Artikelilmiahs

Menampilkan 20.561-20.580 dari 50.115 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2056123551H1E014024SIMULASI REAKSI PEMBENTUKAN COOH
PADA PERMUKAAN PtRu(111)
MENGGUNAKAN DENSITY FUNCTIONAL THEORY (DFT)
ABSTRAK
Simulasi kuantum untuk reaksi pembentukan gugus karboksil (COOH) pada permukaan alloy Platinum-Ruthenium (Pt-Ru) (111) menggunakan density functional theory (DFT) telah dilakukan. Pada penelitian ini, berhasil ditentukan situs-situs yang disukai untuk koadsorpsi karbon monoksida (CO) dan hidroksil (OH) pada permukaan PtRu(111). Situs top Pt untuk adsorpsi CO dan top Ru untuk adsorpsi OH merupakan konfigurasi paling stabil karena memiliki nilai energi adsorpsi paling minimum. Selain itu, dalam penelitian ini juga dilakukan klarifikasi mekanisme reaksi koadsorpsi CO dan OH pada permukaan PtRu(111). Hasil menunjukan bahwa koadsorpsi CO dan OH dikendalikan oleh highest occupied molecular orbitals (HOMO) dari kedua fragmen tersebut. Hal ini ditandai dengan lenyapnya puncak HOMO saat kedua adsorbat berinteraksi dengan permukaan PtRu(111) dan diikuti dengan pembentukan state-state baru yang disebut bonding dan anti-bonding. Selanjutnya, hasil simulasi menunjukan bahwa pembentukan COOH terjadi melalui difusi CO pada permukaan logam sampai akhirnya terbentuk gugus karboksil pada situs top Ru. Perhitungan dengan metode nudge elastic bands (NEB) menunjukkan bahwa pembentukan COOH ini bersifat endotermik dengan energy barrier sebesar 0,75 eV. Akhirnya, mekanisme pembentukan COOH ini juga dipelajari dengan analisis transfer muatan. Di sini, teramati bahwa pada keadaan transisi (yaitu saat CO dan OH mulai bereaksi), muatan pada atom-atom permukaan logam dan atom-atom adsorbat yang berinteraksi secara langsung berkurang secara drastis mencapai nilai minimum.
Kata kunci: adsorpsi, koadsorpsi, NEB, DFT, PtRu(111)
ABSTRACT
A quantum simulation of the formation of a carboxyl group (COOH) on the surface of PtRu (111) was performed using density functional theory (DFT). In this study, the most preferred sites for the coadsorption of carbon monoxide (CO) and hydroxyl (OH) on PtRu (111) were determined. The top Pt and top Ru sites for coadsorption of CO and OH, respectively, are the most stable configuration because they have the minimum adsorption energy value. In this study, the mechanism of CO and OH coadsorption reactions on the PtRu (111) surface was also clarified. The results show that coadsorption of CO and OH is controlled by the highest occupied molecular orbitals (HOMO) of the two fragments. This can be seen from the disappearance of the HOMO peak in the reaction with the surface and followed by the formation of new states, which are referred to bonding and anti-bonding states. In addition, the simulation results show that the formation of COOH occurs by diffusion of CO at the metal surface until finally a carboxyl group is formed at the topmost Ru site. Calculations using the Nudge Elastic Band (NEB) method show that the COOH formation of PtRu (111) is an endorhermal reaction with an energy barrier of only 0.75 eV. Finally, the mechanism of COOH formation by charge transfer analysis is also studied. It is observed that in the transition states in which the CO and OH begin to react, the charge of the atoms in the surface and the atoms of adsorbates that interact directly, significantly decrease to reach the minimum value.

Keywords: adsorption, coadsorption, NEB, DFT, PtRu(111)
2056228760F1F016025IMPLEMENTASI GIRLS RIGHT TO EDUCATION UNTUK PENINGKATAN AKSES PENDIDIKAN BAGI PEREMPUAN DI PAKISTAN TAHUN 2015-2018Penelitian yang berjudul “Implementasi Program Girls Right to Education untuk Peningkatan Akses Pendidikan bagi Perempuan di Pakistan tahun 2015 - 2018” akan menganalisa terkait permasalahan diskriminasi gender dalam dunia pendidikan dan bagaimana Pemerintah Pakistan dan UNESCO bekerjasama menyelesaikan permasalahan tersebut dengan membentuk Program Girls Right to Education. Fokus dalam penelitian ini yaitu menganalisis bagaimana implementasi program Girls Right to Education di Pakistan, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data sekunder dan dokumentasi. Penelitian ini dianalisis menggunakan konsep Gender and Development (GAD). Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa permasalahan diskriminasi gender dalam dunia pendidikan di Pakistan disebabkan oleh faktor sosial dan politik yang tidak adil terhadap perempuan. Program Girls Right to Education yang dibentuk tahun 2015 – 2018 ini telah diimplementasikan dengan baik,
adanya peningkatan akses pendidikan bagi perempuan di Pakistan setelah program ini berjalan.
The title research “Implementation of the Girls Right to Education Program for Improving Access to Education for Women in Pakistan in 2015 - 2018" would be analyzing issues related to gender discrimination in the world of education and how the Government of
Pakistan and UNESCO work together to solve these problems by forming the Girls Right to
Education Program. The focus in this research is to analyze how the implementation of the Girls Right to Education program in Pakistan, using qualitative research methods and secondary data collection techniques and documentation. This research was analyzed using the concept of Gender and Development (GAD). The results of this study can be concluded that the problem of gender discrimination in the world of education in Pakistan is caused by social and political factors that are unjust towards women. The Girls Right to Education program which was established in 2015 - 2018 has been implemented well, there has been an increase in access to education for women in Pakistan after the program is running.
2056326071D1A015185Suplementasi Limbah Teh Fermentasi Terhadap Status Heterofil, Limfosit, dan Rasio Heterofil Limfosit Itik Lokal JantanPenelitian bertujuan untuk Mengkaji penggunaan ampas teh fermentasi EM-4 dan Trichoderma viride terhadap status heterofil, limfosit, dan rasio heterofil/limfosit. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 1 Maret sampai 30 April 2019 di Ketapang Farm dan Laboratorium Ilmu Nutrisi Makanan Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah itik lokal jantan umur 3 minggu dan 2 jenis fermentor komersial. Perlakuan yang digunakan adalah A0 : ransum basal tanpa penambahan ampas teh fermentasi, A1 : ransum basal dengan penambahan ampas teh fermentasi EM-4 2,5%, A2 : ransum basal dengan penambahan ampas teh fermentasi EM-4 5%, A3 : ransum basal dengan penambahan ampas teh fermentasi Trichoderma viride 2,5%, dan A4 : ransum basal dengan penambahan ampas teh fermentasi Trichoderma viride 5 %. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan uji orthogonal contras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap status heterofil, limfosit, dan rasio heterofil/limfosit. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan pemberian ampas teh fermentasi EM-4 dan Trichoderma viride belum mampu meningkatkan status heterofil, limfosit, dan rasio heterofil/limfosit.The study is aimed to know the use of EM-4 fermented and Trichoderma viride on tea waste against status of heterophile, lymphocyte, and heterophile/lymphocyte ratio. The material used in this study was a 3 week old male local duck and 2 types of commercial fermenters. The treatments used were A0: basal feed without addition of fermented tea waste, A1: basal feed with addition of EM-4 fermented tea waste 2.5%, A2: basal feed with addition of EM-4 fermented tea waste 5%, A3: basal feed with the addition of fermented tea waste Trichoderma viride 2.5%, and A4: basal feed with the addition of Trichoderma viride 5% fermented tea waste. The study used a completely randomized design with 5 treatments and 4 replications. The data obtained were analyzed using variance analysis and orthogonal contrast test. The results showed that the treatment given had no significant effect (P> 0.05) on status of heterophile, lymphocytes, and heterophile/lymphocyte ratios. The conclusion of this study has shows the EM-4 fermented and Trichoderma viride of tea waste has not been able to improve the status of heterophile, lymphocytes, and heterophile/lymphocyte ratios.
2056426243L1B015023Pengaruh Perendaman dengan Ekstrak Daun Bandotan (Ageratum conyzoides) Terhadap Profil Darah Ikan Nila (Oreochromis niloticus)Daun bandotan memiliki potensi sebagai anti parasit dan anti bakteri. Perendaman dengan penambahan ekstrak daun bandotan dapat meningkatkan kesehatan ikan. Status kesehatan dapat di diagnose melalui pemeriksaan profil darah. Penelitian ini berjudul Pengaruh Perendaman Ekstrak Daun Bandotan (Ageratum conyzoides) Terhadap Profil Darah Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perendaman ekstrak daun bandotan terhadap profil darah ditinjau dari kadar glukosa darah, kadar hemoglobin, kadar hematokrit, total eritrosit, dan differensial leukosit pada ikan nila. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan ikan. Perlakuan yang digunakan antara lain kontrol perendaman tanpa penambahan ekstrak daun bandotan (Ageratum conyzoides) (P1), perendaman dengan penambahan 50ppm ekstrak daun bandotan (Ageratum conyzoides) (P2), dan perendaman dengan penambahan 100ppm ekstrak daun bandotan (Ageratum conyzoides) (P3). Hasil penelitian menunjukan perendaman dengan ekstrak daun bandotan (Ageratum conyzoides) tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0.05) terhadap kadar glukosa darah, kadar haemoglobin, kadar hematokrit, jumlah eritrosit dan differensiasi leukosit (persentase sel limfosit, sel monosit dan sel polymorfonuklear). Hasil kualitas air kisaran suhu 230C -270C; pH 6-7; dan DO 4,9-5,6 pada tiap perlakuan masih berada dalam batas optimal untuk pemeliharaan.


Bandotan leaves has the potential as anti-parasite and anti-bacterial. Soaking with the addition of bandotan leaf extract can improve fish health. Health status can be diagnosed through blood profile examination. This study entitled The Effect of the Bandotan Leaf Extract (Ageratum conyzoides) on the Blood Profile of Tilapia (Oreochromis niloticus). The purpose of this study was to determine the effect of bandotan leaf extract immersion on blood profile in terms of blood glucose levels, hemoglobin levels, hematocrit levels, total erythrocytes, and differential leukocytes in tilapia. The method used in this study was experimental with 3 treatments and 5 fish replications. The treatments used included immersion control without the addition of bandotan leaf extract (Ageratum conyzoides) (P1), soaking with the addition of 50ppm bandotan leaf extract (Ageratum conyzoides) (P2), and soaking with the addition of 100ppm bandotan leaf extract (Ageratum conyzoides) (P3) . The results showed that immersion with bandotan leaf extract (Ageratum conyzoides) did not have a significant effect (P> 0.05) on blood glucose levels, hemoglobin levels, hematocrit levels, erythrocyte count and leukocyte differentiation (percentage of lymphocyte cells, monocyte cells and polymorphonuclear cells). Results of water quality temperature range 230C -270C; pH 6-7; and DO 4.9-5.6 in each treatment is still within the optimal limit for maintenance.


205656350A1C013065Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Melakukan Usahatani Tebu atau Usahatani Padi di Kecamatan Sragi Kabupaten PekalonganABSTRAK

Kecamatan Sragi merupakan salah satu wilayah penghasil tebu terbesar di Kabupaten Pekalongan. Kecamatan Sragi terdapat pabrik gula milik PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) yang bergerak dalam industri pengolahan tebu. PTPN memiliki 8 pabrik gula tebu yang akan dimerger menjadi 4 pabrik gula yang di bawah naungan PTPN IX. Pabrik gula Sragi mengalami pasang surut dalam memproduksi gula setiap tahunnya, dikarenakan minat petani untuk usahatani tebu menurun. Sebagian besar petani mengalihkan usahatani tebu menjadi usahatani padi. Kondisi ini berdampak pada kenaikan dan penurunan produksi. Penelitian bertujuan untuk: 1. Melakukan analisis usahatani padi di Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan. 2. Melakukan analisis usahatani tebu di kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan. 3. Mengetahui faktor yang mempengaruhi petani beralih tanaman dari usahatani tebu ke usahatani padi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Mei 2018. Sasaran penelitian adalah Petani tebu dan padi di Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis usahatani meliputi analisis biaya, analisis pendapatan, R/C rasio dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total keuntungan usahatani tebu sebesar Rp 62.892.988 per 1,61 ha dan Rp 38.681.354 per ha dengan rata-rata R/C Ratio 1,5, total keuntungan usahatani padi sebesar Rp 28.258.789 per 0,38 hektar dan Rp 75.711.138 per ha dengan rata-rata R/C Ratio 1,6. Keputusan petani beralih pola usahatani tebu ke usahatani padi disebabkan oleh faktor pendorong petani beralih dari tebu ke padi yaitu tenaga kerja sulit didapat, rendemen tebu, harga gula, bantuan sarana produksi, usahatani dan faktor penarik petani untuk menanam padi yaitu tenaga kerja mudah didapat, harga, usahatani, bantuan sarana produksi.

Kata kunci: Tebu, padi, usahatani, PTPN IX
ABSTRACT
Sragi Subdistrict is one of the largest sugarcane producing areas in Pekalongan Regency. Sragi Subdistrict has a sugar factory owned by PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) which is engaged in the sugar cane processing industry. PTPN has 8 sugar cane factories which will be merged into 4 sugar factories under the auspices of PTPN IX. Sragi's sugar factory experiences ups and downs in producing sugar every year, due to the farmers' interest in doing sugarcane farming. Most farmers shift sugarcane farming into rice farming. This condition has an impact on the increase and decrease in production. The study aims to: 1. Conduct an analysis of rice farming in Sragi Subdistrict, Pekalongan Regency. 2. Conduct an analysis of sugarcane farming in Sragi Subdistrict, Pekalongan Regency. 3. Knowing the factors that influence farmers to switch crops from sugar cane farming to rice farming. This research was carried out in January-May 2018. The research objectives were sugar cane and rice farmers in Sragi Subdistrict, Pekalongan Regency. The analytical method used is farming analysis including cost analysis, income analysis, R/C ratio analysis and descriptive analysis. The results showed that the total profit of rice farming was IDR 62,892,988 per 1.61 ha and IDR 38,681,354 per ha with an average R/C Ratio 1.5, the total profit of sugarcane farming was IDR 28,258,789 per 0.38 hectares and Rp. 75,711,138 per ha with an average R/C Ratio of 1.6, and the decision of farmers to switch the pattern of sugarcane farming to rice farming is caused by sugar cane driving factors, namely labor that is difficult to obtain, sugar cane yield, sugar price, assistance of production facilities , farming and rice pulling factors, namely labor is easy to obtain, prices, farming, production facilities assistance.

Keywords: Sugarcane, rice, farming, PTPN IX
2056623553A1C013013PARTISIPASI PETANI DALAM PROGRAM UNIT PENGOLAHAN PUPUK ORGANIK (UPPO) DI DESA SUGIHMAS KECAMATAN GRABAG KABUPATEN MAGELANGIndonesia merupakan negara yang masih mengandalkan sektor pertanian sebagai sektor sentral dalam berbagai bidang. Sektor pertanian memiliki kontribusi yang besar. Namun kontribusi yang besar tidak dapat dinikmati oleh petani gurem yang memiliki lahan sempit dengan produktivitas lahan rendah. Pemerintah mengeluarkan program pembangunan salah satunya adalah program UPPO (Unit Pengolahan Pupuk Organik). Penelitian bertujuan untuk : (1) Menganalisis tingkat partisipasi petani dalam program UPPO di Desa Sugihmas Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang, dan (2) Menganalisis hubungan karakteristik sosial ekonomi petani (usia, lama pendidikan, tingkat kosmopolitan, status sosial dan jumlah anggota keluarga) terhadap tingkat partisipasi petani dalam program UPPO. Penelitian dilaksanakan di Desa Sugihmas Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Pengambilan data dilaksanakan pada 4 April sampai 14 Mei 2018. Petani yang mendapatkan program UPPO adalah petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sumber Rejeki yang berada di Dusun Garongan dan Ngudi Laras yang berada di Dusun Banaran. Jumlah petani yang tergabung dalam kelompok tani Sumber Rejeki dan Ngudi Laras masing – masing sebanyak 42 petani dan 32 petani. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling dan diperoleh petani responden sebanyak 30 petani. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan dibantu rating scale yang sudah di MSI (Method Successive Interval) untuk mengetahui tingkat partisipasi dan analisis korelasi Rank Spearman untuk mengetahui hubungan karakteristik sosial ekonomi petani terhadap tingkat partisipasi petani dalam program UPPO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tingkat partisipasi petani dalam program UPPO berada pada kategori sedang,(2) Hubungan karakteristik sosial ekonomi petani seperti usia, lama pendidikan, dan jumlah anggota keluarga terhadap tingkat partisipasi petani dalam program UPPO adalah tidak signifikan. Hubungan karakteristik sosial ekonomi seperti tingkat kosmopolitan dan status sosial terhadap tingkat partisipasi petani adalah signifikan.Indonesia is a country that still relies on the agricultural sector as a central sector in various fields. The agricultural sector has a large contribution. But a large contribution cannot be enjoyed by smallholders who have narrow land with low land productivity. The government issued a development program one of which is the Organic Fertilizer Processing Unit (UPPO) program. This research aimed to : (1) Analyze the level of participation of farmers in the UPPO program in Sugihmas Village, Grabag Subdistrict, Magelang Regency, and (2) Analyze the relationship between farmers' socioeconomic characteristics (age, length of education, cosmopolitan level, social status and number of family members) to level of participation of farmers in the UPPO program. The research was conducted in Sugihmas Village, Grabag Sub District, Magelang Regency. The data was collected on April 4th to May 14th 2018. Farmers who received the UPPO program were farmers who were members of the Sumber Rejeki farmer group located in Garongan and Ngudi Laras in Banaran. The number of farmers belonging to the Sumber Rejeki and Ngudi Laras farmer groups is 42 farmers and 32 farmers respectively. Sampling using simple random sampling method and obtained by farmers as many as 30 farmers. The data were analyzed using the rating scale that has been on MSI (Method Successive Interval) to determine the level of participation and Rank Spearman correlation analysis to determine the relationship between farmers' socioeconomic characteristics and the level of farmer participation in the UPPO program. The results showed that: (1) The level of participation of farmers in the UPPO program were in the medium category, (2) Relationship of the socio-economic characteristics of farmers such as age, length of education, and number of family members to the level Farmer participation in the UPPO program is insignificant. The relationship of socioeconomic characteristics such as cosmopolitan level and social status to the level of farmer participation is significant.
2056723554A1C013041PERAN KSU NIRA SATRIA TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ANGGOTAKabupaten Banyumas merupakan penghasil gula kristal yang produksinya terus meningkat setiap tahunnya. Koperasi Serba Usaha (KSU) Nira Satria berperan menjadi salah satu wadah bagi petani gula kristal di daerah Banyumas. KSU Nira Satria membantu meningkatkan pendapatan petani gula kristal dengan berbagai program yang terhimpun dalam tiga unit kegiatan yang ada pada KSU Nira Satria, yaitu : Unit Pelayanan, Unit Usaha dan Unit Pengembangan. Unit – unit inilah yang berperan terhadap peningkatan pendapatan anggota, maka berdasarkan uraian tersebut perlu dilakukan analisis faktor-faktor yang dapat meningkatkan pendapatan anggota KSU Nira Satria. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui peranan KSU Nira Satria terhadap peningkatan pendapatan anggota; 2) Mengetahui faktor – faktor yang dapat meningkatkan pendapatan anggota KSU Nira Satria; 3) Mengetahui besarnya pendapatan anggota dan KSU Nira Satria. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2018 dengan sasaran petani gula kristal anggota KSU Nira Satria. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan data primer dan sekunder yang diolah menggunakan analisis deskriptif, analisis faktor dan analisis pendapatan. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus slovin dan metode multistage random sampling dan diperoleh 90 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit usaha, unit pelayanan dan unit pengembangan yang diberikan koperasi kepada anggota mampu menstimulus anggota dalam meningkatkan produksi gula kristal sehingga berpengaruh dalam meningkatkan pendapatan anggota. Faktor – faktor yang dapat meningkatkan pendapatan anggota koperasi setelah dianalisis menggunakan metode analisis faktor, terbentuk 7 faktor yaitu : administrasi, kebijakan koperasi, pengembangan, kualitas produk, simpan pinjam, partisipasi pengurus dan pasar. Dari 7 faktor yang terbentuk, dapat menjelaskan 76,476% hubungan yang terjadi pada peran KSU Nira Satria terhadap peningkatan pendapatan anggota. Besarnya keuntungan yang didapatkan oleh KSU Nira Satria pada tahun 2017 adalah sebesar Rp3.877.522.978,00 dan keuntungan yang didapatkan oleh perajin gula kristal anggota KSU Nira Satria rata – rata per bulan adalah sebesar Rp1.386.087,00.

Banyumas Regency is centre production of coconut sugar whose produce crystal sugar continuously and increase every year. Koperasi Serba Usaha (KSU) Nira Satria plays a role as a forum for coconut sugar farmers in the Banyumas. KSU Nira Satria helps increase the income of palm sugar farmers with various programs various in three units activities at KSU Nira Satria, namely: Service Unit, Business Unit and Development Unit. These units play a role in increasing members' income, so based on the description, it is necessary to analyze the factors that increased income of KSU Nira Satria members. This study aims to: 1) Determine the role of KSU Nira Satria in increasing members' income; 2) Find out the factors that influence the income of KSU Nira Satria members; 3) Find out the amount of income of KSU Nira Satria and its members. The study was conducted from April to July 2018 with the target of coconut sugar farmers, members of KSU Nira Satria. The research method used is a survey with primary and secondary data processed using descriptive analysis, factor analysis and income analysis. Determination of the number of samples using Slovin formula and multistage random sampling method and obtained 90 respondents. The results showed that the services provided by cooperatives to members were able to stimulate members in increasing the production of crystal sugar so that it had an effect on increasing the members' income. The role of cooperatives that influence the increase in income of members of cooperatives after being analyzed using factor analysis methods, formed 7 factors that increased in member income, namely: administration, cooperative policy, development, product quality, saving and loan, participation of management and market. The 7 factors that are formed, it can explain 76,476% of the relationships that occur in the role of KSU Nira Satria in increasing members' income. The amount of profit obtained by KSU Nira Satria in 2017 amounted to Rp.3,877,522,978.00 and the profit gained by the sugar crystal farmers of KSU Nira Satria members on average per month was Rp1,386,087.00.

2056823555A1C013067HUBUNGAN HARGA BAHAN BAKU TERHADAP HARGA JUAL DAN KEUNTUNGAN KERIPIK PISANG
PADA INDUSTRI KECIL MENENGAH TUNAS SARI
DESA JATISABA, KECAMATAN CILONGOK
Industri rumahan Tunas Sari merupakan perajin mengolah pisang kepok menjadi keripik pisang kepok yang ada di Desa Jatisaba Kecamatan Cilongok. Produk yang dihasilkan perajin yaitu keripik pisang kepok. Harga bahan baku yang fluktuatif atau dengan mengandalkan musim panen, membuat pengrajin membeli bahan baku dengan harga yang tidak menentu, produsen tidak bisa menaikan harga jual keripik pisang yang terlalu tinggi, apabila menaikan harga keripik pisang terlalu tinggi akan berdampak pada loyalitas konsumen yang akan berpindah pada produsen lain. Penelitian bertujuan untuk; (1)Mengetahui besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan olahan keripik pisang pada kelompok industri kecil menengah “Tunas Sari”.(2)Mengetahui perubahan hubungan kenaikan harga bahan baku terhadap harga jual dan keuntungan keripik pisang pada kelompok industri kecil menengah “Tunas Sari”. (3)Tingkat perubahan pada harga input maupun output berhubungan terhadap keuntungan yang diperoleh kelompok industri kecil menegah “Tunas Sari”.
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 30 April 2018. Sasaran penelitian adalah industri rumahan Tunas Sari. Metode analisis yang digunakan adalah analisis finansial usaha dan analisis sensitivitas. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan pendapatan masing-masing sebesar IKM satu sebesar Rp11.721.542 per bulan,IKM dua sebesar Rp10.766.056 per bulan,IKM tiga sebesar Rp10.515.143 per bulan, IKM empat sebesar Rp 19.600.492 per bulan. setiap kenaikan harga bahan baku mengalami penurunan pendapatan rata-rata sebesar -7%
Tunas Sari grups it was a home industry to process kepok bananas into kepok banana chips located at Jatisaba sub-district Cilongok. The products were kepok bannana chips. The price of raw materials is fluctuative or by relying on the harvest season, making craftsmens buy raw materials at uncertain prices, producers cannot increase the selling price of banana chips too high, if the price of banana chips increased it will have an impact on the loyalty of consumers who will move to other producer.
The research aims to; (1) To find out the cost, revenue, and income of banana chips in the home industry group "Tunas Sari"; (2) To find out the effect of rising raw material prices towards sale of banana chips in the home industry group "Tunas Sari"; (3)To analyze changed level of input prices and output relationnship the income earned by the home industry group "Tunas Sari".
This research was conducted on April, 2018. The research objective is home industry Tunas Sari grups. The method of analysis used is financial analysis and sensitivity analysis.The results showed that, the income of each craftsman was Rp11.721.542, Rp10.766.056, Rp. 10.515.143, Rp19.600.492. Every increase in raw material prices experienced an average income decrease of -7%
2056923556E1A014045PENERAPAN ASAS NETRALITAS PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENEGAKAN HUKUM BERDASARKAN SURAT EDARAN NO B/71/M.SM.00.00/2017 TENTANG PELAKSANAAN NETRALITAS BAGI APARATUR SIPIL NEGARA PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH 2018ABSTRAK
Salah satu yang dituntut dalam profesionalisme jabatan Pegawai Negeri Sipil, adalah bersikap netral dalam pemilihan umum, maupun pemilihan kepala daerah. Pegawai Negeri Sipil yang netral dan profesional sangat dibutuhkan oleh masyarakat agar pelaksanaan pemerintahan dapat berjalan secara efektif dalam melayani masyarakat secara merata, namun permasalahan ketidaknetralan Pegawai Negeri Sipil dalam Pemilihan Kepala Daerah masih sering terjadi terutama menjelang atau pada saat Pemilihan Umum. Penelitian ini mengambil rumusan masalah mengenai pelaksanaan netralitas Pegawai Negeri Sipil dalam Pemilihan Kepala Daerah menurut Surat Edaran No. B/71/M/.SM.00.00/2017 tentang Pelaksanaan Netralitas bagi Aparatur Sipil Negara pada Pemilhan Kepala Daerah 2018 dan Implikasi hukum apakah yang timbul terhadap penegakan hukum akibat diterapkannya Surat Edaran No. B/71/M/.SM.00.00/2017 tentang Pelaksanaan Netralitas bagi Aparatur Sipil Negara pada Pemilhan Kepala Daerah 2018.
Metode yang digunakan yuridis normatif dengan pendekatan pendekatan perundang-undangan dan analisis, jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh dari hasil wawancara dan disajikan dalam bentuk naratif.
Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Tahun 2018, pemerintah mengeluarkan kebijakan melalui Menpan-RB dalam bentuk Surat Edaran Nomor B/71/M.SM.00.00/2017 sebagai pedoman pelaksanaan netralitas dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Tahun 2018. Pelaksanaan Surat Edaran Nomor B/71/M.SM.00.00/2017 berpedoman terhadap Peraturan Perundang-Undangan terkait dengan netralitas PNS, yaitu Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Menjadi Undang-Undang, Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil, dan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Terhadap PNS yang melanggar Surat Edaran Nomor B/71/M.SM.00.00/2017 akan dijatuhi sanksi disiplin PNS sesuai Pasal 12 angka 8 dan angka 9 dan Pasal 13 angka 13 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Neger Sipil. Hal ini menunjukan bahwa dalam penegakan hukum Surat Edaran Nomor B/71/M.SM.00.00/2017 berimplikasi terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
ABSTRACT
One of the demands in the professionalism of the position of the Civil Servants is to be neutral in the general election, as well as the regional head elections. Neutral and professional civil servants are needed by the community so that the implementation of government can run effectively in serving the community equally, but the non-neutrality problems of civil servants in the selection of regional heads still often occur especially before or during the general election. This research takes the formulation of the problem regarding the implementation of neutrality of Civil Servants in the Election of Regional Heads according to Circular No. B / 71 / M / .SM.00.00 / 2017 concerning Implementation of Neutrality for State Civil Apparatus in Election of 2018 Regional Heads and what legal implications arise against law enforcement due to the implementation of Circular No. B / 71 / M / .SM.00.00 / 2017 concerning Implementation of Neutrality for State Civil Apparatus in Regional Head Election 2018.
The method used is normative juridical with the approach to legislation and analysis, the type of data used is primary data and secondary data obtained from interviews and presented in narrative form.
In the 2018 Regional Head General Election, the government issued a policy through Menpan-RB in the form of Circular No. B / 71 / M.SM.00.00 / 2017 as a guideline for the implementation of neutrality in the 2018 Regional Head General Election. Implementation of Circular No. B / 71 /M.SM.00.00/2017 is guided by the Laws and Regulations relating to the neutrality of civil servants, namely Law No. 5 of 2014 concerning ASN, Law Number 10 of 2016 concerning the Second Amendment to Law No. 1 of 2015 concerning Stipulation Government Regulation No. 1 of 2014 concerning the Election of Governors, Regents and Mayors Becomes Law, Government Regulation No. 42 of 2004 concerning Soul Guidance Corps and Civil Servant Code of Ethics, and Government Regulation No. 53 of 2010 concerning Discipline of Civil Servants. Against civil servants who violate Circular No. B / 71 / M.SM.00.00 / 2017 will be subject to civil servant discipline sanctions in accordance with Article 12 number 8 and number 9 and Article 13 number 13 Government Regulation Number 53 of 2010 concerning Civil Servant Civil Service Discipline. This shows that in law enforcement Circular No. B / 71 / M.SM.00.00 / 2017 has implications for Government Regulation No. 53 of 2010 concerning the Discipline of Civil Servants.
2057025767H1L012074RANCANG BANGUN APLIKASI REKOMENDASI ITEM BUILD UNTUK
HERO DI GAME DOTA 2 DENGAN METODE FUZZY TSUKAMOTO
BERBASIS MOBILE
Item merupakan salah satu hal yang penting dalam permainan computer berjudul Dota
2. Pemilihan item yang tepat sangat berpengaruh dalam sebuah pertandingan sesuai dengan
hero yang digunakkan sehingga potensi menang semakin tinggi. Rekomendasi item dirasa
perlu untuk pemain agar lebih tepat dalam memilih dan mengambil keputusan yang sesuai
dengan hero dan build yang digunakannya. Dengan aplikasi rekomendasi item build untuk hero
di Dota 2 dengan metode tsukamoto berbasis mobile mempermudah pemain Dota 2 dalam
memilih item yang digunakannya. Dengan memprediksi networth atau pendapatan gold akan
mereferensikan item dan build dengan efisien. Apliksi ini telah selesai dibuat dengan
menggunakan konsep object oriented programming (OOP) yang dirancang menggunakan
unified modeling language (UML), PHP dan JAVA sebagai Bahasa pemrograman serta
MySQL dan SQlite sebagai basis datanya.
The item is one of the important things in computer games called Dota 2. The selection
of the right items is very influential in a match according to the hero that is used so that the
potential for winning is higher. Recommended items are necessary for players to be more
precise in choosing and making decisions that are in accordance with the hero and build they
use. With the application of build item recommendations for heroes in Dota 2 with the mobilebased tsukamoto method, it makes it easier for Dota 2 players to choose the items they use. By
predicting networth or gold income, it will reference items and build efficiently. This
application has been completed using the concept of object oriented programming (OOP)
designed using a unified modeling language (UML), PHP and JAVA as a programming
language and MySQL and SQlite as its database
2057123558C1A014065Analisis Kontribusi Pendapatan Dan Pola Konsumsi Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) (Studi Kasus pada Desa Kotayasa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas Tahun 2017)Penelitian ini berjudul “Analisis Kontribusi Pendapatan dan Pola Konsumsi Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) (Studi Kasus di Desa Kotayasa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas)”. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran PKH pada pengentasan kemiskinan, menganalisis kontribusi PKH terhadap pendapatan keluarga dan menganalisis perubahan konsumsi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua KPM di Desa Kotayasa, jumlah responden yang diambil secara random sampling adalah 88 KPM. Metode yang digunakan adalah kuesioner dan wawancara yang diolah menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan cara mengelompokkan, meringkas, dan menyajikan data secara informatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PKH telah meningkatkan pendapatan dan telah meringankan KPM dari garis kemiskinan Kabupaten Banyumas. Di antara 88 KPM, ada 61 KPM di atas garis kemiskinan sebelum pencairan dana PKH, hal ini dikarenakan keterbatasan data dari Dinas Sosial. Angka ini meningkat menjadi 67 setelah pencairan PKH. Kontribusi PKH terhadap pendapatan KPM adalah 9,21 persen dan termasuk dalam kriteria kecil. PKH juga meningkatkan konsumsi setelah dana PKH disalurkan.
Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya peran pemerintah dalam melakukan perbaikan pada penyeleksian keluarga yang layak menerima PKH dan memberikan pelatihan kewirausahaan untuk ibu rumah tangga serta sosialisasi dan bimbingan untuk mengelola keuangan keluarga agar dapat menggunakan dana PKH dengan cara yang lebih produktif.
This research is entitled “Analysis of Income Contributions and Consumption Pattern of Recipient of Program Keluarga Harapan (PKH) (Case Study in Kotayasa Village, Sumbang District, Banyumas Regency)". The purpose of this study were to analyze the role of PKH in poverty alleviation, the contribution of PKH to family income and the alteration consumption of PKH Keluaraga Penerima Manfaat (KPM).
The population included in this study were all KPM in Kotayasa Village, which number of the respondents taken by random sampling were 88 KPM. The method used in this research were questionnaires and interviews, processed using qualitative descriptive analysis by grouping, summarizing, and presenting data informatively.
The results of this study indicate that PKH has increased the income and has alleviated the KPM from poverty line in Banyumas Regency. Among 88 KPM, there were 61 KPM above the poverty line before the PKH fund disbursement; this was due to the limitation of the data from the Social Service Office. This figure was increased to 67 after PKH disbursement. PKH's contribution to KPM income was 9.21 percent, included in small criteria. PKH also increased the consumption of KPM after the PKM funds was disbursed.
The implication of this research is the importance of the government’s role in doing the improvement in the selection of which families are eligible to receive PKH and providing the entrepreneurship training for housewives and giving socialization or guidance to manage the family finances in order to be able to use PKH funds in a more productive way.
Keywords: Consumption Pattern, Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Program Keluarga Harapan (PKH), Poverty Alleviation, Poverty Line
2057223548G1F014037Variasi Jumlah NaOH Pada Sintesis 4’-metoksikalkon Dari 4’-metoksiasetofenon dan Benzaldehid 4’metoksikalkon merupakan senyawa turunan kalkon yang dapat disintesis dengan metode kondensasi Claisen Schmidt. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah NaOH terhadap rendemen serta jumlah NaOH yang menghasilkan rendemen terbesar pada senyawa 4’-metoksikalkon. Penelitian ini meliputi sintesis senyawa 4’-metoksikalkon dari 4’-metoksiasetofenon (10 mmol) dan benzaldehid (10 mmol) menggunakan katalis basa NaOH dengan variasi jumlah 2, 4, 8, 16, 20, dan 24 mmol. Senyawa hasil sintesis diidentifikasi titik leleh, KLT, spektrofotometri UV dan spektroskopi NMR. Penggunaan katalis NaOH dengan jumlah 2, 4, dan 8 mmol meningkatkan rendemen dari 88,52%, 88,25%, dan 91,20%. Sedangkan peningkatan jumlah NaOH pada 16, 20, dan 24 mmol mengalami penurunan rendemen yaitu 84%, 83,98%, dan 79,88%. Peningkatan jumlah NaOH pada senyawa 4'-metoksikalkon meningkatkan rendemen hasil sintesis meskipun belum berbeda bermakna secara statistik (rtabel (0,915) : rhitung (0,997)).4’-methoxychalcone is chalcone derivative which can be synthesized by Claisen Schmidt condensation method. This study aims to determined the effect of amount of NaOH to the yield and which produced the greatest yield on the compound 4'-methoxychalchone. This research included synthesis 4'-methoxychalcone from 4'-methoxyacetophenone (10 mmol) and benzaldehyde (10 mmol) using NaOH as catalyst (2, 4, 8, 16, 20 and 24 mmol). The product identified using melting point, TLC, UV spectrophotometer, and NMR spectroscopy. The use of NaOH catalysts at 2, 4 and 8 mmol increased the yield 88.52%, 88.25%, and 91.20%. Whereas increasing of NaOH at 16, 20, and 24 mmol decreased the yield 84%, 83.98%, and 79.88%. The increase in amount of NaOH while it is under the mole of reagent increases the yield although it was not differ statistically different (rtable (0.915): rcount (0.997)).
2057323560A1L012188PENGUJIAN MIKROBA ANTAGONIS UNTUK MENEKAN PENYAKIT LAYU BAKTERI (RALSTONIA SOLANACEARUM) PADA TANAMAN TOMAT DI LAPANGPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi mikroba antagonis terhadap penyakit layu bakteri,sertapengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 6 ulangan.Perlakuan terdiri atas kontrol, Bacillus sp. B64, Bacillus sp. B42, Trichoderma sp., dan bakterisida(bahan aktif streptomisen sulfat 20%). Variabel yang diamati adalah masa inkubasi, intensitas penyakit, laju infeksi, Area Under Disease Progress Curve (AUDPC), tinggi tanaman,bobot segar tajuk, dan bobot buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Bacillus sp. B42 dan Bacillussp.B64 mampu mengendalikan penyakit layu bakteri denganmenekan intensitas penyakit sebesar 20,08% dan 27,71%, serta dengan nilai AUDPC 936,83%.hari dan 964,83%.hari. Perlakuan Bacillus sp. B42 mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat, dengan meningkatkan bobot tajuk segar sebesar 24,94% dan bobot buah sebesar 65,96%. This study aims to determine the effect of antagonistic microbial application on bacterial-wilt disease, as well as its effect on the growth and yield of tomato plants. The research design used was a Randomized Block Design (RBD) with 5 treatments and 6 replications. The treatment consisted of control, Bacillus sp. B64, Bacillus sp. B42, Trichoderma sp., and bactericides (20% streptomycin sulfate active ingredient). The variables observed were incubation period, disease intensity, infection rate, Area Under Disease Progress Curve (AUDPC), plant height, canopy fresh weight, and fruit weight. The results showed that the treatment of Bacillus sp. B42 and Bacillus sp. B64 is able to control bacterial wilt disease by suppressing disease intensity by 20.08% and 21.71%, and with AUDPC 936.83% days and 964.83% days. Bacillus sp. B42 is able to increase the growth of tomato plants, with a fresh canopy weight of 24.94%, and increase tomato yield of fruit weight by 65.96%.
2057423559A1L112037DIAGNOSIS DAN PENILAIAN KERUSAKAN PENYAKIT UTAMA TANAMAN JAGUNG PADA APLIKASI BIOPESTISIDA Bacillus subtilisTujuan dari penelitian ini adalah 1) mendiagnosis penyakit utama tanaman jagung dan mengidentifikasi penyebabnya; 2) menilai intensitas penyakit utama tanaman jagung pada aplikasi biopestisida B. subtilis; 3) menguji efektivitas biopestisida B. subtilis dalam menekan penyakit utama pada tanaman jagung. Penelitian dimulai pada Maret 2018 sampai dengan Mei 2018, dan dilaksanakan di lahan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman yang terletak di Grendeng, Kecamatan Purwokerto Utara. Identifikasi dan pengujian formula biopestisia B. subtillis. dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Metode penelitian adalah dengan dengan cara mendiagnosis penyakit utama tanaman jagung dan mengidentifikasi penyebabnya setelah aplikasi biopestisida berbasis B. subtilis dengan percobaan lapangan, serta percobaan pada kultur in vitro di Laboratorium Perlindungan tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan yang dicoba yaitu : kontrol, formulasi biopestisida B. subtilis B1, bakterisida. Masing-masing faktor diulang sebanyak 9 kali. Variabel yang diamati adalah diagnosis penyakit karat dan hawar daun, masa inkubasi, intensitas penyakit, dan AUDPC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gejala penyakit utama pada tanaman jagung meliputi penyakit hawar daun yang disebabkan oleh patogen Herminthosporium sp dan karat daun yang disebabkan oleh patogen Puccinia sp. Intensitas penyakit hawar daun pada aplikasi formula biopestisida B. subtilis adalah sebesar 21, 27% lebih rendah dari kontrol yaitu 26,98% dan bakterisida 26,35%, sedangkan intensirtas penyakit karat daun pada aplikasi formula biopestisisa B. subtilis sebesar 26,22% lebih rendah dibandingkan kontrol dan bakteriseda yaitu sebesar 28,89%. Efektivitas formula biopestisida B. subtillis sebesar 21% pada hawar daun dan 9% pada penyakit karat daun. The aims of this study were 1) diagnosing major corn crop disease and identifying the cause; 2) assess the intensity of maize major disease in application of biopesticide B. subtilis; 3) to know the effectiveness of B. subtilis in suppressing major diseases in corn plants. The research began in March 2018 until May 2018, and was carried out in the field of the Faculty of Agriculture of Jenderal Soedirman University located in Karangwangkal Village, North Purwokerto District. Identification and testing of B. subtillis biopesticide formulas took place at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The method of this study was to diagnose the main disease of corn plants and identify the cause after application of biopesticide based on B. subtilis with field experiment, and experiment on in vitro culture in crop protection laboratory of Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto. The experiments arranged in Completely Randomized Block Design (CRBD). The treatments were: control, biopesticide formulation B. subtilis B1, bactericide. Each factor was repeated 9 times, so the overall research unit was 27 units. One research unit consists of 200 plants and set 10 plants as sample to be observed with spacing between lines 70cm and 20cm in line. The variables observed were diagnosis of major corn plant disease, incubation period, disease intensity, AUDPC and phenol analysis. The results showed that symptoms of major diseases in corn plants include leaf rust disease and leaf blight. Identified pathogen types are Puccinia polysora and Puccinia sorghi Scheweinitz cause leaf rust disease, and Herminthosporium sp. causes leaf blight disease in corn plants. The results of statistical analysis showed that the biopesticide B. subtillic formulation had an effect on the leaves and leaf blight.
2057523557C1A014004ANALISIS MARJIN PEMASARAN KENTANG DI KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGAPenelitian ini berjudul “Analisis Marjin Pemasaran Kentang di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga”. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk menganalisis pola saluran pemasaran,(2) menganalisis besarnya marjin pemasaran,(3) menganalisis farmer’s share dan efisiensi saluran pemasaran, (4) untuk mengetahui struktur pasar kentang. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Metode Penelitian yang digunakan adalah Proposional Sampling untuk menentukan desa, Random Sampling untuk petani, sedangkan untuk lembaga pemasaran menggunakan Snowball Sampling. Jumlah responden 72 orang yang terdiri dari 58 petani dan 14 lembaga pemasaran. Data dikumpulkan menggunakan metode wawancara.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : (1) Terdapat lebih dari satu saluran pemasaran kentang di Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Saluran pemasaran kentang di Kecamatan Karangreja terdiri dari dua saluran pemasaran, yaitu Saluran II: (petani → pengecer → konsumen) dan Saluran I (petani → pengepul → pengecer → konsumen). (2) Marjin pemasaran di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga belum merata. (3) Farmer’s Share dan saluran pemasaran di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga sudah efisen, namun saluran pemasaran paling pendek adalah yang paling efisien. (4) Pemasaran kentang di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga menunjukkan pasar persaingan sempurna.
Sebagai upaya untuk terus meningkatkan pendapatannya, para petani kentang di Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga sebaiknya menjual hasil produksinya melalui saluran pemasaran I yang memiliki farmer’s share lebih tinggi dibandingkan dengan saluran pemasaran II. Di samping itu, sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatannya, para petani juga perlu mencoba untuk menjual sebagian hasil produksi kentangnya kepada konsumen secara langsung dengan tetap mempertimbangkan kapasitas produksi dan jumlah permintaan pasar. Sebagai upaya untuk mewujudkan efisiensi dalam pemasaran kentang, para petani di Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga sebaiknya melakukan kerja sama dengan para lembaga pemasaran yang terlibat dalam menetapkan tingkat harga yang saling menguntungkan, adil dan merata serta sesuai dengan kemampuan finansial konsumen agar struktur pasar yang terjadi antar pasar di tingkat petani dengan pasar di tingkat pengecer tetap mengarah pada persaingan sempurna.
This research is entitled "Analysis of Marketing Margin of Potatoes in Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency". The purpose of this study are (1) to analyze the channel marketing pattern, (2) to analyze the marketing margin, (3) to analyze the farmer's share and marketing channel efficiency, (4) to find out the market structure of potatoes. This research was conducted in Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency. The research method used was Proposal Sampling to determine the village, Random Sampling for farmers, while for marketing agencies it used Snowball Sampling. The number of respondents were 72 people consist of 58 farmers and 14 marketing institutions. The data was collected using the interview method.
Based on the results of research and analysis, conclusions can be taken as follows: (1) There is more than one marketing channels for potatoes in Karangreja Sub-District, Purbalingga Regency. Potato marketing channels in Karangreja District consist of two marketing channels, namely Channel II: (farmers → retailers → consumers) and Channel I (farmers → collectors → retailers → consumers). (2) The marketing margin in Karangreja District, Purbalingga Regency has not been evenly distributed. (3) Farmer's share and marketing channels in Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency have been already efficient, however the shortest marketing channels are the most efficient. (4) Marketing of potatoes in Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency shows perfect competition market.
As an effort to continue to keep increasing its income, potato farmers in Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency should sell their products through marketing channels I, which has have farmer’s shares higher than marketing channel II. In addition, as an effort to increase their income, farmers also need to try selling some of their potato productions directly to the consumers while they still need to consider their own production capacity and the amount of market demand. As an effort to realize the effeciency in marketing potatoes, farmers in Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency should collaborate with marketing institutions which involved in setting price levels that are mutually beneficial, fair and equitable and in accordance with consumers' financial capabilities so that the market structure that occured between the market at the farm level with the market at the retailer level still leads to perfect competition.
2057623562D1E014132TINGKAT KEEMPUKAN DAN PERSENTASE PRODUK NAGET ITIK AFKIR YANG DITAMBAH BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus)Tujuan penelitian ini adalah mengkaji perbedaan tingkat keempukan dan persentase produk naget yang ditambah buah naga merah dalam bentuk pasta atau perasan dengan yang tidak ditambahkan. Materi yang digunakan adalah daging itik Mojosari betina afkir dan buah naga merah. Metode penelitian dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu naget tanpa penambahan buah naga (R0), ditambah perasan 15% (R1), perasan 30% (R2), pasta 15% (R3), pasta 30% (R4). Setiap perlakuan diulang 4 kali. Peubah yang diukur yaitu tingkat keempukan dan persentase produk. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Rataan tingkat keempukan hasil penelitian R0, R1, R2, R3 dan R4 berturut- turut yaitu 0.072 mm/g/dt; 0.069 mm/g/dt; 0.113 mm/g/dt; 0.091 mm/g/dt; 0.124 mm/g/dt dan persentase produk 149.6%; 132.8%; 135%; 146.4%; 136.7%. Terdapat perbedaan pengaruh antara naget yang ditambah buah naga dalam bentuk pasta atau perasan dibanding kontrol. Kesimpulan, penambahan pasta atau perasan buah naga merah terhadap naget itik afkir dengan konsentrasi yang berbeda menghasilkan tingkat keempukan dan persentase produk yang berbeda.The purpose of this study is to understand the different effects on tenderness level and percentage of naget products added with red dragon fruit in form of paste or juice with those not added . The material used is female spent duck and red dragon fruit. The research method was conducted experimentally and using a Completely Randomized Design (RAL) with 5 treatments, nugget without the addition of dragon fruit (R0), plus 15% juice (R1), 30% juice (R2), 15% paste (R3), 30% paste (R4). Each treatment was repeated 4 times. The observed variables were tenderness level and product percentage. Data obtained were analyzed using analysis of variance and continued with Honestly Significance Difference (BNJ) test. The mean value of tenderness for R0 to R4 were 0.072 mm/g/s; 0.069 mm/g/s; 0.113 mm/g/s; 0.091 mm/g/s; 0.124 mm/g/s and percentage of product were 149.62%; 132.89%; 135.03%; 146.44%; 136.71%. There were differences in effect of dragon fuits in form of paste or juice on nuggets. In conclusion, the addition of paste or juice of red dragon fruit to culled duck nugget with different concentrations resulted in different tenderness and percentages of products.
2057723563A1L113007Respon Tiga Varietas Pakcoy (Brassica Rapa L.) Terhadap Pupuk Organik CairPakcoy merupakan sayuran yang di gemari masyarakat dan memiliki nilai ekonomis. Terdapat beberapa varietas pakcoy yang dapat dibudidayakan pada dataran rendah seperti Green Pakcoy, Nauli F1, dan Diana 106 F1. Penambahan pupuk organik pada tanah diketahui mampu meningkatkan laju pertumbuhan tanaman. Penelitian ini mengkaji pengaruh penambahan pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Tujuan dari penelitian ini yaitu:
1) Mengetahui pertumbuhan dan hasil tiga varietas pakcoy; 2) Mengetahui respon tanaman pakcoy terhadap pupuk otganik cair; 3) Mengetahui pertumbuhan dan hasil terbaik pada kombinasi varietas dan pupuk organik cair.
Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Universitas Jenderal Soedirman, Kelurahan Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Faktor yang di gunakan yaitu: 1) Varietas pakcoy dengan menggunakan varietas Green Pakcoy, Varietas Nauli F1, dan Varietas Diana 106 F1; 2) Penggunaan pupuk NPK0,5 dari dosis anjuran, Nutrizim + NPK0,5 dari dosis anjuran, dan Megarizho + NPK0,5 dari dosis anjuran. Jumlah unit percobaan yaitu 9 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Variabel yang di amati yaitu, luas daun, jumlah daun, tinggi tanaman, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman, panjang akar, volume akar, berat basah akar, bobot kering akar dan indeks panen.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Pertumbuhan dan hasil Varietas Green pakcoy, Nauli F1 dan Diana 106 F1 tidak menunjukkan perberbedaan nyata; 2) Penambahan pupuk cair Nutrizim dan Megarhizo tidak memberikan perbedaan nyata pada pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy; 3) Kombinasi varietas dan pupuk tidak menunjukkan perbedaan nyata pada pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy.
Pakcoy are a vegetable that is loved by the community and has economic value. There are several pakcoy varieties that can be cultivated in lowlands such as Green Pakcoy, Nauli F1, and Diana 106 F1. The addition of organic fertilizer to the soil is known to increase the rate of plant growth. This study examines the effect of adding organic fertilizer to the growth and yield of pakcoy plants. The objectives of this study are: 1) Knowing the growth and yield of three pakcoy varieties; 2) Knowing the response of pakcoy plants to liquid organic fertilizer; 3) Knowing the best growth and yield on a combination of varieties and liquid organic fertilizer.
This research was carried out on the experimental field of Jenderal Sudirman University, Karangwangkal Village, North Purwokerto District, Banyumas Regency. This study used Factorial Randomized Block Design. The factors used are: 1) Pakcoy variety using Green Pakcoy varieties, F1 Nauli Varieties, and Diana 106 F1 Varieties; 2) Use of NPK0.5 fertilizer from recommended dosage, Nutrizim + NPK0,5 from recommended dosage, and Megarizho + NPK0,5 from recommended dosage. The number of experimental units is 9 treatment combinations and 3 replications. The observed variables were leaf area, leaf number, plant height, plant wet weight, plant dry weight, root length, root volume, root wet weight, root dry weight and harvest index.
The results showed that: 1) Growth and yield Varieties of Green Pakcoy, Nauli F1 and Diana 106 F1 showed no significant differences; 2) Addition of liquid fertilizer Nutrizim and Megarhizo does not give a real difference in the growth and yield of pakcoy plants; 3) The combination of varieties and fertilizers did not show a significant difference in the growth and yield of pakcoy plants.
2057823564E1A014148IMPLEMENTASI LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN (LPSK) DALAM UPAYA PERLINDUNGAN TERHADAP WHISTLEBLOWER (Studi Putusan No. 278 K/Pid.Sus/2016).ABSTRAK
Implementasi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Dalam Upaya Perlindungan Terhadap Whistleblower (Studi Putusan No. 278 K/Pid.Sus/2016)
Oleh:
DEBI NUR GUSTI MP.
E1A014148


Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan Pasal 10 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang No. 31 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Saksi dan Korban tentang perlindungan terhadap whistleblower . Permasalahan dari penelitian ini: Bagaimana implementasi perlindungan hukum Whistleblower oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban dalam putusan No. 278/K/Pid.Sus/2016 dan Apakah faktor penghambat perlindungan hukum terhadap whistleblower yang dilakukan oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban dalam putusan No. 278/K/Pid.Sus/2016.
Metode penelitian yang digunakan yaitu normatif-empiris, penelitian yang difokuskan terhadap implementasi ketentuan hukum normatif (undang-undang), dan menganalisis data primer yakni putusan No.278/K/Pid.Sus/2016 dan data hasil dari wawancara narasumber Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, disamping itu penulis juga menggunakan data sekunder yang dikupulkan dari undang-undang, buku-buku dll. Analisis data yang digunakan adalah secara kualitatif dan dijelaskan secara deskriptif.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan yaitu terdapat kekurangan pemahaman mengenai whistleblower dan perlindungannya yang terdapat dalam Pasal 10 ayat (1) dan ayat (2) undang-undang No. 31 tahun 2014 dan dalam menegakan hukum itu sendiri terdapat tumpang tindih terhadap tugas dan kewenangan penegak hukum.
Kata kunci: Whistleblower, Perlindungan whistleblower.

ABSTRACT
Implementation of Witness and Victim Protection Agency (LPSK) in Safeguarding Against Whistleblowers (Study of Decision No. 278 K / Pid.Sus / 2016)
By:
DEBI NUR GUSTI MP.
E1A014148


 The purpose of this study was to find out how the application of Article 10 paragraph (1) and paragraph (2) of Law No. 31 of 2014 concerning Protection of Witnesses and Victims concerning protection of whistleblowers. Problems of this study: How is the implementation of Whistleblower's legal protection by the Witness and Victim Protection Agency in decision No. 278 / K / Pid.Sus / 2016 and What are the inhibiting factors for legal protection against whistleblowers conducted by the Witness and Victim Protection Agency in decision No. 278 / K / Pid.Sus / 2016.
The research method used is normative-empirical, research focused on the implementation of normative legal provisions (laws), and analyzing primary data, namely decision No.278 / K / Pid.Sus / 2016 and the results data from interviewing the Witness Protection Agency and Victims, besides that the authors also use secondary data collected from laws, books etc. Analysis of the data used is qualitatively and explained descriptively.
Based on the results of the study, conclusions were obtained that there was a lack of understanding of the whistleblower and its protection contained in Article 10 paragraph (1) and paragraph (2) of Law No. 31 of 2014 and in upholding the law itself there are overlaps in the duties and authorities of law enforcement.
Keywords: Whistleblower, whistleblower protection.
2057925768F1A015044“TUHAN” VS TUHAN
(Studi tentang Konsepsi Tuhan dalam Film Peekay Karya Rajkumar Hirani)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsepsi tentang Tuhan dalam film Peekay karya Rajkumar Hirani yang diproduksi pada tahun 2014 dan dirilis pada tanggal 19 Desember 2014. Konsepsi yang dibahas adalah konsepsi tentang Tuhan yang menciptakan dan diciptakan manusia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis semiotika Charles S. Peirce. Berdasarkan metode tersebut tanda-tanda dalam adegan yang dipilih dianalisis dengan trikotomi Peirce. Ada tiga belas adegan yang menjadi bahan analisis dalam penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tuhan yang menciptakan manusia terasa keberadaannya dari kenyataan hidup manusia yang berkaitan dengan kondisi kritis manusia. Tuhan dikonsepsikan memiliki kekuasaan, kekuatan dan kesempurnaan sifat. Semua orang percaya dan yakin kepada-Nya serta menggantungkan harapan pada-Nya. Tuhan dianggap satu-satunya penolong kesulitan hidup manusia dan memberikan harapan jalan keluar bagi kesulitan manusia; (2) Tuhan yang diciptakan manusia adalah konsep ketuhanan yang tercipta karena adanya fenomena penggunaan agama sebagai alat mengumpulkan kepentingan dan kekuasaan. Tuhan dikonsepsikan memiliki sifat yang sama seperti manusia.
This study aims to describe the conception of God in Rajkumar Hirani's Peekay film produced in 2014 and released on December 19, 2014. The conception discussed is the conception of God who created and created mankind. This research is a descriptive qualitative study using semiotics analysis of Charles S. Peirce. Based on this method the signs in the selected scene were analyzed by Peirce's trichotomy. There are thirteen scenes which are the material of analysis in this study.
The results of the study show that: (1) God who created humans feels their existence from the reality of human life that is related to the critical condition of humans. God is conceived as having power, strength and perfection of character. All people believe and believe in Him and depend on Him for hope. God is considered the only helper of the difficulties of human life and gives hope of a way out for human difficulties; (2) God created by humans is a divine concept created by the phenomenon of the use of religion as a means of gathering interests and power. God is conceived to have the same nature as humans.
2058023453E1A114091TEKNIK PENGUNGKAPAN TERHADAP TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA (Studi Kasus di POLRES Kabupaten Magelang)ABSTRAK
TEKNIK PENGUNGKAPAN TERHADAP TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA (Studi Kasus di POLRES Kabupaten Magelang)
FITRIA AJENG WULANDARI
E1A114091
Penyelidikan dan penyidikan merupakan teknik pengungkapan suatu kasus tindak pidana untuk menemukan tersangka dengan mengumpulkan bukti-bukti yang dapat membuat terang tentang suatu tindak pidana yang terjadi yang dilakukan pejabat polisi Negara Republik Indonesia atau pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh undang-undang untuk melakukan penyidikan. Dalam hal ini penelitian yang dilakukan peneliti yaitu menganalisis tentang bagaimana teknik pengungkapan terhadap tindak pidana pembunuhan berencana yang berada di Kabupaten Magelang. Jenis penelitian yang digunakan dalampenelitian ini adalah bersifat deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang memaparkan gambaran keadaan yang terjadi di lapangan.
Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik pengungkapan baik dalam penyelidikan maupun penyidikan yang dilakukan serta hambatan yang dialami oleh penyidik Polres Kabupaten Magelang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh penyidik Polres Kabupaten Magelang telah sesuai prosedur yang diatur dalam Pasal 102 sampai dengan 136 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yaitu dengan melakukan proses penyelidikan, penindakan, pemeriksaan serta penyelesaian dan penyerahan berkas perkara.
Kata Kunci: Teknik Pengungkapan, Tindak Pidana, Pembunuhan Berencana

ABSTRACT
DISCLOSISURE TECHNIQUES FORE CRIMINAL ACTS OF PREMEDITATED MURDER (CASE STUDY AT THE MAGELANG RESORT POLICE DEPARTMENT)
FITRIA AJENG WULANDARI
E1A114091
Preliminary investigation and full investigation are criminal act disclosure techniques to find a suspect by collecting evidence and make a criminal acts clearer, committed by Republic of Indonesia state police department or special government officer that given special authority by law invite to conduct an investigation. In this case, research that carried out by researches are analyzing how disclosure techniques about criminal acts of premeditated murder that happened in Magelang district. The type of research used in this study is descriptive qualitative, a research that describe situation occurred in the field.
The problem in this study are how to find out the disclosure techniques both in the preliminary investigation and full investigation along with obstacles experienced by the investigators of Magelang Resort Police Department. The results of this research indicates the Preliminary investigation and full investigation carried out by the investigators of Magelang Resort Police Department in accordance with the procedure that regulated in the Criminal Code Procedure chapters 102 to 136, that are doing the investigation, prosecution, examination, completion, and submission of case files
Keyword : disclosure techniques, criminal acts, premeditated murder