Artikelilmiahs

Menampilkan 14.801-14.820 dari 49.719 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1480118119E1A012208BANTUAN HUKUM BAGI TERSANGKA DALAM PROSES PENYIDIKAN (STUDI DI POLRES TEGAL KOTA)ABSTRAK
KUHAP mengatur panduan bagaimana beracara dalam hal perkara pidana di Indonesia.Didalamnya, satu pihak meletakan hak-hak dan satu pihak lainnya meletakkan kewajiban.Semua ini bertujuandemi penyempurnaan sistem peradilan di Indonesia.
Indonesia merupakan Negara hukum.Konsekuensi Indonesia sebagai Negara hukum memberikan konsekuensi, haruslah terjamin persamaan dimuka hukum. Dalam konteks terjaminnya persamaan dimuka hukum maka terdapat pelekatan hak-hak tersangka dalam proses penyidikan.
Penyidikan adalah proses dalam rangka mencari kebenaran materiel dalam sebuah perkara pidana. Dimana penyidik dalam rangka mencari kebenaran materiel diperkenankan untuk memeriksa tersangka dan saksi yang berkaitan sebuah tindak pidana tertentu. Penyidik dalam proses penyidikan memungkinkan untuk mengkonfronir pernyataan satu pihakk dengan pihak yang lainnya.
Dengan dirumuskannya Pasal 114 Kuhap memberikan arti bahwa selama proses penyidikan, haruslah tersangka mendapatkankan bantuan hukum, karena hal tersebut merupakan hak yang melekat pada diri tersangka. Kewajiban penyidik untuk menyediakan Penasihat Hukum adalah dalam rangka mengurangi tindakan semena-mena penyidik.
Penelitian berjudul Bantuan Hukum Bagi Tersangka Dalam Proses Penyidikan(Studi Di Polres Tegal Kota).Pada penelitian ini menjelaskan tentang Implementasi Pasal 114 KUHAP. Ternyata ditemukan hasil penelitian bahwa penyidik kurang begitu maksimal dalam memberikan hak tersangka dalam proses penyidikan.
ABSTRACT
KUHAP is sets guidelines for how proceedings in criminal cases in Indonesia. In it, the party put the rights and one of the other obligations parties laid. All these aim for the sake of improvement of the judicial system in Indonesia
Indonesia is a country of law. Consequences of Indonesia as a state legal consequences, should be guaranteed equality before the law. In the context of ensuring the equality before the law, so there are an attachment to the rights of suspects in the investigation process.
Investigation is the process in order to seek the truth of the material in a criminal case. Where investigators in order to find the truth of the material allowed to check suspects and witnesses relating to a specific criminal offense. Investigators in the investigation process allows for confronting statement of one party to the other party.
With the formulation of Article 114 of the KUHAP gives the sense that during the investigation, the suspects should receive legal aid, because it is the inherent right of self-suspect.Liabilities investigators to provide Legal Counsel are in order to reduce the caprices investigator.
This research entitled Legal Aid For Suspects In the Process of Investigation (Studies In PolresTegal City).In this research explain about the implementation of Article 114 KUHAP.It was found that the results of research is investigators were less maximal in giving the rights of suspects in the investigation process.
1480218120E1A012115PENGELOLAAN BENDA SITAAN HASIL TINDAK PIDANA KORUPSI DI RUMAH PENYIMPANAN BENDA SITAAN NEGARA (RUPBASAN) BANDUNGTindak pidana korupsi tentu suatu tindak pidana yang sangat merugikan negara dimana benda sitaan hasil tindak pidana korupsi akan dilakukan penyitaan untuk proses acara pemeriksaan. Benda sitaan hasil tindak pidana korupsi tersebut akan disimpan pada RUPBASAN. Tugas dan fungsi RUPBASAN adalah mengelola benda sitaan hasil tindak pidana korupsi agar tidak mengalami penyusutan nilai secara kuantitatif dan kualitatif. Pengelolaan diadakan pada benda sitaan tersebut agar terwujudnya pengembalian aset negara karena tindak pidana korupsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengelolaan benda sitaan hasil tindak pidana korupsi di RUPBASAN Bandung dan mengetahui hambatan dalam pengelolaan benda sitaan hasil tindak pidana korupsi di RUPBASAN Bandung. Dari hasil penelitian bahwa pengelolaan benda sitaan hasil tindak pidana korupsi di RUPBASAN Bandung dilaksanakan pengelolaan administrasi dan pengelolaan fisik. Tugas RUPBASAN Bandung yang paling utama merupakan pengelolaan fisik berupa pemeliharaan, pengamanan dan penyelamatan. Faktor hambatan pada proses pengelolaan benda sitaan hasil tindak pidana korupsi ialah penegak hukum sendiri berupa kurangnya koordinasi dan kualitas Sumber Daya Manusia pada RUPBASAN Bandung.Corruption of a crime that is very detrimental to the country where confiscated objects as a result from corruption will be foreclosure for investigation process. confiscated object as a resulted corruption will be saved in RUPBASAN. Duties and functions RUPBASAN is manage confiscated objects as a result from corruption didn’t depreciation on both quantitative and qualitative value. Management held on the confiscated objects for the realization of the return of state assets for corruption. The purposes of this research is to know and to analyze management confiscated objects as a result from corruption in RUPBASAN Bandung and to know obstacle about management confiscated objects as a result from corruption in RUPBASAN Bandung. Based on the result of research that management confiscated object as a result from corruption in RUPBASAN Bandung implement administrative management and physical management. The most important duty of RUPBASAN is administrative physical about maintenance, pacification and redemption. The factor obstacle in the process management confiscated objects as a result from corruption is a law enforcement in such as lack of coordination and the quality of human resources in RUPBASAN Bandung.
1480318122E1A013002PENGHENTIAN PENYIDIKAN TINDAK PIDANA KORUPSI ( Studi Tentang Surat Perintah Penghentian Penyidikan Oleh Kejaksaan Agung Terhadap PT.ANGKASA PURA I )
Tindak Pidana Korupsi merupakan salah satu tindak pidana yang secara masif terjadi di Negara Indonesia, Kejaksaan Agung sebagai salah satu lembaga yang berwenang menyelidiki kasus korupsi dapat melakukan penghentian penyidikan dan mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau lazim disebut SP3. penghentian penyidikan itu, ialah tindakan penyidik menghentikan penyidikan suatu peristiwa yang didugas sebagai tindak pidana karena untuk membuat terang peristiwa itu dan menentukan pelaku sebagai tersangkanya tidak terdapat cukup bukti, atau dari hasil penyidikan diketahui bahwa peristiwa tersebut bukan merupakan tindak pidana, atau penyidikan dihentikan demi hukum.Sedangkan arti dari surat perintah penghentian itu sendiri adalah surat pemberitahuan dari penyidik pada penuntut umum bahwa perkara dihentikan penyidikannya.Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) menggunakan formulir yang telah ditentukan dalam Keputusan Jaksa Agung No. 518/A/J.A/11/2001 tanggal 1 Nopember 2001 tentang Perubahan Keputusan Jaksa agung Republik Indonesia No. 231/JA/11//1994 tentang Adminitrasi Perkara Tindak Pidana. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui mengenai dasar pertimbangan Kejaksaan Agung dalam melakukan penghentian penyidikan tindak pidana korupsi PT.ANGKASA PURA I dan mengetahui akibat hukum dari penghentian penyidikan tindak pidana korupsi PT.ANGKASA PURA I. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk pengembangan ilmu hukum pidana dan hukum acara pidana, khususnya mengenai Penghentian Penyidikan Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung terhadap tindak pidana korupsi PT.ANGKASA PURA I. Metode yang digunakan dalam penelitan ini berupa normative kualitatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif analitis, dan menggunakan bahan hukum primer dan sekunder. Dalam posisi kasus berawal dari pengadaan lima unit kendaraan Damkar oleh Manajemen PT. ANGKASA PURA I, guna mengantisipasi kebakaran seiring tingginya volume penerbangan di tanah air. Sesuai anggaran 2015, kendaraan-kendaraan itu akan ditempatkan di Bandar Udara (Bandara) Adisucipto Yogyakarta, Bandara Achmad Yani Semarang, Bandara Adi Sumarmo Solo, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dan Bandara Sam Ratulangi Manado.Praktiknya diduga ditemukan sejumlah kejanggalan, mulai spesifikasi dan lainnya sehingga diduga terjadi total loss (kerugian total), namun Corporate Secretary PT.ANGKASA PURA I Farid Indra Nugraha berpendapat pengadaan sudah dilakukan sesuau ketentuan yang berlaku. Kemudian, Kejaksaan Agung melakukan penghentian penyidikan secara diam-diam terhadap PT.ANGKASA PURA I yang melakukan tindak pidana korupsi terhadap pengadaan lima unit mobil pemadam kebakaran ( Damkar ) senilai Rp 63 Milyar. Criminal acts of Corruption is one of the criminal acts that have occurred in the country's massive Indonesia, the Attorney General's Office as one of the authorized agencies investigating the corruption case can performs the termination of investigation and issue Warrants Termination of investigation or commonly known as SP3. termination of investigation it is the actions of investigators stopped the investigation on an event that didugas as a criminal act because to make light of the incident and determine the perpetrator should suspect as there was no enough evidence, or from the results of the investigation noted that such events do not constitute a criminal offence, or the investigation is stopped by law. While the meaning of warrant termination itself is a notification letter from investigators at the Prosecutor that stopped. Warrant Termination of investigation (SP3) using the form specified in the Attorney General's Decision No. 518/A/A/j. 11/2001 dated 1 November 2001 Decision on changes in the Attorney General of the Republic of Indonesia No. 231/JA/11//1994 of its administrative HR Matters a criminal offence. This research aims to find out about the basic consideration of the Attorney General's Office in the termination of investigation criminal act corruption Angkasa PURA I Corporation and know the legal consequences of the termination of the investigation of criminal acts of corruption of ANGKASA PURA I Corporation. The results of this research are expected to be used for the development of the science of criminal law and criminal procedure law, in particular regarding the termination of the investigation of criminal acts of Corruption committed by the Attorney General against the criminal acts of corruption of ANGKASA PURA I Corporation. Methods used in this study in the form of normative qualitative research with specification prescriptive analytical, and using primary and secondary legal materials. In the case of the procurement of five units of vehicles by Damkar Management ANGKASA PURA I Corporation, in order to anticipate fires along the high volume of flights in the country. The vehicles will be stationed at the Airport (the airport) Adisucipto Airport in Yogyakarta, Semarang's Achmad Yani Airport, Adi Sumarmo airport Solo, Hasanuddin Airport Makassar and Manado's Sam Ratulangi airport. Practice allegedly found a number of irregularities, ranging from other specifications and so allegedly happened a total loss (total loss), but Corporate Secretary Angkasa PURA I Corporation Farid Senses Nugraha argues the procurement was done sesuau conditions. Later, the Attorney General's Office conduct the termination of investigation secretly against Angkasa PURA I Corporation who did the crime of corruption towards the procurement of five units of fire engine (Damkar) worth Rp 63 billion.

1480418123G1A013088HUBUNGAN ANTARA OBESITAS DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA SISWA SMP BRUDERAN DAN SUSTERAN PURWOKERTOObesitas merupakan akumulasi lemak yang abnormal dapat menjadi resiko berbagai penyakit. Obesitas pada remaja dapat mempengaruhi psikososial, salah satunya adalah kepercayaan diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara obesitas dengan kepercayaan diri pada siswa SMP Bruderan Susteran Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah siswa SMP Bruderan dan Susteran Purwokerto sebanyak 49 siswa dan diambil secara consecutive sampling. Analisis data yang digunakan adalah chi-square dengan alternatif uji fisher exact. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai uji sebesar 0=0,036 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan obesitas dengan kepercayaan diri pada siswa SMP Bruderan dan Susteran Purwokerto.Obesity is an abnormal accumulation of fat that can be a risk of various diseases. Obesity in adolescence may affect psychosocial, one of them is confidence. This study aims to determine the relationship between obesity and self-confidence in junior high school students Bruderan Sisters Purwokerto. To examine the relationship between obesity and self-confidence in junior high school students Bruderan Sisters Purwokerto.This research was observational analytic survey with cross-sectional approach. Samples are junior high school students and Sisters Purwokerto Bruderan many as 49 students and taken by consecutive sampling. Analysis of the data using chi-square test alternative fisher exact. Based on the calculations, test values of 0 = 0.036 (p <0.05). Conclusion of this research that there is a relationship of obesity self confidence in junior high school students and Sisters Bruderan Purwokerto.
1480518124A1L012013Pertumbuhan dan Hasil Padi Gogo pada Sistem Tanam Padi - RumputPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) tanggap varietas padi gogo yang ditanam dengan sistem tanam padi-rumput terhadap pertumbuhan dan hasilnya, 2) pengaruh jenis rumput yang ditanam terhadap pertumbuhan dan hasil padi gogo pada sistem tanam padi-rumput dan 3) sistem tanam padi rumput yang menghasilkan pertumbuhan dan hasil padi gogo tinggi. Penelitian dilaksanakan di lahan kering Desa Cendana Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga pada bulan Maret hingga September 2016. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan petak terbagi yang terdiri atas dua faktor dengan tiga ulangan. Petak utama terdiri atas varietas yaitu Situ Bagendit, Inpago Unsoed 1, dan Situ Patenggang. Anak petak terdiri atas jenis rumput yaitu tanpa rumput, rumput gajah, tanaman sereh, serta rumput gajah dan sereh. Variabel penelitian yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah anakan, bobot segar tajuk, bobot kering tajuk, bobot segar akar, bobot kering akar, panjang malai, jumlah malai per rumpun, jumlah gabah isi per rumpun, bobot gabah isi per rumpun, bobot 1000 biji, bobot gabah per petak efektif, dan bobot gabah per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter pertumbuhan dan hasil padi gogo yang tinggi ditunjukkan oleh varietas Situ Patenggang. Keberadaan rumput gajah dan sereh tidak mempengaruhi pertumbuhan dan hasil padi gogo. Padi gogo varietas Situ Patenggang mampu memberikan hasil tertinggi pada bobot gabah per petak efektif dan bobot gabah per hektar apabila ditanam pada sistem tanam padi-sereh.The objectives of this study wereto know 1) response of upland rice varieties were planted with grass-rice cropping systems on growth and yield, 2) effect of type of grass planted on the growth and yield of upland rice in cropping systems of rice-grass and 3) rice cropping system that high gained growth and yield of upland rice. The research was conducted on dry land in Cendana Village, Kutasari district in Purbalingga regency from March until September 2016. The experimental design used was split plot design, with two factors and three replication. The main plot consisted of varieties i.e. Situ Bagendit, Inpago Unsoed 1, and Situ Patenggang. Sub plot consisted of a kind of grass i.e. no grass, elephant grass, lemongrass, and elephant grass and lemongrass. The variable observed in this research were among others: height of plant, number of leaf, area of leaf, number of tillers, weight of fresh shoot, weight of dry shoot, weight of fresh root, weight of dry root, length of panicle, number of panicles per hill, number of filled grain per hill, filled grain weightper hill, weight of 1000 grains, weight of grain per effective plot, and weight of grain per hectare. The results showed that the highest character of growth and yield of upland rice varieties showed by the Situ Patenggang. The existence of the elephant grass and lemongrass does not affect the growth and yield of upland rice. Situ Patenggang upland rice varieties able to obtained highest yield in grain weight per effective plot and grain per hectare was gained when planted in cropping system rice-lemongrass.
1480618125E1A012224KEBIJAKAN POLISI DALAM UPAYA PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA (Studi di Wilayah Kepolisian Daerah Bengkulu)ABSTRAK

Penelitian ini berjudul: “KEBIJAKAN POLISI DALAM UPAYA PENANGGULANGAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA (Studi di Wilayah HukumKepolisian Daerah Bengkulu).”

Perkembangan narkotika pada awalnya digunakan hanya sebagai pengobatan di dalam dunia medis. Dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman, penggunaan narkotika telah disalahgunakan secara melawan hukum. Tindak pidana narkotika saat ini menjadi masalah terbesar bagi negara-negara di dunia.
Di Indonesia, mengenai tindak pidana narkotika, diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Penyalahgunaan narkotika tersebut khususnya diatur dalamPasal 127 Jo Pasal 55, Pasal 112 dan Pasal 114.
Tindak pidana narkotika yang terjadi di wilayah hukum Bengkulu dalam kurun waktu 2012 hingga 2016 terus meningkat. Dalam upaya pemberantasan dan penanggulangan tindak pidana penyalahgunaan narkotika, polisi berpedoman pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Republik Indonesia.
Penelitian dilakukan untuk mengetahui kebijakan kepolisian di wilayah hukum Bengkulu dalam upaya penanggulangan tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Kebijakan tersebut bertujuan untuk menekan jumlah penyalahguna atau pemakai, dan memberikan efek jera dengan sanksi pidana bagi para Bandar atau pengedar. Dengan adanya Surat Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2010 Tentang Penempatan Penyalahgunaan, Korban Penyalahgunaan Dan Pecandu Narkotika Ke Dalam Lembaga Rehabilitasi Medis Dan Rehabilitasi Sosial, merupakan salah satu penghambat dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
ABSTRACT

This research is titled: “THE POLICE POLICY OF NARCOTICS ABUSE PREVENTION EFFORTS (Study in Bengkulu Provincial Police Jurisdiction).”

Narcotics was originally used only as a treatment in the medical. By time and as an era development, the usage of narcotics has been abused againts the law. Criminality of narcotics abuse is the most big problem for many countries in the world nowadays.
In Indonesia, criminality of narcotics abuse governed in legislation No. 35 year of 2009 about narcotics. In specific those narcotics abuse governed by article 127, article 55, article 112 and article 114.
Criminality of narcotics abuse that happen in Bengkulu Provincial in the period from 2012 to 2016 continuously increase. In efforts of eradication and prevention the criminality of narcotics abuse, police guided by legislation No. 2 year of 2002 about Police of Republic Indonesia.
Research done for knowing the police policy in Bengkulu Provincial Jurisdiction in efforts to eradication criminality of narcotics abuse. The policy aims to reduce the number of abuser or drugs user, beside that it is potentially raise a deterrent effect with criminal sanctions for drugs dealer or drugs user. By the Mahkamah Agung letter (SEMA) No. 4 year of 2010 about replacement for abuser, abuser victim and drugs addicts into Medical Rehabilitation Institution and Social Rehabilitation, is the one of obstacles in execution of police duties.
1480718126H1C013021PERANCANGAN SISTEM PENGAMAN FREKUENSI THREE-LEVEL INVERTER TIGA SAKLAR BERBASIS ARDUINO UNOPertumbuhan industri di indonesia saat ini cukup tinggi, sehingga mengakibatkan kebutuhan akan listrik pun semakin meningkat. Akan tetapi meningkatnya konsumsi energi listrik berkebalikan dengan ketersedian bahan bakar konvensional yang semakin menipis. Sehingga menuntut manusia untuk menggunakan energi alternatif seperti angin, tenaga matahari dan gelombang laut. Penerapan energi alternatif tersebut memerlukan piranti pengkonversi energi seperti inverter. Penggunaan inverter dewasa ini semakin pesat seiring dengan berkembangnya sistem energi terbarukan yang memerlukan konversi sumber tegangan DC seperti pada panel surya ataupun baterai menjadi tegangan AC. Karena pentingnya inverter tersebut maka diperlukannya sistem pengaman agar inverter tidak cepat rusak, salah satu pengaman inverter tersebut adalah pengaman frekuensi. Penelitian ini dilakukan dengan simulasi, rancang bangun dan pengambilan data di laboratorium Teknik Elektro Unsoed, pada Three Level Inverter tiga saklar dengan menggunakan sistem pengaman Frekuensi berbasis Arduino UNO. Simulasi komputer dengan menggunakan proteus dan arduino IDE pada sistem pengaman frekuensi menujukan tingkat ketelitian pembacaan frekuensi mencapai 100% sedangkan hasil pengujian di laboratorium terhadap prototype sistem dengan frekuensi keluaran inverter 50Hz sistem mampu membaca frekuensi keluaran inverter tersebut sebesar 49.97, sehingga hanya memiliki persentase kesalahan 0.06%. Sedangkan untuk hasil pengujian inverter yaitu mampu menghasilkan gelombang output tegangan tiga level dengan tegangan sebesar 205.4 Vac frekuensi 50Hz menggunakan trafo step up pada beban 14W.
Industrial development in Indonesia is reasonably high nowadays, so that it is resulting electricity requirement has increased. However, the increased consumption of electrical energy is contrary to the diminished conventional fuel availability. Thus demanding human beings for using alternative energy such as wind, solar and ocean waves. The application of alternative energy requires energy converter tools such as inverter. Nowadays, an inverter utilization is expanding exponentially along with the expanding a renewable energy system that requires conversion to the DC voltage sources such as a battery or a solar panel into AC voltage. Based on the importance of inverter then need a protection system for inverter so that the inverter not easily damaged, one of protection inverter is protection frequency. This study was conducted with the simulation, design and data collection in the laboratory of Electrical Engineering Unsoed, on Three Level Inverter with three switches using the protection frequency system based Arduino UNO. The computer simulations using proteus and arduino IDE on protection system frequency to show accuracy level of frequency readings reaches 100% whereas the results of laboratory test for prototype system with the output frequency of 50Hz inverter system are capable to reading the inverter output frequency of 49.97, thus only had error percentage 0.06%. Whereas for the test results of inverter is able to produce output wave at three-level voltage with a voltage 205.4 VAC, 50Hz using a step-up transformer at 14W load.
1480818127A1L012084PENGARUH APLIKASI ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI GOGOPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) respons beberapa varietas padi gogo terhadap aplikasi asap cair tempurung kelapa; (2) pengaruh konsentrasi asap cair tempurung kelapa terhadap pertumbuhan dan hasil padi gogo; (3) varietas padi gogo dan konsentrasi asap cair tempurung kelapa yang mampu menghasilkan pertumbuhan dan hasil optimum. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Cendana Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga pada bulan April-September 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan petak utama merupakan varietas padi gogo yaitu Situ Bagendit, Inpago Unsoed I dan Situ Patenggang, serta anak petak merupakan konsentrasi asap cair tempurung kelapa (ACTK) yaitu ACTK 0, ACTK 1:100 dan ACTK 1:200. Kombinasi perlakuan yang diperoleh sebanyak sembilan unit dan diulang tiga kali sehingga ada 27 unit percobaan. Variabel yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot kering tajuk dan akar vegetatif, jumlah anakan, jumlah malai per rumpun, jumlah gabah isi per rumpun, bobot gabah isi per rumpun, jumlah gabah hampa per rumpun, bobot gabah hampa per rumpun, bobot gabah 1000 biji, panjang malai, bobot gabah petak efektif dan bobot per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil yang terbaik ditunjukkan oleh varietas Situ Patenggang. Aplikasi asap cair tempurung kelapa (ACTK) mampu meningkatkan luas daun, bobot kering akar vegetatif, jumlah gabah isi per rumpun, bobot gabah isi per rumpun dan bobot gabah 1000 biji. Pertumbuhan dan hasil optimum ditunjukkan oleh varietas Situ Patenggang pada aplikasi ACTK konsentrasi 1:100.The objectives of this study were to know (1) the response of some varieties of upland rice of application of coconut shell liquid smoke; (2) the effect of concentration of coconut shell liquid smoke on growth and yield of upland rice; (3) upland rice varieties and concentration of coconut shell liquid smoke able to improve growth and optimum yield. This research was conducted in Cendana village of the district Kutasari, Pubalingga Regency in April-September 2016. This research was used a split plot design with the main plot of the upland rice varieties Situ Bagendit, Inpago Unsoed I and Situ Patenggang, and the sub plot of concentration of coconut shell liquid smoke (CSLS) were CSLS 0, CSLS 1:100 and CSLS 1:200 were tested. Combination of treatments were consist of nine units and repeated three times, so the total units were 27 experimental units. Variables observed were plant height, leaf number, leaf area, canopy dry and root dry weight of vegetative, tiller number, number of panicles, number of filled grain, weight of filled grain, number of empty grain, weight of empty grain, weight of 1000 seeds, panicle length, effective grain weight and grain weight per hectare. The results showed that the best growth and yield was Situ Patenggang. Application of coconut shell liquid smoke (CSLC) was increase on leaf area, dry weight of root, weight of filled grain, grain weight of 1000 seeds and number of filled grain. the optimum of growth and yield showed by variety of Situ Patenggang at a concentration 1:100 of CSLC.
1480918128E1A012366Perlindungan Hukum Bagi Warga Maysarakat Dalam Proses Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum. Tujuan negara yang tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945, Indonesia menganut paham negara kesejahteraan (welfare state), sedangkan berdasarkan Pasal 1 ayat (3) UUD 1945, Indonesia adalah negara hukum. Sebagai negara hukum yang menganut paham negara kesejahteraan, Indonesia mempunyai karakteristik bahwa pemerintah tidak boleh melaksanakan aktivitasnya atas dasar kekuasaan belaka, tetapi harus berdasar pada hukum dan pemerintah mempunyai kewajiban untuk mengupayakan kesejahteraan umum yang dijalankan melalui pembangunan nasional. Berkaitan dengan pengadaan tanah bagi kepentingan umum untuk menjalankan kewajiban pemerintah dalam mengupayakan kesejahteraan umum melalui pembangunan nasional, khususnya pembangunan fisik, selalu terdapat konflik antar kepentingan, yaitu kepentingan perseorangan yang tanahnya akan diambil untuk pembangunan dengan kepentigan umum yang diupayakan pemenuhannya oleh pemerintah. Permasalahan yang akan dibahas adalah bagaimana perlindungan hukum bagi warga masyarakat dalam proses pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perlindungan hukum masyarakat dalam proses pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum.
Metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analitis. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, buku-buku literatur dan situs-situs internet.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa secara umum semua peraturan perundang-undangan yang pernah mengatur tentang pengadaan tanah bagi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum, sudah memberikan perlindungan hukum bagi warga masyarakat ditandai dengan adanya pengaturan pemberian ganti kerugian yang layak. Tetapi tidak semua peraturan perundang-undangann tersebut memenuhi syarat yang terdapat di dalam Pasal 18 Undang Undang Pokok Agraria, karena tidak semua peraturan perundang-undangan tersebut berbentuk sebuah undang-undang.
The aim of the nation that were written in the fourth paragraph of the Indonesia Constitution opening were: Indonesia adheres the welfare state concept, whereas based on the 3rd Clause of the 1st Article of the Constitution of the Republic of Indonesia, Indonesia is a legal state. As a legal state which adheres the welfare state concept, Indonesia has a characteristic, in which the government is not allowed to implement its activities merely based upon its sovereignty, but it has to be based upon the regulations and the government has an obligation to strive for general welfare through national development. In regards of land acquisition for public interest to implement government’s obligations in order to strive for general welfare through national development, especially physical development, there is always an inter-interest conflict, which is an individual interest whose land will be taken for national development with the general interest whose fulfillment is strived by the Government. The issues that will be discussed are how the society would be legally protected in the process of land acquisition for general interest. This research aims to find out the legal protections for the society in land acquisition process for national development in the name of general interest.
This research is using the normative juridical approach with legal and analytical approach. Data that are used is secondary data, in form of regulations and legislations, literary books, and internet sites.
Based upon the research and the study result, it can be concluded that in general every regulations and legislations that ever regulated about the land acquisition for national development in the name of general interest, had already given legal protection for the society. It is indicated with the existence of the regulation about decent compensation. However, not all regulations fulfill the requirements that are written in 18th Article of Agrarian Act, as not every regulation is in an Act form.
1481018130A1G010013EFISIENSI PEMASARAN TELUR AYAM BURAS
(Studi Kasus pada Kelompok Wanita Tani Ternak “Wanita Karya” Desa Karanggude Kulon, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas)
Kelompok wanita tani ternak “WanitaKarya” merupakan salah satu kelompok tani di Kabupaten Banyumas yang memelihara ayam buras (Galusstursicus) dengan produksi berupa telur ayam. Banyaknya lembaga pemasaran mempengaruhi panjang pendeknya saluran pemasaran dan besar kecilnya marjin pemasaran serta farmer’s share, sehingga berpengaruh terhadap tingkat efisiensi pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya marjin pemasaran, bagian harga yang diterima oleh peternak (Farmer’s share) dan juga untuk mengetahui saluran pemasaran yang paling efisien secara teknis dan ekonomis.
Pengambilan data dilakukan bulan Juni 2014. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karanggude Kulon, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, pengambilan sampel dengan metode sensus pada 10 orang peternak dan pengambilan sampel pedagang menggunakan Snowball Sampling berjumlah 5 orang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, marjin pemasaran, farmer’s share, analisis efisiensi pemasaran secara teknis dan ekonomis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Kelompok Wanita Tani Ternak “Wanita Karya” di Desa Karanggude Kulon Kecamatan Karanglewas terdapat 2 saluran pemasaran yaitu : 1. KWTT “WanitaKarya” – Anggota–Pengecer – Konsumen, 2. KWTT “WanitaKarya” –Anggota– Konsumen. Marjin pemasaran pada saluran pertama sebesar Rp 600,00,dan marjin pemasaran pada saluran kedua sebesar Rp 500,00. Bagian harga yang diterima peternak farmer’s share pada saluran pertama sebesar 66,67 persen, pada saluran kedua sebesar 70,59 persen. Efisiensi teknis dan ekonomis saluran pemasaran I pada KWTT “Wanita Karya” masing-masing sebesar 4,07 dan 11,66, sedangkan saluran pemasaran II efisiensi teknis dan ekonomis masing-masing sebesar 3,85 dan 12,12. Saluran pemasaran telur ayam buras II lebih efisien dari saluran pemasaran telur ayam buras I.
Women farmers of livestock group"WanitaKarya" is one of the farmer’s group in Banyumasdistrict the maintains (Galusstursicus) with domestic poultry production in the form of chicken egg. Many marketing agencies affect the length of the short marketing channels and marketing margins and the size of the farmesr’s share, so that the effect on the efficiency of marketing channels. This study aims to determine the marketing margin, part of the price received by farmers (Farmer's share) and also to determine the most efficient marketing channels is technically and economically.
Data was done in June 2014. The research was conducted in the village of KaranggudeKulon, Karanglewas Sub-district, Banyumas District. The research method used is the case study method, sampling methods snowball sampling of 5 people. Analytical method used are descriptive analysis, marketing margin, the farmer's share, marketing efficiency analysis is technically and economically.
The research results showed that the women farmer’s of livestock group "WanitaKarya" in the village of the Karanggudekulon, Karanglewas Sub- districtare two marketing channels: 1. KWTT "WanitaKarya" - Member – Retailer -Consumers, 2. KWTT "WanitaKarya" – Member - Consumers , Marketing margin on the channel I of Rp 600.00, and the marketing margin on channel II of Rp 500.00. Part of prices received by farmers at the farmer's share of 66,67 percentchannel I, channel II of 70,59 percent. Technical and economic efficiency of marketing channels I in KWTT "WanitaKarya," each of 4.07 and 11.66, while the marketing channel II technical and economical efficiency each ofof 3.85 and 12.12. Range chicken eggs marketing channel II is more efficient marketing channel range chicken eggs I.
1481118131A1H013065PENGARUH JENIS KEMASAN PLASTIK TERHADAP KETAHANAN MUTU BAWANG MERAH (Allium cepa var ascalonicum (L)). SELAMA PENYIMPANAN SUHU RUANGBawang Merah (Allium cepa var ascalonicum (L)) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang masih mengalami proses hidup setelah dipanen meliputi perubahan fisiologis,biologis dan kimiawi. Perubahan fisiologis yang mempengaruhi sifat dan mutu produk setelah dipanen adalah respirasi, transpirasi, dan proses produk setelah dipanen. Proses tersebut menyebabkan perubahan kandungan bawang merah. Salah satu upaya untuk mempertahankan mutu bawang merah adalah dengan menggunakan pengemasan plastik yang dapat menekan proses respirasi pada bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh jenis pengemas plastik terhadap ketahanan mutu bawang merah selama penyimpanan. 2) Mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap ketahanan mutu bawang merah selama penyimpanan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Perlakuan yang digunakan yaitu mengemas bawang merah menggunakan kemasan plastik LDPE (P1T), plastik HDPE (P2T), plastik PP (P3T), dan tanpa kemasan (P0T) dengan mengambil data 2 hari sekali selama 10 hari. Metode penelitian yang digunakan adalah kinetika perubahan mutu dan data dianalisis menggunakan persamaan kinetika reaksi. Variabel yang diukur yaitu kadar air, susut bobot, kekerasan, perubahan VRS, dan kerusakan. Hasil penelitian menunjukkan jenis pengemas plastik yang sesuai untuk mempertahankan mutu bawang merah berupa kadar air, susut bobot, dan VRS adalah kemasan PP. Sedangkan untuk mempertahankan kekerasan dan kerusakan lebih baik tanpa kemasan.Onion (Allium cepa var ascalonicum (L)) is one of horticultural crops that still undergo a process of life after harvest; including changes in physiological, biological and chemical. Physiological changes that affect the nature and quality of the products after harvest are respiration, transpiration, and the products’ growth after harvest. This process leads to changes in the substance of onion. One of the efforts to maintain the quality of the onion is to use plastic packaging that can suppress respiration processes in onion. This study aims to: 1) Determine the effect of plastic packaging type on the quality endurance of onion (Allium cepa var ascalonicum (L)) during storage. 2) Determine the influence of storage time on onion’s (Allium cepa var ascalonicum (L)) quality resistance during storage. This research is conducted at the Laboratory of Food Processing Techniques and Agriculture Results, Department of Agricultural Technology, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. The treatments are employed by separately packing the onion in plastic packaging type LDPE (P1T), HDPE (P2T), PP (P3T), and without plastic packaging (P0T). The data is taken every two days for 10 days. The method applied is kinetics of quality changes and the data are analyzed using the kinetic equation of reaction. The measured variables include moisture content, shrinkage, hardness, volatile changes, and impairment. The results reveal the type of plastic packaging that is appropriate to maintain the quality of onion such as moisture content, shrinkage, and volatile is PP packaging. As for retaining the hardness and impairment, it is appropriate to pack without plastic packaging.
1481218175E1A012218PENERAPAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) DI PT. HOLCIM INDONESIA Tbk. - CILACAP PLANTGood Corporate Governance (GCG) merupakan sistem tata kelola perusahaan yang menjelaskan hubungan antara Pemegang Saham, Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Manager, Karyawan, dan pihak-pihak yang terkait di dalamnya yang menentukan arah kinerja perusahaan. Penerapan Good Corporate Governance sangat dianjurkan kepada perusahaan dikarenakan fungsinya yang sangat penting guna menciptakan nilai tambah untuk semua stakeholders dan menjadi salah sati kunci sukses perusahaan untuk tumbuh dan menguntungkan dalam jangka panjang. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti menyusun penelitian dengan judul Penerapan Prinsip Good Corporate Governance (GCG) di PT. Holcim Indonesia Tbk. - Cilacap Plant.
Penelitian ini dilakukan dengan metode yuridis-normatif. Data sekunder yang telah dikumpulkan, diolah dan disajikan secara sistematis. Metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Berdasarkan data hasil penelitian dapat diketahui bahwa PT. Holcim Indonesia Tbk. - Cilacap Plant telah menerapkan prinsip dalam Good Corporate Governance (GCG) sesuai dengan ketentuan Pasal 3 Keputusan Menteri BUMN Nomor PER-01/MBU/2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik yang meliputi prinsip keterbukaan, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran.
Good Corporate Governance (GCG) is a system of corporating governance that explains the relationship among shareholders, the Board of Commissioners, Board of Directors, Managers, Employees and related parties in it that determines the direction of the company's performance. The implementation of Good Corporate Governance is highly recommended to companies because its function is quite important in order to create added value for all stakeholders and be one of the successfull keys for growing and profitable company in such a long term. Based on this background, the researcher compiled a study entitled Principles of Good Corporate Governance (GCG) in PT. Holcim Indonesia Tbk. - Cilacap Plant.
This research was conducted by the method of juridical-normative. Secondary data has been collected, processed and presented systematically. The method of data analysis was a qualitative normative method.
Based on data of the research, it is found that PT. Holcim Indonesia Tbk. - Cilacap Plant has implemented the principles of Good Corporate Governance (GCG) in accordance with the provisions of Article 3 of the Decree of the Minister of SOE No. PER-01 / MBU / 2011 on the Implementation of Good Corporate Governance which includes the principles of transparancy, accountability, responsibility, independency and fairness.
1481318214G1B013095Cost of Treatment Tindakan Sectio Caesarea Berdasarkan Klasifikasi INA-CBG's di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto Tahun 2016Background: Indonesian Case Base Groups (INA-CBG’s) policy aims for efficiency cost and quality of health service. The existance of tariff package is to be able to reduce the high cost of health service in one of hospital is sectio caesaria action. The research aims to know cost of treatment of sectio caesaria based on classification of INA-CBG’s in RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto 2016.
Method: This research is descriptive-quantitative which sources from secondary data formed detail of the cost of treatment based on activity of patient clinical pathway sectio caesaria in RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto 2016 with univariate analysis and cost analysis to calculate cost of treatment sectio caesaria action. It uses method of activity based costing.
Results: This research shown cost of treatment sectio caesarea based on hospital tariff are IDR 5.596.562,- while based on ABC calculation are IDR 5.695.087,-. The difference between cost of treatment sectio caesarea based on hospital tariff and ABC calculation with INA-CBG’s tariff are IDR 17.743.790,- (6,36%) and IDR 22.965.614,- (7,67%). The order of the largest component cost in cost of treatment sectio caesaria are cost of sectio caesarea operation action (60,4%), medicine cost(12,8%), hospitalization cost (9,91%).
Conclusion: Cost of treatment sectio caesarea based on hospital tariff and ABC calculation is more expensive than INA-CBG’s tariff. It mean that losses incurred by hospital caused by the high cost of sectio caesarea operation.
Background: Indonesian Case Base Groups (INA-CBG’s) policy aims for efficiency cost and quality of health service. The existance of tariff package is to be able to reduce the high cost of health service in one of hospital is sectio caesaria action. The research aims to know cost of treatment of sectio caesaria based on classification of INA-CBG’s in RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto 2016.
Method: This research is descriptive-quantitative which sources from secondary data formed detail of the cost of treatment based on activity of patient clinical pathway sectio caesaria in RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto 2016 with univariate analysis and cost analysis to calculate cost of treatment sectio caesaria action. It uses method of activity based costing.
Results: This research shown cost of treatment sectio caesarea based on hospital tariff are IDR 5.596.562,- while based on ABC calculation are IDR 5.695.087,-. The difference between cost of treatment sectio caesarea based on hospital tariff and ABC calculation with INA-CBG’s tariff are IDR 17.743.790,- (6,36%) and IDR 22.965.614,- (7,67%). The order of the largest component cost in cost of treatment sectio caesaria are cost of sectio caesarea operation action (60,4%), medicine cost(12,8%), hospitalization cost (9,91%).
Conclusion: Cost of treatment sectio caesarea based on hospital tariff and ABC calculation is more expensive than INA-CBG’s tariff. It mean that losses incurred by hospital caused by the high cost of sectio caesarea operation.
1481418132F1B011049Implementasi Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pembinaan dan Pengelolaan Warung Internet di Kabupaten CilacapPenelitian ini berjudul implementasi Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pembinaan dan Pengelolaan Warung Internet di Kabupaten Cilacap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Implementasi Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pembinaan Dan Pengelolaan Warung Internet di Kabupaten Cilacap dan juga untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi Implementasi Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pembinaan dan Pengelolaan Warung Internet di Kabupaten Cilacap. Mengingat bahwa Kabupaten Cilacap terdapat 102 Warung Internet yang tersebar pada 24 kecamatan di Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif Deskriptif. Untuk teknik pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling dan Accidental Sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan dari Miles Hubberman. Penelitian ini dilakukan di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cilacap dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Cilacap, Warung Internet di Kecamatan Sidareja, Kecamatan Kroya dan Kecamatan Cilacap Utara. dengan sasaran penelitian Kepala Seksi Sarana Komunikasi dan Desiminasi Informasi, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan, Pemilik Warung Internet serta Pengguna Warung Internet usia anak sekolah. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa Implementasi Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pembinaan dan Pengelolaan Warung Internet di Kabupaten Cilacap masih belum optimal. Masih adanya pemanfaatan warung internet oleh anak usia sekolah untuk pacaran menunjukan lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh dinas terkait dalam mengawasi kegiatan usaha warung internet. Rendahnya pengawasan ini di sebabkan oleh kurangnya kesadaran pemilik warung internet dalam melakukan usaha warung internetnya sendiri yang bertujuan agar tercipta warung internet sehatThis study, entitled the implementation of the Regional Regulation No. 1 of 2014 About the Development and Management of Internet Cafes in Cilacap district. The purpose of this study was to determine how the implementation of the Regional Regulation No. 1 Year 2014 About Direction and Management of Internet Cafes in Cilacap district and also to determine the factors that influence the implementation of the Regional Regulation No. 1 of 2014 About the Development and Management of Internet cafes in the District Cilacap. Given that there are 102 Cilacap Regency Internet cafes are scattered in 24 districts in Cilacap. This study uses descriptive qualitative research. For informant selection techniques in this study using purposive sampling and accidental sampling. Methods of data collection is done by in-depth interviews, observation and documentation. Data analysis methods used by Miles Hubberman. This research was conducted at the Department of Communication and Information of Cilacap and Civil Service Police Unit of Cilacap, Public Internet in Sidareha Dsitrict, Kroya District and Cilacap Utara District. targeted research Support Section Head of Communication and Information Dissemination, Head of Development and Control, and User's Own Public Internet Public Internet age school children. Based on the research that has been done that the implementation of the Regional Regulation No. 1 of 2014 About the Development and Management of Internet Cafes in Cilacap District is still not optimal. Still the use of internet cafes by student age to courtship showed a lack of oversight conducted by the relevant department in overseeing the business activities of Internet cafés. Lack of supervision is caused by a lack of awareness of the owners of internet cafes in doing their own internet shop business that aims to create a healthy Internet cafes.
1481518008A1L113010UJI APLIKASI METABOLIT SEKUNDER DUA ISOLAT Trichoderma harzianum TERHADAP PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN CABAI KERITING VARIETAS TROPHYPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui daya hambat metabolit sekunder Trichoderma harzianum isolat jahe dan bawang merah terhadap F. oxysporum f. sp. capsici secara in vitro; (2) mengetahui pengaruh metabolit sekunder T. harzianum isolat jahe dan bawang merah terhadap penyakit layu fusarium, pertumbuhan dan hasil tanaman cabai serta kandungan senyawa fenol pada tanaman cabai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2016 sampai dengan Februari 2017 di Rumah Kaca dan di Laboratorium Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yaitu dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol, metabolit sekunder T. harzianum isolat jahe baik sebelum maupun setelah inokulasi patogen, isolat bawang merah baik sebelum maupun setelah inokulasi patogen, serta fungisida (berbahan aktif benomil). Variabel yang diamati yaitu masa inkubasi, intensitas penyakit, tinggi tanaman, waktu berbunga, panjang akar, bobot segar akar, jumlah buah, bobot buah, analisis jaringan dan daya hambat secara in vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan metabolit sekunder T. harzianum isolat jahe dan bawang merah mampu menghambat pertumbuhan F. oxysporum f. sp. capsici sebesar 49,97 dan 38,70%. Perlakuan metabolit sekunder T. harzianum isolat jahe dan isolat bawang merah tidak mampu mengendalikan penyakit layu fusarium serta tidak mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai. Perlakuan metabolit sekunder T. harzianum isolat bawang merah yang diberikan setelah inokulasi patogen mampu meningkatkan kandungan senyawa fenol (saponin, tanin dan glikosida) di dalam jaringan tanaman cabai.This research aimed to know (1) inhibition rate of secondary metabolites derived from Trichoderma harzianum ginger and shallot isolates, againts F. oxysporum f.sp. capsici in vitro; and (2) effectiveness of the secondary metabolites on the disease, growth and yield, and phenolic compounds content in chilli crop. The research was caried out from September 2016 up to February 2017 at the screen house and the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman in vitro University. Randomized block design was used with six treatments and five replicates. The treatment consisted on control, secondary metabolites of T. harzianum ginger isolate either before or after pathogen inoculation, shallot isolate either before of after pathogen inoculation, and fungicide (active ingredient of benomyl). Variables observed were incubation period, disease intensity, crop height, flowering time, root length, wet root weight, number of fruits, fruit weight, tissue analysis and inhibition rate in vitro.
Result of the research showed that the secondary metabolites of T. harzianum ginger and shallot isolates could inhibit the growth of F. oxysporum f. sp. capsici in vitro as 49.97 and 38.70%, respectively. The secondary metabolites could not control the disease and increase chili growth and yield. The secondary metabolites T. harzianum shallot isolates added after pathogen inoculation could increase phenolic compounds content (saponins, tannins and glycosides) in the plants tissue.
1481618940A1C012016MOTIVASI PETANI DALAM BERUSAHATANI PADI ORGANIK PADA GAPOKTAN MARGO TANI DI KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS

Permintaan akan beras akan terus meningkat, Gapoktan margo tani merupakan gabungan kelompok tani yang mulai melakukan usahatani padi organik yang di harapkan memenuhi kebutuhan yang sehat tanpa bahan kimia, Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui tingkat motivasi petani dalam usahatani padi organik, dan 2) Mengetahui hubungan motivasi petani terhadap faktor internal dalam usahatani padi organik.
Penelitian dilaksanakan di Gapoktan Margo tani di Desa Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas pada bulan Agustus hingga September 2016. Metode analisis data yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas, metode Likert’s Summated Ratings, metode Succesive Interval, dan metode regresi berganda Ordinary Least Squares. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tingkat motivasi petani dalam berusaha padi organik secara keseluruhan berada dalam kategori tinggi yang digambarkan oleh komponen kesediaan mengorbankan waktu (tinggi), Aspek teknis (tinggi), Aspek sosial (tinggi), dan Aspek Ekonomi (tinggi), dan 2) faktor internal petani yang berpengaruh dengan tingkat motivasi petani yaitu jumlah tanggungan, pendidikan dan luas lahan, sedangkan usia dan lama pengalaman, tidak berpengaruh terhadap tingkat motivasi petani dalam usahatani padi organik.
The demand for rice will keep raising time after time, Margo Tani association of Farmer Group is a group which has starting to cultivate organic rice in hope of fulfilling a healthy, non-chemical needs. This study aims to find out : 1) farmer' motivation level on organic rice cultivation, 2) correlation between farmer’ motivation with internal factors in organic rice cultivation.
The study conducted at Margo Tani association of Farmer Group, Teluk Village, Purwokerto Selatan Sub-district, Banyumas from August till September 2016. The analysis method used in this study are validity and reliability test, Likert’s Summated Ratings method, Succesive Interval method, Ordinary Least Squares multiple regression method. This study showed that,1) Overall, farmer’ motivation rate on organic rice cultivation is on high category which described by these components : willingness on time sacrificing (high), technical aspect (high), social aspect (high), and economical aspect (high), and 2) farmer’ internal factors which affecting towards farmers’ motivation level are family dependent, farmer’ education, and land area, while age, and experiences do not affect farmers’ motivation level on organic rice farming.

1481718133E1A011184PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG MEREK PETER SAYS DENIM BERDASARKAN UNDANG – UNDANG NOMOR 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREKPersaingan usaha yang cukup ketat, timbul banyak kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh pelaku usaha untuk menjatuhkan kompetitor usahanya, misalnya dengan melakukan pemalsuan merek fashion Peter Says Denim (PSD) atau pemakaian PSD milik orang lain secara tanpa izin. Hal tersebut dapat menimbulkan kerugian bagi pemilik merek brand fashion PSD yang sebenarnya apabila kualitas yang dijual tidak sama dengan kualitas PSD yang asli. Selain itu juga menimbulkan kebingungan bagi masyarakat luas. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek mendefinisikan merek secara lebih detail yaitu dalam Pasal 1 angka 1 yang menegaskan Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan bahwa pelaksanaan perlindungan hukum merek berdasarkan Pasal 3 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek, yaitu mengenai pemberian hak eksklusif oleh negara kepada pemilik merek yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek terhadap produk fashion Peter Says Denim (PSD) di Kota Bandung. Merek fashion PSD yang dijual di kota Bandung sudah memiliki merek terdaftar tanggal 24 November 2014 dengan nomor D002012025447 yang merupakan tanda bukti bahwa merek tersebut telah didaftarkan dalam Daftar Umum Merek.Tight business competition evokes frauds committed by businessmen in order to overthrow their competitor’s business. For example, by counterfeiting the fashion brand Peter Says Denim (PSD) or wearing other’s PSD without permission. It could generate losses for the owner of the original fashion brand PSD if the quality that is sold is not equal with the quality of the original PSD. It could also generate confusion for wide community.Brands Act Number 15 of 2001 defines brands in detail, it was contained in the Article 1 section (1) which explains that Brand is a sign in the form of picture, name, word, letter, number, colour composition, or a combination of those elements that could be used to differentiate and is to be used in goods and services trading activities.Based on the research and study result of the implementation of Brands legal protection based on Article 3 of Brands Act Number 15 of 2001, regarding exclusive entitlement by the State towards fashion product Peter Says Denim (PSD) in Bandung. PSD fashion brand that is sold in Bandung already own a brand registered in November 24th of 2014 with the registration number D002012025447, a proof that the brand is already registered in the General List of Brands.
1481819068E1A013113PERANAN BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN (BPSK) DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA KONSUMEN PADA PUTUSAN NOMOR 293/PDT.G/BPSK/2014/PN.BKSPenelitian ini mengkaji mengenai peranan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Provinsi DKI Jakarta dalam menyelesaikan sengketa konsumen di Pengadilan Negeri Bekasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dalam menyelesaikan sengketa konsumen berdasarkan studi putusan Nomor 293/PDT.G/BPSK/2014/PN.BKS.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif, spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan yang disajikan melalui teks naratif menggunakan analisis data normatif kualitatif berupa teori-teori hukum dalam penelitian ini.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BPSK DKI Jakarta telah menjalankan peranannya mengingat konsep peranan yang merupakan aspek dinamika kedudukan (status) yang melahirkan hak dan kewajiban, seperti pada contoh kasus dalam penelitian ini yang menunjukkan bahwa BPSK DKI Jakarta telah berperan sebagai mediator dalam penyelesaian sengketa dengan cara arbitrase. Penyelesaian sengketa tersebut dibuktikan dengan dimulainya konsumen menggugat pelaku usaha hingga diputusnya putusan BPSK yang mengikat para pihak. Dalam hal ini hendaknya pelaku usaha memahami apa yang menjadi kewajiban yang harus dilakukan khususnya mengenai pengembalian atau penggantian barang apabila pelaku usaha tidak dapat menyediakan barang dan/atau jasa yang dibutuhkan konsumen ketika telah terjadi transaksi pembayaran
This study examines the role of Jakarta Consumer Dispute Settlement Agency in resolving consumer disputes in the Bekasi District Court. This study aims to determine the role of Consumer Dispute Settlement Agency (BPSK) in resolving consumer disputes based on the study of verdict No. 293 / PDT.G / BPSK / 2014 / PN.BKS.
The approach method used in this research is the normative juridical method, the research specification used is descriptive with the data collection method of library research presented through narrative text using normative qualitative data analysis in the form of legal theories in this research.
The results of this study indicate that BPSK DKI Jakarta has run its role considering the concept of role which is the aspect of the dynamics of status (status) which gave birth to the rights and obligations, as in the case example in this study which shows that BPSK DKI Jakarta has acted as mediator in dispute settlement by Arbitration. The settlement of the dispute is evidenced by the commencement of consumers suing business actors until the decision of BPSK binding the parties. In this case the business actor should understand what the obligations should be done, especially regarding the return or replacement of goods if the business actor can not provide goods and / or services that consumers need when there has been a payment transaction.
1481919633G1A012114PERBANDINGAN KADAR KREATININ SERUM PADA PASIEN
DIABETES MELLITUS TIPE 2 TERKONTROL DAN TIDAK TERKONTROL
Latar Belakang: Kadar gula darah yang tinggi pada pasien DM akan menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi kronik, salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada pasien DM adalah kerusakan ginjal.Parameter yang umum digunakan untuk mengetahui kerusakan ginjal adalah kadar kreatinin serum. Kreatinin diekskresikan oleh ginjal melalui kombinasi filtrasi dan sekresi, konsentrasinya relatif konstan dalam plasma dari hari ke hari, sehingga kadar yang lebih besar dari nilai normal mengisyaratkan adanya gangguan fungsi ginjal.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kadar kreatinin serum antara pasien DM tipe 2 terkontrol dengan tidak terkontrol di Klinik Amanda Purwokerto.
Metode : Rancangan penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional . Teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling dengan jumlah sampel 30 orang pada periode Juli-Agustus 2017 di Klinik Amanda Purwokerto.
Hasil :Hasil analisis T tidak berpasangan menunjukkan adanya perbandingan signifikan kadar GDP dengan kadar kreatinin (P<0,05). Pada kelompok DM terkontrol terdapat 4 sampel yang memiliki kadar kreatinin normal dan 7 sampel memiliki kadar kreatinin tinggi, sedangkan kelompok DM tidak terkontrol terdapat 3 sampel memiliki kadar kreatinin normal dan 16 sampel yang memiliki kadar kreatinin tinggi.
Kesimpulan : Terdapat perbandingan yang signifikan mengenai hubungan DM terkontrol dan tidak terkontrol dengan kadar kreatinin.
Background: High blood glucose levels in diabetic patients that can leads to variety of chronic complications, one of the complications that can occur in patients with diabetes was kidney damage. The commonly used parameter for detecting renal impairment was serum creatinine levels. Creatinine was excreted by the kidneys through a combination of filtration and secretion, relatively constant concentration in plasma from day to day, so that the levels greater than normal values indicate the existence of impairment of renal function.
Purpose: The purpose of this research was to difference of serum creatinine level between controlled and uncontrolled in patients with type 2 diabetes at Amanda ClinicPurwokerto.
Method: The research used an observational analytic design with cross-sectional study. The sampling technique was consecutive with a sample period of July-August 2017 to at at 30 people at Amanda ClinicPurwokerto.
Result: The result of T analysisunpaired showed a significant comparison of GDP content with creatinine (P <0,05). In the controlled group of DM there were 4 samples that had normal creatinine and 7 samples had high creatinine content, while the control group was uncontrolled there were 3 samples had normal creatinine and 16 samples had high creatinine levels.
Conclusion: There was a significant comparison of relationship the controlled and uncontrolled DM with creatinine levels.
1482018135A1C111038Strategi Pemasaran Susu Pasteurisasi Studi Kasus Koperasi Sapi Perah “PESAT” Kecamatan Karanglewas Kabupaten BanyumasSusu segar merupakan salah satu komoditas pangan yang dihasilkan oleh peternakan sapi perah yang dapat diolah menjadi susu pasteurisasi. Susu pasteurisasi yang diproduksi oleh Koperasi PESAT Karanglewas belum mampu dijadikan produk yang mampu bersaing dengan produk sejenis di pasar lokal sehingga volume produksinya masih sedikit. Tujuan penelitian ini adalah: 1) menganalisis faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi pemasaran produk susu pasteurisasi di Koperasi PESAT, 2) menganalisis alternatif strategi yang dapat diterapkan dalam pemasaran produk susu pasteurisasi di Koperasi PESAT, 3) menganalisis strategi yang menjadi prioritas dalam pemasaran produk susu pasteurisasi di Koperasi PESAT. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Penentuan tempat dilakukan secara sengaja (purposive). Data dianalisis menggunakan matriks IFE, matriks EFE, Matriks IE, Matriks SWOT dan Matriks QSP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) berdasarkan identifikasi lingkungan internal dan eksternal Koperasi PESAT dan diperhitungkan dengan matriks IE (Internal-Eksternal) dihasilkan faktor-faktor utama dengan skor tertinggi antara lain: a) kekuatan utama: harga tetap dan terjangkau, b) kelemahan utama: tingkat kemampuan dan profesional SDM kurang memadai, c) peluang utama: tarif impor susu menjadi 5%, d) ancaman utama: kecilnya hambatan bagi pendatang baru untuk memasuki industri pengolahan susu, 2) hasil perumusan strategi dengan matriks SWOT menghasilkan enam alternatif strategi yaitu a) menambah jaringan pemasaran dengan menambah distributor di Banyumas, b) merekrut tenaga kerja ahli muda dan profesional, c) menambah tenaga pemasaran dengan kendaraan yang dilengkapi dengan Refrigerated Box agar kualitas susu tetap terjaga, d) meningkatkan kegiatan promosi melalui media cetak dan elektronik secara berkelanjutan serta event-event di Banyumas, e) menciptakan inovasi-inovasi produk/diversifikasi produk dengan cara menyesuaikan produksi dengan daya beli dan selera masyarakat untuk meningkatkan penjualan dan memenangkan persaingan, f) membuka kedai susu milik Koperasi PESAT untuk menjangkau konsumen yang lebih banyak, 3) berdasarkan matriks QSP diperoleh prioritas strategi yang dibutuhkan Koperasi PESAT yaitu menambah tenaga pemasaran dengan kendaraan yang dilengkapi dengan Refrigerated Box agar kualitas susu tetap terjaga dengan TAS sebesar 6,014.Fresh milk is one of the food commodities produced by dairy farms that can be processed into pasteurized milk. Pasteurized milk produced by Koperasi PESAT Karanglewas not been able to be a product that can compete with similar products in the local market so that the volume of production is still a little bit. The purpose of this study are: 1) analyze factors internal and external environment that influence the marketing of pasteurized milk products in Koperasi PESAT, 2) analyze alternative strategies that can be applied in the marketing of pasteurized milk products in Koperasi PESAT, 3) analyze strategies that take priority in marketing of pasteurized milk products in Koperasi PESAT. The research method used was a case study. Location was determined purposively. Data was analyzed using IFE matrix, EFE matrix, IE Matrix, SWOT Matrix and Matrix QSP. The study has showed that: 1) the main factors with highest score based on Koperasi PESAT internal and external environment, also calculated using IE (Internal-External) matrix are: a) Main strength: the fixed price and affordable b) Main weakness: the level of ability and professional HR inadequate c) Main opportunity: tariff on milk to 5% d) Main threat: small barriers for new entrants to enter the dairy processing industry 2) there are six alternative strategies as the result of strategy formulation done using IE matrix are: a) adding marketing network by adding distributors in Banyumas, b) recruiting workers young experts and professionals, c) increase the power of marketing with vehicles equipped with Refrigerated Box that milk quality is maintained, d) increase promotional activities via print and electronic media on an ongoing basis as well as events in Banyumas, e) create product innovation / diversification of products by adjusting production to purchasing power and the tastes of the people to increase sales and win the competition, f) opening stores owned by Koperasi PESAT to reach consumers more 3) based on QSP matrix, the priority strategy that the Koperasi PESAT needed is to adding the sales staff with vehicles equipped with Refrigerated Box that milk quality is maintained with TAS score of 6.014.