Artikelilmiahs
Menampilkan 20.701-20.720 dari 50.125 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 20701 | 23661 | H1F013020 | “STUDI GEOLOGI KARAKTERISTIK ENDAPAN PANTAI DAERAH KAWONA DAN SEKITARNYA, KECAMATAN WAIKELO, KABUPATEN SUMBA BARAT, NUSA TENGGARA TIMUR” | Daerah penelitian secara geografis berada di bagian barat Pulau Sumba, dan secara administratif merupakan bagian dari provinsi Nusa Tenggara Timur. Daerah penelitian terletak pada koordinat -9039’108” LS dan 119021’683” BT memanjang sampai -9038’620” LS dan 119020’644” BT dan termasuk daerah pantai Kawona Waikelo. Tujuan dari penelitian ini mengetahui karakteristik sedimen pantai dilihat dari aspek granulometri, kandungan total karbon (material organik) dan total karbonat,serta dari aspek kandungan foraminifera dan kandungan unsur kemudian mengkorelasikan dalam pembagian surut maksimum transisi dan pasang maksimum. Satuan geomorfologi pada daerah penelitian terbagi menjadi 3 satuan, yaitu satuan dataran pantai, punggungan pantai, cekungan pantai. Metode penelitian yang dilakukan pada penelitian ini terdapat beberapa analisis, yaitu analisis besar butir, analisis foraminifera, analisis LOI, dan analisis XRF. Hasil penelitian menunjukan bahwa distribusi sedimen pada daerah pantai waikelo di dominasi oleh pasir sedang sampai pasir kasar, terdapat perbedaan pada sample yang diambil di daerah pasang maksimum, transisi dan surut maksimum, pada daerah surut maksimum dan transisi di dominasi oleh pasir kasar, sedangkan untuk pasang maksimum di dominasi oleh pasir sedang, hasil analisis foraminifera, LOI, XRF menunjukan hasil yang sebanding, pada analisis foraminifera menunjukan melimpahnya foraminifera pada daerah surut maksimum dan semakin berkurang pada daerah pasang maksimum, serta mengalami penurunan kelimpahan pada daerah barat. Analisis LOI Kandungan karbon mengalami penurunan sample (surut maksimum-pasang maksimum) tetapi hanya sebagian, semakin kearah barat (15-21) kandungan karbon semakin rendah atau terjadi penurunan nilai¸ Kandungan karbonat daerah penelitian terjadi penurunan nilai karbonat dari sample C-A (surut maksimum - pasang minimum). Analisis XRF menunjukan nilai salinitas sample bagian timur lebih kecil dibandingkan sample bagian barat, yang mungkin dipengaruhi oleh morfologi serta reaktifasi arus gelombang yang berbeda. | The research area is geographically located in the western part of Sumba Island, and is administratively part of the province of East Nusa Tenggara. The study area is located at the coordinates of -9039'108 "LS and 119021'683" BT extending to -9038'620 "LS and 119020'644" east longitude and including the Kawona Waikelo beach area. The purpose of this research is to know the characteristic of coastal sediment from the aspect of granulometry, total carbon content (organic material) and total carbonate, and from aspect of foraminifera content and elemental content then correlate in maximum transitional distribution of transition and maximum pairs. Geomorphology unit in the research area is divided into 3 units, namely coastal plains, coastal ridge, coastal basin. The method of research done in this research there are some analysis, that is bulk grain analysis, foraminifera analysis, LOI analysis, and XRF analysis. The results showed that the distribution of sediments in the Waikelo beach area is dominated by moderate sand to coarse sand, there is a difference in the samples taken in the maximum tide area, maximum transition and retrograde, at the maximum receding area and the transition is dominated by coarse sand, while for the maximum pairs is dominated by medium sand, the results of foraminifera analysis, LOI, XRF show comparable results, the foraminifera analysis shows the abundance of foraminifera at the maximum receding area and decreases in the maximum tide area, and decreases abundance in the western sample. LOI analysis The carbon content decreases from the sample (maximum maximum tide) but only partially, towards west (15-21) lower carbon content or a decrease in value ¸ The carbonate content of the study area decreases the carbonate value of the CA sample ( minimum minimum tide rate). The XRF analysis showed that the eastern salinity value is smaller and more irregular than the western sample, which may be influenced by different morphologies and wave raectifation currents. | |
| 20702 | 23663 | C1C014054 | Pengaruh Efikasi Diri, Pengalaman Audit, Kompetensi Auditor, Kode Etik Profesi, dan Skeptisme Profesional terhadap Kemampuan Auditor dalam Mendeteksi Kecurangan (Studi Pada Auditor Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara statistik pengaruh variabel Efikasi Diri, Pengalaman Audit, Kompetensi Auditor, Kode Etik Profesi, dan Skeptisme Profesional terhadap Kemampuan Auditor dalam Mendeteksi Kecurangan pada Kantor Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor pada Kantor Pusat Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel penelitian ini menggunakan convenience sampling berjumlah 41 orang auditor. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik survei dengan cara menyebarkan kuesioner. Data yang dikumpulkan diolah menggunakan metode analisis regresi berganda menggunakan bantuan aplikasi SPSS 24. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial Efikasi Diri, Kompetensi Auditor, Kode Etik Profesi, dan Skeptisme Profesional tidak berpengaruh terhadap Kemampuan Auditor dalam Mendeteksi Kecurangan, sedangkan Pengalaman Audit berpengaruh terhadap Kemampuan Auditor dalam Mendeteksi Kecurangan pada Kantor Pusat Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. | This study aims to determine statistically the effects of variables of self-efficancy, audit experience, auditor competency, professional ethics, and professional skepticism to the auditor ability in detecting fraud in Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (The Indonesia’s Supreme Audit Institution). The population in this study is auditor who work in Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. The sample technique using convenience sampling to 41 auditor. The data used in this study are primary data. Data collection method using questionnaire and directly through on respondent. The data collected were procced using multiple regression analysis using SPSS 24 version. The result of this study showed that self-efficancy, auditor competency, professional ethics, and professional skepticism has no effect on ability auditor in detecting fraud, while audit experience has effect on auditor ability in detecting fraud in Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia | |
| 20703 | 25778 | C1B015099 | Pengaruh Corporate Social Responsibility, Financial Distress, Dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Kontrol | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh corporate social responsibility (CSR). financial distress, dan profitabilitas yang diproksikan dengan return on asset (ROA) terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor pertambangan sub sektor batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2017. Penelitian ini juga menggunakan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol. Populasi penelitian ini sebanyak 64 perusahaan. Sampel diambil dengan menggunakan metode purposive sampling, didapatkan 16 perusahaan sebagai sampel. Data penelitian ini dianalisis dengan regresi linier berganda dengan dua model. Model pertama adalah model regresi tanpa variabel kontrol ukuran perusahaan dan model kedua dengan variabel kontrol ukuran perusahaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) berdasarkan model I dan II, CSR berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, 2) berdasarkan model I dan II, financial distress tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, 3) berdasarkan model I, ROA tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, akan tetapi model II menunjukan ROA berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan dan 4) berdasarkan model II, ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.Hasil penelitian memberikan implikasi antara lain: 1) perusahaan hendaknya meningkatkan CSR dan ROA karena kedua variabel tersebut terbukti berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, 2) investor dalam berinvestasi hendaknya mempertimbangkan CSR, menggunakan laporan keuangan perusahaan sebagai informasi utama khususnya informasi tentang ROA karena kedua variabel tersebut terbukti berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan | This study aims to analyze the effect of corporate social responsibility (CSR), financial distress, and profitability that proxied by return on assets (ROA) on firm value in the coal sector sub-sector mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2014-2017. This study also uses firm size as a control variable.The population of this study was 64 companies. Samples were taken using purposive sampling method, obtained 16 companies as samples. The data of this study were analyzed by multiple linear regression with two models. The first model is a regression model without firm size as control variables and the second model with firm size as control variables. The results showed that: 1) based on model I and II, CSR had a positive significant effect on firm value, 2) based on model I and II, financial distress did not affect firm value, 3) based on model I, ROA had no significant effect to firm value, but model II shows ROA has positive significant effect on firm value and 4) based on model II, firm size does not affect firm value.The results of the study have implications, among others: 1) firms should improve their CSR and return on assets because those two variable proved to have a positive effect on firm value 2) investors when investing should consider CSR, use firms financial statements especially information about ROA because those two variable proved to have positive effect on firm value | |
| 20704 | 23566 | A1L014046 | PENGARUH PENAMBAHAN PUPUK KOMPOS DAN PUPUK FOSFAT ALAM TERHADAP KETERSEDIAAN P DI TANAH ULTISOL DAN SERAPAN P OLEH TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) | Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh pupuk kompos terhadap P tersedia tanah dan serapan P oleh tanaman melon (2) mengetahui pengaruh pupuk fosfat alam terhadap P tersedia tanah dan serapan P oleh tanaman melon (3) mengetahui interaksi antara pupuk kompos dan pupuk fosfat alam. Penelitian telah dilaksanakan di Desa Rempoah Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas dan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Waktu pelaksanaannya pada bulan Januari 2018 sampai Agustus 2018. Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 2 faktor yaitu dosis pupuk fosfat alam dan dosis pupuk kompos. Dosis pupuk fosfat alam (tanpa P2O5 ha-1, 200 kg P2O5 ha-1, 400 kg P2O5 ha-1) dan dosis pupuk kompos (tanpa, 10 ton ha-1, 20 ton ha-1) sehingga terdapat 9 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Data pengamatan dianalisis dengan uji F dan uji lanjut dengan Uji Rentang Ganda Duncan pada taraf kesalahan 5%. Variabel yang diamati adalah sifat kimia tanah yaitu pH H2O, p tersedia dan variabel tanaman melon yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, bobot buah segar, bobot tanaman segar dan kering serta serapan P pada tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) dosis pupuk fosfat alam 200 kg P2O5 ha-1 lebih baik daripada dosis pupuk fosfat alam dosis tanpa P2O5 ha-1 dan 400 kg P2O5 ha-1 pada pH H2O, p tersedia, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tanaman segar dan kering serta serapan P pada tanaman, 2) dosis pupuk kompos 20 ton ha-1 lebih baik daripada tanpa dosis pupuk kompos dan 10 ton ha-1 pada pH H2O, p tersedia, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tanaman segar dan kering serta serapan P pada tanaman, 3) interaksi antara dosis pupuk fosfat alam dan dosis pupuk kompos berpengaruh terhadap semua variabel. | This study attempts to: (1) know influence fertilizer compost P available on the ground and absorption P by plants melon (2) know influence fertilizer phosphate nature against P available the ground and absorption P by plants melon (3) know interaction between fertilizer compost and fertilizer phosphate nature .Research has carried out in villages Rempoah in Baturraden, district Banyumas and in The Laboratory Science of Soils, The Faculty of Agriculture, The University of General Sudirman, Purwokerto .The time of the implementation in January 2018 until August 2018 .This research using draft factorial with the basic design random complete the group with 2 factors namely doses fertilizer phosphate nature and fertilizer compost doses .Fertilizer natural doses phosphate (without P2O5 ha-1, 200 kg P2O5 ha-1, 400 kg P2O5 ha-1)and dosage fertilizer compost (without, 10 ton ha-1, 20 ton ha-1) and there were 9 treatment by 3 times. Observation data analyzed by test f and by making test Duncan multiple range test on 5 % standard mistake.Variables examined is the chemistry the H2O land pH, P available and variable plant melon of higher plants, number of leaves, fresh weights fruit, fresh and dry weights plants and absorption P in plants.The result showed that 1) doses natural fertilizer phosphate 200 kg P2O5 ha-1 better than doses phosphate doses fertilizer without P2O5 ha-1 and 400 kg P2O5 ha-1 at pH H2O, P available, higher plants, number of leaves, fresh and dry weights plants and absorption P in plants, 2) doses fertilizer compost 20 ton ha-1 better than doses fertilizer compost without and 10 ton ha-1 at pH H2O, P available, higher plants, number of leaves, fresh and dry weights plants and absorption P in plants, 3) interaction between doses fertilizer phosphate nature and fertilizer compost doses impact on all the variables. | |
| 20705 | 23666 | A1H014049 | Identifikasi Daging Giling Tercampur dengan Menggunakan Deret Sensor Gas Semikonduktor | Dalam praktek jual beli daging ditemukan adanya kasus pencampuran daging giling sapi dengan daging giling campuran sehingga konsumen sulit untuk membedakan. Dibutuhkan alat yang handal dalam membedakan kemurnian daging yakni salah satu parameter yang bisa dideteksi adalah aroma daging menggunakan sensor gas semikonduktor. Penelitian ini menyajikan pemanfaatan beberapa sensor gas semikonduktor kemudian dikorelasi terhadap kemurnian dan campuran daging sapi. Sensor gas yang dipakai dalam penelitian ini adalah TGS-2600, TGS-2602, TGS-2620, MQ-5, MQ-135, MQ-137, TGS-813. Tujuan dari penelitian ini yaitu; (1) mengetahui karakteristik sensor dalam pendeteksian daging tercampur berdasarkan pengukuran aroma daging dan (2) mengetahui tingkat keberhasilan sistem dalam pencampuran daging terhadap sensor berdasarkan pengukuran aroma daging. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah nilai resistensi dan nilai sensitivitas sensor dengan variasi kandungan daging kambing dan daging ayam sebesar 5%, 10%, 20%, dan 50% dari total massa sampel, dengan massa sampel 10 g. Identifikasi pengenalan pola data tersebut kemudian dianalisis dengan artificial neural network: backpropagation untuk mengetahui tingkat keberhasilan sistem dalam mendeteksi aroma. Hasil persentase variasi kumulatif terbaik yaitu dari nilai resistensi daging kambing sebesar 80% dan daging ayam sebesar 100%. Dengan demikian, sensor gas semikonduktor ini dapat membedakan antara daging sapi murni dan daging sapi campuran. | In the practice of buying and selling meat, there were cases of mixing ground beef with mixed ground beef so that consumers were difficult to distinguish. A reliable tool for distinguishing meat purity is needed. Parameters that can be detected are the aroma of meat using a semiconductor gas sensor. This study presents the utilization of several semiconductor gas sensors and then correlated to the purity and mixture of beef. Gas sensors used in this study are TGS-2600, TGS-2602, TGS-2620, MQ-5, MQ-135, MQ-137, TGS-813. This research aims to; (1) knowing the characteristics of sensors in the detection of mixed meat based on measurements of meat aroma and (2) knowing the level of success of the system in mixing meat to sensors based on the measurement of the aroma of the meat. This research was conducted in the Laboratory of Food Crops Processing Technology from March to April 2018. The variables measured in this study were sensitivity and value of resistance sensors with variations in the content of mutton and chicken meat by 5%, 10%, 20%, and 50 % of the total mass of the sample, with a sample mass of 10 g. identification of data pattern recognition was then analyzed by artificial neural network: backpropagation to determine the level of success of the system in detecting aroma using three different target outputs. The results of the best percentage of cumulative variation are from the third target treatment with the value of 80% mutton and the 100% chicken meat. Therefore, it can be concluded that semiconductor gas sensors can classify between pure beef and adulterated beef | |
| 20706 | 23667 | A1C014025 | KAJIAN BAURAN PEMASARAN TEH WANGI PADA CV SEDAP HARUM SENTOSA DI DESA PANCASAN, KECAMATAN AJIBARANG, KABUPATEN BANYUMAS | CV Sedap Harum Sentosa merupakan perusahaan pengolahan teh, produk yang dihasilkan yaitu Teh wangi dengan merek Teh Macan. Saat ini Perusahaan tidak hanya bersaing dengan produsen teh sejenis, tetapi bersaing pula dengan produsen olahan lainnya (teh celup, teh kemasan, dan aneka jenis minuman). Oleh karena itu perusahaan perlu mengetahui segmen pasar, target pasar, dan posisi produknya, sehingga dapat diketahui karakteristik pasar dan atribut produk yang sesuai dengan selera dan harapan konsumen, guna menentukan strategi bauran pemasaran yang tepat untuk memenangkan pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui segmentasi pasar, target pasar serta posisi produk Teh Macan, 2) Menyusun strategi bauran pemasaran yang dapat diterapkan perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus pada CV Sedap Harum Sentosa. Penelitian ini dilaksanakan pada 6 Mei sampai 5 Juni 2018. Sasaran penelitian ini adalah bagian pemasaran perusahaan dan konsumen Teh Macan. Pengambilan sampel menggunakan Snowball Sampling, yaitu sebanyak 100 responden. Analisis data yang digunakan yaitu Analisis Deskriptif dan Analisis Cluster. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terbentuk lima segmen yang mempunyai karakteristik berbeda. Dari ke lima segmen, terpilih dua segmen yang dijadikan sebagai target pasar yaitu segmen 1 dan segmen 5 karena kedua segmen tersebut memenuhi empat kriteria. Berdasarkan penilaian konsumen terhadap produk, yang berfokus pada kualitas produk, harga, keunggulan produk, dan merek, sehingga positioning produk Teh Macan adalah “Teh Macan Legendaris, Aromanya Pas, Nikmat Sedapnya Juara, Harga Merakyat”. Strategi bauran pemasaran dari sisi produk yaitu menjaga kestabilan cita rasa dan meningkatkan kualitas rasa seduhan serta aroma, menambah inovasi kemasan dan inovasi produk, serta melengkapi informasi pada kemasan. Dari sisi harga yaitu menjaga kestabilan harga atau menaikkan harga (tetap terjangkau) diiringi peningkatan kualitas. Dari sisi promosi yaitu melakukan promosi yang gencar di luar daerah, strategi promosi mengikuti perkembangan jaman (online dan offline). Dari sisi distribusi yaitu melakukan pendistribusian yang merata untuk setiap jenis produk di seluruh daerah pemasaran serta merintis kerjasama dengan agen-agen yang disertai perjanjian tertulis. | CV Sedap Harum Sentosa is a tea processing company, the resulting product is jasmine tea (tubruk tea), which is brand of tea is known as Teh Macan. Now, the company not only competition with manufacturers tea, but also competition with other manufacturers (dip tea, tea packaging, and other various of a drink). Therefore, company need to know the market segmentation, target of the market, and the position of the market to find out the market characteristics and the attribute of products that appropriate with appetites and consumer expectations,in order to determined with the marketing mix strategy to win the market. The purpose of this study are: 1) To find out the market segmentation, target of the market and the position of Teh Macan products, 2) arrange the marketing assortment strategy that can be applied by the company. The method of this research is a case study method at CV Sedap Harum Sentosa. This research was held from May 6 - June 5, 2018. The target of this research is the marketing section of the company and consumers of Teh Macan. The sampling using Snowball sampling, that is 100 respondents. The analysis using Descriptive Analysis and Cluster Analysis. The results of this study show that the market segment formed is five segments, every segment has different characteristics. Selected two segments that become target of markets are segment 1 and segment 5, because both segments are included in four criteria. Based on the consumer’s assessment of the product,which represents the product, which focuses on product quality, price, product excellence, and brand, so Teh Macan product positioning is " Teh Macan Legendaris, Aromanya Pas, Nikmat Sedapnya Juara, Harganya Merakyat ". The marketing mix strategy that can be applied in terms of the product is maintaining the stability of taste and improving the quality of the flavor of steeping and aroma, making packaging innovations and product innovations, and completing the information listed on the packaging. In terms of price, it is to maintain price stability or increase prices (remain affordable) accompanied by quality improvements. In terms of promotion, namely promoting vigorously outside the region, promotion strategies follow the times (both online and offline). In terms of distribution, it is evenly distributed for each type of product throughout the marketing area and pioneers collaboration with agents in each marketing area accompanied by a written agreement. | |
| 20707 | 25779 | F1K014021 | PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA EFEKTIF MELALUI METODE ELABORASI TIPE PQ4R (PREVIEW, QUESTION, READ, REFLECT, RECITE, REVIEW) BERBANTUAN TEKNIK SKIMMING PADA SISWA KELAS VII F SMP NEGERI 7 PURWOKERTO | Penelitian ini berjudul "Peningkatan Keterampilan Membaca Efektif Melalui Metode Elaborasi Tipe PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) Berbantuan Teknik Skimming Pada Siswa Kelas VII F SMPN 7 Purwokerto". Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca efektif melalui metode elaborasi tipe PQ4R berbantuan teknik Skimming pada siswa kelas VII F SMPN 7 Purwokerto tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan (observasi), dan refleksi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu tes dan nontes. Instrumen tes dilakukan untuk mengetahui peningkatan keterampilan membaca efektif siswa, sedangkan nontes digunakan untuk mengetahui aktivitas siswa pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian ini, diketahui siswa yang mencapai nilai tuntas belajar pada setiap siklus mengalami peningkatan. Pada siklus I siswa yang tuntas belajar 4 siswa atau 12,5% dari 32 siswa, sedangkan yang belum tuntas 28 siswa atau 87,5% dengan nilai rata-rata membaca efektifnya 64,24. Siklus II semua siswa memperoleh nilai tuntas belajar dengan rata-rata nilai membaca efektifnya 89,12. Dapat disimpulkan bahwa keterampilan membaca efektif dapat ditingkatkan dengan metode elaborasi tipe PQ4R berbantuan teknik skimming. | This research is entitled "The Improvement of Effective Reading Skills Through the PQ4R Type Elaboration Method (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) Assisted by Skimming Techniques of Students in Class VII F of 7th Junior High School Purwokerto". This research aims to improve the effective reading skills through the PQ4R type elaboration method assisted by Skimming techniques of Students in Class VII F of 7th Junior High School Purwokerto on 2018/2019 period. This research included Classroom Action Research (CAR) method. This classroom action research is carried out in two cycles, each cycle consists of four stages, which are planning, action, observation, and reflection. The instruments used in this study are two, the test and non-test. The test instrument was carried out to determine the improvement of students' effective reading skills, while the non-test was used to determine student activities while learning activities are ongoing. Based on the results of this research, it is known students who achieved complete learning scores in each cycle is increasing. In the first cycle, students who finished learning are 4 students or 12,5% of 32 students, while the unfinished are 28 students or 87,5% with the effective reading average value 64,24. In the second cycle, all students obtain complete learning scores with the effective reading average value 89,12. It can be concluded that the effective reading skills can be improved by the PQ4R type elaboration method assisted by skimming techniques. | |
| 20708 | 27669 | K1A015046 | PENGARUH SINAR UV DAN PENAMBAHAN TiO2 TERHADAP DEGRADASI ZAT WARNA RHODAMINE B MENGGUNAKAN REAGEN FENTON | Pertumbuhan limbah industri di Indonesia semakin meningkat seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, salah satunya industri tekstil. Salah satu zat yang menyebabkan pencemaran pada limbah cair adalah kandungan rhodamine B di dalamnya. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengolah limbah cair zat warna tekstil adalah dengan metode AOPs (Advanced Oxidation Processes) dengan menggunakan reagen fenton yang merupakan campuran dari hidrogen peroksida dan ion ferro didasarkan pada pembentukan radikal hidroksil (•OH). Radikal hidroksil dapat dimaksimalkan pembentukannya dengan menambahkan sinar UV pada sistem H2O2 /Fe2+ serta penambahan fotokatalis TiO2 dan juga kondisi pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinar UV pada sistem fenton dapat meningkatkan degradasi rhodamine B. Degradasi rhodamine B menggunakan sistem fenton/UV dengan fotokatalis TiO2 sebesar 95.83% dengan penambahan H2O2 100 ppm, FeSO4.7H2O 0.3 gram, TiO2 0.1 gram dan lama waktu penyinaran selama 5 jam. Kondisi pH optimum yang diperoleh untuk sistem fenton/UV/TiO2 adalah pH 3. Laju kinetika reaksi menunjukkan orde satu. | Industrial growth in Indonesia is increasing along with the development of science and technology, for example is the textile industry. One of the substances that leads to pollution in textile wastewater is the rhodamine B content in it. A method that can be used to treat textile wastewater is AOPs (Advanced Oxidation Processes) using fenton reagents which are a mixture of hydrogen peroxide and ferro ions based on the formation of hydroxyl radicals (•OH). Hydroxyl radicals can be maximized by adding UV light to the H2O2 /Fe2+ system and adding TiO2 photocatalysts and also pH conditions. The results showed that UV light on the fenton system could increase rhodamine B degradation. Rhodamine B degradation using the Fenton/UV system with TiO2 photocatalyst was 95.83% % with the addition of 100 ppm of H2O2 , 0,3 gram of FeSO4.7H2O, 0.1 gram of TiO2 and 5 hours of irradiation time. The optimum pH condition obtained for the fenton/UV/TiO2 system is pH 3. The reaction kinetic rate is first orde. | |
| 20709 | 23669 | A1L014222 | PENGARUH PUPUK NZEO-SR DAN SULFUR TERHADAP KANDUNGAN K, S TANAH, SERAPAN S DAN HASIL BAWANG MERAH VARIETAS BAUJI PADA INCEPTISOL | Bawang merah merupakan komoditi yang mempunyai nilai jual tinggi di pasaran karena konsumsi masyarakat cukup tinggi. Produksi bawang merah dapat ditingkatkan dengan cara mencukupi kandungan unsur hara untuk proses pertumbuhan dan produksinya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi bawang merah yaitu dengan pemberian pupuk NZeo-SR dan sulfur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh pupuk NZeo-SR terhadap kandungan K-total/tersedia, kandungan S-total/tersedia, serapan S, dan hasil bawang merah varietas Bauji (2) pengaruh sulfur terhadap terhadap kandungan K-total/tersedia, kandungan S-total/tersedia, serapan S, dan hasil bawang merah, (3) interaksi pupuk NZeo-SR dan sulfur terhadap kandungan K-total/tersedia, kandungan S-total/tersedia, serapan S, dan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Sreen House pada Februari hingga Juli 2018 dan analisis pupuk, tanah, dan jaringan tanaman di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, UNSOED. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAKL yang terdiri dari dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk NZeo-SR yang terdiri dari 0 kg.ha-1, 100 kg.ha-1, 200 kg.ha-1, 300 kg.ha-1, dan faktor kedua adalah dosis sulfur yang terdiri dari 0 kg.ha-1, 25 kg.ha-1, 50 kg.ha-1, 75 kg.ha-1. Variabel yang diamati adalah sifat kimia, hasil bawang merah, dan serapan S. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk NZeo-SR meningkatkan S-total, S-tersedia, K-total, jumlah umbi dan bobot umbi segar bawang merah. Sulfur meningkatkan daya hantar listrik, S-total dan S-tersedia namun menurunkan pH H2O tanah, jumlah umbi, bobot umbi segar dan bobot bobot umbi kering. Interaksi NZeo-SR dan sulfur terjadi pada jumlah umbi. | Shallots were commodities that have a high selling value on the market because public consumption was quite high. Shallots production could be improved by providing nutrients for the process of growth and production. One way that can be done to increased shallot production by applying NZeo-SR fertilizer and sulfur.This study aims to: (1) knowing the effect of NZeo-SR fertilizer on K-total / available, S-total / available soil content, S uptake, and yield of Bauji shallot, (2) knowing the effect of sulfur on K-total / available, S-total / available soil content, S uptake, and yield of Bauji shallot, (3) knowing NZeo-SR and sulfur fertilizer interactions on total K / available, S-total / available soil content, S uptake, and yield of Bauji shallot. This research the Sreen House and analysis of fertilizer, soil, plant tissue was done at Soil Science Laboratory of Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from February 2018 until July 2018. Experimental design used was Randomized Complete Group Factorial design with two factors and three replications. The first factor was the NZeo-SR fertilizer doses consisting of 0 kg.ha-1, 100 kg.ha-1, 200 kg.ha-1, 300 kg.ha-1, and the second factor is the doses of sulfur consisting 0 kg.ha-1, 25 kg.ha-1, 50 kg.ha-1, 75 kg.ha-1. The variables observed were soil chemical properties, S uptake, and shallot yield. The results showed that the NZeo-SR fertilizer increased S-total, S-available, K-total, the number of tubers and the weight of fresh shallots. Sulfur increases the electrical conductivity, S-total and S-available but decreased the pH of H2O soil, the number of tubers, the weight of fresh tubers and the weight of dried tubers. NZeo-SR and sulfur interactions occur in the number of tubers. | |
| 20710 | 23668 | E1A014075 | PERAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM MELAKUKAN PENGAWASAN TERHADAP PENYELENGGARAAN REKLAME DI KABUPATEN BANYUMAS | Setiap penyelenggaraan reklame harus mendapatkan izin sesuai dengan prosedur dan persyaratan tertentu berdasarkan Peraturan Perundang-undangan Daerah yang berlaku. Meskipun demikian, terdapat reklame liar yang tidak memiliki izin sehingga menimbulkan kesemerawutan penyelenggaraan reklame serta mengganggu keindahan wilayah Kabupaten Banyumas. Berdasarkan permasalahan tersebut dapat diambil rumusan masalah, yaitu (1) bagaimana peran Satuan Polisi Pamong Praja dalam melakukan pengawasan atas pemenuhan ketentuan-ketentuan dalam penyeleggaraan reklame di Kabupaten Banyumas, dan (2) apa hambatan yang dialami oleh Satuan Polisi Pamong Praja dalam melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan reklame di Kabupaten Banyumas. Penelitian “Peran Satuan Polisi Pamong Praja Dalam Melakukan Pengawasan Terhadap Penyelenggaraan Reklame Di Kabupaten Banyumas” bertujuan untuk (1) mengetahui peran Satuan Polisi Pamong Praja dalam melakukan pengawasan atas pemenuhan ketentuan-ketentuan dalam penyeleggaraan reklame di Kabupaten Banyumas, dan (2) mengetahui hambatan yang dialami oleh Satuan Polisi Pamong Praja dalam melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan reklame di Kabupaten Banyumas. Metode pendekatan yang digunakan yaitu yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskiptif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa (1) pengawasan atas pemenuhan ketentuan-ketentuan dalam penyelenggaraan reklame adalah dengan cara melakukan patroli rutin yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah. (2) hambatan yang dialami oleh Satuan Polisi Pamong Praja dalam melakukan pengawasan penyelenggaraan reklame adalah jumlah anggota di Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah yang terbatas, kurangnya sarana pendukung serta masih kurangnya kesadaran dari para penyelenggara reklame. | Every advertisement (advertisements)must obtain a permit in accordance with certain procedures and requirements based on the applicable Regional Laws. Nonetheless, there are wild advertisements that do not have permits, which causes chaos in the implementation of advertisement and disturbs the beauty of Banyumas Regency. Based on these problems, the problems of the research ( are) (ini aku ganti karna rumusan maslaah bisa di terjemahin dengan kata problem aja) (1) how is the role of the Civil Service Police Unit in supervising the fulfillment of the provisions in the billboard administration in Banyumas Regency, and (2) what obstacles are faced by the Civil Service Police Unit in supervising billboard implementation in Banyumas Regency. The research "The Role of Civil Service Police Unit in Supervising the Implementation of Advertisements in Banyumas Regency" aims to (1) determine the role of the Civil Service Police Unit in supervising the fulfillment of the provisions in billboard administration in Banyumas Regency, and (2) knowing the obstacles experienced by the Civil Service Police Unit in supervising the implementation of billboards in Banyumas Regency. The approach used is normative juridical with prescriptive research specifications. Based on the results (kalo result nya pake plural berarti ga pake it is known but they are known) of the study it is known that (1) supervision of the fulfillment of the provisions in the implementation of the billboard is by conducting routine patrols carried out by the Civil Service Police Unit for Regional Law Enforcement. (2) the obstacles experienced by the Civil Service Police Unit in supervising the implementation of the billboards were the limited number of members in the Regional Law Enforcement Sector, the lack of supporting facilities and the lack of awareness of the billboard organizers. | |
| 20711 | 23670 | G1H014001 | KANDUNGAN KALIUM DAN ANTIOKSIDAN FENOLIK YOGURT SUSU KECAMBAH KACANG MERAH YANG TERMODIFIKASI KADAR BAL DAN LAMA FERMENTASI UNTUK PENDERITA HIPERTENSI | Latar Belakang: Konsumsi kalium yang memadai dan antioksidan fenolik diketahui dapat menghambat perkembangan hipertensi. Kecambah kacang merah memiliki kandungan kalium dan fenolik yang tinggi. Fermentasi BAL mampu meningkatkan kandungan kalium dan fenolik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar BAL dan lama fermentasi terhadap kadar kalium dan total fenolik yogurt susu kecambah kacang merah. Metodologi: Penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diuji terdiri dari 2 faktor yaitu kadar BAL (B) dan lama fermentasi (T). Terdapat 4 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Variabel yang diamati dianalisis menggunakan analisis variansi (ANOVA) dengan α = 5% dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5%. Perlakuan terbaik dianalisis menggunakan Indeks Efektivitas. Hasil Penelitian: Kadar kalium dan total fenolik tertinggi yogurt susu kecambah kacang merah yaitu 3161,1 mg/L dan 0,637 mg/mL. Tidak terdapat pengaruh nyata kadar BAL (B) terhadap kadar kalium dan total fenolik (p>0,05), dan lama fermentasi (T) terhadap kadar kalium. Terdapat pengaruh sangat nyata lama fermentasi (T) terhadap total fenolik (p<0,05). Kesimpulan: Kadar kalium yogurt susu kecambah kacang merah berkisar antara 2667,6 – 3161,1 mg/L. Kadar BAL dan lama fermentasi terbaik terhadap peningkatan kadar fenolik yogurt susu kecambah kacang merah yakni kadar BAL 2% dan lama fementasi 24 jam. | Background: Adequate consumption of potassium and phenolic antioxidants are known to inhibit the development of hypertension. Red bean sprouts have high potassium and phenolic content. BAL fermentation can increase the content of potassium and phenolic. This study aims to determine the effect of BAL levels and fermentation duration on potassium levels and total phenolic yogurt of red bean sprouts milk. Methods: This experimental study uses a Randomized Group Design (RGD). Factors tested consist of 2 factors, namely BAL levels (B) and fermentation duration (T). There were 4 treatment combinations that were repeated 5 times to obtain 20 experimental units. The variables observed were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) with α = 5% and followed by Duncan's Range Multiple Range Test (DMRT) 5%. The best treatment was analyzed using the Effectiveness Index. Result: The highest levels of potassium and phenolic red bean sprouts milk yogurt, which were 3161,1 mg/L and 0,637mg/mL.There was no significant effect of BAL (B) levels on potassium and total phenolic levels (p>0,05), and fermentation duration (T) on potassium levels. There is a very significant effect of fermentation duration (T) on total phenolic (p <0,05). Conclusion: Potassium levels of red bean sprouts milk yogurt ranged from 2667,6 – 3161,1 mg/L. The best of BAL levels and fermentation duration to increase the levels of phenolic in red bean sprouts milk yogurt was 2% BAL and fementation duration 24 hours. | |
| 20712 | 23671 | F1A014026 | PRAKTEK ILEGAL DALAM PENGELOLAAN OBJEK WISATA PANTAI SUWUK, DESA TAMBAKMULYO, KECAMATAN PURING, KABUPATEN KEBUMEN | Pantai Suwuk merupakan salah satu objek wisata pantai yang berada di Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sasaran utama dalam penelitian ini yaitu petugas wisata Pantai Suwuk, sedangkan sasaran pendukung yaitu kelompok masyarakat yang melakukan praktek ilegal dalam pengelolaan objek wisata Pantai Suwuk serta pengunjung objek wisata Pantai Suwuk menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data digunakan menggunakan teknik wawancara, observasi langsung dan dokumentasi. Kemudian, data dianalisis menggunakan teknik analisis Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Validasi yang digunakan untuk menguji kredibilitas data yaitu menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengelolaan Pantai Suwuk nyatanya tidak luput oleh kendala atau hambatan. Salah satunya yaitu dijumpai adanya praktek ilegal yang dilakukan oleh masyarakat sekitar yaitu jasa penataan parkir dan dengan melakukan perebutan salah satu pintu masuk objek wisata yaitu Gerbang Barat. Adanya permasalahan Gerbang Barat ternyata tidak merusak keseimbangan sistem sosial yang ada. Kedua belah pihak yaitu petugas wisata dinas dan petugas Gerbang Barat melakukan beberapa upaya untuk tetap menjaga keteraturan sosial, salah satunya yaitu dengan menjaga hubungan serta komunikasi yang baik. Kemudian upaya lain dirangkum dalam skema AGIL, yaitu Adaptation, Goal attainment, Integration, Latency. | Suwuk beach is one of beach attraction that located in Kebumen Regency. This research used qualitative research method. The main target in this research is Suwuk Beach official, whereas the secondary target is a number of society-group who doing illegal practice in managing tourist attraction to Suwuk Beach and also the visitors of the Suwuk Beach used Purposive Sampling technique for determining the targets. Interview technique, direct observation, and documentation used to collect data. Then, the data analyzed using analysis technique by Miles and Huberman that is collecting data, data reduction, data presentation, and conclusion. The validation that used for testing the credibility of data is using triangulation technique. The result of this research is the result shows that in managing Suwuk Beach had been found many problems and obstacles. The one of the problem is found there is illegal practice that doing by people around the destination. The illegal practice that has been found like an competing to claim parking area in west-entrance (west gate) of Suwuk Beach. The problem of west gate did not damage the social ecosystem there. The both of parties that is toursit department party and west gate officials have been doing some effort to keep the social order. The one of efforts that has been done by those party is maintaining communication between society and the officials. They also did some effort by using AGIL scheme, that is Adaption, Goal attainment, Integration, and Latency. | |
| 20713 | 23690 | A1L013173 | PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH PADA PEMBERIAN DOSIS PUPUK HAYATI MIKORIZA-Trichoderma DAN PUPUK SINTETIK | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis pupuk hayati mikoriza-Trichoderma dan pupuk sintetik serta interaksinya yang optimal terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan di screenhouse Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, dengan ketinggian tempat 110 meter di atas permukaan laut. Penelitian dilaksanakan selama 5 bulan, mulai bulan Maret sampai Juli 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) 3x3 yang terdiri atas 9 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi dua faktor, yaitu pemberian dosis pupuk hayati mikoriza-Trichoderma dengan dosis 10-0 g, 20-10 g, dan 30-20 g per tanaman. Faktor kedua adalah pemberian dosis pupuk sintetik dengan 3 taraf, yaitu 0 % (tanpa pemberian dosis pupuk sintetik), 50% (pemberian setengah dari dosis anjuran pupuk sintetik) dan 100% (sesuai dosis anjuran pupuk sintetik). Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah anakan (unit), bobot tajuk segar (g), bobot tajuk kering (g), bobot akar segar (g), bobot akar kering (g), jumlah umbi per rumpun (buah)bobot umbi segar/ rumpun (cm), bobot umbi kering/ rumpun (g), dan infeksi mikoriza (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis pupuk hayati mikoriza-Trichoderma menunjukkan pengaruh tidak berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Tanaman yang tidak diberi pupuk sintetik berupa urea, SP 36, KCl, dan ZA menunjukkan bobot umbi segar dan bobot umbi kering yang tidak berbeda dengan pemberian dosis 50%, tetapi lebih tinggi dengan pemberian dosis 100% dengan nilai tertinggi yaitu berurut-urut 12,29 g , 11,00 g. Pemberian 100% pupuk sintetik dari dosis anjuran menunjukan pertambahan bobot tajuk segar, bobot tajuk kering, dan bobot akar kering , dengan nilai tertinggi yaitu 7,91 g , 3,95 g, 0,10 g. | Aims of this research were to know the right dose of biological fertilizer of micorhyza-Trichoderma and syntetic fertilizer to know the best interaction to the onion growth and yield. The research was carried out in a screenhouse at Agriculture Faculty Jenderal Soedirman University at Purwokerto, at 110 m altitude asl. The research was conducted over 5 months, from March until July 2017. The experiment used factorial random complete block design group consisting of nine treatment and three blocks. The tests treatments were two factors, the first factor comprised micorhyza-Trichoderma biological fertilizer at doses of 10 g -0 g, 20 g-10 g and 30 g -20 g. The second one was uses of synthetic fertilizer doses consisting of 0 % (without synthetic fertilizer), 50% ( half recommended dose), and 100% (suitable recommended dose). Observed variables were plant height (cm),leaf quantity (leaves), the number of child, the number of tuber, plant fresh weight (g), plant dry weight (g), root fresh weight (g)/clump, root dry weight (g)/ clump, tuber fresh weight (g), tuber dry weight (g), mycorhiza infection (%). Research results performed that gift of dosage combination biofertilizer of micorhyza-trichoderma could not affect on growth and yield. The inorganic fertilizer doses 0 % applied could increase tuber fresh weight and tuber dry weight with high score 12,29 g and 11 g. The inorganic fertilizer doses 100 % applied could increase plant fresh weight, plant dry weight and root dry weight with high score 7,91 g, 3,95 g and 0,10 g. | |
| 20714 | 23541 | A1M014071 | Analisis Perilaku Konsumen Terhadap Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pada Produk Pangan di Wilayah Kota Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah. | Bahan Tambahan Pangan (BTP) adalah bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan. Terdapat 27 jenis zat aditif yang sudah diijinkan, diantaranya pemanis, pewarna, pengawet, dan penguat rasa. Meskipun sudah diijinkan, sebagian diantaranya memiliki nilai ADI (acceptable daily intake) atau batas maksimum yang boleh dikonsumsi untuk meminimalisir dampak negatif yang mungkin ditimbulkan. Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam menggunakan zat aditif misalnya tingkat pengetahuan, sikap kebiasan, dan tingkat pendapatan. Upaya yang dilakukan guna meningkatkan pemahaman akan bahan tambahan pangan adalah dengan kegiatan alih teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, sikap kebiasaan, dan pendapatan terhadap perilaku penggunaan bahan tambahan pangan pada produk pangan ; 2) Mengkaji pengaruh kegiatan alih teknologi terhadap pemahaman responden tentang bahan tambahan pangan pemanis, pewarna, pengawet, dan penguat rasa. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan metode pengisian pre kuesioner, kegiatan alih teknologi, kemudian pengisian post kuesioner kepada ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang berada di wilayah Kota Purwokerto meliputi Purwokerto Timur, Purwokerto Barat, Purwokerto Selatan dan Purwokerto Utara. Responden dipilih berdasarkan teknik Simple Random Sampling, banyaknya responden ditentukan dengan metode slovin sehingga didapatkan 100 responden. Parameter yang digunakan pada kegiatan alih teknologi meliputi paramater: 1) gambaran umum; 2) jenis; 3) fungsi; 4) dampak negatif; 5) dan contoh produk yang mengandung zat aditif pemanis, pewarna, pengawet, dan penguat rasa. Variabel yang diukur pada penelitian ini meliputi: 1) tingkat pengetahuan konsumen ; 2) tingkat pendapatan konsumen ; 3) tingkat sikap kebiasaan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan : 1) Terdapat pengaruh nyata pengetahuan dan sikap kebiasaan terkait bahan tambahan pangan sebelum alih teknologi dan sesudah alih teknologi terhadap perilaku penggunaan bahan tambahan pangan pada produk pangan. Tidak terdapat pengaruh nyata tingkat pendapatan terkait zat aditif sebelum alih teknologi maupun sesudah alih teknologi terhadap perilaku penggunaan zat aditif ; 2) Alih teknologi mampu meningkatkan sebagian besar pemahaman konsumen terhadap gambaran umum, jenis, fungsi, dampak negatif, dan contoh produk dari bahan tambahan pangan pemanis, pewarna, pengawet dan penguat rasa pada produk pangan. | Food Additives are ingredients that added to food for influence the characteristic or form food. There are 27 types of food additives that have been permitted, among others are sweeteners, dyes, preservatives, and flavor enhancers. Although it has been permitted, some of them have ADI values (Acceptable Daily Intake) or the maximum limit that can be consumed to decrease the negative effects that might be caused. There are factors that can influence the consumer behavior in using additives such as knowledge level, habitual attitude, and income level. Efforts that can be made to increase the understanding of additives is with technology transfer activities. This research have a purpose for: 1) Knowing the relation between the level of knowledge, habitual attitudes, and income towards the behavior of using food additives in food products; 2) Assessing the effect of technology transfer food activities on respondents' understanding of sweeteners, dyes, preservatives and flavor enhancers. This research was used a survey method with pre-questionnaire filling method, technology transfer activity, then filled out a questionnaire post to the Family Welfare Development that was located in Purwokerto City area that are West Purwokerto, South Purwokerto, East Purwokerto and North Purwokerto. The Respondents were selected based on the Simple Random Sampling technique, the number of respondents was determined by the Slovin method until get 100 respondents were obtained. The parameters used in technology transfer activities are: 1) general description; 2) type; 3) function; 4) negative impacts; 5) and examples of products containing sweetener food additives, dyes, preservatives and flavor enhancers. The variables measured in this research are: 1) the level of consumer knowledge; 2) consumer income level; 3) the level of attitudes of consumer habits. The results of the research showed: 1) There is a significant effect of habitual knowledge and attitudes related to food additives before technology transfer and after technology transfer to the behavior of using food additives in food products. There is no significant influence on the level of income related to food additives before technology transfer or after the transfer technology to the behavior of using food additives; 2) Technology transfer can increase the most consumer understanding of the general description, type, function, negative impact, and product samples of sweetener food additives, dyes, preservatives and flavor enhancers in food products. | |
| 20715 | 23676 | A1H014032 | OPTIMASI WAKTU FERMENTASI DAN DOSIS RAGI ROTI (FERMIPAN) PADA PRODUKSI BIO-ETANOL DARI DAGING BUAH SALAK PONDOH AFKIR | Biotanol adalah salah satu wujud hasil bioteknologi dari bioenergi dengan dampak lingkungan yang rendah dengan bahan utamanya dari tumbuhan menggunakan proses fermentasi biomassa yang mengandung karbohidrat, selulosa, dan glukosa. Salak pondoh merupakan salah satu buah asli Indonesia yang rasanya manis karena mengandung gula cukup tinggi akan tetapi kurang termanfaatkan dengan baik jika afkir, oleh karena itu salak afkir tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Tujuan penelitian ini adalah (1) mempelajari teknik produksi bioetanol dari buah salak afkir menggunakan ragi roti, (2) mengetahui waktu fermentasi dan konsentrasi ragi yang optimal untuk menghasilkan rendemen bioetanol tertinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel penelitian yang digunakan adalah konsentrasi ragi 5%; 7,5%; 10% dan waktu fermentasi 7; 10; 13 hari dengan pengulangan sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 percobaan. Analisis data yang dilakukan diantaranya kadar gula reduksi, kadar bioetanol, dan rendemen bioetanol. Hasil optimum dari analisis Respon Surface Method (RSM) yaitu kondisi optimum konsentrasi ragi roti (fermipan) 5,25 % dan waktu fermentasi 7,15 hari dengan nilai respon rendemen bioetanol sebesar 1,8 %. | Bioethanol is one of biotechnology result from bioenergy with low environmental impact with the main ingredient of plants using biomass fermentation process containing carbohydrate, cellulose, and glucose. Snakefruit is one of Indonesian's original fruit that tastes sweet because it contains high sugar but it is not used optimally if the grade does not good, therefore it can be utilized as material for making bioethanol. The objectives of this research are (1) to study the bioethanol production technique from rejected Snakefruit using bread yeast, (2) to know the optimal fermentation time and yeast concentration to produce the highest bioethanol yield. The research method used in this research is the experimental method with the design of Randomized Complete Design (RCD). The research variables used were bread yeast concentration 5%; 7.5%; 10% and fermentation time 7; 10; 13 days with repetition 3 times to get 27 experiments. Data analysis conducted in this research include reducing sugar content, bioethanol content, and bioethanol yield. The optimum result of Response Surface Method’s analysis is bread yeast concentration 5.25% and fermentation time 7.15 days with response value of bioetanol yield equal to 1.8%. | |
| 20716 | 23672 | A1H014050 | ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEANDALAN AIR DI LAHAN PADA DAERAH IRIGASI KEDIRI KABUPATEN BANYUMAS JAWA TENGAH | Keandalan air merupakan kondisi dimana air irigasi dapat tersedia dalam jumlah waktu, tempat dan mutu yang dibutuhkan. Keandalan air dapat diprediksi pada waktu tertentu dengan mengetahui besarnya kebutuhan air irigasi. Perencanaan dan pengelolaan irigasi yang tepat dapat ditentukan dengan mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi keandalan air. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi keandalan air di lahan pada Daerah Irigasi Kediri, 2) mengetahui variabel yang paling berpengaruh sampai variabel yang tidak berpengaruh berdasarkan faktor yang didapatkan dengan menggunakan metode analisis faktor pada DI Kediri. Metode pengambilan sampel secara purposive sampling, terdapat 27 variabel yang diukur berdasarkan 5 pilar irigasi. Analisis faktor digunakan untuk mengetahui faktor mana yang berpengaruh dan variabel mana yang paling berpengaruh pada setiap faktor. Hasil penelitian menunjukkan ada lima faktor yang mempengaruhi keandalan air di Kediri, yaitu : 1) faktor pengelolaan irigasi, 2) faktor institusi pengelolaan, 3) faktor infrastruktur, 4) faktor ketersediaan air dan 5) faktor sumber daya manusia pengelola dengan total varians semua faktor sebesar 63.1 % . Faktor 1 dipengaruhi oleh variabel perencanaan pembagian air, faktor 2 dipengaruhi oleh variabel pengawasan pelaksanaan pengelolaan irigasi, faktor 3 dipengaruhi oleh variabel kelengkapan bangunan irigasi, faktor 4 dipengaruhi oleh variabel pemanfaatan air untuk kolam, faktor 5 dipengaruhi oleh variabel kualitas sumber daya manusia P3A. | Water reliability is a condition where irrigation water can be available in the amount of time, place and required quality. The reliability of water can be predicted at a certain time by knowing the required amount of irrigation water. Proper irrigation planning and management can be determined by knowing the factors that impact water reliability. This research aims to: 1) determine the factors that impact the water reliability in land in Kediri irrigation area, 2) find out the most impactful variables up to not impact variables based on the obtained factor by using factor analysis methods in Kediri. The sampling method is purposive sampling, there are 27 variables measured based on 5 pillars of irrigation. Factor analysis is used to determine which factors are influential and which variables are most influential on each factor. The results showed that there were five factors that impact water reliability Kediri irrigation area identified: 1) irrigation management factors, 2) institutional management factors , 3) infrastructure factors, 4 ) water availability factor and 5) factors of human resources (HR) manager with a total variance of all factors of 63.1%. Factor 1 is affected by water distribution planning variable, factor 2 is affected by the implementation control irrigation management variable, factor 3 is affected by the irrigation networks maintance variable, factor 4 is affected by Utilization of water for ponds, factor 5 is affected by Quality of P3A HR. | |
| 20717 | 23673 | G1F014020 | UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK SENYAWA 1,3,5,7-TETRAHIDROKSIANTRAKUINON HASIL SINTESIS TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA MCF-7 | Latar Belakang : Antrakuinon adalah salah satu senyawa dari bahan alami yang memiliki aktivitas sitotoksik. Senyawa 1,3,5,7-tetrahidroksiantakuinon merupakan senyawa yang didapatkan dari hasil turunan antrakuinon, namun senyawa tersebut belum diketahui aktivitas sitotoksiknya terhadap sel kanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas sitotoksik senyawa 1,3,5,7-tetrahidroksiantakuinon pada sel kanker payudara MCF-7. Metodologi : Senyawa 1,3,5,7-tetrahidroksiantrakuinon disintesis dengan metode kondensasi turunan hidroksi asam benzoat oleh asam sulfat, uji pemurnian dengan KLT tiga sistem eluen, karakterisasi senyawa dengan spektroskospi NMR dan uji sitotoksik terhadap sel kanker payudara MCF-7 dilakukan menggunakan metode MTS assay dengan konsentrasi 200; 100; 50; 25; 12,5; 6,25 µg/mL. Selanjutnya dihitung nilai IC50 yaitu konsentrasi senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan sel sebesar 50%. Hasil : Berdasarkan reaksi kondensasi diperoleh senyawa 1,3,5,7-tetrahidroksiantrakuinon rendemen sebesar 96,2%. Identifikasi KLT menunjukkan bahwa senyawa hasil sintesis sudah murni karena hanya terlihat satu bercak. Data spektroskospi NMR menunjukkan kesesuaian bahwa senyawa yang diperoleh dari hasil sintesis merupakan senyawa 1,3,5,7-tetrahidroksiantrakuinon. Berdasarkan nilai viabilitas sel menunjukkan seiring dengan meningkatnya konsentrasi maka nilai viabilitas sel semakin kecil. Hasil uji MTS assay pada sel MCF-7 menghasilkan nilai IC50 sebesar 125,05 µg/mL. Kesimpulan : Senyawa turunan antrakuinon 1,3,5,7-tetrahidroksiantrakuinon memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker payudara MCF-7 dengan potensi cukup aktif. | Background :Antrhaquinone is a compound of natural substances that have cytotoxic activity. 1,3,5,7-tetrahydroxyanthraquinone compound is derivation from antrhaquinone , but the cytotoxic activity of this compound on cancer cell is not known. This experiment aim is to know the cytotoxic activity of 1,3,5,7-tetrahydroxyanthraquinone on MCF-7 breast cancer cell. Method : 1,3,5,7-tetrahydroxyantrakuinone compound was synthesized by hydroxy benzoat acid derivative condensation method by sulfuric acid. The purification assay used TLC three eluent systems, characterization of compound used NMR spectroscopy and cytotoxicity assay toward MCF-7 breast cancer cell used MTS assay method with concentration 200; 100; 50; 25; 12,5; 6,25 µg / mL. Then the IC50 value was calculated that was the concentration of compound that can inhibit cell growth as bis as 50%. Result : based on the condense reaction, the result is compound 1,3,5,7-tetrahydroxyantrakuinone with the amount 96,2% of rendemen . TLC identification showed that the compound of synthesis result already pure because obtained one spot only. NMR spectroscopic data showed suitability of the compound that obtained from the synthesis result were 1,3,5,7-tetrahydroxyanthrakuinone. Based on the value of cell viability showed that as the concentration increase, the value of cell viability became smaller. MTS assay test results on MCF-7 cells produced IC50 values of 125,05 µg / mL. Conclusion: The 1,3,5,7-tetrahydroxyantrakuinone anthraquinone derivative had cytotoxic activity toward MCF-7 breast cancer cell with potension that quite active. | |
| 20718 | 23674 | A1H014056 | SIKAP DAN PERILAKU KONSUMEN PANGAN LOKAL DI DKI JAKARTA : PERMODELAN PERSAMAAN STRUKTURAL DENGAN PARTIAL LEAST SQUARES. | Pangan lokal seperti buah-buahan, sayuran, beras, dan lainnya tersedia dalam jumlah cukup besar di Indonesia. Namun, penelitian mengenai sikap dan perilaku konsumen pangan lokal masih sangat sedikit. Objek dari penilitian ini adalah mengajukan atau menciptakan sebuah model untuk memprediksi variabel - variabel dalam keinginan untuk pembelian pangan lokal, untuk menguji validitas dan reabilitas dari variabel - variabel berdasarkan model yang diciptakan, dan untuk menguji kesignifikanan/model struktur pada model yang diajukan. Model integrasi disusun berdasarkan 3 teori, yaitu : model pangan berkelanjutan, teori alphabet dan teori plan behavior. Responden pada penelitian ini yaitu sebanyak 150 konsumer pangan lokal dan menggunakan metode snowball sampling yang dilaksanakan di pasar modern di Jakarta. Kuisioner pada penelitian ini menggunakan skala likert yang berisikan 11 variabel, yaitu : 1) motivasi 2) sikap 3) keterlibatan 4) norma subjektif 5) informasi dan pengetahuan 6) kepastian 7) perilaku kontrol 8) ketersediaan 9) pengalaman/kebiasaan/tradisi 10) perilaku keinginan 11). perilaku. Analisis data menggunakan smart-PLS yang meliki 2 tahapan yaitu : Measurement Model dengan parameternya adalah, average variance extracted (AVE), indicator reability, discriminant validity, composite reability (CR) dan structural model yang memiliki parameter R2, F2, and Q2. Berdasarkan measurement model, 11 variabel sudahlah valid dan realiabel, hal ini didasari dengan hasil dari AVE, indicator reability, discriminant validity, composite reability (CR). Hasil menunjukan bahwa niat untuk membeli pangan lokal dipengaruhi secara signifikan oleh 1) motivasi 2) keterlibatan 3) norma subjektif 4) perilaku kontrol 5) ketersediaan, namun keinginan tidaklah dipengaruhi oleh kepastian dan sikap. Sikap sendiri dalam pembelian pangan lokal dipengaruhi secara signifikan oleh variabel informasi dan pengetahuan serta terakhir yaitu perilaku dalam pembelian pangan lokal secara signifikan dipengaruhi oleh perilaku keinginan. | Local food such as fruit, vegetable, rice, and others is widely available in large amount in Indonesia, and contribute to national GDP (Gross Dosmestic Product) significantly. However, there is limited study focus on understanding the consumer behavior toward local food. The objects of this this study are to propose integrative framework in order to predict variable intention to purchase local food, to examine the validity and the reability of variable based on integrative model, and to examine the structure model based on proposed model. The integrative model was developed based on 3 theories : sustainable food models, the alphabet theory and the theory plan behavior (TPB). The responden for this study were 150 local food consumer and using snowball sampling at modern market in Jakarta City. Quistioner in this study using likert scale that consisted of 11 variables, they are : 1) motivasi 2) attitude towards behavior (evaluative judgements dan affective judgements) 3) involvement 4) norma sosial and personal norm 5) information and knowledge 6) certainly 7) control behavior 8) availibility 9) past experience/habit/tradition 10) behavioural Intetion 11) behaviour. Data analisys using samrt-PLS that consisted 2 step, they are measurement model with its paramater are average variance extracted (AVE), indicator reability, discriminant validity, composite reability (CR) and structural model with its parameter are R2, F2, and Q2. Based on measurement model, the 11 variables are valid and reliable due to statistic result such as AVE, CR etc. The result shows : intention to purchase local food was significantly affected by 1) motivation, 2) involvement, 3) subjective norm 4) behavior control 5) availibility. But intention was not affected by certainly and attitude. Attitude to purchase local food wa affected significantly by information and knowledge. And the last behavior to purchase local food was affected significantly by behavior intention. | |
| 20719 | 23675 | A1L014021 | PREDIKSI HARI PEMETIKAN TEH HIJAU (Camellia sinensis) BERDASARKAN KANDUNGAN KLOROFIL, TANIN DAN WARNA DAUN, MENGGUNAKAN COLOR READER DAN KAMERA PONSEL | Penelitian ini bertujuan: (1) Memprediksi saat pemetikan teh hijau yang memiliki kualitas terbaik ber-dasarkan warna daun, kandungan tanin dan klorofil (2) mengetahui alternatif alat pembaca warna yang dapat digunakan sebagai alat bantu bagi pemetik. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Ke-lompok Lengkap (RAKL), meliputi 3 jenis merek kamera ponsel yaitu Samsung J7+ (13 MP F/1,7), LG G2 (13 MP F/2,4), Black View 6000 (13 MP F/2,0) dan 1 jenis alat pembaca warna dengan merek Color Reader CR-10 pada 4 hari pemetikan daun teh (hari ke-7,8,9 dan 10) dengan 3 ulangan. Parameter pengamatan meli-puti warna RGB (Red, Green dan Blue) daun, uji Organoleptik (warna teh kering, aroma seduhan, warna sedu-han, rasa, rasa sepat, after taste dan warna ampas seduhan), yang telah digolongkan menjadi 3 jenis kualitas pemetikan (Petikan halus, medium, kasar) serta jumlah klorofil total dan kandungan tanin secara kualitatif. Data dianalisis dengan uji Regresi, uji Normalitas, uji Homogenitas, uji ANOVA, uji Deskriptif, uji Friedman, uji Dunnett t (2 side), uji deskriptif analisis organoleptik dan uji Korelasi pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa hari pemetikan teh ke-7 memiliki kualitas terbaik dengan warna hijau (RGB) sebesar 169,4167 (RGB), daun teh berjenis petikan halus (kode sampel 890), teh kering berwarna hijau tua coklatan, aroma seduhan wangi, warna seduhan hijau tua kecoklatan, rasa netral, rasanya sepat, after taste netral, warna ampas seduhan coklat muda yang disukai 79,5 % panelis, rerata nilai tanin (kualitatif) sebesar +++ (3+), kloro-fil terendah sebesar 12,7758 (unit) serta mendapatkan alternatif alat pembaca warna LG G2 (13 MP F/1,7) yang memiliki perbedaan rerata warna (RGB) sebesar 0,75000 (warna hijau) mendekati kontrol (Color Reader CR-10). | This Study aimed to predict the plucking time of green tea which has the best quality based on the leaf color, tannin and chlorophyll content and to know the alternative color reader that can be used as a tool for pickers. The design of this study uses Complete Randomized Block Design, covering 3 types of mobile camera brands namely Samsung J7 + (13 MP F / 1.7), LG G2 (13 MP F / 2.4), Black View 6000 (13 MP F / 2,0) and 1 type of color reader with the brand CR-10 on 4 days of plucking tea leaves (days 7,8,9 and 10) with 3 replications. include RGB (Red, Green and Blue) leaf color, Organoleptic test (dry tea color, steaming odor, steeping color, taste, astringency, after taste and steaming dregs color), which has been classified into 3 types of picking quality (Smooth, medium, rough excision) and the total amount of chlorophyll and tannin content qualitatively. Data were analyzed by Regression test, Normality test, Homogeneity test, ANOVA test, Descrip-tive test, Friedman test, Dunnett t test (2 side), Descriptive test of organoleptic Analysis and Correlation test at 5% level. The results showed that the leaf at 7th day after plucking had the best quality with green color of 169,4167 (RGB), fine extract type tea leaves (sample code 890), brownish dark green dry tea, fragrant steam-ing aroma, brownish dark green steeping color, neutral taste, astringent taste, neutral after taste, light brown steamed dregs preferred by 79,5% panelists, average tannin value (qualitative) equal to +++ (+3), chloro-phyll is equal to 12,7758 (unit) and obtains an alternative reader LG G2 color (13 MP F / 1.7) which has a different color (RGB) average of 0.75000 (green) approaching the control (Color Reader CR-10). | |
| 20720 | 26160 | F1B115010 | KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PENGGUNA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL PENERIMA BANTUAN IURAN (BPJS-PBI) DI PUSKESMAS 1 CILONGOK, DESA CIKIDANG, KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini berjudul Kualitas Pelayanan Kesehatan Pengguna Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Penerima Bantuan Iuran (BPJS PBI) di Puskesmas 1 Cilongok, Desa Cikidang, Kabupaten Banyumas. Puskesmas 1 Cilongok memberikan pelayanannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku demi terciptanya suatu kualitas pelayanan yang bagus. Dalam pelaksanaannya, kualitas pelayanan di Puskesmas 1 Cilongok sudah cukup baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kualitas pelayanan kesehatan pengguna BPJS PBI di Puskesmas 1 Cilongok Desa Cikidang Kabupaten Banyumas. Untuk mengetahui kualitas pelayanan tersebut, ada lima dimensi yang digunakan yaitu tangible (Bukti fisik), realibility (kehandalan), responsiviness (ketanggapan) , assurance (jaminan) dan emphaty (empati). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dan teknik pengambilan informannya menggunakan accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk menjamin keabsahan data digunakan teknik triangulasi. Metode analisis yang digunakan adalah model analisis interaktif. Hasil penelitian menujukan bahwa kualitas pelayanan yang ada di Puskesmas 1 Cilongok Desa Cikidang, Kabupaten Banyumas sudah cukup baik. Akan tetapi ada beberapa indikator yang belum berjalan dengan baik atau belum maksimal yaitu dalam hal kecepatan pelayanan dan jaminan waktu pelayanan. Hal tersebut terjadi karena terbatasnya petugas yang melayani, disisi lain pasien yang datang juga sangat banyak sehingga menimbulkan antrian yang cukup banyak dan penumpukan pasien di ruang tunggu pendaftaran maupun ruang tunggu pemeriksaan. Untuk itu perlu adanya perhatian khusus dan evaluasi, agar kedepannya pelayanan yang diberikan bisa cepat dan mampu memberikan jaminan waktu kepada penerima layanan, sehingga nantinya kualitas pelayanannya akan maksimal. | This research is entitled Quality of Health Services for BPJS PBI Users (Beneficiaries of Contribution Assistance) in Puskesmas 1 Cilongok, , Banyumas Regency. Puskesmas 1 Cilongok provides its services in accordance with applicable provisions for the creation of a good quality service. In its implementation, the quality of services at Puskesmas 1 Cilongok is quite good. The purpose of this research was to describe the quality of health services for BPJS PBI users (Beneficiaries of Contribution Assistance) at Puskesmas 1 Cilongok. To determine the quality of the service, there are five dimensions used, namely tangible, realibility, responsiviness, assurance and emphaty. The research method used is descriptive qualitative and informational retrieval techniques using accidental sampling. Data collection is done through interviews, observation, and documentation. To guarantee the validity of the data, triangulation techniques are used. The analytical method used is an interactive analysis model. The results of the research addressing the quality of services available at Puskesmas 1 Cilongok are already quite good. However, there are some indicators that have not run well or have not been maximal in terms of speed of service and guarantee of service time. This happens because of the limited work served, on the other hand the patients who come also cause a lot of queues and a lot of patients in the registration waiting room and waiting room for examination. For that we need special attention and evaluation, so that in the future the services provided can be fast and able to provide a guaranteed time for service recipients, so that the quality of services that will be maximized is needed. |