiburan mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Unsoed pada program Dunia Kampus Radio Sonora FM Purwokerto. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Uses and Gratification yang menekankan bukan pada apa yang dilakukan media kepada khalayak tetapi pada apa yang dilakukan khalayak terhadap media. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods. Populasi sekaligus sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 49 mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Unsoed tahun angkatan 2014-2017 yang pernah mendengarkan program Dunia Kampus Radio Sonora FM Purwokerto. Karena penelitian ini menggunakan seluruh anggota populasi sebagai responden, maka penelitian ini disebut sebagai penelitian populasi atau sensus. Analisis data menggunakan uji t dan rumus discrepancy yang dioperasionalkan dengan perhitungan tabulasi silang dan analisis data interaktif. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, terdapat perbedaan rata-rata kepuasan antara yang dicari dan yang diperoleh ditunjukkan pada hasil uji t -2,011 ≤-2,590 ≤ 2,011. Kedua, diperoleh hasil nilai rata-rata GS (M = 31,94 dan SD = 5,328) lebih kecil dari GO (M = 33,90 dan SD = 3,853) yang menunjukkan bahwa terjadi kesenjangan kepuasan positif (GS<GO). Ketiga, berdasarkan hasil analisis data menggunakan wawancara mendalam maka faktor penyebab informan dengan nilai gratification rendah dikarenakan program siaran yang relatif singkat dan sifat fleksibel program Dunia Kampus yang membuat pendengar merasa bosan. | This research is aimed to explain how much the satisfaction gap is, besides that this research is also intended to find out what is the gap factor in the satisfaction gap about information and entertainment motives of Communication students of Social and Political Science Faculty Jenderal Soedirman University towards Dunia Kampus program of Sonora Radio Purwokerto with low gratification obtained value.. This research is using Uses and gratification theory that is not emphasizing on what media do for the audience, but what audience do for the media. Mix method used as the research method. 49 students of Communication studies of Social and political faculty Jenderal soedirman university, 2014-2017 period who have listened Dunia Kampus program by Sonora Radio Purwokerto are needed as the population and sample. This research uses all part of the population as the responden, so it called population research or census reseach. T test and discrepancy formula that used with cross tabulation calculation and data analysis interactive are used as the data analysis method. The results show that there's discrepancy of average satisfaction gap between sought and obtained data that showed by T test result -2,011 <_ -2,590 <_ 2,011. There's also result of GS average value (M= 31,94 and SD = 5,328) less than GO (M = 33,90 and SD = 3,853) that shows positive satisfaction gap (GS<GO). Based on the data analysis from in depth interview, the factor that can affect the informan and low gratification value are the duration and the flexibility of the Dunia Kampus program that can cause less interest of the listener. |