Artikelilmiahs
Menampilkan 20.541-20.560 dari 50.108 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 20541 | 23534 | A1L013154 | EFISIENSI PEMUPUKAN N DENGAN APLIKASI POC URIN KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KUBIS BUNGA (Brassica oleraceae var. Botrytis L.) | Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis pupuk N yang optimal untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga, menentukan konsentrasi POC yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga, mengetahui interaksi antara dosis N dan interaksi POC terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga. Penelitian telah dilaksanakan sejak bulan Januari 2018 sampai Maret 2018 di Screen House Pondok Pesantren Darussalam, Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), dan rancangan perlakuan faktorial terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yang dicoba adalah dosis pupuk N yang terdiri dari 5 taraf adalah yaitu yang terdiri dari dosis 0% (N0), 25% (N1), 50% (N2), 75% (N3), 100% (N4). Faktor kedua adalah konsentrasi POC urin kelinci yang terdiri dari 4 taraf yaitu yang terdiri dari konsentrasi 10 ml/l (K1), 20 ml/l (K2), 30 ml/l (K3), 40 ml/l (K4). Variabel yang diamati dalam penelitian yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, serapan N, bobot segar krop, diameter bunga, bobot segar brangkasan, bobot segar akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis N memberikan pengaruh yang nyata terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar krop, dan diameter krop. Konsentrasi POC urin kelinci memberikan pengaruh yang nyata terhadap variabel bobot segar krop. Interaksi dari pemberian dosis N 75% dan POC urin kelinci 30 ml/L berpengaruh sangat nyata terhadap bobot segar krop. | This study aims to determine the optimal dose of N fertilizer for growth and yield, determine the right POC concentration for growth and yield, find out the relationship between N dose and POC interaction on growth and yield of flower cabbage. The research was conducted from January 2018 to March 2018 at Screen House Darussalam Islamic Boarding School, Dukuhwaluh Village, Kembaran District, Banyumas Regency. This study used a Complete Randomized Block Design (RAKL), and factorial preparation consisted of two factors. The first factor that was tried was a dose of N fertilizer consisting of 5 levels, which consisted of doses of 0% (N0), 25% (N1), 50% (N2), 75% (N3), 100% (N4). The second factor is rabbit urine POC concentration which consists of 4 levels, which consist of a concentration of 10 ml / l (K1), 20 ml / l (K2), 30 ml / l (K3), 40 ml / l (K4). Variables that pay attention in the study are plant height, leaf number, leaf area, N uptake, crop fresh weight, flower diameter, fresh weight of stover, fresh weight of roots. The results showed that N dosage had an optimal effect on variable plant height, leaf number, leaf area, crop fresh weight, and crop diameter. The POC concentration of rabbit urine has an effect that leads to a fresh weight variable. Interaction of 75% N dose and 30 ml rabbit urine POC / Very significant reduction in crop weight. | |
| 20542 | 23537 | A1L014073 | Aplikasi Pupuk Organik Cair Politahe dan Dosis Pupuk NPK pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.) | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh dari pemberian dosis pupuk organik cair serta dosis optimalnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun, 2) mengetahui pengaruh dari pemberian dosis pupuk NPK serta dosis optimalnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun, 3) mengetahui pengaruh interaksi antara pupuk organik cair dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2018 di screen house dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) pola faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk organik cair, terdiri atas 3 taraf yaitu tanpa POC (kontrol), 2 ml/tanaman, dan 4 ml/tanaman. Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK, terdiri atas 3 taraf yaitu tanpa NPK (kontrol), 50% dosis rekomendasi atau 0,57 g/tanaman, dan 100% dosis rekomendasi atau 1,24 g/tanaman. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, luas daun, kandungan klorofil, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot akar segar dan bobot akar kering. Data dianalisis menggunakan uji F, Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5% dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair dosis 2 ml/tanaman dan 4 ml/ tanaman tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun. Pemberian pupuk NPK dosis 0,57 g/tanaman dan 1,24 g/tanaman tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun. Pemberian dosis pupuk organik cair hingga 4 ml/tanaman dan tanpa pupuk NPK dapat meningkatkan jumlah daun dan bobot akar segar. | The research aimed to: 1) determine the effect of giving liquid organic fertilizer and its optimal dose on the growth and yield of spring onion plants, 2) determine the effect of NPK fertilizer dosing as well as the optimal dose on the growth and yield of spring onion plants, 3) determine the effect of interaction between liquid organic fertilizer and NPK fertilizer on the growth and yield of spring onion. This research was conducted from May to July 2018 at screen house and Agronomy and Horticulture Laboratory of Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The research design used is Randomized Complete Block Design (RCBD) factorial pattern with 2 factors. The first factor is the dose of liquid organic fertilizer, consisting of 3 levels namely without POC (control), 2 ml/plant, and 4 ml/plant. The second factor is the dose of NPK fertilizer, consisting of 3 levels namely without NPK (control), 50% recommended dose or 0.57 g/plant, and 100% recommended dose or 1.24 g/plant. Observation variables included plant height, number of leaves, number of tillers, leaf area, chlorophyll content, fresh plant weight, dry plant weight, fresh root weight and dry root weight. Data were analyzed using F, Duncan's Multiple Range Test (DMRT) of 5% level and regression.. The results showed that giving of liquid organic fertilizer at a dose of 2 ml/plant and 4 ml/plant did not affect the growth and yield of the spring onion. The giving of NPK fertilizer at 0.57 g/plant and 1.24 g/plant does not affect the growth and yield of the spring onion. Giving doses of liquid organic fertilizer up to 4 ml/plant and without NPK fertilizer can increase the number of leaves and weight of fresh roots. | |
| 20543 | 23539 | A1L113029 | PENGURANGAN DOSIS PUPUK NITROGEN DAN APLIKASI EKSTRAK GULMA SAMBUNG RAMBAT PADA PERTANAMAN JAGUNG MANIS | Tanaman jagung manis responsif terhadap pemupukan, khususnya nitrogen. Pemupukan nitrogen yang berlebih seringkali tidak efisien.dan tanaman peka terhadap gangguan berbagai jenis gulma. Usaha untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk dan produksi tanaman, perlu dilakukan dengan penggunaan dosis pupuk nitrogen yang tepat dan menekan populasi berbagai jenis gulma dengan menggunakan bioherbisida yang berasal dari ekstrak gulma sambung rambat (Mikania micrantha). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengurangan dosis nitrogen dan aplikasi ekstrak sambung rambat terhadap pertmbuhan dan hasil tanaman jagung dan populasi gulma yang terdapat pada lahan percobaan. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan pola faktorial. Perlakuan yang diujicobakan adalah dosis pupuk nitrogen dan konsentrasi ekstrak gulma. Perlakuan pemupukan terdiri dari P1 =3,125 g/tanaman (100%), P2 = 1,56 g/tanaman (50%) dan 0,78 g/tanaman (25%), sedangkan konsentrasi ekstrak gulma W1=10%, W2=20% dan W3= 30 %. Setiap unit perlakuan diulang 3 kali.Variabel yang diamati tinggi tanaman, jumlah daun, kehijauan daun, bobot tongkol, panjang dan diameter tongkol, bobot basah dan kering tanaman jagung, bobot basah dan kering akar tanaman, bobot kering gulma dan SDR (summed dominance ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan N 50 % efektif dalam meningkatkan tinggi tanaman dan bobot tongkol. Aplikasi ekstrak gulma konsentrasi 10 % meningkatkan biomassa tanaman. Interaksi kedua jenis perlakuan tersebut meningkatkan jumlah daun secara nyata. | Sweetcorn plant is responsive to fertilizer especially nitrogen . However, excessive nitrogen fertilizing sometimes causes inefficiency and affecting plant sensitivity toward interference from various weeds. In attempt to increase efficiency of fertilizer and crop yield, it is needed to apply proper amount of nitrogen fertilizer and suppress various kind of weeds using bioherbicide which based on sambung rambat weeds extract (Micania micrantha). The goal of this research was to find out the effect of nitrogen dose reduction and application of weed extract on growth and yield of sweetcorn, and weed population existing in field. The research was conducted at Experimental Farm Unsoed in Purwokerto. The experiment used completely random block design in factorial pattern. The treatments consisted of nitrogen dose and concentration of weed extract. Nitrogen doses consisted of P1 =3.125 g/plant (100%), P2 = 1.56 g/ plant (50%) and 0.78 g/ plant (25%), and concentration of weed extract is W1=10%, W2=20% and W3= 30 %. Observed variables were plant height, number of leaves, greening level, cob weight, length and diameter of cob, fresh and dry weight of whole plant, fresh and dry weight of roots, dry weight of weeds and SDR (summed dominance ratio). Result showed that nitrogen fertlitizaton at 50% was able to increase plant height and and cob weight. Application of weed extract at 10% increase plant biomass. Both treatments increased number of leaves, significantly. | |
| 20544 | 23549 | C1A014057 | Analisis Inflasi, Nilai Tukar, Suku Bunga Valuta Asing Terhadap Cadangan Devisa Di Indonesia tahun 2005 sampai 2017 | Penelitian ini berjudul "Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar dan Suku Bunga Valuta Asing terhadap Cadangan Devisa Di Indonesia Tahun 2005-2017". Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh inflasi, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat dan suku bunga valuta asing terhadap cadangan devisa di Indonesia tahun 2005-2017. Menganalisis pengaruh inflasi dan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat terhadap ekspor netto di Indonesia tahun 2005-2017. Menganalisis nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat dan suku bunga valuta asing terhadap investasi portofolio di Indonesia tahun 2005-2017. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis data data yang tersedia dalam website Bank Indonesia dan diolah menggunakan teknik analisis kuantitatif. Alat analisis yang digunakan menggunakan alat analisis jalur. Lingkup penelitian ini mencakup nasional, dengan menganalisis faktor faktor yang mempengaruhi cadangan devisa antara lain inflasi, nilai tukar dollar terhadap dollar Amerika Serikat dan suku bunga valuta asing serta variabel antara yang terdiri dari ekspor neto dan investasi portofolio. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa inflasi berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa secara langsung, namun tidak signifikan apabila melalui ekspor neto. Nilai tukar tidak berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa secara langsung, melalui ekspor neto maupun melalui investasi portofolio. Suku bunga valuta asing berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa namun tidak berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa namun tidak signifikan melalui investasi portofolio. Inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap ekspor neto, namun nilai tukar berpengaruh signifikan terhadap ekspor neto. Nilai tukar dan suku bunga valuta asing tidak berpengaruh signifikan terhadap investsi portofolio. Secara stimultan variabel inflasi, nilai tukar dan suku bunga valuta asing mempengaruhi cadangan devisa sebesar 76,3 persen baik secara langsung maupun melalui ekspor neto dan investasi portofolio. Implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi cadangan devisa secara keseluruhan,tidak hanya fokus ke salah satu variabel saja. Variabel yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap cadangan devisa perlu perhatian lebih seperti inflasi dan suku bunga valuta asing. | This research is entitled "The Influence of Inflation, Exchange Rate and Foreign Currency Interest Rates on Foreign Exchange Reserves in Indonesia in 2005-2017". The purpose of this study was to analyze the effect of inflation, the exchange rate of the rupiah against the US dollar and interest rates on foreign exchange on foreign exchange reserves in Indonesia in 2005-2017. Analyze the effect of inflation and the exchange rate of the rupiah against the US dollar on net exports in Indonesia in 2005-2017. Analyze the exchange rate of the rupiah against the US dollar and interest rates on foreign exchange against portfolio investment in Indonesia in 2005-2017. This research was conducted by analyzing data data available on the Bank Indonesia website and processed using quantitative analysis techniques. The analytical tool used uses a path analysis tool. The scope of this study covers nationally, by analyzing the factors that influence foreign exchange reserves, among others inflation, the exchange rate of the dollar against the US dollar and interest rates on foreign currencies and the intermediate variables consisting of net exports and portfolio investment. The results of this study indicate that inflation has a significant effect on foreign exchange reserves directly, but not significant if through net exports. The exchange rate has no significant effect on foreign exchange reserves directly, through net exports or through portfolio investment. Foreign currency interest rates have a significant effect on foreign exchange reserves but have no significant effect on foreign exchange reserves but are not significant through portfolio investment. Inflation has no significant effect on net exports, but the exchange rate has a significant effect on net exports. Exchange rates and interest rates on foreign currencies have no significant effect on portfolio investment. Simultaneously, inflation, exchange rate and foreign currency interest rates affect foreign exchange reserves by 76.3 percent both directly and through net exports and portfolio investment. The implication of this study is that the government needs to pay attention to the factors that affect foreign exchange reserves as a whole, not just focus on one variable. Variables that have a significant influence on foreign exchange reserves need more attention such as inflation and interest rates on foreign exchange. | |
| 20545 | 23540 | H1K014011 | TIPE GELOMBANG PECAH DI PERAIRAN PANTAI KABUPATEN CILACAP | Perairan Pantai Kabupaten Cilacap merupakan perairan terbuka yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Tipe perairan terbuka ini menjadikan Perairan Pantai Cilacap memiliki gelombang yang tinggi. Selama penjalarannya, gelombang akan pecah menjadi bentuk yang berbeda akibat adanya pengurangan kedalaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe gelombang pecah di Perairan Pantai Kabupaten Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Penentuan tipe gelombang pecah dianalisis menggunakan peramalan gelombang dengan metode Svendrup-Munk-Bretcheider (SMB) dari data angin dari ECMWF dan peta batimetri, kemudian dilakukan verifikasi secara deskriptif antara data tipe gelombang pecah hasil peramalan dengan pengamatan langsung. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat dua tipe gelombang pecah di Perairan Pantai Kabupaten Cilacap yaitu tipe Spilling dan tipe Plunging, verifikasi data menunjukkan terdapat perbedaan tipe gelombang pecah pada beberapa subsel yaitu subsel 4.3-5.2 dan subsel 6.1-6.3 hasil peramalan menunjukkan bahwa pada subsel tersebut merupakan tipe spilling sementara hasil pengamatan menujukkan bahwa subsel tersebut memiliki tipe plunging. | Cilacap coastal waters is an open waters that facing directly towards Indian Ocean. This open waters types makes Cilacap beach waters has high waves. During the propagation, the waves will break into different shapes due to a reduction in depth. The purpose of this research was to determine the types of breaking waves in the Cilacap coastal waters. The method used in this study was the survey method. Determination of the type of ruptured wave was analyzed using wave forecasting with the Svendrup-Munk-Bretcheider (SMB) method from wind data from ECMWF and the bathymetry map, then carried out descriptively verified between the breakage type data forecasting results with direct observation. The results obtained from this study were two types of ruptured waves in the Coastal Waters of Cilacap Regency, named Spilling and Plunging. Verification showed that there were differences types of breaking waves in several sub-sections, which is 4.3-5.2 and 6.1-6.3, the subsel was a temporary spilling type, the observation showed that the subsel has plunging type. | |
| 20546 | 25764 | H1D015012 | PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR BERBASIS WEB (STUDI KASUS DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN WONOSOBO) | Sistem Informasi Pengujian Kendaraan Bermotor Berbasis Web adalah sebuah sistem yang digunakan oleh Dinas Perhubungan Wonosobo untuk mengelola data-data kendaraan yang wajib melakukan pengujian kendaraan. Sistem informasi ini memiliki beberapa fungsi seperti mengelola data pemilik kendaraan, mengelola data kendaraan, mengelola data retribusi, membuat laporan retribusi, dan cetak stiker untuk kendaraan yang telah lulus uji. Permasalahan yang dihadapi dalam pengujian kendaraan bermotor yaitu dalam pencatatan kendaraan masih menggunakan kertas sehingga mudah rusak dan hilang, selain itu dalam hal antrean pengujian juga masih tidak rapi. Berdasarkan masalah tersebut maka dibuatlah sistem yang membantu mengelola data yang lebih baik. Sistem yang dibuat merupakan sebuah aplikasi berbasis website, dan dalam pengerjaannya menggunakan metode pengembangan waterfall dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP, untuk menangani penyimpanan data menggunakan DBMS MySQL, dan fitur unggulan pada sistem ini adalah penggunaan QR Code. | Web-Based Information System Testing of Transportation Vehicle is a system used by the Department of Transportation Wonosobo to manage the data of vehicles that are required to perform the test. This information system has several functions such as managing owner vehicles data, managing vehicles data, managing retribution data, creating retribution reports, and sticker printing for vehicles that have passed the test. The problem encountered in testing vehicle such as record the vehicle test using paper, so that it can cause broken and lose, in queue also not tidy yet. Based on the problem, then to create a information system that can help to be better. The system that created is a web-based application and in development process using the waterfall development method, and PHP programming language and to handle the data storage using DBMS MySQL and the special feature is using QR Code. | |
| 20547 | 23542 | A1C013050 | TAHAP ADOPSI TEKNIS BUDIDAYA BERAS HITAM DAN FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA Studi Kasus Di Kelompok Tani Gapenik KOTA TASIKMALAYA | Masyarakat saat ini lebih mengenal ketan hitam dibanding beras hitam. Meskipun warnanya sama-sama hitam, beras hitam berbeda dari ketan hitam. Beras hitam mengandung zat-zat pengatur proses dalam tubuh manusia yang mutlak dibutuhkan setiap hari dan oleh karenanya, jenis beras ini makin digemari masyarakat karena kandungan serta khasiatnya untuk kesehatan. Gabungan petani organik SU aktif memotivasi, mengadvokasi, serta mengorganisir petani baik dilapangan maupun dalam kegiatan pertemuan-pertemuan, atau penguatan-penguatan kapasitas petani. Untuk mendorong perluasan pemasaran produk beras hitam organik membentuk badan usaha CV SU Hebat yang berfungsi menjalankan bisnis pertanian dan usaha bisnis lain dengan menerapkan prinsip partisipatif, transparansi, dan akuntable. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk mengetahui proses tahapan adopsi teknologi yang telah dicapai petani padi di GAPENIK – Gabungan Petani Organik Kota Tasikmalaya.; 2) Untuk mengetahui faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi petani padi yang berhubungan dalam pengadopsian teknologi di GAPENIK – Gabungan Petani Organik Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi menggunakan daftar pertanyaan. Penelitian dilaksanakan pada bulan juni 2018 sampai dengan bulan Juli 2018 di Kecamatan Cihideung, Kecamatan Singparna, Kecamatan Salawu, dan Kecamatan Cigalontong dengan sasaran penelitian petani yang belum mendapatkan penyuluhan tentang adopsi teknologi beras hitam organik. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tahap adopsi penerapan inovasi teknologi pertanian beras hitam organik terdiri dari lima tahap yaitu kesadaran, minat, peniliaian, mencoba, dan adopsi. Tahap kesadaran yaitu 5,4 %, tahap minat yaitu 16,2 %, tahap penilaian yaitu 54,1 %, tahap mencoba yaitu 16,2 %, tahap adopsi yaitu 8,1 %, (2) Faktor – faktor sosial ekonomi yang berhubungan dengan pengadopsian inovasi teknologi pertanian beras hitam organik adalah lama pendidikan, pengalaman berusaha tani,luas lahan, jumlah tanggungan keluarga, dan tingkat kosmo politan secara keseluruhan faktor – faktor tersebut berhubungan dengan pengadopsian inovasi teknologi pertanian beras hitam organik. Faktor sosial ekonomi petani yang mempengaruhi terhadap tahap adopsi teknologi pertanian beras hitam organik adalah lama pendidikan, pengalaman berusaha tani, dan tingkat kosmopolitan. | People today are more familiar with black sticky rice than black rice. Although the color is black, black rice is different from black sticky rice. Black rice contains process-regulating substances in the human body that are absolutely needed every day and therefore, this type of rice is increasingly popular with the community because of its content and efficacy for health. The association of SU organic farmers actively motivates, advocates, and organizes farmers both in the field and in the activities of meetings, or strengthening the capacity of farmers. To encourage the expansion of marketing of organic black rice products to form CV SU Hebat's business entity that functions to run agricultural businesses and other business ventures by applying the principles of participatory, transparent and accountable. This study aims to: 1) To find out the process stages of technology adoption that has been achieved by rice farmers in GAPENIK - the Association of Organic Farmers in Tasikmalaya City; 2) To find out external factors that affect rice farmers who are related in adopting technology in GAPENIK - Organic Farmers Association of Tasikmalaya City. The research method used is the observation method using a questionnaire. The study was conducted in June 2018 until July 2018 in Cihideung Subdistrict, Singparna Subdistrict, Salawu District, and Cigalontong Subdistrict with research targets of farmers who had not received counseling about adoption of organic black rice technology. Determination of the sample using purposive sampling method. The results showed that: (1) The adoption stage of the application of organic black rice agriculture technology innovation consists of five stages, namely awareness, interest, as sessment, trying, and adoption. The awareness stage is 5.4%, the interest stage is 16.2%, the assessment stage is 54.1%, the stage of trying is 16.2%, the adoption stage is 8.1%, (2) Socio-economic factors related to the adoption of organic black rice agriculture technology innovation are the length of education, the experience of farming, land area, number of family dependents, and the overall level of factor cosmo - these factors are related to the adoption of organic black rice agriculture technology innovation. The socio-economic factors of the farmers that influence the adoption stage of organic black rice farming technology are the length of education, the experience of farming, and the cosmopolitan level. | |
| 20548 | 23543 | E1A014065 | PENUNTUTAN TERHADAP ANAK DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK (Studi di Kejaksaan Negeri Banyumas) | Penuntutan merupakan salah satu tahap penyelesaian perkara pidana yang dilakukan oleh Penuntut Umum. Tidak terkecuali penuntutan yang dilakukan terhadap anak yang melakukan tindak pidana yang memerlukan perhatian khusus. Dalam prosesnya, penuntutan terhadap anak berbeda dengan penuntutan biasa, dimana ada konsep keadilan restoratif dalam penuntutan terhadap anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seperti apa penuntutan terhadap anak dalam sistem peradilan pidana anak dan bagaimana Penuntut Umum dalam melakukan penuntutan terhadap anak dalam sistem peradilan pidana anak. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis dengan metode analisis data secara normatif kualitatif. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa penuntutan terhadap anak dalam sistem peradilan pidana anak dilakukan oleh Penuntut Umum Anak. Dalam proses penuntutan terhadap anak wajib diupayakan diversi. Sistem peradilan pidana anak diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, dimana undang-undang ini memiliki pengaruh terhadap Penuntut Umum dalam melakukan penuntutan terhadap anak. | Prosecution is one of the stages of the settlement of criminal cases conducted by the public prosecutor. No exception the prosecution committed against children who commit criminal acts that require special attention. In the process, the prosecution against child different from the ordinary prosecution, where there is a concept of restorative justice in the prosecution against child. The research aims to find out what kind of prosecution against the child in the juvenile justice system and how the public prosecutor in conducting a prosecution against children in the juvenile justice system. The research method used sociological methods of juridical approach with normative data analysis method is qualitative. Based on the results of the research, it shows that the prosecution against children in the criminal justice system of children carried out by public prosecutor. In the process of prosecution against mandatory attempted diversion. Juvenile justice system is regulated in the law number 11 Year 2012 about Juvenile Justice System, where the legislation has an impact on the public prosecutor in conducting a prosecution against the child. | |
| 20549 | 23544 | A1M014017 | Optimasi Formula dan Analisis Deskriptif Kuantitatif Selai Carica | Buah carica merupakan buah khas unggulan dan sekaligus terdaftar sebagai produk indikasi geografis Wonosobo memiliki kadar vitamin C, serat pangan dan zat antioksidan. Besarnya potensi buah carica yang masih belum dimanfaatkan terutama pada buah carica yang lewat matang (over ripe). Pemanfaatan buah carica over ripe yaitu dengan diolah menjadi produk selai. Besarnya biaya produksi dalam pembuatan selai disebabkan banyaknya buah carica yang dibutuhkan selama proses pengolahan sehingga diperlukan adanya subtitusi dengan bahan lain yaitu menggunakan labu siam. Selain itu, penambahan gula (sukrosa) dalam jumlah yang tepat dapat berpengaruh terhadap tekstur selai yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengoptimasi proporsi puree carica: filtrat pulp : puree labu siam serta proporsi gula untuk menghasilkan selai carica yang memiliki respon skor intensitas kesukaan maksimal, daya oles maksimal dan kelengketan in range menggunakan metode permukaan respon; 2) mengkaji karakteristik sensori produk formula optimum dengan uji deskriptif kuantitatif. Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi : 1) Penetapan formula dasar dan proses pembuatan selai carica; 2) perekrutan panelis terlatih; 3) optimasi formula menggunakan metode permukaan respon, yang meliputi penetapan perlakuan, batas bawah dan atas perlakuan, kombinasi perlakuan, pengukuran respon optimum, verifikasi dan validasi formula 5 kali ulangan; 4) uji deskriptif kuantitatif menggunakan 10 orang panelis terlatih dengan skala intensitas berupa garis sepanjang 15 cm; 5) uji penerimaan dengan metode skoring hedonik oleh 10 orang panelis terlatih. Formula dasar (kontrol) terdiri dari puree carica 49%, filtrat pulp 21%, gula 30%, gelatin 0,04%, pektin 0,02%, asam sitrat 0,07%, vanili 0,06%, perisa 0,02% dan pewarna 0,01%. Pada tahap optimasi formula menggunakan software design expert V.7 (for trial) diperoleh 14 kombinasi perlakuan dengan batas bawah dan atas yang dimasukkan ke dalam program yaitu untuk proporsi puree carica sebesar 18,92% dan 53,08% sedangkan proporsi sukrosa yaitu 20% dan 40%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) formula dengan nilai desirability 0,84 yang terdiri dari puree carica : filtrat pulp : puree labu siam (31,54% : 13,52% : 29,38%) dan penambahan sukrosa (25,56%) menghasilkan respon kesukaan 6,6 (agak suka- suka); respon daya oles 7,3 (suka-sangat suka); dan kelengketan 6,7 (agak suka-suka). Perlakuan proporsi puree carica dan proporsi sukrosa tidak mengubah tingkat penerimaan produk oleh panelis terlatih pada produk selai carica. Produk ini memiliki skor sensoris kenampakan (6,30 = agak suka-suka); tekstur (6,80 = agak suka-suka); aroma (5,50 = netral-agak suka); rasa (6,10 = agak suka-suka); mouthfeel (5,72 = netral-agak suka); dan penerimaan secara keseluruhan (6,20 = agak suka-suka). | Carica fruit is distinctive superior fruit and the same time registered as a geographical indication product of Wonosobo's has levels of vitamin C, dietary fiber and antioxidants. The magnitude of the potential carica fruit that is still untapped, especially on passing carica fruit mature (over ripe). Utilization of carica fruit over ripe, which is processed into jam products. The amount of production costs in making jam is due to the large number of carica fruit needed during the processing so that substitution is needed with other ingredients, namely using squash. In addition, the addition of sugar (sucrose) in the right amount can affect the texture of the jam produced. This study aims to: 1) optimize the proportion of puree carica: pulp filtrate: puree chayote and proportion of sucrose to produce carica jam which has a response to maximum favorite intensity score, maximum topping power and adhesiveness in range using the surface response method; 2) examine the sensory characteristics of the optimum formula products with quantitative descriptive tests. The stages of research carried out include: 1) Determination of the basic formula and process of making carica jam; 2) recruitment of trained panelists; 3) optimization of formulas using the surface response method, which includes the determination of treatment, lower bound and for treatment, combination of treatments, optimum response measurements, verification and formula validation 5 times repetition; 4) quantitative descriptive test using 10 trained panelists with an intensity scale of 15 cm long lines; 5) acceptance test with themethod scoring hedonicby 10 trained panelists. The basic formula (control) consists of puree carica 49%, pulp filtrate 21%, sugar 30%, gelatin 0.04%, pectin 0.02%, citric acid 0.07%, vanilla 0.06%, flavor 0.02 % and dye 0.01%. In the formula optimization phase use software V.7 (for trial) expert design obtained 14 combinations of treatments with lower and upper limits entered into the program, forproportions puree caricaof 18.92% and 53.08% while the proportion of sucrose was 20% and 40%. The results showed that: 1) formula with avalue of desirability 0.84 consisting of puree carica : pulp filtrate: puree chayote (31.54%: 13.52%: 29.38%) and the addition of sucrose (25.56%) produced a favorable response 6.6 (rather like-like); response power 7.3 (like-really like); and 6.7 adhesiveness (rather like-like). The proportion of pure carica and the proportion of sucrose does not change the level of product acceptance by trained panelists on carica jam products. This product has a sensory appearance score (6.30 = rather like-like); texture (6.80 = rather like-like); aroma (5.50 = neutral-rather like); taste (6,10 = rather like-like); mouthfeel (5.72 = neutral-rather like); and overall acceptance (6.20 = rather like-like). | |
| 20550 | 23546 | H1E014011 | PENDUGAAN KEBERADAAN ENDAPAN SOURCE ROCK PRA-TERSIER DENGAN MENGGUNAKAN METODE MAGNETOTELURIK PADA DAERAH X CEKUNGAN BINTUNI, PAPUA BARAT | Proses pengolahan data magnetotelurik, inversi, pemodelan dan interpretasi bertujuan untuk menentukan jenis batuan bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitas serta mengidentifikasi keberadaan endapan source rock Pra-tersier Daerah X Cekungan Bintuni Papua Barat. Tahapan pengolahan data terdiri dari proses Transformasi Fourier, Robust Processing, Seleksi Time Series, Remote Reference dan Seleksi Cross Power. Seluruh proses pengolahan dilakukan untuk meningkatkan nilai koherensi dengan cara mereduksi noise pada data hasil pengukuran. Inversi yang dilakukan adalah inversi 1D dan inversi 2D dengan hasil berupa penampang resistivitas yang terdistribusi secara vertikal dan horizontal. Interpretasi jenis batuan bawah permukaan dilakukan dengan data pendukung integrasi hasil inversi 2D magnetotelurik dengan model 2D gravity. Pemodelan 3D dlakukan secara cross section karena lintasan tidak dapat membentuk kubik ideal. Batuan penyusun bawah permukaan Daerah X Cekungan Bintuni Papua Barat diinterpretasikan tersusun atas formasi Steenkool yang terdiri dari batu pasir dan batu lempung dengan nilai resistivitas 1-40 Ωm. Di bawah formasi Steenkol diduga merupakan batu gamping dari New Guenea Limestone Group dengan nilai resistivitas 40-200 Ωm. Keberadaan endapan source rock Pra-tersier berada di bawah batu gamping pada kedalaman 3000 m yang diduga sebagai batu serpih hitam formasi Ainim dengan nilai resistivitas rendah yakni 1-20 Ωm. Batuan paling bawah merupakan basement dengan nilai resistivitas >200 Ωm. | Processing of magnetoteluric data, inversion, modeling and interpretation aims to determine subsurface rock types based on resistivity values and identify the presence of Pre-tertiary source rock sediment in Region X of the Bintuni Basin in West Papua. Data processing stages consist of Fourier Transformation, Robust Processing, Time Series Selection, Remote Reference and Cross Power Selection. All of that process carried out to increase the value of coherence by reducing noise in the measurement data. Inversions that has been done are 1D inversion and 2D inversion with the results in the form of a resistivity section distributed vertically and horizontally. Interpretation of subsurface rock types is carried out with data supporting integration of 2D magnetoteluric inversion results with 2D gravity models. 3D modeling has been done in cross section because the path cannot establish an ideal cubic. Subterranean constituent rocks of Region X of the Bintuni Basin in West Papua are interpreted as composed of Steenkool formations consisting of sandstone and claystone with resistivity values of 1-40 Ωm. Under the Steenkol formation, it is suspected that it is a limestone from the New Guenea Limestone Group with a resistivity value of 40-200 Ωm. The presence of Pre-tertiary source rock sediment is under limestone at 3000 m what is suspected as black shale rock Ainim formation with a low resistivity value of 1-20 Ωm. The lowest rock is a basement with a resistivity value >200 Ωm. | |
| 20551 | 23561 | H1K014038 | Potensi Kandungan Saponin dan Uji Toksisitas Ekstrak Teripang Holothuria atra dan Holothuria scabra | Penelitian ini berjudul Potensi Kandungan Saponin dan Uji Toksisitas Ekstra Teripang Holothuria atra dan Holothuria scabra. Teripang merupakan anggota Echinodermata yang berpotensi mengasilkan senyawa bioaktif untuk bahan baku obat. Teripang Holothuria atra dan Holothuria scabra diketahui memiliki kandungan saponin yang berfungsi sebagai sitotoksik melawan sel tumor dan antikanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan rendemen dan saponin, serta mengetahui mortalitas hewan uji Artemia salina dan tingkat aktivitas toksisitasnya sebagai antikanker. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan tahapan ekstraksi menggunakan metode maserasi. Uji saponin menggunakan metode uji busa dan metode orcinol. Uji toksisitas menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase rendemen H. atra memiliki kisaran nilai 10,69 – 16,31% dan persentase rendemen H. scabra memiliki kisaran nilai 9,74 – 10,94%. Ekstrak H. atra mengandung saponin berkisar antara 0,097 – 0,136 mg orcinol/mg ekstrak, dan ekstrak H. scabra berkisar antara 0,014 – 0,067 mg orcinol/mg ekstrak. Mortalitas hewan uji Artemia salina tertinggi terdapat pada dosis 1000µg/ml. Tingkat toksisitas tertinggi terjadi pada ekstrak H. atra dengan konsentrasi etanol 75% (2,26 µg/ml), dan pada H. scabra konsentrasi etanol 96% (19,95 µg/ml). | The title of this research is Potential of Saponin Content and Toxicity Test of Holothuria atra and Holothuria scabra Extracts. Sea cucumbers are member of Echinodermata that have potential to produce bioactive compounds for medicinal materials. Holothuria atra and Holothuria scabra were known containing saponins which function as cytotoxic against tumor cells and anticancer. The purpose of this research were to determine the content of the yield, to determine the saponin content, and to determine the mortality of Artemia salina test animals and their level of toxicity as anticancer. Experimental method was used in this research with extraction stage by using maceration method. Saponin test were used foam test method and orcinol method. Toxicity test was used Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. The results showed that percentage of H. atra yield had a value range of 10.69 - 16.31% and the percentage of H. scabra yield had a value range of 9.74 - 10.94%. H. atra extract contain saponins ranged from 0.097 - 0.136 mg orcinol / mg extract, and H. scabra extract ranged from 0.014 - 0.067 mg orcinol / mg extract. The highest mortality of Artemia salina test animals was at a dose of 1000µg / ml. The highest level of toxicity occured in H. atra extract with 75% ethanol concentration (2.26 µg / ml), and in H. scabra at 96% (19.95 µg / ml) of ethanol concentration. | |
| 20552 | 23630 | F1B014020 | Model Kolaborasi dalam Penanggulangan HIV-AIDS di Kabupaten Purbalingga | Model kolaborasi merupakan salah satu cara untuk memecahkan permasalahan publik yang kompleks dengan melibatkan berbagai stakeholder. Kasus HIV-AIDS merupakan kasus yang sedang berkembang di masyarakat yang berdampak pada kesehatan, sosial serta budaya. Jumlah kasus HIV-AIDS di Kabupaten Purbalingga setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan di ikuti dengan adanya pertumbuhan investasi yang baik, sehingga mampu menyedot tenaga kerja dari luar daerah yang menyebabkan adanya interaksi manusia yang memudahkan timbul resiko penularan HIV melalui seks bebas dan NAPZA suntik. Fokus penelitian ini adalah proses kolaborasi dan model kolaborasi dalam penanggulangan HIV-AIDS di Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kolaborasi yang sudah terjalin antar pihak yang terkait sudah cukup baik meskipun terdapat beberapa kekurangan yaitu mengenai penyampaian informasi yang masih kurang. Dalam proses kolaborasi terdapat pihak-pihak yang lebih dominan dalam proses penanggulangan HIV-AIDS yaitu Komisi Penanggulangan HIV-AIDS, Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, RSUD Goeteng Tarunadibrata Kabupaten Purbalingga dan Kelompok Dukungan Sebaya Kabupaten Purbalingga. Kurangnya peran dari masyarakat, sehingga perlu adanya gerakan masyarakat dalam penanggulangan HIV-AIDS di Kabupaten Purbalingga. | The collaboration model is one of the ways to solve the public probelms by involving the various stakeholders. The cases of HIV-AIDS have developed in society which has an impact on the health, social and culture. The number of HIV-AIDS cases in Purbalingga Regency has increased significantly and followed by a good investment growth, thus being able to suck labour from outside the region which resulted in the existence of the interaction people from different backgrounds to high risk over the transmission of HIV-AIDS through free sex and abuse DRUGS injection. This study focuses on the proccess and model of collaboration on HIV-AIDS prevention in Purbalingga Regency. The research method used qualitative research method. Data analysis method used interactive analysis model. The result of the research show that the collaboration established between the related parties is good eneough even though there are some disadvantages, namely the lack of information. Furthermore, there are parties that more dominant, there is a District Aids Commisions, Purbalingga District Health Office, Goeteng Tarunadbrata Dsitrict Hospital, and support group in Purbalingga Regency. In addition, there is a need for community movements in HIV-AIDS prevention in Purbalingga District. | |
| 20553 | 23545 | A1M014065 | PENGARUH PENAMBAHAN BUBUK BUNGA KECOMBRANG DAN METODE PEMASAKAN TERHADAP KARAKTERISTIK ABON IKAN GURAMI | Abon ikan gurami merupakan produk dengan kadar lemak tinggi sehingga mudah mengalami kerusakan oksidatif ataupun hidrolisis. Salah satu cara untuk menghambat kerusakan dilakukan dengan menambahkan antioksidan dan teknik pemasakan yang tepat. Bubuk bunga kecombrang mengandung komponen bioaktif seperti senyawa triterpenoid, steroid, fenolik, flavonoid, tannin, alkaloid, dan glikosida yang berpotensi sebagai antioksidan. Metode pemasakan abon dapat dilakukan dengan pan frying oven, deep frying oven, dan pan frying. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui karakteristik abon ikan gurami dengan perbedaan penambahan konsentrasi bubuk bunga kecombrang; 2) mengetahui karakteristik abon ikan gurami dengan perbedaan metode pemasakan; (3) menentukan perlakuan terbaik dari kombinasi penambahan bubuk bunga kecombrang dan metode pemasakan pada abon ikan gurami. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 15 kombinasi perlakuan dan 2 kali ulangan. Faktor yang diteliti, yaitu konsentrasi bubuk bunga kecombrang 2,5, 5, 7,5, 10, 12,5% dan metode pemasakan terdiri atas pan frying oven, deep frying oven, dan pan frying. Variabel yang diamati yaitu asam lemak bebas (FFA), TBA, aktivitas antioksidan, aroma kecombrang, warna, tekstur, rasa kecombrang, dan kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) bubuk bunga kecombrang memiliki aktivitas antioksidan 36,8-45,7% dan diaplikasikan pada abon ikan gurami dengan konsentrasi 2,5% - 12,5% memberi nilai FFA dan TBA masing-masing 0,2758% - 0,3700% dan 1,728 – 2,385 mg malonaldehid/kg, 2) abon ikan gurami dengan metode pemasakan deep frying oven menghasilkan nilai TBA 1,5981 mg malonaldehid/kg dan nilai FFA 0,3127%, 3) penambahan bubuk bunga kecombrang dan metode pemasakan mempengaruhi nilai sensori dan mendapat perlakuan terbaik pada perlakuan bubuk bunga kecombrang 2,5% dan metode deep frying oven dengan nilai aroma kecombrang sedikit kuat (4,48), warna cokelat (4,3), tekstur kering dan agak menggumpal (4,28), rasa kecombrang sedikit kuat (4,64), dan keseluruhan agak suka (3,62) serta nilai FFA 0,266%, nilai TBA 1,629 mg malonaldehid/kg. | Shredded gourami is a high-fat product so it will easily have an oxidative or hydrolysis damage. One way to prevent the damage is by adding antioxidants and decide a proper cooking technique. Kecombrang flower powder includes bioactive components such as triterpenoid, steroid, phenolic, flavonoid, tannin, alkaloid, and glycoside that are potentially as antioxidants. The cooking method of shredded gourami are pan frying oven, deep frying oven, and pan frying. This study aims to: 1) knowing the shredded gourami’s characteristics with different concentrations of kecombrang flower powder; 2) knowing the shredded gourami’s characteristics by using the different cooking method; (3) knowing the best treatment of combinations between kecombrang flower powder and method of cooking on shredded gourami. The research method is by using Randomized Block Design (RBD) with 15 combinations of treatments and 2 replications. The factors studied were the concentration of kecombrang flower powder 2,5, 5, 7,5, 10, and 12,5% and the cooking method consists of pan frying oven, deep frying oven, and pan frying. The analysed variables are free fatty acids (FFA), TBA, antioxidants, the flavour of kecombrang flower, colour, texture, the taste of kecombrang flower, and preference. The results showed that 1) kecombrang flower powder have antioxidant activity about 36,8-45,7% and applied on shredded gourami with concentration of 2,5% - 12,5% that gave the values of FFA 0,2758% - 0,3700% and TBA 1,728 - 2,385 mg malonaldehyde/kg, 2) shredded gourami with the deep frying oven method result the TBA value is 1,5981 mg malonaldehyde/kg and FFA value is 0,3127%, 3) addition of kecombrang flower powder and cooking method affects the sensory variable and gets the best treatment on kecombrang flower powder 2,5% and deep frying oven with the value of flavour of kecombrang was a little strong (4,48), brown colour (4,3), dry and lumpy texture (4,28), a little strong taste of kecombrang flower (4,64), and the overall was rather like (3,62) and also FFA value is 0,266%, and TBA value is 1,629 mg malonaldehyde/kg. | |
| 20554 | 23838 | F1A014008 | PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN MUSLIM BAGI ANAK ASUH (STUDI DI PANTI ASUHAN PUTRI MUHAMMADIYAH PURWOKERTO) | Panti Asuhan Putri Muhammadiyah Purwokerto ialah panti asuhan yang berada di bawah naungan Organisasi Muhammadiyah. Panti Asuhan Putri Muhammadiyah berupaya untuk menciptakan kepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam yang telah dirumuskan ke dalam sembilan nilai kepribadian Muhammadiyah. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses pembentukan kepribadian muslim bagi anak asuh di Panti Asuhan Putri Muhammadiyah Purwokerto. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik penentuan informan yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa upaya mewujudkan pembentukan kepribadian muslim di Panti Asuhan Putri Muhammadiyah Purwokerto dilakukan dengan dua bentuk, yakni pendidikan formal dan nonformal. Pendidikan formal yang dilakukan di sekolah adalah melalui kegiatan-kegiatan pembiasaan shalat wajib dan sholat sunnah, Jum’at bersih, Jum’at pengajian, keputrian, dan penerapan 3S (senyum, salam, dan sapa). Sedangkan pendidikan nonformal dilakukan di panti asuhan dengan menggunakan beberapa metode pembentukan kepribadian di antaranya uswah atau keteladanan, ceramah, pengawasan dan pendisiplinan, serta reward dan punishment. Proses pembentukan kepribadian di Panti Asuhan Putri Muhammadiyah Purwokerto berjalan dengan baik. Sebagian besar anak asuh mengakui banyak perubahan yang didapatkan selama tinggal di panti asuhan. | The Orphanage Daugther Muhammadiyah Purwokerto is an orphanage under the Muhammadiyah Organization. Orphanage Daughter Muhammadiyah strives to create personalities that are in accordance with the values of Islamic teachings that have been formulated into the nine golden habbits of Muhammadiyah. The purpose of this research is to describe the process of Muslim personality formation for foster children at the Orphanage Daughter Muhammadiyah. This research uses a case study. Data collection techniques are carried out by observation, in-depth interviews, and documentation. The informant determination technique used purposive sampling. The results of this study indicate that the effort to realize the formation of Muslim personality in the orphanage daughter is carried out in two forms, that is formal and non-formal education. In formal education conducted in schools to form Muslim personalities including through activities of compulsory prayer, Friday clean, Friday recitation, women’s studies, and the application of 3S (smile, regards, and greetings). Non-formal education is carried out in an orphanage by using include examplary, lecture, supervision and discipline, also reward and punishment. The process of personality formation at the Orphanage Daughter Muhammadiyah goes well. Mostly foster children admitted the many changes that they received during their stay in the orphanage. | |
| 20555 | 24076 | F1A014022 | Perilaku Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) di Sungai Kedung Putri Kelurahan Baledono Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo | Penelitian ini terfokus pada mengapa banyak warga menggunakan Sungai Kedung Putri sebagai tempat mandi, cuci dan kakus dengan tujuan mendeskripsikan penyebab masyarakat memanfaatkan Sungai Kedung Putri dan mendeskripsikan perilaku pemanfaatan Sungai Kedung Putri serta cara pemanfaatannya. Penelitian ini menggunakan teori thoughs and feeling yang dicetuskan oleh WHO sebagai pisau analisa. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik penentuan informan yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab masyarakat Kelurahan Baledono memanfaatkan sungai untuk MCK disebabkan oleh faktor ekonomi, faktor lingkungan dan faktor sosial budaya. Pada dasarnya masyarakat Kelurahan Baledono telah memahami perilaku hidup bersih dan sehat, meskipun perilaku MCK di sungai masih tetap dilakukan. Pemanfaatan Sungai Kedung Putri banyak dilakukan oleh masyarakat seperti untuk mandi, mencuci pakaian, karpet, tikar, motor dan peralatan rumah tangga serta untuk kakus (BAB). Sedangkan cara pemanfaatannya yaitu dengan mengambil air sungai melalui pipa-pipa yang dihubungkan dengan pompa air, kemudian dengan cara membuat bangunan kakus di samping rumah atau pemanfaatan dengan langsung ke sungai. | This study focuses on why many residents use Kedung Putri River as a place for bathing, washing and latrines with the aim of describing the causes of the community using the Kedung Putri River and to describe the behavior of the Kedung Putri River and how to use it. This research uses the theory of thoughs and feeling which was triggered by WHO as an analysis knife. Data collection is done through in-depth interview techniques, observation and documentation. The technique of determining the informant used was purposive sampling technique. Data analysis is done by interactive analysis techniques. The results showed that the causes of Baledono Village community utilizing rivers for bathing, washing and urinating/defecating (MCK) were caused by economic factors, environmental factors and socio-cultural factors. Basically, the Baledono Urban Village community understands clean and healthy behavior, even though the bathing, washing and urinating/defecating (MCK) behavior in the river is still being carried out. The use of the Kedung Putri River is mostly carried out by the community such as for bathing, washing clothes, carpets, mats, motorbikes and household appliances as well as for toilet. Whereas the method of utilization is by taking river water through pipes connected with a water pump, then by making a toilet building next to the house or using it directly to the river. | |
| 20556 | 23887 | H1K014005 | Identifikasi DNA Molekuler dan Potensi Peptida Kolagen dari Teripang Lokal sebagai Antioksidan | Penelitian ini berjudul identifikasi DNA molekuler dan potensi peptida kolagen teripang lokal sebagai antioksidan. Teripang adalah salah satu biota laut yang memiliki penyebaran cukup luas di perairan Indonesia. Teripang memiliki senyawa bioaktif kolagen dan peptida kolagen yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis teripang lokal secara molekuler, rendemen, karakterisasi dan aktivitas antioksidan dari ekstrak peptida kolagen teripang. Metode yang digunakan adalah penelitian laboratorium dengan tahapan meliputi preparasi, identifikasi DNA molekuler, ekstraksi teripang, hidrolisis kolagen, karakterisasi peptida kolagen, dan uji antioksidan. Hasil penelitian yang diperoleh, identifikasi teripang didapatkan spesies Holothuria atra, Holothuria leucospilota, dan Bohadschia marmorata. Hasil rendemen teripang tertinggi adalah H. atra (21,37%) kemudian H. leucospilota (18,70%), dan terendah B. marmorata (11,90%). Analisis kandungan kolagen teripang B. marmorata (62,26%), H. leucospilota (50,04%), dan H. atra (43%). Kandungan peptida H. leucospilota (0,27 mg gluthathione/mg ekstrak), B. marmorata (0,25 mg gluthathione/mg ekstrak), dan H. atra (0,22 mg gluthathione/mg ekstrak). Berat molekul B. marmorata berkisar 1 - 45 kDa, H. atra berkisar 2 - 51 kDa, dan H. leucospilota berkisar 2 - 49 kDa. Persentase daya hambat antioksidan H. leucospilota (78,65%), H. atra (63,75%), dan B. marmorata (48,70%) dengan nilai IC50 H. atra 6900 ppm dan H. leucospilota 7100 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa petida kolagen teripang berpotensi sebagai antioksidan, tetapi aktivitas antioksidannya lemah. | This study entitle molecular DNA identification and collagen peptide potential local sea cucumber as antioxidant. Sea cucumber is one of the marine biota that has widespread in Indonesian waters. Sea cucumber has collagen bioactive compounds and collagen peptide that has a potential as antioxidant. This study aimed to determine the type local sea cucumber molecularly, yield, characterization and antioxidant activity of extracts sea cucumber collagen peptide. The method was used laboratory research with stages including preparation, identification molecular DNA, sea cucumber extraction, collagen hydrolysis, collagen peptide characterization, and antioxidant tests. The result of the research obtained, the identification of sea cucumber was obtained species of Holothuria atra, Holothuria leucospilota, and Bohadschia marmorata. The highest yield of sea cucumber yield was H. atra (21,37%), then H. leucospilota (18,70%), and lowest B. marmorata (11,90%). Analysis of content of sea cucumber collagen B. marmorata (62,26%), H. leucospilota (50,04%), and H. atra (43%). The peptide content from H. leucospilota (0,27 mg gluthathione/mg extract), B. marmorata (0,25 mg gluthathione/mg ekstrak), and H. atra (0,22 mg gluthathione/mg ekstrak). The molecular weight of B. marmorata from ranges 1 - 45 kDa, H. atra from ranges 2 - 51 kDa, and H. leucospilota from ranges 2 - 49 kDa. The percentage inhibition of antioxidant H. leucospilota (78,65%), H. atra (63,75%), and B. marmorata (48,75%) with IC50 H. atra (6900 ppm) and H. leucospilota (7100 ppm). This showed that sea cucumber collagen peptide has potential as antioxidant, but the antioxidant activity was weak. | |
| 20557 | 23952 | B1J014041 | Keanekaragaman Genetik Beberapa Subspesies Jambu Semarang (Syzygium samarangense) di Banyumas dengan Teknik RAPD | Telah dilakukan penelitian keanekaragaman genetik beberapa subspesies jambu semarang (Syzygium samarangense) di Banyumas dengan teknik RAPD. Delapan individu dari empat subspesies yang dijadikan sampel diambil dari daerah Unsoed, Baturraden, dan Tambak Sogra; yaitu ‘Madura Putih’, ‘Lilin Putih’, ‘Dot Hijau’, ‘Pudding Hijau’, ‘Unsoed Merah’, ‘Kaget Merah’, ‘Unsoed Pink’, dan ‘Dernawa’. DNA genom hasil isolasi kemudian digunakan sebagai templat dalam amplifikasi marka RAPD menggunakan teknik PCR dengan 5 primer, yaitu OPA-01, OPA-02, OPB-11, OPB-12, dan OPB-15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima primer menghasilkan 51,5% pita polimorfik dan 48,5% pita monomorfik. Fenogram hasil analisis MEGA 10 dengan metode UPGMA pada koefisien 0,43 menghasilkan jarak genetik tertinggi pada kultivar ‘Unsoed Pink’ dan ‘Madura Putih’, sedangkan jarak genetik terendah terdapat pada ‘Pudding Hijau’ dan ‘Madura Putih’. | Research has been carried out on the genetic diversity of several semarang apple subspecies (Syzygium samarangense) in Banyumas using the RAPD technique. Eight individuals from four subspecies sampled were taken from Unsoed, Baturraden, and Tambak Sogra regions; namely 'Madura putih', 'Lilin putih', 'Dot hijau', 'Pudding hijau', 'Unsoed merah', 'Kaget merah', 'Unsoed pink', and 'Dernawa'. The isolated genomic DNA was then used as a template in amplifying RAPD markers using PCR techniques with 5 primers, namely OPA-01, OPA-02, OPB-11, OPB-12, and OPB-15. The results showed that the five primers produced 51.5% polymorphic bands and 48.5% monomorphic bands. Phenogram results of MEGA 10 analysis using UPGMA method at the coefficient of 0.43 resulted in the highest genetic distance in 'Unsoed Pink' and Madura putih' cultivars, while the lowest genetic distance was in 'Pudding hijau' and 'Madura putih' | |
| 20558 | 23983 | G1H014039 | ANALISIS FAKTOR RESIKO PENYEBAB ANEMIA IBU HAMIL DI WILAYAH PERKOTAAN (STUDI DI PUSKESMAS II PURWOKERTO TIMUR) | Latar belakang : Anemia merupakan permasalahan yang terjadi pada masa kehamilan yang dapat menyebabkan kematian ibu akibat perdarahan. Anemia selama kehamilan disebabkan oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor resiko penyebab anemia pada ibu hamil. Metodologi: Jenis penelitian observasional menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sejumlah 66 ibu hamil, dipilih menggunakan teknik Purpossive Sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah usia ibu, paritas, jarak kehamilan, status KEK, umur kehamilan, pengetahuan, kepatuhan konsumsi tablet Fe, pola konsumsi zat besi, pola konsumsi enhancer zat besi dan pola konsumsi inhibitor zat besi. Variabel terikat adalah anemia. Analisis data menggunakan uji Chi Square dan uji regresi logistik ganda. Hasil: Angka kejadian anemia di Puskesmas II Purwokerto Timur adalah 53%. Ada pengaruh paritas (p= 0,115; OR=0,402), umur kehamilan (p= 0,059; OR=3,277), pengetahuan (p= 0,525; OR= 0,666), kepatuhan konsumsi tablet Fe (p= 0,069; OR= 3,170) dan Pola konsumsi enhancer zat besi (p= 0,107; OR= 2,491) terhadap anemia. Kesimpulan : Faktor yang berpengaruh terhadap anemia ibu hamil adalah paritas, umur kehamilan, pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet Fe. Faktor yang tidak berpengaruh yaitu usia ibu, jarak kehamilan, status KEK, pola konsumsi zat besi, pola konsumsi enhancer zat besi dan pola konsumsi inhibitor zat besi. | Background: Anemia is a problem that happen during pregnancy and can cause maternal mortality due to bleeding. Anemia in pregnancy caused by many factors. The study is conducted to discover the risk factors of anemia in pregnant women. Methods: Observation research using cross-sectional design. The research sample was 66 pregnant women who were selected using purpossive sampling technique. Independent variables in this study are age, parity, interval of pregnancy, chronic energy deficiency status , gestational age, knowledge, adherence to consuming Fe tablet, dietary patter of iron, dietary pattern of iron enhancer and dietary pattern of iron inhibitor. Dependent variable in this study is anemia. Data analyse were tested by Chi Square and multiple logistic regression. Result: Prevalence of anemia in Puskesmas II Purwokerto Timur is 53%. There are relation between maternal parity (p= 0,115; OR=0,402), gestational age (p= 0,059; OR=3,277), knowledge (p= 0,525; OR= 0,666), adherence to consuming Fe tablet (p= 0,069; OR= 3,170) and dietary pattern of iron enhancer (p= 0,107; OR= 2,491) with anemia. Conclusion : Factors related to anemia in pregnant women are parity, gestational age, knowledge, adherence to consuming Fe tablet dietary pattern of iron enhancer. Unrelated factors of anemia in pregnant women are maternal age, interval of pregnancy, chronic energy deficiency status, dietary patter of iron and dietary pattern of iron inhibitor. | |
| 20559 | 24002 | G1B013079 | HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI DI PT. GUNUNG SUGIH DESA LEDUG KECAMATAN KEMBARAN PURWOKERTO | Latar Belakang: PT. Gunung Sugih Desa Ledug Kecamatan Kembaran merupakan Industri informal yang memproduksi sohun, memiliki risiko kelelahan kerja diantaranya umur pekerja rata-rata >35 tahun, mayoritas pekerja berjenis kelamin perempuan, masa kerja >5 tahun, beban kerja berat dan sikap kerja yang tidak ergonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor individu dengan kelelahan kerja pada pekerja bagian produksi di PT. Gunung Sugih Desa Ledug Kecamatan Kembaran Purwokerto. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional, dan dilakukan di PT. Gunung Sugih Desa Ledug Kecamatan Kembaran Purwokerto dari bulan September – Oktober 2018. Populasi merupakan pekerja bagian produksi. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling berjumlah 55. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik chi square. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kelelahan kerja yaitu umur (p-value = 0,020), beban kerja (p-value = 0,000) dan sikap kerja (p-value = 0,000), sedangkan yang tidak berhubungan yaitu jenis kelamin (p-value = 0,511), masa kerja (p-value = 1,000), status gizi (p-value = 0,144), status perkawinan (p-value = 0,342), motivasi kerja (p-value = 0,443). Simpulan: Ada hubungan umur, beban kerja, dan sikap kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja bagian produksi di PT. Gunung Sugih Desa Ledug Kecamatan Kembaran Purwokerto. | Background: PT. Gunung Sugih Ledug Village Kembaran District is an informal Industry which produces vermicelli, has work fatigue risk including worker’s age> 34 years old, majority of worker’s are female, work period> 5 years old, heavy workload and non-ergonomic work attitude. The purpose of this research was to determine the relationship of individual factors with work fatique to workers production section in PT. Gunung Sugih Ledug Village, Kembaran District. Methods: This type of research is quantitative with cross sectional design, and done in PT. Gunung Sugih Ledug Village, Kembaran District from september to october 2018. The population are production worker’s. Sampling using total sampling technique amounted to 55. Data processing using univariate analysis and bivariate analysis with chi square statistical test. Result: The result of bivariate analysis shows that the variables related to work fatique are age (p-value = 0,020), workload (p-value = 0,000) and work attitude (p-value = 0,000), while the unrelated variable are sex (p-value = 0,511), work period (1,000), nutritional status (p-value = 0,144), marriage status (p-value = 0,342), work motivation (0,443). Conclusion: There is a long working relationship age, workload and work attitude with work fatique on production worker’s in Ledug Village, Kembaran District, Purwokerto. | |
| 20560 | 23550 | H1A014053 | EFISIENSI PENURUNAN BOD, COD DAN TSS LIMBAH CAIR TAPIOKA DENGAN METODE FILTER AEROB - MULTI SOIL LAYERING (MSL) | Limbah cair tapioka merupakan salah satu limbah yang dapat menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan perairan sehingga perlu diolah sebelum dibuang. Multi Soil Layering (MSL) dapat menjadi salah satu solusi dalam pengolahan limbah cair karena memiliki aktivitas mikroorganisme tinggi. Penelitian ini menggabungkan antara Multi Soil Layering dengan Filter Aerob dengan tujuan menentukan kecepatan pengisian optimum sistem dan mendapatkan efisiensi kerja sistem. Penentuan kecepatan pengisian optimum dan efisiensi Filter Aerob – MSL dilakukan melalui proses pengondisian, pengaliran dengan kecepatan 160, 320, 480, 640, dan 800 L m-2 hari-1, dan analisis BOD, COD dan TSS sedangkan untuk mendapatkan efisiensi kerja, sistem dialirkan selama 30 hari dan dianalisis BOD, COD dan TSS tiap 5 hari. Hasil menunjukkan bahwa sistem Filter Aerob – MSL mampu menurunkan nilai BOD, COD dan TSS paling optimum pada kecepatan pengisian 320 L m-2 hari-1. Efisiensi sistem dalam menurunkan nilai BOD, COD dan TSS masing masing sebesar 75,02%., 92,66% dan 77,75%. | Tapioca liquid waste is one of the wastes that can cause pollution to the aquatic environment so that it needs to be treated before being disposed of. Multi Soil Layering (MSL) can be one solution in the treatment of liquid waste because it has high microorganism activity. This study combines the Multi Soil Layering with Aerob Filter with the aim of determining the optimum filling speed of the system and obtaining the work efficiency of the system. Determination of the optimum filling speed and Aerob-MSL Filter efficiency is carried out through a conditioning process, flowing at speeds of 160, 320, 480, 640, and 800 L m-2 days-1, and analysis of BOD, COD and TSS while to get work efficiency, the system flowed for 30 days and analyzed BOD, COD and TSS every 5 days. The results show that the Aerob-MSL Filter system is able to reduce the optimum BOD, COD and TSS values at a charging speed of 320 L-2 days-1. System efficiency in reducing BOD, COD and TSS values were 75.02%, 92.66% and 77.75% respectively. |