Artikelilmiahs

Menampilkan 20.581-20.600 dari 50.115 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2058123567C1J014016DETERMINANTS DEMAND OF PURWOKERTO COMMUNITY FOR SHOPPING IN TRADITIONAL AND MODERN MARKETSPenelitian ini berjudul determinan permintaan masyarakat purwokerto dalam berbelanja di pasar tradisional dan modern. Berawal dari adanya kenaikan jumlah pasar modern dan penurunan jumlah pasar tradisonal serta jumlah pengunjung pasar modern yang lebih banyak dari pasar tradisional. Maka dari itu, penelitian ini bertujun untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi permintaan masyarakat Purwokerto dalam berbelanja di pasar tradisional dan modern dan faktor manakah yang memiliki pengaruh dominan terhadap permintaan masyarakat Purowkerto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran (mix method) dengan strategi embedded konkuren. Responden dalam penelitian ini berjumlah 100 orang dengan menggunakan rumus Slovin dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dan analisis deskriptif.
Hasil dari regresi menunjukan bahwa variabel pendapatan, pengeluaran belanja, dan jenis transportasi berpengaruh signifikan terhadap permintaan masyarakat Purwokerto dalam berbelanja di pasar tradisional, sedangkan umur, pendidikan, dan jarak berpengaruh tidak signifikan terhadap permintaan konsumen. Sementara itu, variabel pendidikan, pendapatan, jarak, dan jenis transportasi berpengaruh signifikan terhadap permintaan masyarakat Purwokerto dalam berbelanja di pasar modern, sedangkan umur dan pengeluaran belanja berpengaruh tidak signifikan terhadap permintaan konsumen. Penelitian ini juga menunjukan bahwa pendidikan merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap permintan masyarakat Purwokerto dalam berbelanja di pasar tradisional dan modern.
Berdasarkan hasil diatas, Pemerintah Kabupaten Banyumas sebaiknya mengkaji kembali kebijakan terkait jarak antara pasar tradisional dan modern yang berdekatan yang tidak sesuai dengan peraturan daerah serta mempertanhan daya beli masyarakat yang sudah cukup baik,
This research is entitled determinants of the demand of purwokerto people in shopping in traditional and modern markets. Starting from an increase in the number of modern markets and a decrease in the number of traditional markets and the number of visitors to the modern market that are more than traditional markets. Therefore, this study aims to determine the factors that influence the demand of Purwokerto people in shopping in traditional and modern markets and which factors have a dominant influence on the demand of the Purowkerto community. This study uses mixed research methods (mix method) with concurrent embedded strategies. Respondents in this study amounted to 100 people using the Slovin formula and analyzed using multiple linear regression and descriptive analysis.
The results of the regression showed that the variables of income, expenditure, and type of transportation had a significant effect on the demand of Purwokerto people in shopping in traditional markets, while age, education, and distance had no significant effect on consumer demand. Meanwhile, the variables of education, income, distance, and type of transportation had a significant effect on the demand of the Purwokerto people in shopping in the modern market, while age and expenditure did not significantly influence consumer demand. This study also shows that education is the most influential variable on the demand of Purwokerto people in shopping in traditional and modern markets.
Based on the above results, the Banyumas District Government should review the policy regarding the distance between traditional and modern markets that are not in accordance with local regulations and maintaining the people's purchasing power which is already quite good,
2058222109C1A014012FUNGSI PRODUKSI DAN RETURN TO SCALE PADA USAHATANI BAWANG MERAH (Studi Kasus di Desa Larangan Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes)ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh faktor produksi lahan, bibit, pupuk, dan tenaga kerja serta untuk mengetahui nilai respon Return to Scale (RTS) terhadap usahatani bawang merah di Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 205 responden petani bawang. Metode analisis data menggunakan metode regresi linier berganda (OLS) dalam mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi produksi bawang digunakan fungsi produksi Cobb Douglas.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1) Secara bersama menunjukkan bahwa faktor produksi seperti luas lahan, benih, pupuk, dan tenaga kerja berpengaruh positif terhadap produksi bawang merah, selanjutnya secara individu pengaruh bibit dan tenaga kerja berpengaruh nyata sedangkan luas lahan dan pupuk tidak berpengaruh nyata terhadap produksi bawang merah, (2) Nilai respon Return to Scale (RTS) menunjukkan bahwa faktor-faktor produksi lahan, benih, pupuk dan tenaga kerja menunjukkan nilai skala hasil yang meningkat yaitu sebesar 1,035 persen yang berarti bahwa jika kenaikan satu persen masing-masing faktor produksi akan menghasilkan tambahan produksi bawang merah sebesar 1,035 persen.

Kata Kunci : Fungsi Produksi Cobb Douglas, Return to Scale (RTS), Increasing Return to Scale (IRS)
ABSTRACT
The purpose of this research is to analyze the influence of production factor of land area, seeds, fertilizer, and labor and to know response value of Return to Scale (RTS) to onion farming in Larangan Village, Larangan District, Brebes Regency. The number of respondents taken in this research is 205 respondents of onion farmers. The method of data analysis using multiple linear regression method (OLS) in identifying factors influencing onion production is used Cobb Douglas production function.
Based on the results of research and data analysis shows that: (1) Collectively shows that production factors such as land area, seeds, fertilizer, and labor have a positive effect on onion production, then individually the influence of seeds and significant labor while the area of land and fertilizer are not significantly affected onion production, (2) Response value of Return to Scale (RTS) shows that the factors of production area of land, seeds, fertilizer and labor show the value of Increasing Return to Scale that is the magnitude 1.035 percent which means that if an increase of one percent of each production factor will result in additional onion production of 1.035 percent.
Keywords : Cobb Douglas Production Function, Return to Scale (RTS), Increasing Return to Scale
2058325769D1A015033SUPLEMENTASI TEPUNG BIJI ALPUKAT DALAM PAKAN TERHADAP KONVERSI PAKAN DAN INCOME OVER FEED COST PUYUH (Cortunix cortunix japonica)Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suplementasi tepung biji alpukat dalam pakan terhadap konversi pakan puyuh dan income over feed cost (IOFC) puyuh. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 ekor puyuh betina umur 3 minggu. Bahan pakan yang digunakan adalah jagung, dedak padi, bungkil kedelai, tepung ikan, tepung biji alpukat, minyak kelapa sawit, kalsium karbonat (CaCO3), premix, lisin dan metionin. Percobaan dilakukan dengan metode eksperimen dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan dengan masing-masing ulangan terdiri dari 5 ekor puyuh. Perlakuan terdiri dari R0= suplementasi tepung biji alpukat 0%, R1= suplementasi tepung biji alpukat 3%, R2= suplementasi tepung biji alpukat 6%, R3= suplementasi tepung biji alpukat 9%. Rataan konversi pakan pada perlakuan R0, R1, R2, dan R3 secara berurutan adalah 3,39 ± 0,29, 3,44 ± 0,17, 3,33 ± 0,58, dan 3,58 ± 0,50. Rataan IOFC pada perlakuan R0, R1, R2, dan R3 secara berurutan adalah Rp 2.016,90 ± 760,73/g, Rp 1.699,65 ± 379,78/g, 1.999,17 ± 1.156,64/g dan Rp 1.318,26 ± 698,91/g. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konversi pakan dan IOFC. Kesimpulan penelitian ini adalah suplementasi tepung biji alpukat dalam pakan belum mampu menurunkan konversi pakan dan meningkatkan nilai income over feed cost puyuh. Abstract: This research was aims to review the effect of avocado seed meal in feed against feed convertion ratio and income over feed cost (IOFC) quail. The material used in this research are 100 head female quail 3 weeks old. The feed ingredient were used corn, rice bran, soybean meal, fish meal, avocado seed flour, palm oil, calcium carbonate (CaCO3), premix, lysine and methionine. Experiments were performed with experimental methods and using Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replicates with each replication consisting of 5 male quails. The treatment consisted of R0= supplementation of avocado seed meal 0%, R1= supplementation of avocado seed meal 3%, R2= supplementation of avocado seed meal 6%, R3= supplementation of avocado seed meal 9%. The average value feed convertion ratio in treatments R0, R1, R2, and R3 in a sequence were, 3,39 ± 0,29; 3,44 ± 0,17; 3,33 ± 0,58; and 3,58 ± 0,50. The average value IOFC in treatments R0, R1, R2, and R3 in a sequence were, Rp 2.016,90 ± 760,73/g, Rp 1.699,65 ± 379,78/g, 1.999,17 ± 1.156,64/g and Rp 1.318,26 ± 698,91/g. The result of variance analysis showed that the treatment has’n resuled significant effect (P>0,05) on feed convertion ratio and IOFC. The conclusion of this research is supplementation of avocado seed meal in feed can’t decrease the effect on feed convertion ratio and increase IOFC quail.
2058426785B1A015094Kelimpahan Gastropoda pada Sungai Pelus di BanyumasKelimpahan gastropoda dapat menjadi penanda perubahan kualitas air akibat kegiatan penduduk. Sungai Pelus sebagai habitat bagi gastropoda telah terkena dampak dari kegiatan penduduk, sehingga perlu dikaji dengan tujuan untuk mengetahui kelimpahan gastropoda, kualitas air, dan menganalisis hubungan antara kualitas air dan kelimpahan gastropoda pada Sungai Pelus di Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode survey. Hasilnya menunjukkan bahwa kelimpahan total gastropoda berkisar antara 71,66-85,36 ind/m2 dengan kelimpahan individu spesies gastropoda tertinggi adalah Lymnaea rubiginosa di stasiun I, kualitas air meliputi kecepatan arus berkisar antara 0,1-0,8 m/s, suhu 22,6-28,2⁰C, DO 7,2-9,2 mg/l, dan CO2 1,7-3,2 mg/l. Kelimpahan total gastropoda tidak berhubungan dengan parameter kecepatan arus, suhu, kadar DO dan CO2, tetapi hubungan antara kualitas air dan kelimpahan individu gastropoda dari spesies tertentu di Sungai Pelus Banyumas adalah nyata dan sangat nyata dengan korelasi positif dan negatif. Kesimpulan penelitian ini adalah kelimpahan total gastropoda berkisar antara 71,66 -85,36 ind/m2 dengan kelimpahan total tertinggi berada pada stasiun III dan kelimpahan individu spesies gastropoda tertinggi adalah Lymnaea rubiginosa di stasiun I dan diikuti oleh stasiun II, serta tidak dijumpai di stasiun III dan IV, kualitas air berdasarkan parameter fisik dan kimiawi air tergolong baik di semua stasiun terutama parameter suhu dan CO2 di stasiun I, Kelimpahan total gastropoda tidak berhubungan dengan parameter kecepatan arus, suhu, kadar DO dan kadar CO2, tetapi pada kelimpahan individu gastropoda Lymnaea rubiginosa semakin menurun pada suhu dan CO2 yang semakin tinggi.Gastropod abundance can be a marker of changes in water quality due to population activities. Pelus River as a habitat for gastropods has been affected by the activities of the population, so it needs to be studied with the aim to determine gastropod abundance, water quality, and analyze the relationship between water quality and gastropod abundance in the Pelus River in Banyumas. This research uses survey method. The results showed that the total abundance of gastropods ranged from 71,66-85,36 ind/m2 with the highest abundance of individual gastropod species was Lymnaea rubiginosa at Station I, water quality including current speed ranged from 0,1-0,8 m/s, temperature 22,6-28,2⁰C, DO 7,2-9,2 mg/l, and CO2 1,7-3,2 mg/l. The total abundance of gastropods is not related to the parameters of current speed, temperature, DO and CO2 levels, but the relationship between water quality and the abundance of gastropod individuals of certain species in the Pelus River in Banyumas is real and very real with positive and negative correlations. The conclusion of this study is the total abundance of gastropods ranged from 71,66-85,36 ind/m2 with the highest total abundance at station III and the highest abundance of individual gastropod species was Lymnaea rubiginosa at station I and followed by station II, and not found at station III and IV, the water quality based on physical and chemical parameters of water is classified as good at all stations, especially the temperature and CO2 parameters at station I, The total abundance of gastropods is not related to the parameters of current speed, temperature, DO levels and CO2 levels, but the abundance individual gastropod Lymnaea rubiginosa decreases at higher temperatures and CO2.
2058529155F1F016016Keterlibatan International Committee of the Red Cross (ICRC) terhadap Perlindungan Anak di Suriah Tahun 2015-2018Penelitian berjudul “Keterlibatan International Committee of the Red Cross (ICRC) terhadap Perlindungan Anak Tahun 2015-2018” dideskripsikan dan dianalisis dengan dua pendekatan yakni hukum humaniter internasional dan norma perlindungan anak. Melalui dua pendekatan konsep tersebut penelitian ini fokus terhadap perlindungan anak di Suriah oleh ICRC yang didasari oleh asumsi dua konsep tersebut, yakni jumlah angka anak-anak yang menjadi korban konflik bersenjata harus diminimalisasi semaksimal mungkin dengan perlindungan secara langsung baik normatif dan praktikal. Keterlibatan ICRC legal karena didasari legal hukum sah Konvensi Jenewa IV, yang di dalamnya memuat pasal-pasal perlindungan warga sipil termasuk anak-anak. Bentuk keterlibatan tersebut diantaranya ialah aktivitas perlindungan anak secara langsung, advokasi terhadap pihak yang terlibat konflik bersenjata, kerjasam dengan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dan organisasi internasional naungan PBB. Selain bertujuan meminimalisasi korban anak-anak dalam konflik bersenjata, adanya keterlibatan ICRC juga bertujuan untuk memberikan kesadaran kemanusiaan bagi seluruh pihak terkait pentingnya nilai kemanusiaan anak-anak Suriah di tengah eskalasi yang semakin meninggi.Research entitled “Involvement of the International Committee of the Red Cross (ICRC) on Child Protection in 2015-2018” described and analyzed thoroughly, within qualitative approach by two concepts model, namely international humanitarian law and child protection norm. This topic focused on child protection in Syria by ICRC as a legitimate non government international organization. Through the two models of concept. This topic focused to explains ICRC’s act in Syria since 2015 until 2018, to minimize children victim increasing due to high escalation of conflict between Syrian Government and rebellion troops who desire subvert Bassar Al Assad as a head of government. ICRC’S involvements is legal based on Genewa Convention specifically the Fourth Geneva Convention. The convention contains articles which give ICRC huge support to grant a full protection act on civillion including children within it. A few of legal act whose ICRC’s conducts are protection act directly, parties involved advocation, cooperations with United Nations Security Council and shade united nations international organizations such as WHO, FAO, UNHCR, UNICEF. Besides aiming to minimize a lot of children victim numbers in Syria amid of armed conflict, ICRC act has its personal goals to promoting humanitarian value, the important of child protection to all of humankind.
2058623568E1A014150DISPENSASI KAWIN (Studi Terhadap Penetapan Pengadilan Agama Madiun Nomor: 0015/Pdt.P/2016/PA.Mn)Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 7 ayat (1) mengatur batas usia kawin baik bagi pria adalah 19 tahun dan bagi wanita adalah 16 tahun, namun apabila terdapat keadaan tertentu bagi calon mempelai yang di bawah umur, maka sesuai Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Perkawinan menyatakan kedua orang tua pihak pria maupun pihak wanita dapat meminta dispensasi ke Pengadilan atau pejabat lainnya.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan Hukum Hakim dalam mengabulkan permohonan dispensasi kawin terhadap Penetapan Pengadilan Agama Madiun Nomor 0015/Pdt.P/2016/PA.Mn. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian, preskriptif analisis, metode pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi, metode analisis data normatif kualititatif.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hakim dalam mengabulkan permohonan dispensasi kawin hanya mempertimbangkan Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Perkawinan. Menurut peneliti hakim dalam melakukan pertimbangannya tidak selalu mengutamakan untuk menghindari kemadharatan saja, melainkan juga mempertimbangkan manfaat setelah melangsungkan perkawinan sesuai dengan tujuan perkawinan.
The Ordinance Number 1 in 1974 Article 7 paragraph (1) regulates the limitation of the marriage age whether for the male, he must be 19 years old and for the female she must be 16 years old. But if there is the certain condition for the candidate of wife and husband who under the marriage, so based on the Article 7 paragraph (2) Ordinance of Marriage states that both of their parents can ask the dispensation for the Court or other officers.
The problem in this study is how Judges' Legal considerations in granting marriage dispensation requests to the Determination of the Madiun Religious Court Number 0015/Pdt.P/2016/PA.Mn. The approach method used in this study is a normative juridical approach, research specifications, prescriptive analysis, library research data collection methods with inventory, qualitative normative data analysis methods.
The results of this study indicate that the judge in granting the marriage dispensation request only considers Article 7 paragraph (2) Ordinance of Marriage. According to the researcher opinion, judges in carrying out their considerations, they did not always prioritize avoiding obedience, but also considered the benefits of having married according to the purpose of marriage.
2058723570F1F014042ANALYSIS OF HUMOR TRANSLATION STRATEGY IN WARKOP DKI: REBORN MOVIEPenelitian ini berjudul “Analysis of Humor Translation Strategy in WARKOP DKI: REBORN”. Penelitian ini berfokus pada penemuan tipe humor dan strategi subtitling yang digunakan untuk menerjemahkan ungkapan kelucuan dalam WARKOP DKI: REBORN. Teori yang digunakan dalam penelitian ini strategi subtitling milik Tomaszkiewicz (1993). Dengan menggunakan metode kualitatif sebagai rancangan penelitian, penelitian ini memiliki tujuan 1) menemukan tipe humor yang terdapat di dalam film, 2) menemukan cara yang digunakan untuk menerjemahkan humor yang muncul. Penelitian ini diharapkan dapat memberi pandangan baru dalam studi humor dan penerjemahan. Menurut hasil pencatatan, 18 ungkapan kelucuan ditemukan. 18 ungkapan lucu ini terdapat 1(5,5%) linguistic humor,11 (61,1%) cultural humor, 6 (33,3%) universal humor. Tipe humor yang dominan pada film ini adalah cultural humor yang ditandai oleh referensi nama, tempat, dan aktifitas kebudayaan. Selain itu, karakter dalam film ini juga menyampaikan kritik dan hal-hal yang berkaitan dengan keadaan social saat ini dengan humor.Pendekatan teori penerjemahan disini mengacu kepada strategi subtitling yang diterapkan untuk menerjemahkan ungkapan kelucuan. Ada 6 strategi yang diterapkan oleh penerjemah; 11 (61,1%) literal, 2 (11,1%) borrowing, 1 (5,1%) adaptation, (11,1%) equivalence, 1 (5,1%) generalization, dan 1 (5,1%) explication. Setelah dilaksanakannya penelitian terhadap strategi tersebut, strategi literal adalah yang paling dominan dalam film WARKOP DKI: REBORN karena tiap tipe humor memiliki humor yang dapat diterjemahkan secara literal. Secara spesifik, strategi literal paling banyak diterapkan dalam seluruh universal humor. Meskipun begitu, strategi literal ditemukan juga pengaplikasiannya sebanyak 4 kali dalam menerjemahkan cultural humor. Hal ini dikarenakan cultural humor muncul dengan beragam bentuk seperti referensi dan aktifitas kebudayaan. Maka, tidak semua cultural humor dapat diterjemahkan dengan membuat ulang konsep suatu humor, namun sewaktu-waktu hanya memerlukan strategi literal untuk menghindari hilangnya efek humor bila menggunakan strategi lain. Keadaan ini menunjukkan bahwa strategi subtitling harus mempertimbangkan efek humor dalam menerjemahkan humor.This research is entitled “Analysis of Humor Translation Strategy in WARKOP DKI: REBORN”. It focuses on finding types of humor and subtitling strategies used to translate humorous utterances in WARKOP DKI: REBORN. The theory used in conducting this research is a theory of subtitling strategies by Tomaszkiewicz (1993). Taking qualitative method as the research design, this research is aimed 1) to find out the types of humor uttered in the movie, 2) to find out how the humor are translated. This research is expected to give a new insight of humor and translation study. Based on the result of transcribing, 18 humorous utterances are found. These 18 humorous utterances consist of 1 (5,5%) linguistic humor, 11 (61,1%) cultural humor, 6 (33,3%) universal humor. The most dominant humor in this movie is cultural humor that indicated by references of names, places, and cultural activities. Moreover, the characters in this movie also deliver critique and some reminder about current social condition through the humor. Translation approach in this research uses subtitling strategies that applied in translating humor. There are 6 strategies used by translator; 11 (61,1%) literal, 2 (11,1%) borrowing, 1 (5,1%) adaptation, 2 (11,1%) equivalence, 1 (5,1%) generalization, and 1 (5,1%) explication. After observing the strategies, literal strategy is the most dominant strategy in WARKOP DKI: REBORN movie since each humor type has humor that can be translated literally. Specifically, literal strategy is mostly applied on all universal humor. Despite that, literal strategy is found applied 4 times in translating cultural humor. This is because cultural humor is represented in various form such as references and custom activities. Therefore, not every cultural humor can be translated by recreating the concept. Yet sometimes it only needs literal strategy to prevent the loss of humorous effect if using another strategy. These circumstances show that subtitling strategy has to consider the humorous effect in translating humor.
2058823571E1A014145DISPENSASI PERKAWINAN
(Tinjauan Yuridis Terhadap Penetapan Pengadilan Agama Kediri
No .0407/Pdt.P/2017/PA.Kab.Kdr.)
ABSTRAK
Undang-undang Perkawinan Pasal 7 ayat (2) mengatur tentang Dispensasi Perkawinan, dimana Dispensasi Perkawinan diajukan ke Pengadilan Agama oleh orang tua kandung dari calon mempelai yang akan dikawinkan, Perkawinan tersebut sangat mendesak dilangsungkan karena calon mempelai perempuan telah melahirkan seorang anak, maka dari itu pihak keluarga kedua-belah pihak sudah sepakat untuk segera menikahkan anak mereka untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan.
Perumusan masalah yaitu Bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan Permohonan Dispensasi Perkawinan terhadap Penetapan Pengadilan Agama Kediri Nomor. 0407/Pdt.P/2017/PA.Kab.Kdr., Peneliti menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi data, analisis data normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan Permohonan Dispensasi Perkawinan terhadap Penetapan Pengadilan Agama Kediri No. 0407/Pdt.P/2017/PA.Kab.Kdr berdasarkan pada ketentuan Pasal 7 ayat (1) dan (2), Pasal 6 dan Pasal 9 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Hakim sebaiknya mempertimbangkan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan mengenai larangan perkawinan, dan Pasal 15 ayat (1) Kompilasi Hukum Islam.
ABSTRACT
Marriage Law Article 7 paragraph (2) regulates Marriage Dispensation, where Marriage Dispensation is submitted to the Religious Court by the biological parents of the prospective bride to be married, the marriage is very urgent because the prospective bride has given birth to a child, therefore the family both parties agreed to immediately marry off their child to avoid unexpected things.
Formulation of the problem is how is the legal consideration of the judge in granting the Application for Marriage Dispensation to the Determination of the Kediri Religious Court Number. 0407 / Pdt.P / 2017 / PA.Kab.Kdr., The researcher used the normative juridical approach method, the specification of analytical prescriptive research, library data collection data collection with data inventory, qualitative normative data analysis.
The results of the study indicate that the legal considerations of the judge in granting the Application for Marriage Dispensation to the Determination of the Kediri Religious Court No. 0407 / Pdt.P / 2017 / PA.Kab.Kdr based on the provisions of Article 7 paragraph (1) and (2), Article 6 and Article 9 of Act Number 1 of 1974. Judges should consider Article 8 of Act Number 1 In 1974 concerning Marriage concerning the prohibition of marriage, and Article 15 paragraph (1) Compilation of Islamic Law.
2058923569F1C014051Artikulasi Pesan Kritik Sosial Band Efek Rumah Kaca Dalam Album Sinestesia Terhadap Realitas Sosial Di Indonesia
(Studi Analisis Hermeneutika Paul Ricoeur)
Hermeneutika adalah teori yang berhubungan dengan interpretasi teks. Tradisi “hermeneutika” sudah dikenal dalam mitologi Yunani lewat figur Hermes yang dikenal piawai menafsirkan pesan “dunia atas” atau realitas ontologis untuk disampaikan kepada manusia. Kemudian, hermeneutika dipraktikkan para pakar untuk menemukan makna hakiki sebuah teks Akitab.

Tujuan utama skripsi ini adalah; (1) Untuk mengetahui pesan dan kritik sosial yang diartikulasikan Band Efek Rumah Kaca dalam album Sinestesia.; (2) Untuk mengetahui realitas yang hadir dalam album Sinestesia Band Efek Rumah Kaca melalui lirik lagu yang dimunculkan.; (3) Untuk mengetahui pemaknaan tentang kritik sosial yang terkandung dalam lirik lagu Band Efek Rumah Kaca pada album Sinestesia dengan analisis Hermeneutika Paul Ricoeur. Penelitian ini menggunakan pendekatan Hermeneutika Paul Ricoeur, dengan metode penelitian kualitatif mengenai bagaimana kritik sosial masyarakat diartikulasikan lewat lagu dalam album Sinestesia oleh Band Efek Rumah Kaca. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskrptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode studi kepustakaan dan analisis teks bahasa. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih lirik-lirik lagu yang terkait. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis hermeneutika Paul Ricoeur.

Hasil analisis data skripsi ini adalah; (1) Band Efek Rumah Kaca menciptakan lirik-lirik lagu dalam album Sinestesia menggunakan penanda-penanda yang mempunyai makna tersembunyi yang berkaitan erat dengan masalah-masalah sosial; (2) Band Efek Rumah Kaca dalam album Sinestesia merepresentasikan bermacam-macam kritik sosial yang disampaikan pada lirik lagu; (3) Karya seni juga dapat dijadikan sebagai media alternatif untuk mengungkap tabir atau penyampaian pesan kritik terhadap suatu hal; (4) Penelitian tentang pesan kritik sosial juga dapat dilakukan dengan menggunakan kajian hermeneutika Paul Ricoeur.
Hermeneutics is a theory related to text interpretation. The tradition of "hermeneutics" has been known in Greek mythology through the figure of Hermes who is known to be skilled at wanting the message of "the world over" or ontological reality to be conveyed to humans. Then, hermeneutics is practiced by experts to find out the intrinsic meaning of a biblical text.
The main purpose of this essay is; (1) To find out the messages and social criticism articulated by Efek Rumah Kaca Band in the Sinestesia album; (2) To find out the reality that is present in the album Sinestesia Efek Rumah Kaca Band through the song lyrics that appear. (3) To find out the meaning of social criticism contained in the lyrics of the Efek Rumah Kaca Band song on the Sinestesia album with Paul Ricoeur's Hermeneutics analysis. This study uses the Paul Ricoeur Hermeneutics approach, with qualitative research methods, namely how social society is articulated through songs in the Sinestesia album by Efek Rumah Kaca Band. The method used in this study is qualitative descriptive method. Data writing techniques using the method of literature study and language text analysis. This study uses purposive sampling technique to select related song lyrics. The process of data analysis is the analysis of Paul Ricoeur's hermeneutics.
The results of this essay analysis are; (1) Efek Rumah Kaca Band holds song lyrics on the Sinestesia album using markers that have hidden meanings that intersect with social problems; (2) Efek Rumah Kaca Band in the Sinestesia album represents various social criticisms conveyed in the song lyrics; (3) Art work can also be used as an alternative medium to reveal the veil or the delivery of critical messages to the body of things; (4) Research on social criticism messages can also be done by using the study of Paul Ricoeur's hermeneutics.
2059026892D1E012203HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN ASET YANG DIMILIKI PETERNAK KAMBING DI KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMASPenelitian berjudul “Hubungan Motivasi Dengan Aset Yang Dimiliki Peternak Kambing Di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas”. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 19 juli 2019 sampai tanggal 2 agustus 2019 di Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui motivasi dan aset yang dimilki oleh peternak kambing di Kecamatan Kedungbanteng. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Survey yaitu penelitian yang sumber data dan informasi utamanya diperoleh dari responden sebagai sampel penelitian dengan menggunakan kuesioner.
Metode penelitian yang digunakan merupakan metode survei. Penetapan sampel wilayah dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu dengan mengambil desa dengan populasi kambing terbanyak yaitu Desa Melung dan Desa Kutaliman. Pengambilan sampel peternak dilakukan secara acak yaitu peternak Desa Melung dan peternak Desa Kutaliman. Total responden berjumlah 35 orang. Analisis yang digunakan yaitu Analisis Deskriptif dan korelasi Rank Spearman.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Terdapat hubungan antara motivasi dengan aset pada peternak kambing di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Hal ini menunjukkan semakin tinggi motivasi pada peternak, semakin baik aset yang dimiliki peternak untuk meningkatkan usaha tersebut. Kedua hubungan tersebut memiliki nilai r hitung sebesar 0,621. Koefisien korelasi bernilai positif (+), maka hubungan antara kedua variabel berjalan searah.

The tittle of the research is the correlation between the motivasion with the goat breeder asset in Kedung Banteng districts Banyumas Regency the research is held from july 19, 2019 to augst 2, 2019.The method used in this study is a survey method that is research whose source of data and main information is obtained from respondents as a research sample using a questionnaire.

The method used is a survey method. Determination of the sample area was done using purposive sampling in the village with the largest goat population, are Kutaliman and Melung. Sampling with random method to the goat breeders groups in Melung village and Kutaliman village. Total respondents is 35 people. The analysis used is Descriptive Analyst and Rank Spearman Correlation

The results of this study indicate that there is a relationship between motivation and assets in goat farmes in the district Kedungbanteng districts Banyumas. This shows that the higher motivation of farmers the better assets owned by farmers to increase the business. Both of these relationships have a calculated r value of 0,621. The correlation coefficient is positive (+) then the relationship between the two variables goes in the same direction.
2059125770F1C015033Hubungan Harga Diri dengan Kepuasan Bermain Gim Mobile Legends: Bang BangTingginya popularitas gim daring mendorong perlunya pengembangan teori komunikasi yang mampu menjelaskan hubungan pengguna dengan pemenuhan kepuasan melalui jenis media digital ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengisi kepincangan tersebut melalui uji hubungan antara variabel harga diri dengan variabel kepuasan bermain gim Mobile Legends: Bang Bang. Teknik analisis korelasi pearson product moment digunakan untuk mengukur tingkat korelasi antarvariabel dari 72 respons valid yang diterima. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa kedua variabel memiliki hubungan positif pada tingkat keeratan moderat. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman tentang bagaimana salah satu konsep dalam teori uses and gratifications berhubungan dengan harga diri pengguna media, sebuah wawasan baru yang belum pernah disajikan dalam literatur media digital.Driven by the popularity of online gaming, there is a need to develop a communication theory that is able to explain the linkage between users and how they satisfy their needs through this kind of digital media. This research was conducted to fill that gap through a test of correlation between the variable of self-esteem and the variable of satisfaction of playing an online mobile game called Mobile Legends: Bang Bang. Pearson product moment correlation test was used to examine the degree of correlation between variables of 72 received valid responses. The result reveals that both variables have a moderate positive correlation. This study provides a better understanding on how one of the concept of uses and gratifications theory related with self-esteem, an insight that has not been examined previously in the digital media literature.
2059225936A1A115047STUDI KEPUASAN DAN LOYALITAS RPK TERHADAP HAK DAN KEWAJIBAN KEMITRAAN PERUM BULOG SUB DIVRE IV BANYUMAS (Kasus di Kota Purwokerto) BULOG adalah perusahaan umum milik negara yang bergerak di bidang logistik pangan. Kegiatan stabilisasi harga yang dilakukan BULOG salah satunya adalah program Rumah Pangan Kita yang disingkat dengan RPK. RPK adalah usaha kecil milik masyarakat yang dibina oleh Perum BULOG dengan tujuan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Perkembangan RPK di Kota Purwokerto memiliki kendala pada konsistensi dan keberlanjutan mitranya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis kepuasan RPK terhadap hak dan kewajiban kemitraan pada Perum BULOG Sub Divre IV Banyumas; 2) Menganalisis loyalitas RPK terhadap hak dan kewajban kemitraan pada Perum BULOG Sub Divre IV Banyumas. Penelitian dilakukan di Kota Purwokerto pada bulan April sampai dengan Mei 2019. Pengambilan responden dilakukan dengan metode sensus menggunakan kuisioner dari keseluruhan mitra di Kota Purwokerto. Responden penelitian adalah pemilik RPK di Kota Purwokerto sebanyak 50 orang. Metode analisis yang digunakan adalah Important Performance Analysis (IPA), Customer Satisfaction Index (CSI), dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan: 1) RPK di Kota Purwokerto puas terhadap hak dan kewajiban Kemitraan Perum BULOG Sub Divre IV Banyumas dengan nilai Customer Satisfaction Index sebesar 79,14 persen; 2) RPK di Kota Purwokerto cukup loyal terhadap Perum BULOG Sub Divre IV Banyumas atas kemitraan dengan skor rata-rata sebesar 2,78; 3) Faktor yang sangat mempengaruhi tingkat kepuasan dan loyalitas RPK di Kota Purwokerto terhadap hak dan kewajiban kemitraan Perum BULOG Sub Divre IV Banyumas berdasarkan penelitian dilapang adalah harga produk pangan Kita, fasilitas promosi, kecepatan perusahaan dalam menanggapi keluhan mitra, kemudahan persyaratan, kemasan produk pangan Kita, kemudahan pembayaran, keramahan karyawan Perum BULOG, serta kualitas dan kuantitas produk pangan Kita sesuai dengan pemesanan.
BULOG is a state-owned public company engaged in food logistics. One of the price stabilization activities carried out by BULOG is Rumah Pangan Kita program (known as RPK). RPK is a small business owned by the community fostered by Perum BULOG with the aim of fostering an entrepreneurial spirit and empowering the economy of the community.
The progress of RPK in Purwokerto City has been constrained by the consistency and suistainability of it’s partners. This study aims to: 1) Analyze the need of the RPK for the right and obligations of partnerships in Perum BULOG Sub Divre IV Banyumas; 2) Analyze the loyalty of RPK towards the rights and obligations of partnerships in Perum BULOG Sub Divre IV Banyumas. The study was conducted in Purwokerto City from April to May 2019. Respondent was carried out by census method using questionaires that were taken from all partners in Purwokerto City. The research respondents were 50 RPK owners in Purwokerto City. The analytical methods used were Important Performance Analysis (IPA, Customer Satisfaction Index (CSI), and descriptive Analysis. The result of study show: 1) RPK in the City of Purwokerto is satisfied with the rights and obligations of the BULOG Public Corporation Sub-Division IV Banyumas Partnership with a value of the Customer Satisfaction Index of 79.14 percent; 2) RPK in Purwokerto City is quite loyal to the Public Corporation Sub-Division IV Division of Banyumas for partnerships with an average score of 2.78; 3) Factors that greatly influence the level of satisfaction and loyalty of RPK in the City of Purwokerto to the rights and obligations of the Perum BULOG partnership in Sub Divre IV Banyumas based on the field research are the prices of our food products, promotion facilities, speed of the company in response to partner complaints, ease of requirements, packaging of food products We, the ease of payment, the friendliness of BULOG Public Corporation employees, and the quality and quantity of our food products according to the order.
2059323573C1L014037FACTORS AFFECTING THE UTILIZATION OF COMPUTERIZED ACCOUNTING SYSTEMS IN SMEs’: AN EMPIRICAL STUDY IN PURBALINGGA DISTRICTPenelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris tentang pemanfaatan sistem informasi terkomputerisasi pada UMKM di Purbalingga. Populasi dalam penelitian ini adalah UMKM yang berada di Kabupaten Purbalingga. Metode pengambilan sampel penelitian ini menggunakan purposive sampling sebanyak 33 pemilik UMKM di Kabupaten Purbalingga. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang berasal dari responden melalui kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan, pertimbangan biaya, infrastruktur, kemudahan penggunaan dan informasi pemilik UMKM secara positif terhadap sistem pajak terkomputerisasi pada UMKM di Purbalingga. Sedangkan skala usaha tidak memiliki pengaruh positif terhadap sistem informasi terkomputerisasi pada UMKM di Purbalingga.This study aims to provide empirical evidence about the utilization of computerized accounting systems of SMEs in Purbalingga. The population in this study were SMEs in Purbalingga Regency. The sampling method of this study used purposive sampling that are 33 SMEs owners in Purbalingga Regency. The data used in this study are primary data obtained from respondents through a questionnaire. The data analysis technique uses multiple linear regression analysis. The results showed that consideration of costs, infrastructure, ease of use and accounting knowledge of SMEs owners had a positive effect on the use of computerized accounting systems in SMEs in Purbalingga. While the scale of business does not have a positive influence on the use of computerized accounting systems in SMEs in Purbalingga.
2059423579F1C014009Strategi Komunikasi Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dalam Mensosialisasikan CERDIK Sebagai Upaya Pencegahan dan PengendalianPenyakit Tidak MenularPenyakit tidak menular merupakan penyakit yang dapat dicegah dan dikendalikan dengan pola hidup sehat. Pola hidup sehat ini dapat dilakukan dengan CERDIK. CERDIK mempunyai makna, Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat Cukup, dan Kelola Stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktor, media, proses, dan hambatan dalam pelaksanaan strategi komunikasi sosialisasi CERDIK sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pemilihan informan dilakukan dengan purposive sampling dan accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data menggunakan triangulasih sumber.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa strategi Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dalam mensosialisasikan CERDIK dilakukan dengan cara: 1.) pemilihan peserta sosialisasi; 2.) pemanfaatan media audiovisual, media konvensional (leaflet, buku, dan poster), dan media baru seperti (facebook, whatsapp, dan siaran radio); 3.) proses dalam sosialisasi CERDIK dilakukan dengan analisis, desain strategis, pengembangan dan uji coba, serta pelaksanaan dan monitoring; 4.) hambatan dalam pelaksanaan strategi adalah keterbatasan sumber daya manusia dan keterbatasan waktu, serta kondisi masyarakat yang dibebani berbagai macam program.
Non-Infectious Diseases is preventable and controlled diseases through healthy life. A healthy life can be carried out with CERDIK. The meaning of CERDIK is periodic health checks, eliminate cigarette smoke, physical activity, healthy and balanced diet, enough rest, and manage stress. The purpose of this research is to described actor, media, and the process of socialization and barriers to implementation communication strategy.
This research uses descriptive qualitative method. Informant selection technique using purposive sampling and accidental sampling. Data in this research is collected using interview, observation, and documentation. Data is analyzed interactive model of analysis, which involve the processes of collecting, reducing, and presenting data, followed by concluding the result. Data validated using triangulation source.
The result of this research shows the strategy of Banyumas District Health Office to socialization CERDIK are: 1.) selection of socialization participants; 2.) using media audiovisual, conventional media (leaflet, book, poster), and new media (facebook, whatsapp, and radio broadcast); 3.) the process of socialization through analysis, strategic design, development and pretesting, and implementation and monitoring; 4.) the barriers to implementation communication strategy are limited human resource and limited time, the community is burdened with various programs.
2059523647A1L014117Pertumbuhan Dua Varietas Kailan pada Pemberian Air Cucian Beras dan Ekstrak Azolla Microphylla sebagai Nutrisi pada Metode Hidroponik Rakit ApungPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui varietas terbaik didataran rendah, mengetahui jenis tambahan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan tanaman kailan hidroponik, dan mengetahui ada tidaknya interaksi antara varietas kailan dengan pemberian tambahan nutrisi. Penelitian dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto pada bulan Maret 2018 sampai Mei 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), yang terdiri dari 8 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama adalah varietas kailan yaitu varietas Veggin (V1) dan varietas Fullwhite (V2). Faktor kedua adalah jenis nutrisi yaitu AB mix 80 ml sebagai kontrol (N0), AB mix 80 ml dan air cucian beras 80 ml (N1), AB mix 80 ml dan ekstrak Azolla microphylla 80 ml (N2), AB mix 80 ml, air cucian beras 40 ml dan ekstrak Azolla microphylla 40 ml (N3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel tinggi tanaman, diameter batang, bobot tajuk segar, dan bobot tajuk kering memberikan hasil yang sangat nyata terhadap perlakuan varietas kailan. Varietas kailan terbaik adalah varietas Veg-gin. Perlakuan tambahan nutrisi menunjukkan hasil yang sangat nyata pada variabel bobot tajuk segar dan kering dan hasil yang nyata pada variabel tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun dan, luas daun. Penggunaan AB-mix 80 ml + ekstrak Azolla microphylla 80 ml (N2) mampu meningkatkan tinggi tanaman sebesar 12%, jumlah daun 18,8%, luas daun 48,1%, diameter batang 18,8%, jumlah daun 21,8%, bobot tajuk segar 22,6%, dan bobot kering 24,3%. Tidak ada interaksi antara varietas kailan terhadap tambahan nutrisi hidroponik.The purpose of this study was to find out the proper variety in the lowlands, to know the good types of additional nutrients, and to study the best combination of variety and types of additional nutrients for the yield and growth of kailan plants. This research was conducted in screen house of Agriculture Faculty, the University of Jenderal Soedirman from March 2018 until May 2018. The desaign used was Randomized Complete Block Design (RCBD) with 2 factors, 8 treatment combinations and repeated three times. The first factor was varieties e.i Veggin variety (V1) and Fullwhite variety (V2). The second factor was types of additional nutrients e.i AB mix 80 ml (N0), AB mix 80 ml + rice water 80 ml (N1), AB mix 80 ml + extract of Azolla microphylla 80 ml (N2), and AB mix 80 ml + rice water 40 ml + extract of Azolla microphylla 80 ml (N3). The results showed variables of plant height, stem diameter, fresh canopy weight, and dry canopy weight showed very real result to varieties kailan. The Veg-gin variety (V1) was the proper variety then Fullwhite variety (V2). Variables of fresh and dry canopy weigh showed very real result and variables of plant height, stem diameter, number of leaves, and leaf area showed real result to types of additional nutrient. The used of AB-mix 80 ml + extract of Azolla microphylla 80 ml (N2) was able to increase plant height by 12%, stem diameter 18.8%, number of leaves 21.8% , leaf area 48.1%, fresh canopy weight was 22.6%, and dry weight was 24.3% compared with AB mix. There is no interaction between varieties and types of additional hydroponic nutrition.
2059623574C1A014027MARGIN PEMASARAN DAN EFISIENSI PEMASARAN PADI DI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS ( Studi Kasus di Desa Panusupan dan Desa Karang Tengah)Penelitian ini merupakan penelitian survei pada petani Padi di Kecamatan Cilongok dengan studi kasus di Desa Panusupan dan Desa Karang Tengah Kabupaten Banyumas. Penelitian ini berjudul “Marjin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Padi di Kecamatan Cilongok (StudiKasus di Desa Panusupan dan Desa Karang Tengah”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi saluran pemasaran, struktur pasar pada setiap lembaga pemasaran, biaya, keuntungan dan nilai marjin pemasaran, elastisitas harga, dan efisiensi pemasaran padi di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Populasi dalam penelitian ini adalah petani padi. Responden dalam penelitian ini berjumlah 117 orang yang terdiri dari 90 orang petani, 5 tengkulak,5 pedagang pengumpul, 7 pedagang besar dan 10 pedagang pengecer.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat tiga saluran pemasaran padi yang terbentuk di Kecamatan Cilongok dan struktur pasar yang dibentuk dalam struktur pemasaran padi di Kecamatan Cilongok mengarah pada struktur pasar monopsoni. Hasil perhitungan pada saluran pemasaran I total biaya pemasaran Rp 825 per kg, total keuntungan pemasaran Rp 5.089 per kg dan marjin pemasaran Rp 5.914 per kg. Untuk saluran pemasaran II total biaya pemasaran Rp 1.466 per kg, total keuntungan pemasaran Rp 4.611 per kg dan marjin pemasaran Rp 5.822 per kg. Pada saluran III total biaya pemasaran Rp 1.426 per kg, total keuntungan pemasaran sebesar Rp 4.883 per kg marjin pemasaran Rp 6.055 per kg. Selain itu perhitungan nilai elastisitas transmisi diperoleh sebesar 0,384 hal ini berarti pasar yang terbentuk dalam penelitian ini adalah pasar persaingan tidak sempurna. Di wilayah penelitian tersebut belum ditemui saluran pemasaran yang paling efisien karena nilai margin pemasaran lebih tinggi dari farmer’s share yaitu besar farmer’s share kurang dari 50%.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu yang pertama, petani harus mencari informasi lebih banyak tentang informasi harga yang berlaku dipasaran. Kedua, petani perlu melakukan koordinasi dan mengaktifkan kembali kelompok tani yang ada. Ketiga, pemerintah sebaiknya memperkenalkan system agribisnis kepada petani padi sehingga petani tersebut diharapkan secara perlahan-lahan dapat meningkatkan pendapatan petani. Keempat, membuat suatu sistem penjualan bersama dalam kelompok tani, sehingga petani dapat memiliki posisi dalam menentukan harga jual padi. Kelima, petani harus pandai mencari alternatif pemasaran padi yang lebih efisien agar dapat meningkatkan pendapatannya.
This research is a survey of the research on Rice farmer in Cilongok with a case study in the village of Panusupan and the village of Karang Tengah Regency of Banyumas.This study entitled "Marketing Margins and efficiency of Rice Marketing in Cilongok (a case study in the village of Panusupan and the village of Karang Tengah".The purpose of this research is to identify the marketing channels, the structure of the market in each agency marketing, cost, profit and margin value marketing, price elasticity, and the efficiency of rice marketing in district of Banyumas Regency Cilongok.The population in this research is the rice farmers. The respondents in this research totalled 117 person consisting of 90 farmers, 5 middleman trader gatherer, 7 large traders and 10 retailers.Based on the results of the study it can be concluded that there are three rice marketing channels in district Cilongok.
Based on the research results showed that there are three rice marketing channels formed in Cilongok and the structure of the market which was created in the structure of rice marketing in Cilongok led to the structure of the market monopsoni.The results of calculations on marketing channels I total marketing costs Rp 825 per kg, the total marketing advantage Rp 5,089 per kg and Rp 5,914 for marketing margins.For marketing channels II total marketing cost Rp 1,466 per kg, the total marketing advantage Rp 4,611 per kg and Rp 5,822 marketing margins per kg. Channel III total marketing cost Rp 1,426 per kg, the total profit of marketing Rp 4,883 per kg marketing margins Rp 6,055 per kg.In addition the calculation of the value of the elasticity of the transmission of acquired for 0.384 This means the market is formed in this research is the market competition is not perfect.In the area of research has not been found the most efficient marketing channel because the value of the marketing margin higher than the farmer's share, namely large farmer's share of less than 50%.
The implications of the conclusions, the first, farmers had to find more information about the prevailing market price information.Second, farmers need to do coordination and reactivate existing farmers group.Third, the Government should introduce the agribusiness system to rice farmers so that the farmers can be expected to gradually increase the income of farmers.Fourth, create a sales system together in a group of farmers, so that farmers can have a position in determining the selling price of rice.Fifth, farmers must be good at looking for an alternative more efficient rice marketing in order to increase its revenue.
2059723575A1C113006KONTRIBUSI USAHATANI KAPULAGA (Amomum cardamomum) TERHADAP PENDAPATAN PESANGGEM DI BKPH PAGUYANGAN KPH PEKALONGAN BARAT PERUM PERHUTANI JAWA TENGAHKapulaga Jawa terkenal sebagai tanaman obat (toga) atau biofarmaka. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui profil pesanggem, 2) Mengetahui pendapatan pesanggem kapulaga di bawah tegakan pinus, 3) Mengetahui kontribusi pendapatan usahatani kapulaga terhadap total pendapatan pesanggem. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari 2018 di RPH Cipanas, BKPH Paguyangan, KPH Pekalongan Barat, Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Tempat penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan pesanggem yang menanam kapulaga serempak pada awal tahun 2012. Penentuan responden dilakukan secara sensus, karena hanya terdapat 25 pesanggem Kapulaga Jawa di petak 38 J dengan luas tanaman 19 ha. Analisis data meliputi: Analisis Deskriptif, Analisis Biaya dan Pendapatan, Net Present of Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit / Cost Ratio (B/C Ratio), dan Income Share (Kontribusi Pendapatan). Hasil penelitian menunjukkan umur rata-rata pesanggem 52,96 tahun, berjenis kelamin laki-laki 18 orang dan perempuan 7 orang, rata- rata berpendidikan formal SD, pekerjaan utamanya sebagai petani, rata-rata memiliki jumlah tanggungan keluarga sebanyak 3 orang, dan pengalaman dalam usahatani kapulaga selama 8,8 tahun. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan pesanggem Kapulaga Jawa per hektar pada tahun ke-2 sebesar Rp11.917.654,00; tahun ke-3 sebesar Rp17.905.982,00; tahun ke-4 sebesar Rp17.905.982,00; dan tahun ke-5 sabesar Rp14.623.822,00; analisis kelayakan finansial didapat NPV Rp36.143.311,38, IRR 109% dan B/C Ratio 1,70 serta kontribusi usahatani Kapulaga Jawa terhadap pendapatan sebesar 42,78% yang dapat diartikan bahwa usahatani Kapulaga Jawa tersebut berkontribusi sedang dalam suatu keluarga.Javanese cardamom is known as a medicinal plant (toga) or biopharmaca. This study aims to: 1) Knowing the profile of pesanggem, 2) To know the income of the cardamom pesanggem under pine stand, 3) To know the contribution of cardamom farming income to the total income of the pesanggem. The study was conducted in January to February 2018 in RPH Cipanas, BKPH Paguyangan, KPH West Pekalongan, Perum Perhutani Unit I, Central Java. The research method used is a survey. The research site was determined purposively with consideration of the farmers who planted cardamom in the beginning of 2012. Determination of respondents conducted by census, because there were only 25 Javanese Cardamom in the 38 J plot with an area of 19 ha. Data analysis includes: Descriptive Analysis, Cost and Revenue Analysis, Net Present of Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit / Cost Ratio (B / C Ratio), and Income Share. The results showed the average age of the respondents was 52.96 years, male sex was 18 and female was 7, the average formal education was elementary school, the main job was as a farmer, on average had 3 family dependents, and experience in cardamom farming for 8.8 years. The results of the study showed that the income of Java Cardamom pesanggem per hectare in the second year was Rp11,917,654.00; 3rd year for Rp17,905,982.00; 4th year Rp17,905,982.00; and the fifth year Rp14,623,822.00; the financial feasibility analysis obtained NPV Rp36,143,311.38, IRR 109% and B / C Ratio 1.70 and the contribution of Javanese Cardamom farming to income of 42.78% which could mean that the Javanese Cardamom farming contributed medium to a family.
2059826072A1F015026Strategi Perbaikan Produk Abon Sapi Cap Koki Menggunakan Analisis Tingkat Kepuasan dan Kepentingan KonsumenUKM Cap Koki merupakan industri pangan di Kabupaten Purbalingga yang memproduksi abon sapi. Selain terkenal abon sapi Cap Koki juga didukung oleh daya tarik konsumen yang semakin meningkat. Seiring dengan meningkatnya permintaan abon sapi, maka semakin meningkat pula persaingan dan tingkat kompetitif dari UKM sejenis. Penting bagi UKM Cap Koki untuk mengetahui positioning produk yang dihasilkan. Untuk itu perlu analisis tingkat kepuasan dan kepentingan konsumen untuk mengetahui kelebihan serta kekurangan produk. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Menganalisis tingkat kepuasan dan kepentingan konsumen produk abon sapi Cap Koki; 2) Menentukan atribut yang menjadi prioritas perbaikan dan memberikan rekomendasi strategi perbaikan produk abon sapi Cap Koki; dan 3) Menganalisis indeks kepuasan konsumen abon sapi Cap Koki. Analisis data yang digunakan yaitu Uji Validitas dan Reliabilitas, Uji Tingkat Kesesuaian, Importance Performance Analysis (IPA) serta Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat terdapat total 7 atribut yang menjadi prioritas perbaikan yaitu informasi keterangan logo halal pada kemasan, informasi keterangan komposisi bahan yang digunakan pada kemasan, warna abon, informasi keterangan tanggal kadaluarsa pada kemasan, promosi melalui diberikannya diskon, promosi melalui media online, dan penjualan melalui media online. Nilai CSI yang didapatkan yaitu sebesar 70% yang menunjukkan bahwa indeks kepuasan pelanggan termasuk kedalam kriteria “puas”.UKM Cap Koki is a food industry in Purbalingga that produces shredded beef. In addition to the famous abon sapi Cap Koki, it is also supported by increasing consumer appeal. Along with the increasing demand for shredded beef, there is also increasing competition and the competitive level of similar UKM’s. It is important for UKM Cap Koki to know the positioning of the products produced. For this reason, it is necessary to analyze the level of satisfaction and importances of consumers to find out the advantages and disadvantages of the product. This research aims to: 1) Analyzing the level of satisfaction and importance of consumers of abon sapi Cap Koki; 2) Determine the attributes that are priorities for improvement and provide recommendations for product improvement strategies of abon sapi Cap Koki; and 3) analyze the customer satisfaction index of abon sapi Cap Koki. . To analyze the data used test the validity and reliability, conformity test, Importance Performance Analysis (IPA) and Customer Satisfaction Index (CSI). The results showed that there were a total of 7 attributes that were prioritized for improvement, namely information about the halal logo on the packaging, information on the composition of the ingredients used in the packaging, the colour of meat floss, information on the expiration date on the packaging, promotion through giving discounts, promotion through online media, and sales through online media. The value of CSI for abon sapi Cap Koki is 70.05% which indicates that it is included in the criteria of "satisfied".
2059923577F1B014021Implementasi Program Kebijakan Pendidikan Inklusi Pada Tingkat Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Banyumas (Studi di SMA IT Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto).Upaya pemerintah dalam merealisasikan komitmennya untuk menyediakan fasilitas pelayanan pendidikan dari hari ke hari mengalami kemajuan, yaitu dengan diberlakukannya Pendidikan Inklusi yang diselenggarakan bagi masyarakat yang menyandang cacat. Dalam penyelenggaraannya, Kabupaten Banyumas dicanangkan sebagai Kabupaten Inklusi, hal ini menjadikan Kabupaten Banyumas seharusnya menaruh perhatian lebih dalam penyelenggaraan Pendidikan Inklusi, dan menjadi menarik untuk diteliti bagaimana proses implementasi program kebijakan pendidikan inklusi pada tingkat Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Banyumas dengan menggunakan pendekatan Compliance dan What’s Happening dari teori implementasi Rippley. Metode Penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif dan pemilihan informan dilakukan menggunakan purposive sampling, sedangkan data yang diperoleh berasal dari data primer dan data sekunder, kemudian teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan pelaksanaan pendidikan inklusi di Kabupaten Banyumas berjalan cukup baik dilihat dari adanya keterlibatan tiga unsur yaitu birokrat, swasta dan masyarakat, namun adanya ketidakpatuhan yang terjadi pada pelaksana implementasi di tingkat Sekolah Menengah Atas, dilihat dari tidak terdapatnya prosedur pembelajaran khusus pendidikan inklusi dan tujuan tertulis pada SMA IT Al Irsyad Purwokerto sebagai penyelenggara Pendidikan Inklusi di tingkat SMA, namun hal tersebut tidak menghalangi Sekolah tersebut untuk terus memberikan layanan pendidikan inklusi meski tanpa persiapan yang cukup baik dari segi dana, fasilitas maupun dari segi aturan prosedur tertulis. The government's efforts in realizing their commitment to provide educational service facilities from day to day are progressing, the name of the program is Inclusive Education for people with disabilities. In its implementation, Banyumas Regency was proclaimed as an Inclusion District, this made Banyumas Regency pay more attention to the implementation of Inclusion Education, and it became interesting to be research how is the process of implementing inclusive education policy programs at the High School level in Banyumas District using the Compliance and What's Happening of Rippley's implementation theory. The research method using descriptive qualitative research method and the selection of informants was done using purposive sampling, while the data came from primary data and secondary data, and the technique of data collection was done by in-depth interviews, observation and documentation. The results showed that overall the implementation of inclusive education in Banyumas District went good, seen from the involvement of three elements, there are bureaucrats, the private sector and the citizens, but there is no compliance that occurred in implementing the implementation at the senior high school level, seen from there are no procedures for inclusive Education and written goals at Al Irsyad Senior High School as the organizer of Inclusive Education at the high school level, but this did not prevent the School from continuing to provide inclusive education services even without adequate preparation both in terms of funds, facilities and in terms of written procedure rules.
2060023578A1L114075PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI MERAH PADA PEMBERIAN PUPUK HAYATI MIKORIZA-TRICHODERMA SP. DAN PENGURANGAN DOSIS PUPUK N-P-KPenelitian bertujuan untuk menentukan dosis pupuk hayati mikoriza-Trichoderma sp., pengurangan dosis pupuk N-P-K, dan interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil cabai merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2018 di lahan petani, Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah pupuk hayati mikoriza-Trihcoderma sp. yang terdiri dari 3 taraf, yaitu tanpa pupuk hayati mikoriza-Trihcoderma sp., pupuk hayati 10 g mikoriza-10 g Trichoderma sp., dan pupuk hayati 20 g mikoriza-20 g Trichoderma sp. Faktor kedua adalah pengurangan dosis pupuk N-P-K yang terdiri dari 3 taraf, yaitu tanpa pengurangan dosis pupuk N-P-K, pengurangan 25%, dan pengurangan 50% dosis pupuk N-P-K. Hasil penelitian menunjukkan, perlakuan pemberian pupuk hayati 10 g mikoriza-10 g Trichoderma sp. meningkatkan bobot akar segar, bobot buah tanaman-1, bobot buah busuk dan hasil buah t ha-1. Pengurangan pupuk hingga 15-24% dapat meningkatkan berat akar segar, volume akar, luas daun, tinggi tanaman, bobot tanaman segar, bobot buah tanaman-1, dan hasil buah t ha-1. Pemberian pupuk hayati 20 g mikoriza-20 g Trichoderma sp. dan pengurangan dosis pupuk N-P-K hingga dosis 24% meningkatkan jumlah cabang.Research aims to determine the dose of mycorrhiza-Trichoderma sp. Biofertilizer, reduction of N-P-K fertilizers dose, and the interaction of both who still has good response on growth and yield of red chili. The research was conducted from March to July 2018 on the field of Kaliori Village, Kalibagor District, Banyumas Regency and the Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The research design that used is Randomized Completely Block Design with 2 factors. The first factor is the dose of mycorrhiza-Trichoderma sp. biofertilizer consisting of 3 levels, i.e. without mycorrhiza-Trichoderma sp. biofertilizer, 10 g mycorrhiza-10 g Trichoderma sp. biofertilizer, and 20 g mycorrhiza-20 g Trichoderma sp. biofertilizer. The second factor is decrease of N-P-K fertilizer dose which consists of 3 levels, i.e. without decrease of N-P-K fertilizer dose, 25% decrease, and 50% decrease of N-P-K fertilizer dose. The results showed that the treatment of biological fertilizer 10 g of mycorrhizae-10 g Trichoderma sp. increase fresh root weight, fruit weight plant-1, rotten fruit weight and fruit yield t ha-1. Fertilizer reduction up to 15-24% can increase fresh root weight, root volume, leaf area, plant height, fresh plant weight, fruit weight plant-1, and fruit yield t ha-1. Biofertilizer 20 g of mycorrhiza-20 g Trichoderma sp. and a reduction on the dose of N-P-K fertilizer to a 24% dose increases the number of branches.