Artikel Ilmiah : E1A014287 a.n. ANDHITA INDIRAYANTI

Kembali Update Delete

NIME1A014287
NamamhsANDHITA INDIRAYANTI
Judul ArtikelPERBANDINGAN PUTUSAN HAKIM TERHADAP PERKARA ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN (Studi Putusan Pengadilan Negeri Kuningan No. 3/Pid.sus.Anak/2017/Pn.Kng dan Putusan No. 4/Pid.sus.Anak/2017/Pn.Kng)
Abstrak (Bhs. Indonesia)PERBANDINGAN PUTUSAN HAKIM TERHADAP PERKARA ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN
(Studi Putusan Pengadilan Negeri Kuningan No. 3/Pid.sus.Anak/2017/Pn.Kng dan Putusan No. 4/Pid.sus.Anak/2017/Pn.Kng)

Oleh:
Andhita Indirayanti
E1A014287

ABSTRAK

Tindak pidana persetubuhan pada umumnya dapat dilakukan dengan pemaksaan maupun tanpa pemaksaan. Sekarang tindak pidana persetubuhan bisa dilakukan oleh siapa saja, baik oleh orang dewasa maupun anak-anak. Anak-anak melakukan tindak pidana persetubuhan bisa dikarenakan dorongan rasa ingin tahu, sampai dorongan nafsu dari anak tersebut untuk melakukan persetubuhan. Di sini penulis akan membandingkan dua putusan tindak pidana persetubuhan yang dilakukan oleh anak, yaitu putusan No. 3/Pid.sus.Anak/2017/Pn.Kng dan putusan No. 4/Pid.sus.Anak/2017/Pn.Kng.
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan deskriptif. Sumber data yang digunakan berupa data sekunder yang terdiri bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier, metode pengumpulan data studi kepustakaan, metode analisis normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini diketahui bahwa hakim dalam menjatuhkan pidana dalam putusan No. 3/Pid.sus.Anak/2017/Pn.Kng dan Putusan Nomor. 4/Pid.sus.Anak/2017/Pn.Kng telah mempertimbangkan pada keadaan yang memberatkan maupun yang meringankan Anak, dan serta mempertimbangkan unsur-unsur yang terdapat pada Pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo. Undang-undang RI Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, Terdapat persamaan dan perbedaan dari kedua putusan tersebut yaitu Persamaannya baik Anak sebagai pelaku maupun Anak Korban sama-sama masih di bawah umur. perbedaannya dapat dilihat dalam putusan pertama, bahwa perbuatan persetubuhan disertai dengan ancaman kekerasan yang dilakukan Anak menimbulkan akibat yang membuat Anak korban hamil, trauma, mengalami ketakutan, serta rasa malu karena harus putus sekolah. Sedangkan pada putusan kedua akibatnya tidak seberat daripada putusan pertama karena perbuatan tersebut dilandasi perasaan saling mencintai.


Abtrak (Bhs. Inggris)THE CRIMINAL ACT OF SEXUAL INTERCOURSE
(Study Case concerning to Court Decision Number 3/Pid.sus.Anak/2017/Pn.Kng and Court Decision Number 4/Pid.sus.Anak/2017/Pn.Kng)

By:
Andhita Indirayanti
E1A014287

ABSTRACT

The criminal act of sexual intercourse is commonly committed with or without victim’s consent. Present days, sexual intercourse can be committed by anyone, such as adult and children. For children, sexual intercourse can be conducted by children because of the sense of curiousity and their sense of lust to do so. Through this research, researcher will compare two court decisions of criminal act of sexual intercourse’s committed by children, those are Court Decision Number 3/Pid.sus.Anak/2017/Pn.Kng and Court Decision Number 4/Pid.sus.Anak/2017/Pn.Kng.
This research used juridist-normative approach. The research specification used are descriptive. The data source used are secondary data consisting of primary legal material, secondary legal material, and tertiary legal material, and the method of data submission is literature study, and the analysis method used is normaive-qualitative.
Based on he result and study upon this research, it can be inferred that the judge in terms of sentencing punishment at Court Decision Number 3/Pid.sus.Anak/2017/Pn.Kng and Court Decision Number 4/Pid.sus.Anak/2017/Pn.Kng had considered aggravating and mitigating conditions, also considered several elements which written on Article 81 Pharagraph (1) and Pharagraph (2) Act Number 35 Year 2014 on Revision Upon Act Number 23 Year 2002 on Child Protection jo. Act Number 11 Year 2012 on Juvenile Justice System, there are similarities and distinction from those two decisions, for the similarity that is the children as the perpetrator and children as underage victim. The difference, from the first decision, it can be inferred that the act of sexual intercourse with threats of violance which committed by children caused the consequences that make the child pregnant, trauma, experience of fear, and pudency since they should drop out of school. Whereas at the second decision, the consequence was not as heavy as in the first decision since the act itself was based on the sense of mutual love.

Keywords: Comparison, Criminal Act of Sexual Intercourse, Children.


Kata kunciPerbandingan,Tindak pidana persetubuhan, Anak.
Pembimbing 1Dr.H. Kuat Puji Prayetno, S.H.,M.Hum
Pembimbing 2Dr. H. Setya Wahyudi, S.H., M.H
Pembimbing 3Dr. Budiyono, S.H.,M.Hum
Tahun2018
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2018-11-10 11:20:22.999447
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.