Artikelilmiahs
Menampilkan 20.601-20.620 dari 50.115 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 20601 | 23580 | F1C014006 | KOMUNIKASI SEBAGAI PENGGALI POTENSI ANAK DOWN SYNDROME DI SLB NEGERI KABUPATEN CILACAP | Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk komunikasi yang dilakukan orang tua dalam upaya menggali potensi anak down syndrome yang bersekolah di SLB Negeri Kabupaten Cilacap. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah teori Interaksi Simbolik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan purposive sampling sebagai teknik pemilihan informan. Informan dalam penelitian ini terdiri dari tiga informan utama dan dua informan pendukung. Informan utama merupakan orang tua yang memiliki anak down syndrome berpotensi yang bersekolah di SLB Negeri Kabupaten Cilacap, dan informan pendukung merupakan guru di SLB Negeri Kabupaten Cilacap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak down syndrome memiliki potensi yang sama dengan anak normal lainnya. Bentuk kegiatan yang dilakukan untuk menemukan potensi anak yaitu dengan terapi, olahraga, seni, dan penggalian informasi. Bentuk komunikasi yang terjalin antara orang tua dengan anak down syndrome ialah komunikasi verbal dan nonverbal. Hambatan yang muncul ketika berkomunikasi dengan anak down syndrome ialah konsentrasi dan daya tangkap anak yang kurang, penguasaan kosakata yang sangat minim, serta kemampuan berbicara yang kurang lancar dan artikulasi yang tidak jelas. Selain itu juga perasaan anak down syndrome yang sensitif menjadi hambatan bagi guru di sekolah. | This study aims to clarify the form of parents communication in attempt to explore potential down syndrome child who attended school in SLB Cilacap Regency. The theory used in this study is the Symbolic Interaction Theory. This study uses a descriptive qualitative approach with purposive sampling as an informants selection technique. This study has three main informants and two secondary informants. The main informants are parents who have potential down syndrome children of SLB Cilacap Regency, and the secondary informants are teachers in SLB Cilacap Regency. The result of this study shows that down syndrome children has the same potential with other normal children. Forms of activities performed to discover the potential of children with therapy, sports, art, and extracting information. The entwined forms of communication between the parents with down syndrome child is verbal and nonverbal communication. The barriers that arise when communicating with down syndrome is concentration and power capture child less, vocabulary mastery is very minimal, as well as the ability to talk less smoothly and articulation was unclear. Besides the feeling child sensitive down syndrome become barriers to the teacher at the school. | |
| 20602 | 23582 | F1B014037 | PENGELOLAAN DANA DESA DI DESA TAMBAKSOGRA KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini berjudul “Pengelolaan Dana Desa di Desa Tambaksogra Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas”. Dalam penelitian ini pengelolaan Dana Desa di Desa Tambaksogra dapat dilihat dari beberapa aspek manajemen antara lain yaitu perencanaan, pengorganisasasian, penyusunan, pengarahan, koordinasi, pelaporan, pembuatan anggaran. Adapun metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan di lakukan melalui purposive sampling. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Metode analis data menggunakan analisis interaktif. Untuk menjamin keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa aspek perencanaan dalam pengelolaan dana desa di Desa Tambaksogra dapat di katakan kurang baik karena alokasi untuk pemberdayaan masyarakat masih belum optimal. Aspek pengorganisasian dalam pengelolaan dana desa di Desa Tambaksogra dapat di katakan baik. Pembentukan struktur organisasi serta pembagian tugas dan tanggung jawab dalam pengelolaan dana desa di lakukan sesuai aturan yang ada mengacu pada peraturan perundang- undangan yang mengatur dana desa. Aspek penyusunan dalam pengelolaan dana desa di Desa Tambaksogra masih kurang baik terlihat dalam permasalahan SDM-nya yang masih kurang baik, karena tidak ada pelatihan khusus untuk tim pengelola dana desa, dengan adanya permasalahan SDM mengakibatkan keterlambatan dalam pelaporan Dana Desa di setiap semester. Pada aspek pengarahan yang dilakukan sudah baik, terbukti dari kelancaran kegiatan yang dilaksanakan dan keharmonisan yang sudah terbangun antar tiap unsur desa yang terlibat dalam pengelolaan dana desa. Pada aspek koordinasi yang dilakukan sudah cukup baik, terbukti dalam pelaksanaan apel setiap pagi yang bertujuan untuk koordinasi antar perangkat desa yang diselenggarakan oleh kepala desa. Pada aspek pelaporan dalam pengelolaan dana desa di Desa Tambaksogra masih kurang baik karena dalam pelaporannya masih ada keterlambatan pada setiap semester yang diakibatkan oleh SDM-nya yang masih rendah. Pada aspek pembuatan anggaran sudah cukup baik karena dalam proses penyusunannya tidak ada kendala. Penelitian ini memberikan implikasi yaitu meningkatkan alokasi anggaran dari dana desa untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat. Selain itu perlu adanya petunjuk teknis pelaksana dana desa. Pemerintah desa juga perlu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang ada dalam hal manajerial, lapangan dan administrasi terutama terkait dengan penggunaan komputer agar tidak menghambat proses pengelolaan dana desa dan agar tidak ada keterlambatan dalam pelaporannya. | This research entitled “Management Village Funds in Tambaksogra Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas ”. Village fund management in Tambaksogra Village may be measured in several aspects which are planning, organizing, structuring, directing, coordinating, reporting, and budgeting. This research uses descriptive qualitative method. Moreover, purposive sampling is conducted to select an informant. The data are collected through deep interview, observation, and documentation and are analyzed with interactive analysis. Furthermore, to ensure the validation of the data, source triangulation is used. The result of the research shows that planning aspect of Tambaksogra village fund management is considered as dissatisfactory due to the not proportional community empowerment. Meanwhile, organizing aspect of Tambaksogra village fund management is considered as good since its structure including division task and responsibility are conducted according to the regulations related to village fund management. Structuring aspect of fund management in Tambaksogra village is still dissatisfactory due to the less good human resources that are caused by the absence of specific training for village fund management team. Because of this human resources problem, Village Fund Report is late every semester. Directing aspect of Tambaksogra fund management is well conducted. It is proven by activities which are run smoothly and the harmonization between village elements in conducting fund management. Moreover, Tambaksogra‟s coordinating aspect is conducted well enough which is proven by briefing every morning as village staff coordination. In reporting aspect, fund management in Tambaksogra is not well enough since there is report tardiness each semester which caused by low human resources quality. Furthermore, there are no problems in budgeting aspect so Tambaksogra Village has done it well. This research has an implication to increase village budget allocation to empower the people. Besides, clarity and consistency is need in village fund management technical instruction. Also, Village government needs to increase human resources in managerial, field, and administrative resources related primarily to the use ofcomputers in order to prevent tardiness in reporting village fund management. | |
| 20603 | 23583 | F1B014047 | MANAJEMEN PAJAK BUMI BANGUNAN PEDESAAN DAN PERKOTAAN DALAM PELAKSANAAN CLEANSING PBB-P2 DI KABUPATEN BANYUMAS | Dalam kebijakan fiskal, kritik terhadap pengelolaan pajak, menjadikan cleansing sebagai salah satu solusi untuk mengatasi masalah piutang PBB-P2. Berdasarkan data BKD kabupaten Banyumas, jumlah piutang PBB pada tahun 2002-2012 berdasarkan data SISMIOP sebesar Rp 107.677.396.309. Disamping itu, pada periode yang sama, jumlah tersebut berbeda dengan jumlah piutang berdasarkan BAST. Jumlah piutang berdasarkan BAST sebesar Rp 44.141.191.361,00. Adanya perbedaan dalam jumlah piutang dikarenakan BAST tidak mencantumkan rincian wajib pajak pribadi maupun badan yang terkena piutang PBB-P2. Secara implisit hal ini menunjukkan bahwa manajemen pengelolaan pajak masih memerlukan transparansi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen dalam pelaksanaan cleansing Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif agar dapat menghasilkan data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian hingga pengawasan yang dilakukan BKD Kabupaten Banyumas, secara keseluruhan dinilai sudah melakukan pengupayaan yang cukup baik. | Within the fiscal policy, the critic to the tax management, consider cleansing as one of the mean to resolve the problem of Land and Building tax (L&B tax) of Rural and Urban Sectors receivable accounts. According to the data from the BKD of the district of Banyumas, the total receivable accounts of the L&B tax in 2002-2012, based on the data from SISMIOP, is Rp 107,766,396,309,00 Besides that, in the same period, that total amount is different from the total amount listed in the BAST. According to the BAST, the total of receivable accounts is Rp 44.141.191.361, 00. This variation of the total amount of receivable accounts is caused by the BAST that does not include individual taxpayers or institutions that incur of the L&B tax of Rural and Urban Sectors receivable accounts. Implicitly, this shows that the administration of the tax management is still not transparent enough. This research is aimed to describe the management of the implementation of the Land and Building tax (L&B tax) of Rural and Urban Sectors cleansing within the Local Government of Banyumas District. This research used qualitative method so that it can produce a descriptive data result. The research result shows that the overall planning, organization, briefing, coordination, and supervision that is done by the BKD of the district of Banyumas is considered to be done properly. | |
| 20604 | 23584 | G1F014053 | PENGARUH JUMLAH NaOH PADA SINTESIS SENYAWA 3,4,4’-TRIMETOKSIKALKON TERHADAP RENDEMEN HASIL SINTESIS MELALUI REAKSI KONDENSASI CLAISEN-SCHMIDT | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah NaOH pada sintesis senyawa 3,4,4’-trimetoksikalkon terhadap rendemen hasil sintesis dan penggunaan jumlah NaOH optimum. Sintesis 3,4,4’-trimetoksikalkon dilakukan dengan mereaksikan 4'-metoksiasetofenon dan 3,4-dimetoksibenzaldehid dengan katalis NaOH. Variasi jumlah NaOH yang digunakan adalah 2, 4, 8, 12, 16, dan 20 mmol. Hasil identifikasi spektra UV-Vis, 1H-NMR, dan 13C-NMR menunjukkan bahwa senyawa hasil sintesis merupakan senyawa 3,4,4’-trimetoksikalkon. Peningkatan penggunaan NaOH kurang dari jumlah pereaksi pada sintesis 3,4,4'-trimetoksikalkon meningkatkan rendemen hasil sintesis namun tidak bermakna secara statistik (r = 0,976). Penggunaan NaOH pada sintesis 3,4,4-trimetoksikalkon yang menghasilkan rendemen terbesar adalah sebesar 8 mmol dengan rendemen 80,19%. | The aim of this research are to see the effect of NaOH concentration to 3,4,4’-trimethoxychalcone’s yield and to determine the optimum concentration of NaOH on 3,4,4’-trimethoxychalcone synthesis. The 3,4,4’-trimethoxychalcone was synthesized from 10 mmol 4’-methoxyacetophenone and 10 mmol 3,4-dimethoxybenzaldehide using NaOH as catalyst. The concentration of NaOH was varied for 2, 4, 8, 12, 16, and 20 mmol. Based on UV-Vis, 1H-NMR, and 13C-NMR spectra, the synthesized compound was 3,4,4'-trimethoxychalcone. The increase in NaOH less than the amount of reagents in 3,4,4'-trimethoxycalcone synthesis increased its yield but not statistically significant (r = 0.976). The use of NaOH in the synthesis of 3,4,4-trimethoxychalcone produced the highest yield was 8 mmol with 80.19% yield. | |
| 20605 | 23586 | C1A013043 | ANALISIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN (Studi Kasus di Kelurahan Tegal Kamulyan Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap) | Penelitian ini berjudul “Analisis Pemberdayaan Masyarakat Nelayan (Studi Kasus Di Desa Tegal Kamulyan Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mendorong dan penghambat dalam pembangunan ekonomi lokal di Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap dan menganalisis penentuan strategi dalam upaya pembangunan ekonomi lokal pada Kecamatan Cilacap Selatan guna peninkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis data primer. Data Primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari responden (masyarakat nelayan), melalui penyebaran angket atau kuesioner berupa tanggapan terhadap pertanyaan yang diajukan oleh peneliti. Data diperoleh langsung dari responden yaitu para nelayan dan pengelola usaha perikanan melalui penyebaran kuesioner. Jumlah sampel 100 orang responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Faktor Pendorong pemberdayaan masyarakat nelayan di Kelurahan Tegalkamulyan Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap adalah sebagai berikut: Tenaga kerja cukup tersedia, Usia produktif nelayan, Permudahan ijin usaha, Akses jalan mudah. Sedangkan faktor penghambat pemberdayaan masyarakat nelayan di Kelurahan Tegalkamulyan Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap adalah sebagai berikut: Lemahnya permodalan usaha perikanan, Susahnya pemasaran produk, Tidak ada dukungan pemerintah, Tidak ada pembinaan dari pemerintah untuk meningkatkan produktivitas nelayan dan Tingkat pendidikan nelayan yang masih rendah. Strategi dalam upaya untuk meningkatkan pembangunan masyarakat nelayan di Kelurahan Tegal Kamulyan Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap adalah: Pengembangan teknologi perikanan dengan alat yang lebih modern dengan sumber daya manusia yang ada, Pengembangan akses permodalan, Pengembangan akses promosi produk, Pemerintah melakukan pembinaan kepada masyarakat nelayan dengan menghubungkannya dengan perusahaan-perusahaan sekitar dengan mempermudah ijin usaha kegiatan dan Pengelolaan sumber daya perikanan berbasis masyarakat. | This research titled "Analysis of Fishermen Community Empowerment (Case Study in Tegal Kamulyan Village, South Cilacap District, Cilacap Regency)". The purpose of this study was to analyze the factors that drive and inhibit local economic development in the District of South Cilacap, Cilacap Regency and analyze the determination of strategies in the efforts of local economic development in the District of South Cilacap to increase the economic growth of the community. This research was conducted with primary data analysis method. Primary Data, namely data obtained directly from respondents (fishing communities), through questionnaires or questionnaires in the form of responses to questions raised by researchers. Data were obtained directly from respondents, namely fishermen and fisheries business managers through questionnaires. Total sample of 100 respondents. The analysis method used is SWOT analysis. The results showed that: The driving factor for empowering fishing communities in Tegalkamulyan Village, Cilacap Selatan Subdistrict, Cilacap Regency was as follows: Sufficient labor available, productive age of fishermen, ease of business permits, easy road access. While the inhibiting factors The inhibiting factors of empowering the fishing community in Tegalkamulyan Village, Cilacap Selatan District, Cilacap Regency are as follows: Weak capital of fishery business, difficulty in marketing products, No government support, No guidance from the government to increase fisherman productivity and low education level of fishermen. Strategies in an effort to improve the development of fishing communities in Tegal Kamulyan Village, Cilacap Selatan Subdistrict, Cilacap Regency are: Development of fisheries technology with more modern tools with existing human resources, Development of capital access, Development of access to product promotion, the Government fosters fishing communities with connect it with surrounding companies by facilitating business activity permits and community-based fisheries resources management. | |
| 20606 | 23587 | D1E014096 | PENGARUH DOSIS GONADOTROPIN RELEASING HORMONE (GnRH) TERHADAP INTENSITAS DAN PERSENTASE BERAHI SELAMA 60 HARI PADA SAPI PASUNDAN | Mochamad Iqbal Lazuardi. Penelitian yang berjudul Pengaruh dosis Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH) terhadap Intensitas dan Persentase Berahi selama 60 hari pada Sapi Pasundan bertujuan untuk mengetahui dosis pemberian GnRH yang efektif dan efisien. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sapi Pasundan betina sebanyak 18 ekor dengan bobot badan dan umur yang relatif sama dan sudah pernah beranak satu kali. Bahan yang digunakan ialah hormon prostaglandin, hormon GnRH, straw semen beku, dan Aquabides. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah spuit injeksi dan alat tulis. Penelitian menggunakan metode eksperimental yang dirancang berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu R0 : 5 ml/ekor Aquabides (sebagai kontrol) ; R1 : 1.25 ml/ekor GnRH ; R2 : 2.5 ml/ekor GnRH dan masing-masing perlakuan diulang 6 kali. Peubah intensitas berahi dianalisis menggunakan analisis variansi, sedangkan peubah persentase berahi dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan GnRH tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap intensitas berahi, namun pemberian GnRH menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0.05) terhadap persentase berahi. Disimpulkan bahwa secara numerik sapi Pasundan yang diberi hormon GnRH dosis 1.25 ml/ekor memiliki nilai intensitas berahi tertinggi mencapai 3.2 ± 0.4 dibandingkan dengan kontrol. Penyuntikan hormon GnRH dosis 2.5 ml/ekor meningkatkan persentase yang tidak berahi kembali setelah 60 hari postpartum mencapai 50% pada Sapi Pasundan dibandingkan dengan kontrol maupun GnRH 1.25 ml/ekor. | Mochamad Iqbal Lazuardi. The study entitled “The Effect of Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH) on Intensity and Percentage of estrous for 60 days postpartum in Pasundan Cow.” This study aims to determine the effectivity and efficiency dose of GnRH administration. The material used in this study was 18 Pasundan cows with relatively similar body weight and age and had parity of one. The materials used are prostaglandin, GnRH, frozen semen, and aquabides. The tools used in this research are injection syringes and stationery. The study used an experimental method that was designed based on a Completely Randomized Design (CRD) with 3 treatments, namely R0: 5 ml aquabides/tail (as a control); R1: 1.25 ml GnRH/tail; R2: 2.5 ml GnRH/tail and each treatment was repeated 6 times. The estrus intensity variables were analyzed using analysis of variance, while the estrus percentage variables were analyzed by Chi Square test. The results of statistical analysis showed that the treatment of GnRH had no significant effect (P> 0.05) to the intensity of estrous, but the administration of GnRH showed significant differences (P <0.05) to the percentage of estrous. It was concluded that the Pasundan cow numerically given the GnRH hormone dose of 1.25 ml/tail had the highest estrus intensity value of 3.2 ± 0.4 compared to the control. GnRH hormone injection of 2.5 ml/tail increases the percentage of non return rate after 60 days postpartum reaches 50% in Pasundan cow compared control and GnRH 1.25 ml/tail. | |
| 20607 | 23588 | F1C012077 | PENGARUH PROMOSI MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN PADA JASA PANPIN SHOE TREATMENT PURWOKERTO (Studi Followers Instagram PANPIN Shoe Treatment) | PANPIN Shoe Treatment merupakan salah satu unit usaha yang menawarkan jasa laundry dan treatment sepatu di wilayah Kota Purwokerto dan sekitarnya. Seiring waktu, kini bisnis jasa laundry dan treatment sepatu dihadapkan pada kondisi persaingan usaha yang ketat dimana banyak pesaing yang menawarkan jasa yang sama di Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh promosi serta signifikansi antara promosi yang dilakukan melalui media sosial instagram terhadap keputusan konsumen dalam pembelian maupun jasa PANPIN Shoe Treatment di Purwokerto pada followers Instagram PANPIN Shoe Treatment. Penelitian ini menggunakan Teori Stimulus, Organisme, Response (S-O-R). Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif survai. Pemilihan sampel menggunakan teknik simple random sampling yaitu sebesar 96 responden dari jumlah total 2.500 followers Instagram PANPIN Shoe Treatment. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner kepada responden. Untuk menguji validitas digunakan Korelasi Pearson Product Moment. Sedangkan untuk menguji realibiltas digunakan Teknik Cronbach’s Alpha. Analisis data menggunakan teknik Korelasi Product Moment. Ditemukan hasil korelasi sebesar 0,816 dan signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Sedangkan pada hasil dari uji regresi atau R2 ditemukan sebesar 0,665. Hasil akhir menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti bahwa terdapat pengaruh dan signikan antara promosi melalui media sosial instagram terhadap keputusan konsumen dalam pembelian maupun jasa PANPIN Shoe Treatment di Purwokerto pada followers Instagram PANPIN Shoe Treatment. | PANPIN Shoe Treatment is one of the business units which offers laundry and various shoe treatments for Purwokerto and nearby areas. As the time passed, laundry and shoe treatments business is facing a tight competition as more similar business units emerged while offering the same services. This research was aimed to determine the effect of promotion and the significance between the promotion done via Instagram social media towards the customer decision in doing purchase or using any services in Panpin Shoe Treatment Purwokerto among the PANPIN Shoe Treatment Instagram followers. This research used the Stimulus, Organism, Response (S-O-R) Theory. Method done was the quantitative survey. The selection for the sample was done through simple random sampling technique, which was 96 respondents from total 2500 PANPIN Shoe Treatment Instagram followers. Data collection was done through questionnaires distributed to the respondents, whereas the reliability was tested using Cronbachs Alpha.\ technique. The data analysis used a Product Moment Correlation. A correlation of 0.816 and a significance of 0,000 < 0,05 were observed. Whereas the regression or R2 generated a result of 0.665. The final result concluded that Ho was rejected and Ha was accepted. The result showed that there were an effect and significance between promotion via Instagram social media and the customers decision to do purchase or using any service PANPIN Shoe Treatment in Purwokerto among its Instagram followers. | |
| 20608 | 23589 | C1L014031 | FACTORS REDUCING EARNINGS MANAGEMENT: EVIDENCE FROM INDONESIA (Empirical Study in Mining Industry Listed in Indonesia Stock Exchange 2012-2016) | Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mengurangi adanya earnings management pada industri tambang di Indonesia. Variabel yang diuji pada penelitian ini yaitu earnings management yang dihitung dengan Modified Jones Model 1995 and variable bebas yang terdiri dari audit tenure, spesialisasi industri auditor dan kualitas pengungkapan, firm size sebagai variable kontrol. Populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2016. Metode sampling dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sebanyak 18 perusahaan di Indonesia yang memenuhi kriteria yaitu memiliki data yang lengkap untuk penelitian ini, yang dinyatakan sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda dengan program SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa ukuran kualitas disclosure berpengaruh negatif secara signifikan terhadap earnings management. Audit tenure tidak berpengaruh negative. Auditor industry specialization tidak berpengaruh negatif terhadap manajemen laba. | The aims of this study is to examine the factors that reducing earnings management in mining industry in Indonesia. The dependent variable in this study are earnings management calculated by the 1995 Modified Jones Model and independent variables consist of audit tenure, auditor industry specialization and quality of disclosure, firm size as a control variable.The population in this study are all companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2011-2016. The sampling method in this study is purposive sampling. A total of 18 companies in 5 years that meet the criteria are having complete data for this study, which is as a sample. This study uses multiple analysis techniques with the SPSS program.The results show that disclosure quality has a negative effect on earnings management, while audit tenure has no negative effect on earnings management and auditor industry specialization has no negative effect on earnings management of mining companies listed on Indonesia Stock Exchange year of 2012-2016. | |
| 20609 | 23590 | F1B014072 | KINERJA PELAYANAN PUBLIK DI DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN PURBALINGGA (Studi Kasus Tentang Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor) | Kinerja birokrasi dalam menjalankan pelayanan publik menjadi wacana yang aktual dalam studi administrasi negara akhir-akhir ini. Pelayanan publik (public service) merupakan salah satu perwujudan dari fungsi aparatur negara sebagai abdi masyarakat disamping sebagai abdi negara. Penyelenggaraan pelayanan publik ini merupakan upaya negara untuk memenuhi kebutuhan dasar dan hak-hak sipil warga negara atas barang, jasa, dan pelayanan administrasi yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Dinas Perhubungan Kabupaten Purbalingga sebagai birokrasi pemerintah merupakan salah satu unit kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Tugas Dinas Perhubungan adalah melaksanakan urusan pemerintah bidang perhubungan yang menjadi kewenangan daerah meliputi sub urusan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), salah satunya adalah pelaksanaan pengujian berkala kendaraan bermotor. Penelitian ini terfokus pada kinerja pelayanan publik tentang pengujian berkala kendaraan bermotor. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada pengujian berkala kendaraan bermotor di Dinas Perhubungan Kabupaten Purbalingga. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis interkatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pelayanan publik di Dinas Perhubungan Kabupaten Purbalingga sudah baik dikarenakan kemampuan yang dilatarbelakangi oleh pendidikan dari pegawainya, khususnya petugas pengujian berkala kendaraan bermotor. Selain itu, Indeks kepuasan masyarakat mengenai kinerja pelayanan publik Dinas Perhubungan Kabupaten Purbalingga juga menunjukkan skala baik. Namun, masih diperlukan penambahan jumlah pegawai serta perlu dilaksanakan diklat dan pelatihan yang berkelanjutan. Kendala yang dihadapi pada pemberian pelayanan publik terkait pengujian berkala kendaraan bermotor adalah banyaknya masyarakat yang masih belum melaksanakan pengujian berkala, diantaranya karena jauhnya lokasi pengujian, kendaraan sudah tidak lengkap dan layak, denda keterlambatan hanya 2% dari retribusi. Kata kunci: Kinerja, Pelayanan Publik, Pengujian Bekala Kendaraan Bermotor. | The performance of the bureaucracy in carrying out public services has become an actual discourse in the study of state administration lately. Public service is a manifestation of the functions of the state apparatus as public servants as well as state servants. The implementation of public services is a state effort to fulfill the basic needs and civil rights of citizens for the goods, services and administrative services provided by public service providers. The Department of Transportation of Purbalingga Regency as a government bureaucracy is one of the work units in the Purbalingga Regency Government. The task of the The Department of Transportation is to carry out government affairs in the transportation sector which is the regional authority covering the Traffic and Road Transportation (LLAJ) sub-affairs, one of which is the implementation of periodic testing of motorized vehicles. This research focuses on the performance of public services about the periodic testing of motorized vehicles. The research method used in this study is a qualitative research method. This research was conducted on periodic testing of motorized vehicles at the Department of Transportation of Purbalingga Regency. The data analysis method used is an interactive analysis model. The results showed that the performance of public services in the Department of Transportation of Purbalingga Regency was good because of the ability of the background of the education of its employees, especially the periodic vehicle testing officers. In addition, the community satisfaction index regarding the public service performance of the Transportation Agency of Purbalingga Regency also shows good scale. However, there is still a need to increase the number of employees and it is necessary to carry out ongoing training and training. The obstacles faced in the provision of public services related to periodic testing are, the people who still have not carried out periodic testing, including due to the distance of the test location, the vehicle is incomplete and feasible, the delay penalty is only 2% of the retribution. Keywords: Motorized Vehicle Testing, Performance, Public Service | |
| 20610 | 23591 | E1A113099 | GUGAT CERAI KARENA MURTAD (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Depok No. 0579/Pdt.G/2015/PA.Dpk) | GUGAT CERAI KARENA MURTAD (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Depok No. 0579/Pdt.G/2015/PA.Dpk) Oleh : Anugrah Inara Adani NIM : E1A113099 ABSTRAK Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 disebutkan bahwa perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, namun dalam praktik banyak terjadi permasalahan kehidupan rumah tangga yang berakibat perselisihan dan pertengkaran yang selanjutnya menimbulkan perceraian, sehingga tujuan dari perkawinan tersebut tidak tercapai, seperti halnya salah satu perkara mengenai gugat cerai karena murtad yang terjadi di Pengadilan Agama Depok dengan Nomor Perkara: 0579/Pdt.G/2015/PA.Dpk. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan Hukum Hakim dalam memutus perkara perceraian pada putusan Pengadilan Agama Depok No. 0579/Pdt.G/2015/PA.Dpk. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, metode pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi data, metode penyajian data teks naratif, metode analisis data normatif kualitatif. Hakim dalam memutus perkara menggunakan Pasal 39 ayat (2) huruf (f) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo. Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam, akan tetapi hakim tidak menggunakan kata penjelasan dan mengesampingkan fakta bahwa Tergugat telah berpindah ke agama semula yaitu Kristen dimana hal tersebut menyebabkan terjadinya perselisihan dan pertengakaran antara penggugat dan Tergugat secara terus menerus. Hakim telah mengesampingkan pula Pasal 116 huruf (h) Kompilasi Hukum Islam yang telah sesuai dengan alasan Penggugat gugat cerai terhadap Tergugat. Kata kunci : Perceraian, Murtad | DIVORCING BECAUSE OF APOSTASY (Juridical Reviewing of the Decision of the Depok Religious Court No. 0579 / Pdt.G / 2015 / PA.Dpk) By : Anugrah Inara Adani NIM : E1A113099 ABSTRACT Article 1 of Law No. 1 of 1974 states that marriage is a physical bond between a man and a woman as a husband and wife with the aim of forming a happy and eternal family based on the One and Only all mighty God, but in practice many life problems occured. households resulting in disputes and quarrel which subsequently lead to divorcing, so that the purpose of the marriage is not achieved, as one of the cases concerning divorce due to apostasy that occurred in the Depok Religious Court with Case Number: 0579 / Pdt.G / 2015 / PA. Dpk. The formulation of the problem in this study is how Judicial Legal considerations in deciding divorcing cases in the decision of the Depok Religious Court No. 0579 / Pdt.G / 2015 / PA.Dpk. The approach method used in this study is normative juridical, analytical prescriptive research specifications, library research data collection methods with data inventories, narrative text data presentation methods, qualitative normative data analysis methods. Judges in deciding cases use Article 39 paragraph (2) letter (f) of Law Number 1 Year 1974 jo. Article 19 letter (f) Government Regulation Number 9 of 1975 jo. Article 116 letter (f) Compilation of Islamic Law, however, the judge does not use the word explanation and overrides the fact that the Defendant has converted to the original religion, namely Christianity, which causes disputes and quarrel between the plaintiff and Defendant continuously. The judge has also ruled out Article 116 letter (h) Compilation of Islamic Law which is in accordance with the reason of the Plaintiff's claim for divorce against the Defendant. Keyword : Divorce, Apostasy | |
| 20611 | 25771 | I1E015008 | PENGARUH MODEL LATIHAN MENGGUNAKAN RESISTANCE BAND TERHADAP PENINGKATAN KECEPATAN TENDANGAN SABIT PESILAT PUTRI EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT SMK N 1 BANYUMAS | Latar Belakang: Tendangan sabit yang baik adalah tendangan yang cepat, tepat dan tanpa terhalau belaan lawan. Treatment latihan menggunakan Resistance band diberikan untuk meningkatkan kecepatan tendangan sabit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model latihan menggunakan resistance band terhadap kecepatan tendangan sabit. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan pretest dan posttest control group design. Kedua kelompok diambil nilai pretest dan posttest dengan cara menendang sabit secepat mungkin kearah target kemudian direkam menggunakan kamera lalu dianalisis menggunakan software Kinovea. Subjek penelitian ini adalah pesilat putri ekstrakurikuler pencak silat SMK N 1 Banyumas sebanyak 20 orang. Hasil Penelitian: Hasil Penelitian diketahui bahwa: (1) Terdapat peningkatan kecepatan tendangan sabit kaki kanan kelompok eksperimen dengan nilai mean uji T sebesar 6,8 dan Sig (p=0.00). (2) Terdapat peningkatan kecepatan tendangan sabit kaki kiri kelompok eksperimen dengan nilai nilai mean uji T sebesar 6,8 dan Sig (p=0.00). (3) Model latihan menggunakan resistance band cukup efektif untuk meningkatkan kecepatan tendangan sabit pesilat putri ekstrakurikuler SMK N 1 Banyumas dengan tingkat efektivitas sebesar 71.5% pada kaki kanan dan 74.5% pada kaki kiri. Kesimpulan: Terdapat peningkatan kecepatan tendangan sabit kaki kanan dan kaki kiri pada model latihan menggunakan resistance band. Latihan menggunakan resistance band lebih efektif dibandingkan dengan tanpa menggunakan resistance band. | Background: The fast sabit kick is a special technique that must be mastered by pesilat. The treatment of exercises by using resistance bands are given to increase the speed of sabit kicks. This study aims to determine the effect of exercise models by using resistance band on sabit kick speed. Methodology: This study is a true experimental with pretest and posttest control group design. Both groups were taken the pretest and posttest by recording the sabit kick as fast as possible towards the target and analyzed by the Kinovea application. The subjects of this study is 20 female members of pencak silat extracurricular of SMK N 1 Banyumas. The Results: The results showed that: (1) There was an increase in the speed of the right leg sabit kick of the experimental group with the mean value of T test 6.8 with the Asymp Sig. (2 tailed) p=0,000. (2) There was an increase in the speed of the left leg sabit kick of the experimental group with the mean value of T test 6.8 with the Asymp Sig. (2 tailed) p=0,000. (3) The exercise model uses resistence band effective enough to increase the speed of sabit kick with the level effectivity 71.5% on the right leg and 74.5% on the left leg. The Conclusion: There is an increase in the speed of the right leg and left leg sabit kicks in the exercise model using resistance bands. Exercise model by using resistance band more effective than without using resistance band. | |
| 20612 | 23592 | E1A013011 | PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEKERJA DALAM HAL WAKTU KERJA DAN PENGUPAHAN DI PT. PERTAMINA TRAINING AND CONSULTING KABUPATEN BANTUL | ABSTRAK Perlindungan Hukum Bagi Pekerja Dalam Hal Pengupahan Dan Waktu Kerja di PT.Pertamina Training And Consulting Oleh : Dwicky Dzulian Dinda Putra E1A013011 Perlindungan hukum bagi pekerja bertujuan memeberikan kepastian kewajiban kepada pekerja. Norma kerja yang meliputi pengupahan dan waktu merupakan kewajiban dari setiap perusahaan kerja sebagaimanan diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. PT. Pertamina Training And Consulting adalah sebuah perusahaan milik Negara Republik Indonesia yang bergerak di bidang Penyedia jasa penunjang. PT. Pertamina Training And Consulting juga memiliki kewajiban untuk meberikan perlindungan terhadap hak pekerja yang meliputi waktu kerja dan pengupahan. Skripsi ini mengkaji tentang perlindungan hukum bagi pekerja dalam hal waktu kerja dan pengupahan di PT. Pertamina Training And Consulting Kabupaten Bantul serta implementasi perlindungan hukum bagi pekerja dalam hal pengupahan dan waktu kerja di PT. Pertamina Training And Consulting Kabupaten Bantul. Penulisan skripsi ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan yang mencakup peraturan tertulis, literatur hukum, jurnal penelitian hukum,bahan internet, serta hasil wawancara. Skripsi ini menunjukan bahwa adanya perlindungan kerja bagi Awak Mobil Tangki PT. Pertamina Training And Consulting dalam bentuk Sistem Informasi Operasi dan Distribusi (SIOD) yang sudah mengacu pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, tetapi dalam implementasinya, waktu kerja lembur dan upah lembur di PT. Pertamina Training And Consulting belum terlaksana sebagaimana yang telah diatur dalam Permenakertrans Nomor 102/MEN/VI/2004. Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Pengupahan, Waktu Kerja. | ABSTRACT Legal Protection for Workers in Terms of work time and wages at PT. Pertamina Training And Consulting By: Dwicky Dzulian Dinda Putra E1A013011 Legal protection for workers aims to provide certainty of obligations to workers. Work norms that include remuneration and time are the obligations of each work company as regulated in Law Number 13 of 2003 concerning Labor. PT. Pertamina Training And Consulting is a company owned by the Republic of Indonesia which is engaged in supporting service providers. PT. Pertamina Training And Consulting also has an obligation to provide protection for workers' rights which includes working hours and wages. This thesis examines legal protection for workers in terms of work time and wages at PT. Pertamina Training And Consulting Bantul Regency and the implementation of legal protection for workers in terms of wages and work time at PT. Pertamina Training And Consulting Bantul Regency. The writing of this thesis uses a normative juridical method with a statutory approach. The type of data used is secondary data and the data collection method used is a literature study that includes written regulations, legal literature, legal research journals, internet material, and the results of interviews. This thesis shows that there is work protection for the Tank Car Crew PT. Pertamina Training And Consulting in the form of Operation and Distribution Information System (SIOD) which has referred to Law No. 13 of 2003, but in its implementation, overtime and overtime pay at PT. Pertamina Training And Consulting has not been implemented as stipulated in Minister of Manpower and Transmigration Regulation Number 102 / MEN / VI / 2004. Keywords: Legal protection, work time, remuneration. | |
| 20613 | 23593 | E1A013325 | PENGKATEGORIAN KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA YANG DIKELUARKAN ATAS DASAR HASIL PEMERIKSAAN BADAN PERADILAN (Tinjauan Yuridis Terhadap Penerapan Pasal 2 Huruf e Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 Pada Putusan Nomor : 041/G/2015/PTUN.Smg) | Penelitian ini bersumber pada Putusan PTUN Semarang Nomor : 041/G/2015/PTUN.Smg} dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji serta menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam mengkategorikan Surat Keputusan Objek Sengketa sebagai KTUN yang dikecualikan menurut Pasal 2 Huruf e UU Nomor 9 Tahun 2004 dan mendeskripsikan serta menganalisis apakah Surat Keputusan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rembang Nomor : 888/0496/2015 tentang pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil tanpa hak pensiun termasuk dalam kriteria yang dikecualikan menurut Pasal 2 huruf e Undang - Undang Nomor 9 Tahun 2004. Dalam rangka menjawab permasalahan di atas, Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggununakan metode pendekatan Perundang-undangan (Statute Approach) dan metode pendekatan kasus (Case Approach), spesifikasi penelitian deskriptif analitis, metode pengumpulan data melalui studi kepustakaan, metode analisis normatif kualitatif. Berdasarkan pada hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Surat Keputusan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rembang Nomor : 888/0496/2015 tentang pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil tanpa hak pensiun tidak termasuk dalam kategori KTUN yang dikecualikan menurut Pasal 2 huruf e UU Nomor 9 Tahun 2004 karena telah memenuhi unsur komulatif pasal 1 angka 9 UU Nomor 51 Tahun 2009 dan di dalam amar putusan pengadilan TIPIKOR tidak terdapat adanya perintah atau rekomendasi kepada Tergugat/siapapun yang berwenang untuk memberikan sanksi administratif kepada Tenggugat | This research was conducted based on the Semarang State Administrative Court Decision Number : 041 / G / 2015 / PTUN.Smg. The purpose of the research was to review and analyze judicial legal consideration in categorizing Disputed Object Decrees as State Administrative Decision (SAD) wich were excluded under Article 2 Letter e of Law Number 9 of 2004 and analyzing whether the Rembang Regent Decree Number: 888/0496/2015 regarding disrespected dimissal of a Civil Servant without pension rights included in the criteria excluded according to Article 2 Letter e of Law Number of 2004. In order to answer the above problems, the research method used in this study was to use the method of the Statute Approach and Case Approach method, analytical descriptive research specification, method collecting data though library studies, normative analysis method qualitative. Based on the result of the research and discussion it can be concluded that the Rembang Regent Decree Number : 888/0496/2015 regarding termination was not respectfully as a Civil Servant without pension rights not included in the category of State Adimistrative Decissions excluded under Article 2 Letter e of The Law Number 9 of 2004 because it fulfilled the cumulative element of Article 1 Number 9 of Law Number 51 of 2009 and in the court decision of TIPIKOR there is no order or recommendation to the Defendant / anyone authorized to give administrative sanction to the Defendant. | |
| 20614 | 26073 | D1A015001 | PENGARUH TIPE PENGOLAHAN ARES PISANG DAN KLOBOT JAGUNG TERHADAP DAYA AMBANG DAN KERAPATAN PEMADATAN TUMPUKAN | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh amoniasi dan fermentasi terhadap daya ambang dan kerapatan pemadatan tumpukan ares pisang dan klobot. Materi penelitian ini menggunakan ares pisang dan klobot jagung. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari ares pisang tanpa perlakuan (A1); ares pisang fermentasi (A2); ares pisang amoniasi (A3); klobot jagung tanpa perlakuan (A4); klobot jagung fermentasi (A5); dan klobot jagung amoniasi (A6). Peubah yang diamati adalah daya ambang dan kerapatan pemadatan tumpukan. Nilai rataan daya ambang pada ares pisang tanpa perlakuan, dengan perlakuan fermentasi dan amoniasi masing-masing adalah 0,955 m/detik; 0,743 m/detik; 1,220 m/detik (P>0,05). Nilai rataan daya ambang pada klobot jagung tanpa perlakuan, dengan perlakuan fermentasi dan amoniasi masing-masing adalah 1,233 m/detik; 0,718 m/detik; 0,563 m/detik (P>0,05). Nilai rataan kerapatan pemadatan tumpukan pada ares pisang tanpa perlakuan, dengan perlakuan fermentasi dan amoniasi masing-masing yaitu 0.280 g/cm3; 0.323 g/cm3; 0.335 g/cm3 (P>0,05), sedangkan nilai rataan pada klobot jagung tanpa perlakuan, dengan perlakuan fermentasi, dan amoniasi masing-masing nilai ratannya adalah 0,343 g/cm3; 0,173 g/cm3; 0,193 g/cm3 (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan fermentasi dan amoniasi dapat mempengaruhi daya ambang dan kerapatan pemadatan tumpukan tergantung dengan bahan yang digunakan. | The purpose of this study was to examine the effect of ammoniation and fermentation on the floating rate and compact specific density of banana stem and cornhusk. The material of this research is using banana stem and cornhusk. The study was conducted with experimental methods using a completely randomized design with The study was conducted with the experimental method using a completely randomized design with 6 treatments and 4 replications. The treatment was consisted of banana stem without treatment (A1); fermented banana stem (A2); ammoniated banana stem (A3); cornhusk without treatment (A4); fermented cornhusk (A5); and ammoniated cornhusk (A6). The observed variables are floating rate and compact specific density. The average value of floating rate in banana stem without treatment, with fermentation treatment and ammoniation treatment were 0.955 m/sec; 0.743 m/sec; 1,220 m/sec respectively (P>0,05), while average value of floating rate in cornhusk without treatment, with fermentation and ammoniation treatment were 1,233 m/sec; 0.718 m/sec; 0.563 m/sec respectively (P>0,05). The average value of compact specific density in banana stem without treatment, with fermentation treatment and amoniation 0.280 g/cm3; 0.323 g/cm3; 0.335 g/cm3 respectively (P>0,05), while the average value of cornhusk without treatment, with fermentation treatment, and with ammoniation treatment were 0.343 g/cm3; 0.173 g/cm3; 0.193 g/cm3 respectively (P>0,05). The conclusion of this research is the treatment of fermentation and ammoniation can affect the floating rate and compact specific density depending on the material used. | |
| 20615 | 23594 | C1L014009 | THE EFFECT OF TAX ADVERTISEMENT, PERCEPTION OF JUSTICE AND UNDERSTANDING OF TAXATION OF SMALL, MEDIUM ENTERPRISE (SME) ON TAX COMPLIANCE WITH QUALITY OF TAX SERVICE AS MODERATING VARIABLE | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak pada pengusaha kecil dan menegah (UKM). Terdapat Tiga variabel dalam penelitian ini. Variabel eksogen atau independen, variabel endogen atau dependen dan variabel moderasi. Variabel eksogen yang digunakan adalah iklan pajak, persepsi tentang keadilan pajak dan pengetahuan wajib pajak tentang perpajakan. Untuk variabel endogen adalah kepatuhan pajak, serta variabel moderasi yaitu kualitas pelayanan pajak. Responden penelitian ini adalah wajib pajak orang pribadi atau badan yang usahanya tergolong dalam usaha kecil dan menengah serta berdomisili di Kota Purwokerto.Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling, sedangkan sumber data merupakan jenis data primer dengan kuesioner sebagai instrumentnya. Kuesioner yang diberikan kepada 80 responden menggunakan skala Likert 1 sampai 5. SmartPLS 3 digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) iklan pajak berpebgaruh positif dn signifikan terhadap kepatuhan pajak, (2) persepsi keadilan pajak berpegaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan pajak, (3) Pemahaman pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap keatuhan pajak, sayangnya semua hipotesis pada variabel moderasi tidak signifikan dan tidak berpengaruh. Ini berarti kualitas pelayanan pajak tidak bisa memoderasi hubungan antara variabel eksogen dan endogen Kata kunci: Kepatuhan Pajak,Iklan Pajak, Persepsi Keadilan Pajak, Pemahaman Perpajakan, Kualitas Pelayanan Pajak | This study aims to analyze the factors that influence taxpayer compliance in small and medium enterprises (SMEs). There are three variables in this study. Exogenous or independent variables, endogenous or dependent variables and moderating variables. Exogenous variables used are tax advertisements, perceptions of tax justice and taxpayer knowledge about taxation. For endogenous variables are tax compliance, and the moderating variable is the quality of tax services. Respondents of this study are individual taxpayers or entities whose businesses are classified as small and medium enterprises and domiciled in Purwokerto City. The sampling technique used is Purposive Sampling, while data sources are primary data types and questionnaire as an instrument. The questionnaire given to 80 respondents used a Likert scale of 1 to 5. SmartPLS 3 was used to analyze the data in this study. The results of this study indicate that (1) tax advertisement has a positive influence and is significant on tax compliance, (2) the perception of tax justice has a positive and significant influence on tax compliance, (3) Tax understanding has a positive and significant effect on tax compliance, unfortunately all the hypotheses on the moderating variable are insignificant and have no effect. This means that the quality of tax services cannot moderate the relation between exogenous and endogenous variables Keywords: Tax Compliance, Tax Advertisement, Perception of Justice, Understanding of Taxation, Quality of Tax Service | |
| 20616 | 23514 | C1A013076 | EFISIENSI EKONOMIS PADA PRODUKSI DUST COLLECTOR DI PT BUMI PERKASA INTERNASIONAL, BEKASI | Penelitian yang berjudul “Efisiensi Ekonomis Pada Produksi Dust Collector di PT. Bumi Perkasa Internasional, Bekasi” ini, terjadi dikarenakan perusahaan ini berada di kota Bekasi yang merupakan daerah dengan banyaknya jumlah industri yang ada, selain itu perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan penghasil Dust Collector yang produksinya cukup banyak diantara para pesaingnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keuntungan, nilai efisiensi ekonomis, dan titik impas atau Break Even Point dari produksi Dust Collector yang dihasilkan oleh PT. Bumi Perkasa Internasional. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan menggunakan PT. Bumi Perkasa Internasional sebagai obyek dan lokasi penelitian, penelitian ini merupakan penelitian dengan metode survei dan berisi data primer yang diperoleh dari pihak PT. Bumi Perkasa Internasional menggunakan cara mewawancarai responden tersebut. Berdasakan hasil penelitian menunjukan bahwa produksi Dust Collector oleh PT. Bumi Perkasa Internasional pada tahun 2017 menguntungkan karena TR > TC. Dilihat dari analisis efisiensi ekonomis dari keenam jenis Dust Collector nilai rata-ratanya lebih besar dari satu (R/C > 1), yaitu sebesar 1,37. Dari analisis break even point (BEP), keenam jenis Dust Collector tersebut secara keseluruhan sudah melewati titik BEP yang ditentukan sehingga produksi Dust Collector yang dijalankan tidak mengalami kerugian. Hasil produksi pada Dust Collector sudah memberikan keuntungan bagi PT. Bumi Perkasa Internasional dan layak untuk dikembangkan lebih lanjut. Meskipun demikian, pemanfaatan input dalam memproduksi Dust Collector harus lebih diefisiensikan secara ekonomis agar produksi Dust Collector menghasilkan keuntungan maksimal. Untuk peningkatan dan perluasan produksi Dust Collector, hendaknya perlu adanya perluasan pemasaran dan mengikuti tender-tender yang diadakan diluar wilayah jabodetabek dan sekitarnya. | The study, entitled "Economic Efficiency in Dust Collector Production at PT. Bumi Perkasa Internasional, Bekasi" occurred because the company was located in the city of Bekasi which is an area with a large number of existing industries, besides this company is one of the companies producing Dust Collector which has quite a lot of production among its competitors. This study aims to determine the level of profit, value of economic efficiency, and break even point from the production of Dust Collector produced by PT. Bumi Perkasa Internasional. This study uses descriptive quantitative methods and uses PT. Bumi Perkasa Internasional as an object and location of research, this research is a survey method and contains primary data obtained from PT. Bumi Perkasa Internasional uses the method of interviewing these respondents. Based on the results of the study showed that the production of Dust Collector by PT. Bumi Perkasa Internasional in 2017 benefits because of TR> TC. Judging from the analysis of economic efficiency of the six types of Dust Collector the average value is greater than one (R/C> 1), which is equal to 1.37. From the break even point analysis (BEP), the six types of Dust Collector as a whole have passed the specified Break Even Point. So that the production of Dust Collector which running does not experience losses. Production results on the Dust Collector have provided benefits to PT. Bumi Perkasa Internasional and deserve to be developed further. Even so, the use of inputs in producing Dust Collectors must be more economically efficient so that the Dust Collector production produces maximum benefits. To increase and expand the production of Dust Collector, it is necessary to expand marketing and participate in tenders held outside Jabodetabek and its surroundings. | |
| 20617 | 23595 | F1C014040 | Pemaknaan Kode Etik Jurnalistik Pada Wartawan (Studi Fenomenologi SatelitPost Purwokerto) | Kode etik jurnalistik dibentuk sebagai landasan moral dan etika bagi para wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya. Kode etik wajib dipahami dan dilaksanakan oleh wartawan. Namun pada praktiknya, masih banyak wartawan yang tidak menerapkan bahkan melanggar aturan yang ada didalam kode etik jurnalistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana wartawan SatelitPost memaknai Kode Etik Jurnalistik Pasal 2 serta penerapan dalam tugas jurnalistiknya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles and Huberman. Hasil penelitian wartawan SatelitPost memaknai kode etik jurnalistik sebagai pegangan hukum, norma atau aturan, dan pelindung bagi wartawan ketika melaksanakan tugas jurnalistik. Namun ada beberapa aturan yang tertera didalam kode etik yang dianggap kabur. Selain itu, penerapan kode etik jurnalistik ternyata belum sepenuhnya diterapkan oleh wartawan SatelitPost. Kemudian masih ditemukan isu-isu sensitif seperti praktik suap dan cara wartawan memperoleh berita faktual. | The journalistic code of ethics is formed as a moral and ethical foundation for journalists in carrying out their journalistic duties. The code of ethics must be understood and carried out by journalists. But in practice, there are still many journalists who do not implement or even violate the rules that contained in the journalistic code of ethics. This study aims to find out how the reporters of SatelitPost interpret the Article 2 Journalistic Code of Ethics and the application of journalistic tasks. This study uses qualitative methods with a phenomenological approach. The informant selection technique uses purposive sampling technique. Data collection techniques use observation, interview and documentation techniques. Data analysis techniques use the Miles and Huberman model. The results of the research show that the SatellitePost journalist interpret the journalistic code of ethics as a guide to law, norms or rules, and a protector for journalists when carrying out journalistic tasks. But there are some rules contained in the code of ethics that are considered vague. In addition, the application of the journalistic code of ethics was not fully implemented by the SatelitPost journalists. Then sensitive issues were found, such as bribery and the way journalists received factual news. | |
| 20618 | 25599 | F1C015015 | Literasi Media Keluarga TNI-AD Korem 071/Wijayakusuma Pengguna Media Sosial dalam Menerima Informasi Hoaks Pemilu 2019 | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya informasi hoax yang tersebar di media sosial menjelang Pemilu 2019. Informasi dari media sosial sangat besar peranannya dalam mempengaruhi opini publik termasuk penggunanya. Hal ini sejalan dengan kecenderungan pengguna media sosial yang senang membagikan informasi sebelum menganalisisnya terlebih dahulu apakah informasi tersebut benar atau tidak. Keluarga TNI merupakan bagian dari WNI yang memiliki hak memilih pada Pemilu meski kepala keluarganya (TNI) netral. Maka dari itu keluarga TNI harus memiliki bekal literasi media yang tinggi agar dapat bijaksana menentukan pilihannya pada Pemilu 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis tingkat literasi keluarga TNI di perumahan TNI-AD Korem 071/Wijayakusuma Bancarkembar Purwokerto Utara dalam menerima informasi hoax Pemilu 2019. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif menggunakan konsep Individual Competences Framework dengan mengacu pada Technical Skills, Critical Understanding dan Social Competence pada 54 responden untuk mengukur tingkat literasi anggota keluarga TNI Perumahan TNI-AD Korem 071 Wijayakusuma berada pada tingkat basic, medium atau advance dalam menerima informasi hoax Pemilu 2019. Hasil penelitian menunjukkan secara umum tingkat literasi media anggota keluarga TNI Perumahan TNI-AD Korem 071 Wijayakusuma dalam menerima informasi hoax Pemilu 2019 berada pada taraf sedang (medium) dengan perolehan 61,11% sebanyak 33 respoden dimana indikator Technical Skills menempati kategori rendah (basic), pada indikator Critical Understanding menempati kategori sedang (medium) dan pada kategori Social Competence menempati kategori sedang (medium). | This research is distributed by the rise of hoaxes information spread on social media ahead of the 2019 Election. The Social Media has a huge impact in influencing public opinion including its users. This is according to the tendency of social media users that have habit to share information before analyzing it first whether the information is correct or not. The Indonesians Military families are part of Indonesian citizens who have the right to vote in election despite their head of households (the army) are neutral. Therefore the military families member must have a high level of media literacy in order to be wise in making their choices in the 2019 election. The aims of this research is to describe and analyze the media literacy level of the Indonesian military families 071 / Wijayakusuma Bancarkembar housing North Purwokerto in receiving information on the 2019 election. Data collection is done by questioner to 54 respondents. Data analysis was performed using Individual Competence Framework is at the basic, medium or advanced level in receiving information hoaxes 2019 election. From the results of the study, it was found that in general the media literacy level of the Indonesians military families members Korem 071/Wijayakusuma housing in receiving 2019 elections hoaxes information are at the medium level with 61.11% as many as 33 respondents where Technical Skills indicators occupies a low category (basic), on indicators Critical Understanding occupies the medium category and in the Social Competence category occupies the medium category. | |
| 20619 | 23597 | G1H014034 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU IBU DALAM PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II SUMBANG | Abstrak FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU IBU DALAM PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II SUMBANG Nur Oktaviani, Erna Kusumawati, Widya Ayu Kurnia Putri Latar belakang : Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang dihadapi didunia berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian pada anak. Perilaku adalah salah satu cara pencegahan stunting yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu dalam pencegahan stunting pada balita Metodologi: Jenis penelitian observasi dengan rancangan desain Cross-sectional. Sampel penelitian sejumlah 54 ibu balita yang dipilih menggunakan teknik Cluster random sampling. Variabel bebas terdiri dari pendidikan, pendapatan, pengetahuan, sikap, dukungan suami, paparan informasi dan variabel terikat yaitu perilaku ibu dalam pencegahan stunting. Analisis data menggunakan uji Chi Square dan Fisher Exact. Hasil: Ada hubungan pendidikan (p=0,032), pengetahuan (p=0,009), sikap (p=0,047), dukungan suami (p=0,034), paparan informasi (p=0,032) dengan perilaku pencegahan stunting, sedangkan faktor yang tidak berhubungan yaitu pendapatan keluarga (p=0,866). Kesimpulan : Faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu dalam pencegahan stunting adalah pendidikan, pengetahuan, sikap, dukungan suami, dan paparan informasi dengan perilaku pencegahan stunting, sedangkan faktor yang tidak berhubungan yaitu pendapatan keluarga. Kata kunci: Stunting, faktor-faktor, perilaku pencegahan. | Abstract FACTORS RELATED WITH MOTHER BEHAVIOR ON PREVENTION OF STUNTING IN SUMBANG II PUBLIC HEALTH CENTER WORKING AREA Nur Oktaviani, Erna Kusumawati, Widya Ayu Kurnia Putri Background: Stunting is one of the nutritional problems in the world due to the increased risk of illness and death in children. Behavior is the prevention of stunting that is affected by several factors. This study aims to determine factors related to maternal behavior in prevention of stunting in toddlers. Methodology: This observation research using cross-sectional design. The research sample was 54 mothers of toddlers who were selected using Cluster random sampling technique. Independent variables consist of education, income, knowledge, attitudes, husband's support, information exposure and dependent variables are maternal behavior in prevention of stunting. Data analyse were tested by Chi Square and Fisher Exact test. Results: There was a correlation of education (p = 0.032), knowledge (p = 0.009), attitude (p = 0.047), husband's support (p = 0.034), information exposure (p = 0.032) with stunting prevention behavior, while unrelated factors are family income (p = 0.866). Conclusions: Factors related to maternal behavior in stunting prevention are education, knowledge, attitudes, husband's support, and information exposure with stunting prevention behavior, while unrelated factors are family income. Keywords: Stunting, factors, preventive behavior. | |
| 20620 | 23599 | E1A014123 | KEWENANGAN PEJABAT IMIGRASI DALAM MELAKUKAN TINDAKAN ADMINISTRATIF TERHADAP ORANG ASING DI INDONESIA | Dalam era globalisasi dan perdagangan bebas sekarang ini, arus lalu lintas orang asing di Indonesia dapat menyebabkan dampak negatif baik dalam hal kelengkapan dokumen ataupun tindak kejahatan lainnya. Permasalahan yang akan dibahas adalah bagaimana kewenangan Pejabat Imigrasi dalam melakukan Tindakan Administratif Keimigrasian terhadap orang asing di Indonesia dan implikasi hukum apakah yang timbul terhadap Tindakan Administratif Keimigrasian tersebut. Metode pendekatan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang – undangan. Data yang digunakan adalah data sekunder yang dilengkapi data primer sebagai tambahan referensi yang berupa Grafik Data Tindakan Administratif Keimigrasian Kantor Imigrasi Pati. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Kewenangan yang dimiliki oleh Pejabat Imigrasi dalam melaksanakan Fungsi Keimigrasian berupa pemberian Tindakan Administratif Keimigrasian merupakan kewenangan atribusi. Implikasi hukum yang timbul terhadap tindakan Keimigrasian yang diberikan oleh Pejabat dapat memberikan dampak kepada Orang Asing beserta sponsor atau penjamin, dan juga mempunyai dampak kepada pejabat imigrasi itu sendiri | In this globalization and free trade era, the traffic flow of foreigners in Indonesia can cause negative effects in terms of completeness of documents or other crimes. Issues to be discussed are how is the authority of Immigration Officials in performing Administrative Actions against the Immigration of foreigners in Indonesia and what kind of legal implications are arising against the administrative actions of the Immigration. The method in this research is normative juridical with legislative approach. The data used are secondary data, which is accompanied by primary data as the additional reference in the form of Graph Administrative Actions of the Immigration Office Pati. The results shows that the authority owned by Immigration Officials in carrying out the functions in the form of giving an administrative action of immigration visas is known as attributive authority. The legal implications arising upon the immigrative actions given by the authorities can influence the foreigners and sponsors, as well as the immigration officials itself. |