Home
Login.
Artikelilmiahs
23624
Update
ERIS MEGARISTANTI HERMAWAN
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN TINGKAT RISIKO USAHATANI PADI DENGAN BESARNYA PREMI DAN PERTANGGUNGAN PADA PROGRAM ASURANSI USAHATANI PADI DI KECAMATAN MANDIRAJA KABUPATEN BANJARNEGARA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kegiatan usaha di bidang pertanian memiliki berbagai macam risiko, seperti risiko produksi dan harga. Pada Musim Tanam II tahun 2017, usahatani padi sawah di Kecamatan Mandiraja mengalami penurunan produksi akibat serangan hama wereng dan tikus. Namun pada musim tanam tersebut, usahatani padi mereka telah diasuransikan melalui program bantuan Pemerintah yang berupa asuransi usahatani padi yang bertujuan untuk mengurangi risiko usahatani padi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis keuntungan rata-rata petani tahun 2013 sampai musim hujan 2017 dan periode musim kemarau 2017, 2) menganalisis besarnya risiko produksi dan risiko harga pada peserta asuransi, 3) mengetahui hubungan antara tingkat risiko yang ditanggung dengan besar premi dan pertanggungan asuransi. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dengan melakukan survei di Kecamatan Mandiraja pada 5 desa yaitu desa Mandiraja Kulon, Kebanaran, Kebakalan, Glempang dan Kertayasa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Maret 2018. Metode penentuan sampel yaitu secara sensus pada petani yang telah mengikuti asuransi dan mengalami kerugian. Data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, biaya dan pendapatan, risiko. Hasil penelitian menunjukkan keuntungan petani pada tahun 2013 sampai musim hujan 2017 sebesar Rp12.534.882,15/Ha sedangkan pada saat periode musim kemarau 2017 petani mengalami gagal panen sehingga menyebabkan kerugian sebesar Rp4.242.459,66/Ha. Besar risiko produksi tahun 2013 sampai musim hujan 2017 sebesar 10,3 % dengan risiko harga sebesar 8% dan risiko produksi pada tahun 2017 maka menjadi 54%. Hubungan antara besarnya risiko yang ditanggung petani dengan premi dan klaim adalah besar risiko yang ditanggung berbanding lurus dengan klaim.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Agricultural business activities has several risks such as in loss of production and also in downprice risks. The Government gives protections to farmers in the form of Rice Farming Insurance for Farmers (AUTP). In the mid second semester in 2017, rice farming production in Susukan sub-district has decreased due to pest and rat attacks. But in the that season, their plants has been insured. This study aims to 1) analyze the average profits of farmers in 2013 until the 2017 rainy season and the 2017 dry season period, 2) analyze the amount of production risk and price risk for insurance participants, 3) to know the relationship between the level of risk borne by the large premium and insurance coverage. The research method used was observation by conducting a survey in Mandiraja Subdistrict in 5 villages namely Mandiraja Kulon, Kebanaran, Kebakalan, Glempang and Kertayasa villages.. The study was conducted in February-March 2018. The method of determining the sample is by census on farmers who have followed insurance and suffered losses. The data used are primary and secondary data. Data analysis used is analysis of Cost, Income, Risk, and Cross Tabulation. The results showed the benefits of farmers in the 2013 to 2017 rainy season of Rp. 12,534,882.15 / Ha while during the April to September 2017 planting period farmers experienced crop failure causing losses of Rp4.242.459,66 / Ha. The risk of production in 2013 to 2017 is the rainy season of 10.3% with a price risk of 8% and the risk of production in 2017 to 54%. The relationship between the magnitude of the risk borne by the farmer and the premiums and claims is that the risk borne is directly proportional to the claim.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save