Artikelilmiahs
Menampilkan 20.721-20.740 dari 50.125 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 20721 | 23677 | A1C114014 | KEUNGGULAN KOMPARATIF DAN KOMPETITIF USAHATANI KEDELAI DI KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS | Kedelai merupakan bahan pangan yang biasa dimanfaatkan untuk membuat tahu, tempe, tauco dan lain sebagainya. Permintaan kedelai saat ini belum dapat dipenuhi oleh produksi domestik sehingga pemerintah menerapkan kebijakan impor. Tingginya volume impor kedelai setiap tahunnya membuat usahatani kedelai domestik harus memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif agar kedelai lokal dapat bersaing dengan kedelai impor. Penelitian bertujuan untuk: 1) Menganalisis keunggulan komparatif dan kompetitif usahatani kedelai; 2) Mengetahui dampak kebijakan pemerintah terhadap usahatani kedelai; 3) Mengetahui pengaruh perubahan harga input dan output terhadap keunggulan komparatif dan kompetitif usahatani kedelai di Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2018 sampai dengan bulan April 2018. Metode penelitian menggunakan metode survei. Penentuan sampel menggunakan metode simple random sampling dan diperoleh 32 orang responden. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan sekunder yang dianalisis dengan menggunakan Policy Analysis Matrix (PAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani kedelai di Kecamatan Kalibagor hanya memiliki keunggulan kompetitif dan tidak memiliki keunggulan komparatif. Kebijakan pemerintah terhadap output dan input usahatani kedelai saat ini secara keseluruhan memberikan insentif kepada petani sehingga petani menerima keuntungan lebih besar dari keuntungan yang seharusnya diterima. Usahatani kedelai di Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas sensitif terhadap perubahan harga kedelai impor karena kenaikan harga kedelai impor menyebabkan usahatani kedelai memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif. | Soybean are food ingredient that usually used to make tofu, tempeh, tauco etc. The current soybean demand can not be fulfilled by domestic production only , so the government has to apply soybean import policy. The volume of soybean import has a tendency to increase annually, it makes local soybean compete with soybean import. This research is aim to: 1) Analyze comparative and competitive advantageof soybean farming; 2) Knowing the impact of government policy on soybean farming; 3) Knowing the impact of changes in input and output prices in the district of Kalibagor, Banyumas Regency. The research was conducted in March 2018 until April 2018. The research method was survey. The samples were determined using simple random sampling method and obtained 32 respondents. The research utilized both primary and secondary data and was analyzed using Policy Analysis Matrix (PAM). The results showed that soybean farming in district of Kalibagor only have competitive advantage and did not have comparative advantage. The government policy on output and input of soybean farming make the famers have an intensive because they receive greater profit than they should be. Soybean farming in district of Kalibagor, Banyumas Regency sensitive to the changes of soybean import price, it cause soybean farming have comparative and competitive advantages. | |
| 20722 | 23678 | A1L014030 | TRANSFORMASI DAN REGENERASI TEBU (Saccharumo officinarum L.) KULTIVAR BULULAWANG DENGAN FUSI GEN Cry1Ab-Cry1Ac MELALUI Agrobacterium tumefaciens | Bululawang merupakan varietas tebu yang umum digunakan petani di Indonesia karena dikategorikan memiliki daya hasil tinggi. Namun varietas ini peka terhadap serangan penggerek batang sehingga berpotensi menurunkan daya hasilnya. Perakitan tanaman transgenik melalui transformasi genetik tebu varietas Bululawang merupakan upaya untuk meningkatkan ketahanan tebu terhadap serangan penggerek batang sehingga kehilangan hasil dapat diturunkan. Gen Cry1Ab- 1Ac digunakan sebagai gen target sebagai upaya awal proses pengembangan ketahanan pada tebu Bululawang. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mentransformasi kalus tebu dengan fusi gen Cry1Ab- 1Ac melalui bantuan Agrobacterium tumefaciens, 2) mendapatkan komposisi media seleksi yang tepat untuk menyeleksi pertumbuhan kalus tebu transforman, dan 3) membandingkan efisiensi transformasi antara strain Agrobacterium tumefaciens EHA105 dan GV3101. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Sel dan Jaringan, Biologi Molekuler dan rumah kaca Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian Bogor pada Maret sampai dengan Agustus 2018. Kegiatan penelitian dibagi menjadi 4 bagian utama, yakni induksi kalus tebu Bululawang sebagai objek yang akan ditransformasi, persiapan kultur Agrobacterium yang telah membawa plasmid pCambia bersama gen Cry1Ab-1Ac, inkubasi kalus yang telah ditransformasi pada media kokultivasi, resting, seleksi, hingga perbesaran tunas. Tahap akhir adalah analisis gen target dengan proses amplifikasi gen Cry1Ab-Ac dengan primer 316 pada genome semua sampel planlet yang tumbuh. Variabel yang diamati terdiri atas persentase jumlah tunas putatif transforman yang berhasil tumbuh melalui media seleksi berdasarkan penggunaan kedua jenis strain Agrobacterium, dan hasil amplifikasi gen Cry1Ab-Ac yang berada pada genom tiap sampel planlet yang berhasil tumbuh.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan pada perlakuan media seleksi pada faktor kombinasi maupun faktor tunggal. Hasil amplifikasi gen target pita positif dihitung sebagai data perhitungan efisiensi transformasi. Efisiensi transformasi dihasilkan oleh strain EHA105 menunjukkan nilai 11,1%, lebih tinggi dibandingkan strain GV3101 dengan nilai 9,5%. Berdasarkan hasil amplifikasi primer 316 yang menunjukkan pola amplifikasi pita pada ukuran 316 bp, mengindikasikan gen target berhasil tersisipi pada genom tebu. | Bululawang is the most-used sugarcane variety in Indonesia regarding its high productivity trai. It is categorized as susceptible to stem-borer attack therefore decreases the productivity. Assembling transgenic plants through the genetic transformation of sugar cane of the Bululawang variety is an effort to increase the resistance of sugarcane to the attack of stem borer so that the yield loss can be reduced. This research aimed to: 1) transform calli of Bululawang variety with fusion gene Cry1Ab-1Ac mediated Agrobacterium tumefaciens, 2) obtain the most optimum media selection for the growth of putative transformed shoot, 3) compare the eficiency transformation between two Agrobacterium strains; EHA105 dan GV3101. This research was conducted at molecular biology laboratory, tissue culture laboratory and green house at Biotechnology and Genetic Resource Research and Development Bogor started from March until August 2018. This research was primarily divided into 4 main parts, i.e. calli initiation as the main object to be transformed, preparation of Agrobacterium culture harboring plasmid pCambia inserted Cry1Ab- 1Ac gene, calli incubation in cocultivation media, resting media, selection media and shoot regeneration media. Last step was to analyze gene of interest by amplifying gene targeted using primer 316 for all genome of putative transformed shoot. The variables measured consisted of percentage of putative transformed calli that successfully grown on selection media based on two strain of Agrobacterium, and amplified the gene target of all shoot planlet utilizing primer 316. The research result showed there was only one single factor that showed significant difference which was in hygromicin treatment of 30 mg/l for strain GV3101 transformed shoots and result of amplified genes showed positive band. Positive band were calculated to measure eficiency transformation data. The transformation efficiency resulted from EHA105 strain showed a value of 11.1%, higher than strain GV3101 with a value of 9.5%. Based on the results of primary amplification 316 which showed a band amplification pattern at a size of 316 bp, indicating the target gene was successfully inserted into the sugarcane genome. . Keywords: Bulu Lawang, Cry1Ab-Ac gene, eficiency transformation, selection media optimation, genetic transformation. | |
| 20723 | 23691 | F1C014025 | MOTION GRAPHIC DALAM KANAL YOUTUBE KOK BISA SEBAGAI PENUNJANG LITERASI INFORMASI DI KALANGAN SISWA SMAN 2 PURWOKERTO | Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi yang komprehensif tentang penggunaan motion graphic dalam kanal YouTube Kok Bisa sebagai penunjang literasi informasi pada siswa SMAN 2 Purwokerto. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kognitif pembelajaran multimedia oleh Richard E. Mayer. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan purposive sampling sebagai teknik pemilihan informan. Informan dalam penelitian ini terdiri atas dua kategori informan, yakni kreator konten kanal YouTube Kok Bisa dan siswa SMAN 2 Purwokerto sebagai user atau penonton kanal YouTube Kok Bisa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motion graphic dalam kanal YouTube Kok Bisa menjadi gerbang untuk membuka ketertarikan dan rasa ingin tahu siswa untuk belajar sains. Perannya sebagai penyampai informasi mencakup: (1) Mampu menjelaskan informasi yang sifatnya abstrak, (2) Menghidupkan imajinasi penonton, (3) Membuat penjelasan yang berat menjadi ringan, (4) Membantu penonton dalam mengelola informasi dengan lebih mudah, (5) Memberikan pengalaman hiburan dalam konteks akademik, (6) Menyajikan informasi dengan lebih menarik, sederhana dan logis.Motion graphic juga membuat siswa mampu mengingat kembali informasi yang sudah lampau (information recall). Selain itu, oleh siswa SMAN 2 Purwokerto, YouTube dijadikan sebagai sumber informasi alternatif, karena siswa dapat lebih memahami informasi apabila dijelaskan melalui format audiovisual. Selain untuk mencari informasi seputar mata pelajaran sekolah, siswa juga menggunakan YouTube untuk belajar hal-hal yang tidak diajarkan di sekolah, seperti editing, operating software, fotografi, hingga videografi. Selain informasinya mudah dipahami, siswa juga mendapatkan pengalaman hiburan. | This study aims to obtain a comprehensive description of the use of motion graphics in YouTube channel. How can it be used as an information literacy support for students of Senior High School 2 Purwokerto. The theory used in this study is the cognitive theory of multimedia learning by Richard E. Mayer. In this study, researchers used a qualitative descriptive method with purposive sampling as an informant selection technique. The informants in this study consisted of two categories of informants, namely content creators of Kok Bisa YouTube channel, and students of Senior High School 2 Purwokerto as users or viewers of Kok Bisa YouTube channels. The results of this study show that motion graphics in Kok Bisa YouTube channel can be a gateway to open students' interest and curiosity to learn science. Its role as the deliverer of information includes: (1) Being able to explain an abstract information, (2) Turning on the imagination of the viewers, (3) Make hard explanations to be easy, (4) Helping the audience to manage information more easily, (5) Providing entertainment experiences in an academic context, (6) Presenting information more interesting, simple and logical. Motion graphic also makes students able to recall information that has been past. In addition, by students of Senior High School 2 Purwokerto, YouTube is used as an alternative information source, because students can understand an information better, when explained through an audiovisual formatted. In addition to looking for information about school subjects, students also use YouTube to learn things that are not taught at school, such as editing, operating software, photography, and videography. Student not only get the information that is easy to understand, but also get entertainment experiences. | |
| 20724 | 23701 | C1A014113 | PENGARUH AGLOMERASI, TINGKAT UPAH, PERTUMBUHAN INVESTASI DAN TENAGA KERJA TERHADAP PERTUMBUHAN SEKTOR INDUSTRI KABUPATEN/KOTA DI JAWA BARAT | Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi dengan sumbangan sektor industri terbesar terhadap PDB sektor industri dan selama kurun waktu 2011-2016 kontribusinya terhadap PDB sektor industri selalu meningkat. Namun, sektor industri Jawa Barat mengalami fluktuasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan penyebaran aglomerasi di Provinsi Jawa Barat dan menganalisis pengaruh aglomerasi, tingkat upah, pertumbuhan investasi dan tenaga kerja terhadap pertumbuhan sektor industri kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan analisis regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) aglomerasi yang terjadi di Provinsi Jawa Barat hanya aglomerasi dengan tingkatan yang lemah. (2) secara parsial aglomerasi berpengaruh positif terhadap pertumbuhan industri kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat, tingkat upah, pertumbuhan investasi dan tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan industri di kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat. Implikasi dari hasil penelitian ini yaitu dalam upaya meningkatkan pertumbuhan industri, pemerintah diharapkan dapat menjaga dan meningkatkan iklim usaha yang baik meliputi infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia. | West Java Province is the province with the largest contribution of the industrial sector to the GDP of the industrial sector and during the period of 2011-2016 its contribution to the GDP of the industrial sector has always increased. However, the West Java industrial sector have fluctuations. The purpose of this study is to map the spread of agglomeration in West Java Province and analyze the effect of agglomeration, wage level, investment growth and labor on the growth of the industrial sector in the regency/city of West Java Province. This research is a quantitative research that uses panel data regression analysis. The results showed that: (1) agglomeration that occurred in West Java Province was only agglomeration with a weak level. (2) partially agglomeration has a positive effect on the industrial growth of the regency/city of West Java Province, the wage rate, investment growth and labor does not affect industrial growth in the regencies/cities of West Java Province. The implication of this research is that in an effort to improve industrial growth, the government is expected to be able to maintain and improve a good business climate including infrastructure and the quality of human resources. | |
| 20725 | 23685 | A1L114009 | EFEK INOKULASI PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) ISOLAT INDIGENOUS TANAH SAWAH UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh inokulasi PGPR isolat indigenous tanah sawah yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman padi dan (2) isolat PGPR yang paling efektif mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman padi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Agronomi dan Screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan bulan September 2017 sampai Maret 2018. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Perlakuan terdiri dari 9 macam isolat PGPR dan 2 kontrol yang diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, kehijauan daun, luas daun, bobot akar kering, bobot akar tajuk, bobot tanaman kering, panjang akar, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah permalai, jumlah gabah isi perumpun, jumlah gabah hampa perumpun, jumlah gabah perumpun, bobot gabah isi perumpun, bobot gabah hampa perumpun, bobot gabah perumpun, bobot 1000 biji dan bobot jerami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pemberian inokulasi PGPR isolat R11 (P8) (jumlah anakan), isolat P07 (P3) (jumlah daun), isolat P10 (P4) (jumlah anakan), isolat R08 (P7) (jumlah anakan) dan isolat R04 (P6) (tinggi tanaman) mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman padi dan pemberian inokulasi belum mampu meningkatkan produksi tanaman padi. (2) Isolat PGPR yang paling efektif mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman padi (tinggi tanaman) adalah isolat R04 (P6) sebesar 31,35 % pada umur 8 mst dan 26,23 % pada umur 10 mst. | The goals of this research are to understand: (1) the effect of PGPR inoculation of isolat indigenous on rice fields that can improve the growth and produce of rice plants and (2) the most effective of isolat PGPR that can improve the growth and produce of rice plants. This research was done in Agronomic Laboratory and Screen house at faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto. This research was done on September 2017 until March 2018. Design of experiments used was non-factorial Randomized Block Design (RBD). The treatment consisted of 9 kinds of PGPR isolate and 2 controls that was repeated three times. Variabels observed including plant height, number of leaves, number of tillers, greenish of leaves, leaf area, dry root weight, canopy root weight, dry plant weight, root length, number of productive tillers, panicle length, number of grains for each panicle, number of grains with cognate, number of grains without cognate, number of cognate grains, weight of grains with cognate, weight of grains without cognate, weight of cognate grains, weight of 1000 seeds and weight of straws. The results showed that (1) Giving PGPR inoculation of isolat R11 (P8) ( number of tillers), isolat P07 (P3) (number of leaves), isolat P10 (P4) (number of tillers), isolat R07 (P7)( number of tillers) and isolat R04 (P6)( plant height) improve the growth of rice plants and Giving PGPR inoculation no improve produce of rice plants. (2) The most effective Isolat PGPR that improve the growth of rice plants ( plant height) was isolat R04 (P6) of 31,35% at the age of 8 mst and 26,23% at the age of 10 mst. | |
| 20726 | 23679 | A1L014220 | PERTUMBUHAN BIBIT PEPAYA VARIETAS CALINA PADA EMPAT JENIS MEDIA TANAM YANG DIBERI PUPUK AB MIX DENGAN DOSIS BERBEDA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen media tanam terbaik, mengetahui dosis pupuk yang tepat, dan mengetahui kombinasi antara komponen media tanam dan dosis pupuk AB-MIX terbaik terhadap pertumbuhan bibit pepaya varietas Calina. Penelitian dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto pada bulan Februari 2018 sampai April 2018. Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), yang terdiri dari 16 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali merupakan rancangan yang digunakan pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara media tanam dan dosis pupuk AB-MIX pada jumlah stomata, sedangkan jumlah klorofil menunjukkan interaksi yang tidak nyata. Jumlah klorofil menunjukkan hasil yang sangat nyata terhadap perlakuan media tanam dan nyata terhadap dosis pupuk AB-MIX. Jumlah stomata bibit pepaya yang tumbuh di media tanah+ kompos+serbuk gergaji baik tanpa pemupukan maupun dipupuk AB-MIX hingga 45 ml setiap 3 hari/polybag tidak berbeda dengan jumlah stomata bibit pepaya yang tumbuh di media lainnya yang tanpa pemupukan AB-MIX. Jumlah klorofil bibit pepaya yang tumbuh di media tanah+kompos+serbuk gergaji dan tanah+kompos memiliki jumlah klorofil lebih banyak daripada bibit pepaya yang tumbuh di media tanah+kompos+arang sekam dan tanah+kompos+cocopeat. Jumlah klorofil bibit pepaya yang diberi dosis ABMIX 30 ml dan 45 ml setiap 3 hari/polybag lebih banyak daripada jumlah klorofil bibit pepaya yang tidak diberi AB-MIX dan yang diberi AB-MIX 15 ml setiap 3 hari/polybag. | The purpose of this study was to find out the best media, the appropriate dosage of fertilizer, and the best combination of plant medium component and AB-MIX nutrient dosage for the growth of Calina seedling. This research was conducted in screen house of Faculty of Agriculture, the University of Soedirman from February 2018 until April 2018. Randomized Complete Block Design (RCBD) with 2 factors, 16 treatment combinations and repeated three times was use for this experiment. The results showed that there was an interaction between planting media and AB-MIX fertilizer doses on the number of stomata,. In the amount of chlorophyll showed no significant interaction. Amount of chlorophyll showed very significant result to plant medium and significant to dosage of ABMIX fertilizer. The number of stomata papaya seedlings growing in the soil + media + sawdust compost without fertilizer or AB-MIX fostered up to 45 ml every 3 days / polybag not differ by the number of stomata papaya seedlings growing in other media without fertilization AB-MIX. Mixed soil+compost+sawdust and mixed soil+compost medium gives the highest amount of chlorophyll than other media. Dosages of AB-MIX 30 ml and 45 ml every 3 days / polybags has more chlorophyll than papaya seeds that are not given AB-MIX and given 15 ml ABMIX every 3 days / polybag. | |
| 20727 | 23680 | A1L114025 | AKLIMATISASI TANAMAN ANGGREK PHALAENOPSIS PADA PENGGUNAAN JENIS MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PUPUK DAUN YANG BERBEDA | Anggrek merupakan salah satu jenis tanaman hias yang memiliki potensi ekonomi tinggi dan banyak diminati untuk dibudidayakan sebagai bunga potong. Budidaya anggrek bulan masih terdapat kendala, salah satunya adalah keberhasilan aklimatisasi bibit anggrek bulan dari botol ke dalam pot yang masih rendah. Salah satu alternatif untuk meningkatkan keberhasilan aklimatisasi anggrek adalah dengan menggunakan media tanam yang lain seperti : akar kadaka, pakis dan sabut kelapa dengan penambahan pupuk daun. Penelitian bertujuan untuk : mengetahui jenis media tanam yang paling baik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman anggrek Phalaenopsis, mendapatkan konsentrasi pupuk daun Farmer terbaik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman anggrek Phalaenopsis, dan mendapatkan interaksi antara jenis media tanam dan pemberian berbagai konsentrasi pupuk daun Farmer yang memberikan respon paling baik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman anggrek Phalaenopsis. Penelitian dilaksanakan di screen house Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas dengan ketinggian tempat ±250 mdpl. Desa Banjarsari Kulon berdasarkan letak astronomis berada pada 7,36˚ Lintang Selatan (LS) dan 109,24˚ Bujur Timur (BT). Penelitian dilaksanakan dari bulan Desember 2017 sampai Maret 2018 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor perlakuan yaitu jenis media tanam (pakis, sabut kelapa dan akar kadaka) dan konsentrasi pupuk daun Farmer (0, l, 2 dan 3 ml/l). Variabel yang diamati adalah jumlah klorofil daun, luas daun, peningkatan jumlah daun, diameter batang, intensitas cahaya, suhu, kelembaban dan jumlah stomata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam sabut kelapa menghasilkan jumlah stomata tanaman anggrek Phalaenopsis tertinggi yaitu sebesar 39,79 stomata/mm2 dibandingkan media tanam akar kadaka (35,77) dan pakis (34,96). Sabut kelapa dapat digunakan sebagai media tanam alternatif untuk aklimatisasi anggrek Phalaenopsis. Perlakuan konsentrasi pupuk daun Farmer 1 ml/l menghasilkan peningkatan jumlah daun terbanyak terhadap tanaman anggrek Phalaenopsis yaitu sebesar 1,20 helai dibandingkan konsentrasi 0 ml/l (1,11), 2 ml/l (1,19) dan 3 ml/l (1,12). Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum diperoleh kombinasi terbaik dari jenis media tanam dan konsentrasi pupuk daun. | Orchid is one type of ornamental plant that has high economic potential and a lot of interest to be cultivated as cut flower. The moon orchid cultivation is still a problem, one of which is the successful acclimatization of moon orchid seed from bottle into pot is still low. One alternative way to increase the success of orchid acclimatization is by using other growth media such as : kadaka root, fern and coconut husk with leaf fertilizer addition. The research aims to : to know the best type of growth media on the vegetative growth of Phalaenopsis orchid plant, to get the best concentration of Farmer leaf fertilizer on the vegetative growth of Phalaenopsis orchid plant, and to get the interaction between type of growth media and concentration of Farmer leaf fertilizer that the best respon on the vegetative growth of Phalaenopsis orchid plant. The research was conducted in Screen house of Banjarsari Kulon Village, Sumbang Subdistrict, Banyumas regency,at the altitude of ±250 meters above sea level (asl). Banjarsari Kulon village is based on astronomical location at 7,36˚ South Latitude (SL) and 109,24˚ East Longitude (EL). The research was conducted from December 2017 to March 2018 used a Randomized Complete Block Design (RCBD) with two treatment factors as type of growth media (fern, coconut husk and kadaka root) and concentration of Farmer leaf fertilizer (0, 1, 2 and 3 ml/l). The observed variables were the number of leaf chlorophyll, leaf area, increasing number of leaves, stem diameter, light intensity, temperature, humidity and number of stomatal. Result of the research showed that coconut husk has the highest number of Phalaenopsis orchid plant’s stomatal which was 39,79 than kadaka root (35,77) and fern (34,96). Cococnut husk can be used as an alternative growth media for Phalaenopsis orchid acclimatization. Treatment of Farmer leaf fertilizer concentration of 1 ml/l resulted in the highest increasing number of leaves on Phalaenopsis orchid plant which was 1,20 than concentration of 0 ml/l (1,11), 2 ml/l (1,19) and 3 ml/l (1,12). Result of the research showed that not yet obtained the best combination of type of growth media and concentration of Farmer leaf fertilizer. | |
| 20728 | 23681 | A1L114096 | Kajian Status Unsur Hara Nitrogen pada Lahan Sawah di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas | Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui status unsur hara N. 2) menetukan rekomendasi pemberian pupuk N yang sesuai untuk memenuhi kekurangan unsur hara N pada budidaya padi sawah di lokasi penelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret - Juli 2018. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan skala 1:50.000 (semi detail). Peta Satuan Lahan (SLH) digunakan untuk menghitung dan menetapkan titik sampel, penetapan SLH dilakukan dengan cara menumpangsusunkan (overlay) dari Peta Administrasi, Penggunaan Lahan, Kelerengan dan Jenis Tanah. Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi pH H2O, pH KCL, DHL, Potensial Redoks dan N total tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH tanah berkisar antara 5,60 - 6,58 yang termasuk kedalam harkat agak masam sampai netral, DHL berkisar antara 34,8 - 105,9 µS/cm yang termasuk kedalam harkat sangat rendah, Potensial Redoks berkisar antara 29 - 76 mV dan N total tanah digolongkan menjadi dua status hara yaitu berstatus rendah berkisar antara 0,16 - 0,18% dan bersatus sedang berkisar antara 0,24 - 0,48%. Rekomendasi pemupukkan N di lokasi penelitian ditunjukkan pada titik sampel 7 dengan takaran 114 kg N/ha atau setara dengan 247,83 kg urea/ha dan pada titik sampel 11 dengan takaran 68,4 kg N/ha atau setara dengan 148,70 kg urea/ha. | This study aims to 1) determine the status N of nutrient. 2) determine the recommendations for the provision of N fertilizers that are suitable to meet nutrient deficiencies of N in lowland rice cultivation at the study site. This research was conducted in March - July 2018. Soil analysis was carried out at the Laboratory of Soil Science, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. This study uses a survey method with a scale of 1: 50,000 (semi detail). The Land Unit Map (SLH) is used to calculate and determine sample points, the determination of SLH is done by overlaying the Administration Map, Land Use, Slope and Type of Soil. Variables observed in this study include pH H2O, pH KCL, EC, potential redox and total N soil. The results showed that the pH of the soil ranged from 5.60 to 6.58 which included a slightly sour to neutral level, EC ranged from 34.8 to 105.9 µS/cm which included in the very low level, the potential for redox ranged between 29 - 76 mV and N total soil was classified into two nutrient statuses which were low status ranging from 0.16 to 0.18% and medium status ranging from 0.24 - to 0.48%. N fertilization recommendations at the study site were shown at the sample point 7 with a dosage of 114 kg N/ha or equivalent to 247.83 kg urea/ha and at the point of sample 11 with a dose of 68.4 kg N/ha or equivalent to 148.70 kg of urea/ha. | |
| 20729 | 23682 | A1C014060 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI VOLUME EKSPOR KARET ALAM JENIS TSNR 20 (TECHNICALLY SPECIFIED NATURAL RUBBER GRADE 20) INDONESIA KE AMERIKA SERIKAT | Karet alam merupakan salah satu komoditas unggulan yang menjadikan Indonesia sebagai produsen dan eksportir terbesar kedua dunia setelah Thailand. Volume ekspor karet alam TSNR 20 Indonesia ke Amerika Serikat selama periode tahun 2011-2016 mengalami pertumbuhan rata-rata yang negatif yaitu sebesar -1,96%. Sedangkan volume ekspor dari negara pesaing utama yaitu Thailand dan Malaysia mengalami perilaku yang sebaliknya yaitu menunjukkan pertumbuhan rata-rata yang positif, yaitu berturut-turut sebesar 6,82% dan 29,7%. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ekspor karet TSNR 20 Indonesia ke Amerika Serikat dan mengetahui tingkat elastisitas penawaran ekspor karet TSNR 20 Indonesia ke Amerika Serikat. Metode penelitian yang digunakan yaitu explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis regresi linear berganda dengan menggunakan method of Ordinary Least Square (OLS), dan analisis elastisitas penawaran. Data yang digunakan yaitu data sekunder berupa data deret waktu (time series) selama periode tahun 2010-2017 yang dibuat menjadi periode kuartalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya konsumsi/tingkat permintaan karet TSNR 20 Amerika Serikat secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap volume ekspor karet TSNR 20 Indonesia ke Amerika Serikat. Volume ekspor karet TSNR 20 Thailand ke Amerika Serikat secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap volume ekspor karet TSNR 20 Indonesia ke Amerika Serikat. Sedangkan harga karet TSNR 20 internasional, harga karet sintetis Amerika Serikat, inflasi, dan Gross Domestic Product Amerika Serikat secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor karet TSNR 20 Indonesia ke Amerika Serikat. Elastisitas penawaran ekspor karet TSNR 20 Indonesia ke Amerika Serikat bersifat elastis atau responsif terhadap perubahan daya konsumsi/tingkat permintaan karet TSNR 20 Amerika Serikat, dan bersifat inelastis atau tidak responsif terhadap perubahan volume ekspor karet TSNR 20 Thailand. | Natural rubber is one of the superior commdities that made Indonesia be the world’s second largest producer and exporter after Thailand. Indonesia’s export volume of natural rubber type TSNR 20 in 2010-2017 period was in negatif average growth which is -1,96%, moreover export volume from main competitor country Thailand and Malaysia had different behaviour that were 6,82% and 29,7%. The research was aimed to analyze factors affecting Indonesia’s natural rubber type TSNR 20 exported to United State. Research method used explanatory research with quantitative approach. Data analyze used descriptive analyze, multiple linear regression with method of Ordinary Least Square (OLS), and supply elasticity. Data used secondary data which is time series data in 2010-2017 which made be quarterly period. The result of this research showed that consumption/United State’s natural rubber type TSNR 20 demand level partially has positive effects and significants on Indonesia’s natural rubber type TSNR 20 export volume to United State. Thailand’s natural rubber type TSNR 20 export volume to United State partially has negative effect dan significant on Indonesia’s natural rubber type TSNR 20 export volume to United State. Moreover international natural rubber type of TSNR 20 price, United State’s synthetic rubber price, inflation, and Gross Domestic Product of United State partially didn’t significant on Indonesia’s natural rubber type TSNR 20 export volume to United State. Supply elasticity of Indonesia’s natural rubber type TSNR 20 export volume to United State was elasticity or responsif on the change of consumption/United State’s natural rubber type TSNR 20 demand level, and inelasticity or not responsif on Thailand’s natural rubber type TSNR 20 export volume to United State. | |
| 20730 | 23683 | D1E014273 | PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG DAN NPK PADA DIAMETER BATANG DAN JUMLAH TUNAS RUMPUT ODOT (Pennisetum purpureum cv. Mott) | Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji pengaruh pemberian kombinasi pupuk kandang dan NPK dengan konsentrasi yang berbeda serta menentukan konsentrasi pupuk yang paling optimal terhadap diameter batang dan jumlah tunas rumput odot (Pennisetum purpureum cv. Mott). Materi penelitian menggunakan stek rumput odot, pupuk kandang dari kotoran sapi dan pupuk NPK merk Mutiara. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 4, faktor pertama pupuk kandang yaitu 0 kg/5m2 (K0), 7,5 kg/5m2 (K1) dan 15 kg/5m2 (K2), faktor kedua pupuk NPK yaitu 0 g/5m2 (M0), 37,5 g/5m2 (M1), 75 g/5m2 (M2) dan 112,5 g/5m2 (M3). Peubah yang diukur adalah diameter batang dan jumlah tunas. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji orthogonal polinomial. Hasil analisis variansi menunjukkan pemberian pupuk kandang berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap diameter batang dan pemberian pupuk NPK berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah tunas. Pemberian pupuk kandang berpengaruh nyata (P<0,05) pada pengukuran diameter batang dan hasil pengukuran diameter batang terbesar pada perlakuan K1M2 yaitu 14,430mm/batang. Pemberian pupuk NPK berpengaruh nyata (P<0,05) jumlah tunas dan jumlah tunas terbanyak 10.33 ± 3.579 pada perlakuan K2M3. | The purpose of this research was to examine the effect of combination of manure and NPK with different concentrations and determine the optimal dose combination of manure and NPK on stem diameter and number of tillers odot grass (Pennisetum purpureum cv. Mott). The material of research used odot grass cuttings, manure from cow and Pearl brand NPK fertilizer. The study used an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) 3 x 4 factorial design, the first factor was 0 kg / 5m2 (K0), 7.5 kg / 5m2 (K1) and 15 kg / 5m2 (K2), the second factor of NPK fertilizer is 0 g / 5m2 (M0), 37.5 g / 5m2 (M1), 75 g / 5m2 (M2) and 112.5 g / 5m2 (M3). The measured variable were the stem diameter and the number of tillers. Data were analyzed using analysis of variance and continued with orthogonal polynomial tests.The results of the analysis of variance showed that manure had a significant effect (P <0.05) on the stem diameter and NPK fertilizer had a significant effect (P <0.05) on the number of shoots. The application of manure significantly affected (P <0.05) on measuring the diameter of the stem and the measurement results of the largest stem diameter in K1M2 treatment was 14.430mm / stem. NPK fertilizer was significantly affected (P <0.05) the number of shoots and the highest number of shoots was 10.33 ± 3.579 in K2M3 treatment. | |
| 20731 | 23684 | H1G013009 | POTENSI LESTARI IKAN BAWAL PUTIH (Pampus argenteus) DI PERAIRAN PANGANDARAN, JAWA BARAT | Ikan bawal putih (Pampus argenteus) merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan, karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Karena sumberdaya ikan bawal putih merupakan barang milik bersama dan bersifat open acces, maka kelesatarian ikan ini bisa terancam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai potensi lestari ikan bawal putih serta mengetahui nilai upaya optimal dalam usaha penangkapan ikan bawal putih yang didaratkan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Pangandaran, Jawa Barat. Data hasil tangkapan dan upaya dari tahun 2012-2016 diperoleh dari PPI Pangandaran. Data hasil tangkapan dan upaya dianalisis menggunkan analisis model Schaefer. Hasil penelitian menunjukkan MSY Ikan Bawal Putih sebesar 312 ton/tahun dan nilai upaya optimum sebesar 1249 unit/tahun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan ikan bawal putih (Pampus argenteus) di PPI Pangandaran belum sampai tingkat pengupayaan optimum. | White pomfret Fish (Pampus argenteus) is one of the fishery resources that has potential to be utilised, because it has high economic value. Because the resources of White pomfret fishes are a common property and open access then the sustainability of these fish can be threatened. The aim of this research is to determine the potential value of sustainable White pomfret Fish and know the value of optimal efforts in fishing business White pomfret Fish at the Pangandaran Fish Landing Base. Data on catch and effort from 2012-2016 was obtained from PPI Pangandaran. The data of catch and effort were analyzed using Schaefer model. The results showed that MSY White pomfret Fish is 312 tons per year and the optimum effort value is 1249 units per year. According the results of this research it can be concluded that the utilization of White pomfret Fish (Pampus argenteus) in PPI Pangandaran not yet to the optimum level of effort. | |
| 20732 | 23687 | A1H013010 | Pengaruh Suhu Koagulasi dan Jenis Koagulan pada Pembuatan Tahu dengan Substitusi Kacang Koro Pedang (Canavalia ensiformis) | Koro pedang memiliki nilai gizi yang cukup tinggi yaitu karbohidrat 60,1%, protein 30,36%, dan serat 8,3% (Sudiyono, 2010). Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh suhu koagulasi dan jenis koagulan dalam proses pembuatan tahu dengan substitusi kacang koro pedang 2) mengetahui perlakuan terbaik pada proses pembuatan tahu dengan substitusi kacang koro pedang dengan menggunakan suhu koagulasi dan jenis koagulan yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pertanian Universitas Jenderal Soedirman menggunakan RAL 3 kali pengulangan menggunakan bahan substitusi kacang koro 25% : kedelai 75% dengan faktor suhu koagulasi 60ºC (A1), 70ºC (A2) dan 80ºC (A3) serta bahan penggumpal asam cuka (B1) dan kalsium sulfat (B2) sehingga diperoleh kombinasi perlakuan A1B1, A1B2, A2B1, A2B2, A3B1, A3B2 ditambah dua control (100% kedelai dengan asam cuka dan 100% kedelai + kalsium sulfat). Variabel yang diukur meliputi kadar air, rendemen, kadar protein dan uji organoleptik meliputi aroma, tekstur, warna dan kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu koagulasi dan jenis zat penggumpal yang diberikan pada pembuatan tahu dengan substitusi kacang koro pedang memiliki pengaruh pada beberapa parameter mutu. Perlakuan berpengaruh pada parameter mutu kadar air, aroma, warna, tekstur, rendemen. Sedangkan pada parameter mutu kesukaan tidak berpengaruh nyata. Kombinasi perlakuan terbaik pada pembuatan tahu kacang koro pedang adalah perlakuan A2B1 yang merupakan kombinasi suhu koagulasi 70ºC dan koagulan asam cuka. | Jack bean has a high nutritional value of 60.1% carbohydrates, 30.36% protein, and 8.3% fiber (Sudiyono, 2010). This study aims to 1) determine the effect of coagulation temperature and type of coagulant in the process of tofu making by the substitution of jack bean 2) determine the best treatment in the process of tofu making by the substitution of jack bean using different coagulation temperature and type of coagulant. This study was conducted at the Laboratory of Agricultural Technology of Jenderal Soedirman University using RAL 3 times repetition with coagulation temperature factors of 60ºC (A1), 70ºC (A2) and 80ºC (A3) as well as coagulating vinegar acid (B1) and calcium sulfate (B2) to obtain a combination treatment of A1B1, A1B2, A2B1, A2B2, A3B1, A3B2 plus two controls (100% soybean + vinegar acid, 100% soybean + calcium sulfat). Variables measured include water content, yield, protein content and test of oleptic organs including aroma, texture, color and preference. The results of the observation showed that the coagulation temperature treatment and the type of coagulation affect the water content quality parameters, the aroma, the color, the texture, the yield. Whereas the quality parameters of preference have no real effect. The best treatment combination for making tofu is the A2B1 treatment which is a combination of 70ºC coagulation temperature and vinegar acid coagulant. | |
| 20733 | 23688 | H1G014031 | AKUMULASI LOGAM BERAT Cd PADA AIR, SEDIMEN, DAN IKAN BANDENG (Chanos chanos) DI PERTAMBAKAN TAPAK TUGUREJO SEMARANG 2018 | Penelitian ini berjudul “Akumulasi Logam Berat Cd pada Air, Sedimen dan Ikan Bandeng (Chanos chanos) di Pertambakan Tapak Tugurejo Semarang 2018”. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan dan hubungan kandungan logam berat Cd pada air, sedimen dan ikan bandeng antar stasiun, mengetahui tingkat pencemaran berdasarkan nilai Contaminant Factor (CF), Indeks Geoakumulasi (Igeo) dan Bioaccumulation Factor (BAF), serta mengetahui kelayakan konsumsi ikan bandeng. Penelitian ini dilakukan di 4 stasiun dengan 4 ulangan. Analisis stastistik uji F menunjukkan hasil yang signifikan berdasarkan kandungan logam berat Cd pada air, sedimen dan ikan bandeng. Analisis korelasi antara kandungan logam Cd air, sedimen, dan ikan bandeng juga menunjukkan hasil yang positif. Hasil kandungan logam berat Cd pada air berkisar 0,0133-0,0527 mg/L, sedimen berkisar 0,9325-1,0963 mg/L, dan pada ikan bandeng 0,1254-0,1527 mg/L. Tingkat pencemaran berdasarkan nilai CF tergolong kontaminasi tinggi, berdasarkan Igeo tercemar ringan, dan BAF terkategori kurang mampu mengakumulasi logam serta ikan bandeng tergolong tidak layak konsumsi. | The research, entitled "The Accumulation of Cd Heavy Metal in Water, Sediment and Milkfish (Chanos chanos) at Semarang Tugurejo Brakish Water Pond 2018". This study aims to determine the differences and correlation of Cd heavy metal in water, sediment and milkfish among stations, and to know its pollution levels based on Contamination Factor (CF), Geo-accumulation Index (Igeo), and Bioaccumulation Factor (BAF). During the research, four stations were determined and quadruplicate samplings were run in each. Data were F-tested resulting significant different contents among Cd heavy metal in the water, sediment, and milkfish. The correlation of Cd in water, sediment, and milkfish also showed positif result. Cd heavy metal in water ranged from 0,0133 to 0,0527 mg/L, in sediment ranged from 0,9325 to 1,0963 mg/L, and milkfish 0,1254 to 0,1527 mg/L. Pollution levels based on CF values is high contaminated, based on Igeo is lightly contaminated, BAF categorized as less able to accumulate metals and milkfish is not suitable for consumption. | |
| 20734 | 23689 | C1J014009 | THE ROLE OF PRODUCTIVE ZAKAT, INFAQ, AND SHODAQOH (ZIS) TOWARDS THE DEVELOPMENT OF MICRO AND SMALL ENTERPRISES IN BANYUMAS REGENCY (Case Study: LAZISNU Banyumas) | Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan keadaan UMK sebelum dan sesudah memperoleh bantuan modal usaha dari LAZISNU Kabupaten Banyumas yang dilihat dari indikator modal usaha, omzet penjualan, keuntungan usaha, pendapatan mustahiq dan infaq mustahiq. Objek penelitian ini adalah mustahiq yang menerima bantuan modal usaha dari LAZISNU Kabupaten Banyumas sebanyak 32 mustahiq. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer. Metode analisis data meliputi uji statistik deskriptif dan uji peringkat yang ditandatangani Wilcoxon. Berdasarkan hasil uji peringkat yang ditandatangani Wilcoxon terdapat perbedaan dalam variabel modal usaha, omzet penjualan, laba usaha, pendapatan mustahiq dan infaq mustahiq sebelum dan sesudah menerima ZIS produktif dari LAZISNU Kabupaten Banyumas. Dari hasil penelitian, Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh diharapkan terus meningkatkan pemanfaatan zakat produktif dengan mempertahankan dan meningkatkan alokasi anggaran untuk program ekonomi produktif ini karena terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap pengembangan usaha mikro mustahiq. sehingga dapat mengurangi kemiskinan dan menumbuhkan muzzaki baru. | This study aims to see the difference in the state of MSEs before and after obtaining business capital assistance from LAZISNU Banyumas District which was seen from the indicators of business capital, turnover of sales, business profits, income of mustahiq and infaq mustahiq. The object of this study is that mustahiq who receives business capital assistance from LAZISNU Banyumas Regency as many as 32 mustahiq. The type of data collected is primary data. Data analysis methods include descriptive statistical tests and Wilcoxon signed rank test. Based on the results of the Wilcoxon signed rank test there is a difference in the variable business capital, sales turnover, business profit, mustahiq income and infaq of mustahiq before and after receive productive ZIS from LAZISNU Banyumas Regency. From the research result, The Amil Zakat, Infaq and Shodaqoh Institutions are expected to continue to improve productive zakat utilization by maintaining and increasing budget allocations for this productive economic program because it has been proven to have a significant effect on the development of mustahiq micro businesses so as to reduce poverty and grow new muzzaki. | |
| 20735 | 23727 | H1K014027 | ESTIMASI TRANSMISSION LOSS BERDASARKAN NOISE KAPAL DI ALUR PELAYARAN TANJUNG INTAN, CILACAP (TRANSMISSION LOSS ESTIMATION BASED ON VESSEL NOISE IN TANJUNG INTAN CRUISE LINE, CILACAP) | Aktivitas perkapalan adalah sumber utama kebisingan antropogenik dilautan. Kebisingan atau noise kapal tersebut dapat dijadikan objek akustik pasif. Air merupakan media akustik yang tidak sempurna, sehingga energi akustik bisa hilang melalui penyerapan dan penghamburan (transmission loss). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik noise kapal dan hubungannya dengan jarak, estimasi koefisien absorpsi dan transmission loss di Alur Pelayaran Tanjung Intan, Cilacap. Akuisisi data suara kapal diperoleh menggunakan omnidirectional hydrophone dan data kapal (jarak) diperoleh menggunakan CCTV. Data suara dan data kapal direkam secara sinkron selama 72 jam. Hasil penelitian menunjukan karakteristik noise kapal berupa intensitas dan frekuensi, dimana intensitas mengalami penurunan seiring peningkatan jarak dan frekuensi berfluktuasi terhadap peningkatan jarak. Intensitas dan jarak kapal secara umum berkorelasi cukup, sedangkan frekuensi dan jarak kapal berkorelasi rendah. Koefisien absorpsi berkisar antara 200-800 dB/km pada frekuensi 7000-7600 Hz. Sedangkan nilai transmission loss pada jarak 1 km dari penerima diestimasikan sebesar 436.07 dB re μPa. | Shipping activity is the main source of oceanic anthropogenic noise. This resulting noise can be used as a passive acoustic object. Water is an imperfect acoustic medium, so acoustic energy can be lost through absorption and spreading (transmission loss). Aims of this study were to investigate the characteristics of vessel noise and its relationship to distance, estimated absorption coefficient and transmission loss at Tanjung Intan Cruise Line, Cilacap. Vessel sound data acquisition was obtained using omnidirectional hydrophones and vessel distance obtained using CCTV. Voice data and vessel data were recorded synchronously for 72 hours. The results showed the vessel noise characteristics were intensity and frequency, where the intensity decreased with increasing distance and frequency fluctuated to increasing distance. The intensity and distance of the ship were generally correlated sufficiently, while the frequency and distance of the vessel were low correlated. The absorption coefficient will increase by 99.07 dB / km when the frequency increases by 100 Hz. Meanwhile the value of transmission loss at a distance of 1 km from the receiver was estimated at 436.07 dB re μPa. | |
| 20736 | 23692 | A1L014169 | SAMBUNG MIKRO JERUK KEPROK (Citrus nobilis) SECARA IN VITRO DENGAN PENAMBAHAN Indolebutyric Acid (IBA) DAN AIR KELAPA PADA MEDIA MURASHIGE DAN SKOOG (MS) | Produksi jeruk perlu didukung dengan penyediaan bibit jeruk yang baik, salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan kultur in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh pemberian air kelapa pada media dengan konsentrasi 0 ml/l, 100 ml/l dan 200 ml/l terhadap tanaman jeruk hasil sambung mikro, 2) pengaruh pemberian IBA pada media dengan konsentrasi 0 mg/l, 0,5 mg/l dan 1 mg/l terhadap tanaman jeruk hasil sambung mikro, 3) keberhasilan sambung mikro tanaman jeruk dengan menggunakan batang atas in vitro dan ex vitro. Penelitian ini dilaksanakan pada Maret sampai Oktober 2018 di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Proses penelitian dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu: persiapan batang atas jeruk keprok dari eksplan in vitro dan ex vitro, persiapan batang bawah JC, dan penyambungan batang atas dengan batang bawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi IBA 0,5 mg/l tanpa air kelapa memberikan hasil terbaik. Batang atas dari eksplan in vitro memberikan hasil lebih baik dibandingkan dengan eksplan ex vitro. Batang atas dari eksplan in vitro yang berkembang adalah 75,9%, sedangkan batang atas dari eksplan ex vitro sebanyak 14,8%. | Citrus production depends on good seedlings, one of the alternative methods to generate good seedlings is in vitro culture. This research aimed to : 1) Observe the effect of coconut water addition into growing media with the concentration of 0 ml/l, 100 ml/l and 200 ml/l on a micrografted citrus plant, 2) Observe the effect of IBA addition into growing media with the concentration of 0 mg/l, 0.5 mg/l and 1 mg/l on a micrografted citrus plant, 3) compare micrografted citrus plant using in vitro and ex vitro upper stem. The research was conducted in Plant Breeding and Biotechnology Laboratorium, Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from March until October 2018. The research was divided into three main stages, i.e.: the upper stem preparation of tangerine from in vitro and ex vitro explant, the JC rootstock preparation, and the conjunction between upper stem and rootstock. The result showed that 0,5 mg/l concentration of IBA without coconut water had the best result. The upper stem from in vitro explant showed a better result in comparison with the ex vitro explant. The survival rate of a developed in vitro upper stem explant was 75.9 %, whereas the ex vitro upper stem explant only 14.8%. | |
| 20737 | 23693 | C1L014034 | CORPORATE GOVERNANCE AND FINANCIAL DISTRESS IN INDONESIA (The Study of Bank Go Public In Indonesia Stock Exchange (IDX) Year 2013-2016) | Tata kelola perusahaan adalah mekanisme yang digunakan oleh perusahaan sebagai prosedur untuk menjalankan kinerja perusahaan. Perusahaan sering menggunakan corporate government untuk memperkuat perusahaan mereka terutama untuk memperkuat sistem internal perusahaan dalam rangka menghadapi kemungkinan kesulitan keuangan dan bagaimana mencegah masalah tersebut. Namun, mekanisme corporate governance yang terpercaya memiliki dampak yang kuat terhadap kinerja perusahaan. Perusahaan dalam menjalankan kinerjanya berbeda antara yang satu dengan yang lain oleh karena itu, penelitian ini menguji pengaruh mekanisme corporate governance terhadap perusahaan perbankan financial distress di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2013-2016. Mekanisme tata kelola perusahaan untuk kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, komite audit, proporsi dewan komisaris independen. Penelitian ini menggunakan Almant Z-Score sebagai proxy financial distress. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa direksi dan komisaris independen memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress. | Corporate governance is the mechanisms that are used by the company as the procedure for carrying out their company performance. Company oftenly used corporate government to strengthen their own company especially to strengthen the internal system of company in order to face the possibility of financial difficulties and how to prevent those problem. However, corporate governance mechanism believed has strong impact on the company performance. Company in running their performance has different between one and another therefore, this study examine the influence of corporate governance mechanism toward the financial distress in banking companies go public in Indonesia Stock Exchange (IDX) year 2013-2016. The corporate governance mechanism that used in this study are managerial ownership, institutional ownership, audit committee, board of directors, proportion of independent commissioners board. This study using Almant Z-Score as the proxy of financial distress The result of this study indicates that board of directors and independent commissioners has negative and significant effect toward financial distress. | |
| 20738 | 23694 | A1L114041 | KARAKTER AGRONOMIK DAN HASIL TIGA VARIETAS JAGUNG (Zea mays L.) PADA TIGA VARIASI PEMUPUKAN | Teknik budidaya untuk peningkatan produksi tanaman jagung dapat dilakukan melalui penggunaan pupuk anorganik (NPK Phosnka dan NPK Super Star), pupuk organik (Kotoran Ayam) dan Varietas hibrida (Pertiwi 6, NK7328, Bisi 2). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman pertumbuhan dan hasil tiga varietas jagung hibrida, pengaruh variasi pemupukan terhadap pertumbuhan dan hasil jagung hibrida, dan interaksi tiga varietas jagung dengan variasi pupuk anorganik dan organik. Penelitian dilaksanakan di lahan exfarm Fakultas Pertanian UNSOED di Kelurahan Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas. Penelitian berlangsung selama lebih kurang 4 bulan yaitu mulai Maret sampai dengan Juni 2018. Percobaan faktor yang disusun dalam rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan 2 faktor, faktor pertama yaitu varietas jagung hibrida meliputi varietas Pertiwi 6(V1), varietas NK7328 (V2), dan varietas Bisi 2 (V3), dan faktor kedua yaitu variasi pemupukan (P) meliputi P1; NPK Phonska dan NPK Super Star 100%, P2; NPK Phonska dan NPK Super Star 75%+Kompos kotoran ayam 25%, P3; NPK Phonska dan NPK Super Star 50%+kompos kotoran ayam 50%. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, diameter tongkol, jumlah tongkol per tanaman, panjang tongkol dengan kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, bobot tongkol dengan kelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, jumlah biji per tongkol, bobot 1000 biji, bobot biji per petak dan bobot kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan ketiga varietas jagung terhadap keragaman pada pertumbuhan dan hasil, kecuali bobot tongkol tanpa kelobot, diameter batang, jumlah daun. Hasil rata-rata paling tinggi yaitu pada varietas Pertiwi 6 sebesar 7,79%. Variasi pemupukan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil jagung. Penggunaan pupuk NPK dapat dikurangi hingga 50% dengan penambahan kompos kotoran ayam 1 ton/ha. Pengaruh tiga varietas jagung pada variasi pemupukan lebih kurang sama menunjukkan tidak ada interaksi antara faktor perlakuan yang dicoba. Kombinasi perlakuan tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman dalam pertumbuhan dan hasil. | Cultivation techniques for increasing crop production can be done through the use of inorganic fertilizers (NPK Phosnka and NPK Super Star), organic fertilizers (Chicken Manure) and Hybrid Varieties (Pertiwi 6, NK7328, Bisi 2). This research aims to study the diversity of growth and yield of three hybrid corn varieties, the effect of variations in fertilization on the growth and yield of hybrid corn, and interaction between of three corn varieties with variations in inorganic and organic fertilizers. The study was carried out on UNSOED Faculty of Agriculture exfarm land in Karangwangkal Village, North Purwokerto District, Banyumas Regency. The study cruducted for approximately 4 months starting from March to June 2018. The factorial experiments arranged in complete randomized block design (RCBD) with 2 factors, the first factor was hybrid corn varieties including Pertiwi 6 (V1) variety, NK7328 (V2) variety, Bisi 2 (V3) variety, and the second factor is variation in fertilization (P) including P1; NPK Phonska and NPK Super Star 100%, P2; NPK Phonska and NPK Super Star 75% + Compost of chicken manure 25%, P3; NPK Phonska and NPK Super Star 50% + chicken manure compost 50%. The observed variables include plant height, number of leaves, stem diameter, the diameter of cob, the amount of cob each plant, long cob with a cornhusk, long cob without cornhusk, cob weights with cornhusk, cob weights without cornhusk, the number of seeds cob, 1000 weight seeds, seed weight a plot and dry weight of plants. The results showed all three varieties of corn on diversity in growth and yield, except cob weight without stem, stem diameter, number of leaves The highest average yield is at Pertiwi 6 variety of 7.79%.. Variation in fertilization does not affect the growth and yield of corn. The use of NPK fertilizer can be reduced by 50% by adding chicken manure compost 1 ton / ha. The effect of three corn varieties on variations in fertilization is more or less the same showing no interaction between the treatment factors that were tried. The combination of treatments does not match the needs of plants in growth and yield | |
| 20739 | 23695 | D1E014156 | Keempukan dan Warna Daging Ayam Petelur Afkir Hasil Restrukturisasi Menggunakan Bahan Pengikat Berbeda | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis bahan pengikat karagenan, putih telur dan sodium tripolifosfat terhadap keempukan dan warna daging ayam petelur afkir hasil restrukturisasi. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 12 sampai dengan 18 Juli 2018 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah seluruh bagian daging ayam petelur afkir Isa Brown berumur 90 minggu yang sudah dipisahkan dari tulang berjumlah 540 g, karagenan 2,7 g, putih telur 2,7 g, sodium tripolifosfat (STPP) 2,7 g, garam 18 g, dan bawang putih bubuk 18 g. Metode penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari P1 = karagenan 0,5 %, P2 = putih telur 0,5%, dan P3 = STPP 0,5%. Variabel yang diamati adalah keempukan dan warna. Hasil Analisis Variansi menunjukkan bahwa penggunaan bahan pengikat yang berbeda yaitu karagenan (P1), putih telur (P2), dan STPP (P3) berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap keempukan dan warna daging restrukturisasi. Hasil penelitian daging ayam petelur afkir restrukturisasi menggunakan bahan pengikat karagenan, putih telur dan STPP memiliki rataan keempukan yaitu P1 (karagenan 0,5%) 0.265, P2 (Putih Telur 0,5%) 0,295, dan P3 (STPP 0,5%) 0,277 (mm/g/dt). Daging ayam petelur afkir hasil restrukturisasi menggunakan bahan pengikat karagenan 0,5% (P1), putih telur 0,5% (P2) dan STPP 0,5% (P3) memiliki rataan warna, yaitu P1 L = 37,27, a* = 9,40, dan b* = 15,98 ; P2 L = 36,28, a* = 8,82, dan b* = 16,58 ; P3 L = 36,23, a* = 9,28, dan b* = 16,25. L* menunjukkan lightness (kecerahan), a* menunjukkan redness (kemerahan), dan b* menunjukkan yellowness (kekuningan). Penggunaan bahan pengikat karagenan, putih telur dan STPP masing-masing 0,5% pada daging ayam petelur afkir hasil restrukturisasi memiliki rataan keempukan yang relatif sama dan memiliki warna seperti warna daging segar pada umumnya yaitu merah cerah. | This study aims to determine the effect of the type of binder carrageenan, egg white and sodium tripolyphospate against tenderness and color of the old layer chicken meat of restructuring. The study was conducted on 12 to 18 July 2018 at Animal Production Technology Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto. The material used in the study was all parts of meat layer 90 weeks of isa brown amounting to 540 g, 2,7 g carrageenan, 2,7 g egg white, 2,7 g sodium tripolyphosphate (STPP), 18 g salt, and 18 g garlic powder. The research method was experimental using a Completely Randomized Design (CRD), with 3 treatments and 6 repetitions. The treatment consisted of P1 = carrageenan 0,5%, P2 = egg white 0,5%, and P3 = STPP 0,5%. The variables observed were the tenderness and color. The results of variance analysis showed that the use of different binder ingredients were carrageenan (P1), egg white (P2), and STPP (P3) not significantly (P >0,05) on the tenderness and color of old laying chicken meat restructuring. Old laying chicken meat restructuring using 0.5% carrageenan binder, 0.5% egg white and 0.5% STPP had tenderness average P1 (carrageenan 0.5%) 0.265, P2 (egg white 0 , 5%) 0.295, and P3 (STPP 0.5%) 0.277 (mm/g/s). Old laying hens meat restructuring using 0.5% carrageenan binder, 0.5% egg white and 0.5% STPP had color average, P1 L = 37,27, a* = 9,40, and b* = 15,98 ; P2 L = 36,28, a* = 8,82, and b* = 16,58 ; P3 L = 36,23, a* = 9,28, and b* = 16,25. L * shows lightness, a * shows redness, and b * shows yellowness. The use of binder carrageenan, egg white and STPP of 0.5% each in old laying chicken meat restructuring results have relatively similar tenderness and have the color like the fresh meat, namely bright red. | |
| 20740 | 23700 | C1A014055 | Analisis Pengaruh Variabel Eksternal Makroekonomi Terhadap Profitabilitas Perbankan Konvensional dan Perbankan Syariah di Indonesia Tahun 2007 - 2017 | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jangka pendek dan jangka panjang dari variabel eksternal makroekonomi terhadap profitabilitas perbankan konvensional dan syariah di Indonesia. Profitabilitas perbankan diproksikan oleh rasio return on assets (ROA), sedangkan variabel eksternal makroekonomi yang digunakan adalah inflasi, produk domestik bruto, nilai tukar mata uang, dan jumlah uang yang beredar. Penelitian ini mengobservasi data dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2017 dengan periode waktu kuartalan. Alat analisis yang dipakai adalah uji kointegrasi dan model koreksi kesalahan, sehingga dapat diketahui pengaruh jangka pendek dan jangka panjang. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa dalam jangka pendek profitabilitas perbankan syariah tidak dipengaruhi oleh eksteral makroekonomi, sedangkan profitabilitas perbankan konvensional dipengaruhi oleh jumlah uang yang beredar. Kemudian dalam jangka panjang profitabilitas perbankan syariah hanya dipengaruhi oleh nilai tukar mata uang, sedangkan profitabilitas perbankan konvensional dipengaruhi oleh inflasi dan nilai tukar mata uang. Temuan ini menunjukkan bahwa profitabilitas perbankan syariah lebih kebal dari pengaruh eksternal makroekonomi daripada profitabilitas perbankan konvensional. Rekomendasi berdasarkan penelitian ini adalah agar pihak perbankan baik konvensional maupun syariah dapat mendeteksi secara cermat pergerakkan kondisi makroekonomi di kemudian hari sehingga kinerja perbankan dapat terus meningkat meskipun kondisi perekonomian tengah bergejolak. | This study aims to analyze a short-term and long-term impact of macroeconomic external variables on conventional and sharia banking profitability in Indonesia. Banking profitability is proxied by ratio of return on assets (ROA), while the external macroeconomic variables used are inflation, gross domestic product, currency exchange rates, and money supply. This study observed data from 2007 to 2017 with quarterly time periods. The analytical method used is cointegration test and error correction model, so that short and long term effects can be known. This study findings that in the short term Sharia banking’s profitability isn’t influenced by external macroeconomics, while the profitability of conventional banking is influenced by the money supply. Then in the long run the Islamic banking’s profitability is only influenced by currency exchange rates, while the profitability of conventional banking is influenced by inflation and currency exchange rates. This finding shows that the profitability of Islamic banking is more immune from external macroeconomic influences than the profitability of conventional banking. Recommendation from this research is that both conventional and sharia banks can detect the movement of macroeconomic conditions accurately, so the performance of banks can increase even though the economy is in turmoil. |