Home
Login.
Artikelilmiahs
23627
Update
HALIMAH SETIA BUDI LESTARI
NIM
Judul Artikel
KONSUMSI BAHAN BAKAR TRAKTOR RODA DUA PADA BEBERAPA TIPE POLA PENGOLAHAN TANAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penggunaan traktor di Kabupaten Banjarnegara semakin meningkat namun kajian mengenai tingkat konsumsi bahan bakar traktor sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola pengolahan lahan terhadap tingkat konsumsi bahan bakar traktor roda dua selama proses pengolahan lahan. Penelitian dilaksanakan pada lahan kering di Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Palawija Kecamatan Purwonegoro Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah. Sebelum diberi perlakuan lahan dibajak terlebih dahulu untuk menyeragamkan kondisi tanah. Tanah dibagi menjadi 5 petak percobaan masing-masing berukuran 15 x 13 m dengan jarak antar petak 1,5 m. Jenis perlakuan yang diberikan yaitu Pola pengolahan terdiri dari: pola tepi (P1), pola tengah (P2), pola kijang (P3), pola spiral (P4), dan pola alfa (P5), serta perlakuan penggunaan implemen yaitu perlakuan tanpa implemen (TI) dan dengan implemen (DI). Pengukuran konsumsi bahan bakar dilakukan dengan mengisi tangki sampai penuh sebelum traktor dioperasikan. Lalu diukur total waktu pengolahan serta jumlah penambahan bahan bakar setelah traktor dioperasikan. Jumlah penambahan bahan bakar merupakan jumlah konsumsi bahan bakar selama traktor dioperasikan. Pengukuran tersebut dilakukan dengan 3 kali ulangan untuk setiap kombinasi perlakuan pola pengolahan dan penggunaan implemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kijang menghasilkan tingkat konsumsi bahan bakar terendah baik pada kondisi tanpa implemen ataupun dengan implemen masing-masing sebesar 4,27 l/ha dan 5,04 l/ha. Secara statistik pola kijang memberikan hasil yang berbeda nyata terhadap semua pola pengolahan yang lain kecuali pola tepi pada kondisi tanpa implemen. Tingkat konsumsi bahan bakar tertinggi secara umum yaitu pada pola alfa sebesar 10,77 l/ha untuk kondisi tanpa implemen dan 14,87 l/ha untuk kondisi dengan implemen. Tingkat konsumsi bahan bakar pada kondisi dengan implemen lebih tinggi dibandingkan tanpa implemen dan secara statistik uji t-student menunjukkan perbedaan nyata antara keduanya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
during the operation of tractor. The use of tractor increased in Kabupaten Banjarnegara but study on the level of fuel consumption is very limited. This research aims to understand the influence of land cultivation pattern on the level of fuel consumption in two wheel drive tractor during the land cultivation. The research was held on the dry land in Technical Service Unit (UPT) Palawija, Purwonegoro, Banjarnegara, Central Java. Before being treated, the land was processed with plowed to homogenize the soil conditions. The land was made into 5 plots of experimental land measuring 15 x 13 m with a spacing of 1.5 m. There is five treatment of type pattern: edge pattern ( P1 ), central pattern (P2 ), antelope pattern ( P3 ), spiral pattern ( P4 ), alfa pattern ( P5 ) and the use of implement are without implement (TI ) and with implement ( DI ). Measurements of fuel are carried out by filling the tank fully before the tractor operated. Then measure total time and the additional of fuel after tractor operated .The additional of fuel is the consumption fuel for tractor. The measurement done with 3 times in each combination treatment. The results of research show that the lowest level of fuel consumption in the condition of without and with implement is antelope pattern there are 4,27 l/ha and 5,04 l/ha. In general the highest level of fuel consumption is in alfa pattern as much as 10,77 l/ha for condition without implement and 14,87 l/ha for condition with implement. Statistically test that in condition without implemen antelope pattern dissimilar with all of pattern type expect edge pattern. While in condition with implemen the antelope pattern is dissimilar with all of pattern type. The level of fuel consumption in condition with implement higher than condition without implement and statistically test of t-student shows a real difference between them.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save