Artikelilmiahs

Menampilkan 20.661-20.680 dari 50.125 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2066123633H1G014023Asosiasi Vegetasi Mangrove di Segara Anakan Bagian Timur, CilacapPenelitian ini berjudul “Asosiasi Vegetasi Mangrove di Segara Anakan Bagian Timur”. Penelitian ini bertujuan untuk menegtahui kerapatan vegetasi mangrove di Segara Anakan bagian timur serta untuk mengetahui asosiasi vegetasi mangrove di Segara Anakan bagian timur. Pada penelitian ini menggunakan metode survey dengan penentuan lokasi 22 stasiun dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2018 di Segara Anakan bagian timur. Kemudian data dianalisis menggunakan deskriptif komparatif serta analisis statistik menggunakan chisquare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan vegetasi mangrove Pada area vegetasi mangrove Segara Anakan bagian timur ditemukan 18 jenis pada diameter >4 cm dan 11 jenis pada diameter >10 cm. Hasil chisquare test dari 153 pasangan vegetasi mangrove di Segara Anakan bagian timur terdapat 24 pasangan yang berasosiasi, yakni 13 pasang berasosiasi positif dan 11 pasang berasosiasi negatif.This study entitle “The Association of Mangrove Vegetation in the East Segara Anakan”. This study aims to determine the density of mangrove vegetation in the eastern part of Segara Anakan and to find out the association of mangro vegetatio in the eastern part of Segara Anakan. The study use survey method from 22 stations with purposive sampling. The study was conducted on August 2018 in the eastern of Segara Anakan. Then the data were analyzed by descriptive comparative and ststistical analysis using chi-square. The results showed the density of mangrove vegetation in eastern part of Segara Anakan found 18 species (diameter >4 cm) and (diameter >10 cm). The result of the chi-square test from 153 pairs of mangrove vegetation in the eastern part of Segara Anakan had 24 associated and pairs, that were pairs had 13 positively associated and 11 pairs had negative associations.
2066223596H1G014021Clustering Vegetasi Mangrove di Segara Anakan bagian Timur, CilacapPenelitian ini berjudul "Clustering Vegetasi Mangrove di Segara Anakan Bagian Timur (E-SAL), Cilacap" yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan mangrove dan menganalisis pengelompokan vegetasi mangrove E -SAL. Metode yang digunakan teknik purposive sampling dengan analisis cluster dan disajikan pada dendogram.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan mangrove di E-SAL adalah 267 - 4367 ind / ha (diameter> 4 cm) tanpa Nypah dan 0 - 233 ind / ha (diameter> 10 cm tanpa Nypah). Ekosistem Mangrove di E-SAL memiliki 3 cluster yang merupakan cluster pertama disusun oleh stasiun 2, stasiun 1, stasiun 12, stasiun 3, stasiun 22, stasiun 5, stasiun 10, stasiun 7, stasiun 11, stasiun 4, stasiun 13 , dan stasiun 6 dengan formasi yang {2 - (((4, 13), 6) ((1,12), ((4,13) ((5,10) (7,11)))}. Cluster kedua disusun oleh stasiun 9, stasiun 8, stasiun 15, stasiun 19, stasiun 20, dan stasiun 21, dengan formasi adalah {9; ((8.15), (19, (20.21))}}. Cluster ketiga dibentuk oleh stasiun 18, stasiun 17, stasiun 14 dan stasiun 16, yaitu klaster {18 (17, (14,16))}
This research is entitled "The clustering of Mangrove Vegetation in The East Part of Segara Anakan (E-SAL), Cilacap" which was conducted in August 2018. This study aims to determine the density of mangroves and to analyse the clustering of mangrove vegetation E-SAL. The method used purposive sampling techniques with cluster analysis and presented on dendogram.
The results showed that the mangrove density in E-SAL were 267 - 4367 ind / ha (mangrove trees with diameter > 4 cm) without Nypah and 0 - 233 ind / ha (mangrove trees with diameter > 10 cm without Nypah). The Mangrove ecosystem in E-SAL had 3 clusters that were the first cluster was arranged by station 2, station 1, station 12, station 3, station 22, station 5, station 10, station 7, station 11, station 4, station 13, and station 6 with formations that were {2 - (((4 , 13), 6) ((1.12), ((4.13) ((5.10) (7.11)))} The second cluster was arranged by station 9, station 8, station 15, station 19, station 20, and station 21, with formations were {9; ((8.15), (19, (20.21))}} The third cluster was formed by station 18, station 17, station 14 and station 16, namely cluster {18 ( 17, (14,16))}
2066323632G1F014028NANOPORI LIMBAH CANGKANG TELUR BEBEK SEBAGAI PENETRAL AIR ASAM DAN PENYERAP LOGAM BERATLatar Belakang: Pecemaran lingkungan menyebabkan air terkontaminasi oleh logam berat dan bahan kimia lain yang menyebabkan pH air meningkat. Logam berat dan zat asam dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Karbon aktif merupakan senyawa dipasaran yang digunakan untuk menurunkan konsentrasi logam berat. Namun, karbon memiliki beberapa kelemahan. Cangkang telur mengandung 94% CaCO3 yang merupakan adsorben dan sekaligus penetral asam. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan cangkang telur bebek untuk dijadikan nanopori yang dapat menyerap logam berat dan sekaligus menetralisir kandungan asam yang ada pada air.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang meliputi pembuatan dan formulasi serbuk nanopori dari cangkang telur bebek, formula terbaik dikarakterisasi menggunakan SEM (Scanning Electromagnetic Microscope), selanjutnya diuji performa untuk mengetahui kemampuannya dalam menyerap logam dan menetralkan asam dengan uji konduktivitas logam dan pH meter, kemudian dilakukan uji AAS (Atomic Absorption Spectroscopy) terhadap air kran yang ditambah logam berat dan bersifat asam serta hasilnya dibandingkan dengan kemampuan arang aktif dalam menyerap logam berat dan meneralkan asam.
Hasil dan Kesimpulan: Berdasarkan hasil uji konduktivitas logam dan uji pH larutan, serbuk cangkang telur bebek dapat menurunkan konduktivtas logam sebesar 52% dan menurunkan asam sebesar 28,5%. Formula terbaik diperoleh dari optimasi 50% natrium hipoklorit dan 0,1M HCl (F1) dengan nilai penurunan konduktivitas logam sebesar 59,3% dan nilai penurunan asam sebesar 26,8%. Hasil analisis ukuran pori formula 1 dengan menggunakan SEM menunjukkan bahwa serbuk yang dihasilkan memiliki pori-pori berukuran nanopori (< 1μm). Serbuk nanopori cangkang telur bebek memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan dengan karbon aktif (arang aktif) dalam menyerap logam dan menetralkan asam.
Background: Environmental pollution cause water to be contaminated by heavy metals and others chemicals that can increase pH of the water. Heavy metals and acid cause various health problems. Activated carbon is a component used to reduce heavy metal. However, carbon has several weaknesses. Eggshell contained 94% CaCO3 which is an adsorbent and neutralizer acid. The aim of this study is to make duck eggshells become nanopores that can absorb heavy metals and neutralize acid in water.
Methods: This research was an experimental study which include the manufacture of nanopore powder from duck eggshell and optimization in formulation, the best formula was characterized using SEM (Scanning Electromagnetic Microscope), performance test to determine its ability to absorb heavy metals and neutralize acids, its applied in tap water and the water which was contaminated with acid and heavy metals was assayed using AAS (Atomic Absorption Spectroscopy), the results compared with the ability of activated carbon to absorb heavy metals and neutralize acid.
Results and Conclusion: Results of the conductivity test and pH test of the solution was duck eggshell powder could reduce metal by 52% and acid by 28.5%. The best formula from the optimization was F1 (50% sodium hypochlorite and 0.1M HCl) with a decreased in conductivity of 59.3% and an acid reduction value of 26.8%. The results of pore size analysis of formula 1 used SEM showed that the powder had nanopore-sized (<1μm). Duck eggshell nanopore powder had a better ability than activated carbon (activated charcoal) in absorbed metals and neutralized acids.
2066422346H1A014002FORMULASI SEDIAAN SALEP EKSTRAK METANOL DAUN MANGGA BACANG (Mangifera foetida L.) DAN UJI AKTIVITAS TERHADAP JAMUR Malassezia furfurMalassezia furfur adalah spesies yang menyebabkan penyakit Pytiriasis versicolor (panu). Jamur ini menyerang lapisan epidermis dari kulit biasanya diderita oleh seseorang yang sudah mulai banyak beraktifitas dan mengeluarkan keringat. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai antijamur adalah daun mangga bacang (Mangifera foetida L.). Ekstrak metanol daun mangga bacang memiliki kandungan senyawa aktif tanin, flavonoid, alkaloid, steroid, terpenoid, polifenol dan saponin. Untuk mempermudah penggunaannya serta mendapatkan efek maksimal yang diinginkan maka ekstrak daun mangga bacang diformulasikan menjadi sediaan salep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) ekstrak metanol daun mangga bacang (Mangifera foetida L.) yang dapat menghambat aktivitas Malassezia furfur.Malassezia furfur is the species that cause Pytiriasis versicolor (panu) diseases. This fungus attack the epidermic layer of skin, it usually suffered by people that have many activity and sweat. . One of plant that can be used as an antifungal is bacang mango leaves (Mangifera foetida L.). Bacang mango methanol extract contains active compound of tannin, flavonoids, alcaloid, steroids, terpenoid, polifenol dan saponins. To facilitate its use and get the maximum effect desired then bacang mango leaf extract is formulated into ointment preparations. The objective of this research is to know the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) bacang mango methanol extract leaves (Mangifera foetida L.) which can be resist Malassezia furfur activity.
2066523635F1C014039Strategi Kampanye Partai Gerindra Pada Pilkada Serentak 2018 di Kabupaten BanyumasPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi kampanye pada Pilkada serentak 2018 di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif. dengan teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data pada penilitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal berupa strength dan weakness serta faktor eksternal berupa opportunities dan threats.
Hasil penelitian ini yaitu pelaksanaan strategi kampanye Partai Gerindra Kabupaten Banyumas pada Pilkada serentak 2018 di Kabupaten Banyumas dapat ditarik kesimpulan bahwa DPC Partai Gerindra Kabupaten Banyumas belum menggunakan strategi pemenangan kampanye. Kampanye menurut Muhammad Sulthan (2010: 8) adalah aktivitas komunikasi untuk mempengaruhi konstituen sesuai dengan apa yang disampaikan. Kampanye yang digunakan oleh DPC Partai Gerindra Kabupaten Banyumas lebih terfokus pada kampanye konvensional. Untuk kampanye media cyber pada DPC Partai Gerindra tidak berjalan optimal. Tidak ada kesiapan yang optimal untuk menghadapi Pilkada serentak baik dari pihak Partai Gerindra maupun pasangan calon. Koordinasi yang dilakukan oleh Partai Gerindra kepada jaringan struktur pun kurang baik dan tidak sampai pada struktur partai yang paling bawah. Pasangan calon pun tidak berkoordinasi dengan baik kepada tim pemenangan dan tidak mendengarkan apa yang menjadi aspirasi mereka yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Komunikasi yang terjadi dapat dikatakan buruk. Hasil penelitian tersebut dapat di analisis menggunakan teknik analisis SWOT yang dapat digunakan untuk merumuskan strategi kampanye.
Kurangnya sumber daya finansial yang dikelola dengan baik membuat pelaksanaan kampanye terhambat. Selain itu, kurang memperhatikan budaya setempat pun menjadi faktor penyebab kegagalan pada Pilkada serentak 2018. Hal tersebut sangat disayangkan karena Partai Gerindra termasuk salah satu partai besar di Kabupaten Banyumas.
This research aims to find out and describe the campaign strategy in 2018 simultaneous regional elections in Banyumas Regency. The research method used in this research is descriptive qualitative research method. with the informant selection technique using purposive sampling technique. Data collection in this research is done through in-depth interviews, observation, and documentation. This study uses SWOT analysis techniques to identify internal factors in the form of strength and weakness and external factors such as opportunities and threats.
The results of this research are the implementation of the Banyumas Regency Gerindra Party campaign strategy in 2018 simultaneous regional elections in Banyumas Regency. The campaign according to Muhammad Sulthan (2010: 8) is a communication activity to influence constituents in accordance with what is conveyed. It can be concluded that the DPC of the Gerindra Party in Banyumas Regency has not used the strategy to win the campaign. The campaign used by the DPC of the Banyumas Regency Gerindra Party focused more on conventional campaigns. As for the cyber media campaign on the Gerindra Party DPC it did not run optimally. There is no optimal readiness to face simultaneous regional elections both from the Gerindra Party and the candidate pairs. The coordination carried out by the Gerindra Party to the network of structures was not good and did not reach the lowest party structure. The candidate pair does not coordinate well with the winning team and does not listen to what they aspire to face directly to the community. Communication that occurs can be said to be bad. The results of these studies can be analyzed using SWOT analysis techniques that can be used to formulate campaign strategies.
The lack of well-managed financial resources has hampered the implementation of the campaign. In addition, not paying attention to local culture was a factor in the failure of the 2018 simultaneous regional election. This was very unfortunate because the Gerindra Party was one of the major parties in Banyumas Regency.
2066623636G1H014027PENGEMBANGAN FLAKES MOCAF : BERAS MERAH DAN
TEPUNG KACANG MERAH TINGGI PROTEIN DAN SERAT
PANGAN UNTUK PENDERITA SINDROMA METABOLIK
Latar Belakang : Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk makanan dalam bentuk flakes mocaf-beras berah dan tepung kacang merah tinggi protein dan serat pangan serta memiliki karakteristik sensori yang disukai untuk penderita sindroma metabolik.
Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang dicoba terdiri 2 faktor yaitu : proporsi tepung komposit mocaf :beras merah : tapioka (B), 85:10:5 (B1), 75:20:5 (B2), 65:30:5 (B3) dan perbandingan penambahan tepung kacang merah (M) sebanyak 10% (M1), 20% (M2), 30% (M3). Terdapat 9 kombinasi perlakuan yang diulang 2 kali sehingga diperoleh 18 sampel percobaan. Analisis variabel kimia menggunakan uji F 95% dengan uji lanjut DMRT 5%, variable sensori menggunakan uji Friedman dan dilanjutkan uji banding ganda 5%. Kombinasi perlakuan terbaik menggunakan Uji Indeks Efektivitas.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian yang diperoleh yaitu perlakuan proporsi tepung komposit mocaf : beras merah : tapioka (B) tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel kimia, perlakuan penambahan tepung kacang merah (M) berpengaruh nyata terhadap kadar lemak dan karbohidrat by difference, interaksi keduanya (BxM) berpengaruh nyata terhadap kadar serat pangan, kombinasi perlakuan tepung komposit mocaf : beras merah : tapioka dengan penambahan tepung kacang merah (BM) berpengaruh nyata dan sangat nyata pada warna, tekstur, aroma, dan flavor.
Kesimpulan: Kombinasi perlakuan terbaik adalah B1M2. 90 gram flakes tanpa susu memenuhi kebutuhan protein dan serat pangan 15% dan 70%; 60 gram flakes dengan tambahan susu memenuhi kebutuhan protein dan serat pangan 16% dan 43%.
Background: This study aims to develop food product in the form of mocaf- rice
flakes and kidney bean flour, high protein and dietary fiber and have sensory
characteristics that are preferred for people with metabolic syndrome.
Methods: This study was an experimental one with a randomized block design
(RBD) consist of two factor, the proportion of composite mocaf flour:brown rice:
tapioca (B), 85:10:5 (B1), 75:20:5 (B2), 65:30:5 (B3) and the comparison of
additions kidney bean flour (M), 10% (M1), 20% (M2), 30% (M3). There were 9
treatment combinations that were repeated 2 times to obtain 18 experimental
samples. Chemical variable analysis using 95% F test with 5% DMRT further tes,
sensory variable using Friedman test and continued 5% double comparison test.
The best treatment combination uses the Effectiveness Index Test.
Results: The reuslts obtained the treatment of the proportion of composite mocaf
flour:brown rice:tapioca (B) had no significant effect on all chemical variables,
the addition by kidney bean flour (M), had a significant affect on fat and
carbohydrate by difference content, the interaction of both (BxM) has a significant
effect on dietary fiber content, the combination treatment of mocaf flour:brown
rice:tapioca with the addition of kidney bean flour (BM) has a significant and very
significant effect on colour, texture, aroma, flavor.
Conclusion: The best combination is B1M2. 90 grams of milkless flakes meet
the needs 15% and 70% of protein and dietary fiber; 60 grams of flakes with milk
meet the needs 16% and 43% of protein and dietary fiber.
2066723637C1B014050ANALISIS PENGARUH NILAI DIRI TERHADAP PEMBERDAYAAN PSIKOLOGIS DAN KOMITMEN ORGANISASIONAL
(STUDI KASUS PADA GURU SMAN 4 PUWOKERTO)
Penelitian ini mengambil judul “Analisis Pengaruh Nilai Diri terhadap Pemberdayaan Psikologis dan Komitmen Organisasional (Studi Kasus pada Guru SMAN 4 Purwokerto)”. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui adanya pengaruh nilai diri terhadap pemberdayaan psikologis dan komitmen organisasional. Metode yang digunakan adalah survey dengan jumlah responden sebanyak 44 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji validitas, uji reliabilitas, regresi bertahap dan pengujian hipotesis.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan regresi bertahap, menunjukkan bahwa (1) Nilai Diri berpengaruh positif terhadap meaning. (2) Nilai Diri berpengaruh positif terhadap competance (3) Nilai Diri berpengaruh positif terhadap self determination. (4) Nilai Diri tidak berpengaruh terhadap impact. (5) Meaning berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi. (6) Competance tidak berpengaruh terhadap komitmen organisasi. (7) Self Determination tidak berpengaruh terhadap komitmen organisasi. (8) Impact berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi.
Implikasi dari penelitian ini adalah upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan komitmen organisasi guru pada SMAN 4 Purwokert. Dari hasil penelitian yang didapat, maka dapat dilihat bahwa secara keseluruhan meaning yang dipengaruhi oleh nilai diri secara langsung mampu juga mempengaruhi komitmen organisasi yang artinya dalam usaha yang dilakukan untuk meningkatkan komitmen maka dalam melakukan pemberdayaan organisai perlu memperhatikan dimensi meaning dan impact. Peningkatan dimensi meaning dapat dilakukan dengan usaha meningkatan nilai diri. Peningkatan nilai diri ini dapat dilakukan dengan cara meningkatkan keyakinan diri dan belajar untuk selalu menghargai diri sendiri, serta terus mengembangkan potensi atau sisi positif yang dimiliki. Untuk meningkatkan nilai diri, organisasi dapat melakukan outing atau family gathring dimana hal ini akan membuat guru merasa bahwa dirinya memang menjadi bagian penting dalam organisasi serta meningkatakan hubungan kekeluargaan antara setiap guru sehingga guru teresebut terikat secara emosional dengan organisasi. Organisasi juga dapat melakukan seminar inovatif atau sharing internal untuk memotivasi para guru dalam melakukan pekerjaannya.
This study takes the title "Analysis of the Effect of Self-Esteem on Psychological Empowerment and Organizational Commitment (Case Study in SMAN 4 Purwokerto Teachers)". The purpose of this study was to determine the effect of self-esteem on psychological empowerment and organizational commitment. The method used is a survey with a total of 44 respondents. The analysis used in this study includes validity test, reliability test, stepwise regression and hypothesis testing.
Based on the results of research and data analysis using stepwise regression, indicating that (1) Self esteem has a positive effect on meaning. (2) Self-esteem has a positive effect on competency (3) Self-esteem has a positive effect on self-determination. (4) Self-esteem does not affect impact. (5) Meaning has a positive effect on organizational commitment. (6) Competance does not affect organizational commitment. (7) Self Determination does not affect organizational commitment. (8) Impact has a positive effect on organizational commitment.
The implication of this research is that efforts can be made to increase teacher organizational commitment at SMAN 4 Purwokert. From the results of the research obtained, it can be seen that overall meaning that is influenced by self-esteem is directly capable of also influencing organizational commitment which means that in an effort to increase commitment then in empowering organizations need to pay attention to dimensions of meaning and impact. Dimension meaning can be done with efforts to improve self-esteem. This increase in self-esteem can be done by increasing self-confidence and learning to always respect yourself, and continue to develop the potential or positive side possessed. To improve self-esteem, organizations can do outing or family gathring where this will make the teacher feel that he is indeed an important part of the organization and increase kinship relations between each teacher so that the teacher is emotionally bound to the organization. Organizations can also conduct innovative seminars or internal sharing to motivate teachers to do their jobs.
2066823638A1L014025ANALISIS PERTUMBUHAN TANAMAN DAN HASIL TIGA VARIETAS JAGUNG (Zea mays L.) PADA TIGA VARIASI PEMUPUKANProduksi jagung harus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan, pakan dan bahan baku industri. Informasi dari Balitsereal (2016), permintaan jagung pada tahun 2015 untuk bahan baku industri pakan 8,36 juta ton, untuk bahan baku pakan peternak mandiri 4,06 juta ton, untuk bahan baku industri makanan sebesar 4,09 juta ton, untuk benih sekitar 84 ribu ton, untuk konsumsi langsung 339,76 ribu ton. Pada tahun 2018 produksi jagung diperkirakan akan meningkat 3,69 % atau mencapai 23,51 juta ton. Peningkatan ini melalui penggunaan varietas unggul dan pemupukan non organik dan organik. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pertumbuhan dan hasil tiga varietas jagung, 2) mengetahui pengaruh variasi pemupukan terhadap pertumbuhan dan hasil dari tiga varietas jagung, 3) mengetahui respon interaksi antara tiga varietas terhadap variasi pemupukan pada variabel pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah stasiun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman sejak 18 Maret sampai dengan 7 Juli 2018.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 9 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi dua faktor. Adapun faktor pertama adalah tiga varietas jagung (Pertiwi 6, NK 7328, Bisi 2) dan faktor kedua adalah tiga varisi pemupukan (NPK 100%, NPK 75% dan kotoran ayam 25%, NPK 50% dan kotoran ayam 50%). Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, Laju Asimilasi Bersih dan Laju Pertumbuhan Tanaman umur 6-8 minggu kemudian 8-10 minggu, bobot kering tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot tongkol berkelobot, bobot biji kering, bobot 1000 biji, hasil per petak, dan hasil per hektar.
Hasil penelitian menunjukkan ketiga varietas jagung berbeda terhadap semua variabel pengamatan, kecuali pada Laju Asimilasi Bersih dan Laju Pertumbuhan Tanaman umur 6-8 mst. Secara keseluruhan diperoleh pertumbuhan Varietas Pertiwi 6 terbaik dan menghasilkan bobot biji tertinggi. Variasi pemupukan NPK majemuk dan kotoran ayam tidak berpengaruh pada semua variabel pengamatan. Tiga varietas memiliki respon yang berbeda terhadap ketiga variasi pemupukan pada variabel luas daun, Laju Asimilasi Bersih dan Laju Pertumbuhan Tanaman umur 8-10 minggu.
Corn production must increased to fulfill food, feed and fiber. Information of Balitsereal (2016), the demand for corn in 2015 for the feed industry raw material was 8.36 million tons, for 4.06 million tons of independent livestock feed raw materials, for the food industry raw material of 4.09 million tons, for surrounding seeds 84 thousand tons, for direct consumption 339.76 thousand tons. In 2018, corn production is expected to increase by 3.69% or reach 23.51 million tons. This increase can through the use of superior varieties and fertilization inorganic and organic.
This research aims to 1) know the growth and yield of three corn varieties, 2) know the effect of fertilization variation on growth and yield of three corn varieties, 3) know the response of interaction three varieties of fertilization variation on variable the growth and yield of corn. The research was conducted in the paddy field of the experimental station of the Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University from March 18th until July 7th 2018. The research used a Complete Randomized Block Design with 9 combinations of treatments and 3 replications. The treatment tried included two factors. The first factor is three corn varieties (Pertiwi 6, NK 7328, Bisi 2) and the second factor is three fertilization varieties (100% of NPK, 75% of NPK and 25% of chicken manure, 50% of NPK and 50% of chicken manure). The variables observed were plant height, number of leaves, leaf area, first and second Net Assimilation Rate (NAR) and Plant Growth Rate (PGR) has already aged six until eight weeks then aged eight until ten weeks, plant dry weight, number of seeds per plant, weighted ear weight, dry seed weight, 1000 seed weight, yield per plot, and yield per hectare.
The results showed the three corn varieties were different of all observational variables, except Net Assimilation Rate and Plant Growth Rate has already aged six until eight weeks. Overall the Pertiwi 6 variety produces the highest seed weight. Fertilization variation does not affect all observation variables. Three varieties have difference response of three fertilization variations on variable the leaf area, Net Assimilation Rate and Plant Growth Rate has already aged eight until ten weeks.
2066923639F1C014083STRATEGI MARKETING PUBLIC RELATIONS DALAM MEMPERTAHANKAN LOYALITAS PELANGGAN (STUDI KASUS PADA KLUB MALAM
CHEERS CAFE PURWOKERTO)
ABSTRAK
Universitas Jenderal Soedirman
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Jurusan Ilmu Komunikasi

Strategi Marketing Public Relations Dalam Mempertahankan Loyalitas Pelanggan (Studi Kasus Pada Klub Malam Cheers Cafe Purwokerto)
Perkembangan zaman yang semakin cepat, menuntut para pelaku bisnis khusunya tempat hiburan malam untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Persaingan bisnis tempat hiburan malam yang semakin ketat menuntut para pelaku bisnis melakukan strategi agar dapat mempertahankan loyalitas pelanggan. Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mempertahankan loyalitas pelanggan adalah strategi marketing public relations.
Penelitian ini membahas tentang strategi marketing public relations Cheers Cafe Purwokerto dalam mempertahankan loyalitas pelanggan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk promosi yang dilakukan Cheers Cafe, media yang digunakan oleh Cheers Cafe dalam proses marketing public relations, dan stakeholder yang terlibat dan seperti apa keterlibatannya. Teknik pemilihan informan dalam penelitian yakni dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam serta studi dokumentasi dan untuk validitas menggunakan triangulasi sumber data.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa strategi marketing public relations yang dilakukan oleh Cheers Cafe Purwokerto adalah (1) Insert event dan special event sebagai bentuk promosi dan daya tarik untuk pelanggan, (2) Media massa yang digunakan Cheers Cafe dalam proses marketing public relations yaitu Radio, koran, flayer, baliho dan umbul-umbul, sedangkan media sosialnya yaitu Instagram, Facebokk, Twitter dan WhatsApp, dan juga media interpesonal yaitu menciptakan word of mouth bagi pelanggan Cheers Cafe Purwokerto. (3) Stakeholder yang terlibat yaitu perusahaan rokok dan minuman beralkohol yang terdiri dari Gudang Garam Shiver Ground, Smirnoff, Prost, Captain Morgan dan Johnnie Walker, Keterlibatannya berupa produk dan pendanaan ketika Cheers Cafe membuat suatu event.

Kata Kunci : marketing public relations, Cheers Cafe Purwokerto, loyalitas pelanggan.
ABSTRACT
Jenderal Soedirman University
Faculty of Social Science and Political Science
Communication Science Department

Public Relations Marketing Strategy in Maintaining Customer Loyalty (Case Study at Cheers Cafe Purwokerto Night Club)

The development of the era is getting faster, requires business people especially nightclubs to be able to meet the needs of society. The increasingly intense nightlife business competition requires business people to carry out strategies in order to maintain customer loyalty. One strategy that can be used to maintain customer loyalty is a marketing public relations strategy.
This study discusses Cheers Cafe Purwokerto's marketing public relations strategy in maintaining customer loyalty. The purpose of this study was to find out the form of promotion conducted by Cheers Cafe, the media used by Cheers Cafe in the process of marketing public relations, and the stakeholders involved and what their involvement was like. The technique of selecting informants in the study is by purposive sampling. Data collection techniques using in-depth interviews and documentation studies and for validity using triangulation of data sources.
The results revealed that the marketing public relations strategy undertaken by Cheers Cafe Purwokerto was (1) Insert event and special event as a form of promotion and attractiveness for customers, (2) Mass media used by Cheers Cafe in the marketing public relations process namely Radio, newspapers , flayers, billboards and banners, while the social media, Instagram, Facebokk, Twitter and WhatsApp, and also interpregnant media, are creating word of mouth for Cheers Cafe Purwokerto customers. (3) The involved stakeholders are cigarette companies and alcoholic beverages which consist of Gudang Garam Shiver Ground, Smirnoff, Prost, Captain Morgan and Johnnie Walker. Their involvement is in the form of products and funding when Cheers Cafe makes an event.


Keywords: marketing public relations, Cheers Cafe Purwokerto, customer loyalty.
2067023640A1L014100RESPON PERTUMBUHAN SAWI (Brassica juncea L.) DAN BEBERAPA SIFAT FISIK ULTISOL AKIBAT PEMBERIAN PUPUK BOKASHI DAN PENGURANGAN PUPUK N-P-KPenelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui pengaruh dosis bokashi dan pengurangan dosis N-P-K dari dosis anjuran terhadap sifat fisik tanah. 2) Mengetahui respon pertumbuhan sawi pada ultisol terhadap pemberian dosis pupuk bokashi dan pengurangan dosis pupuk N-P-K dari dosis anjuran. Penelitian ini dilaksanakan di Screen House,Laboratorium Tanah, Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dimulai dari bulan April 2018 sampai Mei 2018.Perlakuan terdiri dari dua faktor yaitu pupuk bokashi dan pengurangan dosis pupuk N-P-K masing-masing 3 taraf dosis pupuk bokashi yaitu 20, 40, 60 ton/ha dan 3 taraf pengurangan dosis N-P-K yaitu pengurangan 25%, 50% dan 75% dari dosis anjuran. Percobaan dirancang dengan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RKAL) masing-masing kombinasi perlakuan diulang dua kali. Variabel yang diamati meliputi beberapa sifat fisik ultisol dan sifat agronomi tanaman.Hasil penelitian menunjukkan 1). Pemberian pupuk bokashi 20 ton/ha dan pengurangan dosis N-P-K 75% mampu memperbaiki sifat fisik ultisol yaitu menurunkan BJI dan meningkatkan porositas, namun tidak mampu menurunkan BJP. 2). Kombinasi perlakuan pupuk bokashi dan pengurangan dosis N-P-K berpengaruh tidak nyata untuk semua variabel, namun Pemberian pupuk bokashi 60 ton/ha dengan pengurangan dosis N-P-K 50% memberikan nilai rata-rata tertinggi pada semua variabel pertumbuhan dan hasil sawi kecuali pada luas daun.The research has aim to : 1). determine the effect of bokashi fertilizer and reduction of N-P-K fertilizer doses on some soil physical properties of ultisol. 2). find out the growth response of murtard greens on ultisol to adding bokashi fertilizer and reduction of N-P-K fertilizer from recommended doses.The research was conducted at screen house, Soil Laboratory, Agronomy and Horticulture Laboratory Faculty of Agriculture that started March to June 2018. The treatment consisted of two factors, namely the bokashi fertilizer and reduction of N-P-K fertilizer, the doses of bokashi fertilizer 20, 40, 60 tons/ha, and 3 (three) doses reduction of N-P-K fertilizer 25%, 50%, 75% reduction from recommended doses. The experiment was designed using a complete randomized group design (RAKL) repeated two times. Variables observed were physical properties of soil, and agronomic nature of plants.The results showed that : Giving bokashi fertilizer 20 tons/ha and reduction of N-P-K fertilizer 75% improve the physical properties of ultisol, ie reduce content specificity and increase soil porosity, but unable to reduceparticle specific gravity. The combination of bokashi fertilizer treatment and the reduction of N-P-K fertilizer doses was not significant for all variables, butgiving bokashi fertilizer 60 tons/ha and reduction of N-P-K fertilizer 50% give the higbest average value for all growth variables and mustard yield except for leaf area.
2067123521G1F014051Variasi Jumlah Katalis NaOH pada Sintesis 4,4’-Dimetoksikalkon dari 4’-Metoksiasetofenon dan 4-MetoksibenzaldehidPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah variasi jumlah katalis NaOH mempengaruhi presentase rendemen serta jumlah NaOH yang mengasilkan rendemen terbesar pada sintesis 4,4’-dimetoksikalkon. Penelitian ini diawali dengan sintesis 4,4’-dimetoksikalkon dari 4’-metoksiasetofenon (10 mmol) dan 4-metoksibenzaldehid (10 mmol) dengan jumlah NaOH dalam berbagai variasi (2,4,8,12,16, dan 20 mmol). Kemudian diidentifikasi titik leleh, KLT, spektrofotometer UV dan spektroskopi NMR. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan jumlah NaOH pada 2, 4, dan 8 mmol, meningkatkan persentase rendemen sebesar 66,94%; 79,07%; dan 88,27%. Sedangkan pada penggunaan NaOH 12, 16, dan 20 mmol terjadi penurunan rendemen sebesar 86,13%; 85,49%; dan 85,23%. Adanya peningkatan jumlah NaOH (di bawah mol pereaksi) menyebabkan naiknya persentase rendemen meskipun tidak berbeda bermakna secara statistic dengan mol NaOH yang menghasilkan rendemen terbesar yaitu 8 mmol dengan rendemen 88,27%.The Research aims to determine whether variations of amount of NaOH catalyst that affect the percentage of yield and the amount of NaOH which produces the greatest yield in synthesis of 4,4'-dimethoxychalcone. This study started by synthesized 4,4'-dimethoxychalone from 4'-methoxyacetophenone (10 mmol) and 4-methoxybenzaldehyde (10 mmol) in various consentration NaOH as catalysts (2,4,8,12,16, and 20 mmol). Identified synthesized compound using the melting point, TLC, UV spectrophotometer and NMR spectroscopy. The use of 2, 4 and 8 mmol NaOH increased the percentage of yield by 66.94%; 79.07%; and 88.27%. While use of 12, 16 and 20 mmol NaOH decreased the yield of 86.13%; 85.49%; and 85.23. The increase of amount of NaOH below the mol of reagent increases in percentage of yield even though it was not statistically different (rtable: 0.997; rcount: 0.964) with the mol of NaOH that produced the largest yield was 8 mmol, with a yield of 88.27%.
2067223641F1A014006PKL di Jalan Jenderal Sudirman Purwokerto : Antara Konsep Sehat-Sakit dan Upaya Menjaga KesehatanPedagang Kaki Lima (PKL) merupakan pedagang yang menjajakan barang dagangannya di tempat-tempat yang strategis, seperti di pinggir jalan, trotoar, di perempatan jalan, di bawah pohon yang rindang, dan lain-lain. Satu hal yang luput dari perhatian PKL adalah masalah kesehatan yang berupa kondisi lingkungan yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Penelitian ini berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman (Jensud) Purwokerto, Banyumas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui konsep sehat-sakit dan upaya yang dilakukan PKL Jensud dalam menjaga kesehatan tubuhnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah PKL Jalan Jensud dengan menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian menggunakan analisis data interaktif. Hasil penelitian ini menjelaskan enam dari tujuh PKL menyatakan, kondisi lingkungan saat berada di pinggir jalan dapat mempengaruhi kesehatan. Gangguan kesehatan yang pernah diderita oleh PKL yang diakibatkan aktivitas di pinggir jalan berupa batuk, flu serta pusing akibat melihat arus lalu lintas kendaraan. Ketika dalam kondisi sakit, terdapat dua cara yang dilakukan PKL untuk mencari kesembuhan, pertama, self medication atau pengobatan sendiri yaitu cara seseorang mengobati dirinya sendiri tanpa resep, kedua, melakukan pengobatan ke dokter. Upaya yang dilakukan oleh PKL untuk menjaga kesehatan diantaranya makan secara teratur, mengurangi konsumsi kopi, memperbanyak minum air putih, olahraga, rutin mengkonsumsi air kelapa setiap pagi, dan mengkonsumsi buah-buahan. Implikasi penelitian ini yaitu, dengan mengetahui dan memahami konsep sehat-sakit, maka PKL menyadari pentingnya menjaga kesehatan tubuh agar mereka dapat melakukan aktivas sehari-hari, utamanya untuk berdagang. PKL melakukan upaya untuk menjaga kesehatan agar tidak terkena gangguan kesehatan. Street vendors aim mainly on selling. One thing being commonly forgotten is the environment around their vendors can possibly be the cause of illness. In this research, we use Jenderal Sudirman Street (Jensud) Purwokerto, Banyumas as our location. This research aims to see Health-Ilness Concept from street vendors’ perspective, and the effort street vendors do to maintain their health. This research uses qualitative descriptive method. The main target is street vendors in Jensud Street Purwokerto, using purposive sampling. This research uses interview, observation, and documentation as the data collection method. Interactive data analysis is used to analyze data in this research. The result describes six of seven street vendor owners convey working in the side of the road can influence their health. Health problems that often harm street vendor owners are cough, flu, and cold caused by air pollution and also visual impairment such as dizziness caused by traffic. There are two ways street vendor owners commonly choose they seek for recovery, first is self medication without medical assistance nor prescription, and the second by going to the doctor. Efforts to maintain healthy has to be sought for they avoid getting sick. Some examples are eating regularly, reduce coffee, increase water intake, exercise, drink coconut water regularly every morning, and consume fruits. The implication of this research is by knowing health-illness concept, street vendor owners realize the importance of health to keep selling. Street vendor owners make efforts to maintain their health and keep them from illness.
2067323642E1A014099PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SEBAGAI DASAR PEMBATALAN KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA (STUDI PUTUSAN NOMOR 231/G/2014/PTUN.JKT)Peraturan Perundang-undangan menjadi salah satu tolok ukur untuk menentukan keabsahan KTUN yang dikeluarkan oleh Pejabat yang berwenang salah satu contoh kasusnya mengenai pemberhentian Pegawai Negeri Sipil tidak dengan hormat. Hal ini termuat dalam ketentuan Pasal 53 ayat (2) Undang-undang Nomor 9 tahun 2004. Penelitian ini bersumber pada putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor 231/G/2014/PTUN.JKT, bertujuan untuk mengetahui peraturan perundang-undangan sebagai dasar pembatalan Keputusan Tata Usaha Negara, serta untuk mengetahui Pertimbangan hukum Hakim dalam menerapkan peraturan Perundang-undangan sebagai dasar pembatalan Surat Keputusan Objek Sengketa.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian adalah perspektif dengan menggunakan data sekunder yang disajikan dengan deskriptif dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis, logis, dan rasional, kemudian data yang diperoleh secara kualitatif.
Hasil penelitian menyatakan bahwa gugatan dikabulkan karena objek sengketa yang dikeluarkan oleh Tenggugat berupa Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 141/MENKES/SK/R/V/2014 tanggal 26 Mei 2014 tentang Pemberhentian Tidak dengan Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil yang ditujukan kepada Penggugat tidak sesuai dengan prosedur pemberhentian pada PP 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Majelis Hakim dalam pertimbangannya berpendapat bahwa KTUN tersebut bertentangan dengan Peraturan perundang-undangan yang berlaku dari segi aspek prosedural sehingga dalam amar putusannya hakim memutus Gugatan dikabulkan.
Legislation is one of the authenticity for determining the validity of a State Administrative Decision issued by an authorized official, one example is the dismissal of a Civil Servant disrespectfully. This is contained in the provisions of Article 53 paragraph (2) of Law Number 9 of 2004. This research was based on the decision of the Jakarta State Administrative Court Number 231 / G / 2014 / PTUN.JKT, aimed to know the law and regulation as the consideration for the cancellation of the State Administrative Decisions Civil Servants, as well as to know the Judge's consideration regarding the implentation of law as the basis of the cancellation of Dispute Object Decree.
The approach method used in this study was a normative juridical approach, the specification of the study was a perspective using secondary data presented in descriptive form in the formulation that was arranged systematically, logically, and rationally, then the data obtained qualitatively.
The results of the study stated that the lawsuit was granted because the object of dispute issued by the Defendant in the form of Decree of the Minister of Health Number 141 / MENKES / SK / R / V / 2014 dated 26 May 2014 concerning Dismissal Respectfully as Civil Servants addressed to the Plaintiff was not in accordance with dismissal procedure on PP 32 of 1979 concerning Dismissal of Civil Servants. The Panel of Judges in its consideration argued that the State Administrative Decisions contradicted the prevailing laws and regulations in terms of procedural aspects so that in its decision the judge decided that the Claim was granted.
2067423643E1A014259TINJAUAN YURIDIS PENERAPAN DOCTRINE SINGLE ECONOMIC ENTITY DALAM HUKUM PERSAINGAN USAHA DI INDONESIA PADA MONOPOLI HAK SIAR ASTRO GROUP
Doctrine Single Economic Entity merupakan doktrin yang dapat melihat hubungan antara induk perusahan dan anak perusahaan yang saling terikat melalui kesatuan entitas ekonomi. Dalam hal ini Astro group menggunakan pengaruhnya sebagai perusahaan induk untuk mengendalikan anak perusahaan demi kepentingannya sehingga merugikan konsumen dan merusak iklim investasi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Doctrine Single Economic Entity dalam Hukum Persaingan Usaha Di Indonesia khususnya pada Monopoli Hak Siar Astro Group.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analitis. Pengumpulan data yang digunakan adalah data sekunder berupa studi kepustakaan yakni buku literatur, peraturan perundang-undangan, dokumen resmi, kamus hukum, dan situs-situs internet. Metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukan Penerapan Single Economic Entity dalam hukum persaingan usaha di Indonesia belum diterapkan secara komprehensif. Dalam penegakan hukum persaingan usaha di Indonesia, KPPU telah menerapkan fungsi penegakan hukum persaingan usaha berdasarkan kasuistis. khususnya pada Putusan KPPU Perkara Nomor: 03/KPPU-L/2008 Namun dalam penerapan Doctrine Single Economic Entity, dalam kaidah hukum persaingan usaha, KPPU hanya mendasarkan pada penafsiran Konsideran Huruf C Pasal 1 Angka (5) serta Pasal 16 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Secara keseluruhan Undang-undang tersebut tidak ada yang mengatur secara Khusus mengenai Doctrine Single Economic Entity tersebut. Penerapan Single Economic Entity dalam kaidah Hukum Persaingan Usaha Di Indonesia harusnya diterapkan secara Komprehensif agar terciptanya kepastian hukum di Indonesia.
JURIDICAL STUDY OF THE APPLICATION OF DOCTRINE SINGLE ECONOMIC ENTITY IN COMPETITION LAW IN INDONESIA ON MONOPOLY BROADCAST RIGHTS IN ASTRO GROUP

Single Economic Entity Doctrine is a doctrine that can see the relationship between the parent company and subsidiary are held together by the unity of the economic entity. In this case Astro group to use its influence as a holding company to control the subsidiaries in his interest to the detriment of consumers and damage the investment climate in Indonesia. This study aims to determine the application of the Single Economic Entity Doctrine in Competition Law in Indonesia, especially in Monopoli Broadcasting Right Astro Group.
This research used normative juridical approach to legislation and analytical approach. The collection of data used are secondary data from the literature study literature books, legislation, official documents, legal dictionary, and Internet sites. Data analysis method used was a qualitative normative method.
These results indicate Implementation of Single Economic Entity in competition law in Indonesia has not been implemented comprehensively. In business competition law enforcement in Indonesia, the Commission has applied the competition law enforcement functions by casuistry. particularly on the Commission's Decision Case Number 03 / KPPU-L / 2008 However, in the application of doctrine Single Economic Entity, under the rules of competition law, the Commission is only based on the interpretation of the preamble letters C, Article 1 point (5) and Article 16 of Law Number 5 year 1999 on Prohibition of Monopolistic Practices and Unfair Business Competition. Overall the Act no regulating Especially on the Doctrine of the Single Economic Entity.
2067523644E1A114045PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) DEMI HUKUM PADA PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU DI PT.BUANA
LOGISTIK MANDIRI SUKSES KOTA BATAM
(Studi Pada Putusan Nomor 1199 K/PDT. Sus-PHI/2017)
Penelitian ini bersumber pada putusan Mahkamah Agung Nomor 1199/Pdt.Sus-PHI/2017 yang menguatkan putusan Pengadilan Hubungan Industrial Nomor 36/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Tpg mengenai perkara pemutusan hubungan kerja (PHK) pada PT. Buana Logistik Mandiri Sukses Kota Batam.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normative, pendekatan undang-undang dan analisis, spesifikasi penelitian deskriptif, sumber bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder dengan metode pengajian data dalam bentuk teks naratif dan disusun secara sistematis.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diketahui bahwa pertimbangan hukum hakim Mahkamah Agung yang menguatkan putusan Pengadilan Hubungan Industrial telah menyatakan pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh PT. Buana Logistik Mandiri Sukses Kota Batam terhadap pekerjanya harus dinyatakan demi hukum, karena pemutusan hubungan kerja dilakukan sebelum memperoleh penetapan dari lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang telah sesuai dengan ketentuan Pasal 59 ayat (7) dan 155 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dalam perjanjian kerja dimana PKWT mempunyai jangka waktu yang dibatasi oleh suatu dasar khusus yaitu dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaaan dan Kepmen Nomor KEP.100/MEN/VI/2004 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu Pasal 3 ayat 2 bahwa perjanjian kerja waktu tertentu dibuat untuk paling lama tiga tahun. Hakim juga telah memperhitungkan kompensasi, dimana Termohon Kasasi berhak atas uang pesangon, uang penggantian perumahan, pengobatan, perawatan dan upah proses, sehingga telah sesuai dan telah menerapkan Pasal 156 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
This research comes from Supreme Court Decision Number 1199 K/Pdt.Sus-PHI/2017 which strengthen Decision of Industrial Relations Court Number 36/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Tpg regarding termination of employment (FLE) at PT. Buana Logistik Mandiri Sukses Batam City.
This research uses normative juridical research method. The research approach uses the approach of law and analysis. The research specification used is descriptive. Sources of legal materials used are primary legal materials and secondary legal materials with methods of studying data in the form of narrative texts and arranged systematically.
Based on the results of the research and discussion, it is known that the legal considerations of the Supreme Court judges that reinforce the decision of the Industrial Relations Court have stated the termination of employment by PT. Batam City's Mandiri Success Buana Logistic against its workers must be declared by law, because termination of employment is carried out before obtaining a determination from an industrial relations dispute resolution institution that complies with the provisions of Article 59 paragraph (7) and 155 paragraph (1) Law Number 13 Year 2003 concerning Manpower. In a work agreement where PKWT has a period limited by a specific basis, namely in Law Number 13 of 2003 concerning Manpower and Kepmen Number KEP.100 / MEN / VI / 2004 concerning Provisions for the Implementation of Specific Work Agreements for Article 3 paragraph 2 that the agreement work of a certain time is made for a maximum of three years. The judge has also calculated compensation, where the Cassation Respondent has the right to severance pay, housing compensation, medication, care and process wages, so that it is in accordance and has implemented Article 156 of Act No. 13 of 2003 concerning Manpower.
2067623645D1E014226PENGARUH BODY CONDITION SCORE TERHADAP ONSET DAN LAMA BERAHI SAPI PASUNDAN YANG DIINDUKSI GONADOTROPIN RELEASING HORMONEPenelitian yang berjudul Pengaruh Body Condition Score (BCS) terhadap Respon Onset dan Lama Berahi Sapi Pasundan yang diinduksi Hormon Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan keerataan hubungan antara BCS dengan respon onset dan lama berahi sapi Pasundan yang diinduksi hormon GnRH. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah sapi Pasundan betina sebanyak 20 ekor dengan bobot badan dan umur yang relatif sama. Bahan lain yang digunakan ialah hormon GnRH dan Aquabides. Alat yang digunakan alat tulis, kamera dan skor BCS. Penelitian menggunakan metode eksperimental yang dilaksanakan pada tanggal 6 Februari 2018 sampai dengan 21 April 2018 di Balai Perbibitan Sapi Potong Dinas Peternakan dan Perikanan Ciamis Jawa Barat. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Analisis General Linear Model, Analisis Regresi dan Kolerasi. Peubah yang diamati yaitu BCS, onset dan lama berahi sapi Pasundan. Analisis general linear model memperoleh hasil (P<0,01) yang artinya pengaruh BCS terhadap respon onset dan lama berahi berpengaruh nyata. Hasil analisis general linear model menunjukkan bahwa BCS berpengaruh nyata secara linier (P<0,01) pada onset dan lama berahi. Hasil analisis regresi diperoleh hubungan BCS terhadap respon onset dan lama berahi menunjukkan hubungan linier yang tidak nyata (P>0,01), dengan koefisien korelasi masing-masing +0,28 dan -0,014; namun BCS tidak menunjukkan tingkat keeratan hubungan yang nyata (P>0.05) terhadap onset dan lama berahi. Disimpulkan bahwa Semakin tinggi BCS maka semakin lambat onset berahi dan semakin cepat lama berahi.The study entitled The Affect Body Condition Score (BCS) on response of Onzet and duration of estrous in Pasundan Cows which Induced by Gonadotropin Realising Hormone (GnRH). This study was aimed at investigating the affect of BCS on response onset and duration and determining of estrous in Pasundan cows which induced by GnRH. The material in the study was 20 female Pasundan cows with relatively the same body weight and age. Other materials used were the GnRH and Aquabides, stationery, cameras and BCS scores. The study used an experimental method that was carried out from February 6, 2018 to April 21, 2018 at the Cattle Breeding Station in Department of Animal Husbandry and Fisheries, Ciamis, West Java. The research design used was General Linear Model Analysis, Regression and Correlation Analysis. The observed variables were onzet and duration of estrous of Pasundan cows. The result of general linear model analysis showed that BCS significantly affect linearly (P<0,01), on onzet and duration of estrous. The result of regression analysis showed that BCS relationship with the onzet and duration of estrous response were not significant (P>0,05), with correlation coefficients +0.28 and -0.014 respectively. It was concluded that the higher the BCS can not used to determination onzet and duration of estrous.
2067723646C1C014024PENGELOLAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA (APB DESA): ANALISIS DARI SUDUT PANDANG GOOD GOVERNMENT GOVERNANCEPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengelolaan APBDes Desa Klinting Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas serta mengetahui dan menganalisis kesesuaian penerapan good government governance pada pengelolaan APBDes Desa Klinting Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas. Prinsip-prinsip good government governance yang digunakan yaitu asas-asas transparan, akuntabel, dan partisipatif. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik triangulasi melalui wawancara dengan beberapa informan dan telaah dokumen yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pengelolaan APBDes Desa Klinting secara keseluruhan sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku, namun dikarenakan terdapat beberapa peraturan yang masih samar dan kurangnya bimbingan oleh pemerintah kabupaten maupun kecamatan menyebabkan peraturan tersebut belum bisa diterapkan secara sempurna (2) Pemerintah Desa Klinting sudah mengimplementasikan prinsip-prinsip good government governance dengan baik.This study aims to find out and analyze the management of the Klinting Village APBDes, Somagede District, Banyumas Regency and to find out and analyze the suitability of the implementation of good government governance in the management of the Klinting Village APBDes Somagede District, Banyumas Regency. The principles of good government governance used are transparent, accountable, and participatory principles. Data in this study were collected using triangulation techniques through interviews with several informants and review of relevant documents. The results of this study indicate that: (1) the management of the APBDes of Klinting Village is in accordance with applicable regulations, but because there are some regulations that are still vague and the lack of guidance by the district and sub-district governments has caused the regulation cannot be perfectly implemented (2) The Klinting Village Government has implemented the principles of good government governance properly.
2067823649E1A014067KAJIAN YURIDIS TERHADAP ANALISIS BUKTI AWAL (PRIMA FACIE EVIDENCE) DALAM PENYELIDIKAN DUGAAN PRAKTIK DUMPING PADA TEPUNG TERIGU TURKIKomite Anti Dumping Indonesia merupakan lembaga yang mempunyai wewenang melakukan penyelidikan terhadap dugaan praktek anti dumping di Indonesia. Pada tahun 2014 Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia mengajukan permohonan penyelidikan anti dumping terhadap produsen tepung terigu dari Turki. Praktek dumping dapat menyebabkan kerugian dan terhalang atau kemunduran dalam pengembangan industri dalam negeri yang memproduksi barang sejenis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis bukti awal dalam penyelidikan dugaan praktik dumping khususnya pada kasus dumping tepung terigu Turki.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif analitis. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan data sekunder berupa peraturan perundang-undangan dan teori hukum serta data primer berupa wawancara. Data diuraikan dalam bentuk teks naratif secara sistematis. Metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi praktik dumping dari produsen tepung terigu Turki yang menimbulkan kerugian industri dalam negeri dan terdapat hubungan sebab akibat antara dumping dan kerugian. Serangkaian praktik dumping tersebut sesuai dengan ketentuan Pasal 1 angka 7, Pasal 1 angka 13, Pasal 6 ayat (2), Pasal 17 Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2011 tentang Tindakan Antidumping, Tindakan Imbalan dan Tindakan Pengamanan Perdagangan, Pasal 3.4 dan Pasal 3.5 Anti Dumping Agreement.
Indonesia’s anti-dumping commities is an institution that has authority to conduct investigation into alleged anti-dumping practices in Indonesia. In 2014, Indonesian Flour Mills Association submitted an application for an anti-dumping investigation toward wheat flour producers fromTurkey. Dumping practices can cause Injury and be deterred on setback the development of domestic industries that produce similar goods. This study aims to determine the initial evidence analysis in the investigation of alleged dumping practices, especially in the case of wheat flour dumping from Turkey.
This research uses a normative juridical method, with descriptive analytical research specifications. The data collection through library studies that being equipped with primary data in the form of interviews. Data are being decribed in the form of narrative texts systematically. The data analysis method used is qualitative normative method.
The result of this study indicate that there was a dumping practice from Turkish wheat flour producers which caused losses to domestic industries and there was a causal relationship between dumping and injury.. A series of dumping practices acctualy violated the provisions of article 1 number (7) and (13), article paragraph (2), article 17 govenment regulation number 34 of 2011 concerning anti-dumping measures, rewards measures and trade safeguard measures and article 3.4. and article 3.5 anti-dumping agreement.
2067923648E1A012273TINJAUAN YURIDIS PEMBERIAN SUAKA DIPLOMATIK MENURUT HUKUM INTERNASIONAL (Studi Tentang Kasus Pemberian Suaka Diplomatik Kepada Julian Assange oleh Kedutaan Besar Ekuador di Inggris tahun 2012)Julian Assange, berkewarganegaraan Australia adalah pendiri, editor serta juru bicara Wikileaks, sebuah situs media yang mempublikasikan berbagai dokumen dan informasi rahasia di berbagai negara termasuk Amerika Serikat yang ingin mengadili dirinya pada pengadilan Amerika Serikat karena tindakannya membocorkan dokumen rahasia milik pemerintah Amerika Serikat. Pada 2012 saat Julian Assange berada di London, Inggris, ia didakwa melakukan tindakan pelecehan seksual kepada dua orang wanita saat berada di Swedia sehingga pemerintah Swedia meminta pemerintah Inggris untuk mengekstradisi Julian Assange ke Swedia. Pengadilan Inggris mengabulkan permintaan ekstradisi dari Swedia sehingga pada 19 Juni 2012, Julian Assange meminta suaka diplomatik ke Kedutaan Besar Ekuador di London untuk menghindari kemungkinan ia diekstradisi ke Swedia.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kasus dan menggunakan metode analisis normatif. Penelitian ini juga menggunakan data sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan. Tujuan penelitian ini yaitu, untuk mempelajari konstruksi yuridis / hukum mengenai pemberian suaka diplomatik menurut hukum internasional yang berlaku dan untuk menganalisis pemberian suaka diplomatik kepada Julian Assange menurut hukum internasional yang berlaku pada saat ini.
Pengaturan pemberian suaka diplomatik umumnya terdapat dalam hukum internasional yang bersifat regional karena hukum yang bersifat universal belum mengatur secara konkrit mengenai pemberian suaka diplomatik. Penerapan hukum internasional mengenai suaka diplomatik yang diberikan oleh Pemerintah Ekuador kepada Julian Assange mengikuti hukum internasional yang bersifat regional yang mengatur mengenai pemberian suaka diplomatik yaitu Konvensi Caracas 1954 mengenai Suaka Diplomatik. Inggris yang merupakan wilayah teritorial jurisdiksi tempat Kedutaan Besar Ekuador itu berada wajib menghormati pemberian suaka diplomatik oleh Ekuador tersebut
Julian Assange, an Australian citizen is the founder, editor and spokesperson of Wikileaks, a media site that publishes various confidential documents and information in various countries including the United States who want to try him in US courts because of his leak of classified documents belonging to the United States government. In 2012 when Julian Assange was in London, England, he was charged with sexual harassment against two women while in Sweden so the Swedish government asked the British government to extradite Julian Assange to Sweden. The British court granted an extradition request from Sweden so that on June 19, 2012, Julian Assange requested diplomatic asylum to the Embassy of Ecuador in London to avoid the possibility of him being extradited to Sweden.
This study uses a normative juridical method with a case approach and uses normative analysis methods. This study also uses secondary data with data collection techniques through library studies. The purpose of this study is to study juridical / legal construction regarding the granting of diplomatic asylum according to applicable international law and to analyze the granting of diplomatic asylum to Julian Assange according to current international law.
The arrangement for granting diplomatic asylum is generally found in international law which is regional in nature because universal international law has not yet regulated concretely regarding the granting of diplomatic asylum. The application of international law regarding diplomatic asylum granted by the Ecuadorian Government to Julian Assange follows regional international law which regulates the provision of diplomatic asylum, namely the 1954 Caracas Convention concerning Diplomatic Asylum. England, which is a jurisdictional territory where the Embassy of Ecuador is located, is obliged to respect the provision of diplomatic asylum by Ecuador.
2068023470A1L013063Pemanfaatan Limbah Ikan Segar sebagai Pupuk Organik Cair Pada Tanaman Bunga Kol dengan Konsentrasi dan Pengalokasian Waktu yang BerbedaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dan pengalokasian waktu yang terbaik dari POC limbah ikan segar terhadap pertumbuhan dan hasil bunga kol, serta mengetahui interaksi antara konsentrasi dan pengalokasian waktu terhadap pertumbuhan dan hasil bunga kol. Penelitian telah dilaksanakan sejak bulan Desember 2017 sampai Februari 2018 di screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman.
Rancangan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial. Faktor pertama yang dicoba adalah konsentrasi dari POC limbah ikan segar (K) yang terdiri dari K0 (kontrol), K1 (20ml/l), K2 (40 ml/l), K3 (60 ml/l), K4 (80 ml/l). Faktor kedua adalah Pengalokasian waktu (W) yang terdiri dari W1 (14 HST), W2 (28 HST), W3 (42 HST). Jumlah kombinasi perlakuan yaitu 15 perlakuan dengan 3 ulangan, menghasilkan 45 unit percobaan. Masing-masing unit percobaan pada tiap ulangan sebanyak 3 tanaman, sehingga total tanaman yang dijadikan percobaan terdapat 135 tanaman.
Variabel yang diamati dalam penelitian yaitu tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun, bobot bunga kol segar, diameter bunga kol, bobot tanaman segar, bobot akar segar, bobot tanaman kering dan bobot akar segar. Hasil penelitian menunjukan bahwa Konsentrasi terbaik terdapat pada konsentrasi 60 ml/l yang berpengaruh sangat nyata pada luas daun, bobot bunga kol segar, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering. Pengalokasian waktu terbaik yaitu pada pengalokasian waktu ke 28 hst yang berpengaruh sangat nyata pada bobot bunga kol segar, bobot tanaman kering, dan bobot tanaman segar, serta terdapat interaksi antara konsentrasi dan alokasi waktu terhadap peningkatan bobot bunga kol segar, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering.

The aim of this research is to know the effect of concentration and different alocation time of organic fertilizer liquid of fresh fish waste on growth and yield of caulifrower (Brassica oleracea var. botrytis L). Research was conducted from December 2017 to February 2018 at Screen house of Faculty of Agriculture, University of General Soedirman. The design of experiment was Randomized Complite Block Design (RCBD) done by factorial with two factors: concentration and time allocation of organic fertilizer liquid of fish waste. The first factor concentration (K) consisting of : K0 (0 ml/l), K1 (20 ml/l), K2 (40 ml/l), K3 (60 ml/l), K4 (80 ml/l). The second factor was the alocation time (W) consisting of W1 (14 DAP), W2 (28 DAP), W3 (42 DAP). The number of treatment combinations was 15 treatments with 3 replications, yielding 45 experimental units. Each experimental unit in each replication consist 3 plants, so that the total plants in this experiment were 135 plants. The variables observed in this research were plant height, leaf area, number of leaves, fresh curd weight, diameter of curd, fresh plant weight, fresh root weight, dry plant weight, dry root weight. The results of this reasearch showed that concentrations of 60 ml / l was the best concentration which had a very significant effect on leaf area, fresh curd weight, fresh plant weight, dry plant weight. The best time allocation was 28 days which has a very significant effect on the fresh curd weight, dry plant weight, and fresh plants weight. There is an interaction between concentration and time allocation to the increase in fresh curd weight, fresh plant weight, and dry plant weight.